بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

HASIL DIALOG INTERAKTIF KAMI DENGAN USTADZ ZULQORNAIN

Dalam dialog ini waktunya sangatlah panjang dab bila di uraikan satu persatu lewat tulisan ini akan terjadi cerita panjang lebar,namun narasi dari tulisan ini tidak mengubah dari hasil dialog kami bersama Ustadz Zulqornain.berikut dialog tentang LDII kami uraikan :

Kami bertanya : menurut anda apa arti tentang jamaah sesuai dengan syar’i karna di kalangan kami arti jamaah di ambil dari wa’tashimu bihablillahi jami’an wala tafarroqu(firman Allah Albaqarah 103 : dan berpegang teguhlah kalian dalam tali agamanyanya Allah dengan cara berjamaah),serta dengan hadits yang berbunyi Man aroda buhbuhatal jannah fal yamil jamaah (barang siapa yang ingin hidup ditengah-tengahnya surga maka tetapilah jamaah)?
Penulis menambahkan”dengan adanya dalil di atas sebagai inti penguat ajaran LDII bahwa merekalah yang berhak masuk surga,selain dari mereka wajib masuk neraka karna tidak menetapi dan mengakui jamaah mereka”.
Ustadz menjawab: kata Al-Jamaah itu didalam uraian madzhab para ulama dari dulu sampai sekarang di catat oleh imamul syathi l-Ithisom dan selainnya,itu kembalinya pada lima perkara dan lima perkara ini kembalinya pada dua hal :

Ada yang mengatakan jamaah adalah para shahabat,jamaah adalah kebenaran yang di bawa oleh Nabi,ada ayang mengatakan jamaah adalah As-sawaadul adzam kelompok kaum muslimin terbesar,adalah mereka yang terbesar di masa para sahabat dan yang menyimpang sedikit sekali dan kalau kita mengikuti penafsiran ini,dia akan kembalai ke satu makna yaitu mengikuti Al-Qur’an dan As-sunnah sesuai jalan nabi dan para shahabat.

Ada pendapat lain dari Al-imamul At-thobary : bahwa jamaah adalah kaum muslimin dibawah pimpinan seorang pemimpin negara.
Dan pengertian jamaah itu ada dua yakni jamaatul abdan wa jamaatul haq :
Jamaatul abdan artinya jamaah tubuh,tubuh kaum muslimin semuanya disatukan dibawah pimpinan seorang pemimpin negara.
Dan Jamaatul Haq artinya jamaah kebenaran yaitu Al-Qur’an dan sunnah sesuai dengan tuntunan Rasulullah Shalallahu alaihi wassallam (dan bila kita menuntut seorang pemimpin jamaah maka rasulullah Shalallahu alahi wasallam menjadi pemimpinnnya. Itulah maknanya jamaah.
Kami bertanya : bagaimana dengan dalil yang di riwayatkan dan di ucapkan Umar Bin Khatthab yang berbunyi La Islama illa bil Jamaah wala jamaata illa bil imarah wala imarah illa bil baiat (tidak dikatakan islam kecuali dengan berjamaah,tidak dikatakan jamaah kecuali berimam dan tidak dikatakan berimam kecuali dengan taat).
Ustadz menjawab : ucapan ini datang dari Umar bin Khatthab,dari sisi konteks kalimat ini benar,tapi yang perlu di pertanyakan disini siapa itu Al-Jamaah?,kemudian imam itu siapa?.kita tidak memepermasalahkan,betul islam itu harus ada jamaah di dalamnya,dalam artian yang saya sebutkan tadi.jamaah kaum muslimin perlu ada pemimpin negara,dan pimpinan negara sangat besar artinya.dan dia adalah kewajiban yang sangat wajib di dalam syariat.,karna itu tatkala Rasulullah meninggal,para shahabat mengakhirkan untuk mengubur Rasulullah Shalallahu alaihi wasallam,mereka tentukan dulu pemimpin setelh Rasulullah shalallahu alaihi wasallam,.dan itu lebih penting daripada menyegerakan menguburkan jenazah Rasulullah.dan semua para shahabat membaiat Abu Bakar As-shiddiq sebagai pimpinan negara yang sah pengganti Rasulullah.

Dan silahkan membaca seluruh buku-buku yang menjelaskan tentang masalah baiat shahabat pada pimpinan,semuanya itu hanya kepada pimpinan negara,tidak ada baiat kepada pimpinan kelompok.
Baca saja dalil apa saja yang dipakai,berdalilkan tetntang keabsahan jamaah oleh sebagian kelompok yang memakainya sekarang,seluruh dalil itu hakikatnya kalau dibaca pada konteks, riwayatnya itu adalah untuk pimpinan negara atau siapa yang di angkat oleh pimpinan negara.

Kami bertanya : Bagaimana dengan dalil ISNAD,yang ada dalam pembukaan shahih muslim No 32 1/47 Al isnadu minaddin walaula isnadu la qola man sya’a ma sya’a (isnad itu termmasuk agama tanpa isnad manusia akan berkata semaunya sendiri dalam agama).
Penulis berkata : “dengan pengakuan isnad (musnad/manqul musnad mutashil) ini LDII menjadikan isnad sebagai kesombongan dan kebanggaan pergerakan mereka,mengambil ilmu dengan tanpa isnad membuat amalan tidak diterima”.
Ustadz menjawab : “Al-isnadu minaddin walaula isnadu la qola man sya’a ma sya’a
Ini ucapannya Ibnu Al-Mubarok,bukan ucapan Nabi dan bukan ucapan Shahabat,dia adalah Tabi’ut tabi’in.mungkin dia menjumpai sebagian shahabat.Ibnu Al-mubarok berkata Isnad itu dari agama,andaikata bukan karna Isnad,maka siapa yang berkehendak akan berkata apa yang dia kehendaki.
Memang dari sisi periwayatan kalau kita menukil dari hadits Nabi,tidak sembarang orang berbicara,misalnya datang orang berkata”Rasulullah bersabda begini” kan harus ditanya,nah mana sanad kamu kalau kamu mengetahui Nabi bersabda begitu?.

Jadi makna Al-isnadu minaddin...iay memang itu bagian dari agama,dan kekhususan umat ini.dimana umat islam dijaga AL-Qur’an mereka,dijaga Hadits Rasulullah shalallahu alaihi wasallam itu semua dengan sanad silsilah periwayatan.Rasulullah mengajaarkan Al-Qur’an pada para shahabatnya,rasulullah membaca para shahabat mengikuti bacaan rasulullah.ketika rasulullah membaca,para shahabat memcocokkan bacaan mereka denga nbacaan rasulullah.terus shahabat mengajarkan pada muridnya,terus dan terus sampai hari ini.

Demikian pula hadits Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dan sekarang hadits Nabi telah di mudahkan lewat pembukuan,apalagi kutubussittah (kitab enam),biasanya sisi periwayatan dan sanad,itu sisa menjaga saja,menjaga kekhususan ini dalam artian,adanya sanad dan ijazah kita ambil dari guru,dan guru memberikan ijazah kepda kita untuk meriwayatkan hadits,ini hanyalah sekedar menjaga silsilsah menyambung kita pada rasulullah shalallahu alaihi wasallam.tapi hakikatnya buku-buku shahih bukhari,shahih muslim ini adalah sudah masyur,dalam hal ini cukup orang mengambil perijazahan (lewat kitab-kitab shahih).

Kami bertanya : dan bagaimana tentang thoharoh (sesuci) sebab di kelompok kami kesucian ini semakin lama semakin memberatkan,karna segala sesuatu yang kami pandang tidak/belum di sucikan itu adalah najis,salah satu contonhnya orang di luar kami merek kami anggap tidak tahu mensucikan jadi kita anggap najis,(gerak gerik mereka non LDII dikalangan kami menjadi bahan perhatian,kalau masuk masjid,bekasnya tempat ia sholat di sucikan).


Ustadz menjawab : thoharoh adalah bersesuci,bersuci dengan air,air disebutkan dalam Al-Qur’an dalam bentuk mutlak.firman Allah “kami turunkan air dari langit yang suci. Air yang mutlak dari definisi fiqih empat madzhab adalah air berasal dari asal penciptanya,maka dia turun dari langit(hujan),kemudian keluar dari mata air.walaupun keluar dari bumi,walau dari sebagian bumi ada warnanya kuning keruh,maka ini termasuk air mutlakbahkan ari laut mutlak untuk sesuci. Dan bentuk diterangkan tadi adalah berlebih-lebihan dalam agama.ketika air kejatuhan najis dan merubah sifat.warna dan baunyamaka inilah najis,tapi kalau tidak berubah maka dia bisa digunakan berwudhu.
Pendapat tentang orang kafir itu najis,maka yang najis bukanlah badannya,yang najis adlah keyakinannya.dengan pembahasan tentang ayat “INNAMAL MUSYRIKUUNA NAJS” (sesungguhnya orang kafir itu najis).najsi di sini adalah najis maknawi pada dirinya bukan pada jasadnya.dalilnya ketika Rasulullah menangkap Tsumama (waktu itu dai masih kafir),dia ditangkap oleh Rasul dan di ikat didalam masjid,andaikata dia najis tidak mungkin dia diikat didalam masjid.ceerita ini masyhur dan panjang.ini dalil menunjukkan orang kafir itu tidak najis,yang najis adalah keyakinannya.itulah maknanya.

Kami bertanya : bagaimana tentang dalil “kullu bid’ah dholalah kullu dholalatin finnaar (bid’ah itu sesat dan sesat itu adalah neraka)”,serta tentang dalil ABALLAHU AN YAQBALA AMALAN SHOHIBI BID’AH HATTA YAD’A BID’ATAHU (Allah menolak menerima amalan dari penyemai bid’ah sampai dia meninggalkan bid’ah tersebut),bahkan dalam dalil lain ada ancaman “amalan ahli bid’ah semuanya hilang seperti rambut yang dikeluarkan dari adonan roti(amalan tak tersisa sedikitpun).denagn berdasarkan ini kami (LDII) mengambil kesimpulan amalan orang mengerjakan bid’ah tidak diterima,jadi sholat yang kami kerjakan dibelakang/berimam pada orang luar LDII pun batal (karna di imami ahli bid’ah) tidak di terima dan tidak sah.

ustadz menjawab : maksud tidak diterima disini adalah amalan bid’ah yang dia lakukan,sebab amalan bid’ah apakah dia mencetuskannya atau dia sekedar ikut-ikutan sepanjang itu tidak ada tuntunan maka dia tertolak.Nabi bersabda : “MAN AMILA AMALAN LAISA ALAIHI AMRUNA FAHUWA RADDUN”(barang siapa yang beramal tidak dibanguna atas tuntunan kami maka itu tertolak).
Dan masalah sholat di belakang ahli bid’ah.bid’ah itu terbagi dua ada bid’ah yang besar yang berkaitan dengan keyakinan dan mengeluarkan pelaku dari keislaman,tapi kalau bid’ahnya yang tidka mengeluarkan orang dari keislaman maka sah sholat dibelakangnya.
Sebagian Ulama berkata”TARKUSHOLATI KHOLFA MUBTADI MUBTADI (orang yang meninggalkan sholat di belakang ahlu bid’ah maka dia termasuk ahlu bid’ah)”.sebab ini tidak pernah dilakukan oleh ulama terdahulu,mereka sholat di belakang imam yang mengakhirkan waktu sholat,mereka tetap hadir sholat karena memang wajib menghadiri jamaah kaum muslimin,tidak diperintah unutk memenggal jamaah.walaupun ada kesalahan yang dilakukan oleh sebagian orang,kita ikut dirinya menjaga jangan sampai nampak di tengah kaum muslimin ada perpecahan,tapi di pelihara tetap hadir sholat berjamaah sambil kita berusaha mengingatkan kesalahannya dengan cara yang baik.mudah-mudahan dia bisa berubah.

Kami bertanya : mohon penjelasan lebih detail tentang maslah keamiran/keimaman,karna kami menklaim bahwa keamiran yang ada pada kami adalah keamiran yang awal “FUW BI BAITIL AWWAL FAL AWWAL”(tetapilah baiat yang pertama maka yang pertama).

Ustadz menjawab : tadi saya sudah menjelaskan,penggunaan imam ini kaitannya siapa yang sah dengan imamahnya dan imarahnya.nah sebelumnya saya menjelaskan tentang imarah dalam safar,imarah dalam mukim,kalau dalam safar (bepergian) itu wajib mempunyai amir,kalai keluaar tiga orang maka diantaranya satu diangkat menjadi amirnya pimpinan safar.kalau keluar tiga orang maka dia antaranya satu di angkat menjadi pimpinan safar.kalau mukim atau hadhor itu tidak dikenal kecuali seperti apa yang saya jelaskan tadi di atas.karna itu orang berdalilkan tentang imarah dan imamaah dengan hadits –hadits safar itu sudah salah,salah dalam pendalilan dan banyak jamaah yang mendoktrin tentang imarah mereka ambil dari hadits-hadits safar”kalau kalian tiga maka angkat satu jadikan amir”.mereka tidak mengetahui tentang lafadz”kalian tiga” posisinya ada dimana,padahal (posisisnya) dalam perjalanan.
Nah kalau di hadhor/m,ukim maka pimpinana kaum muslimin adalah siapa yang diangkat/di sepakati oleh aum muslimin disitu.nah apa makna di sepakati bahwa sesseorang itu sah sebgai pimpinan,didalam (mencari pemimpin)dalam sejarah islam itu dari tiga hal :
1.dengan cara di pilih oleh ahlul hali wa aqli,kita berbicara tentang kepemimpinan negara,negara itu ada wilayah dan kekuasaaanya,negara itu ada rakyatnya.ini berkaitan dengan masalah negara,jadi kalau ada jamaah yang mengatakan dia adalah pimpinan sebutkan mana kekuasaaanya?,pengikut mungkin ada tapi apakah semua rakyat indonesia adalah pengikut.kita berbicara masalah negara,negara indonesia sangat jelas yang mana wilayahnya,rakyat yang berpendudukan,pimpinananya siapa?.sama seperti di zaman nabi shalallahu alaihi wasalam,wilayah kaum muslimin jelas,kaum muslimin pun jelas(sebagai rakyatnya),dan pemimpinnya jelas bahkan pemimpin setelah nabi,maka ini yang dipilih oleh ahlul hali wa aql yakni Abu Bakar As-Shiddiq sebagai pengganti Nabi,kemudian kepemimpinan juga berlanjut kepada Umar Bin Khattab.
2.cara kedua menentukan pemimpin adalah dengan pelimpahan kekuasaan,pelimpahan kekuasaan boleh di lakukan kalau dia di pandang oleh pimpinan bahwa dia cocok untuk menggantikan posisi kepemimpinannya,Abu Bakar pun menyerahkan kepemimpinannya kepada Umar Bin Khattab,dan setelah Abu Bakar meninggal maka Umar resmi menjadi pimpinan kaum muslimin,dan seluruh shahabat membaiat Umar menjadi pemimpin.
3.cara terbentuk kepemimpinan yang sah ini di sebutkan dalam keadaan tertentu,keadaan darurat.kalau ada orang yang menempuh tidak dengan cara islam dalam menentukan kepemimpinan,atau dengan tiba-tiba dia sudah menjadi pemimpin,seperti halnya kita di Indonesia yaitu tidak melalui dengan dua cara dia atas dan semua orang menunjuk ini presiden kita (maka dia sah).ini sama dengan keadaanya sahabat di waktu itu.

Demikianlah beberapa tanya jawab dialog kami dengan Ustadz Zulqornain seputar masalah LDII yang menklaim pimpinan yang sah adalah mereka.

Comments
14 Comments

14 Response to "HASIL DIALOG INTERAKTIF KAMI DENGAN USTADZ ZULQORNAIN"

Anonim mengatakan...

kenapa tidak tanya sama bpk. K.H kasmudy Assiddiqi?

abdulloh mengatakan...

kasmudy Assiddiqi itu orang bodoh, jangan dijadikan tempat bertanya malah nanti tambah tersesat,karna dia menjawab dengan otaknya bukan dngn ilmu!!! kalau ustad dzulkurnain ini termasuk ahli ilmu ,hafal qur'an , ahli tentang hadits jg mustolah hadits, jg beliau punya isnad dan isnadnya lebih bagus dari ubaidah,isnadnya ubaidah ASPAL9 (ga jelas biografi syehnya)....ISNADNYA ustadz dzulkurnain bisa dibuktikan!!!

Anonim mengatakan...

Monggo saderek LDII sing moco iki, di tanggepi ne emang sing disampekno Ustadz Dzul salah.. monggo. kalo kalian berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Hadits maka membantahnya pun harus dengan ilmu yakni Al-Qur'an dan Hadits.. kalo cuma katanya imam, apalagi imamnya ga ngerti apa2 tentang al-qur'an dan hadits yo ojo di ikuti rek.. yo ngono ae wis.. mudah2an kita semua diberikan hidayah oleh Allah Subhanallahu Ta'la, agar terus menetapi jalan yang lurus, yaitu jalannya orang2 yang diberi nikamat dan bukan jalannya orang yang bodoh dan sesat.. amiin

Anonim mengatakan...

he...hee..

anda semua murjiah yang bodoh akan ilmu .

jawaban dulkornen itu jawaban yang ga jelas dan ngambang .

coba tanya dia imam itu siapa sekarang

dan imam yang tidak pake hukum islam didalam menjalankan kehidupan imam yang dimaksud oleh ALLAH $ Rosulnya tidak ???

ahli bid'ah termaksud jama'ah yang dimaksud oleh ALLAH & ROSULNYA tidak //

orang bodoh yang jatuh dalam kemusyrikan termasuk jama'ah yang di maksud oleh ALLAH & Rosulnya tidak

dan satu lagi dalam membahas pendapat as-syatibi zulkornen menyembuniykan dalail dan pendapat dari para ulama yang di nukil oleh assyatibi.

ga percaya , silahkan baca al-ithisom dan renungkan kebodohan zulkornen .

silahkan berkunjung ke www.hijrahshohabat.webs.com

bila ingin tahu penipuan yang dibawa oleh golongan murjiah ini terutama ustasnya zulkornen yang ngaku murid ulama salaf

Anonim mengatakan...

Pernyataan keras disampaikan Ulama Saudi Arabia Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, murid dari Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ini mengomentari tentang syekh Al-Albani antara lain sebagai berikut :
ثم يأتي رجل في هذا العصر ليس له شيء من العلم ويقول أذان الجمعة الأول بدعة لأنه ليس معروفا على عهد الرسول صلى الله عليه و سلم ويجب أن نقتصر على الأذان الثانى فقط . فنقول إن سنة عثمان رضي الله عنه سنة متبعة إذا لم تخالف سنة رسول الله صلى الله عليه و سلم ولم يقم أحد من الصحابة الذين هم أعلم منك وأغير على دين الله بمعارضته……
Artinya : Kemudian datanglah seorang lelaki di zaman ini yang tidak memiliki sedikitpun ilmu pengetahuan dan mengatakan bahwa azan yang pertama itu bid’ah karena tidak dikenal pada masa Rasulullah Saw dan kita wajib membatasi hanya dengan azan yang kedua saja. Maka kami katakan kepadanya: sesungguhnya sunnah Utsman RA itu sunnah yang patut diikuti jika tidak menyalahi sunnah Rasulallah SAW. Dan tidak ada seorang sahabat pun yang lebih tau dan lebih cemburu dari kamu dalam berpegang kepada agama Allah dari orang yang menentangnya…… (Lihat dalam Majmu’ Fatawa Wa Rasa’il Syekh Ustaimin pada bagian Syarh Aqidah Thahawiyah Juz 8 halaman 638-639).
Maksud dari ucapan Syekh Utsaimin ini jelas, Syeh Albani itu orang yang tidak punya pengetahuan apa-apa alias bukan Ulama. Dengan demikian maka tidak dibenarkan mengikuti fatwa-fatwanya. Disinilah masalahnya, karena para pengikut Salafi di Indonesia justru menjadikan Syeh Albani sebagai rujukan utama dalam pembahasan Haditsnya. Inilah penyebab kekacauan Ummat Islam dalam menjalankan ibadahnya.

Anonim mengatakan...

Asl kum.Kalau membaca tulisan tulisan dari Dzulkornen atau teman2 nya, saya jadi menilai bahwa semua orang atau aliran itu berlomba2 membenarkan diri sendiri atau golongannya, lalu apa bedanya Salafi dan ormas ormas lain kalau juga menganggap diri mereka sendiri yang paling benar ? Saya bertetangga lama dgn orang2 LDII dan sangat toleransi dan bisa saling membantu dengan masyarakat lain.Kok lain dgn tulisan2 Dzulkornen ya, ayolah kita bangun kerukunan, masalah keyakinan nggak akan habis dipermasalahkan.Anda merasa paling benar dan yakin masuk surga, apa salahnya Orang lain atau pun itu LDII juga mengatakan yakin bisa masuk surga ? Mohon dijawab dengan hati nurani bukan dgn kebencian atau dendam kesumat.Trm kasih.Asl Kum.

Anonim mengatakan...

Mas Anonim di atas, semoga anda bukan orang LDII yg berpura jadi tetangganya orang LDII.

Memang tidak semua orang LDII itu semua jelek perangainya/ Ahlaqnya mas. Apalagi sekarang sudah banyak yg rujuk ilal haq tapi masih tetap dalam jamaah LDII.

Begini saja mas, silahkan anda coba2/pura2 masuk LDII. sebulan, dua bulan masih wajar2 saja. Tapi kalau anda sudah masuk ke tahap Beat (di sumpah) anda InsyaAllah akan tau seperti apa sebenarnya LDII itu.Sampean akan di traning supaya bisa pura2 baik di depan orang non LDII, mereka menyebutnya BUDI LUHUR.

Kita yg nimbrung di blog ini adalah mantan2 dedengkot LDII mas..jadi tau persis jeroan LDII. target kami adalah control dan koreksi akan penyimpangan akidah mereka.

sekarang saya mau tanya sama mas anonim di atas. Bagaimana kalau sampeyan dikatakan KAFIRR oleh mereka, padahal sampeyan Sholat, zakat, puasa, haji.Dan saya jamin 100% di belakang sampeyan mereka akan menCap sampeyan dengan title KAFIRRR....

kecuali sampeyan orang LDII yg pura2 bukan orang LDII yah..

tetanggah mengatakan...

memeng di blok ini penuh orang yang berpura pura di kedua belah pihak aku jadi jenuh

warga masyarakat mengatakan...

kalau begini trus kapan selesainya mari kita cari solusinya, itu yang terbaik bukan saling menyalahkan atau menteror ,kita ini oleh tuhan diberi otak / kepandaan kita gunakan itu jangan pakai hawa nafsu ,itu yang di ajarkan di agama kami ,saya yakin diagama Islam juga demikian ,Ma'af kami warga non muslim yang minoritas yang menginginkan stabilitas nasional di negara ini terjaga ,krn kami kawatir dengan penjelasan dijudul yang lain akan ada kudeta ,rong rongan pada pemerintah dll yang mebuat kami gelisa ,kalau bisa jangan begitu ,terima kasih.

Anonim mengatakan...

Blog ini membeberkan fakta sebenar2nya yg ad dalam Jamaah LDII, supaya masyarakat luas tau akan bahaya kelompok ini.

Maaf..dan Maaf...saya bisa bilang seperi ini karena saya adalah orang LDII yg benci terhadap sebagian ajaran LDII yg banyak menyimpang dari syariat Islam yg sebenarnya.


salam,
Jamaah LDII daerah Pondok kelapa
Jakarta Timur.

Tobin mengatakan...

Yang mau ikut LDII silahkan monggo,,, mau keluar silahkan monggo,,, ndak usah pake sakit ati gitulah. Kalau org masih ngajarkan Tuhan itu Allah, Rosul itu Muhammad SAW, kitab itu Alqur'an dan Hadits sholat 5 waktu, puasa, haji dll .... ya ndak perlu dipermasalahkan, yg perlu dipermasalahkan tuh org yg buat2 bid'ah (ndak ada tuntunan dari nabi) dan org2 ndak sholat tuh diurusi...

Anonim mengatakan...

yang mau takfir silahkan ikut jamaah 354

Anonim mengatakan...

bagi umat islam yang memang sudah sungguh2 berpedoman pd alquran n alhadis bahwa keimaman/kepemimpinan/keamiran agama islam adalah suatu kebutuhan yang wajib,jika dilihat dari dalil dalil alquran dan al hadist,klo memang belum ada ya sudah harus dibentuk ,klo memang sudah ada ya sudah kita ikuti keimaman yang ada,yang penting pedoman mereka benar benar alquran dan alhadist,jangan melihat siapa imamnya tapi lihatlah apa yang dia bawa/pegang/dia yakini,jangannlah saling berdebat yang tidak ada jalan keluarnya

Anonim mengatakan...

Hidup mantan ldii... You are not alone... Lanjutkan perjuangan kalian.