بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

riwayat LDII

PENDAHULUAN
Di riwayatkan Dari Hudzaifah Bin Al-Yaman radhiyallahu anhu beliau berkata : “dahulu manusia bertanya pada rasulullah tentang hal-hal yang baik tapi aku bertanya kepada beliau tenytang hal-hal yang buruk agar jangan sampai keburukan itu menimpaku”.
Aku bertanya :”wahai rasulullah,dahulu kami berada dalam keadaan jahiliyyah dan kejelekkan lalu Allah mendatangkan kebaikan /islam,maka apakah setelah kebaikan ini akan datang kejelekkan?”
Beliau berkata :”ya”
Aku bertanya : dan apakah setelah kejelekkan ini akan datang kebaikan?”
Beliau berkata :”ya,tetapi didalamnya ada asap”
Aku bertanya : “apa asap itu?”
Beliau menjawab :”suatu kaum yang membuat ajaran bukan ajaranku,dan menunjukkan manusia kepada selain petunjukku.Engkau akan mengenal mereka dan engkau akan memungkirinya”.
Aku bertanya : “apakah setelah kebaikan ini akan datang kejelekkan lagi?”
Beliau menjawab :”ya,akan muncul para dai-dai yang menyeru ke neraka jahannam.barang siapa yang menerima seruan mereka,maka merekapun akan menjerumuskan kedalam neraka”
Aku bertanya : “ya rasulullah sebutkan ciri-ciri mereka kepada kami?”
Beliau menjawab : “mereka dari kulit-kulit kita dan berbicara dengan bahasa kita”
Aku bertanya :”apa yang anda perintahkan kepadaku jika aku menjumpai keadaan seperti ini?”
Beliau menjawab :”pegang erat-erat jamaah kaum muslimin dan imam mereka”
Aku bertanya :”bagaimana jika tidak ada imam dan jamaah kaum muslimin?”
Beliau menjawab :”tinggalkanlah semua kelompok-kelompok sempalan itu,walaupun kau menggigit akar pohon hingga ajal mendatangimu

Syarah hadits dia atas :
• Adalah wajib bagi kita mengenal orang-orang tersesat.ketahuilah,semoga Allah Azza wajalla selalu memberi ketetapan hidayah pada kita dengan mengikuti Qur’an dan Sunnah Nabi Shalallahu alaihi wasallam dan para sahabatnya.karna mereka adalah generasi terbaik yang pernah ada di muka bumi ini yang mampu menjelaskan kebenaran agar kita selalu mengikuti jalan tersebut.
Allah berfirman : dalam Al baqoroh ayat 100
Dan barang siapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalannya orang-orang mukmin,kami biarakan ia leluasa pada kesesatan yang dia kuasai (dibiarkan bergelimang dalam kesesatan) dan kami masukkan dia kedalam jahannam,dan jahannam itu adalah sejelek-jeleknya tempat
Annisa’ ayat 115.
Dan demikianlah kami terangkan ayat-ayat Al-Qur’an supaya jelas jalan orang-orang yang benar dan supaya jelas jalan orang-orang yang tersesat.al an’am 55.
Islam terancam dari dalam.sesungguhnya racun-racun yang berbisa yang membinasakan dan menghancurkan kekuatan kaum muslimin serta melemahkan gerak mereka bukanlah pedang-pedang orang kafir yang berkumpul untuk membuat makar terhadap islamakan tetapi kuman-kuman yang busuk telah menyelinap di dalam tubuh kaum muslimin yang lambat tapi pasti itulah yang menyebabkan kebinasaan karna hati mereka telah terpaut cinta dunia takut pada kematian.itulah asap yang dikatakan oleh Nabi Shalallahu alaihi wasallam dalam hadits Hudzaifah di atas “suatu kaum yang membuat ajaran bukan dari ajaranku dan memberikan petunjuk bukan dari petunjukku”.dalam hadits tersbut banyak hal yang penting bisa kita simak,diantaranya
1. sesungguhnya asap itu merupakan penyimpangan yang selalu membuat pengkaburan ajaran islam.
2. yang nampak dan terlihat pada saat itu adalah kebaikan tetapi didalamnya terdapat hal-hal yang membinasakan.lihat dalam shahih muslim Nabi shalallahu alaihi wasallam berkata :”akan muncul manusia-manusia berhati setan”.seakan akan mereka menampakkan kesungguhan didalam memberikan solusi dan maslahat bagi umat.tapi mereka menipu umat dengan gaya bahasa mereka (fathonah bithonah budi luhur).
3. asap ini mengepul dan terus tumbuh menguasai hingga kejelekkan itu merajalela serta disinilah dai-dai penyesat bermunculan.sehingga umat islam terbelakang menjadi santapan bagi setiap musuh,dan dengan inilah setiap munafiq berbicara dengan mengatas namakan islam.
• Meninggalkan kelompok-kelompok sempalan.hadits Hudzaifah Bin Al yaman memerintahkan kepada kita untuk meninggalkan kelompok-kelompok sempalan ketika terjadi fitnah dan kejelekkan walaupun keadaannya tidak ada imam dan jamaah kaum muslimin.
• Nabi shalallahu alaihi wasallam memberikan Solusi dari problematika umat dengan memerintahkan meninggalkan semua kelompok sempalan yang menyeru ke nereka jahannam walaupun dengan menggigit akar pohon hingga ajal datang menjemput.


M U Q A D D I M A H

Alhamdulillah,segala puji bagi Allah yang tiada Ilah di sembah dengan haq melainkan Allah.Dia adalah zat yang telah menjadikan agama islam terang benderang di atas agama yang lain,serta Dia pula adalah tumpuan harapan pengampunan dari segala dosa yang membumbung tinggi.
Sholawat serta salam semoga selalu tercurah kepada Nabi kita Muhammad shalallahu alaihi wasallam dan kepada keluarganya serta para sahabat yang senantiasa mengiringi perjalanan dakwah beliau dan tak lupa pula bagi semua pengikutnya yang mengikuti bimbingannya dengan hikmah.
Menjadi sunnatullah bagi setiap kebenaran akan ada yang memusuhi,bagi pembawa kebenaran akan menghadapi tantangan,dimana setelah kejayaan islam akan muncul beberapa harokah pergerakan yang mengatas namakan dinul islam di tangan mereka,yang tidak mengikuti adalah kafir.mereka mensifati kebenaran beragama hanya berada di tangan mereka.orang yang tidak mengikuti dan mengakui keamiran adalah kafir.paham yang mereka anut telah melewati dari garis ketentuan Allah dan Rasul.sehingga korbannya adalah kaum muslimin itu sendiri.
Ketika seseorang berada didalam naungan pergerakan kesesatan maka ada orang yang membawa agama dengan hawa nafsunya,mengikuti kemauannya tidak mengikuti haluan yang telah di contohkan oleh Nabi dan para sahabat.imbasnya kita akan jauh dan menyesatkan orang tua,saudara,sanak famili dan kerabat,ketika kita telah masuk dalam pergerakan sesat yang selama ini saya geluti.seperti halnya aliran Islam jamaah/LDII yang mempunyai ciri yang sama dengan kesesatan golongan yang terdahulu.dan yang menciplak aliran ini adalah imam Madigolsm (Nurhasan Al-Ubaidah,muhammad sueh Abdudhzohir dan Abdul Aziz Sulthon Auliya’).
Lebih lanjut simaklah penuturan saya selama 12 tahun menjadi DA’Inya aliran ini.
. Semoga Allah mengampuni dosa kami...amin
ISLAM JAMAAH
APA ITU ISLAM JAMAAH
Islam Jama’ah adalah suatu nama jamaah sempalan yang sangat identik dengan khawarij. Kelompok ini dipusatkan di Kediri-Jawa Timur Indonesia tepatnya di Jl HOS CorkroAminoto no 195 Banjaran-Burengan.bangunan mereka sangat nampak terlihat dari menara ang di bangun dengan ketinggian 99 meter,kemudian menara itu di namakan menara Asma’ul Husna.mereka mengaku-ngaku bahwa jama’ah mereka ini telah mendunia. Jama’ah ini didirikan oleh seorang yang bernama Madigol alias Nur Hasan Ubaidah Lubis al-musawwah, yang menurut pengakuannya bahwa jamaah ini telah ada sejak tahun 1941. Namun yang benar Madigol Nurhasan baru dibai’at pada tahun 1960. Kelompok ini berdiri pertama kalinya dengan nama Darul Hadits. Lalu kemudian berganti-ganti nama menjadi YPID (Yayasan Pendidikan Islam Djama’ah), lalu LEMKARI dan pada tahun 1991 menjadi LDII (Lembaga Dakwah Islam Indonesia). Penggantian ini dalam rangka menyesuaikan dengan keadaan dan supaya tidak ketahuan jejak mereka jika mulai timbul ketidaksukaan dan keresahan dari masyarakat.Berikut sekilas tentang jamaah mereka.
Sistem Pengajian Sistem pengajian mereka disebut mangkul. Yaitu bahwasanya kajian hadits dan Al-Qur’an harus memakai isnad. Mereka berdalil dengan perkataan Ibnul Mubarok :Isnad itu bagian dari agama. Kalau tanpa isnad, maka siapa saja akan berkata apa yang dia sukai.Dalam masalah hadits, Nur Hasan Ubaidah mengaku mempunyai isnad sampai ke Imam Bukhari dan Imam-Imam yang lainnya bahkan bersambung sampai kepada rasulullah (lihat kitab sholat versi LDII). Sedang dalam masalah Al-Qur’an, dia mengaku mempunyai isnad sampai ke Ali bin Abu Thalib dan Utsman bin Affan, bahkan sampai ke malaikat Jibril. Siapa saja yang memiliki isnad selain Islam Jamaah dianggap tidak sah dan palsu. Menurut mereka barang siapa yang beramal tanpa isnad sama saja amalnya tidak sah dan tidak diterima oleh Allah. Sehingga wajar saja jika kita masuk mesjid atau rumah mereka, mereka selalu mengepel bekas kita karena menganggap toharoh kita tidak sah sehingga kita dianggap membawa najis.Islam Jamaah dan Hadits Nabi Menurut mereka, shahih tidaknya suatu hadits tergantung kepada amir mereka. Sebuah hadits palsu dapat dianggap hadits shahih jika menurut amir mereka hadist shahih.
Sistem Keamiran Menurut mereka,dengan mendirikan kelompok (dikatakan jamaah) dan berbaiat terhadap amir adalah wajib. Dalil-dalil yang mereka gunakan adalah :1. Hadits tentang iftiroq (terpecahnya) umat menjadi 73 golongan. Dan dalam suatu lafadz hasits tersebut Rasulullah menjelaskan hanya satu golongan yang masuk surga yaitu al-Jamaah. Menurut mereka, itulah jamaah mereka yang disebut oleh Rasulullah.2. Sebuah hadits yang menurut mereka diriwayatkan oleh Imam Ahmad, namun ternyata tidak ada. Yaitu hadits :Tidak ada islam kecuali dengan jama’ah dan tidak ada jama’ah kecuali dengan amir dan tidak ada amir kecuali dengan baiat.Itu hanyalah ucapan Umar bin Al-Khatthab yang diriwayatkan oleh Ad-Darimi dengan sanad yang dhaif didalam sanadnya ada perawi majhul dan lemah (lihat silsilah fatawa syar’iyyah karya syaikh Abul-Hasan As-Sulamani fatwa no.39)3. Surat Al-Isro’ ayat 71 Pada hari yang Kami panggil setiap orang dengan imamnya (kitab catatan amalnya), maka barang siapa yang didatangkan kitabnya dari kanannya, maka mereka membaca kitabnya dan mereka tidak dirugikan sedikitpun.Menurut mereka pada hari kiamat nanti setiap orang akan dipanggil bersama imamnya yaitu amirnya. Barang siapa yang tidak punya amir, maka dia akan dikumpulkan bersama orang-orang kafir.
Anggota-anggota Islam Jamaah sangat milit untuk taat kepada amirnya. Mereka berdalil dengan surat An-Nisa ayat 59 :Hai orang-orang yang beriman, taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kepada Rosul dan Ulil amri diantara kalian.Menurut mereka hanyalah disebut orang beriman jika telah taat kepada Allah, Rosulullah, dan amir mereka. Tidak cukup hanya taat kepada Allah dan Rosulullah. Jadi perintah Allah sama dengan perintah Rosul sama dengan perintah amir mereka. Bahkan jika mereka berbuat maksiat kepada Allah, bisa dimaafkan dengan cukup pengakuan taubat dalam keras. Namun jika bersalah kepada amir, maka tidak cukup hanya beristigfar tapi juga harus dengan membuat surat pernyataan tobat (yang hal ini merupakan menyamai dengan orang-orang Kristen Katolik) dan membayar kafarah yang ditentukan sesuai dengan keinginan amir mereka.
Sistem Penggalangan dana Jalannya kegiatan amir dan para pengurus jamaah mereka yaitu melakukan penggalangan dana dengan menarik sodaqoh wajib dari setiap anggotanya 10 persen dari pendapatannya. Besar sodaqoh wajib (yang lebih cocok disebut pajak) ini berubah-ubah sesuai keputusan amir, dan setiap anggota tidak sama berdasarkan kekayaan mereka.selain itu penggalangan dana di dapat dari:
infaq lemparan:infaq lemparan adalah infaq rutinitas yang diadakan selepas shalat jumat,atau pada saat pengajian berlangsung.caranya jamaah-jamaah mengeluarkan uangnya kemudian di lempar di mana tempat yang ada tim keuangannya.
Infaq jimpitan : adalah beras dari para jamaah yang telah di bentukkan dalam jumlah uang,minimal perorang mengeluarkan infaq jimpitan seharga 3 Kg beras sesuai daerah masing-masing.
Infaq batu bata merah : adalah infaq yang di bebankan pada jamaah satu kelompok untuk merealisasikan infaq batu bata merah sejumlah 10.000 buah.atau dapat di uangkan senilai harga batu bata merah setempat.dan di setorkan ke imam pusat
Infaq ramadhan dan lailatul qodar :adalah infaq yang di bebankan pada masing-masing jamaah pada saat bulan puasa.setelah terkumpul di setorkan ke imam pusat.
Infaq kas daerah desa dan kelompok adalah infaq yang di tarik setiap pengajian secara subtansial dan di setorkan ke imam daerah.
Infaq dadakan adalah infaq untuk keperluan kelompok yang mendadak.
Infaq hewan kurban adalah infaq yang dibebankan dalam satu kelompok untuk mewujudkan dana kurban senilai 3 ekor kambing per kelompok kemudian di setorkan ke imam pusat.
Dan masih banyak lagi infaq-infaq yang lain.

VONIS KAFIR terhadap orang-orang di luar jamaah mereka Perlu diketahui bahwasanya jenis anggota mereka secara umum terbagi dua, yaitu fanatik (bersifat keras tanpa toleransi) dan moderat (ada sedikit toleransi terhadap orang-orang diluar jamaah mereka).tapi hakikatnya sama. Yang moderat ini biasanya adalah anggota-anggota baru yang mereka anggap seperti muallaf. Mereka adalah simpatisan (penginsaf baru), namun lama-kelamaan juga akan sama seperti yang fanatik Sedangkan yang fanatik, mereka menganggap semua orang yang diluar kelompok mereka adalah kafir. Sehingga mereka tidak mau sholat diimami atau di masjid orang-orang yang bukan anggota jamaah mereka. Bahkan mereka menghalalkan mengambil harta orang diluar jamaah mereka asal tidak membahayakan mereka(tidak ketahuan).
Aqidah Mereka sama dengan kaum Khawarij Menurut mereka orang yang melakukan dosa besar kekal di dalam neraka. Dan orang-orang yang tidak membai’at imam mereka adalah kafir dan najis. Selain itu mereka mempunyai suatu aqidah yang identik dengan taqiyyahnya orang-orang Syi’ah. Mereka menamakannya Fathonah bithonah Budiluhur Luhuring budi Karena Allah. Yaitu bolehnya berbohong demi kepentingan jamaah mereka,melindungi amirnya. Mereka berdalil dengan kisah berbohongnya Nabi Ibrohim ketika berkata bahwa patung besar yang telah menghancurkan patung-patung yang kecil.
Sistem Doktrin Ajaran Mereka Kekuatan doktrinnya tertumpu pada ‘Sistem 354′ .dengan 354 ini menjadi simbol sakral buat mereka.Simbol 354 juga sebagai pengenal sesama warganya bila bertemu di kapal,di pesawat di tempat kerja dan lain sebagainya.saking cintanya dengan simbol 354 di abadikan dalam bentuk nomor telepon dan nomor handphone.
354 yaitu : 3 artinya Jamaah, Quran dan Hadits atau Quran Hadits Jamaah
5 artinya Program lima bab : Mengaji, Mengamal, Membela, Sambung jamaah dan Taat Amir.
4 artinya empat tali keimanan atau Tali pengikat Iman yang terdiri dari : Syukur kepada Amir, Menganggungkan Amir, Bersungguh-sungguh taat pada amir dan Berdoa untuk kesehatan serta umur panjang sang amir.
sistim dakwah menjaring pengikut.praktek dalam menjaring orang atau sering dikatakan mencari “penginsaf baru” sangat halus dan manis,apa saja si penfginsaf baru inginkan akan mereka penuhi.dan setelah si penginsaf baru telah menjadi anggotanya maka keaslian mereka tampak.Kita harus berhati-hati terhadap mereka, jangan sampai tertipu oleh mereka. Sering sekali mereka menutupi sifat-sifat mereka. Sehingga ketika mereka mendakwahi orang awam seakan-akan mereka seperti orang biasa yang mau berjabat tangan dengan orang lain, tidak mengkafirkan orang lain, dan tidak menganggap orang lain membawa najis dan sebagainya. Padahal ini semua adalah tipuan mereka yang mereka sebut dengan bithonah agar bisa mempunyai anggota yang sebanyak-banyaknya.
sistem dakwah di masyarakat : dalam menjalankan dakwah di masyarakat mereka mempunyai dua wajah,wajah yang pertama mereka membawa nama otoritas organisasi LDII dengan berbudi luhur,gaya bahasa di bikin semenarik mungkin,setelah mendapatkan simpatisan maka wajah yang kedua di munculkan yakni di ajarkan tentang hakikat hidup harus berbaiat dan mengangkat seorang imam.
Sistem pengakuan: mereka selalu mengklaim bahwa jamaah mereka adalah yang pertama dan satu-satunya jamaah yang di terima oleh Allah.dengan memiliki 7 fakta jamaah.1. DIBAIAT PERTAMA KALI,2 PEDOMANNYA SUDAH BENAR,3 HANYA SEMATA-MATA URUSAN AKHIRAT 4.SUDAH TERWUJUD DAN BERJALAN LANCAR,5 SUDAH LULUS UJI BAHKAN TERUS BERBUAH DAB BERKEMBANG,6 MAMPU MENAMPUNG SEMUA ORANG,7 NIATNYA KARENA ALLAH.itulah sebabnya klaimer itu membuat kesombongan buat mereka.
AWAL PERKENALAN SAYA DENGAN ISLAM JAMAAH/LDII
Awal perkenalan saya dengan islam jamaah. ketika saya masih duduk di kelas tiga SMP,dimana saat itu saya remaja aktif dalam kegiatan remaja masjid yang berada di sekolah maupun di lingkungan saya. Singkat Cerita ketika ada tetangga saya yang duluan masuk dalam aliran islam jamaah sebab mereka mempunyai kerabat dekat dengan pengurus pusat aliran islam jamaah sehingga saya di tawar menjadi anggota pemuda mereka.memang saya akui kenapa saya tergiur dengan ajakkan mereka,yang mula-mula saya di tawari untuk di ajari mengaji/membaca Qur’an secara cepat tanpa harus melewati pedoman IQRA dan bisa menulis dan membaca PEGON (arab gundul melayu).saya pun tertarik dengan ajakan tersebut.lama-kelamaan ada tawaran yang lebih menggiurkan bagi pemuda-pemuda yang mau meneruskan pembelajaran akan di berangkatkan ke pondok pesantren kediri dengan biaya di tanggung oleh lembaga aliran itu (LDII) yang terkait dengan islam jamaah.bukan hanya itu,dengan doktrin yang ditanamkan sejak dini bagi para pemula dijanjikan wajib masuk surga bila sampai berbaiat pada imam mereka membuat cenderung buat saya semakin jauh dari keluarga.karna dari hasil doktrin yang saya dapatkan “KELUARGA SAYA ADALAH ORANG KAFIR”.sejatinya mereka menggunakan dalil-dalil pendukung gerakan bawah tanah mereka hingga saya pun berbaiat pada imam mereka.
Untuk menjadi anggota LDII yang milit harus memenuhi kriteria antara lain :
- telah menghatamkan Kitab sholat,kitab adilah dan kitab imaroh.
- Aktif dalam kegiatan pengajian mereka minimal 3 kali dalam seminggu.
- Aktif melaksanakan sholat jum’at di masjid-masjid milik LDII.tapi saat itu LDII di daerah saya belum mempunyai masjid maka sholat jum’atnya diadakan dirumah milik tokoh LDII setempat.
- Aktif dan rutin melakukan infaq lemparan (infaq pada waktu mengaji sebagai bukti cinta kita pada LDII).
- Sanggup mendengar dan taat sepenuh kemampuan (sak pol kemampuan) pada imam.
- Sanggup membayar infaq persenan.

Setelah disaksikan oleh pengurus islam jamaah/LDII absensi dengan rata-rata aktif maka saat itu saya di nasehatkan untuk berbaiat.alasannya amalan saya belum di terima Allah karna masih di kategorikan kafir. “Kalau kita berada pada suatu wilayah (negara) minimal 3 orang dan salah satunya tdk mengangkat imam maka di katakan bahwa hidupnya tidak halal (nafasnya harom, sholatnya harom, hajinya harom bahkan jima’nya harom) nah kalo harom semua maka statusnya di samakan dgn org-2 kafir.
Dengan berpegang pada dalil ” Tidak halal bagi tiga orang yang berada di suatu daerah kecuali mereka mengangkat salah seorang dari mereka menjadi amir (pemimpin) (HR. Ahmad)”,” Barang siapa yang mati sedang ia tidak memiliki imam maka matinya dalam keadaan jahiliyyah (HR. Ahmad)”.

Dan termasuk saya adalah salah satunya dari beberapa pemuda yang terpilih untuk melanjutkan perjuangan kesesatan bertamengkan Qur’an Hadits Jamaah.dengan menjadi duta utusan mereka dari sulawesi utara.tepatnya tahun 1998 saya meninggalkan rumah untuk melaksanakan hasil pencucian otak dari seluruh institusi mubalig islam jamaah.hasilnya saya bisa menjalankan misi sesuai instruksi dari keimaman islam jamaah,yaitu berhasil mengikuti pendidikan mubalig ala islam jamaah.
Kenapa saya katakan pendidikan ala islam jamaah? Karna selama pendidikan tersebut kita di kungkung dalam lingkaran pendidikan yang saat itu boleh dikata lain dari pada yang lain.hanya manqul dan manqul adalah makanan sehari-hari anak santri islam jamaah.tidak di perbolehkan membaca kitab-kitab karangan walaupun kitab tersebut adalah kitab ahlussunnah atau kitab tersebut adalah kitab yang jelas-jelas kedudukannya shohih.namun kalau tidak keluar dari mulutnya sang imam maka kitab itu di hukumi kitab dholalah (kitab menyesatkan).akhirnya dangkalnya ilmu yang kami dapatkan dan hanhya sebatas yang diajari oleh sang imam walau ajarannya itu berbenturan dengan perintah Allah dan Rasul shalallahu alaihi wasallam.

Sering pula saya jumpai dalam pondok pesantren pelesetan dan pelecehan kitab suci dan hadits menjadi hiburan dalam kajian yang di berikan oleh ustadz saya saat itu.misalnya ustadz-ustadz didalam memberikan makna pada Al-Qur’an,beliau selalu memplesetkan maknanya dengan sesuatu yang berbau porno seperti dalam ayat Al-Qur’an yang berbunyi Inna nnisaa seharusnya di beri makna sesungguhnya perempuan di plesetkan maknannya dalam bahasa jawa menjadi saktemene bolo pecah (sesungguhnya kaum yang terbelah anunya),atau menjumpai ayat yang berbunyi “ILLA” seharusnya maknanya kecuali di lecehkan dengan bunyi “ah...yang..sayang rambutnya basah ya..habis junub ya?”,atau dalam melafadzkan nama prowi hadits yang bernama abdurrohman di ganti dengan nama Enindreksmen,abdurrozaq di ganti dengan abdedededek,Ibni Ajlan diganti menjadi ngibing ngacengan anunya.atau pula ayat yang seharusnya menjadi kabar penakut menjadi lucu akibat pelecehan makna yang di berikan seperti ayat yang berbunyi “ILLA BAGTATAN WAHIDATAN” artinya sebenarnya kiamat datang dengan suara yang sekali tiupan di plesetkan menjadi “datangnya suara itu sekali dan berbunyi towengweng..weng..weng(suara seperti dalam film kartun).dan masih banyak lagi.

Mungkin alasannya mereka memaknai seperti itu diberikan agar santri tidak ngantuk,tidak jenuh,tidak menoton sehingga ayat pun jadi bahan plesetan dan pelecehan.mungkin pula setelah ketahuan seperti ini kelakuan ustadz-ustadz mereka,bagian diplomasi bithonah akan menjawab...”oh..itu tidak benar,itu fitnah..” atau “oh...itu oknum ustadz,maklum mereka juga manusia”.
Penulis bertanya :”kalau memang itu hanyalah oknum,maka mengapa oknum ustadz terlalu banyak,bahkan hampir di setiap pondok pesantren,tempat-tempat pengajian mereka sering di jumpai hal demikian”.Itulah sebabnya menjadi tanda tanya buat saya,ketika menjadi santri islam jamaah menjumpai hal yang demikian.

Adalagi,ketika santri akan melaksanakan seleksi ujian mubalig (test kediri-test kertosono),dimana para santri akan di uji ketaatannya pada imam dengan cara yang menjijikkan yaitu masuk ke septiteng (tempat pembuangan tinja),sambil wakil imamnya (DMC) memperhatikan santri dan berkata “anggap saja menggendong bidadari surga,dengan taat imam pasti surga”.santri pun seolah-olah terhipnotis tanpa berkata-kata santri pun masuk ke kubangan menjijikkan.

Selepas ujian test mubalig tahun 1999 saya di tugaskan ke daerah Buton Sulawesi Tenggara tepatnya di Mawasangka pada tahun 1999-2001,kemudian dilanjutkan di Medan -Sumatera Utara tepatnya di Sibolga dan Nias pada tahun 2001-2002,kemudian di tugakan kembali di Jakarta Utara tepatnya di Cilincing 2002-2003,terakhir di Kalimantan Timur Balikpapan tepatnya di Sepinggan Kompeks Bandara tahun 2003-2005 dan selebihnya di daerah saya sendiri di sulawesi Utara tepatnya di Bitung dan Gorontalo tahun 2005-2008.
Desember 2008 adalah akhir perjalanan saya di LDII dan bertobat dari dosa penyesatan aqidah yang saya lakukan selama bertahun tahun.walau LDII memvonis murtad kepada saya sekeluarga.
HASIL KEBOHONGAN SAYA MENJADI MUBALIG MADIGOLISM
Taqiyah atau berhohong menyembunyikan sesuatu yang akan mendatangkan bahaya pada diri kelompok adalah suatu kaidah wajib yang di miliki oleh setiap Madigolsm.hal itu adalah yang sangat mendasar dalam doktrin.
Dalam aliran LDII/islam jamaah taqiyah dikenal dengan bahasa “Fathonah,Bithonah Budi luhur”.apalagi saya yang pernah menjadi mubalignya.dalam dunia dakwah selama saya dalam LDII selalu berbohong kesana-kemari,dan bila berhasil membohongi/mengelabui adalah kebangganan tersendiri dan oleh imam menjanjikan wajib masuk surga dalam melindungi jamaahnya. Seperti halnya yang saya lakukan dibeberapa daerah di indonesia,tatkala LDII mengalami desentralisasi dari masyarakat dan tokoh agama,maka saya yang di perintah oleh imam untuk melakukan taqiyah melindungi imam dan jamaah yang sebelumnya imam dan jamaah LDII saya anggap pintu jalan masuk surga selamat dari neraka sesuai dengan doktrin imam Madigolism.
Seperti halnya yang saya lakukan di bebepa daerah,merasa bangga mengelabui MUI dan tokoh agama serta tokoh masyarakat yang telah mendapatkan berita bahwa LDII itu sesat. lewat buku-buku yang narasumbernya adalah mantan dedekot islam jamaah yang telah bertaubat.saya pun berargumen taqiyah melindungi dan melakukan sesuatu hal agar LDII tidak di cap sebagai aliran sesat.
Didaerah Nias-Sumatra Utara contohnya,ketika saya di perhadapakan dengan tokoh agama dari Muhammadiyah dan NU serta MUI yang meminta jawaban tentang kesesatan LDII.tokoh agama bertanya :”apakah LDII itu mengkafirkan kaum muslimin di luar kelompoknya dan memvonis neraka bagi yang tidak mengakui jamaah dan imamnya?”.sayapun menjawab :”oh..itu tidak benar,itu fitnah,kalau LDII menvonis semacam itu saya katakan LDII,Muhammadiyah,NU dan MUI,serta lainnya masuk neraka juga kalau tidak menetapi Qur’an dan Hadits!”
Mereka pun manggut-manggut dan berkomentar seolah saya berhasil membodohi mereka “berarti buku yang berjudul ALIRAN SESAT DI INDONESIA yang memuat tentang LDII adalah keliru”.untuk mematahkan prasangka mereka tentang kesesatan LDII saya pun berkata”kita tidak usah menyalahkan buku itu,yang penting saya berani bersumpah bahwa ajaran LDII tidak pernah memvonis kafir,najis dan sebangsanya pada selain kelompoknya.tapi jauh didalam hati saya menertawai tokoh agama yang terperangkap dalam jaring taqiyah saya.
Dan akhirnya mereka tidak lagi menganggap LDII sesat.bahkan kalau diantara mereka memliki buku yang serupa tidak mereka gubris seperti sedia kala.
Didaerah Jakarta Utara ketika itu saya menjadi mubalig pribadi di keluarga pak Baso Mappatunru(pak Baso adalah orang yang saya ajak masuk ke islam jamaah).kebetulan beliau dari keluarga yang mempunyai kerabat dekat dengan alim ulama yang ada di jakarta dan sulawesi.sekaligus mertuanya sendiri adalah tokoh agama dari Muhammadiyah,saya lupa nama mertuanya.tapi ceritanya begini,ketika pak haji (sapaan bapak mertua pak Baso) bertanya :”kamu dari LDII yah”LDII yang tak mau sholat di imami oleh orang non LDII?” mendengar pertanyaan sinis dari pak Haji saya pun melesat meluncurkan rudal taqiyah untuk memecahkan batu prasangka “oh..itu tidak benar pak haji’’! kalau pak Haji tidak percaya beberapa saat lagi kita akan sholat Magrib dan saya minta Pak Haji jadi imamnya”.
Setelah azan magrib saya kumandangkan,pak Haji saya tunjuk untuk jadi imam sholat,dan pak haji pun mengimami sholat.setelah sholat beliau pun bingung dan berkata”kok pak ustadz beda dengan LDII tetangga saya,mereka sama sekali tidak mau sholat berjamaah kalau yang mengimaminya itu adalah orang non LDII.
Taqiyah yang kedua pun meluncur”ohh...begini pak haji...mungkin mereka itu adalah Islam jamaah yang baru masuk ke LDII,sehingga polemiknya islam jamaah masih mereka bawa ke dalam LDII.
Dengan tambah bingung,pak haji bertanya lagi”emang islam jamaah dan LDII berbeda?”sayapun meluncurkan rudal taqiyah yang ketiga kali”oh..memang beda pak haji,islam jamaah itu adalah aliran yang dilarang oleh pemerintah,sementara LDII adalah organisasi islam yang berupaya menyadarkan anggota-anggota islam jamaah dan berupaya meramut dan mengurusi mantan-mantan islam jamaah agar mereka kembali pada ajaran islam semula.jadi sangatlah wajar bila pak Haji menjumpai orang LDII yang demikian.
Pak Haji merasa puas atas jawaban taqiyah dan memeluk saya dengan erat dan berkata Insya Allah...Insya Allah...entah apa maksudnya.padahal dari dalam lubuk saya menertawai orang tua itu dan berkata”hmmm hebat kamu Rus...bisa mengelabui orang kafir ini".
Dan masih banyak lagi peristiwa dehidran LDII yang saya tanggapi dengan taqiyah.mengingat semua itu membuat hati saya sedih dan berdosa.
LDII/ISLAM JAMAAH TELAH MEMBUAT KEISLAMAN SAYA KERUH
Semenjak saya berada di LDII kemelut yang saya hadapi sangatlah banyak.mulai hilangnya rasa kemanusiaan,persaudaraan,dan kekeluargaan.saya hanya menceritakan perihal yang terjadi dalam diri saya selama berada dalam cengkeraman LDII.adalah hal yang membuat saya sangat terluka dan menangis ketika saya mengingat satu persatu perilaku saya yang jauh dari keislaman.dari doktrin LDII/islam jamaah telah mengekang rasa kemanusiaan saya.
Ceritanya,ketika kakak kandung saya,”Rahman”mengalami kecelakaan lalu lintas yang membuat nyawanya tidak tertolong dan menjadi sabab kematian Rahman.saya sangat berduka mendengar kabar kematiannya yang tragis.duka yang saya alami saat itu adalah selain saya merasa kehilangan saudara kandung yang baik,saya mearasa duka yang terberat dalam (pandangan saya sewaktu masih di LDII), dia mati kafir karna dalam hidupnya tidak menetapi Qur’an Hadits jamaah serta tidak berbaiat pada imam.
Yang lebih saya sesalkan sekarang adalah sedikitpun saya tidak meramut jenazahnya Rahman,mulai dari memandikan,mensholati,sampai menguburkan saya enggan.karna menurut doktrin yang saya terima saya tidak boleh mensholat atau meramut jenazahnya orang yang mati dalam keadaan tidak menetapi Qur’an Hadits Jamaah terlebih lagi dia bukan orang jamaah yang mempunyai imam di baiati.
sesekali saya melihat jenazahnya yang sementara di mandikan,membuat hati saya tertegun untuk memandikannya.tapi pada saat ingin saya lakukan hal demikian ada seorang mubalighat LDII yang tidak lain adalah istri saya menegur tindakan saya “apakah kamu tidak tahu?kita orang jamaah dilarang oleh bapak imam mensholati orang yang mati tidak dalam jamaah!”.
Betapa pilu dan sedih ketika saya mengingat kejadian itu.kejamnya doktrin LDII/islam jamaah membuat agama saya jadi keruh.secara manusiawi saya sangat tidak tega membiarkan Rahman tidak saya sentuh sedikitpun untuk terakhir kalinya.
Apa yang harus saya lakukan sekarang hanyalah penyesalan yang tidak akan mengembalikan waktu dimana saya bisa meramut jenazah saudara kandung saya.adakah yang bisa mengobati duka ini? Tidak...dan tidak ada....Rahman telah pergi untuk selama-lamanya.tapi saya bersumpah demi Allah aku akan berdiri dan berjuang memerangi Khawarij yang telah membuat saya seperti ini.

Comments
1 Comments

1 Response to "riwayat LDII"

Anonim mengatakan...

ya pokoknya kalo ga quran hadist jamaahnya nurhawan al-ubaidah dengan amir yang sekarang abdul aziz sulthon aulia semua roddun apsti neraka, semua TURUK BOSOK ga ada manfaatnya kalo ibadah GA QURAN HADIST JAMAAH, PASTI NERAKA MATI SE-WAKTU2, MAKA JAMAAH JANGAN TERPENGARUH DENGAN UCAPAN2 ORANG YANG TIDAK SENANG DENGAN LDII, BEGITULAHNESEHAT PARA PEMEBESAR ISLAM JAMAAH/LDII DALAM SETIAP ACARA PENGAJIAN .