بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

kembalilah kepada LDII/islam jamaah

mungkin sungguh aneh melihat judul di atas,karna perihal judul di atas adalah suara yang sekali-kali keluar dari lisannya ikhwa yang sudah ruju meninggalkan 354...sebut saja namanya azam, dia berseru untuk mengajak ikhwa yang lain agar kembali ke islam jamaah/LDII.

dan para asatidz pun tengah sabar menghadapi dan meruqyah azam,ternyata si azam sudah di rasuki jin yang pengakuan jin tersebut adalah jin yang pernah bersemayam di pohon beringin pondok burengan kediri.jin itu sangat kecewa terhdap azam yang meninggalkan 354.sehingga jin berikhtiar agar azam ini kembali ke 354.

bukan hanya itu...ada jin juga yang mengaku adalah jin dari persia,kata jin itu "dia pernah menyaksiakan terbunuhnya Hasan Bin Ali radhiallahu anhu. sering menemani pada abah Nurhasan.

percaya atau tidak....!!!!!!!!!!!


singkat cerita setelah di adakan ruqyah...si azam ini sangat terharu akan kehebatan Qur'an.padahal sebelumnya (semasa di 354)si azam ini sering pula meruqyah orang lain.

para pembaca yang budiman...mohon doanya agar ikhwa kita senantiasa di beri kekuatan dan pondasi yang kokoh berada di manhaj yang benar dengan bimbingan dari Allah dan Rasul.
dan semoga pula jin yang selalu menganggunya segera kembali dari mana dia berasal.

saudaraku..bagaimana pencerahan dari kalian..mohon bimbingannya untuk menghadapi hal yang demikian.

wallahu musta'an

KUMPUL RAHASIA ISLAM JAMAAH DI MALAYSIA DI BEKUK

Nasional

JAIS tumpas ajaran sesat Islam Jamaah
Oleh Sarah Sulaiman

2010/11/27

ANGGOTA penguat kuasa JAIS merampas dokumen milik kumpulan itu di Kampung Sungai Tangkas, Kajang, semalam.
ANGGOTA penguat kuasa JAIS merampas dokumen milik kumpulan itu di Kampung Sungai Tangkas, Kajang, semalam.
Kumpulan dipercayai melatih ahli ‘Skuad Berani Mati’ untuk laksana misi membunuh

BANGI: Satu kumpulan ajaran sesat yang merekrut ‘Skuad Berani Mati’ untuk sebarang urusan jihad termasuk dikatakan sanggup menjalankan kerja membunuh ditumpaskan Jabatan Agama Islam Selangor (JAIS) dalam serbuan di sebuah surau persendirian di Kampung Sungai Tangkas, di sini semalam.

Hasil risikan teliti anggota penguat kuasa JAIS selama setahun yang turut mengikuti perkembangan pengikut amalan itu, 21 pengikut ajaran sesat Islam Jamaah, berumur 29 hingga 55 tahun yang baru selesai mengadakan ‘solat Jumaat’ di surau terbabit, diberkas semalam.

Mereka ditahan dalam serbuan di surau berkenaan yang dipercayai dijadikan markas ajaran terbabit, pada jam 12 tengahari.
Ketua Penguat Kuasa Agama Negeri Selangor, Mohamad Rais Rasid, berkata ajaran sesat itu diperkenalkan Mohd Madigol Abd Aziz yang dikenali sebagai Nurhasan Al-Ubaidah Lubisdi dari Jawa Timur, Indonesia pada 1941.

Ajaran dipercayai disebarkan di Hulu Langat oleh Abdul Wahab Jantan, 41 yang berasal dari Kajang sejak tahun 2000 di surau terbabit, yang dibina hasil kutipan yuran pengikutnya.

Bagaimanapun, Abdul Wahab gagal dikesan kerana dipercayai berada di Solo, Indonesia. Isterinya, Ramizah Shaari, 51, ketika ditemui di rumah yang terletak bersebelahan surau terbabit memberitahu suaminya itu berada di Solo atas urusan perniagaan broker.

Mohamad Rais berkata, apa yang mengejutkan, pengikut ajaran itu melakukan beberapa penyelewengan yang memesongkan akidah termasuk perlu bai’ah iaitu sumpah taat setia kepada pengasas selain mendakwa hanya pengikut Islam Jamaah saja sebagai Islam sebenar manakala orang lain dianggap kafir.
“Ajaran yang sudah difatwakan sebagai ajaran salah dan sesat pada 24 September 1998 itu turut menolak hukum Ijma dan Qias, najis mughallazah tidak perlu disamak serta binatang yang mati di dalam perkampungan orang Islam Jamaah tidak perlu disembelih dan halal dimakan.

“Mereka juga hanya perlu melakukan sembahyang Jumaat di rumah dengan menyatakan sembahyang Jumaat di masjid hanya adat saja, tidak perlu meletakkan al-Quran di tempat yang suci kerana tiada al-Quran yang betul di dunia dan boleh mengampunkan dosa dengan mengisi borang tebus dosa yang disahkan oleh pemimpin, ” katanya ketika ditemui di sini, semalam.

Operasi yang dijalankan membabitkan 34 anggota JAIS, 30 anggota polis Kajang serta Majlis Perbandaran Kajang (MPKj) itu turut menahan orang kuat kepada pemimpinnya, Amir Herman Amirruddin yang bertindak mengimamkan solat Jumaat yang dijalankan di surau persendirian itu.

Selain mengadakan solat Jumaat di surau persendirian tanpa kebenaran mufti, kumpulan ini juga dipercayai menjalankan nikah sindiket diwalikan oleh pemimpin dengan hanya mengisi beberapa borang yang disaksikan oleh pengikutnya.

Mohamad Rais berkata, setakat ini JAIS mengadakan kerjasama dengan pihak Imigresen bagi menahan pemimpin ajaran itu di mana-mana lapangan terbang atau laluan lain bagi mengelak berlakunya penularan semula ajaran itu di Hulu Langat.

Beliau berkata, semua pengikut ajaran sesat yang ditahan itu dibawa ke Mahkamah Syariah Hulu Langat bagi tujuan jaminan tahanan sementara dan direman sehingga Selasa ini bagi tujuan pendakwaan.

semoga Allah azza wajalla merahmatimu....


Bambang Irawan Mantan Petinggi Aliran Sesat Islam Jama’ah Wafat

Selasa, 30/11/2010 08:49 WIB | email | print | share

Bambamg Irawan Hafiluddin (62 tahun) mantan petinggi aliran sesat Islam Jama’ah wafat, Senin siang 22 Dzulhijjah 1431H/29 November 2010, di Jakarta, setelah beberapa hari mengalami sakit.

Almarhum dishalati di masjid dekat rumahnya di Gandaria Jakarta Selatan, ba’da maghrib, diimami oleh puteranya, Ustadz Yahya. Namun adik almarhum yang masih aktif di LDII bahkan termasuk jajaran pimpinan, tampaknya tidak ikut menshalati jenazah abangnya ini, walau beberapa kali dia menengok ke rumah almarhum sebelum dibawa ke masjid, dan bahkan dia bilang ke penta’ziyah bahwa almarhum akan dishalati di masjid ba’da maghrib.

Jenazah langsung dibawa untuk dimakamkan di TPU (Taman Pemakaman Umum) Tanah Kusir Jakarta Selatan seusai dishalati oleh sejumlah tokoh dan Ummat Islam.

Mantan pentolan aliran sesat Islam Jama’ah

Situs Hidayatullah.com memberitakan, Bambang Irawan pernah bergabung dengan Islam Jamaah yang sekarang dikenal dengan Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dan dipercaya menjadi tangan kanan ‘sang amir’ Nurhasan Ubaidah Lubis. Dalam waktu yang bersamaan, Bambang dijadikan menantu kesayangan Nurhasan.

Sebelum "bertaubat" dan mengaku menyesali, Bambang diberi tugas untuk mencari dan mengajak pengikut baru untuk bergabung menjadi jamaah LDII. Bambang pun berhasil merekrut banyak jamaah, baik dari dalam maupun mancanegara.

Tahun 1974–1980, Bambang diajak bersama Nurhasan Ubaidah Lubis untuk mukim di Mekkah, dalam rangka menuntut dan memperdalam ilmu agama Islam. Saat itu, Bambang banyak bertemu dengan tokoh ulama, antara lain dengan Syaikh Abdul Aziz bin Baz.

Dalam diskusinya, Bambang mengaku tersadar ajaran aliran Islam Jamaah/LDII jelas-jelas merupakan ajaran yang menyimpang dari konsep Islam yang diajarkan dalam al Qur’an dan Hadits Rasulullah saw.

Memasuki tahun 1983, Bambang Irawan secara terang-terangan menyatakan "taubat" dan keluar dari LDII. Sejak itu Bambang aktif menjadi pendakwah, meski menjadi sasaran ancaman dan terror, ungkap hidayatullah.com, 29 November 2010.

Bukti penting, adiknya yang jadi pemimpin LDII tidak ikut menshalati

Jenazah Bambang Irawan dishalati di masjid dekat rumahnya di Gandaria Jakarta Selatan ba’da maghrib, kemudian langsung dimakamkan di TPU (Taman Pemakaman Umum) Tanah Kusir Jakarta Selatan. Imam masjid mengemukakan, selama ini Pak Bambang rajin shalat berjamaah 5 waktu dan bahkan sering menunggu waktu shalat.

Ketika jenazah dishalati, adik almarhum, Ksn alias AM, yang masih aktif di LDII bahkan menurut penta’ziyah dia itu menjadi amir daerah bahkan konon kini naik jadi wakil amir 4 yang berpusat di Kediri Jawa Timur, tidak tampak ikut menshalati.

Ustadz Yahya putra Pak Bambang mengimami shalat jenazah, namun pamannya (adiknya jenazah) yang masih di LDII itu tampak pulang ke rumahnya tak jauh dari tempat itu menjelang maghrib, walau tadinya klincang-klincong (mondar-mandir) di sekitar lokasi.

Ini bagi orang MUI (Majelis Ulama Indonesia) seperti M Amien Djamaluddin dan tokoh-tokoh lembaga Islam lainnya yang hadir dan menshalati jenazah Pak Bambang menjadi catatan penting pula mengenai sikap unsur pemimpin LDII sampai sekarang, bahwa sampai abangnya meninggal pun karena bukan lagi termasuk dalam golongan LDII ternyata tidak mau menshalatinya, padahal sejak tadi dia klintar-klinter (mondar-mandir) di situ dan tinggal di kampong sekitar itu.

Beberapa anggota FRIH (Forum Ruju’ Ilal Haq) yakni orang-orang yang keluar dari LDII karena sadar akan kesesatannya, tampak berta’ziyah dan ikut menshalati jenazah Pak Bambang. Mereka menyaksikan bahwa adik Pak Bambang yang masih di LDII bahkan termasuk unsure pimpinan itu tidak mau ikut menshalati jenazah almarhum. Menurut mereka, kalau seandainya yang masih aktif di LDII itu ikut menshalati jenazah ini, kemungkinan besar shalatnya shalat BL.

Apa itu shalat BL?

Shalat budi luhur, secara gampangnya di aliran sesat lain kurang lebihnya disebut taqiyah yakni menampakkan sikap yang berbeda dengan yang sebenarnya diyakini untuk menutupi kesesatannya. (haji)



sumber dari http://www.eramuslim.com/berita/nasional/bambang-irawan-mantan-petinggi-aliran-sesat-islam-jama-ah-wafat.htm

MANQUL MUSNAD MUSTAHIL bukan MUTASHIL???


sangat unik dalam harokah 354,karna yang selalu jadi acuan mereka dalam mengajak umat agar masuk ke dalam kelompoknya,yakni dengan adanya kebanggaan mereka bahwa ilmu mereka telah sampai pada rasulullah shalallahu alaihi wasalam dengan jenjang sanad2.....dan MEREKA sebut MANQUL MUSNAD MUTASHIL......... dengan tendensi inilah kiprah dakwah mereka sungguh memprihatinkan,pasalnya MANQUL MUSNAD MUTASHIL hanya sekedar sesebutan saja...dan tidak bisa di buktikan dengan ilmiah......dan parahnya mereka beraqidah bahwa tanpa manqul maka amalannya roddun (sering di tambahkan ay mardudun tae bonjrot)tujuan dengan menekankan bahwa selain jalur mereka adalah tertolak....


janganlah seperti katak dalam tempurung...dan bilamana masih di tempurung bukalah tempurungnya bila perlu pecahkan bahwa di selain kelompok kalian banyak yang manqul juga...dan manqulnya mereka memenuhi standar periwayatan.apa2 yang mereka dapatkan dari guru2 mereka semasa di haromain atau di dammaj maka akan di sampaikan sampai ke titik akar permasalahan....

unik sungguh unik...belajar di haromain hanya ingin memenuhi tuntutan pencarian isnad...dengan tujuan pembenaran firqohnya,agar jamaah tidak ada yang meninggalkannya...

sungguh ini adalah ironi bagi 354....
pencarian isnad bukannya status ke ilmuan di samakan dengan apa yang di ajarkan oleh ulama-ulama ahlussunnah malah di jadikan pisau untuk mencegah jamaah-jamaahnya pada hijrah meninggalkan 354....

kalau memang Pengakuan MANQUL MUSNAD MUTASHIL itu ada......hendaknya para pakubumi yang baru menimba ilmu dari sumbernya,menyampaikan semuanya dan tidak berkhianat....dan apabila mereka bertanya kepada fadhilatus syaikh..maka hendaknya di jelaskan dengan gamblang akar permasalahan,bukan dengan cara yang syubhat agar fadhilatus syaikh juga akan memaparkan sesuai apa yang di tanya.

atau boleh jadi apa yang di pelajari selama di haromain bukanlah tuntutan mencari kebenaran melainkan mencari sanad yang pernah hilang di becak demi pembenaran.....pembenaran bahwa jamaah 354 adalah wadah untuk masuk surga,sing melu baiat mlebu surgo nek ora melu baiat nroko kabeh,sing metu dadi asune nroko,



kalau sudah jadi gini....status MANQUL MUSNAD MUTASHIL tidak bisa di buktikan dengan ilmiah....maka lebih indahnya status ini di ubah menjadi MANQUL MUSNAD MUSTAHIL...

mustahil dari kebenaran...
mustahil dari haromain kalau tidak sama dengan ilmu ulama2 haromain ulama2 ahulussunnah.




takiyahnya LDII OR ID

kutipan dari LDII.or.ID

Apakah di LDII ada amir atau imam?
CetakE-mail
Penilaian Pengunjung: / 39
KurangTerbaik
Jumat, 19 September 2008 10:35
Tidak ada. Di LDII tidak ada istilah Amir atau Imam, melainkan yang ada adalah Ketua Umum dan istilah-istilah yang lazim di sebuah organisasi. Adapun istilah amir dan imam memang terdapat di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits, sehingga di LDII istilah-istilah itu tetap dikaji, tetapi dalam kerangka keilmuan saja.

Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP

LDII adalah jaketnya Islam jamaah,makanya LDII berdusta tidak mengakui akan adanya imam yang di baiati dikalangan mereka.


Benarkah bahwa warga LDII tidak mau bermakmum kepada orang lain?CetakE-mail
Penilaian Pengunjung: / 36
KurangTerbaik
Jumat, 19 September 2008 10:34
Tidak benar. Penetapan Imam sholat mengikuti tuntunan Rosululloh SAW: ”Yang berhak mengimami kaum adalah yang paling mahir di dalam membaca Al-Qur’an, jika dalam hal ini sama semua maka yang paling dahulu hijrahnya, jika dalam hal ini sama semua, maka yang paling banyak mengetahui sunnahnya, jika dalam hal ini mereka sama semua maka yang paling tua usianya”. Contoh yang nyata adalah pada saat ibadah haji. Di Makkah warga LDII sholat di belakang Imam Masjidil Harom. Di Madinah warga LDII sholat di belakang Imam Masjid Nabawi. Begitu juga di masjid-masjid lainnya.


ga usah jauh-jauh ke masjid Nabawi karna masjid itu sudah di rekomendasikan oleh imam LDII bisa di gunakan utk sholat dan bermakmum pada imam disana. di sini saja di Indonesia,apakah ada dari mereka mau sholat berjamaah dengan kaum muslimin???? apalagi sholat jum'at,walaupun berpuluh2 kilometer akan di tempuh yang penting bisa sah sholat jumat di masjid khusus mereka.

*****************************************************************************

Benarkah bahwa warga LDII tidak mau sholat di masjid selain di masjid LDII?CetakE-mail
Penilaian Pengunjung: / 47
KurangTerbaik
Jumat, 19 September 2008 10:33
Tidak benar. Warga LDII selalu berusaha tertib dalam menetapi sholat lima waktu, dalam rangka menetapi firman Allah: ”Jagalah waktu-waktu sholat dan sholat yang tengah (Asar)”. Untuk menetapi kewajiban sholat lima waktu tersebut, warga LDII dapat melaksanakan ibadah sholat di masjid, di musholla, atau di tempat ibadah lainnya. Adapun jika di lokasi terdekat ada masjid LDII, tentunya wajar saja jika warga LDII tersebut lebih memilih pergi ke masjid LDII. Hal tersebut semata-mata disebabkan karena di masjid LDII tersebut dapat diperoleh informasi-informasi mengenai kegiatan organisasi, sekaligus silaturohim dan menambah ilmu.


masalah sholat di masjid Non LDII tidak mengapa...asalkan kita warga LDII yang jadi imamnya,atau minimal sholat sendiri,kalau terpaksa sholat berjamaah maka wajib di ulangi

****************************************************************************

Benarkan LDII melaksanakan pernikahan sendiri tanpa melalui KUA?CetakE-mail
Penilaian Pengunjung: / 39
KurangTerbaik
Jumat, 19 September 2008 10:32
Tidak benar. Sebagai warga negara yang baik dan ta’at kepada Peraturan Pemerintah yang sah, dalam melasanakan pernikahan, warga LDII harus mengikuti Undang-undang Perkawinan, dimana perkawinan hanya sah apabila disaksikan dan dicatat oleh pejabat dari kantor Urusan Agama (KUA).


iya...memang benar pelaksanaan ada nikah di KUA tapi sebelumnya ND (nkah dalam)yang menikahkan adalah imam LDII.adapun ke KUA itu hanyalah prosedur budi luhurnya mereka.
********************************************************************************

Benarkah warga LDII merasa benar sendiri?CetakE-mail
Penilaian Pengunjung: / 38
KurangTerbaik
Jumat, 19 September 2008 10:40
Tidak benar. Warga LDII tidak merasa benar sendiri, karena kebenaran itu ada di tangan Alloh. Siapapun yang di dalam beribadahnya berpedoman pada Al-Qur’an dan Al-Hadits, walaupun dari golongan manapun, tetap dijamin kebenarannya.



*******************************************************************************

Benarkah warga LDII menganggap kafir orang di luar LDII?CetakE-mail
Penilaian Pengunjung: / 53
KurangTerbaik
Jumat, 19 September 2008 10:41
Tidak benar. Karena siapapun tidak memiliki wewenang untuk menyatakan kekafiran seseorang, berdasarkan dalil: ”barang siapa yang menganggap kafir saudaranya, maka kekafiran akan berbalik kepada dirinya, jika saudaranya ternyata tidak kafir”.

****************************************************************************

Benarkah LDII sebagai penerus ajaran Islam Jama’ah?CetakE-mail
Penilaian Pengunjung: / 30
KurangTerbaik
Jumat, 19 September 2008 10:41
Tidak benar. LDII adalah ormas Islam yang besar dengan latar belakang warga yang sangat beragam, dalam bidang pendidikan, profesi, status sosial maupun aspirasi kelompok keagamannya, termasuk mereka yang dulunya ”dianggap” melaksanakan ajaran Islam Jama’ah.

Adanya orang-orang yang dianggap mantan Islam Jama’ah inilah yang kemudian menimbulkan citra seolah-olah LDII ini sebagai penerus Islam Jama’ah.

******************************************************************************

Adakah hubungan LDII dengan Islam Jamaah?CetakE-mail
Penilaian Pengunjung: / 44
KurangTerbaik
Jumat, 19 September 2008 10:42
LDII tidak ada hubungannya dengan Islam Jama’ah dan/atau ajaran terlarang lainnya. LDII adalah ormas Islam yang legal, berdasarkan Undang-undang, berasaskan Pancasila, setia dan ta’at kepada Pemerintah NKRI yang sah, memiliki Program Umum yang dapat diketahui secara transparan oleh masyarakat seluas-luasnya.



silahka.......anda sekalian yang berkomentar tentang apa yang di kemukakan oleh LDII....