بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

TIDAK MENGAPA MAS MUBALEG...YANG PENTING INFAQ PERSENANNYA JAMAAH LANCAR

menjadi sebuah hal yang mengherankan buat saya...
ketika ada seorang mubalig LDII (ustadz madigolism) yang melihat dari beberapa nasehat imamnya yang cenderung menasehatkan untuk mencari rizki yang halal,yang sesuai petunjuk Rasulullah Shalallahu Alaihi wasallam,tapi berselisih 90 derajat apa yang ada di lapangan...
sebagai buktinya ada beberapa jamaahnya mereka yang menjadi Kepala Bank,kepala Koperasi Simpan Pinjam bahkan ada yang jelas-jelas rentenier...
ketika Mubalig melihat jamaahnya yang demikian maka dia mendatangi imamnya bertujuan agar sang imam itu mau menasehati jamaahnya yang bekerja seperti itu...
bukan kepalang......
sang imam itu berkata"mas...mass... gak usah,biarin aja ga usah di nasehati...nanti infaq persenannya kita menurun,biar saja dia...nungkin denagn infaq persenannya yang banyak dapat mengimbangi dosa-dosanya...karna bapak imam pusat juga berlaku demikian...
contohnya ada jamaah yang jelas profesinya sebagai artis...(>>>)artis yang sudah jamaah itu melapor ke bapak imam pusat untuk meminta keringanan dosa-dosanya...maka bapak imam pusat membolehkan dia berprofesi demikian yang penting infaq persenannya di jatah dan di tentukan imam...

dan ketika ada jamaah yang kere/melarat/miskin...maka sang imam selalu dan semena-mena bernasehat"tolak ukur kefahaman agama seseorang terletak dari infaq persenannya"infaq persenannya lancar berarti barokah,faham jamaah...kalau tidak maka harus di ramut dan di nasehati supaya infaq persenannya di tingkatkan..."
sehingga jamaah tersebut merasa berat...tapi karna telah di doktrin demikian maka jamaah itupun harus menyerahkan hartanya yang boleh dikata itu adalah harta satu-satunya miliknya...
imam pun berkata:"dulu dizaman Abah Nurhasan...beliau sampai mendatangi rumah-rumah jamaah untuk menarik infaq persenan...klau tidak ada uang yang di jumpai...maka tiang-tiang rumah yang dari kayu di suruh cabut dan di jual,kemudian hasilnya untuk pembelaan (persenan amir)...bahkan ada di salah satu daerah yang di huni oleh komunitas penyakit lepra/kusta...mereka pun membela dengan cara dalam setiap jatah makannya,mereka selalu menyisihkan 3-4 sendok nasi kemudian di jemur....setelah di jemur di kumpulkan dan dijual...hasilnya pun untuk sang amir......


bagaimana menurut anda???

Comments
22 Comments

22 Response to "TIDAK MENGAPA MAS MUBALEG...YANG PENTING INFAQ PERSENANNYA JAMAAH LANCAR"

abu faadhilah mengatakan...

subhanallah, kita harus bener2 sadar tertipu

lelot354 mengatakan...

setelah aq baca2..KALIAN MENDALAMI ILMU AGAMA UNTUK MEMUSUHI ORMAS ISLAM YG LAIN...PDHAL NABI MUHAMMAD TIDAK PERNAH PRNTAH UNTUK MEMUSUHI SESAMA MUSLIM..ASTAGFIRULLOHALAZIM..NAUZDUBILLAHMINDALIK..!!!
OJO NURUN anak putuku..

BUDI S. mengatakan...

Assalamualaikum...
boleh sy bagi2 pengalaman yg baik. begini...
smakin lama smakin terasa.. kalau hanya bersyukur pada guru ngaji, kami bisa berikan ukhro 1 bulan Rp.10juta Insya ALLOH. 6 bulan kami bisa menghatamkan matan AL-quran dan 13 himpunan ++. tapi bukan ini yg kami kehendaki, kami ingin terbebas dari siksa neraka, bebas dari bid`ah syirik dll yg menghantarkan kami masuk surga slamat dari siksa neraka.
contoh:
ALHAMDULLILAH sy sdh melaksanakan haji, dan saya punya nama haji bagus sekali. saya senang sekali punya nama baru.
Yg mengejutkan saya, kelakuan sy ini bukannya benar tapi menyimpang dari kaidah Agama yg Benar.
Mengganti nama memang sunah pernah nabi lakukan, tp ini memang namanya jelek tdk sesuai sunnah, bolehlah mengganti nama, Tp sy namanya khan tidak jelek, sesuailah dg sunah, kok malah diganti yg lbh disenangi??? dan ganti nama ini di sambungkan dg kewajiban haji. (kalau ditanya nama hajimu siapa pak budi...?)

Ternyata ini adalah perbuatan bid`ah.(FATWA ULAMA SAUDI ARABIA, ABD AZIS BIN BAZ.. ECT)
sy sangat sesali hud pengurus, yg memberi nama / menggganti nama sy bukan or luar /atau bukan or yg tdk punya ilmu agama.., Knapa bidah dibiarkan saja terkena pada satu2nya jamaah yg waktu itu ke hud aziziah (rumah sb di makkah)?
bahkan yg mengejutkan sy, yg menentukan nama ini adalah i pusat kita??? wawlohua`lam
Ya sudah.. nasi sudah jd bubur..., skarang sy hrs memulai hidup baru.., sy syukuri Jazakummullohukhoiro pd pengurus ld.., slama ini sy dapat meninggalkan bidah yg besar dan tapi dpt bidah baru (krn ug yg sedikit, sertifikat nama haji 10 real)
Ini hanya sedikit contoh yg sy tahu, yg lain, spt sholat arbain di madinah, infak pake2 persen (yg ktika ditanya, dijwb oleh im daerah: "boleh dhonk.. imamkhan punya ijtihad??..." 2.5% - 10% itu ijtihad imam. stelah sy tanya pd Ulama: Ingat saudara2 yg perintah ini manusia, Nabi kita perintah jauhilah perkara baru, sdangkan infak pake persen2 ini perkara baru!!!
sy memberi nafako pada istri dan anak sudah termasuk infak, dan ini memberi nafkah tanggungan keluarga hukumnya wajib!!! bgmn dg storan infak ke pusat? pake persen2 lagi?

dijwb: ini khan utk pembangunan dlm jamaah..
sy ty: lho itu cak Yusup beli kebun sawit ribuan hektar di sumatra dan kalimantan mengatas namakan sabililah juga!!! (brarti pake uang sabillillah...)

kalau utk sabillilah ya masjid2 daerah yg belum jadi bokyao di fikirkan... sarana2 sabililah yg belum memadai bokyao di fikirkan... dan jangan semua sertifikat tanah sabillilah yg diwakafkan warga ld.. di ganti ke nama pengurus pusat?? masudnya apa? khan bisa atas nama yg memberi wakaf sendiri, atau keturunannya, atau warga jamaah setempat. Cobalah fikirkan saudara2ku...
Smoga saudara2ku sadar...
kalau kita teliti ternyata banyak skali penyimpangan2 di dlm kita ini??
kalau kita perduli dg agama kita, kehidupan setelah mati, mari saudara2, kita cari ilmu.. kita tanya pada ulama2 spt syaikh yahya bin utsman (masjidil harom), syaikh abdulMuhsin albadr (masjid nabawi), dll, JANGAN PERCAYA dengan perkataan manis dan lembut para staf pengajar yg blm matang ilmunya.
percayalah!!! pada ALLOH yg menunjukkan orang yg sungguh2, dan perduli dg akhiratnya...

smoga pengalaman sy ini bisa menjadi renungan bagi para jamaah sodelur saya semua, dimanapun kalian berada...

Jazakummulloh khoir, bg yg sdh membaca tulisan sy ini, dan smoga Alloh memberi kebahagiaan bg saudara2ku yg mempersungguh dlm agama ALLOh ini.

salam2 dari saya. Hj. Budi S.
wassallamualaikum warohmatullohi wabarokatuh.

Anonim mengatakan...

saya juga ingn mnuangkan keluh kesah saya disini~kenalkan nama saya akbar...sy mubalg kutubusuk ldii n skrg sy msh di dalam ldii tp hati sy sudah tdk sepaham dgn mrk..CERITANYA...ketika saya berada di kediri dgn status saya sbg anak pondok...saya malah ingn menikah dgn perempuan yg Nbnya dia adl pasus anak pondok juga..pgurus tim perkawinan pak anwar sholih menandatangani SL sy kmd k pak taufiq..mulanya di permasalahkn ttg niat baik sy ingn trjaga dr pelanggaran,dipertanyakan kejelasan sy seorg bujang atw udh menikah? sy ktakan dgn tegas status sy seorg bujang dgn cara tlp imam daerah sekaligus surat pryataan sy seorg bujang yg dbwt oleh aparat dr daerah asal saya...parahnya mereka pengurus tidak mau tau ttg bukti kejelasan sy sbg bujang...sy pun minta tolong kpd pgurus yg lain pak soleh,diapun menolak...belakangan setelah sy tau,pasus it di paksa mau dilancarkan dgn pgurus pondok...dgn nada ancaman yg diberikan pd pasus,kalau pasus menolak tdk akan diluluskn jd mubalighot/ustadzah,brsambung....

mulyono mengatakan...

anda belum tahu makelar syahwat???
sy bisa jelaskan...,
siapa saja yg bisa melancarkan saya, akan saya beri imbalan min Rp.100jt. ???
istri saya sudah 2, sy boleh dhonk tambah 1 dan 1 total 4.
Nanti setelah sy bosan akan saya berikan pada pengurus yg mau...
boleh telp saya 021........
maaf. jgn sampai terulang dimasa yg akan datang!!!

Luberto mengatakan...

Masyallah.. kok begini..? yg jelek itu bukan ajaran agamanya... yg jelek itu individunya / orangnya.. kita cuma mau ibadah nyari surga.. makin jelas di sini kalo "innamalamalubilniah.." semua amal ibadah kita tergantung niatnya...

maaf.. kalo niat ikhlas mukhlis lillah karna allah, gak perlu pake embel2 Hj / H di depannya.. cukup diri sendiri dan allah yg tau.. mari sama2 introspeksi diri pak Budi.. moga2 sya juga tak salah niat..

maaf.. kalo niat ibadah ikhlas mukhlis lillah karna allah, gak perlu di sebut2 infaq hari ini sebesar bla bla.. kalo memang benar infaq di selewengkan, itu usrusan Allah swt dengan pengurus tsb. yg penting niat kita infaq karna allah gak peduli itu infaq di alirkan ke mana.. inysallah gak di salah gunakan. klo pun terjadi, biar Allah yg menghukum.. niat kita infaq mensucikan harta kita.. alhamdulillah infaq bertambah gak pernah merasa kekurangan.. selalu berkecukupan.. alhamdulillah..niat krn Allah..

Saya niat berkeluarga utk melancarkan agama Allah, alhamdulillah smpai detik ini di beri kemudahan. pernahkah mas anonim/akbar introspeksi, kalo ini bisa jadi cobaan anda.. adapun pengurus yg begitu itu, salah niat, bisa jadi di hukum Allah nantinya..? klo memang niat ikhlas ingin nikah krn Allah, dan Allah berkehendak lain, istighfar, semoga di beri ganti yg lebih baik.. melaknat org lain dan mencaci maki, tidak menyelesaikan masalah.. hnya menambah masalah baru...

bijaksanalah dlm mengambil, mencerna, menerima setiap hal.. jgn di makan mentah2.. pikir dulu, introspeksi, kembalikan ke Allah.. curhat sama manusia hanya sia2 tanpa berdoa pda Allah.. lapor sama Allah..

Masyallah mas mulyono.. anda keterlaluan.. kalau anda memang gentle dan bertanggung jawab atas pernyataan yg anda berikan, sertakan bukti otentik dan bukan hanya komen semata.. cantumkan alamat / emai/ yg bisa di pertanggung jawabkan, bukannya hanya lempar batu sembunyi tangan...

bebas ber pendapat bukan berarti bebas menginjak2 harga diri seseorang/sekelompok lain. bayangkan kalau ada yg mengatakan di sebuah blog "sya telah menggagahi salah satu istri mas mulyono beserta ibunya.." apa reaksi anda? marah! pasti, sama hal nya pernyataan anda yg tidak bertanggung jawab ini..

Maaf, semata2 ingin memberikan wawasan / sudut pandang yg tidak sempit.. dan coba kita sama2 sikapi hal2 ini lebih bijaksana.. dan berfikiran terbuka.. berani beranggungjawab..

yg jelek itu bukan ajaran agamanya, semua agama mengajarkan berbuat kebaikan dan kebajikan, yg jelek itu individunya / pribadi yg merusak agama itu sendiri..

Best regards,

A. Luberto F.
dark_blast2001@yahoo.com

Anonim mengatakan...

Assalamualaikum, mari kita nderes Q.S. Al Baqoroh ayat 6 s.d. 20, semoga kita mendapat hikmah, di bukakan mata hati dan telinga kita dan di jauhkan dari kesesatan yang nyata. Kepada Alloh kami mohon pertolongan.

Cakyoudee mengatakan...

Untuk Sedulur semua terutama mas Luberto, Alloh SWT memang sudah memberikan batasan-2 hukum yang ada dlm Alqur'an dan Hadist. Seyogyanya kita harus berani untuk menegakkan kebenaran Islam jika memang ada oknum yang menyelewengkannya.

Kalau semua bilang seperti Anda"...Biarlah nanti Alloh yang menghukumnya...!", Lantas buat apa Alloh mengutus Rasululloh dengan membawa, mensyiarkan Islam dengan Alqur'an Nya ?.

Mari kita melihat Islam secara kaaffah, didunia ini tidak ada kebenaran yang absolute, selalulah kita merasa hijau, masih kuncup, terus dan terus belajar mencari ilmu yang haqiqi tentang Islam dan kehidupan.

Kita hanyalah manusia, mahluq ciptaannya yang tidak punya kuasa apa-apa, tidak pantas untuk sombong, riya', ujub dll.

Kita juga tidak pantas dan tidak mampu menjadi pembela islam, lihat kejadian di Iraq, Amerika menyerbu dengan semena-mena, tak satupun kaum muslim yang bisa membela, dan membiarkan Negeri seribu satu malam itu hancur lebur tak bersisa.

Lihat juga saudara-saudara kita yang di Palestina, diserang habis-habisan oleh serdadu Israil, lagi-lagi jargon-jargon muslim juga tidak berdaya dibuatnya.

Lantas apa yang dapat kita banggakan ?!, lihatlah diri kita sendiri, apa yang sudah kita lakukan ?. apa cukup sekedar berkoar-koar di media, tanpa melakukan tindakan nyata di lapangan ?.

Paling tidak semoga kita dapat menjadi penyejuk bagi sesama. Karena bagaimanapun kita ternyata tidak patut dan tidak pantas menjadi pembela Islam, karena Alloh-lah yang menurunkan Alqur'an dan Alloh pulalah yang menjaganya.

Kita hanyalah wayang-2 yang tinggal menjalani peran kita masing-2, poin pokok dari keseluruhan ajaran Islam tidak lain dan tidak bukan adalah agar menjadi RAHMATAN LIL'AALAMIIN.

Kasmubaleg354 mengatakan...

jamaah surga tdk jamaah neraka...

Anonim mengatakan...

jama'ah apa pak kasmubaleg? jama'ah 354? itu bukan al-jama'ah ! itu hizbiyah - ashobiyah, belajar ilmu dengan manhaj yang benar dulu, baru ngomong surga neraka

kasmubaleg354 mengatakan...

jamaah yang jelas...sesuai dengan dalil laa islama illa bil jamaah wala jamaata illa bil imarota...nah sekrang mana yang kau anggap amir...dodol...

Anonim mengatakan...

aduh, mas kasmubaligh.....berhati2lah dlm berbicara. sy jga mubalgh. jelasnya mantan (karna sy sudah mengeluarkn diri). dalil itu adalah bantahan terlemah. aplgi kalo sy sambungkan walaa imarota illa bilbaeat. udah tau belum klo dalil itu tidak ada di kitab aslinya?sy dulu belum tau.tetapi ketika tau.sy sadar telah dibodo2i selama 25 tahun...silahkan membaca. kebenaran tidak akan anda dapatkan didalam.tapi diluar.klo perlu cari ke mekkah kalo udah bisa bhs arob. jazakumulloh khoir

Anonim mengatakan...

kalau pengin memahami hakikat al-jama'ah, baca al-i'tishom atau mukhtashor al-i'tishom karya imam asy-syatibi,muamalatul hukkam karya syaih bin barjas, al-jama'ah wal imamah karya syaikh umar basmul (murid syaikh yahya), bai'at bainal as-sunnah wal bid'ah karya syaikh ali alhalaby, risalah bai'at-nya ibnu taimiyah, merekalah yang sebenarnya mengajarkan ilmu "mankul"

Anonim mengatakan...

kalo sedekah diungkit2/ria untk alasan tertentu yah tiada berguna mas,..seperti buang garam ke air laut,...mbok ya niat ditata krn ALLOH semata,..jika byk infaq sedekah yg diselewengkan niscaya LDII tidak bisa besar seperti sekarang ini,...yah monggo gunakan gunakan pendapat sampean ini negara bebas mengemukakan pendapat,...smoga kita semua menjadi hamba Alloh yg taat dan bisa terhindar dari siksa neraka Alloh,.adapun saya pribadi tenang di LDII dan tidak pernah mengkafir2kan org diluar LDII,..for what?...no benefit at all to say kaffeer to mosleem brothers...sandang pangan golek dewee!

Budi s. mengatakan...

assalamualaikum...
Sekali lagi saya jelaskan bahwa saya mau masuk surga selamat dari neraka, bukan riya` sombong dsb.
Andaikata masalah infak, Rosul kita perintah 2.5% atau 10% atau 30% maka ketoatan warga LDxx terhadap perintah ini sangat, Insya ALLOH.
tapi maaf saudara cari dulu ilmunya baru kita bicara dan beramal.
ini perintah siapa infak 2.5% / 5% / 7.5%/ 10% ???
ini Perintah imam khan?? ijtihad imam khan??
ingat saudara... imam itu manusia. Jangan sampai ijtihadnya membuat peraturan yg baru dalam beribadah, AGAMA ISLAM INI SUDAH SEMPURNA. infak 2,5%-10% ini sudah merupakan aturan ibadah, ingat khan ada KU kelompok, KU desa, KU daerah, KU pusat?? KU2 ini utk mengurusi ibadah khan???

sadarlah saudaraku... pada zaman Rosul kita Muhammad SOLOWLOHUALAIHIWASALAM, diteruskan ke Kholifahan AbuBakar, Umar, Usman, Ali Rodiaulohuanhum, di mana aturan2 ini? tidaklah satupun hadits yg menyebutkan persentase infak ini.

jelas ini ijtihad imam, kenapa saudara2 ldxx sangatlah patuh pada manusia/imam, sedangkan Rosul pernah bersabda, jauhilah pembaharuan dalam ibadah. jelas ini pembaharuan / bid`ah.
kalau saudara mau infak silahkan2 saja tapi jgn dibuat %persen2%. brapa saja infak silahkan. jgn dibuat persen2.

saudara boleh membaca pada kitab TAUHID karya syaikh Mohammad bin AbdulWahab, (bliau diakui warga ld.., sbagai mujaddid dalam Islam, pembawa kemurnian QHJ. http://www.islamhouse.com/p/70872
baca di bab ke 38. nanti saudara akan tahu ilmunya. ini sangat Urgent !!!

hadits jibril tentang Islam:
1. Sahadatain / mengucap 2 kalimat sahadat
2. sholat 5 waktu
3. zakat
4. puasa bulan romadhon
5. haji

ingat saudara... saudara sudah punya 3 kitab diatas dalam 13 himpunan, yaitu perintah ke2 pada>>kitabussolah, perintah ke 4:>> kitabussiyam (kitab puasa), perintah ke5:>> kitabulhaji/ kitab manasikil haji.

dimana kitab yg urgent / yg sangat penting tentang TAUHID??? ini Rukun yg pertama dan terpenting dlm Islam!!
contoh: saudara mengamalkan solat, zakat, puasa, haji, tapi tidak bertauhid pada ALLOH, apa jadinya??? bukankah hilang sgala amalannya??
jadi kitab Tauhid ini sangat penting dimasukkan ke dalam kurikulum ldxx.
dan ingat pesan saya bab 38 KITAB TAUHID, perlu di jelaskan scara detail dengan sarah2nya baik itu dari Utsaimin atau bin baz Fathul Madjid nya.

Kepada Ulama2 ldxx, sadarlah kalian... kami sudah melihat dan mendengar, dan tinggalkanlah perbuatan tercela, menyimpan2 ayat atau hadits yg sharusnya disampaikan pada jamaahnya tapi kalian simpan. sadarlah kalian wahai ulama ldxx..

kalaupun ulama ldxx mau adil, knapa tidak dibuat juga kitabuzakat??? disana khan diterangkan aturan2 tercatat tentang zakat.
contoh: zakat tijaroh / perdagangan dikeluarkan setiap tahun 2.5%nya.
Ini baru aturan tercatat 2,5% ini aturan ALLOH dan Rosul!!! semua hadits KUTUBUSITAH menyebutkan zakat tijaroh dikeluarkan 2,5%. dan zakat tidak ada yg melebihi 2,5%, misal 10%?? tidak ada!

beginilah transfer ilmu dari Ulama saya. maaf saya hanya menyampaikan yg ada ilmunya pada saya. wawlohu`alam.

wassallamualaikum wrwb.
budisantoso@yahoo.com

Anonim mengatakan...

assallamualaikum.
wahai para jamaah..., kalian semua orang2 islam, kalian orang2 iman,...
saya bersyukur ada blokspot ini, blokspot diskusi ilmiyah. jazakaulohkhoir pada dewi, smoga ALLOH membuka jalan ROHMATTALILALAMIN pada kita semua.
aa.miin.

Soelarso mengatakan...

Assalamualaikum.
kepada pak budi, kami syukuri jazakaulohukhoir..
kami sudah buka kitab Tauhid karya Muhammad bin AbdulWahab, bab ke 38.
Setelah 18 tahun saya di dalam jamaah, kalimat ini belum pernah saya temui baik di kelompok, desa, daerahan atau penerobosan pusat / sambung bulanan.
"MENTAATI ULAMA DAN IMAM DALAM HAL <`MENGHARAMKAN YG ALLOH &ROSUL HALALKAN DAN MENGHALALKAN YG ALLOH DAN ROSUL HARAMKAN`>, BERARTI memper-tuhan-kan MEREKA (ULAMA/IMAM)"

semoga ALLOH menunjukkan kita dan keluarga kita pada petunjuk NYA (KITABILLAH WA SUNNAH ROSULNYA)

wasalamualaikum wr wb.

ayu fadlyan mengatakan...

Astagfirullah.... bagaimana dgn saya yg spt berada di kandang macan krn saya hidup di kalimantan yg mana 30% masyarakatnya penganut LDII dan sangat membaur dgn masyarakat. bahkan tenaga pengajar untuk SD,SMP,& SMA umumpun byk dr kalangan mereka. termasuk guru-guru saya semasa sekolah dulu.

Anonim mengatakan...

kok bisa sangat membaur??? kenapa ga eklusif??
apa ga takfir mereka???
apa takfir itu hanya isu saja??

Anonim mengatakan...

memang banyak kontradiktif pernyataan-pernyataan yang ditulis disini. saya sebagai orang awam tidak dapat menyimpulkan kalo hanya dari sampel-sample yang tidak repesentatif.

Anonim mengatakan...

semoga saudara2ku yg di ldii masih tetep di ldii,Sesungguhnya infak kita buat membela agama allah,membangun masjid2,pondok2,aula2,membangun menara,membiayai calon mubalig/ghot yang amanah,menyekolahkan mubalig yang amanah kemekah madinah,sadarlah yang keluar dari ldii,apalagi mantan mubalig/ghot,dulu anda bisa kenal huruf arab sampe bisa baca Al quran dipondok ldii dan dgn kesabaran para jamaah untuk menyisihkan infak untuk membiayai makan anda semua,setelah pinter baca Al qur an malah menjelek2kan ldii,bilangnya saya ditipu selama ini selama bertaun2,justru sebaliknya anda yg nipu jamaah ldii,ilmu ga disampekan yg bener ke ldii malah menjelek2an ldii

Anonim mengatakan...

membangun masjid, pondok, mengajari membaca Al Qur'an itu baik. mana ada komen2 sebelum ini yang jelek-jelekin hal-hal demikian? yang jelek itu muballigh-mubalighot pada diajari keyakinan bahwa orang luar itu kafir, dan mereka mengajarkan ini kepada ru'yah...dan inilah inti ajaran LDII yang masih murni. pengurus mengerahkan tenaga siang malam agar kemurnian ini terjaga. dan memang inilah pemahaman Al qur'an al Hadits yang masih murni, maksudnya murni ro'yu Nurhasan.