بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

inilah si pentafsir ratu adil "1961"

RATU ADIL YANG DI TAFSIRKAN OLEH KRONI MADIGOL


Comments
60 Comments

60 Response to "inilah si pentafsir ratu adil "1961""

rudy subandrio mengatakan...

waduh kayaknya si penulis ini pernah tinggal dengan pak Toha,,,Pak Toha itu bukan jamaah dia memang pernah berteman dengan abah Nurhasan tapi ilmunya ya seperti itu jin-jinan dan mentafsir bahwa ratu adil adalah Nurhasan,Abd dhohir dan cak aziz

wong kediri mengatakan...

mohon maaf,blog ini telah kami laporkan sebagai blog perusak citra organisasi.dalam beberapa ahri kedepan blog ini akan terhapus secara otomatis,akhirnya airmatakumengalir akan menjadi kenyatakaan bagi si rusli si pembuat blog ini

Anonim mengatakan...

silahkan hapus blog ini, tapi dgn terhapusnya blog ini tdk akan bisa menghapus kenyataan akan penyimpangan, kesesatan dan pembohongan public yg dilakukan oleh ldii sebagai ormas jaketnya islam jamaah yg didirikan keluarga Nurhasan yg saat ini dijabat oleh Pak Azis bin Nurhasan.

Anonim mengatakan...

ldii emANG bodohnya minta ampun........................ mungkin kalo imamnya kencing mau diminum jga

Anonim mengatakan...

ldii emang SESAT.............................................

Anonim mengatakan...

berani hapus blog ini, gue patenin loe, ayo perang jihad lawan sesatnya ldii

Anonim mengatakan...

ajakan pak nur hasan sudah bagus..
ajakan umat islam bersatu.
bukan ajakan umat kafir bersatu dengan islam jamaah

wong jowo ae mengatakan...

mbah nurkasan sampun sedo..mboten usah dipisuhi DASAR DANCOK JARAN SAK KUSIR KUSIRE...
siro kabeh yen arep mlebu suargo yo melo'o karo mbah nurkasan,iki malah metu,mrejel seko jama'ah yo piye tho?
wes ruh dalile sadasada ilannar..nroko koen yen ora tobat.
pesti koen terpengaruh bambang irawan yo?
opo mauludin?
sing ngerti khadis yo mbah nurkasan ketimbang bambang irawan lan mauludin.
mbah nurkasan wes jelas katam 49 khadist mangkul musnad mutasil,khapal kiroatusab'ah lan faqih..
bambang irawan bukori ae ra katam.mauludin sanajan apal quran ning khadise durung semprna lur...tobato siro kabeh!!!

Anonim mengatakan...

weleh..weleh..weleh..kok sampeyan ngajak2 ajaran mbah Nurkhasan cak..kok gak ngajak2 ajaran Rosullulloh..iku jan2ne sampeyan ngajak2 marang kesesatan opo ngajak dalan sing bener sich cak..

Anonim mengatakan...

sampeyan tak kandani yo cak...sampeyan ngerti nek mbah Nurkhasan iku khatam 49 hadist iku ngerti dewe opo jarene2 ngono cak..coba nek sampeyan ngerti hadist sing cacahe 49 songo, sebutno macem2 hadist iku cak..
Terus sampeyan yakin nek ilmune mbah Nurkhasan lan wong islam jamaah ldii sing musnad lan muthasil iku yo opo sampeyan isok mbuktekno cak..cobanen beberapa dalil ae sing sampeyan apal, terus sampeyan tulis isnade sampek kanjeng Nabi Muhammad cak..Cubo tulisan neng blog iki cak, kepingin aku ngerti yen sampean iku ngomong ngoyoworo opo jane ngomong temenan ngono cak..

Anonim mengatakan...

( berani hapus blog ini, gue patenin loe, ayo perang jihad lawan sesatnya ldii ) wakakaka geli dengernya ternyata org salafi bajakan ini banyak omong doang, lha mulai dari rumahku-banyak setannya sampai blog ini ga' ada identitas jelas mana org yg buat kok ngomong kayak gt, golongan anda itu bagai jin dan setan yang gentayangan dimana-mana,duh-duh lucunya......., buat yg mau hapus blog ini jangan dihapus kasihan nie org, ntar kalau waktunya mati lhak ya mati sendiri

Anonim mengatakan...

sebaiknya kalo islam jamaah punya argumen /hujah/dalil utk tdk membenarkan apa yg disampaikan pihak diblog ini ya silahkan sampaikan saja..gitu aza kok repot amat..

Anonim mengatakan...

ldii itu pny bldr asad, pny bolo pendem, pny dana dan aset yg bsr dr infak persenan serta pemasukan lainya...dllnya2..

Anonim mengatakan...

Dialog Tentang Mangkul

Mereka bertanya :

Bukankah mereka (selain kelompok kami) itu tidak mangkul? Orang yang tidak mangkul itu tidak sah ilmunya, maka tidak sah pula amalannya, shalatnya, puasanya, zakatnya, hajinya, bahkan shahadatnya pun tidak sah?!!

Kami menjawab :

Kaidah yang anda sebutkan itu tidak dikenal oleh para ulama. Dan ini merupakan bid’ah dan kesalahan yang besar dan mengherankan.

Kami katakan, jika yang dimaksud mangkul itu memiliki guru yang punya sanad (ijazah) dan mendapatkan kitab dengan sema’an (talaqi-an). Yang demikian memang telah menjadi kebiasaan para muhadits. Tetapi tidak ada pemahaman diantara mereka bahwa barangsiapa tidak mangkul maka ilmunya tidak sah, pencuri, amalannya jadi tidak sah, shalat, puasanya, zakatnya, hajinya, bahkan syahadatnya jadi tidak sah, hingga Islamnya pun tidak sah.

Dalilnya adalah sabda Nabi shollallahu’alaihi wasallam:

ألا إن أعجب الخلق إلي إيمانا لقوم يكونون من بعدكم يجدون صحفا فيها كتاب يؤمنون بما فيها

"Orang-orang yang ajaib imannya adalah orang-orang yang datang setelah kalian, mereka mendapatkan lembaran-lembaran Kitab lalu mereka beriman dengan apa yang di dalamnya".

Diriwayatkan juga oleh Al-Khatib dalam Syaraf Ashabul Hadits (1/68) no. 55 dan lainnya yang dengan mengumpulkan semua jalannya cukup lah jika dikatakan hadits-hadits ini hasan lighirihi dan menjadi hujjah, dan banyak ahli hadits yang menguatkannya karena banyaknya jalan.

Pada hadits ini Nabi shallallahu’alaihi wasalam masih memanggil mereka orang-orang yang beriman, bahkan takjub dengan keimanan mereka, walaupun mereka hanya mendapatkan kitab, tidak ada guru yang mengajarkan ad-din kepadanya.

Dalam hal periwayatan, pemahaman bid’ah diatas menyelisihi para muhadits (Ahli Hadits) yang mensahkan sekitar 8 cara mendapatkan hadits, semuanya diakui, diantaranya dengan cara tidak mangkul seperti : kitabah (seperti bertukar mushaf, kitab dan surat), wijadah (membaca sendiri kitab) dan lainnya. Lihat dalam Bai’ts Al-Hatsits, karya Al-Hafizh Ibn Katsir (pengarang kitab tafsir) dengan catatan kaki Al-Muhadits Ahmad Syakir, diberi kata pengantar oleh Syaikh Abdurrazaq Hamzah menantu Syaikh Abdul Dhahir Abu Samah, guru pendiri jama’ah anda sendiri.

Dan hal tersebut diperbolehkan apalagi dimasa-masa terakhir ini, sebagaimana yang dikatakan oleh imamnya ilmu hadits, yaitu Ibn Sholah (w. 643 H) rahimahullahu,

…فإنه لو توقف العمل فيها على الرواية لانسدَّ باب العمل بالمنقول، لتعذر شرط الرواية فيها

"…karena seandainya pengamalan itu tergantung pada periwayatan maka akan tertutuplah pintu pengamalan hadits yang dinukil (yang dimangkul) karena tidak mungkin terpenuhinya syarat periwayatan padanya". [Ulumul Hadits hal. 87]

Dalam Kutubusittah sendiri terdapat pula riwayat yang tidak mangkul seperti yang dikutip dari Abu Dawud (1/289) no. 1108 :

حدثنا علي بن عبد الله حدثنا معاذ بن هشام قال وجدت في كتاب أبي بخط يده ولم أسمعه منه قال قتادة عن يحيى بن مالك عن سمرة بن جندب…

Menceritakan kepada kami Ali Ibn Abdullah, menceritakan kepada kami Mu’adz ibn Hisyam, beliau berkata, “Aku menemukan dalam kitab bapakku dengan tulisan tangannya dan aku tidak mendengar hadits ini dari beliau”. Beliau berkata: Qatadah dari Yahya ibn Malik dari Samurah ibn Jundub…(dan seterusnya sampai akhir hadits).

Dan hadits ini dinyatakan shahih oleh ulama ahli hadits.

Untuk lebih rinci, lihat kitab kami : “Mendapatkan Ilmu Dengan Membaca Sendiri Lalu Mengamalkan Dan Menyebarkannya”, dapat didownload disini (silahkan klik).

Yang menyertai bid’ah diatas :

Tidak mau berguru kepada orang yang dianggap ‘tidak mangkul’,

Ini juga sebuah kekakuan yang membinasakan. Sebab pemahaman tentang kitabullah dan sunnah adalah apa yang diberikan Allah kepada seseorang, bukan secara mutlak karena mendengar langsung dari guru atau dijelaskan oleh seseorang.

Anonim mengatakan...

Sebagaimana dalam hadits Mu’awiyah radhiyallahu’anhu oleh Ahmad (4/96) no. 16924, Bukhari (1/39) no. 71, Muslim (2/718) no. 1037, Ibn Hibban (1/291) no. 89, dan Ad-Darimi (1/85) no. 224 :

من يرد الله به خيرا يفقهه في الدين

“Barangsiapa yang dikehendaki baik oleh Allah maka Ia akan menjadikannya paham masalah agama”.

Kadangkala seseorang tidak memahami dan tidak diberi kefahaman oleh Allah terhadap agamanya walaupun ia bertemu atau belajar langsung dengan guru sebagaimana Nabi shollallahu’alaihi wasallam bersabda :

نضر الله امرأ سمع منا حديثا فحفظه حتى يبلغه غيره فرب حامل فقه إلى من هو أفقه منه ورب حامل فقه ليس بفقيه

“Semoga Allah Ta’ala memberi cahaya kepada seseorang yang mendengar sebuah hadits dari kami, lalu ia menghafalkan dan menyampaikannya kepada orang lain. Mungkin saja orang yang membawa ilmu itu bukan orang yang memahaminya. Mungkin juga orang yang membawa ilmu itu menyampaikannya kepada yang lebih paham darinya”.

Hadits ini shahih lagi dari banyak jalan kepada banyak sahabat, diantaranya dari Zaid ibn Tsabit radhiyallahu ’anhu oleh Tirmidzi (5/33) no. 2656, Abu Dawud (3/322) no. 3660, Ibn Majah (1/84) no. 230 dan Nasai (3/431) no. 5847. Juga dari Ibn Mas’ud, Mu’adz ibn Jabal, Anas, Jabir ibn Muth’am dan lain-lain sebagaimana juga dikatakan Imam Tirmidzi.

Benar Rasulullah shallallahu’alaihi wasalam bersabda,

إنما العلم بالتعلم

“Sesungguhnya ilmu itu (diperoleh) dengan cara belajar”. [Lihat Silsilah Ash-Shahihah no. 342]

Tetapi belajar yang dimaksud beragam caranya, tidak harus dengan mangkul (Akan ada insyaAllah pembahasannya setelah ini)

Tidak mau membaca atau menelaah buku-buku sunnah, fatwa-fatwa, kitab-kitab hadits dan al-Qur’an sekalipun, walau-pun jelas, dengan alasan belum ‘mangkul’, akibatnya tidak bisa mendapatkan ilmu lebih banyak

Padahal Kitabullah telah menjadi hujjah, walaupun seseorang hanya mendapatkannya lewat membaca.

وأوحي إلي هذا القرآن لأنذركم به ومن بلغ

"Dan diwahyukan kepadaku Al-Qur’an ini untuk aku peringatkan kalian dengannya dan siapa saja yang Al-Qur’an sampai padanya" [Qs. Al An'am:19].

Sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu ketika menafsirkan ayat ini berkata :

من بلغه هذا القرآن، فهو له نذير ]من الناس["

"Dan siapa saja yang sampai kepadanya Al-Qur’an ini, maka Al-Qur’an sebagai pemberi peringatan baginya [seperti dari manusia]".

Lihat Tafsir Ibn Jarir jilid 7 no. 10304, Ibn Abi Hatim (5/201) no. 7199 dalam tanda kurung adalah dari riwayatnya, lihat Dur Mantsur (4/39) dan Fathul Qadir (2/399). Demikian pula menurut As-Sa’di dan lainnya.

juglingf mengatakan...

masya Allah dengan dalil diatas berarti ldii dalam penyimpangan kesesatan

dedi mengatakan...

tetap LDII akan hadir ila yaumil qiyamah,itu jadi mantap dalilnya OK BOS

rudy subandrio mengatakan...

waduh kayaknya si penulis ini pernah tinggal dengan pak Toha,,,Pak Toha itu bukan jamaah dia memang pernah berteman dengan abah Nurhasan tapi ilmunya ya seperti itu jin-jinan dan mentafsir bahwa ratu adil adalah Nurhasan,Abd dhohir dan cak aziz

robert mengatakan...

ini adalh blog pemecah belah umat
airmanikumuncrat.blgospot.com
rumahkambing.blgospot.com
khinzir(babi)354.blogspot.com

entong mengatakan...

Banyak kok di YOUTUBE bukti kesesatan LDII, merasa paling bener, yang lain ahli neraka. Bahkan di buku buat Cabe Rawit (s/d SD) jelas bahwa di luar jamaah nya adalah kafir. Bukan Islam Jamaah ??? Waduh... isi khotbahnya nggak gitu kok. Nggak mengkafirkan orang di luar jamaahnya ? Cari dan dengar sendiri aja di YOUTUBE.
Kalau pun ada keamiran... bukan Madigol dan keturunannya. Di Arab aja banyak Habib, keturunan langsung Sayyidina Ali. Belum lagi kaum Syiah. Mereka juga ribut masalah Imam. Nyatanya Madigol juga nggak di kenal tuh di sekolah yang di akuinya di Mekkah....
Liat deh pejabat tinggi LDII. Kaya luar biasa. Apa sih kerjanya ? Warisan keluarga ? Dagang ? Modalnya dari mana ? Sumbangan dari warganya ada laporannya nggak ? Musholla kampung aja laporannya ada dan jelas.
Apapun organisasi Islam nya, kalo merasa paling benar, paling top seperti ajaran Madigol cs... ya ke laut aja deh. Laut kan istananya Iblis, para jin. Iblis kan emang sombong, merasa paling top.
Asyik juga ya kalo patuh sama Amir dijamin masuk surga. Emang Amir pernah mati sehingga tahu rasanya surga ? Kalo Muhammad SAW sih pernah mi'raj, ketemu Alloh, tahu surga neraka....
Imam Syafi'i aja bilang omongannya boleh dibantah, kecuali omongan Rasululloh. Kok yang berplat Manqul berani beraninya bilang omongan paling bener. Lu belajar agama di mana, kitab apa, berapa tahun ??? Jangan cuma bilang ini dari guru yang sudah manqul.
Perintah menyebarkan ayat Alloh itu wajib buat semua umat... bukan buat segelintir orang dg sertifikasi manqul yang nggak ada di sejarah Islam.
Ya Alloh.... selamatkan jutaan saudaraku di Islam Jamaah, bukakan kesadaran mereka.

Anonim mengatakan...

sertifikasi manqul yang nggak ada di sejarah Islam.
-------------------------------
kudu ngguyu aku.
kethok goblogke. sing nulis iki soko golongane NU. sing golongane salapi indon iku ngotot nduwe isnad mankul. bahkan albani sing neng blog2 salafi lawas dinyatakan tidak manqul dan tak perlu manqul saiki direvisi albani iku manqul soko mm azami.

Anonim mengatakan...

Susah juga jadi org Islam ya! Buat bahas masalah kecil aja harus nyari ayat2 dan hadist. Mending kalo itu bisa mempersatukan umat, ini malah gontok2an. Apa yg salah ya ???
Oooohhh iya, saya baru tau. Karena mereka semua sedang memperjuangkan ego pribadi dan kelompok masing2. Mereka sedang dikuasai nafsu yg tampak seperti jihad. Mereka kalah sabar oleh syaiton. 1-0 untuk keunggulan syaiton.

Anonim mengatakan...

yang lebih seru ada di http://dinulkholish.blogspot.com

rasta mengatakan...

begitulah hal pribadi apabila di tautkan dalam agama yang ada hanyalah ego karna tidak di sandarkan pada kitabulllah dan sunnah yang ada hanyalah taashub pada pimpinannya walau bertentangan dengan syariat

Anonim mengatakan...

gambarnya ngeri2 ya.., serem banget.?
saya jadi takut ngaji di ld..

Anonim mengatakan...

gambarnya ngeri2 ya.., serem banget.?
saya jadi takut ngaji di ld..

Anonim mengatakan...

ngaji aja ama luna n cut tari mbak??
gambarnya ga serem kok. malah ni'mat.

Anonim mengatakan...

Ooh... ternyata suka ngaji sama luna n cut tari atao kali suka nonton videonya luna n cuttari yaa..?makanya kalo ngaji suka bikin gambaran2 jorok seperti: syarah ROJO GANDUL dan yang lebih ironis secara gak sadar (karena kebodohan)menghina sahabat yang lapor ke nabi saat berpuasa di bulan romadhon jima' istrinya setelah sahabat itu di suruh bayar kafaroh oleh nabi ternyata sahabat itu termasuk sahabat yang miskin sehingga sodakoh kurma dari nabi aja disuruh menafkahkan ke keluarganya sendiri,bentuk penghinaanya/pelecehanya adalah,(maaf karena ini contoh atas kejahilanya mankulan ala ldii terpaksa saya tulis)Sudah Melarat(miskin) NGa...ce...ngan.dan ini masih di ucapkan saat mengomentari ngaji kitabussiyam bab kafarohnya orang yang jima' istrinya di siang bulan romadhon.

Anonim mengatakan...

Alhamdulillah LDII selalu terus mengutamakan ngaji Quran dan hadits, dalam bulan puasa ini mentargetkan 5 sukses:
1. sukses puasa romadhon
2. sukses solat malam / solat tarawih
3. sukses tadarus qur an sampai khatam
4. sukses i'tikaf 10 mlam yg akhir utk mencari pahala lailatul qodar
5. sukses zakat fitrah
Sipa yg mau ikut berlomba-lomba dalam kebaikan dengan niat mukhlis lillah karena mencari ridhonya Alloh???

Anonim mengatakan...

Alhamdulillah, baguis sekali program sukses Romadhanya saudara jamaah LDII. Akan lebih bagus dan sempurna pointnya di tambah satu:
06.Sukses berlomba membenahi dan meluruskan faham Takfiri yg itu nyata2 perbuatan menyelisihi sunnah Rosulullah.
Kerjakan karena Allah, mudah2an Allah paring aman, selamat, lancar dan barokah. Aminnnn......

Berani berjihad...????!!!

Anonim mengatakan...

ya... saya sangat setuju sekali ijtihad keamiran ini (5 sukses romadhon)walaupun di luar LDII sebenarnya ya sama mensukseskan untuk panen pahala di bulan romadhon ini walaupun tidak di pamerkan seperti LDII ini,tapi apa artinya sukses 5 program ini kalo masih takfiri contohnya:kalo jamaah jauh dari mesjid LDII shalat tarawehnya dirumah gak mau gabung dengan kaum muslimin lainya karna di anggap shalatnya gak sah ato nanti kalo shalat ied walaupun dikelompoknya orangnya sedikit bikin jamaah shalat ied sendiri bahkan ngumpet2(sembunyi2)dan ini pernah bahkan hampir tiap tahun saya alami karna menganggap shalatnya orang luar LDII gak sah ato program ini (5 sukses-pen.)masih kecampur bid'ah contohnya:jamaah yang jelas2 miskin gak bisa bayar zakat tetep diwajibkan zakat sampai suruh ngutang dulu ato diutangi sama amilnya,ada dalilnya gak praktik zakat seperti ini.ngaku aja laah... gak usah TAQIYAH.

Anonim mengatakan...

Inilah perbedaan antara ajakan menuju kebaikan (berlomba2 dalam mencari pahala dibulan romadhon dgn 5 sukses) dan ajakannya iblis yg selalu mempropaganda dan menghasut umat muslim....

ibnu mengatakan...

sukses itikaf 10 malam terakhir ramadhan dan jangan lupa nanti kalo itikaf di istiqlal jika yg ngimami sholat orang non ldqiqi niatnya sholat munfarid / sendiri-sendiri ya ...sesuai arahan baginda guru Chaz moody ....kan niat didalam hati, ketua MUI juga nggak bakalan tau...hhhh...

Anonim mengatakan...

**Inilah perbedaan antara ajakan menuju kebaikan (berlomba2 dalam mencari pahala dibulan romadhon dgn 5 sukses) dan ajakannya iblis yg selalu mempropaganda dan menghasut umat muslim....**

Aduh pliss deh bung!!! yg menghasut dan mempropaganda itu siapa? Bukanya itu kelakuan kalian...yg mengatakan sekaligus menuduh umat muslim di luar kalian itu KAFIR, TAEK BONJROT, NAJISSS dll. Bnyi2an seperti it masih biasa di kumandangkan oleh penerobos pusat Bung!! Di Minhajurrosidin pondok gede nasehat itu masih nyaring terdengar bung!!

Anonim mengatakan...

Bisa sangat jelas terlihat ajakan kebaikan dengan penyeru kejelekan!!!

Ldii sibuk dengan ibadah dibulan romadhon dan mengajak ikut berlomba-lomba dalam kebaikan akan tetapi salafi sibuk dengan kedengkian dan berlomba-lomba mencari-cari dan meneliti kejelekan ldii...
(romi husnaeni)

Anonim mengatakan...

aduuuhh...ibadah kepada allah kok pamer yaa.. kalo orang LDII sibuk ibadah romadhon tapi kalo salafi dan yang lainya gak ibadah bahkan menuduh dengki segala, ya pantas aja ldii pamer sepeti itu,memang menurut keyakinanya orang di luar LDII itu yang ibadah malah dianggap orang KAFIR yang gak paham dengan celotehanya dalam nasehat doktrin...orang mau di masukkan neraka aja ibadah berarti jadi orang kafir yang gak paham mendingan gak ibadah sekalian sama sama masuk nerakanya berarti itu orang kafir yang faham.dengki... apanya mas yang di dengkiin, kalo kami mantan LDII tak henti2nya untuk mengoreksi kekeliruan LDII itu so pasti mas karna itu bagian dari tanggung jawab kami untuk amar ma'ruf nahi mungkar karna yang tahu persis kesalahan2 LDII diantaranya ya kami ini sebab LDII selalu menutupi kesalahanya(yang paling fatal takfiri)dengan istilah fatonah bitonah budi luhur(FBBL)MUI aja di kibulin apa lagi orang orang awam...hayo ngaku...

Anonim mengatakan...

Oh iya pantesan salafi yg masih bersemayam di ldii kelakuannya spt munafiq tapi wallohu a'lam...

Kalo ketemu ldii ngaku2 sbg anggota ldii, begitu ketahuan langsung sumpah2 dan ngaku2 tobat utk tetep dalam ldii, tapi begitu ketemu perkumpulan salafi baik didunia maya maupun nyata langsung menyerang, menusuk, menjatuhkan dan menjelek2an ldii...

Anonim mengatakan...

saudaraku...anda harus faham apa/siapa itu salaf, karna disaat anda berkata salaf/salafi dengan kejelekan berarti anda telah melecehkan para ulama2 pendahulu kita, yang notabene setiap kita ngaji kita ucapkan syukur kepadanya dengan ucapan syukur (ALHAMDULILLAH)jazahumullahu khoiro,dan yang harus anda ketahui salafyun(orang orang yang meniti manhaj salafus sholeh)bisa hidup beribadah dikomonitas muslim mana aja sesuai kapasitasnya masing2,kalo ada orang yang sudah bermanhaj dan berakidah salaf tapi juga masih di LDII itu bukan karna munafik, tapi tahukah anda dakwah salaf akan ada di setiap lini,dimana ada kemunkaran/penyimpangan akidah dan tauhid pastilah dakwah ini akan meluruskan,karna demikianlah dakwahnya para rasul dan nabi kita muhammad sallallahu alaihi wasalam serta para sahabat2nya juga para ulama2 yang mewarisinya,atau paling tidak (orang yang masih di LDII padahal hatinya sudah ruju' ilal haq)memang pelan2 meniggalkan LDII karna fitnahnya berat bro... keluar dari LDII,banyak teror,ancaman,intimidasi,dll.belum lagi kalo keluarganya masih aktif dan fanatik dengan ajaran madigol ini memang sangatlah bahayya...dan kami kan wajib mendakwahi keluarga supaya meniggalkan ajaran yang sesat menyesatkan ini.barokallahu fikum,alaahummahdi jamaah LDII jamian.

Anonim mengatakan...

4. sukses i'tikaf 10 mlam yg akhir utk mencari pahala lailatul qodar

jwb:
di dalam manhaj salaf, i'tikaf tidak spt di ld.., di ldxx hanya malam sahaja. tetapi di salaf sesuai sunnah rosul, i'ktikaf mulai masuk malam ke 10 yg akhir. baik itu siang ataupun malam tetap di dlm masjid. sampai habis asar hari terakhir puasa.

sepertinya di hadits tirmidzi ada, sy sudah mangkul th 1993 di kediri jus 2. silahkan di cek cak...

Anonim mengatakan...

lihat di ibnu majah. ada bab "i'tikaf itu siang hari atau malam hari?"
mungkin salapi nganggep hadist itu dhoif.
OK. memang ga ada larangan i'tikaf di siang hari. ada jamaah di kampung saya di tahun 90 an pernah melaksanaakan. dia meninggalkan pekerjaanya sehari-hari sebagai pedagang di pasar.
tapi kalo saya pribadi : saya akan i'tikaf malam hari di mesjid dan siangnya akan tetap jihad mencari maisyah.karena dalam 10 malam terakhir itu ada malam lailatul qodar, yang lebih baik dari 1000 bulan.
mungkin salapi menemukan hadist tentang siang lailatul qodar.

Anonim mengatakan...

sebaikanya antum banyak buka2 lagi hadits2 besar... jangan sampai bikin malu diforum ini. itiqaf tidak sama dengan malam lailatul qadar, sebab itiqaf itu harus dimesjid, sedangkan mendapatkan malam lailatul qadar bisa dirumah atau ditempat lainnya...

Anonim mengatakan...

i'tikaf di siang hari itu salapi mengambil hadist: pahala i'tikaf sama dengan segala amalan kebaikan.
jadi kerja cari maisyah di siang hari itu pahalanya masih kalah dengan i'tikaf.
Padahal hadist itu dhoif.
nabi dan para shahabat siang hari tetap bekerja. ada yang berdagang, ada yang memelihara ternak dll.

Anonim mengatakan...

ente jangan dusta, salafi mana yg berhujah dengan hadits itu sebagai dalil itiqaf siang?!! Dalil sesungguhnya itiqaf 10 hari terakhir itu siang dan malam bukan hadits itu... cari aja sendiri, ntar kalo dikasi tahu juga ente ngebalik-balikin dengan ra'yu2 ente sebagaimana biasanya...

Anonim mengatakan...

ya udah..
imammu SBY diajak i'tikaf sana. siang dan malam.
Sekalian Ban ki moon (imam internasional) diajak juga

Anonim mengatakan...

salapi itu ga pake imam.
sendiri sendiri tetep jamaah. yang penting melakukan seperti yang dilakukan nabi dan sahabatnya.

Anonim mengatakan...

Apa salapi sudah mengamalkan yang nabi dan sahabat amalkan?
salah satu contoh : para sahabat melaksanakan Amrin jamiin, apabila tidak bisa hadir maka minta ijin. seperti yang tertera pada alqur'an : orang iman itu tidak akan meninggalkan amrin jamiin kecuali ada ijin.

imam ae ora nduwe kok arep amrin jamiin.
hadist palsu yang dinisbatkan pada abdulah bin mas'ud dipake dasar.

the be.. mengatakan...

kalau membaca isi blog ini...capek! melihat blog ini ...lebih capek! kenapa?
karena blog ini memang ada karena setan!!
setan berusaha biar sesama orang islam saling menghujat,menghina,mengejek.
di dunia ini manusia digolongkan menjadi 3 golongan. hanya tiga saja friend...
1. golongan kafir
2. golongan munafik
3. golongan iman

di blog ini...ini saja baru segelintir orang...dan bisa sangat terbaca mana yang kafir mana yang munafik! dan mana yang iman.
karepmu do eyel2an kono.. lama2 juga bosan...terus mati. bener2 tidak ada pahalanya membaca tulisanku dan tulisan2 diblog ini... hasilnya????

salafi say mengatakan...

iyo bener kui. do senenge meng gontok2an... meng nek ra ngene iki, duniane ora rame. lha onone blog ini kan yo cen salah satu jalane setan. lha wong cen ora ono dalile sing meneybutkan organisasi ldii masuk surga, oraono dalile wong salafi,sunni,tau syiah masuk surga. sing mlebu surga yo meng wong jama'ah, wong iman.
do ngerti ora! dong ora! capek deh!

Anonim mengatakan...

Fenomena kesyirikan dan pelanggaran tauhid banyak terjadi di masyarakat kita, karena kurangnya pengetahuan mereka tentang masalah tauhid dan keimanan, serta hal-hal yang bisa mendangkalkan bahkan merusak akidah (keyakinan) seorang muslim.

Kenyataan ini diisyaratkan dalam banyak ayat al-Qur’an, di antaranya dalam firman Allah Ta’ala,

{وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُمْ بِاللَّهِ إِلَّا وَهُمْ مُشْرِكُونَ}

“Dan sebagian besar manusia tidak beriman kepada Allah, melainkan dalam keadaan mempersekutukan-Nya (dengan sembahan-sembahan lain)” (QS Yusuf:106).

Ibnu Abbas menjelaskan arti ayat ini, “Kalau ditanyakan kepada mereka: Siapakah yang menciptakan langit? Siapakah yang menciptakan bumi? Siapakah yang menciptakan gunung? Maka mereka akan menjawab: “Allah (yang menciptakan semua itu)”, (tapi bersamaan dengan itu) mereka mempersekutukan Allah (dengan beribadah dan menyembah kepada selain-Nya)[1].

Semakna dengan ayat di atas Allah Ta’ala juga berfirman,

{وَمَا أَكْثَرُ النَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ}

“Dan sebagian besar manusia tidak beriman (dengan iman yang benar) walaupun kamu sangat menginginkannya” (QS Yusuf:103).

Artinya: Mayoritas manusia walaupun kamu sangat menginginkan dan bersunguh-sungguh untuk (menyampaikan) petunjuk (Allah), mereka tidak akan beriman kepada Allah (dengan iman yang benar), karena mereka memegang teguh (keyakinan) kafir (dan syirik) yang merupakan agama (warisan) nenek moyang mereka[2].

Dalam hadits yang shahih Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih menegaskan hal ini dalam sabda beliau:

«لاَ تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَلْحَقَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِي بِالْمُشْرِكِينَ وَحَتَّى يَعْبُدُوا الأَوْثَانَ»

“Tidak akan terjadi hari kiamat sampai beberapa qabilah (suku/kelompok) dari umatku bergabung dengan orang-orang musyrik dan sampai mereka menyembah berhala (segala sesuatu yang disembah selain Allah Ta’ala)”[3].

Ayat-ayat dan hadits di atas menunjukkan bahwa perbuatan syirik terus ada dan terjadi di umat Islam sampai datangnya hari kiamat[4].
Tukang sihir dan dukun adalah Thagut sekaligus syaitan dari kalangan manusia

Allah Ta’ala berfirman,

{هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَى مَنْ تَنزلُ الشَّيَاطِينُ، تَنزلُ عَلَى كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ، يُلْقُونَ السَّمْعَ وَأَكْثَرُهُمْ كَاذِبُونَ}

“Apakah akan Aku beritakan kepada kalian, kepada siapa syaitan-syaitan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi banyak berbuat jahat/buruk (para dukun dan tukang sihir). Syaitan-syaitan tersebut menyampaikan berita yang mereka dengar (dengan mencuri berita dari langit, kepada para dukun dan tukang sihir), dan kebanyakan mereka adalah para pendusta” (QS asy-Syu’araa’:221-223).

Imam Qatadah[5] menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “para pendusta lagi banyak berbuat jahat/buruk” adalah para dukun dan tukang sihir[6], mereka itulah teman-teman dekat para syaitan yang mendapat berita yang dicuri para syaitan tersebut dari langit[7].

Bahkan sahabat yang mulia Abdullah bin Mas’ud ketika menafsirkan firman Allah,

{وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا}

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari kalangan) manusia dan (dari kalangan) jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan-perkataan yang indah untuk menipu (manusia)” (QS al-An’aam:112).

Baliau radhiyallahu ‘anhu berkata, “Para dukun (dan tukang sihir) adalah syaitan-syaitan (dari kalangan) manusia”[8].

Anonim mengatakan...

Dalam atsar/riwayat yang lain sahabat yang mulia Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu ketika ditanya tentang arti “Thagut”, beliau t berkata: “mereka adalah para dukun yang syaitan-syaitan turun kepada mereka”[9].

Thagut adalah segala sesuatu yang dijadikan sembahan selain Allah Ta’ala dan dijadikan sekutu bagi-Nya[10]. Allah Ta’ala telah mewajibkan kita untuk mengingkari dan menjauhi Thagut dalam segala bentuknya, bahkan tidak akan benar keimanan dan tauhid seorang hamba tanpa mengingkari dan menjauhinya. Allah Ta’ala berfirman,

{وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولا أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ}

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus seorang rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thagut itu” (QS an-Nahl:36).

Dalam ayat lain Dia Ta’ala berfirman,

{فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لا انْفِصَامَ لَهَا وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ}

“Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah (semata-mata), maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat (dan) tidak akan putus (kalimat tauhid Laa ilaaha illallah). Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” (QS al-Baqarah:256).

Demikianlah profil sangat buruk para dukun dan tukang sihir, tapi mengapa masih saja ada orang yang mau mempercayai mereka, bahkan menyandarkan nasib hidup mereka kepada teman-teman syaitan ini? Bukankah ini merupakan kebodohan yang nyata dan penentangan besar terhadap Allah Ta’ala dan agama-Nya?

Termasuk dalam kategori dukun dan tukang sihir adalah tukang santet, tukang tenung, ahli nujum, peramal, dan orang yang disebut sebagai “paranormal”[11] atau “orang pintar”.

Praktek kufur dan syirik yang biasa dilakukan oleh para dukun dan tukang sihir

Allah Ta’ala berfirman,

{وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنزلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ}

“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir), padahal Sulaiman tidak kafir (mengerjakan sihir), hanya syaitan-syaitan itulah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil, yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorang pun sebelum mengatakan, “Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), maka janganlah kamu kafir.” Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan istrinya. Dan mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu yang memberi mudharat kepada diri mereka sendiri dan tidak memberi manfaat. Padahal sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya sendiri dengan sihir, kalau mereka mengetahui. (QS al-Baqarah:102).

Ayat ini dengan tegas menyatakan kafirnya para dukun dan tukang sihir[12], yang ini disebabkan perbuatan syirik dan kufur yang mereka lakukan, yaitu:

Anonim mengatakan...

1- Mengaku-ngaku mengetahui hal-hal yang gaib, padahal ini merupakan kekhususan bagi Allah Ta’ala, sebagaimana dalam firman-Nya:

{قُلْ لا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ الْغَيْبَ إِلا اللَّهُ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ}

“Katakanlah:”Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui bilamana mereka akan dibangkitkan” (QS an-Naml:65).

Juga dalam firman-Nya,

{عَالِمُ الْغَيْبِ فَلا يُظْهِرُ عَلَى غَيْبِهِ أَحَدًا إِلا مَنِ ارْتَضَى مِنْ رَسُولٍ فَإِنَّهُ يَسْلُكُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِ رَصَدًا}

“(Dia adalah Rabb) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorangpun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya” (QS al-Jin:26-27).

Imam al-Qurthubi, ketika menafsirkan ayat di atas, beliau berkata: “(Para) ahli nujum dan orang-orang yang seperti mereka (para dukun dan tukang sihir) yang melakukan (praktek perdukunan) dengan memukul batu-batu kerikil, melihat buku-buku (perdukunan), atau mengusir burung (sebagai tanda kesialan atau keberuntungan), mereka itu bukanlah rasul yang diridhai-Nya untuk diperlihatkan-Nya kepada mereka perkara-perkara gaib yang mereka inginkan, bahkan mereka adalah orang yang kafir (kepada-Nya), berdusta (besar) atas (nama)-Nya dengan kebohongan, penipuan dan prasangka (dusta) yang mereka (lakukan)”[13].

Syaikh Abdurrahman bin Hasan Alu syaikh ketika menjelaskan makna sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal kemudian membenarkan ucapannya, maka sungguh dia telah kafir terhadap agama yang diturunkan kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam”[14].

Beliau berkata: “Dalam hadits ini terdapat dalil yang menunjukkan kafirnya dukun dan tukang sihir, karena mereka mengaku-ngaku mengetahui ilmu gaib, yang ini merupakan kekafiran”[15].

Adapun perkara-perkara gaib yang disampaikan oleh para dukun yang terkadang benar, maka itu adalah berita yang dicuri oleh para syaitan dari langit, lalu mereka sampaikan kepada teman-teman dekat mereka, yaitu para dukun dan tukang sihir, yang kemudian mencampuradukkan berita tersebut dengan seratus kedustaan sebelum disampaikan kepada orang lain, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits shahih[16].

Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika ditanya tentang al-kuhhaan (para dukun), beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang tidak punya arti (orang-orang yang hina)”. Kemudian si penanya berkata, Sesungguhnya para dukun tersebut terkadang menyampaikan kepada kami suatu (berita) yang (kemudian ternyata) benar. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalimat (berita) yang benar itu adalah yang dicuri (dari berita di langit) oleh jin (syaitan), lalu dimasukkannya ke telinga teman dekatnya (dukun dan tukang sihir), yang kemudian mereka mencampuradukkan berita tersebut dengan seratus kedustaan”[17].

Anonim mengatakan...

Peristiwa pencurian berita dari langit oleh para syaitan banyak terjadi di jaman Jahiliyah sebelum diutusnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, adapun setelah diutusnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam maka itu tidak banyak terjadi, karena Allah Ta’ala telah menjadikan bintang-bintang sebagai penjaga langit dan pembakar para syaitan yang mencuri berita dari langit[18]. Sebagaimana dalam firman Allah Ta’ala,

{ وَأَنَّا لَمَسْنَا السَّمَاءَ فَوَجَدْنَاهَا مُلِئَتْ حَرَسًا شَدِيدًا وَشُهُبًا. وَأَنَّا كُنَّا نَقْعُدُ مِنْهَا مَقَاعِدَ لِلسَّمْعِ فَمَنْ يَسْتَمِعِ الآنَ يَجِدْ لَهُ شِهَابًا رَصَدًا}

“(Para Jin itu berkata): “Dan sesungguhnya kami telah mencoba mengetahui (rahasia) langit, maka kami mendapatinya penuh dengan penjagaan yang kuat dan panah-panah api. Dan sesungguhnya kami dahulu (sebelum diutusnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) dapat menduduki beberapa tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi sekarang (setelah diutusnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) barangsiapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya)” (QS al-Jin:8-9).

Anonim mengatakan...

2- Bekerjasama dengan syaitan dan melakukan perbuatan kufur/syirik sebagai syarat agar syaitan mau membantu mereka dalam praktek sihir dan perdukunan.

Para dukun dan tukang sihir selalu bekerjasama dengan para jin dan setan dalam menjalankan praktek perdukunan dan sihir mereka, bahkan para jin dan setan tersebut tidak mau membantu mereka dalam praktek tersebut sampai mereka melakukan perbuatan syirik dan kafir kepada Allah Ta’ala, misalnya mempersembahkan hewan qurban untuk para jin dan setan tersebut, menghinakan al-Qur’an dengan berbagai macam cara, atau perbuatan-perbuatan kafir lainnya[19]. Allah Ta’ala berfirman,

{وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا}

“Dan bahwasannya ada beberapa orang dari (kalangan) manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari (kalangan) jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan” (QS al-Jin:6).

Dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman,

{وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ اسْتَكْثَرْتُمْ مِنَ الإنْسِ، وَقَالَ أَوْلِيَاؤُهُمْ مِنَ الإنْسِ رَبَّنَا اسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَبَلَغْنَا أَجَلَنَا الَّذِي أَجَّلْتَ لَنَا، قَالَ النَّارُ مَثْوَاكُمْ خَالِدِينَ فِيهَا إِلا مَا شَاءَ اللَّهُ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ}

“Dan (ingatlah) hari di waktu Allah menghimpunkan mereka semuanya, (dan Dia berfirman): “Hai golongan jin (syaitan), sesungguhnya kamu telah banyak (menyesatkan) manusia”, lalu berkatalah teman-teman dekat mereka dari golongan manusia (para dukun dan tukang sihir): “Ya Rabb kami, sesungguhnya sebagian dari kami telah mendapatkan kesenangan/manfaat dari sebagian (yang lain) dan kami telah sampai kepada waktu yang telah Engkau tentukan bagi kami”. Allah berfirman: “Neraka itulah tempat tinggal kalian, sedang kalian kekal didalamnya, kecuali kalau Allah menghendaki (yang lain)”. Sesungguhnya Rabbmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui” (QS al-An’aam:128).

Imam al-Qurthubi berkata: “Kesenangan/manfaat yang didapatkan jin dari manusia adalah dengan berita bohong menakutkan, perdukunan dan sihir yang diberikan jin kepada manusia (dukun dan tukang sihir)”[20].

Syaikh Abdurrahman as-Sa’di berkata: “Jin (syaitan) mendapatkan kesenangan dengan manusia mentaatinya, menyembahnya, mengagungkannya dan berlindung kepadanya (berbuat syirik dan kufur kepada Allah Ta’ala). Sedangkan manusia mendapatkan kesenangan dengan dipenuhi dan tercapainya keinginannya dengan sebab bantuan dari para jin untuk memuaskan keinginannya. Maka orang yang menghambakan diri pada jin (sebagai imbalannya) jin tersebut akan membantunya dalam memenuhi kebutuhan-kebutuhannya”[21].

Oleh karena itulah, syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz ketika menerangkan sebab kafirnya para dukun dan tukang sihir, beliau berkata, “…Karena dukun dan tukang sihir mengaku-ngaku (mengetahui) ilmu gaib, dan ini adalah kekafiran, juga karena mereka tidak akan (mungkin) mencapai tujuan mereka (melakukan sihir dan perdukunan) kecuali dengan melayani jin (syaitan) dan menjadikannya sembahan selain Allah, dan ini adalah perbuatan kufur kepada Allah dan syirik (menyekutukan Allah Ta’ala)”[22].
muslim.or.id/aqidah/sihir-dan-perdukunan-perusak-tauhid.html

Anonim mengatakan...

Semoga Hidayah Allah diberikan kpd pengikut LDII, kasihan mereka karena kebodohan Nur Hasan Ubaidah dalam menafsirkan agama ini secara serampangan, sampai berani mengkafirkan umat islam, naudzubillah

Anonim mengatakan...

Syech Dr Abdullah Nasri Yahya Al Asiri, dosen sekaligus Mufti di Ma’had Haram Mekah, (7/04/2011) lalu mengunjungi Pondok Pesantren LDII Wali Barokah di Kediri. Kunjungan di pondok pesantren itu, untuk mempererat silaturahim, antara Syech Dr Abdullah Nasri dan murid-muridnya yang berasal dari Pesantren LDII Wali Barokah Burengan Kediri.

Ini penghormatan besar bagi Pondok Pesantren Walibarokah dan LDII. Tak biasanya guru mengunjungi murid-muridnya sekaligus memberi tausiyah kepada para santri yang dididik para muridnya itu. Syech Abdullah Nasri juga mengunjungi beberapa tempat lainnya, semisal kantor DPW LDII di Surabaya, Jawa Timur dan kantor DPP LDII di Senayan, Jakarta.

Pada Jumat Subuh (08/04/2011), dalam kuliah umumnya di hadapan ribuan santri, Syech Abdullah Nasri menekankan pentingnya mencari ilmu dan beramal. Dunia memang sedang bermasalah dengan moralitas. Ketika ilmu pengetahuan dan teknologi dibangga-banggakan, sementara ilmu agama ditinggalkan, umat manusia mengalami kemerosotan moral sekaligus peradaban. Agar selamat dunia dan akhirat, umat Islam supaya terus mencari ilmu agama dan mengamalkannya.

Namun, mencari ilmu agama tak semudah mencai ilmu duniawi. Perlu kesabaran dan ketekunan. Untuk itu Syech Abdullah Nasri berpesan, hal yang pertama dilakukan dalam mencari ilmu adalah ikhlas, semata-mata karena Allah, mengharap pahala dari Allah. “Mencari ilmu tidak untuk pamer, untuk sombong, atau beradu kepintaran, hanya semata-mata mencari ridho dan pahala dari Allah,” ujar Syech Abdullah Nasri.

Kedua, ilmu itu harus diamalkan, karena ilmu tanpa diamalkan akan menjadi hujjah bagi Alloh untuk menyiksa pencari ilmu tersebut. Selanjutnya sabar, sebab mencari ilmu agama itu butuh proses yang menuntut kesabaran. Rasa jenuh atau kesulitan-kesulitan lain harus dihadapi dengan kesabaran. Yang keempat, taqwallah. Bertaqwa kepada Allah berdasarkan dalil
wattaqulloh wa yu’allimukumulloh, “Bertaqwalah kepada Allah dan Allah akan mengajari kamu sekalian,” ujar Syech Abdullah Nasri. Menurutnya dengan bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan memberi ilmu kepada kalian semua.

Syech Dr. Abdullah Nasri Yahya Al Asiri, menamatkan S1 dan S2 di Universitas Umul Quro di Mekah. Lalu S3 diselesaikan di Universitas Islam Madinah. Kecintaannya terhadap Islam membuatnya mengambil jurusan Ushul Fiqih, mulai dari tingkat sarjana hingga doktoral.

Syech Abdullah Nasri menjadi guru di Ma’had Haram sekaligus sebagai mufti di Ma’had Haram di Mekah. Syech Abdullah Nasri satu institusi dengan Syech Abdurrahman Sudais, salah satu imam dan mufti di Masjidil Haram –yang kebetulan memiliki hubungan saudara dengan istri Syech Abdullah Nasri. Bahkan bila Syech Abdurrahman Sudais tidak bisa menghadiri berbagai undangan dakwah ke luar negeri, Syech Abdullah Nasri yang ditunjuk menggantikannya.

Kedatangan Syech Abdullah Nasri ke Indonesia dalam rangka liburan yang dimanfaatkan untuk berdakwah, dan mengunjungi murid-murid yang dulu pernah belajar kepadanya di Ma’had Haram. “Maka kami manfaatkan sekalian untuk tausiah dan mengajar ilmu-ilmu yang terkait dengan ushul fiqih,” ujar Chriswanto Santoso, Ketua DPW LDII Jawa Timur sekaligus Ketua DPP LDII. (LC)

Anonim mengatakan...

menyikapi kedatangan Syech Dr Abdullah Nasri Yahya Al Asiri ( dijebak oleh 354), yang moment kedatangannya dijadikan propaganda oleh jamaah 354 seolah membenarkan akidah 354, ma'had haramain mengeluarkan memo:

تأسس معهد الحرم المكي على يد حكام المملكة العربية السعودية
ولله الحمد المعهد معترف به والمعهد من افاضل المعاهد ولافيه شك ولا ريب

واذا كان فيه احد من المنتسبين اليه متطرفاً فهذا يرجع الى الرجل نفسه والمعهد منه برئ والمعهد ولله الحمد عقيدتة واضحة وصريحه

شكراً­ ­
ma'had haram makkah­ ­

artinya:
MA'HAD AL HARAM DI MAKKAH DIDIRIKAN OLEH PEMERINTAH KERAJAAN ARAB SAUDI, DAN SEGALA PUJI BAGI ALLOH HAL INI TELAH MARUF, DAN TIDAK DIRAGUKAN LAGI MA'HAD INI TERMASUK YANG PALING UTAMA DIANTARA MA'HAD2 YANG LAINNYA. DAN APABILA ADA ORANG YANG MENGAKU MENISBATKAN DIRINYA KEPADA MA'HAD AL HARAM DALAM KEADAAN DIA ADALAH ORANG YANG MELAMPAUI BATAS/ EKSTRIM/ MENYIMPANG, MAKA ITU DIKEMBALIKAN PADA ORANG TERSEBUT (BUKAN KEPADA MA'HAD), DAN MA'HAD BERLEPAS DIRI DARINYA. DAN SEGALA PUJI BAGI ALLOH, AKIDAH KAMI JELAS TERANG. TERIMA KASIH

Anonim mengatakan...

lah .....katanya orang di luar LDII itu ilmunya nggak sah , ibadahnya di tolak dan rukyah dilarang belajar maupun membaca buku karangan ...........

emang syaikh tersebut sudah bae'at sama amirnya LDII belum ya ??????

kok ucapannya didengar dan dijadikan PROMOSI BAHWA LDII-LAH KAUM YANG BENAR ......

licik dan sungguh licik , kaum LDII ini .

Tapi semoga kedatangan beliau memperoleh hidayah dari Allah , sehingga jamaah LDII sadar pentingnya mencari ilmu , dengan demikian dapat melihat kebusukannya sendiri.

budi.david mengatakan...

Assalamu'alaikum

didalam belajar itu harus dipraktekan tidak hanya untuk di debatkan.
banyak ilmu berarti banyak pula yang harus di praktekan

contoh :
1.apakah kita sudah rutin mengaji?
2.apakah kita sudah tertib sholat 5 waktunya ?
3.kita belajar tentang puasa sunah apakah kita puasa sunah?
4.kita belajar tentang sholat dhuha, tahajud, sholat 1/3 malam, apakah kita sholat malam ?
5.sampai dalil dalil tentang kewajiban kewajiban kita yang mungkin jarang sekali orang umum ketahui sampai saat ini apalagi ditahun 1940 an, 1950 an 1960 an 1970 an 1980 an yang mungkin kita semua belum lahir, ada ilmu dari Rosululloh pada shahabat tentang wajibnya menetapi jamaah "dan jika tidak menjumpai jamaah maka diperintahkan untuk Uzlah walaupun makan akarnya pohon" lalu bagaimana kita semua menyikapi hal ini, apakah kita sudah mempraktekannya? sebagai umat yang cinta pada Nabi! sekarang saya ditengah tengah saja koreksi diri kita masing masing? mungkin inilah kenapa ada sebagian umat islam yang sangat "MENEKANKAN" akan hal ini karena cinta akan ilmu dan amal

saya sebagai pengamat islam melihat dulu Nur Hasan di caci maki tentang Ilmu Buhkori dan Muslimnya, celana ngatungnya, ke imamannya, bersucinya, dan ketegasannya tentang jamaah (dibuku kesesatan ldii buatan bambang irawan, tapi seiring waktu saya melihat akhirnya banyak orang yang mengikuti, bahkan ditahun 2007 sd tahun 2009 an ada khok yang tiba tiba ingin mendirikan ke amiran? ini sebenarnya cukup aneh, karena kalau menurut pengamatan kami ini cukup "batiniah" artinya sikap yang sangat tersembunyi.

kita lihat lagi kenapa Nur hasan bersikap kasar? dan mencacimaki? kepada orang yang tidak mau menetapi Al Qur'an Al Hadits pada saat itu di tahun 1940 an - 1970 an ?

kita perlu amati? umpama kita diposisi yang sama mungkin kita akan berbuat apa?

sebenarnya ucapan kasar atau bahkan perbuatan kasar mungkin kadang juga perlu dilakukan tidak hanya didalam masalah agama, tapi masalah keluarga kita, masalah pekerjaan kita, masalah istri kita, masalah anak kita sampai masalah harta kita, saya sangat yakin perlu adanya sikap itu.

coba kita amati hal ini dengan baik

Wassalamu'alaikum
David

Webmaster mengatakan...

aduh sedihnya, ngliatin pekerjaannya orang2 pinter yang nulis blog ini maupun yg koment, untuk apa pada ribut,sesama muslim mbokyaa saling bantu kalo bisa, yg kalo ga ya ga usah saling caci, mbokyaa menyadari wong sekarang ini sudah sampai pada Islam itu terpecah belah menjadi 73, dan pasti masing2 merasa benar sendiri, untuk apa menyatukan faham yang jelas berbeda? Mengapa kita tidak ajak-ajak untuk menjaga harmoni biar hidup ini terasa indah dan merdu, ibadah sesuai kemantepan hatinya. Mana bukti keihlasan, ibadah semata-mata untuk Allah? Apa ga sadar kalau Allah Maha Tahu, Allah tidak akan terpengaruh oleh omonganya orang LDII maupun yg anti LDII ? penulis maupun pengunjung blog ini? Ingatlah cerita pak Hakim : Tidak ada yg marah dibilang MALING, kecuali DIA MALING. Apakah teman2 yg anti LDII ini takut ALLAH terpengaruh omongan orang LDII? apalagi seandainya hanya fitnah? Mari Sesama Muslim melonggarkan Hati, untuk mengerti, memahami dan mempelajari Qur'an-Hadits langsung dari sumbernya serta mengamalkannya sebatas kemampuan kita, sampai mati kita masing2, untuk diri kita, keluarga kita agar terjaga dari api Neraka. (kalo ingin belajar bersama sama saya silahkan email ke darnosbs@gmail.com)

Anonim mengatakan...

udah-udah gk usah debat...ni gw pnya pertanyaan...

1.kapan indonesia merdeka...?

jwab..
1.17 1gustus 1845...ditandahi dengan dbacakannya tesk proklamasi oleh ir. soekararno

2.tgl 13 maret 1982...ditandahi dengan...modare,bongkone,mampusse..tewasse kh nurhasan


ngerti kabeh gk..soale

LDII iku kepanjanganne lonte dancok itel indonesia utowo lanangan dancok indreng indonesia

pernah agw kencingi kuburanya nur hasan tp ya gk pa2

klo mang dia wali/kan gw gk bsa pa2 buktinya gw gk papa

mang wali tu buat orng islam orang pilihan Alloh....tapa buat LDII
wali tu kepanjangan dari Wajah LIcik