بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

bag 2.EDITORING KEDUSTAAN LDII YANG BERANI MENUNGGANGI MUI DENGAN AKSI SEJUTA DUSTA

INI ADALAH KUTIPAN DARI BUKU MISI PENCARIAN KEHALALAN DI MEJA MUI,DALAM JUDUL "NEW AFTER PARADIGM"

Prof. Dr. H. Utang Ranuwidjaya - Ketua Komisi Pengkajian dan Pengembangan MUI Pusat

LDII Perlu Konsisten dengan Paradigma Barunya

Konsep paradigma baru LDII sudah bagus kalau dilihat dari paparan yang mereka sampaikan. Hal itu saya kemukakan berdasarkan pemantauan saya di beberapa tempat seperti di Jakarta, Surabaya, Lampung dan Kediri. Sebenarnya, dengan paradigma baru tersebut, mereka ingin meninggalkan paham-paham yang dulu diwariskan oleh Islam Jama’ah. Bahkan sekarang, justru mereka ingin membersihkan paham-paham Islam Jama’ah tersebut, jika memang masih ada di dalam tubuh gerakan LDII. Paradigma baru LDII adalah suatu cerminan bahwa mereka ingin kembali ke pangkuan Majelis Ulama Indonesia untuk mendapatkan pembinaan, dan merupakan keinginan bersatu LDII dengan segenap kekuatan Islam Indonesia.

Namun demikian, proses sosialisasi paradigma baru LDII yang mereka lakukan baru sampai tingkat PAC, belum sampai ke grass roots. Kalau begitu kenyataannya, sosialisasi tersebut harus terus ditingkatkan dan diupayakan secara cepat dan maksimal. Selama ini, memang kita masih melihat dan mendengar laporan dari para pengurus atau pimpinan Majelis Ulama Indonesia, baik di Provinsi, Kabupaten atau Kota maupun MUI Kecamatan di mana di beberapa tempat masih ada pola-pola lama yang mereka terapkan.

Tapi pada umumnya, informasi dari MUI Provinsi dan Kabupaten atau Kota menyatakan bahwa sudah bagus pembinaan di internal LDII. Mereka (LDII) juga sudah membuka komunikasi dengan MUI dan ormas-ormas yang lain, meski di beberapa tempat masih terdapat kekakuan dari pihak LDII sendiri dalam berbaur dan dalam meninggalkan kesan-kesan eksklusifnya. Inilah sosialisasi paradigma baru LDII yang sedang dalam proses tersebut.

Pengurus LDII, baik pada tingkat Provinsi maupun Kabupaten sudah cukup tegas dalam menerapkan paradigma barunya. Bahkan, beberapa kali saya mendengar ucapan dari para pimpinan LDII Provinsi yang mengatakan, ”Andaikata masih ada yang menerapkan pola lama dan menjalankan paham-paham Islam Jama’ah, maka kepada mereka diminta untuk keluar dari LDII, dan dianggap itu bukan warga LDII.” Jadi, kalau melihat ketegasan semacam itu sih, saya agak optimis bahwa paham-paham tentang Islam Jama’ah secara bertahap akan ditinggalkan oleh organisasi LDII ini.

Sebenarnya, ajaran LDII itu perlu pendalaman dan penelitian lebih lanjut, karena di lapangan yang saya temukan hanya di permukaan. Tentunya, jawaban saya tidak begitu valid, karena belum mendalami apa yang terjadi di lapangan. Sebatas yang saya dengar, sebatas apa yang saya lihat, dan kesimpulan dari diskusi-diskusi dengan MUI di Provinsi dan Kabupaten, dimana memang masih ditemukan masalah-masalah implementasi di lapangan terkait dengan paradigma baru LDII. Ini harus terus dipantau sejauh mana mereka jujur, ikhlas, terbuka dan bertanggungjawab untuk melaksanakan paradigma barunya. Apakah itu menyangkut sesuatu yang sangat rahasia, ataupun yang biasa mereka buka itu, mestinya dilakukan pemantauan dan penelitian lebih lanjut di lapangan secara mendalam.

Sekarang ini, saya bukan melakukan penelitian ansih, tetapi (juga menggelar pelbagai kegiatan) seperti yang dilakukan di MUI Provinsi DKI Jakarta, itu juga dilakukan MUI di Provinsi yang lain yang saya temui. Jadi, sebenarnya kami memantau apa yang terjadi pada saat dilakukan klarifikasi antara LDII dengan MUI dan ormas-ormas lainnya di beberapa daerah. Ini bisa dikatakan sebagai sampel, atau sekedar melihat di beberapa daerah secara terbatas, dengan maksud untuk mengetahui sejauh mana sih sosialisasi yang mereka lakukan, dan sejauh mana pula masalah-masalah yang muncul dapat diketahui oleh Majelis Ulama Indonesia di beberapa daerah yang saya datangi tersebut.

ALLAHU akbar......ALLAHU akbar....
point di atas hanya sekedar memeberitahukan kepada MUI bahwa "LDII perlu konsisten dengan paradigma barunya" so pasti itu adalah kebanggaan yang diharapkan oleh pendusta islam jamaah yang di naungi oleh LDII,toh buktinya mereka sampai sekarang masih gethol melancarkan perjuangan Islam Jamaah,asli mereka adalah islam jamaah yang hanya ganti baju saja "takfiry,taqiyah dan aqidah masih dalam pangkuan LDII.

hingga saat ini mereka menganggap kita (kaum muslimin diluar kelompoknya di anggap kafir .di samakan dengan binatang dan bahkan lebih parah lagi dikatakan "bal Hum adol=bahkan orang luar jamaah kita lebih hina daripada binatang hina")

P E R L U DI W A S P A D A I

kaum muslimin hendaknya segera melaporkan hal ini ke meja MUI dengan bukti-bukti yang kongkrit dari blog-blog kami.dan kami sekedar hanya ingin membuktikan kepda MUI bahwa kami benar-benar bertobat dari aqidah yang terkutuk.semoga Allah menolong kita
wallahu musta'an

Comments
21 Comments

21 Response to "bag 2.EDITORING KEDUSTAAN LDII YANG BERANI MENUNGGANGI MUI DENGAN AKSI SEJUTA DUSTA"

Anonim mengatakan...

Jurus bohongnya super canggih. Nampaknya MUI dpt dikibuli ama LDII..

Anonim mengatakan...

Mungkin sebaiknya kalau LDII merasa difitnah diblog ini,dan apa yg dikemukakan diblog ini tdk benar, ya laporkan aza ama pihak polisi dan MUI..gitu aza kok repot repot..

Anonim mengatakan...

blog ini kumpulan orang orang sakit hati iri nek ngono pancen yo daaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaannnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnnncccccccccccccccccccccccccccccccccccccccccccccccccccccuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuukkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk

Anonim mengatakan...

sakit hati....??????!.
coba tunjukan bantahanya dgn argumen yg sahih mengenai ajaran taqfir dan taqiyahnya om..gak usah ngomongin pitnah kek, barisan sakit hati kek..mau jadi imam kek..dll2nya..

Anonim mengatakan...

ente juga taqiyah mana muke lo identitas lo berarti ente makhluk halus tu gentayangan di mana22222222222222222222222222222

Anonim mengatakan...

taqiyah itu mkhluk apa sich..??

Anonim mengatakan...

setlh gogling menanyakan arti taqiyah..mk kesimpulanya adlh sama dengan dusta/menipu yg banyk dilakukan/diperbuat oleh syiah/ldii..

Anonim mengatakan...

TAQIYAH RITUAL KAUM SYI’AH

Taqiyah menurut kaum Muslimin adalah sebuah istilah yang pemahamannya hanya terarah kepada satu arti Yaitu “Dusta”. Adapun menurut Syi’ah taqiyah berarti perbuatan seseorang yang menampakkan sesuatu berbeda dengan apa yang ada dalam hatinya, artinya nifaq dan menipu dalam usaha mengelabui atau mengecoh manusia. Taqiyah adalah satu prinsip dari prinsip-prinsip kesesatan mereka. Taqiyah memiliki kedudukan yang luar biasa, mereka telah menempatkannya dalam tempat pengagungan dan pengkultusan, hingga mereka menjadikannya sebagai asas dalam agama mereka, dengan taqiyah seorang hamba akan mendapatkan pahala dan ihsan dari Allah.

Taqiyah adalah satu rukun dari rukun-rukun agama mereka, seperti halnya shalat. Ibnu Babawaih mengatakan:“Keyakinan kami tentang taqiyah itu adalah dia itu wajib. Barangsiapa meninggalkannya maka sama dengan meninggalkan shalat.”[Al-I’tiqadat, hal.114].

Mereka menisbatkan kepada imam keenam Ja’far Ash-Shadiq, dia berkata: “seandainya saya mengatakan bahwa yang meninggalkan taqiyah sama dengan yang meninggalkan shalat tentu saya benar.” [Al-I’tiqadad, hal.114]

Sebagaimana mereka katakan juga bahwa: “Daulah Azh-zhalimin” mereka menegaskan, “Taqiyah adalah fardhu yang diwajibkan kepada kami dalam negara orang-orang yang zhalim. Karena itu barangsiapa meninggalkan taqiyah maka sungguh dia telah menyalahi agama imamiyah* dan telah berpisah dengannya.”[Bihar op. cit. 57/421]

mereka menipu kaum muslimin hanya karena mengikuti hawa nafsu iblis mereka, sekaligus propaganda kesesatan mereka. Mereka menganggap bahwa taqiyah lebih tinggi kedudukannya dibandingkan keimanan seseorang.

Imam Bukhari mereka, yaitu Muhammad Al-Kulaini berkata: “Bertaqwalah kalian kepada Allah ‘Azza wa Jalla dalam agama kalian dan lindungilah agama kalian dengan taqiyah, maka sesungguhnya tidaklah mempunyai keimanan orang yang tidak bertaqiyah. Dia juga mengatakan “Siapa yang menyebarkan rahasia berarti ia ragu dan siapa yang mengatakan kepada selain keluarganya berarti kafir.” .”[Al-KafiS 2/371,372 & 218].

Dan demikianlah firqoh Syi’ah menjadikan taqiyah, sebagai pilar agama dan menjadikan sebagai salah satu simbol mazhabnya. Keyakinan akan keharusan bertaqiyah mengandung konsekuensi membolehkan mereka berbohong. Sehingga perbuatan ini menjadi “trade mark” atau simbol Syi’ah. Umpamanya ada yang mengatakan, “Dia itu lebih pembohong dari orang rafidhah” [Tahqiq Mawaqif al-Sahabah fi al-Fitnah].

Lah yg mempunyai pemahaman taqiyah diindonesia saat ini kalau bukan islam jamaah ldii lantas siapa heh..!!

Anonim mengatakan...

TAQIYAH RITUAL KAUM SYI’AH

Taqiyah menurut kaum Muslimin adalah sebuah istilah yang pemahamannya hanya terarah kepada satu arti Yaitu “Dusta”. Adapun menurut Syi’ah taqiyah berarti perbuatan seseorang yang menampakkan sesuatu berbeda dengan apa yang ada dalam hatinya, artinya nifaq dan menipu dalam usaha mengelabui atau mengecoh manusia. Taqiyah adalah satu prinsip dari prinsip-prinsip kesesatan mereka. Taqiyah memiliki kedudukan yang luar biasa, mereka telah menempatkannya dalam tempat pengagungan dan pengkultusan, hingga mereka menjadikannya sebagai asas dalam agama mereka, dengan taqiyah seorang hamba akan mendapatkan pahala dan ihsan dari Allah.

Taqiyah adalah satu rukun dari rukun-rukun agama mereka, seperti halnya shalat. Ibnu Babawaih mengatakan:“Keyakinan kami tentang taqiyah itu adalah dia itu wajib. Barangsiapa meninggalkannya maka sama dengan meninggalkan shalat.”[Al-I’tiqadat, hal.114].

Mereka menisbatkan kepada imam keenam Ja’far Ash-Shadiq, dia berkata: “seandainya saya mengatakan bahwa yang meninggalkan taqiyah sama dengan yang meninggalkan shalat tentu saya benar.” [Al-I’tiqadad, hal.114]

Sebagaimana mereka katakan juga bahwa: “Daulah Azh-zhalimin” mereka menegaskan, “Taqiyah adalah fardhu yang diwajibkan kepada kami dalam negara orang-orang yang zhalim. Karena itu barangsiapa meninggalkan taqiyah maka sungguh dia telah menyalahi agama imamiyah* dan telah berpisah dengannya.”[Bihar op. cit. 57/421]

mereka menipu kaum muslimin hanya karena mengikuti hawa nafsu iblis mereka, sekaligus propaganda kesesatan mereka. Mereka menganggap bahwa taqiyah lebih tinggi kedudukannya dibandingkan keimanan seseorang.

Imam Bukhari mereka, yaitu Muhammad Al-Kulaini berkata: “Bertaqwalah kalian kepada Allah ‘Azza wa Jalla dalam agama kalian dan lindungilah agama kalian dengan taqiyah, maka sesungguhnya tidaklah mempunyai keimanan orang yang tidak bertaqiyah. Dia juga mengatakan “Siapa yang menyebarkan rahasia berarti ia ragu dan siapa yang mengatakan kepada selain keluarganya berarti kafir.” .”[Al-KafiS 2/371,372 & 218].

Dan demikianlah firqoh Syi’ah menjadikan taqiyah, sebagai pilar agama dan menjadikan sebagai salah satu simbol mazhabnya. Keyakinan akan keharusan bertaqiyah mengandung konsekuensi membolehkan mereka berbohong. Sehingga perbuatan ini menjadi “trade mark” atau simbol Syi’ah. Umpamanya ada yang mengatakan, “Dia itu lebih pembohong dari orang rafidhah” [Tahqiq Mawaqif al-Sahabah fi al-Fitnah].
lah yg mempunyai pemahaman taqiyah di indonesia kalau bkn ldii lantas siapa heh...!!

Anonim mengatakan...

TAQIYAH RITUAL KAUM SYI’AH

Taqiyah menurut kaum Muslimin adalah sebuah istilah yang pemahamannya hanya terarah kepada satu arti Yaitu “Dusta”. Adapun menurut Syi’ah taqiyah berarti perbuatan seseorang yang menampakkan sesuatu berbeda dengan apa yang ada dalam hatinya, artinya nifaq dan menipu dalam usaha mengelabui atau mengecoh manusia. Taqiyah adalah satu prinsip dari prinsip-prinsip kesesatan mereka. Taqiyah memiliki kedudukan yang luar biasa, mereka telah menempatkannya dalam tempat pengagungan dan pengkultusan, hingga mereka menjadikannya sebagai asas dalam agama mereka, dengan taqiyah seorang hamba akan mendapatkan pahala dan ihsan dari Allah.

Taqiyah adalah satu rukun dari rukun-rukun agama mereka, seperti halnya shalat. Ibnu Babawaih mengatakan:“Keyakinan kami tentang taqiyah itu adalah dia itu wajib. Barangsiapa meninggalkannya maka sama dengan meninggalkan shalat.”[Al-I’tiqadat, hal.114].

Mereka menisbatkan kepada imam keenam Ja’far Ash-Shadiq, dia berkata: “seandainya saya mengatakan bahwa yang meninggalkan taqiyah sama dengan yang meninggalkan shalat tentu saya benar.” [Al-I’tiqadad, hal.114]

Sebagaimana mereka katakan juga bahwa: “Daulah Azh-zhalimin” mereka menegaskan, “Taqiyah adalah fardhu yang diwajibkan kepada kami dalam negara orang-orang yang zhalim. Karena itu barangsiapa meninggalkan taqiyah maka sungguh dia telah menyalahi agama imamiyah* dan telah berpisah dengannya.”[Bihar op. cit. 57/421]

mereka menipu kaum muslimin hanya karena mengikuti hawa nafsu iblis mereka, sekaligus propaganda kesesatan mereka. Mereka menganggap bahwa taqiyah lebih tinggi kedudukannya dibandingkan keimanan seseorang.

Imam Bukhari mereka, yaitu Muhammad Al-Kulaini berkata: “Bertaqwalah kalian kepada Allah ‘Azza wa Jalla dalam agama kalian dan lindungilah agama kalian dengan taqiyah, maka sesungguhnya tidaklah mempunyai keimanan orang yang tidak bertaqiyah. Dia juga mengatakan “Siapa yang menyebarkan rahasia berarti ia ragu dan siapa yang mengatakan kepada selain keluarganya berarti kafir.” .”[Al-KafiS 2/371,372 & 218].

Dan demikianlah firqoh Syi’ah menjadikan taqiyah, sebagai pilar agama dan menjadikan sebagai salah satu simbol mazhabnya. Keyakinan akan keharusan bertaqiyah mengandung konsekuensi membolehkan mereka berbohong. Sehingga perbuatan ini menjadi “trade mark” atau simbol Syi’ah. Umpamanya ada yang mengatakan, “Dia itu lebih pembohong dari orang rafidhah” [Tahqiq Mawaqif al-Sahabah fi al-Fitnah].

Anonim mengatakan...

yang nulis blog ini juga taqiyah cuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuk

Anonim mengatakan...

tu' yg poenya blog ne : beraninya jgn cuma didunia maya donk,coba klo elu punya muka tunjukin muka lu,klo perlu sekalian identitas lu biar nti gw gampar lu.

Anonim mengatakan...

--tu' yg poenya blog ne : beraninya jgn cuma didunia maya donk,coba klo elu punya muka tunjukin muka lu,klo perlu sekalian identitas lu biar nti gw gampar lu.--

inilah penganut islam jamaah ldii, kecenderungan mengatasi suatu hal diselesaikan dgn kekerasan, mungkin inilah salah satu dibentuknya bolo pendem atau diperintahkan mempelajari bela diri asad, bukanya menjawab dgn baik2. kalaulah apa yg ditulis disini tdklah benar, kasih jawaban/argumen yg baik, atau kalau perlu silahkan diajukan kepolisi kek, ke MUIkek atau kalau perlu kepengadilan international.

Anonim mengatakan...

ya ga bisa sembarangan main lapor ke polisi dong mas. harus ada bukti yang kuat.
selama ini baru ust.bambang irawan penulis buku bahaya ldii yang diprodeokan. menyusul hajarul aswad.

Anonim mengatakan...

kenapa ust.bambang irawan penulis buku bahaya ldii diprodeokan. dan kenapa pula dgn hajarul aswad. apakah ldii masih akan mengatakan bahwa tdk ada hubunganya dgn islam jamaah..??. bagaimana dgn undangan mubahalah..??.

Anonim mengatakan...

mas yg punya blog, kalo ldii tukang kibul,taqiyah,dll maka dari dulu ldii sdh mati & tdk bisa berkembang sprt skrang mas !!! berkembangnya ldii itu krna memang membawa manfaat banyak bagi masyarakat dengan program-2 yg bisa diterima masyarakat, bukan semata perjalanan taqdir dan taqdir jg membuktikan bahwa ldii itu baik,terima kasih. Wassalam

Anonim mengatakan...

siapapun org yg pernah ngaji di ldii tahu bahwa ldii itu adalah bajunya/mantelnya islam jamaah..dan bila pak Abdulah Syam sebagai pimpinan ldii mengatakan bahkan berani bersumpah tdk ada hubunganya dgn islam jamaah, maka warga islam jamaah maklum akan ucapan bohongnya karena dapukanya/peran pak Abdulah syam ditugaskan sebagai ketua ldii..warga ldii tahu bahwa pak Azis Bin Nurhasan adalah sebagai imam islam jamaah, tapi berhubung akibat doktrinya rukyah/warganya harus taat kepada imamnya dan itu sebagai konsewensi logis dari baiatnya yg meminta warganya berbohong, dlm rangka melindungi ajaran islam jamaah, dan bagi pemeluknya ajaran islam jamaah satu2nya jalan masuk surga, maka berbohong dlm rangka melindungi imamnya, maka oleh warga islam jamaah, berbohong bahkan bersumpah dianggap perbuatan mulya..

Anonim mengatakan...

mengenai berkembanynya islam jamaah di indonesia, ini perlu kajian tersendiri. Dugaan saya kemungkinan karena selama ini kebanyakan orang islam indonesia yg beragama islam kebanyakan islam turun temurun, meskipun tahu bahwa pedoman umat islam adalah Alquan dan Alhadist, tetapi kebanyakan umat islam indonesia tdk tahu arti yg terkandung dikeduanya. Dan setelah pak Nurhasan memperkenalkan Alquran dan Alhadist sebagai pedoman umat islam yg kemudian diartikan akan isi dr kedua kitab tersebut, maka umat islam indonesia kebanyakan merasa telah tercerahkan akan kebenaran islam jamaah yg disampaikan oleh Pak Nurhasan..
Mungkin seperti awalnya rakyat jaman bahula yg beragama non islam dgn atas kedatangan wali songo, mk tercerahkan warga zaman bahula tsb., meskipun setelah kedatangan pak Nurhasan diketahui bahwa banyak ajaran islamnya tdk sesuai dgn yg diajarkan oleh Nabi, alias ada/banyak bidah dan syiriknya..
Kemudian belakangan ini, rukyah islam jamaah yg membaca blog ini, seperti ibarat tersengat listrik, tersadarkan bahwa rupa2nya islam jamaah yg dibawakan oleh pak Nurhasan ada/banyak bidahnya, yg rupa2nya memang tdk sesuai dgn pemahaman ulama2 besar Masjidil Harom, alias tdk sesuai dgn pemahaman Nabi, sahabat Nabi, tabiin serta tabiut tabiin..

Anonim mengatakan...

Semua menjadi ternetralisir kalau melihat di http://dinul-kholish.blogspot.com/

muhammad mengatakan...

Surat Terbuka Kepada:

Bapak Imam Abdul Aziz Sulthon Auliya bin Nurhasan al Ubaidah AMIR 354 yang di baiati Jamaah 354.
Bapak KH Kasmudi As-Sidqiy
Bapak Yusuf Thohir (ipar Amir 354)
Wakil Empat/ Wakil Imam Jamaah 354.
Juru Hukum 10 Jamaah 354.
Mubaligh Pakubumi.
Ulama 100 jamaah 354.
semua Imam kelompok, desa dan daerah.
semua pengurus Organisasi.
semua saudaraku yang masih beraqidah QHJ-354.

Silakan antum mendatangkan as-SYAIKH al-ALAMAH as-SALAFY YAHYA bin UTSMAN al-Mudarris bil Harom al-Makkiy as-Syarif, yang merupakan jalur isnad Jamaah 354 saat ini. Adakan TANYA JAWAB TERBUKA tentang segala sesuatu yang menjadi KERESAHAN dan KEGELISAHAN internal jamaah 354 saat ini.

Bila beliau as-Syaikh berhalangan, silakan antum mendatangkan as-Syaikh (Profesor) ad-Duktur MUHAMMAD bin UMAR BAZMUL, dosen di Universitas Ummul Quro Mekkah, yang salah satu kitabnya (al-Jama'ah wal Imamah) antum jadikan rujukan untuk memperkuat/mengesahkan Keamiran/keimaman QHJ-354.
(catatan: Beliau Syaikh Muhammad Bazmul datang mengisi Daurah Nasional di Bantul Jogja Juli 2010)

Adakan TANYA JAWAB TERBUKA tentang segala sesuatu yang menjadi KERESAHAN dan KEGELISAHAN internal jamaah 354 saat ini, seperti BAIAT KEIMAMAN 354, TAKFIR terhadap islam non-jamaah 354, INFAQ RIZQY 10%, sosok Kiai NURHASAN yang berdakwah dengan atraksi KESAKTIAN KEKEBALAN menggunakan jasa JIN, dll.

Silakan adakan TANYA JAWAB TERBUKA tersebut di depan Jamaah 354 dan ex-Jamaah 354 di kediri atau di Pondok Gede, atau lebih baik di Masjid Istiqlal Jakarta. InsyaAllah acara ini akan menjadi KEBAIKAN dan mendatangkan MANFAAT yang sangat LUAR BIASA bagi jamaah 354 dan ex-Jamaah 354, bahkan bisa menjadi SOLUSI TEBAIK bagi kedua belah pihak.

Atau silakan antum bertanya langsung kepada Ulama Syaikh Mufti Resmi di Masjidil Harom, di dalam masjidil harom ada beberapa ruangan khusus beberapa syaikh mufti untuk memberikan Fatwa dan Nasihat kepada siapa saja. Silakan bertanya disana dengan membawa penerjemah yang netral (biasanya pembimbing haji dari travel mafhum bahasa arab sana) atau mahasiswa indonesia yang bertebaran di sana.

Silakan bertanya untuk MENCARI KEBENARAN tentang konsep Keamiran/Keimaman yang SYAH menurut syariat dan bandingkan dengan Keamiran/Keimaman 354 dihadapan beberapa Syaikh Mufti, ceritakan kondisi SEBENARNYA Keamiran/keimaman Jamaah 354 (cara pengangkatan amir dll) dan aqidah antum APA ADANYA (tidaK BITHONAH/tidak RAHASIA), apa fatwa mereka tentang aqidah 354 dan Keamiran/Keimaman 354 ???

Seandainya antum tidak percaya kepada Syaikh-syaikh mufti di sana sebab mungkin namanya tidak terkenal di indonesia, silakan bertanya pada Imam-imam Masjidil Harom yang sering datang ke indonesia seperti Syaikh As-Sudais atau Syaikh As-Syuraim tentang aqidah 354 dan Keamiran/Keimaman 354 ???

Atau seandainya antum punya akses yang bagus kepada Ulama-Ulama besar Kerajaan Saudi Arabia (Haiah Kibar Ulama) dan Lajnah Daimah (semacam MUI di Indonesia) di Riyadh, silakan bertanya kepada mereka tentang aqidah 354 dan Keamiran/Keimaman 354 ???

Juga tanyakan kepada mereka tentang PRESIDEN NKRI (SBY) yang di pilih melalui demokrasi (UU buatan manusia)??
Juga tanyakan siapakah yang berhak disebut IMAM/PEMIMPIN kaum muslimin di wilayah indonesia saat ini??

InsyaAllah jawaban mereka semua intinya SAMA.
Sebab aqidah mereka SATU yaitu Aqidah Shohihah Ahlus sunnah wal Jama'ah!!!

semoga mereka (ulama Sholihin) selanjutnya menjadi pembimbing langsung kepada antum dalam keilmuan Islam yang Murni.
semoga menjadi perantara hidayah bagi antum.

11 syawwal 1431 Hijriyah
dari: Muhammad al-Jakarty
muhammad(dot)jkt(at)gmail(dot)com


NB:
1.jangan lupa bawa video kamera dan voice recorder.
2.silakan terima dengan LAPANG DADA apapun jawaban mereka.
3.selanjutnya ikuti ARAHAN mereka, termasuk jikalau mereka memerintahkan antum untuk MEMBUBARKAN JAMAAH 354 dan HIJRAH kepada Ahlussunnah Wal JAMA'AH yang SEJATI.

Didi mengatakan...

Semoga Allah SWT merahmati pembuat blog ini, selalu istiqomah, semoga Allh selalu meridhoimu...teruslah berdakwah sahabatku..