بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

BUKTI DUA WAJAH LDII

PERHATIKAN FOTO DI BAWAH INI,DENGAN KITA TANDAI SEORANG YANG DI ULAMA'KAN LDII YANG BERNAMA KASMUDI ASSIDIQ
LIHAT NO 6 :

POSISI JABATANNYA DALAM ALIRAN TERSELUBUNG INI SEBAGAI WAKIL EMPAT atau setingkat dengan WAKIL PRESIDEN.dia termasuk dedengkot yang aktif di "pergerakan islam jamaah bawah tanah" dan aktif juga di dalam ke organisasian LDII.

kemudian lihat foto dibawah ini
moment ini di ambil pada saat LDII mengadakan audensi dengan Bapak SBY presiden Republik Indonesia,sebagai bentuk budi luhur mereka untuk menghilangkan citra Isla Jamaah. KH kasmudi duduk di samping Ketua umum LDII Abdullah syam






kasmudi mempunyai dua jabatan di luar dan didalam,diluar beliau menjadi wakil ketua dewan penasehat DPP LDII dan di dalamnya beliau menjadi inspiratore penggerak islam jamaah saat ini,atau sering di katakan sebagai wakil empat/wakil presiden.


semoga bermanfaat

Comments
83 Comments

83 Response to "BUKTI DUA WAJAH LDII"

Anonim mengatakan...

wah kok bisa ya! kayak ampibhi

jeclay mengatakan...

MAU MENGELAK BAGAIMANA LAGI LDII, KALU DIRIMU DAH DITELANJANGI DI BLOG INI.APAKAH MASIH MO NGOMONG KALU DIRIMU ITU TDK ADA KAITANYA DGN ISLAM JAMAAH HEH..
USUL KEPADA PEMBUAT BLOG INI, UTK SEGERA MENGIRIMKAN MASUKAN BLOG INI KESITUS MUI UTK MENDAPATKAN TANGGAPANYA.

Anonim mengatakan...

pokoke taek bonjrot

yunus harahap mengatakan...

bah..bah...bah macam apa pula LDII ini,kok bisa ya?ga mau terang2an ama pemerintah bahwa LDII itu ISlam jamaah

Anonim mengatakan...

maunya kalian ini apa ...kok kerjaannya selalu membawa berita fitnah...jangan berbuat kerusakan di muka bumi donkey.....

Anonim mengatakan...

pihak ldii selalu ngomong fitnah dan fitnah, lah fitnahnya dimana gitu..apa msh menyangkal kalo ldii itu tdk ada hubunganya dgn islam jamaah gitu>>??. Apa masih krg bukti>>??.

Anonim mengatakan...

no comment

Anonim mengatakan...

capek dech melu LDII

Anonim mengatakan...

ya dah murtad bae kno ldii ya g kelangan kon dasar murtadan

Anonim mengatakan...

blog air mani korat karit muncrat metu koyo wong ngloco lak yo to

Anonim mengatakan...

jadi pejabat islam jamaah ldii menikmati gaji serta fasilitas2..yaitu
yg imamnya/pengurusnya punya fasilitas pembantu dan pekerja gratisan dgn membuat kafaroh calon mubaligh tugasan yg dihukumi berdosa krn melakukan suatu hal yg dianggap berdosa maka kafarohnya kerja jadi kuli bangunan/pekerja kebun, kalo punya uang kafarohnya bisa digantikan dgn uang. Selain itu juga bisa menggunakan tenaga rukyahnya bekerja dgn tdk dibayar di imam/pengurusnya dgn sebutan amal solih....

Anonim mengatakan...

durung maneh lungo neng ibadah kaji mben tahun gratisan rek...terus rumah Hud neng Mekah sing jarene omah sabilillah..lah rupane rukyah jamaah indonesia sing munggah kaji mung numpang wae...weleh..weleh..weleh..

Anonim mengatakan...

durung maneh imam/penguruse lungo ibadah kaji mben tahun gratisan rek...terus rumah Hud neng Mekah sing jarene omah sabilillah..lah rupane rukyah jamaah indonesia sing munggah kaji mung numpang wae turu glosor neng sak panggon2...weleh..weleh..weleh..

Anonim mengatakan...

nek murtad yo murtad bae kakehan cangkem cocot bacot nek pancen kesel tak idak2e cocote

helic mengatakan...

"nek murtad yo murtad bae kakehan cangkem cocot bacot nek pancen kesel tak idak2e cocote .."astaghfirulloh, iku omongan metu soko tutuke wong islam opo wong jahiliyah..????!!!

Anonim mengatakan...

Teringat sy waktu sblm dilakukan bai'at dulu, Sang Amir cerita..Pak Nurhasan dtg ke indonesia stlh belajar agama islam bbrp tahun di Mekkah yg waktu itu di arab Saudi dibawah pengaruh Wahabi, yg memerangi antara lain bid'ah, kurofat, syirik..shg pak Nurhasan waktu di indonesia jg memerangi penyakit bid'ah, syirik kurofat..tetapi stlh membaca yg dikupas oleh pihak salafi, kenapa ajaran beliaunya yg katanya wajib manqul, tdk sama dgn apa yg disampaikan oleh ulama2 besar Arab saudi yg notabene adlh ulama yg sepemikiran wahabi, dan lebih jauh lg kenapa banyak ajaran beliaunya yg dipaparkan pihak salafi diblog ini, bnyk bid'ahnya..atau synya yg dho'if ini tdk tahu apa yg sebenarnya dilakukan beliaunya tdk menyalahi aturan agama islam yg berdasar Alqu'an dan Alhadist..

Anonim mengatakan...

la sg gawe blog iki wong islam po kafir kok selslu menghina menghujat ngono yo di arani dakwah

Anonim mengatakan...

blog ini penuh dengan hujatan-hujatan bukan kritik membangun dan solusi. blog ini bertentangan dengan UU IT. yang membuat jelas tidak taat pada pemerintah. tidak mentaati UU yang dibuat pemerintah.katanya salapi harus taat pemerintah.

Anonim mengatakan...

mungkin yang bikin yahudi atau nasrani. bukan salafi. kalau salafi dia akan taat UU IT pemerintah. LDII mendekatkan diri dengan SBY (pemerintah)karena harus tunduk patuh pada pemerintah yang sah berdasarkan pancasila dan UUD 45.

Anonim mengatakan...

halah.. ldii itukan hanya membackup islam jamaah..kalau ldii bener taat pada pemerintah ya islam jamaah jangan dibuat berkembang. bukankah sdh jelas bahwa islam jamaah itu dilarang di indonesia..tex bulanan islam jamaah yg mengatakan satu2nya jamah spy taat patuh pada pemerintah yg syah itukan hanya pura2 saja. lah kalau benar2 taat dan patuh pada pemerintah ya membubarkan diri saja gitu..

Anonim mengatakan...

salapi sing ditaati jane yen dudu pemerintah ki sopo?? karo UU IT ora taat, karo butir2 panasila ora taat.
opo apike taat bankimon ae..opo yo

Anonim mengatakan...

UU IT mana yg dilanggar Gan..????

Anonim mengatakan...

PEKOK!!!
jare ngaku salapi. ora tau moco nasehat ijtihat presiden kepada salapi. ora pernah amrin jamiin karo presiden . ora mudheeng dalil wong iman yen ora iso amrin jamiin kudu ijin.

Anonim mengatakan...

mboh dalile opo neng hadist opo, nek gak smbung yo wajiiibb ditobati..kecuali izin.. kuabeh ijtihade bapak imam kudu dijalankan meskipun menyelisihi Qur'an Hadist, lah engko neng akhirat ben bapak imam sing mempertanggung jawabkan neg gusti Alloh..opo yo ngono pengertian lan pemahamane..

Anonim mengatakan...

lha awakmu dadi salapi sambung neng presiden carane piyo pekok?

Anonim mengatakan...

salapi iku ayat amrin jamiin sudah tidak berlaku.
lha wong firqoh kok nganggo amrin jamiin barang.

Anonim mengatakan...

ayat amrin jamiin kalah karo hadist palsu rowahu mbah dul. " sendiri-sendiri itu bisa disebut jamaah" (HR.dul)

Anonim mengatakan...

ayat amrin jamiin kalah karo hadist palsu rowahu mbah dul. " sendiri-sendiri itu bisa disebut jamaah" (HR.dul)
" Ibnu Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu: “Al Jama’ah itu ialah setiap yang sesuai dengan al-haqq walau engkau seorang diri.” Dalam riwayat yang lain dikatakan: “Al Jama’ah adalah siapa saja yang sesuai dengan ketaatan kepada Allah walaupun engkau sendirian.ini penjelsan ulama,lantas dari mana anda mengambil pemahaman mengenai jamaah itu..dari firqoh islam jamaah gitu..apakah itu hanya ro'yumu saja>>??.

Anonim mengatakan...

seorang diri bisa dikatakan jamaah itu apabila dia uzlah. seperti hadist : sebaik-baiknya orang adalah 1. yang jihad fisabilaliah , 2. seorang laki-laki yang menyendiri dilereng gunung ( uzlah ) karena takut kerusakan manusia..

kalo orangnya banyak masa sholat harus sendiri-sendiri. lebih dari 1 orang saja sholat itu wajib berjamaah kalo ga ada halangan.

kalo sudah kamu sudah yakin imammu presiden, ya tinggal amrin jamiin sama presiden sana.

Anonim mengatakan...

Coba ente tanyakan atau membaca buku tulisan dari ulama2 besar Masjidil Harom maupun Nabawi, adakah berpendapat/sepemahaman dgn ajaran islam jamaah ldii yg kaitanya dgn masalah takfir,surat tobat, isrun dllnya heh???.
mengenai pemahaman berjamaahpun berbeda..
Qur'an hadist serta dalil-dalil yang digunakan sama tetapi apa yang dimaknai antara kedua pihak yang berilmu ini berbeda, jika sang murid (Ulama islam jamaah(Pak nurhasan CS)/ LDII) memahami bahwa “Jamaah” itu diwujudkan dalam “Baiat” dan “BerAmir” sementara “Para Guru” (Ulama-ulama Masjidil Harom, Ahli Hadist, Darul Hadist) memahami pngertian “Jamaah” sebagai kesatuan Umat Islam yang menegakkan, mempelajari, mengamalkan, memurnikan Alquran dan Sunnah Rasulullah SAW dari zaman Rasulullah SAW, Para Sahabat, Tabiin, dan seterusnya hinga Kiamat nanti, merekalah sebagai orang-orang yang dalam hadist-hadist itu yang disebut dengan menetapi “Jamaah”.

Anonim mengatakan...

1. DALIL JAMAAH IMAMAH DAN BAIAT
Menetapi jamaah muslimin, berbaiat dan taat kepada imamnya adalah syariat yang tak terbantahkan berdasarkan hadits-hadits shohih dan mutawatir. Hanya apa dan siapa yang dimaksud dengan jamaatul muslimin dalam hadits - hadits tersebut , masih dalam perdebatan diantara jamaah-jamaah islam yang ada sekarang ini……
Pengertian “al-jamaah” dalam konteks jamaatul muslimin dimana wajib be2iltizam`didalamnya (taat kepada pemimpinnya dan tidak farroqo darinya) adalah jamaah/masyarakat muslim pada umumnya , dalam FATKHUL BAARY - Kitabul Fitan - Baabu Kaifal Amru Idzaa lam Takun Jamaatun - dijelaskan:
“…… dan al jamaah - adalah - as sawadul a’dzom, kemudian dia (Ath Thobary) membawa hadits dari Muhammad bin Sirin dari Abi Mas’ud , bahwasanya dia berwasiat kepada orang yang bertanya kepadanya ketika terbunuhnya Utsman : tetaplah kalian pada al-jamaah, maka sesungguhnya Allah tidak akan mengu-pulkan umat Muhammad atas kesesatan …….…..berkata Ath Thobary : Dan yang sebenarnya bahwa maksud dari kalimat “luzumil jamaah” adalah mereka yang berada dalam ketaatan atas seseorang, yang mana mereka (manusia=umat islam ) telah bermufakat /ijtima’uu atas keamirannya, maka barang siapa yang merusak baiatnya maka keluar dari jamaah. Dia berkata : dan di dalam hadits , sesungguhnya ketika tidak ada bagi manusia seorang imam, maka manusia berpecah belah menjadi beberapa golongan (ahzaban), dan jangan`mengiku4i pada salah satu firqoh dan tingggalkanlah kesemuanya jika mampu, demikian itu karena takut terjatuh dalam kejelekan…….”
Al Hakim dalam Al Mustadrak ala Ash Shohihain meriwayatkan sebuah hadits dari Ibnu Umar tentang sabda Rasulullah s.a.w : “ Allah tidak akan mengumpulkan umat ini atas kesesatan selamanya, dan Nabi bersabda : Pertolongan/kemenangan Allah (Yadullah) atas al-jamaah maka ikutilah as-sawadul a’dzom , dan sesungguhnya barang siapa yang syadzdza (infirod anil jama’ah = melepaskan diri dari jamaah)`maka keluarnya menuju neraka”

Anonim mengatakan...

Ulama besar Muhammad Abdur Rauf Al Hadady dalam FAIDHUL QODIR menjelaskan bahwa lafadz al jamaah dari hadits Abi Dzar yang diriwayatkan Imam Ahmad dalam sabda nabi “ fa alaikum bil jamaah ” (maka menetapilah kalian pada jamaah), yang di maksud adalah “ilzamus sawadul a’dzom min ahlil islaam” (tetapilah ‘sawadul a’dzom’ dari ahli islam).
Dari kitab yang sama makna lafadz sawadul a’dzom dalam hadits nabi yang diriwayatkan Anas bin Malik dalam Sunan Ibnu Majah yang berbunyi “fa alaikum bissawadul a’dzom” (menetapilah kalian pada as- sawadul a’dzom) adalah “menetapilah kalian pada “jamahiril muslimin” (mayoritas umat muslim)….
Adapun pengertian lafadz “al jamaah” yang terdapat dalam beberapa hadits di bawah ini adalah sebutan khusus oleh nabi kita s.a.w dan sahabatnya bagi firqotun najiyah:
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik dalam Musnad Abi Ya’la , ketika nabi menjelaskan bahwa hanya satu firqoh dari 73 firqoh yang selamat dari neraka , Anas bertanya: “….ya nabiyallah siapakah firqoh itu? Nabi berkata: Al-Jamaah” ….kemudian Yazid Ar Roqosy bertanya pada Anas :” wahai Aba Hamzah, maka manakah Jamaah? Anas berkata: “ beserta umaro kalian, beserta umaro kalian.”
Hadits riwayat Abi Darda’ , Abu Umamah dan Anas dalam Jamiiul Masanid Wal Murosil, nabi s.aw bersabda : “ Dan sesungguhnya umatku berpecah belah atas 73 firqoh, kesemuanya atas kesesatan kecuali as-sawadul a’dzom, yaitu orang yang menetapi atas apa yang aku dan sahabatku tetapi”
Anas bin Malik dalam Musnad Abi Ya’la menyampaikan sabda nabi s.a.w : “…. Dan sesungguhnya umatku akan berpecah belah atas 72 firqoh kesemuanya di neraka kecuali as-sawadul a’dzom, berkata Muhammad Ibnu Bahr: yakni Al-Jamaah ”
Sebuah hadits dalam Jamiiul Masanid wal Marosil dari Salim bin Qois Al A’miry tentang jawaban Ali bin Abi Tholib ketika ditanya oleh Ibnu Al Kawwa , “…adapun al-jamaah, demi Allah, adalah perkumpulan ahli haq meskipun sedikit, dan al-firqoh adalah perkumpulan ahli batil meskipun banyak…..” atau dengan lafadz yang berbeda dari Abdillah bin Hasan ,”….adapun ahli jamaah, maka aku dan orang yang mengikutiku meskipun sedikit dan demikian kebenaran dari perkara Allah dan rasulNya, adapun ahli firqoh maka orang yang menyelisihi aku dan pada orang yang mengikutiku meskipun banyak……”
Jadi firqotun najiyah yang disebut rasulullah s.a.w sebagai al-jamaah adalah ahli haq yang mana mereka mengikuti nabi dan sahabatnya, sedangkan para sahabat diperintahkan nabi untuk beriltizam`(menetapi) $an tidak berfirqoh / memisahkan diri dari jamaah muslimin umumnya, beriltizam/talzamuu adalah perintah untuk tetap di dalamnya (jamaatul muslimin) bukan membentuk jamaah muslimin.
Adapun kepada siapa baiat itu diberikan , sikap sahabat Abdullah Ibnu Umar setidaknya dapat menjadi pertimbangan kita, sebagaimana dikisahkan dalam FATKHUL BAARI Jilid 15 hal. 105 - Kitabul Ahkam- Baabu Kaifa Yubai’ul Imaamun Naas :
“…….Dan Abdulloh ibnu Umar di masa itu menahan diri untuk berbaiat kepada Ibnu`Zubair atau0un kepada Abdul Malik, sebagaimana (dulu) beliau enggan berbaiat kepada Ali atau Muawiyah, kemudian beliau berbaiat kepada Muawiyah (setelah Ali meninggal) ketika terjadi kesepakatan bersama Hasan bin Ali dan manusia telah berkonsensus/mufakat (ijtima’) atas Muawiyah, dan berbaiatlah beliau kepada anaknya yaitu Yazid setelah matinya Muawiyah karena kemufakatan manusia atasnya (Yazid). Kemudian beliau menahan diri dari pembaiatan atas salah seorang (khalifah) ketika terjadi ikhtilaf ( perselisihan Ibnu Zuba)r dengan Marwan, kemudian Marwan meninggal dan digantikan Abdul Malik -pent ) sampai terbunuhnya Ibnu Zubair, dan para penguasa/mulk (Hijaz, Mesir, Irak, Syam , Maghribi dll-pent )

Anonim mengatakan...

kesemuanya berketetapan (intadzom) kepada Abdul Malik, maka berbaiatlah Ibnu Umar kepada Abdul Malik pada saat itu. Maka inilah makna ucapan “ ketika manusia bermufakat/ijtima’ atas Abdul Malik” (- lafadh ini adalah ucapan Abdullah bin Dinar yang diriwayatkan dalam Hadits Sunan Al Kubro Lil Baihaqi- Baabu Kaifiyatil Baiat - pe.t )`
dan Ya’qub bin Sufyan mentakhrij di dalam tarikhnya dari jalur Said bin Harbin Al Abdiy, dia berkata : …mereka mengirim utusan kepada Ibnu Umar ketika Ibnu Zubair dibaiat, maka Ibnu Umar mengulurkan dan menggoyangkan tangannya , lalu berkata : “Demi Allah , aku tidak memberikan baiatku di dalam firqoh, dan aku tidak menahan baiatku dari jamaah (jamaah muslimin)….”
Apabila kita dapat memahami penjelasan di atas, tentu kita dengan lapang dada menerima ucapan Syaikh Shalih bin Fauzan Al-Fauzan (dalam Muraja’att fi fiqhil waqi’ as-sunnah wal fikri ‘ala dhauil kitabi wa sunnah): “Bai’at hanya boleh diberikan kepada penguasa kaum muslimin. Bai’at-bai’at yang berbilang-bilang dan bid’ah itu merupakan akibat perpecahan. Setiap kaum muslimin yang berada dalam satu pemerintahan dan satu kekuasaan wajib memberikan satu bai’at kepada satu orang pemimpin. Tidaklah dibenarkan memunculkan bai’at-bai’at yang lain. Bai’at-bai’at tersebut merupakan hasil perpecahan kaum muslimin pada zaman ini dan akibat kejahilan tentang agama….”
Selama sebuah komunitas umat islam dalam suatu wilayah tidak berada di bawah kekuasaan seorang pemimpin muslim maka perintah talzamu jamaatal muslimin wa imamahum tidak berlaku. Dalam keadaan yang demikian itu, misalkan, ada sekelompok kecil yang berusaha memurnikan agama islam ( sesuai pemahaman mereka atau yang sesungguhnya sekalipun!!!), mereka membentuk ”sebuah jamaah muslimin” serta mengangkat imam dengan berbaiat kepadanya, sedangkan umat muslim yang lain menolak dan tidak`mengaku) keimaman tersebut. Apakah kita dapat mengatakan bahwa perkara umat Muhamamd/umat islam telah berkumpul - telah terdapat jamaatul muslimin - ??? , atau sebaliknya yang terjadi adalah perpecahan / firqoh / ahzaban …….. apakah umat islam yang tidak membentuk ”sebuah jamaah muslimin” dikatakan farroqo anil jamaah……??? ataukah kelompok kecil “ahli haq”(?) tersebut yang dinamakan firqoh ???
Sejarah mencatat bahwa banyak khalifah atau penguasa muslim yang menjadi penguasa dengan cara yang tidak`syar’i, beb%rapa diantaranya karena keturunan (wasiat ?) seperti Yazid bin Muawiyah serta para penerus dinasti Umayah, Abasyiah, Fatimiyah ataupun kekhalifahan negeri Maghribi, dan sebagian lagi dengan pedang serta perebutan kekuasaan seperti Abdul Malik dan para pendiri dinasti yang merebut kekuasaan dari dinasti yang berkuasa sebelumnya, dan pada masa tersebut sahabat, tabiin, tabiahum serta ulama - ulama ahli sunnah berada dibawah kekuasaan mereka.
Pergantian pemimpin dengan wasiat atau dengan merebut`kekuasaan b!ik dengan pedang maupun tanpa mengalirkan darah dari penguasa muslim yang masih melaksanakan sholat (baik mereka mengakhirkan ataupun tepat waktu) sama-sama tidak sesuai dengan minhajun nubuwah. Adakah perbedaan seorang pemimpin muslim yang dijatuhkan lewat pedang dengan pemimpin yang dijatuhkan lewat pemilu, adakah salah satu dari kedua cara tersebut yang lebih mendekati syariat ? Apakah system dinasti dalam kepemimpinan islam lebih syar’i daripada sistem pemilu ?
Apakah sistem monarkhi lebih`syar’i dari0ada`kepresidenan atau demokrasi?
Adakah dalil bahwa yang mensyaratkan bahwa bila semua ”anggota” komunitas umat islam berakidah lurus( bebas bid’ah, kurafat, tahyul, tak tercampur syirik sama sekali) berilmu dan dapat menegakkan hukum islam secara kaffah barulah dapat dikatakan JAMAATUL MUSLIMIN ?
Dimanakah kita sekarang ? dalam keadaan firqoh-firqoh atau dibawah kepemimpinan yang fujur/syar??? ?

Anonim mengatakan...

bagi salapi tinggal milih diantara 2 akidah :
- jamaah itu sendiri-sendiri
- atau jamaah itu imamnya presiden

ga boleh dicampur aduk menjadi standar ganda.

Anonim mengatakan...

http://www.blogster.com/wongpinter/harus-berbentuk-negara

http://fathurkamal.staff.umy.ac.id/?p=80

Anonim mengatakan...

klau ngomentari LDII capai disik kan jenenge yakari..(logat jawa) di bubarkan ganti nama LDII di daerah solo sekitarnya banyak .dan ajaranya memang nyleneh contoh..dlm mengupas al quran lsg pd musyaf..apa nggak merendahkan musyaf...di corat coret nggak karuan...trus klau ada org non anggota sholat di pel 7 kali emang babi kali ye yang sholat..merasa plg suci...satu lg klau hujan jemuran di angkat ama org lain di cuci lg..emang yg ngangkat babi kl ya..dan masih banyak lg yg lain ..cuman LDII bulus meloby pemerintah biar nggak di bubarin ky yakari dulu...tp biarlah tg jawab ama allah sana...karena sy cinta damai spt yang alm gus dur ajarkan.....

Anonim mengatakan...

http://www.blogster.com/wongpinter/harus-berbentuk-negara

http://fathurkamal.staff.umy.ac.id/?p=80

Anonim mengatakan...

getun aku ngaji semono semene suwine neng ldii, kok nggletek jawabe nganggo dasar http://www.blogster.com/wongpinter/harus-berbentuk-negara

Anonim mengatakan...

jamaah itu sendiri-sendiri adalah hadist palsu yang dinisbatkan kepada ibnu mas'ud. Ada 3 orang perowi yang dituduh pendusta dan ada perowi lagi syi'ah. derajad hadist ini munkar ini kalah jauh dibanding HR.darimi "la islama ila bil jamaah". hadist palsu tersebut tidak bisa untuk memansuh ayat amrin jamiin.

Anonim mengatakan...

"jamaah itu sendiri-sendiri adalah hadist palsu yang dinisbatkan kepada ibnu mas'ud. Ada 3 orang perowi yang dituduh pendusta dan ada perowi lagi syi'ah. derajad hadist ini munkar ini kalah jauh dibanding HR.darimi "la islama ila bil jamaah". hadist palsu tersebut tidak bisa untuk memansuh ayat amrin jamiin".

Mohon pencerahanya, hadist mana yg menyatakan perowi tsb dituduh pendusta serta siapa perowi yg beraliran syi'ah..

Anonim mengatakan...

bagaimana dgn tulisan saudara salafi yg saya copy pastekan dibawah ini,

dalil laa islama ila bi jama'ah ternyata ditemukan cacat. dan bila di tambah kata2 "baiat" oleh grup gurubesar cs.. jadilah hadits ini palsu/ maudu'.

yg benar di sahih bukhori dan sahih muslim: BUNIYAL ISLAM ALA KHOMSIN. ISLAM DIDIRIKAN ATAS 5 DASAR:
1. SAHADATAIN
2. MENDIRIKAN SOLAT
3. MENUNAIKAN ZAKAT
4. PUASA ROMADON
5. HAJI (bila mampu)
dan setelah ini tdk ada lagi persyaratan2 lain dari ROSUL SOLOWLOHUALAIHI WASALLAM.
jgn di definisikan dg hadits darrimi laa islama ila bi jamaah..walaa baiata ila bi toah, jangan! ini hadits cacat /palsu!!

Anonim mengatakan...

Mohon pencerahanya, hadist mana yg menyatakan perowi tsb dituduh pendusta serta siapa perowi yg beraliran syi'ah..
1 Agustus 2010 19:34
---------------------
jare salafi ahli hadist-hadist shohih. masa hadist palsu kaya gitu ga mudheng!!! iki salafi tenan opo rakitan???

Anonim mengatakan...

Wong ndablek...!!!

Inti di sini tuh, Islam didasarkan atas 5 perkara rukun Islam.
Selama si A menjalankan rukun Islam tersebut, gak berhak bagi siapapun untuk bilang kalo si A kafir, si A murtad.

Jagan nganggep pula si A kafir karena nggak mengamalkan hadist dhoif : laa islama ila bi jamaah..walaa baiata ila bi toah

Anonim mengatakan...

jare salafi ahli hadist-hadist shohih. masa hadist palsu kaya gitu ga mudheng!!! iki salafi tenan opo rakitan???

saya sampai saat ini masih ngaji di ldii. Dan saaat ini ngaji ibnu majah jilid 2 yg sptnya lain dgn ngaji ibnu majah jilid ke 1.
kalau ngaji ibnu majah 1 tdk ditunjukan shoheh atau dhoifnya hadist tsb, pokoknya hadistnya begitu. Tapi utk ngaji ibnu majah 2 ditunjukan shoheh/dhoifnya hadist tsb., meskipun mubalighnya sering tdk tahu dasar shoheh/dhoifnya hadist yg dikajikan tsb, pokoknya manqulnya demikian, kata mubaligh yg ngajar dikelompok saya.

ibnu mengatakan...

lha bagaimana orang tau kalo jalannya surga harus lewat islam jokam, lha wong kalo ditanya kamu punya amir nggak? jawabnya: oh, nggak ada, yg ada hanya ketua..... masa mau masuk sorga kok sembunyi2....apa takut jatahnya diambil orang.....hhhhh....
apalagi mau menegakkan hukum, apalagi melindungi rakyat nya, mengamankan wilayahnya dari kejahatan,apalagi menjaga wilayah dari serangan musuh.....apa bisa sambil sembunyi2.....lha wong dia diumpetin.....

Anonim mengatakan...

tanyanya salah.
kalo tanya LDII punya imam ga? itu jelas jawabnya Ga ada. karena di ad art LDII ga ada imam. tapi kalo tanya jamaah ada imamnya ga. jawabnya pasti ada! anak SD saja tau, sholat berjamaah saja perlu imam.
mosok jamaah kok sendiri-sendiri.
hadist palsu digawe dasar.

Anonim mengatakan...

#tanyanya salah.
kalo tanya LDII punya imam ga? itu jelas jawabnya Ga ada. karena di ad art LDII ga ada imam. tapi kalo tanya jamaah ada imamnya ga. jawabnya pasti ada! anak SD saja tau, sholat berjamaah saja perlu imam.

+Kmnya sudah di B yg artinya dibai'at apa belum..
kalau sdh di B, dan bila kmnya jjr, mk sebelum di B di islam jamaah ada kata pengantar yg mengajari yg antara lainya kalau ditanya orang HUM artinya orang diluar komunitas islam jamaah, apakah sampean punya amir, mk disuruh menjawab tdk punya, yg ada adalah pimpinan ldii..

Anonim mengatakan...

yang lebih seru ada di http://dinulkholish.blogspot.com

Anonim mengatakan...

yang ngaji di LDII itu banyak mas. ada yang baru dan ada yang lama. yang baru ngaji mungkin dari NU kamu tanya imammu siapa? mungkin jawabnya : imam hambali, hanafi, maliki dll
yang dari muhamadiyah ditanya imammu siapa? jawab : SBY
yang dari salafi : imammu siapa? jawabya : jamaah itu sendiri sendiri ga ada imam ga apa-apa.

lha kok yo pekokmen saben wong ngaji di ldii ditakoni imamu sopo? opo yo ora ono gawean liyo.

Anonim mengatakan...

mungkin salapi, golek konco. aku iki jamaah tapi sendiri-sendiri. liyane jamaah tapi nduwe imam dewe-dewe.
makane golek konco ngejak wong supoyo jamaah iku sendiri-sendiri ae. rasah katek imam

Anonim mengatakan...

Kalo sampeyan ditanya : di LDII amir/imam nya sapa mas...???

Jawabannya pasti Nur Hasan Ubaidah Luar Biasa.

Tapi kenapa di direktori LDII, Abdullah Syams mengaku tidak ada amir/imam di LDII.

Tanya kenapa...???

Agama kok didasar atas kebohongan?

Anonim mengatakan...

seandainya imamah jamaah 354 hukumnya boleh, hal itu tetap tidak bisa menjadi pembenaran bahwa orang islam diluar imamah jamaah 354 itu hukumnya kafir. ekses dan konsekwensinya berat yaitu:
terjadi penzaliman pada kaum muslimin akan hak-hak kemuslimannya..

Anonim mengatakan...

Kalo sampeyan ditanya : di LDII amir/imam nya sapa mas...???

Jawabannya pasti Nur Hasan Ubaidah Luar Biasa.
-----

kalo ditanya di ldii ada imamnya pasti ga ada.
kalo di tanya jamaah ada imamya pasti ada.

beda dengan salafi. jamaah ada imamya ga?
jawabnya ga ada. jamaah itu sendiri-sendiri ga apa-apa. (rowahu gemblung)

Anonim mengatakan...

Semua menjadi ternetralisir kalau melihat di http://dinul-kholish.blogspot.com/

bambang mengatakan...

maw tanya knapa laki2 dluar ldii ga boleh menikah dengan perempuan ldii,kata nya ldii dah bwat ajaran baru n ga mengkafirkan orang di luar ajarannya????

bambang mengatakan...

saya mohon balasan nya....

Anonim mengatakan...

saya mau tanya: mengapa dengan mengamalkan imamah, kok hasilnya jamaah 354 jadi menghukumi kafir pada umat islam yang tidak beat pada imamnya? umat islam di indonesia adalah 100 juta lebih ( di dunia ada umat islam berjumlah 1 miliar jiwa), sedangkan warga LDII sekitar 300.000-an ( saya masih aktif di jokam dan di daerah saya saja, jakarta x hasil sensus rukyahnya hanya 7000 jiwa sak daerah) . maka hasilnya adalah ldii yang sejumlah kira-kira 300 ribu sak Indonesia. Lucukan jamaah 354 yang mikroskopik ini berfantasi golongannyalah yang masuk surga sendiri, sedangkan yang umat islam Indonesia (dan dunia) yang mayoritas masuk neraka. Begitulah kiranya akidah jamaah 354

wahdah islamiyyah mengatakan...

dibanding dengan jamaah muslimin ( jamaah umm/jamaah induk), jumlah pengikut jamaah takfiri 354 memang sangatlah mikroskopik.

tapi mereka anehnya merasa paling hebatloh, berfantasi hanya golongannya sendiri yang masuk surga orang islam diluar imamahnya adalah kafir. konyol ngga sih?

nurhasan yang katanya ngelmu 10 tahun dimekah didewa-dewakan.padahal ada ribuan ulama yang lebih dari 10 tahun yang ngelmu di haramain.

kalau jamaah 354 berakidah khawarij dan takfiri, apa mereka ngga takut kalau nanti diakhirat ternyata mereka malah tergolong 72 golongan yang masuk neraka, sebab jamaah yang sebenarnya tidak berakidah khawarij.

semoga saja jamaah 354 bisa tersadar dari khayalan-khayalannya

Anonim mengatakan...

حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ يُوسُفَ عَنِ الْأَعْمَشِ عَنِ ابْنِ أَبِي أَوْفَى قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ الْخَوَارِجُ هُمْ كِلَابُ النَّارِ

Rasulullah bersabda : Khawarij itu anjing-anjing neraka ( rowahu ahmad sanadnya hasan)

Anonim mengatakan...

mas bambang (sptnya ini orang luar)....,
kalo mau nikahi cewe' ldxx, silahkan cari saja anaknya pak kasmudi di gersik, siapa tau boleh... hehehe...

merah padam mukanya pak guru besar ni ye...

Anonim mengatakan...

Yohanes Andy :
Semua Islam di indonesia yang rukun..?semua sama saja..ingat indonesia harus dibangun berdasarkan kebersamaan..yg tinggal di Indonesia ini banyak sekte dan agama marilah kita bangun ekonomi kerakyatan..sehingga bangsa kita bisa maju..ekonomi makmur…dan kenapa ya negara..kalau negaranya islam kok senengannya ribut berantem sendiri..semuanya pada ingin masuk surga sendiri..yg lainnya kelaut aja…apa islam sesuai kritikan Paus Bennediktus..yaitu suka akan KEKERASAN ,bahkan ki joko bodo..sendiri ngaku dia yang masuk surga…ingat negara kita bukan negara Islam !!! marilah kita bikin maju negara kita…masa kita kalah dengan korea..jepang..china..bahkan komboja….yang menurut sudut pandang orang islam,mereka adalah negara KAPIR,anehnya Indonesia yg islamnya banyak masih tergantung pada negara kapir tsb,apa org islam ga malu… mereka lebih makmur…apa karena di negara itu islamnya ga berkembang ya…alias dikebiri..jadi negaranya gak ribut..? Saya yakin negara jepang dan china kalau islamnya banyak spt indonesia…pasti negara tsb tdk akan maju..karena ribut terus..dan ribet semua rakyatnya selalu membahas “SIAPA YANG AKAN MASUK SURGA ” akhirnya jadi ribut dan sering berantem sendiri…dan contohnya adalah Indonesia…islamnya suka ribut dan berantem sendiri.Maka saya sangat setuju kalau sekali-kali presidennya jangan orang islam,tapi dari agama lain..biar ganti suasana.Dari pada pada ribut,lebih baik memperbaiki diri sendiri…karena saya tau banyak orang yang beragama islam kok masih melakukan kejahatan..ada yg mencuri…merampok…jadi preman..membunuh…berjudi,bahkan kalau anda sweeping di kompleks pelacuran..yang jadi pelacur dan yang main kepelacuran tsb…kok KTP nya agama islam…emank kalau dalam islam apa kaya gini ga apa-apa…?makanya saya sih setuju dengan tindakan islam FPI yaitu orang-orangnya memperbaiki diri sendiri..dengan mengobrak-abrik tempat maksiat tersebut…cuma yg gak setuju…seragam baju mereka terlalu mengkultuskan islam…mbok ya bajunya lebih nasionalis saja…misalkan waktu aksi memakai baju adat…mungkin kawan-kawan dari agama lain dengan suka rela ikit membantu…(koreksi untuk kang habib Rizieq).marilah kita bangun negara kita..supaya maju berdasarkan PANCASILA jangan berdasarkan KITAB ORANG ISLAM, sehingga ekonomi kita makmur untuk anak cucu…yaitu dimulai dengan giat usaha membangun ekonomi keluarga,tekun,ulet…tdk ribut..dengan demikian kita bisa keluar dari krisis ini…dan NANTINYA NILAI TUKAR DUNIA ADA TIGA MATA UANG YAITU DOLAR,EURO DAN RUPIAH…mungkinkah ini terjadi….salam yohanes and

Anonim mengatakan...

Hati-hati Mauluddin ahlul bid'ah!!!

Mauluddin berijtihad bid'ah agar salafi tetap dalam ldii, ngaji dalam ldii (mengatakan fbbl bid'ah tp perintahnya jg fbbl pada salafi)

Kalo ga ngakui kebenaran ldii yah keluar aja, ldii tdk pernah merasa kehilangan kalo salafi keluar dr ldii, lagipula masjid ldii adalah hasil infaq yg kalian katakan bid'ah, jadi jangan campur adukkan amalan kalian dgn hasil bid'ah...

Anonim mengatakan...

mas...ini bulan puasa kalo ngomong jangan asalan saja,gak takt ya kalo puasanya gak dapat pahala.contoh: 1. memfonis mauludin ahli bidah,apakah anda sudah tahu definisi orang2 yang di sebut ahli bidah.2.menuduh mauludin ijtihad kesalafi supaya tetep di LDII.dan tuduhan2 yang lainya tolong buktikan dulu tuduhan2 itu jangan asal ngomong.ingat...ingat... INNII SHOOIMUN.

Anonim mengatakan...

karena inni shoimuun makanya sy ingatkan pd salafiyun...

salafi mengatakan infaq bid'ah, tp salafi yg tdk mau keluar 354 menggunakan fasilitas hasil bid'ah, hukumnya munafiq atau termasuk ahlul bid'ah???

Salafi n mauluddin mengatakan 354 bid'ah, tapi memerintahkan pada salafi jangan keluar dari 354, apakah bukan perintah bid'ah???

Anonim mengatakan...

pembelaan itu ada ayatnya:
Jahidu fi sabililahi bi 'amwalikum wa anfusikum. (surat shof)

intinya orang iman itu harus mengeluarkan harta untuk pembelaan supaya agama tetap jalan. mau 2,5%, 5%, 10% , 15% perbulan terserah. kalau ga punya uang bisa dengan tenaga.
kalau ga mampu sesuai ijtihad/ merasa berat ya mampunya berapa. yang penting tetep membela. Ayat pembelaan tidak dimansuh.

Anonim mengatakan...

mau 2,5%, 5%, 10% , 15% perbulan terserah.

Di eldehihi kok bisa sampe 10 %ya?
Kenapa gak 5 % aja?
Kenapa semua nya dipukul rata 10 %?
Gaji 10 juta dipotong 10%.
Gaji 1 juta dipotong 10%.

Abis dooong...

Mending kalo jelas pembukuannya. Nah ini, setiap ditanya kemana duit nya, jawabannya pasti gak pernah jelas.

Anonim mengatakan...

salapi..
nganggep infak bid'ah.
nganggep patungan kurban lebih 7 orang bid'ah.
jadi benalu n pake fasilitas jamaah.
Ga gelem urun kurban, nganggep patungan kurban bid'ah tapi jaluk daginge paling akeh.
nyrobot mesjide NU.

Anonim mengatakan...

lha iyo
ngising neng jeding mesjide jamaah
adus, wudhu, kadang-kadang turu neng mesjide jamaah
takjilan njupuk mangane akeh
Daging kurban njaluk akeh.
kadang-kadang muleh gowo sandal luwih apik

ora gelem infak..
ora gelem melok patungan kurban

ngono ae isih ngelek-elek jamaah.
opo yo halal??
isih mending neng jamaah ora diapa2ke.

menongso mentale koyo ngono mlebu salafy opo ora malah ngrekasaake salafy. ora gelem infak ngentek2i pangan, listrik dll

Anonim mengatakan...

Saya salah seorang warga LDII. Dan saya sangat bersyukur pada Alloh SWT dengan saya sering mengikuti pengajian di masjid2 LDII, saya bisa mempelajari Al-Qur'an dan Al-Hadist sehingga hidup saya punya arah. Saya sangat berharap kepada saudara saya sesama muslim agar hidup rukun sesuai keyakinan kita. Kalau mau memerangi maksiat, perangilah tempat2 maksiat misalnya panti pijat, diskotek dll. Jangan kami yang cuma ingin belajar Al-Qur'an dan Hadist ini yang malah diperangi. Apalagi kita sama2 muslim. Secara pribadi saya tidak berhak menentukan surga neraka seseorang, semuanya hanya Alloh yang tahu, tentu dengan pengamalan orang yang bersangkutan. Semoga Alloh SWT mengampuni dosa2 kita, amiin.

Anonim mengatakan...

perangilah tempat2 maksiat misalnya panti pijat, diskotek dll.

---------------------------

mosok bolo dhewe diperangi mbak/mas.

ibnu mengatakan...

"Apalagi kita sama2 muslim. Secara pribadi saya tidak berhak menentukan surga neraka seseorang"
-----------------------------------

benar nich muslim diluar golongan sampean dianggap islam ..... bukannya wong njobo, hum,hidupnya nggak halal, ibadahnya belum syah karena belum baiat kpd AA' Abdul Azis SA?

muhammad mengatakan...

Surat Terbuka Kepada:

Bapak Imam Abdul Aziz Sulthon Auliya bin Nurhasan al Ubaidah AMIR 354 yang di baiati Jamaah 354.
Bapak KH Kasmudi As-Sidqiy
Bapak Yusuf Thohir (ipar Amir 354)
Wakil Empat/ Wakil Imam Jamaah 354.
Juru Hukum 10 Jamaah 354.
Mubaligh Pakubumi.
Ulama 100 jamaah 354.
semua Imam kelompok, desa dan daerah.
semua pengurus Organisasi.
semua saudaraku yang masih beraqidah QHJ-354.

Silakan antum mendatangkan as-SYAIKH al-ALAMAH as-SALAFY YAHYA bin UTSMAN al-Mudarris bil Harom al-Makkiy as-Syarif, yang merupakan jalur isnad Jamaah 354 saat ini. Adakan TANYA JAWAB TERBUKA tentang segala sesuatu yang menjadi KERESAHAN dan KEGELISAHAN internal jamaah 354 saat ini.

Bila beliau as-Syaikh berhalangan, silakan antum mendatangkan as-Syaikh (Profesor) ad-Duktur MUHAMMAD bin UMAR BAZMUL, dosen di Universitas Ummul Quro Mekkah, yang salah satu kitabnya (al-Jama'ah wal Imamah) antum jadikan rujukan untuk memperkuat/mengesahkan Keamiran/keimaman QHJ-354.
(catatan: Beliau Syaikh Muhammad Bazmul datang mengisi Daurah Nasional di Bantul Jogja Juli 2010)

Adakan TANYA JAWAB TERBUKA tentang segala sesuatu yang menjadi KERESAHAN dan KEGELISAHAN internal jamaah 354 saat ini, seperti BAIAT KEIMAMAN 354, TAKFIR terhadap islam non-jamaah 354, INFAQ RIZQY 10%, sosok Kiai NURHASAN yang berdakwah dengan atraksi KESAKTIAN KEKEBALAN menggunakan jasa JIN, dll.

Silakan adakan TANYA JAWAB TERBUKA tersebut di depan Jamaah 354 dan ex-Jamaah 354 di kediri atau di Pondok Gede, atau lebih baik di Masjid Istiqlal Jakarta. InsyaAllah acara ini akan menjadi KEBAIKAN dan mendatangkan MANFAAT yang sangat LUAR BIASA bagi jamaah 354 dan ex-Jamaah 354, bahkan bisa menjadi SOLUSI TEBAIK bagi kedua belah pihak.

Atau silakan antum bertanya langsung kepada Ulama Syaikh Mufti Resmi di Masjidil Harom, di dalam masjidil harom ada beberapa ruangan khusus beberapa syaikh mufti untuk memberikan Fatwa dan Nasihat kepada siapa saja. Silakan bertanya disana dengan membawa penerjemah yang netral (biasanya pembimbing haji dari travel mafhum bahasa arab sana) atau mahasiswa indonesia yang bertebaran di sana.

Silakan bertanya untuk MENCARI KEBENARAN tentang konsep Keamiran/Keimaman yang SYAH menurut syariat dan bandingkan dengan Keamiran/Keimaman 354 dihadapan beberapa Syaikh Mufti, ceritakan kondisi SEBENARNYA Keamiran/keimaman Jamaah 354 (cara pengangkatan amir dll) dan aqidah antum APA ADANYA (tidaK BITHONAH/tidak RAHASIA), apa fatwa mereka tentang aqidah 354 dan Keamiran/Keimaman 354 ???

Seandainya antum tidak percaya kepada Syaikh-syaikh mufti di sana sebab mungkin namanya tidak terkenal di indonesia, silakan bertanya pada Imam-imam Masjidil Harom yang sering datang ke indonesia seperti Syaikh As-Sudais atau Syaikh As-Syuraim tentang aqidah 354 dan Keamiran/Keimaman 354 ???

Atau seandainya antum punya akses yang bagus kepada Ulama-Ulama besar Kerajaan Saudi Arabia (Haiah Kibar Ulama) dan Lajnah Daimah (semacam MUI di Indonesia) di Riyadh, silakan bertanya kepada mereka tentang aqidah 354 dan Keamiran/Keimaman 354 ???

Juga tanyakan kepada mereka tentang PRESIDEN NKRI (SBY) yang di pilih melalui demokrasi (UU buatan manusia)??
Juga tanyakan siapakah yang berhak disebut IMAM/PEMIMPIN kaum muslimin di wilayah indonesia saat ini??

InsyaAllah jawaban mereka semua intinya SAMA.
Sebab aqidah mereka SATU yaitu Aqidah Shohihah Ahlus sunnah wal Jama'ah!!!

semoga mereka (ulama Sholihin) selanjutnya menjadi pembimbing langsung kepada antum dalam keilmuan Islam yang Murni.
semoga menjadi perantara hidayah bagi antum.

11 syawwal 1431 Hijriyah
dari: Muhammad al-Jakarty
muhammad(dot)jkt(at)gmail(dot)com


NB:
1.jangan lupa bawa video kamera dan voice recorder.
2.silakan terima dengan LAPANG DADA apapun jawaban mereka.
3.selanjutnya ikuti ARAHAN mereka, termasuk jikalau mereka memerintahkan antum untuk MEMBUBARKAN JAMAAH 354 dan HIJRAH kepada Ahlussunnah Wal JAMA'AH yang SEJATI.

Anonim mengatakan...

saya sudah lama sekali mengaji di LDII, selama mengaji LDII tidak pernah seminar / bedah buku / buat blog untuk menjelekan yang non LDII sebaliknya yangtidak suka dgn LDII hobi sekali he .. he .. menyerang LDII dgn acara acaranya, padahal mah LDII sdh betul & tdk perlu dibenahi he .. he .. sebabagi contok Infak persenan adalah ijtihat LDII yang cerdas, dgn Infaq persenan Jama'ah bisa membiayayi Dakwahnya atau membangun Fasilitas Ibadah, apakah senang mau membangun Masjid dengan bantuan Drum di tengah jalan he .. he .., Infak persenan semua dikembalikan untuk Dakwah 1. Membiayai pengriman Mubalegh / hot ke seluruh Indonesia bahkan dunia 2. pembelian kendaraan Sabilillah & yang terakhir pembelian ribuan Motor Revo untuk kendaraan Sabilillah seluruh Indonesia, apakah ada yang seperti LDII sekarang ini he .. he .. ( Adi Wibowo - Warga LDII )

Anonim mengatakan...

Mas adi, kalo sampeyan orang yang mampu, mungkin gak masalah kalo pendapatan anda dipotong 10 %. Tapi gimana yang pendapatannya pas2an?

Okelah, mungkin mereka ikhlas lilahi taala ngeluarin 10 % tsb. Tapi apa ada dasarnya di QH kalo isrun tuh 10%? Apa ada dalilnya?

Jazakallahu khairan katsira

Anonim mengatakan...

Terimakasih buat kamu yang berkomentar diatas , dan sekali lagi ini menunjukan bodohnya orang islam jamaah memahami apa itu ijtihat .....

Pemahaman kamu pasti kacau , antara apa itu syariat dan apa itu kewajiban anggota terhadap organisasinya , makanya disaat imamnya memasukan kewajiban anggora organisasi kedalam salah satu syariat ( bid'ah ) maka kamu telan mentah-mentah tanpa mau meneliti apakah hal itu sesuai dengan ketentuan pemilik syariat ini ( Allah dan Rasulnya ) ataukah tidak .

Ayo belajar dan jangan mau dibodohi dan dijadikan kambing perahan ???? emang mau kamu seperti kambing perahan

yakumo mengatakan...

assalaamu'alaikum, yaa ikhwaan....masih gontok2an aja nehh!!kaya ga ada kerjaan aja. jangan tunggu 'Rurouni Kenshin' datang ngabisin singgasana 354!!!
..............................
tahdzir abis bi'dah 354!!!
..............................
assalaamu'alaikum!

Anonim mengatakan...

dauroh ilmiyah talapi infaq gedungnya ditentukan, bid'ah ga? ngomongin orang semaunya dewe.. yg takfir ya TALAPI, yg merasa benar ya TALAPI, anjing nya neraka ya TALAPI...

semoga semua TALAPI fii dzarkil asfali minannar!!!

Anonim mengatakan...

dibawah ini adalah artikel "dalil" pembenaran 354 yang menghukumi bahwa orang islam diluar 354 tidak layak mendapatkan hak waris, saksikanlah dan simaklah ( mohon MUI dan semua pejabat berwenang mengetahui):

bagian 1

>Fw: Dapat WarisanPosted by: "Teguh Prayogo" keating_354@yahoo.com keating_354Mon May 16, 2011 1:28 am (PDT)
>
>sekedar bacaan ringan lhur... :)
>
>------
>
>Non ahlul jama'ah berhak mendapatkan warisan??
>
>oleh: Fulan bin Fulan
>
>Bagaimana mereka mau memperoleh bagian warisan kalau mereka nyata-nyata telah terbukti sebagai ahli bid'ah, khurofat, syirik, takhoyyul, dhzolim karena tidak mau infak fii sabiilillaah, membantah Al-Qur'an dan Al-Hadits. Jelas-jelas mereka yang mengejakan demikian, menurut Alloh dihukumi "kafir". Sebagaimana potongan firman Alloh Ta'alaa dalam Al-Qur'an, Surat Al-Baqoroh, No. Surat: 2, Ayat: 254, yang artinya: "Hai orang-orang yang beriman, infaklah (di jalan Allah) sebagian dari rezki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang pada hari itu tidak ada lagi jual beli dan tidak ada lagi syafa'at, dan orang-orang kafir adalah mereka orang-orang yang dhzolim".
>
>Rosulullohi Shollallohu 'Alaihi Wasallam telah bersabda dalam Hadits Abu Daud, Juz 2, Hal 505, Kitaabu Sunnah, yang artinya: "Membantah dalam urusan Al-Qur'an adalah orang kafir".
>
>Berikut ini beberapa contoh ayat-ayat Al-Qur’an yang menyatakan dengan tegas tentang orang-orang yang diancam masuk neraka. Pada hakekatnya, merekalah yang disebut orang kafir:
>
>1. Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Alloh, mereka ini tidak pantas mendapatkan harta pusaka / warits, cuma pantas dapat sedekah, sebab mereka ini calon penghuni neraka; mereka tidak akan pernah masuk surga. Sebagaimana Alloh Ta'alaa telah berfirman dalam Al-Qur'an, Surat Al-Baqoroh, No. Surat: 2, Ayat: 39, yang artinya: "Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya".
>
>2. Dan barangsiapa yang mendurhakai / menentang Alloh dan Rosul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan -Nya, niscaya Alloh memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan ia mendapatkan siksa yang menghinakan. Sebagaimana Alloh Ta'alaa telah berfirman dalam Al-Qur'an, Surat An-Nisa', No. Surat: 4, Ayat: 14, yang artinya: "Dan Barangsiapa yang mendurhakai Alloh dan Rosul-Nya dan melanggar ketentuan-ketentuan -Nya, niscaya Alloh memasukkannya ke dalam api neraka sedang ia kekal di dalamnya; dan baginya siksa yang menghinakan" .
>
>3. Orang-orang munafik juga tidak pantas mendapatkan harta pusaka / warits, cuma pantas dapat sedekah biasa, sebab mereka ini aslinya orang kafir yang hidup di kalangan orang-orang iman. Mereka terancam ditempatkan pada tingkatan neraka yang paling

Anonim mengatakan...

Bagian 2
bawah. Sebagaimana Alloh Ta'alaa telah berfirman dalam Al-Qur'an, Surat An-Nisa', No. Surat: 4, Ayat: 145, yang artinya: "Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka".
>
>4. Begitu juga orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Alloh dan yang menyombongkan diri terhadapnya, mereka ini dipastikan sebagai calon penghuni-penghuni neraka; oleh karena itu mereka tidak pantas mendapatkan harta pusaka / warits, cuma pantas dapat sedekah saja. Sebagaimana Alloh Ta'alaa telah berfirman dalam Al-Qur'an, Surat Al-A'roof, No. Surat: 7, Ayat: 36, yang artinya: "Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya".
>
>5. Orang-orang yang mengimani Al-Qur'an sebagian-sebagian, sesungguhnya mereka ini adalah orang kafir tulen. Sebagaimana Alloh Ta'alaa telah berfirman dalam Al-Qur'an, Surat Al-A'roof, No. Surat: 7, Ayat: 36, yang artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Alloh dan rosul-rosul- Nya, dan bermaksud memperbedakan antara (keimanan kepada) Alloh dan rosul-rosul- Nya [Maksudnya: beriman kepada Alloh, tidak beriman kepada rasul-rasul- Nya], dengan mengatakan: "Kami beriman kepada yang sebagian dan kami kafir terhadap sebagian (yang lain)", serta bermaksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) di antara yang demikian (artinya antara iman atau kafir), maka merekalah orang-orang kafir yang sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir itu siksaan yang menghinakan" .
>
>Dan masih banyak lagi ayat-ayat lain, yang mengancam neraka.
>
>Maka, pantaslah jika Rosulullohi Shollallohu 'Alaihi Wasallam bersabda dalam Hadits Shohih Bukhori Juz 8 Kitaabu Faroo-idh, yang artinya: "Muslim tidak dapat mewaris pada orang kafir, dan orang kafir tidak dapat mewaris pada muslim".
>
>Dalam pengertian luas, maka hadits tersebut dapat diartikan bahwa orang Islam tidak dapat mewaris harta pusaka dari peninggalan orang Yahudi maupun Nasroni. Begitu juga mereka tidak dapat mewaris harta pusaka orang Islam. Namun dalam pengertian sempit, maka hadits tersebut dapat juga diartikan bahwa orang Islam yang haq tidak diperbolehkan mewaris harta pusaka orang Islam yang bathil, yakni orang Islam yang mengerjakan bid'ah, syirik, khurofat, takhoyyul, dhzolim. Karena, menurut hukum Islam; mereka ini dihukumi sudah bukan orang islam lagi, dia sudah keluar dari agama Islam meskipun dia masih merasa sebagai orang Islam, muslim. Pinjam istilah Islam garis keras "murtad" dalam bahasa saling menghormatinya "khoroja". Orang semacam ini diibaratkan oleh Rosulullohi Shollallohu 'Alaihi Wasaallam bagaikan sehelai rambut yang ditarik dari adonan roti, maka sudah barang tentu tidak ada sedikit pun dari adonan roti itu yang menempel atau melekat pada rambut
>tersebut. Hukum ini benar-benar adil. Coba perhatikan, "Muslim tidak dapat mewaris pada orang kafir, dan orang kafir tidak dapat mewaris pada muslim". Di sini tidak disebutkan bahwa orang Islam tidak dapat mewaris pada orang Yahudi atau Nasrani, dan

Anonim mengatakan...

bagian 3

sebaliknya.
>
>Dan termasuk dhzolim adalah tidak mengeluarkan infak dari sebagian hartanya, jadi harta mereka dihukumi kotor, tidak layak bagi orang Islam yang haq, dan sebaliknya. Pendek kata "orang iman yang tidak infak sama dengan dhzolim, dan dhzolim sama dengan kafir", dan Alloh akan menggantinya dengan orang lain yang nilai kwalitasnya lebih baik, lagi paham agama. Sebagaimana firman Alloh Ta'alaa dalam Al-Qur'an, Surat Muhammad, No. Surat: 47, Ayat: 38, yang artinya: "Ingatlah, kamu ini orang-orang yang diajak untuk infak dalam sabilillah. Maka di antara kamu ada yang kikir, dan siapa yang kikir Sesungguhnya Dia kikir itu hanyalah dari dirinya sendiri. Dan Alloh-lah yang Maha Kaya sedangkan kamu adalah orang-orang yang butuh (kepada-Nya) ; Dan jika kamu berpaling (tidak mau infak) niscaya Dia akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain; dan mereka (yang menggantikan) tidak akan seperti kamu ini (yang pelit, tidak mau infak)".
>
>Sudah sepantasnyalah kalau mereka tidak berhak mendapat warisan dari harta pusaka orang iman, karena pada hakekatnya mereka itu bagaikan hewan ternak, atau bahkan lebih hina lagi dari itu, yakni bagaikan lalat. Ini gambaran langsung dari Alloh Ta'alaa dan dari Rosulullohi Shollallohu 'Alaihi Wasallam, bukan sekedar suara letupan hati dari seseorang yang sedang emosi. Karena mereka itu tidak mengaji Al-Qur'an dan Al-Hadits secara manqul, musnad dan mutashil seperti yang telah lazim dilakukan oleh para ulama' salafush sholih. Oleh karena itu Alloh Ta'alaa sangat murka pada mereka, sampai-sampai Alloh Ta'alaa dan Rosulullohi Shollallohu 'Alaihi Wasallam memberikan gambaran bagi mereka begitu hinanya. Gambaran mereka itu dapat kita lihat pada firman Alloh Ta'alaa yang tercantum dalam Al-Qur'an, Surat Al-A'roof, No. Surat: 7, Ayat: 179, yang artinya: "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai
>hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Alloh) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Alloh), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Alloh). mereka itu bagaikan binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai".
>
>Rosulullohi Shollallohu 'Alaihi Wasallam, bersabda, yang artinya: "Manusia ada dua, yaitu yang belajar dan yang mengajarkan Al-Qur'an selain itu adalah lalat".
>
>Maasak, lalat dapat warisan? Sifat lalat adalah penjilat. Kalau nggak dikasih ngancam, mbunuh, yaa mendingan dikasih saja, tapi namanya bukan warisan melainkan pemberian, walau pun jumlah harta yang mereka terima sebanyak harta yang semestinya mereka terima sebagai harta warisan.
>
>Walaupun, jika dilihat dari jumlah banyaknya harta yang mereka terima sebagai harta pemberian dengan harta warisan kemungkinan sama, tapi kalau dilihat dari segi hukum bedanya sangat jauh. Kalau harta warisan, harus dibagi dengan ilmu faroo-idh yang adil,

Anonim mengatakan...

bagian 4 (selesai)

sedangkan harta pemberian tidak memerlukan ilmu faroo-idh yang adil, melainkan hanya berdasarkan kesepakatan yang dicapai dalam musyawaroh keluarga "pantesnya mereka diberi berapa banyak?" Itulah salah satu bentuk dari siksa bathiniyah bagi mereka yang telah mengufuri nikmat Alloh, nggak mau ngaji yang benar secara Qur'an-Hadits- Jama'ah dengan mengikuti manhaj salafush-sholih. Akibatnya adalah mendapatkan resiko yang demikian. Alloh Talaa berfirman dalam Al-Qur'an, Surat Ar-Ruum, No. Surat: 30, Ayat: 44, Yang artinya: "Barangsiapa yang kafir, maka dia sendirilah yang menanggung (akibat/resiko) kekafirannya itu, dan barangsiapa yang beramal sholeh, maka manfa'at untuk diri mereka sendiri, mereka
>menyiapkan (tempat yang menyenangkan di surga).

--
beginilah ro'yi si ustadz penyembah madigol dan anak turunnya

Anonim mengatakan...

Wahai saudara2 ku kaum muslimin... bagi antum yang belum terkena fitnahnya LDII jangan deket2 dengan golongan mereka, bagi antum yang terlanjur masuk cepet2lah keluar dan bertaubat dari pemahaman sesat mereka.

Antum bisa lihat sendiri, anggota jamaah ini hanya dijadikan sapi perahan baik harta maupun fikirian serta aqidahnya untuk kenikmatan dunia para pemimpin kelompok ini.

Lihatlah aklhaknya.. sangat jauh dari Islam yg diajarkan Rasululloh.. kata2nya kotor, semakin berkata2 kotor mereka semakin bangga, bahkan ini salah satu syarat untuk menjadi da'ida'i mereka. Selain kemahiran berbohong (bithonah), Lihatlah kemunafikan mereka, mereka mengajarkan semua orang kafir,tapi demi uang / jabatan mereka akan menjilat ke pemerintah. Hukum negara ini kafir, tapi burung garuda di pajangnya, orang di luar jamaah kafir (najis) tapi mau masuk ke istana.

Bertaubatlah wahai saudara2 muslim yg terjebak dalam lingkaran kejahilan Nurhasan & pengikutnya.

Orie Prasetyo mengatakan...

Halahh...

ibadah dululah yang bener baru menghukumi, kalo solat aja masih bolong-bolong mending diem dr pada berkoar di dumay ga jelas...

adu domba doang jatohnya broo....