بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

postingan berikut surat undangan kami kepada LDII


imam underground duduk bersama wakil-wakilnya

Comments
41 Comments

41 Response to " "

Anonim mengatakan...

Undangan untuk mubahalah??..hmm dicoba saja..meskipun saya pesimis islam jamaah ldii mau memenuhi undangan tsb...

Anonim mengatakan...

Saya bertanya2 dalam hati setiap kali melihat dan membaca blog ini, KAPAN masalah perselisihan ini berakhir?? LDII dan SALAFI saling bergandeng tangan sama mencurahkan tenaga dan fikiran demi kemaslahatan UMMAT,,yang sudah mumet 7 keliling ini.

PLISSSSSS.....jangan tambah bikin bingung kami yg awam ini dan berniat pingin belajar dan istiqomah dalam ibadah.

Demi Allah...LDII maupun SALAFI TOLONGG....katakan klo memang benar katakan dengan lantang bahwa itu benar,Kkalau salah ya dengan lantang pula katakan SALAH, jangan lagi ad DUSTA, TIPU-TIPUAN, KEBOHONGAN,dengan mengatas namakan apapun. Ingat!!!!!! kalian itu penyampai AGAMA ALLAH yg MULIA, jadi MULIAKNLAH DIRI KALIAN.

LDII dan SALAFI, bukanya kalian itu satu induk, klo kalian SADAR. masa iya ngk bisa bergandengan tangan??? PIKIRKAN UMMAT!!!!

Anonim mengatakan...

"LDII dan SALAFI saling bergandeng tangan"? Suatu hal yang tidak akan pernah terjadi ya akhi. Antum tahu, orang-orang LDII itu menganggap selain anggota mereka itu najis, kafir, bukan bergama Islam. Antum tahu itu. Ana tidak bohong akhi, silahkan antum tanyakan hal itu kepada orang-orang telah taubat dari LDII atau antum bisa merujuk ke buku-buku mereka. Lalu bagaimana mereka akan mau duduk bareng bersama kita?

Anonim mengatakan...

sy sepdpt, jgn ada dusta/kebohongan. Kalau kita simak tulisan diblog ini, ada tuduhan/sinyalemen bhw ldii bnyk melakukan kebohongan baik ke umatnya sendiri yaitu dgn menyelewengkan pemahaman dalil2 maupun kepublik/masyarakat diluar komunitas ldii. baik pihak salafi maupun ldii semuanya mengklaim menjalankan agama islam sesuai dgn Alquran assunah disatu sisi dan Alhadist disisi lain yaitu ldii(assunah jg?). kemudian pihak ldii jg telah melakukan sumpah didepan ketua MUI yaitu Bpk ma'ruf Amin bhw ldii tdk ada kaitanya dgn islam jamaah yg telah dilarang di bumi indonesia sampai saat ini, meskipun jls ada dr org yg masih mengaji di ldii dan mantan ldii itu mengatakna bhw apa yg dikatakan pihak ldii itu adalah dusta semata atau dgn kata lain suatu bentuk taqiyah yg banyak dilakukan penganut syi'ah di iran atau dlm istilah ldii melakukan fatonah, bithonah, budi luhur ( FBBL). jadi solusi mubahalah why not utk dilakukan kepihak yg bersangkutan, sesuai dgn apa yg dilakukan dan diajarkan sesuai syr'i..

abu faadhilah mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Anonim mengatakan...

kalo menurut saya apapun yg terjadi ldii=islam jamaah pasti berani melakukan mubahalah karna seumpama betul allah menurunkan adzabnya karna kdustaanya atas nama allah mereka tidak meyakini bahwa itu adzab allah tapi itu adalah justru sebagai cobaan, gegeran dan rintangan yang diyakini sebagai tolak ukur/ standar kebenaran dan pertolongan allah dan momen ini justru dijadikan jihad yang paling pol karna klo tantangan mubahalah ini gak di penuhi taruhannya bahwa ldii ya masih asli ajaran islam jamaah warisan H nurhan walaupun sudah berparadigma dengan bersumpah paLsu di hadapan MUI.

Anonim mengatakan...

MUBAHALAH...saya rasa kalo yang mengajak mubahalah hanya yang dianggap kroco2 murtadin(tuduhan islam jamah ldii) ya mana mereka tanggapi tapi saya mengusulkan pada yang mengajak mubahalah ini MUBAHALAH difasilitasi oleh ormas2 islam yang menginginkan ldii ruju' pada manhaj ahlussunnah waljamaah meninggalkan akidah khowarij yang diwariskan nurhasan ubaidah semisal MUI,DDII,FUUI dll pihak ldii diundang secara resmi dan mantan2 ldii dihadirkan secara berjenjang dari mantan yang bernama islam jamaah darul hadis lemkari dan ldii dari tahun 70an sampai 2010 ini dan di mintai kesaksiannya sama gak bahwa akidah dan manhaj ldii detik ini adalah warisan H nurhasan yang berganti2 nama organisasi "wallaahi" semua niscaya pasti mnjawab SAMA karna orang2 yang sudah keluar ini pasti sudah menghilangkan akidah takfirinya,taqiyahnya istilah islam jamaah ldii fathonah bithonah budi luhur (FBBL).

Anonim mengatakan...

saya sependapat, coba rangkul ormas2 islam yg lainya setelah itu layangkan undangan resmi kepada pihak LDII. Kami, wartawan, dengan senang hati siap meliput dan menyiarkan acara SEPECTAKULER ini.

Semoga cepat terwujud cita2 mulia ini.

Anonim mengatakan...

Buat apa meladeni musuh Allah

ABDURROHMAN mengatakan...

komentar anonim:
"Buat apa meladeni musuh Allah"

boleh sy komentari anonim...?
siapakah musuh ALLOH?
dulu sy di ldii mempunyai pengertian bahwa musuh ALLOH adalah:
1. orang2 Musrik (penyembah berhala) dan mensekutukan Alloh.
2. or2 kafir (tdk percaya / menentang pd Kitabbillah wa sunnah
3. or2 yg melakukan bid'ah termasuk semua umat islam yg berbuat bid'ah tidak dikatakan islam, mreka keluar dari islam sbagaimana keluarnya rambut dr adonan roti.

komentar:
disini dalil laa yakbaluwloh li sohibilbidah...., ternyata maudu' / palsu. hadits ini bisa mengkafirkan islam yg berbuat bid'ah, padahal mreka hukumnya tetap islam tp melakukan maxiat.

4. tdk berbeat beramir bertoat pada imam sulton aulia.

komentar:
dalil laa islama ila bi jama'ah ternyata ditemukan cacat. dan bila di tambah kata2 "baiat" oleh grup gurubesar cs.. jadilah hadits ini palsu/ maudu'.

yg benar di sahih bukhori dan sahih muslim: BUNIYAL ISLAM ALA KHOMSIN. ISLAM DIDIRIKAN ATAS 5 DASAR:
1. SAHADATAIN
2. MENDIRIKAN SOLAT
3. MENUNAIKAN ZAKAT
4. PUASA ROMADON
5. HAJI (bila mampu)
dan setelah ini tdk ada lagi persyaratan2 lain dari ROSUL SOLOWLOHUALAIHI WASALLAM.
jgn di definisikan dg hadits darrimi laa islama ila bi jamaah..walaa baiata ila bi toah, jangan! ini hadits cacat /palsu!!

Anonim mengatakan...

iya betul pak...
makannya tanya ke ulama' dhonk..., kritis dhonk..., jgn spt kebo lurr...
dalil dokrtin:
gak senang.. di senang2 kan..
gak yakin.. di yakin2 kan..
gak masuk.. di masuk2 kan...

ini dalil doktrin 354.. hati2 sodelur.. ini bukan dalil tp dokrin.

adanya saudara puluhan tahun di dlm ldxx, krn:
1. dibuat bodoh ( gak boleh baca2)
2. trus di dokrtin
sekelas imam daerah saja bisa terdokrtin ampuh ini.

solusinya "NIAT KARENA ALLOH" dan CARILAH ILMU" ke sumber aslinya Islam MAKKAH MADINAH.

nanti sodelur akan tahu kebenarannya...

Anonim mengatakan...

ORANG2 SALAFI BAIK2 GA PERNAH MENJELEKKAN ORMAS ISLAM YG LAIN...TAPI YG MEMPUNYAI SIFAT DENDAM,TIDAK SADAR TELAH MENGKAFIRKAN ORMAS ISLAM YG LAIN ADALAH MANTAN2 LDII...ORANG2 YG BANGGA TELAH KELUAR DR LDII MERASA PALING BENAR..KALO DIKRITIK TIDAK NMENERIMA...

Anonim mengatakan...

mas yang dendam itu siapa trus yang di dendami itu apa? memang kami bangga bisa keluar dari kubangan bid'ah, sesat menyesatkan, syirik ketaatan kepada imam palsu (terlalu mengkultuskan imam jamaah palsu)alias LDII = ISLAM JAMAAH) Alhamdulillah kami telah terlepas dari aqidah takfiri dan taqiyh

Anonim mengatakan...

wah selamat udah bebas.
pacaran, salaman, senggol2an, goncengan, ngrokoan, nglembrehan udah ga ada yang nasehatin.ga ada yang memantau. bahkan dosa besar Onani, zina urusan masing-masing.

Anonim mengatakan...

Ternyata....mubahalahnya gagal ya? Ya terang saja, karena kedua pihak (LDII dan airmataku-mengalir) menganggap keduanya benar. Coba kata untuk mubahalahnya diganti menjadi "Laknat Alloh untuk orang-orang yang menyelisihi Alloh dan Rosulnya", insya Alloh, LDII akan maju dan kalian akan undur, seperti yang dijelas-jelaskan di Surat al-Imron ayat 61.

Anonim mengatakan...

Weleh weleh... ada yang
kebakaran jenggot
nih.... yang selama ini diem hanya menyimak akhirnya sekarang mulai bangun... setelah di simak yang di http://dinul-kholish.blogspot.com/ cukup beralasan dan dapat difahami...

Mereka golongan salafi pernah mengatakan ada beberapa aparat negara dari kades sampai menteri, dari ABRI atau kepolisian ( dari tamtama sampai perwira ) terpengaruh masuk front pembela qur’an hadist dan menurut mereka ( golongan salafi ) pejabat-pejabat tersebut dianggap oknum yang melindungi front pembela quran hadist, padahal tidak jarang dalam menjalankan tugasnya dalam pemerintahan mereka banyak yang mendapat penghargaan dari pemerintah karena ke Profesionalismenya dan loyalitas dalam mengabdi kepada Nusa dan Bangsa

Tanggapan Saya Sekarang : Anda sendiri ( golongan salafi ) sudah mengetahui dan mengakui banyak orang pemerintahan mulai dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi ikut mengaji ke front pembela quran hadist , pertanyaan saya, Bagaimana jika suatu saat Presiden yang Anda anggap sebagai Amir atau Imam juga ikut-ikutan masuk front pembela quran hadist dan beliau menyatakan kebenaran pada pihak kami front pembela quran hadist, yang menjadi permasalahan selanjutnya anda menganggap presiden sebagai Amir anda, sedangkan presiden/Amir anda menganggap Amir front pembela quran Hadist sebagai Amirnya, dalam hati anda pasti akan bertanya apakah mungkin kejadian itu terjadi ??? ( kalau Alloh menghendaki semua bisa terjadi ).APA YANG ANDA LAKUKAN ???? AMIR / Presiden yang anda baiati ternyata tidak merasa sebagai Amir anda, tetapi beliau malah menganggap Amir front pembela quran hadist sebagai Amirnya.

Anonim mengatakan...

To Mantan LDII :

1. Terima kasih atas pujiannya berupa olok-olok, umpatan dan menjelek-jelekan LDII semoga kami semakin tumbuh berkembang dan bisa memberikan kontribusi terhadap Agama dan Negara.

2. Adanya anda adalah skenario Sang Pencipta untuk terus menggegeri dan merintangi LDII karna Kemurnian akan selalu mendapatkan cobaan tersebut dan pertolongan Allah pasti datang. Ingat ribuan rintangan jutaan pertolongan milyaran kemenangan Surga pasti !!!
3. Berbanggalah kalian atas title Mantan LDII, dan jangan lupa kalian besar di LDII karena adanya perantara andil Isrun Warga LDII.

4. Kami berharap kalian kembali untuk bersama-sama memelihara kemurnian QH beserta ahli family dengan syarat isi Surat Taubat dulu ya, jangan lupa shodaqoh semampunya.

5. Kami ucapkan selamat berpisah, anda bebas untuk merokok kembali karena setelah sekian lama terkekang didalam LDII tidak bisa merokok, mungkin mulut anda tidak kuat asem.

6. Bentuklah wadah organisasi Anda, berikan kontribusi kepada Negara dan Agama, tentunya jangan warga LDII saja yang diambil untuk membesarkan anda, cari dari Organisasi lain yang sakit hati juga khan masih banyak.

7. Jadilah Mantan LDII yang baik, klo mau kembali ya kembali, jangan mengikuti perkembangan LDII ya atau bisa disebut Mata-mata, itu namaya iri hati tanda tak mampu. (karna LDII dari dulu isunya ya itu-itu saja ga berubah dari jaman Jadul s/d Modern)

8. Semoga anda lekas sembuh. Terima kasih.


GREEN DAKWAH :

1. Marilah kita sikapi perbedaan dengan arif dan bijaksana, dan jangan terpropokasi untuk dipecah belah.

2. Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan bantahan yang baik (An-Nahl : 125)

3. “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan prasangka , karena sebagian dari prasangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Al-Hujurat : 11-12)

4. “Tidak akan masuk surga bagi Al Qattat (tukang adu domba).” (HR. Al Bukhori)

5. LDII adalah BINTANG KEJORA
(BIN = Banyak Ilmu Nya, TANG = Tangguh, KE = Kuat Ekonominya, JO = Jujur Orangnya RA = Ramah-ramah):)

http://id.wikipedia.org/wiki/Lembaga_Dakwah_Islam_Indonesia
http://www.ldii.or.id/
http://www.ldii-online.com/
http://ldii.info/
http://nuansaonline.net/

Anonim mengatakan...

LDII adalah BINTANG KEJORA
(BIN = Banyak Ilmu Nya, TANG = Tangguh, KE = Kuat Ekonominya, JO = Jujur Orangnya RA = Ramah-ramah):)

jujur orangnya...???
lah ketua ldii nipu MUI, kalau katanya ldii itu tdk ada hubunganya dgn islam jamaah bro..lah dedengkot islam jamaah nipu rukyah..contoh yg masih belum lama..brp milyar yg ditilep bos2 islam jamaah bro dlm rekeningan mojosari...belum lagi mengenai penipuan2 ru'yahnya dgn cara memakai dalil dho'if dan maudhu utk melegalkan kekuasaan dan pundi2 uang..weleh3..orang yg sdh mabuk janji2 surga..susah diberitahu..

Anonim mengatakan...

LDII --> JO = Jujur Orangnya RA = Ramah-ramah

*ngakak dulu deh. LDII di Kon Ngelawak wae!! pinter Tenan. Kok munafik banget yo:
-Kalau berkata DUSTA (sumpah2 di depan MUI, website LDII bilang katanya ngk mengkafir2kan orang selain LDII nyatanya masih)
-Kalau Berjanji INGKAR (Janji korban mariyoso mau di selesaikan/di talangi dulu nyatanya Ingkar)
-Dipercaya NGK AMANAH ( dipercaya untuk jadi pengepul duitnya di tilep, ngk jelas kemana larinya. Uang Infak ngk juga ngak tau arahnya atau ngk ad pembukuanya. Di percaya jamaahnya ngurus UB duitnya juga ngk karuan kemana arahnya. boro2 untung)

Ndang Tobat Bapak2/mas2/mbk2 LDII berhentilah kalian menyombongkan diri dengan menganggap kalianlah satu2nya yg berhak masuk surga selamat dri neraka.

Anonim mengatakan...

To Mantan LDII :

1. Saya bilang juga apa, yang dibahas pasti negatifnya, coba tentang BIN = Banyak Ilmu Nya atau TANG = Tangguh KE = Kuat Ekonominya sok bahas ?

2. Korban Maryoso, anda jadi korban ya? nungguin janji mau ditalangin eh ngga taunya belum terealisasi, eh sakit hati, eh keluar dari LDII. (urusan dunia ditukar urusan akhirat)

3. Tobat, kalau mau tobat kemana ?

4. Semoga anda lekas sembuh, terima kasih.

Anonim mengatakan...

Adapun perlu pembaca ketahui, Syechul Islam Ibn Taimiyah ini merupakan ulama besar rujukan para salafi rakitan. Namun apa daya, ternyata Syech Mekkah Abdul Aziz Bin Baz yang juga menjadi rujukan para salafi rakitan melontarkan fatwa yang berbeda dengan Syech Ibn Taimiyah diatas. Mau bukti? Silakan baca baik baik sambil nyeruput teh hangat di sore hari ini:

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Rahimahullah ditanya:
“Semoga Allah memberikan kebaikan kepadamu. Hadits Nabi Shallallahu’alaihi wasallam dalam hal perpecahan umat: ‘…Akan berpecah umatku menjadi 73 golongan. Semua di neraka kecuali satu… dan seterusnya.’ Apakah Jamaah Tabligh dengan kesyirikan dan bid’ah yang mereka miliki, juga jamaah Ikhwanul Muslimin dengan kekelompokan mereka dan ketidaktaatan kepada penguasa… Apakah dua kelompok ini masuk ke dalam kelompok-kelompok yang binasa?”

Jawab:
“Masuk ke dalam kelompok yang 72 (tujuhpuluh dua). Dan siapa saja yang menyelisihi aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah maka masuk yang 72 kelompok. Yang dimaksud dengan kata ‘umatku’ adalah umat ijabah, yakni umat yang menyambut seruan Allah Subhanahu wata’ala dan menampakkan diri bahwa mereka mengikuti Nabi Shallallahu'alaihi wasallam. Mereka ada 73 golongan. Yang selamat adalah yang mengikuti beliau Shallallahu’alaihi wasallam dan istiqamah di atas agamanya. Sedangkan yang 72 golongan, di antara mereka ada yang kafir, ada yang ahli maksiat, ada yang ahli bid’ah, bermacam-macam.”

Penanya: “Yakni, dua kelompok ini termasuk dari 72 golongan itu?”
Jawab: “Ya, termasuk dari 72 golongan itu.”

(diambil dari salah satu rekaman pelajaran Al-Muntaqa di kota Tha‘if, 2 tahun sebelum wafat beliau)

Walhasil, yang tadi niatnya mau "menyerang" warga QHJ, eh, malah mengadu domba para syechnya sendiri. Karena itu artinya syech Ibn Taimiyah berpendapat bahwa orang seperti syech Ibn Baz termasuk orang yang menyelisihi al Kitab, Sunnah, dan Ijma' para sahabat.

Aduhai salafi rakitan, kok mikir pake dengkul terus sih? Sampai kapan tipu daya ini? Ah, lagi-lagi Rikrik. Malu-maluin dunia persalafian aja sih loe

http://airmatakumengalir.blogspot.com/

Anonim mengatakan...

mumpung romadhon cari fahala di www.islamhouse.com

Anonim mengatakan...

Ada apa dengan Mantan LDII? Kenapa mereka begitu berambisi untuk merusak LDII…

Apa betul LDII khawarij? Lihat di http://kesesatan-ldii.blogspot.com/2010/05/ldii-khawarij.html

Apa alasan LDII mengusap muka setelah berdoa Lihat di http://anti-rumahku-indah.blogspot.com/

Apa betul pemimpin yang tidak punya kekuasaan tidak boleh ditaati? http://anti-rumahku-indah.blogspot.com/2010/05/pemimpin-yang-tidakpunya-kekuasaan.html

Apa betul ulil amri LDII membuat syariat (bukankah ini ijtihad)? Lihat di http://anti-rumahku-indah.blogspot.com/2010/05/ulil-amri-atau-siapapun-tidak-berhak.html

Wudu dengan mengusap sampai ke leher di bilang doif tapi kok ada juga hadits tersebut di Shohih Bukhori No. 179? http://anti-rumahku-indah.blogspot.com/2010/05/pertanyaan-2-mengusap-lehertengkuk.html

Masa Asad dibilang syirik (he… ada ada saja) http://anti-rumahku-indah.blogspot.com/2010/05/silat-asad-menjerumuskan-diri-ke-dalam.html

Lo… ko salafy mengartikan tidak boleh memegang quran dalam keadaan suci (tidak wudu) padahal penjelasan At-Tirmidzi tidak demikian http://anti-rumahku-indah.blogspot.com/2010/05/memegang-mushaf-al-quran-padahal-tidak.html

2 mazhab dari 4 mazhab tersebut, mengharuskan menggunakan khotbah bahasa Arab. Dan untuk hati-hatinya, maka LDII menggunakan khotbah bahasa arab saat sholat Jum'at http://kesesatan-ldii.blogspot.com/2010/05/harusnya-khotbah-jumat-bahasa-arab.html

mksbhd,st

Anonim mengatakan...

ngaji yuk..., www.kajian.net

saya rasakan sepertinya lebih berbobot yah...

muhammad mengatakan...

Surat Terbuka Kepada:

Bapak Imam Abdul Aziz Sulthon Auliya bin Nurhasan al Ubaidah AMIR 354 yang di baiati Jamaah 354.
Bapak KH Kasmudi As-Sidqiy
Bapak Yusuf Thohir (ipar Amir 354)
Wakil Empat/ Wakil Imam Jamaah 354.
Juru Hukum 10 Jamaah 354.
Mubaligh Pakubumi.
Ulama 100 jamaah 354.
semua Imam kelompok, desa dan daerah.
semua pengurus Organisasi.
semua saudaraku yang masih beraqidah QHJ-354.

Silakan antum mendatangkan as-SYAIKH al-ALAMAH as-SALAFY YAHYA bin UTSMAN al-Mudarris bil Harom al-Makkiy as-Syarif, yang merupakan jalur isnad Jamaah 354 saat ini. Adakan TANYA JAWAB TERBUKA tentang segala sesuatu yang menjadi KERESAHAN dan KEGELISAHAN internal jamaah 354 saat ini.

Bila beliau as-Syaikh berhalangan, silakan antum mendatangkan as-Syaikh (Profesor) ad-Duktur MUHAMMAD bin UMAR BAZMUL, dosen di Universitas Ummul Quro Mekkah, yang salah satu kitabnya (al-Jama'ah wal Imamah) antum jadikan rujukan untuk memperkuat/mengesahkan Keamiran/keimaman QHJ-354.
(catatan: Beliau Syaikh Muhammad Bazmul datang mengisi Daurah Nasional di Bantul Jogja Juli 2010)

Adakan TANYA JAWAB TERBUKA tentang segala sesuatu yang menjadi KERESAHAN dan KEGELISAHAN internal jamaah 354 saat ini, seperti BAIAT KEIMAMAN 354, TAKFIR terhadap islam non-jamaah 354, INFAQ RIZQY 10%, sosok Kiai NURHASAN yang berdakwah dengan atraksi KESAKTIAN KEKEBALAN menggunakan jasa JIN, dll.

Silakan adakan TANYA JAWAB TERBUKA tersebut di depan Jamaah 354 dan ex-Jamaah 354 di kediri atau di Pondok Gede, atau lebih baik di Masjid Istiqlal Jakarta. InsyaAllah acara ini akan menjadi KEBAIKAN dan mendatangkan MANFAAT yang sangat LUAR BIASA bagi jamaah 354 dan ex-Jamaah 354, bahkan bisa menjadi SOLUSI TEBAIK bagi kedua belah pihak.

Atau silakan antum bertanya langsung kepada Ulama Syaikh Mufti Resmi di Masjidil Harom, di dalam masjidil harom ada beberapa ruangan khusus beberapa syaikh mufti untuk memberikan Fatwa dan Nasihat kepada siapa saja. Silakan bertanya disana dengan membawa penerjemah yang netral (biasanya pembimbing haji dari travel mafhum bahasa arab sana) atau mahasiswa indonesia yang bertebaran di sana.

Silakan bertanya untuk MENCARI KEBENARAN tentang konsep Keamiran/Keimaman yang SYAH menurut syariat dan bandingkan dengan Keamiran/Keimaman 354 dihadapan beberapa Syaikh Mufti, ceritakan kondisi SEBENARNYA Keamiran/keimaman Jamaah 354 (cara pengangkatan amir dll) dan aqidah antum APA ADANYA (tidaK BITHONAH/tidak RAHASIA), apa fatwa mereka tentang aqidah 354 dan Keamiran/Keimaman 354 ???

Seandainya antum tidak percaya kepada Syaikh-syaikh mufti di sana sebab mungkin namanya tidak terkenal di indonesia, silakan bertanya pada Imam-imam Masjidil Harom yang sering datang ke indonesia seperti Syaikh As-Sudais atau Syaikh As-Syuraim tentang aqidah 354 dan Keamiran/Keimaman 354 ???

Atau seandainya antum punya akses yang bagus kepada Ulama-Ulama besar Kerajaan Saudi Arabia (Haiah Kibar Ulama) dan Lajnah Daimah (semacam MUI di Indonesia) di Riyadh, silakan bertanya kepada mereka tentang aqidah 354 dan Keamiran/Keimaman 354 ???

Juga tanyakan kepada mereka tentang PRESIDEN NKRI (SBY) yang di pilih melalui demokrasi (UU buatan manusia)??
Juga tanyakan siapakah yang berhak disebut IMAM/PEMIMPIN kaum muslimin di wilayah indonesia saat ini??

InsyaAllah jawaban mereka semua intinya SAMA.
Sebab aqidah mereka SATU yaitu Aqidah Shohihah Ahlus sunnah wal Jama'ah!!!

semoga mereka (ulama Sholihin) selanjutnya menjadi pembimbing langsung kepada antum dalam keilmuan Islam yang Murni.
semoga menjadi perantara hidayah bagi antum.

11 syawwal 1431 Hijriyah
dari: Muhammad al-Jakarty
muhammad(dot)jkt(at)gmail(dot)com


NB:
1.jangan lupa bawa video kamera dan voice recorder.
2.silakan terima dengan LAPANG DADA apapun jawaban mereka.
3.selanjutnya ikuti ARAHAN mereka, termasuk jikalau mereka memerintahkan antum untuk MEMBUBARKAN JAMAAH 354 dan HIJRAH kepada Ahlussunnah Wal JAMA'AH yang SEJATI.

Doni Ramadhan mengatakan...

saya bersyukur dengan adanya Blog ini, klo bisa bikin blognya yang banyak!!!makin banyak ngejelekinnya makin banyak jg yg mau ngaji di LDII. malah sya sengaja lambang LDII di di pajang tempat kerja saya.orang makin banyak yg bertanya kepada sy klo LDII sesat..justru itu saya langsung mengajaknya untuk ikut di pengajian di LDII.untuk membuktikan apakah benar ngaji di LDII ituh sesat.eeehh malah kebalikannya sekarang temen2 sy pada ikut ngaji di LDII...KLo bisa yg mempunyai blog ini terus aja menanam benih ntar sy yg memanennya.

Anonim mengatakan...

makin banyak ngejelekinnya makin banyak jg yg mau ngaji di LDII
KLo bisa yg mempunyai blog ini terus aja menanam benih ntar sy yg memanennya
buktinya mana mas???
perusahaan antum apa yang naro lambang ldii itu perusahaan apa??
wong segitu gede pesantrennya di lubang buaya aja gak PD naro lambang LDII di pesanternnya apalagi anda yang cuma kroco2
lagi pula bukannya anda lebih mengagungkan LAMBANG 354 dibanding ldii
sono ngaji lagi yang banyak biar kita bantah lagi tulisan anda
spt abu ilyas,jenglot palsu dll
abufatih

SALAFIYUN mengatakan...

doni-doni , kamu itu bak anak SD pamer permen ke gurunya ..hahahaaa...

jujurlah pada hatimu , kenapa kamu meluangkan tulisan ke bloq , kamu menimba ilmu dengan ngumpet-ngumpet ya ??

tapi tidak apa2 doni , karena sesungguhnya nggak ada larangan untuk mendengarkan kajian ahlus sunnah fahmi salaf , baik dengan terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi ( pasti kamu takut di murtadkan amirmu dan imam2mu kalau ketahuan menimba ilmu di sini ).

semoga Allah memberi kemudahan dan hidayah , sehingga kamu sadar akan dosa-dosamu kalau sampai menyesatkan banyak orang ,yaitu orang-orang yang ingin menempuh islam yang murni dengan mengharap keridhoan Allah , kamu sesatkan ke ridhonya amirmu .

Anonim mengatakan...

WELEH-WELEH...SALAPRET POL DEWE....

Anonim mengatakan...

to Doni

bener mas, untuk lebih memahamkan jamaah kita silakan buka blog ini

http://jokam4ever.blogspot.com/2010/10/jamaah-itu-adalah.html

Anonim mengatakan...

SING POL DEWE SOPO MAS???
SAYA ITU GAK NGERASA POL DEWE!!!
sampai sekarang saya masih menuntut ilmu yang pastinya ilmu syar'i yang haq,dan saya tidak akan bosan menuntut ilmu,saya malu dan bosan jadi org bodoh.
30 tahun,dah merasa cukup dg yg saya punya sampai ALLAH bukakan pintu hidayah buat saya,dan itulah nimat yang saya rasakan.
tidak spt JOKAM punya JARGON DADIO GURUNE JAGAT itu bukannya merasa pol dewe????
ngerasa plg hebat dalam ilmu agama ini??
tauhid uluhiyah,rubbubiyah,asma' was shifat aja gak tau
konsekwensi 2 kalimat syahadat aja gak tau...
hak hak nabi MUHAMMAD terhadap hambanya aja gak tau
gimana mo jadi gurunya dunia???
hati hati disekitar anda banyak orang pintar ,jokam hanyalah SEMUT YANG MERASA DIRINYA GAJAH,KATAK DALAM TEMPURUNG,hati hati dg KECONGKAKAN KALIAN
abufatih

Anonim mengatakan...

RALAT!!!
hak hak nabi MUHAMMAD terhadap (hambanya) aja gak tau
yang bener UMATNYA....

354 mengatakan...

Bukti Kebohongan Nur Hasan Ubaidah Lubis, Imam Jama’ah LDII
Bukti Kebohongan Nur Hasan Ubaidah Lubis, Imam Jama’ah LDII
10/01/2001 – Arsip Aliran Pemikiran

Berikut ini adalah bukti kebohongan Imam LDII, dalam memanipulasi hadits Nabi yang mengatakan dirinya manqul kepada Rasulullah SAW.

Dalam Kitabus-Shalah (kitab tentang Shalat), hlm. 124-125 yang disusun oleh pemimpin kelompok Islam Jama’ah /Lemkari/LDII (Tidak diperjualbelikan khusus untuk intern warga LDII), Nur Hasan (Madigol) mengutip sebuah hadits dalam kitab Sunan At-Tirmidzi.

Dia mengatakan bahwa dirinya manqul dari Nabi Muhammad SAW. Adapun hadits tersebut berbunyi, yang artinya, “Telah menceritakan kepada kami, ‘Ubaidah bin Abdil Aziz (Nur Hasan Ubaidah Lubis, Pen), telah menceritakan kepada kami, Syaikh Umar Hamdan Al-Madani Al-Makki, dari sayyid Ali Adh-Dhahir Al-Witri Al-Madani, dari Syaikh Abdil Ghani Al-Majaddidi, dari ayahnya Abi said, dari Abdil Aziz Ad-Dihlawi As-Syah Waliyillah Ad-Dihlawi, dari Syaikh Abi Thahir Al-Kurani, dari ayahnya Syaikh Ibrahim Al-Kurani, dari Syaikh Al-Mijahi, dari Syaikh Ahmad As-Subki, dari Syaikh Najmuddin Al-Ghaithi dari Zaini Zakaria dari Al-Iz bin Abdirrahim bin Furaat, dari Syaikh Umar bin Al-Hasan Al-Maraghi, dari Al-Fahr bin Ali bin Ahmad bin Abdil Wahid, dari Syaikh Umar bin Thobarzad Al-Baghdadi telah berkata, telah menceritakan kepada kami Syaikh Abul Fatah Abdul Malik bin abdil Qosim Al-Harawi Al-Karruhi telah berkata, telah menceritakan kepada kami Al-Qadli Al-Zahid Abu Amir Mahmud bin Qasim, dan telah menceritakan kepadaku Syaikh bin Nashr Abdul Aziz bin Muhammad bin Ali At-Tiryaqi dan Syaikh Abu Bakar Ahmad bin Abdi As-Shamad Al-Ghurazi mereka telah berkata, telah mengabarkan kepada kami Abu Muhammad Abdul Jabbar bin Muhammad bin Al-Jarrah Al-Jarrahi telah berkata, telah mengkhabarkan kepada kami Abdul Abas Muhammad bin Ahmad bin Mahbub telah berkata, telah mengkhabarkan kepada kami Abu Isa Muhammad bin Isa bin Saurah At-Tirmidzi, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Ya’kub Al-Jauzajaani, telah menceritakan kepadaku Shafwan bin sholih, telah menceritakan kepada kami Al-Walid bin Muslim, telah menceritakan kepada kami Syuaib bin Abi Hamzah dari Abi Zinad dari Al-’Araz dari abi Hurairah, telah berkata, telah berkata Rasulullah SAW, “Sesungguhnya bagi Allah SWT itu mempunyai sembilan puluh sembilan nama, barang siapa yang menghitungnya pasti dia masuk sorga, Dia Allah yang tidak ada tuhan selain Dia Ar-Rahman, Ar-Rahim, Al-Malik, Al-Qudus, As-Salam, Al-Mukmin, Al-Muhaimin, Al-Aziz, Al-Jabbar, Al-Mutakabbir, Al-Khaliq, al-Baari, Al-Mushawwir, Al-Ghaffar, Al-Qahar, Al-Wahab, Ar-Razzaq, Al-Fattah, Al-’Alim, Al-Qabidl, Al-Basit, Al-Khafidl, Ar-Rafi, Al-Muiz, Al-Mudzil, As-Sami, Al-Bashir, Al-Hakam, Al-’Adl, Al-Latif, Al-Khabir, Al-Halim, Al-’Adlim, Al-Ghofur, Asy-Syakur, Al-’Ali, Al-Kabir, Al-Hafid, al-Muqit, Al-Hasib, Al-Jalil, Al-Karim, Ar-raqib, Al-mijib, Al-Waasi, Al-Hakim, Al-Wadud, Al-Majid, Al-Baits, As-Syahid, Al-Haq, Al-Wakil, Al-Qawi, Al-Matin, Al-Wali, Al-Hamid, Al-Muhshi, Al-Mubdi, Al-Muid, Al-Muhyi, Al-Mumit, Al-Hayyu, AlQayum, Al-Wajidu, Al-Majidu, Al-Wahidu, Ash-Shamadu, Al-Qadiru, Al-Muktadir, Al-Muqadim, Al-Mu’akhir, Al-Awwal, Al-Akhir, Adh-Dhahir, Al-Bathin, Al-Wali, Al-Muta’ali, Al-Barru, At-Tawwab, Al-Muntaqimu, Al-’Afuwwu, Ar-Raufu, Maalikul Mulki, Dzul Zalali wal Ikram, Al-Muqsit, Al-Jaami, Al-Ghani, Al-Mughni, Al-Maani, Adl-Dlaru, An-Nafi’, An-Nur, Al-Hadi, Al-Badi’, Al-Baqi, Al-Waritsu, Ar-Rasyid, Ash-Shobur.”

354 mengatakan...

Hadits tersebut aslinya dalam kitab Sunan At-Tirmidzi, juz 5, hal.192, hadits no. 3574, penerbit: Perpustakaan As-Salafiyah Madinah Al-Munawwarah.

Penjelasan

Setelah melakukan penelitian terhadap buku-buku pegangan kelompok LDII, LPPI (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam) menyimpulkan:

Buku-buku pegangan kelompok Islam Jama’ah/Lemkari/LDII adalah gelap, artinya, buku itu tanpa penulis dan penerbit, hanya di akhir tiap-tiap buku itu tertulis: “Tidak diperjualbelikan, khusus untuk intern warga LDII.” Hal ini bisa dimengerti, mengingat cara penulisannya menyimpang dari pemahaman yang sesungguhnya, tetapi dipahami menurut cara penyusunnya. Oleh karena itu, agar terhindar dari serangan kaum cendekiawan yang ahli, diantaranya mereka menulis dengan cara gelap.

Untuk menguatkan ajaran manqulnya, Nur Hasan mengutip sebuah hadits dalam kitab Sunan At-Tirmidzi juz V hlm. 192 hadits no. 3574, Penerbit Pustaka As-Salafiyah Madinah Al-Munawwarah. (seperti dikutip).

Hadits tersebut, (silakan Saudara kaum Msulimin sekalian cek dengan sumber yang aslinya yang dapat dipercaya) sanad aslinya adalah sbb:

Imam At-Tirmidzi menerima dari Ibrahim bin Yaqub Al-Jaujaani, Ibrahim menerima dari Shofwan bin Sholih, Shofwan menerima dari Al-Walid bin Muslim, Al-Walid menerima dari Syaib bin Hamzah, Syaib menerima dari Abi Zinad, Abi Zinad dari Al-Araz, Al-Araz dari Abi Hurairah, Abu Hurairah dari Nabi SAW. Inilah sanad hadits tersebut dalam kitab asli Imam At-Tirmidzi. Sama sekali tidak tercantum nama Nurhasan Ubaidah Lubis (yang dalam kitab-kitab pegangan LDII, tercantum dengan nama Ubaidah bin Abdul Azis, untuk meyakinkan anggotanya yang tidak memahami).

354 mengatakan...

http://miqrosoft.wordpress.com/2007/10/06/bukti-kebohongan-nur-hasan-ubaidah-lubis-imam-jamaah-ldii/

Anonim mengatakan...

tuk 354...kalo berani buka http://www.rumahku-indah.blogspot.com baca artikel terbaru:Fitnah Hizbiyah (3)

معالي الشيخ صالح بن عبد العزيز آل الشيخ

Ma’ali Syaikh Shalih Abdul Aziz Alusy Syaikh –hafizhahullah-

(Menteri Urusan Agama Arab Saudi)
----------------------------------
kalo 354 jujur dengan apa yang ada dalam lubuk hatinya tidak mengikuti hawa nafsu syaithan dan jeratan iblis laknat jahannam juga tidak fanatik buta,taazub hizbiyah madigholiyah dan juga tidak sombong merasa POL DEWE dan betul2 ingin mencari kebenaran dinul islam insyaallah allah akan memberinya petunjuk/hidayah yang haq.semoga...

Anonim mengatakan...

Nambah mang........
www.realsesat.blogspot.com
tarriiiiik lur....

Anonim mengatakan...

DIALOG :
SYAH TIDAKNYA KEAMIRAN BPK HAJJI NURHASAN UBAIDAH LUBIS

Mereka bertanya:

Tolong anda terangkan bid’ah/ subhat/ rancu nya pemahaman Imamah, bai’ah, dan thoa’ah versi Jama’ah, namun dengan menggunakan dalil-dalil yang dimangkulkan dalam Jama’ah dan pengertian dalil tersebut sesuai dengan pemahan Jama’ah tanpa menyebutkan kedudukannya hadits dho’if ataupun shahih (karna mangkul di dalam Jama’ah tidak ada menyebutkan kedudukan haditsnya).

Jawaban :

Baiklah InsyaAllah kami akan menjawab pertanyaan anda, di dalam Jama’ah dalil yang digunakan untuk memperkuat wajibnya ber-imam-bait-thoat adalah ucapan Umar bin Al-Khattab :

لا إسلام الا بجماعة ولا جماعة الا بإمارة ولا إمارة إلا بالبيعة ولا بيعة الا بطاعة

Artinya : Tidak ada Islam kecuali dengan berjama'ah, dan tidak ada jama'ah kecuali dengan adanya keamiran dan tidak ada keamiran kecuali dengan bai’at, dan tidak ada bai’at kecuali dengan taat.

Sebenarnya hadits ini dha’if, tidak shahih dari Umar. Diriwayatkan oleh Imam Ad-Darimi di dalam Sunannya (I/79) no. 251 dan Ibn Abdil Barr dalam Jamiul Bayan al-Ilmu no. 244. Namun sesuai permintaan anda maka kami tidak akan mempermasalahkan kedhoifan hadits ini.

Dalam hal ini (imamah) semua ulama sudah sepakat bahwa kita harus menetapi Jama’ah dan membentuk Imamah/ Khilafah, namun ada perbedaan yang sangat mendasar tentang pengertian wajibnya –Imamah- antara Versi Jama’ah anda dengan Pengertiannya Jumhur Ulama, yaitu :

“Menurut Jumhur Ulama wajibnya membentuk imamah adalah dengan syarat, yakni wajibnya imamah itu seperti wajibnya Jihad dan Hajji yang juga memerlukan syarat tertentu, sedangkan versi Jama’ah anda wajibnya –imamah- adalah tanpa syarat (karna untuk menghalalkan hidup dan islam anda, sesuai ucapan umarbin khattab diatas).

Lagi-lagi sesuai permintaan anda maka saya akan mengambil pengertian –imamah- sesuai dengan pengertian Jama’ah anda, yaitu :

Bahwa Jama’ah anda telah berdiri sejak tahun 1941 M, pada tahun itu Bapak H. Nurhasan Ubaidah telah dibaiat oleh 2 orang temannya menjadi Amir/ Imam, Namun yang patut dipertanyakan apakah syah ke-amirannya Bapak H. Nurhasan Ubaidah itu? Bila ditinjau dari Ucapan Sahabat Umar ibnu Khattaab dalam hadits yang diriwayatkan dalam Musnad Ahmad (1/55) no. 391 dan Bukhari no. 6329 :

Artinya :
“Barangsiapa membai’at seorang amir tanpa musyawarah dengan kaum muslimin terlebih dahulu, maka tidak ada bai’at baginya”

Sedangkan mereka membentuk keamiran itu tanpa musyawarah, buktinya keamiran mereka disebut bithonah dan tidak ada seorangpun diluar jama’ah mereka yang tahu.

Mungkin anda akan berkata :
“buat apa musyawarah, sedangkan pada saat itu umat di Indonesia dalam keadaan kafir (sesuai pemahaman anda bahwa karna tidak punya imam, maka hidup mereka tidak halal dan bila mati maka akan mati jahiliyah/ Kafir)”.

Saya katakan bahwa :
Sesuai pemahaman anda Berarti Bapak H. Nurhasan Ubaidah dan ke 2 orang temannya pada saat belum membentuk ke-amiran maka mereka juga kafir (karna belum punya imam), lalu kalau sama-sama kafir mengapa tidak musyawarah? dan mengapa pula seorang Kafir diangkat menjadi amir-nya kaum muslimin? (MAAF INI SESUAI PEMAHAMAN ANDA LHO!!!!!)

Mungkin anda akan berkata :
Bapak H. Nurhasan Ubaidah dan ke 2 orang temannya tidak kafir, karna mereka waktu di Mekkah mereka telah membai’at Amir di Mekkah, dan mereka pulang keindonesia dalam rangka safar/ bepergian.

Saya katakan bahwa :
Kalau itu jawaban anda, maka hanya ada dua pilihan dan terserah anda memilih yang mana, yaitu :

 Jika Bapak H. Nurhasan Ubaidah dan ke 2 orang temannya pulang keindonesia dalam rangka safar/ bepergian, maka ketika mereka mendirikan ke-amiran wajib untuk dibunuh (sesuai dalil : Bila ada dua imam/ amir yang dibaiat maka bunuhlah yang terakhir dibaiat salah satu dari keduanya).

 Jika ke Indonesia bukan dalam rangka safar, maka tidak wajib dibunuh tapi ketika masih diatas kapal saja sudah menjadi Kafir.

Anonim mengatakan...

DIALOG :
SYAH TIDAKNYA KEAMIRAN BPK HAJJI NURHASAN UBAIDAH LUBIS

Mereka bertanya:

Tolong anda terangkan bid’ah/ subhat/ rancu nya pemahaman Imamah, bai’ah, dan thoa’ah versi Jama’ah, namun dengan menggunakan dalil-dalil yang dimangkulkan dalam Jama’ah dan pengertian dalil tersebut sesuai dengan pemahan Jama’ah tanpa menyebutkan kedudukannya hadits dho’if ataupun shahih (karna mangkul di dalam Jama’ah tidak ada menyebutkan kedudukan haditsnya).

Jawaban :

Baiklah InsyaAllah kami akan menjawab pertanyaan anda, di dalam Jama’ah dalil yang digunakan untuk memperkuat wajibnya ber-imam-bait-thoat adalah ucapan Umar bin Al-Khattab :

لا إسلام الا بجماعة ولا جماعة الا بإمارة ولا إمارة إلا بالبيعة ولا بيعة الا بطاعة

Artinya : Tidak ada Islam kecuali dengan berjama'ah, dan tidak ada jama'ah kecuali dengan adanya keamiran dan tidak ada keamiran kecuali dengan bai’at, dan tidak ada bai’at kecuali dengan taat.

Anonim mengatakan...

--> lanjutan..
Sebenarnya hadits ini dha’if, tidak shahih dari Umar. Diriwayatkan oleh Imam Ad-Darimi di dalam Sunannya (I/79) no. 251 dan Ibn Abdil Barr dalam Jamiul Bayan al-Ilmu no. 244. Namun sesuai permintaan anda maka kami tidak akan mempermasalahkan kedhoifan hadits ini.

Dalam hal ini (imamah) semua ulama sudah sepakat bahwa kita harus menetapi Jama’ah dan membentuk Imamah/ Khilafah, namun ada perbedaan yang sangat mendasar tentang pengertian wajibnya –Imamah- antara Versi Jama’ah anda dengan Pengertiannya Jumhur Ulama, yaitu :

“Menurut Jumhur Ulama wajibnya membentuk imamah adalah dengan syarat, yakni wajibnya imamah itu seperti wajibnya Jihad dan Hajji yang juga memerlukan syarat tertentu, sedangkan versi Jama’ah anda wajibnya –imamah- adalah tanpa syarat (karna untuk menghalalkan hidup dan islam anda, sesuai ucapan umarbin khattab diatas).

Lagi-lagi sesuai permintaan anda maka saya akan mengambil pengertian –imamah- sesuai dengan pengertian Jama’ah anda, yaitu :

Bahwa Jama’ah anda telah berdiri sejak tahun 1941 M, pada tahun itu Bapak H. Nurhasan Ubaidah telah dibaiat oleh 2 orang temannya menjadi Amir/ Imam, Namun yang patut dipertanyakan apakah syah ke-amirannya Bapak H. Nurhasan Ubaidah itu? Bila ditinjau dari Ucapan Sahabat Umar ibnu Khattaab dalam hadits yang diriwayatkan dalam Musnad Ahmad (1/55) no. 391 dan Bukhari no. 6329 :

Artinya :
“Barangsiapa membai’at seorang amir tanpa musyawarah dengan kaum muslimin terlebih dahulu, maka tidak ada bai’at baginya”

Anonim mengatakan...

---> lanjutan
Sedangkan mereka membentuk keamiran itu tanpa musyawarah, buktinya keamiran mereka disebut bithonah dan tidak ada seorangpun diluar jama’ah mereka yang tahu.

Mungkin anda akan berkata :
“buat apa musyawarah, sedangkan pada saat itu umat di Indonesia dalam keadaan kafir (sesuai pemahaman anda bahwa karna tidak punya imam, maka hidup mereka tidak halal dan bila mati maka akan mati jahiliyah/ Kafir)”.

Saya katakan bahwa :
Sesuai pemahaman anda Berarti Bapak H. Nurhasan Ubaidah dan ke 2 orang temannya pada saat belum membentuk ke-amiran maka mereka juga kafir (karna belum punya imam), lalu kalau sama-sama kafir mengapa tidak musyawarah? dan mengapa pula seorang Kafir diangkat menjadi amir-nya kaum muslimin? (MAAF INI SESUAI PEMAHAMAN ANDA LHO!!!!!)

Mungkin anda akan berkata :
Bapak H. Nurhasan Ubaidah dan ke 2 orang temannya tidak kafir, karna mereka waktu di Mekkah mereka telah membai’at Amir di Mekkah, dan mereka pulang keindonesia dalam rangka safar/ bepergian.

Saya katakan bahwa :
Kalau itu jawaban anda, maka hanya ada dua pilihan dan terserah anda memilih yang mana, yaitu :

 Jika Bapak H. Nurhasan Ubaidah dan ke 2 orang temannya pulang keindonesia dalam rangka safar/ bepergian, maka ketika mereka mendirikan ke-amiran wajib untuk dibunuh (sesuai dalil : Bila ada dua imam/ amir yang dibaiat maka bunuhlah yang terakhir dibaiat salah satu dari keduanya).

 Jika ke Indonesia bukan dalam rangka safar, maka tidak wajib dibunuh tapi ketika masih diatas kapal saja sudah menjadi Kafir.