بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

SEGENAP TIM AIRMATAKUMENGALIR MEMOHON MAAF KEPADA KAUM MUSLIMIN ATAS PERLAKUAN JAHIL KAMI SELAMA BERADA DI DALAM KERAJAAN ISLAM JAMAAH/LDII,MENGKAFIRKAN KEPADA KAUM MUSLIMIN DAN MEMBOHONGI UMAT ATAS AJAKAN SESAT KAMI TERDAHULU,DAN HIMBAUAN KAMI AGAR UMAT ISLAM KHUSUSNYA YANG ADA DI INDONESIA JANGAN TERPEDAYA DENGAN ISLAM JAMAAH YANG SEKARANG INI BERNAMA LDII (LEMBAGA DAKWAH ISLAM INDONESIA)SEJATINYA MEREKA TETAP MENGANGGAP KAFIR KEPADA KAUM MUSLIMIN DI LUAR KELOMPOKNYA DAN SETIAP HARINYA MEREKA MEMBUAT MAKAR UNTUK MEMPERDAYA UMAT AGAR MENJADI PENGIKUTNYA

Comments
36 Comments

36 Response to " "

Anonim mengatakan...

Baguslah kalau kalian sadar akan kesesatan paham yg menyimpang dari ajaran islam jamaah, dan baguslah kalian telah tobat karena telah pernah ikut dan pernah punya andil membesarkan islam jamaah.
Mungkin lebih efektip dan mempunyai dampak yg signifikan atas perjuangan anda dlm memerangi paham yg menyimpang ini, dgn mempublikasikanya ke media cetak maupun elektronik yg ternama misalnya koran kompas, TV one, Metro TV, Trans TV, SCTV dll.

Anonim mengatakan...

ya kami siap untuk mempublikasikanya(memberikan kesaksian kesesatanya islam jamaah yang berlindung didalam organisasi LDII,SENKOM,CAI)secara terbuka lewat media cetak maupun elektronik asalkan ada yang memfasilitasi dan melindungi kami.

Anonim mengatakan...

Waktu pertama kali msk islam jamaah, dan kmdian di bai'at, hati tergetar dan bersyukur kepd Alloh dan bersyukur kepada bpk imam, seakan akan krn dgn hidayahNya bisa menjumpai ajaran yg haq yaitu menjumpai ajaran islam yg benar yaitu islam yg berbentuk jamaah berdasrkan Qur'an Hadis . Jamaah itu hrs/wajiibb mempunyai Amir yg diabai'at dan ditoati. Maka waktu itu sy bersyukur sekali bahwa sy umat islam yg mempunyai Amir.Artinya sy merasa sdh benar berislamnya dan yakin msk surga dgn msk islam jamaah ini. Belakangan br sy ketahui bahwa slh satu dalil andalan ini termasuk hadist do'if. Dan belakangan br sy ketahui bahwa islam jamaah yg sy anut ini termasuk paham khawarij, yg oleh Nabi diancam sebagai anjing penghuni neraka. audzubillah mindzalik..

Anonim mengatakan...

sy waktu ngaji di islam jamaah didoktrin, seseorang bisa msk islam jamaah yaitu termsk hidayah dr Alloh semata. Dan seseorang hrs kewalahan syukur bhw seseorang tsb. hidup sekali ini menjumpai agama yg haq. Krn seandainya seseorng yg tdk menjumpai agama islam yg berbentuk jamaah ini niscaya msk neraka. Org yg mengaku agama islam tetapi tdk berjamaah yaitu berjamaah yg di indonesia dibawa oleh Bapak Nurhasan Alubaidah Lubis, maka islamnya tdk syah, sholatnya tdk syah, hajinya tdk syah, zakatnya tdk syah, puasanya tdk syah..

ruju sumatra mengatakan...

kami, mewakili jama'ah ruju ilal haq, dari Sumatra, meminta maaf kpd kaum muslimin yg sudah kami sakiti, sbab pemahaman khowarij kami dahulu.. dan kpd airmataku, 354hijrah, rumahku-indah, tuntutlah ilmu, waspada354, www.radiorodja.com, www.islamhouse.com, www.al-islam.com, www.salafy.or.id, semua crue yg ada di dalamnya..., kami syukuri dg bimbingan ilmunya shingga kami melek dari kebodohan,. kami syukuri JAZAKUMULLOHUKHOIR...
kami meminta semua crue blogspot maupun website, utk trus istiqomah, dalam membimbing umat ini.
BAROKAULOHUFIKUM...
WASSALAMUALAIKUM.

ammad mengatakan...

ALHAMDULILLAH disini tho.. ada tempat curhat...
saya dulu di ldii dan saya akui bahwa ldii sampai saat saya menulis ini, masih menganggap orang luar ldii adalah tai bonjrot, asu, celeng bahkan di jogja tpt sy kuliah dulu pak A. mengatakan orang luar ldii adalah turuk bosok.
aqidah yg betul2 tidak sesuai akhlaq rosul, tdk bisa menjaga lisan, sangat jooorook.. dan hina memandang orang2 islam diluar ldii. termasuk ortua sy sdr sy anggap kafir. astargfirulloh..

saya sudah bariun, lebaran, cuci tangan.
JAZAKUMULLOH KHOIRON, atas nasehat2 saudara2ku yg sudah lebih dahulu memahami agama islam yg sangat relavan dan pas dengan ALQURAN dan Assunnah.

airmatakumengalir mengatakan...

semua atas perhatian dari ihwan wa akhwat dalam rangka meluruskan pemahaman agama yang di selewengkan oleh 354 sungguh merupakan sebuah kesyukuran dan turut mendukung perjuangan kami semua untuk mengembalikan kaum muslimin yang telah kami ajak kedalam kubangan kesesatan...

Anonim mengatakan...

Semua menjadi ternetralisir kalau melihat di http://dinul-kholish.blogspot.com/

Anonim mengatakan...

Kalau melihat di http://dinul-kholish.blogspot.com/..penuh ro'yu,padahal saat ngaji di ldiipun dilarang ro'yu..tapi kenyataanya antara guru besarnya dan muridnya sama saja..!!

Anonim mengatakan...

tidak ada yang ro'yu di http://dinul-kholish.blogspot.com, semua yang kami sampaikan adalah implikasi dari apa yang Or.Slfy sampaikan... ada yang mengatakan, kami yang menjelaskan...

Anonim mengatakan...

Kalo lo pade kagak mau dikatain kafir bales aja tu 354 kafir menurut versi kalian. Daripada kalo sy baca ada perasaan jengkel yang mendalam dihati kalian. Takutnya kena struk lu pade.

Anonim mengatakan...

5af bkanya belain tp ngapain di forum ni pada njelek2in sesama org islam.lihat tu musuh besar kita yaitu orang ahli kitab yg paling pantas kita musuhi.q jd bpikir knapa org2 islam malah pada brantem sndiri ya?kurng kerjaan nih mnurutku forum ini.q koq lbh seneng liat dakwah lwt kayak film KCB garapan kang abik, Para Pencari Tuhan di SCTV. Tontonan bermnfaat skaligus mnggugah keimanan qta. Ga kayak forum ni kalo q baca menjijikkan.Cuma saling olok-olok yg ga da habisnya.

Anonim mengatakan...

tidak ada yang ro'yu di http://dinul-kholish.blogspot.com, semua yang kami sampaikan adalah implikasi dari apa yang Or.Slfy sampaikan... ada yang mengatakan, kami yang menjelaskan...

ooo...gak ada ro'yu...???!!!
jadi penjelasan sampean diatas dpt manqulan dr siapa gitu, semisal mengenai persenan infak..bukankah islam jamaah mewajibkan manqul kang ..

Anonim mengatakan...

infak adalah segala bentuk pembelanjaan (dalam konteks ini pembelanjaan di jalan Alloh/fii sabiilillah), baik yang wajib dan tertentu yaitu zakat, baik yang cuma-cuma tanpa keharusan yaitu sedekah, dan segala hal yang di luar zakat dan sedekah. (dan juga bukan denda).
Infak adalah pengeluaran/penyisihan harta secara umum. Bisa berupa yang wajib, contoh zakat. Bisa berupa sedekah. Bisa juga di luar zakat dan sedekah (yang lainnya). Contoh apakah yang di luar zakat dan sedekah? Well, banyak. Seorang suami yang menafaqo (menafkahkan) hartanya untuk keluarganya merupakan contoh yang baik. Nafaqo akarnya sama: Nun Fa Qof. Suami wajib menafkahi keluarganya. Tapi berapa jumlahnya? Ya tidak ditentukan. Tergantung kesepakatan. Tergantung pula dari kemampuan. Ketika suami dan istri bermusyawarah, misalkan terjadi kesepakatan untuk menafkahi istri dan anak-anaknya Rp 1jt seminggu. Maka si suami wajib memberikan nafkah tersebut yang menjadi hak istri dan anak2nya. Bolehkan jumlahnya berubah? boleh-boleh saja. Lagi-lagi tergantung kesepakatan. Jikalau si suami naik pangkat dan rejekinya lebih, mungkin nafkah keluarganya jadi naik misalkan Rp 2jt seminggu. Kalau si suami pendapatannya berkurang (misalkan habis di PHK),laluhanya mampu Rp 500rb seminggu tentu sah-sah saja. Kalau penghasilan suami tidak menentu? Buat saja kesepakatan umpamakan 50% dari pendapatan untuk nafkah anak-istri. Jadi kuncinya: kesepakatan.
Lalu jika ada infak persenan yang diwajibkan oleh Imam kepada jamaahnya apakah boleh? Ya boleh-boleh saja. Yang jelas namanya tetap infaq (bukan zakat). Keleluasaan infaq boleh dimanfaatkan asalkan niatnya untuk fii sabiilillah dan bisa saja berubah sesuai mufakat. Infak ini menjadi wajib, tetapi bukan zakat (tidak ada yang diperbaharui di sini). Wajib karena sudah disepakati. Dan tidak melanggar karena niatnya memang untuk fii sabilillah.
Berikut cuplikan menyesatkan dari blog terkenal Hizb Albaniyah dan argumen saya tentang sesatnya tulisan tersebut:
1. Harta yang disetorkan bukan merupakan hak dan merupakan kebathilan karena haram memakan harta muslim lainnya.
Argumen saya: orang ini kebangeten. Seenaknya main taruh dalil dan memplintirnya. Memang betul mengambil harta muslim lainnya haram. Tetapi penyerahan infak bukanlah perampasan harta. Namanya saja infak, kok disamakan dengan merampas. Infak persenan yang merupakan hasil musyawarah antara jamaah dan imamnya dan digunakan untuk kegiatan fii sabilillah adalah sah-sah saja.
2. Sebuah kezhaliman, karena zakat saja harus menunggu 1 tahun dan infak 10% jauh melebihi persentase zakat.
Argumen saya: Zakat memang tidak bisa diutak-atik. Sudah final. Tetapi infak, tidak ada hubungannya dengan besarnya zakat. Infak bisa saja berupa iuran perang. Misalkan ajakan Nabi untuk membiayai perang, Nabi mengajak untuk berinfak. Nature dari infak memang tidak terikat waktu. Tidak mesti menunggu 1 tahun. Besarannya pun juga tidak terikat, bisa lebih besar, bisa lebih kecil. Infak perang bisa saja melebihi dari zakat mal. Jadi jangan mempermasalahkan berapa besarannya dengan membandingkan dengan zakat. Karena memang tidak ada hubungannya. Hanya orang bodohlah yang berpikiran seperti itu merupakan suatu kezhaliman. Lagian, seingat saya ada juga kok zakat yang 10%. Periksa saja ndiri.
3. Perkara yang diada-adakan. Bid'ah
Dasar gendheng. Kalau membuat zakat fitrah itu menjadi 100liter per kepala itu baru bid'ah (merubah syariat). Atau mewajibkan sedekah 100rb rupiah per-minggu. Tetapi infak? Infak itu, kembali pada definisinya adalah penyisihan harta umum. Tergantung kesepakatan, bagaimana me-mobilisasi dana untuk kepentingan fii sabilillah.
Dan mau tau lucunya?
Ternyata Hizb Albaniyah/Salafi Indon ini juga menggunakan istilah infak yang ditentukan jumlahnya tidak ada "dicontohkan" nabi (lihat gambar di bawah). Hehehe... jadi ahli bid-ngah juga dong :-D

Sumber http://www.blogster.com/wongpinter/infaq

Anonim mengatakan...

Gendeng kabeh

Anonim mengatakan...

Emmm.....orang - orang bodoh pada berceloteh, salahkan sana - salahkan sini.
padahal mrk sendiri g tw diri mrk benar atw g ?
cuma berdasarkan katanya dan katanya,
ckckckck....
memang allah dah membelokkan hati kalian jauh dr kebenaran,

Anonim mengatakan...

Adapun perlu pembaca ketahui, Syechul Islam Ibn Taimiyah ini merupakan ulama besar rujukan para salafi rakitan. Namun apa daya, ternyata Syech Mekkah Abdul Aziz Bin Baz yang juga menjadi rujukan para salafi rakitan melontarkan fatwa yang berbeda dengan Syech Ibn Taimiyah diatas. Mau bukti? Silakan baca baik baik sambil nyeruput teh hangat di sore hari ini:

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz Rahimahullah ditanya:
“Semoga Allah memberikan kebaikan kepadamu. Hadits Nabi Shallallahu’alaihi wasallam dalam hal perpecahan umat: ‘…Akan berpecah umatku menjadi 73 golongan. Semua di neraka kecuali satu… dan seterusnya.’ Apakah Jamaah Tabligh dengan kesyirikan dan bid’ah yang mereka miliki, juga jamaah Ikhwanul Muslimin dengan kekelompokan mereka dan ketidaktaatan kepada penguasa… Apakah dua kelompok ini masuk ke dalam kelompok-kelompok yang binasa?”

Jawab:
“Masuk ke dalam kelompok yang 72 (tujuhpuluh dua). Dan siapa saja yang menyelisihi aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah maka masuk yang 72 kelompok. Yang dimaksud dengan kata ‘umatku’ adalah umat ijabah, yakni umat yang menyambut seruan Allah Subhanahu wata’ala dan menampakkan diri bahwa mereka mengikuti Nabi Shallallahu'alaihi wasallam. Mereka ada 73 golongan. Yang selamat adalah yang mengikuti beliau Shallallahu’alaihi wasallam dan istiqamah di atas agamanya. Sedangkan yang 72 golongan, di antara mereka ada yang kafir, ada yang ahli maksiat, ada yang ahli bid’ah, bermacam-macam.”

Penanya: “Yakni, dua kelompok ini termasuk dari 72 golongan itu?”
Jawab: “Ya, termasuk dari 72 golongan itu.”

(diambil dari salah satu rekaman pelajaran Al-Muntaqa di kota Tha‘if, 2 tahun sebelum wafat beliau)

Walhasil, yang tadi niatnya mau "menyerang" warga QHJ, eh, malah mengadu domba para syechnya sendiri. Karena itu artinya syech Ibn Taimiyah berpendapat bahwa orang seperti syech Ibn Baz termasuk orang yang menyelisihi al Kitab, Sunnah, dan Ijma' para sahabat.

Aduhai salafi rakitan, kok mikir pake dengkul terus sih? Sampai kapan tipu daya ini? Ah, lagi-lagi Rikrik. Malu-maluin dunia persalafian aja sih loe

http://airmatakumengalir.blogspot.com/

Anonim mengatakan...

bloger ldxx, dah pusing kali ye... gak ada kata2 laen yg bemutu, itu2 aja di copy paste. hehehe...

kita ngaji aja yuk di www.rodjatv.com

mantabb... ini baru KITABILLAH WA SUNNAH ROSULLULLOH.

Anonim mengatakan...

Sudahlah salafi. Mau berhujjah apalagi?

Dari Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu, dia berkata: Rosululloh sholallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak halal ditumpahkan darah seorang muslim kecuali karena salah satu di antara tiga alasan: orang yang telah kawin melakukan zina, orang yang membunuh jiwa (orang muslim) dan orang yang meninggalkan agamanya memisahkan diri dari jamaah” (Muttafaq 'Alaih)

Karena menurut pengertian dan pemahaman salafi rakitan itu seorang imam/amir adalah pemimpin sebuah negara (presiden, perdana menteri, raja).

Maka kesimpulannya adalah: semua orang yang berpindah kewarganegaraan, hukumnya sama dengan memisahi jamaah.

Berpindah dari amir yang satu, ke amir yang lain. Dimana hal tersebut terlarang menurut hadits ini: Fu Bil Baiatul Awal Fal Awal.

Sudahlah salafi. Hendak kemana engkau pergi? ke...? Naudzubillah.

Anonim mengatakan...

bani isroil itu dipimpin Nabi. setelah nabinya mati diganti nabi. setelah nabi muhamad islam dipimpin kholifah. kholifahnya mati diganti kholifah. salapi dipimpin presiden. presidenya belum mati sudah diganti presiden lagi. ini bertentangan hukum islam. padahal menurut surat an nisa' ayat 14 " wa man ya'silaha warosuluha waya'adza khududahu yudkhilu naar, kholidina fi ha..."

Anonim mengatakan...

http://separuhhidupkupergi.blogspot.com/ kini telah on air.....

Anonim mengatakan...

khalifah itu diakui oleh seluruh umat islam dan tidak bithonah , kalau bitonah dan tidak dikenal ya bukan khalifah. kalau ngga ada khalifah, maka jangan berfirqoh. tanpa khalifah umat islam tetaplah jamaah muslimin.

Anonim mengatakan...

betul skali, komentar anda singkat padat dan bisa saya mengerti. jazakumullohkhoir..

Anonim mengatakan...

Ada apa dengan Mantan LDII? Kenapa mereka begitu berambisi untuk merusak LDII…

Apa betul LDII khawarij? Lihat di http://kesesatan-ldii.blogspot.com/2010/05/ldii-khawarij.html

Apa alasan LDII mengusap muka setelah berdoa Lihat di http://anti-rumahku-indah.blogspot.com/

Apa betul pemimpin yang tidak punya kekuasaan tidak boleh ditaati? http://anti-rumahku-indah.blogspot.com/2010/05/pemimpin-yang-tidakpunya-kekuasaan.html

Apa betul ulil amri LDII membuat syariat (bukankah ini ijtihad)? Lihat di http://anti-rumahku-indah.blogspot.com/2010/05/ulil-amri-atau-siapapun-tidak-berhak.html

Wudu dengan mengusap sampai ke leher di bilang doif tapi kok ada juga hadits tersebut di Shohih Bukhori No. 179? http://anti-rumahku-indah.blogspot.com/2010/05/pertanyaan-2-mengusap-lehertengkuk.html

Masa Asad dibilang syirik (he… ada ada saja) http://anti-rumahku-indah.blogspot.com/2010/05/silat-asad-menjerumuskan-diri-ke-dalam.html

Lo… ko salafy mengartikan tidak boleh memegang quran dalam keadaan suci (tidak wudu) padahal penjelasan At-Tirmidzi tidak demikian http://anti-rumahku-indah.blogspot.com/2010/05/memegang-mushaf-al-quran-padahal-tidak.html

2 mazhab dari 4 mazhab tersebut, mengharuskan menggunakan khotbah bahasa Arab. Dan untuk hati-hatinya, maka LDII menggunakan khotbah bahasa arab saat sholat Jum'at http://kesesatan-ldii.blogspot.com/2010/05/harusnya-khotbah-jumat-bahasa-arab.html

mksbhd,st

Anonim mengatakan...

buat anonim :18 Agustus 2010 09.49

Doel , apanya yang kowe katakan berbeda antara pendapat syaikh Abdul Aziz Bin Baz Rahimahullah dengan Syaikhul Islam Ibn Taimiyah ???

Ngaji ojo nang internet doel , yo nang majelis ilmu beneran sing ngajari sunnah koyo sing dilakoni karo para sahabat ( generasi terbaik umat ini, terus para imam mazhab lan imam2 ahlus sunnah samapai sekarang ).

Pesanku ojo ngaji nang majelis ilmu gaya sahabat kediri ....weleh-weleh-weleh ....akeh dho'ife ....

Anonim mengatakan...

sing ngajak ngaji neng internet iku salapi.
jare ngaji iku ojo gor mankul ae. mbukakk mbukak internet kono. ben tambah wawasane.
saiki bare mbukak internet bobroke salapi kebukak.

Anonim mengatakan...

Sejak buka internet, saya mantab banget ngaji di www.radiorodja.com. saya bisa mangkul langsung dg masyaikh dari makkah/ madinah.

kalo tanya2 di web itu gak ada tuh yg nyuruh tobat spt di ld.., dibilang bani isroil segala?

silahkan saudara2 bisa tanya langsung ke syaikh gurune mangkul, langsung dari madinah (pusat islam pada zaman nabi & 4 kholifah)
www.radiorodja.com telp 021-8236543 nanti di sambungkan langsung ke ulama' gurune jagad (lihat pola acara).

muhammad mengatakan...

Surat Terbuka Kepada:

Bapak Imam Abdul Aziz Sulthon Auliya bin Nurhasan al Ubaidah Amir yang di baiati Jamaah 354.
Bapak KH Kasmudi As-Sidqiy
Bapak Yusuf Thohir (ipar Amir 354)
Wakil Empat/ Wakil Imam Jamaah 354.
Juru Hukum 10 Jamaah 354.
Mubaligh Pakubumi.
Ulama 100 jamaah 354.
semua Imam kelompok, desa dan daerah.
semua pengurus Organisasi.
semua saudaraku yang masih beraqidah QHJ-354.

Silakan antum mendatangkan as-SYAIKH al-ALAMAH as-SALAFY YAHYA bin UTSMAN al-Mudarris bil Harom al-Makkiy as-Syarif, yang merupakan jalur isnad Jamaah 354 saat ini. Adakan TANYA JAWAB TERBUKA tentang segala sesuatu yang menjadi KERESAHAN dan KEGELISAHAN internal jamaah 354 saat ini.

Bila beliau as-Syaikh berhalangan, silakan antum mendatangkan as-Syaikh (Profesor) ad-Duktur MUHAMMAD bin UMAR BAZMUL, dosen di Universitas Ummul Quro Mekkah, yang salah satu kitabnya (al-Jama'ah wal Imamah) antum jadikan rujukan untuk memperkuat/mengesahkan Keamiran/keimaman QHJ-354.
(catatan: Beliau Syaikh Muhammad Bazmul datang mengisi Daurah Nasional di Bantul Jogja Juli 2010)

Adakan TANYA JAWAB TERBUKA tentang segala sesuatu yang menjadi KERESAHAN dan KEGELISAHAN internal jamaah 354 saat ini, seperti BAIAT KEIMAMAN 354, TAKFIR terhadap islam non-jamaah 354, INFAQ RIZQY 10%, sosok Kiai NURHASAN yang berdakwah dengan atraksi KESAKTIAN KEKEBALAN menggunakan jasa JIN, dll.

Silakan adakan TANYA JAWAB TERBUKA tersebut di depan Jamaah 354 dan ex-Jamaah 354 di kediri atau di Pondok Gede, atau lebih baik di Masjid Istiqlal Jakarta. InsyaAllah acara ini akan menjadi KEBAIKAN dan mendatangkan MANFAAT yang sangat LUAR BIASA bagi jamaah 354 dan ex-Jamaah 354, bahkan bisa menjadi SOLUSI TEBAIK bagi kedua belah pihak.

Atau silakan antum bertanya langsung kepada Ulama Syaikh Mufti Resmi di Masjidil Harom, di dalam masjidil harom ada beberapa ruangan khusus beberapa syaikh mufti untuk memberikan Fatwa dan Nasihat kepada siapa saja. Silakan bertanya disana dengan membawa penerjemah yang netral (biasanya pembimbing haji dari travel mafhum bahasa arab sana) atau mahasiswa indonesia yang bertebaran di sana.

Silakan bertanya untuk MENCARI KEBENARAN tentang konsep Keamiran/Keimaman yang SYAH menurut syariat dan bandingkan dengan Keamiran/Keimaman 354 dihadapan beberapa Syaikh Mufti, ceritakan kondisi SEBENARNYA Keamiran/keimaman Jamaah 354 (cara pengangkatan amir dll) dan aqidah antum APA ADANYA (tidaK BITHONAH/tidak RAHASIA), apa fatwa mereka tentang aqidah 354 dan Keamiran/Keimaman 354 ???

Seandainya antum tidak percaya kepada Syaikh-syaikh mufti di sana sebab mungkin namanya tidak terkenal di indonesia, silakan bertanya pada Imam-imam Masjidil Harom yang sering datang ke indonesia seperti Syaikh As-Sudais atau Syaikh As-Syuraim tentang aqidah 354 dan Keamiran/Keimaman 354 ???

Atau seandainya antum punya akses yang bagus kepada Ulama-Ulama besar Kerajaan Saudi Arabia (Haiah Kibar Ulama) dan Lajnah Daimah (semacam MUI di Indonesia) di Riyadh, silakan bertanya kepada mereka tentang aqidah 354 dan Keamiran/Keimaman 354 ???

Juga tanyakan kepada mereka tentang PRESIDEN NKRI (SBY) yang di pilih melalui demokrasi (UU buatan manusia)??
Juga tanyakan siapakah yang berhak disebut IMAM/PEMIMPIN kaum muslimin di wilayah indonesia saat ini??

InsyaAllah jawaban mereka semua intinya SAMA.
Sebab aqidah mereka SATU yaitu Aqidah Shohihah Ahlus sunnah wal Jama'ah!!!

semoga mereka (ulama Sholihin) selanjutnya menjadi pembimbing langsung kepada antum dalam keilmuan Islam yang Murni.
semoga menjadi perantara hidayah bagi antum.

11 syawwal 1431 Hijriyah
dari: Muhammad al-Jakarty
muhammad(dot)jkt(at)gmail(dot)com


NB:
1.jangan lupa bawa video kamera dan voice recorder.
2.silakan terima dengan LAPANG DADA apapun jawaban mereka.
3.selanjutnya ikuti ARAHAN mereka, termasuk jikalau mereka memerintahkan antum untuk MEMBUBARKAN JAMAAH 354 dan HIJRAH kepada Ahlussunnah Wal JAMA'AH yang SEJATI.

Anonim mengatakan...

ah,cape dah! yg penting ibadah aja bwat sndiri.nanti kita liat aja d hadapan alloh!

Anonim mengatakan...

yah kalo isinya beginian mendingan blog jelek penuh dosa ini ditutup aja..,ngakunya muslim sodaranya orang muslim.tp postingannya jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh...... dari sifat orang muslim yang suka damai.mending jadi pengikutnya slank " peace euy" damai...damai...

Anonim mengatakan...

ditutup aja ya...?? ini blog yang tidak mendidik kerukunan.cuma buat pinter-pinteran.saya yakin yang bikin blog ini anjing suruhannya yahudi nasrani buat memecah belah umat islam....

Anonim mengatakan...

lihat akidah mereka!!!

sesuai yang di tulis dan di gambarkan di blog ini

Anonim mengatakan...

“Celaan bukanlah ghibah pada enam kelompok Pengadu, orang yang mengenalkan, dan orang yang memperingatkan Dan terhadap orang yang menampakkan kefasikan, dan peminta fatwa Dan orang yang mencari bantuan untuk menghilangkan kemungkaran”



Pertama : Pengaduan



Maka dibolehkan bagi orang yang teraniaya mengadu kepada sultan (penguasa) atau hakim dan yang lainnya, yang memiliki kekuasaan dan kemampuan untuk mengadili orang yang menganiaya dirinya. Maka dia (boleh) berkata: “Si fulan telah menganiaya saya demikian dan demikian”. Dalilnya firman Allah:



“Allah tidak menyukai ucapan yang buruk (yang diucapkan) dengan terus terang kecuali oleh orang yang dianiyaya”. [An-Nisa’ : 148].



Pengecualian yang terdapat dalam ayat ini menunjukkan bolehnya orang yang didzholimi mengghibahi orang yang mendzoliminya, dengan hal-hal yang menjelaskan kepada manusia tentang kedzoliman yang telah dialaminya dari orang yang mendzoliminya, dan dia mengeraskan suaranya dengan hal itu dan menampakkannya di tempat-tempat berkumpulnya manusia. Sama saja apakah dia nampakkan kepada orang-orang yang diharapkan bantuan mereka kepadanya, atau dia nampakkan kepada orang-orang yang dia tidak mengharapkan bantuan mereka.

[Bahjatun Nadzirin 3/36,37]

Kedua : Minta Bantuan Untuk Mengubah Kemungkaran Dan Mengembalikan Pelaku Kemaksiatan Kepada Kebenaran.



Maka seseorang (boleh) berkata kepada orang yang diharapkan kemampuannya bisa menghilangkan kemungkaran: “Si fulan telah berbuat demikian, maka hentikanlah dia dari perbuatannya itu” dan yang selainnya. Dan hendaknya tujuannya adalah sebagai sarana untuk menghilangkan kemungkaran, jika niatnya tidak demikian maka hal ini adalah haram.

Ketiga : Meminta Fatwa.



Misalnya seseorang berkata kepada seorang mufti: “Bapakku telah berbuat dzolim padaku”, atau “Saudaraku, atau suamiku, atau si fulan telah mendzolimiku, apakah hukuman yang dia dapatkan?, dan bagaimanakah jalan keluar dari hal ini, agar hakku bisa aku peroleh dan terhindar dari kedzoliman?”, dan yang semisalnya. Tetapi yang yang lebih hati-hati dan lebih baik adalah hendaknya dia berkata (kepada si mufti): “Bagaimana pendapatmu tentang seseorang atau seorang suami yang telah melakukan demikian ..?”. Maka dengan cara ini tujuan bisa diperoleh tanpa harus menyebutkan orang tertentu, namun menyebutkan orang tertentupun boleh sebagaimana dalam hadits Hindun.



“Dari ‘Aisyah berkata: Hindun, istri Abu Sofyan, berkata kepada Nabi Shallallahu



‘alaihi wa sallam : “Sesungguhnya Abu Sufyan seorang yang kikir dan tidak memberi belanja yang cukup untukku dan untuk anak-anakku, kecuali jika saya ambil tanpa pengetahuannya”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : “Ambillah apa yang cukup untukmu dan untuk anak-anakmu dengan cara yang baik” (jangan terlalu banyak dan jangan terlalu sedikit)”

[Riwayat Bukhori dalam Al-Fath 9/504,507, dan Muslim no 1714)]

Anonim mengatakan...

Keempat : Memperingatkan Kaum Muslimin Dari Kejelekan.



Hal ini diantaranya: Jarh wa ta’dil (celaan dan pujian terhadap seseorang) yang telah dilakukan oleh para Ahlul Hadits. Mereka berdalil dengan ijma’ tentang bolehnya, bahkan wajibnya hal ini. Karena para salaf umat ini senantiasa menjarh (mencela) orang-orang yang berhak mendapatkannya, dalam rangka untuk menjaga keutuhan syari’at. Seperti perkataan ahlul hadits: “Si fulan pendusta”, “Si fulan lemah hafalannya”, “Si fulan munkarul hadits”, dan lain-lainnya.

[(Al-Fatawa 26/131,232, lihat Hajrul Mubtadi’ hal 9)]



Contoh yang lain yaitu mengghibahi seseorang ketika musyawarah untuk mencari nasehat. Dan tidak mengapa dengan menta’yin (menyebutkan dengan jelas) orang yang dighibahi tersebut. Dalilnya sebagaimana hadits Fatimah.



“Fatimah binti Qois berkata: “Saya datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: “Sesungguhnya Abul Jahm dan Mu’awiyah meminang saya”. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata : “Adapun Mu’awiyah maka ia seorang miskin adapun Abul Jahm maka ia tidak pernah melepaskan tongkatnya dari bahunya”. (Bukhori dan Muslim). Dan dalam riwayat yang lain di Muslim (no 1480) :”Adapun Abul Jahm maka ia tukang pukul para wanita (istri-istrinya)”.

[Dan ini merupakan tafsir dari riwayat & ia tidak pernah melepaskan tongkatnya dari bahunya]

Kelima : Ghibah Dibolehkan Kepada Seseorang Yang Terang-Terangan Menampakkan Kefasikannya Atau Kebid’ahannya.

Seperti orang yang terang-terangan meminum khamer, mengambil harta manusia dengan dzolim, dan lain sebagainya. Maka boleh menyebutkan kejelekan-kejelekannya. Dalilnya :



“ Aisyah berkata: “Seseorang datang minta idzin kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ”Izinkankanlah ia, ia adalah sejahat-jahat orang yang ditengah kaumnya”. [Riwayat Bukhori dan Muslim no 2591]



Namun diharomkan menyebutkan aib-aibnya yang lain yang tidak ia nampakkan, kecuali ada sebab lain yang membolehkannya.

[Bahjatun Nadzirin 3/35)]



Keenam : Untuk Pengenalan.



Jika seseorang terkenal dengan suatu laqob (gelar) seperti Al-A’masy (si rabun) atau Al-A’roj (si pincang) atau Al-A’ma (si buta) dan yang selainnya, maka boleh untuk disebutkan. Dan diharomkan menyebutkannya dalam rangka untuk merendahkan. Adapun jika ada cara lain untuk untuk mengenali mereka (tanpa harus menyebutkan cacat mereka) maka cara tersebut lebih baik.

hamim martin mengatakan...

kita buktikan nanti d akhirat,
siapa y masuk surga dan siapa yang masuk neraka,

"naudubillahimindalik"

semoga y jadi tumbal sudah tidak ada lagi,
jzk udah jadi tumbal
wkwkkwwwww

Anonim mengatakan...

Anonim mengatakan...
Agustus 22, 2010

bani isroil itu dipimpin Nabi. setelah nabinya mati diganti nabi. setelah nabi muhamad islam dipimpin kholifah. kholifahnya mati diganti kholifah. salapi dipimpin presiden. presidenya belum mati sudah diganti presiden lagi. ini bertentangan hukum islam. padahal menurut surat an nisa' ayat 14 " wa man ya'silaha warosuluha waya'adza khududahu yudkhilu naar, kholidina fi ha..."
===================================
LHA NURKACANG KUBIS MENGGANTIKAN KHOLIFAH SIAPA?