بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

Kitabku bukan sembarang kitab part 2




perhatikan note yang di lingkari merah adalah nama nurhasan madigol


Alhamdulillah setelah ramainya pembicaraan tentang kitabku bukan sembarang kitab bagian satu kini saya menampilakan bukti mereka bagian kedua. kali ini saya hanya akan membahas penisbatan periwayatan. di mana kasus ini hanya saya temukan di dalam kitab LDII,atau diantara ulama Indonesia baru kali ini saya menjumpai akunya ulama minta di deretkan bersama-sama ahli hadits dalam silsilah periwayatan.

LIHAT GAMBAR DI ATAS adalah bagian dari kitabush sholah halaman 124-125 (ingat hanya kitab solat khusus intern LDII)dengan mengutip sebuah hadits dalam kitab Sunan At-Tirmidzi.

Dia mengatakan bahwa dirinya manqul dari Nabi Muhammad SAW. Adapun hadits tersebut berbunyi, yang artinya, “Telah menceritakan kepada kami, ‘Ubaidah bin Abdil Aziz (Nur Hasan Ubaidah Lubis), telah menceritakan kepada kami, Syaikh Umar Hamdan Al-Madani Al-Makki, dari sayyid Ali Adh-Dhahir Al-Witri Al-Madani, dari Syaikh Abdil Ghani Al-Majaddidi, dari ayahnya Abi said, dari Abdil Aziz Ad-Dihlawi As-Syah Waliyillah Ad-Dihlawi, dari Syaikh Abi Thahir Al-Kurani, dari ayahnya Syaikh Ibrahim Al-Kurani, dari Syaikh Al-Mijahi, dari Syaikh Ahmad As-Subki, dari Syaikh Najmuddin Al-Ghaithi dari Zaini Zakaria dari Al-Iz bin Abdirrahim bin Furaat, dari Syaikh Umar bin Al-Hasan Al-Maraghi, dari Al-Fahr bin Ali bin Ahmad bin Abdil Wahid, dari Syaikh Umar bin Thobarzad Al-Baghdadi telah berkata, telah menceritakan kepada kami Syaikh Abul Fatah Abdul Malik bin abdil Qosim Al-Harawi Al-Karruhi telah berkata, telah menceritakan kepada kami Al-Qadli Al-Zahid Abu Amir Mahmud bin Qasim, dan telah menceritakan kepadaku Syaikh bin Nashr Abdul Aziz bin Muhammad bin Ali At-Tiryaqi dan Syaikh Abu Bakar Ahmad bin Abdi As-Shamad Al-Ghurazi mereka telah berkata, telah mengabarkan kepada kami Abu Muhammad Abdul Jabbar bin Muhammad bin Al-Jarrah Al-Jarrahi telah berkata, telah mengkhabarkan kepada kami Abdul Abas Muhammad bin Ahmad bin Mahbub telah berkata, telah mengkhabarkan kepada kami Abu Isa Muhammad bin Isa bin Saurah At-Tirmidzi, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Ya’kub Al-Jauzajaani, telah menceritakan kepadaku Shafwan bin sholih, telah menceritakan kepada kami Al-Walid bin Muslim, telah menceritakan kepada kami Syuaib bin Abi Hamzah dari Abi Zinad dari Al-’Araz dari abi Hurairah, telah berkata, telah berkata Rasulullah SAW, “Sesungguhnya bagi Allah SWT itu mempunyai sembilan puluh sembilan nama, barang siapa yang menghitungnya pasti dia masuk sorga, Dia Allah yang tidak ada tuhan selain Dia Ar-Rahman, Ar-Rahim, Al-Malik, Al-Qudus, As-Salam, Al-Mukmin, Al-Muhaimin, Al-Aziz, Al-Jabbar, Al-Mutakabbir, Al-Khaliq, al-Baari, Al-Mushawwir, Al-Ghaffar, Al-Qahar, Al-Wahab, Ar-Razzaq, Al-Fattah, Al-’Alim, Al-Qabidl, Al-Basit, Al-Khafidl, Ar-Rafi, Al-Muiz, Al-Mudzil, As-Sami, Al-Bashir, Al-Hakam, Al-’Adl, Al-Latif, Al-Khabir, Al-Halim, Al-’Adlim, Al-Ghofur, Asy-Syakur, Al-’Ali, Al-Kabir, Al-Hafid, al-Muqit, Al-Hasib, Al-Jalil, Al-Karim, Ar-raqib, Al-mijib, Al-Waasi, Al-Hakim, Al-Wadud, Al-Majid, Al-Baits, As-Syahid, Al-Haq, Al-Wakil, Al-Qawi, Al-Matin, Al-Wali, Al-Hamid, Al-Muhshi, Al-Mubdi, Al-Muid, Al-Muhyi, Al-Mumit, Al-Hayyu, AlQayum, Al-Wajidu, Al-Majidu, Al-Wahidu, Ash-Shamadu, Al-Qadiru, Al-Muktadir, Al-Muqadim, Al-Mu’akhir, Al-Awwal, Al-Akhir, Adh-Dhahir, Al-Bathin, Al-Wali, Al-Muta’ali, Al-Barru, At-Tawwab, Al-Muntaqimu, Al-’Afuwwu, Ar-Raufu, Maalikul Mulki, Dzul Zalali wal Ikram, Al-Muqsit, Al-Jaami, Al-Ghani, Al-Mughni, Al-Maani, Adl-Dlaru, An-Nafi’, An-Nur, Al-Hadi, Al-Badi’, Al-Baqi, Al-Waritsu, Ar-Rasyid, Ash-Shobur.”

Hadits tersebut aslinya dalam kitab Sunan At-Tirmidzi, juz 5, hal.192, hadits no. 3574, penerbit: Perpustakaan As-Salafiyah Madinah Al-Munawwarah.

Konteksnya penulisan ini agar dipaksakan dan di akukan bahwa kaidah ini telah di rekomendasikan oleh kibarul ulama’ padahal sejatinya Nurhasan ini tidak di kenal dalam dunia periwayatan hadits,apalagi eksistensinya dakwahnyasungguh sangat bertolak belaka dengan kibarul ulama arab Saudi yang gencarnya peran mereka memusuhi khawarij.

Walau demikian ,ini adalah satu konsep yang cukup berbahaya untuk penisbatan dirinya dalam silsilah periwayatan.agar dakwahnya di anggap rojih di pandangan kaum muslimin yang masih awam dengan agama. Tapi sungguh manhaj yang mereka anut tidaklah beda dengan manhaj khowarij=takfiry dan manhaj syiah=taqiyah.

wahai Islam Jamaah...sampai kapan dakwah kalian begini,banyak kaum muslimin yang awam telah terpedaya oleh fikroh kalian.

ANDAI NURHASAN ADALAH MEMANG ALUMNI DARI DARUL HADITS NISCAYA NAMANYA AKAN DI TULIS SEBAGAI MURID DARUL HADITS SEPERTI ULAMA' INDONESIA YANG HIDUPNYA DI HABISKAN UNTUK MENGAJAR DI DARUL HADITS.

Penjelasan

Setelah melakukan penelitian terhadap buku-buku pegangan kelompok 354, LPPI (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam) menyimpulkan:

Buku-buku pegangan kelompok Islam Jama’ah/Lemkari/354 adalah gelap, artinya, buku itu tanpa penulis dan penerbit, hanya di akhir tiap-tiap buku itu tertulis: “Tidak diperjualbelikan, khusus untuk intern warga 354.” Hal ini bisa dimengerti, mengingat cara penulisannya menyimpang dari pemahaman yang sesungguhnya, tetapi dipahami menurut cara penyusunnya. Oleh karena itu, agar terhindar dari serangan kaum cendekiawan yang ahli, diantaranya mereka menulis dengan cara gelap.

Untuk menguatkan ajaran manqulnya, Nur Hasan mengutip sebuah hadits dalam kitab Sunan At-Tirmidzi juz V hlm. 192 hadits no. 3574, Penerbit Pustaka As-Salafiyah Madinah Al-Munawwarah. (seperti dikutip).

Hadits tersebut, (silakan Saudara kaum Msulimin sekalian cek dengan sumber yang aslinya yang dapat dipercaya) sanad aslinya adalah sbb:

Imam At-Tirmidzi menerima dari Ibrahim bin Yaqub Al-Jaujaani, Ibrahim menerima dari Shofwan bin Sholih, Shofwan menerima dari Al-Walid bin Muslim, Al-Walid menerima dari Syaib bin Hamzah, Syaib menerima dari Abi Zinad, Abi Zinad dari Al-Araz, Al-Araz dari Abi Hurairah, Abu Hurairah dari Nabi SAW. Inilah sanad hadits tersebut dalam kitab asli Imam At-Tirmidzi. Sama sekali tidak tercantum nama Nurhasan Ubaidah Lubis (yang dalam kitab-kitab pegangan 354, tercantum dengan nama Ubaidah bin Abdul Azis, untuk meyakinkan anggotanya yang tidak memahami kaidah ilmu periwayatan).

Dengan demikian, jelaslah bahwa Nur Hasan telah menambah sanad hadits tersebut dan mencantumkan nama Nur Hasan Ubaidah padanya.

Tambahan nama Nur Hasan bin Abd. Azis (Nur Hasan Ubaidah Lubis) di awal sanad tersebut adalah pemalsuan yang dilakukan oleh Nur Hasan dan tokoh pendukungnya. Begitu juga nama orang-orang yang ditambahkan Nur Hasan setelah namanya tersebut sampai Imam At-Tirmidzi tidak ada dalam Kitab Imam At-Tirmidzi yang asli. Yang ada hanya nama Imam At-Tirmidzi sampai dengan Rasulullah SAW.

Syarat harus manqul dalam menyiarkan Islam tidak pernah ada dalam ketentuan Ilmu Hadits.

Nur Hasan mengaku dirinya belajar di perguruan Darul Hadits Makkah Al-Mukarramah sekitar tahun 1229-1941 M/1349 s/d 1361 H. Apakah benar orang yang bernama Haji Nurhasan Al-Ubaidah pernah study di perguruan Darul Hadits?

Sebagai jawaban atas pengakuan tersebut, berikut ini kami kutipkan jawaban Direktur Umum Inspeksi Agama di Masjid Al Haram As-Syaikh Abdullah bin Muhammad bin Humaid pada tahun 1399 H.

Jawaban:

“Perguruan Darul Hadits belum berdiri sebelum 1352 H.” (1932 M, pen). Maka study H. Nurhasan Al-Ubaidah sebelum lahirnya perguruan tersebut pada perguruan itu adalah di antara hal yang membuktikan bahwa pengakuannya tidak benar. Dan setelah kami periksa arsip perguruan Darul Hadits di sana, tidaklah terdapat nama dia sama sekali, hal itu membuktikan bahwa dia tidak pernah study di sana.

Mengenai pertanyaan saudara tentang “Dapatkah dibenarkan pendiriannya yang mengharuskan diterimanya hadits-hadits Nabi yang hanya diriwayatkan oleh dia saja?” Dapatlah dijawab bahwa menggunakan periwayatan hadits, sehingga tidak dapat diterima kecuali melalui dia adalah suatu pendirian yang batil. Ini adalah penipuan terhadap ummat yang tidak patut dipercaya, sebab riwayat hadits-hadits Rasulullah sudah tercantum dalam kitab-kitab hadits induk yang shahih dan kitab-kitab hadits induk lainnya.

Selanjutnya, dia (Nurhasan) tidak akan sanggup mencakup (menghafal) hadits-hadits Rasulullah SAW walau sekedar sepersepuluhnya (1/10, pen). Oleh karena itu, bagaimana mungkin tidak dibolehkan seseorang menerima hadits-hadits Rasulullah SAW, kecuali hanya melalui dia, sedangkan dia pun sudah terbukti tidak pernah study pada Perguruan Darul Hadits di Makkah Al-Mukarramah. Orang ini sebenarnya hanya pemalsu keterangan, penipu ummat, untuk mengajak orang-orang awam masuk ke dalam alirannya.

Mengenai pertanyaan saudara tentang “Benarkah dia seorang Amirul Mukminin yang dibai’at secara ijma’ dan bahwa mengenai Amirul Mukminin itu telah menunjuk seorang wakilnya yaitu Haji Nur Hasan Al-Ubaidah Lubis, dan adakah legalitasnya yang mewajibkan umat tauhid di Indonesia untuk patuh dan taat kepada dia?”

Jawabannya:

“Haji Nur Hasan Al-Ubaidah mengaku wakil Amirul Mukminin dan tidak ada orang yang mengangkatnya sebagai wakil. Tetapi orang ini sebenarnya hanyalah dajjal (penipu) dan pemalsu keterangan, sehingga tidak perlu dihiraukan dan tidak patut dipercaya, bahkan wajib dibongkar kepalsuannya kepada khalayak ramai serta di jelaskan penipuannya dan keterangan-keterangannya yang palsu supaya khalayak ramai mengetahuinya. Dengan demikian, kita termasuk orang yang berdakwah beramar ma’ruf nahi munkar, dalam hal ini memerangi aliran-aliran sempalan yang menyesatkan.

Sumber: Diadaptasi dari Bukti Kebohongan Imam Jama’ah 354 LPPI, Nur Hasan Ubaidah Lubis, LPPI (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam)

Al-Islam – Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

HAA TUW BURHANAKUM IN KUNTUM SHODIKIN

Comments
75 Comments

75 Response to " "

Anonim mengatakan...

Bisa request ga mas?
Tolong saya dibuatkan artikel tentang Imamah dan Baiat!
Syukron....

Anonim mengatakan...

Weeeee kasian deh gak punya isnad pake marah-marah segala. Wkwkwkwkwkkkkkk

Anonim mengatakan...

saya pernah tanyakan isnad mbah nurhasan,...
di jawab ki daerah:
hilang di becak, ketika beliau tiba di indonesia th 1941
dan saya yaqin itu....

saya jadi tambah ragu,
1. kenapa hilang di becak th 41 tdk di kembalikan lagi oleh tukang becak nya?
2. apakah th 41 sudah ada becak?
3. kalau memang hilang bok yaoo di urus, khan ini penting banget utk keilmuan mangkul.?
khan tiap tahun ke makkah kenapa gak minta copy ulang ijazahnya di darul hadits tempat belajar nya mbah..??

Anonim mengatakan...

hilang di beca......?
kayaknya pak nur hasan waktu itu orang terkenal apa iya tukang beca gak mau nganterin .kalo gak ada yang nganterin .....pak nur sangat gampang nyuruh kroninya untuk nyari.di tambah lagi... katanya pak bisa mengetahui hal hal yg orang lain ggak bisa.ada apa ya......? /
wallohu a'lam

Anonim mengatakan...

Satu lagi "pembenaran" dari 354.

Agama janganlah didasarkan atas "pembenaran"...

ibnu mengatakan...

isnad abal2..........ancur sudah dunia periwayatan .......ubaidah bin abdul azis (pake ngaku2 anaknya raja Abdul azis bapaknya raja Fahd segala) ckckckckckckckck.......

ibnu mengatakan...

yang lebih mengherankan lagi kok rukyah nya nuruuuuuut...saja, padahal banyak diantara mereka yg berpendidikan tinggi bahkan sudah profesor, doktor, insinyur, yg biasanya kritis dlm masalah keilmuan kok ya manuuuuuuttt aja dibohongin mentah2 kayak gitu....yahdikumulloh....

mungkin kata2 sak dermo, mbah man, marmut enak iwak e (manut kepenak awak e / kalo nurut enak hidupnya)
dll yg sudah jadi menu sehari2 akhirnya menguasai alam bawah sadar saudara2 kami sehingga menjadi tumpul dan enggan untuk mengecek kebenaran ilmu yg mereka dapat di pengajiannya.... semoga Allah memberi hidayah kepada mereka saudara2 kami yg pintar2,baik2, jujur dan amanah namun masih terjebak dalam fatamorgana, cengkraman dan rayuan gombal mukiyo nya mereka2 yg berfaham islam jokam 354 tjap pohon kurma dan berNuansa jamus.... Amiin...

Anonim mengatakan...

Di teks CAI di makalah yang “kedalam”, pada bahasan sejarah nurhasan disebutkan
Nurhasan lahir pada tahun 1908. lalu pada tahun 1931 ( usia 23 tahun) dia pergi ke saudi. Lalu pada tahun 1941 di pulang ke Indonesia ( usia 33 tahun). Sepulang dari mekah dia langsung memproklamirkan imamahnya. Make sense ngga? Di usia semuda itu berani mengklaim imamah lalu dijadikan patokan keabsahan akan keislaman umat islam indonesia! ( usia 33 tahun nurhasan juga masih bujangan) Ini adalah bentuk sebuah kenaifan dari nurhasan. Imamah adalah fantasi remaja dari seorang nurhasan. Dia begitu terpesona pada Ibn Saud yang sukses mendirikan saudi arabia sekaligus menjadikan saudi sebagai negara bermanhaj salaf. Nurhasan kepengen kayak Ibn Saud. Mulailah petualangannya mendirikan imamah. Tahun 1941 adalah tahun suci jamaah 354 karena ditahun 1941, jamaah 354 yakin belum ada imamah di Indonesia. Dari sinilah mereka berteriak “ kami adalah yang pertama, maka tetapilah beat yang pertama” . begitulah alur nalar 354/Ldii. Dan tahun 1941 itupun nurhasan dibeat hanya dengan 2 orang !! ( dimana 2 orang ini sama sekali tidak dikenal) dan dengan bermodalkan dibeat 2 orang ini mereka 354 mengklaim jamaahnyalah yang sah akan keislamannya. Lalu tahun 1962 jamaah 354 mengadakan beat massal di gading dan mendaulat nurhasan sebagai khalifah/imam. Padahal praktek beat-beat jahil bukan jamaah 354 yang pertama, tapi kartosuwiryo pun malah lebih dahulu mengadakan pembeaatan, begitu juga dengan wali alfattah (dari partai jamaah muslimin) dimana sebelum nurhasan mengadakan keimamannya sendiri, nurhasan telah berbeat pada wali alfattah. Ini adalah fakta sejarah yang tidak diketahui jamaah 354. klaim akan kepertamaan akan pembeatan 354 secara histroik adalah batal. Nurhasan juga mengklaim menghatamkan 49 hadits tapi tidak ada satupun jamaahnya yang tahu apa saja sih 49 hadits itu? Jamaah 354 bukan hanya tidak tahu tapi tidak mau tahu. Jamaah 354 begitu ikhlas dibohongi oleh rezim madigol.

Anonim mengatakan...

Saya tdk yakin kalo ldii mengkafirkan umat islam selain ldii,mereka jg ikut sholat walopun dg imam non ldii, masalah mrk niat mumfarid ato sendiri-2 ya biarkan saja toh mrk tetap sujud pd Alloh SWT dgn niat Lillahi Ta'ala, kalo soal membohongi didunia ini saya lebih sakit hati kpd politikus,koruptor busuk yg membohongi rakyat Indonesia. Terima kasih

Anonim mengatakan...

saya sarankan kpd pemilik blog ini agar mengembangkan cara dakwah yg baik & bijak daripada terus menjelekan LDII, saya yakin anda mempunyai kemampuan untuk untuk mengajak umat mengkaji Qur'an & Sunnah Rosul ditempat anda berada seperti yang selama ini LDII lakukan ditingkat PAC, PC,kabupaten dan Propinsi di seluruh indonesia,ini menurut sepengetahuan saya, terima kasih. Wassalam

ibnu mengatakan...

saya sangat yakin kalau orang yg bernaung dalam organisasi LDxx dan menganut faham islam jamaah jamaah quran hadits versi maddy goal yg diikat dengan kode 354 dimana didalamnya diproduksi kitab2 himpunan2 gelap, teh tjap pohon kurma, majalah nuansa dan sepeda motor yg handal disegala medan, Jamus xxx (three valve), nggak akan mau sholat dibelakang imam yg bukan dari golongannya, karena ilmunya dianggap tidak mankuuuuulllll..... jadi dianggap tidak syaaaahhhh ..... sholatnya tidak diterima ....TMb .... kalau terpaksa ya diniati sholat sendiri (walaupun kadang bingung bagimana kalo sholatnya telat, baru rokaat pertama sudah duduk iftirosy) tapi ya namanya bitonah dan budi luhur (abal2) ya mau gimana lagi ....kalo nggak mantaf ya sholat lagi sendiri ... itu udah menu nasehat rutin setelah launching "LDxx after new paradigm".

Anonim mengatakan...

Kalau ldii memang benar...,

COBA TUNJUKKAN ISNAD BP.IMAM MUHADITS NURHASAN AL-UBAIDAH LUBIS?

KALAU MEMANG ADA, COBA BERIKAN ISNAD BP. IMAM KIYAI HAJI NURHASAN ALUBAIDAH LUBIS KE SEMUA IMAM DAERAH SE INDONESIA.
SEMUA IMADA SANGAT SENANG DAN MANTAB DI LDII BILA INI DI BUKTIKAN MEMANG ADA BETUL.

INI BUKAN MASALAH BITONAH, INI MASALAH KE-ILMU-AN.

jangan diam mas ldii, ayo jawab???
bisa atau tidak dibuktikan ijazah isnad ini ada!!!

Anonim mengatakan...

Coba tunjukkan apa keilmuan yg dimiliki mauluddin kok merasa paling hebat ya...

Padahal sekolah jg ga, penguasaan hadits jg ga ada ijazah ulama salafussholih, kayak gitu kok mau salafi ditipu mentah2 ama mauluddin???

Anonim mengatakan...

Kenapa setiap orang yang ingin meluruskan eldehihi selalu dianggap salafi dan selalu dianggap terpengaruh pak mauludin...???

Apakah para mantan2 eldehihi semuanya masuk salafi...???

Dangkal sekali pikiran saudara...!!!

Anonim mengatakan...

Lur kalau mimpi ttg ketemu nabi saya mengalami juga tuh ceritanya menjelang 3 hari berbai'at saya ketemu nabi dg tersenyum turun dari kuda mengajak bersalaman lalu saya terjaga dalam posisi tangan diangkat seperti orang salaman dan mulut berucap Nabi!!! sambil celingukan, namun cerita ini bukan menunjukan saya dalam kebenaran dan ucapan saya adalah, Haq
Anda mengatakan tidak suka fitnah namun ucpana anda dan tulisan anda penuh dengan fitnah yg busuk terhadap Nurhasan Alubaidah inilah yg dinamakan setan dalam jasad manusia
Beberpa Fakta dari Nurhasan
1. beliau selesai menuntu ilmu Tahun 1941 SEBELUM PERANG DUNIA dan sebelumda rul hadist resmi berdiri, beliau belajar pada guru2 yg dituliskan dalam isnad belia, dan isnad kutubusittah ini sudah ada dari th 41 hingga sekarang
2. Nurhasan itu bukan hanya skedar Ulama tapi beliau mujadid ygmemasyarakatkan quran hadist dan menquran hadistkan masyarakat, tidak seperti umunya ulama yg membuka pondok /darul ilmu lalu orangg belajar padanya namun pa NurHasan berjuang sehingga masyrakat Indonesia dari Neneknenek, muda, tua, buruh,intelek buta hurup semua bisa belajar qurn dan hadist,dan mengamalkannya sehingga islam yg aslinya diperuntukan untuk seluruh manusia benar2 bisa terlaksana dan berjalan
3.Pa nurhasan kalau mencari kekakayaan dan jabatan smenjak gabung dg Golkar beliau sudah berkali2 ditawarkan jadi DPR karena belia mempunyai masa namun beliau menolak dari dulu hingga sekarang perjuanagan kamai hanyalah lii'lai kalimatillaahi hiyal ulya, no partai

4.Pada jaman 1950-19 70 di Indonesia khusunya telah banyak praktek ibadah syriik khurafat bidah, beliau menyebarkan Quran hadist bukan cari keduniaan dan pengikut buktinya dari awalpun belia banyak dimusuhi dan banyak yg ingin mmbunuhnya, namun benar lah cantolan beliau bagi pemegang agama yg hak
RIBUAN RINTANGAN,JUTAAN PERTOLONGAN, MILAYARAN KEMENANGAN SURGA PASTI
anda menghina Bp nurahasn memang ilmu anda sealam apa?? debat dg saya aja masalah dalil kemimamn dan bai'at plintat plintut mencla mencle
terus Murid anda saiapa saja? berpa banyak??
anda itu dapat ilmu saja difasilitasi bukan pembelaan sendiri, muridnya sudah siapkan, tempatnya sudah disiapkan, ngajar disangoni, tiap lebaran dapat THR Tapi dg gaya busuknya anda menjelek2 kan bp nurahasan dg munafiknya mengatakan SAYA ORANG YG TAKUT MEMFITNAH ORANG (WUOOK, cuiih JIJIK) seakan2 anda itu orang yg pol, pakai cerita pernah mimpi ketemu nabi segala
ente dg pa nurhasan jauuh seperti langit dan sumur sat

basmi murtadin mengatakan...

Lur kalau mimpi ttg ketemu nabi saya mengalami juga tuh ceritanya menjelang 3 hari berbai'at saya ketemu nabi dg tersenyum turun dari kuda mengajak bersalaman lalu saya terjaga dalam posisi tangan diangkat seperti orang salaman dan mulut berucap Nabi!!! sambil celingukan, namun cerita ini bukan menunjukan saya dalam kebenaran dan ucapan saya adalah, Haq
Anda mengatakan tidak suka fitnah namun ucpana anda dan tulisan anda penuh dengan fitnah yg busuk terhadap Nurhasan Alubaidah inilah yg dinamakan setan dalam jasad manusia
Beberpa Fakta dari Nurhasan
1. beliau selesai menuntu ilmu Tahun 1941 SEBELUM PERANG DUNIA dan sebelumda rul hadist resmi berdiri, beliau belajar pada guru2 yg dituliskan dalam isnad belia, dan isnad kutubusittah ini sudah ada dari th 41 hingga sekarang
2. Nurhasan itu bukan hanya skedar Ulama tapi beliau mujadid ygmemasyarakatkan quran hadist dan menquran hadistkan masyarakat, tidak seperti umunya ulama yg membuka pondok /darul ilmu lalu orangg belajar padanya namun pa NurHasan berjuang sehingga masyrakat Indonesia dari Neneknenek, muda, tua, buruh,intelek buta hurup semua bisa belajar qurn dan hadist,dan mengamalkannya sehingga islam yg aslinya diperuntukan untuk seluruh manusia benar2 bisa terlaksana dan berjalan
3.Pa nurhasan kalau mencari kekakayaan dan jabatan smenjak gabung dg Golkar beliau sudah berkali2 ditawarkan jadi DPR karena belia mempunyai masa namun beliau menolak dari dulu hingga sekarang perjuanagan kamai hanyalah lii'lai kalimatillaahi hiyal ulya, no partai

4.Pada jaman 1950-19 70 di Indonesia khusunya telah banyak praktek ibadah syriik khurafat bidah, beliau menyebarkan Quran hadist bukan cari keduniaan dan pengikut buktinya dari awalpun belia banyak dimusuhi dan banyak yg ingin mmbunuhnya, namun benar lah cantolan beliau bagi pemegang agama yg hak
RIBUAN RINTANGAN,JUTAAN PERTOLONGAN, MILAYARAN KEMENANGAN SURGA PASTI
anda menghina Bp nurahasn memang ilmu anda sealam apa?? debat dg saya aja masalah dalil kemimamn dan bai'at plintat plintut mencla mencle
terus Murid anda saiapa saja? berpa banyak??
anda itu dapat ilmu saja difasilitasi bukan pembelaan sendiri, muridnya sudah siapkan, tempatnya sudah disiapkan, ngajar disangoni, tiap lebaran dapat THR Tapi dg gaya busuknya anda menjelek2 kan bp nurahasan dg munafiknya mengatakan SAYA ORANG YG TAKUT MEMFITNAH ORANG (WUOOK, cuiih JIJIK) seakan2 anda itu orang yg pol, pakai cerita pernah mimpi ketemu nabi segala
ente dg pa nurhasan jauuh seperti langit dan sumur sat

basmi murtadin mengatakan...

Lur kalau mimpi ttg ketemu nabi saya mengalami juga tuh ceritanya menjelang 3 hari berbai'at saya ketemu nabi dg tersenyum turun dari kuda mengajak bersalaman lalu saya terjaga dalam posisi tangan diangkat seperti orang salaman dan mulut berucap Nabi!!! sambil celingukan, namun cerita ini bukan menunjukan saya dalam kebenaran dan ucapan saya adalah, Haq
Anda mengatakan tidak suka fitnah namun ucpana anda dan tulisan anda penuh dengan fitnah yg busuk terhadap Nurhasan Alubaidah inilah yg dinamakan setan dalam jasad manusia
Beberpa Fakta dari Nurhasan
1. beliau selesai menuntu ilmu Tahun 1941 SEBELUM PERANG DUNIA dan sebelumda rul hadist resmi berdiri, beliau belajar pada guru2 yg dituliskan dalam isnad belia, dan isnad kutubusittah ini sudah ada dari th 41 hingga sekarang
2. Nurhasan itu bukan hanya skedar Ulama tapi beliau mujadid ygmemasyarakatkan quran hadist dan menquran hadistkan masyarakat, tidak seperti umunya ulama yg membuka pondok /darul ilmu lalu orangg belajar padanya namun pa NurHasan berjuang sehingga masyrakat Indonesia dari Neneknenek, muda, tua, buruh,intelek buta hurup semua bisa belajar qurn dan hadist,dan mengamalkannya sehingga islam yg aslinya diperuntukan untuk seluruh manusia benar2 bisa terlaksana dan berjalan
3.Pa nurhasan kalau mencari kekakayaan dan jabatan smenjak gabung dg Golkar beliau sudah berkali2 ditawarkan jadi DPR karena belia mempunyai masa namun beliau menolak dari dulu hingga sekarang perjuanagan kamai hanyalah lii'lai kalimatillaahi hiyal ulya, no partai

4.Pada jaman 1950-19 70 di Indonesia khusunya telah banyak praktek ibadah syriik khurafat bidah, beliau menyebarkan Quran hadist bukan cari keduniaan dan pengikut buktinya dari awalpun belia banyak dimusuhi dan banyak yg ingin mmbunuhnya, namun benar lah cantolan beliau bagi pemegang agama yg hak
RIBUAN RINTANGAN,JUTAAN PERTOLONGAN, MILAYARAN KEMENANGAN SURGA PASTI
anda menghina Bp nurahasn memang ilmu anda sealam apa?? debat dg saya aja masalah dalil kemimamn dan bai'at plintat plintut mencla mencle
terus Murid anda saiapa saja? berpa banyak??
anda itu dapat ilmu saja difasilitasi bukan pembelaan sendiri, muridnya sudah siapkan, tempatnya sudah disiapkan, ngajar disangoni, tiap lebaran dapat THR Tapi dg gaya busuknya anda menjelek2 kan bp nurahasan dg munafiknya mengatakan SAYA ORANG YG TAKUT MEMFITNAH ORANG (WUOOK, cuiih JIJIK) seakan2 anda itu orang yg pol, pakai cerita pernah mimpi ketemu nabi segala
ente dg pa nurhasan jauuh seperti langit dan sumur sat

murtadin mengatakan...

Lur kalau mimpi ttg ketemu nabi saya mengalami juga tuh ceritanya menjelang 3 hari berbai'at saya ketemu nabi dg tersenyum turun dari kuda mengajak bersalaman lalu saya terjaga dalam posisi tangan diangkat seperti orang salaman dan mulut berucap Nabi!!! sambil celingukan, namun cerita ini bukan menunjukan saya dalam kebenaran dan ucapan saya adalah, Haq
Anda mengatakan tidak suka fitnah namun ucpana anda dan tulisan anda penuh dengan fitnah yg busuk terhadap Nurhasan Alubaidah inilah yg dinamakan setan dalam jasad manusia
Beberpa Fakta dari Nurhasan
1. beliau selesai menuntu ilmu Tahun 1941 SEBELUM PERANG DUNIA dan sebelumda rul hadist resmi berdiri, beliau belajar pada guru2 yg dituliskan dalam isnad belia, dan isnad kutubusittah ini sudah ada dari th 41 hingga sekarang
2. Nurhasan itu bukan hanya skedar Ulama tapi beliau mujadid ygmemasyarakatkan quran hadist dan menquran hadistkan masyarakat, tidak seperti umunya ulama yg membuka pondok /darul ilmu lalu orangg belajar padanya namun pa NurHasan berjuang sehingga masyrakat Indonesia dari Neneknenek, muda, tua, buruh,intelek buta hurup semua bisa belajar qurn dan hadist,dan mengamalkannya sehingga islam yg aslinya diperuntukan untuk seluruh manusia benar2 bisa terlaksana dan berjalan
3.Pa nurhasan kalau mencari kekakayaan dan jabatan smenjak gabung dg Golkar beliau sudah berkali2 ditawarkan jadi DPR karena belia mempunyai masa namun beliau menolak dari dulu hingga sekarang perjuanagan kamai hanyalah lii'lai kalimatillaahi hiyal ulya, no partai

4.Pada jaman 1950-19 70 di Indonesia khusunya telah banyak praktek ibadah syriik khurafat bidah, beliau menyebarkan Quran hadist bukan cari keduniaan dan pengikut buktinya dari awalpun belia banyak dimusuhi dan banyak yg ingin mmbunuhnya, namun benar lah cantolan beliau bagi pemegang agama yg hak
RIBUAN RINTANGAN,JUTAAN PERTOLONGAN, MILAYARAN KEMENANGAN SURGA PASTI
anda menghina Bp nurahasn memang ilmu anda sealam apa?? debat dg saya aja masalah dalil kemimamn dan bai'at plintat plintut mencla mencle
terus Murid anda saiapa saja? berpa banyak??
anda itu dapat ilmu saja difasilitasi bukan pembelaan sendiri, muridnya sudah siapkan, tempatnya sudah disiapkan, ngajar disangoni, tiap lebaran dapat THR Tapi dg gaya busuknya anda menjelek2 kan bp nurahasan dg munafiknya mengatakan SAYA ORANG YG TAKUT MEMFITNAH ORANG (WUOOK JIJIK) seakan2 anda itu orang yg pol, pakai cerita pernah mimpi ketemu nabi segala
jauuh seperti langit dan sumur sat

murtadin mengatakan...

Lur kalau mimpi ttg ketemu nabi saya mengalami juga tuh ceritanya menjelang 3 hari berbai'at saya ketemu nabi dg tersenyum turun dari kuda mengajak bersalaman lalu saya terjaga dalam posisi tangan diangkat seperti orang salaman dan mulut berucap Nabi!!! sambil celingukan, namun cerita ini bukan menunjukan saya dalam kebenaran dan ucapan saya adalah, Haq
Anda mengatakan tidak suka fitnah namun ucpana anda dan tulisan anda penuh dengan fitnah yg busuk terhadap Nurhasan Alubaidah inilah yg dinamakan setan dalam jasad manusia
Beberpa Fakta dari Nurhasan
1. beliau selesai menuntu ilmu Tahun 1941 SEBELUM PERANG DUNIA dan sebelumda rul hadist resmi berdiri, beliau belajar pada guru2 yg dituliskan dalam isnad belia, dan isnad kutubusittah ini sudah ada dari th 41 hingga sekarang
2. Nurhasan itu bukan hanya skedar Ulama tapi beliau mujadid ygmemasyarakatkan quran hadist dan menquran hadistkan masyarakat, tidak seperti umunya ulama yg membuka pondok /darul ilmu lalu orangg belajar padanya namun pa NurHasan berjuang sehingga masyrakat Indonesia dari Neneknenek, muda, tua, buruh,intelek buta hurup semua bisa belajar qurn dan hadist,dan mengamalkannya sehingga islam yg aslinya diperuntukan untuk seluruh manusia benar2 bisa terlaksana dan berjalan
3.Pa nurhasan kalau mencari kekakayaan dan jabatan smenjak gabung dg Golkar beliau sudah berkali2 ditawarkan jadi DPR karena belia mempunyai masa namun beliau menolak dari dulu hingga sekarang perjuanagan kamai hanyalah lii'lai kalimatillaahi hiyal ulya, no partai

4.Pada jaman 1950-19 70 di Indonesia khusunya telah banyak praktek ibadah syriik khurafat bidah, beliau menyebarkan Quran hadist bukan cari keduniaan dan pengikut buktinya dari awalpun belia banyak dimusuhi dan banyak yg ingin mmbunuhnya, namun benar lah cantolan beliau bagi pemegang agama yg hak
RIBUAN RINTANGAN,JUTAAN PERTOLONGAN, MILAYARAN KEMENANGAN SURGA PASTI
anda menghina Bp nurahasn memang ilmu anda sealam apa?? debat dg saya aja masalah dalil kemimamn dan bai'at plintat plintut mencla mencle
terus Murid anda saiapa saja? berpa banyak??
anda itu dapat ilmu saja difasilitasi bukan pembelaan sendiri, muridnya sudah siapkan, tempatnya sudah disiapkan, ngajar disangoni, tiap lebaran dapat THR Tapi dg gaya busuknya anda menjelek2 kan bp nurahasan dg munafiknya mengatakan SAYA ORANG YG TAKUT MEMFITNAH ORANG (WUOOK JIJIK) seakan2 anda itu orang yg pol, pakai cerita pernah mimpi ketemu nabi segala
jauuh seperti langit dan sumur sat

murtadin mengatakan...

Lur kalau mimpi ttg ketemu nabi saya mengalami juga tuh ceritanya menjelang 3 hari berbai'at saya ketemu nabi dg tersenyum turun dari kuda mengajak bersalaman lalu saya terjaga dalam posisi tangan diangkat seperti orang salaman dan mulut berucap Nabi!!! sambil celingukan, namun cerita ini bukan menunjukan saya dalam kebenaran dan ucapan saya adalah, Haq
Anda mengatakan tidak suka fitnah namun ucpana anda dan tulisan anda penuh dengan fitnah yg busuk terhadap Nurhasan Alubaidah inilah yg dinamakan setan dalam jasad manusia
Beberpa Fakta dari Nurhasan
1. beliau selesai menuntu ilmu Tahun 1941 SEBELUM PERANG DUNIA dan sebelumda rul hadist resmi berdiri, beliau belajar pada guru2 yg dituliskan dalam isnad belia, dan isnad kutubusittah ini sudah ada dari th 41 hingga sekarang
2. Nurhasan itu bukan hanya skedar Ulama tapi beliau mujadid ygmemasyarakatkan quran hadist dan menquran hadistkan masyarakat, tidak seperti umunya ulama yg membuka pondok /darul ilmu lalu orangg belajar padanya namun pa NurHasan berjuang sehingga masyrakat Indonesia dari Neneknenek, muda, tua, buruh,intelek buta hurup semua bisa belajar qurn dan hadist,dan mengamalkannya sehingga islam yg aslinya diperuntukan untuk seluruh manusia benar2 bisa terlaksana dan berjalan
3.Pa nurhasan kalau mencari kekakayaan dan jabatan smenjak gabung dg Golkar beliau sudah berkali2 ditawarkan jadi DPR karena belia mempunyai masa namun beliau menolak dari dulu hingga sekarang perjuanagan kamai hanyalah lii'lai kalimatillaahi hiyal ulya, no partai

4.Pada jaman 1950-19 70 di Indonesia khusunya telah banyak praktek ibadah syriik khurafat bidah, beliau menyebarkan Quran hadist bukan cari keduniaan dan pengikut buktinya dari awalpun belia banyak dimusuhi dan banyak yg ingin mmbunuhnya, namun benar lah cantolan beliau bagi pemegang agama yg hak
RIBUAN RINTANGAN,JUTAAN PERTOLONGAN, MILAYARAN KEMENANGAN SURGA PASTI
anda menghina Bp nurahasn memang ilmu anda sealam apa?? debat dg saya aja masalah dalil kemimamn dan bai'at plintat plintut mencla mencle
terus Murid anda saiapa saja? berpa banyak??
anda itu dapat ilmu saja difasilitasi bukan pembelaan sendiri, muridnya sudah siapkan, tempatnya sudah disiapkan, ngajar disangoni, tiap lebaran dapat THR Tapi dg gaya busuknya anda menjelek2 kan bp nurahasan dg munafiknya mengatakan SAYA ORANG YG TAKUT MEMFITNAH ORANG (WUOOK JIJIK) seakan2 anda itu orang yg pol, pakai cerita pernah mimpi ketemu nabi segala
jauuh seperti langit dan sumur sat

Anonim mengatakan...

Ciri khas orang 354. Kalo dikasih tau sebuah kebenaran, pembenaran lah yang terucap dari orang 354 tsb.

Anonim mengatakan...

Saya tertarik dengan anonim di atas;

"Kalau ldii memang benar...,

COBA TUNJUKKAN ISNAD BP.IMAM MUHADITS NURHASAN AL-UBAIDAH LUBIS?"

Saya jama'ah ldii mau bertanya: Apa benar bapak imam kita tidak punya isnad?

Wah ini benar2 perkara besar?.
bisa2 ilmu kita tidak sah.
Amalsolih tunjukkan mas, biar kami tenang dan merasa lebih baik.
jazakumullohukhoiro.

dari. Hafizah.

Anonim mengatakan...

Yang minta isnad nih ngaku LDII tapi meragukan, kenapa? karena di LDII semenjak tahun 1960 hingga sekarang setelah selesai mengkhatamkan satu hadist kutubusitth misal bukhory, para peserta dibagikan isnad termasuk isnadnya Pa nurhasan
Perlu kawan ketahui pula, bapa nurhasan mengajarkan hadist kutubusittah pada putera2nya dg cara manqul perkata, ini dibuktikan bahwa putera2 bp nurhasan tidak terlalu ahli dalam bahasa arab namun dapat mengajarkan hadist kutubusittah karena hadist2nya sudah dimaknai perkata dan diberi keterangan
mungkin Bp nurhasan ingin menegaskan itulah ilmu manqul, siapa saja bisa belajar Alquran dan Alhadist asal dg ilmu manqul meskipun muridnya tidak bisa bahasa arab

Anonim mengatakan...

" Yang minta isnad nih ngaku LDII tapi meragukan, kenapa? karena di LDII semenjak tahun 1960 hingga sekarang setelah selesai mengkhatamkan satu hadist kutubusitth misal bukhory, para peserta dibagikan isnad termasuk isnadnya Pa nurhasan
Perlu kawan ketahui pula, bapa nurhasan mengajarkan hadist kutubusittah pada putera2nya dg cara manqul perkata, ini dibuktikan bahwa putera2 bp nurhasan tidak terlalu ahli dalam bahasa arab namun dapat mengajarkan hadist kutubusittah karena hadist2nya sudah dimaknai perkata dan diberi keterangan".

- Macak cih...???!!, jok guyon ahh...he..he...he..

Anonim mengatakan...

banyak mata yg melihat mas.., bahwa mantan ldii bisa membuktikan kebohongan anda2 semua yg suka bitonah2 itu.

kami sangat tidak setuju dg ldii, di kampung kami masjid ldii tidak boleh berdiri.

kami anggap aliran ldii masih seperti dulu.
anak sering mengkafirkan orangtua/paman, bahkan mbah nya yg sudah meninggal pun di katakan mati dalam kekufuran?
ajaran apa ini?

kami minta para ex ldii, bisa membuktikan di publik, bahwa ldii memang masih seperti lemkari dulu.
atau islam jamaah.

dari. abdulhakim

Anonim mengatakan...

anonim:
'ini dibuktikan bahwa putera2 bp nurhasan tidak terlalu ahli dalam bahasa arab namun dapat mengajarkan hadist kutubusittah karena hadist2nya sudah dimaknai perkata dan diberi keterangan
'
jawab:

pantes saja yg nyampaikan tirmidzi sampai ibni majah, kemarin, mangkulannya bwuuuleess banget, wong gak ngerti bahasa arab >> sangat tidak standar dalam kalangan Ahlu Ilmi.

tahu imam syafei? imam ahlussunnah
bliau belajar tatabahasa / sastra arab selama 10 tahun di makkah, sebelum mendalami ilmu Al-quran dan Assunnah.

kasihan rukyah ldii di boongin terus, coba kalo gak ngerti bahasa alquran dan alhadits, wah.. sangat mudah di kibulin??

yg benar: ngerti menguasai sastra arab, kemudian berguru langsung dg ulama, ini baru dapat isnad.

wong ada yg tanya isnad, rukyah nya dewe' mana isnad ijazah mbah nur? eee.. malah ngeless, buru2 kabuuurrr..
jawab dengan ilmiah dhonk??
kami ini bukan wong bodo ngaku pinter?
jawab ya mas ldii???? mana ijazah isnadnya..., jangan kaburrr...

kalau ada postingkan saja ke email dinulholis, atau wongpinter, atau ldii group atau jokam atau apalah yg punya ldii, kami mau lihat ijazahnya..,

ingat mas lidi.. kalo di tanya jangan kabuurr-eehh, atau malah perintah utk tobat pada si penanya?!

Anonim mengatakan...

tahu imam syafei? imam ahlussunnah
bliau belajar tatabahasa / sastra arab selama 10 tahun di makkah, sebelum mendalami ilmu Al-quran dan Assunnah
===
maka nya lur Alquran dan assunah yg diperuntukan utk seluruh manusia dan sebagai rohmat namun bagi golongan anda dibatasi hanya org yg bisa bahasa arob saja, makanya golongan ente itu pintar2 bahasa arob namun bodoh dalam alquran dan alhadist (itu juga yg pintar bahasa arob)
memang nenek2 yg sudah tua baru boleh ngerti dan belAJAR alquran kalau sudah berguru bahasa arob dulu?? kwekwekwkek keburu mati gak tahu isi Alquran
dari tulisan anda sudah kelihatan sesatnya kefahaman anada dalam mempelajari agama

lur kalau isnad saya juga punya coba minta alamat mu nanti kita ketemu,kita janjian okeh??

Anonim mengatakan...

Yg harus tahu bahasa Al-quran dan assunnah ini yg ngajar lho mas mas...

bukan nenek2.., ini sepenangkapan saya dari tulisan diatas.

jadi gak asal ngomong dalam penyampaian, nyatanya lihat sendiri, saudara2 mubalerg rasakan, beda tidak bila mangkul dg guru yg kagak ngerti ilmu sastra, dg yg ngerti bahasa arab (sama2 mangkul) beda tidak??

jelas bulesnya yg kagak ngerti apa2 dlm sastra arab. ia hanya harap2 cemas dg ilmu mangkulnya itu.

rupanya kata2 mangkul ini hanya Nurhusen saja yg membuatnya. di segenap ulama ahlussunnah gak kenal tuh kata2 MANGKUL?

BUAT2 SENDIRI!!!

Anonim mengatakan...

ANONIM:
lur kalau isnad saya juga punya coba minta alamat mu nanti kita ketemu,kita janjian okeh??

jawab:

maaf mas saya ada 4, cap purworedjo, tanda tangan bp. kiyai Muhadi Anam
dan 1 cap jama'ah kediri, tandatangan kiyai Abdul Aziz sulton aulia.

yg saya tanyakan cap darul hadits tempat bapak imam KH. Nurhasan belajar dan tandatangan Syaikh Ulama Makkah Umar Hamdan.

KATANYA PUNYA ISNAD??? MANA BUKTI IJAZAHNYA?

OD= OMONG DOANG.
DK= DITANYA EE..H malah KABUURR..

Anonim mengatakan...

yang mau minta isnad dengan cap darl hadist dan ttd syekh Umar Hamdan minta saja ke pak mauludin !!! dia pasti tau & pernah denger langsung dari KH.Nur Asnawi teman mondok KH.Nurhasan di mekkah bagaimana dan dengan siapa KH.Nurhasan menimba ilmu Qur'an Hadist di Mekkah.

aing tea manqul mengatakan...

Yg harus tahu bahasa Al-quran dan assunnah ini yg ngajar lho mas mas...
bukan nenek2.., ini sepenangkapan saya dari tulisan diatas.
=====================
Makin loe jawab makin kelihatan sesatnya aqidah mencari ilmu loe., loe tahu kan dalil Ballighunii walau ayah dan dalil2 lain ttg wajibnya menyampaikan ilmu
memangnya kewajiban jadi penyampai ilmu harus pinta bahasa arob??? ini adalah akidah talafi dan akidah para pengagung ahli kalam,
kalau sinenek ingin mengajarkan cucunya hadist sholat yg dia terima mangkulan dari mubaligh, apa harus belajar bahasa arob dulu gituh???
coba pikir , udahlah loe gak usah bahas makin bahas makinn ngaco aja aqidah loe
coba loe lihat juga tulisan2 ttg cacatnya ilmu kalam dari kalangan loe sendiri
karena nanti loe di qubur tidaka akan ditanya nahwu sorof, tingginya ilmu bukan tingginya ilmu kalam namun tingginya pehaman thd quran dan sunah yg benar

Anonim mengatakan...

khan benar tho..., ijazahnya gak ada e..., malah lempar batu sembunyi tangan tuh.

dg berkata:
yang mau minta isnad dengan cap darl hadist dan ttd syekh Umar Hamdan minta saja ke pak mauludin !!!

Anonim mengatakan...

kalo mao cari isnad ya modal ama usaha sendiri lah jangan minta-minta malu atuh kang, udah jelek-2in pake minta lagi, iiii

agni mengatakan...

dulu ketika Bapak Mauludin masih aktif LDII saya salut dan hormat kpd beliau karna perilaku & ilmu yg dimiliki,dia diberi kebebasan belajar & mencari guru dimekkah yg diyakininya membawa,menyampaikan kebenaran & kemurnian Qur'an Hadist kmdn memanqulkannya kpd kami,tp ketika sekarang dia keluar dari LDII kmdn berusaha ingin merintangi & membubarkan LDII dgn cara lapor ke MUI dg membawa dokumen usang sprt yg dibawa oleh BI, AJ, HAJ,dkk. 100 org sprt mauludin dg 1000 cara apapun yg digunakan, SAYA & RIBUAN NYAWA WARGA LDII SIAP MEMBELA & MEMPERTAHANKAN KEBENARAN DAN KEMURNIAN QUR'AN HADIST SAMPAI DARAH KAMI BERHENTI MENGALIR.Karna siapapun pemilik & orang-2 yg berada dibelakang blog ini adalah pecundang pengecut yang tidak tahu malu. Wassalam

Anonim mengatakan...

Karna siapapun pemilik & orang-2 yg berada dibelakang blog ini adalah pecundang pengecut yang tidak tahu malu.

----------

insya Allah memang demikian. Saya saksikan begitu dari tulisan2nya. Cuma tulisan org2 pengecut yg saya baca disini :)

Anonim mengatakan...

agni mengatakan...

dulu ketika Bapak Mauludin masih aktif LDII saya salut dan hormat kpd beliau karna perilaku & ilmu yg dimiliki,dia diberi kebebasan belajar & mencari guru dimekkah yg diyakininya membawa,menyampaikan kebenaran & kemurnian Qur'an Hadist kmdn memanqulkannya kpd kami,tp ketika sekarang dia keluar dari LDII kmdn berusaha ingin merintangi & membubarkan LDII dgn cara lapor ke MUI dg membawa dokumen usang sprt yg dibawa oleh BI, AJ, HAJ,dkk. 100 org sprt mauludin dg 1000 cara apapun yg digunakan, SAYA & RIBUAN NYAWA WARGA LDII SIAP MEMBELA & MEMPERTAHANKAN KEBENARAN DAN KEMURNIAN QUR'AN HADIST SAMPAI DARAH KAMI BERHENTI MENGALIR.Karna siapapun pemilik & orang-2 yg berada dibelakang blog ini adalah pecundang pengecut yang tidak tahu malu. Wassalam

+ Kebenaran dan kemurnia qur'an hadist menurut versi khowarij islam jamaah kalee ya.. ..silahkan anda tetap mempertahankan, tetapi kewajiban amar ma'ruf tetap berjalan terus....
Kalau warga islam jamaah keluar dari islam jamaah sering dikaitkan dgn keinginan yg tdk kesampaian misalnya jadi pengurus..lah kalau Bapak Mauludin itu keluar dari islam jamaah menurut versi islam jamaah itu dikaitkan dgn apa ya...???

ldii tuh islam jokam ya? mengatakan...

354 masih seperti dulu
penuh kedustaaan
penuh pengkafiran
pol wece

ldii mengatakan...

bambang irawan murtad KATANYA karena mau jadi imam
mauluddin murtad KATANYA karena mau jadi imam juga
KHOLIL BUSTOMI ikutan murtad apa karena mau jadi imam?
aziz ridwan murtad apa karena mau jadi imam?
lho yang pada belajar kedarul hadist kok murtad semua??
apa yg salah yg murtad apa yg memurtadkan?

Anonim mengatakan...

KHOLIL BUSTOMI ikutan murtad apa karena mau jadi imam?
aziz ridwan murtad apa karena mau jadi imam?
lho yang pada belajar kedarul hadist kok murtad semua??
apa yg salah yg murtad apa yg memurtadkan?

Mas mas, informasi sampean tentang keluarnya pak Kholil dan mas Azis ridwan apakah ini informasi yg valid dan bisa dipertanggung jawabkan>>??!!. Kalau beliau berdua bener keluar dr islam jamaah, betul2 pukulan telak kepada islam jamaah..mudah2an umat islam jamaah ldii tersadarkan akan kesesatan ajaran yg selama ini dianutnya.., karena setahu saya kebanyakan umat islam jamaah ldii memang murni semata mata beragama ingin masuk surga dan selamat dari ancaman neraka.., tetapi kebanyakan mrk terperdaya oleh ajaran yg memabukkan..

muhammad mengatakan...

untuk mas agni, saya salut dengan sikap militan yang anda miliki, sebab saya pun demikian beberapa tahun yang lalu sangat militan terhadap QHJ karena sangat yaqin bahwa QHJ 354 inilah agamanya Nabi yang paling murni sedunia, segenap harta tenaga fikiran waktu muda saya korbankan demi tegaknya QHJ 354, sayapun berniat mengorbankan nyawa sekalipun untuk membela QHJ dan Imam Amir ke-2 Abdul
dhohir.
dan juga saya siap MEMBUNUH siapapun yang menghalangi saya dalam membela QHJ sebab kefahaman bahwa orang-orang di luar QHJ adalah kafir najis halal darahnya meskipun itu adlah bapak sendiri.

ternyata, alhamdulillah tahun 2006 scara tidak sengaja saya menemukan terjemahan KITAB TAUHID Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab di toko buku islam non-QHJ, saya tertarik membeli dan membaca kitab ini sebab "Ulama" Sepuh murid KH Nurhasan pernah bercerita kpd saya bahwa Syaikh Muh. bin abdul wahhab adalah mujaddid kemurnian di haramain, secara tersirat murid KH Nurhasan ini menganggap bahwa KH Nurhasan menganggap baik Syaikh.
setelah saya membacanya sungguh saya menemukan kesimpulan hukum agama yang kuat yaitu bahwa inti ajaran Nabi adalah tauhid. kesimpulan ini tidak pernah saya temukan dan tidak pernah menjadi penekanan dan penjelasan dalam QHJ 354.
setelah itu saya tertarik memperluas wawasan dengan membaca Kitab Tauhid 3 jilid Syaikh Sholih al Fauzan. Masyaallah lebih terbuka lagi hati saya terhadap ajaran tauhid masyaikh Haramain. selanjutnya saya mulai mengoleksi dan membaca kitab2 ulama ahlusunnah mutaakhirin seperti Syaikh bin Baz, Syaikh al Utsaimin, Syaikh al Albany, Syaikh Shalih al Fauzan, Syaikh Jamil Zainu dll. tidak lama kemudian saya pun belajar bahasa arab.
semakin Allah bukakan hati saya terhadap kebenaran dan semakin memantapkan hati saya untuk melepas Aqidah QHJ 354 dan mengganti dengan Aqidah Shohihah Ahlussunnah wal Jamaah.
alhamdulillah ketika akhir musim haji kemarin saya sempat bercakap-cakap dengan bbrapa syaikh mufti di masjidil harom dan mina. saya menanyakan pertanyaan yang jawabannya sudah saya fahami sebelumnya di indonesia yaitu syaikh mufti tersebut menyatakan bahwa keimaman/keamiran QHJ 354 adalah bathil bid'ah bahkan termasuk dosa besar.

nb: untuk mas agni dan yang masih sefaham agar proaktif mencari kebenaran kepada Ulama Ahlussunnah wal Jamaah yang sejati. sehingga benar berpihak dalam hal militansi. semoga militan dalam agama yang benar sesuai Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.

agni mengatakan...

muhammad berkata : dan juga saya siap MEMBUNUH siapapun yang menghalangi saya dalam membela QHJ sebab kefahaman bahwa orang-orang di luar QHJ adalah kafir najis halal darahnya meskipun itu adlah bapak sendiri...
ini adalah pemahaman kamu yg dangkal & fitnah usang kpd kami, dlm AlQur'an Nabi Ibrohim saja tdk memperlakukan bapaknya sprti yg ada dalam otak cetek yg tdk punya perikemanusiaan sprti kamu. PEDOMAN HIDUP KAMI SAMPAI AJAL adalah MURNI QUR'AN & HADIST "TAROKTU FIKUM AMROINI LANTADHILLU MAATAMASAKTUM BIHIMA KITABILLAHI WA SUNNATIN NABIYI" . Tdk sperti AHLI RO'YU kayak kamu dengan membaca-2 buku karangan manusia kemudian menyimpulkan aqidah seenak perut sendiri.

Anonim mengatakan...

nah...ini pinternya LDII (AGNI-red) memutar balikkan fakta padahal keyakinan seperti mohammad tadi itu HAQ coba...agni rupanya lupa kalo komentar yang ditulis diatas tentang kesalutanya ,hormatnya ke pak mauludin waktu masih di LDII dst...itu sudah mencerminkan keyakinan seperti yang di katakan mohammad tadi, lha kok komentar lagi katanya itu pemahamanya mohamad yang dangkal,otakny cetek,fitnah yang basi dsb... ini gimana to mas agni weleh...weleh sadarlah wahai LDII=khawarij.

muhammad mengatakan...

semakin Allah bukakan hati saya terhadap kebenaran dan semakin memantapkan hati saya untuk melepas Aqidah QHJ 354 dan mengganti dengan Aqidah Shohihah Ahlussunnah wal Jamaah.
alhamdulillah ketika akhir musim haji kemarin saya sempat bercakap-cakap dengan bbrapa syaikh mufti di masjidil harom dan mina. saya menanyakan pertanyaan yang jawabannya sudah saya fahami sebelumnya di indonesia yaitu syaikh mufti tersebut menyatakan bahwa keimaman/keamiran QHJ 354 adalah bathil bid'ah bahkan termasuk dosa besar.

muhammad mengatakan...

kepada semua saudaraku yang masih

beraqidah QHJ-354:
silakan antum bertanya langsung kepada

Ulama Syaikh Mufti Resmi di Masjidil

Harom, di dalam masjidil harom ada

beberapa ruangan khusus beberapa syaikh

mufti untuk memberikan Fatwa dan Nasihat

kepada siapa saja, biasanya pada musim

haji atau romadhon ruangan-ruangan ini

banyak muslimun yang antri panjang di

depan ruangan untuk minta fatwa/nasihat

tentang agama.
kalau anda mampu haji atau umrah silakan

bertanya disana dengan membawa penerjemah

yang netral (biasanya pembimbing haji

dari travel mafhum bahasa arab sana) atau

mahasiswa indonesia yang bertebaran di

sana.
silakan bertanya untuk mencari kebenaran

tentang konsep Keamiran/Keimaman yang

SYAH menurut syariat dan bandingkan

dengan Keamiran/Keimaman 354 dihadapan

beberapa Syaikh Mufti, apa fatwa mereka

tentang Keamiran/Keimaman 354??
(jangan kaget bila beberapa dari mereka

menjawab bernada agak marah, sebab

pengalaman saya demikian).

Seandainya antum tidak percaya kepada

Syaikh-syaikh mufti di sana sebab namanya

tidak terkenal di indonesia, silakan

bertanya pada Imam-imam Masjidil Harom

yang sering datang ke indonesia seperti

Syaikh As-Sudais atau Syaikh As-Syuraim

tentang keimaman/keamiran 354??

InsyaAllah jawaban mereka sama.
Sebab aqidah mereka satu yaitu Aqidah

Shohihah Ahlus sunnah wal Jamaah.

semoga menjadi perantara hidayah bagi

antum.

nb: jangan lupa bawa kamera dan voice

recorder.

muhammad mengatakan...

kepada semua saudaraku yang masih beraqidah QHJ-354:
silakan antum bertanya langsung kepada Ulama Syaikh Mufti Resmi di Masjidil Harom, di dalam masjidil harom ada beberapa ruangan khusus beberapa syaikh mufti untuk memberikan Fatwa dan Nasihat kepada siapa saja, biasanya pada musim haji atau romadhon ruangan-ruangan ini banyak muslimun yang antri panjang di depan ruangan untuk minta fatwa/nasihat tentang agama.
kalau anda mampu haji atau umrah silakan bertanya disana dengan membawa penerjemah yang netral (biasanya pembimbing haji dari travel mafhum bahasa arab sana) atau mahasiswa indonesia yang bertebaran di sana.
silakan bertanya untuk mencari kebenaran tentang konsep Keamiran/Keimaman yang SYAH menurut syariat dan bandingkan dengan Keamiran/Keimaman 354 dihadapan beberapa Syaikh Mufti, apa fatwa mereka tentang Keamiran/Keimaman 354??
(jangan kaget bila beberapa dari mereka menjawab bernada agak marah, sebab pengalaman saya demikian).

Seandainya antum tidak percaya kepada Syaikh-syaikh mufti di sana sebab mungkin namanya tidak terkenal di indonesia, silakan bertanya pada Imam-imam Masjidil Harom yang sering datang ke indonesia seperti Syaikh As-Sudais atau Syaikh As-Syuraim tentang keimaman/keamiran 354??

InsyaAllah jawaban mereka sama. Sebab aqidah mereka satu yaitu Aqidah Shohihah Ahlus sunnah wal Jamaah.

semoga menjadi perantara hidayah bagi antum.

nb: jangan lupa bawa kamera dan voice recorder.

313 mengatakan...

wah, ini baru solusi, jazakumullohukhoir mas muhammad...

memang kita harus cari win win solution, bukan hanya fakta2. tp harus ada solusi arah selanjutnya ke depan.

agni mengatakan...

kalu memang yang anda fahami itu benar ya sudah berda'wahlah yang baik,kalau ingin menjelek-2an LDII dengan tulisan yang ada di blog ini itu namanya anda memfitnah orang dan itu bukanlah cara berda'wah salafusholih. tolong cara tunjukan cara da'wah yg baik kepada umat ya mas.........!!!

Anonim mengatakan...

agni mengatakan...

kalu memang yang anda fahami itu benar ya sudah berda'wahlah yang baik..

++ mas agni, menurut hemat saya, apa yg disampaikan mas Muhammad itu adalah suatu cara utk mencari kebenaran, dan sy tdk melihat apa yg disampaikan ditulisan ini utk menjelek2an ldii.. menurut sy adalah sdh tepat kalau pihak yg mencari kebenaran menanyakan ke ulama masjidil Harom..bukankah pihak ldii membenarkan kebenaran ajaran ulam masjidil Harom semisal syeikh yahya..shg pak kholil cs pun konon berguru kepadanya..shg menurut saya tepatlah kalau rujukan tempat bertanya kebenaran agama melalui ulama2 masjidil harom..bagaimana menurut mas Agni mengenai ajakan mas Muhammad utk mencari kebenaran agama dgn tempat reverensinya adalah ulama masjidil Harom..??!

muhammad mengatakan...

to mas agni:
saya pribadi tidak mewakili Blog ini dan tidak mengenal sedikitpun pemiliknya. bahkan saya menilai blog ini belum menyentuh dan menekankan esensi dakwah kemurnian yang sebenarnya, yaitu TAUHID, sebagaimana dakwah utama para Nabi dan Ulama Sholihin sepanjang masa.

Selanjutnya yaitu mengikuti arahan ulama haramain ketika mengetahui keadaan yang sebenarnya tentang suatu golongan yang berakidah menyimpang dari aqidah shohihah dan banyak beramal bid'ah maka mereka memperingatkan dengan keras agar tidak bergabung dengan golongan tersebut / segera hijrah dari golongan tersebut kepada ahlussunnah wal jamaah (Ulama Sholihin dan muslimin yg mengikutinya).

Alhamdulillah, sebagian besar Ulama Saudi Arabia (termasuk Ulama Haramain) adalah Ulama Sholihin yang sebenarnya.

Pencari Ilmu mengatakan...

Sekalian tanyakan pada ulama haromain tentang
tatacara pengangkatan presiden/amir indonesia 5 thn sekali dan kalau sudah 10 th tidak boleh jadim amir.
orang kristen pun boleh jadi kandidat amir/presiden
ketika diangkat presiden berbai'at untuk tunduk pada UUD isi sumpah:
"“Demi Allah, saya bersumpah, akan memenuhi kewajiban Presiden (Wakil Presiden) Republik Indonesia dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, memegang teguh Undang-Undang Dasar, dan menjalankan segala undang-undang dan peraturannya dengan selurus-lurusnya, serta berbakti kepada Nusa dan Bangsa”.

Anonim mengatakan...

untuk mas Pencari Ilmu di atas, silakan anda tanyakan sendiri pertanyaan tentang pengangkatan presiden tersebut sebab kami sudah tahu jawabnya dari ijtihad dan fatwa-fatwa ulama ahlussunnah baik yang dahulu maupun yang belakangan.
anjuran pertanyaan di atas adalah bagi orang-orang yang masih beraqidah QHJ-354!!

rudi mengatakan...

Kurang lebih 20th aktif di LDII,memang diakui dalam harokah itu ada kelebihan dan ada kekurangan,kadang putus asa,sehingga ada keinginan mundur seperti bambang atau mauludin,tapi kalo aku7 mundur bagaimana tanggung jawab saya terhadap kewajiban dakwah,saya takut seperti yang menimpa nabi Yunus,Dia putus asa dalam membina umat,akhirnya dtegur oleh Allah,dimakan ikan paus..insyaAllah seperti nasehat bambang memperbaiki sesuatu dimana ada kebaikan didalamnya harus seperti mengabil rambut dari tepung,taqnpa harus membuang tepungnya.Aku juga pernah melontarkan kritik ke mauludin,saya anggap dia `pengkhianat`,kalo tahu dalam LDII ada kesalahan kenapa dia kabur..akhirnya pada orang2yang kabur dari LDII,jikalah LDII sesat maka Org2 itu lebih sesat,karena membiarkan org2 tersesat,adapun hujatan2 yang dilakukan org2 eks Ldii dan yang mengaku pengikut salafy bukan nahi mungkar,tapi tafriq,sekaligus mereka melakukan sesuatu yang jelek yang mereka tuduhkan terhadap harokah LDII,aku bukan mubaligh di Ldii,tapi siap berdebat..

rudi mengatakan...

@muhammads..syekh bin Bazz emang seorang wahaby,namun dia moderat sbg pendukung king Abdulaziz yang diberontak oleh wahaby Alikhwan karena dianggap telah keluar dari misi dan visi syekh ibn wahab.sedangkan h.Nurhasan belajar kpd syekh2 alikhwan yang dianggap bughot oleh Abdulaziz..maka kalo bertanya doktrin2 h.Nurhasan ke Syekh bin Baaz,pastilah disalahkan..coba tanya ke osama bin laden insya Allah jawabannya beda dgn bin Baaz,karena osama seorang Ikhwan.Namun H.Nurhasan makin lama makin moderat,dan kemoderatannya di adopsi oleh LDII,dan LDII terus menerus merevisi doktrin2 yg telah baku dengan perbaikan2 untuk menghasilkan kader2 umat yang anti bertengkar dengan saudara muslim.Adapun sistem manqul,adalah disiplin dalam pendistribusian ilmu yang meminimalisir intervensi faham2 sesat dari yahudi dan nasrani yg tak pernah ridho terhadap muslimin.Saya berjuang menegakan syariat islam dalam harokah LDII,dan Anda berjuang dengan harakah mana anda aktif,mohon jangan saling hujat.

abu husain mengatakan...

. Istilah 'manqul' sebagai salah satu bidang ilmu ini adalah istilah yang benarbenar baru dan adanya di Indonesia pada Jama'ah LDII. Ini menunjukan bahwa ini bukan berasal dari para ulama. Adapun manqul sendiri adalah bahasa Arab yang berarti dinukil atau dipindah, dan ini sebagaimana bahasa Arab yang lain dipakai dalam pembicaraan. Namun hal itu hanya sebatas pada ungkapan bahasa -bukan sebagai istilah atau ilmu tersendiri yang memiliki pengertian khusus - apalagi konsekwensi khusus dan amat berbahaya.

. Adapun musnad dan mutashil, memang ada dalam ilmu Musthalah dan masing masing punya definisi tersendiri. Musnad salah satu artinya dalam ilmu mushtolahul hadits adalah 'Setiap hadits yang sampai kepada Nabi dan sanadnya bersambung/mutashil' [Min atyabil manhi fi 'ilmil Musthalah:8]. Akan tetapi perlu diketahui bahwa persyaratan musnad ini adalah persyaratan dalam periwayatan hadits dari Nabi, bukan persyaratan mengamalkan ilmu. Harus dibedakan antara keduanya, tidak bisa disamakan antara riwayat dan pengamalan.

abu husain mengatakan...

BANTAHAN ULAMA PEMBELAAN IHYA UT TURATS DI BLOK ''RUMAHKU INDAH''

Jika kita memperhatikan secara seksama apa yang menyebabkan terjadinya perbedaan fatwa dalam menyikapi Ihya At-Turots, keadaannya bukanlah seperti masalah khilafiyyah yang didalamnya terjadi saling tarik menarik dalil atau masing-masing mengetahui dalil yang ada, hanya berbeda dalam hal pemahaman. Seperti halnya masalah sedekap disaat posisi I’tidal (dalam sholat, red), dimana masing-masing dari para Ulama tersebut mengetahui dalil yang datang dalam masalah ini, namun terjadi perbedaan dalam hal memahaminya. Atau seperti masalah duduk akhir dalam sholat, apakah dengan cara tawarruk ataukah iftirosy, masing-masingnya berhujjah dengan satu hadits yaitu hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari dari Abu Humaid As-Sa’idi. Atau seperti masalah menggerakkan jari ketika tasyahhud, yang berbeda dalam menyikapi keabsahan adanya tambahan “wayuharrikuha” dalam riwayat Zaidah bin Qudamah, atau permasalahan yang semisal apa yang kami sebutkan.

Namun perselisihan fatwa yang terjadi dalam menyikapi Ihya At-Turots tidaklah seperti tersebut diatas, namun disebabkan karena adanya tambahan ilmu yang diketahui oleh Ulama yang mentahdzir mereka, yang tidak diketahui oleh para Ulama yang merekomendasi mereka. Cobalah kita perhatikan rekomendasi para Ulama tersebut, apakah mereka memberi rekomendasi karena dalam Ihya At-Turots ada bai’at? Atau karena mereka ikut serta dalam politik praktis? Atau mereka ketahui bahwa diantara mereka ada yang memiliki fikroh At-takfir? Jawabannya adalah: “Tidak!”. Bahkan merupakan perkara yang ma’ruf tentang sikap para Ulama terhadap berbagai macam penyimpangan tersebut yang dapat menjerumuskan kaum muslimin kepada berbagai praktek hizbiyyah.

M

abu husain mengatakan...

LANJUTAN

maka semestinya sikap yang ditempuh oleh seorang “Salafi” adalah memandang secara jernih letak perbedaan fatwa yang terjadi. Sebab para Ulama rahimahumullah tersebut berfatwa sebatas apa yang telah sampai kepada mereka. Oleh karenanya Aisyah radhiallahu ‘anha mengingkari orang yang mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam pernah kencing berdiri,karena itulah ilmu yang sampai kepadanya. Dan telah diketahui oleh shahabat yang lain, diantaranya Hudzaifah Radiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam pernah kencing dalam keadaan berdiri. Ibnu Abbas radhiallahu anhuma yang menghalalkan nikah mut’ah, sebab tidak sampai kepada beliau kabar dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bahwa nikah mut’ah tersebut hukumnya haram secara mutlak. Imam Syafi’i rahimahullah Ta’ala yang mentsiqohkan Ibrahim bin Muhammad bin Abi Yahya Al-Aslami, sebab - tidak sampai kepada beliau ilmunya - bahwa dia seorang perawi yang ditinggalkan haditsnya. Berkata Imam Ahmad : “Dia seorang Qodari, Mu’tazili dan Jahmi, semua musibah ada padanya”. Berkata Bisyr bin Mufadhdhal : “Aku bertanya kepada Ulama penduduk Madinah tentangnya, semuanya mengatakan : kadzdzab (pendusta besar) atau yang semisalnya”. Akankah kita katakan (sesuai kaedah Firanda) bahwa masalah Ibrahim bin Muhammad bin Abi Yahya Al-Aslami adalah permasalahan ijtihadiyah sehingga dia tidak boleh dijarh?! Atau menurut kaedah al akh Firanda, ia justru akan menjarh Imam Ahmad Rahimahullah Ta’ala yang notabene beliau adalah murid dari Imam Syafi’i Rahimahullah Ta’ala? Dan masih banyak lagi permisalan dalam permasalahan seperti ini. Sehingga dalam menyikapi permasalahan ini, semestinya menerapkan kaedah yang sudah ma’ruF

“Yang mengetahui adalah hujjah atas bagi yang tidak mengetahui”,”yang menetapkan lebih didahulukan ucapannya dari yang menafikan”. Wallahul muwaffiq.

http://www.salafybpp.com/index.php?option=com_content&view=article&id=98:mendudukkan-rekomendasi-para-ulama&catid=31:nasehat-a-bantahan&Itemid=46

Agung mengatakan...

@abu husain:

Silahkan baca2 lagi yang banyak kalo anda mengatakan manqul adalah istilah baru, lihat tafsir2 Al Quran yang beredar di masyarakat. disana dijelaskan sejarah Qur an dan macam2 tafsirnya, yang pertama adalah TAFSIR MANQUL.

"persyaratan musnad ini adalah persyaratan dalam periwayatan hadits dari Nabi, bukan persyaratan mengamalkan ilmu. Harus dibedakan antara keduanya, tidak bisa disamakan antara riwayat dan pengamalan"

anda mendapat pemahaman/pengertian atau pemahaman dari mana???

Ingat Allah berfirman:
"Wa laa taqfu maa laisa laka bihi ilmun"

HR. Muslim halaman 11 tertulis,:

Abdulloh Bin Al-Mubarok berkata:

"al-isnadu minad-Din. Walaulal isnadu, laqoola man saa'a maa saa'a"

"Al-isnad (sandaran guru) merupakan bagian dari agama. Seandainya tidak ada Isnad, niscaya orang akan berkata pada apa yg dia mau"

>>> Belajar Hadis tanpa Isnad yg Muthasil, sangat berpotensi menterjemahkannya dgn bebas..

Agung mengatakan...

lanjutan @abu husain:

pengertian secara umum yang dimaksud berguru berisnad muttashil adalah belajar atau mengaji qur'an dan hadist baik makna dan keterangan kepada seorang guru yang mana guru tersebut juga bersandarkan pada keterangan dari guru diatasnya, gurunya dari gurunya, sambung bersambung tanpa terputus isnadnya sampai kepada Rosulluloh SAW.

Nabi bersabda:

تسمعون ويسمع منكم ويسمع ممن سمع منكم *رواه أبو داود

Artinya : “Kalian mendengarkan dan didengarkan dari kalian dan di dengar dari orang yang mendengar dari kalian “

>>> Dengan demikian, dalam memahami ilmu agama, seseorang tidak menggunakan ro'yi / pendapatnya / analisanya. Sebab, ro'yi atau pendapat atau analisa dalam ilmu agama sangat sangat sangat tidak diperkenankan oleh Nabi SAW

Beliau bersabda:

من قال فى كتاب الله عز وجل برأيه فاصاب فقد أخطأ *رواه أبو داود

Artinya:”Barang siapa yang berkata dalam kitab Alloh yang maha mulya dan maha Agung dengan pendapat sendiri lalu benar, maka sungguh-sungguh salah.”

JADI... hukumnya pendapat benar-benar DI LARANG OLEH AGAMA ISLAM

Mohon dgn sangat, perhatikan Hadits berikut ini:

"Nabi bersabda: Ambillah ilmu sebelum hilang, berkata shohabat ” bagaimana ilmu dapat hilang, wahai nabinya alloh , sedangkan dikalangan kita ada kitabbulloh ?” maka nabi marah yang Alloh belum pernah membuat nabi marah seperti itu. Kemudian nabi bersabda : ” celakalah kalian, bukankah taurot dan injil itu masih ada dikalangan bani isroil, kemudian keduanya ( taurot dan injil ) tidak dapat mencukupi mereka sedikitpun, sesungguhnya hilangnya ilmu adalah hilangnya pembawanya. Sesungguhnya hilangnya ilmu adalah hilangnya pembawanya (isnadnya atau ulama’nya)" HR. Ad-Daromi dari Abi umamah

Dari hadist tersebut, ada pengertian:

1. Ketika shohabat merasa Al-Qur'an telah mencukupi mereka, Nabi marah besar. Karena Nabi sangat tidak berkenan memahami Al-Qur'an dgn analisa / pendapat. Sehingga Nabi menyabdakan, hilangnya ilmu adalah hilangnya pembawanya (hilaangnya ilmu bukanlah hilangnya kitab Qur'an Hadis)

2. Dari hadist diatas dapat diambil kesimpulan walaupun kitab quran hadist, tafsir-tafsir, bahkan ditambah kitab-kitab karangan belumlah mencukupi tanpa adanya keterangan dari Guru yang memiliki isnad sampai Rosul.

Maka, hendaklah memahami islam dgn pedoman yg murni (Qur'an Hadis) dan dgn metode yg di kehendaki Nabi (ber-isnad yg muthasil sampai Nabi)

Agung mengatakan...

lanjutan @abu husain:

pengertian secara umum yang dimaksud berguru berisnad muttashil adalah belajar atau mengaji qur'an dan hadist baik makna dan keterangan kepada seorang guru yang mana guru tersebut juga bersandarkan pada keterangan dari guru diatasnya, gurunya dari gurunya, sambung bersambung tanpa terputus isnadnya sampai kepada Rosulluloh SAW.

Nabi bersabda:

تسمعون ويسمع منكم ويسمع ممن سمع منكم *رواه أبو داود

Artinya : “Kalian mendengarkan dan didengarkan dari kalian dan di dengar dari orang yang mendengar dari kalian “

>>> Dengan demikian, dalam memahami ilmu agama, seseorang tidak menggunakan ro'yi / pendapatnya / analisanya. Sebab, ro'yi atau pendapat atau analisa dalam ilmu agama sangat sangat sangat tidak diperkenankan oleh Nabi SAW

Beliau bersabda:

من قال فى كتاب الله عز وجل برأيه فاصاب فقد أخطأ *رواه أبو داود

Artinya:”Barang siapa yang berkata dalam kitab Alloh yang maha mulya dan maha Agung dengan pendapat sendiri lalu benar, maka sungguh-sungguh salah.”

JADI... hukumnya pendapat benar-benar DI LARANG OLEH AGAMA ISLAM

Mohon dgn sangat, perhatikan Hadits berikut ini:

"Nabi bersabda: Ambillah ilmu sebelum hilang, berkata shohabat ” bagaimana ilmu dapat hilang, wahai nabinya alloh , sedangkan dikalangan kita ada kitabbulloh ?” maka nabi marah yang Alloh belum pernah membuat nabi marah seperti itu. Kemudian nabi bersabda : ” celakalah kalian, bukankah taurot dan injil itu masih ada dikalangan bani isroil, kemudian keduanya ( taurot dan injil ) tidak dapat mencukupi mereka sedikitpun, sesungguhnya hilangnya ilmu adalah hilangnya pembawanya. Sesungguhnya hilangnya ilmu adalah hilangnya pembawanya (isnadnya atau ulama’nya)" HR. Ad-Daromi dari Abi umamah

Dari hadist tersebut, ada pengertian:

1. Ketika shohabat merasa Al-Qur'an telah mencukupi mereka, Nabi marah besar. Karena Nabi sangat tidak berkenan memahami Al-Qur'an dgn analisa / pendapat. Sehingga Nabi menyabdakan, hilangnya ilmu adalah hilangnya pembawanya (hilaangnya ilmu bukanlah hilangnya kitab Qur'an Hadis)

2. Dari hadist diatas dapat diambil kesimpulan walaupun kitab quran hadist, tafsir-tafsir, bahkan ditambah kitab-kitab karangan belumlah mencukupi tanpa adanya keterangan dari Guru yang memiliki isnad sampai Rosul.

Maka, hendaklah memahami islam dgn pedoman yg murni (Qur'an Hadis) dan dgn metode yg di kehendaki Nabi (ber-isnad yg muthasil sampai Nabi)

Agung mengatakan...

lanjutan @abu husain:

pengertian secara umum yang dimaksud berguru berisnad muttashil adalah belajar atau mengaji qur'an dan hadist baik makna dan keterangan kepada seorang guru yang mana guru tersebut juga bersandarkan pada keterangan dari guru diatasnya, gurunya dari gurunya, sambung bersambung tanpa terputus isnadnya sampai kepada Rosulluloh SAW.

Nabi bersabda:

تسمعون ويسمع منكم ويسمع ممن سمع منكم *رواه أبو داود

Artinya : “Kalian mendengarkan dan didengarkan dari kalian dan di dengar dari orang yang mendengar dari kalian “

>>> Dengan demikian, dalam memahami ilmu agama, seseorang tidak menggunakan ro'yi / pendapatnya / analisanya. Sebab, ro'yi atau pendapat atau analisa dalam ilmu agama sangat sangat sangat tidak diperkenankan oleh Nabi SAW

Beliau bersabda:

من قال فى كتاب الله عز وجل برأيه فاصاب فقد أخطأ *رواه أبو داود

Artinya:”Barang siapa yang berkata dalam kitab Alloh yang maha mulya dan maha Agung dengan pendapat sendiri lalu benar, maka sungguh-sungguh salah.”

JADI... hukumnya pendapat benar-benar DI LARANG OLEH AGAMA ISLAM

Mohon dgn sangat, perhatikan Hadits berikut ini:

"Nabi bersabda: Ambillah ilmu sebelum hilang, berkata shohabat ” bagaimana ilmu dapat hilang, wahai nabinya alloh , sedangkan dikalangan kita ada kitabbulloh ?” maka nabi marah yang Alloh belum pernah membuat nabi marah seperti itu. Kemudian nabi bersabda : ” celakalah kalian, bukankah taurot dan injil itu masih ada dikalangan bani isroil, kemudian keduanya ( taurot dan injil ) tidak dapat mencukupi mereka sedikitpun, sesungguhnya hilangnya ilmu adalah hilangnya pembawanya. Sesungguhnya hilangnya ilmu adalah hilangnya pembawanya (isnadnya atau ulama’nya)" HR. Ad-Daromi dari Abi umamah

Dari hadist tersebut, ada pengertian:

1. Ketika shohabat merasa Al-Qur'an telah mencukupi mereka, Nabi marah besar. Karena Nabi sangat tidak berkenan memahami Al-Qur'an dgn analisa / pendapat. Sehingga Nabi menyabdakan, hilangnya ilmu adalah hilangnya pembawanya (hilaangnya ilmu bukanlah hilangnya kitab Qur'an Hadis)

2. Dari hadist diatas dapat diambil kesimpulan walaupun kitab quran hadist, tafsir-tafsir, bahkan ditambah kitab-kitab karangan belumlah mencukupi tanpa adanya keterangan dari Guru yang memiliki isnad sampai Rosul.

Maka, hendaklah memahami islam dgn pedoman yg murni (Qur'an Hadis) dan dgn metode yg di kehendaki Nabi (ber-isnad yg muthasil sampai Nabi)

abu husain mengatakan...

@AGUNG
1TDK ADA DLM ILMU MUSTHALAH HADITS DARI ZAMAN SAHABAT SAMPAI ULAMA SKR ISTILAH MANQUL,KLO ADA TUNJUKAN SYAIKH SP YG MENGGUNAKAN ISTILAH MANQUL ?
2DLM KOMEN AGUNG ,KOK TDK ADA YA ..HADITS MENGGUNAKAN ISTILAH MANQKUL

Bahwa ini bertentangan dengan dalil-dalil syar'i yang menunjukan bahwa sampainya ilmu tidak mesti dengan manqul, bahkan kapan ilmu itu sampai kepadanya dan ilmu itu benar, maka ilmu itu adalah sah dan harus ia amalkan seperti firman Allah: …وأوحي إلي هذا القرآن لأنذركم به ومن بلغ "Dan diwahyukan kepadaku Al Quran ini untuk aku peringatkan kalian dengannya dan siapa saja yang Al Quran sampai padanya" [Al An'am:19]
Mujahid mengatakan: dimanapun Al Quran datang maka ia sebagai penyeru dan pemberi peringatan. Kata (ومن بلغ) Ibnu Abbas menafsirkannya: "Dan siapa saja yang Al Quran sampai kepadanya, maka Al Quran sebagai pemberi peringatan baginya."

Demikian pula ditafsirkan oleh Muhammad bin Ka'b, As Suddy [Tafsir at Thabari:5/162-163], Muqatil [Tafsir al Qurthubi:6/399], juga kata Ibnu Katsir [2/130]. Sebagian mengatakan : "Berarti bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam sebagai pemberi peringatan bagi orang yang sampai kepadanya Al Quran." Asy Syinqithi mengatakan: "Ayat mulia ini menegaskan bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam pemberi peringatan bagi setiap orang yang Al Quran sampai kepadanya, siapapun dia. Dan dipahami dari ayat ini bahwa peringatan ini bersifat umum bagi semua yang sampai kepadanya Al Quran, juga bahwa setiap yang sampai padanya Al Quran dan tidak beriman dengannya maka ia di Neraka". [Tafsir Adhwa'ul Bayan:2/188 lihat pula tafsir-tafsir di atas-pen] Maka dari tafsir-tafsir para ulama di atas - jelas bahwa tidak seorangpun dari mereka mengatakan bahwa sampainya ilmu harus dengan musnad muttashil atau bahkan manqul ala LDII.

Bahkan siapa saja yang sampai padanya ....

abu husain mengatakan...

Al Quran dengan riwayat atau tidak, selama itu memang ayat Al Quran, maka ia harus beriman dengannya apabila tidak maka nerakalah tempatnya. Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda:بلغوا عني ولو آية"Sampaikan dariku walaupun satu kalimat" [Shahih, HR Ahmad Bukhari dan Tirmidzi]. Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam tidak mengharuskan cara manqul ala LDII dalam penyampaian ajarannya.

c. Keyakinan mereka bertentangan dengan perbuatan Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam, dimana beliau menyampaikan ilmu dengan surat kepada para raja. Seperti yang dikisahkan sahabat Anas bin Malik: عَنْ أَنَسٍ أَنَّ نَبِيَّ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَتَبَ إِلَى كِسْرَى وَإِلَى قَيْصَرَ وَإِلَى النَّجَاشِيِّ وَإِلَى كُلِّ جَبَّارٍ يَدْعُوهُمْ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى وَلَيْسَ بِالنَّجَاشِيِّ الَّذِي صَلَّى عَلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
"Rasulullah Shallallahu 'alaihi wasallam menulis surat kepada Kisra, Qaishar, Najasyi dan kepada selurus penguasa, mengajak mereka kepada Allah. bukan an Najasyi yang Nabi menshalatinya" [Shahih, HR Muslim, Kitabul Jihad….no:4585 cet Darul Ma'rifah] (Surat Nabi kepada Heraqlius) [Shahih, HR Bukhari no:7 dan Muslim: 4583]. An Nawawi mengatakan ketika mensyarah hadits ini: "Hadits ini (menunjukkan) bolehnya beramal dengan (isi) surat." [Syarh Muslim:12/330] Surat Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam kepada raja Bahrain, lalu kepada Kisra [Shahih, HR al Bukhari, Fathul Bari:1/154]dan banyak lagi surat beliau kepada raja atau tokoh-tokoh masyarakat, bisa anda lihat perinciannya dalam kitab Zadul Ma'ad:1/116120 karya Ibnul Qoyyim [Cet Ar Risalah ke 30 Thn. 1417/1997]

Surat-menyurat Nabi ini tentu tidak sah menurut kaidah manqulnya Nur Hasan Ubaidah. Adapun Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam menganggap itu sah, sehingga Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam menerima Islam - mereka yang masuk Islam - karena surat itu tidak menganggap mereka kafir karena tidak manqul. Dan Nabi menganggap surat itu sebagai hujjah atas mereka yang tidak masuk Islam setelah datangnya surat itu, sehingga tiada alasan lagi jika tetap kafir, seandainya sistem surat-menyurat itu tidak sah, mengapa Nabi menganggapnya sebagai hujjah atas mereka??.

abu husain mengatakan...

Kemudian setelah Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam, cara inipun dipakai oleh para sahabatnya seperti surat Umar kepada Abu Musa al 'Asy 'ari yang terdapat didalamnya hukum-hukum yang berkaitan dengan Qadha' [Riwayat Ibnu Abi Syaibah, ad Daruqhutni al Baihaqi dan lain-lain `dishahihkan oleh al Albani dalam Irwaul Ghalil:8/241, Ahmad Syakir dan lain-lain -pen], lihat perinciannya dalam buku khusus membahas masalah ini berjudul رسالة عمر ابن الخطاب إلى أبي موسى الأشعري في القضاء و آدابه رواية ودراية karya Ahmad bin Umar bin Salim Bazmul.], Aisyah menulis surat kepada Hisyam bin Urwah berisi tentang shalat [al Kifayah fi 'Ilmirriwayah:343], Mu'awiyahpun menulis kepada al Mughirah bin Syu'bah tentang dzikir setelah shalat [Shahih, HR Bukhari dan Muslim], Utsman bin Affan mengirim mushaf ke pelosok-pelosok [Riwayat al Bukhari secara Mu'allaq:1/153 dan secara Musnad:9/11], belum lagi para ulama setelah mereka. Namun semuanya ini dalam konsep manqulnya Nur Hasan Ubaidah tidak sah, berarti teori 'manqul anda' justru tidak manqul dari mereka, sebab ternyata menurut mereka semua sah. Dan pembaca akan lihat nanti - Insya Allah - komentar para ulama tentang ini.

Surat-menyurat ini lalu diistilahkan dengan mukatabah, dan para ulama ahlul hadits menjadikannya sebagai salah satu tata cara tahammul wal ada' (mengambil dan menyampaikan hadits), bahkan mereka menganggap ini adalah cara yang musnad dan muttashil, walaupun tidak diiringi dengan ijazah. Ibnus Sholah mengatakan: "Itulah pendapat yang benar dan masyhur diatara ahlul hadits…dan itu diamalkan oleh mereka serta dianggap sebagai musnad dan maushul (bersambung) [Ulumul Hadits:84] . As Sakhowi juga mengatakan: "Cara itu benar menurut pendapat yang shahih dan masyhur menurut ahlul hadits …. dan mereka berijma' (sepakat) untuk mengamalkan kandungan haditsnya serta mereka menganggapnya musnad tanpa ada khilaf (perselisihan) yang diketahui." [Fathul Mughits:3/5]

abu husain mengatakan...

@agung lanjutan
Al Khatib al Baghdadi menyebutkan: "Dan sungguh surat-surat Nabi Shallallahu 'alaihi wasallam menjadi agama yang harus dianut dan mengamalkan isinya wajib bagi umat manusia ini, demikian pula surat-surat Abu Bakar, Umar dan selain keduanya dari para Khulafar ar Rasyidin maka itu harus diamalkan isinya. Juga surat seorang hakim kepada hakim yang lainnya dijadikan sebagai dasar hukum dan diamalkan.' [al Kifayah :345] . Jadi, ini adalah cara yang benar dan harus diamalkan, selama kita tahu kebenaran tulisan tersebut maka sudah cukup. [lihat, al Baitsul hatsits:123 dan Fathul mughits:3/11]

Imam al Bukhari pun mensahkan cara ini, dimana beliau membuat sebuah bab dalam kitab Shahihnya berjudul : "Bab (riwayat-riwayat) yang tersebut dalam hal munawalah dan surat/tulisan ulama yang berisi ilmu ke berbagai negeri." [Fathul Bari:1/153]

Kalaulah 'manqul kalian' dimanqul dari para ulama penulis Kutubus Sittah, mengapa Imam Bukhari menyelisihi kalian?? Apa kalian cukupkan dengan kitab-kitab 'himpunan', sehingga tidak membaca Shahih Bukhari walaupun ada di bab-bab awal, sehingga hal ini terlewatkan oleh kalian?? Demikian pula Imam Nasa'i menyelisihi kalian, karena beliau ketika meriwayatkan dari gurunya yang bernama Al Harits Ibnu Miskin beliau hanya duduk di balik pintu, karena tidak boleh mengikuti kajian haditsnya Sebabnya, karena waktu itu imam Nasa'i pakai pakaian yang membuat curiga al Harits ibnu Miskin dan ketika itu al Harits takut pada urusan-urusan yang berkaitan dengan penguasa sehingga beliau khawatir imam Nasa'i sebagai mata-mata maka beliau melarangnya [Siyar A'lam an Nubala:14/130], sehingga hanya mendengar di luar majlis. Oleh karenanya ketika beliau meriwayatkan dari guru tersebut beliau katakan: حدثنا الحارث بن مسكين قراءة عليه وأنا أسمع"Al Harits Ibnu Miskin memberitakan kepada kami, dengan cara dibacakan kepada beliau dan saya mendengarnya" dan anehnya riwayat semacam ini ada pada kitab himpunan kalian Kitabush Sholah hal. 4, "Apa kalian tidak menyadari apa maksudnya??"

abu husain mengatakan...

Musnad muttashilpun bukan satu-satunya syarat dalam riwayat hadits. Karena hadits yang shahih itu harus terpenuhi padanya 5 syarat yakni pertama, diriwayatkan oleh seorang yang adil [adil dalam pengertian ilmu mushtalah adalah seorang muslim, baligh, berakal selamat dari kefasikan dan hal-hal yang mencacat kehormatannya (muru'ah) [Min Atyabil Manhi fi Ilmil Musthalah:13]-pen, kedua yakni yang sempurna hafalannya atau penjagaannya terhadap haditsnya, ketiga, sanadnya bersambung, keempat, tidak syadz [Syadz artinya, seorang rawi yang bisa diterima menyelisi yang lebih utama dari dirinya [nuzhatun nadzor] yakni dalam meriwayatkan hadits bertentangan dengan rawi yang lebih kuat darinya atau lebih banyak jumlahnya. Sedang mu'allal artinya memiliki cacat atau penyakit yang tersembunyi sehingga tampaknya tidak berpenyakit padahal penyakitnya itu membuat hadits itu lemah. -pen] dan kelima tidak mu'allal.

Kalaupun benar –padahal salah- apa yang dikatakan oleh Nurhasan bahwa ilmu harus musnad muttashil, mana syarat-syarat yang lain ? Kenapa hanya satu yang diambil ? Jangan-jangan dia sengaja disembunyikan karena memang tidak terpenuhi padanya !

Atau kalau kita berhusnudhon, ya mungkin tidak tahu syarat-syarat itu, atau lupa, apa ada kemungkinan lainnya lagi?? Dan semua kemungkinan itu pahit. Jadi tidak cukup sekedar musnad muttashil bahkan semua syaratnya harus terpenuhi dan tampaknya keempat syarat yang lain memang tidak terpenuhi sama sekali. Hal itu bisa dibuktikan apabila kita melihat kejanggalan-kejanggalan yang ada pada ajaran LDII, misalnya dalam hal imamah, bai'at, makmum sholat, zakat, dan lain-lain. Ini kalau kita anggap syarat Musnad Muttashil terpenuhi pada mereka, sebenarnya itu juga perlu dikaji.

langit mengatakan...

satu
pengertian mankul musnad mutasil ala ldii/nurhasan itu sebenarnya cuma alat pembelenggu saja agar pengikutnya hanya percaya pada nurhasan dan “ulama”nya saja (control tool) . Ini sangatlah bahaya, sebab umat muslim sebenarnya harus mengambil ilmu dari siapa saja selama ilmu itu memang valid (shahih) dan tak boleh mngambil kebenaran hanya dari satu orang saja. Ini adalah gejala megalomaniacal grandeur delution dari para petinggi jamaah 354 yang kemudian menular ke segenap pengikutnya. Bahkan Imam 354 sulthon aulia mengeluarkan perintah (ijtihad) supaya tidak berguru dan bergaul pada salafiyyun. Petinggi 354 mencukupkan pada pengikutnya agar mencari ilmu dari jalur kelompoknya saja dengan ditakut-takuti bahwa ilmunya ‘orang-luar’ itu tidak sah dan tidak diterima. Dan inipun ditelan mentah-mentah oleh para pengikutnya maka percayalah mereka dengan seyakin-yakinnya. Fenomena ini adalah fenomena rabinnic (kerabian dalam yahudi) dimana rabi-rabi yahudi yang menyimpang jauh lebih ditaati dari pada peraturanAllah dalam taurat. Bahkan mereka (yahudi) akhirnya membuat Talmud. Jamaah 354 itu mencirikan hal seperti itu. Menthogutkan petinggi-petinggi dan imamnya

banyak sekali thulabul ilmy di Indonesia yang berguru di tanah suci mekkah dengan bimbingan para masyaikh. Bahkan banyak juga yang lebih lama dari nurhasan dalam mendalami keilmuan (Nurhasan konon belajar di tanah suci mekkah selam 10 tahun, dari angka 10 tahun ini para pengikut jamaah 354 menganggap nurhasan ini seolah paling hebat). Ini janggal sekali ketika petinggi 354 melarang pengikutnya untuk berguru pada ustadz-ustadz bermanhaj salaf dengan kata-kata “walaupun mereka ngaji di mekkah madinah, kalo ngga jamaah (maksudnya jamaah 354) dan ngga punya imam (dengan pengertian sempit : imam 354) tetap saja tidak sah ilmunya”

muhammad mengatakan...

Bismillaahirrahmaanirraahiim.
Gerakan bertanya kepada as-Syaikh al-Allamah as-Salafy Yahya bin Utsman al-Mudarris bil Harom al-Makkiy as-Syarif.

Alhamdulillah, telah semakin jelas kesesatan Jamaah 354 melalui fatwa as-Syaikh (Profesor) ad-Duktur Muhammad bin Umar Bazmul, seorang ulama besar Mekkah sekaligus guru besar di Universitas Ummul Quro Mekkah yang merupakan guru dari pakubumi kholil dan pakubumi aziz.

Selanjutnya, kami serukan kepada semua anggota (rokyah) Jamaah 354 untuk melakukan sebuah gerakan besar bertajuk GENTA SYAIKH YAHYA yaitu sebuah gerakan bertanya langsung kepada Syaikh Yahya bin Utsman yang merupakan jalur isnad Jamaah 354 saat ini. Gerakan amar makruf nahi munkar ini untuk mempertegas dan memperkuat fatwa sesat terhadap Jamaah 354 dari Syaikh Muhammad Bazmul.

Kami sarankan agar gerakan perbaikan yang kritis ini (GENTA SYAIKH YAHYA) tidak melibatkan petinggi-petinggi Jamaah 354 yang berpotensi tidak jujur terbuka dalam bentuk pertanyaan yang diajukan kepada Syaikh Yahya atau bahkan mereka akan mencegah keras gerakan ini.

Bertanyalah langsung kepada Syaikh Yahya tentang keimaman (baiat) 354, aqidah takfir 354, infaq rizki 10 % dan perkara lainnya yang menjadi keresahan internal Jamaah 354 saat ini. Antum bisa titip pertanyaan kepada siapa saja yang terpercaya yang akan berangkat ke Mekkah atau yang sedang berada di sana. Seandainya antum mampu mendatangkan Syaikh Yahya maka insyaAllah itu jauh lebih baik.

Teknisnya sebaiknya dengan video camera berkualitas dan voice recorder sehingga akan terlihat dan terdengar dengan jelas semua bentuk pertanyaan dan jawaban dari Syaikh Yahya. Jauh lebih baik lagi bila mendapat fatwa tertulis dan tertanda tangan beliau. Beliau Syaikh Yahya hampir setiap malam mengajar di Masjidil Harom sehingga akan sangat mudah menemui beliau di sana, insyaAllah.

Selanjutnya, silakan fatwa Syaikh Yahya tersebut di upload ke internet dan di print beserta terjemahannya dalam bentuk selebaran untuk disebarluaskan ke kaum muslimin di Indonesia termasuk MUI dan yang paling penting kepada semua rokyah jamaah 354 di seluruh Indonesia dan di luar negri.

Amal sholeh GENTA SYAIKH YAHYA ini diniati karena Alloh
Semoga menjadi perantara hidayah bagi antum semua Jamaah 354.
Baarokallohu fiykum.

Jum’at 24 Muharram 1432 H
muhammad(dot)jkt(at)gmail(dot)com

langit mengatakan...

dua
Nurhasan cs sangat lemah dalam pembuatan terminologi-terminologi agama dan syariat. Parahnya terminology ini diajarkan ke masyarakat luas (pengikutnya), diulang-ulang, dan sangat intens sehingga pengertian-pengertian dan terminology ini hanya berlaku dan dikenal di golongannya saja. Di sini mereka terjebak dalam kubangan hizbi dan fanatisme golongan. Akhirnya pengikutnya menilai siapa saja orang yang tidak mengerti konsep-konsep yang berlaku dalam jamaah 354 dikatakan sesat, ro’yi, roddun, tai bonjrot dan bahkan tidak dapat hidayah.Brainwashingpun bekerja. Tanpa mereka sadari mereka sebenarnya sedang bergelimang dalam kesombongan, keujuban dan ketakaburan dalam beribadah. Seperti katak dalam tempurung. Di dalam tempurung, memang hanya kataklah yang paling besar dan paling hebat. Kesombongan itu sebenarnya buah dari jiwa keminderan. Hanya saja mereka akhirnya mengekspresikan diri akan keminderannya itu dengan kesombongan dan keekstreman yang mereka anggap itu adalah sebuah kesholehan yang hebat.

igaz mengatakan...

BISMILLAH ROBBIL ARIFLAN .

di dalam kebenaran ttap di dlam kbenaran ,jgnlah klian menyebarkan fitna,Krna i2 tdak baik ,dri pada klian memfitna ,lebih baik klian gnakan mulut klin untuk baca Al Qur'an aTw yg lain yg lbih brmanfaat bgi klian . OK .,:).,

WASALLAM .,

Anonim mengatakan...

ya kebenaran bersama jammaah madigol bukan jamaah islam ya akan tetap kami baca AL QUR'AN

SDAR AKHI JAMAAH MADIGOL JAUH DARI QUR'AN DAN SUNNAH

LEBIH DEKAT KEPADA BIBLE DAN SUNNAH PAULUS

Anonim mengatakan...

KEBENARAN PASTI AKAN SELALU DI RINTANGI, kalau mereka selalu merintangi LDII aku malah semakin yakin akan kebenaran LDII. kenapa ngga ngerintangi organisasi yang lain aja ? kenapa harus LDII yang di rintangi ? itu kan berarti LDII yang terus mendapat cobaan karena kebenarannya.

Anonim mengatakan...

ahmadiyah juga mengalami rintangan dan "cobaan". apa yang menimpa pada LDII dan Ahmadiyyah bukanlah rintangan karena mereka di jalan yang benar, tapi rintangan itu adalah karena ke-2nya sama-sama sesat dan menyesatkan.

seperti yang difirmankan oleh Allah:

kadzalikal adzab, walaadzabal akhiroti akbar, lau kaanuu ya'lamuun

demikianlah adzab, dan adzab akhirat lebih besar jika mereka mengetahuinya.

wahai sedulurku jokam qhj 354, menyerahlah pada kebenaran, bertaslimlah. jangan kau taklid pada imam-mu, pakubumi2 mu, pengurus pusat kebangggaanmu.tanggalkanlah kesombonganmu terhadap kebenaran.

apa kalian akan sadar tatkala bala dari Allah baru turun?

sanastadjrijuhum min haitsu laa ya'lamuun

(Kami Allah akan mengistidraj-kan mereka dari mana yang mereka tidak ketahui) al qolam 44

Anonim mengatakan...

udah diadakan kongres aja, untuk meluruskan masalah ini? panggil seluruh ulama baik salafy, nu, dll. setelah semua berkumpul, tinggalkan golongan kalian entah salafi atau lain-lain. buat islam hanya menggunakan nama "islam" jalankan syariat yang udah ditentukan allah dan rasul, dan kalo bisa hkum hudud diadakan di indonesia..

Anonim mengatakan...

3.Pa nurhasan kalau mencari kekakayaan dan jabatan smenjak gabung dg Golkar beliau sudah berkali2 ditawarkan jadi DPR karena belia mempunyai masa namun beliau menolak dari dulu hingga sekarang perjuanagan kamai hanyalah lii'lai kalimatillaahi hiyal ulya, no partai
====================================
Jadi DPR gak ada apa apanya mas di banding dengan infak 10%. Misal anggota jamaah 1 juta (menurut LDII 4 jt) yang kerja separo dengan gaji rata rata 3 jt itu uang yang terkumpul 500.000 X 300.000=150 milyar untuk sabilillah + gaji pengajar dan pengurus misal 100 milyar maka pendapatan amir 50 milyar perbulan. Gaji DPR gak ada apa apanya. ya terang gak mau karena kalau masalah uang madigol ini paling mahir itung2annya

Anonim mengatakan...

"Nabi bersabda: Ambillah ilmu sebelum hilang, berkata shohabat ” bagaimana ilmu dapat hilang, wahai nabinya alloh , sedangkan dikalangan kita ada kitabbulloh ?” maka nabi marah yang Alloh belum pernah membuat nabi marah seperti itu. Kemudian nabi bersabda : ” celakalah kalian, bukankah taurot dan injil itu masih ada dikalangan bani isroil, kemudian keduanya ( taurot dan injil ) tidak dapat mencukupi mereka sedikitpun, sesungguhnya hilangnya ilmu adalah hilangnya pembawanya. Sesungguhnya hilangnya ilmu adalah hilangnya pembawanya (isnadnya atau ulama’nya)" HR. Ad-Daromi dari Abi umamah
===================================
Wahai LDxx coba baca berulang2 hadist tersebut, Kelompok anda menganggap sudah tidak ada lagi ULAMA diluar kelompok anda kemudian bandingkan dengan ilmu mangkul anda, dan anggapan kelompok anda bahwa tidak ada orang yang pandai/alim/ulama di dalam kelompok anda, yang ada adalah tahu lebih dulu, dan anggapan bahwa ilmu itu tidak didalam hafalan tapi dalam tulisan sehingga setiap jamaah(yang bodoh atau yang pandai) bisa menjadi mubaligh setiap jamaah bisa menjadi ulama. Dan apa yang terjadi? lama kelamaan jamaah LDxx hanya akan tahu arti/terjemahan dari Qur'an dan Hadist tanpa tahu makna/maksud yang terkandung di dalamnya dan ini akan membuktikan kebenaran sabda Nabi tersebut diatas bahwa Qur'an dan Hadist sudah tidak mencukupi kalian sedikitpun. Ini bisa anda buktikan bagi jamaah yang sering berpindah2 tempat pasti akan menemukan pemahaman yang berbeda pada ayat yang sama. Kalau begitu siapa yang salah hadistnya atau cara menyampaikannya yang salah????