بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

"WAHAI BAMBANG IRAWAN CS KAMI AKAN MEMBUNUHMU"

setelah pengurus islam jamaah gagal melakukan upaya dengan memberitahukan kabar dusta pada jamaah tentang kematian Bambang Irawan Hafiludien, di tambah lagi dengan isu bahwa pada saat kuburannya di gali di temukan bahwa lidahnya menjulur.maka adalah sebuah keherenan bagi jamaah tatkala mereka melihat dan mendengar ternyata Bambang Irawan masih hidup.mereka bertanya-tanya.."loh kok orang udah mati BISA hidup lagi? atau pengurus kita dusta dalam nasehatnya?".



apalagi jiwa kesemangatan Bambang Irawan masih menggebu-gebu walau sering kali akibat dakwahnya beliau di intimidasi alhamdulillah beliau terus gencar berdakwah kepada masyarakat akan kesesatan Islam jamaah "354" dari dulu hingga kini.
pemberitaan tentang dakwahnya selalu jadi bahan utama di media massa,hingga membuat telinga para jamaah 354 yang taashub merasa geram atas dakwahnya beliau dan berhasrat ingin membunuhnya.

bahkan di antara mereka ada yang telah bertobat mengaku pernah menawarkan diri untuk membunuh pada Bambang Irawan.dengan matang beberapa dari mereka berdiskusi agar tidak terkesan pembunuhannya dilibatkan dengan dakwahnya.maka pembunuhan akan di lakukan dengan motif bukan karna ingin membela LDII/islam jamaah akan tetapi motif pembunuhan atas dasar dendam pribadi,sebagian lainnya mengaku bahwa siap membunuh Bambang Irawan dengan modus yang lain.

ceritanya tidak berakhir di situ saja,bahkan hingga saat ini beberapa dari anggota 354 yang telah keluar di intimidasi,di teror dan di ancam mau di bunuh,ada juga yang mau di gorok,ada yang dikarantina sekaligus di aniaya dan lain sebagainya.berita ini kami dapatkan dari saksi hidup yang pernah berjuang kepentingan ISLAM JAMAAH.

sungguh....beginilah aqidah mereka...yang tidak ikut kelompoknya di anggap kafir...dan yang keluar dari kelompoknya di vonis murtad...kedua-duanya di mata petinggi 354 adalah sama yakni "HALAL DI BUNUH,HALAL HARTANYA,HALAL DARAHNYA"

Comments
93 Comments

93 Response to ""WAHAI BAMBANG IRAWAN CS KAMI AKAN MEMBUNUHMU""

Anonim mengatakan...

JJJIIIAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAANNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCCUUUUUUUUUUUUUUUUUUUUKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK

muhammad mengatakan...

Surat Terbuka Kepada:

Bapak Imam Abdul Aziz Sulthon Auliya bin Nurhasan al Ubaidah Amir yang di baiati Jamaah 354.
Bapak KH Kasmudi As-Sidqiy
Bapak Yusuf Thohir (ipar Amir)
Wakil Empat/ Wakil Imam Jamaah 354.
Juru Hukum 10 Jamaah 354.
Mubaligh Pakubumi.
Ulama 100 jamaah 354.
semua Imam kelompok, desa dan daerah.
semua pengurus Organisasi.
semua saudaraku yang masih beraqidah QHJ-354.

Silakan antum mendatangkan as-SYAIKH al-ALAMAH as-SALAFY YAHYA bin UTSMAN al-Mudarris bil Harom al-Makkiy as-Syarif, yang merupakan jalur isnad Jamaah 354 saat ini. Adakan TANYA JAWAB TERBUKA tentang segala sesuatu yang menjadi KERESAHAN dan KEGELISAHAN internal jamaah 354 saat ini.

Bila beliau as-Syaikh berhalangan, silakan antum mendatangkan as-Syaikh (Profesor) ad-Duktur MUHAMMAD bin UMAR BAZMUL, dosen di Universitas Ummul Quro Mekkah, yang salah satu kitabnya (al-Jama'ah wal Imamah) antum jadikan rujukan untuk memperkuat/mengesahkan Keamiran/keimaman QHJ-354.
(catatan: Beliau Syaikh Muhammad Bazmul datang mengisi Daurah Nasional di Jogja Juli 2010)

Adakan TANYA JAWAB TERBUKA tentang segala sesuatu yang menjadi KERESAHAN dan KEGELISAHAN internal jamaah 354 saat ini, seperti BAIAT KEIMAMAN 354, TAKFIR terhadap islam non-jamaah 354, INFAQ RIZQY 10%, sosok Kiai NURHASAN yang berdakwah dengan atraksi KESAKTIAN KEKEBALAN menggunakan jasa JIN, dll.

Silakan adakan TANYA JAWAB TERBUKA tersebut di depan Jamaah 354 dan ex-Jamaah 354 di kediri atau di Pondok Gede, atau lebih baik di Masjid Istiqlal Jakarta. InsyaAllah acara ini akan menjadi KEBAIKAN dan mendatangkan MANFAAT yang sangat LUAR BIASA bagi jamaah 354 dan ex-Jamaah 354, bahkan bisa menjadi SOLUSI TEBAIK bagi kedua belah pihak.

Atau silakan antum bertanya langsung kepada Ulama Syaikh Mufti Resmi di Masjidil Harom, di dalam masjidil harom ada beberapa ruangan khusus beberapa syaikh mufti untuk memberikan Fatwa dan Nasihat kepada siapa saja. Silakan bertanya disana dengan membawa penerjemah yang netral (biasanya pembimbing haji dari travel mafhum bahasa arab sana) atau mahasiswa indonesia yang bertebaran di sana.

Silakan bertanya untuk MENCARI KEBENARAN tentang konsep Keamiran/Keimaman yang SYAH menurut syariat dan bandingkan dengan Keamiran/Keimaman 354 dihadapan beberapa Syaikh Mufti, ceritakan kondisi SEBENARNYA Keamiran/keimaman Jamaah 354 (cara pengangkatan amir dll) dan aqidah antum APA ADANYA (tidaK BITHONAH/tidak RAHASIA), apa fatwa mereka tentang aqidah 354 dan Keamiran/Keimaman 354 ???

Seandainya antum tidak percaya kepada Syaikh-syaikh mufti di sana sebab mungkin namanya tidak terkenal di indonesia, silakan bertanya pada Imam-imam Masjidil Harom yang sering datang ke indonesia seperti Syaikh As-Sudais atau Syaikh As-Syuraim tentang aqidah 354 dan Keamiran/Keimaman 354 ???

Atau seandainya antum punya akses yang bagus kepada Ulama-Ulama besar Kerajaan Saudi Arabia (Haiah Kibar Ulama) dan Lajnah Daimah (semacam MUI di Indonesia) di Riyadh, silakan bertanya kepada mereka tentang aqidah 354 dan Keamiran/Keimaman 354 ???

Juga tanyakan kepada mereka tentang PRESIDEN NKRI (SBY) yang di pilih melalui demokrasi (UU buatan manusia)??
Juga tanyakan siapakah yang berhak disebut IMAM/PEMIMPIN kaum muslimin di wilayah indonesia saat ini??

InsyaAllah jawaban mereka semua intinya SAMA.
Sebab aqidah mereka SATU yaitu Aqidah Shohihah Ahlus sunnah wal Jama'ah!!!

semoga mereka (ulama Sholihin) selanjutnya menjadi pembimbing langsung kepada antum dalam keilmuan Islam yang Murni.
semoga menjadi perantara hidayah bagi antum.


11 syawwal 1431 Hijriyah
dari: Muhammad al-Jakarty
muhammad(dot)jkt(at)gmail(dot)com



NB:
1.jangan lupa bawa video kamera dan voice recorder.
2.silakan terima dengan LAPANG DADA apapun jawaban mereka.
3.selanjutnya ikuti ARAHAN mereka, termasuk jikalau mereka memerintahkan untuk MEMBUBARKAN JAMAAH 354 dan HIJRAH kepada Ahlussunnah Wal JAMA'AH yang SEJATI.

Anonim mengatakan...

SUBHANNAULLAH. sangat mengerikan aqidah kaum ini.

Kami jadi teringat para pembunuh Kholifah Utsman bin Afan, mereka adalah orang2 khowarij dan syiah.

apakah kelompok ini bagian dari 2 golongan yg sangat ekstrim tsb? yg selalu merugikan Islam dari dulu, dan tidak satupun manfaat 2 golengan ini (khowarij & syiah) dalam Islam.

Kami baru tahu setelah kami ikuti blog ini, aqidah2 yg sangat mengerikan, SUBHANNAULLAH.

mars.rachman mengatakan...

Cah cah koyo koyo o, mbok uwis yakin karo keyakinane njenengan monggo, udur nang ndonyo olehe opo tho?
1. Ngenteke abab, tenogo nggo ngetik.
2. Ngenteke ragat, online?
3. Ngibadah maring gusti Allah,SWT kanthi dasar Al-qur'an lan Hadist, opo ono tho jamane nabi mbiyen do udur ngene iki? yo nang kene iki do udur kabeh, ndo nyalahne sedulur.

Ahlussunnah Wal Jama'ah.
Jama'ah 354.

Aneh loro loro ne. ra ono jamane nabi loro lorone. Kok sakiki ono? BID'AH kuwi. kwak kwak kwak.
Mudah2 an dua duanya salah. he he he. . . Aamiin.

Wis ngoten riyin nggih? kulo tenggo sing do padu, galo delok en, wong sing dudu muslim dho ngakak? contone aku....

Kono terus2 ne sing do congkrah, wektune Zionis nguasani donyo.

Anonim mengatakan...

ada beberapa pendekar asad pun pernah membicarakan hal ini,dan pada saat pak dhohier sedang sakit,BI datang menjenguknya,,,momentum seperti ini di ambil manfaat oleh LDII,katanya BI mau bertobat dan ingin kembali ke jamaah,ada versi yang lain yang menyebutkan kedatangan BI pada pak dhohier untuk meminta uang...karna dia (BI)adalah termasuk orang yang mengembangkan dakwah dengan cara LD** di gegeri sehingga berkembang.semua itu tidak lain adalah upayanya BI. makanya BI mau minta uang sebagai imbalan jasa.

ogut mengatakan...

buat Anonim
innalillahi..... mas anonim di taqiyahi imame.... lagi3x taqiyah. BOSAN. kenapa sih ORjokam gak ada mikire sama sekali..... gak ngutek. GAK KRITIS, yang diprotes BI dan mantan LDII) tu prinsip Khowarijnya LDII yg keblinger dari QH (surat tobat, amir, isrun, takfir,ngajak sesat, etc. tdk sesuai QH).kalo urusan duwit yang rakus jelas amir LDII, main TIPU...56x. sampek duwite triliunan. jamaahe kon urun teruu....uuuus, sing seneng-seneng imame. ora keblinger soko ngendi kuwi..........

Anonim mengatakan...

mas ogut,
jokam yg dikatain sampeyan 'ga mikir' itu ya yg masih posting2 ngebantah.

InsyaAllah banyak jokam2 yg mengiyakan & sepaham dgn artikel2 di blog ini, tp mreka tidak mengekspos diri dgn postingan.

jadi, ojo nesu tho..
yg ngasi hidayah kan Allah.
apa sampeyan nesu ke Allah, ko semua jokam ga dibikin berubah sekarang jg??

ga usah heran jg klo nemuin yg susah berubah.
wong jaman para nabi yg ditunjukkin mukjizat2, banyak org tetep bandel ko.
apalagi ini cuman lewat kata-kata / tulisan.

sing sabar klo pengen kebaikan dari gusti Allah

Anonim mengatakan...

Saya kepingin mengaji di ldii. Domisili saya di Palmerah. Kmana saya mesti mengaji yg t'dekat? Trims.

Anonim mengatakan...

Kesimpulan, para ulama salaf MELARANG mengambil ilmu dari AHLI BID'AH karena khawatir anak didik akan terpengaruh oleh pemikiran dan gagasan para pengajar ahli bid’ah yang MENJERUMUSKAN mereka ke dalam KESESATAN dan KEHANCURAN. Atau larangan tersebut untuk memberi SANKSI dan PERINGATAN KERAS kepada AHLI BID'AH, agar sadar dan kembali kepada SUNNAH.


(Dikutip dari kitab Mauqif Ahlusunnah wal jama’ah min ahlil ahwa wal bida’, Maktabah al Ghura’a Al Atsriyah 1415 H. Edisi Indonesia : Manhaj Ahli Sunnah Menghadapi Ahli Bid’ah. Penulis Dr Ibrahim bin Amir ar Ruhaili)

Anonim mengatakan...

Syaikh Hamud at Tuwaijiri berkata,
”Mengangkat ahli bid’ah menjadi pengajar akan merusak anak didik dan dimanfaatkan untuk menyebarkan aqidah sesat, sehingga akhlaq mereka rusak dan tidak mengindahkan perintah dan larangan ALLAH.”
(Tuhfah Al Ikhwan, hal 76).

Anonim mengatakan...

Syaikh Salim al Hilali berkata,

”AHLI BID'AH yang mengajak kepada bid’ah, berhak untuk mendapat sanksi agar tidak membahayakan orang lain. Jika dia seorang mujtahid, paling tidak boleh diberi kedudukan dalam agama serta TIDAK BOLEH diambil ILMU dan FATWANYA.”

(Al Bid’ah wa Atsaruha As Sayyi’ fil Ummah, hal 51).

Anonim mengatakan...

Fatwa ulama Syam, Mesir dan Maroko,

”Para ulama mujtahid berijma’, DILARANG mengambil ILMU dari AHLI BID'AH. Zina adalah DOSA BESAR, namun LEBIH RINGAN daripada orang yang bertanya tentang masalah agama kepada AHLI BID'AH.”

(Fatawa Aimmah al Muslimin bi Qath’i al Lisan al Mubtadi’in hal 131).

Anonim mengatakan...

Ibnu Abdil Barr menukil perkataan Imam Malik,

”Tidak boleh mengambil ilmu dari empat orang; orang yang sangat dungu, AHLI BID'AH yang mengajak kepada BID'AH, orang yang dikenal suka berdusta kepada manusia meskipun tidak mendustakan hadits Nabi Shalallahu ‘alaihi wassalam dan dari orang shalih yang tidak tahu status hadits yang diriwayatkan.”

(Jami’ Bayan Al Ilmi, hal 348).

Anonim mengatakan...

Jadi, para ULAMA SALAF telah membuat garis jelas tentang LARANGAN MENGAMBIL ILMU dari AHLI BID'AH, karena bisa menjadi SUMBER BIBIT FITNAH dan KERUSAKAN YANG BESAR.

(Hilyah Thalib al Ilmi, hal 28-30).

Anonim mengatakan...

Saya jadi teringat Perintah Imam kepada Jama'ah 354 di buku Perintah dan Larangan Imam.

"Laki2 dilarang menggendong anak kecil yg ibu anak tsb bukan muhrimnya"

setelah saya ngaji lebih dalam di tempat pak Kyai Muhadi Anam, Purworedjo, di beberapa hadits besar sering tertulis mangkulan nya: Rosullulloh ketika naik haji membonceng / menggendong fadl, yg mana ibu nya fadl bukan muhrimnya nabi.

saya jadi bingung dg ijtihad imam yg melarang utk tdk menggendong anak yg ibunya bukan muhrimnya???

Apakah ini termasuk bid'ah di 354?
saya bukan mubalerg, ttp hanya tolabul ilmi, di sela2 libur semester.

yang selalu memantau 354 mengatakan...

untuk pengelola blog air mataku mengalir...tolong tampilan videonya jangan pakai youtube,males nunggunya kalo bisa yang praktis aja langsun pakai video yang sudah jadi,jadi gak putus2,syukron, jazakallahu khoiro.

Anonim mengatakan...

silhakan aja di download videonya kemuian di tonton...hehehhehe

ogut mengatakan...

1.Coba mas-mas Jokam bandingkan aqidah-aqidah antara Khowarij, LDII, dan Syiah. buat tabel..... klop ndak.
2. kalo mareka bertiga ketemu dan diskusi masalah aqidah...?????? gimana ya jadinya.
Si LDII ngatain Khowarij dan syiah kafir, Syiah ngatain Khowarij dan LDII Kafir, Pun begitu dg khowarijnya khowarij. rame kaliiii.....berarti yang bener mana....???????

Anonim mengatakan...

sampai saat ini saya masih menunggu komentar-komentar dari saudara kita jokamers (ldii groups)...belum saya jumpai komentar2 yang ilmiah (sesuai alquran hadist), bahasa yang baik (coba perhatikan tulisan mereka di blog yg mrk buat)'lucu' dan sangat tidak ilmiah bahkan terasa dipaksakan, aneh untuk jamaah yg merasa wajib syurga/merasa benar...tapi cara pengambilan hujjah/dalil pembenarannya hanya mentok sampai h. nurhasan ubaidah saja...??? memang takliders ulung...

abdullah mengatakan...

AADS (ada apa dengan salafi)
Siapa bilang semua syekh di Saudi Arabia itu SALAFI? Pliss dehh :))

FATWA KIBARUL ‘ULAMA KERAJAAN SAUDI ARABIA UNTUK KAUM YANG MENGKLAIM DIRINYA ‘SALAFIYYUN’

(Diterjemahkan dari kitab Kasyfu al Haqaa-iq al Khafiyah ‘inda Mudda’iy as Salafiyyah/Menyingkap Realita Tersembunyi pada kelompok Yang mengaku sebagai Salafiyah, karya Syaikh Mut’ib bin Sarayan al ‘Ashimiy. Penerbit Maktabah al Malik Fahd al Wathaniyah, Mekkah al Mukarramah 1425H)

Edisi kali ini akan kami tampilkan fatwa dan nasihat para ulama besar di Kerajaan Saudi Arabia untuk mereka yang menamakan dirinya ‘salafi’. Fatwa ini lahir karena kegelisahan dan keprihatinan para ulama tersebut atas realita yang menodai citra da’wah Islamiyah yang seharusnya rahmah. Anda akan temukan bahwa para ulama ini amat mengingkari sikap keras, gampang menuduh, memfitnah, dan memberikan gelar-gelar buruk kepada sesama umat Islam, apalagi para da’i dan ulamanya. Sekaligus juga, pengingkaran mereka terhadap klaim atau sebutan-sebutan bernada membanggakan diri dan hizbiyah, seperti mengaku ‘kami salafiyyun’ atau ‘aku salafi.’ (coba lihat kesini: http://www.thoughts.com/wedusgembel/blog/kebenaran-tak-butuh -pengakuan-514948 )...inilah propaganda terhadap orang2 yang meniti manhaj salaf di copy dari blognya jokam 354 "islam jamaah"

abdullah mengatakan...

(lanjutan propaganda diatas)>>>>>inilah kondisi sebenarnya, namun apakah realita ini sengaja disembunyikan, atau memang mereka tidak mau tahu, karena begitu kentalnya sikap fanatisme dan hizbiyah (kekelompokkan). Sebagaimana yang kita lihat begitu sterilnya mereka dengan saudara-saudaranya. Selama tidak bertingkah sama dengan mereka, tidak memfasiq-kan apa yang mereka fasiq-kan, tidak mengkafirkan apa yang mereka kafirkan, tidak membid’ahkan apa yang mereka bid’ahkan, tidak ikut mentahdzir orang yang mereka tahdzir, dan tidak memboikot orang yang mereka boikot, maka Anda tidak diakui sebagai salafy, bahkan Anda akan mengalami serangan yang serupa, sebagaimana yang dialami oleh Syaikh ‘Aidh al Qarny, Syaikh Salman Fahd al ‘Audah, dan Syaikh Safar al Hawaly. Sebenarnya mereka ulama salafy juga, namun karena tidak mau begitu saja menyerang sesama aktifis Islam, langsung dianggap sesat. Ini, mudah-mudahan bukan gambaran umum tentang mereka. Semoga ada ikhwah yang sempat dan memiliki keluangan waktu untuk menerjemahkan secara utuh kitab ini. Nas’alullahal hidayah wal ‘afiyah … amin

abdullah mengatakan...

(ini lanjutan propaganda diatas,di copi dari blognya jokam 354 yang memang mereka anti denagan penisbatan terhadap SALAF)>>>> Nasihat Samahatusy Syaikh al ‘Allamah Abdul ‘Aziz bin Baz –rahimahullah (hal.3-4)

Wajib bagi setiap penuntut ilmu dan ahli ilmu untuk mengetahui kewajiban para ulama. Wajib atas mereka, untuk berprasangka baik, berbicara yang baik, dan menjauhi pembicaraan yang buruk, sebab para da’i ilallah memiliki hak yang besar di dalam masyarakat. Maka, wajib bagi mereka untuk membantu tugas mereka (para da’i) dengan perkataan yang baik, metode yang bagus, dan prasangka yang baik pula. Bukan dengan sikap kekerasan, bukan dengan mengorek kesalahan-kesalahan agar orang lari dari fulan dan fulan.

Adalah wajib untuk menjadi penuntut ilmu, menuntut yang baik dan bermanfaat, lalu bertanya tentang masalah-masalah ini. Jika terdapat kesalahan atau musykil hendaknya bertanya dengan hikmah dan niat yang baik, setiap manusia pernah berbuat salah dan benar, tidak ada yang ma’shum kecuali para rasul –‘alaihimus shalatu was salam, mereka terjaga dari kesalahan dalam apa-apa yang mereka sampaikan dari Rabb mereka. Para sahabat nabi dan setiap orang selain mereka pasti pernah berbuat salah dan benar, begitu pula orang-orang setelah mereka, dan ucapan para ulama dalam urusan ini sudah diketahui dengan baik (ma’ruf).

Ini bukan berarti, para da’i, ulama, pengajar, atau khathib, adalah ma’shum, tidak. Mereka telah berbuat salah, maka wajib memberinya peringatan, juga atas hal yang musykil darinya hendaknya bertanya dengan ucapan yang baik, maksud yang mulia, sampai diperoleh faedah dan clearnya musykil tersebut, dengan tanpa berpaling dari si fulan atau menjauhinya.

Para ulama, mereka adalah pewaris para nabi. Tetapi bukan berarti selamanya mereka tidak punya salah. Jika salah, mereka mendapatkan satu pahala, jika benar, mendapatkan dua pahala.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Jika seorang hakim menentukan hukum, ia berijtihad, kemudian ia benar, maka ia mendapatkan dua pahala. Jika ijtihadnya salah maka satu pahala. “ (HR. Bukhari, 9/193. Muslim, 33/1342)

Saudara-saudara kami para da’i ilallah ‘Azza wa Jalla di negeri ini, hak mereka atas masyarakatnya adalah mendapatkan bantuan dalam kebaikan, berprasangka baik dengan mereka, dan menjelaskan kesalahannya dengan uslub (cara) yang bagus, bukan bertujuan mencari ketenaran dan aib.

Sebagian manusia ada yang menulis selebaran-selebaran tentang sebagian para da’i, berupa selebaran-selebaran yang buruk, yang tidak sepantasnya ditulis oleh para penuntut ilmu, dan tidak sepantasnya dengan cara demikian … (Kibarul ‘Ulama yatakallamuna ‘an ad Du’at, Hajar al Qarny, hal. 8) Sampai di sini dari Syaikh Abdul ‘Aziz bin Baz –rahimahullah.

abdullah mengatakan...

(lanjutan propaganda diatas)>>>>Nasihat Samahatusy Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin –rahimahullah (hal.5)

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata:

Jika telah banyak golongan-golongan (al Ahzab) dalam tubuh umat Islam maka janganlah fanatik pada kelompok. Telah nampak golongan-golongan sejak zaman dahulu seperti khawarij, mu’tazilah, jahmiyah, rafidhah, kemudian nampak saat ini ikhwaniyyun, salafiyyun, tablighiyyun, dan yang sepertinya. Maka, hendaklah setiap kelompok-kelompok dicampakan ke sebelah kiri dan hendaklah kalian bersama imam, dan demikian itu merupakan apa-apa yang diarahkan oleh Nabi dalam sabdanya: “Hendaklah kalian memegang sunahku, dan sunah para khulafa’ ur rasyidin.”

Tidak ragu lagi, bahwa wajib atas seluruh kaum muslimin menjadikan madzhab mereka adalah madzhab salaf, bukan untuk ber-intima (berkomitmen) pada kelompok tertentu yang dinamakan salafiyyun.

Wajib bagi umat Islam menjadikan madzhab mereka adalah madzhab salafus shalih, bukan bertahazzub (berkelompok) kepada apa-apa yang dinamakan salafiyyun. Maka, ada thariiq (jalan-metode) as salaf (umat terdahulu), dan ada juga hizb (kelompok) yang dinamakan salafiyyun, padahal yang dituntut adalah ittiba’ (mengikuti) salaf (umat terdahulu). (Syarah al Arba’iin an Nawawiyah. Hadits ke 28: “Aku wasiatkan kalian untuk taqwa kepada Allah, dengar dan taat,” hal. 308-309) (dalam kitab aslinya paragrap dua dan tiga juga ditebalkan)

abdulloh mengatakan...

kesimpulan:

Jangan bergabung dan fanatik terhadap golongan islam tertentu (hizbiyyah) khususnya ISLAM JAMAAH yang beraqidah sesat lagi menyesatkan!!

abdullah mengatakan...

(kesimpulanya nanti aja mas, kita lanjut teruuuus)....>>>>>Nasihat Al ‘Allamah Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan –hafizhahullah (hal. 15-16)

“Ada orang yang mengklaim bahwa dirinya di atas madzhab salaf, tetapi mereka menyelisihinya, mereka melampaui batas (ghuluw) dan menambah-nambahkan, dan keluar dari metode As Salaf. Di antara mereka juga ada yang mengaku bahwa dirinya di atas madzhab salaf, tetapi mereka menggampangkan dan meremehkan, hanya cukup menyandarkan diri (intisab).

Orang yang di atas manhaj salaf itu adalah lurus dan pertengahan antara melampaui batas (ifrath) dan meremehkan (tafrith), demikianlah thariqah salaf, tidak melampaui batas atau meremehkan. Untuk itulah Allah Ta’ala berfirman: “ …dan prang-orang yang mengikuti mereka dengan baik ….”

Maka, jika engkau hendak mengikuti jejak salaf, maka engkau harus mengenal jalan (thariqah) mereka, tidak mungkin mengikuti mereka kecuali jika engkau telah mengenal jalan mereka, dan itqan dengan manhaj mereka lantaran engkau berjalan di atasnya. Adapun bersama orang bodoh, engkau tidak mungkin berjalan di atas thariqah mereka (salaf), dan engkau menjadi bodoh dan tidak mengenalnya, atau menyandarkan kepada mereka apa-apa yang tidak pernah mereka katakan atau yakini. Engkau berkata: ‘Ini madzhab salaf,’ sebagaimana yang dihasilkan oleh sebagian orang bodoh saat ini, orang-orang yang menamakan diri mereka dengan salafiyyin, kemudian mereka menyelisihi kaum salaf, mereka amat keras, mudah mengkafirkan, memfasiq-kan, dan membid’ahkan.

abu zahra mengatakan...

ketahuilah wahai saudaraku LDII... bahwa salaf adalah bukan kelompok HIZBIYAH sebagaimana yang engkau tuduhkan dengan menukil fatwanya para ulama ahlussunnah abad ini,akan tetapi kata salaf hanyalah penisbatan terhadap salaf as sholih,adapun yang di maksud salfiyun sebagaimana yang di fatwakan para ulama adalah memang ada kelompok2 yang menamakan salfiyun tapi ilmu amal dan dahwahnya jauh dari para salafussholih,di antaranya kaum khowarij yang radikal(menghalalkan bom bunuh diri atas nama jihad) juga mengklaim dirinya salafiyun termasuk kelompok khowarij islam jamaah yang berlindung dalam organisasi LDII akhir2 ini juga mengklaim kelompoknyalah yang SALAFI SEJATI inilah propaganda2 khowarij gaya baru(KGB)

Anonim mengatakan...

akhirnya.... jokamer mengutip juga dari Khawarij Arab... ckckckck, bela-belain kesesatan dengan memotong2 fatwa2 ulama kibar..... malu ciing... yg gituan udah basi, udh sering dibongkar penipuannya oleh para ulama.

Anonim mengatakan...

o, ternyata mereka sekarang mengaku-ngaku salafi sejati padahal mereka sejatinya mengikuti kiai Nurhasan yang berdakwah menggunakan KESAKTIAN dan JIN, sedangkan Ulama Salaf tidak demikian.

abdullah mengatakan...

Apakah Ini Karomah?

Jawab: Ini bukan karomah, tapi perbuatan DUKUN, sesungguhnya menginjak-nginjak kaca tanpa terluka, bermain-main dengan ular, MENIKAH DENGAN JIN, menghilang dari pandangan manusia, KEBAL senjata tajam, mengeluarkan tenaga dalam, mendatangkan harta atau barang atau uang dengan sekejap, dan lain sebagainya bukanlah kesaktian atau karomah yang patut dibanggakan. Bahkan ini adalah SIHIR YANG NYATA, atau ia dibantu oleh SYAITAN, atau istidraj dari Allah agar pelakunya makin SOMBONG dan UJUB. Pelaku sihir wajib disuruh bertaubat, kalau membangkang, penguasa berkewajiban MEMENGGAL LEHERNYA.

Sesungguhnya karomah berasal dari Allah, untuk wali Allah, atas kehendak Allah karena taatnya kepada Allah, ia tidak bisa ditiru, dipelajari, diwariskan, ‘diisi’ atau dimunculkan waliyullah sesuai kehendak hati sebab semata-mata pertolongan Allah. Maka karomah akan memperkokoh iman sedangkan sihir/istidraj akan menambah SOMBONG dan UJUB.

Setiap DUKUN memperbudak dirinya kepada SYETAN dengan melayaninya. Tidaklah mungkin seorang dukun menjadi benar-benar dukun kecuali setelah MENDEKATKAN DIRINYA kepada SYAITHAN. Maka perbuatan ini menjadikan SIHIR termasuk SYIRIK kepada Allah (Syaikh Shalih Alu Syaikh dalam At-Tamhiid hal 287).

Ibnu Qudamah rahimahullahu dalam Al-Mughni (9/106) berkata: “Belajar atau mengajarkan SIHIR adalah HARAM. Dalam masalah ini kami tidak melihat adanya perselisihan diantara para ulama. Para sahabat kami mengatakan, ‘DIKAFIRKAN bagi TUKANG SIHIR untuk mempelajari dan mengerjakannya, baik dia yakin keharamannya dan kebolehannya”.

dikutip dari http://rumahku-indah.blogspot.com

abdullah mengatakan...

MADIGALIYAH juga mirip dengan paham-paham SESAT lainnya, seperti: Makramiyah, Sufiyah, dan Rafidhah, seperti yang sering kami bahas dalam buku-buku kami.

Kenapa Diberi nama Madigoliyyah?

Oleh karena mereka sering berganti-ganti nama, dan berlindung dibalik nama-nama yang tersembunyi dan berusaha sekuat tenaga menutupinya dihadapan Umaro dan Ulama, maka lebih tepat jika mereka dinisbatkan kepada peletak dasar pemahaman menyimpang ini, yaitu MADIGOL atau NUR HASAN. Orang ini adalah ukuran wala dan baro mereka, dan pahamnya menjadi tolak ukur kebenaran diatas Al-Qur’an dan Sunnah.

Benar mereka mengingkarinya, tapi lihatlah bagaimana mereka berkata: ‘Bahwa pemahaman jama’ah (yaitu jama’ah mereka -pen) sudah final”, tidak bisa digangu gugat lagi. “Orang yang belajar ke Mekkah dan Madinah hanya untuk memperkuat pemahaman yang telah ada”, “Sudah mangkulnya begini”, “Selain mangkul dari Abah sesat”, dan yang semacamnya.

Betapa malangnya, berta’asub kepada orang yang tidak maksum lagi JAHIL.


dikutip dari http://rumahku-indah.blogspot.com

Anonim mengatakan...

Kalau membaca di blog ini seolah2 LDII salah tapi ditempat saya hanya LDII dan Pondok Pesantren besar saja yang mengkaji dan belajar Alqur`an dan hadist. jadi yang mana yang benarrrrrrrrrrrrrrrrr.
selain LDII dan PONPES yang besar seluruh wanitanya tidak pakai jilbab, sedangkan jilbab itu wajibbbbbbbbbbbbbbbbbbbb. bingung dehhh daripada bingung2 ya ikut LDII aja dehhhhhhhhhhhhh

Abdi mengatakan...

makanya gaul brow.... jangan bagi katak dalam tempurung... noh lihat perempuan-perempuan salafi dan contoh bagaimana mereka berkerudung dengan kerudung syar'i....

Anonim mengatakan...

**Kalau membaca di blog ini seolah2 LDII salah tapi ditempat saya hanya LDII dan Pondok Pesantren besar saja yang mengkaji dan belajar Alqur`an dan hadist. jadi yang mana yang benarrrrrrrrrrrrrrrrr.
selain LDII dan PONPES yang besar seluruh wanitanya tidak pakai jilbab, sedangkan jilbab itu wajibbbbbbbbbbbbbbbbbbbb. bingung dehhh daripada bingung2 ya ikut LDII aja dehhhhhhhhhhhhh**

Jiaahhhh.....ngakak dulu deh..., ni yg ngomong DUNGU apa KUPER...sombong banget. La di LDII cuman di ajarin hadist tanpa penejelasan syaroh secara rinci. Pake ilmu pokoe "POKOE MANGKULE NGENE" cape deh.. baru2 aj ngaji hadist Ibnu majah di jelasin status hadist itu shohih, doif dll dengan mengutip dari Syeh Albani. La...Syeh Albani iku sopo, ULAMA SALAFI kan??? Hayoooo....

ridwan mengatakan...

ثنا حسن ثنا بن لهيعة قال ثنا عبد الله بن هبيرة عن أبي سالم الجيشاني عن عبد الله بن عمرو أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : لا يحل ان ينكح المرأة بطلاق أخرى ولا يحل لرجل ان يبيع على بيع صاحبه حتى يذره ولا يحل لثلاثة نفر يكونون بأرض فلاة الا أمروا عليهم أحدهم ولا يحل لثلاثة نفر يكونون بأرض فلاة يتناجى اثنان دون صاحبهما

رواه أحمد

Menceritakan kepada kami Hasan, menceritakan kepada kami Ibn Lahi’ah, beliau berkata, menceritakan kepada kami Abdullah ibn Hubairah dari Abi Salam al-Jaitsani dari Abdullah bin Amr radhiyallahu’anhu sesungguhnya Rasulullah shallallahu’alaihi wasalam bersabda : “Tidak halal menikahi seorang perempuan dengan mencerai perempuan yang lain, dan tidak halal bagi seorang laki-laki menjual atas dagangan temannya sehingga temannya meninggalkan dagangan itu, dan tidak halal bagi tiga orang yang berada di tanah padang tidak bertuan, kecuali mereka mengangkat salah satunya jadi amir atas mereka, dan tidak halal bagi tiga orang yang berada di suatu tempat, yang dua berbisik-bisik meninggalkan temannya (yang satu diacuhkan)”.

Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad (2/176) no. 6647.

ridwan mengatakan...

takhrij hadis abdullah ibnu amr diatas : Hadits ini dha’if,

Sebab ada perowi bernama Ibnu Lahi’ah, Al-Imam Al-Muhadits Al-Albani dalam Silsilah Al-Hadits Adh-Dhai’fah jilid 2 no. 589 juga mendha’ifkan hadits ini sebab Ibn Lahi’ah.

Berkata Imam Tirmidzi dalam Sunan (1/16) no. 10, setelah meriwayatkan salah satu hadits Ibn Lahi’ah :

وبن لهيعة ضعيف عند أهل الحديث

“…dan Ibn Lahi’ah ini dha’if disisi ahli hadits”.

Imam Ad-Daruquthni dalam Sunan pada no. 250 setelah meriwayatkan hadits Ibn Lahi’ah berkata:

ابن لهيعة لا يحتج بحديثه

“Ibn Lahi’ah tidak boleh berhujah dengan haditsnya”.

Pada no. 251, beliau berkata:

تفرد به ابن لهيعة وهو ضعيف الحديث

“Menyendiri dengan riwayat ini Ibn Lahi’ah dan dia ini haditsnya dha’if”.

Oleh sebab itu Imam Ad-Daruquthni memasukan Ibn Lahi’ah dalam jajaran perawi dha’if sebagaimana dalam kitabnya Adh-Dhu’afa no. 322.

adz-Dzahabi dalam Al-Mizan Juz 3 no. 4530 berkata:

عبدالله بن لهيعة بن عقبة الحضرمي ، أبو عبد الرحمن قاضى مصر وعالمها…. قال ابن معين : ضعيف لا يحتج به

Abdullah ibn Lahi’ah ibn Uqbah Al-Khadrimi, Abu Abdurrahman, Qadhi Mesir dan ulamanya … berkata Ibn Mu’in: “Dha’if tidak boleh berhujah dengannya”.

An-Nawawi, Tahdzib Al-Asma wal Lughoh (1/392) no. 328 berkata,

Anonim mengatakan...

1
Kata “bitonah “ secara terminologi adalah teman dekat dan terpercaya dalam berurusan pada masalah pribadi atau pada urusan sensitif umat islam. ( lihat syarh ibn katsir pada ayat ali imron 118, . Oleh karena itu umat islam dilarang memperkerjakan kaffir zimmi untuk menangani perkara umat islam karena dikhawatirkan kafir zimmi itu akan memberi informasi pada kafir harbi. Ayat ali imron 118 juga memerintahkan agar umat islam juga berhati-hati agar tidak ‘ember’ (baca: obral informasi) pada orang munafik.

Nah ketika sampai di kalangan LDII/ islam jamaah, istilah ‘bitonah’ ini mengalami pergesaran makna. Bitonah dalam praktek islam jamaah malah lebih condong sama pada taqqiyah-nya kaum syiah yaitu menutupi paham keyakinannya-bahkan dengan berbohong sekalipun - pada umat islam lainnya ( sawadzul adhom/ jamaah umm/jamaah induk).

Dalam ayat ali imron tsb, kata bitonah sebenarnya ditunjukan untuk orang kafir dan kaum munafik dalam pembitonahan. Nah kalau bitonah dalam islam jamaah, yang jadi obyeknya adalah muslim non-islam jamaah ( dalam bahasa islam jamaah disebut “ orang luar’, hum, wong jobo). Jadi dari konsep bitonahnya ala 354, kita akan melihat bahwa orang islam diluar LDII/354 adalah sama dengan orang kafir dan orang munafik yang dimaksudkan dalam ayat ali imron tsb menurut alam pikir kaum 354. bisa dikatakan bitonah ala 354 itu mengandung konsep takfir halus.

Bitonah dalam konsep islam jamaah bisa juga berarti memberikan keterangan sensitif pada pihak non-islam jamaah dengan keterangan yang tidak sebenarnya dan menggunakan bahasa bersayap atau bahasa kerennya ‘diplomasi’. Contoh: apabila mereka ditanya oleh pihak non-islam jamaah “apakah islam jamaah tidak mau sholat berjamaah/menjadi makmum dengan kaum muslim yang non-islam jamaah?.” Nah disinilah bitonah bekerja. Mereka akan memberikan jawaban yang bersayap atau mungkin mereka akan berbohong. Atau paling banter mereka akan mau mengerjakan sholat bersama dengan non-islam jamaah dengan teknik’ sholat munfarid ditengah sholat berjamaah” (maksudnya kalau keadaan terdesak orang islam jamaah bisa saja mau sholat berjamaah dengan kaum muslim non-islam jamaah yang imam sholatnya bukan berasal dari orang islam jamaah tapi diniatkan dalam hati sebagai sholat sendirian, ini ajaran yang dijejali imam/mubaligh islam jamaah pada pengikutnya sehingga pengikut islam jamaah berkeyakinan bahwa sholat dibelakang imam yang bukan warga islam jamaah sholatnya radd/tertolak dan tidak sah). Boleh dikatakan sholat munfarid ini bersinonim dengan sholat berjamaah bitonah.

Anonim mengatakan...

Titik maksimal dari masalah bitonah ini adalah masalah keimaman, dimana keimaman dalam islam jamaah dipraktekan dengan rahasia yang ketat ( bitonah). Oleh karena itu apabila LDII/ jamaah 354 ditanya ‘apakah anda punya imam?” mereka pasti akan menjawab dengan jawaban bersayap, jawaban bahasa diplomatis, atau bisa jadi mereka akan memberikan jawab berbohong. Saya juga tidak mengerti kenapa mereka membitonahkan ke-imamanya? Padahal Abu Bakar ba’asyir terang-terangan menproklamirkan diri sebagai imam dari MMI dan ansharut tuhid, tidak masalah koq. dan tidak dipermasalahkan oleh pemerintah dan masyarakat indonesia.(mereka juga berkeyakinan kalau imamahnya diawasi oleh CIA dan yahudi, begitulah jawaban yang beredar di DPP LDII, oleh karena itu alasan ini juga yang dijadikan pembenaran akan kebitonaham keimamannya, lucu sekali mereka merasa besar sehingga harusdiawasi CIA, itu fantasi khayali yang memang banyak diidap oleh kondisi psikologis orang jamaah yaitu, mersa sebagai kaum terpilih layaknya choosen people yahudi, merasa hebat, ngepolne dewe, merasa paling benar dll)
Padahal menurut alam pikir jamaah 354, masalah keamiran adalah masalah yang paling genting dimana mereka menilai sah atau tidak sahnya keislaman kaum muslim diindonesia adalah ketika orang itu berbeat pada imam jamaah 354 yang sekarang dijabat oleh anaknya nurhasan al-ubaidah yang bernama abdul aziz ( politik dinasti/ monarki??) . Dalam alam pikir orang jamaah 354, berbeat pada imam mereka jauh lebih penting dari 5 rukun islam dan 6 rukun iman. ( lihat hadits bukary). Menurut orang islam jamaah 354, apabila ada seorang muslim benar-benar bertauhid pada Allah dan sudah memenuhi 5 rukun islam dan 6 rukun iman dengan benar-benar mencontohi ahlu sunnah sekalipun tapi koq belom beat / tidak punya beat pada imam jamaah 354, maka hukumnya pasti....kafir, islam ngga sah, amalannya ngga sah , amalannya tertolak, jahiliah dan sederet labelling penghinaan lainnya. Begitulah akidah jamaah 354. padahal apabila mereka mau konsisten dengan paham mereka: yang berpaham sah atau tidaknya keislaman seseorang harus dengan beat dengan imam mereka, seharusnya mereka tidak membitonahkan keamiran/keimamannya dong sebagai bentuk tanggung jawab sosialnya. Tapi nyatanya....mereka merahasiakan keimamannya, disatu sisi mentidaksahkan orang islam yang tidak beat pada imamnya ( ini dengan asumsi konsep keimaman mereka benar, faktanya keimaman mereka hanya keimaman gerombolan, sempalan, firkoh yang secara hakikat tidak mempunyai ikatan syariat baik bergabung dengannya maupun menyelisihinya). Ketahuilah, mayoritas ahlu sunnah menganggap penting akan dalil-dalil mengenai jamaah, namun kita harus menempatkan arti jamaah menurut Allah Rosul dan tidak mendefinisikan ‘jamaah’ dengan ta’rif dan pengertian golongannya saja. Itu adalah bentuk pengklaiman yang tidak bertanggung jawab. Jamaah 354 menganggap dirinya mengamalkan dalil ‘jamaah” tapi sesungguhnya meeka mempraktekan ‘kebalikan’ dari dalil-dalil dan arti jamaah yang sesungguhnya. saatnya kita tolak rezim madigol, tujuan rezim madigol adalah kekuasaan, pengikut dan pengaruh dengan topeng agama

ridwan mengatakan...

وقال ابن معين: ابن لهيعة ضعيف الحديث. وقال عمرو بن على الفلاس: احترقت كتب ابن لهيعة، ومن كتب عنه قبل ذلك كابن المبارك والمقرىء أصح ممن كتب بعد ذلك. وقال ابن معين: هو ضعيف قبل الاحتراق وبعده، وضعفه الليث بن سعد، ويحيى بن سعيد، والبخارى، والنسائى، وابن سعد، وآخرون. قال البيهقى: أجمع أصحاب الحديث على ضعف ابن لهيعة، وترك الاحتجاج بما ينفرد به.

Dan berkata Ibn Mu’in : “Ibn Lahi’ah dha’iful hadits”. Dan berkata Amru ibn Ali Al-Falas: Kitab Ibn Lahi’ah terbakar, dan barangsiapa menulis darinya sebelum demikian itu, seperti Ibn Mubarak dan Al-Muqri maka shahih, dan barangsiapa setelah itu (maka dha’if). Dan berkata Ibn Mu’in, “Dia dha’if baik sebelum kitabnya terbakar atau setelahnya. Dan telah mendha’ifkannya Laits ibn Sa’ad, Yahya ibn Sa’id, Bukhari, Nasai, Ibn Sa’ad dan selainnya. Berkata Baihaqi, “Ijma (kesepakatan) ahli hadits atas kedha’ifan Ibn Lahi’ah, dan (mereka) meninggalkan berhujah dengannya dengan apa-apa yang ia menyendiri dengan riwayatnya (tidak ada saksi)”.

Oleh sebagian ahli hadits dia diakui haditsnya ketika ia meriwayatkan dari kitabnya, tetapi setelah kitab-kitabnya terbakar, maka bercampurlah hadits-haditsnya dan ahli hadits berijma –sebagaimana dikatakan Al-Baihaqi- bahwa riwayatnya setelah kejadian itu (yang menyendiri) dha’if.

Ada beberapa orang yang diidentifikasi meriwayatkan darinya sebelum kitabnya terbakar, yaitu: Abdullah ibn Mubarak, Abdullah ibn Wahab, Abdullah ibn Muqri dan Qutaibah ibn Said. Maka riwayat orang-orang ini dari Ibn Lahi’ah shahih.<<<<<ini lanjutan dari An Nawawi,Tahdzib Al Asma'wa Lughoh(1/392)No 328...di atas.

ridwan mengatakan...

lanjutan takhrij hadis abdullah ibnu amr diatas>>>>>>Hadits diatas, menurut sebagian ahli hadits bisa jadi terbolak balik oleh Ibn Lahi’ah dari hadits yang lebih shahih dengan lafazh:

إذا خرج ثلاثة فى سفر فليؤمروا أحدهم

“Bila keluar tiga orang dalam perjalanan, maka hendaklah mengangkat salah seorang diantara mereka menjadi pemimpin”.

Karena mengandalkan hafalannya, Ibnu Lah’iah meriwayatkan hadits ini secara mungkar. Menyelisihi yang lebih terkenal ini yakni dengan lafazh amar (perintah) bukan dengan lafazh : laa yahillu. Dan di waktu safar bukan ditanah yang tidak bertuan seperti diriwayatkannya. Lafazh yang benar ini derajatnya hasan, dikeluarkan dari beberapa jalan, diantaranya adalah:

Dari jalan Abu Said Al-Khudrii radhiyallahu’anhu, yang dikeluarkan oleh Abu Dawud (3/36) no. 2608, Abu Ya’la (2/319) no. 1054, Baihaqi (5/257) no. 10131, Abu Awanah (4/514) no. 7538, Thabrani dalam Al-Ausath (7/99) no. 8093 dan lain-lain. Diatas adalah lafazhnya.

Dari jalan Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, dikeluarkan oleh Abu Dawud (3/36) no. 2609, Baihaqi (5/257) no. 10129 dan lain-lain.

Kemudian Imam Al-Haitsami dalam Majma Az-Zawaid jilid 5 pada bab yang berjudul:

باب الأمير في السفر

menyebutkan beberapa jalan lain, diantaranya : Pada no. 9305 menyebutkannya dari jalan Umar ibn Khattab radhiyallahu’anhu, Lalu beliau berkata, ‘Dikeluarkan oleh Al-Bazzar dan rijalnya rijal shahih, selain Amar ibn Khalid dan dia tsiqat”. No. 9307, dari Ibn Umar radhiyallahu’anhu, Lalu beliau berkata, ‘Dikeluarkan oleh Al-Bazzar dan rijalnya rijalnya shahih, selain Abis ibn Marhum dia ini tsiqat”. No. 9308, dari Abdullah (ibn Mas’ud radhiyallahu’anhu). Lalu Al-Haitsami berkata, “Diriwayatkan oleh Thabrani, rijalnya rijal shahih”.

Anonim mengatakan...

betul...betul....betul......

alhamdulillah aku mendapat hidayah dan tidak tersesat jauh seperti jauhnya timur dan barat .....

semoga pemerintah dapat bertindak tegas terhadap kelompok sesat sebangsa ldii ini .

di daerah kelompok ini sangat meresahkan dengan pemahaman pengkafiran di luar kelompoknya.

ayo kita bentengi diri kita dan keluarga kita bahkan kalau mungkin tetangga dan teman kita dengan ilmu yang benar dan jangan lupa senantiasa memohon kepada dzat yang membolak-balikan hati , Allah Azza wa Jalla

ridwan mengatakan...

Biografi Ibn Lahi’ah bisa dilihat di :

Bukhari, Tarikh Al-Kabir (5/Biografi 574), Ash-Shaghir (2/207, 354) dan Dhu’afa Ash-Shaghir (No. 190).

Nasai, Adh-Dhuafa (No. 346).

Ibn Hiban, Al-Majruhin (1/76, 2/12-13).

Al-Aqili, Ad-Dhu’afa (No. 110).

Ibn Adi, Al-Kamil (3/118-120)

Ibn Abi Hatim, Jarh Wa Ta’dil (5/145-148 No. 682).

Al-Mizzi, Tahdzib Al-Kamal (15/487 No. 3513).

Adz-Dzahabi, Mizan Al-I’tidal (Jilid 2 No. 4530).

Ibn Hajar, Tahdzib At-Tahdzib (5/327-331 No. 648).

dan Lain-Lain.

ridwan mengatakan...

Diskusi tentang hadits ini

Hadits ini, andaipun shahih, dibawa kepada amir yang memiliki kekuasaan dan wilayah. Sebagaimana lafazhnya :

بأرض فلاة

…yang berada di tanah (padang) tidak bertuan.

Yaitu keamiran berhubungan dengan ‘bumi’ (tanah) bukan tidak memiliki ‘bumi’ (keamiran bawah tanah).

Lafazhnya yaitu :

ولا يحل

.. dan tidak halal…

Tidak bisa dimaksudkan : ‘tidak halal hidupnya’ atau ‘tidak halal keislamannya’.

Sebabnya jika atsar diatas shahih, bagaimana dengan orang-orang yang hidup dimasa tidak ada imam kaum muslimin ?, seperti dalam hadits Hudzaifah radhiyallahu’anhu.

فقلت: "فإن لم تكن لهم جماعة ولا إمام؟".

قال: "فاعتزل تلك الفرق كلها ولو أن تعض على أصل شجرة حتى يدركك الموت وأنت على ذلك".

Hudzaifah bertanya: “Bagaimana jika tidak ada jama'ah maupun imamnya?”.

Beliau bersabda: “Hindarilah semua firqah itu, walaupun dengan menggigit pokok pohon (‘ashlu syajarah’) hingga maut menjemputmu sedangkan engkau dalam keadaan seperti itu".

Bahkan sejak zaman Sahabat seperti yang terjadi pada Ibnu Umar radhiyallahu’anhu berkali-kali ada kekosongan imam karena perselisihan dan lain sebagainya, ketika masa itu Ibn Umar radhiyallahu’anhu dan lainnya tidak membai’at siapapun, dan tidak ada anggapan dari sahabat lain bahwa selama itu hidup mereka tidak halal.

Sebagaimana dikisahkan oleh Ibn Hajar rahimahullahu dalam Fathul Baari (20/242):

وكان عبد الله بن عمر في تلك المدة امتنع ان يبايع لابن الزبير أو لعبد الملك كما كان امتنع ان يبايع لعلي أو معاوية ثم بايع لمعاوية لما اصطلح مع الحسن بن علي واجتمع عليه الناس وبايع لابنه يزيد بعد موت معاوية لاجتماع الناس عليه ثم امتنع من المبايعة لأحد حال الاختلاف الى ان قتل بن الزبير وانتظم الملك كله لعبد الملك فبايع له حينئذ فهذا معنى قوله لما اجتمع الناس على عبد الملك وأخرج يعقوب بن سفيان في تاريخه من طريق سعيد بن حرب العبدي قال بعثوا الى بن عمر لما بويع بن الزبير فمد يده وهي ترعد فقال والله ما كنت لأعطي بيعتي في فرقة ولا امنعها من جماعة

“Dan Abdullah ibnu Umar di masa itu menahan diri untuk berbaiat kepada Ibnu`Zubair ataupun kepada Abdul Malik, sebagaimana (dulu) beliau enggan berbaiat kepada Ali atau Muawiyah, kemudian beliau berbaiat kepada Muawiyah (setelah Ali meninggal) ketika terjadi kesepakatan bersama Hasan bin Ali dan manusia telah mufakat (ijtima’) atas Muawiyah, dan berbaiatlah beliau kepada anaknya yaitu Yazid setelah matinya Muawiyah karena kemufakatan manusia atasnya (Yazid). Kemudian beliau menahan diri dari pembaiatan atas salah seorang (khalifah) ketika terjadi ikhtilaf (perselisihan Ibnu Zubair dengan Marwan, kemudian Marwan meninggal dan digantikan Abdul Malik) sampai terbunuhnya Ibnu Zubair (oleh Abdul Malik), dan para penguasa (gubernur dan tokoh-tokoh) kesemuanya berketetapan (intadzom) kepada Abdul Malik, maka berbaiatlah Ibnu Umar kepada Abdul Malik pada saat itu. Maka inilah makna ucapan “ketika manusia berijtima’ atas Abdul Malik” dan Ya’qub bin Sufyan mentakhrij di dalam tarikhnya dari jalur Said bin Harbin Al Abdiy, dia berkata : “Mereka mengirim utusan kepada Ibnu Umar ketika Ibnu Zubair dibaiat, maka Ibnu Umar mengulurkan dan menggoyangkan tangannya, lalu berkata : “Demi Allah, aku tidak memberikan baiatku di dalam firqoh (perpecahan), dan aku tidak menahan bai’atku dari jamaah (persatuan)….”

Beliau hanya membai’at dan mengakui siapa yang berkuasa dan menang (diantara mereka yang berselisih)....di nukil dari www.separuhhidupkupergi.blogspot.com oleh ridwan mblg aktif 354

Anonim mengatakan...

ada yg tau dimanakah pondok pesantren yg benar2 menerapkan manhaj salafussholih??

selain itu, ada yg bisa ngasi info ga, siapa & bagaimana cara menghubungi panitia yg kemaren mendatangkan syaikh umar bazmul??

mohon dikirim infonya ke:
saveme313@yahoo.com


jazakallahu khoyro,
syukron

maskumambang mengatakan...

allahumma anji jamaatana allahumma anji a immatana allahummansur jamaatana allahumma nsur a immatana
wasdud watoatalaka ala man afsadana

Ridwan mengatakan...

Nukilan dialog saudara Luqman Taufiq dengan salah satu Ustadz yang bermanhaj dan berakidah SALAF:


Luqman Taufiq berkata,
“mau nambah lagi:
warga LD** kalo haji di perbolehkan sholat di belakang imam masjidil harom maupun imam masjid nabawi (setau ane di luar itu tidak boleh) dengan alasan bahwa apa yg di pelajari oleh imam-2 masjidil harom tersebut sama dgn apa yang dibawa oleh abah H Nur Hasan. dikatakan bahwa mrk para ulama mekah medinah imamnya bukan Raja saudi melain ada imam tersembunyi atau istilah kami imam bithonah. Jadi kesimpulan kami bahwa imam-2 tsb adalah orang jamaah oleh krn itu kita boleh sholat dibelakang mereka. Pertanyaannya;
1. Apa betul Imam-2 masjidil harom maupun masjid nabawi menharamkan kitab karangan?( Istilah kami kitab di luar kutubussittah, atau kitab terjemahan, pendapat-2 seseorg)
2. Apa betul Imam-2 Masjidil harom dan Nabawi tsb memiliki imam Bithonah? ataukah imamnya rajanya?
3. Bisa Ngga ustadz menampilkan sekilas biografi imam-2 masjidil harom dan nabawi saat ini, dimana belajarnya mereka, trus siapa yg menunjuk mereka menjadi imam masjid?
Selama ini subhat yg beredar bahwa kami memiliki hubungan dengan imam-2 masjid tersebut, jadi ilmunya sama antara mereka dan ulama kami. Dan kami terus terang miskin sekali ttg info masalah ini. barang kali ustadz yg udah bertahun-2 di madinah bisa menjelaskan kpd kami secara gamblang dan ilmiah.”
Jawaban:
Ini bukanlah kedustaan dedengkot LD** untuk yang kali pertama, akan tetapi dusta telah menjadi senjata dan tameng untuk menutup-nutupi kenylenehannya dan kesesatannya.
Perlu diketahui, bahwa seluruh Imam masjid Haram di Mekkah dan Masjid nabawi di madinah adalah pegawai negeri di kerajaan Saudi Arabia:
Di Masjid Haram Mekkah:

1. Syeikh Sholeh Bin Abdullah bin Humaid: Beliau adalah ketua Majlis Syura’ (Semacam DPR/DPA) di indonesia.
2. Syeikh Abdurrahman As Sudais, beliau adalah alumnus kemudian dosen di Ummul Qura University.
3. Syeikh Su’ud As Suraim beliau juga dosen di Universitas yang sama.
4. Syeikh Usamah bin Abdullah Al Khoyyath, beliau adalah salah seorang hakim/qodhi di Pengadilan Negeri Makkah. (Mereka berempat adalah alumnus Ummul Qura University)
5. Syeikh Muhammad bin Abdullah As Subayyil, maka beliau adalah Kepala Ri’asah ‘Amah Li Syuunil Masjidil Haram Wa Masjid Al Nabawi (Direktorat yang mengurusi masalah masjid Haram dan masjid Nabawi).

Di Masjid Nabawi Medinah:

1. Syeikh Ali Bin Abdurrahman Al Huzaifi, beliau adalah alumnus Islamic University Of Madinah, dan sekaligus dosen di Universitas tersebut.
2. Syeikh Solah Al Budair, beliau adalah salah seorang hakim di Pengadilan Negeri Madinah.
3. Syeikh Husain Alus Syeikh, beliau adalah salah seorang hakim di Pengadilan Negeri Madinah.
4. Syeikh Abdur Bari As Tsubaity, beliau adalah alumnus Islamic University of Madinah, dan Dosen di Kuliah Muallimin (semacam IKIP di Indonesia dahulu).
5. Syeikh Abdulmuhsin bin Muhammad Al Qasim, beliau adalah alumnus King Muhammad bin Sa’ud University.

jokam ungaran mengatakan...

poro sedulur berdoalah sebanyak munkin dengan doa ASAD agar jamaah kita di tolong aLLAH,DAN KITA DI MANTAPKAN DALAM SETIAP KAKI KITA AGAR TEGUH DALAM MENETAPI qhj ILA YAUMIOL QIAMAH

Ridwan mengatakan...

Yang menunjuk mereka menjadi imam di kedua masjid tersebut ialah Raja Kerajaan Saudi Arabia, atas usulan dari Direktorat yang mengurus kedua masjid tersebut.
Dan perlu diketahui bahwa mereka semua itu mendapatkan gaji tetap dari pemerintah Kerajaan Saudi Arabia serta berbagai fasilitas atas jabatan sebagai imam Masjid Haram atau Masjid Nabawi tersebut.
Dengan demikian jelaslah bahwa imam mereka adalah Raja Kerajaan Saudi Arabia, dan bukan Imam Bithonah apalagi Imam Batholah (pengangguran) sebagaimana kedustaan murahan dan bodoh yang dipropagandakan oleh dedengkot LD** guna membodohi umatnya. Apa lagi sampai imamnya adalah dari kalangan LD**.
Demikianlah betapa kejinya tokoh-tokoh LD** terhadap ummatnya, sampai menjadikan mereka tega menipu dan membodohi pengikutnya sendiri.
اللهم ربَّ جبرائيلَ وميكائيلَ وإسرافيلَ فاطَر السَّماواتِ والأرضِ، عالمَ الغيبِ والشَّهادة، أنتَ تحْكُمُ بين عِبَادِك فيما كانوا فيه يَخْتَلِفُون، اهْدِنَا لِمَا اخْتُلِفَ فيه من الحق بإِذْنِكَ؛ إنَّك تَهْدِي من تَشَاء إلى صراط مستقيم. وصلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين. والله أعلم بالصَّواب، وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين.
“Ya Allah, Tuhan malaikat Jibril, Mikail, Israfil, Dzat Yang telah Menciptakan langit dan bumi, Yang Mengetahui hal yang gaib dan yang nampak, Engkau mengadili antara hamba-hambamu dalam segala yang mereka perselisihkan. Tunjukilah kami -atas izin-Mu- kepada kebenaran dalam setiap hal yang diperselisihkan padanya, sesungguhnya Engkau-lah Yang menunjuki orang yang Engkau kehendaki menuju kepada jalan yang lurus. Shalawat dan salam dari Allah semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga, dan seluruh sahabatnya. Dan Allah-lah Yang Lebih Mengetahui kebenaran, dan akhir dari setiap doa kami adalah: “segala puji hanya milik Allah, Tuhan semesta alam.”
-selesai-

x354 mengatakan...

bid'ah apa lagi ni LDII kok ada do'a ASAD segala diriwayatkan oleh siapa di dalam kitab apa do'a ASAD ini....aneh bin ajaib saking jahilnya pengikut LDII yang satu ini hii...hii...hiii

jenggot palsu mengatakan...

gundullmu..itu doanya anas bin malik...lihat aja di muatho...maknya manqul jangan ngikuti orang yang ke blinger

jagongan mengatakan...

semoga jamaah di trakan di beri aman selamat lancar barokah...walau ada halangan tetap QHJ pasti surga

Anonim mengatakan...

assalamualaikum
mas atopun mbak yang sudah keluar dr ldxx, saya sebagai sesama warga ldii yg juga sudah keluar, punya usul untuk menyadarkan saudara2 kita yang masih jamaah. gimana kalo surat terbuka yang isinya klarifikasi kebenaran jamaah ke ulama mekah kita kirimkan ke pondok kediri, kemudian imam daerah nkelompok dikirimi penjelasan tentang keamiran dan jamaah sesuai pemahaman yang benar...mereka harus disadarkan, kasihan begitu rela mati2an jiwa raga harta..untuk hal yang nurhasan aja gak bisa mempertanggungjawabkan dosanya...kita harus terus berdo'a...sudah banyak orang cerdas dan pandai berhasil membuka mata..dengan ijin Allah...memang otak yang sudah diisi doktrin terus menerus akan sangat susah menyadarkannya, jamaah ldxx seperti katak dalam tempurung..gak tau enaknya udara kebenaran luar tempurung...ayo sama2 kita buka tempurungnya walopun sudah berakar...berusaha sampai maksimal..dengan jalan yang ma'ruf...jangan mundur karena dicaci..
wassalamualaikum, dari x-jamaah ldii yang juga perduli

anak bapak mengatakan...

hadits2 palsu jokam354.

mantab! dalam kepalsuan !!

http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Abdul%20Hakim%20Amir%20Abdat/Hadits%20-%20Hadits%20Palsu

silahkan di download. smoga manfaat.

ABDULHADI mengatakan...

BISMILAH

jenggot palsu berkata:
"gundullmu..itu doanya anas bin malik...lihat aja di muatho...maknya manqul jangan ngikuti orang yang ke blinger"

jawab:
1. jangan pake jenggot palsu dhonk.. pake yg sesungguhnya. perintah membiarkan jenggot dalilnya sohih, di tirmidzi yg boleh memotong jenggot tidak ada yg se sohih perintah membiarkan jenggot.
hadits sohih tidak boleh di gugurkan oleh hadits doif, maudu, ghorib, maupun hasan.
yg boleh menggugurkan hadits sohih adalah hadats sohih juga.

NB. jenggot sunnah rosul, bukan sunaaat.

2. amsol yg punya dalil subhat doa asad segerakan di posting, kami mau tahu sebenarnya doa yg satu ini.

3. salam dari kami, sumbagsel. sumatra bagian selatan.

Anonim mengatakan...

http://www.blogster.com/wongpinter/kebodohan-hizb-albaniyah-aka-salafi-indon-aka-salafi-bodong

http://www.blogster.com/wongpinter/harus-berbentuk-negara

monggo ditelaah

Anonim mengatakan...

monggo dipikirken

http://www.blogster.com/wongpinter/infaq

Anonim mengatakan...

teks daerahan september ini ada yg isinya ttg dusta, (malah sampai di BOLD).

"Hendaklah kamu selalu berbuat jujur. Sebab kejujuran membimbing ke arah kebajikan, dan kebajikan membimbing ke arah surga. Tiada henti-hentinya seseorang berbuat jujur dan bersungguh-sungguh dalam melakukan kejujuran, sehiangga dia ditulis di sisi Allah sebagai orang jujur. Dan hindarilah dusta. Sebab dusta membimbing ke arah keburukan, dan keburukan membimbing ke arah neraka. Tiada henti-hentinya seseorang berbuat dusta dan bersungguh-sungguh dalam perbuatan dusta sehingga dia ditulis di sisi Allah sebagai pendusta" (HR Bukhari dan Muslim dari Ibnu Ma'ud)--> tdk dijelaskan kedudukan hadis.

Nah, coba sekarang para jokam ditanya lagi (terutama org2 yg kbrnya bersumpah palsu bahwa jokam tdk memiliki imam di hadapan MUI).
Sapa tau kmrn2 blm dapet ilmu ttg dusta ini.

Anonim mengatakan...

lucu rasanya jikalau ngebayangin orang syiah berdoa pada Allah :
selamatkanlah jamaah kami & rusaklah orang2 yg merusak kami..

apa Allah bakal menyelamatkan orang2 yg telah merusak agama miliknya?!?

yg ada Allah bakal memurkai & menyiksa org itu, sesuai janjiNya

Anonim mengatakan...

LDII tidak bisa menjawab hujah yg disampaikan orang2 yg berdasarkan Quran & sunnah..
karena itu mereka menekankan pada jamaahnya utk toat saja pada amir / ulama pusat (kediri) & menekankan jamaahnya utk tidak berinteraksi dgn org2 diluar mereka.

selain itu, krena tidak bisa membalas hujah2 yg benar, org LDII melampiaskan dgn marah2 pada siapa saja yg tidak sesuai pemahamannya dgn mereka

Anonim mengatakan...

Bisa saja kl Alloh berkehendak,

“Apabila Allah menghendaki kebaikan pada
seorang hamba-Nya, maka Ia percepat hukuman
baginya di dunia, dan apabila Ia menghendaki
keburukan pada seorang hamba-Nya, maka Ia
tangguhkan dosanya sampai ia penuhi balasannya
nanti pada hari kiamat.” (HR. Tirmidzi dan Al Hakim).

Anonim mengatakan...

maksutnya Allah bakal memasukan ke surga orang yg mati dalam keadaan syirik??...

luarr biasa.
ajaran mana ini?

Anonim mengatakan...

Beberapa hari yang lalu, seorang amil zakat (jokam/jamaah 354)datang kepada saya dan menawarkan (menjual) beras. Saya tanya : ini beras apa? Amil zakat menjawab : ‘ ini adalah beras zakat fitrah kemarin. Saya heran, kenapa beras fitrah masih banyak menumpuk di masjid kelompok? Saya bertanya pada amil zakat tersebut: pak, ini beras zakat fitrah koq masih menumpuk kenapa tidak dikasih habis ke mustahik ( pihak yang berhak menerima zakat), padahal idul fitri sudah 2 minggu berlalu. Dijawab oleh amil zakat: “sebenarnya ini sudah kita kasih ke fakir miskin dan mustahik ( kalangan jamaah 354) dan sudah kita kasih juga ke fakir miskin ‘orang-luar” untuk ‘budi luhur’. Namun ‘pusat’ meminta jatah juga. Tapi pusat ngga mau dalam bentuk beras, pusat maunya dalam bentuk uang cash. Sehingga kami harus menjual beras zakat yang tersisa untuk merubahnya dalam bentuk cash” . itulah jawaban yang saya dapat di kelompok saya.
Lihatlah praktek zakat fitrah (yang merupakan rukun islam) dimodifikasi oleh keimaman/ ‘orang-orang pusat” pada rukyahnya yang mengakibatkan;
1. Pusat begitu berambisi pada uang, sampai-sampai beras zakat fitrah pun ditahan ke mustahiknya dan diminta pusat ( dalam bentuk uang cash lagi !!) . padahal mustahik lebih berhak akan beras zakat fitrah itu. Dan ingat ‘pusat’ bukanlah 8 mustahik yang berhak mendapatkan beras zakat fitrah itu. Ini penyelewengan syariat.
2. Petugas Amil zakat di kelompok akhirnya jadi terepotkan karena harus menjual beras zakat fitrah demi memenuhi “ijtihad pusat’ yang meminta jatah beras zakat fitrah yang sudah dikonversi dalam bentuk uang cash ( walaupun harga diskon dibanding harga pasaran)
3. Tidak mudah bagi amil zakat kelompok untuk berdagang beras, akibatnya terjadi penumpukan beras di masjid kelompok dan bisa mengakibatkan kondisi beras rusak karena sampai 2 minggu pasca idul fitri beras-beras itu sedikit sekali yang
terjualkan.. Akhirnya terjadi kemubaziran (beras rusak dan kalaupun terjual harganya pasti turun) + kezaliman ( karena beras itu adalah hak mustahik yang sebenarnya bisa digunakan)

Begitulah kira-kira praktek distribusi zakat fitrah di kelompokku, bagaimana dengan kelompok- kelompok lain? Konon pusat minta sampai 40% ya?
Kasihan jamaah, spirit kethoatannya diperalat dan disetir sama pusat. ( padahal secara syariat, jamaah tidak punya ikatan ketoatan pada imamah batil)

Anonim mengatakan...

Astagfirulloh,,,

Di kelompok saya sih ga ada.
Mungkin di kelompok saya byk yg dhuafa, jd abis :D.

NB penyampaian teks 2 bulanan ini kl ga salah, dianjurkan beli obat PDO, ini usaha jokam ktnya. Banyak testi yg bilang kl obat ini manjur.
Weleh,,weleh,, sudah merambah ke bisnis obat rupanya. Walo blm nyampe ijtihad sih

pengurus daerah non aktif mengatakan...

di ISLAM JAMAAH LDII zakat fitrah di jtihadi oleh imamnya: dari total sluruh jiwa jamaah yang zakat 40% untuk jatah pusat kediri 40%di bagikan mustahik 20% jatah amil,mustahik yang di maksud adlah hanya untuk warganya (ISLAM JAMAAH LDII)sendiri adapun orang luar (selain warga LDII disebut orang luar-red.)kalaupun di bagi beras itu sebetulny bukan zakat tapi beras hasil sodakoh nya aghniya sengaja untuk budi luhur kepada oarang luar(biar gak di katakan zakatnya kok di makan sendiri) karena faham ISLAM JAMAAH LDII orang luar tidak berhak mendapatkan zakat,tapi anehnya kalo ada orang luar zakatnya setor ke LDII di terima juga,ini masalah zakat fitrah adapun zakat mal di ISLAM JAMAAH LDII gak di amalkan walaupun ilmunya di sampaikan kalo ada yang mengamalkan zakat mal itu paling orang yang panen padi aja yang sudah nisab itupun jarang,sebab di ISLAM JAMAAH LDII tiap bulan sudah di tarik infak 10% perjamaah yang punya penghasilan jadi zakat mal dengan infak persenan untuk imam adlah wajib infak untuk imam kenapa saya katakan begitu karena saya lbih dari 20 tahun jadi jamaah LDII dan di daerah saya banyak yang kaya gak pernah ada jamaah yang zakat mal tapi infak persenanya yang disetor ke imam pusat setiap bulannya +- Rp 200.000.000

Anonim mengatakan...

diatas ada yg ngerujuk ke :

http://www.blogster.com/wongpinter/

sangat tidak berbobot, ada 3 kesalahan yg langsung terlihat:

blog ini jelas sekali ditulis org LDII, tp di blog-nya dia ngaku non-LDII.. ini kesalahan pertama

jelas sekali blog ini ditulis oleh orang yg tidak memahami Quran & sunnah. dia hanya mengambil potongan2 ayat/hadits yg kemudian dikompilasi utk menunjang hujahnya.. ini kesalahan kedua

tampak jelas sekali, si pemilik blog menulis dengan penuh hawa nafsu, baik itu emosi ataupun keinginan menjatuhkan.. ini yg ketiga..

mudah2an Allah memberi hidayah pada anda

Anonim mengatakan...

iyah gak perlu zakat mal, wong udah infak persenan.

Infak persenan bagi pegawai yg memiliki gaji.

Kl ditanya pernah zakat mal gak? jawabnya kan ga punya pertanian,ga punya peternakan,ga punya emas dan/atau perak,ga punya usaha berdagang.
Walaupun sebenarnya mrk punya uang yang setara emas yg sudah nisob dzakatkan dan sdh mncapai haul, ttp aja ga zakat mal wong tiap bulan udah persenan ko, berarti luruhlah kewajibannya.

Ckckck,,,perbaikilah pemahaman ini Ya Allah,,

Anonim mengatakan...

“Sesungguhnya kamu (Muhammad) tidak akan dapat memberi hidayah (petunjuk) kepada orang yang kamu cintai, tetapi Allah lah yang memberi petunjuk kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS. Al qashash: 56).

mudah2an Allah memberi hidayah pada orangtua & adik2 saya yg masih berkutat di LDII

Anonim mengatakan...

iya semoga semua keluarga kita yang masih terjerat oleh sistem 354, Allah paring hidayah pada ajaran islam yang benar. ibuku sendiri sampai stress karena mengetahui saya 'terlalu berani' sholat berjamaah di masjid orang luar. ibuku bilang orang luar itu walaupun ngajinya ke mekkah madinah tapi belom beat pada imam 354, maka orang luar itu tetep hukumnya, tidak dapet hidayah dan ngga sah islamnya.aku sedih sekali mendengar penuturan ibukku yang sangat kucintai itu. semua ini gara-gara madigol. orang tuaku begitu kuat memegang doktrin madigol.aku sedih ibuku bilang kalo sholatnya orang luar itu ngga sah dan tidak boleh sholat berjamaaah dengan orang luar. padahal aku mendengar suara azan berkumandang. maka merupakan kewajiban bagi orang islam untuk sholat berjamaah apabila mendengar azan berkumandang.innalillahi wa innailahi rojiun, ternyata orang tuaku sendiri...takfir ( aku menangis sangat sedih)

Anonim mengatakan...

sodara2 para tajir (pedagang)beras, ada peluang bisnis, yaitu kulakan beras jatah pusat, harga di jamin dibawah pasar, kalau satu daerah ada 1000 kepala berarti ada 2.5 ton, jatah pusatnya ada 1ton, kalau dikoordinir seluruh indonesia waaooo, untung besar...! harusnya UB bisa melihat ini....
ada lagii, peluang makelar bantuan pusat untuk pembelian tanah/kaplingan... ini juga duit,... tapi biasanya inii lahannya penerobos pusat & waklio $

Anonim mengatakan...

makanya jangan suka ngajarin berdusta, nanti kayak ini nih....

http://www.youtube.com/watch?v=oySbzIHuxgg&feature=related

Anonim mengatakan...

http://3.bp.blogspot.com/_b4s8o_OzvnA/TKKvveuVEFI/AAAAAAAAAEg/Kcwp2BYhzCA/s1600/NULKH2.jpg

KLO GITU MEREKA LDII ASLI PENIPU/PENDUSTA AGAMA. lihat link di atas

Anonim mengatakan...

http://waspada354.blogspot.com/2010/09/penting-banget-nurhasan-memerintahkan.html

Ngakunya yg pertama mendirikan keimaman, ngk taunya NGIBUL/BOHONG/DUSTA ampun deh kalian LDII.

PENDUSTA SEJATI!!!!
AAARRRRRGGGHHHHHH........*GEREGETAN*

Anonim mengatakan...

berdusta untuk menutupi jamaahnya diwajibkan oleh para ulama LDII..

seakan-akan tidak yakin bahwa yg memberi & memelihara hidayah hanya Allah semata..

zaman nabi pun, walopun jumlahnya di mekah sedikit, tapi tidak menutup2i seperti LDII.
mereka tidak takut karena yakin Allah berada di pihak mereka.

Kalo banyak ketakutan artinya dia tidak meyakini Allah berada di pihaknya

Anonim mengatakan...

Ato dia meyakini Allah di pihaknya, tapi menutup diri dari kebenaran.

bukti nyatanya :
mereka tidak memahami iman pada Allah & qodar, sehingga mereka selalu berbohong & menutup diri dgn dalih menjaga kepahaman mereka & kuatir hidayahnya lepas

Anonim mengatakan...

Astagfirullah,,,,

Masalahnya banyak yg merasa di jokam ini ibadahnya pol, pasti diterima, jalan satu2nya masuk surga, tanpa tau yg begini2an krn toat gak boleh baca2 "kitab karangan" & diskusi dgn org lain selain jokam.

Tolong didoakan yah tmn2 semua. Semoga org semacam ini diqodar diberi hidayah oleh Allah (termasuk keluarga besar ku dan keluarga besar mertua ku).

Kl yg udah tau tp teuteup berani menukarkan akhiratnya dengan dunianya, trus pake ngajak2 lagi,
Semoga Allah melipat gandakan siksaannya..

Anonim mengatakan...

USUL, gimana kalau isi blog ex 354 ini di jadikan sebuah buku. jadi yg ngk bisa mengakses lewat internrt/blog bisa tau juga penyimpangan 354/islam jamaah/ldii lengkap dengan bukti2nya. dalam buku disertakan cd yg berisi bukti rekaman kesaksian dari paraa ex354.

muhammad mengatakan...

Surat Terbuka Kepada:

Bapak Imam Abdul Aziz Sulthon Auliya bin Nurhasan al Ubaidah Amir yang di baiati Jamaah 354.
Bapak KH Kasmudi As-Sidqiy
Bapak Yusuf Thohir (ipar Amir)
Wakil Empat/ Wakil Imam Jamaah 354.
Juru Hukum 10 Jamaah 354.
Mubaligh Pakubumi.
Ulama 100 jamaah 354.
semua Imam kelompok, desa dan daerah.
semua pengurus Organisasi.
semua saudaraku yang masih beraqidah QHJ-354.

Silakan antum mendatangkan as-SYAIKH al-ALAMAH as-SALAFY YAHYA bin UTSMAN al-Mudarris bil Harom al-Makkiy as-Syarif, yang merupakan jalur isnad Jamaah 354 saat ini. Adakan TANYA JAWAB TERBUKA tentang segala sesuatu yang menjadi KERESAHAN dan KEGELISAHAN internal jamaah 354 saat ini.

Bila beliau as-Syaikh berhalangan, silakan antum mendatangkan as-Syaikh (Profesor) ad-Duktur MUHAMMAD bin UMAR BAZMUL, dosen di Universitas Ummul Quro Mekkah, yang salah satu kitabnya (al-Jama'ah wal Imamah) antum jadikan rujukan untuk memperkuat/mengesahkan Keamiran/keimaman QHJ-354.
(catatan: Beliau Syaikh Muhammad Bazmul datang mengisi Daurah Nasional di Jogja Juli 2010)

Adakan TANYA JAWAB TERBUKA tentang segala sesuatu yang menjadi KERESAHAN dan KEGELISAHAN internal jamaah 354 saat ini, seperti BAIAT KEIMAMAN 354, TAKFIR terhadap islam non-jamaah 354, INFAQ RIZQY 10%, sosok Kiai NURHASAN yang berdakwah dengan atraksi KESAKTIAN KEKEBALAN menggunakan jasa JIN, dll.

Silakan adakan TANYA JAWAB TERBUKA tersebut di depan Jamaah 354 dan ex-Jamaah 354 di kediri atau di Pondok Gede, atau lebih baik di Masjid Istiqlal Jakarta. InsyaAllah acara ini akan menjadi KEBAIKAN dan mendatangkan MANFAAT yang sangat LUAR BIASA bagi jamaah 354 dan ex-Jamaah 354, bahkan bisa menjadi SOLUSI TEBAIK bagi kedua belah pihak.

Atau silakan antum bertanya langsung kepada Ulama Syaikh Mufti Resmi di Masjidil Harom, di dalam masjidil harom ada beberapa ruangan khusus beberapa syaikh mufti untuk memberikan Fatwa dan Nasihat kepada siapa saja. Silakan bertanya disana dengan membawa penerjemah yang netral (biasanya pembimbing haji dari travel mafhum bahasa arab sana) atau mahasiswa indonesia yang bertebaran di sana.

Silakan bertanya untuk MENCARI KEBENARAN tentang konsep Keamiran/Keimaman yang SYAH menurut syariat dan bandingkan dengan Keamiran/Keimaman 354 dihadapan beberapa Syaikh Mufti, ceritakan kondisi SEBENARNYA Keamiran/keimaman Jamaah 354 (cara pengangkatan amir dll) dan aqidah antum APA ADANYA (tidaK BITHONAH/tidak RAHASIA), apa fatwa mereka tentang aqidah 354 dan Keamiran/Keimaman 354 ???

Seandainya antum tidak percaya kepada Syaikh-syaikh mufti di sana sebab mungkin namanya tidak terkenal di indonesia, silakan bertanya pada Imam-imam Masjidil Harom yang sering datang ke indonesia seperti Syaikh As-Sudais atau Syaikh As-Syuraim tentang aqidah 354 dan Keamiran/Keimaman 354 ???

Atau seandainya antum punya akses yang bagus kepada Ulama-Ulama besar Kerajaan Saudi Arabia (Haiah Kibar Ulama) dan Lajnah Daimah (semacam MUI di Indonesia) di Riyadh, silakan bertanya kepada mereka tentang aqidah 354 dan Keamiran/Keimaman 354 ???

Juga tanyakan kepada mereka tentang PRESIDEN NKRI (SBY) yang di pilih melalui demokrasi (UU buatan manusia)??
Juga tanyakan siapakah yang berhak disebut IMAM/PEMIMPIN kaum muslimin di wilayah indonesia saat ini??

InsyaAllah jawaban mereka semua intinya SAMA.
Sebab aqidah mereka SATU yaitu Aqidah Shohihah Ahlus sunnah wal Jama'ah!!!

semoga mereka (ulama Sholihin) selanjutnya menjadi pembimbing langsung kepada antum dalam keilmuan Islam yang Murni.
semoga menjadi perantara hidayah bagi antum.


11 syawwal 1431 Hijriyah
dari: Muhammad al-Jakarty
muhammad(dot)jkt(at)gmail(dot)com



NB:
1.jangan lupa bawa video kamera dan voice recorder.
2.silakan terima dengan LAPANG DADA apapun jawaban mereka.
3.selanjutnya ikuti ARAHAN mereka, termasuk jikalau mereka memerintahkan untuk MEMBUBARKAN JAMAAH 354 dan HIJRAH kepada Ahlussunnah Wal JAMA'AH yang SEJATI.

Anonim mengatakan...

Anonim mengatakan...

"USUL, gimana kalau isi blog ex 354 ini di jadikan sebuah buku. jadi yg ngk bisa mengakses lewat internrt/blog bisa tau juga penyimpangan 354/islam jamaah/ldii lengkap dengan bukti2nya. dalam buku disertakan cd yg berisi bukti rekaman kesaksian dari paraa ex354".

Saya kira usalan ini usulan yg bagus dan perlu segera direalisasikan..

Anonim mengatakan...

gimana kalo kita meminta MUI untuk mengundang ulama saudi kemudian bersama2 mengadakan dauroh terbuka di ponpes LDII yg di kediri atau di pondok gede jakarta??

Anonim mengatakan...

sebaiknya bp. pakubumi cholil saja yg mengundang gurunya Syaikh Yahya bin Utsman,

saya mau dengar langsung dari lisan beliau Syaikh Yahya, bukan dari mulut Pakubumi LDII,

awal kami masuk ldii, kami di tuntut kritis dg ilmu.
sekarang kami tetap keritis dg ilmu.
kami mau dengar langsung dari Syeh Yahya, yg ngakunya cholil sebagai gurunya yg dekat dg cholil.

amalsolih yg punya blog ini mbak dewi fw kan ke pusat kediri.
ke bp.imam dan wakil2nya.

kami sudah jenuh dg nasehat itu2 sahaja. sangat monoton dan seolah2 ada keresahan di dalam nasehat yg bertubi2 stelah bp. mauludin di keluarkan dari ldii.

ada apa sebenarnya ini??

sampai2 dicky sunaryo bawa2 projektor utk mengenang bp. imam madhel? ada apa kok spertinya resah?

amsol sampaikan ke pusat kediri / tawakal jakarta surat sy ini.

fr. a.Mustafa. Sumatra.

Anonim mengatakan...

kalian itu sirik atau apa sih mendingan kalian liat dulu kebeneranya

Anonim mengatakan...

http://3.bp.blogspot.com/_kWjx7QVk9RE/TKLuLuyLoXI/AAAAAAAAAHY/IK5phihCbe8/s1600/nb+001.jpg

Anonim mengatakan...

Buat buku, libatkan para cendikiawan muslim dan tokoh2 ormas islam yg dikafir2kan oleh LDII (semua ormas dunk?) dalam menyusunya. adakan bedah buku di kmpus2, toko2 buku, mal2, masjid2, pondok2 pesantren dll.

Oia klo bisa adakan bedah buku di masjid istiqlal...undang MUI dan ormas2 islam semuanya termasuk juga wartawan cetak, radio dan tv.

Cetak yg banyak bukunya coz bakalan di borong sama petinggi LDII...klo perlu pendistribusianya melibtkan pedagang Asongan di bus2.....

sudah tiba saatnya KITA PERANGI PENDUSTA AGAMA dengan Ilmu....kerjakan karna Allah. mugo2 Allah paring manfaat lan barokah. amin.....

Anonim mengatakan...

Eh..eh..surat dari jamaah hizbullah itu baiknya di print trus di perbanyak dan di sebarkan di masjid2 ldii...biar pada tau para sedulur jamaah ldii/354, klo selama ini mereka dibohongi...

Ih...orang2 yg HOBY DUSTA dikalangn jamaah 354 itu NYUKERIII TEMEN REKK.....

Anonim mengatakan...

Khutbah al-Muhadits Abu Ishaq Al-Huwaini

انت الجماعة وان كنت وحدك

(Engkau Jama’ah Walaupun Engkau Sendirian)



Lihat :

http://alheweny.org/aws/play.php?catsmktba=1099

Anonim mengatakan...

Dengarkan dikalimat beliau terakhir sampai penutupan.

Beliau berkata:


أيها الشباب إن عليكم مسؤولية كبيرة ولن ينتصرَ

هذا الدين إلا إذا رجعتم مرة أخرى إلى حقيقته.

هذا دينٌ يمتلك أسباب الحياة في ذاته

لكنه يحتاج إلى محام جيد ،إن الناس يُسلمون

في الغرب بلا دعوة

ولكم كنت أتمنى أن أكون قادرًا على أن أذكر لكم أشياء كثيرة

قرأتها في حال خلوتي في الأشهر الماضية ،تبث الثقة فيكم

لتعلموا بعدها أن من استمسك بحبل الله ،فهو منصورٌ

ولو كان وحده

إن ابن مسعود رضي الله عنه قال

أنت الجماعة ولو كنت وحدك

مع أن الجماعة في العادة تقتضي شقوقًـًا كثيرين

لكن ما دمت على الحق وتقف في هذا الغرس

فأنت الجماعة ولو كنت وحدك

أسأل الله تعالى أن يستعملنا وإياكم في مراضيه

وأن يغفر لي ولكم

أقول قولي هذا وأستغفر الله العظيم لي ولكم

jenggotpalsu mengatakan...

namanya jamaah itu harus ada imam..namnya jamaah tidak cukup satu saja.kamu sholat sendiri apa dikatakan jamaah...dasar otak kalian udah di racuni

Anonim mengatakan...

mas, saudara jangan menghina pak kholil, jenggotnya itu asli lho...
bapak imam AbduZohir itu juga jenggotnya asli lho...,
saudara jangan pake jenggot palsu, pake yg asli dhonk mas.., jenggot itu fitrah, gak boleh di cukur?
jenggot ini sunnah Rosul bukan sunnaat.
tujukkan HADITS SOHIH tentang mencukur jenggot.?? amsol mas jenggot palsu tunjukkan jangan hanya comentar dg taqlid butamu!!!

Anonim mengatakan...

jamaah apabila diartikan sekumpulan manusia ( badani) harus diartikan jamaah muslimin ( jamaah seluruh umat islam yang ada di muka bumi ini seperti yang dipraktekan jaman khalifah, istilah syariatnya adalah jamaah umm/ sawadz al adhom) bukan jamaah minal muslimin ( sempalan dari jamaah semesta) .dalil jamaah yang dipraktekan LDII itu bukanlah jamaah yang dimaksudkan syar'i, bukan seperti yang diinginkan Allah dan Rasul. jamaah yang dipraktekan islam jamaah 354 itu adalah firkoh. firkoh itu adalah konsep maksimal dari kebalikannya/ lawan kata/ lawan makna arti jamaah sesungguhnya. jamaah 354 mengkonsep dirinya adalah jamaah yang dimaksudkan syar'i dan diluar anggota mereka adalah firkoh. mereka tidak sadar kalau merekalah yang firkoh dan umat islam diluar merekalah justru yang dimaksud Al jamaah dalam syar'i ( selama beriltizam pada kitabullah dan sunnah rasulullah yang murni). akhirnya terciptalah fenomena ironis. maling teriak maling. firkoh teriak firkoh. lalu muncul pertanyaan: kalau gitu siapa khalifah/imam jamaah induk?. jawabnya adalah ada di hadits bukhary bab fitan dimana hudzifah bertanya: ' bagaimana apabila tidak ada jamaah muslimin dan imam mereka ? ( maksudnya tidak ada khalifah global) Rasulullah menjawab : hindari firkoh ( bersikap golong-golongan, taasub, hizbi, fanatisme golongan, mengeliminir umat islam diluar golongannya) walaupun kamu harus tinggal di lereng gunung dan makan akar-akaran ( itu lebih baik dari pada firkoh, walaupun firkoh itu menjanjikan retorika gula-semu seperti kelancaran, solideritas, finansial, ukhuwah hizbiyah). menderita pada Al-jamaah itu jauh lebih baik daripada nyaman dan lancar tapi dalam firkoh. Adapun sekarang kita mencukupkan diri pada penguasa yang sah di negara masing-masing demi kelancaran ibadah ahl sunnah dan menghindari kerusuhan yang mengganngu ketertiban bersama

nah konsep mengenai jamaah dan imamah jamaah 354 yang mengalami distorsi inilah sebagai hulu kenapa jamaah 354 mengaggap:
1. umat islam diluar golongannya ( dalam bahasa sandi 354 adalah orang luar, hum, wong jobo, jahiliyyah, bukan orang iman) adalah firkoh
2. umat islam diluar golongannya ilmunya tidak sah
3. umat islam diluar golongannya tidak berhak mendapat hak waris ( apabila orang 354 terpaksa memberi hak waris pada keluarganya yang non 354, itu harus diniatkan statusnya sebagai hadiah/ hibah. Bukan waris.)
4. Jalur sanad hanya mereka yang memilikinya
5. golongannya itulah yang dimaksud “satu-satunya” dalam hadits perpecahan 73 golongan ( fenomena egomania)
6. haram hukumnya sholat berjamaah dan mengaji dengan “orang luar” walaupun orang luar itu ya punya sanad juga, ya ngaji di al haramain juga.
7. dan puluhan implikasi serta efek-efek selanjutnya

jadi siapa yang diracuni otaknya? Bangunlah wahai kawan 354, ada semua ngga sadar ada kekuatan halus,laten tapi batil ( penjahat akidah) yang mengendalikan anda untuk memenuhi hawa nafsu, ambisi dan kepentingannya. Dia itu....rezim madigol dan antek ( pusaten)

Anonim mengatakan...

jamaah apabila diartikan sekumpulan manusia ( badani) harus diartikan jamaah muslimin ( jamaah seluruh umat islam yang ada di muka bumi ini seperti yang dipraktekan jaman khalifah, istilah syariatnya adalah jamaah umm/ sawadz al adhom) bukan jamaah minal muslimin ( sempalan dari jamaah semesta) .dalil jamaah yang dipraktekan LDII itu bukanlah jamaah yang dimaksudkan syar'i, bukan seperti yang diinginkan Allah dan Rasul. jamaah yang dipraktekan islam jamaah 354 itu justru adalah firkoh. firkoh itu adalah konsep maksimal dari kebalikannya/ lawan kata/ lawan makna arti jamaah sesungguhnya. jamaah 354 mengkonsep dirinya adalah jamaah yang dimaksudkan syar'i dan diluar anggota mereka adalah firkoh. mereka tidak sadar kalau merekalah yang firkoh dan umat islam diluar merekalah justru yang dimaksud Al jamaah dalam syar'i ( selama beriltizam pada kitabullah dan sunnah rasulullah yang murni). akhirnya terciptalah fenomena ironis. maling teriak maling. firkoh teriak firkoh. mereka menuding diluar golongannya adalah firkoh, tanpa disadari 4 jari lainnya mengarah ke arah dirinya sendiri .lalu muncul pertanyaan: kalau gitu siapa khalifah/imam jamaah induk?. jawabnya adalah ada di hadits bukhary bab fitan dimana hudzifah bertanya: ' bagaimana apabila tidak ada jamaah muslimin dan imam mereka ? ( maksudnya tidak ada khalifah global) Rasulullah menjawab : hindari firkoh ( bersikap golong-golongan, taasub, hizbi, fanatisme golongan, mengeliminir umat islam diluar golongannya) walaupun kamu harus tinggal di lereng gunung dan makan akar-akaran ( itu lebih baik dari pada firkoh, walaupun firkoh itu menjanjikan retorika gula-semu seperti kelancaran, solideritas, finansial, ukhuwah hizbiyah,"imamah" , "jamaah"). menderita pada Al-jamaah itu jauh lebih baik daripada nyaman dan lancar tapi dalam firkoh. Adapun sekarang kita mencukupkan diri pada penguasa yang sah di negara masing-masing demi kelancaran ibadah ahl sunnah dan menghindari kerusuhan yang mengganngu ketertiban bersama

nah konsep mengenai jamaah dan imamah jamaah 354 yang mengalami distorsi inilah sebagai hulu kenapa jamaah 354 mengaggap:
1. umat islam diluar golongannya ( dalam bahasa sandi 354 adalah orang luar, hum, wong jobo, jahiliyyah, bukan orang iman) adalah firkoh
2. umat islam diluar golongannya ilmunya tidak sah
3. umat islam diluar golongannya tidak berhak mendapat hak waris ( apabila orang 354 terpaksa memberi hak waris pada keluarganya yang non 354, itu harus diniatkan statusnya sebagai hadiah/ hibah. Bukan waris.)
4. Jalur sanad hanya mereka yang memilikinya
5. golongannya itulah yang dimaksud “satu-satunya” dalam hadits perpecahan 73 golongan ( fenomena egomania)
6. haram hukumnya sholat berjamaah dan mengaji dengan “orang luar” walaupun orang luar itu ya punya sanad juga, ya ngaji di al haramain juga.
7. dan puluhan implikasi serta efek-efek selanjutnya

jadi siapa yang diracuni otaknya? Bangunlah wahai kawan 354, ada semua ngga sadar ada kekuatan halus,laten tapi batil ( penjahat akidah) yang mengendalikan anda untuk memenuhi hawa nafsu, ambisi dan kepentingannya. Dia itu....rezim madigol dan antek ( pusaten)

Jasad yg Terlupakan mengatakan...

@ anonim:
wkakakakakakkakakakaka...
kaya iya iya a kamu pak / buk...!!!
LDI itu murni islam qur'an - hadist.
Bukan dari kitab kitab karangan yang kalian baca....!!!
Dasar2 LDII Semua ada sumbernya...!!
LDII islam keras fanatik,, tapi LDII juga menghormati negara dan sosial sebagai silaturahmi...
Itu semua sudah terbukti...!!
LDII organisasi resmi... jaminan surga dan jauh dari neraka.. segera berthobat lah pak....
dirintangi serta di fitnah adalah ciri-ciri islam yang haq...semua butuh perjuangan dan kebulatan iman.

Anonim mengatakan...

udah ga aktif ya ini situs...udah pada mampus kah orang orangnya?

Anonim mengatakan...

RIBA' BUNGA 5% ivestasi bodong maryoso HAALLLAAALLL murni qur'an hadist dari hongkong.........

Anonim mengatakan...

kapusan maryoso????
kapok...