بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

bahaya kumpul rahasia

  • Khalifah Umar bin Abdul Aziz rahimahullah:

    إذا رأيت قوما يتناجون في دينهم بشيء دون العامة فاعلم أنهم على تأسيس ضلالة. رواه اللالكائي وابن أبي عاصم.

    “Bila engkau mendapatkan suatu kaum yang berbicara tentang agama mereka dengan suatu hal yang dirahasiakan dari masyarakat umum, maka ketahuilah bahwa mereka sedang merintis kesesatan.”

    (Dalam Riwayat AL- Lalika’i dan Ibnu Abi Ashim)
  • Agung Sujatmiko bener jg, tp menurut info: strategi mauluddin skrg memerintahkan jokam yg punya kefahaman salapi spy jgn keluar dr jokam, tp hal2 yg mrk anggap bid'ah tetap tdk dijlnkan spt infaq...

    Org2 ini kalo kita tegaskan bisa nggembosi dari dalam n membahayakan kelancaran ibadah kita...
    sekitar 3 bulan yang lalu · Laporkan
  • Firdaus Umar hah? benarkah mauludin bgtu???

    hehehee.... mauludin mulai "bar-ijtihad" juga tuh... ijtihadnya bid'ah juga kali ya?
    sekitar 3 bulan yang lalu · Laporkan
  • Arif Rusman ikut menyimak aja....
    sekitar 3 bulan yang lalu · Laporkan
  • Agung Sujatmiko Bener, akhirnya salape keliatan aslinya kalo mrk mbebek sama mauludin n Jarkoni jg mereka...
    sekitar 3 bulan yang lalu · Laporkan
  • Teguh Prayogo kita fokus kepada ibadah kita aja sob. perkuat barisan! yoi gak? hehe...
    sekitar 2 bulan yang lalu · Laporkan
  • Rikhie Supriyadi @teguh: setuju banget tuh bro.. perkuat barisan.. ane tunggu action selanjutnya bro :D
    sekitar 2 bulan yang lalu · Laporkan
  • IbnuTejo SabilGalipat Selain itu, para pengurus kudu hati-hati dengan para salafi yang masih ada dlm jamaah. Mereka memang punya siasat seperti itu(jangan buru-buru ngaku salafi dan keluar dr jamaah) kta spy waspada dan teliti terhadap keberadaan mrk. Perhatikan tatacara sholatnya dan ketertiban infaqnya....biasanya akan jelas keliatan bedanya disitu....
    sekitar 2 bulan yang lalu · Laporkan
  • Agung Sujatmiko Ganyang salafiyun yg masih di jokam, waghluz alaihim...

    Kalo nggak dikerasin bisa nggrogoti baik keimanan jokam maupun harta fii sabilillah...

    Ciri2nya bisa dilihat dari:
    1. Mereka mengharomkan mencukur jenggot (jd biasanya jenggotnya panjang)
    2. Mrk m'hukumi Persinas asad bid'ah, pancing dgn m'ajak diskusi ttg kegiatan asad
    3. Mrk m'hukumi bid'ah pada 5 bab, isrun dan bt

    selain diatas amsol kalo ada yg tau bisa menambahkan, ajkk...
    sekitar 2 bulan yang lalu · Laporkan
  • Saya Rizky Aristya Haduh salafi lagi di omongin, memang kek gitu gan, alhamdulillah ane tetap pada jokam, meski mereka hasut 1 KELUARGA untuk masuk salafi, tapi alloh udah kasih jawaban bgmn Quran dan hadist jadi jawaban ...

    mending gini aja om om semua, kita fikirkan bgmn caranya agar kita fokus ke ibadah kita, dan bgmn pula kita mendapat akhiratnya alloh...

    boong kalau di setiap saudara2 sekalian gk ada rintangan, yo pasti ada lah, so, tetap pada
    3: Qur'an , Hadist, Jamaah..
    5: yg pasti 5 bab.
    4: yang pasti 4 tali keimanan...


    AJkhh.... semoga alloh memberikan manfaat dan barokah untuk kita semua ...
    sekitar 2 bulan yang lalu · Laporkan

**************************************************************************************


  • Agung Sujatmiko Pada haqiqinya seorang muslim laki2 di wajibkan untuk jihad, berdasarkan dalil sesungguhnya surga itu di bawah naungannya pedang, sehingga utk memperoleh surga harus melaui peperangan...

    Pada zaman sekarang tdk ada peperangan, yang ada kewajiban utk bersiap2, latihan dan penjagaan aset2 fii sabilillah, karena perang itu tdk boleh diminta tp apabila di coba/digegeri/di tawur kita harus SIAP...

    Man mata walam yaghzu walam yuhaddits nafsahu bil ghozwi mata 'alaa su'batin min nifaqin, Barang siapa yg mati tapi belum pernah berperang dan belum pernah bercerita tentang peperangan/ belum pernah bersiap2 untuk peperangan (kalo sekarang media persiapannya melalui latihan asad), maka matinya atas cabang dari kemunafikan...

    Disinyalir di beberapa kelompok, desa, daerah, latihan asadnya macet atau ga lancar, dalam suatu musawaroh pengurus di dengar pembicaraan yg keluar dr seorang penerobos: "latihan asad itu sangat membosankan, dan sangat-sangat membosankan".
    Kalau pengurus/jamaah tdk bisa menghidup-hidupkan dan memotivasi ijtihad ini atau malah nggembosi dan ngentahi ijtihad ini, lalu bagaimana Jamaah bisa bertahan?? Lalu bagaimana jamaah bisa berjihad kalau di gegeri??

    Amsol sedulur2 Jokam united bisa ikut menghidup2kan tentang dalil dan ijtihad jihad ini, ajkk.....
    sekitar 6 bulan yang lalu · Laporkan
  • Donna Shopia SIAP PAK....!!!!
    WAMAA ROMA IDZ ROMAIITA WALAKINNALLOHA ROMA,,

    TIDAK ADA PENYIKSAAN...LANGSUNG BUNUH,,,,
    sekitar 6 bulan yang lalu · Laporkan
  • Rikhie Supriyadi @agung:perkeling yang bagus nih bro, memang di klmpk gw sendiri latihan asadnya kurang lancar, padahal gurunya cukup semanget, mungkin karena waktu latihannya aja kali ya yang jam 9an malem, jadi pada cape duluan, nggak tahu kalo di kelompok lain, jadwal latihan asadnya bagaimana.. ada yang mau share?
    sekitar 6 bulan yang lalu · Laporkan
  • Nouvre ZiaLandhe kalo disini latihan asadnya alhamdulillah lancar, waktu latihan nya hari sabtu setelah sambung sub klp sekitar jam 11.00 siang..rutinitas tiap bulan, minggu ke 1&3 asad,minggu ke 2&4 sepak bola , jadi sdikit mengurangi kebosanan dalam acara jamaah..mgk kalo di indo minggu pagi udah sepak bola,siangnya mgk ada sambung muda/i..atau acara sambung lainnya..trus malam nya asad..jadi jm banyak yg kecapean untuk datang latihan asad, coba kalo diadakan pagi hari,insya alloh lancar..
    sekitar 6 bulan yang lalu · Laporkan
  • Rikhie Supriyadi @helmi: wuiih.. mangstep bgt tuh bro, sebulan dua kali, siang hari lagi.. badan lagi semanget tuh kalo jam segituan mah.. musti usul ke pengurus nih kalo begini terus.. AJKk bro.
    sekitar 6 bulan yang lalu · Laporkan
  • Agung Sujatmiko Inget jg sedulur semua, agama yg haq pasti digegeri itu sudah jadi dalil, kenapa masih ada masjid-masjid jamaah yg bisa di robohkan?? kenapa masih ada tempat sabilillah jamaah yg berhasil di hancurkan?? Apakah di tempat2 tersebut tdk ada jamaahnya??

    Bagaimana bisa sebuah "makam" yang selalu rutin digunakan untuk pengajian kemudian akan digusur secara syah oleh putusan pengadilan negri kemudian tidak berhasil di gusur? Karena jamahnya bersama2 bersatu untuk membela tempat mereka.....

    Kenapa Jamaah yang jelas2 membela agama yang haq ini tidak mempunyai semangat tinggi seperti mereka???

    Mengutip nasehat salah satu KID di jkt kurang lebih spt ini: "Jangan sampai masjid ini tersentuh/di ambil satu bata pun oleh mrk sedangkan jamaahnya masih hidup dan ada di sini".
    sekitar 6 bulan yang lalu · Laporkan
  • Qorrie Nurulqisthi jihad jaman sekarang ga cuma asad tapi juga menetapi dapukan degan benar & amanah
    sekitar 6 bulan yang lalu · Laporkan
  • Agung Sujatmiko @Qorrie, betul..betu..betul..
    Wailul lil umaro' wailul lil umana' wailul lil urofa', netepi dapukan lebih mengarah pada perbuatan amanah dr bos n Alloh yg diberikan pd mrk, akan tetapi haqiqinya jihad adalah menerangkan ttg peperangan yg tdk ada pd zaman sekarang.

    Walaupun peperangan pd zaman sekarang tdk ada, tp dalil agama haq akan di rintangi tetap berjalan, sehingga kita harus bersiap2 dan waspada utk menjaga diri kita, keluarga kita, dan aset2 fii sabilillah.

    Seringkali dalil jihad juga diberikan pengertian dalam mengaji dan sambung walaupun dalil mengaji sebenarnya masuk dalam tolabul 'ilmi dan termasuk dalam alghodwatun aurouhatun fii sabilillah khoirummminaddunya wamaa fiiha.

    Nah, kesimpulannya jihad adalah suatu upaya pembelaan terhadap agama, harta, diri dan keluarga dari org2 yang akan merusaknya/menghancurkannya/merampasnya, dengan persiapan dan latihan yang telah di ijtihadi.

    Terlebih lagi setelah krismon pada 1997 bos telah mewajibkan baik pria maupun wanita dibawah maupun di atas 35 tahun supaya latihan asad, dan tdk ada mansukh sampai sekarang...
    sekitar 6 bulan yang lalu · Laporkan
  • Rikhie Supriyadi Setuju dengan qorrie, dan memang menetapi dapukan itu sifatnya lebih universal, karena dapukan itu bisa sebagai BP, KU, KI, Tim PKW, dll. Jadi kalo setiap kita menetapi dapukan kita dengan ngawa'i dan niat murni karna Alloh, insya alloh fungsi jihad fisabilillaah nya jauh lebih mangstappp dan barokah..
    sekitar 6 bulan yang lalu · Laporkan
  • Nouvre ZiaLandhe dulu waktu pertama masjid klp saya mau dibangun, banyak gegeran,banyak rintangan ,mau drusak lah,di lemparin kotoran manusia , & banyak lg perlakuan jelek masyarakat hum di sekitar terhadap kita, alhamdulillah berkat doa para jm & menetapi BUDI LUHUR, alloh paring ASLB, mnrut kabar dr ortu sya di indo.. bnyak masyarakat sekitar mengaji di masjid klp tsb, so..yg namanya barang haq itu pasti ada gegeran ( udah dalilnya), tp kita hrus pahami,kita yakini bahwa dr semua gegeran rintangan itu alloh paring jutaan pertolongan, milyaran kemenangan, surga pasti..seandainya waktu itu bolo pendem kita ga sabar,main sikat ga tau deh sekarang jadi apa??? ..
    sekitar 6 bulan yang lalu · Laporkan
  • Agung Sujatmiko Alhamdulillah kalo ada cobaan gegeran bisa di atasi dengan cara yg baik, pertolongannya Alloh beserta jamaah n semua tindakan dan instruksi bersumber dari bos bukan dari bp...

    Kalo bos bilang makan, mk bp akan toat dan sgr mengikuti instruksi tsb...

    Tdk ada seorangpun yg menginginkan situasi tegang n terjadi benturan, tp kalo pol2nya bos menginstruksikan utk bertahan sampai tejadi benturan mk jokam hrs benar2 sudah siap...
    sekitar 6 bulan yang lalu · Laporkan
  • Donna Shopia jangankan harta benda,, nyawapun insyAlloh akan kuberikan pd Alloh,,
    klo kita membunuh dengan benar,, maka pahala yg super besar akan menanti di akherat,,
    klo kita terbunuh,, pahala lebih super (syahid) pun akan menunggu kita,,

    tidak ada tawanan,,
    tidak ada penyiksaan,,
    tidak kasihan,,
    semua musuh bunuh,,
    sekitar 6 bulan yang lalu · Laporkan
  • Nouvre ZiaLandhe mnrut saya..saudara berusaha mendatangi acara mengaji&sambung ditengah kesibukan dalam kerja/aktifitas lainnya..nya termasuk JIHAD..jihad melawan hawa nafsu, jihad mengalahkan urusan duniawi..maaf ,intinya kan gimana ijtihad asad itu lancar..
    sekitar 6 bulan yang lalu · Laporkan
  • Donna Shopia @ helmi: setuju pak,, tp mbok menowo suatu saat nanti big bos
    benar2 mengibarkan bendera perang,, kita pun harus siap,,
    perbanyak membunuh musuh dengan cara yg baik,, (membunuh kafir 1= 1 cahaya di akherat)
    tinggal dikalikan,,
    dan mintalah pada Alloh untuk terbunuh dlm peperangan itu,,

    Allohumma anta adudi wa anta nashirii wabika uqotilu
    sekitar 6 bulan yang lalu · Laporkan

SUBHANALLAH...mereka tinggal menunggu instruksi dari imam "
suatu saat nanti big bos
benar2 mengibarkan bendera perang,, kita pun harus siap,,"

Comments
113 Comments

113 Response to "bahaya kumpul rahasia"

jumadil mengatakan...

waduhhh..bahaya nich sudah menunjukkan keaslian khowarijnya...

Anonim mengatakan...

BAPAK POLISI & INTELIJEN,
MOHON DITINDAKLANJUTI, WARGA LDII SIAP MAKAR & BAKAL LEBIH PARAH DARIPADA TERORIS.
PEMAHAMAN MEREKA BAHWA DI LUAR LDII ADALAH HALAL DARAHNYA ITU SANGAT BERBAHAYA

ekspendekarASAD mengatakan...

memang asad dan senkom di bangun hanya satu...itu adalah bala tentara perang mereka...mudah2an mereka di beri hidayah oleh ALLAH

gobel-jkt mengatakan...

berarti ada indikasi menggulingkan pemerintah RI nich

Anonim mengatakan...

saya setuju sekali bahwasannya pemerintah Republik Indonesia harus segera waspada terhadap gerakan 354. kalau bermuamalah dengan 'orang luar'/instansi pemerintah, wajah mereka menampakan bersahabat, mulut mereka manis. tapi kalau sudah dikalangan internalnya sendiri, wedew, ternyata akidah mereka sangat keji. kebatilan 354 itu tidak akan bisa mengalahkan al haq. 354 berdiri pada landasan yang sangat rapuh dan batil. mari umat islam dan segenap ahlu sunnah, rapatkan barisan untuk menghadapi makar 354. jangan lupa,minta pertolongan dan perlindungan Allah dari fitnah jeleknya kaum 354

jenggotpalsu mengatakan...

kami taat pemerintah bung...jangan selalu memojokkan LDII...dari yang berhubungan dengan pemerintah sampe masalah ketertiban lalu lintas kami di nasehati....

tidak sperti kalian...

pendekar asad mengatakan...

makanya...! kata siapa LDII gak punya tentara gak punya senjata, hanya salpi aja yang ribut jamaah harus punya wilayah dan pasukan yang menjaganya,masalah wilayah itu masalah nomer 2 coba salapi baca sejarah INDONESIA apakah presiden dulu yang di angkat apakah punya wilayah dulu baru mengangkat presiden,tentunya prasiden sukarno memerintah kan pasukan ABRI nya untuk merebut wilayah INDONESIA dari penjajahan belanda,begitulah kira2 jamaah sekarang imam sudah ada pasukan sudah disiapkan tiggal intruksinya aja,apalagi kalo kita membaca tulisanya mas abu ilyas ternyata kita ini hidup diatur oleh thoghut tapi alhamdulillah itu hanya masalah dunia kalo masalah agama kita betul2 diatur oleh bapak imam berdasarkan quran hadis jamaah,maka sedulur2 ku kabeh yang giat latihanya ASAD jangan pada malas ingat nasehat pak dhohir suatu saat nanti kita pasti dihadapkan 2 perkara kalo gak membunuh ya pasti di bunuh,maka kalo pingin kejayaan jamaah ini ya rajin2lah latihan asad dan persiapkan dirimu di medan JIHAD,ayo...ganyang habis kafirin dan murtadin,
maaf kalo agak kasar

Anonim mengatakan...

kafirin dan murtadin = seluruh orang islam yang tidak beat pada imam 354
354 itu kayak anak kecil yang lagi maen negara-negaraan, khalifah-khalafihan, imamnya juga sebenarnya cuma imam-imaman.
yang sangat ambisius pada kekuasaan itu rezim madigol ( keluarga nurhasan)+ orang-orang pusat (kasmudi and the gank), mereka menggunakan umat yang sudah ter-brainwash untuk ambisinya itu.
karena 354 itu masih kecil dan mikroskopik ( kecil banget sebenarnya), mereka mau ngga mau harus 'pura-pura baik'dulu pada pemerintah dan 'orang luar'. tapi klo taruhlah mereka punya senjata, wah bisa abis umat islam. oleh karena itu segenap kaum muslimin indonesia harus waspada. jangan biarkan bahaya laten 354 tetap eksis. kalaupun sekarang masih eksis, jangan berikan 354,ruang gerak dalam peta keislaman indonesia. insya Allah MUI juga tidak akan memberikan sertifikat 'tidak sesat' pada LD**, walau LDII sudah tidak sabar dan selalu menagih pada MUI agar LDII difatwakan tidak sesat oleh MUI. wahai saudara 354, kembalilah ilal haq, jangan jumud dan taklid pada ajaran nurhasan, masih banyak ustadz yang berguru di tanah suci mekkah dan lurus dalam beragama. bergurulah dan bertaklimlah dengan mereka. carilah second opinion

Anonim mengatakan...

wah..wah... si pendekar asad nih, otot kawat balung besi otak kelinci..
komennya semakin memperkuat bahwa beladiri ASAD digunakan untuk keperluan MAKAR islam jamaah, tidak main-main dia menggunakan perumpamaan bahwa saat ini negara ini dikuasai oleh penjajah, dan suatu saat wajib untuk digulingkan!!! dan yang dia anggap sah adalah kekuasaan "imam"nya, yang saat ini masih sembunyi-sembunyi / imam bawah tanah / imam tikus
NA'UDZUBILLAH

yang kedua, dia sendiri telah berdusta bahwa "imam"nya hanya mengurusi masalah agama tidak ngurusi dunia --> eh lha kok mempersiapkan MAKAR!!!

Anonim mengatakan...

wahai JENGLOT PALSU, apa kamu sudah lupa dengan pertanyaan jamaahmu yang sampe saat ini belum dijawab???

ni saya ksh pertanyaan mas anonim yg kemarin biar tidak lupa:
jelaskan "pertanyaan2 remeh ini" lengkap dgn kitab2 rujukannya;
1.Benarkah praktek surat taubat dlm jamaah?
2.Benarkah yg menentukan diterima tdknya taubat itu adalah imamnya kemudian menentukan kaffarohnya dlm bentuk uang?
3.Benarkah praktek qurban urunan sak jamaah, termasuk menyerahkan sejumlah uang qurban per desa dan daerah ke pusat?
4.Benarkah praktek persenan dan penjatahan kepada jamaah?
5.Benarkah orang yg tdk baiat pada bapak Imam kita itu kafir semua? Bagaimana dgn Syaikh2nya Nurhasan dulu? juga Syaikh2nya Kholil dan Aziz sekarang?
6.Benarkah kesaktian2 Nurhasan? Krn Nabi sendiri, para kholifah dan ulama salafus sholih/ syaikh2nya Nurhasan dan Syaikh2nya Kholil dan Aziz tdk ada yg memiliki kesaktian seperti Nurhasan.
7.Setelah sekian puluh tahun, knp baru sekarang2 ini kita diajarkan mustolah hadits? Dan ternyata banyak di dlm hadis himpunan kita ditemukan hadis2 dhoif bahkan maudhu'? (Benarkah Nurhasan belajar di Darul Hadis? Krn di sana pasti diajarkan tentang mustolah hadis), dan pertanyaan2 lainnya insya Alloh menyusul setelah Ustadz AlMukarrom Abu Ilyas telah menjelaskan ini. Jazakallohu Khoiro

wong meluruskan mengatakan...

masalah surat taubat. jama'ah sering menulis di atas amplop

1. ditujukan pada imam pusat (tobat thd peraturan2 imam pusat yg di langgar)
2. ditujukan pada imam daerah
3. ditujukan pada imam desa
4. ditujukan pada imam kelompok (tobat thd peraturan2 imam kelompok yg di langgar, spt tdk ngaji kelompok)

saya akan bertanya kepada saudara2 yg masih jamaah.

SIAPAKAH YG BERHAK MENERIMA TAUBAT?

imam pusat, imam daerah, imam desa atau imam kelompok?

atau ALLOH satu2nya Dzat yg menerima tobat hamba2nya???

Subhannaulloh...

skarang beberapa imam2 yg sudah tobat dan ruju, ALHAMDULILLAH istirgfar sebanyak2nya dan kalimat tauhid sebanyak2nya.

irwan_jateng mengatakan...

Kagem kabehan sing ngaku salapi

Mas saya lagi butuh sanad gurunya sampean,tinggal menampilkan tidak usah banyak komentar.Kan simpel ngga' capek buat komentar yang mutar muter, menghabiskan waktu & tenaga.Tak tunggu temenan gie loh, sanade soon??

Irwan Banyumas

irwan_jateng mengatakan...

Memang saya baru belajar mas, tapi sedikit2 alhamdulillah sudah baca beberapa kitab2 ulama salaf sing ASLI SALAF
1. Dalaail at Thauhid komsuuna Su'aalan wa jawaaban fil aqidah,(Syeh Muhammad bin 'abdul wahhab)
2. Tathhirul i'tiqad 'an adranis syirki wal ilhad,(Al imam Muhammad bin Al amir Ash Shan'ani)
3. Syarhu kasfusy syubhat, (Syeh Soleh Fauzan)
4. Syarhu ma'na at thoghut,(syeh soleh Al fauzan)
5. Syarhu tsalatsatil ushul, (Syeh Abdulloh bin baz & Syeh utsimin)
6. Majmu fatawa, (Syeikhul Islam Ibnu Taimiah)
7. Sirah nabawiah,(Syeh Shafiyyur Rohman Al mubarokfuri)
8. Al aqidah ath tohawiah,
9. Syarah Nawaqidil islam, (Syeh soleh Al Fauzan
10. Wala' wal Bara' (Syeh soleh Alfauzan)
11. Manzilatus Sunnah Fil islam wa bayan annahu la yustaghna anha bil qur'an (syeh Muhammad Nashirudin Al Albani)
12. Lamhah 'anil firoqid dhollah (syeh sholeh al fauzan)
13. Lum'atul I'tiqod Al-Hadi ila sabilir rosyad, (Al Imam Ibnu Qudamah Al Maqdisy)
14. Raf'ul malam 'anil A-immatil a'lam (Syeikhul islam ibtu taimiah)
15. Majmu' Fatawa wa Maqalaat mutanawi'ah (Syeh abdul aziz bin baz)
16. Syarhu aqidah washitiah (Syeh Utsaimin)

ya hitung2 ngikuti nasihatnya ustad qomar, yang katanya wijadah saja.

Setelah saya baca kok tambah mantap keyakinan saya di LDII.
Alhamdulillah ,,

sedikit info buat mas MUSTAPA
Salim ied alhilali&Ali hasan alhalabi sudah ditahdzir oleh DEWAN LAJNAH Arab Saudi mas.karena ada indikasi dalam tulisan tulisannya mengarah ke aqidahnya murji'ah.

maturnuwun

irwan banyumas

mustapa mengatakan...

maap..tulisan syaikh ali hasan al halabi itu sudah lama sebelum beliau di tahdzir...

Anonim mengatakan...

@ irwan_jateng : setelah Anda mempelajari ke-15 kitab ahlusunnah tsb, apakah anda masih berkesimpulan bahwa:
1. Diluar jamaah Ldii kafir??
2. Apakah bemakmum di blakang imam sholat selain jamaah Ldii juga di hukumi tidah sah sholatnya?
3. Apakah jumatan dengan orang luar LDII juga tidak sah?
4. Apakah nikah dengan orang luar LDII juga tetap tidak boleh?
5. Apakah baca2 kitab2 karangan tetap tidak boleh, padahal anda sendiri melakukanya?

trus bagian/point mana yg membuat anda makin mantab berada di ldii setelah baca2 kitab yg anda sebutkan?boleh di share mas Ridwan. saya Jamaah mas..biar tambah mantab seperti njenengan mohon di jelaskan secara rinci beserta dalil dan rujukanya.

Mugo2 Allah paring Manfaat lan Barokah kepada kita semua yg masih punya niatan baik dan peduli dengan kelanggengan Al-Quran dan Sunnah (baik ldii maupun salafi)

Anonim mengatakan...

jenggotpalsu berkata...

kami taat pemerintah bung...jangan selalu memojokkan LDII...dari yang berhubungan dengan pemerintah sampe masalah ketertiban lalu lintas kami di nasehati....
tidak sperti kalian...

Oktober 23, 2010

-----------------------------------

Sampeyan lucu mas...

Kmrn2 bilang, salafi ngapain bayar2 pajak ke pemerintah yang nyata2 thogut...

Trus skrg kok bilangnya LDII taat pemerintah...

LDII tukang bohong...

Anonim mengatakan...

berkeyakinan bahwa hanya kalangan 354 saja yang memiliki sanad adalah bukti bahwa mereka seperti katak dalam tempurung dan tidak mengerti ilmu sanad dan mustholah hadits. kalau anda menanyakan pada kalangan awam 354 tentang sanad, merekapun banyak yang tidak mengerti dan tidak tau. mereka cuma bilang 'pokoknya ulama kami punya sanad dari nurhasan'

kalau mereka 354, mau keluar dari tempurungnya barang sedikit saja, mereka akan tahu bahwa banyak sekali ulama ahlu sunnah yang memiliki sanad. dan sanad yang ahlu sunnah miliki pun tidak membuat ahlu sunnah bersombong dan mencap orang islam diluar kalangannya adalah kafir dan tidak sah akan keislamannya seperti apa yang telah dilakukan kalangan 354 selama ini. tapi saya senang, beberapa kalangan 354 mulai membuka diri dengan ahlu sunnah. kalaupun masih belum mendapat pengertian yang pas dan belum bisa meninggalkan manhaj takfir dan hizbinya,kalau terus mencari kebenaran, insya Allah, Allah paring hidayah tentang penyimpangan 354. oleh karena itu kepada sdr Irwan, teruslah mencari ilmu, teruslah cari keterangan, teruslah cari kebenaran. akan semakin mudah mendapatkan pemahaman yang sempurna, kalau anda berani untuk tidak bertaklid pada pemahaman nurhasan yang selama ini mungkin anda kuat yakini.itu hanyalah ilusi.jangan hanya mencari keterangan pada ulama-ulama 354 di kediri, karena jawaban mereka harus disesuaikan dengan kekuasaan pusat. itu yang menyebabkan kredibilitas mereka menjadi rendah.carilah ilmu dan bergurulah pada ustad ahlu sunnah dengan manhaj yang lurus

Anonim mengatakan...

BERBOHONG DAN SUKA MENJILAT LUDAH , adalah ahlaq islam jamaah , MAKAR adalah tujuan akhirnya .

kamu jenggot palsu dan pendekar asad , bodoh kok dipelihara ......

buat pendatang baru @irwan_jateng , bersyukurlah karena kamu sudah dari awal mengatakan " BARU BELAJAR " , maka saranku teruslah belajat.....

kalau kamu sudah membaca buku tersebut tentulah dengan mudah kamu bisa menjawab beberapa pertanyaan tersebut ( @anomin dibawahmu ) .
jangan2 kamu hanya SUKA BERHOHONG dan dengan SEGALA CARA kamu tempuh untuk melanggengkan aqidah takfirnya ldii

Abu Mufidah mengatakan...

Ada Artikel BAGUS :

Penyelewengan Terhadap Ayat : Ingatlah Suatu Hari Kami Panggil Tiap Umat Dengan Pemimpinnya

http://www.almanhaj.or.id/content/2645/slash/0

Anonim mengatakan...

Astagfirullah mereka ingin membunuh orang yang mengucapkan 2 kalimat syahadat!!!!!
mereka tidak tahu arti jihad
mereka tidak tahu tingkatan jihad
mereka tidak tahu arti kafir
mereka tidak tahu macam orang kafir
INTINYA???
NGAJI LAGI SONO GIH...
BIAR TAU KATA JIHAD DAN KAFIR
ABUFATIH LUBANG BUAYA

Anonim mengatakan...

yah seperti biasa jokam itu orang bodoh berbicara ttg agama
RUWAIBIDHOH
abufatih

Anonim mengatakan...

to irwan banyumas :

Seandainya betul antum telah mempelajari kitab2 salaf tersebut, maka sangat mengherankan jika antum masih berakidah 354.

kalau boleh tau, dari kitab2 tersebut, bagian mana yang menyebabkan antum bertambah yakin dengan 354??

antum bertambah yakin dengan 354, tentunya antum bisa menjawab 7 point pertanyaan yg ada diatas bukan? bagaimanakah jawabannya??

coba sebutkan apakah pengertian jamaah, imamah & baiat menurut para ulama salaf yg antum baca di kitab2 tersebut??

---

tentang Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi,
antum bisa baca di AT-TA'RIF WATTANBIHAT hal.15
dimana Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengkoreksi Lajnah.

juga cek di,
AR-RODDUL BURHANI, hal. 256-259,
Syaikh Husein bin Abdul Aziz Alu Syaikh berkata :

Fatwa Lajnah tidaklah memvonis Syaikh Ali sebagai Murji’ah dan ini tidak mungkin dilakukan oleh Lajnah!! Lajnah hanya berbeda pendapat dan berdialog dengan Syaikh Ali. Adapun orang lain yang menginginkan dari munculnya fatwa ini untuk memvonis Syaih sebagai Murji’ah maka aku tidak paham (apa maksud mereka). Dan saya kira saudara-saudaraku tidak memahaminya seperti itu. Mereka para Masyayikh sangat menghormati dan menghargai beliau.

----

tentang Syaikh Abu Usamah Salim Ibn `Eid Al-Hilali yg antum sebutkan ditahdzir Lajnah Da'imah, saya pribadi tidak mengetahui info tersebut.
darimanakah antum mendapat info sesat itu??
tentunya antum tidak mengarang2 sendiri bukan??

---

tentang ustadz Qomar,
saya kira beliau tidak hanya menganjurkan wijadah saja utk memperoleh ilmu.
hanya saja dalam tulisannya mengenai LDII itu beliau menekankan bahwa al wijadah juga sah dalam hal pengamalan.
tentunya ustadz Qomar tidak melarang kita untuk belajar di Darul Hadits atau Ma'had Harom (tpt belajar kholil) bukan?

Anonim mengatakan...

berani menyalahkan ulama dgn info yg ga jelas, memperkuat hujah kelompoknya dgn ga jelas, & memojokkan ustadz dgn pngertiannya sendiri.
Itulah ciri-ciri pencari ilmu palsu!!
seorang thulab harusnya berhati ikhlas, ridlo & tidak mengedepankan hawa nafsu.
camkan itu irwan!!

Anonim mengatakan...

tauhid gak tau aja mo ngajak JIHAD
sama aja gak punya gigi mo mengigit

Anonim mengatakan...

Tidak semua yg baca ini bodoh seperti salafi!!!

Setelah baca obrolan diatas, sebenarnya jelas tujuannya adalah utk persiapan pembelaan diri, atau oleh pemerintah disebut PAM SWAKARSA., dan tdk ada indikasi sama sekali utk makar seperti makarnya salafi jihadi.

Jangan2 salafi bodoh otaknya dibawah rata2, jd ga ngerti PAM SWAKARSA...

Karena pengertian jihad itu bukanlah lantas menyerang/makar yg mungkin itu digunakan oleh penafsiran salafi jihadi sendiri, bisa dikatakan jihad juga apabila seseorang mempertahankan akidah, harta dan dirinya.

Bagaimana caranya mempertahankannya yah harus dengan persiapan donk, krn pemerintah menyadari ketidakmampuan akibat keterbatasan anggota POLRI nya untuk bisa menjamin keamanan dan kebebasan beragama masyarakatnya, mk dicetuskanlah PAM SWAKARSA yg didukung penuh oleh LDII.

Mudeng ora Son???

Anonim mengatakan...

mas jokam semuanya...perhatian
idup kalian tuh dah di boongin sama imam, mereka merampas harta kalian dg kedok agama
agama kalian semua itu tergadai kepada mereka semua karena kpd mereka saja anda percaya urusan agama ini
eh dah gitu ngomong JIHAD LAGI!!!
jihad itu agung
anda cuman bisa silat aja bangga mo jihad.
jihad itu dengan niat karena ALLAH dulu,bukan karena diniati krn IMAM atw LDII

Anonim mengatakan...

yang PAM swakarsa itu senkom. bukan ASAD. sebenarnya senkom dan asad itu punya 2 fungsi. fungsi keluar dan fungsi ke dalam. nah PAM swakarsa itu adalah fungsi keluar. fungsi keluar ini sebenarnya cuma jubah untuk menutupi fungsi sebenarnya yaitu fungsi ke dalam.dan masalah substansipun bukan di masalah PAM SWAKARSA dll, tapi terlihat jelas bagaimana alam nalar jamaah 354 yang memang menyimpan potensi yang sangat kuat untuk makar dan kelakuan khawarij.

354 juga masih jauh dari kudeta dan makar, saya juga punya hitungan kalkulasi kekuatan jamaah 354. 354 itu masih kecil. oleh karena masih kecil, gerakan khawarij-nya kita hadang pak. karena kalau membesar jadi bahaya pak. walaupun masih kecil, 354 sudah terlihat sekali dari sekarang akan tabiat khawarij dan akidah kejinya. moga 354 mo tobat ya, aku masih menyimpan harapan itu

Anonim mengatakan...

mas jokam yang BODOH!!!!!
baca visi dan misi FPQH!!!
dulu pernah saya baca misi mereka adalah ;memerangi orang kafir!!!!
pam swakarsa= sekom= KACUNG
gimana mo jihad wong sama polri aja di anggap KACUNG!!!!,JONGOS!!!!!

Anonim mengatakan...

"Setelah baca obrolan diatas, sebenarnya jelas tujuannya adalah utk persiapan pembelaan diri, atau oleh pemerintah disebut PAM SWAKARSA., dan tdk ada indikasi sama sekali utk makar seperti makarnya salafi jihadi."

Yah... dusta lagi dusta lagi,bohong lagi..bohong lagi...mulutmu apa gak cape tuh,wahai tukang bohong....

"Tidak semua yg baca ini bodoh seperti salafi!!!
Jangan2 salafi bodoh otaknya dibawah rata2, jd ga ngerti PAM SWAKARSA..."

Yah... dusta lagi dusta lagi,bohong lagi..bohong lagi...mulutmu apa gak cape tuh,wahai tukang bohong....
yg bener tuh yang otak cacing tuh yg ngomong itu, jelas jelas obrolannya mau makar, bilangnya PAM SWAKARSA
---> kesimpulan: orangjokam tuh
1.tukang bohong
2.tukang goblok

Anonim mengatakan...

berarti cuman megang:sapu,alat pel,beliin makan anggota polri,motong rumput dll
gimana megang popor senapan, ngangkat bren,jongos itu pion mati duluan!!!!
dimata jamaah ldii aja keren tapi dimata orang umum: jongos ya jongos naik pangkat jadi pembantu
sejuta pendidikan dan latihan lagi baru bisa jadi KOPRAL itupun kalo umur dah 54,5 tahun biar sencung senang

Anonim mengatakan...

to irwan

saya ragu kalo dia bener2 baca buku2 tersebut???!!!
menurut saya dia cuma baca judulnya aja tuh...trus dusta lagi deh dia ngomong makin mantap di jokam..
tau sendiri kan jokam tuh sangat sulit dipercaya....seperti AMIRnya tukang dusta,dajjal

Anonim mengatakan...

patut diketahui oleh para khawarij 354, bahwasannya tidak ada satupun ahlu sunnah tertarik untuk menyerang warga 354 secara fisik. itu bukan akhlak mulia. ahlu sunnah hanya memberikan nasihat dan koreksi atas penyimpangan-penyimpangan dari ajaran sesat 354. ini yang disalahpahami oleh khawarij 354, seolah-olah umat islam indonesia akan melakukan penyerangan secara fisik terhadap warga 354. yang terlihat sekarang adalah, khawarij 354 sedang mengalami kepanikan semu.sehingga tercipta retorika jihad dikalangan mereka. tak dipungkiri bahwa 354 memang pernah digegeri secara fisik. tapi itu bukanlah dari dakwah 354, itu adalah gelombang emosi masyarakat awam saja terhadap 354. kami sendiripun akan membenci segala bentuk potensi gesekan fisik. itu bukan solusi. solusi yang benar adalah memberi nasihat pada 354 dengan dalil yang rajih. pemecahan masalah sebenarnya sangat mudah yaitu 354 mau meninggalkan kesombongannya terhadap nasihat dan ruju ilal haq. masalah menjadi kian kompleks karena 354 begitu keras kepala mempertahankan akidah takfir dan hizbinya. masalah akan semakin besar karena ulah 354 itu sendiri. anda saja, oh andai saja kalau imam mereka tahu betapa pertanggungjawabannya sangat berat disisi Allah

Anonim mengatakan...

Comment2 penuh dengan amarah, emosi dan hawa nafsu apabila salapret postingannya dibantah dengan argument yg jelas dan benar, disertai bukti dan nalar yg positif, bukan dengan nalar IQ jongkok dibawah rata-rata....

Anonim mengatakan...

AWAAAASSSS!!!!

KHOWARIJ GAYA BARU TELAH MENUNJUKKAN BATANG HIDUNGNYA, SETELAH BERPULUH TAHUN DIBITHONAHKAN,MENJADI TIKUS,SEKARANG MULAI PINGIN EKSIS

NEGARA DALAM KEADAAN BAHAYA!!!

Anonim mengatakan...

bisa dimengerti kalau 354 itu akan berputus asa apabila dikonfrontir dengan dalil haq. sebaiknya kalau para kecebong ngga kuat mental, jangan masuk arena ini. nanti malah terpengaruh trz 'murtad' gimana? :)

Anonim mengatakan...

#
Donna Shopia SIAP PAK....!!!!
WAMAA ROMA IDZ ROMAIITA WALAKINNALLOHA ROMA,,

TIDAK ADA PENYIKSAAN...LANGSUNG BUNUH,,,,
sekitar 6 bulan yang lalu · Laporkan
___
inikah PAM SWAKARSA????

Anonim mengatakan...

Donna Shopia @ helmi: setuju pak,, tp mbok menowo suatu saat nanti big bos
benar2 mengibarkan bendera perang,, kita pun harus siap,,
perbanyak membunuh musuh dengan cara yg baik,, (membunuh kafir 1= 1 cahaya di akherat)
tinggal dikalikan,,

----
orang kafir yang dimaksud itu orang islam non 354

keliatan banget kan? betapa sakitnya kejiwaan mereka? betapa cederanya akidah mereka?

ulah siapa? nurhasan sableng

Anonim mengatakan...

halah...mas2 ngk usah terlalu dipikirin ulah ugal2an jokam kuwi. la wong iku gawe persiapan Jihati wong2 seng telat mbayar upeti alias isrun alias perpuluha/10%an (koyok katolik)hehehehehe....*kaburrrr*

Anonim mengatakan...

PENGUMUMAN BAGI SEDULUR JAMAAH DI SURABAYA :

Hadirilah Kajian Ilmiah " Tazkiyatunnufus " yang insya Allah disampaikan oleh Ust. Yasid bin Abdul Qodir Jawwas.

Sabtu , 30 Oktober 2010 , ba'da ashar s/d selesai.

Tempat : Masjid Jami' Makkah , jl, Bendul Merisi Tengah No. 48.

Semoga ada manfaatnya bagi yang mau hadir.

Anonim mengatakan...

Comment2 penuh dengan amarah, emosi dan hawa nafsu apabila salapret postingannya dibantah dengan argument yg jelas dan benar, disertai bukti dan nalar yg positif, bukan dengan nalar IQ jongkok dibawah rata-rata....

yang emosi siapa???? yang hawa nafsu siapa??? wong kami makin tahu akidah LDII itu KHAWARIJ
bagai matahari disiang bolong
bukti sudah menunjukkan
jadi gak perlu nalar pake IQ lagi wong mikirin orang sesat aja pake IQ!!!!
kasian otak mikir ldii yang sesat,nyimpang mending mikirin tauhid,dakwah,akhirat,keluarga dll
lihat dakwah SALAF sudah berkembang
makin banyak orang yang berjenggot,gak isbal lagi,ngaji yang bener sesuai pemahaman salafush shaleh
klo ldii kebalikan ISRUN mulai menurun,banyak yang ruju'ilal haq,bnyak yg gak sambung lagi
BARU TUH IMAM MEREKA MIKIR PAKE IQ (yang jongkok) gimana cara mengembalikkan kejayaan dan kekayaan mereka
eh NGOMONG TENTANG JIHAD!!!
tahu gak pembatal2 keislaman????
pikiran mereka: klo jamaah banyak yang jihad banyak yang mati(gak terlatih) makin banyak janda,harta warisan,jadi harta warisan bwt pengganti isrun,jandanya buat pengurus.
tuh pikiri pake IQ wahai jokam yang punya OTAK!!!!

Anonim mengatakan...

Pengkafiran terhadap kaum muslimin.
Aksi-aksi teror yang terjadi didukung oleh doktrin-doktrin sesat yang ditanamkan kepada para pelaku teror. Mereka meyakini bahwa orang muslim di luar kelompok mereka dianggap telah murtad (keluar) dari Islam. Alasannya -menurut mereka- adalah karena mereka -kaum muslimin- diam terhadap kezaliman yang terjadi dan tidak mau bergabung dengan mereka dalam melawan penguasa yang tidak menjalankan Islam secara sempurna dalam kekuasaan mereka. Maka orang yang tidak sependapat dan tidak mendukung aksi teror mereka dalam menegakkan keadilan, menurut mereka adalah penentang Islam. Siapa yang menentang Islam berarti ia sudah kafir. Demikianlah filosofi pengkafiran gerakan terorisme dalam menghalalkan darah orang muslim yang di luar kelompok mereka.

Kita tidak mengingkari tentang adanya hal-hal yang dapat mengeluarkan seseorang dari Islam. Akan tetapi ada kode etik dan syarat-syarat serta hal-hal yang menghambat dijatuhkannya vonis kafir kepada seseorang. Hal ini tidak pernah luput dalam kupasan para ulama yang menulis kitab-kitab aqidah Ahlussunnah. Kemudian yang berhak menerapkan kode etik serta berbagai ketentuan tersebut adalah ulama yang terpercaya dalam ilmunya. Bukan sembarang orang yang berhak untuk menerapkannya kepada siapa saja, terlebih anak-anak muda yang baru belajar tentang Islam. Karena banyak hal yang perlu diketahui dan dipahami dalam masalah tersebut. Pertama hal yang menjadi poin pengkafiran harus ada dalil yang jelas dari Al Qur’an dan Sunnah, bukan dalil yang samar-samar, apalagi hanya disandarkan kepada sangkaan atau berita media informasi yang tidak akurat. Pembahasan ini sangat luas dan panjang sehingga tidak mungkin kami jelaskan dalam kesempatan terbatas ini. Akan tetapi, Rasulullah  telah mengingatkan umatnya agar tidak bermudah-mudah dalam menuduh seseorang kafir, karena bahaya dan akibatnya sangat fatal. Sahabat Abu Dzar menceritakan bahwa ia mendengar Rasulullah  bersabda:

((وَمَنْ دَعَا رَجُلاً بِالْكُفْرِ أَوْ قَالَ عَدُوَّ اللَّهِ. وَلَيْسَ كَذَلِكَ إِلاَّ حَارَ عَلَيْهِ» رواه مسلم.
“Barangsiapa memanggil seseorang dengan (sebutan) kafir atau mengatakannya sebagai musuh Allah sementara halnya tidak demikian, maka hal tersebut kembali kepada pengucapnya.” (HR. Muslim)

Demikian besarnya dosa orang yang memvonis orang muslim dengan kafir tanpa ada dalil. Bagaimana jika yang divonis kafir itu seluruh kaum muslimin secara mutlak, tentu dosanya akan lebih besar lagi.
Berkata Syeikh Muhammad bin Abdul Wahab: “Saya tidak mengkafirkan seorangpun dari kalangan muslim yang melakukan dosa. Dan tidak pula mengeluarkan mereka dari lingkaran Islam.”
Komentar: Dari ungkapan beliau ini terbantah tuduhan bohong bahwa beliau membawa paham teroris, mengkafirkan kaum muslimin atau berfaham khawarij.

Anonim mengatakan...

Menentang dan membangkang terhadap penguasa.
Doktrin terorisme telah melanggar aqidah Ahlussunnah tentang wajibnya taat dan patuh kepada penguasa dalam hal yang baik, sekalipun mereka berbuat zalim. Hal ini telah disepakati oleh seluruh ulama Ahlussunnah. Jika penguasa menyuruh kita melakukan hal yang haram, kita dilarang untuk mentaatinya dalam hal tersebut. Tetapi hal itu bukan berarti kita boleh mencela dan merongrong kekuasaannya, serta menentangnya dalam perintah lain yang sesuai dengan kebenaran.Oleh sebab itu, kitab-kitab aqidah Ahlussunnah tidak pernah luput dari menjelaskan tentang hal tersebut, karena begitu banyak dalil menegaskan masalah tersebut.

1. Dalil dari ayat-ayat Al qur’an
{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ} [النساء/59]
“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.”
Syeikh As-Sa’dy berkata dalam tafsirnya: “Allah perintahkan untuk taat kepada Ulil Amri, yakni para penguasa dan pejabat serta para mufti. Sesungguhnya tidak akan pernah berjalan baik urusan agama dan dunia kecuali dengan mentaati dan mematuhi mereka, sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan mengharap pahala di sisi-Nya. Akan tetapi hal itu dengan syarat tidak dalam hal bermaksiat kepada Allah.”
{وَإِذَا جَاءَهُمْ أَمْرٌ مِنَ الْأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُوا بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُولِي الْأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنْبِطُونَهُ مِنْهُمْ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لَاتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلَّا قَلِيلًا} [النساء/83]
“Dan apabila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan ataupun ketakutan, mereka lalu menyiarkannya. Dan jika seandainya mereka itu menyerahkannya kepada Rasul dan Ulil Amri di antara mereka, tentulah orang-orang yang ingin mengambil keputusan (akan dapat) mengetahuinya dari mereka (Rasul dan Ulil Amri). Kalau tidaklah karena karunia dan rahmat Allah kepada kalian, tentulah kalian mengikuti syaitan, kecuali sebahagian kecil saja (di antaramu).”
Para ulama mufassirin menjelaskan; kalau suatu berita tentang perdamaian dan ketakutan itu disampaikan kepada Rasul dan Ulil Amri, tentulah Rasul dan Ulil Amri yang ahli dapat menetapkan kesimpulan (istinbath) dari berita itu.
2. Dalil dari hadits-hadits Nabi 
Taat kepada penguasa adalah bukti ketaatan kepada Allah dan Rasul . Sebaliknya, menentang penguasa sama dengan menentang Allah dan Rasul .
Dari Abu Hurairah  bahwa Nabi  bersabda:
«من أطاعني فقد أطاع الله ، ومن عصاني فقد عصى الله ، ومن يطع الأمير فقد أطاعني، ومن يعص الأمير فقد عصاني وإنما الإمام جنة يقاتل من ورائه ويتقى به فإن أمر بتقوى الله وعدل فإن له بذلك أجرا وإن قال بغيره فإن عليه منه» رواه البخاري.
“Barangsiapa taat kepadaku, maka sungguh ia telah mentaati Allah. Barangsiapa yang durhaka kepadaku, maka sungguh ia telah mendurhakai Allah. Barangsiapa taat kepada penguasa, maka sungguh ia telah mentaatiku. Sebaliknya barangsiapa yang durhaka kepada penguasa, maka sungguh ia telah mendurhakaiku. Sesungguhnya seorang pemimpin hanyalah sebagai perisai yang jika berperang harus di belakang komandonya dan berlindung di baliknya. Jika ia memerintahkan untuk bertaqwa dan berlaku adil, maka ia mendapat pahala karenanya. Namun bila memerintahkan sebaliknya, maka ia menanggung dosa atasnya.” (HR.Bukhari)
Hadits di atas menjelaskan bahwa diantara bukti ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya adalah ketaatan kepada penguasa.

Anonim mengatakan...

Ancaman terhadap orang yang menentang dan melawan penguasa
Dari Abu Hurairah , dari Nabi  bahwa beliau bersabda:
« مَنْ خَرَجَ مِنَ الطَّاعَةِ وَفَارَقَ الْجَمَاعَةَ فَمَاتَ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً وَمَنْ قَاتَلَ تَحْتَ رَايَةٍ عُمِّيَّةٍ يَغْضَبُ لِعَصَبَةٍ أَوْ يَدْعُو إِلَى عَصَبَةٍ أَوْ يَنْصُرُ عَصَبَةً فَقُتِلَ فَقِتْلَةٌ جَاهِلِيَّةٌ » رواه مسلم.
“Barangsiapa keluar dari ketaatan (terhadap penguasa) dan memisahkan diri dari Jama’ah kaum muslimin lalu ia mati, maka ia mati dalam keadaan mati jahiliyah. Barangsiapa berperang di bawah bendera kefanatikan; marah atas dasar fanatik, mengajak kepada fanatik atau membela kefanatikan lalu ia mati, maka matinya dalam keadaan mati jahiliyah.” (HR. Muslim)
Dalam hadits di atas terdapat ancaman bagi orang yang keluar dari ketaatan kepada penguasa jika ia mati, maka kematiannya seperti orang yang mati dalam keadaan jahiliyah.

Wajib taat dan patuh kepada penguasa dalam kondisi apapun, kecuali dalam hal maksiat.
Dari Ibnu Umar , dari Nabi  bahwa beliau bersabda:
« عَلَى الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ السَّمْعُ وَالطَّاعَةُ فِيمَا أَحَبَّ وَكَرِهَ إِلاَّ أَنْ يُؤْمَرَ بِمَعْصِيَةٍ فَإِنْ أُمِرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلاَ سَمْعَ وَلاَ طَاعَةَ» متفق عليه.
“Wajib atas seorang muslim untuk mendengar dan ta’at (kepada penguasa) terhadap perkara yang ia sukai dan ia benci, kecuali bila diperintah untuk bermaksiat. Jika ia diperintah untuk bermaksiat, maka tidak boleh mendengar dan taat (dalam maksiat tersebut)”. (HR. Bukhari Muslim)
Dalam hadits di atas terdapat penjelasan tentang wajib dalam segala kondisi, baik suka maupun duka. Dan terdapat pula larangan taat jika penguasa menyuruh berbuat maksiat atau dosa.

Wajib taat dan patuh kepada penguasa dalam kondisi apapun, sekalipun mereka berlebihan dalam memakan harta negara.
Dari Abu Hurairah  ia berkata, Rasulullah  bersabda:
«عَلَيْكَ السَّمْعَ وَالطَّاعَةَ فِى عُسْرِكَ وَيُسْرِكَ وَمَنْشَطِكَ وَمَكْرَهِكَ وَأَثَرَةٍ عَلَيْكَ»رواه مسلم.
“Wajib atasmu untuk mendengar dan taat dalam waktu sulit maupun lapang, di saat bersemangat maupun dalam hal yang kurang engkau sukai dan pada waktu penguasa memonopoli harta negara di atas engkau.” (HR. Muslim)
Dalam hadits di atas terdapat perintah untuk tetap taat kepada penguasa dalam segala kondisi sekalipun ia memakan harta negara secara berlebihan.
Berkata Imam Nawawy: “Tetaplah tunduk dan patuh pada penguasa sekalipun mereka lebih mengkhususkan dirinya dengan dunia, dan tidak memberikan kepada kalian hak-hak kalian yang ada pada mereka. Hadits ini perintah untuk tetap tunduk dan patuh dalam segala kondisi. Dimana hal itu akan mempersatukan kaum muslimin, terlebih perpecahan hanya akan menyebabkan keadaan mereka rusak berantakan baik dalam urusan dunia maupun urusan akhirat” .
Dari Abdullah bin Mas’ud  ia berkata, Rasulullah  bersabda:
((ستكون أثرة وأمور تنكرونها))
“Kelak akan datang keadaan dan perkara-perkara yang kalian ingkari.”
Mereka (para sahabat) bertanya,”Apa yang harus dilakukan oleh orang yang mendapatinya? Beliau bersabda:
((أدوا الحق الذي عليكم وسلوا الله الذي لكم)) متفق عليه.
”Tunaikan kewajiban yang dibebankan atas kalian dan mintalah hak kalian kepada Allah.” (HR. Bukhari Muslim)
Dari Junadah bin Abi Umayyah, ia berkata:
دخلنا على عبادة بن الصامت وهو مريض قلنا أصلحك الله حدث بحديث ينفعك الله به سمعته من النبي  قال دعانا النبي  فبايعناه فقال فيما أخذ علينا أن بايعنا على السمع والطاعة في منشطنا ومكرهنا وعسرنا ويسرنا وأثرة علينا وأن لا ننازع الأمر أهله إلا أن تروا كفرا بواحا عندكم من الله فيه برهان)) متفق عليه.
“Kami masuk menemui Ubadah bin Shamit yang sedang sakit. Kamipun mendo’akannya; ‘Semoga Allah memberikan kebaikan kepada Anda’. Sampaikanlah sebuah hadits yang anda dengar dari Rasulullah  semoga Allah memberi manfaat kepada Anda dengannya. Ia menuturkan, ”Dahulu Nabi  memanggil kami agar mengambil baiat (sumpah setia) kami kepada beliau”.

Anonim mengatakan...

maka pernyataan sumpah setia yang beliau ambil dari kami adalah “agar kami mendengar dan ta’at di waktu bersemangat maupun dalam keadaan yang tidak disukai, di waktu lapang maupun sulit serta di saat penguasa memonopoli harta negara di atas kami. Dan agar tidak mencopot penguasa dari kekuasaannya kecuali jika kalian melihat kekufuran yang nyata yang kalian memiliki bukti nyata dari agama Allah”. (HR. Bukhari Muslim)
Dalam hadits ini terdapat penjelasan tentang syarat-syarat yang mesti terpenuhi ketika meninggalkan ketaatan kepada penguasa:
– Wajibnya memiliki bukti (dalil) bahwa perbuatan tersebut dihukum kafir oleh Allah dalam agama, bukan berdasarkan kepada dalil-dalil yang samar.
– Wajibnya memiliki bukti bahwa penguasa telah melakukan perbuatan tersebut, bukan berdasarkan kepada isu dan opini.
– Perbuatan kufur tersebut dilihat dengan kasat mata oleh khalayak ramai.
mo lengkap lagi???
baca ibnuramadan.wordpress.com/2010/09/18/mengapa-terorisme-dikecam-ii/

Anonim mengatakan...

baca juga:
addariny.wordpress.com/2010/02/28/terorisme-bukan-dari-islam/
buka situs ustadz yang ngerti SUNNAH bukan ustadz yang ngerti ISRUN,SURAT TAUBAT BAYAR KAFARROH
tulisan yang sangat bagus dikupas tuntas, ada 6 tulisan yang disertai dg dalil dari ALQUR'AN serta ASSUNNAH
abufatih

Anonim mengatakan...

Sangat berbahaya ldii, ini ucapan seorang warga ldii, dia adalah seorang imam kelompok, pak ketua mui mohon di bubarkan ldii,

1. tidak boleh ikut menyolatkan orang mati diluar jamaah ldii, kalo toh boleh jangan pake wudhu, karena mereka kafir,
2. seorang ibu yang baru melahirkan diwajibkan mendengarkan pengajian teks kiriman imam ldii, itu wajib, sementara allah memberi keringanan kepada ibu yang baru melahirkan untuk tidak solat, karena masih dalam masa nifas. namun untuk urusan teks wajib.
Yang ini kata imam daerah,
3. masih banyak lagi keanenhan keanenhan dalam ldii, episode selanjutnya kita tulis.

Anonim mengatakan...

diem pada dah jokamsemuanya!!!
pada baca ??
apa diem gak bisa jawab??
mangkanya beragama yang bener
MINTA DALIL kita KASIH...
nalar yg positif kita beri...
(nalar IQ jongkok dibawah rata-rata....) maaf untuk yang satu ini merupakan sikap dan sifat kelompok anda...LDII
abufatih

Anonim mengatakan...

Kalau IQ salafi tdk dibawah rata2, mk harusnya salafio bisa menjawab hal dibawah ini:

Ada sebuah kejadian, seorang manusia merawat seekor bayi kera yg sangat tdk berdaya, manusia tsb merawat dgn sangat perhatian dan kasih sayang, dgn diberi makan, ilmu, tata krama dan semua kebutuhan lainnya dgn ikhlas lahir bathin.

Dengan perawatan yg sedemikian rupa tsb si kera tumbuh mjd seekor kera yg berbeda dgn kera lainnya, krn kera tsb bisa berkata dgn perkataan manusia, dan berpakaian spt layaknya manusia.

Tp qodarulloh, si kera terkena RABIES shg kabur dr tempat tinggalnya dan menyakiti siapa saja yg akan menolongnya, baik dgn cakarnya maupun dgn gigitannya shg banyak manusia yg terluka dan bbrp ikut tertular rabies.

Si kera pun mengoceh kesana kemari dgn ocehan manusia, walaupun dia sendiri tdk mengerti akan maksud dari apa yg dia katakannya, krn kita ngerti namanya monyet/kera itu tdk diberi kepandaian spt layaknya manusia, walaupun dia berpakaian (berbaju gamis ataupun bersorban sekalipun) dan berkata spt manusia tetap saja org akan mengatakan dia adalah seekor kera/monyet yg penyakitan RABIES, dan membahayakan semua manusia yg akan mendekati maupun menolongnya.

Dengan keadaan demikian itu, menurut salafi baiknya di apain ya kalo salafi ketemu monyet/kera RABIES itu???

Anonim mengatakan...

"Tp qodarulloh, si kera terkena RABIES shg kabur dr tempat tinggalnya dan menyakiti siapa saja yg akan menolongnya, baik dgn cakarnya maupun dgn gigitannya shg banyak manusia yg terluka dan bbrp ikut tertular rabies"

ini gambaran pak. mauludinkah? bagaimana kalau justru sikera tersebut berbuat sebaliknya, karena yg BERANGGAPAN kalau kera tersebut terkena Rabies dan bisa menyakiti orang yg hendak menolongnya adalah orang TOLOL dan GILA!!

Anonim mengatakan...

Nah kan ketahuan kalo IQ nya jongkok dibawah rata-rata...

Udah ga bisa jawab pake bawa-bawa nama Pak Mauluddin lagi...

ibnu mengatakan...

To akhy agung sujatmiko, yahdikallohu, semoga Alloh menunjukimu ilmu yang haq. kebenaran yg haqiqi, bukan kebenaran ilusi yg sekarang sedang menguasai antum.

Anonim mengatakan...

Dengan perawatan yg sedemikian rupa tsb si kera tumbuh mjd seekor kera yg berbeda dgn kera lainnya, krn kera tsb bisa berkata dgn perkataan manusia, dan berpakaian spt layaknya manusia.

Lihatlah wahai saudara...betapa GOBLOK,DUNGU,dan PENUH dg takhayul orang yang membuat gambaran ini, masa kera bisa berkata seperti manusia karena hanya dirawat oleh manusia, OTAKmu dimana lagi neh...kalo membuat gambaran tuh yang pinter doong..

bloon dipiara...

Anonim mengatakan...

makanya bergaul tuh dengan manusia jangan dengan "kera2 pusat" liat kan kera aja diajak bicara....(saking gendengnya)

Anonim mengatakan...

Nah kan keliatan otaknya ga nyampe, udah ga bisa jawab malah emosi semua lagi...

Anonim mengatakan...

hadohh....capek yah ngomong sama "manusia kera" dungunya ngk ketulungan.

Anonim mengatakan...

Ternyata salapret itu memang ga nyampe otaknya, benar2 IQ nya dibawah rata-rata...

Kalo bingung jawabnya diakui aja, ga usah misuh2, emosi, dan ngatain dungu/kera pada yg buat pertanyaan donk, yang gentle gitu loch...

Anonim mengatakan...

oh, agung sujatmiko udah tambah sakti ya, sekarang naik pangkat sudah jadi "kera pusat"

Anonim mengatakan...

ada lagi nih gambaran tolol yg sering diceritakan di jokam, yaitu kalo ada jokam yg terpengaruh digambarkan :
ada seorang kyai yg melihara kambing dari kecil sampe dewasa, lha giliran mau dijual dipasar, ada orang yg ngomongi kalo yg dibawa pak kyai itu anjing bukan kambing, krn terpengaruh akhirnya kambing itu dilepas dikira anjing beneran..
wk..wk..wk....
yang bener aja masa kambing sama anjing sama????????!!!!!
kalo jawab saya yang bodoh itu yg buat gambaran alias wong jokam,yg terpengaruh itu kyai jokam alias nurhasan...
wk...wk...wk...

malah ada lagi yg bikin gambaran kera bisa bicara....???!!!
wk..wk..wk...
keliatan sekali kan siapa yg otak IQ dibawah rata2..??

Anonim mengatakan...

wahai para sedulur jamaah sekalian...mohon sekali lagi untuk menjawab pertanyaan yang sudah berkali-kali ditanyakan tapi kok sampe sekarang belum ada jawabanya, sampe cape nih copasnya, hal ini untuk kemantapan bagi saya dan saudara2 jamaah yg lain, nih saya copas lagi ya...

jelaskan "pertanyaan2 remeh ini" lengkap dgn kitab2 rujukannya;
1.Benarkah praktek surat taubat dlm jamaah?
2.Benarkah yg menentukan diterima tdknya taubat itu adalah imamnya kemudian menentukan kaffarohnya dlm bentuk uang?
3.Benarkah praktek qurban urunan sak jamaah, termasuk menyerahkan sejumlah uang qurban per desa dan daerah ke pusat?
4.Benarkah praktek persenan dan penjatahan kepada jamaah?
5.Benarkah orang yg tdk baiat pada bapak Imam kita itu kafir semua? Bagaimana dgn Syaikh2nya Nurhasan dulu? juga Syaikh2nya Kholil dan Aziz sekarang?
6.Benarkah kesaktian2 Nurhasan? Krn Nabi sendiri, para kholifah dan ulama salafus sholih/ syaikh2nya Nurhasan dan Syaikh2nya Kholil dan Aziz tdk ada yg memiliki kesaktian seperti Nurhasan.
7.Setelah sekian puluh tahun, knp baru sekarang2 ini kita diajarkan mustolah hadits? Dan ternyata banyak di dlm hadis himpunan kita ditemukan hadis2 dhoif bahkan maudhu'? (Benarkah Nurhasan belajar di Darul Hadis? Krn di sana pasti diajarkan tentang mustolah hadis), dan pertanyaan2 lainnya insya Alloh menyusul setelah Ustadz AlMukarrom Abu Ilyas telah menjelaskan ini. Jazakallohu Khoiro

Anonim mengatakan...

ikut komentar aahh...mulut saya terasa bisu tangan saya terasa gatel kalo gak ngomentari yang aneh2 dan lucu2 dari JOKAM 354 disini,kalo kemaren ada komentar dari bang ilyas yang copas dari blognya khawarij untuk memperkuat khawarinya 354 LDII sendiri,terus ada lagi mas agung sujatmiko ngobrol dengan kelompoknya sesama JOKAM 354 menyerukan persiapan JIHAD terus sekarang ada calon ustad/tolib gadungan (kang IRWAN) banyumas yang sudah membaca lebih dari 15 kitab2 ulama ahlussunnah,di akhir2 komentarnya menyatakan "setelah kitab2 itu di baca tambah manteb keyakinanya di LDII" pertanyanya; kenapa para ulama haramain yang faham dan justru mengajarkan kitab2 itu tidak ada satupun ulama yang bergabung dan menyerukan kepada kaum muslimin sedunia atau minimal kepada murid2nya dari indonesia untuk bergabung dan berbaiat kepada IMAM LDII,kenapa...kenapa...kenapa...kang irwan!? jawab...dan kalau kang irwan bener2 membaca sendiri(tidak mankul ke mubalegh paku bumi)kitab2 yang di sebutkan tadi dengan alasan "itung2 ngikuti nasehat ustdz qomar dengan bolehnya wijadah"pertanyaanya;kenapa anda sebegitu beraninya membaca kitab2 karangan yang menurut paham madigol nurhasan sak generasinya itu adalah haram,ilmunya tidak sah amalnya roddun dan wajib masuk neraka,kenapa...kenapa...kenapa...kang irwan... jawab!?kalau kang irwan tambah manteb dalam kesesatan LDII kenapa kok menyelisihi doktrin madigol cikal bakal LDII,kenapaaaaaa...? tapi saya yakin seyakin2nya bahwa kang irwan ini adalah bohong bin dusta kalau mempelajari kitab2 yang di sebutkan lebih dari 15 kitab tadi ini hanya akal bulus untuk membendung dan memagari jamaah supaya tetap dalam kesesatan LDII,tapi kalo dia ini hanya mengenal nama2 kitabnya dan itupun lewat mbah google ya saya percaya 100%,paku bumi aja mas gak ada yang ngaku2 kaya sampayan ini adapun kolil dan aziz kita tunggu aja sepak terjangnya kalau pun kasmudi sang SUHU sering menukil fatwa2/penjelasan2 para ulama ahlussunnah dari kitab2nya itu justru mengkhiyanati keilmiyahan ilmunya dan di nukil yang sekiranya cocok dan mendukung JAMAAH MADIGOLIYAH pdahal ulama justru menjelaskan kesesatanya faham yang di anut seperti JAMAAH MADIGHOLIYAH ISLAM JAMAAH LEMKARI LDII ini.cooooosss....ayo jawab kang irwan calon mubalegh paku langit!?

Anonim mengatakan...

to agung sujatmiko:Agung Sujatmiko Ganyang salafiyun yg masih di jokam, waghluz alaihim...

subhanallah...waghluz alaihim..di terapkan pada kaum muslimin....

Ya allah betapa sudah terbukti mereka adalah khowarij

Anonim mengatakan...

Berilmulah Sebelum Beramal: Ketentuan Qurban Kambing

Seekor kambing hanya untuk qurban satu orang dan boleh pahalanya diniatkan untuk seluruh anggota keluarga meskipun jumlahnya banyak atau bahkan yang sudah meninggal dunia.

كَانَ الرَّجُلُ فِي عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُضَحِّى بِالشَّاةِ عَنْهُ وَعَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ

”Pada masa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam ada seseorang (suami) menyembelih seekor kambing sebagai qurban bagi dirinya dan keluarganya.”[3]

Asy Syaukani mengatakan, “(Dari berbagai perselisihan ulama yang ada), yang benar, qurban kambing boleh diniatkan untuk satu keluarga walaupun dalam keluarga tersebut ada 100 jiwa atau lebih.”[4]

Ketentuan Qurban Sapi dan Unta

Seekor sapi boleh dijadikan qurban untuk 7 orang. Sedangkan seekor unta untuk 10 orang (atau 7 orang)[5]. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu beliau mengatakan,

كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فِى سَفَرٍ فَحَضَرَ الأَضْحَى فَاشْتَرَكْنَا فِى الْبَقَرَةِ سَبْعَةً وَفِى الْبَعِيرِ عَشَرَةً

”Dahulu kami penah bersafar bersama Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam lalu tibalah hari raya Idul Adha maka kami pun berserikat sepuluh orang untuk qurban seekor unta. Sedangkan untuk seekor sapi kami berserikat sebanyak tujuh orang.”[6]

Begitu pula dari orang yang ikut urunan qurban sapi atau unta, masing-masing boleh meniatkan untuk dirinya dan keluarganya. Perhatikan fatwa Al Lajnah Ad Da-imah berikut.

Soal pertama dari Fatwa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ’Ilmiyah wal Ifta’ no. 8790

Soal: Bolehkah seorang muslim berqurban unta atau sapi untuk tujuh orang, lalu masing-masing meniatkan untuk orang tua, anak, kerabat, pengajar dan kaum muslimin lainnya. Apakah urunan tujuh orang tadi masing-masing diniatkan untuk satu orang saja (tanpa disertai lainnya) atau pahalanya boleh untuk yang lainnya?

Jawab: Yang diajarkan, unta dan sapi dibolehkan untuk tujuh orang. Setiap tujuh orang itu boleh meniatkan untuk dirinya sendiri dan anggota keluarganya.

Yang menandatangai fatwa ini:

Anggota: ’Abdullah bin Qu’ud, ’Abdullah bin Ghodyan

Wakil ketua: ’Abdur Rozaq ’Afifi

Ketua: ’Abdul ’Aziz bin ’Abdillah bin Baz[7]

Anonim mengatakan...

Lanjutan Bab Qurban----->Bagaimana dengan Hadits ”Ini adalah qurbanku dan qurban siapa saja dari umatku yang belum berqurban”?

Sebagian orang ada yang beralasan benarnya qurban secara kolektif melebihi ketentuan syari’at yang dikemukakan di atas dengan alasan hadits Jabir bin ’Abdillah berikut,

شَهِدْتُ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الأَضْحَى بِالْمُصَلَّى فَلَمَّا قَضَى خُطْبَتَهُ نَزَلَ مِنْ مِنْبَرِهِ وَأُتِىَ بِكَبْشٍ فَذَبَحَهُ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِيَدِهِ وَقَالَ « بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ هَذَا عَنِّى وَعَمَّنْ لَمْ يُضَحِّ مِنْ أُمَّتِى ».

”Aku bersama Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam menghadiri shalat Idul Adha di tanah lapang. Setelah Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam berkhutbah, beliau turun dari mimbar kemudian beliau diserahkan satu ekor domba. Lalu beliau memotong dengan tangannya, lantas bersabda, ”Bismillah, wallahu akbar. Ini adalah qurbanku dan qurban siapa saja dari umatku yang tidak ikut berqurban”.”[11] Mereka beralasan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam saja niatkan untuk seluruh umatnya yang tidak berqurban, maka berarti kami boleh niatkan qurban untuk satu RT, satu sekolahan atau satu desa.

Sanggahan: Mengenai hadits ”qurban siapa saja yang tidak ikut berqurban”, ini adalah khusus untuk Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam dan tidak untuk yang lainnya. Jadi, beliau diperbolehkan berkurban untuk seluruh umatnya (selain keluarganya). Sedangkan umatnya hanya diperbolehkan menyembelih qurban untuk dirinya dan keluarganya sebagaimana dijelaskan di muka.

Al Qodhi Abu Ishaq mengatakan, ”Perkataan Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ini –wallahu a’lam- sebagaimana seseorang boleh berqurban untuk dirinya dan keluarganya, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam boleh berqurban atas nama seluruh kaum muslimin karena beliau adalah ayah mereka dan istri-istri beliau adalah ibu mereka.”[12] Oleh karena, Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam adalah ayah kaum muslimin, maka beliau diperbolehkan meniatkan qurban untuk dirinya dan keluarganya (yaitu seluruh kaum muslimin).

Kesimpulan:

1. Penyembelihan qurban untuk diri dan keluarga dibolehkan sebagaimana pendapat mayoritas ulama. Hal ini berdasarkan amalan yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam dan para sahabatnya.
2. Penyembelihan qurban untuk diri sendiri dan untuk seluruh umat Islam selain keluarga hanyalah khusus bagi Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam. Dalilnya, para sahabat tidak ada yang melakukan hal tersebut sepeninggal Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam. Yang ada mereka hanya menyembelih qurban untuk diri sendiri dan keluarga.
3. Sebagian kaum muslimin yang menyembelih qurban untuk satu sekolah atau untuk satu RT atau untuk satu desa adalah keliru, seperti ini tidak dilakukan oleh para salaf terdahulu.

Anonim mengatakan...

Lanjutan Bab Qurban---->Bagaimana Hukum Qurban Secara Kolektif?

Sebagaimana ketentuan di atas, satu kambing hanya boleh untuk satu orang (dan boleh diniatkan untuk anggota keluarga), satu sapi untuk tujuh orang (termasuk anggota keluarganya), dan satu unta untuk sepuluh orang (termasuk anggota keluarganya), lalu bagaimana jika 1 kambing dijadikan qurban untuk 10 orang atau untuk satu sekolahan (yang memiliki murid ratusan orang) atau satu desa? Ada yang melakukan seperti ini dengan alasan dana yang begitu terbatas.

Sebagai jawabannya, alangkah baiknya kita perhatikan fatwa ulama yang terhimpun dalam Al Lajnah Ad Da-imah (komisi fatwa di Saudi Arabia) mengenai hal ini.

Soal kedua dari Fatwa Al Lajnah Ad Da-imah lil Buhuts ’Ilmiyyah wal Ifta’ no. 3055

Soal: Ada seorang ayah yang meninggal dunia. Kemudian anaknya tersebut ingin berqurban untuk ayahnya. Namun ada yang menyarankan padanya, ”Engkau tidak boleh menyembelih unta untuk qurban satu orang. Sebaiknya yang disembelih adalah satu ekor kambing. Karena unta lebih utama dari kambing. Jadi yang mengatakan ”Sembelihlah unta”, itu keliru”. Karena apabila ingin berkurban dengan unta, maka harus dengan patungan bareng-bareng.

jenggotpalsu mengatakan...

sing penting iso qurban...tinimbang kowe kabeh ora qurban..malah qurban perasaan sing ono..lah iki

jenggotpalsu mengatakan...

ga ada dosanya bosss.....masalah itu bisa kita contohkan dari nabi..karna nabi menyembelih kambing utk dia dan kaum muslimin...


bukankah nabi itu adalah uswatun hasanah...maka ora opo2 nek qurban urunan kambing.....

nang duwur iku tulisanen sing ora gelem qurban

Anonim mengatakan...

Jawab:

Boleh berkurban atas nama orang yang meninggal dunia, baik dengan satu kambing atau satu unta. Adapun orang yang mengatakan bahwa unta hanya boleh disembelih dengan patungan bareng-bareng, maka perkataan dia yang sebenarnya keliru. Akan tetapi, kambing tidak sah kecuali untuk satu orang dan shohibul qurban (orang yang berqurban) boleh meniatkan pahala qurban kambing tadi untuk anggota keluarganya. Adapun unta boleh untuk satu atau tujuh orang dengan bareng-bareng berqurban. Tujuh orang tadi nantinya boleh patungan dalam qurban satu unta. Sedangkan sapi, kasusnya sama dengan unta.

Hanya Allah yang memberi taufik. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Yang menandatangai fatwa ini:

Anggota: ’Abdullah bin Qu’ud, ’Abdullah bin Ghodyan

Ketua: ’Abdul ’Aziz bin ’Abdillah bin Baz[8]

Dari penjelasan ini, maka kita bisa ambil beberapa pelajaran:

1. Seorang pelaku qurban dengan seekor kambing boleh mengatasnamakan qurbannya atas dirinya dan keluarganya.
2. Qurban dengan sapi atau unta boleh dipikul oleh tujuh orang.
3. Yang dimaksud kambing untuk satu orang, sapi dan unta untuk tujuh orang adalah dalam masalah orang yang menanggung pembiayaannya.
4. Tidak sah berqurban dengan seekor kambing secara kolektif/urunan lebih dari satu orang lalu diniatkan atas nama jama’ah, sekolah, RT atau desa. Kambing yang disembelih dengan cara seperti ini merupakan daging kambing biasa dan bukan daging qurban.

Anonim mengatakan...

to Jenglot palsu
GOBLOK kok terus-terusan !!!
wis goblok, komentarnya gak ilmiah sama sekali,gak ada dasar ilmunya.kalo usul komen tuh yang pake dasar ilmunya mas,apalagi mau nerangin hadits, katanya sudah pinter, tiap hari ngaji...mana ilmunya..??!!! paling 5 bab, isrun, surat tobat...ilmu apaaaa itu
jenglot...jenglot...kamu kembali aja ke alam jin, ganggu manusia aja, ato kembali ke alam kera sana..
jangan lupa jenglot palsu!! kamu dan ulama copas abu ilyas, ulama haram irwan, sak coro-corone,sak cebong-cebonge,sak cetul-cetule masih belum menjawab 7 pertanyaan yang kemarin-kemarin,bukankah 7 pertanyaan itu sudah kalian laksanakan sebagai ibadah??!!kenapa belum bisa jawab juga??!! hah...berarti kalian beribadah dasarnya apa...??!! Qur'an Hadits..??!! jelaskan,sejelas jelasnya..!!!!

Anonim mengatakan...

to jenglot palsu!!!!
dah menyesilihi nabi,menolak fitrah,menolak sunnah sekarang sudah jelas anda di ambang kehancuran....
BERBICARA ATAS NAMA ALLAH TANPA ILMU
Abufatih

Anonim mengatakan...

wahai jokam lepaskan dirimu dari belenggu kebodohan
wahai jamaah 354 tanggalkan atribut fbbl kalian
wahai sedulur beragama lah sesuai contoh RASULULLAH dan PARA SAHABAT SERTA PARA SALAFUSH SHALEH
tinggalkan imam imam kalian yang menghembuskan ANGIN SYURGA yang HAKIKATNYA adalah JALAN MENUJU NERAKA
perbaiki TAUHID KALIAN karena itu jalan menuju syurga
benahi AKIDAH kalian karena itu cara beragama kalian
bagaimanapun juga anda seorang MUSLIM yang harus di nasehati dan di dakwahi
abufatih

jokam insap mengatakan...

agung sujatimiko tambah bingung nih, udah gedhe2 in nyali buat "JIHAD" tapi Big Boss nya kok malah ngumpet nyari selamet takut belangnya ketahuan, padahal udah laper pengen "MAKAN" musuh2 nya tapi perintah yg di tunggu2 kok nggak datang2, wah keburu varises nih latihan silat terus nggak pernah di pake "WAGHLUZ" lawan2 nya (orang2 di luar jokam galipat). mana musik pemanggil ular kobra nya itu2 aja, mbok sekali2 terompetnya di ganti gitar melodi gitu Wkkkkk....

Anonim mengatakan...

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda dalam sebuah hadits:

(يَتَقَارَبُ الزّمَانُ، وَيَنْقُصُ العلم، وَيُلْقَىَ الشُّحُّ، وَتَظْهَرُ الْفِتَنُ، وَيَكْثُرُ الْهَرْجُ). قالوا: يَا رَسُولَ اللهِ، أيُّمَا هُوَ؟ قَالَ: (الْقَتْلُ الْقَتْلُ).

“Masa saling berdekatan, ilmu berkurang, kepelitan tersebar, berbagai fitnah muncul, dan banyak kekacauan.” Mereka bertanya: ”wahai Rasulullah, apakah kekacauan itu?’ Beliau menjawab: “pembunuhan demi pembunuhan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu)
Disini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberitakan tentang sebuah masa yang sangat buruk. Di mana ilmu berkurang, kepelitan tersebar, serta muncul berbagai fitnah, dan kekecauan. Masa kita ini adalah saat yang tepat untuk kita memahami hadits diatas. Di zaman ini, ilmu telah sedemikian berkurang, sehingga sangat langka untuk kita temui di tengah masyarakat muslimin, seorang yang bisa disebut sebagai ulama. Kondisi ini semakin diperparah dengan kemunculan berbagai fitnah dan kekacauan di tengah-tengah mereka.

Termasuk yang perlu kita waspadai di masa ini dari sekian fitnah dan keributan yang terjadi adalah para tokoh penyesat umat.

Di dalam hadits Tsauban radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

وَإِنَّمَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي َاْلأَئِمَةَ الْمُضِلِّينَ

“Hanya saja yang aku khawatirkan atas umatku adalah para pemimpin (baca: tokoh) yang menyesatkan.” (HR. Ahmad dan Ad-Darimi dengan sanad yang shahih sesuai dengan syarat Al Imam Muslim, sebagaimana yang dikatakan oleh syaikh Al Albani rahimahullah dalam As-Shahihah 4/110)
Dalam hadits diatas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menggunakan kata ‘hanya saja’ menunjukkan bahwa kekhawatiran beliau terhadap para pemimpin (baca:tokoh) yang menyesatkan sedemikian kuat. Karena mereka adalah bahaya laten bagi kaum muslimin. Mereka sangat mampu untuk menyesat umat ini dari jalan Allah.
Allah berfirman mengenai orang-orang yang binasa:

وَقَالُوا رَبَّنَا إِنَّا أَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَاءَنَا فَأَضَلُّونَا السَّبِيلَا

“Dan mereka berkata: “Ya Rabb kami, sesungguhnya kami telah menta`ati para pemimpin dan pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).” (Al-Ahzab: 67)
Maka kita perlu berhati-hati dari bahaya laten para tokoh yang menyesatkan. Mereka memiliki lisan yang mampu untuk menyesatkan umat dengan mengolah kata dan bersilat lidah. Demikianlah keadaan mereka.
Maka ‘Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu pernah ditanya oleh Ziyad bin Fudhail:
“Apa yang dapat menghancurkan Islam?” ‘Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu menjawab: “Yang menghancurkan Islam adalah ketergelinciran seorang yang ‘alim, dan seorang munafik yang berdebat dengan menggunakan al-kitab.”
Ini adalah bahaya laten bagi kaum muslimin. Mereka akan menyesatkan kaum muslimin dari jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menggunakan dalil-dalil syar’i namun bukan pada tempatnya. Demi Allah, pada masa ini, masyarakat kita dikepung oleh tipikal-tipikal pemimpin maupun tokoh yang seperti itu. Menyeruak di sekitar mereka, para ulama su` (jahat) yang dengan segala kelihain dan kelicikan, menyesatkan umat dengan berbagai syubhat dan kerancuan pemikiran. Oleh karena itu, kita dituntut untuk mewaspadai suasana genting ini, dengan mempelajari agama Allah Subhanahu wa Ta’ala dari para ulama yang mengamalkan dan memperjuangkan agama Allah dengan segala yang mereka miliki. Inilah satu-satunya penanganan yang paling efektif dalam menanggulangi gejolak fitnah yang sedahsyat itu.
Berapa banyak orang yang menyuarakan kebenaran, namun sedikit diantara mereka yang bisa menunjukkan bahwa yang benar itu adalah benar, dan dia benar-benar di atas yang benar . Oleh sebab itu, Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu menegaskan: “Betapa banyak orang yang menginginkan kebaikan tapi dia tidak mendapatkannya.”

Anonim mengatakan...

Para pemimpin atau tokoh penyesat umat lebih berbahaya bagi kaum muslimin daripada musuh-musuh Allah yang menyerang dari luar lingkup kaum muslimin. Apakah mereka dari kalangan Yahudi maupun Nashara. Kalau mereka dari kalangan orang-orang yang kafir, tentunya kebanyakan kaum muslimin waspada terhadap berbagai makar mereka. Namun bagaimana dengan musuh dalam selimut yang berbaju sama, berkopiah sama, dan berpenampilan sama seperti kaum muslimin, bahkan beramal pada sebagian amalan, sama seperti kaum muslimin. Mereka shalat seperti kaum muslimin, dan berbicara dengan lisan/bahasa kaum muslimin. Akan tetapi mereka adalah para penyeru kepada neraka jahannam.
Di dalam hadits Hudzaifah bin Al Yamaan radhiyallahu ’anhu disebutkan:

(نَعَمْ، دُعَاةٌ إِلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ، مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوْهُ فِيْهَا). قُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ، صِفْهُمْ لَنَا؟ فَقَالَ: (هُمْ مِنْ جِلْدَتِنَا، وَيَتَكَلَّمُوْنَ بِأَلْسِنَتِنَا).

“Ya, para da’i yang mengajak kepada pintu-pintu neraka jahannam. Barangsiapa yang memehuhi panggilan mereka, mereka akan mencampakkannya ke dalam neraka jahanam itu.” Aku bertanya: “wahai Rasulullah! Sebutkan ciri-ciri mereka kepada kami”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Mereka dari jenis kita dan berbicara dengan lisan-lisan (bahasa-bahasa) kita.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)
Inilah bahaya laten yang sangat kejam dalam membinasakan kaum muslimin . Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَإِنَّ كَثِيرًا لَيُضِلُّونَ بِأَهْوَائِهِمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ

“Dan sesungguhnya kebanyakan (dari manusia) benar-benar hendak menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa ilmu.” (Al-An’am: 119)

بَلِ اتَّبَعَ الَّذِينَ ظَلَمُوا أَهْوَاءَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ فَمَنْ يَهْدِي مَنْ أَضَلَّ اللَّهُ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ

“Tetapi orang-orang yang dzalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan, maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan oleh Allah? Dan tiadalah bagi mereka seorang penolongpun.” (Ar-Rum: 29)
Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menyelamatkan kita dari kejahatan para tokoh penyesat umat. Wallahu a’lam bish shawab
alhujjah.wordpress.com/2008/08/26/tokoh-penyesat-umat/

Anonim mengatakan...

#jenggotpalsu mengatakan...#

sing penting iso qurban...tinimbang kowe kabeh ora qurban..malah qurban perasaan sing ono..lah iki
Oktober 25, 2010
jenggotpalsu mengatakan...

ga ada dosanya bosss.....masalah itu bisa kita contohkan dari nabi..karna nabi menyembelih kambing utk dia dan kaum muslimin...


bukankah nabi itu adalah uswatun hasanah...maka ora opo2 nek qurban urunan kambing.....

nang duwur iku tulisanen sing ora gelem qurban
Oktober 25, 2010
----------------------------------
tanda#jawaban/bantahan jenggotpalsu s/d tanda------------
para pembaca blog airmataku...simaklah baik2 komentar/bantahan JOKAM jenggotpalsu diatas untuk membantah hadis nabi sallallahu 'alaihi wasalam serta penjelasan2 dan fatwanya para ulama tentang udzhiyah(menyembelih qurban di hari iedul adha)yang praktek qurbanya JAMAAH LDII mayoritas atau atas petunjuk/IJTIHAD AMIR gadunagnya satu kambing/beberapa kambing untuk patungan sak kelompok,kalo qurbqn kambing yang dikirim untuk AMIRny di PUSAT kediri malahan satu kambing patungan orang sak desa/sak daerahnya (tapi dikirim berupa uang biar praktis dan tinggal menikmati)rupanya jokam semakin membantah semakin ketahuan jahilnya(BODOH)dikasih dalil dari hadis dan penjelasan serta fatwa2nya ulama malah di jawab yaa seperti jawabanya itu,coba saya pingin tahu jawaban JOKAM lainyan...ayo JOKAM masih membantah dalil yang bener2 mankul dari nabi apa masih nuruti ro'yunya IMAM demi untuk kepentinganya atas nama dienul haq ini"AL ISLAM" renungkanlah wahai saudaraku agar amalmu tidak SIa2.

Anonim mengatakan...

to Jenggot Palsu
Coba deh tanyakan sama ulama Kholil dan Aziz yg baru pulang belajar dari Makkah (katanya begitu, jamaah jd kurang yakin apkh betul2 belajar atau hanya mencuri ilmu disana atau bergurunya ditempatnya Nurhasan dulu krn banyak bukti klo yg diajarkan syaikhnya di sana tdk sama bunyinya dgn yg Kholil dan Aziz suarakan ke jamaah, jg tdk sama bunyinya dgn Ustadz-ustadz SELAIN dari LDII), tanyakan tentang:
tujuh point yg ditanyakan jamaah anonim itu, kok sampai skrg blm dijawab? Klo sdh ada jawabannya nanti kita cross check ke teman2 sesama thullabnya di Makkah dan ke Syaikh2nya kalo jawabannya Kholil dan Aziz seperti "ini". Bisa2 ijazahnya dibatalkan, takutnya bukan kepada Alloh dalam mendustakan dan menyimpangkan hukum, tapi takutnya kpd IMAMnya dan Shaikhnya.

Anonim mengatakan...

jadi jamaah ldii emang nggak ada manfaatnya.
serba membingungkan & absurd, nggak jelas.

ada anak buah yg berapi2 utk jihad fisabilillah, eee si big boss + kroco2-nya ngumpet terus,
seumur2 ga bakal mereka brani menunjukkan batang idungnya ke pemerintahan RI..

ilmu anak buah mental habis2an di internet, kroco2 big boss ga ada yg turun & unjuk gigi.
cos ilmunya juga kurang lebih ya sama, segitu2nya.
klo ketauan kalah ya malu bukan kepalang, yg ada malah income bulanan terancam surut..

anak2 buah udah ketauan ilmunya cetek bin dangkal, eee masih aja ga mau nerimo & memahami isi tulisan / nasehat yg brmanfaat.
yg ada mreka ngebantah dgn jawaban super stupidnya..

makanya itu otak jangan ditaro di dengkul,
dikasi penjelasan yg suangaat jelas berulang2, masi aja kagak ngarti.
mbok ya dipahami dulu, baru komen..

Anonim mengatakan...

JAWABAN 7 POINT YANG SELALU DIPERTANYAKAN !!!!
MASAK JAMAAH TIDAK BISA JAWAB PERTANYAAN ITU,ILMU MANGKUL ITU ILMU MENANGAN,ILMU GURUNE JAGAD

kira-kira kaya gini jawabannya...

1.Benarkah praktek surat taubat dlm jamaah?
---> ya sudah benar itu,Allah itu menerima taubatnya hamba dengan tobat nasuha kecuali dosa sirik,mangkulnya begitu dari abah (nurhasan) gak boleh pasal-pasal,dan yg terpenting mbayar kafarohnya itu yg paling penting.

2.Benarkah yg menentukan diterima tdknya taubat itu adalah imamnya kemudian menentukan kaffarohnya dlm bentuk uang?
---> ya jelas dong, imam kan yang menyaksikan jamaah besok di akhirat
baik tidaknya jamaah itu...kafaroh ya jelas pake fulus lah, kalo gak punya fulus kerja di wonosalam (kebun punya imam) lumayan lah daripada nggaji karyawan, ada yang gratis kok...ini mangkul lho dah dari dulu mangkule kaya gini,gak boleh pasal-pasal

3.Benarkah praktek qurban urunan sak jamaah, termasuk menyerahkan sejumlah uang qurban per desa dan daerah ke pusat?
---> penyerahan kambing ke pusat kan sudah menjadi ijtihat imam, gak boleh dilanggar itu,kalo dilanggar tar jamusnya ditarik lho...mau...?? berhubung transfer di bank itu tidak bisa berwujud kambing, dan imam tidak mau memberatkan jamaah (bijaksana kan imamnya..???) maka diwujudkan uang,uang,..dan uang. ini mangkulnya dari dulu kaya gini,gak boleh pasal-pasal!!

4.Benarkah praktek persenan dan penjatahan kepada jamaah?
---> lha iya kan pake dalil "wamaa rozaqnaahum yunfikun" jelas itu yunfiqun,maknanya kan infaq, bandingkan dengan "infaq rezeki", sama kan maknanya ada "infaq" nya, mangkulnya kaya gini gak boleh pasal-pasal

5.Benarkah orang yg tdk baiat pada bapak Imam kita itu kafir semua? Bagaimana dgn Syaikh2nya Nurhasan dulu? juga Syaikh2nya Kholil dan Aziz sekarang?
---> jelas pake dalil ini dong.."laa islama illa bijamaah...dst" kan jelas tu kalo tidak beat imam,imam itu ya nurhasan, maka bukan islam,..sudah jelas kok mangkulnya dari dulu kaya gini gak boleh pasal-pasal!!

6.Benarkah kesaktian2 Nurhasan? Krn Nabi sendiri, para kholifah dan ulama salafus sholih/ syaikh2nya Nurhasan dan Syaikh2nya Kholil dan Aziz tdk ada yg memiliki kesaktian seperti Nurhasan.
---> lihatlah zaman nabi musa musuhnya penyihir, maka mu'jizatnya juga dengan seperti sihir, abah juga gitu musuhnya dukun-dukun maka ya harus jadi dukun juga, pokoke mangkulnya kaya gitu gak boleh pasal-pasal

7.Setelah sekian puluh tahun, knp baru sekarang2 ini kita diajarkan mustolah hadits? Dan ternyata banyak di dlm hadis himpunan kita ditemukan hadis2 dhoif bahkan maudhu'? (Benarkah Nurhasan belajar di Darul Hadis? Krn di sana pasti diajarkan tentang mustolah hadis)
---> dulu kan isnadnya hilang dibecak, trus sekarang ada yang mengajarkan mending ikut-ikutan, nanti kan bisa disampekan ke jamaah, bahwa jamaah juga mengaji mustholah hadits...kalo yg sudah ketahuan dhoif dan palsu..ya gimana lagi udah terlanjur ditulis di himpunan, masa mau di tip ex, tar ketahuan jamaah dong

kalo ada yg salah njawabnya mohon maaf, karena mangkulnya kaya gitu gak boleh pasal-pasal!!

Anonim mengatakan...

Iya, BETUL semua itu jawabannya..
sy setuju.

emang sih banyak yg ngga sesuai nalar, tapi pokoknya MANKUL, semua macem ilmu jadi sah.
...

mangkanya itu dengkul jangan kebentur-bentur,
akibatnya rusak tuh otak, akhirnya: "ilmu MANKUL nurhasan is the best"

Anonim mengatakan...

Apa benar yg jawab 7 pont pertanyaan itu dari LDII? Dari jenggot palsu, ustadz Abu Ilyas, atau Azis, klo bukan Aziz, apa benar kholil? yg jawab?
Alhamdulillah sy husnudzon mudah2an itu jawabannya Kholil atau Aziz, atau mangkulan dr Kholil dan Aziz.
Klo benar begitu, maka sy semakin MANTAP dalam menetapi JAMAAH. Betul2 ilmunya ulama Kholil dan Aziz LUAR BIASA sperti NURHASAN, menukarkan akhirotnya dengan %an jamaah. Tdkkah paham dgn dalil shohih ini dlm Sunan Ibnu Majah 1/248?
‏عَنْ ‏ ‏أَبِي هُرَيْرَةَ ‏ ‏قَالَ ‏
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا ‏ ‏يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ لَا يَتَعَلَّمُهُ إِلَّا لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنْ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ‏ ‏يَعْنِي رِيحَهَا

Siapa yg belajar suatu ilmu yg seharusnya diniati mencari Wajah Alloh/ ridho Alloh, dia belajar ilmu hanya untuk mendapatkan harta dunia, maka dia tdk akan mencium baunya surga pd hari kiamat.

Buktinya? Gurunya mengajarkan A eh eh eh sampainya di Indonesia bunyiya B saking HEBATNYA, gurunya juga kalah kok.
NB;
1.JAMAAH yg sy maksud bukan JAMAAH 354/ LDII/ HIZBI, tetapi JAMAAH yg sesuai dengan MANHAJ SALAFI/ AHLUS SUNNAH WAL JAMAAH yg sebenarnya.
2.Wahai Kholil dan Aziz, ittaqiLlah, berapa banyak dosa yg kau wariskan krn menyimpangkan ilmu? Tunggulah Ijazahmu akan dibatalkan oleh Syaikh2mu di Makkah. (kalo nasehat ittaqillah tdk mempan mudah2an dia takut klo ijazahnya dibatalkan). Spt itu Ulama????? Payah!!!!!

Anonim mengatakan...

MANKUL MUSNAD MUTTHASIL JOKAM ITU PERCUMA!!!!

APA ARTINYA MANKUL MUSNAD MUTTHASIL KLO HADITSNYA HADITS PALSU YANG BUKAN BERASAL DARI RASULULLAH???

KENAPA SIH KALIAN BERANI MENGAMALKAN HADITS DHAIF & HADITS PALSU YG DITULIS PENDUSTA???

MANKUL MUSNAD MUTTHASIL ITU NOL BESAR!!!

KALIAN MENDING BELAJAR MUSTHOLAH HADITS BIAR NGERTI HADITS2 MANA SAJA YANG BOLEH & TIDAK BOLEH DIAMALKAN!!!!

JANGAN JADI ORANG BODOH YANG MENGE-POL KAN MANKUL MUSNAD MUTTHASSIL!!!

JANGAN TERTIPU DENGAN MANKUL MUSNAD MUTTASHIL!!!

BUKA HATI & PIKIRAN KALIAN!!
LAKUKANLAH SEMATA-MATA KARENA ALLAH, DAN LIHATLAH APA YG TERJADI

...

Geregetan.. Jadinya geregetan,,
Apa yang harus ku lakukan..

ya Allah, kasianni keluarga aku yg masi di ldii, pliss ya Allah.

Anonim mengatakan...

pliss ya Allah, plissss..
kasianni dong pliss..

abu zahra mengatakan...

wahai JENGLOT PALSU,ABU ILYAS,IRWAN_jateng dan jongos2/cebong2/coro2/kroco2/tumbal AMIR kemana aja loe gak nongol2,masih asrama kepusat ya, mangkul ke KOLIL&AZIZ(ulama LDII jebolan mulazamah/halakoh di masjidil haram yang di sinyalir khiyanat dengan ilmunya)kalo udah pulang asrama amal sholih segera di mankulkan lagi ke JAMAAH2 tentang jawaban 7 poin yang jadi pertanyaan JAMAAH,karena jawaban 7 poin diatas tidak di sertai dalil2/kitab2 ulama ahlussunnah beserta fatwa2nya maka kami (JAMAAH) belum puas atas jawaban itu,karena jawaban diatas itu sesungguhnya jawaban doktrin mankul ala IMAMAM JAMAAH LDII,biar kamu2 gak lupa dengan pertanyaan jamaah yang 7 poin itu,yang sampe saat ini belum terjawab???

ni saya ingatkan kembali pertanyaanya:
jelaskan "pertanyaan2 remeh ini" lengkap dgn dalil2nya yang shohih/kitab2 ulama ahlussunnah beserta fatwa2nya sebagai rujukannya;
1.Benarkah praktek surat taubat dlm jamaah?
2.Benarkah yg menentukan diterima tdknya taubat itu adalah imamnya kemudian menentukan kaffarohnya dlm bentuk uang?
3.Benarkah praktek qurban urunan sak jamaah, termasuk menyerahkan sejumlah uang qurban per desa dan daerah ke pusat?
4.Benarkah praktek persenan dan penjatahan kepada jamaah?
5.Benarkah orang yg tdk baiat pada bapak Imam kita itu kafir semua? Bagaimana dgn Syaikh2nya Nurhasan dulu? juga Syaikh2nya Kholil dan Aziz sekarang?
6.Benarkah kesaktian2 Nurhasan? Krn Nabi sendiri, para kholifah dan ulama salafus sholih/ syaikh2nya Nurhasan dan Syaikh2nya Kholil dan Aziz tdk ada yg memiliki kesaktian seperti Nurhasan.
7.Setelah sekian puluh tahun, knp baru sekarang2 ini kita diajarkan mustolah hadits? Dan ternyata banyak di dlm hadis himpunan kita ditemukan hadis2 dhoif bahkan maudhu'? (Benarkah Nurhasan belajar di Darul Hadis? Krn di sana pasti diajarkan tentang mustolah hadis), dan pertanyaan2 lainnya insya Alloh akan menyusul setelah antum menjelaskan 7 poin ini. Jazakumullohu Khoiro

Anonim mengatakan...

aku doakan semoga kawan-kawanku yang masih di jokam, keluargaku dan semua yang terdekat denganku, mau membuka mata hatinya...
kebenaran itu ada!dan dasar kebenaran itu harus sesuai dengan dalil qur'an dan hadist,
kadang-kadang aku merasa gimana gitu, melihat eksjokam trus dakwahin yg still jokam, dimaki2 abis2an...
aneh juga ibarat yang diberikan "kera kena rabies"???masyaAllah...
dalil bantahan keamiran, infak persenan, surat tobat, istilah mangkul tu dah juelaaas banget..jazaakumullahukhoiron tim waspada 354 yang telah memberi hotline centernya...penjelasannya masuk sekali dipemahamanku..
kok masiiiih juga ada orang2 yang takut keluar jamaah karena kuatir gak bisa rutin nggaji...nggak halal hidup karena gak beramir...dll, kalo kalian (jokam) membaca atau diskusi dengan kepala dingin dan hati terbuka niscaya kalian akan tau ketakutan2 itu dari syetan..
akhirnya...
bagi jokam:jika kalian ingin mencari pembenaran bukan kebenaran maka hati kalian akan selalu tertutup!!berdoalah untuk agama yang haq...hidup sekali kok gak mau dikasihtau...jangan sampai ya?

hambayanglemah mengatakan...

alhamudlillah...saya pun merasa demikian...seakan leher saya selama di 354 di cengkeram oleh tali syaiton...utk melepaskannya amatlah susah..namun saya berusaha menerima dengan kepala dingin..dalil yang selama ini menyandraku utk tetap di 354 kini telah terlepas oleh dalil yang shohih...berjuanglah..saudaraku...

sungguh saya tidak tau siapa yang membuat blog ini...tapi jujur blog ini telah membuka realita yang ada,dan keluarga saya pun harus mninggalkan 354.

saranku bagi 354,berilmulah lebih dalam,hilangkan aqidah takfiri dan takiyah,sungguh semua itu bukanlah ajaran dari rasulullah SAW

irwan_jateng mengatakan...

Kagem para KHORIJIN

Kalau kalian jujur ingin membenahi aqidah masyarakat Indonesia, tentulah kalian akan mendahulukan untuk menjelaskan bahayanya kyai2 NU yang ngajak tawasul&ngalap berkah dikuburan2 (dilihat dari tingkat urgensialnya).Padahal ini mayoritas kebiasaaan warga Indonesia.Bahkan sekarang hampir ditiap2 pasar para pedagang lagi ngetren mengadakan tamasya sambil ziaroh2 kuburan, mengharap berkah dari penghuni kubur.Seperti kuburan Sunan Kali jaga, Gunung Jati, Ahmad Kholil bangkalan,Sunan gresik, GUS DUR, dukun PONARI.Dan mungkin sebentar lagi kuburan MBAH MARIJAN jadi sesembahan baru. Ada sedekah laut, ada sekatenan, ada NGABENAN, acara rutin melepas sapi yg diyakini jelmaan Kyai Slamet,dll.Para dukun tampil lengkap dengan iklannya di TV (ketik REG_Joko KADAL kirim ke NERAKA JAHANAM).Ini realita loh mas??tidak ada bedanya dengan orang2 yang diperangi Rosululloh SAW. Orang2 yang dkatakan MUSYRIKIN (wlpn ngaku muslim) oleh Syeh Muhammad bin 'Abdul Wahhab. Kalau kalian ngaku mengikuti dakwahnya Salafusholeh, kok beda ya????

Coba kalian ceritakan keadaan ini ke ULAMA di SAUDI sana,bagaimana reksi mereka,tak tunggu jawaban kalian lengkap dengan transkrip rekamannya. Tanyakan juga apakah kita tetap supaya berwala dengan mereka /sebaliknya. Berani????

Ta' acungi jempol 4,

Silahkan ditengok mas niat dalam hati kalian, murni ingin menegakan kalimat Alloh agar mulia/hanya menuangkan sakit hati anda???

Anonim mengatakan...

to irwan_jateng
mengukur orang itu jangan memakai kacamata hizbi antum/ldii (katak dalam tempurung)
1.Tidak tahukah antum kalau ahli bid'ah itu jauh lebih berbahaya dari pada orang yg melakukan maksiat? Karena orang yang ahli bidah itu sangat sulit memahami kalau sebenarnya ia telah bid'ah. Mau bukti? 1.Surat taubat dalilnya mana? 2.Mengharomkan sholat di belakang ahli bid'ah dan fitnah (padahal 354 sendiri ahli bid'ah, ANEH) padahal jelas2 dlm Hadis Bukhori, 3.Melarang baca2 kitab karangan, padahal makalah CAI dan Teks daerahan setiap bulannya itu apa? Bukankah juga karangan yg isinya jauh dari kebenaran bila disandingkan dengan kitab2 para ulama yg bermanhaj Salafi? 4.Mau mempelajari Hadis shohih Bukhori tp tdk tau klo karangannya Bukhori itu masih banyak. (taunya hanya shohih Bukhori tho'), 5.Dll yg tdk mungkin kami jelaskan semuanya.
2.Eks354 itu mau menasehati keluarganya yg masih di 354 utamanya melalui blog ini,
3.Antum tdk tahu sebenarnya sdh brp banyak orang2 musyrik/ yg antum maksudkan di luar 354 yg telah kami dakwahi dan mrk bisa sadar dan telah ruju' ilal haq, dan kami tdk perlu membuat laporan kepada antum atau imam antum.
4.Klo tdk menerima dakwah kami, kesampingkan sedikit saja JAHIL antum, minta penjelasanlah pada Ulama antum tentang definisi, arti, ciri dan sifat "Aqidah Manhaj Salafi" dan efinisi, arti, ciri dan sifat "Hizbi".
Mudah2an antum bisa menerima hidayah Alloh yg sesungguhnya, yg selama ini jauh dari antum.

Anonim mengatakan...

keluargaku ada di ldii, maka mereka yang jadi target & misi utamaku.

SADARLAH,

MANKUL MUSNAD MUTHASIL ala nurhasan ITU TEMBOK BESAR AMPUH YANG MENGHALANGI JOKAM DARI KEBENARAN

SADARLAH

jihad mengatakan...

to irwan_jateng
cari alasan tuh irwan_jateng gak bisa dan gak mau jawab hal taqiyah, surat tobat dll...... eeh...mungkir cari topik laen.......SESAAAT. JUGA TUH ORANG.

Anonim mengatakan...

bukane cari yang bener tapi malah golek konco salah........payah

354_JATIM mengatakan...

Untuk saudaraku IRWAN _JATENG :

Sungguh apa yang kamu katakan benar , bahwa segala bentuk penyimpangan seperti yang kamu sebutkan perlu di kritisi dan di dakwahi , karena mungkin sebagian dari SAUDARA KITA itu banyak yang belum paham akan aqidah yang haq ini dan mereka hanya ikut-ikutan ( taqlid buta ) terhadap ulama-ulamanya.

Sebagaimana kamu , kamipun berlepas diri atas ulah mereka yang mempersekutukan Allah dengan mahluqnya , namun kami ( ahlus sunnah ) tidaklah mengkafirkan mereka orang-perorang sebelum kami sampaikan hujjah , nach seandainyapun mereka tetap dalam pendiriannya maka biarlah kita serahkan hukumnya kepada Allah , karena yang berhak mengkafirkan seseorang adalah Allah dan Rasul-Nya , atau ulama atau karena secara terang-terangan yang bersangkutan menyatakan keluar dari islam .

Perlu kamu sadari ( harusnya ) dari awal bahwa bloq ini membahas penyimpangan yang ada di islam jamaah , dan bukan berarti jamaah yang lainnya tidak sesat .....
tentunya bukan disini pembahasannya, karena disini hanya membahas islam jamaah.

kalau dipikir-pikir , taqlid buta kaummu ( ldii ) TIDAKLAH JAUH beda dengan kelompok yang kamu sebutkan kesesatannya diatas .
kamu telah menempatkan imammu dengan syariat tambahannya , lebih baik dari penerima syariat yang haq yaitu Rasulullah Shalallhu Alaihi Wassalam , bentuknya banyak seperti yang sering dibahas di bloq ini .

Bahkan yang paling parah dan ini lebih parah dari kelompok sesat yang kamu sebutkan adalah PENGKAFIRAN TERHADAP ORANG ISLAM diluar jamaahmu, ini bentuk KESEMPURNAAN KESESATAN jamaahmu.

Jadi bukan hanya merusak yang sifatnya vertikal ( syariat ) , kelompokmu juga merusak persatuan kaum muslimin ( horisontal ).

Jadi janganlah kamu mengalihkan tema bloq ini ke masalah yang lain , maka biarlah bloq lainnya yang membahasnya dan cukupkanlah di bloq ini membahas tentang penyimpangan aqidah islam jamaah alias madigoliyah itu.

Semoga Allah paring kemudahan pemahaman buat kamu dan salam dari Jatim.

Anonim mengatakan...

kepada mas irwan_jateng dan kroni2x
Antum tentunya belum bertanya langsung ke Syaikh2 Makkah termasuk Syaikh Yahya yg ktanya gurunya Kholil dan Azis tentang:
1.Bagaimanakah menurut Syaikh tentang Islam Jamaah/ LDII/ 354?
2.Benarkah Kholil dan Aziz serta lain2x mengaku kalau mereka itu Salafi? (sama Syaikhnya mereka mengaku Salafi tapi ternyata setelah pulang ngakunya Islam Jamaah/ LDII/ 354 karena takut pd IMAMnya, klo dipaksa cerai gmn? menghidupi anak2 gmn?, dll)
3.Pernahkah Syaikh mengisi Dauroh di Indonesia yang diundang oleh Islam Jamaah/ LDII/ 354? (Apa benar Islam Jamaah/ LDII/ 354 mau mengundang Syaikh dari Makkah? Coba usulkan ke Imam Pusat antum dan lihat bagaimana tanggapannya!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!) Yakin deh insya Alloh antum akan dihukumi resolusi, murtad, dll. Jadi berfikir logislah sedikit karena kebenaran itu juga bisa diterima dengan aqal.
Mudah2an irwan_jateng dan kroni2nya mau mencoba agar HIDAYAH yg sebenar2nya itu mereka terima. Amin

Anonim mengatakan...

irwan tuh maling,kemudian dia ketangkep dan dikasihtau/dinasehati bahwa jadi orang tuh jangan jadi maling..!! eh dia malah ngomong..."kamu tuh nasehati aku,mbok ya orang-orang perampok tu yang dinasehati,aku kan cuma maling..."

itulah gambaran buat irwan

abu zahra mengatakan...

Alhamdulillah,rupanya Irwan _jateng sudah pulang asrama dari pusat dan mankul langsung ke Kholil&Aziz,tapi mana temen2nya yaa? seperti Abu Ilyas,Jenggotpalsu dan kroco2 lainya...tapi kok comenya mengankat tema yang lain yaa? kok gak segere memangkulkan jawaban 7 poin yang di nanti2 JAMAAH,sepertinya habis mankul tauhid nih..kok bahas kemusyrikan,mas irwan...kitab tauhidnya siapa dan nama kitabnya apa yang dimankulkan di pusat?kok tiba2 antum mengorek kesyirikan dan kebid'ahan Kiai NU dan sebagian masyarakat muslim indonesia,apa gak takut di LDII dibubarkan kok menyebut2 kesyirikan kiai NU,kan ijtihad IMAM harus Fatonah Bitonah Budi Luhur,Papan Empan Adepan,lupa yaa? tapi qo'idah2 dakwahnya udah sekalian di mangkulkan ga? seperti kaidah Inkarul Munkar dll,kok antum rupanya semangat sekali sampai2 berani menyebut kesyirikan Kiai NU,habis loe nanti!? udah gini aja jawab dulu pertanyaan JAMAAH yang 7 poin itu...
ni saya ingatkan kembali pertanyaanya:
jelaskan "pertanyaan2 remeh ini" lengkap dgn dalil2nya yang shohih/kitab2 ulama ahlussunnah beserta fatwa2nya sebagai rujukannya;
1.Benarkah praktek surat taubat dlm jamaah?
2.Benarkah yg menentukan diterima tdknya taubat itu adalah imamnya kemudian menentukan kaffarohnya dlm bentuk uang?
3.Benarkah praktek qurban urunan sak jamaah, termasuk menyerahkan sejumlah uang qurban per desa dan daerah ke pusat?
4.Benarkah praktek persenan dan penjatahan kepada jamaah?
5.Benarkah orang yg tdk baiat pada bapak Imam kita itu kafir semua? Bagaimana dgn Syaikh2nya Nurhasan dulu? juga Syaikh2nya Kholil dan Aziz sekarang?
6.Benarkah kesaktian2 Nurhasan? Krn Nabi sendiri, para kholifah dan ulama salafus sholih/ syaikh2nya Nurhasan dan Syaikh2nya Kholil dan Aziz tdk ada yg memiliki kesaktian seperti Nurhasan.
7.Setelah sekian puluh tahun, knp baru sekarang2 ini kita diajarkan mustolah hadits? Dan ternyata banyak di dlm hadis himpunan kita ditemukan hadis2 dhoif bahkan maudhu'? (Benarkah Nurhasan belajar di Darul Hadis? Krn di sana pasti diajarkan tentang mustolah hadis), dan pertanyaan2 lainnya insya Alloh akan menyusul setelah antum menjelaskan 7 poin ini. Jazakumullohu Khoiro

Anonim mengatakan...

kalau mau tau jawabannya ke kediri aja..disini pasti gontok2an...,,utk abu zahra...kamu sudah di tutup hatinya..mkanya ngaji yang bener..bukan buka2 internet

Anonim mengatakan...

kenapa cari kebenaran harus ke kediri? kenapa tidak langsung mendapatkan kejelasan ke ulama mekkah dan madinah? atau setidaknya ke ulama/ustad ahlu sunnah yang ada di indonesia?

kalau cari kebenaran ke kediri paling-paling jawabannya " ya mangkulnya ya begitu " :)

Anonim mengatakan...

kalian terlalu menyudutkan sepihak saja tentang LDII,padahal kalian sendiri di besarkan di LDII,di didik,jadi ada baiknya kalian sema yg telah keluar datang saja ke kediri,dan minta penjelsan yang mantap

Anonim mengatakan...

Nabi Musa Alaihisalam juga dididik dan dipelihara oleh firaun. tapi apa dengan demikian Musa tidak menasihati kesalahan firaun?

kami juga banyak mengaji di jamaah 354, tapi kami membuka mata hati kami dengan nasihat. dan dengan demikian kami jadi tahu kekeliruan jamaah 354. justru kami menasihati jamaah 354 karena kami peduli jangan sampai 354 berlarut-larut dalam penyimpangannya. kalau 354 didiamkan, kasihan rukyah. yang mengambil keuntungan ya pusat-pusat itu. mereka itulah penjahat akidah yang nyesatin umat 354 demi ambisi kekuasaan

Anonim mengatakan...

kita tidak menjelek-jelekkan ldii koq, kita cuma berkata apa adanya tentang sepak terjang islam jamaah. kita mengatakan ini faktual langsung dari TKP ( partisipation - observation/ pengamatan langsung dari obyek masalah). kita akan dukung dakwah 354 kalau 354 sudi meninggalkan penyimpangan-penyimpangannya seperti takfir, hizbiyyah, khawarij dll. semoga 354 mau ruju ilal haq, karena merupakan bentuk kesombongan apabila menolak al haq

muh anshori mengatakan...

sorry saya ikut nimbrung....jujur saya bukan orang LDII atau eks LDII...yang saya tau LDII madzhabnya mengikuti syaikh Muhammad Bin Abdul wahab..sampe siapa yg ikut LDII di juluki wahabisme..tapi yang membuat aku ga habis pikir yang mengkritik LDII juga mempunyai madzhab wahabi juga...tapi mengapa tidak bisa saling ketemu...jelas di antara kedua ini ada yang bermasalah...
alangkah baiknya masalah ini kita tanya pada orang yang lebih tau...dalam hal ini dewan masyekh..agar dakwah 354 ini juga bisa berada di atas tanggungan mulia

Anonim mengatakan...

Setuju sama comment di atasnya, biar both cover side. Mudah2 an bisa menjadi kebarokahan. Sy warga ldii, tapi sy juga nggak mau pake kaca mata kuda. Tp, sy lebih setuju untuk melakukan koreksi atas kesalahan2 akidah, drpd menghancurkan bangunan secara keseluruhan, krn masih banyak hal2 lain yang bermanfaat dan secara akidah juga tidak bisa dibilang salah.

Anonim mengatakan...

Sekedar tambahan, untuk saudara2 saya yang di ldii, amsol jgn tunjukkan comment dg nada-nada ancaman krn kita berada pada masa yg berbeda dengan zaman rosululloh dulu. Cukup jadikan cara dakwah rosululloh yang lembut dan persuasif sebagai guidance kita, wong kompetitor kita nggak pake pedang kok nyerangnya. Kalau hujjah ya dilawan dg hujjah yg lbh kuat. Dan untuk jama'ah yg lain, ya mohon jgn merasa benar sendiri juga (seperti yg anda bilang, anda juga bukan pemegang sah kebenaran mutlak). Sama juga, gunakan kata yang lembut dan persuasif. Klu yg anda dakwahi/nasehati menerima, mudah2 an Alloh memberikan barokah, kalau itu memang kebenaran yang juga selalu kita cari atau kita yakini. Gambaran di sekitar kita itu ada beberapa rumah, terus kita mau membantu untuk melenyapkan/mematikan apa itu kecoak atau tikus yang merusak, ya jangan rumahnya langsung dibakar dan dirobohkan, ya matiin kecoak sama tikus itu saja. Itu nasehat gambaran buat kedua belah pihak, kalau nggak ya dua2nya bakalan saling membakar dan merobohkan. Mau syukur, nggak mau ya kembalikan kepada Alloh SWT. Ingat, kita berada pada masa yang jauh berbeda dengan zaman rosululloh lebih dari 1.400 tahun yang lalu.

Anonim mengatakan...

Wah semakin menarik pembicaraan ini , untuk saudaraku yang di ldii , saya mau nanya " apakah benar kalian pengikut syaikh Muhammad bin Abdul Wahab ??

Tolong tanyakan pada ajaran yang selama ini kalian kaji atau kepada ustad / ulama /amir kalian .

Kalau jawabannya : IYA BENAR , maka kalian akan kembali berbohong dengan kebohongan yang amat parah karena akan banyak pertanyaan menyusul lainnya yang saya yakin tidak akan dapat dijawab oleh kalian ( seluruh jamaah madigoliyah ).

Kalau kalian jawab : BUKAN , maka masih ada kejujuran yang tersisa di jamaah madigoliyah .

Tolong dijawab subhat ini atau pertanyaan @akhi anonim diatas.

Anonim mengatakan...

Solusi Jitu:

1.Bagi yg mau haji atau ada keluarga yg mau haji, tolong tanyakan/ titip pertanyaan spt ini kpd Syaikh2 Masjidil harom, " Bagaimana pendapat Syaikh tentang Islam Jamaah/ LDII/ 354?" In Arabic: "Ya Syaikh, kaifa roaitum fi Islam Jamaah/ LDII/ 354?"

2.Usulkan ke Imam Pusat/ wakil 4 supaya mendatangkan Syaikh dari Masjidil Harom untuk menyampaikan langsung tentang kebenaran Islam Jamaah/ LDII/ 354. Tp apa benar usulan ini akan diterima? Jadi, hati2lah kalau usulkan ini krn anda bisa2 dihukumi resolusi bahkan sampai dihukumi murtad.

3.Katanya Aziz dan Kholil keliling menyampaikan "PEMBENARAN" (bukan KEBENARAN) ke beberapa daerah. Coba simak nasehatnya, adakah penjelasan tentang Karakteristik Ahlus Sunnah Wal Jamaah/ Manhaj Salaf? Klo tdk ada, coba tanyakan langsung dan rekam jawabannya. Lalu bandingkan dengan penjelasan Syaikhnya di Masjidil Harom atau Ustadz2 dari Salafi.
(Kalau ini betul2 dilakukan dan kalian para Jokam belum juga paham, maka menangislah sejadi2nya karena sesungguhnya kalian telah mendustakan Agama Islam yang betul2 sesuai dengan QHJ)
4. Coba tanyakan ke Aziz dan Kholil,
a.Apakah waktu mendaftar di Masjidil Harom mereka berdua mengaku dari Islam Jamaah/ LDII/ 354?
b.Kalau beliau jawab "TIDAK", Apakah mereka mengaku Salafi?
c.Sebelum puasa Aziz sdh di Indonesia, tp Wakil 4 yg ditanya dan pengurus di Kediri menjawab "Masih di Makkah" bukankah ini termasuk taqiyyah Pusat? Apa yg sesungguhnya terjadi? Merencanakan Makar tuk membohongi Jamaah? Saya tdk percaya hal itu, tp kalau fakta berbicara? Terpaksa saya harus mengingkari KEBATHILAN itu walaupun dia itu IMAM.
NB to Jokam:
Aqidah itu dibangun atas dasar dalil dan hujjah dari Quran dan Hadits bukan atas akal, jd akal yg hrs mengikuti QH.
Bukan Menetapkan Aqidah lalu mencari pembenaran yg bersumber dari QH.

mantan354 mengatakan...

HADIRILAH KAJIAN ILMIAH & BEDAH BUKU

Insya Allah , besok :

Masjid : Jami' Makkah
Alamat : Jl.Bendul Merisi Tengah no. 48
Hari : Sabtu ( 30-10-10)
Jam : 16.00 s/d selesai
Pembicara : Ust. Yazid bin Jawwas
Topik : Tazkiyatunnufus.

Terbuka untuk umum , gratis , tidak perlu mendaftar , tidak ada syarat keanggotaan , jadi datanglah wahai saudaraku yang mencari kebenaran.
Ajaklah anak istri ( suami ) teman , saudara dan sebarkan undangan ini .

Semoga Allah memudahkan kita semua.

Anonim mengatakan...

"kalau mau tau jawabannya ke kediri aja..disini pasti gontok2an...,,utk abu zahra...kamu sudah di tutup hatinya..mkanya ngaji yang bener..bukan buka2 internet"

Begitulah jawaban yang selalu diomongkan oleh pihak 354,mereka selalu menghindar apabila yang ditanyakan itu seputar akidah mereka, padahal sudah berpuluh tahun akidah tersebut diamalkan, dan mereka juga menganggap bahwa yang di amalkan itu sesuai Qur'an dan Hadits, harusnya gampang dong hanya menjelaskan dasar-dasar pengamalannya berikut dalil-dalil yang dilampirkan...bukannya mereka tiap hari mengaji Qur'an dan Hadits???!! kenapa harus menjelaskan di Kediri mas?? apa biar orang lain gak tau dimana kesalahannya/gak bisa menjelaskan??? rumit sekali sih akidah mereka...

Saya jadi ingat bagaimana mereka menjerat orang lain agar mengikuti akidah mereka/tahap-tahap doktrinasi...

Inilah kata-kata orang 354 jika ditanya orang awam mengenai jamaah 354 yang dikatakan sesat " O.. SEMUA TUDUHAN ITU TIDAK BENAR, FITNAH, KALO MAU TAHU IKUT NGAJI DULU.."
INGATLAH ORANG YANG BERTANYA ITU SUDAH MENJADI INCARAN EMPUK BAGI JAMAAH 354,KARENA DIA SUDAH MEMBUKA PELUANG UNTUK "DIAMAR MAKRUFI" DIA AKAN DI KEJAR TERUS UNTUK IKUT DALAM PENGAJIANNYA
KALO SUDAH TERKENA RAYUAN TERSEBUT, INILAH PENJELAS SELANJUTNYA...

Pertama kali yang dijelaskan/dikaji adalah hal-hal umum dulu,misal mengkaji kitabusholah, k.da'wat, k.adillah (kitab ini karangan dari petinggi 354,yang tidak disebutkan pengarangnya/kitab intern 354).selama mengikuti pengajian tersebut,tidak boleh mengikuti pengajian teks daerahan/teks turba dari imam pusat (masalahnya banyak materi yang suangat bithonah,rahasia, dan yg boleh mendengarkan hanya yang sudah BENER-BENER TERJERAT didalamnya/sudah beat ke imam)

Setelah mangkaji kitab-kitab yang bersifat umum tersebut/sudah khotam, maka berinjak ke materi ke imaman (k.imaroh ; kitab ini juga karangan petinggi 354,dibentuk sedemikian rupa agar terdoktrin bahwa 354 yg benar,selain itu semua kafir,taek bonjrot --maaf sy sebutkan krn memang itu adanya kalo untuk memahamkan jamaah354--)

Setelah orang tersebut paham mengenai konsep-konsep yang dibawa oleh imam,maka orang tersebut dibawa ke KEDIRI untuk beat ke imamnya

Ya sudah ... kalo sudah terkena doktrin tersebut, tinggal pengisian materi-materi yang lain yg disuguhkan tiap hari (sambung jamaah), yang berkedok pengajian Qur'an dan Hadits, tetapi keterangan/pengertian dari pengajian itu mengacu pada IJTIHAT nya IMAM, memang para jamaah yang mengaji tidak menyadari hal tersebut karena ada semboyan THOAT IMAM SURGA,TIDAK THOAT NERAKA, jadi pikiran bawah sadarnya sudah tdk bisa berfikir logis,kritis.

..mkanya ngaji yang bener..bukan buka2 internet"
DAN KATA-KATA INI dimaksudkan bahwa dalam ajaran 354, DIHARAMKAN membaca buku/kitab karangan dari luar jamaahnya, HAL INI DIKANDUNG MAKSUD DOKTRIN-DOKTRIN YANG SUDAH TERPANCANG DALAM HATINYA TIDAK TERGOYAHKAN OLEH BUKU-BUKU TERSEBUT (WALAUPUN KITAB-KITAB INTERN MEREKA JUGA KARANGAN DARI PETINGGINYA,BAHKAN LEBIH PARAH DG MEMALSUKAN HADITS!!!)

HAL INI MENUNJUKKAN BAHWA MEREKA SADAR KALO YANG DIPELAJARI ITU MENYIMPANG DARI KAIDAH UMUM/KAIDAH YANG BENAR, DALIL-DALIL BATHIL MEREKA MUDAH TERPATAHKAN OLEH DALIL-DALIL ULAMA SHOLEH, IMAMNYA TIDAK MAU JAMAAHNYA KELUAR KARENA MENDAPATKAN PENCERAHAN DARI BUKU/KITAB DI LUAR JAMAAHNYA---UJUNG-UJUNGNYA IR/ISRUN NYA TURUN, DUITNYA BERKURANG---

irwan_jateng mengatakan...

Kagem para KHORIJIN

Saya menuliskan itu untuk kalian sadari bahwa itulah realita keadaan orang yang kalian anggap Jamaah muslimin yang berada di Daulah Islamiyah Indonesia . Karena anda menganggap Negeri ini adalah negeri muslim dengan pemimpin yang muslim.(Ada yang hindu, budha, kristen, pemuja kubur)

Sehingga kami dianggap Khowarij(keluar dari imam muslim)

Padahal berbicara ISLAM pasti tidak akan terlepas dari Tauhid/Murni/Bersih (dari syirik)

Jadi kalian jangan seperti orang yang lagi mengigau disiang hari mas!!!!

Coba mas tolong terangkan selengkap lengkapnya tentang kalimat Laa ilaha illaloh, Wa ma kholaqtul jinna walinsa illa liya'buduni, wa ma umiru illa liya' budulloha mukhlisiina lahuddin, fa man yakfur bith thoghuti faqodistamsaka bil'urwatil wustqo lanfishomalaha.

juga pembatal2 Ke ISLAMannya..

Tak tunggu ya???

Ojo manglur manglur.

Anonim mengatakan...

Tambahan:
1.Pernah tanya kpd Aziz dan Kholil knp alasannya pulang ke Indonesia? Padahal kan waktu itu mau romadhon dan mau haji! Katanya ketahuan kalau mereka itu Islam Jamaah/ldii/354, benar nggak sih?
2.Katanya mereka pulang mau urus visa, bukankah klo hanya perpanjang visa bukan di Indonesia? di sana kan ada Kasilnya? ANEH, ANEH, ANEH!
Lainnya insya Alloh menyusul.......

Anonim mengatakan...

to om irwan:
ciri khas khawarij itu selain membangkang pada penguasa yang sah, adalah mengkafirkan orang islam diluar golongannya.

sekarang 354 itu ngafirin orang islam diluar golongannya ngga?

354 itu kan mengkafirkan orang islam diluar golongannya, berarti ngepas-in dalil ciri-ciri khawarij.

kalau anda berkata bahwa orang yang keluar dari 354 itu adalah khawarij,( anda menggunakan istilah khorijin) pertanyaan saya; apakah orang yang keluar dari 354 itu ngafirin orang islam tanpa dalil dan bashiroh? apakan para orang yang sudah melepas 354 menentang penguasa yang sah? -tidak kan? maka mereka bukanlah khawarij.

anda mungkin menggunakan logika bahwa penguasa yang sah adalah imam 354. kalau anda menggunakan pengertian ini, maka bisa dimengerti bahwa anda menilai setiap orang yang keluar dari 354 dan menyelisihi imam 354 adalah khawarij.

tapi anda masih mendinganlah, walaupun salah, anda "cuma" menuding orang yang keluar dari 354 adalah khawarij, tapi kalau di kalangan umum/opini umum/ keyakinan umum dari jamaah 354 adalah bagi setiap orang yang keluar dan menyelisihi 354 hukumnya murtad, halal darahnya, dan kafir

jadi sipa yang khawarij? maling teriak maling nih kayaknya om irwan ini

Anonim mengatakan...

Wahai irwan_jateng , semakin nampak siapa sebenarnya kamu , aku pastikan kamu bukan dari islam jamaah ato madigoliyah , benar kan ??

Sebelum menjawab pertanyaanmu , dan sebenarnya aku malas untuk menjawabnya karena kalian tidak menghendaki kebenaran tapi kalian butuh pembenaran .
Kalian bisa kaji sendiri dengan mendengarkan secara langsung di :

http://www.radiorodja.com/
http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah

Dari mana kamu memperoleh pernyatakan dari ahlus sunnah yang mengatakan republik ini berupa daulah islamiyah ??? jangan berbuat fitnah , tolong sampaikan siapa diantara kami ( ustad kami ) yang mengatakan baik secara langsung maupun kamu peroleh di tulisan ( majalah maupun internet yang terpercaya ).

Inilah modelnya ahlu bidah , menempatkan dalil tidak pada tempatnya , mengartikan dalil dengan pemikirannya .

Pertanyaanmu sudah banyak dibantah baik di bloq ini maupun yang lainnya , karena kamu cuma copy paste dari mereka yang membaca al Quran namun tidak sampai kerongkongannya.

Aku tunggu jawabanmu , ojo manglur manglur , agar diskusi ini berjalan .

Anonim mengatakan...

Bingung...

Kenapa jadi demikian fanatik nya ya sedulur2 kita yang di ldii?

Penjelasan2 tentang kelemahan sistem di ldii, yang disertai dalil2 & pendapat2 ulama2 mekkah, tetep aja gak bisa dicerna dengan akal & hati orang2 ldii.

Bingung...

Anonim mengatakan...

kalau menurut saya, pemikiran om irwan ini sedang menuju pada kesimpulan bahwa penguasa republik Indonesia adalah thogut. dan ini berlawanan dengan teks hasil daerahan yang berbunyi: supaya satu-satunya jamaah tunduk patuh pada penguasa yang sah dan uud 45.

pemahaman om Irwan ini juga mementahkan pada semua konsep-konsep LDII yang mengakui bahwa pemerintah RI adalah penguasa yang sah. ( liat aja situs LDII)

mari kita singkirkan polemik siapa penguasa yang sah. mari kita tolerir sebentar pemahaman om irwan bahwa imam 354 adalah penguasa yang sah. apakah dengan demikian, pemahaman itu memperbolehkan bahwa umat islam diluar golongannya adalah kafir dan islam tidak sah? (seperti yang dilakukan jamaah 354)

alam nalar dan sistem akidah (sistem kepercayaan) 354 itu yang mengatakan bahwa umat islam diluar golongannya adalah kafir, karena mereka (354) berhujjah: tidak berimamah dengan keimam-an kami adalah kafir. bagi jamaah 354, pondasi keimanan dan keislaman seseorang adalah ketika seseorang berbeat dengan imam 354 yang sekarang dijabat pa aziz. doktrin ini melenyapkan pondasi iman dan islam yang disusun oleh rasulullah yaitu rukun iman dan rukun islam.

Anonim mengatakan...

Kagem Irwan Alkhowarij Alkadzdzab

"Padahal berbicara ISLAM pasti tidak akan terlepas dari Tauhid/Murni/Bersih (dari syirik)"

----> anda lupa bagaimana dengan Infaq Rezeki/IR, 5 bab, surat taubat, surat sambung, tiap desa wajib ngirimkan kambing ke pusat, tiap desa wajib ngirim batu bata ke pusat, tidak taat Amir neraka, Tidak beat Amir KAFIR, kiprah dadi ibadah (segala hal sesuatu yg keluar dari mulut si amir menjadi ibadah)
Apa itu murni??!! monggo dijelasne,dijlentrehne ning nganggo dalil.....ojo manglur-manglur thok...
Yen mboten saget njawab ampun nesu,ampun njegog-njegog mangke kados segawon...

Anonim mengatakan...

setuju dengan anonim diatas , kelihatannya om irwan ini bukan dari islam jamaah

mangkanya pertanyaan dan pernyataannya nggak sinkron blas dengan pemahaman madigol