بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

menghilangkan jejak dari islam jamaah

SURAT KEPUTUSAN JAKSA AGUNG RI 29 OKTOBER 1971.NO:089/DA/10/1971 adalah keputusan pelarangan aliran ISLAM JAMAAH/DARUL HADITS yang di tetapkan oleh pemerintah REPUBLIK INDONESIA SEJAK DI TURUNKANNYA SURAT KEPUTUSAN TERSEBUT.memang secara organisatoris aliran ini sudah berakhir tetapi ajaran mereka tetap terus berjalan.walau telah di ketahui bahwa ada sebuah organisasi jelmaan dari islam jamaah yang di motori oleh imam penerus madigol,ajarannya masih sama membahayakan yakni mengkafirkan kaum muslimin diluar kelompoknya.tapi organisasi ini boleh di kata cukup hebat,karna perjuangan mereka telah sengaja menginfeksikan gerakannya dengan gerakan syiah rafidhoh yakni bertakiyah (baca bithonah)halal berdusta.dengan takiyah ini mereka bisa menjalankan aktifitas mereka seolah mereka bukanlah penerus islam jamaah.


persoalannya bukan dari kalangan non LD** yang mengungkapkan kesesatan keterkaitannya mereka dengan islam jamaah,akan tetapi Allah telah membuat jalan untuk membuka topeng mereka yakni pengakuan para anggotanya sendiri maupun eks anggotanya yang turut tangan mengembangkan dakwah islam jamaah yang menjelma menjadi LD**.

dalam hal ini LD** tidak mau diam saja,mereka terus berupaya menghilangkan jejak dari islam jamaah,walau masyarakat sudah tau,MUI sudah tau ,semua sudah tau tapi tetap saja mereka berkelit menangkis serangan tuduhan dengan egos yang terbilang sudah terbaca.


tek bulan 08 tahun 2006
perhatikan tulisan yang telah kami tandai "taat kepada imam/ijtihad imam"
bandingakan dengan tek yang ini


lafadz "taat kepada imam/ijtihad imam" sudah di tiadakan karna khawatir bahwa jangan sampai LD** masih tercium sebagai penerus islam jamaah


bedakan dua tek imam di atas yang mengalami perubahan dengan tujuan menghilangkan image atau citra bahwa LD** adalah jelmaan islam jamaah...


inti dari nasehatnya:


perhatikan yang telah kami beri tanda..."DENGAN MENETAPI QUR AN HADITS JAMAAH BERARTI HIDUP KITA HALAL,AMALAN KITA SAH,AMAL IBADAH KITA DI TERIMA OLEH ALLAH DAN MATI SEWAKTU-WAKTU WAJIB MASUK SURGA SELAMAT DARI NERAKA.

NB....memang benar pedoman islam adalah qur an dan hadits...tapi wabi fahmi man???
dengan pemahaman siapa????
dengan tidak menetapi jamaah mereka berarti tidak boleh masuk surga...

Berilmu adalah wajib bagi setiap muslim, terlebih ilmu Dien (Agama). Dengan berilmu maka seorang tak akan tersesat disebuah jurang, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasalam bersabda "Siapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, Allah akan mudahkan baginya dengan ilmu tersebut jalan menuju surga" (HR. Muslim).

Comments
114 Comments

114 Response to "menghilangkan jejak dari islam jamaah"

rojo gandul mengatakan...

gaplei wong iki....waktune di entei nulis2 sing ora nggenah...mbo yao turu disik...tinimbang uripe di enteke menfitnah

Anonim mengatakan...

to rojo gandul

mas memfitnahnya di bagian mana sih ??? kan ada buktinya tuh.

anda ngomong memfitnah kan sudah membuktikan bahwa TAKIYAH / DUSTA / BOHOOOONG itu memang benar adanya.

jihad mengatakan...

Kapak-kapakno yen LDII Kuwi wonge Ngueyel......jahat,...tukang ngapusi. sedulurku dewe yo wong LDII. wonge Kemaki.. koyo atos-atos-o dewe. sekti-sekti-o dewe. tapi yen karo sedulure puelite setengah urip. pengine ra keluar duwit tapi wareg yen molih neng omahku. matre wonge.. mungkin gara-gara IRsun kuwi po yooo. tapi wonge koclok.. diapusi imame gak ngerti.

Anonim mengatakan...

yoi,
orang2 kaya rojo gandul nganggepnya harta selain ld11 itu halal.

mesakne,
klo mampu disodakohi aja, soalnya uangnya habis buat bayar upeti ke amirnya

Anonim mengatakan...

Kasihan sekali jokam lapisan bawah..

1. Akidahny diselewengkan tanpa mrk sadar (akidah khowari yg mengkafirkan umat muslim lain & akidah syiah yg menghalalkan berdusta demi kepentingan golongannya).
2. Ibadahnya diselewengkan tanpa mrk sadar (Isrun persenan, tp gak pernah zakat mal; zakat fitrah 40% buat pusat; ngirim kambing 1 ekor tiap desa, tp gak jelas perwujudannya; miqot haji tdk sesuai tuntunan, dan byk lg yg lain).
3. Pengertian jamaahnya diselewengkan tanpa mereka sadar kl justru mrklah yang firqoh, yg disuruh Nabi Muhammad SAW untuk dijauhi oleh seluruh kaum muslimin (dan banyak lg penyimpangan lain).
Dan mrk skg mati2an membela kelompok dan imamnya. Imam yg justru secara tidak disadari oleh mereka telah mendzolimi mrk dan keluarga tidak hanya didunia tp di akhirat kelak.
Apa kalian tidak takut nanti di akhirat tergolong kaum yang pailit? Merasa ibadah pol di dunia, padahal ibadah itu ternyata dihias2i setan lewat imam kalian?
Makanya berilmulah,, Niatkan karena Allah.

Minta Hidayah kepada Allah sang pemilik hidayah.

Anonim mengatakan...

g enek kerjaan wong iq pikir bojo anake ben dino nulis bae jane di gaji karo sopo to

ibnu mengatakan...

Oh Mama... Oh Isrun... ( bukan Oh Mama ... Oh Papa lho... )
Kisah Nyata Kiriman Jamaah LDII , Masih Aktif... Sebut Namanya Yusuf.
Isrun.. sebuah nama yang sangat akrab dalam pikiran warga 354 / LDII...
setiap bulan .. akan ada yang otomatis dengan sendirinya mengingatkan...
" ehem.. ehem.. sedulur jama'ah... kepada para jamaah dinasehatkan untuk segera menyetor isrunnya ke 'ku kelompok'
ingat ini udah tanggal berapa.. lusa infak persenan harus segera disetor ke 'desa' karena besoknya lagi harus disetor ke 'daerah'.. karena acara ke 'pusat' sudah dekat.. "
kurang lebih seperti itulah...
selain infak persenan wajib yang sebesar dari 0 - 10 %, jamaah LDII / 354 itu juga wajib mengisi penarekan uang yg lain .... seperti penjatahan-penjatahan.... untuk pembangunan mesjid... kesanggupan-kesanggupan .. untuk membiayai acara-acara LDII, dsb.
" Siapa bilang Isrun itu bid'ah ? " begitu kata 'KU' ( bagian Keuangan LDII / 354 ) ... " Buktinya Orang Kristen Aja Mewajibkan Persepuluh Persenan "...
ya itulah... dalam hal Upeti/Pajak Bulanan/Isrun ini, LDII mencari pembenaran dengan dalil nya yg merujuk kepada pemahaman para uskup, pendeta, dan pastor , serta orang2 yg mengikutinya sampai akhir zaman...
Karena kalo orang islam umumnya akan berusaha mengikuti Nabi Muhammad, Sahabat, Tabiin, Tabiuttabiin dalam peribadatannya...
Ya udahlah maklum aja.. kita lagi ngebahas LDII gitu loh !
Al Kisah di bumi pasundan.. sebutlah namanya si Sholihin... disalah satu wilayah cengkraman LDII di daerah Bandung... ada seorang warga 354, jamaah LDII, yang ingat bahwa dia belum menyetor isrun..
" Oh iya nih .. alhamdulillaah diingatkan... ( dalam hatinya : walaupun berat juga yah...).. " ...
Akhirnya si Sholihin menghitung2..
" Isrun 10% gaji... + Kesanggupan Cicilan Tanah sekian...
+ Shodaqoh Kilat Khusus sekian...
+ Shodaqoh buat Acara Sepak Bola sekian... ..
+ Shodaqoh Snack Semam Barokah
+ Shodaqoh ini itu gak jelas .. sekian...
mmmm mmm waduh.. kok jadi nya malah 20% lebih yah ? "
Adalah suatu yang berat sebenarnya, yang dirasakan oleh seluruh jamaah LDII / 354..
Tapi apa daya... seringkali didatangkan Penerobos Kelompok , Penerobos Desa , Penerobos Daerah, Bahkan Penerobos Pusat LDII Kediri untuk terus menasehati... bahwa : " Yang Kita Cari Adalah Surga... Kalau Uang Kita Sedikit.. Buat Ini Itu Gak Cukup... Ya Mendingan Di infakin aja... Biar Barokah ... "
"Kalau kita pelit-pelit... ingat nanti ancaman neraka, harta kita akan diserupakan ular botak! dan kalajengking yang akan menyerang kita.. dan menyiksa kita ... Maka Para Jamaah Supaya Menertibkan Isrunnya itu.... Kerjaken Karena Alloh.... Mugo Mugo Alloh paring barokah ! ... " begitu doktrin yang biasa ditancapkan ke hati para warga 354 / LDII ini...

ibnu mengatakan...

Siapapun yang merasa kaum muslimin, tau kalo ciri-ciri orang yang beriman adalah menginfaqkan rezeqi yang Allah beri.. cek aja awal surat albaqarah...
Tapi siapa yang mewajibkan bahwa harus 10% bahkan kenyataannya sampai 20% bahkan lebih... terus kenapa harus ke LDII semu
Pada saat itu, hati Sholihin benar-benar bertambah bingung... karena ibunya Sholihin sedang sakit dan butuh biaya kedokter dan berobat..
" Nak, badan ibu gak enak ... meriang dan pusing Nak... tolong bawa ibu kedokter. " begitulah Ibunya Sholihin meminta...
" waduh,.. saya belum isrun ... eh ibu sakit juga... gimana yah ? ... " Kata Sholihin
Mungkin karena bodoh dan doktrin yang salah dari LDII yang terlalu kuat, Sholihin pun menyerahkan uangnya ke LDII... karena isrun ( setor pajak ) ke LDII adalah sabilillaah... untuk Allah dan Rasul...
Seakan-akan Sholihin mengatakan pada ibunya "Ibu sabar yah.. banyak doa aja.. ridho.. Insya Allah ibu segera sembuh... soalnya ini udah ditunggu KU Kelompok, karena lusa harus disetor ke KU Desa"
Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaaah...
Puluhan tahun si Sholihin ngaji di LDII... tapi Sholihin belum pernah sekalipun mendengar bahwa :
1. Tidak ada praktek Nabi dan Sahabat yang menghalalkan untuk mewajibkan menarik uang sampai 10% atau bahkan 20% .. jadi menyetor isrun bukan untuk Allah dan Rasul bahkan DIMURKAI ALLAH DAN RASUL !
2. Kebocoran2 uang 'sabilillaah' yang terjadi didalam 354/LDII... mulai dari yang sayup sayup terdengar sampai yang jelas-jelas sudah sama2 diketahui warga 354 / LDII
3. Haq orang tua adalah setelah Haqnya Allah dan RasulNya... Jadi dalam kasus ini Ibunya Sholihin punya Haq untuk dirawat dan diobati.. ( lihat dalil : waqodho Robbuka An Laa Ta'budu Illaa iyyah wabil walidaini ihsana... )
Tegakah kita melihat wajah orang tua kita yang sakit? Mengiba .. Meminta Pertolongan ...
Sampai hatikah kita mengabaikan haq orang tua kita ? Bukankah Orang Tua Kita Yang Merawat Kita Sejak Kecil Lebih Berhak Dengan Harta Kita ? ...
Bukankah Ridho Allah Bersama Ridhonya Orang Tua Kita ? Kenapa kita masih lebih memilih menyerahkan harta ke LDII ... bukannya untuk keperluan orang tua kita ?
Sampai Kapan Kita Serahkan Harta Kita Untuk LDII ? Yang tidak sedikitpun mencontoh Rasulullaah dan Sahabat... Yang ini adalah Bid'ah ! Yang Allah melaknat hal ini.. Allah melaknat penarek isrun dan penyetor isrun dan semua orang yang membantu acara-acara bid'ah !
Sholihin oh Sholihin... Teganya ! ( mungkin kita juga pernah jadi si Sholihin itu ..)
LDII oh LDII ... sampai kapan akidah kalian akan seperti ini..
Oh Mama ... Oh Isrun... semoga kejadian ini tidak akan pernah terulang... SELAMANYA !
Diposkan oleh waspada354 di 07.24

Anonim mengatakan...

walah ...dulur ,ojo nemen2 opo'o olehe nylentrekne bejate islam jamaah .....

sopo ngerti sing melok moco iki , sakdulure dewe sing lagi ngolek jalane sing bener2 sesuai sunnah , soale mulai mencium akeh pembohongan nang pengajiane.

ayo podo dedungo , mugo-mugo kabeh kaum muslimin , khususe dulure dewe sing isih ngaji nang mandigol , diparingi hidayah Allah lan gelem ruju' marang sing haq

joko suseno mengatakan...

qurban udah dekat lagi...imam pusat menjatah tiap2 desa mengirimkan i ekor kambing ke pusat (di uangkan saja)...nah setelah di sembelih kurban2 yang ada di desa dan di kelompok maka kulit hasil sembelihan di serahkan ke pusat(di uangkan juga) sebagai bukti bahwa jamaah sudah menyembelih qurban,batu bata merah di setorkan ke pusat (di uangkan juga),
belum lagi orang yangtobat (di uangkan juga.
INI DI UANGKAN JUGA
ITU DI UANGKANJUGA
SANA DI UANGKAN JUGA
SINI DI UANGKAN JUGA
KASIHAN JAMAAH...niatnya baiik utk sabilillah malah di plorotin oleh imam

Anonim mengatakan...

maklum mas..mas... wong ya imame nganggur, dapete yo dari situ, sekarang cari kerjaan susah mas..mas..mending kaya gini cari kerjaan dengan ngapusi jamaah..

anonim mengatakan...

keakean bacot....

yakumo mengatakan...

assalaamu'alaikum
mohon semuanya sabar, sesungguhnya pertolongan itu ada sesudah kesabaran, jalan keluar ada sesudah kesempitan, dan kemudahan ada sesudah kesulitan..
dengan ini saya cabut semua komen berlink ke 'jerman,musik,syubhat wihdatulwujud' dan kata2 yang mungkin disalahpahami sebagai 'menghalalalkan yang harom atau mengharomkan yang halal'.
...................................
alhamdulillah 'alaa kulli haal panas anak kami sudah keluar berwujud "RUBELLA" (campak jerman).. para ulama ahlussunnah telah menjelaskan bahwa 'balasan itu sesuai dengan jenis amalan', maka bagi saudara2 semua, waspadalah itu (semua pihak, baik bawah, tengah, maupun atas).
...................................
mari bersama menuntut ilmu, bacalah AlQur'aan, karena semua penyelesaian ada pada al Qur'an dan AsSunnah
..................................
Allohumma shalli wa sallim 'alaa nabiyyinaa Muhammad, walhamdu liLLahi robbil 'aalamiin.

adam surya praja

Anonim mengatakan...

tahun ini kelihatannya imam pengangguran akan merosot pendapatannya dengan semakin gencarnya kaum muslimin mendakwahkan agama yang benar baik dari bloq ini maupun lainnya , akan sesatnya dan bodohnya mengikuti paham islam jamaahnya mandigol ini.

Anonim mengatakan...

saya juga heran kenapa di LDII itu semua bisa di uangkan,mungkin lebih praktis kaleeee...!?kan gak mungkin IMAM DESA(desa bentukan JAMAAH LDII yang wilayahnya numpang di NKRI)mau nuntun kambing sendiri kepusat(pusat islam jamaah LDII)yang ada di kota kediri JATIM,jadi menurut dalil/kaidah jamaah LDII itu pusatnya islam ya ada di kediri itu,kenapa...? karena menurut dalil yang di pahami jamaah LDII,bahwa tidak ada orang islam yang hidupnya halal islam dan ilmunya sah yang amalnya pasti diterima dan mati sewaktu2 wajib masuk surga kecuali ya orang2 yang mau baiat ke IMAMNYA JAMAAH LDII dan mau melaksanakan semua peraturanya yang di kendalikan dari markas besarnya pondok LDII kediri sebagai CENTRAL utamanya,yang sampai detik ini nasehat di kelompok yang saya berada di dalamnya masih menekankan infak persenan(0-10%)sebagai TANDA SAMBUNGNYA JAMAAH KEPADA BAPAK IMAM dan yang gak infak %an di ancam dengan dalil yang sebenarnya dalil ancaman bagi orang yang gak mau bayar zakat,seperti:kalo JAMAAH gak mau infak nanti di akhirat hartanya di jadikan ular botak yang akan menggigiti dirinya dan ancaman2 yang sebangsanya,anehnya setelah IMAM selesai nasehat saya mintai rujukan tafsirnya dengan entengnya menjawab abah dulu mangkulinya ya seperti ini,sudah gak usah pasal2 malah nanti jadi bani israil bisa terpengaruh dan MURTAD kaya MAULUDDIN........

yakuza mengatakan...

to yakumo dkk
baca lebih detail masalah jamaah...jamaah 354 sudah dari awal terbentuk bukan atas dasar ingin mencari kemaslahatan urusan dunia,kan tetapi memang seharusnya urusan akhirat.dan sampai saat ini imam menasehati jamaah agar tetap paham jamaah..dengan di bawakan dalil yang cukup utk memaknai istilah jamaah...
lihatlah keadaan kalian..tahsabuhum jami a wa quluwbuhum satta

jihad mengatakan...

tuk zakuza>>>
niate anggota LDII sing cilik2..sampe ngisor-ngisor iyo "atas dasar tdk ingin mencari kemaslahatan urusan dunia" tapi niat baik di manfaatke kanggo duwiti penggede LDII...............bener ora cah...............

jamus ala fahmissalaf mengatakan...

to yakuza...kau harus tau sejarah lah,apa latar belakangnya jamaah al madigoliyah ini di dirikan,coba kau cari tau ke tokoh2 JAMUS(jamaah muslimin hizbullah)yang sekarang di pimpin oleh seorang IMAM bernama H.Muhyiddin Hamidy setelah IMAM pertama DR asyikh Wali Al Fatah rahimahullah saya jamin kau akan perang,bukan saja perang pedang tapi perang yang pertama adalah perang "siapa yang lebih dulu di baiat di bumi pertiwi indonesia tercinta ini" Wali Alfatah apa Nurhasa Al Ubaidah?
2.siapa yang sebenarnya murtad/keluar dari jamaah dan memutus tali baiat,"Wali Alfatah apa Nurhasan Al Ubaidah"?
3.siapa yang di setujui oleh ahlul halli wal aqdi sebagai IMAM JAMAAH,"Wali Al Fatah apa Nurhasan Al Ubaidah"? dan masih banyak lagi perang2 melawan JAMUS HIZBULLAH ini tapi saya ambil perang yang terakhir,siapa yang harus di BUNUH karena mendirikan keIMAMAN dan BAIAT yang sudah ada sebelumnya "Wali Al Fatah apa Nurhasan Al Ubaidah"camkan ini wahai saudaraku....

Ta'uza ya... mengatakan...

yakuza , hayo tampilkan dalilmu tentang jamaah !!! dari mana sumbernya siapa yang mengucapkan dan apa maknanya .....

jangan compas punya wali alfatah ya !!!!

nggak malu ngaku jamaah pertama di indonesia , kacian deh kamu .....

Anonim mengatakan...

to saudara yakuza yang mgomong
"baca lebih detail masalah jamaah...jamaah 354 sudah dari awal terbentuk bukan atas dasar ingin mencari kemaslahatan urusan dunia,kan tetapi memang seharusnya urusan akhirat.dan sampai saat ini imam menasehati jamaah agar tetap paham jamaah..dengan di bawakan dalil yang cukup utk memaknai istilah jamaah..."

benar mas yakuza biar lebih mantap lagi pemahaman jamaah buka blog ini

http://jokam4ever.blogspot.com/2010/10/jamaah-itu-adalah.html

Anonim mengatakan...

1.LDII Dan Penyimpangannya

Banyak sekali pemahaman-pemahaman jama'ah LDII yang sangat jauh menyimpang dan menyesatkan. Berikut kami paparkan beberapa

penyimpangan dan kesesatan pemahaman jama'ah LDII sebagai penerang atau penjelasan lebih detail semoga dapat bermanfaat terutama bagi mereka yang sedang bingung dan ragu karena dibujuk oleh kelompok sesat ini. semoga kaum Muslimin akan memahami dan berhati-hati terhadap bujukan dan rayuan berbagai macam aliran yang menyimpang.

Anonim mengatakan...

Kesesatan/Penyimpangan LDII Dari Segi Imamah

Pokok atau pangkal kesesatan Islam Jama'ah/Lemkari/LDII (sekarang: Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia) yang utama terletak pada otoritas mutlak bagi imam yang dibai'at, yaitu H. Nurhasa Ubaidah Lubis (Madigol) dengan nama kebesarannya: Al-Imam Nurhasan Ubaidah Lubis Amir. Sekarang keamirannya dilanjutkan oleh anaknya, yaitu Abdul Dhohir.

Mereka menafsirkan serta mengimplementasikan Al-Qur'an dan hadits dengan cara dan keinginan mereka sendiri. Sejak awal, semua anggota sudah diarahkan atau didoktrin untuk hanya menerima penafsiran ayat dan hadits yang berasal dari imam/amirnya. Dan mereka menyebutnya dengan istilah MANQUL. Jadi, semua anggota Islam Jama'ah/Lemkari/LDII dilarang untuk menerima segala penafsiran yang tidak bersumber dari imam/amir karena penafsiran yang tidak bersumber dari imam dikatakannya semua salah, sesat, berbahaya dan tidak manqul. Doktrin ini diterima sebagai suatu keyakinan oleh semua anggota Islam Jama'ah/Lemkari/LDII.

Maka sudah tentu pendapat atau pemahaman yang seperti ini tidak dapat dibenarkan. Karena Al-Qur'an dan Hadits tidak ada yang menyebutkan bahwa otoritas/kekuasaan mutlak untuk menafsirkan dan mengimplementasikan ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadits berada di tangan imam.

Amir/imam mereka (Islam Jama'ah/Lemkari/LDII) dalam rangka mendoktrinkan anggotanya soal imamah menggunakan Al-Qur'an surat Al-Isra': 71) yang artinya:

"Pada hari Kami memanggil tiap-tiap manusia dengan Imam mereka." (Q.S.Al-Isra':71)

Menurut penafsiran Nur Hasan Ubaidah Lubis(Madigol): Pada hari kiamat nanti setiap orang akan dipanggil oleh Allah dengan didampingi oleh imam mereka yang akan menjadi saksi atas semua amal perbuatan mereka di dunia. Kalau orang itu tidak punya imam dikatakannya pada hari kiamat nanti tidak ada yang menjadi saksi baginya sehingga amal ibadahnya menjadi sia-sia dan dimasukkan kedlam neraka. Oleh karena itu, katanya semua orang Islam harus mengangkat atau membai'at seorang imam untuk menjadi sksi bagi dirinya pada hari kiamat. Dan jama'ah harus taat kepad imamnya agar nanti disksikan baik oleh imam dan dimasukkan ke dalam surga, dan orang yang paling berhak menjadi Imam adalah Nur Hasan Ubaidah Lubis (Madigol), katanya. Karena dia dibai'at pada tahun 1941, maka orang-orang yang mati sebelum tahun 1941, berarti mereka belum berbai'at, jadi pasti masuk neraka, katanya.

Anonim mengatakan...

lanjutan----->Menurut penafsiran pada pemahaman yang lurus (dapat dilihat dalam tafsir Ibnu Katsir):

Lafazh imam dalam ayat itu, menurut Mujahid dan Qatadah artinya ialah: nabiyyihim "nabi mereka." Sehingga sebagian ulama salaf berkata, bahwa ayat ini menunjukan kemuliaan dan keagungan para pengikut hadits (Ash-habul-Hadits), karena pada hari kiamat nanti mereka akan dipimpin oleh Rasulullah SAW (bukan dipimpin oleh Nur Hasan/Madigol, orang Jawa Timur yang baru lahir kemarin).

Sedangkan Ibnu 'Abbas mengatakan bahwa yang dimaksud 'imam' di dalam ayat itu, ialah bikitaabi a'maalihin "Kitab catatan amal mereka", seperti yang disebutkan dalam surah Yasin:12 yang berbunyi :

"Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab yang nyata."

Jadi, menurut dua keterangan ini, pada hari kiamat tiap-tiap orang akan dipanggil oleh Allah dengan didampingi oleh nabi-nabi mereka dan juga kitab- kitab catatan amal mereka. Siapa saja yang ingin meneliti lebih jauh dalam masalah ini, silahkan periksa Tafsir Ibnu Katsir juz III hal. 52. Yang pasti di situ tidak ada penafsiran yang tidak ada landasannya sama sekali alias ngawur seperti penafsiran si Madigol.

Berikutnya penafsiran hadits yang berbunyi:"

Tidak halal bagi tiga orang yang berada di bumi falah (kosong), melainkan mereka menjadikan amir (pemimpin) kepada salah satu mereka untuk memimpin mereka." (HR.Ahmad).

Hadits ini terdapat dalam kitab himpunan hadits koleksi Islam Jama'ah/LDII yang bernama "Kitabul-Imarah" pada halaman 255 dan dicantumkan tanpa sanad yang lengkap, jadi langsung dari sumber utamanya, yaitu Abdullah bin Amr bin Ash. Dari segi penulisan sumber hadits saja mereka itu tidak faham.

Menurut penafsiran Nur Hasan Ubaidah Lubis (Madigol) tentang hadits di atas adalah sbb:

1. Setiap Muslim di dunia ini, tidak halal hidupnya alias haram. Makannya haram, minumnya haram, bernafasnya haram dll.
2. Dan setiap Muslim yang hidupnya masih haram karena belum bai'at, maka harta bendanya halal untuk diambil atau dicuri, dan darahnyapun halal, karena selama ia belum bai'at mengangkat seorang iamam, setatusnya sama dengan orang kafir dan islamnya tidak sah.

Anonim mengatakan...

lanjutan.....>Penafsiran Nur Hasan (Madigol) ini jelas menyimpang jauh dari kebenaran dan menyesatkan-pemahaman. Pertama, hadits ini tidak berbicara mengenai pembai'atan karena di dalamnya tidak ada lafazh bai'at sama sekali. Hadits ini hanya menyebut soal Amir atau pemimpin dalam safar/perjalanan. Hal ini ditunjukkan oleh lafazh 'ardh falatin' yang artinya daerah yang tidak berpenghuni, dan lafazh 'ammaru' yang artinya menjadikan amir atau mengangkat amir. Di situ tidak ada lafazh 'baaya'uu' yang artinya membai'at.

Kedua, hadits ini adalah hadits yang tidak sahih atau hadits dhaif atau lemah karena di dalam sanadnya (lihat kitab: Al-Ahaditsud Dha'iefah, hal. 56, juz ke-II, nomor hadits 589) ada seoarang yang bernama Ibnu Luhai'ah yang dilemahkan karena hafalannya yang buruk. Dan para ulama ahlul hadits sepanjang masa, dari dulu sampai sekarang tidak menghalalkan penggunaan hadits yang dha'ief sebagai hujah untuk menetapkan suatu kewajiban dalam beribadah kepada Allah, kecuali hanya dengan hujah yang sahih.

Ini merupakan bukti bahwa Nur Hasan (Madigol) sebetulnya tidak mengerti ilmu hadits, yang akhirnya menimbulkan kekacauan pemahaman dan menyesatkan.

Berikutnya, hadits (atsar atau hadits mauquf yang diucapkan Umar bin Khaththab) yang berbunyi: "Tidak ada Islam tanpa jama'ah, dan tidak ada jama'ah tanpa imarah, dan tidak ada imarah tanpa ketaatan." Atsar atau hadits mauquf ini terdapat dalam Kitabul-Imarah milik Islam Jama'ah/LDII hal. 56-57, yang dicantumkan tanpa sanad yang lengkap.

Penafsiran menurut Nur Hasan Ubaidah lubis (Madigol) ialah sbb:

1. Islam seseorang itu tidak sah kecuali dengan berjama'ah. Dan yang dimaksud jama'ah katanya ialah jama'ahnya Nur Hasan (Madigol).
2. Jama'ah juga tidak sah kalau tanpa imam. Dan yang dimaksud iamam ialah Nur Hasan Ubaidah Lubis (Madigol).
3. Harusnya Nur Hasa menafsirkan" "Imamah juga tidak sah tanpa ketaatan." Sesuai dengan urutan penafsirannya pada point 1 dan 2. Akan tetapi dengan lihai Nur Hasan memutar penafsiran point 3 dengan ucapan : "Ber-Imam atau mengangkat imam atau Bai'at seseorang itu tidak sah kecuali dengan melaksanakan ketaatan kepada imam."

Pendapat Nur Hasan Ubaidah Lubis (Madigol) Ini sudah menjadi aqidah yang diyakini oleh semua pengikutnya. Padahal, hadits mauquf pun tidak sah dipakai sebagai hujjah, sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Hazmin dalam kitab Al-Muhalla juz I hal.51, artinya: "Hadits mauquf dan hadits mursal, kedua-duanya tidak dapat dipakai sebagai hujjah."

Jagoan mengatakan...

ngiri ya..... Salafret memang manhaj yang tidak punya duit makanya mereka ngrecoki masalah persenan. mereka nggak mampu infak/sodakoh, bisanya cuma
1.pasang nomor rekening di blog minta sumbangan pada orang lain , emang ngemis dibolehin ya di salafi.....
2.Pasang drum bekas dijalanan, minta2 ama orang yang lewat alasanya buat bangun mesjid, paling juga ditilep

Anonim mengatakan...

3.Penyimpangan Pemahaman Imamah Dan Bai'at

Imamah atau kepemimpinan dalam Islam lebih dikenal dengan istilah khilafah. Dan orang yang menduduki jabatan tersebut, disebut Khalifah. Adapun ta'rif atau definisial-khalifah dari segi bahasa ialah:"Seorang yang menggantikan orang lain dan menduduki jabatannya." Sedangkan pengertian menurut sara', ta'rifnya ialah :

"Penguasa yang tinggi." (lihatMukhtarush-Shihahhal.186). Atau ta'rif syara' yang lain lagi:"Imam yang tidak ada lagi imam di atasnya." (atau pemimpin tertinggi).

Dalam sebuah hadits sahih, Rasulullah SAW bersabda, yang artinya :

"Adalah Bani Israil dipimpin oleh para Nabi, ketika seorang Nabi wafat maka digantikan oleh seorang Nabi yang lain. Dan sesungguhnya tidak ada Nabi sesudahku, yang ada adalah para Khalifah, maka jumlah mereka pun banyak ?" (HR.Muslim)

Imam Nawawi menerangkan hadits ini dalam syarahnya, beliau berkata:

"Para Nabi di kalangan Bani Israil memimpin mereka sebagaimana layaknya para penguasa (Umara) memimpin rakyatnya." (Lihat syarah Muslim juz XII, hal. 231 oleh Imam Nawawi).

Dengan kata lain, para Nabi itu bukanlah pemimpin sepiritual semata akan tetapi mereka adalah para penguasa yang melakukan kegiatan siyasah (politik) demi kemaslahatan umatnya di dunia dan akhirat. Mereka pun melakukan perang untuk melawan musuh- musuh mereka. Dan seperti itu pula Rasulullah SAW di samping kedudukannya sebagai utusan Allah, beliau juga seorang militer dan pemimpin tertinggi bagi Daulah Islam yang pertama.

Anonim mengatakan...

lanjutan---->Jadi, khalifah atau imam dalam syari'at Islam identik dengan kepemimpinan Negara. Bukan pemimpin sepiritual dan keberadaannya tidak untuk mensahkan Islam atau keislaman seseorng seperti yang diucapkan Nur Hasan (Madigol). Tetapi ia (imam) berfungsi untuk menjalankan pemerintahan berdasarkan syari'at Islam, yaitu Al-Qur'an dan Sunnah. Hal ini tercermin dengan jelas dalam pidato Abu Bakar r.a., pada saat pelantikannya menjadi khalifah yang pertama dalam Islam, yang artinya:

"Wahai manusia, sesungguhnya aku telah dijadikan penguasa atas kalian, bukan berarti aku yang paling baik diantara kalian, maka jika aku melakukan kebaikan, tolonglah aku. Dan jika aku melakukan penyimpangan, cegahlah aku. Kejujuran itu merupakan amanat dan kebohongan adalah khianat. Adapun orang-orang yang lemah diantara kalian justru kuat dihadapanku sampai aku dapat mengembalikan hak-haknya. Sedangkan orang-orang yang kuat diantara kalian justru lemah dihadapanku, sampai aku mengmbil hak-haknya. Jangan sampai seorang dari kalian meninggalkan jihad, melainkan Allah berikan (jadikan) kehinaan bagi mereka. Taatlah kepadaku selama aku mentaati Allah dan Rasul-Nya. Maka apabila menentang Allah, tidak ada kewajiban bagi kalian mematuhiku?" (Itmamul-Wafa'fiSiratilKhulafa',hal.16).

Di dalam riwayat lain, ada beberapa tambahan dalam khutbah beliau ini di antaranya ialah, yang artinya:

"...akan tetapi Al-Qur'an telah diturunkan, dan Nabi SAW pun telah mewariskan sunnahnya. Wahai manusia, sesungguhnya aku hanyalah pengikut (muttabi), dan sekali-kali aku tidak membut-buat peraturan yang baru (bid'ah). - Dalam satu riwayat - Abu Bakar berkata: Dan apabila kalian mengharpkan wahyu dariku, seperti yang Allah berikan kepada Nabi-Nya, maka aku tidak memilikinya, karena aku hanyalah manusia biasa, jadi perhatikan oleh kalian segala tindak- tanduk dan ucapanku." (Lihat Hayatush-Shahabah juz III, hal. 427).

Anonim mengatakan...

lanjutan----->Dalam khutbahnya, Abu Bakar r.a. sama sekali tidak menyebut-nyebut dibai'atnya beliau menjadi khalifah adalah untuk mensahkan Islamnya kaum Muslimin dan beliau juga tidak mengatakan bahwa siapa saja yang menolak berbai'at, maka Islamnya batal. Akan tetapi beliau Abu Bakar r.a. menjelskan fungsi imamah atau khalifah dalam syari'at Islam sebagaimana tersimpul dari khutbah ini, yaitu:

1. Beliau telah diangkat menjadi penguasa, seperti ucapannya: Qod wulliitu 'alaikum. Jadi, kkhalifah itu adalah penguasa, seperti telah dijelaskan sebelumnya.
2. Khalifah bertanggung jawab untuk mengembalikan hak-hak orang yang lemah dan mengambil hak-hak yang kuat atau kaya. Ini beliau buktikan dengan memerangi orang-orang yang tidak mau menunaikan zakat.
3. Khalifah harus menjunjung tinggi kejujuran sebagai amanah dan menjauhi ucapan dusta yang merupakan pengkhianatan.
4. Menerangkan kepada umat batas-batas ketaatan kepada khalifah, yaitu sepanjang ia mentaati Allah dan Rasul-Nya. Artinya, mentaati dan mematuhi khalifah itu hukumnya wajib selama ia mematuhi Al-Qur'an dan Sunnah.
5. Khalifah tidak boleh membuat-buat peraturan (syari'at) baru (bid'ah) dalam agama, tetapi ia harus bersikap sebagai muttabi', yaitu mengikuti aturan syari'at.
6. Khalifah tidak dapat menggantikan kedudukan Nabi sebagai penerima wahyu.
7. Khalifah adalah manusia biasa, dan umat senantiasa harus melakukan kontrol terhadap segala tindak tanduk serta ucapannya. Dengan kata lain, umat tidak boleh menerima begitu saja segala ucapan dan perbuatannya.

Dalam sejarah, kita bisa melihat bahwa Abu Bakar melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai khalifah pengganti Rasulullah SAW sebagaimana layaknya seorang kepala negara. Begitu pula khalifah-khalifah sesudah beliau, seperti: Khalifah Umar bin Khaththab, Khalifah Utsman bin Afan, Khalifah Ali bin Abi Thalib, Khalifah Mu'awiyyah bin Abi Sufyan dan seluruh khalifah dari Bani Umayyah serta Bani 'Abbasiyyah. Inilah pengertian 'IMAMAH' yang sesungguhnya menurut syari'at Islam. Dari keterangan dan hujah yang jelas ini, kita bisa menyimpulkan betapa sesat dan menyimpangnya ajaran kelompok/jama'ah LDII.

Anonim mengatakan...

4.Memahami Konsep Bai'at Dalam Syari'at

Bai'at adalah perjanjian untuk taat, dimana orang yang berbai'at bersumpah setia kepada imam atau khalifahnya untuk mendengar dan taat kepadanya, baik dalam hal yang menyenangkan maupun hal yang tidak disukai, dalam keadaan mudah ataupun sulit.Patuh kepada khalifah atau berbai'at untuk mematuhinya hukumnya wajib, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, yang artinya:

"Maka apabila engkau melihat adanya khalifah, menyatulah padanya, meskipun ia memukul punggungmu. Dan jika khalifah tidak ada, maka menghindar." (HR. Thabrani dari Khalid bin Sabi', lihat Fathul Bari, juz XIII, hal. 36).

Nabi SAW menegaskan, bahwa wajibnya bai'at adalah kepada khalifah, jika ada atau terwujud meskipun khalifah melakukan tindakan-tindakan yang tidak terpuji seperti memukul,dll.Thabrani mengatakan bahwa yang dimaksud menghindar ialah menghindar dari kelompok-kelompok partai manusia (golongan /firqah-firqah), dan tidak mengikuti seorang pun dalam firqah yang ada. (Lihat Fathul Bari, juz XIII, hal.37). Dengan kata lain, apabila khalifah atau kekhalifahan sedang vakum, maka kewajiban bai'atpun tidak ada.Juga, sabda Rasulullah SAW, yang artinya:

"Barang siapa mati tanpa bai'at di lehernya, maka matinya seperti mati jahiliyah." (HR. Muslim).

Yang dimaksud bai'at disini ialah bai'at kepada khalifah, yaitu jika masih ada di muka bumi.

Nur Hasan (Madigol), pemimpin kelompok jama'ah LDII, menggunakan hadits ini untuk dijadikan dasar mengambil bai'at dari pengikutnya bagi dirinya. Ini adalah manipulasi pemahaman yang jauh menyimpang dan menyesatkan. Dengan kata lain Nur Hasan (Madigol) dan anaknya yang menjadi penerusnya yang menjadi imam Islam Jama'ah/LDII sekarang ini, telah menempatkan dirinya sebagai khalifah, padahal ia dan juga anaknya sama sekali bukan khalifah dan tidak sah atas pengakuan kelompoknya itu. Dan menurut Nur Hasan, mati jahiliyah dalam hadits ini ialah sama dengan mati kafir. Pendapat ini bertentangan dengan pendapat para ulama ahli hadits, seperti disebutkan oleh Ibnu Hajar, bahwa mati jahiliyyah dalam hadits ini bukanlah mati kafir, melainkan mati dalam keadaan menentang. (Lihat Fathul Bari, juz XIII, hal. 7).

Disamping itu, pemahaman Nur Hasan Ubaidah Lubis (Madigol) itu mengandung konsekuensi pengkafiran terhadap sebagian sahabat Nabi SAW yang tidak mau berbai'at kepda khalifah, seperti: Mu'awiyyah bin Abi Sufyan yang tidak mau berbai'at kepada Khalifah Ali bin Abi Thalib, tidak ada seorang sahabatpun yang mengkafirkan Mu'awiyyah, termasuk Khalifah Ali. Begitu pula Husein bin Ali yang menolak berbai'at kepada Khalifah Yazid bin Mu'awiyyah, juga Zubair, padahal khalifah-khalifah itu merupakan penguasa-penguasa kaum Muslimin yang sah, tidak seperti Nur Hasan Ubaidah Lubis (Madigol) dan anaknya Abdul Dhohir. Dan mengkafirkan sahabat-sahabat Rasulullah SAW termasuk perbuatan murtad.

Dan terdapat ayat yang artinya:

"Bahwasannya orang-orang yang berjanji (berbai'at) kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barang siapa yang melanggar janjinya niscaya akibat melanggar janji itu, akan menimpa dirinya sendiri dan barang siapa menepati janji kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar." (Q.S.Al-Fath:10)

Anonim mengatakan...

lanjutan----->Maka aliran yang mendasarkan ayat ini sebagai hujah untuk mengambil bai'at bagi jama'ah pengikutnya tidaklah dapat dibenarkan dan merupakan pemahaman yang menyimpang dan menyesatkan. Karena surat Al-Fath ayat 10 menceritakan peristiwa Baitur Ridhwan, yaitu berbai'atnya para sahabat kepada Nabi SAW dalam tekad untuk memperjuangkan nasib Utsman yang menurut perkiraan mereka ditawan orang-orng Qurasy. Kejadian ini terjasi di Hudaibiyah tatkala rombongan Rasulullah SAW yang hendak melakukan umrah ke Makkah ditahan orang-orang Qurasy.

Maka tidak ada keterangan yang jelas tentang bai'at sebagai suatu syarat sahnya keislaman seseorang. Dalam hadits-hadits juga tidak diperoleh periwayatan tentang pembai'atan atas keislaman keislaman seseorang. Jika hal itu ada tentunya banyak periwayatan yang demikian, karena hal seperti itu merupakan peristiwa yang penting dalam sejarah Islam dan memiliki tasyri' yang besar.

Dan Ketahuilah bahwa sekarang ini, kaum Muslimin atau dunia Islam tidak mempunyai Khalifah yang memimpimnya. Maka hendaklah setiap Muslim menjauh dari firqah-firqah yang menyesatkan. Dalam hal ini Imam Bukhari telah menyusun satu bab khusus yang berjudul "Bagaimana perintah syari'at jika jama'ah tidakada?"

Ibnu Hajar berkata, bahwa yang dimaksud di sini ialah: Apa yang harus dilakukan oleh setiap Muslim dalam kondisi perpecahan diantara umat Islam, dan mereka belum bersatu di bawah pemerintahan seorang khalifah.

Kemudian Imam Bukhari menukilkan hadits Hudzaifah bin Yaman r.a. yang bertanya kepada Rasulullah SAW, yang artinya:

"Maka, bagaimana jika mereka, kaum Muslimin tidak memiliki Jama'ah dan tidak memiliki Imam? Rasulullah SAW menjawab: "Maka tinggalkanlah olehmu semua golongan yang ada, meskipun engkau terpaksa makan akar pohon, sehingga engkau menjumpai kematian dan engkau tetap dalam keadaan seperti itu."

Maksud hadits ini sama dengan hadits sebelumnya, yaitu apabila khalifah tidak ada, maka menghindar. Hanya ada tambahan dalam hadits ini "meskipun engkau terpaksa makan akar pohon?dst."

Menurut Baidhawi, kata-kata tersebut merupakan kinayah atau kiasan dari kondisi beratnya menanggung sakit. Selanjutnya Baidhawi berkata:

"Makna hadits ini ialah apabila di bumi tidak ada khalifah, maka wajib bagimu menghindar dari berbagai golongan dan bersabar untuk menanggung beratnya zaman." (Wallahu A'lam). (Lihat Fathul Bari, juz XIII, hal. 36).

Demikian itulah pemahaman yang berdasarkan argumentasi dan hujah yang jelas dan dapat dipercaya. Kami berharap amir berikutnya sepeninggal Madigol, kelompok LDII ini menyadari kesesatannya dan bertaubat kepada Allah SWT dan segera mengajak jama'ahnya berhaluan kepada ajaran yang lurus. Sesungguhnya Allah Maha Menerima Taubat lagi Maha Penyayang.

Anonim mengatakan...

5.Penyimpangan Dan Penyalahgunaan Dalam Mengambil Hukum (Ijtihad)

Banyak sekali pemahaman Nur Hasan Ubaidah Lubis (Madigol) yang menyimpang dari syari'at dan ditelan mentah-mentah oleh para pengikutnya/ jama'ah LDII.

Nur Hasan Ubaidah Lubis (Madigol) menegaskan bahwa imam, dalam hal ini dirinya sebagai imam jama'ah LDII, wajib ijtihad (mengeluarkan hokum) untuk kepentingan jama'ahnya. Dalil yang digunakannya:

"Siapa saja penguasa, yang menguasai suatu persoalan dari umatku, kemudian ia tidak memberi nasihat dan ijtihad bagi mereka sebagaimana ia menasihati dan bersusah payah untuk kepentingan dirinya, maka pasti Allah telungkupkan wajahnya di Neraka pada hari kiamat." (HR.Thabrani)

Hadits ini terdapat (dimasukkan) dalam kitab Kanzul Ummal edisi Islam Jama'ah/LDII dengan judul Kitabul Imarah,hal.21. Selanjutnya Nur Hasan Ubaidah Lubis (Madigol) mengatakan bahwa berdasarkan hadits ini, ia sebagai imam harus memberi nasehat dan ijtihad kepada jama'ah, sebab kalau tidak, ia akan dimasukkan ke dalam Neraka. Oleh karenanya jama'ah harus taat kepada Nur Hasan Ubaidah Lubis (Madigol), kalau tidak akan masuk Neraka.

Adapun yang dimaksud dengan ijtihad menurut Nur Hasan Ubaidah Lubis (Madigol) ialah ide atau ilhamnya untuk membuat peraturan atau undang- undang. Yaitu dengan menafsirkan menurut kemauan sendiri dari ayat-ayat Al-Qur'an dan Allah-Hadits. Sebagai contoh:Dalam Al-Qur'an banyak skali ayat-ayat yang berbicara mengenai kewajiban infaq, seperti dalam surah Al-Baqarah: 3, yang artinya:

"Dan sebagian dari apa yang Kami beri rizki kepada mereka, mereka menginfaqkannya."

Menurut Nur Hasan Ubaidah Lubis (Madigol), lafazh infaq di dalam ayat ini dan juga ayat-ayat yang lain ialah setoran atau pemberian harta dari jama'ah anggota LDII kepada imam Nur Hasan Ubaidah Lubis (Madigol). Sedangkan besarnya setoran ditetapkan oleh Madigol sebesar 10 % dari setiap rizki yang diterima anggota jama'ahnya. Ini merupakan ijtihad Madigol yang harus ditaati. Tinggal terserah para anggota LDII, apakah mau masuk Surga atau Neraka. Kalau mau masuk Surga ya harus taat kepada Nur Hasan Ubaidah Lubis (Madigol). Na'udzubilahimindzalik.

Anonim mengatakan...

lanjutan---->Menurut pendapat yang benar dari para ulama Ahli Sunnah wal Jama'ah, mengenai hadits tentang ijtihad ialah bahwa ijtihad hanya boleh dilakukan pada saat tidak ada dalil/nash dari Al-Qur'an maupun Hadits. Hal ini dapat dapat diperjelas dari suatu riwayat dari kawan-kawan Mu'adz bin Jabal, dari Rasulullah SAW, ketika beliau mengutus Mu'adz ke Yaman, maka beliau bersabda, yang artinya:

"Bagaimana engkau menghukum?." Muadz berkata: "Aku akan menghukumi dengan apa yang ada di dalam Kitabullah." Beliau bersabda: "Maka jika tidak ada dalam Kitabullah?." Muadz menjawab: "Maka dengan sunnah Rasulullah SAW." Beliau berkata lagi: "Maka jika tidak ada dalam sunnah Rasulullah?." Mu'adz menjawab: "Aku akan berijtihad dengan fikiranku." Rasulullah SAW bersabda: "Segala puji bagi Allah yang tela hmemberi taufiq pesuruh Rasulullah SAW."

(HR. Abu Dawud, Tirmidzi dan Darami)

Hadits ini dikatakan oleh Imam At-Tirmidzi isnadnya tidak muttasil. Dan hadits ini diterima dan dipergunakan hujah oleh sebagian besar para ulama ahli hadits dan ahli ushul fiqh. Nah kini kita bandingkan dengan bid'ahnya Nur Hasan Ubaidah Lubis (Madigol) yang membuat-buat peraturan dengan caranya sendiri.

Dan mengenai pemahaman ayat tentang infaq di atas, yang benar menurut pemahaman ulama Ahli Sunnah wal Jama'ah adalah seperti yang dijelaskan dalam tafsir Ibnu Katsir, mengenai infaq mencakup dua aspek, yaitu:

1. Berbuat baik kepada semua makhluk, yaitu dengan memberi manfaat yang besar kepada mereka.
2. Zakat Mafrudhah atau yang diwajibkan. (Lihat Tafsir Ibnutsir, juz I, hal. 42). Adapun zakat mafrudhah, sudah diatur tata-caranya menurut syari'at yang sudah jelas, yaitu harta yang sudah mencapai nishabnya (batas jumlah yang telah ditentukan) dan telah lewat masa satu tahun, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits dari Ali r.a. ia berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW, yang artinya: "Apabila ada bagimu dua ratus dirham dan liwat atasnya satu tahun maka zakat padanya lima dirham, dan tidak wajib atasmu sesuatu hingga ada bagimu dua puluh dinar dan liwat atasnya satu tahun maka (zakat) padanya setengah dinar. Dan apa-apa yang lebih, maka (zakatnya) menurut perhitungannya. Dan tidak ada di satu harta zakat hingga liwat atasnya satu tahun." (HR.AbuDawud). Misalnya uang dinar (emas) apabila telah mencapai nishab 20 dinar, maka wajib dikeluarkan zakatnya sebesar setengah dinar. Begitu pula mengenai zakat ternak, zakat hasil pertanian dan lain-lain semua sudah ada ketentuannya menurut syari'at yang sudah lengkap. Maka Nur Hasan Ubaidah Lubis (Madigol) tidaklah perlu digubris dengan membuat syari'at baru, bagi orang yang mau berfikir.

Dari keterangan ini maka Nur Hasan Ubaidah Lubis (Madigol) telah membuat syari'at baru kepada jama'ah pengikutnya (LDII) dan mereka termasuk ahli bid'ah yang sesat. Penglihatan, pendengaran dan hati mereka telah ditutup oleh Allah SWT sehingga mereka tidak bias melihat, mendengar, dan merasakan getaran kebenaran dari Al-Qur'an dan As-Sunnah. Hanya orang-orang yang dikehendaki-Nya saja yang akan keluar, insyaf dan bertaubat menuju ajaran yang lurus.

Anonim mengatakan...

6.Tentang Doktrin Ilmu Manqul

Menurut pengakuan Nur Hasan Ubaidah Lubis (Madigol) bahwa ilmu itu tidak sah atau tidak bernilai sebagai ilmu agama kecuali ilmu yang disahkan oleh Nur Hasan Ubaidah Lubis (Madigol) dengan cara mankul (mengaji secara nukil), yang bersambung-sambung dari mulut ke mulut dari mulai Nur Hasan Ubaidah Lubis (Madigol) sampai ke Nabi Muhammad SAW lalu ke Malaikat Jibril AS dan Malaikat Jibril langsung dari Allah. Dengan kesimpulan bahwa ilmu agama itu sah jika sudah dimankuli oleh Nur Hasan Ubaidah Lubis (Madigol), dan dia telah menafikan semua keilmuan Islam yang datang dari semua ulama, ustadz, kiyai, dan dari semua lembaga keislaman yang ada di dunia ini. Menurut pengakuan Madigol ini hanya dirinya satu-satunya orang yang punya isnad/sandaran guru yang sampai ke Nabi SAW. Sedangkan ulama-ulama lainnya di seluruh dunia tidak ada dan ilmunya tidak sah dan haram, kata Madigol. Sehubungan dengan faham ilmu manqul ini mereka bersandar pada suatu ucapan seorang Tabi'in yang bernama Abdullah bin Mubarok yang artinya:

"Telah berkata Abdullah bin Mubarok : "Sandaran guru itu termasuk dari pada agama. Dan kalaulah tidak ada isnad, tentu orang akan mengatakan semau-maunya dalam agama ini." (Dapat dilihat dalam hadits riwayat Imam Muslim, jilid I hal. 9 bab Muqaddimah).

Padahal menurut pemahaman yang benar, maksud dari ucapan tersebut adalah diperuntukkan bagi ahli-ahli hadits yang memang harus. Yaitu pada jaman atau tahap-tahap permulaan hadits itu di himpun. Jaman itu jaman dari mulai sahabat Nabi SAW kemudian jaman Tabi'in (generasi yang belajar kepada generasi sahabat) kemudian jaman Tabi'it Tabi'in (generasi yang belajar kepada generasi Tabi'in) kemudian generasi berikutnya belajar kepadanya itu.

Telah kita ketahui di dalam sejarah Islam, bahwa hanya sampai kepada generasi ketiga yaitu Tabi'it Tabi'in pun ilmu agama telah tersebar luas, lintas pulau dan lintas bangsa, dan syari'at telah sempurna ditambah dengan adanya ulama-ulama yang mencatatnya dengan teliti dan cermat sehingga kita generasi sekarang dapat belajar dan melihat hasil-hasil jerih payah para ulama jaman dahulu dalam kitabnya.

Anonim mengatakan...

lanjutan---->Kemudian, bagaimana mungkin seorang yang bernama Madigol/Nur Hasan dari Jawa Timur Indonesia yang lahir baru kemarin (1915 Masehi), yang sudah ribuan tahun jaraknya dari bermulanya sumber ilmu Islam itu kemudian mengklaim dirinyalah yang ilmunya sah dan yang lain batil. Maka jika dibalik dengan ilmunya Madigol keliru dan sesat itulah yang lebih tepat dan meyakinkan. Maka hanya orang-orang yang masih dikaruniai oleh Allah akal sehat sajalah yang dapat memahami hal ini.

Camkanlah kata-kata yang telah keluar dari amir LDII kepada salah seorang angota jama'ahnya yang telah melanggar aturannya dengan mempelajari ilmu Islam, yaitu bahasa Arab dari luar :

"Kita orang ini (Islam Jama'ah/LDII) adalah ahli sorga semuanya, jadi tidak usah belajar bahasa arab, nanti kita di Surga akan bisa bahasa Arab sendiri. Pokoknya yang penting kita menepati lima bab yaitu doktrin setelah berbai'at 1. Mengaji, 2. Mengamalkan, 3. Membela, 4. Berjama'ah, 5. Taat Allah, Rasul, Amir, pasti wajib tidak boleh tidak masuk sorganya." Inilah bahaya ilmu manqul itu. Bukankah itu penipuan terselubung besar-besaran di tengah-tengah lautan umat Islam di dunia ini ?

Sampai pernah ada kejadian, salah satu anggota Islam Jama'ah/LDII, bapaknya meningal dunia. Karena bapaknya belum ber-amir dan berbai'at, maka dihukumi mati kafir. Maka seorang anak tidak boleh mendoakan dan mensolati jenazahnya. Tetapi karena didesak oleh keluarganya akhirnya dengan terpaksa dia mensolati tetapi tidak berwudhu karena takut melanggar bai'at. Daripada melanggar bai'at yang akibatnya masuk neraka, katanya, lebih baik menipu Allah dan membohongi sanak keluarga dan kaum muslimin lainnya. Sifat seperti ini kalau bukan orang munafik siapa lagi ? Dan Allah SWT telah berfirman, yang artinya :

"Mereka hendak menipu Allah dan orang-orang yang beriman, padahal mereka hanya menipu dirinya sendiri sedangkan mereka tidak sadar." (Q.S.Al-Baqarah:9)

Benar, mereka tidak sadar bahwa dirinya telah tertipu. Na'udzubilahimindzalik.

Anonim mengatakan...

ALIRAN SESAT BERNAMA LDII




Pendiri LDII

Pengagas dan pemimpin tertinggi pertamanya adalah Madigol Kadzdzab. Nama kebesaran dalam aliran kelompoknya adalah Al-Imam Nurhasan Ubaidah Lubis Amir. Dan nama kecilnya ialah Madekal/Madigol atau Muhammad Medigol, asli primbumi Jawa Timur. Ayahnya bernama Abdul Azis bin Thahir bin Irsyad. Lahir di Desa Bangi, Kec. Purwoasari, Kab. Kediri Jawa Timur, Indonesia pada tahun 1915 M (Tahun 1908 menurut versi Mundzir Thahir, keponakannya).

Anonim mengatakan...

Asal Munculnya LDII

Faham yang dianut oleh LDII tidak berbeda dengan aliran Islam Jama’ah/Darul Hadits yang telah dilarang oleh Jaksa Agung Republik Indonesia pada tahun 1971 (SK Jaksa Agung RI No. Kep-089/D.A/10/1971 tanggal 29 Oktober 1971). Keberadaan LDII mempunyai akar kesejarahan dengan Darul Hadits/Islam Jama’ah yang didirikan pada tahun 1951 oleh Nurhasan Al Ubaidah Lubis (Madigol). Setelah aliran tersebut dilarang tahun 1971, kemudian berganti nama dengan Lembaga Karyawan Islam (LEMKARI) pada tahun 1972 (tanggal 13 Januari 1972). Namun dengan adanya UU No. 8 tahun 1985, LEMKARI sebagai singkatan Lembaga Karyawan Islam sesuai MUBES II tahun 1981 ganti nama dengan Lembaga Karyawan Dakwah Islam yang disingkat juga LEMKARI (1981). Pengikut aliran tersebut pada pemilu 1971 mendukung GOLKAR, kemudian LEMKARI berafiliasi ke GOLKAR Dan kemudian berganti nama lagi sesuai keputusan konggres/muktamar LEMKARI tahun 1990 dengan nama Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Perubahan nama tersebut dengan maksud menghilangkan citra lama LEMKARI yang tidak baik di mata masyarakat. Disamping itu agar tidak jumbuh dengan nama singkatan dari Lembaga Karatedo Indonesia.


Kota atau daerah asal mula munculnya Islam Jama’ah/Lemkari atau sekarang disebut LDII (Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia) adalah:

1. Desa Burengan Banjaran, di tengah-tengah kota Kediri, Jawa Timur.
2. Desa Gadingmangu, Kec. Perak, Kab. Jombang, Jawa Timur.
3. Desa Pelem di tengah-tengah kota Kertosono, Kab. Nganjuk, Jawa Timur.

Anonim mengatakan...

Tahap-tahap Pengembangan :

Sekitar tahun 1940-an sepulang Al-Imam Nurhasan Ubaidah Lubis Amir (Madigol) dari mukimnya selama 10 tahun di Makkah, saat itulah masa awal dia menyampaikan ilmu hadits manqulnya, juga mengajarkan ilmu bela diri pencak silat kanuragan serta qiroat. Selain itu juga ia biasa melakukan kawin cerai, terutama mengincar janda-janda kaya. Kebiasaan itu benar-benar ia tekuni hingga ia mati (1982 M). Kebiasaan lainnya adalah mengkafir-kafirkan dan mencaci maki para kiyai/ulama yang diluar aliran kelompoknya dengan cacian dan makian sumpah serapah yang keji dan kotor. Dia sering menyebut-nyebut ulama yang kita kaum Suni muliakan yaitu Prof. Dr. Buya Hamka dan Imam Ghozali dengan sebutan (maaf, pen) Prof. Dr. Buaya Hamqo dan Imam Gronzali. Juga dia sangat hobi membakar kitab-kitab kuning pegangan para kiyai/ulama NU kebanyakan dengan membakarnya di depan para murid-murid dan pengikutnya.

Masa membangun Asrama Pengajian Darul Hadits berikutpesantren-pesantrennya di Jombang, Kedir, dan di Jl. Petojo Sabangan Jakarta sampai dengan masa Nurhasan Ubaidah Lubis Amir (Madigol) bertemu dan mendapat konsep asal doktri imamah dan jama’ah (yaitu : Bai’at, Amir, Jama’ah, Taat) dari seorang Jama’atul Muslimin Hizbullah, yaitu Wali al-Fatah, yang dibai’at pada tahun 1953 di Jakarta oleh para jama’ah termasuk sang Madigol sendiri. Pada waktu itu Wali al-Fatah adalah kepala biro politik Kementrian Dalam Negeri RI (jaman Bung Karno).

Anonim mengatakan...

Masa pendalaman manqul Qur’an Hadits, tentang konsep Bai’at, Amir, Jama’ah dan Ta’at, itu sampai tahun 1960. Yaitu ketika ratusan jama’ah pengajian Asrama manqul Qur’an Hadits di Desa Gadingmangu menangis meminta Nurhasan Ubaidah Lubis Amir (Madigol)mau dibai’at dan ditetapkan menjadi imam/amir mu’minin alirannya. Mereka semuanya menyatakan sanggup taat dengan dikuatkan masing-masing berjabat tangan dengan Madigol sambil mengucapkan Syahadat, shalawat dan kata-kata sakti ucapan bai’atnya masing-masing antara lain : “Sami’na wa atho’na Mastatho ‘na” sebagai pernyataan sumpah untuk tetap setia menetapi program 5 bab atau “Sistem 3 5 4.” Belakangan yang menjadi petugas utama untuk mendoktrin, menggiring dan menjebak sebanyak-banyaknya orang mau berbai’at kepada dia adalah Bambang Irawan Hafiluddin yang sejak itu menjadi Antek Besar sang Madigol. Namun Alhamdulillah Bambang Irawan Hafiluddin dengan petunjuk, taufik dari Allah SWT, kini telah keluar dari aliran ini dan mengungkap rahasia LDII itu sendiri.

Masa bergabungnya si Bambang Irawan Hafiluddin (yang diikuti juga oleh Drs. Nur Hasyim, Raden Eddy Masiadi, Notaris Mudiyomo dan Hasyim Rifa’i) sampai dengan masa pembinaan aktif oleh mendiang Jenderal Soedjono Hoermardani dan Jenderal Ali Moertopo berikut para perwira OPSUSnya yaitu masa pembinaan dengan naungan surat sakti BAPILU SEKBER GOLKAR: SK No. KEP. 2707/BAPILO/SBK/1971 dan radiogram PANGKOPKAMTIB No. TR 105/KOPKAM/III/1971 atau masa LEMKARI sampai dengan saat LEMKARI dibekukan di seluruh Jawa Timur oleh pihak penguasa di Jawa Timur atas desakan keras MUI (Majelis Ulama Indonesia) Jatim di bawah pimpinan KH. Misbach.—Masa LEMKARI diganti nama oleh Jenderal Rudini (Mendagri 1990/1991 menjadi LDII (Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia) yaitu masa mabuk kemenangan, karena merasa berhasil Go-Internasional, masa sukses besar setelah Madigol berhasil menembus Singapura, Malaysia, Saudi Arabia (bahkan kota suci Makkah) kemudian menembus Amerika Serikat dan Eropa, bahkan sekarang Australia dengan siasat Taqiyyahnya: Fathonah, Bithonah, Budiluhur Luhuringbudi, yang lebih-lebih tega hati dan canggih.

Anonim mengatakan...

Tokoh-tokoh Pendukung.

Tokoh-tokoh pendukung yang ikut membesarkannya

1. Di atas puncak tertinggi sebagai penguasa atau imam adalah imam amirul mu’mini. Sejak wafatnya Nurhasan Ubaidah Lubis Amir (Madigol), tahta itu dijabat langsung oleh anaknya yaitu Abdul Dhohir bin Madigol didampingi adik-adik kandungnya: Abdul Aziz, Abdus Salam, Muhammad Daud, Sumaida’u (serta suaminya yaitu Muhammad Yusuf sebagai bendahara) dan si bungsu Abdullah. Sang amir dijaga dan dikawal oleh semacam paswal pres yang diberi nama Paku Bumi.

2.Empat wakil terdiri dari empat tokoh kerajaan yaitu Ahmad Sholeh, Carik Affandi, Su’udi Ridwan dan Drs. M Nurzain (setelah meninggal diganti dengan Nurdin).

3.Wakil amir daerah.

4.Wakil amir desa.

5.Wakil amir kelompok.

6.Di samping itu ada wakil amir khusus ABRI (TNI/POLRI sekarang), yaitu jama’ah ABRI, RPKAD, BRIMOB, PGT AURI, MARINIR, KOSTRAD, dan lain-lain) dan wakil khusus muhajirin, juga ada tim empat serangkai yang terdiri dari para wakil amir, para aghniya’ (orang-orang kaya), para pengurus organisasi (LDII/Pramuka/CAI/dan lain-lain) serta para mubaligh.

Anonim mengatakan...

Semua itu digerakkan dengan disiplin dan mobilitas komando “Sistem Struktur Kerajaan 354″ menjadi kekuatan manqul, berupa: “Bai’at, Amir, Jama’ah, Ta’at” yang selalu ditutup rapat-rapat dengan system: “Taqiyyah, Fathonah, Bithonah, Budi luhur Luhuring Budi karena Allah.” Pengembangan dan perluasan daerah kekuasaan LDII telah meliputi daerah-daerah propinsi di seluruh wilayah Indonesia bahkan sudah merambah ke luar negeri seperti: Australia, Amerika Serikat, Eropa, Singapura, Malaysia, Arab Saudi. lebih dari itu mereka sudah memiliki istana dan markas besar di kota Suci Makkah yang berfungsi sebagai pusat kegiatan dakwah terutama pada musim haji dan umrah sekaligus sebagai tempat mengulang dan mengukuhkan sumpah bai’at para jama’ahnya. Setiap tahunnya mereka selalu berkumpul yakni beribu-ribu jamaah LDII dari seluruh penjuru dunia termasuk para TKI/TKW yang melaksanakan haji dan umrah bersama sang amir. Adapun markas besar LDII tersebut: yang satu di kawasan Ja’fariyyah di belakang makam Ummul Mu’minin Siti Khodijah R.A. dan di kawasan Khut Aziziyyah Makkah di dekat Mina.

Anonim mengatakan...

ayo mas copas habis jangan ada yang tersisa selagi LDII belom tobat,gara2 doktrin sesat LDII ini kami di anggap kafir oleh keluarga kami yang menganut faham sesat LDII ini,kami tidak di masukkan daftar ahli waris dari orang tua kami karena setelah bapak kami meninggal pembagian waris langsung di ambil alih oleh imam LDII dan ternyata setelah di bagi2 sesama ahli waris yang sepaham sesat LDII ini ada lebihan katanya haknya IMAM untuk sabilillah dan waktu ayahku meninggal aku gak boleh ikut mandiin karena sudah ada tim sesatnya LDII.memang LDII SESAT....SESAT...SESAT...SESAAAAAAAAAAAT.

Anonim mengatakan...

A : Apakah kamu beriman pada Allah?
B : Ya, Asyhadu allaa ilaaha illallah
A : Apakah kamu beriman pada Rasul?
B : Ya, Asyhadu anna Muhammadarrasulullah
A : Apakah kamu mengerjakan Shalat, Puasa, Zakat, dan Haji?
B : YA, saya selalu menunaikan shalat 5 waktu, Puasa Ramadhan, Zakat, dan Haji jikalau saya mampu
A : Apakah kamu mengakui bahwa KH. Nurhasan Ubaidah Lubis sebagai IMAM, dan diteruskan oleh Abdudhdhohir, dan sekarang dilanjutkan oleh Abdul Aziz Sulthon Auliya' ?
B : tidak, SAYA TIDAK MENGAKUINYA sebagai IMAM
A : Berarti kamu masih KAFIR !!mati masuk neraka !!

Beriman pada ALLAH, RASUL, dan melaksanakan kewajiban ibadah ternyata tidak bisa memasukkan orang ke SURGA jika tidak mengakui, ber baiat ke "imam" nya kelompok L***

itulah INTI dari ajaran ISLAM JAMAAH.

abu ilyas mengatakan...

Syaikh Muhammad umar bazuul kemudian menutup dengan menjelaskan bahwa Jama’ah yang benar dalam hadits-hadits adalah hanyalah mereka yang berdiri diatas Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, serta memperingatkan umat dari bahaya bergolongan-golongan dan berpecahbelah (sebab hal ini bertentangan dengan keduanya), maka hadits Hudzaifah ini menunjukan kebenaran Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam (sebab menjadi kenyataan terjadi di zaman kita). Walhamdulillah.

Bagaimana dengan pak amir presiden?
Ijtihadnya wajib thoat dengan UUD45&Pancasila (thoghut)

Ulama (ahli wal aqdi) MPR&DPR?
Sejarah baru dalam islam, ahli hal wal aqdi berisi orang2 nasionalis, quburiyun, nashroniyun, abanganiyun(tdk sholat tidak puasa alias islam KTP),malukuniyun, amboniyun, papuaniyun.

Semua yang dibawah kekuasaannya adalah jama'ahnya?
ada orang hindu, ada orang budha, ada orang kristen, ada pemuja qubur, ada orang abangan (sholat olih ora sholat yo olih).

Padhal mayoritas orang yang menisbatkan pada kata islam : mereka saling berkelompok2, berpartai2 (ada NU, Muhammadiyah, Ahmadiyah, HTI, Ikhwanul Muslimin,MMI, Anshorut thouhid, dll)

dan parahnya lagi ada sekelompok orang yang menisbatkan pada dakwah haq/dakwah salaf to menganggap semua ini masih jama'atul muslim.

Shubhanalloh,,hanya karena masalah wilayah mereka jadikan syarat yang disebut jama'ah.

Cobalah renungkan dihati anda apa kalian sudah ngepasi dengan dakwah Syeh Muhammad bin 'abdul Wahhab?

sudahkah ngepasi dengan dakwah Rosululloh SAW?

Nabi datang dengan islam untuk semua manusia tanpa kecuali, dengan diutusnya beliau sudah tidak ada udzur lagi. Bahwa semua orang wajib untuk mengikuti apa2 yang beliau bawa.

Nabi datang mengkafirkan orang musyrik, sombong (tidak mau ibadah).

Kalian malah bersikukuh bahwa masih muslim, masih muwahid.Alasannya mereka bodoh, mereka awam, belum ada yang menerangkan. Sampai kapan ? Padahal disisi mereka ada AlQur'an& Assunnah.

Paham kalian mirip orang Murji'ah
yang mempunyai pendapat bahwa 'amal perbuatan tidak mempengaruhi iman.

Sayangnya rebutan minta diakui salafiyun (kl salafnya benar,tp ngaku2 saja itu sih mudah)
&merasa didukung oleh 'ulama haromain.Padahal jauh akidah kalian dg akidah mereka para 'ulama. Tidak percaya??
Silahkan buka dulu & baca dulu kitab2 akidah mereka. Sehingga kalian akan tahu akidah Ahlussunnah waljamaah yang benar. Bukan klem salaf semata.Saran saya jangan hanya baca2 potongan2 fatwa ulama yang dicomot untuk menguatkan hawa nafsu pemilik blog ini saja, tapi baca&pelajari semua, sehingga kalian akan tahu arah orang2 yang berpaham irja tapi berkedok salaf.

Sehingga Islam itu
"huwa al istislamu lillahi bittauhid wal inqiyadu lahu bitthoat wal baroatu minal syirki wa ahlihi"

Islam ialah penyerahan diri pada Alloh dengan memurnikan (dalam beribadah) dan ketundukan dengan ketaatan dan berlepas diri dari syirik dan para pelaku syirik.

Kesimpulan Islam harus murni(tauhid) , tunduk, berlepas diri (barro) dari syirik&pelakunya (sekalipun mengaku orang islam)

Tidak mungkin islam menyatu dengan kesombongan(ora ngibadah), tidak mungkin bersatu dengan kesyirikan.

Sudah jelas tidak usah debat panjang lebar,,.

abu ilyas mengatakan...

Silahkan para pembaca renungi beberapa fatwa dibawah ini,sudahkah paskah pemahaman abu najam/rikrik/mauludin yang menjadikan presiden itu imam?
&sayangnya mereka menisbatkan pada dakwah salaf?

Ibnu Katsir berkata setelah menukil perkataan imam Al Juwaini tentang Ilyasiq yang menjadi undang-undang bangsa Tatar :

"Barang siapa meninggalkan syari’at yang telah muhkam yang diturunkan kepada Muhammad bin Abdillah penutup seluruh nabi dan berhukum kepada syari’at-syari’at lainnya yang telah mansukh (dihapus oleh Islam), maka ia telah kafir. Lantas bagaimana dengan orang yang berhukum kepada Alyasiq dan mendahulukannya atas syariat Alloh? Siapa melakukan hal itu berarti telah kafir menurut ijma' kaum muslimin."
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, "Sudah menjadi pengetahuan bersama dari dien kaum muslimin dan menjadi kesepakatan seluruh kaum muslimin bahwa orang yang memperbolehkan mengikuti selain dienul Islam atau mengikuti syari’at (perundang -undangan) selain syari’at nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa salam maka ia telah kafir seperti kafirnya orang yang beriman dengan sebagian Al Kitab dan mengkafiri sebagian lainnya. Sebagaimana firman Alloh Ta'ala, "Sesungguhnya orang-orang yang kafir dengan Alloh dan para Rasul-Nya dan bermaskud membeda-bedakan antara (keimanan) kepada
Alloh dan para rasul-Nya ..." {QS. An Nisa' :150}.

Beliau juga mengatakan dalam Majmu' Fatawa," Manusia kapan saja menghalalkan hal yang telah disepakati keharamannya atau mengharamkan hal yang telah disepakati kehalalannya atau merubah syari’at Alloh yang telah disepakati maka ia kafir murtad berdasar kesepakatan ulama."

Berapa banyak para penguasa kita menghalalkan hal yang keharamannya telah disepakati? Berapa banyak mereka mengharamkan hal yang kehalalannya telah disepakati? Orang yang melihat kondisi mereka akan mengerti betul akan hal ini. Insya Alloh.

Syaikh Syinqithi (Guru Syaikh Al-'Utsaimin) dalam Kitab Adhwaul Bayan dalam menafsirkan firman Alloh, "Jika kalian mentaati mereka maka kalian telah berbuat syirik." Ini adalah sumpah Alloh Ta'ala, Ia bersumpah bahwa setiap orang yang mengikuti setan dalam menghalalkan bangkai, dirinya telah musyrik dengan kesyirirkan yang mengeluarkan dirinya dari milah menurut ijma' kaum muslimin."

Syaikh Abdul Qadir Audah mengatakan, "Tidak ada perbedaan pendapat di antara para ulama Mujtahidin, baik secara perkataan maupun keyakinan, bahwa tidak ada ketaatan atas makhluk dalam bermaksiat kepada Sang Pencipta dan bahwasanya menghalalkan hal yang keharamannya telah disepakati seperti zina, minuman keras, membolehkan meniadakan hukum hudud, meniadakan hukum-hukum Islam dan menetapkan undang-undang yang tidak diizinkan Alloh berarti telah kafir dan murtad, dan hukum keluar dari penguasa muslim yang murtad adalah wajib atas diri kaum muslimin ".

Demikianlah…nash-nash Al Qur'an yang tegas ini disertai ijma' yang telah disebutkan penjelasan dengan penjelasan yang paling gamblang bahwa menetapkan undang-undang selain hukum Alloh dan berhukum kepada selain syari’at Alloh adalah kafir akbar yang mengeluarkan dari millah(ajaran).

untuk penjelasan Ibnu Abbas berlaku untuk masalah al qadha' (menetapkan vonis atas sebuah kasus), jadi kafir asghar terjadi pada menyelewengnya sebagian penguasa dan hakim dan sikap mereka mengikuti hawa nafsu dalam keputusan hukum yang mereka jatuhkan dengan tetap mengakui kesalahan mereka tersebut dan tidak mengutamakan selain hukum Alloh atas syari’at Alloh dan tidak ada hukum yang berlaku atas mereka selain syari’at Islam.

berlanjut..,,

abu ilyas mengatakan...

lanjutan,,,

Fatwa para ulama kontemporer

1.Syaikh Muhammad bin Ibrahim dalam risalah beliau Tahkimul Qawanin, "Sesungguhnya termasuk kafir akbar yang sudah nyata adalah memposisikan
undang-undang positif yang terlaknat kepada posisi apa yang dibawa oleh ruhul amien (Jibril) kepada hati Muhammad supaya menjadi peringatan dengan
bahasa arab yang jelas dalam memutuskan perkara di antara manusia dan mengembalikan perselisihan kepadanya, karena telah menentang firman Alloh :

"…Maka jika kalian berselisih dalam suatu, kembalikanlah kepada Alloh dan Rasul-Nya jika kalian beriman kepada Alloh dan hari akhir…" [Risalatu Tahkimil Qawanin hal. 5].

Beliau juga mengatakan dalam risalah yang sama, "Pengadilan-pengadilan tandingan ini ekarang ini banyak sekali terdapat di negara-negara Islam, terbuka dan bebas untuk siapa aja. Masyarakat bergantian saling berhukum kepadanya. Para hakim memutuskan perkara mereka dengan hukum yang menyelisihi hukum Al-Qur'an dan As-Sunah, dengan berpegangan kepada undang-undang positif tersebut. Bahkan para hakim ini mewajibkan dan mengharuskan masyarakat (untuk menyelesaikan segala kasus dengan undang-undang tersebut) serta mereka mengakui keabsahan undang-undang tersebut. Adakah kekufuran yang lebih besar dari hal ini? Penentangan mana lagi terhadap Al-Qur'an dan As-Sunnah yang lebih berat dari penentangan mereka seperti ini dan pembatal syahadat "Muhammad adalah utusan Alloh" mana lagi yang lebih besar dari hal ini?"

2.Syaikh Ahmad Syakir mengomentari perkataan Ibnu Katsir tentang IlYasiq yang menjadi hukum bangsa Tartar sebagaimana telah dinukil di depan, "Apakah kalian tidak melihat pensifatan yang uat dari Al Hafidz Ibnu Katsir pada abad kedelapan hijriyah terhadap undang-undang postif yang ditetapkan oleh musuh Islam Jengish Khan? Bukankah kalian melihatnya mensifati kondisi umat islam pada abad empat belas hijriyah? Kecuali satu perbedaan saja yang kami nyatakan tadi ; hukum ilyasiq hanya terjadi pada sebuah generasi penguasa yang menyelusup dalam umat Islam dan segera hilang pengaruhnya. Namun kondisi kaum muslimin saat ini lebih buruk dan lebih dzalim dari mereka karena kebanyakan umat Islam hari ini telah masuk dalam hukum yang menyelisihi syariah Islam ini, sebuah hukum yang paling menyerupai Ilyasiq yang ditetapkan oleh seorang laki-laki kafir yang telah jelas kekafirannya….Sesungguhnya urusan hukum positif ini telah jelas layaknya matahari di siang bolong, yaitu kufur yang nyata tak ada yang tersembunyi di dalamnya dan tak ada yang membingungkan. Tidak ada udzur bagi siapa pun yang mengaku dirinya muslim dalam berbuat dengannya, atau tunduk kepadanya
atau mengakuinya. Maka berhati-hatilah, setiap individu menjadi pengawas atas dirinya sendiri."

Beliau juga mengatakan :

“ UUD yang ditetapkan musuh-musuh Islam dan mereka wajibkan atas kaum muslimin..ada hakekatnya tak lain adalah agama baru, mereka membuatnya sebagai ganti dari agama kaum muslimin yang bersih dan mulia, karena mereka telah mewajibkan kaum muslimin mentaati UUD tersebut, mereka menanamkan dalam hati kaum muslimin rasa cinta kepada UU tersebut, mensakralkannya dan fanatisme dengannya sampai akhirnya terbiasa dikatakan melalui lisan dan tulisan kalimat-kalimat " Pensakralan UUD", Kewibawaan lembaga peradilan " dan kalimat-kalimat semisal. Lalu mereka menyebut UD dan aturan-aturan ini dengan kata "fiqih dan faqih" "tasyri' dan musyari' " dan kalimat-kalimat semisal yang dipakai ulama Islam untuk syariah Islam dan para ulama
syariah."

berlanjut,,,

abu ilyas mengatakan...

lanjutan,,,

3.Syaikh Muhammad Amien Asy Syinqithi dalam tafsirnya ketika menafsirkan firman Alloh, Dan tidak mengambil seorangpun sebagai sekutu Alloh dalam menetapkan keputusan." QS. Al Kahfi :26] dan setelah menyebutkan beberapa ayat yang menunjukkan bahwa menetapkan ndang-undang bagi selain Alloh adalah kekafiran, beliau berkata, "Dengan nash-nash samawi yang kami sebutkan ini sangat jelas bahwa orang-orang yang mengikuti hukum-hukum positif yang ditetapkan oleh setan melalui lisan wali-wali-Nya, menyelisihi apa yang Alloh syari’atkan melalui lisan Rasul-Nya. Tak ada seorangpun yang meragukan kekafiran dan kesyirikannya, kecuali orang-orang yang telah Alloh hapuskan bashirahnya dan Alloh padamkan cahaya wahyu atas diri mereka."

Syaikh Al Syinqithi juga berkata :

" Berbuat syirik kepada Alloh dalam masalah hukum dan berbuat syirik dalam masalah beribadah itu maknanya sama, sama sekali tak ada perbedaan antara keduanya. Orang yang mengikuti UU selain UU Alloh dan tasyri' selain tasyri' Alloh adalah seperti orang yang menyembah berhala dan sujud kepada berhala, antara keduanya sama sekali tidak ada perbedaan dari satu sisi sekalipun. Keduanya satu (sama saja) dan keduanya musyrik kepada Alloh."

4.Syaikh Shalih bin Ibrahim Al Bulaihi dalam hasyiyah beliau atas Zadul Mustaqni', yang terkenal dengan nama Al Salsabil fi Ma'rifati Dalil, mengatakan, "…Berhukum dengan hukum-hukum positif yang menyelisihi syari’at Islam adalah sebuah penyelewengan, kekafiran, kerusakan dan kedzaliman bagi para hamba. Tak akan ada keamanan dan hak-hak yang terlindungi, kecuali dengan dipraktekkanmya syariah Islam secara keseluruhannya ; aqidahnya, ibadahnya, hukum-hukumnya, akhlaknya dan aturan-aturannya.

Berhukum dengan selain hukum Alloh berarti berhukum dengan hukum buatan manusia untuk manusia sepertinya, berarti berhukum dengan hukum-hukum thaghut…tak ada bedanya antara ahwal sakhsiah masalah nikah, cerai, ruju'--pent) dengan hukum-hukum bagi individu dan bersama… barang siapa membeda-bedakan hukum antara ketiga hal ini, berarti ia seorang atheis, zindiq dan kafir kepada Alloh Yang Maha Agung ".

5.Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam risalah beliau "Naqdu Al Qaumiyah Al 'Arabiyah " Kritik atas nasionalisme Arab) mengatakan, "Alasan keempat yang menegaskan batilnya seruan nasionalisme arab : seruan kepada nasionalisme arab dan bergabung di sekitar bendera nasionalisme arab pasti akan mengakibatkan masyarakat menolak hukum Al Qur'an. Sebabnya karena orang-orang nasionalis non muslim tidak akan pernah ridha bila Al Qur'an dijadikan undang-undang. Hal ini memaksa para pemimpin nasionalisme untuk menetapkan hukum-hukum positif yang menyelisihi hukum Al Qur'an. Hukum positif tersebut menyamakan kedudukan seluruh anggota masyarakat nasionalis di hadapan hukum. Hal ini telah sering ditegaskan oleh mereka. Ini adalah kerusakan yang besar, kekafiran yang nyata dan jelas-jelas murtad."


6.Syaikh Abdullah bin Humaid mengatakan, "Siapa menetapkan undang-undang umum yang diwajibkan atas rakyat, yang bertentangan dengan hukum Alloh ; berarti telah keluar dari millah dan kafir."

berlanjut,,

abu ilyas mengatakan...

lanjutan,,,

7.Syaikh Muhammad Hamid Al Faqi dalam komentar beliau atas Fathul Majid mengatakan, "Kesimpulan yang diambil dari perkataan ulama salaf bahwa thaghut adalah setiap hal yang memalingkan hamba dan menghalanginya dari beribadah kepada Alloh, memurnikan dien dan ketaatan kepada Alloh dan Rasul-Nya…
Tidak diragukan lagi, termasuk dalam kategori thaghut adalah berhukum dengan hukum-hukum asing di luar syari’at Islam, dan hukum-hukum positif lainnya yang ditetapkan oleh manusia untuk mengatur masalah darah, kemaluan dan harta, untuk menihilkan syari’at Alloh berupa penegakan hudud, pengharaman riba, zina, minuman keras dan lain sebagainya. Hukum-hukum positif ini menghalalkannya dan mempergunakan kekuatannya untuk mempraktekkannya. Hukum dan undang-undang positif ini sendiri adalah thaghut, sebagaimana orang-orang yang menetapkan dan melariskannya juga merupakan thaghut…"

Beliau juga menyatakan dalam Fathul Majid saat mengomentari perkataan Ibnu katsir tentang Ilyasiq, "Yang seperti ini dan bahkan lebih buruk lagi adalah orang yang menjadikan hukum Perancis sebagai hukum yang mengatur darah, kemaluan dan harta manusia, mendahulukannya atas kitabulloh dan sunnah Rasululloh. Tak diragukan lagi, orang ini telah kafir dan murtad jika terus berbuat seperti itu dan tidak kembali kepada hukum yang diturunkan Alloh. Nama apapun yang ia sandang dan amalan lahir apapun yang ia kerjakan baik itu sholat, shiyam dan sebagainya, sama sekali tak bermanfaat ba-ginya…".

8.Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin mengatakan, "Barang siapa tidak berhukum dengan hukum yang diturunkan Alloh karena menganggap hukum Alloh itu sepele, atau meremehkannya, atau meyakini bahwa selain hukum Alloh lebih baik dan bermanfaat bagi manusia, maka ia telah kafir dengan kekafiran yang mengeluarkan dari millah. Termasuk dalam golongan ini adalah mereka yang menetapkan untuk rakyatnya perundang-undangan yang menyelisihi syari’at Islam, supaya menjadi sistem perundang-undangan negara. Mereka tidak menetapkan perundang-unda-ngan yang menyelisihi syari’at Islam kecuali karena mereka meyakini bahwa perundang-undangan tersebut lebih baik dan bermanfaat bagi rakyat. Sudah menjadi askioma akal dan pembawaan fitrah, manusia tak akan berpaling dari sebuah sistem kepada sistem lain kecuali karena ia meyakini kelebihan sistem yang ia anut dan kelemahan sistem yang ia tinggalkan."

kayfa antum fi hadzal bilad?

Anonim mengatakan...

Saya adalah jamaah yg betul2 ingin kejelasan kemurnian agama. Mungkin krn pengaruh membuka blog ini (krn ijetihad imam sangat dilarang), namun saya tetap berusaha menjaga dan mencari kebenaran sesuai Alquran dan Assunnah secara netral dan ilmiah, tentunya dibarengi dengan doa agar Alloh betul2 menunjukkan yang benar. Komen2 sy sblmx sdh banyak dgn tujuan ada hujjag yg jelas tp smpai skrg belum terjwb. Alhamdulillah, Jamaah punya ulama seperti Abu Ilyas, sangat mengagumkan paparannya. Bila jamaah punya 10 orang saja seperti Abu Ilyas ini, maka insya Alloh jamaah ini akan semakin jaya. Knp? Krn beliau mampu menjelaskan hal tsbt di atas dgn jelas sekali kitab2 rujukannya yg mungkin jamaah masih sangat asing dengan nama2nya. Kalo bisa menjelaskan hal itu, maka pastilah juga bisa jelaskan "pertanyaan2 remeh ini" lengkap dgn kitab2 rujukannya;
1.Benarkah praktek surat taubat dlm jamaah?
2.Benarkah yg menentukan diterima tdknya taubat itu adalah imamnya kemudian menentukan kaffarohnya dlm bentuk uang?
3.Benarkah praktek qurban urunan sak jamaah, termasuk menyerahkan sejumlah uang qurban per desa dan daerah ke pusat?
4.Benarkah praktek persenan dan penjatahan kepada jamaah?
5.Benarkah orang yg tdk baiat pada bapak Imam kita itu kafir semua? Bagaimana dgn Syaikh2nya Nurhasan dulu? juga Syaikh2nya Kholil dan Aziz sekarang?
6.Benarkah kesaktian2 Nurhasan? Krn Nabi sendiri, para kholifah dan ulama salafus sholih/ syaikh2nya Nurhasan dan Syaikh2nya Kholil dan Aziz tdk ada yg memiliki kesaktian seperti Nurhasan.
7.Setelah sekian puluh tahun, knp baru sekarang2 ini kita diajarkan mustolah hadits? Dan ternyata banyak di dlm hadis himpunan kita ditemukan hadis2 dhoif bahkan maudhu'? (Benarkah Nurhasan belajar di Darul Hadis? Krn di sana pasti diajarkan tentang mustolah hadis), dan pertanyaan2 lainnya insya Alloh menyusul setelah Ustadz AlMukarrom Abu Ilyas telah menjelaskan ini. Jazakallohu Khoiro

aq mengatakan...

xaxaxxaa......... ulama abu iyas... dia cuman copas dari situs khawarij yang tukang ngebom2 itu lho.. teman-temannya sayyid qutb dkk dari khawarij masa kini yang telah diperingati oleh para ulama ahli hadits... mereka hanya melihat ancaman dari setiap perbuatan tidak melihat ampunan dan rahmat Allah, adapun ahlus sunnah mereka berada diantara keduanya, diantara murji'ah dan khawarij.... bener kata para ulama salaf, "Lihat lah ahli bid'ah lalu mereka meralat pendapat pertamanya, maka ia akan pindah pada pendapat lain yang lebih parah dari pendapat pertama".... ckckck, na'udzubillahimindzalik

putuneputu mengatakan...

Mon, 01 Sep 2008 07:20:41 -0700

Keta'atan kepada ulul 'amri tidak bersifat mutlak, akan tetapi keta'atan kepada
mereka hanya wajib atas kita sebatas dalam hal yang ma'ruf atau selama tidak
melanggar dengan kewajiban ta'at kepada Allah dan Rasul-Nya. Pemahaman semacam
ini dengan tegas telah disabdakan oleh Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam
dalam sabdanya:
عن ابن عمر رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه و سلم السمع والطاعة على المرء
المسلم فيما أحب وكره ما لم يؤمر بمعصية فإذا أمر بمعصية فلا سمع ولا طاعة

"Dari sahabat Ibnu Umar rodiallahu 'anhu dari Nabi shollallahu 'alaihi wa
sallam Wajib atas setiap orang muslim untuk mendengar dan menta'ati, baik dalam
hal yang ia suka atau yang ia benci, kecuali kalau ia diperintahkan dengan
kemaksiatan, maka tidak boleh mendengar dan menta'ati." (Bukhari dan Muslim)

Dan pada hadits lain Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam lebih tegas
bersabda:

يَكُوْنُ بَعْدِي أَئِمَّةٌ لاَ يَهْتَدُوْنَ بِهُدَايَ وَلاَ يَسْتَنُّوْنَ
بِسُنَّتِي وَسَيَقُوْمُ فِيْهِمْ رِجَالٌ قُلُوْبُهُمْ قُلُوْبُ الشَّيَاطِيْنِ
فِي جُثْمَانِ إِنْسٍ قَالَ: قُلْتُ: كَيْفَ أَصْنَعُ يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنْ
أَدْرَكْتُ ذَلِكَ؟ قَالَ تَسْمَعُ وَتُطِيْعُ لِلأَمِيْرِ وَإِنْ ضَرَبَ ظَهْرَكَ
وَأَخَذَ مَالَكَ، فَاسْمَعْ وَأَطِعْ

"Akan ada setelahku para penguasa yang tidak melakukan petunjuk-petunjukku dan
tidak melakukan sunnah-sunnahku. Dan akan ada diantara mereka orang-orang yang
hati-hati mereka adalah hati-hati syaitan yang terdapat di jasad manusia." Aku
(Hudzaifah) berkata, "Bagaimana aku harus bersikap jika aku mengalami hal
seperti ini?" Rasulullah bersabda, "Engkau tetap harus setia mendengar dan taat
kepada pemimpin meskipun ia memukul punggungmu atau mengambil hartamu, maka
tetaplah untuk setia mendengar dan taat!" (Riwayat Muslim)

aq mengatakan...

Khawarij itu memiliki standar sendiri dalam mengkafirkan orang lain, yang kalau direnungi niscaya tidak akan selamat seorang pun dari kaum muslimin kecuali akan kafir menurut pendapat mereka, sampai-sampai mereka sendiri tidak akan selamat darinya.... tapi ada yang unik dari khawarij zaman sekarang, mereka tidak segan-segan mengutip fatwa-fatwa ulama salaf dizaman ini, dengan sepotong2 semata-mata karena mereka tidak memiliki ulama yang dapat diandalkan dan dipercayai umat, bahkan tidak dipercayai dikalangan mereka sendiri ..KASIHAN

aq mengatakan...

perlu antum2 ketahui... -khwarij LDII mengutip dari Khawarij Pengebom yang mana Khawarij pengebom ini mengkafirkan setiap pemerintahan diseluruh dunia, termasuk pemerintah saudi, mereka juga mengkafirkan para ulama dan ahli hadits yang mengajar di Masjidil harom, imam2nya, dan mufti-muftinya ... kecuali ulama yang dianggap mendukung aksi-aksi mereka.... sungguh kasihan.

Anonim mengatakan...

Untuk Ustadz Abu Ilyas, mohon penjelasan dari pertanyaan saya yg 7 poin itu, kurang lebih spt komennya putuneputu krn spt itu lebih jelas dan ilmiah. Mohon penjelasannya, sy tidak sepaham dengan komen "aq" sebelum sy mengecek langsung ke Ustadz Abu Ilyas atau menyaksikan langsung. Kira2 begitulah para Ahli hadits menelitinya agar tdk terjerumus dalam persangkaan2 yg bisa menyesatkan, afwan. Jazaakumullohu khoiro

putuneputu mengatakan...

PRINSIP AHLUS SUNNAH DALAM MENYIKAPI PENGUASA

Firman Allah berikut yang merupakan pedoman yang senantiasa dipegangi oleh
Ahlussunnah wal Jama'ah dalam menyikapi pemerintahan atau khilafah yang ada:

يأيها الذين آمنوا أطيعوا الله وأطيعوا الرسول وأولي الأمر منكم

"Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan Ta'atilah Rasul-Nya, dan
ulil amri diantara kalian." (QS. An Nisa': 59)

Pada ayat ini Allah memerintahkan kita semua untuk taat kepada Allah, yaitu
dengan mengikuti kitab-Nya, dan mentaati Rasulullah shollallahu 'alaihi wa
sallam dengan mengikuti sunnahnya, serta mentaati para pemimpin (ulul 'amri)
diantara kita, baik ulul 'amri dari kalangan ulama' atau umara' (penguasa). Ini
adalah kewajiban kita semua untuk senantiasa taat kepada Allah, Rasulullah dan
para pemimpin diantara kita. Akan tetapi walau demikian, pada ayat ini Allah
Ta'ala mengulang perintah untuk taat, yaitu kata ta'atilah (athi'u) sebanyak
dua kali, yaitu taat kepada Allah dan ta'at kepada Rasulullah shollallahu
'alaihi wa sallam, akan tetapi ketika menyebutkan ulul 'amri, Allah tidak
mengulang kata ta'atilah (athi'u).

Hal ini mengisyaratkan kepada kita bahwa kewajiban ta'at kepada Allah dan
Rasul-Nya bersifat mutlak karena sebagai konsekwensi pengakuan dan keimanan
kita kepada Allah dan Rasul-Nya adalah senantiasa taat dan untuk tidak beramal
selain dengan syari'at yang Allah dan Rasul-Nya ajarkan. Sedangkan keta'atan
kepada ulul 'amri tidak bersifat mutlak, akan tetapi keta'atan kepada mereka
hanya wajib atas kita sebatas dalam hal yang ma'ruf atau selama tidak melanggar
dengan kewajiban ta'at kepada Allah dan Rasul-Nya. Pemahaman semacam ini dengan
tegas telah disabdakan oleh Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam dalam
sabdanya:

عن ابن عمر رضي الله عنهما عن النبي صلى الله عليه و سلم السمع والطاعة على المرء
المسلم فيما أحب وكره ما لم يؤمر بمعصية فإذا أمر بمعصية فلا سمع ولا طاعة

"Dari sahabat Ibnu Umar rodiallahu 'anhu dari Nabi shollallahu 'alaihi wa
sallam Wajib atas setiap orang muslim untuk mendengar dan menta'ati, baik dalam
hal yang ia suka atau yang ia benci, kecuali kalau ia diperintahkan dengan
kemaksiatan, maka tidak boleh mendengar dan menta'ati." (Bukhari dan Muslim)

putuneputu mengatakan...

Dan pada hadits lain Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam lebih tegas
bersabda:

يَكُوْنُ بَعْدِي أَئِمَّةٌ لاَ يَهْتَدُوْنَ بِهُدَايَ وَلاَ يَسْتَنُّوْنَ
بِسُنَّتِي وَسَيَقُوْمُ فِيْهِمْ رِجَالٌ قُلُوْبُهُمْ قُلُوْبُ الشَّيَاطِيْنِ
فِي جُثْمَانِ إِنْسٍ قَالَ: قُلْتُ: كَيْفَ أَصْنَعُ يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنْ
أَدْرَكْتُ ذَلِكَ؟ قَالَ تَسْمَعُ وَتُطِيْعُ لِلأَمِيْرِ وَإِنْ ضَرَبَ ظَهْرَكَ
وَأَخَذَ مَالَكَ، فَاسْمَعْ وَأَطِعْ

"Akan ada setelahku para penguasa yang tidak melakukan petunjuk-petunjukku dan
tidak melakukan sunnah-sunnahku. Dan akan ada diantara mereka orang-orang yang
hati-hati mereka adalah hati-hati syaitan yang terdapat di jasad manusia." Aku
(Hudzaifah) berkata, "Bagaimana aku harus bersikap jika aku mengalami hal
seperti ini?" Rasulullah bersabda, "Engkau tetap harus setia mendengar dan taat
kepada pemimpin meskipun ia memukul punggungmu atau mengambil hartamu, maka
tetaplah untuk setia mendengar dan taat!" (Riwayat Muslim)

Adakah penguasa yang lebih dzolim dari penguasa yang tidak menjalankan syari'at
Nabi, berhati setan, memukul rakyatnya, dan merampas harta mereka??

Suatu gambaran yang amat mengerikan, para pemimpin atau penguasa yang amat
lalim, sampai-sampai dinyatakan hati mereka adalah hati setan. Bila seorang
pemimpin telah berhati setan, maka ia akan menjadi bengis, berdarah dingin,
korupsi, sewenang-wenang, dan tidak kenal belas kasihan kepada orang lain.

Ibnu Hajar berkata: "Meskipun ia memukul punggungmu dan memakan hartamu",
perilaku ini banyak terjadi di masa pemerintahan Al-Hajjaaj dan yang
semisalnya." (Fathul Bari 13/36).

Lihatlah Ibnu Hajar menjadikan kepemimpinan Al-Hajjaaj sebagai contoh nyata
bagi penerapan hadits Nabi shollallahu 'alaihi wa sallam di atas. Al Hajjaj
adalah seorang tokoh yang amat bengis dan kejam, sampai-sampai khalifah Umar
bin Abdul 'Aziz pernah berkata:

لوتخابثت الأمم، فجاءت كل أمة بخبيثها، وجئنا بالحجاج لغلبناهم

"Seandainya seluruh umat berlomba-lomba dengan orang yang paling keji dari
mereka, kemudian setiap umat mendatangkan orang yang paling keji dari mereka
dan kita mendatangkan Al Hajjaj, niscaya kita dapat mengalahkan mereka."

Pada hadits lain Rasulullah shollallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

خِيَارُ أَئِمَّتِكُمْ الَّذِيْنَ تُحِبُّوْنَهُمْ وَيُحِبُّوْنَكُمْ
وَيُصَلُّوْنَ عَلَيْكُمْ وَتُصَلُّوْنَ عَلَيْهِمْ وَشِرَارُ أَئِمَّتِكُمْ
الَّذِيْنَ تُبْغِضُوْنَهُمْ وَيُبْغِضُوْنَكُمْ وَتَلْعَنُوْنَهُمْ
وَيَلْعَنُوْنَكُمْ) قِيْلَ "يَا رَسُوْلَ اللهِ أَفَلاَ نُنَابِذُهُمْ
بِالسَّيْفِ؟" فقال (لاَ مَا أَقَامُوْا فِيْكُمُ الصَّلاَةَ وَإِذَا رَأَيْتُمْ
مِنْ وُلاَتِكُمْ شَيْئًا تَكْرَهُوْنَهُ فَاكْرَهُوْا عَمَلَهُ وَلاَ تَنْزِعُوْا
يَدًا مِنْ طَاعَةٍ). رواه مسلم

"Sebaik-baik pemimpin kalian adalah yang mencintai kalian dan kalian mencintai
mereka, mereka mendoakan kalian dan kalian pun mendoakan mereka. Dan
seburuk-buruk pemimpin kalian adalah yang kalian membenci mereka dan merekapun
membenci kalian, kalian melaknati mereka dan merekapun melaknati kalian."
Dikatakan kepada Rasulullah: "Wahai Rasulullah, apakah tidak (sebaiknya tatkala
itu) kita melawan mereka dengan pedang?" Rasulullah berkata, "Tidak, selama
mereka masih menegakkan sholat di tengah-tengah kalian. Dan jika kalian melihat
sesuatu yang kalian benci dari para pemimpin kalian, maka bencilah amalannya
dan janganlah kalian mencabut tangan kalian dari ketaatan kepadanya." (Riwayat
Muslim)

Anonim mengatakan...

Kepada semua warga atau pun mantan warga angota LDII ataupun Islam Jamaah berada. Marilah kita semua kembali kepada jalan yang haqq agama yang benar yaitu ISLAM dengan dasar Al Qur'an dan As Sunnah serta Ijma' Ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah.

Marilah kita sadari dan fahami, bahwa Islam mengajarkan dan memerintahkan persatuan dan kesatuan sesama saudara Muslim dan Mukmin di seluruh dunia ini.

Persatuan dan kesatuan yang berdasarkan Al Haqq, bukan golongan, organisasi, atau pun kepentingan pribadi dan duniawi.

Bilamana kita sudah fahami hakikat persatuan dan kesatuan yang berasal dari kata 'jama'ah' maka akan kita fahami bahwa makna 'jama'ah' adalah tidak berpecah-belah, tidak berfirqoh-firqoh dan tidak saling memusuhi antara sesama saudara Muslim dan Mukmin di mana pun kita berada.

Betapa indahnya dan kuatnya ISLAM, bilamana kita semua kembali kepada persatuan dan kesatuan ISLAM yang sebenarnya, yaitu kepada dasar AL QUR'AAN DAN AS SUNNAH DENGAN MENGIKUTI IJMA' ULAMA AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH.

Kita akan bertemu dengan siapapun saudara kita, baik itu dari jawa, arab, indonesia, malaysia, eropa, amerika dll, dengan beragam etnis dan sukunya. Mereka semua adalah saudara se ISLAM saudara se IMAN. Selama mereka sama-sama menetapi AGAMA ISLAM berdasarkan AL QUR'AAN DAN AS SUNNAH.

Adapun masalah, al jama'ah, imamah dan bai'at yang sering dinyatakan dan dibesar-besarkan oleh sebagian saudara kita dari LDII, ketahuilah bahwa :

DIKATAKAN SESAMA SAUDARA JAMA'AH, ADALAH SIAPAPUN, DIMANAPUN DAN BAGAIMANAPUN APABILA DIA TETAP (ISTIQOAMAH) MENETAPI AGAMA ISLAM DENGAN BERDASARKAN AL QUR'AAN DAN AS SUNNAH SERTA MENGIKUTI IJMA' ULAMA AHLUS SUNNAH WAL JAMA'AH, MEREKA SEMUA DIKATAKAN SEBAGAI : SESAMA SAUDARA SE ISLMA, SAUDARA SE IMAN, MEREKA SEMUA JUGA DISEBUT SEBAGAI SAUDARA JAMA'AH.

Adapun Jama'ah dalam pengertian mempunyai IMAM, DI BAI'AT DAN MEMILIKI KEKUASAAN dalam arti mampu menegakkan hukum-hukum dan syariat ISLAM. Yang masih tersisa di muka bumi samapai sekarang dan Insya Allooh sampai ila yaumil qiyamah adalah : Al Jama'ah (NEGARA ISLAM) ARAB SAUDI, dengan RAJANYA SEBAGAI IMAM (AMIR) NYA. DAN WARGA NEGARANYA SEBAGAI RUKYAH (RAKYAT) NYA, MEREKA MENGADAKAN BAI'AT DAN MENEGAKKAN SYARIAT ISLAM BERDASARKAN AL QUR'AN DAN AS SUNNAH DAN MEREKA MEMPUNYAI ULAMA-ULAMA BESAR YANG SELALU MENGINGATKAN DAN MENASIHATI UNTUK TETAP TERUS MENEGAKKAN ISLAM DAN MEMPERTAHANKAN DAULAH (JAMA'AH) ISLAM DI MUKA BUMI YAITU : SAUDI ARABIA.

DAN MEREKA JUGA YANG TERUS BERJUANG MENJAGA DAN MEMELIHARA SERTA MENDUKUNG DUA KOTA SUCI UMMAT ISLAM UNTUK TERLAKSANA DAN TERJAGANYA SELALU KEMURNIA AGAMA ISLAM DARI KESYIRIKAN, BID'AH, KHUROFAT, TAKHAYUTL SERTA FIRQOH-FIRQOH PEMECAH BELAG AGAMA ISLAM DAN UMAT IDLAM YANG SENANTIASA TERUS-MENERUS MERONGRONG DAN BREUPA DAYA MELEMAHKAN KEJAYAAN DAN KE MULIAAN AGAMA ISLAM DI MUKA BUMI INI.


ABU RIDWAN

jenggotpalsu mengatakan...

blog ini ternyata di buat utk memecah belah jamaah...alhamdulilah jamaah kita sudah terbentuk sesuai dalil...kita punya imam yang selalu menasehati jmaah..tidak seperti mereka..malah mbledong..sadza,,,astagfirullah

Anonim mengatakan...

jikalau bai'at dijaman sekarang ini sunnah NISCAYA KAMI(SALAFIYYUN)
akan berbaiat kpd pemimpin UMAT ISLAM YANG PERTAMA KALI sebab kami paling suka menghidupkan SUNNAH RASULULLAH SAW
dan kpd abu ilyas tulisan anda itu MANGKUL DARI MANA????
KAMI BANGGA DG MENISBATKAN DIRI KAMI SALAFIYYUN BERARTI BERAGAMA KAMI MENGIKUTI PARA MANHAJ SALAFUSH SHOLEH
Urusan agama ini bukan hanya bai'at,imamah,dll itu memang penting tapi ada hal yang lebih penting lagi yaitu TAUHID
lihat para jokam tulisan mereka tidak jauh dari presiden,imamah
coba kita tanya TAUHID ITU APA???
ADA BERAPA MACAM TAUHID???
jawab ulama,ustadz2 ldii
klo anda beragama dg benar
abufatih lb buaya....

Anonim mengatakan...

alhamdulillah, sekarang jamaah 354 sudah banyak yang pinter, ngga mau lagi diboongin sama rezim pusat. klo mo tetep eksis, mau ngga mau, pusat-kediri harus ruju ilal haq. pusat-kediri kenapa harus berat ruju ilal haq? gengsi sama rukyah?. pusat-kediri harus berani mendepak semua penyembah nurhasan dan muqollidnya dari jamaah 354. ini demi kebaikan maslahat orang banyak. jangan cuma untuk memenuhi ambisi segelintir orang di kediri, umatlah yang dijadikan labolatorium akrobatik akidah.pusat-kediri itu mermanfaatkan keluguan umat. saatnya umat 354 sendiri menolak ajakan hizbi takfiri dari penguasa-penguasanya. jangan mau diajak sesat sama anak turunnya nurhasan dan cs-nya. hentikan infaq ke pusat, karena kalo tetep infaq ke pusat berarti mendukung kemaksiatannya khawarij. jadi nanti saling dosa-mendosakan. selama tidak ada perbaikan akidah di 354, jangan pernah mentaati kemauannya sultan aulia dan pembesar-pembesar di pusat. perintah menyelisihi firkoh khawarij seperti 354 adalah perintah Rasulullah. Yakinkan hati, pusat-pusat itu penjahat akidah. jangan dengarkan retorika janji surga dan ancaman neraka dari mulut orang-orang pusat dan pendukungnya. semua itu demi melanggengkan ambisi mereka saja. moga pusat mo tobat

Anonim mengatakan...

to jengkol palsu;
sipenolak sunnah dan fitrah manusia
blog ini dibuat untuk menyampaikan yang HAQ menolak yang BATHIL,bukan u/ memecah belah jamah,klo jamaah ldii mungkin karena memang yang ditampilkan kebathilan ajaran serta akidah ldii
klo terbentuk sesuai dalil, dalil yang sohih sesuai ALQUR'AN, ASSUNNAH dg pemahaman NABI,para sahabat,dan ijma kaum muslimin dan para ulama ahlusunnah meyuruh berbai'at kpd amir anda niscaya kami akan berbai'at
tapi apa kenyataan dilapangan?? semua orang klo ditanya ttg LDII jawab mereka apa?? ALIRAN SESAT,hati hati
gimana kami mo BERBAI'AT sama kelompok sesat yang jau dari ALQUR'AN dan ASSUNNAH
u/ nasehat imam bukannya hanya
1 isrun jangan lupa karena itu sarana sambung jamaah??
2 duit jghn lupa bwt infaq persenan
3 klo punya uang mbok ya di infaq kan
lah nasehatnya kok duit mulu yah???
abufatih lb buaya

Anonim mengatakan...

ayo abu ilyas,jengkol palsu dll keluarkan kemampuan ilmu kalian semua yang asli atau copas, abufatih menanti dan siap meladeni setelah bbrapa hari tdk ON AIR
ulamanya kalo perlu,imamnya juga gak apa2 itung itung tambah ilmu meluaskan pemahaman,tahu penyimpangan kalian
kretek kretek(jari dibunyikan buat mencet tuts) bletak bletak(leher di goyangkan biar tidak kaku,ting ting (mata di merem melekkan biar tdk buram) ehhmmmm dehem dikit biar keliatan ada wibawanya
ciattttt.... ciattttttt

JAGOAN mengatakan...

pemilik blog ini jumatan dimana ya?? kutbahnya pake bahasa indonesia ya??
sholat jumat dg khutbahynya adalah satu rangkaian ibadah, kenapa kok khutbah ama sholatnya bahasanya berbeda... emang ayaikh al bany yang kalian agungkan itu juga kutbah pake bahasa indonesia? mestinya ente sholat pake bahasa indonesia juga, adzanya juga bahasa indonesia, kenapa kok yang diganti cuma kutbahya doang,pake ngomongin politik pula... Lama-lama lucu juga salafiyun ini

Jangan malu mengakui salafi tidak mampu mendirikan keimaman, pake nunjuk raja saudi, emang ente baiat kesana.... Lucu yg no.2

Anonim mengatakan...

nah kan ketahuan klo org ldii klo jumatan pake bahasa arab...
emang itu yang itu yang wajib????
emang pada ngerti semuanya?? yang ada pada TIDUR.wong kutbah jum'at itu berisi pesan dan nasehat percuma klo pesan dan nasehat pada kaga ngerti semua. mendingan JOKAM PADA TIDUR!!!(DAN EMANG ITU YANG TERJADI)
mas JONGOSAN IMAM
pernah gak antum jum'atan di masjid SALAFIYUN??
saya yakin gak pernah wong 3x gak jumatan di masjid ldii dah di cap kafir kok
buktiin klo sholat pake bahasa indonesia juga, adzanya juga bahasa indonesia di mesjid mana?? biar kita pada tau juga biar kita dakwahin

DAN SEPERTI BIASA POSTINGAN MEREKA GAK JAUH JAUH DARI IMAMAH......
TAUHID DONG SEKALI KALI JADI KITA BISA MENGUKUR KEILMUAN KALIAN
GAK AKAN LELAH KAMI MEMBANTAH KESESATAN KALIAN,MENDAKWAHI KALIAN MENJELASKAN KEBENARAN
TING NONG....

Anonim mengatakan...

yah begitulah pendapat 354. jamaah 354 mengnggap tidak sah sholat jumatnya kaum muslimin indonesia karena kaum muslimin indonesia menggunakan khutbah jumat dengan menggunakan bahasa indonesia. menurut nalar 354, sholat jumat yang tidak menggunakan bahasa arab tidak sah. padahal penggunaan bahasa dalam khutbah jumat adalah perbedaan fiqqiyyah.

sekarang, saya tanya, apa orang jokam mengerti apa isi khutbah jumat yang dibaca khotib 354 dengan bahasa arab?

hampir seluruh jamaah sholat jumat 354 TIDAK MENGERTI apa yang dibaca khotibnya yang menggunakan bahasa arab.

saya harap, kecebong jangan bersuara disini. malu-maluin jamaah 354. soalnya jadi keliatan banget betapa dangkalnya pemahaman agama mereka.

benarlah gambaran Rasulullah tentang khawarij akhir zaman yang mengkisahkan bahwasannya khawarij jago berdalil ini itu, bahkan pake bahasa arab, bisa baca quran tapi mereka sama sekali tidak memahaminya agama.

Anonim mengatakan...

Cebong,, cebong,, dr dulu dibilangin, belajar dulu sebelum komen..Kl mau posting itu diskusi dulu sm mubaligh/ot nya.
Abis lg kan lo?
Malu2in jokam aja.

Anonim mengatakan...

duwit......duwit........... wae....
anggota LDII yo pengine ngrampas duwite non LDII wae ................. wong imame atine ijo abang, biru.... koyo ..... duwit.
pARAH...PARAH....PARAH..... DUWIT...DUWIT.....DUWIT.......OH LDII RAKUUUUS....SEKALI DIKAU SAMA DUWIIII.....IIIT.

Anonim mengatakan...

Abu ilyas, abu ilyas...
Saya baru tahu kalo orang jokam bisa tahu Syaikh-syaikh, padahal ngajinya kan cuman 5 bab, mentok mentoknya 4 tali keimanan..apa sekarang ngajinya sudah ada pergantian bahan ya..?? sejak kapan tuh..??
Herannya lagi cuma COPAS, dan itu pun sepotong-potong menyesuaikan "hawa nafsunya" lagian potongan2 tersebut, tidak membenarkan keadaan jokam sendiri, malah bertentangan.
Makanya mas kalo pingin ilmunya syaikh secara benar baca dong kitab-kitab mereka, tapi ingat jangan sepotong-sepotong.
Memang kerjaanya khawarij dari jaman dulu mereka mencari pembenaran dengan ilmu,bukan mencari kebenaran!!

Kepda mas anonim yg pingin kebenaran silakan baca buku buku dari para syaikh, Insya Allah bermanfaat

Anonim mengatakan...

To Jenglot Palsu

mas..mas.. sampeyan lama gak keliatan di blog, saya kira baru mencari ilmu ato gimana, eh..giliran komen sama aja kaya yang kemarin-kemarin...
bloon dipiara

Ta'uza ya.. mengatakan...

untuk akh abu ilyas , sungguh tulisan antum itu sangat berbahaya bilamana dibaca oleh orang yang belum paham kepada ajaran yang haq ini .

apakah akhi tinggal di indonesia ?? kalau iya maka tolong dijawab beberapa pertanyaan ana :

1. kalau antum berkendara di jalan raya dan bertemu dengan lampu pengatur lalu lintas ( merah , kuning dan hijau ) apakah antum patuhi ??

2. kalau seandainya antum berkendara sepeda motor dijalan raya , apakah antum pakai helm ??

3. apakah antum punya KTP ??

4. kalau sudah menikah , apakah pada saat pernikahan antum perlu melaporkan pencatatannya di KUA ?

5. kalau antum berbelanja dan di struk ( harga barang ) ada PPn-nya , juga antum bayar ???

6. dan masih banyak pertanyaan menyusul seputar TIDAK BOLEHNYA KITA BERHUKUM KECUALI DENGAN HUKUM ALLAH .

sepertinya antum dengan si JAGOAN ( katak dalam tempurung ) , nggak jauh2 beda .
Semuanya asal comot ayat , asal comot pendapat ulama , yang TIDAK ADA RELEVANSINYA DENGAN TOPIK BAHASAN.

tolong di perhatikan ( jangan sampai pendapatku ini kamu jadikan fitnah lagi ya... ) BAHWA AYAT AL QURAN DAN HADITS SERTA PENDAPAT ULAMA YANG ANTUM SEBUTKAN semuanya benar kalau , nih ada kalaunya , DI TEMPATKAN DI TEMPAT YANG TEPAT.

maka belajarlah lagi , jangan bermudah-mudahan dalam hal menghukumi saudaramu TANPA ILMU dan BIMBINGAN ULAMA

Abdullah mengatakan...

Numpang tanya apakah yang jumatan pakai kotbah bahasa arab itu ldii ? yang sehabis sholat melempar-lemparkan sodakohnya ke tengah ruangan di depan imam masjid.
setelah sholat jumat mereka ada kutbah lagi .

Saya pernah sholat di masjid tersebut di daerah Balongsari ( depan BCA ) - Surabaya , dan yang paling menyakitkan hari saya , yaitu sebelum saya keluar dari masjid dan saya sedang memakai sepatu maka bekas sholat saya di pel sama mereka .

Apakah saya yang sholat bersama mereka itu seperti binatang yang najis sehingga harus di pel bekas sholatku ?

ibnu mengatakan...

KHUTBAH JUM’AT HARUS BERBAHASA ARAB?

Dalam masalah ini terjadi perbedaan pendapat di kalangan ulama. Sebagian ulama mengatakan dipersyaratkan untuk memakai bahasa Arab, namun alasannya bukanlah karena khutbah adalah pengganti dua rakaat. Melainkan dalam rangka kelestarian khutbah yang berbahasa Arab, karena inilah yang dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Al-Khulafa` Ar-Rasyidun sepeninggal beliau. Oleh karena itu harus mencontoh khutbah mereka dan ini harus dijaga, sehingga sebagian ulama mempersyaratkan hal ini.
Namun jika kita memperhatikan dalil ini, toh kalau ada yang beralasan harus berbahasa Arab karena khutbah itu sebagai pengganti dua rakaat, semuanya ini adalah lemah.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah menggunakan bahasa Arab, demikian juga Al-Khulafa` Ar-Rasyidun sepeninggal beliau, karena mereka adalah bangsa Arab dan mereka berkhutbah di hadapan kaum muslimin yang berbangsa Arab, yang merupakan bahasa mereka. Sementara tujuan khutbah adalah memberikan nasehat yang bermanfaat bagi agama mereka. Tentunya, suatu hal yang kita pahami dalam kaidah syariat ini adalah: suatu wasilah memiliki hukum sesuai dengan hukum dari tujuan yang hendak dicapai dengan wasilah itu. Ketika tujuannya adalah memberikan nasehat, maka nasehat ini tidak akan tersampaikan kecuali dengan bahasa yang mereka pahami. Sehingga mereka memakai bahasa Arab, karena itu adalah bahasa mereka.
Itulah sebabnya para nabi dan rasul diutus sesuai dengan bahasa kaum mereka. Setiap nabi dan rasul yang diutus, yang diturunkan wahyu kepada mereka, menyampaikan syariat sesuai dengan bahasa kaum tersebut. Karena kalau berbeda dengan bahasa kaum tersebut, tujuan diutusnya mereka dan tujuan dakwah tidak tercapai karena tidak dipahami. Ini yang pertama.
Yang kedua, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Al-Khulafa` Ar-Rasyidin berbahasa Arab, hal ini merupakan perbuatan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan perbuatan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menurut kaidah ushul fiqih, puncaknya hanya menunjukkan istihbab dan tidak sampai menunjukkan wajib, apalagi sebagai suatu syarat. Sementara di sini tidak ada perintah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, apalagi pernyataan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa khutbah tidak sah kecuali dengan bahasa Arab.
Adapun pernyataan bahwa khutbah adalah pengganti dua rakaat, ini adalah pendapat yang batil. Memang ada ulama yang berpendapat demikian. Namun ini adalah pendapat yang batil. Di kalangan Asy-Syafi’yyah pun, sebagaimana dikatakan An-Nawawi dalam Al-Majmu’, yang shahih adalah bahwa dua khutbah bukan pengganti dua rakaat shalat dzuhur, dan shalat Jum’at bukanlah shalat dzuhur yang diqashar menjadi dua rakaat dan diganti dengan dua khutbah.

Anonim mengatakan...

Afwan, Mohon dengan sangat kpd Ustadz AlMukarrom: Abu Ilyas, Jagoan dan Jenggot Palsu untukmemberikan jawaban syar'i tentang pertanyaan saya yg 7 point itu. Boleh dicicil kok, tdk wajib tuk langsung dijawab biar referensinya lebih lengkap, oke? Tunjukkan kepada semua pembaca blog ini bahwa memang jamaah kita ini yg benar dan Salafi itu hanya membuat fitnah. (Atau sebaliknya?) Jazakumullohu Khoiro

Anonim mengatakan...

iyah,
masyaAllah..
dongo ko ga habis-habis..

abu ilyas, anda harus tobat.
saya cuman mengingatkan,
anda itu tidak toat ijtihad amir utk tidak membaca tulisan2/buku2 agama di luar jokam & anda tidak boleh mengagung2kan ulama di luat jokam.

Anonim mengatakan...

pendapat abu ilyas itu di-copas dari tulisannya anggota Hizbut Tahrir.

saya yakin dia sendiri nggak gerti siapa saja ulama-ulama yg disebutkan disitu.
karena ilmu jokam cuman katak dalam tempurung.

Hizbut Tahrir dalam hal dalil keamiran/jamaah sebagian sama dgn ldii.
tapi kebatilan mereka nggak bisa ngebantah hujah yg jelas:

http://jokam4ever.blogspot.com/2010/10/jamaah-itu-adalah.html

Anonim mengatakan...

dengan alasan-alasan yg disebutkan di tulisan copas-nya abu ilyas itulah,

maka para anggota Hizbut Tahrir tergabung dalam kelompok garis keras yg menganggap presiden RI adalah thagut & wajib dikudeta.

mereka tidak ragu melakukan bom bunuh diri di indonesia dgn mengatasnamakan jihad.

tokoh2 para HTI itu antara lain SMK (Sekarmadji Maridjan Kartosoewiryo), Imam Samudra, dsb.

...

to abu ilyas yg mengatasnamakan syaikh Umar Bazmul, sy ingin bertanya;
apakah anda menghadiri dauroh beliau waktu kemaren dtg ke indonesia?
karena Syaikh Bazmul sudah jelas sekali mengupas tentang hadits Hudzayfah itu

Anonim mengatakan...

KEPADA INTELIJEN PEMERINTAH INDONESIA, MOHON KIRANYA ANDA DAPAT MENANGKAP PARA TOKOH LDII KARENA SEBAGIAN PEMAHAMAN MEREKA SAMA DENGAN PARA TERORIS YANG MENYATAKAN PRESIDEN / PEMERINTAHAN RI ADALAH KAFIR & WAJIB DIKUDETA.

MUMPUNG MASIH GOLONGAN KECIL, JANGAN DIBIARKAN MEREKA TUMBUH & BERKEMBANG

Anonim mengatakan...

klo lagi musim pemilu, para pembesar 354 dapet 'sesuatu' dari para politisi. ada juga yang dapet mobil carnival. musim pemilu, pembesar 354 itu panen. rukyah 354 dijadikan obyek jualan di bursa politik oleh para pembesarnya. jadi memang rukyah itu sebenarnya 'komoditas' bagi para orang pusat untuk kepentingan dan ambisi pribadi. itulah pusat terus mengiming-imingi surga bagi rukyah yang tetap di 354 dan mengancam neraka bagi siapa saja yang tidak setuju dengan 354. supaya rukyah tetap bisa dikontrol dan digunakan saat pemilu nanti oleh para pembesarnya.

Anonim mengatakan...

ABISSS di bantah2in semua jokam
berdalil lemah
berhujjah kalah
ilmu gak punya
jadi jokam serba salah
di dunia maya terhina
di dunia nyata tiada daya
mo nya apa???

Anonim mengatakan...

wis .....nggak iso ngomong abu ilyas bin jagoan bin yakuza bin kecebong .....ketok belangge .

ngompas tulisane nggak pas , di pamerne marang ahline , yo balik keno awake dewe

Anonim mengatakan...

menurut saya, HTI lebih mending daripada LDII.

KEDUANYA SAMA-SAMA MENGKAFIRKAN PRESIDEN RI.

tapi HTI berani dgn tindakan nyatanya.
beda dgn LDII yg memilih sembunyi-sembunyi (FBBL) & menjilat para pejabat pemerintahan.
di balik itu, LDII lebih sadis ajarannya dengan menghalalkan darah orang di luar kalangan mereka.

ada cerita dari pendekar asad, dia bilang pernah ada maling yg ketangkep di lingkungan ponpes burengan kediri.
karena darah orang selain ldii adalah halal (dianggap kafir), maka si maling langsung dibunuh & dikubur di dalam pondok.

Anonim mengatakan...

berapa nyawa meregang didalam ponpes burengan ? ponpes burengan penuh rahasia. 354 itu sebenarnya adalah sistem kemafia-an . rukyah ngga tau,rukyah ngga tau

Anonim mengatakan...

TUNGGU FATWA DARI IMAM!!!!!!
JOKAM GAK BOLEH BUKA BUKAAN INTERNET,KARENA DI INTERNET ITU BARANG YANG HAQ JELAS
NANTI BANYAK JOKAM YANG TERPENGARUH,AKIBATNYA;
BANYAK YANG MURTAD
BANYAK YANG GAK SAMBUNG
BANYAK YANG TAHU ISRUN ITU BID'AH
IMAMAH LDII ITU CUMAN CARI DUNIA BERKEDOK AGAMA
TERNYATA PENGAJIAN SALAFY SUDAH MENYEBAR,
ILMU PARA MUBALIGH/MUBALIGHOT LDII TERNYATA CETEK/DANGKAL
ISLAM ITU SUDAH SEMPURNA
NABI NYA ADALAH MUHAMMAD BUKAN NURHASAN
ULAMA ITU IALAH ORANG YANG PUNYA BANYAK ILMU BUKAN ORANG YANG SUDAH DI MANGKULKAN ABAH NURHASAN
ULAMA AHLUSUNNAH YANG ASLI BANYAK,BUKAN CUMA KASMUDI DAN KROCO2 NYA
TERNYATA SYIAH,HIZBUT TAHRIR,AHMADIYAH,SUFFIYAH,NII JUGA PUNYA IMAM,MALAH SYIAH SUDAH PUNYA NEGARA ISLAM SYIAH IRAN
APALAGI YAH????
BUAT PARA X354 TAMBAHIN YAH!!!!
BUAT PARA JOKAM BANTAH YAH!!!!!
BUAT MUBALIGH LDII: BERLINDUNG YAH KARENA RUKYAH DAH MULAI PINTAR
BUAT IMAM CAK AZIZ CARI AMAN YAH BANYAK YANG SAKIT HATI DI BOHONGIN
abufatih lb buaya

Anonim mengatakan...

eh amir hizbut tahrir klo tau tulisannya di COPAS sama orang ldii bisa marah dia bisa tuntut amir ldii, dg tuduhan;
1 plagiat
2 mempublikasikan tulisan tanpa izin penulis
3 merampas hak kekayaan intelektual HT
4 merubah tulisan yg menyebabkan berubah makna u/ kentingan kelompok di luar ht
5 orang ldii yang bodoh jadi kelihatan pintar karena tulisan yg di copas(padahal belangnya ketahuan)
6 tidak menyebutkan sumber aslinya
7 tulisan ini hanya untuk internal HIZBUT TAHRIR bukan tuk LDII yg jelas2 RIVAL(sama kaya buku terbitan ldii) for internal use
8 orang ldii ilmunya gak bermutu gak mo mikir sendiri
9 imam ht gak terima,sbb ht sudah menyebar keseluruh dunia dg dakwah TEGAKKAN KHILAFAH bukan spt ldii BITHONAH kan imamah tuk kejayaan sang IMAM
10 apalagi yah?????
TOLONG ORANG HIZBUT TAHRIR TAMBAHIN YAH, MASA TULISAN ANDA DI COPAS SAMA RIVAL ANDA DI DIAMKAN SAJA...
abufatih
6

Anonim mengatakan...

hahaha...
ini dia jargon yg pas dipake para jokam :

Bithonah-kan Imamah untuk kejayaan & kekayaan Imam

Anonim mengatakan...

to abu ilyas....sudah ijin pak amir belom copas pemahaman khawarij(pengkafiran terhadap kaum muslimin,pemerintah dan rakyatnya secara membabi buta (tanpa ilmu dan bashirah) karena pemerintah tidak menegakkan hukum islam secara kaaffah sesuai quran&sunnah)disini,tapi ...ya pantas aja khawarij ya saudaranya khawarij juga,ta'awunya ya sesama khawarij juga karena pahamnya sama2 paham khawarij juga,hanya bedanya khawarij yang artikelnya di copas sama abu ilyas ini khawarij yang berilmu tapi salah faham dalam penerapan ilmunya dan berani menampakkan diri/kelompoknya sebagai faham khawarij,tapi kalo abu ilyas yang menganut paham khawarij sesat LDII ini gak mau menampakkan diri/kelompoknya sebagai khawarij bahkan berlindung didalam NKRI yang mereka KAFIRKAN ini dengan membuat organisasi2 baik yang sudah di bubarkan pemerintah ataupun yang masih exis(yang sudah di bubarkan pemerintah:darul hadis/djamaah quran hadis,yayasan pendidikan islam djamaah(YPID)yayasan pondok pesantren nasional(YAPPENAS)dll)dan yang masih exis seperti LDII,SENKOM,UB,PERSINAS ASAD dll,dan organisasi2 ini mengadopsi paham SYIAH ROFIDHOH yakni dengan TAQIYAH dan IMAMAH nya tapi di khawarij LDII ini dikenal dengan istilah FATHONAH BITHONAH BUDI LUHUR.wahai abu ilyas...kau telah menyelisihi ijtihad AMIRMU sendiri,dan secara gak sadar kau mengkafirkan AMIR mu sendiri dan sak WAKIL2 nya beserta jamaahnya dan kau sendiri berada di dalamnya,wahai abu ilyas...masih konsistenkah kau terhadap ketaatan pada AMIRMU?? apkah kau lupa atau pura2 lupa atau kau mengedepankan hawa nafsumu demi membantah faham ahlussunnah dengan tanpa ilmu dan bashirah,apa memang kau orang yang menghiyanati AMIRMmu sendiri yang kau kultuskan itu,ha..ha...ha...baca/dengar baik2 tex/surat bulanan IMAM mu itu dalam akhir mukaddimahnya, redaksinya+/-nya begini;.......ini (mukaddimah awwal)adalah masalah ibadah masalah akhirat,ADAPUN MASALAH DUNIA MASALAH KEMASYARAKATAN KITA SEBAGAI WARGA NEGARA REPUBLIK INDONESIA SUPAYA TUNDUK DAN PATUH KEPADA PERATURAN PEMERINTAH YANG SYAH BERDASARKAN PANCASILA DAN UUD 1945....nah,abu ilyas,ketemu kan apa yang saya maksud di tulisanku ini bertentangan dengan copasmu dan IJTIHAD NASEHAT IMAMmu,makanya hati2 abu ilyas kalo copas jangan pakai otak yang tumpul nan dungu,hawanfsu syaithan dan ilham iblis,bagai mana kalo copasmu ini saya laporkan ke IMAMmu pasti kamu disuruh tobat 100 lembar bolak balik dan bayar uang tebusan atas dosa kelancanganmu yang membuat malu AMIRmu,alih2 membela ke AMIRAN yang bathil dan JAMAAH yang sesat eeh ...malah ketahuan JAHILnya. tulisanku ini saya tujukan kepada abu ilyas kalo dia betul orang LDII"wallahu a'lam" semoga ALLAH membuka hatimu dan memberi petunjuk kepadamu wahai... abu ilyas.
NB.abu ilyas coba baca yang teliti dan pahami komentar tentang penyimpangan dan kesesatan LDII di atas kamu jangan fanatik dan taazub pada madigholiyah al kadzabbb.

Anonim mengatakan...

kasihan beneerrr abu ilyas ini, sekali komentar bak ustad alumni madinah,eehh...gak tahunya cuma copas dari blogny khawarij,

abiiisss kau!?... udah babak belur di telanjangi lagi, masa iya mubalegh LDII ke ilmuanya sebegitu bak lulusan madinah justru hasil copasny itu menunjukkan jahilnya,mubalegh lulusan kertosono aja sok ngaku2 tau kitab2 dan ulama2 ahlussunnah,kapan mankulny mas...kalo dilarang baca2/atau ngaji kitab2 ulama ahlussunnah so pasti...karena ulamanya gak mankul sama "nurhasan madigol" dan kitabnya di katakan kitab karangan dan orangnya di katakan ahli kitab,aku asli lulusan kertosono mas...ijazahku palsu sama dengan ijazah teman2ku...gimana gak palsu gak pernah belajar mustholah hadis tau2 ada nilainya mustholah hadis,kagak pernah di ajari ushul fiqih tau2 ada nilainya ushul fiqih,malahan yang setiap ba'da subuh di ajarkan oleh KH iskandar(masalah porno)kagak ada nilainya,...yaa itulah ijazah palsu kagak laku,paling meningkat lulusan purworejo atau blitar (pondok kutubussittah)hanya di baca matanya aja(matan hadis) miskin penjelasan,kalo syehnya ditanya jawabny mangkulku ya begini,majlis ilmunya gaduh seperti pasar gurunya bules(kalo nerangin muter2 susah difahami)seperti kentutnya hansip.dah dulu nanti di lanjutin lagi hi...hi...hi...

Anonim mengatakan...

abu ilyas nampaknya ldii, cos di tulisannya itu dia nyalahin HTI jg.

iseng2 searching pake mbah google dgn keywords:
Syinqithi,Adhwaul Bayan,Abdul Qadir Audah,Muhammad bin Ibrahim,Ahmad Syakir,hukum,kafir

....

ketemu banyak blog/situs HTI yg artikelnya sama persis dgn yg di-copas abu ilyas itu.

Ciri khas Hizbut Tahrir,
mereka menyalahkan sistem demokrasi & pemerintahan RI.
selain itu mereka menjunjung tinggi jihad, penegakan syariat islam & pendirian khilafah dunia.

salah satu tokoh mereka, Abu Bakar Ba’asyir, amir Jama'ah Anshorut Tauhid.

Anonim mengatakan...

malang benar nasibmu abu ilyas,
sudahlah, tidak ada salahnya kamu belajar kitab-kitab para ahlussunnah wal jamaah yg terpercaya.
kamu bisa juga liat video rekaman ceramah syaikh bin baz, syaikh utsaimin, syaikh fauzan, dll untuk meningkatkan ilmu & pemahaman ttg islam sejati.
satu hal lagi yg paling penting, selalu berdoa pada Allah agar ditunjukkan pada hidayah yg sebenar2nya.

Anonim mengatakan...

Abu Ilyas
1. Merasa dirinya pahlawan Jokam, menerangkan dengan begitu membabi buta.
2. Merasa dirinya sudah paling pintar, meniru gaya para salaf untuk berhujjah
eh.....ternyata cuma copas punya orang, dasar gak tau malu..!
mungkin dalam hatinya ngomong "waduh sialan ketahuan nih kalo cuma copas.. dunia ini begitu sempit..wah mo cari dimana lagi nih"

Saya tuh malah tambah heran dengan orang jokam itu, yang satu menghina para Syaikh, yang lainnya menggunakan pendapatnya para Syaikh, sebenarnya gimana sih pelajaran di jokam?? trus apa gunanya tiap hari katanya mengaji Al Quran & Hadits, katanya sudah khotam Quran dan kutubusittah, sampe ngelontok. tapi kok ilmunya cetek banget ya..trus sebenarnya yang dikaji itu apa..???!!!!
kalo komen isinya copas, bohong, mengumpat, sok pinter...gak ada pilihannya...

Abu ilyas, abu ilyas mumpung masih hidup bertobatlah...minta hidayah pada Allah

Anonim mengatakan...

Pesan seorang guru kepada muridnya seharusnya : carilah ilmu sebanyak banyaknya...
Apa yang terjadi di jokam ???!!! Jamaah dilarang membaca buku!!!

Saya baru tau perkumpulan sebodoh ini...

Anonim mengatakan...

Ngakunya murni padahal justru banyak bid'ah. Yang paling parah dan menjadi jalan masuk bagi penyelewengan yg lain, adalah perintah mankul. Mana coba bisa ndak mereka menunjukkan hadits Rosululloh yg menyebutkan kata2 mankul. Anehnya mankul dijadikan peraturan utama di IJ. Pun kalau ada, yg bisa dimankulkan adalah matan haditsnya, bukan keterangannya, sementara yg bikin IJ berbeda dgn islam yg lain adalah keterangannya (Q&H) bukan lafaznya.

Anonim mengatakan...

tuk 354...kalo berani buka http://www.rumahku-indah.blogspot.com baca artikel terbaru:Fitnah Hizbiyah (3)

معالي الشيخ صالح بن عبد العزيز آل الشيخ

Ma’ali Syaikh Shalih Abdul Aziz Alusy Syaikh –hafizhahullah-

(Menteri Urusan Agama Arab Saudi)
----------------------------------
kalo 354 jujur dengan apa yang ada dalam lubuk hatinya tidak mengikuti hawa nafsu syaithan dan jeratan iblis laknat jahannam juga tidak fanatik buta,taazub hizbiyah madigholiyah dan juga tidak sombong merasa POL DEWE dan betul2 ingin mencari kebenaran dinul islam insyaallah allah akan memberinya petunjuk/hidayah yang haq.semoga...

Anonim mengatakan...

Profil Nurhasan Al Ubaidah Lubis Amir (1908-1982), sebagai founders Darul Hadist(Islam Jama'ah) sejak awal berdirinya hingga sekarang yang saya ambil dari beberapa nara sumber;

Nama Asli : Madekal(Muhammad Madigol)
Nama Populer : Imam Haji Nurhasan Al Ubaidah Lubis Amir
Lahir : 1908, Desa Bangi, Purwosari, Kediri
Nama Ayah : H. Abdul Azis bin Thahir bin Irsyad
Pendidikan : Sekolah Rakyat (SD sekarang) sampai kelas 3

Pengalaman Pesantren : 1) Pondok Sewelo, Nganjuk (sufi)
2) Pondok Jamsaren, Sala
3) Dresmo, Surabaya (belajar silat)
4) Sampang, Madura (Kyai Al Ubaidah, Batuampar)
5) Lirboyo, Kediri
6) Tebuireng, Jombang

Anak :
1) Abdul Dzohir
2) Abdul Aziz
3) Abdul Salam
4) Muh Daud
5) Sumaidau’
6) Abdullah
7) Zubaidi Umar (dari janda Al Suntikah)

Kronologis Tahun :

1929 : Berangkat haji pertama, mengganti nama menjadi Haji Nurhasan Al Ubaidah
1933 :
• Belajar hadits Bukhari dan Muslim kepada Syeikh Abu Umar Hamdan dari Maroko
• Belajar di Madrasah Darul Hadits dekat Masjidil Haram (padahal Madrasah Darul Hadits baru didirikan tahun 1956)
Info lain :
• Berangkat ke Mekah tahun 1937/1938 karena ada keributan di Madura, beliau lari ke Surabaya lalu kabur ke Mekah.
• Tiba di Mekah, disaksikan oleh H. Khoiri Ketua Rukbat Nahsyabandi (asrama pemukim di Saudi Arabia)
1941 :
• Kembali ke Indonesia, membuka pengajian di Kediri
• Berdagang gedek
• Kawin dengan orang Madura, Al Suntikah
• Kawin dengan orang Sala (2 orang) dan orang Mojokerto (1 orang), hanya berganti-ganti istri sesudahnya
1951 :
Mendirikan Darul Hadits/Yayasan Pondok Islam Djamaah (YPID) dengan tema pengajian "Menetapi Al Quran dan Al Hadits serta Budi Luhur"
1953 :
Mendapat konsep Imamah dan Jamaah dari Jama’atul Muslimin Hizbullah, dan berbai’at kepada Imam Wali Al Fatah di Jakarta
1960 :
Puncak pendalaman manqul Qur’an dan Hadits tentang konsep Bai’at, Amir, Jamaah, Taat. Ratusan jamaah di Desa Gadingmangu membai’at Nurhasan Al Ubaidah sebagai Imam(Amirul Mu’minin). Dan mencetuskan doktrin dasar :
1) Tidak mengesahkan pengajian kecuali secara manqul
2) Tidak boleh berimam kepada orang di luar jamaah
3) Tidak boleh kawin dengan orang di luar jamaah
4) Hanya anggota Islam Jamaah yang diakui masuk surga, sedangkan yang lainnya masuk neraka
5) Orang di luar Islam Jamaah dianggap najis
6) Amir boleh punya empat istri, wakil amir tiga istri, amir daerah dua istri
7) Mengadakan akad nikah sendiri (tidak lewat KUA)
8) Anggota Islam Jamaah dilarang berpoligami
1968 : Larangan faham Darul Hadits oleh Kopkamtib dan Pakem Kejati

Anonim mengatakan...

1968 : Larangan faham Darul Hadits oleh Kopkamtib dan Pakem Kejati
1969 :
Larangan faham Darul Hadits oleh Kejati Sulawesi Tenggara dan Laksus Kopkamtibda Sumsel
1971 :
• Larangan faham Darul Hadits oleh Jaksa Agung RI (SK Jaksa Agung RI No. Kep-089/D.A/10/1971 tanggal 29 Oktober 1971) di seluruh Indonesia
• Sekber Golkar mendukung Darul Hadits dengan membantu dan membina pondok-pondok Al Jamaah No. KEP.-2707/BAPILU/SBK/1971
• Darul Hadits menyatakan mendukung Golkar
• Setelah Pemilu 1971, Nurhasan membawa kabur 2 anggota jamaah perempuan asal Malang (Sumiati dan adiknya) yang mondok di Gading Mangu Perak
1972 :
• Akibat kasus pelarian 1971, Nurhasan digerebek di Garut oleh CPM dan diseret ke Malang untuk interogasi, saat pemeriksaan Nurhasan menjadi lumpuh tidak bisa berbicara akhirnya dipulangkan ke keluarganya
• Lemkari (Lembaga Karyawan Islam) didirikan tanggal 13 Januari 1972 sebagai pengganti Darul Hadits di Pondok Pesantren Al Jamaah Burengan Kediri dengan nama Yayasan Lembaga Karyawan Islam Keluarga Besar Golongan Karya
1974-1979 :
• Nurhasan dan keluarga yang berjumlah 9 orang bermukim di Tanah Suci Mekkah untuk berobat karena lumpuh namun tidak kunjung sembuh
• Drs. H. Nurhasyim tokoh penting Islam Jamaah meninggal dunia tahun 1974
1979 :
• Lemkari mengeluarkan SK No. 199/F.1/IX/1979 sebagai sarana budi luhur yang menjelaskan bahwa Lemkari bukan Islam Jamaah dan bukan Darul Hadits bahkan melarang warganya menyebarkan faham Islam Jamaah
• Pada Bulan Mei 1979, Nurhasan unjuk keahlian menginjak-injak kaca dan paku-paku besar tanpa alas kaki di rumahnya di Rawagabus, Karawang
1981 : Lemkari 1972 menjadi Lembaga Karyawan Dakwah Islam
1982 :
• Sabtu sore, 13 Maret 1982 Nurhasan dan keluarga (Abdul Aziz (anak), Fatimah (istri), Yusuf (menantu)) mengalami kecelakaan lalu lintas di Pelayangan (20 km arah Cirebon), yang rencananya akan menghadiri kampanye Golkar di Jakarta. Kendaraan Mercy Tiger B 8418 EW warna merah yang ditumpangi menabrak truk Fuso. Selepas magrib Nurhasan menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon
• Abdul Dhohir, putra sulung Nurhasan, dibai’at sebagai Imam didepan mendiang jenazah ayahnya. Wasiat Nurhasan sebelum meninggal.
• Senin 15 Maret 1982 dinihari pk. 03.00 jenazah Nurhasan dikuburkan
1988 :
• Peletakan batu pertama markas pusat Lemkari di Kediri di atas tanah seluas 1.425 meter persegi
• 18 Nopember 1988 secara resmi mengundang wartawan membantah isu tentang Lemkari dan menyatakan Lemkari tidak dibawah naungan Golkar melainkan ormas yang mandiri
1990 :
Lemkari berubah nama menjadi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) berdasarkan hasil Kongres
1992 :
.Mendagri Rudini meresmikan markas pusat LDII di Burengan Banjaran Kediri. Gedung Serbaguna “Wali Barokah” yang bernilai Rp 1,5 milyar
2007 :
. Sepeninggal Abdul Dhohir sejak tahun 2007 hingga sekarang keimaman dipegang oleh adiknya Abdul Aziz.
cakyoud.blogspot.com/2008/04/founders-darul-hadistislam-jamaah.html

irwan_jateng mengatakan...

UNTUK SEMUA
(dariku yang masih bodoh)

Sekarang saya mau tanya pada kalian semua (tidak terkecuali dengan penulis blog ini). Apa kalian & Ustadz2 kalian seperti Umar Assewed, Dzulqornain, Lukman Baabdzuh, Qomar Suadzi. Mereka juga betul betul belajar pada 'ulama dalam setiap kitab2 yang mereka rujukkan?
Semisal Shohih Buchori, Sochih Muslim, Nasai, Termidzi, Ibnu Madjah, dll. Termasuk semua syarah2 nya. Saya rasa mereka juga tidak ada yang belajar sedetail itu. Karena ketika saya tanya salah satu ustadz Syaifudin Zuhri lc. (lulusan medinah), begitu juga teman saya yang bertanya pada ustadz qomar lc ternyata jawabannya juga sama. Mereka belajar dengan sistim modul, dan ketika saya tanyakan sanad beliau dari gurunya ternyata tidak ada, padahal itu merupakan kelaziman disaudi.
Ketika saya tanyakan kembali apakah beliau jg pernah belajar langsung kitab2 yang menjadi rujukan pendapat ustadz salafi di indonesia kepada ulama2 di saudi. Jawab beliau jg tidak.

Untuk lebih objektifnya coba kalian tanyakan pada ustadz2 kalian apakah mereka punya sanad dari guru mereka?Kalau ada tunjukan pada saya.
Saya tunggu jawabannya disini.

Dan ternyata setelah saya telusuri mereka juga asal nukal nukil, copas sana copas sini. Karena sekarang cukup modal bahasa arab (bisa kursus dengan 200rb), punya CD Maktabah Samilah sudah bisa menjelma menjadi ULAMA INTERNET alias ULAMA COPAS. Nggeh nopo mboten????Ampun nesu nyantai mawon.

Irwan Banyumas

anton mengatakan...

Iya mas irwan saya juga menyaksikan ustadz2 disalafi pada saling berantem, saling hujat.
Blok sinii bilang yang sana sururiyun, yang sana bilang justru yang merekalah sururiyun. dikotaku ada 2 kubu (masjid), padahal infonya ada 1 lagi yang grupnya ja'far umar di jogja.Wah pusing saya dengernya loh,,,
jadi kaya organisasi apa itu ya???(yang nirip klub sepak bola MU)
Karena amirnya lg sibuk ngurusin wakil2nya yang lagi korupsi (ketahuan KPK), jd sudah tidak sempat ngurusi 'ulamanya yang lagi berantem.
Kl dipikir2 sebenarnya orang2 salafi lucu ya,,mereka menyerang LD** yang infaq, toat imam. Padahal amirnya sendiri malah buat aturan pajak bumi, pajak lautan, PPN, PPH, mungkin nanti kl orang mau mati juga dipajaki kali ya??
(padahal ngga ada dalilnya)
Jd gambaran orang2 salafi Ibarat menunjuk orang tp dia tidak melihat kekurangan diri sendiri

mustapa mengatakan...

BENARKAH AS-SALAFIYYUN SENANG BERPECAH BELAH?


Oleh
Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali



Pertanyaan
Syaikh Salim bin Ied Al-Hilali ditanya : Ada yang mengatakan bahwa sesungguhnya As-Salafiyyun adalah orang-orang yang sering dan senang berpecah belah, seperti yang terjadi di Yaman atau Arab Saudi, atau negara lainnya. Apa pendapat Syaikh tentang hal ini?

Jawaban
Di antara nama-nama Ad-Da’wah As-Salafiyyah, ialah Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Sehingga As-Sunah menyeru kepada persatuan. Sedangkan bid’ah menyeru kepada perpecahan. Jadi, As-Salafiyyun mengundang dan mengajak (yang lainnya) kepada persatuan, kesatuan dan kebersamaan.

Lalu, jika sampai terjadi perselisihan, perpecahan atau pengelompokan-pengelompokan di sebagian negara-negara, maka sesungguhnya hal ini terjadi karena beberapa sebab ; diantaranya lemahnya pemahaman dan adanya cacat dalam memahami manhaj. Karena lemah dan cacat dalam memahami manhaj ini, dapat menyebabkan terjadinya perpecahan. Seandainya mereka memahami manhaj ini dengan pemahaman yang baik dan benar sebagaimana yang digariskan Islam, diterangkan Rasulullah, dan dijelaskan oleh para ulama, tentu mereka tidak akan berpecah-belah. Karena hubungan para ulama salaf dengan sesama lainnya, adalah hubungan yang saling memperkuat dan menyempurnakan ; karena negara-negara ini semakin meluas dan banyak. Sedankan orang yang berijtihad dari kalangan ulama, mereka saling tolong-menolong antar sesama mereka, dalam kaidah mempertahankan persatuan dan tidak saling berselisih. Seandainya pun para hizbiyyin mampu menyusup ke tengah barisan As-Salafiyyun dan mampu memecah-belah sebagian As-Salafiyyun, maka kita tidak perlu merasa heran!

mustapa mengatakan...

Sungguh dahulu kala, seorang Yahudi yang bernama Abdullah bin Saba’ –semoga Allah memeranginya- telah mampu memecah belah para sahabat, hingga akhirnya mereka saling berperang dan saling menumpahkan darah dengan sebab usahanya berupa perusakan, mengadu domba, pemecah-belahan, penyebaran syubuhat dan keragu-raguan di tengah-tengah para sahabat.

Berarti, adanya perpecahan atau perselisihan sesama As-Salafiyyun yang kini terjadi di sebagian negara-negara, hal ini bukan disebabkan Ad-Da’wah As-Salafiyyah!

Ad-Dakwah As-Salafiyyah yang benar mengajak manusia kepada persatuan, kesatuan, persahabatan, saling tolong menolong dan saling membela antara yang satu dengan yang lainnya. Seperti sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut.

“Artinya : …Orang-orang beriman sama darah mereka (dalam qishah atau diyat), mereka kuat dan saling bersatu (tolong-menolong) dalam menghadapi musuh-musuh mereka, dan orang yang terendah dari mereka dapat memberikan perlindungan (keamanan)…..[1]

Oleh karena itu, jika terjadi kekeliruan dari sebagian As-Salafiyyun di sebagian negara, hal ini tidak berarti –sama sekali- bahwa kesalahan ada pada Ad-Da’wah As-Salafiyyah. Bahkan Ad-Da’wah As-Salafiyyah berlepas diri dari kesalahan para As-Salafiyyun!.

As-Salafiyyun adalah manusia. Mereka bisa benar dan bisa keliru! Maka, kita tidak boleh membawa kesalahan dan kekeliruan sebagian As-Salafiyyun kepada Ad-Da’wah As-Salafiyyah.

Sebagian ulama yang pernah berkunjung ke Eropa ada yang ditanya : “Kalian berkata bahwa Islam adalah agama yang adil, baik dan indah. Tetapi mengapa kami tidak melihat hal tersebut dalam kehidupan orang-orang Muslim?

Lalu ia menjawab dengan sebuah jawaban yang bagus :”Jika seorang hakim salah dalam menghukumi dan mengambil sebuah keputusan, maka apa (itu berarti) sesungguhnya kesalahan undang-undang ?”

Jadi, kesalahan dan kekeliruan adalah dari si hakim yang menggunakan dan mempraktekkan undang-undang, dan bukan kesalahan undang-undang tersebut!

Lagipula, kesalahan yang kini terjadi adalah dilakukan oleh sebagian As-Salafiyyun saja, dan bukan kesalahan mereka seluruhnya ! Ini satu sisi ! Sisi lainnya, apakah perpecahan ini hanya terjadi pada As-Salafiyyun saja? Ataukah hal ini merupakan sebuah penyakit yang telah melanda seluruh golongan-golongan, partai-partai, dan gerakan-gerakan?

Bahkan tidaklah terbentuk sebuah partai, melainkan lama-kelamaan dalam waktu yang dekat saja –setahun atau dua tahun- akhirnya melahirkan partai-partai baru lainnya!

Sebagian melaknat sebagian yang lain, saling mengkafirkan, saling berseteru, dan seterusnya.

Sekali lagi, fenomena sosial semacam ini, sebabnya adalah cacat dan kurangnya mereka dalam memahami dan mendalami manhaj dan Islam ini.

mustapa mengatakan...

MENYIKAPI PERSELISIHAN DI KALANGAN SAHABAT NABI SHALLALLAHU ‘ALAIHI WA SALLAM
Oleh
Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al-Halabi

Pertanyaan
Syaikh Ali bin Hasan bin Ali bin Abdul Hamid Al-Halabi ditanya : Bagaimana sikap kita terhadap pertikaian yang terjadi di kalangan para sahabat Radhiyallahu ‘anhum ?

Jawaban
Sebagian ulama telah ditanya dengan pertanyaan ini, ia menjawab, “Ini sebuah fitnah yang telah Allah sucikan pedang-pedang kita darinya. Maka, hendaknya kita pun mengharap agar Allah mensucikan lisan-lisan kita darinya” [2]

Jawaban ini, jawaban yang bijaksana, karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda.

“Artinya : Apabila (perselisihan) sahabatku disebutkan, maka tahanlah (lisan-lisan kalian)….”[3]

Al-Munawi berkata : “Yakni, tahanlah pembicaraan dari apa-apa yang mereka perselisihkan” [4]

Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Apabila seorang hakim berhukum dan bersungguh-sungguh, kemudian ia benar, maka ia mendapatkan dua pahala. Dan jika ia berhukum dan bersungguh-sungguh, kemudian ia salah, maka ia mendapatkan satu pahala” [5]

Kita dengan sangat yakin berpandangan, bahwa apa-apa yang terjadi pada para sahabat berupa perselisihan atau pertikaian, seluruhnya karena ijtihad mereka (dalam memutuskan sebuah hukum). Mereka tidak terlepas dari pahala, baik yang benar dari mereka ataupun yang keliru. Yang benar dari mereka mendapatkan pahala, dan yang salah tidak berdosa.

mustapa mengatakan...

[1]. HR Abu Dawud (4/180 no. 4530), An-Nasai (8/19, 20, 24 no. 4735, 4745) dan lain-lain, dari hadits Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu. Hadits semakna juga diriwayatkan dari Abdullah bin Amr dan Ma’qil bin Yasar Radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Sunan Abi Dawud (3/97), Shahih Sunan An-Nasai (3/281), Shahih Al-Jami (6666) dan Irwa’ul Ghalil (7/266 no. 2209)
[2]. Dinukil dari perkataan Umar bin Abdul Aziz rahimahullah. LihatMirqatul Mafatih (10/32)
[3]. HR Ath-Thabrani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir (2/96, 10/198) dan lain-lain, dari hadits Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu dan Tsauban Radhiyallahu ‘anhu. Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani rahimahullah dalam Shahih Al-Jami (545), dan As-Silsilah Ash-Shahihah 91/75 no. 34).
[4]. Lihat Faidhul Qadir (1/347)
[5]. HR Al-Bukhari (6/2676 no. 6919), Muslim (3/1342 no. 1716) dan lain-lain, dari hadits Amr bin Al-Ash Radhiyallahu ‘anhu

inilah manhaj salaf...

WALA TA'AWANU ALAL ITSMI WAL UDWAN...

Anonim mengatakan...

DIALOG :
SYAH TIDAKNYA KEAMIRAN BPK HAJJI NURHASAN UBAIDAH LUBIS

Mereka bertanya:

Tolong anda terangkan bid’ah/ subhat/ rancu nya pemahaman Imamah, bai’ah, dan thoa’ah versi Jama’ah, namun dengan menggunakan dalil-dalil yang dimangkulkan dalam Jama’ah dan pengertian dalil tersebut sesuai dengan pemahan Jama’ah tanpa menyebutkan kedudukannya hadits dho’if ataupun shahih (karna mangkul di dalam Jama’ah tidak ada menyebutkan kedudukan haditsnya).

Jawaban :

Baiklah InsyaAllah kami akan menjawab pertanyaan anda, di dalam Jama’ah dalil yang digunakan untuk memperkuat wajibnya ber-imam-bait-thoat adalah ucapan Umar bin Al-Khattab :

لا إسلام الا بجماعة ولا جماعة الا بإمارة ولا إمارة إلا بالبيعة ولا بيعة الا بطاعة

Artinya : Tidak ada Islam kecuali dengan berjama'ah, dan tidak ada jama'ah kecuali dengan adanya keamiran dan tidak ada keamiran kecuali dengan bai’at, dan tidak ada bai’at kecuali dengan taat.

Sebenarnya hadits ini dha’if, tidak shahih dari Umar. Diriwayatkan oleh Imam Ad-Darimi di dalam Sunannya (I/79) no. 251 dan Ibn Abdil Barr dalam Jamiul Bayan al-Ilmu no. 244. Namun sesuai permintaan anda maka kami tidak akan mempermasalahkan kedhoifan hadits ini.

Anonim mengatakan...

Dalam hal ini (imamah) semua ulama sudah sepakat bahwa kita harus menetapi Jama’ah dan membentuk Imamah/ Khilafah, namun ada perbedaan yang sangat mendasar tentang pengertian wajibnya –Imamah- antara Versi Jama’ah anda dengan Pengertiannya Jumhur Ulama, yaitu :

“Menurut Jumhur Ulama wajibnya membentuk imamah adalah dengan syarat, yakni wajibnya imamah itu seperti wajibnya Jihad dan Hajji yang juga memerlukan syarat tertentu, sedangkan versi Jama’ah anda wajibnya –imamah- adalah tanpa syarat (karna untuk menghalalkan hidup dan islam anda, sesuai ucapan umarbin khattab diatas).

Lagi-lagi sesuai permintaan anda maka saya akan mengambil pengertian –imamah- sesuai dengan pengertian Jama’ah anda, yaitu :

Bahwa Jama’ah anda telah berdiri sejak tahun 1941 M, pada tahun itu Bapak H. Nurhasan Ubaidah telah dibaiat oleh 2 orang temannya menjadi Amir/ Imam, Namun yang patut dipertanyakan apakah syah ke-amirannya Bapak H. Nurhasan Ubaidah itu? Bila ditinjau dari Ucapan Sahabat Umar ibnu Khattaab dalam hadits yang diriwayatkan dalam Musnad Ahmad (1/55) no. 391 dan Bukhari no. 6329 :

Artinya :
“Barangsiapa membai’at seorang amir tanpa musyawarah dengan kaum muslimin terlebih dahulu, maka tidak ada bai’at baginya”

Anonim mengatakan...

Sedangkan mereka membentuk keamiran itu tanpa musyawarah, buktinya keamiran mereka disebut bithonah dan tidak ada seorangpun diluar jama’ah mereka yang tahu.

Mungkin anda akan berkata :
“buat apa musyawarah, sedangkan pada saat itu umat di Indonesia dalam keadaan kafir (sesuai pemahaman anda bahwa karna tidak punya imam, maka hidup mereka tidak halal dan bila mati maka akan mati jahiliyah/ Kafir)”.

Saya katakan bahwa :
Sesuai pemahaman anda Berarti Bapak H. Nurhasan Ubaidah dan ke 2 orang temannya pada saat belum membentuk ke-amiran maka mereka juga kafir (karna belum punya imam), lalu kalau sama-sama kafir mengapa tidak musyawarah? dan mengapa pula seorang Kafir diangkat menjadi amir-nya kaum muslimin? (MAAF INI SESUAI PEMAHAMAN ANDA LHO!!!!!)

Mungkin anda akan berkata :
Bapak H. Nurhasan Ubaidah dan ke 2 orang temannya tidak kafir, karna mereka waktu di Mekkah mereka telah membai’at Amir di Mekkah, dan mereka pulang keindonesia dalam rangka safar/ bepergian.

Saya katakan bahwa :
Kalau itu jawaban anda, maka hanya ada dua pilihan dan terserah anda memilih yang mana, yaitu :

 Jika Bapak H. Nurhasan Ubaidah dan ke 2 orang temannya pulang keindonesia dalam rangka safar/ bepergian, maka ketika mereka mendirikan ke-amiran wajib untuk dibunuh (sesuai dalil : Bila ada dua imam/ amir yang dibaiat maka bunuhlah yang terakhir dibaiat salah satu dari keduanya).

 Jika ke Indonesia bukan dalam rangka safar, maka tidak wajib dibunuh tapi ketika masih diatas kapal saja sudah menjadi Kafir.

Anonim mengatakan...

tuk irwan...jadi orang itu jangan keterlaluan peko'nya(bodoh seperti yang dia akui)para tullabbul ilmi di makah&madinah itu orangnya cerdas dan pandai tidak seperti tullabbul ilminya murid2nya Nurhasan Madigol,dan jenisnya nama kitab hadis itu tidak hanya terbatas 49 kitab seperti pengetahuanya jamaah LDI itu,apa lagi beserta syarah2nya,coba kamu bayangkan dan faktanya demikian kalo ilmunya para ulama yang nota bene ulama warisan al ambya'yang dengan jerih payahnya menulis, mengumpulkan dalam kitab2 dan dberi judul beragam nama kitab yang tidak sebatas 49 kitab(sebagaimana yang hanya di ketahui jammah LDII)bahkan ratusan sampai ribuan kitab terus di kaji oleh orang yang bodoh seperti irwan ini(seperti pengakuanya)dengan istilah yang mereka pakai yakni MANKUL dengan cara memaknai satu persatu kalimat di tulis di bawahnya lafadz2 hadis "subhanallah" kira2 sampai kapan irwan ini menguasai,memahami,mengamalkan dan mendahwahkan ilmu ad dien yang sangat luas dan sempurna ini,menurutku sampai irwan mati juga paling 15 himpunan aja entah katam entah gak,paling menigkat katam kutubussittah tapi bules gak ngerti syarah2nya(poko'e mankule ngene)apa lupa kamu irwan...kalo di LDII juga ada istilah munawalah,makanya para tullabul ilmi di makah madinah dengan ilmu alat dan ilmu ushul beserta perangkatnya yang cukup memadai untuk menguasai ilmu alquran & sunnah tidak memakai metode belajarnya orang2 bodoh seperti irwan ini(bodoh seperti pengakuanya sendiri).adapun masalah isnad tentu tidak semua jenis kitab yang jumlahnya jauh lebih banyak dari sepengetahuanya irwan ini terus di berikan isnadnya semua akan tetapi kitab2 tertentu pasti para ustadz ini punya,kalaupun ada ustadz2 tertentu yang mungkin isnadny tidak tertulis itu tadak menghalangi sahnya ilmu yang di miliki lalu di sampaikan,dan di amalkan,Nurhasan Madigol sendiri yang ngakunya khatam 49 hadis sak isnad2nya hilang di becak,masuk akal gak? "wallahu a'lam" bagi orang yang bodoh seperti irwan ini ya pasti percaya saja padahal Nurhasan kan termasuk dukun sakti mondro gono kenapa isnad dan kitab2nya yang begitu amat pentigny (bahkan isnad menurut Nurhasan sebagai syarat sahnya ilmu dan amal)kok gak di terawang dengan ilmu ghaibnya terus tukang becaknya mengembalikan,orang yang pasti masuk surga dan neraka aja tau apalagi isnad yang hilang tentu lebih tau,ya gak...ya gak...ya gak... ya...ya...yaaaa!ngakunya isnadnya hilang eeh...malah memelsukan isnadnya di kitab sunan at tirmidzi bab asmaul husna,gimana sich Nurhasan ini cam kan ini wahai irwan...

Anonim mengatakan...

wah ada kecebong baru bermunculan nih..
seharusnya mereka menulis tentang ke absahan bid'ah- bid'ah & kedustaan imamnya biar para jamaah tambah paham
kasian tuh mas anonim yang dari kemarin menanyakan pertanyaan sampe sekarang belum dijawab,padahal dia masih jamaah lho dan pingin ngerti kebenaran sebenar benarnya..
ni saya ksh pertanyaan mas anonim yg kemarin biar tidak lupa:
jelaskan "pertanyaan2 remeh ini" lengkap dgn kitab2 rujukannya;
1.Benarkah praktek surat taubat dlm jamaah?
2.Benarkah yg menentukan diterima tdknya taubat itu adalah imamnya kemudian menentukan kaffarohnya dlm bentuk uang?
3.Benarkah praktek qurban urunan sak jamaah, termasuk menyerahkan sejumlah uang qurban per desa dan daerah ke pusat?
4.Benarkah praktek persenan dan penjatahan kepada jamaah?
5.Benarkah orang yg tdk baiat pada bapak Imam kita itu kafir semua? Bagaimana dgn Syaikh2nya Nurhasan dulu? juga Syaikh2nya Kholil dan Aziz sekarang?
6.Benarkah kesaktian2 Nurhasan? Krn Nabi sendiri, para kholifah dan ulama salafus sholih/ syaikh2nya Nurhasan dan Syaikh2nya Kholil dan Aziz tdk ada yg memiliki kesaktian seperti Nurhasan.
7.Setelah sekian puluh tahun, knp baru sekarang2 ini kita diajarkan mustolah hadits? Dan ternyata banyak di dlm hadis himpunan kita ditemukan hadis2 dhoif bahkan maudhu'? (Benarkah Nurhasan belajar di Darul Hadis? Krn di sana pasti diajarkan tentang mustolah hadis), dan pertanyaan2 lainnya insya Alloh menyusul setelah Ustadz AlMukarrom Abu Ilyas telah menjelaskan ini. Jazakallohu Khoiro

Pripun mas irwan_jateng dan mas anton monggo dijawab...ampun nesu lho nyante mawon

Anonim mengatakan...

Biarkan mereka terombang ambing dalam kesesatan mereka sampai pemutus kenikmatan(mati) menghampiri mereka
mereka membenci ulama yang notabene adalah pewaris NABI,biarkan mereka berada terus didalam kubangan kebodohan
mereka mempertahankan keyakinan mereka padahal para ulama sudah menulis buku,menjelaskan dg lisan kesesatan mereka tetapi mereka ttak mau melepaskan keyakinan mereka,alangkah sama malam yang sekarang seperti malam yang kemarin!!!
khawarij pada zaman nabi sama dengan zaman sekarang..

Anonim mengatakan...

lha iki malah podo nang ngendi tho iki, abu ilyas, jenglot palsu, irwan, anto, cebong cebong, cetul cetul, nenek lampir, kuntilanak...
itu lho pertanyaan yg 7 point ko belum ada jawabanya, besok kalo keluar di ujian PNS gimane??

Anonim mengatakan...

jokam itu bener2 aneh, bodoh, & nggak konsisten.
ngomongnya mankul musnad mutthasil, tapi di pengajian2 kelompok, desa, daerah mana ada disebutkan ttg sanad-nya.
jamaah2 umumnya nggak ngerti isnad dari mubalegnya sampe nabi kaya gimana.

nih ttg isnad nurhasan

http://354hijrah.blogspot.com/search/label/SUBHAT%20DAN%20BANTAHAN

irwan_jateng mengatakan...

Memang saya baru belajar mas, tapi sedikit2 alhamdulillah sudah baca beberapa kitab2 ulama salaf sing ASLI SALAF
1. Dalaail at Thauhid komsuuna Su'aalan wa jawaaban fil aqidah,(Syeh Muhammad bin 'abdul wahhab)
2. Tathhirul i'tiqad 'an adranis syirki wal ilhad,(Al imam Muhammad bin Al amir Ash Shan'ani)
3. Syarhu kasfusy syubhat, (Syeh Soleh Fauzan)
4. Syarhu ma'na at thoghut,(syeh soleh Al fauzan)
5. Syarhu tsalatsatil ushul, (Syeh Abdulloh bin baz & Syeh utsimin)
6. Majmu fatawa, (Syeikhul Islam Ibnu Taimiah)
7. Sirah nabawiah,(Syeh Shafiyyur Rohman Al mubarokfuri)
8. Al aqidah ath tohawiah,
9. Syarah Nawaqidil islam, (Syeh soleh Al Fauzan
10. Wala' wal Bara' (Syeh soleh Alfauzan)
11. Manzilatus Sunnah Fil islam wa bayan annahu la yustaghna anha bil qur'an (syeh Muhammad Nashirudin Al Albani)
12. Lamhah 'anil firoqid dhollah (syeh sholeh al fauzan)
13. Lum'atul I'tiqod Al-Hadi ila sabilir rosyad, (Al Imam Ibnu Qudamah Al Maqdisy)
14. Raf'ul malam 'anil A-immatil a'lam (Syeikhul islam ibtu taimiah)
15. Majmu' Fatawa wa Maqalaat mutanawi'ah (Syeh abdul aziz bin baz)
16. Syarhu aqidah washitiah (Syeh Utsaimin)

ya hitung2 ngikuti nasihatnya ustad qomar, yang katanya wijadah saja.

Setelah saya baca kok tambah mantap keyakinan saya di LDII.
Alhamdulillah ,,

sedikit info buat mas MUSTAPA
Salim ied alhilali&Ali hasan alhalabi sudah ditahdzir oleh DEWAN LAJNAH Arab Saudi mas.karena ada indikasi dalam tulisan tulisannya mengarah ke aqidahnya murji'ah.

maturnuwun

irwan banyumas

Anonim mengatakan...

to irwan banyumas :

Seandainya betul antum telah mempelajari kitab2 salaf tersebut, maka sangat mengherankan jika antum masih berakidah 354.

kalau boleh tau, dari kitab2 tersebut, bagian mana yang menyebabkan antum bertambah yakin dengan 354??

antum bertambah yakin dengan 354, tentunya antum bisa menjawab 7 point pertanyaan yg ada diatas bukan? bagaimanakah jawabannya??

coba sebutkan apakah pengertian jamaah, imamah & baiat menurut para ulama salaf yg antum baca di kitab2 tersebut??
---

tentang Syaikh Ali bin Hasan Al-Halabi,
antum bisa baca di AT-TA'RIF WATTANBIHAT hal.15
dimana Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin mengkoreksi Lajnah.

juga cek di,
AR-RODDUL BURHANI, hal. 256-259,
Syaikh Husein bin Abdul Aziz Alu Syaikh berkata :

Fatwa Lajnah tidaklah memvonis Syaikh Ali sebagai Murji’ah dan ini tidak mungkin dilakukan oleh Lajnah!! Lajnah hanya berbeda pendapat dan berdialog dengan Syaikh Ali. Adapun orang lain yang menginginkan dari munculnya fatwa ini untuk memvonis Syaih sebagai Murji’ah maka aku tidak paham (apa maksud mereka). Dan saya kira saudara-saudaraku tidak memahaminya seperti itu. Mereka para Masyayikh sangat menghormati dan menghargai beliau.
----

tentang Syaikh Abu Usamah Salim Ibn `Eid Al-Hilali yg antum sebutkan ditahdzir Lajnah Da'imah, saya pribadi tidak mengetahui info tersebut.
darimanakah antum mendapat info sesat itu??
tentunya antum tidak mengarang2 sendiri bukan??
---

tentang ustadz Qomar,
saya kira beliau tidak hanya menganjurkan wijadah saja utk memperoleh ilmu.
hanya saja dalam tulisannya mengenai LDII itu beliau menekankan bahwa al wijadah juga sah dalam hal pengamalan.
tentunya ustadz Qomar tidak melarang kita untuk belajar di Darul Hadits atau Ma'had Harom (tpt belajar kholil) bukan?

Anonim mengatakan...

korban urunan kok dipermasalahkan.

orang-orang miskin yang urunan kurban itu lebih baik daripada pejabat-pejabat yang ga pernah kurban.
"fa sholi li robbi wan har"

- urunan ora gelem, kebagian daging setitik mutung. ora gelem ngaji.
- salapi ngajak orang awam mengkritisi urunan kurban. tapi diwehi daging gelem nompo. urunane ora gelem daginge gelem

Anonim mengatakan...

i ekor kambing ke pusat (di uangkan saja)...nah setelah di sembelih kurban2 yang ada di desa dan di kelompok maka kulit hasil sembelihan di serahkan ke pusat(di uangkan juga) sebagai bukti bahwa jamaah sudah menyembelih qurban,

buat pusat; ngirim kambing 1 ekor tiap desa, tp gak jelas perwujudannya

Nur Hasan Ubaidah Lubis (Madigol) menegaskan bahwa imam, dalam hal ini dirinya sebagai imam jama'ah LDII, wajib ijtihad (mengeluarkan hokum) untuk kepentingan jama'ahnya

ini yang kamu bilang beragama?????

Anonim mengatakan...

- urunan ora gelem, kebagian daging setitik mutung. ora gelem ngaji.
- salapi ngajak orang awam mengkritisi urunan kurban. tapi diwehi daging gelem nompo. urunane ora gelem daginge gelem
=====================================
Mas LDxx Qurban tu untuk mendapatkan pahala mas bukan untuk mendapatkan bagian daging. Bagaimana Qurban itu bisa berpahala ya tata cara dan pelaksanaannya harus sesuai Qur'an dan sunnah kalau gak sesuai ya dapatnya daging itu, mending beli dipasar bisa memilih daging yang bagus....Anda ini katanya menentang Bid'ah tapi anda sendiri pelaku Bid'ah.
Ini menunjukkan bahwa di LDxx yang ada hubungannya dengan uang dan menguntungkan tidak ada istilah Bid'ah ataupun haram. Contoh isrun halal, riba'(kasus maryoso) halal, rokok haram tapi jualan rokok/agen rokok halal, taubat dengan tebusan uang halal, dll

Anonim mengatakan...

http://salafy-indon-kw13.blogspot.com/2011/10/kh-hasyim-rifai-belum-ada-jamaah-dan.html