بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

Surat Terbuka Kepada (dari ikhwa yang merindukan kebenaran)

Surat Terbuka Kepada:

Bapak Imam Abdul Aziz Sulthon Auliya bin Nurhasan al Ubaidah Amir yang di baiati Jamaah 354.
Bapak KH Kasmudi As-Sidqiy
Bapak Yusuf Thohir (ipar Amir)
Wakil Empat/ Wakil Imam Jamaah 354.
Juru Hukum 10 Jamaah 354.
Mubaligh Pakubumi.
Ulama 100 jamaah 354.
semua Imam kelompok, desa dan daerah.
semua pengurus Organisasi.
semua saudaraku yang masih beraqidah QHJ-354.

Silakan antum mendatangkan as-SYAIKH al-ALAMAH as-SALAFY YAHYA bin UTSMAN al-Mudarris bil Harom al-Makkiy as-Syarif, yang merupakan jalur isnad Jamaah 354 saat ini. Adakan TANYA JAWAB TERBUKA tentang segala sesuatu yang menjadi KERESAHAN dan KEGELISAHAN internal jamaah 354 saat ini.

Bila beliau as-Syaikh berhalangan, silakan antum mendatangkan as-Syaikh (Profesor) ad-Duktur MUHAMMAD bin UMAR BAZMUL, dosen di Universitas Ummul Quro Mekkah, yang salah satu kitabnya (al-Jama'ah wal Imamah) antum jadikan rujukan untuk memperkuat/mengesahkan Keamiran/keimaman QHJ-354.
(catatan: Beliau Syaikh Muhammad Bazmul datang mengisi Daurah Nasional di Jogja Juli 2010)

Adakan TANYA JAWAB TERBUKA tentang segala sesuatu yang menjadi KERESAHAN dan KEGELISAHAN internal jamaah 354 saat ini, seperti BAIAT KEIMAMAN 354, TAKFIR terhadap islam non-jamaah 354, INFAQ RIZQY 10%, sosok Kiai NURHASAN yang berdakwah dengan atraksi KESAKTIAN KEKEBALAN menggunakan jasa JIN, dll.

Silakan adakan TANYA JAWAB TERBUKA tersebut di depan Jamaah 354 dan ex-Jamaah 354 di kediri atau di Pondok Gede, atau lebih baik di Masjid Istiqlal Jakarta. InsyaAllah acara ini akan menjadi KEBAIKAN dan mendatangkan MANFAAT yang sangat LUAR BIASA bagi jamaah 354 dan ex-Jamaah 354, bahkan bisa menjadi SOLUSI TEBAIK bagi kedua belah pihak.

Atau silakan antum bertanya langsung kepada Ulama Syaikh Mufti Resmi di Masjidil Harom, di dalam masjidil harom ada beberapa ruangan khusus beberapa syaikh mufti untuk memberikan Fatwa dan Nasihat kepada siapa saja. Silakan bertanya disana dengan membawa penerjemah yang netral (biasanya pembimbing haji dari travel mafhum bahasa arab sana) atau mahasiswa indonesia yang bertebaran di sana.

Silakan bertanya untuk MENCARI KEBENARAN tentang konsep Keamiran/Keimaman yang SYAH menurut syariat dan bandingkan dengan Keamiran/Keimaman 354 dihadapan beberapa Syaikh Mufti, ceritakan kondisi SEBENARNYA Keamiran/keimaman Jamaah 354 (cara pengangkatan amir dll) dan aqidah antum APA ADANYA (tidaK BITHONAH/tidak RAHASIA), apa fatwa mereka tentang aqidah 354 dan Keamiran/Keimaman 354 ???

Seandainya antum tidak percaya kepada Syaikh-syaikh mufti di sana sebab mungkin namanya tidak terkenal di indonesia, silakan bertanya pada Imam-imam Masjidil Harom yang sering datang ke indonesia seperti Syaikh As-Sudais atau Syaikh As-Syuraim tentang aqidah 354 dan Keamiran/Keimaman 354 ???

Atau seandainya antum punya akses yang bagus kepada Ulama-Ulama besar Kerajaan Saudi Arabia (Haiah Kibar Ulama) dan Lajnah Daimah (semacam MUI di Indonesia) di Riyadh, silakan bertanya kepada mereka tentang aqidah 354 dan Keamiran/Keimaman 354 ???

Juga tanyakan kepada mereka tentang PRESIDEN NKRI (SBY) yang di pilih melalui demokrasi (UU buatan manusia)??
Juga tanyakan siapakah yang berhak disebut IMAM/PEMIMPIN kaum muslimin di wilayah indonesia saat ini??

InsyaAllah jawaban mereka semua intinya SAMA.
Sebab aqidah mereka SATU yaitu Aqidah Shohihah Ahlus sunnah wal Jama'ah!!!

semoga mereka (ulama Sholihin) selanjutnya menjadi pembimbing langsung kepada antum dalam keilmuan Islam yang Murni.
semoga menjadi perantara hidayah bagi antum.


11 syawwal 1431 Hijriyah
dari: Muhammad al-Jakarty
muhammad(dot)jkt(at)gmail(dot)com



NB:
1.jangan lupa bawa video kamera dan voice recorder.
2.silakan terima dengan LAPANG DADA apapun jawaban mereka.
3.selanjutnya ikuti ARAHAN mereka, termasuk jikalau mereka memerintahkan untuk MEMBUBARKAN JAMAAH 354 dan HIJRAH kepada Ahlussunnah Wal JAMA'AH yang SEJATI.

Comments
39 Comments

39 Response to "Surat Terbuka Kepada (dari ikhwa yang merindukan kebenaran)"

Syaikh_google mengatakan...

capek dehhh...tanya sana sini...ujung ujungya pusing sendiri,malah gak pernah mnemalkan yang ditanya :-)

Anonim mengatakan...

Tema “ Surat Terbuka’ini sudah menyebar ke account2 orang jokam (facebook, email dll) . Yang nyebarin ya orang jokam juga. Bilangnya begini “ hati-hati pada email yang berjudul: “ surat terbuka ….( sambil isi emailnya juga diposting, ya jelas orang-orang jokam jadi baca juga hehe, lucu ya logika mereka. Yah itung-itung mereka itu membantu dakwah walaupun dengan kebodohannya sendiri) :-)

Anonim mengatakan...

Adakah fatwa ulama2 masjidil Harom/Nabawi yang bisa kita lihat melalui youtube mengenai pemahaman islam jamaah ldii..

Anonim mengatakan...

insya Allah ulama Al haramain sudah tau kiprahnya jamaah 354, hanya mungkin sedang menunggu saat yang tepat dan cara yang tepat untuk menjelaskan apa itu manhaj 354 ( mungkin ulama alharamain masih menunggu tobatnya 354 atau perubahan/perbaikan internal, jadi ngga buru-buru). kita tunggu saja. saya juga masih coba terus up dating dengan suasana alharamain mengenai kesesatan manhaj 354.

sementara versi youtube mungkin bisa diunduh di

http://www.youtube.com/watch?v=nwY_mN78Sfo&feature=related

sebagai pengayaan saja akan penjelasan manhaj 354 dari ust dahri

Anonim mengatakan...

aha haiii...tidaklah temping buad aku untuk kasih comment...mending futsalan ajah...haio futsal haio...^_^

yakumo mengatakan...

ALHAMDULILLAH sy masih hidup. Wasiat buat Ikhwah Jokamers: jangan ragu tanggalkan AQIDAH TAQIYAH antum. Boro2 rumah antum jadinya indah bak cluster2 EKSLUSIF, tapi malah jadi GHETO yg kumuh kalo terus2an gitu...sy ga mau kalo ketemuan nanti, dalam fikiran antum melintas-lintas kata..."WE KNOW THAT YOU KNOW WHAT WE KNOW"...jangan sampai para penganut ajaran Konfusian mengejek kalian,kelompok dari kaum muslimin yg ULUL ALBAAB, salah tathbiiq dr kata2 di atas...AYO TANGGALKAN KADZIB MUROKKAB itu, sy kuatir antum pada terkena schizofrenia akut karena susah mengatur suasana kejiwaan, oh...oh...yaa ikhwaan, SAY NO to spit personality!!! Allohumma beriah taufiqMu kepada kami semua, Allohumma shalli wa sallim 'alaa nabiyyinaa Muhammad.

yakumo mengatakan...

Kondisi semacam di atas itulah yg brngkali menghalangi mrk berat untuk mendatangi undangan al akh Muhammad al Jakarty, hafidzohulloh...

yakumo mengatakan...

SEBUAH RENUNGAN yg barangkali bermanfaat. ada yg mengatakan bhw agama adlh mslh cinta dn benci. betulkah? Rasulullah, 'alaihishsholaatu wassalaamu bersbd: Autsaqu 'urol iimaani al hubbu fillaahi wal bughdhu fillaahi..sekuat2 tali iman adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah (wah, udah dibhs 4 tali keimanan Jokam lum ya?), meski keterangan dr Rasulullah jg bw kalo cinta, sederhana saja syp tahu suatu saat qt hrs benci orng itu, kalau benci jg sederhana sj syp tahu suatu saat qt cintaa sama dia...tapi cinta karena Allah sangat urgen. Al mar u ma'a man ahabba, begitulah yg sudah diketahui luas haditsnya oleh jamaah 354. Makanya mrk tdk lp dalam nasihat2, menyebut "ulamaa' shalihiin", meski dlm prakteknya mrk tdk kenal.. hatta siapakah imam2 besar ahlussunnah di tiap generasi? padahal sudah diketahui oleh akal dan dalil, bhw yg namanya cinta tapi ga kenal itu aneh...nah inilah slh satu sbb prmslhnnya. mari qt renungkan brsm, apakh di akhirat nanti akan dikumpulkan brsm ulama' shalihin, Rasulullah dn pr shbtnya,atau malah sama JayaBaya, Ken Arok, dn semisalnya. Tdk pduli apa jngn2 sy masih cicit mrk apa bukan, tapi ini penting akhy. dengan cinta ruh seseorang 'menyambangi' yg lainnya (ada ulasan yg bagus tt hal ini di kitab syaikhul Islam Ibnu Qayyim, Ar Ruuh). al arwaahu junuudun mujannadah, bhkn meski belum prnah ketemu (jgn dikira sy pernah bertemu,sms, tep,ngobrol, dgn al akh Muhammad al Jakarty, atau ikhwaan yg di gorontalo sn,dan lain di mn2, apalagi dgn.. sahabat2 Rasulullah)..tp bgtulah slh satu keajaiban ciptaan Allah. Cinta dan benci karena Allah jg slh satu kunci prmslhn masuk sorga di akhirat nanti. bknkah ada hadits: laa tadkhulul jannata hattaa tu minuu, wa laa tu minuu hattaa tahaabbuu?..cinta, rahmat, trmask energi dinamis yg menyeluruhi dunia ini. tapi itu hanya 1/100 yg diturunkan di dunia, dibagi2 buat sekalian makhluk, sampai2 kuda angkat kakinya kuatir injak anaknya...yg 99 di akhirat (sorga). Sorga, ya akhi, tempat bg pengikut kebenaran, para penyayang, ahlul ma'ruuf di dunia. apa pantas di sorga nanti ada perampok?jelas tidak. tapi tdk setiap perampok terus ga bs masuk sorga. ketahuilah bhw Al Imam Fudhoil bin 'Iyaadh, sampai umur 40 thn jd perampok, lalu bertaubat, hijrah, dan jadi slh satu kesayangan ahsunnah hingga sekarang. begitulah, bukankh ada hadits bhw ketika Allah mencintai seseorang, Dia memberitahu Jibril, lalu Jibril memberitahu para penghuni langit,sampai mrk mencintai orang itu..lalu diterimalah orang itu dgn sukacita oleh penduduk bumi.(subhaanaLLoh, dn qt tdk th persis, siapa2, dn bgmn Allah mencintai masing2 hambaNya. Allah lah yg lbh tahu, dan Dia menciptakan serta memilih sekehendakNya dgn penuh hikmah dn keadilan)...

Anonim mengatakan...

panggah dancuk

yakumo mengatakan...

ahaa...akhirnya ana menemukan antum ya akhy, rupanya antum langsung loncatin babak Goro-goro, ingin cepet selesai aja,brngkali dalangnya udah lamaaa begadang. Rupanya (gy 'buto' inilah slh st ironi madzhab Nurhasani, dmn kitab penuh syubhat dari sltn Himalaya,yg terkirim ke Jawadwipa ratusan thn silam, dipermak sm pujangga2 Jawa, trus di paste aja buat muttabi' bg legitimasi kerajaannya, padahal blum menguasai ushul fikih Ramayana&Mahabarata, nonton narto sabdo atau anom suroto juga ga betaaah, senengnya ki manteb.)antum ga tahu fiksi kesabaran Arjuna, ngenger ke ribuan padepokan, istrinya saketi kurang siji (99.000), sebagai simbol banyaknya ilmu karena rajin ndengerin para pandita?... antum pernah ketemu mbah Kyai Iskandar? Mangkul biografi Al Imam Al Bukkhory?

yakumo mengatakan...

panjenengan bingung? (afwan roaming bntar bg ikhwah non jawa), kulo sing petruk elek niki pengen matur..menawi panjenengan kerso midhangetke?

Anonim mengatakan...

teruskan perjuanganmu akhi yakumo aku mengharapkan hasilnya

yakumo mengatakan...

ah,ah, sy berharap al akh anonim di atas seperti Bima. meski kasar, kadang2 meninggi, tapi selalu bermaksud baik..ini fiksinya... sy ingat pernah ngobrol sm Pak Haji Wafdulloh, ada rasa kangen sm beliau, ah..ah...kalaulah antum itu beliau....?

yakumo mengatakan...

ah, memang kendala bahasa kadang merepotkan. bagi pinisepuh jama'ah LDII, ulama' 100, wakil 4, yg sudah mantap ingin mendatangi undangan al akh Muhammad al Jakarty di Istiqlal dan canggung dengan bahasa arab,,,saya punya usul agar al akh Nursalim al Madury, hafidzohulloh,(Guru Pondok Gede)jadi juru bicaranya..

yakumo mengatakan...

Bismillaah...sy sll menunggu komen jawaban langsung pak Kasmudi, atau syp sj yg merasa menempati posisi sbg Kung Ming Chuko Liang-nya jama'ah 354 (tlh ma'lum bhw mrk ingin mendirikan kerajaan 5 Benua - ga cuma Tiga Kerajaan. Mrk mau menyaingi Zionis dan Syi'ah, tapi kalo syi'ah malah udah punya wilayah negara sendiri. Nyaingin zionis, pake cara zionis juga? subhaanaLLoh.....di kitab karangan tertulis: tok...tok.. assalaamu'alaikum, si petruk thulaibul 'ilmi pengen denger klarifikasi Sri Kresna yg lagi bertiwikrama, katanya serat Jitabsara ny tulisannya pada ngaco kena virus..kalau butuh punakawan buad cetak ulang silakan contact, lumayan neh buad bisnis sambilan...ah,
di relung hati sana ada yg mengaduh..duh..duh..malang nian kaum yg bertalaqqi kepada was-wasnya syaiton, mereka menyelisihi 'ulamaa ahlussunnah, yg lebih 'alim tt KitabuLLoh, mrk menyelisihi para Ahlul Qur'aan, orang2 kekhususan Allah subhaanahu wa ta'ala..

Anonim mengatakan...

Kebenaran itu bukan hanya pengakuan sendiri, jadi kalau memang benar seharusnya siap dan berani bahkan sebagai pencetus untuk membuktikan kebenaran itu. Panggil salah satu Syaikh Darul Hadits untuk mengikuti daerahan dan mengisi acara (sekali saja), paparkan secara gamblang KEBENARAN JAMAAH KITA ini. Kalau itu terujud, maka Salafi itu PENDUSTA. Tapi Kalau Bapak Imam/ Wakil 4 tidak mau dengan macam2 alasan, maka jelaslah JAMAAH KITA ini SESATnya, PENGKHIANAT, PENDUSTA dan PENIPU Jamaahnya. Na'uudzubillaah.

Anonim mengatakan...

Setuju !!

Qt lihat saja, apa tanggapan para pengurus pusat ttg surat ini.

Dan untuk yg berkesempatan untuk pergi Haji sebentar lagi, bisa juga untuk membuktikan pernyataan ini :
"Atau silakan antum bertanya langsung kepada Ulama Syaikh Mufti Resmi di Masjidil Harom, di dalam masjidil harom ada beberapa ruangan khusus beberapa syaikh mufti untuk memberikan Fatwa dan Nasihat kepada siapa saja. Silakan bertanya disana dengan membawa penerjemah yang netral (biasanya pembimbing haji dari travel mafhum bahasa arab sana) atau mahasiswa indonesia yang bertebaran di sana."

yakumo mengatakan...

RUJU' ITU MUDAH yaa ikhwaan (tdk spt mengawali nikah ^-^, iya kan?weleh...weleeh...PDKT,anjangsana kesana kemari). ketika sy ruju' 2006,walhamdulillaah, sy datangi Al Masjid Al Huriyyah, jum'atan di sana, waah enaknya...sy temui ta'mir masjid dan minta maaf dulu pernah jadi slh st korlap PEMBUBARAN BEDAH BUKU AL AKH HARTONO A.JAIZ..-semoga Allah jalla wa 'alaa mengampuni saya, dan beliau - mrk trperangah dn agak ngeri..slh seorang tanya ketika km berdua, diantaranya,"wah, beladiri LDII segarang itu yah? orang Islam bukan sih?" sy tersenyum, laisal amru kama dzonanta ya akhy, ingat ketika barisan kami merangsek maju, dan kalian putus asa dalam tangisan yg berderai-derai? salah seorang dari kalian berinisatif membaca KitaabuLLOh di pengeras dgn bacaan yg , alhamdulillah, indah. serentak kami berhenti dan mundur teratur bukan?..yaa ikhwaan, itulah slh satu ushul IMAN...yg bisa menyatukan barisan kaum muslimin dengan idzin Allah..bbrp bulan kemudian sy menemukan CD syaikh Salim Al Hilaly (JOrdania, beliau scr berkala dtng ke Indonesia, istiqlal, JIC)beliau mengutarakan hal yg memperkuat kesan sy tntang fragmen di atas...

yakumo mengatakan...

lega rasanya keluar dari belenggu. kami leluasa berjalan di atas bumi Allah tanpa kepalsuan dan rasa curiga (malah jokam yg pd curiga ke qt, aduh, siapa yg seharusnya salah tingkah?)...kami berharap saudara2 kami keluarga mbah man merasakannya,bumi yg dipijak milik Allah, langit Milik Allah, udara terhirup begitu segar, berjalanlah kalian wahai 'ibaadurrahmaan, di atas muka bumi dengan rendah hati...
silakan dicoba jum'atan sebentar lg, shalli 'ala annabiy...

Anonim mengatakan...

Beberapa syubhat/ Bid'ah di hari Jumat:
1.Berdoa diantara dua khutbah (saat imam duduk memisahkan dua khutbah). Yang pas sesuai haditsnya adalah diam, tidak berdoa dengan mengangkat tangan, apalagi menyuruh berdoa dengan mengangkat tangan! (Katanya memurnikan agama!)
2. Bareng2 mengangkat tangan berdoa saat imam membaca doa di atas mimbar, parahnya lagi Imamnya juga mengangkat kedua tangannya dan membaca AAMIIIN dengan keras sehingga mengganggu kekhusyu'an.
3. Mewajibkan berbahasa Arab dalam khutbahnya sehingga makmumnya tidak mengerti apa yang dikatakan oleh pengkhutbah, anehnya sang khotib pun tidak ngerti apa yang dia baca, terbukti salah dalam memenggal2 kalimat. Makanya kalau sedang khutbah,makmumnya banyak yang tidur.
4. Setelah sholat diadakan nasehat, padahal khutbah itu ya... NASEHAT.
5. Wanita2 keluar mengikuti jumatan, menampakan dirinya diperkumpulan kaum laki2.
6. Akibatnya karena ada nasehat setela khutbah, tidak ada lagi yang mengerjakan sunnah untuk sholat naafilah 4 rokaat di masjid (kalau di rumah 2 rokaat).

Bolak-balik ngaji tapi hal seperti ini tidak dipahami, afalaa ta'qiluuun?
Maaf bila ada kekeliruan, Semoga bermanfaat, baarokallohu fiik!

Anonim mengatakan...

BAGI YANG MENCINTAI NUR HASAN UBAIDAH DAN ANAK KETURUNANNYA , AKU SARANKAN SEGERA TINGGALKAN SUNNAHNYA YANG TIDAK SESUAI DENGAN SUNNAH RASULULLAH , KARENA SETIAP KETAATAN KALIAN DALAM PERKARA YANG BARU DAN DIADA-ADAKAN ( BID'AH ) AKAN MEMBERI KONTRIBUSI LAKNAT ALLAH ATAS MEREKA , BAIK YANG MASIH HIDUP MAUPUN YANG SUDAH MATI .

INI SARAN UNTUK KEBAIKAN KALIAN DAN AMIR KALIAN ( YANG MASIH HIDUP MAUPUN YANG SUDAH MATI )

yakumo mengatakan...

skdr tips bagi pr penuntut ilmu:amiirul mukminiin fil hadiits Abdulloh ibnu Mubarrok berkata, "awwalul 'ilmi anniyyatu, tsumma al istimaa'u, tsumma al fahmu, tsumma al hifdzu, tsumma al 'amalu, tsumma annasyru"..permulaan ilmu itu memperhatikan niat, lalu mendengarkan guru, lalu memahaminya, lalu menghafalkannya, lalu mengamalkannya, lalu menyebarkannya.."

yakumo mengatakan...

Saya masih menanti konfirmasi dari Qadhi kerajaan 354, pakar 'Ifrit, KH. Kasmudy Ashshididy (mudah2an Allah memberi berkah pada namanya). kalau susah cari info tentang sy, tempat tinggal, silakan tanya Prof. Abdullah Syam..atau kepada bpk. Mardhi, Imam Daerah Pekalongan Tengah (beliau ipar saya)di daerahan timur kali ini. bila antum berkenan mengunjungi kontrakan kami yg sederhana, tak perlu kuatir, atau canggung (apalagi takut dikeroyok, na'uudzubillaah). anggaplah seperti murid sendiri, spt dulu, yakumo ini masih hijau..

kepada fihak luar dari dua kelompok yg berseteru, tolong berhati-hati. Telah sahih keterangan dr Rasulullah dlm berbagai-bagai kitab hadits, dalam bab fitnah, agar pelan2..pelan pelan..dan bila sebagian ikhwah terdesak, jadilah seperti anak Adam,'alaihimashsholaatu wassalaamu, "KALAU ENGKAU MENGULURKAN TANGANMU UNTUK MEMBUNUHKU, MAKA SESEKALI AKU TIDAK AKAN MENGULURKAN TANGANKU KEPADAMU...AKU TAKUT KEPADA ALLOH RABBAL 'AALAMIIN..."

pihak2 yg pernah dirugikan oleh LDII, siapa saja, jg hendaknya arif. banyak sarjana ada di LDII. jangan dilaporkan ke almamater lalu minta gelar2 akademik mereka dipreteli (meski memang ada perjanjian setiap registrasi mahasiswa, agar menjaga nama baik almamater)..permasalahannya, beliau2 hanyalah orang2 yg dibohongi, dan tidaklah tercela orang2 yg demikian dalam kondisi 'demikian', masalah takhossus di berbagai bidang so pasti tetap ada. beliau2 ttplah excelent di bidangnya....(WAh, barangkali di sana sdh ada yg senyum2...heh..heh..meskipun aku tidak meyaksikan jalannya pertempuran, tapi aku tahu lagu apa yg sedang dimainkan...ahaa, Sun Tzu aja bisa, apalagi sy...ga percuma lah ijazah Cornell) (dan lihatlah pr asaatidzah dgn ijazah jamii'ah Islamiyah Madinah atau mana saja ma'had sunnah,yang kalem2 itu, senyum2 juga..tak perlu lah bahas art of war, atau 'lakon'ny Caesar...emangnya siapa yg pernah taklukkan Konstantinopel dan Cordoba?)weleh...weleh..

yaa ikhwaan, ini semua bermula dari BID'AH. dan TIDAK ADA KEBAIKAN DARI BID'AH...al imaam Malik bin Anas, rahimahuLLohu, pernah berkata...ASSUNNATU SAFIINATU NUUHIN, MAN ROKIBAHAA NAJAA WA MAN ISTAKHLAFA MINHAA FAQOD HALAKA...as sunnah adalah perahu NUh, barang siapa naik maka ia akan selamat, dan barang siapa sengaja tertinggal sungguh akan binasa...

abu ilyas mengatakan...

Syaikh Muhammad umar bazumul kemudian menutup dengan menjelaskan bahwa Jama’ah yang benar dalam hadits-hadits adalah hanyalah mereka yang berdiri diatas Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, serta memperingatkan umat dari bahaya bergolongan-golongan dan berpecahbelah (sebab hal ini bertentangan dengan keduanya), maka hadits Hudzaifah ini menunjukan kebenaran Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam (sebab menjadi kenyataan terjadi di zaman kita). Walhamdulillah.

Bagaimana dengan pak amir presiden?
Ijtihadnya wajib thoat dengan UUD45&Pancasila (thoghut)

Ulama (ahli wal aqdi) MPR&DPR?
Sejarah baru dalam islam, ahli hal wal aqdi berisi orang2 nasionalis, quburiyun, nashroniyun, abanganiyun(tdk sholat tidak puasa alias islam KTP),malukuniyun, amboniyun, papuaniyun.

Semua yang dibawah kekuasaannya adalah jama'ahnya?
ada orang hindu, ada orang budha, ada orang kristen, ada pemuja qubur, ada orang abangan (sholat olih ora sholat yo olih).

Padhal mayoritas orang yang menisbatkan pada kata islam : mereka saling berkelompok2, berpartai2 (ada NU, Muhammadiyah, Ahmadiyah, HTI, Ikhwanul Muslimin,MMI, Anshorut thouhid, dll)

dan parahnya lagi ada sekelompok orang yang menisbatkan pada dakwah haq/dakwah salaf to menganggap semua ini masih jama'atul muslim.

Shubhanalloh,,hanya karena masalah wilayah mereka jadikan syarat yang disebut jama'ah.

Cobalah renungkan dihati anda apa kalian sudah ngepasi dengan dakwah Syeh Muhammad bin 'abdul Wahhab?

sudahkah ngepasi dengan dakwah Rosululloh SAW?

Nabi datang dengan islam untuk semua manusia tanpa kecuali, dengan diutusnya beliau sudah tidak ada udzur lagi. Bahwa semua orang wajib untuk mengikuti apa2 yang beliau bawa.

Nabi datang mengkafirkan orang musyrik, sombong (tidak mau ibadah).

Kalian malah bersikukuh bahwa masih muslim, masih muwahid.Alasannya mereka bodoh, mereka awam, belum ada yang menerangkan. Sampai kapan ? Padahal disisi mereka ada AlQur'an& Assunnah.

Paham kalian mirip orang Murji'ah
yang mempunyai pendapat bahwa 'amal perbuatan tidak mempengaruhi iman.

Sayangnya rebutan minta diakui salafiyun (kl salafnya benar,tp ngaku2 saja itu sih mudah)
&merasa didukung oleh 'ulama haromain.Padahal jauh akidah kalian dg akidah mereka para 'ulama. Tidak percaya??
Silahkan buka dulu & baca dulu kitab2 akidah mereka. Sehingga kalian akan tahu akidah Ahlussunnah waljamaah yang benar. Bukan klem salaf semata.Saran saya jangan hanya baca2 potongan2 fatwa ulama yang dicomot untuk menguatkan hawa nafsu pemilik blog ini saja, tapi baca&pelajari semua, sehingga kalian akan tahu arah orang2 yang berpaham irja tapi berkedok salaf.

Sehingga Islam itu
"huwa al istislamu lillahi bittauhid wal inqiyadu lahu bitthoat wal baroatu minal syirki wa ahlihi"

Islam ialah penyerahan diri pada Alloh dengan memurnikan (dalam beribadah) dan ketundukan dengan ketaatan dan berlepas diri dari syirik dan para pelaku syirik.

Kesimpulan Islam harus murni(tauhid) , tunduk, berlepas diri (barro) dari syirik&pelakunya (sekalipun mengaku orang islam)

Tidak mungkin islam menyatu dengan kesombongan(ora ngibadah), tidak mungkin bersatu dengan kesyirikan.

Sudah jelas tidak usah debat panjang lebar,,.

abu ilyas mengatakan...

Silahkan para pembaca renungi beberapa fatwa dibawah ini,sudahkah paskah pemahaman abu najam/rikrik/mauludin yang menjadikan presiden itu imam?
&sayangnya mereka menisbatkan pada dakwah salaf?

Ibnu Katsir berkata setelah menukil perkataan imam Al Juwaini tentang Ilyasiq yang menjadi undang-undang bangsa Tatar :

"Barang siapa meninggalkan syari’at yang telah muhkam yang diturunkan kepada Muhammad bin Abdillah penutup seluruh nabi dan berhukum kepada syari’at-syari’at lainnya yang telah mansukh (dihapus oleh Islam), maka ia telah kafir. Lantas bagaimana dengan orang yang berhukum kepada Alyasiq dan mendahulukannya atas syariat Alloh? Siapa melakukan hal itu berarti telah kafir menurut ijma' kaum muslimin."
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, "Sudah menjadi pengetahuan bersama dari dien kaum muslimin dan menjadi kesepakatan seluruh kaum muslimin bahwa orang yang memperbolehkan mengikuti selain dienul Islam atau mengikuti syari’at (perundang -undangan) selain syari’at nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa salam maka ia telah kafir seperti kafirnya orang yang beriman dengan sebagian Al Kitab dan mengkafiri sebagian lainnya. Sebagaimana firman Alloh Ta'ala, "Sesungguhnya orang-orang yang kafir dengan Alloh dan para Rasul-Nya dan bermaskud membeda-bedakan antara (keimanan) kepada
Alloh dan para rasul-Nya ..." {QS. An Nisa' :150}.

Beliau juga mengatakan dalam Majmu' Fatawa," Manusia kapan saja menghalalkan hal yang telah disepakati keharamannya atau mengharamkan hal yang telah disepakati kehalalannya atau merubah syari’at Alloh yang telah disepakati maka ia kafir murtad berdasar kesepakatan ulama."

Berapa banyak para penguasa kita menghalalkan hal yang keharamannya telah disepakati? Berapa banyak mereka mengharamkan hal yang kehalalannya telah disepakati? Orang yang melihat kondisi mereka akan mengerti betul akan hal ini. Insya Alloh.

Syaikh Syinqithi (Guru Syaikh Al-'Utsaimin) dalam Kitab Adhwaul Bayan dalam menafsirkan firman Alloh, "Jika kalian mentaati mereka maka kalian telah berbuat syirik." Ini adalah sumpah Alloh Ta'ala, Ia bersumpah bahwa setiap orang yang mengikuti setan dalam menghalalkan bangkai, dirinya telah musyrik dengan kesyirirkan yang mengeluarkan dirinya dari milah menurut ijma' kaum muslimin."

Syaikh Abdul Qadir Audah mengatakan, "Tidak ada perbedaan pendapat di antara para ulama Mujtahidin, baik secara perkataan maupun keyakinan, bahwa tidak ada ketaatan atas makhluk dalam bermaksiat kepada Sang Pencipta dan bahwasanya menghalalkan hal yang keharamannya telah disepakati seperti zina, minuman keras, membolehkan meniadakan hukum hudud, meniadakan hukum-hukum Islam dan menetapkan undang-undang yang tidak diizinkan Alloh berarti telah kafir dan murtad, dan hukum keluar dari penguasa muslim yang murtad adalah wajib atas diri kaum muslimin ".

Demikianlah…nash-nash Al Qur'an yang tegas ini disertai ijma' yang telah disebutkan penjelasan dengan penjelasan yang paling gamblang bahwa menetapkan undang-undang selain hukum Alloh dan berhukum kepada selain syari’at Alloh adalah kafir akbar yang mengeluarkan dari millah(ajaran).

untuk penjelasan Ibnu Abbas berlaku untuk masalah al qadha' (menetapkan vonis atas sebuah kasus), jadi kafir asghar terjadi pada menyelewengnya sebagian penguasa dan hakim dan sikap mereka mengikuti hawa nafsu dalam keputusan hukum yang mereka jatuhkan dengan tetap mengakui kesalahan mereka tersebut dan tidak mengutamakan selain hukum Alloh atas syari’at Alloh dan tidak ada hukum yang berlaku atas mereka selain syari’at Islam.

berlanjut..,,

abu ilyas mengatakan...

lanjutan,,,

Fatwa para ulama kontemporer

1.Syaikh Muhammad bin Ibrahim dalam risalah beliau Tahkimul Qawanin, "Sesungguhnya termasuk kafir akbar yang sudah nyata adalah memposisikan undang-undang positif yang terlaknat kepada posisi apa yang dibawa oleh ruhul amien (Jibril) kepada hati Muhammad supaya menjadi peringatan dengan bahasa arab yang jelas dalam memutuskan perkara di antara manusia dan mengembalikan perselisihan kepadanya, karena telah menentang firman Alloh :
"…Maka jika kalian berselisih dalam suatu, kembalikanlah kepada Alloh dan Rasul-Nya jika kalian beriman kepada Alloh dan hari akhir…" [Risalatu Tahkimil Qawanin hal. 5].

Beliau juga mengatakan dalam risalah yang sama, "Pengadilan-pengadilan tandingan ini ekarang ini banyak sekali terdapat di negara-negara Islam, terbuka dan bebas untuk siapa aja. Masyarakat bergantian saling berhukum kepadanya. Para hakim memutuskan perkara mereka dengan hukum yang menyelisihi hukum Al-Qur'an dan As-Sunah, dengan berpegangan kepada undang-undang positif tersebut. Bahkan para hakim ini mewajibkan dan mengharuskan masyarakat (untuk menyelesaikan segala kasus dengan undang-undang tersebut) serta mereka mengakui keabsahan undang-undang tersebut. Adakah kekufuran yang lebih besar dari hal ini? Penentangan mana lagi terhadap Al-Qur'an dan As-Sunnah yang lebih berat dari penentangan mereka seperti ini dan pembatal syahadat "Muhammad adalah utusan Alloh" mana lagi yang lebih besar dari hal ini?"

2.Syaikh Ahmad Syakir mengomentari perkataan Ibnu Katsir tentang IlYasiq yang menjadi hukum bangsa Tartar sebagaimana telah dinukil di depan, "Apakah kalian tidak melihat pensifatan yang uat dari Al Hafidz Ibnu Katsir pada abad kedelapan hijriyah terhadap undang-undang postif yang ditetapkan oleh musuh Islam Jengish Khan? Bukankah kalian melihatnya mensifati kondisi umat islam pada abad empat belas hijriyah? Kecuali satu perbedaan saja yang kami nyatakan tadi ; hukum ilyasiq hanya terjadi pada sebuah generasi penguasa yang menyelusup dalam umat Islam dan segera hilang pengaruhnya. Namun kondisi kaum muslimin saat ini lebih buruk dan lebih dzalim dari mereka karena kebanyakan umat Islam hari ini telah masuk dalam hukum yang menyelisihi syariah Islam ini, sebuah hukum yang paling menyerupai Ilyasiq yang ditetapkan oleh seorang laki-laki kafir yang telah jelas kekafirannya….Sesungguhnya urusan hukum positif ini telah jelas layaknya matahari di siang bolong, yaitu kufur yang nyata tak ada yang tersembunyi di dalamnya dan tak ada yang membingungkan. Tidak ada udzur bagi siapa pun yang mengaku dirinya muslim dalam berbuat dengannya, atau tunduk kepadanya atau mengakuinya. Maka berhati-hatilah, setiap individu menjadi pengawas atas dirinya sendiri."

Beliau juga mengatakan :

“ UUD yang ditetapkan musuh-musuh Islam dan mereka wajibkan atas kaum muslimin..ada hakekatnya tak lain adalah agama baru, mereka membuatnya sebagai ganti dari agama kaum muslimin yang bersih dan mulia, karena mereka telah mewajibkan kaum muslimin mentaati UUD tersebut, mereka menanamkan dalam hati kaum muslimin rasa cinta kepada UU tersebut, mensakralkannya dan fanatisme dengannya sampai akhirnya terbiasa dikatakan melalui lisan dan tulisan kalimat-kalimat " Pensakralan UUD", Kewibawaan lembaga peradilan " dan kalimat-kalimat semisal. Lalu mereka menyebut UD dan aturan-aturan ini dengan kata "fiqih dan faqih" "tasyri' dan musyari' " dan kalimat-kalimat semisal yang dipakai ulama Islam untuk syariah Islam dan para ulama syariah."

berlanjut,,,

abu ilyas mengatakan...

lanjutan,,,

3.Syaikh Muhammad Amien Asy Syinqithi dalam tafsirnya ketika menafsirkan firman Alloh, Dan tidak mengambil seorangpun sebagai sekutu Alloh dalam menetapkan keputusan." QS. Al Kahfi :26] dan setelah menyebutkan beberapa ayat yang menunjukkan bahwa menetapkan ndang-undang bagi selain Alloh adalah kekafiran, beliau berkata, "Dengan nash-nash samawi yang kami sebutkan ini sangat jelas bahwa orang-orang yang mengikuti hukum-hukum positif yang ditetapkan oleh setan melalui lisan wali-wali-Nya, menyelisihi apa yang Alloh syari’atkan melalui lisan Rasul-Nya. Tak ada seorangpun yang meragukan kekafiran dan kesyirikannya, kecuali orang-orang yang telah Alloh hapuskan bashirahnya dan Alloh padamkan cahaya wahyu atas diri mereka."

Syaikh Al Syinqithi juga berkata :

" Berbuat syirik kepada Alloh dalam masalah hukum dan berbuat syirik dalam masalah beribadah itu maknanya sama, sama sekali tak ada perbedaan antara keduanya. Orang yang mengikuti UU selain UU Alloh dan tasyri' selain tasyri' Alloh adalah seperti orang yang menyembah berhala dan sujud kepada berhala, antara keduanya sama sekali tidak ada perbedaan dari satu sisi sekalipun. Keduanya satu (sama saja) dan keduanya musyrik kepada Alloh."

4.Syaikh Shalih bin Ibrahim Al Bulaihi dalam hasyiyah beliau atas Zadul Mustaqni', yang terkenal dengan nama Al Salsabil fi Ma'rifati Dalil, mengatakan, "…Berhukum dengan hukum-hukum positif yang menyelisihi syari’at Islam adalah sebuah penyelewengan, kekafiran, kerusakan dan kedzaliman bagi para hamba. Tak akan ada keamanan dan hak-hak yang terlindungi, kecuali dengan dipraktekkanmya syariah Islam secara keseluruhannya ; aqidahnya, ibadahnya, hukum-hukumnya, akhlaknya dan aturan-aturannya.

Berhukum dengan selain hukum Alloh berarti berhukum dengan hukum buatan manusia untuk manusia sepertinya, berarti berhukum dengan hukum-hukum thaghut…tak ada bedanya antara ahwal sakhsiah masalah nikah, cerai, ruju'--pent) dengan hukum-hukum bagi individu dan bersama… barang siapa membeda-bedakan hukum antara ketiga hal ini, berarti ia seorang atheis, zindiq dan kafir kepada Alloh Yang Maha Agung ".

5.Syaikh Abdul Aziz bin Baz dalam risalah beliau "Naqdu Al Qaumiyah Al 'Arabiyah " Kritik atas nasionalisme Arab) mengatakan, "Alasan keempat yang menegaskan batilnya seruan nasionalisme arab : seruan kepada nasionalisme arab dan bergabung di sekitar bendera nasionalisme arab pasti akan mengakibatkan masyarakat menolak hukum Al Qur'an. Sebabnya karena orang-orang nasionalis non muslim tidak akan pernah ridha bila Al Qur'an dijadikan undang-undang. Hal ini memaksa para pemimpin nasionalisme untuk menetapkan hukum-hukum positif yang menyelisihi hukum Al Qur'an. Hukum positif tersebut menyamakan kedudukan seluruh anggota masyarakat nasionalis di hadapan hukum. Hal ini telah sering ditegaskan oleh mereka. Ini adalah kerusakan yang besar, kekafiran yang nyata dan jelas-jelas murtad."


6.Syaikh Abdullah bin Humaid mengatakan, "Siapa menetapkan undang-undang umum yang diwajibkan atas rakyat, yang bertentangan dengan hukum Alloh ; berarti telah keluar dari millah dan kafir."

berlanjut,,

abu ilyas mengatakan...

lanjutan,,,

7.Syaikh Muhammad Hamid Al Faqi dalam komentar beliau atas Fathul Majid mengatakan, "Kesimpulan yang diambil dari perkataan ulama salaf bahwa thaghut adalah setiap hal yang memalingkan hamba dan menghalanginya dari beribadah kepada Alloh, memurnikan dien dan ketaatan kepada Alloh dan Rasul-Nya…
Tidak diragukan lagi, termasuk dalam kategori thaghut adalah berhukum dengan hukum-hukum asing di luar syari’at Islam, dan hukum-hukum positif lainnya yang ditetapkan oleh manusia untuk mengatur masalah darah, kemaluan dan harta, untuk menihilkan syari’at Alloh berupa penegakan hudud, pengharaman riba, zina, minuman keras dan lain sebagainya. Hukum-hukum positif ini menghalalkannya dan mempergunakan kekuatannya untuk mempraktekkannya. Hukum dan undang-undang positif ini sendiri adalah thaghut, sebagaimana orang-orang yang menetapkan dan melariskannya juga merupakan thaghut…"

Beliau juga menyatakan dalam Fathul Majid saat mengomentari perkataan Ibnu katsir tentang Ilyasiq, "Yang seperti ini dan bahkan lebih buruk lagi adalah orang yang menjadikan hukum Perancis sebagai hukum yang mengatur darah, kemaluan dan harta manusia, mendahulukannya atas kitabulloh dan sunnah Rasululloh. Tak diragukan lagi, orang ini telah kafir dan murtad jika terus berbuat seperti itu dan tidak kembali kepada hukum yang diturunkan Alloh. Nama apapun yang ia sandang dan amalan lahir apapun yang ia kerjakan baik itu sholat, shiyam dan sebagainya, sama sekali tak bermanfaat ba-ginya…".

8.Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin mengatakan, "Barang siapa tidak berhukum dengan hukum yang diturunkan Alloh karena menganggap hukum Alloh itu sepele, atau meremehkannya, atau meyakini bahwa selain hukum Alloh lebih baik dan bermanfaat bagi manusia, maka ia telah kafir dengan kekafiran yang mengeluarkan dari millah. Termasuk dalam golongan ini adalah mereka yang menetapkan untuk rakyatnya perundang-undangan yang menyelisihi syari’at Islam, supaya menjadi sistem perundang-undangan negara. Mereka tidak menetapkan perundang-unda-ngan yang menyelisihi syari’at Islam kecuali karena mereka meyakini bahwa perundang-undangan tersebut lebih baik dan bermanfaat bagi rakyat. Sudah menjadi askioma akal dan pembawaan fitrah, manusia tak akan berpaling dari sebuah sistem kepada sistem lain kecuali karena ia meyakini kelebihan sistem yang ia anut dan kelemahan sistem yang ia tinggalkan."

kayfa antum fi hadzal bilad?

to abu ilyas mengatakan...

KEKUASAAN MELEKAT PADA DIRI SEORANG AMIR

Bantahan terhadap subhat Jama'ah 354 bahwa bai'at seorang amir tetap sah dengan bai'at tiga orang tanpa dukungan kaum muslimin serta menafikan adanya kekuatan dan kekuasaan.
( hal semisal juga merupakan pemahaman kaum Syi'ah Rofidhoh )

Umar Rodhiallohu 'anhu berkata:
Barang siapa berbaiat kepada seseorang tanpa musyawarah kaum muslimin, berarti ia tidak dianggap dibaiat begitu juga yang membaiatnya, yang demikian karena dikhawatirkan keduanya akan dibunuh. HR.Bukhori.


dikutip: 354hijrah.blogspot.com


kayfa antum fi hadzal firqoh?
(red= jokam354dholalah)

to abu ilyas mengatakan...

Fasal
Adapun ucapan syi'ah rofidhoh dimana mereka berkata; "sesungguhnya seorang imam setelah rosululloh j adalah abu bakar dengan dibai'at oleh Umar dengan keridhoan empat orang saja"
Maka di jawab kepadanya, ini bukanlah ucapannya para imam ahli as-sunnah meskipun sebagian ahli kalam berkata; " sesungguhnya imam sah dengan dibai'at oleh empat orang", sebagian mereka berkata; "tetap sah dengan di bai'at oleh dua orang", dan sebagian mereka berkata " sah dengan dibai'at oleh satu orang saja".
Ini bukanlah ucapan para imam ahli sunnah, sebaliknya imam menurut mereka ditetapkan dengan persetujuan ahli saukah ( kelompok yang memiliki kekuatan/pasukan ) atas imam tersebut. Seorang laki-laki tidak akan menjadi imam sehingga mendapatkan persetujuan ahli saukah atasnya, yaitu orang-orang yang dengan ketaatan kepada mereka menghasilkan maksud keimaman. Karena maksud keimaman adalah dihasilkan dengan kemampuan dan kekuatan. Maka ketika seseorang telah dibai'at dengan sebuah pembai'atan maka ia memperoleh kemampuan dan kekuatan, maka ia menjadi seorang imam
Oleh karenanya para imam salaf berkata barang siapa yang memiliki kemampuan dan kekuatan yang ia bertindak dengan keduanya melaksanakan pemerintahan, maka ia termasuk waliyu al-amri, yakni termasuk orang-orang yang Alloh memerintah untuk mentaati mereka selama mereka tidak memerintah kepada maksiat kepada Allah. Maka keimaman adalah penguasa dan pemerintah. Dan seorang penguasa tidak akan menjadi penguasa hanya dengan persetujuan satu atau dua atau empat orang, kecuali kesepakatan mereka itu didukung oleh kesepakatan selain mereka sehingga ia menjadi penguasa, Demikianlah setiap perkara yang memerlukan dukungan atasnya, tidak mungkin terwujud kecuali dengan kesediaan orang yang mau memberikan dukungan untuk bekerja sama, oleh karenanya 'Ali Rodhiallohu 'anhu telah dibai'at sehingga ia mendapatkan kekuatan dan ia menjadi imam ( minhaju as-sunnah 1/527 )

dikutip: 354hijrah.blogspot.com

kayfa antum fi hadzal firqoh?
(red= jokam354dholalah)

to abu ilyas mengatakan...

ANDAIKAN AQIDAH BAI'AT JAMA'AH354 DIDATANGKAN KEHADAPAN SYAIKH MUHAMMAD BIN SHOLIH AL-'UTSAIMIN

Terkadang terbersit dalam fikiran kami untuk menanyakan secara langsung aqidah bai'at Jama'ah354 kepada Ulama Makkah Dan Madinah yang mana dahulu katanya H. Nurhasan ( Pendiri Jama'ah354 ) tahun 1929, telah berguru kepada ulama haromain, kemudian tahun 1941 pulang ke Indonesia dengan membawa ilmu Qur'an Dan hadits yang murni secara manqul-musnad-muttasil ( lihat makalah CAI 2005 dengan judul " Sejarah dan Nilai Keteladanan Bpk. KH. Nurhasan Al-ubaidah )

Dan salah satu Aqidah bai'at yang diusung oleh H. Nurhasan adalah wajibnya berbai'at kepada seseorang walaupun tidak memiliki kemampuan Dan kekuasaan ( terbukti dengan bai'at tahun 1941 dan bai'at umum tahun 1960 oleh para peserta pengajian hadits shohih Bukhori juz 6)

Memang benar demikiankah aqidah bai'at para Ulama haromain???
Teryata salah seorang Ulama Haromain yakni Syaikh Muhammad bin sholih A-'utsaimin pernah ditanya tentang permasalahan aqidah bai'at semacam ini, yakni tentang aqidah bai'at Syaikh Muhammad bin 'abdirrohman al-maghrowy dari Maroko ( Penulis kitab Al-'aqidatu As-salafiyah )

berlanjut...

to abu ilyas mengatakan...

Syaikh 'Utsaimin menjawab :
Ambillah bai'at yang syar'i dari sunnah Rosululloh . Imam Malik meriwayatkan dari 'Abdillah bin dinar, sesungguhnya 'Abdullah bin 'Umar berkata : Kami telah berbai'at kepada Rosululloh untuk mendengar dan taat, kemudian Rosululloh bersabda ; "Di dalam apa-apa yang kalian mampu"
(maksudnya adalah ) Mendengar Dan taat karena Allah Dan Rosul-Nya di dalam hukum-hukumnya,

Dan barang siapa yang menyampaikan dari Allah dan Rosululloh kemudian menegakkan syari'at Allah ;
- Ia menegakkan hukum pidana
- Mengambil haq dari yang yang dholim lalu diberikan kepada orang teraniaya
- Menegakkan keadilan di antara mereka
- Menegakkan sholat - sholat dikalangan mereka
- Mengambil zakat dari mereka
- Menegakkan (regulasi) ibadah Haji kepada mereka
- Bersama dengan mereka ( rukyah ) memerangi orang-orang kafir
- Ia menjaga mereka sebagaimana ia menjaga dirinya sendiri
- Memberi makan orang-orang miskin
- Memberikan pengobatan orang-orang yang sakit
Maka orang inilah yang berhak untuk mendapatkan loyalitas dan bai'at yang syar'i dan adapun yang selainnya itu, maka itu adalah (bai'at yang) murni sembunyi-sembunyi dan mencuri yang kemudian dengannya didirikan sebuah Jama'ah dari orang yang merekayasa atas akal-akal manusia

Kemudian Syaikh Ibn 'Utsaimin memberikan komentar dengan perkataan : " Ini Adalah laki-laki yang emosional!, Ini Adalah laki-laki yang emosional!
Ia tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan dia tidak mengetahui bahwa Nabi telah memerintahkan kepada kita untuk tetap mendengar dan taat meskipun kita menjumpai pilih kasihnya imam mengalahkan kita dan meskipun punggung kita dipukul dan harta dirampas, dan dia tidak memahami peristiwa yang menimpa pada para imam-imam 'alim seperti Imam Ahmad bin Hambal dan selainnya berkenaan dengan tindakan para khalifah yang mana mereka lebih keras ( tentang penganiayaannya -pen) dari pada Pemimpin-pemimpin saat ini . ( Para khalifah itu ) memaksa manusia untuk berkata " Al-qur'an adalah makhluk" maka hati-hatilah!, hati-hatilah! Pada orang ini dan pada orang semisalnya ( yakni, para pengusung aqidah bai'at kelompok -pen)

Sumber:
354hijrah.blogspot.com
http://www.sahab.net/forums/showthread.php?t=365976

kayfa antum fi hadzal firqoh?
(red= jokam354dholalah)

to abu ilyas mengatakan...

BAI'AT

Syaikh Muhammad bin Sholih Al-'utsaimin ditanya;
Soal : Fadhilah Syaikh, Apa syarat-syarat bai'at itu ? Dan apa hukum bai'at.........dikalangan Jama'ah-jama'ah?

Jawab :
Adapun bai'at-bai'at yang terjadi di sebagian jama'ah-jama'ah adalah bai'at yang mungkar lagi ganjil, Karena bai'at tersebut terkandung makna bahwa seseorang akan menjadikan dirinya pada dua imam dan dua penguasa,(pertama) Imam tertinggi yang menguasai seluruh negeri dan (kedua) iman yang ia bai'at. Dan menjurus pada kejahatan dengan keluar dari ketaatan kepada imam sehingga dapat menjadikan pertumpahan darah dan musnahnya harta benda, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah. ( Liqo' al-bab al-maftuh kaset rekaman nomor 6 )

dikutip:354hijrah.blogspot.com

kayfa antum fi hadzal firqoh?
(red= jokam354dholalah)

to abu ilyas mengatakan...

NEGARA ISLAM YANG TIDAK MELAKSANAKAN BAI'AT

makna Bai'at menurut Ahli Ilmu!
Pertanyaan:Fadhilatu Assyaikh! Telah tetap di dalam sebuah hadits dari Nabi Sholallahu ‘alaihi wasallam, Bahwa Nabi berkata " Barang siapa yang mati dan tidak terdapat di lehernya tali bai'at pada seseorang, maka dia mati, keadaan mati jahilyyah", dan telah diketahui bahwa banyak kaum muslimin di negara-negara islam saat ini tidak dapat mewujudkan perkara ini, dan bahwa tidak ada bai'at di leher mereka, disebabkan banyak hal, di antaranya; keguncangan politik, kekisruhan dan lainnya, maka bagaimanakah kaum muslimin di negara-negara tersebut dapat keluar dari dosa ini?- dan ini adalah sebuah ancaman ( dari Rosululloh Sholallahu ‘alaihi wasallam) - semoga Alloh membalas kebaikan kepada anda –

Jawab: Telah dikenal dikalangan ahli ilmu: sesungguhnya bai'at tidak ditetapkan dengan kerelaan setiap orang, dan jika tidak demikian, telah diketahui bahwa di negara-negara ini akan ada orang yang tidak puas kalau dia yang jadi pemimpin atasnya. Akan tetapi ketika seorang pemimpim yang menguasai dan mendominasi dan terbentuk sebuah pemerintahan , maka ini adalah sempurnanya bai'at, tidak boleh keluar (dari ketaatan) atasnya. Kecuali dalam satu keadaan yang telah dikecualikan oleh Rosululloh Shollalahu alaihi wasallam, Dia berkata: "Kecuali engkau melihat kekafiran yang nyata, disisimu ada dalil dari Allah" (Kitab Liqo Bab Maftuh oleh Syaikh Utsaimin)

Kami katakan bahwa semua dalil-dalil tentang kewajiban mendengar dan taat serta larangan khuruj atau memberontak, hanya diberikan kepada dan menjadi hak pemimpin muslim yang berkuasa (apakah namanya Raja/Presiden) baik pemimpin / Amir tersebut baik atau durhaka, baik ia mengikuti sunnah ataupun ia mengikuti hawa nafsunya. Dan Bai'at ini tidak diberikan kepada orang selainnya.
Tugas rakyat adalah mendengar dan taat, baik pemerintahan itu ideal sesuai dengan Kitabullah wa sunnah ataukah tidak ideal karena banyaknya pelanggaran syar'i.

Hal ini sudah diprediksi oleh Rosululloh Sholallahu ‘alaihi wasallam ( Faidahnya sebagai salah satu tanda-tanda kenabian ) karena kalau rakyat bikin bai'at sendiri-sendiri (ini namanya perpecahan yang dilarang) dan saling mengklaim bahwa bai'atnya yang paling sah dan keluar dari ketaatan kepada Amir yang berkuasa, maka akan banyak darah-darah kaum muslimin yang mengalir. Hal ini telah menjadi pelajaran yang sangat berharga di dalam perjalanan kaum Muslimin dan sikap para ulama-ulama sunnah di era tersebut ( Lihat Tarikh Khulafa oleh Imam Suyuti )

dikutip:354hijrah.blogspot.com

kayfa antum fi hadzal firqoh?
(red= jokam354dholalah)

to abu ilyas mengatakan...

Kepada siapakah bai’at diberikan?

Apakah wajib bagi setiap muslim untuk membaiat seseorang dengan tangannya (jabat tangan) sebagaimana yang telah dilaksanakan para sahabat beserta rosululloh dan khalifah Rasyidin?

Alhamdulillah,
Bai’at tidak diberikan kecuali kepada penguasa muslim. Yang membai’atnya adalah ahlu al-halli wa alqdi, mereka adalah para ulama, para pembesar, dan tokoh-tokoh masyarakat, maka ketika mereka telah membai’atnya maka telah tetaplah wilayahnya (kekuasaannya), dan tidak ada kewajiban bagi semua rakyat untuk datang sendiri membai’atnya

Al-maziri berkata: Telah mencukupi di dalam urusan bai’at dengan dihadiri oleh sebagian ahlu al-halli wa al-aqdi dan tidak harus lengkap (hadir semua), dan tidak harus hadir semuanya ketika pembai’atan dan berjabat tangan, bahkan cukup menetapi keto’atan dan kepatuhan pada amir untuk tidak menyelisihinya dan tidak memecah tongkat (keluar dari jama’ah) (manqul dari Fath al-bary)

Imam An-nawawi didalam syarah shohih muslim berkata;
Adapun bai’at : para ulama telah bersepakat bahwa tidak dipersyaratkan keabsahannya dengan melalui pembai’atan semua orang ( secara langsung), dan tidak pula oleh semua anggota ahlu al-halli wa al-aqdi ( hadir ), dan sesungguhnya pembai’atan dipersyaratkan oleh siapa yang mudah untuk berkumpul (hadir ) dari kalangan ulama, para pemimpin dan tokoh-tokoh masyarakat. Dan tidak diwajibkan atas setiap orang untuk datang kepada imam kemudian berjabat tangan dan membai’atnya, dan sesungguhnyalah menetapinya yakni patuh kepadanya, tidak menampakkan perselisihan dan tidak keluar dari jama’ah..sekian

Adapun sebagian hadits-hadits di dalam sunnah yang menyebutkan kata bai’at maka maksudnya adalah membai’at imam, sebagaimana sabda rosululloh “ Dan barang siapa yang mati, dan tidak terdapat di lehernya bai’at, kemudian ia mati, bagaikan mati jahiliah”

Dan sabda rosululloh “ Dan barang siapa yang membai’at imam kemudian ia memberikan jabat tangannya dan buah hatinya, maka hendaklah ia mento’atinya semampunya, maka jika datang orang lain yang akan mencabutnya (mendongkel amir) maka bunuhlah orang tersebut”.

Dan sabda rosululloh “ketika telah dibai’at dua orang kholifah, maka bunuhlah yang lain dari keduanya (imam yang kedua)

Maka ini semua adalah masalah membai’at imam dan tidak ada keraguan.

As-syaikh sholih fauzan-rahimahullah- berkata didalam menjawab tentang bai’at jama’ah-jama’ah yang berbilang-bilang : “bai’at tidak diberikan kecuali kepada penguasa muslim, bai’at-bai’at yang berbilang-bilang ini adalah perbuatan bid’ah, dan ia termasuk sempalan-sempalan ikhtilaf, dan wajib bagi kaum muslimin yang berada negara yang satu dan berada di dalam kerajaan yang satu bahwa bai’at mereka satu untuk seorang imam, dan tidak boleh ada pembaia’tan yang berbilang-bilang” (Al-muntaqo dari fatwa syaikh sholih fauzan)

Dan adapun yang berkenaan dengan sifat bai’at untuk imam, maka yang menjadi hak laki-laki adalah dengan ucapan dan perbuatan yaitu berjabat tangan, dan diringkas di dalam hak wanita atas ucapan saja, dan ini telah tetap didalam beberapa hadits pembai’atan sahabat kepada rosululloh

dikutip:354hijrah.blogspot.com

kayfa antum fi hadzal firqoh?
(red= jokam354dholalah)

Anonim mengatakan...

Coba bandingkan wahai saudaraku!? Fatwa Ulama Kibar Ahlus Sunnah tentang masalah menjual rokok diatas dengan Fatwa/Ijtihad IMAM JAMAAH LDII yang melarang merokok (ini bener) tapi membolehkan menjualnya,katanya IMAMnya FAQIH (Faham ad Dien) tapi kok....wkwkwkwkwk.....

Anonim mengatakan...

Coba Bandingkan Saudaraku....Fatwa Ulama Kibar Ahlus Sunnah tentang menjual rokok diatas dengan Fatwa/Ijtihad IMAM JAMAAH LDII yang melarang merokok(ini bener)tapi membolehkan menjualnya,katanya IMAMnya FAQIH (Faham Masalah Agama) tapi kok....wkwkwkwkwk....

Anonim mengatakan...

Justru disinilah permasalahan beratnya kerusakan aqidah 354 yg tdk menerima ilmu selain imam/ulama dari golongannya sendiri. Walaupun sdh jelas dan gamblang spt itu tp klo ulama/imamnya blm memberi persetujuan mk ORANG2 BODOH itu tetap tdk menerimanya. Mengapa? Krn mereka tdk ada bedanya dengan Yahudi Nasroni yg telah menjadikan ulama/Uzair/Isa ibnu Maryam sebagai tuhan mrk. Jamaah 354 telah menjadikan ulama/imamnya sebagai tuhan yg mengalahkan Alloh Sang Maha Pencipta. Coba kaji Surat At Taubah ayat 31.

Natalia Yosephinaz mengatakan...

Setuju sama pendapat mba aisyah.... Hehehee... Biarin aja org ldii, org NU, org Muhammadiah punya keyakinan...seng pentingkan msh menyembah Allah dan tidak melakukan maksiat (yg dilarang oleh Agama)... Hihihihi jd lucu... Diri sendiri aja blom tentu bener udh ngurus org laen.... Ini nih yg bikin islam jadi jelek di mata agama laen......wkwkwkwkwk.....#miris