بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

MANQUL MUSNAD MUSTAHIL bukan MUTASHIL???


sangat unik dalam harokah 354,karna yang selalu jadi acuan mereka dalam mengajak umat agar masuk ke dalam kelompoknya,yakni dengan adanya kebanggaan mereka bahwa ilmu mereka telah sampai pada rasulullah shalallahu alaihi wasalam dengan jenjang sanad2.....dan MEREKA sebut MANQUL MUSNAD MUTASHIL......... dengan tendensi inilah kiprah dakwah mereka sungguh memprihatinkan,pasalnya MANQUL MUSNAD MUTASHIL hanya sekedar sesebutan saja...dan tidak bisa di buktikan dengan ilmiah......dan parahnya mereka beraqidah bahwa tanpa manqul maka amalannya roddun (sering di tambahkan ay mardudun tae bonjrot)tujuan dengan menekankan bahwa selain jalur mereka adalah tertolak....


janganlah seperti katak dalam tempurung...dan bilamana masih di tempurung bukalah tempurungnya bila perlu pecahkan bahwa di selain kelompok kalian banyak yang manqul juga...dan manqulnya mereka memenuhi standar periwayatan.apa2 yang mereka dapatkan dari guru2 mereka semasa di haromain atau di dammaj maka akan di sampaikan sampai ke titik akar permasalahan....

unik sungguh unik...belajar di haromain hanya ingin memenuhi tuntutan pencarian isnad...dengan tujuan pembenaran firqohnya,agar jamaah tidak ada yang meninggalkannya...

sungguh ini adalah ironi bagi 354....
pencarian isnad bukannya status ke ilmuan di samakan dengan apa yang di ajarkan oleh ulama-ulama ahlussunnah malah di jadikan pisau untuk mencegah jamaah-jamaahnya pada hijrah meninggalkan 354....

kalau memang Pengakuan MANQUL MUSNAD MUTASHIL itu ada......hendaknya para pakubumi yang baru menimba ilmu dari sumbernya,menyampaikan semuanya dan tidak berkhianat....dan apabila mereka bertanya kepada fadhilatus syaikh..maka hendaknya di jelaskan dengan gamblang akar permasalahan,bukan dengan cara yang syubhat agar fadhilatus syaikh juga akan memaparkan sesuai apa yang di tanya.

atau boleh jadi apa yang di pelajari selama di haromain bukanlah tuntutan mencari kebenaran melainkan mencari sanad yang pernah hilang di becak demi pembenaran.....pembenaran bahwa jamaah 354 adalah wadah untuk masuk surga,sing melu baiat mlebu surgo nek ora melu baiat nroko kabeh,sing metu dadi asune nroko,



kalau sudah jadi gini....status MANQUL MUSNAD MUTASHIL tidak bisa di buktikan dengan ilmiah....maka lebih indahnya status ini di ubah menjadi MANQUL MUSNAD MUSTAHIL...

mustahil dari kebenaran...
mustahil dari haromain kalau tidak sama dengan ilmu ulama2 haromain ulama2 ahulussunnah.




takiyahnya LDII OR ID

kutipan dari LDII.or.ID

Apakah di LDII ada amir atau imam?
CetakE-mail
Penilaian Pengunjung: / 39
KurangTerbaik
Jumat, 19 September 2008 10:35
Tidak ada. Di LDII tidak ada istilah Amir atau Imam, melainkan yang ada adalah Ketua Umum dan istilah-istilah yang lazim di sebuah organisasi. Adapun istilah amir dan imam memang terdapat di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits, sehingga di LDII istilah-istilah itu tetap dikaji, tetapi dalam kerangka keilmuan saja.

Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP

LDII adalah jaketnya Islam jamaah,makanya LDII berdusta tidak mengakui akan adanya imam yang di baiati dikalangan mereka.


Benarkah bahwa warga LDII tidak mau bermakmum kepada orang lain?CetakE-mail
Penilaian Pengunjung: / 36
KurangTerbaik
Jumat, 19 September 2008 10:34
Tidak benar. Penetapan Imam sholat mengikuti tuntunan Rosululloh SAW: ”Yang berhak mengimami kaum adalah yang paling mahir di dalam membaca Al-Qur’an, jika dalam hal ini sama semua maka yang paling dahulu hijrahnya, jika dalam hal ini sama semua, maka yang paling banyak mengetahui sunnahnya, jika dalam hal ini mereka sama semua maka yang paling tua usianya”. Contoh yang nyata adalah pada saat ibadah haji. Di Makkah warga LDII sholat di belakang Imam Masjidil Harom. Di Madinah warga LDII sholat di belakang Imam Masjid Nabawi. Begitu juga di masjid-masjid lainnya.


ga usah jauh-jauh ke masjid Nabawi karna masjid itu sudah di rekomendasikan oleh imam LDII bisa di gunakan utk sholat dan bermakmum pada imam disana. di sini saja di Indonesia,apakah ada dari mereka mau sholat berjamaah dengan kaum muslimin???? apalagi sholat jum'at,walaupun berpuluh2 kilometer akan di tempuh yang penting bisa sah sholat jumat di masjid khusus mereka.

*****************************************************************************

Benarkah bahwa warga LDII tidak mau sholat di masjid selain di masjid LDII?CetakE-mail
Penilaian Pengunjung: / 47
KurangTerbaik
Jumat, 19 September 2008 10:33
Tidak benar. Warga LDII selalu berusaha tertib dalam menetapi sholat lima waktu, dalam rangka menetapi firman Allah: ”Jagalah waktu-waktu sholat dan sholat yang tengah (Asar)”. Untuk menetapi kewajiban sholat lima waktu tersebut, warga LDII dapat melaksanakan ibadah sholat di masjid, di musholla, atau di tempat ibadah lainnya. Adapun jika di lokasi terdekat ada masjid LDII, tentunya wajar saja jika warga LDII tersebut lebih memilih pergi ke masjid LDII. Hal tersebut semata-mata disebabkan karena di masjid LDII tersebut dapat diperoleh informasi-informasi mengenai kegiatan organisasi, sekaligus silaturohim dan menambah ilmu.


masalah sholat di masjid Non LDII tidak mengapa...asalkan kita warga LDII yang jadi imamnya,atau minimal sholat sendiri,kalau terpaksa sholat berjamaah maka wajib di ulangi

****************************************************************************

Benarkan LDII melaksanakan pernikahan sendiri tanpa melalui KUA?CetakE-mail
Penilaian Pengunjung: / 39
KurangTerbaik
Jumat, 19 September 2008 10:32
Tidak benar. Sebagai warga negara yang baik dan ta’at kepada Peraturan Pemerintah yang sah, dalam melasanakan pernikahan, warga LDII harus mengikuti Undang-undang Perkawinan, dimana perkawinan hanya sah apabila disaksikan dan dicatat oleh pejabat dari kantor Urusan Agama (KUA).


iya...memang benar pelaksanaan ada nikah di KUA tapi sebelumnya ND (nkah dalam)yang menikahkan adalah imam LDII.adapun ke KUA itu hanyalah prosedur budi luhurnya mereka.
********************************************************************************

Benarkah warga LDII merasa benar sendiri?CetakE-mail
Penilaian Pengunjung: / 38
KurangTerbaik
Jumat, 19 September 2008 10:40
Tidak benar. Warga LDII tidak merasa benar sendiri, karena kebenaran itu ada di tangan Alloh. Siapapun yang di dalam beribadahnya berpedoman pada Al-Qur’an dan Al-Hadits, walaupun dari golongan manapun, tetap dijamin kebenarannya.



*******************************************************************************

Benarkah warga LDII menganggap kafir orang di luar LDII?CetakE-mail
Penilaian Pengunjung: / 53
KurangTerbaik
Jumat, 19 September 2008 10:41
Tidak benar. Karena siapapun tidak memiliki wewenang untuk menyatakan kekafiran seseorang, berdasarkan dalil: ”barang siapa yang menganggap kafir saudaranya, maka kekafiran akan berbalik kepada dirinya, jika saudaranya ternyata tidak kafir”.

****************************************************************************

Benarkah LDII sebagai penerus ajaran Islam Jama’ah?CetakE-mail
Penilaian Pengunjung: / 30
KurangTerbaik
Jumat, 19 September 2008 10:41
Tidak benar. LDII adalah ormas Islam yang besar dengan latar belakang warga yang sangat beragam, dalam bidang pendidikan, profesi, status sosial maupun aspirasi kelompok keagamannya, termasuk mereka yang dulunya ”dianggap” melaksanakan ajaran Islam Jama’ah.

Adanya orang-orang yang dianggap mantan Islam Jama’ah inilah yang kemudian menimbulkan citra seolah-olah LDII ini sebagai penerus Islam Jama’ah.

******************************************************************************

Adakah hubungan LDII dengan Islam Jamaah?CetakE-mail
Penilaian Pengunjung: / 44
KurangTerbaik
Jumat, 19 September 2008 10:42
LDII tidak ada hubungannya dengan Islam Jama’ah dan/atau ajaran terlarang lainnya. LDII adalah ormas Islam yang legal, berdasarkan Undang-undang, berasaskan Pancasila, setia dan ta’at kepada Pemerintah NKRI yang sah, memiliki Program Umum yang dapat diketahui secara transparan oleh masyarakat seluas-luasnya.



silahka.......anda sekalian yang berkomentar tentang apa yang di kemukakan oleh LDII....