بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

POINT-POINT SYUBHAT YANG DI TABURKAN SI CHOLIL

silahkan lihat di sini http://waspada354.blogspot.com/2010/11/hot-mp3-kalau-aziz-dan-kholil_04.html

dan dengarkan ini

http://www.4shared.com/audio/6G3Pw7QV/MP3_Nasehat_Syubhat_Kholil_Khu.html

>>> menit 02:15 saudara kita saudara lahir bathin saudara seiman,kalau dalam perjuangan di katakan saudara senasib seperjuangan.
+++ saudara yang di maksud adalah jamaahnya.

>>> memperbaiki akhlaq...
+++apakah akhlaq yang baik menanggap bahwa kaum muslimin diluar kelompoknya adalah kafir,yang ingkar dari 354 adalah murtad.halal berdusta/bithonah...apakah ini adalah ini adalah kelakuan Rasulullah dan para Sahabat....

>>> mengatakan syaikh "banyak orang islam sebenarnya lebih bodoh dari pada abu jahl" karna mengaku islam tapi tidak tau artinya islam.
+++ tidak menyebutkan namanya syaikh...lalu ucapan ini di tujukan pada siapa? apakah semua di luar kelompoknya....

>>> menit 17:45 mentaati seorang pemimpin atau ulama yang bertentangan dengan aturan Allah dan rasul itu termasuk syirik
+++ ucapan ini sungguh benar...bahwa siapa saja yang taat pada pemimpinnya padahal perintah imam adalah bertentangan dengan Allah maka ini hukumnya syirik...Lalu di mana hati kalian...kalian menganggap bahwa Nurhasan adalah orang yang makshum (terjaga dari kesalahan)......bahkan taatnya kalian pada nurhasan,abd dhohir dan abdul aziz sungguh telah melewati batas...mau lihat contohnya klik disini...menganggap imam-imam adalah penjamin masuk surga....

>>> menit 21:22,syukur pol pada jamaah kita,harus murni dari bid ah khurofat tahayul.
+++ bagaimana dengan infaq persenan,surat tobat,larangan sholat berjamaah di belakang imam NON 354 (plitirannya kalau di makkah bisa...).apakah ini sebuah kemurnian yang di tinggalkan oleh Rasulullah dan para sahabat????????????

>>> menit 27:05 kekurangan bukan utk di cela tapi utk di ingatkan'
+++ nah kenapa ketika di ingatkan pada inti kesalahan yang fatal 354 kenapa masih bersimpuh dan memohon surga di bawah telapak kaki imam.. dan yang mengingatkan di tendang...di anggap terpengaruh di anggap sudah salafy di anggap ini dan itu..


>>> menit 28:09 saya di arab delapan tahun juga belum ketemu yang seperti ini.
+++subhanallah...bahkan di kacamata mereka orang2 di haromain di anggap tidak menetapi yang seperti ini (Qur an Hadits Jamaah)..........

>>> menit 29:46 melihat diluar ga ketemu.(ga ada yang seperti jamaah kita yang satu2nya jalan masuk surga).

>>> menit 30:52 jamaah harus sambung bersatu padu,maknanya kumpul bersatu padu.kalau ada jasad yang ga sambung malam2 berarti hantu (gambaran bathil)

>>> menit 34:44 mengadakan penderesan dari "keimaman" dan wakil 4

>>> menit 35:39 kedatangan tamu dari tailand namanya syaikh abdul karim.dia berikan sanad yang rujukannya kemakkah.syaikh itu di anggap berlainan ibadahnya

>>> menit 38:05 bertemu dengan syaikh yahya,dan belajar pada syaikh Yahya

Comments
105 Comments

105 Response to "POINT-POINT SYUBHAT YANG DI TABURKAN SI CHOLIL"

ABDULLOH mengatakan...

kepada saudara jamaah:

ingat Firman Alloh dalam surat duha ayat 4 yg berbunyi:
WALALAKHIROH KHOIRULAKA MINAL UULAA.
adapun akhirat lebih baik bagi engkau dari pada dunia.

terutama pakubumi cholil dan pakubumi aziz yg sudah mengerti benar masalah kita ini,
janganlah kalian memberatkan pada dunia, istri DAN anak.

dan Alloh akan mengganti yg lebih baik daripada itu semua.

segeralah kembali pada Alloh Robul 'Alamiin.

Anonim mengatakan...

Gelar yg di dapat pak Kholil dan Aziz setelah +- 8 tahun belajar di mekkah adalah KIG (Kianat thd Ilmu dan Guru) hehehehe...

Kasian yah!!!

Anonim mengatakan...

Parah...!!!

8 tahun di makkah, apa saja yang kamu dapat, kholil & aziz...???

PEMBENARAN...!!!

Astagfirullah...

Anonim mengatakan...

sepertinya wajar ya, kholil dan aziz ridwan bertingkah seperti itu. 2 orang tersebut kan masih keluarga nurhasan ( menantu imam dhohir).jadi unsur nepotisme sangat kuat. berbeda dengan p muluddin yang sama sekali bukan keluarga nurhasan, membuatnya lebih bebas dan independen. tidak ada interest-interest tertentu bahkan p mauluddin berani memihak pada kebenaran walaupun dia harus diusir, diintimidasi, difitnah dan dicaci. berbeda dengan pakubumi lainnya, yang lebih memilih kenyamanan dibanding kebenaran.siapa sih yang tidak tergiur uang milyaran rupiah mengalir terus dari infak ruyah? hidup santai tapi uang terus mengalir

Anonim mengatakan...

untuk pa Abdullah Syam ( Ketum LD**)
umumnya umat islam Indonesia sudah tau prinsip bitonah ( dulu tahun 98-an pernah disiarkan di minhajurosyiddin bahwa bitonah ini juga sebagai politik ambang pintu) yang diterapkan dalam LDI*/jokam/ 354. Jadi buat apa bitonah tetap dipertahankan? Akibat bitonah, membuat LDI* tidak dapat dipercaya sebagai ormas dalam pergaulan di panggung keislaman Indonesia. Itulah sekarang image yang tergambar tentang LD11 ditengah masyarakat. Ironi sekali, sebuah ormas dengan mengusung nama “ lembaga dawah islam” tapi dalam muamalahnya adalah kedustaan, sandiwara dan hipokrasi ( lidah bercabang, seperti ular, maksudnya diluar golongannya ngomong A didalam golongannya ngomong B)

Akibat dari gerakan bitonah adalah
“ jujurnya saja LD11 tidak akan dipercaya, apalagi bohongnya”.

Itulah harga yang harus dibayar oleh 354 dari gerakan bitonahnya. Kalaupun ada manfaatnya buat 354 tapi mudhorotnya jauh lebih besar untuk 354/ld11 itu sendiri.

Akhirnya para pengurus DPP/DPD harus terus memainkan sandiwara di panggung pergaulan islam Indonesia ( MUI, ormas islam, umat islam). Jelas ini beban mental tersendiri bagi para pengurus LD11. karena hati nurani tidak dapat dibohongi. Ini sangat melelahkan. Perjuangan untuk hal yang batil adalah kesia-siaan besar. Jadi yang terlihat adalah kekonyolan, LD11 terus menggunakan kebohongan ( bahasa anak mudanya ngeles, atau bahasa kerennya adalah ‘bahasa diplomasi’) , tapi obyek yang dibohongi tau atau setidaknya skeptis bahwa dia sedang dibohongi.

Anonim mengatakan...

Kalau begitu adanya, lalu apa bedanya mereka dengan paham SYI'AH?

Mereka sama sekali tdk paham dengan Kitab Tauhid (nyatanya memang tdk pernah diajarkan detail tentang Tauhid Rububiyya, Tauhid Uluhiyyah dan Tauhid Asma wa Shifat), hingga mereka lebih takut pada MUI, Ormas, Polisi, dll dari pada Alloh yang Maha Mendengar dan Mengetahui segala sesuatunya.

Mereka belum mengenal Alloh.

Anonim mengatakan...

seharusnya rukyah 354 bertanya untuk pa aziz dan pa kholil, langsung aja to the point ke inti masalah

1. orang islam diluar kita ini hukumnya islam atau kafir? teges dong pa jawabnya, trus bagaimana orangluar yang bertauhid pada Allah, tidak menyekutukan Allah, menetapi kitabullah dan sunnah Rasulullah tapi dia bukan anggota jamaah kita, ngga beat sama imam kita, apa mereka hukumnya tetep kafir?

2. apa 'orang luar' keislamannya tidak sah, ilmu dan amalannya tidak sah?apakah orang luar (secara pukul rata) adalah calon ahl neraka, ini harus dijawab pak, sebab digrassroot inilah yang digembar-gemborkan dan diyakini sampai kedalam tulang. maaf berlebihan hehe

3.keamiran kita ini coraknya nubuwwah (seperti syiah imamiah) atau coraknya imarah wal wilayah (seperti sunni atau ahlusunnah wal jamaah)?

4. apakah jamaah kita ini adalah satu-satunya yang masuk surga dan selamat dari neraka dan orang luar WAJIB masuk neraka? inilah yang saya terima pa, dari cabe rawit s/d pengajian kelompok,desa dan daerah

Anonim mengatakan...

masih percaya sama aziz dan kholil?

Anonim mengatakan...

mampuuuuuussssss, belang LDII dah ketauan mo ganti merk apalagi nich???
gimana klo namanya diganti jadi;
SIISI= syiar imamah isrun (mirip) syiah indonesia
DISTKI=dakwah isrun surat tobat (bayar) kafaroh indonesia
ACSI=anak cabang syiah indonesia
TURGOL=turunan madigol

Anonim mengatakan...

menit 28:09 saya di arab delapan tahun juga belum ketemu yang seperti ini.

---> ya jelaslah...kholil di arab tidak pernah menemui seperti jamaah LD**
lha LD** kan khowarij, akidahnya pasti gak sama dengan para syaikh yang salafushsholeh

Anonim mengatakan...

jangan katakan mampus mas, tapi katakan alhamdulillah sudah banyak jamaah 354 mengetahui penyimpangan-penyimpangan ajaran 354
dakwah kami adalah dakwah dengan hujjah dan hikmah ;)

Anonim mengatakan...

Keterkaitan Antara Sufi dengan Kelompok “JI”
Keterkaitan antara Sufi dengan kelompok “JI” (Jama'ah Tabligh dan Ikhwanul Muslimin) sangatlah erat karena pendiri kelompok “JI” ini adalah seorang Sufi. Jama'ah Tabligh, didirikan oleh Muhammad Ilyas Al-Kandahlawi seorang Sufi dari tarekat Jisytiyyah. Dan seiring bergulirnya waktu, Jama'ah Tabligh kemudian berbai’at di atas empat tarekat Sufi: Jisytiyyah, Qadiriyyah, Sahruwardiyyah, dan Naqsyabandiyyah. (Lihat kitab Jama’atut Tabligh Mafahim Yajibu An Tushahhah, karya Asy-Syaikh Hasan Janahi, hal. 2, 12.)
Adapun Ikhwanul Muslimin, pendirinya adalah Hasan Al-Banna, seorang Sufi dari tarekat Hashafiyyah, sebagaimana yang ia katakan sendiri: “…Di Damanhur aku bergaul dengan kawan-kawan dari tarekat Hashafiyyah dan setiap malamnya aku selalu mengikuti acara hadhrah yang diadakan di Masjid At-Taubah…”
Ia juga berkata: “Terkadang kami berziarah ke daerah Azbah Nawam, karena di sana terdapat makam Asy-Syaikh Sayyid Sanjar, salah seorang dari tokoh tarekat Hashafiyyah.” (Mudzakkiratud Da’wah Wad Da’iyah, hal. 19, 23, dinukil dari kitab Fitnatut Takfir Wal Hakimiyah, karya Muhammad bin Abdullah Al-Husain, hal. 63-64)
Wallahu a’lam bish shawab.
(www.asysyariah.com)

bagaimana dengan Islam Jamaah 354 LD** ? siapa pendirinya? siapa yang dijadikan rujukan hukum?

Islam kok pendirinya beda-beda, bukankah Islam itu dibawa oleh Nabi Muhammad??!!dan satu-satunya rujukan hukum??!!

inilah makna asli dari sabda nabi "bahwa agama Islam ini akan terpecah menjadi 73, 72 golongan masuk neraka, dan yang satu masuk surga, yaitu jamaah (maa ana alaihi wa ashhabii: orang2 yang menetapi sunah nabi dan sahabat)

maka mereka mendirikan "jamaah" saudel dengkule masing-masing orang dan membuatlah mereka semacam organisasi untuk menampung "jamaahnya"

Anonim mengatakan...

pelarangan warga 354 oleh para pembesarnya untuk ngaji pada ustad/ulama selain ulama 354 adalah upaya pemonopoli-an keilmuan agar tercipta kondisi hanya pakubumilah yang tau ilmu agama, ini adalah cara bodoh para pakubumi dan pusat agar mereka tetap paling pintar dimata jamaahnya. memangnya hanya ulama 354 saja yang belajar ke mekah madinah?

Anonim mengatakan...

dalam penjelasan p aziz , imamah (kepemimpinan/penguasa) presiden RI tidak sah, maka semua umat islam yang mengangkat presiden RI sebagai imam (pemimpin/penguasa) amalan kejamaahannya batal, aziz juga bilang bahwa salah satu bentuk kepemimpinan/imamah presiden RI tidak sah karena sistem yang dipakai adalah demokrasi buatan yunani.

mari sekarang kita lihat zaman abasiyyah era khalifah al mamum dimana khalifah dan bentuk pemerintahan negara abasiyah menjadi berhaluan muktazilah. dari mana muktazilah ini? ya dari yunani juga. paham rasionalisasi (muktazilah) itu memang diimpor dari yunani karena zaman itu semua kitab filsafat yunani diterjemahkan besar-besaran ke bahasa arab. ini yang menyebabkan paham muktazilah masuk dalam dunia islam.

apa yang dilakukan imam bin hambal? apa imam bin hambal lantas mendirikan keimaman/kekhalifahan baru? padahal klo imam bin hambal mau mendirikan keimaman sendiri yo bisa, pengikut imam bin hambal itu ribuan.

tidak kawan, imam bin hambal tidak merampas hak kepenguasaan dari penguasa yang sah dan diakui dalam wilayah negara abasiyyah. imam bin hambal hanya melawan paham muktazilahnya saja, tapi imam bin hambal tidak sampai membatalkan ke khalifahan/kepemimpinan khalifah al mamum dan merampas hak penguasa yang sah. imam bin hambal tidak membuat imamah bitonah. walaupun kepemimpinan sedang fasik dan melanggar (seperti muktazilah) , imam bin hambal telah memberikan suri teladan yang baik bagaimana bermuamalah pada penguasa yang sah dalam sebuah negeri.

yang diajarin oleh aziz adalah lebih cenderung ke khawarij, kepenguasaan presiden RI tidak sah karena sistem yang dipakai adalah demokrasi. berhulu dari sinilah akhirnya 354 menganggap semua orang islam diluar golongannya adalah firqoh, tidak berjamaah bahkan kafir.

Anonim mengatakan...

Tapi kan manqulnya seperti itu! Jadi apa yg dikatakan aziz itu sdh benar, sesuai dengan manqulnya!
Sekaranglah saatnya jamaah harus mengerti apa dan untuk apa itu istilah "manqul", apakah sebuah konspirasi besar?

Anonim mengatakan...

alhamdulillah penjelasan anonim diatas cukup mencerahkan.....

begitulah si aziz, dia mau mempertahankan jamaah hizbinya dengan dalih meng"haramkan" pemerintahan yang syah, maka dianggaplah pemerintahan ini adalah pemerintahan kafir, tapi dia tidak menggunakan dalil2 yang memperkuatnya, dia hanya memakai dalil yang sepotong-potong dan ditafsirnya dalil tersebut sesuai dengan tafsirnya sendiri (lha ngapain saja dia selama 8 tahun, kok tidak menggunakan tafsir para ulama' ahli hadits???!!)

Anonim mengatakan...

SAYA MASIH BERTANYA...!!!!

KENAPA SI KHOLIL, AZIZ YANG KATANYA SUDAH BERGURU DENGAN PARA SYAIKH TIDAK BERTANYA LANGSUNG MENGENAI JAMAAHNYA BERIKUT ATURAN-ATURAN YANG ADA DI JAMAAH KEPADA PARA SYAIKH, APAKAH YANG DILAKSANAKAN JAMAAH SELAMA INI SUDAH BENAR??!!SESUAI SUNNAH??!!

ATO SEBENARNYA DIA SUDAH BERTANYA, DAN SUDAH MENGETAHUI JAWABANNYA TAPI DISEMBUNYIKAN??!!

Anonim mengatakan...

KHOLIL, AZIZ INGATLAH GAMBARAN DIBAWAH INI!!!!

Kelancangan Ahlul Kitab Terhadap Kitab Suci-Nya


وَإِنَّ مِنْهُمْ لَفَرِيْقًا يَلْوُوْنَ أَلْسِنَتَهُمْ بِالْكِتَابِ لِتَحْسَبُوْهُ مِنَ الْكِتَابِ وَمَا هُوَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَقُوْلُوْنَ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللهِ وَمَا هُوَ مِنْ عِنْدِ اللهِ وَيَقُوْلُوْنَ عَلَى اللهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ

“Sesungguhnya ada segolongan di antara mereka yang memutar-mutar lidahnya membaca Al Kitab, supaya kamu mengira yang dibacanya itu sebagian dari Al Kitab, padahal ia bukan dari Al Kitab dan mereka mengatakan: ‘Ini (yang dibaca itu datang) dari sisi Allah’, padahal ia bukan dari sisi Allah. Mereka berkata dusta terhadap Allah, sedang mereka mengetahui.” (Ali ‘Imran: 78)


Penjelasan Mufradat Ayat

مِنْهُمْ

Di antara mereka, yaitu kaum Yahudi yang ada di sekitar kota Madinah. Sebab, kata ganti “mereka” di sini kembali ke firman Allah k sebelumnya yang menjelaskan tentang keadaan mereka. (Tafsir Ath-Thabari, 3/323)

يَلْوُوْنَ

Memutar-mutar lidahnya, yaitu mereka men-tahrif (mengubahnya), sebagaimana dinukil dari Mujahid, Asy-Sya’bi, Al-Hasan, Qatadah, dan Rabi’ bin Anas. Demikian pula yang diriwayatkan Al-Bukhari dari Ibnu ‘Abbas bahwa mereka mengubah dan menghilangkannya, dan tidak ada seorangpun dari makhluk Allah k mampu menghilangkan lafadz kitab dari kitab-kitab Allah. Namun mereka mengubah dan mentakwilnya bukan di atas penakwilan sebenarnya.” (Tafsir Ibnu Katsir, 1/377, lihat pula Tafsir Ath-Thabari, 3/324)
Qatadah v berkata: “Mereka adalah Yahudi, musuh Allah k. Mereka mengubah kitab Allah k, membuat bid’ah di dalamnya, kemudian mengira bahwa itu dari sisi Allah k.” (Tafsir Ath-Thabari, 3/324)
Adapun dalam qira`ah (bacaan) Abu Ja’far dan Syaibah dibaca dengan “yulawwuun”, yang menunjukkan makna lebih sering dalam mengerjakan hal tersebut. (Tafsir Al-Qurthubi, 4/121)

Penjelasan Makna Ayat
Al-’Allamah Abdurrahman As-Sa’di v berkata menjelaskan ayat ini: “Allah k mengabarkan bahwa di antara ahli kitab ada yang mempermainkan lisannya dengan Al-Kitab, yaitu memalingkan dan mengubah dari maksud sebenarnya. Dan ini mencakup mengubah lafadz dan maknanya. Padahal tujuan dari adanya Al-Kitab adalah untuk memelihara lafadznya dan tidak mengubahnya, serta memahami maksud dari ayat tersebut dan memahamkannya. Mereka justru bertolak belakang dengan hal ini. Mereka memahamkan selain apa yang diinginkan dari Al-Kitab, baik dengan sindiran maupun terang-terangan.

Anonim mengatakan...

Adapun secara sindiran terdapat pada firman-Nya
لِتَحْسَبُوْهُ مِنَ الْكِتَابِ
(agar kalian menyangkanya dari Al-Kitab) yaitu mereka memutar-mutar lisannya dan memberikan kesan kepadamu bahwa itulah maksud dari kitab Allah k. Padahal bukan itu yang dimaksud. Adapun yang secara terang-terangan, terdapat pada firman-Nya:

وَيَقُوْلُوْنَ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللهِ وَمَا هُوَ مِنْ عِنْدِ اللهِ وَيَقُوْلُوْنَ عَلَى اللهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُوْنَ

“Dan mereka mengatakan bahwa itu dari sisi Allah, padahal bukan dari sisi Allah. Mereka mengada-ada atas nama Allah dengan kedustaan dalam keadaan mereka mengetahui.”
Dan ini lebih besar dosanya daripada orang yang mengada-ada atas nama Allah k tanpa ilmu. Mereka ini berdusta atas nama Allah k, kemudian menggabungkan antara menghilangkan makna yang haq dan menetapkan makna yang batil, dan mendudukkan lafadz yang menunjukkan kebenaran untuk dibawa kepada makna yang batil, dalam keadaan mereka mengetahui.” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 136)
Ibnu Katsir v berkata: “Allah v mengabarkan tentang Yahudi –laknat Allah atas mereka– bahwa di antara mereka ada suatu kelompok yang mengubah-ubah kalimat dari tempatnya dan mengganti firman Allah serta menghilangkannya dari maksud sebenarnya untuk memberi kesan kepada orang-orang jahil bahwa itu terdapat dalam kitab Allah. Mereka menisbahkannya kepada Allah. Mereka berdusta dalam keadaan mereka mengetahui dari diri mereka sendiri bahwa mereka berdusta dan mengada-adakan semua itu. Oleh karenanya Allah mengatakan: “dan mereka berdusta atas nama Allah dalam keadaan mereka mengetahui.” (Tafsir Ibnu Katsir, 1/377)
Ath-Thabari v berkata: “Allah jalla tsana`uhu memaksudkan bahwa di antara ahli kitab, yaitu kaum Yahudi dari Bani Israil yang ada di sekitar Rasulullah n di masanya, mempermainkan lisan mereka dengan Al-Kitab agar kalian menyangkanya dari kitab Allah dan yang diturunkan-Nya. Padahal apa yang lisan mereka permainkan adalah kitab Allah yang telah mereka ubah dan ada-adakan. Dan mereka kesankan bahwa apa yang telah mereka permainkan dengan lisan mereka dengan mengubah, berdusta, dan berbuat kebatilan, lalu mereka masukkan dalam kitab Allah, bahwa itu berasal dari sisi Allah. Padahal itu bukan dari apa yang diturunkan Allah kepada salah seorang dari nabinya. Namun hal tersebut merupakan sesuatu yang mereka ada-adakan dari diri mereka sendiri, dusta atas nama Allah. Mereka sengaja berdusta atas nama Allah, dan bersaksi atasnya dengan kebatilan dan menyertakan sesuatu yang tidak termasuk kitab Allah ke dalamnya, hanya karena mengharapkan kekuasaan dan kehidupan dunia yang rendah nilainya.” (Tafsir Ath-Thabari, dengan sedikit diringkas, 3/323-324)

Anonim mengatakan...

lho mas... kan sejak awal berguru sudah ditanyakan ke syeh yahya yang hasil soal jawabnya dengan syeh yahya di rangkum oleh KOLIL terus di edarkan waktu acara daerahan khususnya daerah barat yang saya ikuti waktu itu di bacakan dan diedarkan sekitar tahun 2006 kalo ga salah saya sudah lupa terus termasuk ada ceramahnya KOLIL yang nyata2 bahwa islam yang benar itu ya jamaah kita ini (JAMAAH ALA NURHASAN DAN KETURUNANYA yang di bungkus LDII) tapi saya ingat falsafah perjuanganya NURHASAN "KETHOK GULU" baca:penggal leher,nah sekarang berani gak KOLIL menggunakan falsafah ini,artinya kalo soal jawab itu pemahamanya(bukan konteknya) apa yang di maksud syeh YAHYA seperti apa yang di maksudkan KOLIL berani gak "KETHOK GULU" sungguh KOLIL pengkhiyanat tadk hanya khiyanat sebagai pengepul kasus maryoso tapi juga khiyanat terhadap ilmu dan gurunya.ALLAHUL MUSTA'AN semoga KOLIL dan AZIZ sadar akan kesalahanya dan tidak meninabubukkan JAMAAH dalam kesesatan.

Anonim mengatakan...

aku yakin, semua ini adalah agenda dari sebuah komplotan rezim yang berujung pada ambisi akan kekuasaan.mereka menggunakan (baca menyimpangkan) agama sebagai legitimasi kekuasaannya
keluarga nurhasan itu mengkonsep dirinya sebuah keluarga raja ( bangsawan khayali). mereka berjuang terus agar kedinastian ini tetap diakui oleh warganya. mereka sangat menikmati sanjungan dari ruyahnya, mereka begitu menikmati setiap bulan warganya setor uang, mereka begitu menikmati warganya begitu memandang mereka begitu sakralnya (ancaman neraka dan janji surga), mereka begitu menikmati betapa warganya begitu taklid pada mereka.
warga 354 itu sebenarnya hanyalah obyek dari syahwat kekuasaan sekelompok orang di kediri sana.apalagi menjelang pemilu digelar, ru'yah itu dijadikan komoditas dalam jual beli dalam bursa transaksi politik. maka berdatanganlah tokoh2 parpol ke pondok pesantren burengan. lalu terjadilah parpol dapet apa, dan pembesar 354 dapet apa

Anonim mengatakan...

wahai pak aziz, apa orang muslim diluar golongan antum itu menolak quran dan hadits? memangnya hanya golongan antum saja yang netepi quran hadits? antum berceramah seolah orang diluar golongan antum itu menolak quran hadits? bertahun2 dimekkah kenapa antum tidak mengerti esensi permasalahan akidah pada warga 354 ( warga 354 hampir sebagian esar memilki sistem keyakinan menghukumi orang diluar golongannya adalah kafir). aziz anda benar2 produk gagal. wahai aziz, apa anda pikir orang muslim yang tidak mau bergabung dengan jamaah antum itu menolak hadits dan wajibnya berjamaah??tidak wahai kholil, justru jamaah yang antum propagandakan itu adalah bentuk hizbi dan firqoh. bukankah antum bilang yang menentang QH jamaah adalah kafir?

Anonim mengatakan...

betul betul betul pak ustadz...

tidak kurang2 ustadz dan bahkan Ulama tanah Harom nasehat,

ttapi memang kita kembalikan.. hidayah ALLOH yg punya.

Anonim mengatakan...

Aziz & Kholil vs Syaikh Bazmul.
Kediri vs Haramain
354 vs Ahlusunnah wal Jamaah
tidak diakui vs diakui dunia
kena mariyoso vs tidak kena riba

dan apakah 354 percaya Aziz dan Kholil?? karena Aziz dan Kholil ngaku lebih tau ttg 354?

apa anda kira Syaikh Bazmul akan berfatwa sembarangan? beliau sudah lama mendengar ttg 354, mempelajari, dan akhirnya mengeluarkan fatwanya.

dan akhirnya ....

Nurhasan vs Nabi


354 adalah perusahaan uang yang menguntungkan petekol2nya.
kalau terjadi deal2 antara partai tertentu dgn petinggi2 ldii, apa jamaah mendapatkan keuntungan? 1 Rp sj, ada??

Anonim mengatakan...

MOHON INFO .......

Kemarin aku telpon dengan saudaraku ( kandung ) yang masih di islam jamaah , dia bilang kalo rencananya korban kasus maryoso akan dikembalikan uangnya , bener nggak sih berita tersebut ???

Moga-moga bener ya , kasian mereka yang di dholimi oleh gembong2 islam jamaah , pinginnya menetapi kebenaran tambah diajak ke kehancuran.

Kalo ada info mengenai berita ini , tolong di info ya ........

Harapanku ini bukan siasat mereka yang mulai kuwatir dengan semakin banyaknya informasi yang membuka tabir kesesatan islam jamaah yang pada akhirnya di ikuti semakin banyaknya saudara kita yang ruju' kepada pemahaman salafush shaleh.

MT mengatakan...

lho
mbah NURHASAN kalian tidak percaya
pak kholil yg sudah ke mekkah pun kalian anggap khianat..
yang bener siapa?
mosok netepi QHJ kok salah???

Anonim mengatakan...

mbah NURHASAN kalian tidak percaya
pak kholil yg sudah ke mekkah pun kalian anggap khianat..
yang bener siapa?
mosok netepi QHJ kok salah???

DASAR DUNGU BIN GUOBLOK...
NURHASAN ITU DUKUN
KHOLIL ITU KHIANAT THD ILMU
yg bener beragama sesuai tuntutan RASULULLAH DAN PARA SAHABAT serta para salafush shalih
menetapi QHJ berdasaarkan pemahaman dukun,org yg khianat ya tentu aj salah
ngaji lagi sono yang bener biar gak dungu bin gublok
nama doang MT artinya Minim Tikirannya

Anonim mengatakan...

mas....
orang itu fitrahnya mencari kebenaran
bukannya menggugat kebenaran!!
disini kita kasih HUJJAH yg SHOHIH buat jokam LDII
seperti juga para jokam itu di kasih makanan basi terus oleh IMAM2 mrk dan pengurus,
mrk bilang inilah makanan yg paling enak dan bergizi tinggi padahal makanan itu merusak kesehatan,menggangu pencernaan,mendatangkan penyakit.
makanan BASI itu;
MANGKUL,QHJ pemahaman madigol,IJTIHAD IMAM2 MEREKA
disini kita kasih tahu lagi ada makanan yang benar2 bergizi tinggi,menguatkan,menyehatkan badan sesuai saran ahli gizi dan dokter semoga saja mereka mau menerima hal yg lebih baik buat kehidupan dunia akhirat PARA JOKAM

Anonim mengatakan...

To " JOKAM YANG KERAS KEPALA "

"Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyari'atkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah?" [asy Syura/42:21]

"Mereka menjadikan orang-orang 'alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan". [at Taubah/9:31]

"Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung". [an Nahl/16:116].

Anonim mengatakan...

pengen percaya sama Aziz dan Kholil, tapi susah rasanya... :)

mereka gak bisa menjawab tuduhan secara ilmiah dari arah tuduhannya, pasti jawabannya disimpangkan slalu.

iwan nice mengatakan...

SY BERTERIMAKASIH PADA ISTY JUNANDAR YANG TELAH MENDEPAK SAYA DARI FRIENDLIST-NYA DI FACEBOOK,

SEKEDAR TITIP BUAT TEMENNYA YG BERNAMA MONOZT,

DIBAWAH INILAH LANDASAN YG DIPAKE, TIDAK ADA PERMAINAN LOGIKA DISINI, KARENA SYAREAT ISLAM SUDAH SANGAT JELAS!!

iwan nice mengatakan...

Tarikh ath-Thabari, 4/561-562.

Ketika Ali ra. hendak mengirim utusan kepada Mu’awiyah untuk mengajak beliau berbaiat kepadanya, Jarir bin Abdillah berkata, “Aku bersedia berangkat menemuinya wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya hubungan-ku dengannya sangat dekat. Aku akan mengambil bai’at darinya untukmu.” Al-Asytar menimpali, “Jangan utus dia wahai Amirul Mukminin, aku khawatir hawa nafsunya akan mengiringi dirinya.” Ali ra. berkata, “Biarkanlah ia.” Ali ra. mengutus Jarir dengan membawa surat kepada Mu’awiyah, isinya pemberitahuan tentang kesepakatan kaum Muhajirin dan Anshar membai’at beliau. Kemudian menceritakan kepadanya tentang peristiwa peperangan Jamal sertamengajaknya bergabung bersama kaum muslimin lainnya.

Ketika Jarir sampai di hadapan Mu’awiyah, ia menyerahkan surat Ali ra. kepadanya. Mu’awiyah memanggil Amru bin al-’Ash dan tokoh-tokoh negeri Syam untuk bermusyawarah. Mereka menolak berbai’at kepada Ali ra. hingga para pembunuh Utsman ra. diqishash atau Ali ra. menyerahkan kepada mereka para pembunuh Utsman ra. tersebut. Jika ia tidak memenuhi permintaan ini maka mereka akan memerangi beliau dan menolak berbai’at kepada beliau hingga mereka berhasil menghabisi seluruh pembunuh Utsman ra. tanpa sisa. Maka Jarir pun pulang menemui Ali ra. dan menceritakan hasil keputusan penduduk Syam.”

Ali bin Abi Thalib ra. kemudian mempersiapkan pasukan untuk menduduki Syam, tempat Muawiyah berkuasa.

===

adalah hikmah dari riwayat ini bahwa seorang amir/sulthon mempunyai kekuasaan & kekuatan untuk memerangi orang yang tidak mentaatinya

Anonim mengatakan...

Nasehat Untuk Para Penjual Rokok
Apabila telah jelas bahwasanya merokok itu adalah haram dengan dalil-dalil yang telah diterangkan di atas, maka sesungguhnya menjualnya juga haram, karena jika Allah mengharamkan sesuatu, maka haram juga harganya (penjualannya), karena penjualannya merupakan saling membantu dalam perbuatan dosa. Allah Ta;ala berfirman yang artinya :
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan janganlah tolong-menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran” (QS. Al-Ma’idah:2)

Ketahuilah bahwasanya harta yang halal walaupun sedikit itu lebih baik daripada harta yang banyak tetapi didapat dengan cara yang haram (spt menjual rokok). Allah Ta’ala berfirman yang artinya :
“Katakanlah: tidak sama yang buruk dengan yang baik, meskipun banyaknya yang buruk itu menarik hatimu“. (QS. Al-Maidah:100)

Fatwa Syaikh Bin Bazz Rahimahullah Tentang Hukum Rokok dan Hukum Penjualan-nya

Pertanyaan:
Hukum merokok apakah haram atau makruh? Dan bagaimana hukum penjualan-nya?

Jawaban:
Rokok haram, karena rokok sesuatu yang buruk yang mengandung bahaya-bahaya yang banyak sekali, dan sesungguhnya Allah Ta’ala memubahkan untuk hamba-Nya sesuatu yang baik-baik dari makanan dan minuman-minuman dan yang lainnya, dan mengharamkan kepada mereka yang buruk-buruk, Allah Ta’ala berfirman yang artinya:

Artinya:
“Mereka menanyakan kepadamu apa yang dihalalkan bagi mereka? Katakanlah: dihalalkan bagi kalian yang baik-baik“. (QS. Al-Maidah:4)

Dan Allah Ta’ala berfirman tentang sifat Nabi-Nya Muhammad - Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam - di dalam surat Al-A’raaf yang artinya:
“Yang memerintahkan mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk“. (QS. Al-A’raaf:157

Anonim mengatakan...

Benar sekali komen di atas, kami punya asad, persinas, bolopendem, tingggal disenjatai lalu perintah imam, mk kami segera melaksanakannya!

Bukankah ini termasuk salah satu ciri hizbi?
Naudzubillahi min dzalik.

Anonim mengatakan...

kepada Bpk IMAM Abdul Aziz Sulton Aulia... segera Fatwakan/Ijtihadkan bagi warga Jamaah yang berdagang rokok seperti Fatwanya Ulama Ahlussunnah Syeh bin Baz rohimahullh diatas,berani gak pak IMAM? kan sekarang sudah punya ULAMA jebolan HAROMAIN (KOLIL dan AZIZ)kalo kolil dan aziz tidak khiyanat atas ilmumuya pastilah mendukung apa yang di fatwakan kibarul ULAMA haromain tersebut yang notabene seniornya guru2nya kolil aziz.

Anonim mengatakan...

Kata pak Aziz, Jamaah sengaja yidak menggunakan istilah2 yg biasa di pakai Ulama seperti: Tauhid, Fikih, Nahu sorof dll, karena istilah iti banyak di pakai oleh orang luar ldii yg katanya ahli bidah.!

iya deh..mendingan pake istilah/praktek Nasrani aj sekalian seperti persenan (perpuluhan dalam katolik). aw..aw...

Anonim mengatakan...

Kata pak Aziz, Jamaah sengaja yidak menggunakan istilah2 yg biasa di pakai Ulama seperti: Tauhid, Fikih, Nahu sorof dll, karena istilah iti banyak di pakai oleh orang luar ldii yg katanya ahli bidah.!

iya deh..mendingan pake istilah/praktek Nasrani aj sekalian seperti persenan (perpuluhan dalam katolik, Surat tobat, dll.

aw..aw...!!!

Anonim mengatakan...

setelah di edarkanya/postingnya rekaman2 ceramah kolil aziz dan fatwa syeh bazmul kok kawan2 dari JAMAAh/jokam/354/LDII gak ada yang nongol komentar yaach... ya kali aja sedang introspeksi diri,tafakur atas kesalahan2 selama ini yang diyakininya dan segera ruju' ilal haq meninggalkan akidah dan manhaj syiah dan khawarij gaya baru (jamaah LDII) atau jangan2 karena sudah ketahuan semua kesesatanya sehingga menahan diri semua dan menyusun makar2 berikutnya tapi saya husnudzon aja bahwa mereka sedang berbenah diri dan akan kembali pada manhaj yang haq yakni manhaj ahlussunnah waljamaah...semoga!

Anonim mengatakan...

dari cara aziz dan kholil berceramah , ternyata mereka bukan hanya khianat.....tapi stupid

Anonim mengatakan...

AZIZ rupanya masih mempertahankan dan mempertuhankan Nurhasan Madigol,mau bukti coba dengar kembali rekaman dialog aziz,dorrohim dan ust dzulqurnain,aziz berkali-kali menyebutkan "MABDA" yakni awal perjuangan/pendirianya jamaah nurhasan ini sudah benar/sudah memenuhi setandart dakwah ahlussunnah waljamaah.
ayo kita coba urai pernyataan aziz tentang MABDA dakwah Nurhasan ini, sudah benarkah? atau ini pernyataan yang bathil!
1.Nurhasan memulai perjuangan dakwahnya tahun 1941 setelah kepulanganya dari mukim di mekah,karena Nurhasan mempunyai keyakinan bahwa orang islam indonesia ini ternyata jahiliyah semua,hidupnya haram/tidak halal dan ilmunya hasil mencuri karena tidak mankul,musnad mutasil kalo mati matinya juga mati jahiliyah/kafir karena tidak adanya baiat kepada imam yang setelah di angkatnya seorang imam melalui baeat maka di sebutlah sebagai jamaah,maka tahun 1941 saat itu juga Nurhasan di baiat oleh 3 orang karena untuk memenuhi keyakinanya sebagaimana tersebut diatas, inilah "MABDA" perjuangan/pendirian jamaah Nurhasan,pertanyaanya;apakah ada seorang pun dari ulama ahlussunnah yang dalam dakwahnya mempunyai i'tiqod seperti Nurhasan dan di baiat...?
2.AZIZ mengatakan Nurhasan adalah bukan IMAM UDZMA/KHOLIFAH (karena kalau gelar ini di sandangnya maka ini pastilah bathil) tetapi Nurhasan hanyalah IMAM DAKWAH,bukankah pernyatan ini menyelisihi keyakinan dan praktek Nurhasan pada poin pertama?
wahai AZIZ... saat kau memberikan pernyataan ini apakah kau sedang mengigau,kau gak sadar bahwa yang kau ajak bicara adalah sama2 berguru di ma'had haromain dengan guru yang sama manhaj dan akidah yang sama?...atau memang kau masih juga mengamalkan akidah syiah (TAQIYAH) dan akidah KHAWARIJ (TAKFIRI)dalam istilah JAMAAH LDII disebut fatonah bitonah budi luhur.

Anonim mengatakan...

Jumlah Khutbah dalam Shalat 'Ied
Ahad, 31 Agustus 2008 - 10:17:23 :: kategori Fiqh
Penulis: Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Al-Makassari
.: :.
Apa praktek khutbah Id sama dengan praktek khutbah Jum’at atau tidak?
Zalmi
085223xxxxxx

Bismillah.
Permasalahan ini diperselisihkan oleh ulama. Pendapat yang benar adalah pendapat yang mengatakan bahwa khutbah Id hanya satu khutbah. Dan ini adalah pendapat Asy-Syaikh Al-’Utsaimin dan guru besar kami Asy-Syaikh Muqbil rahimahumallah. Hal ini berdasarkan dzahir (yang terpahami secara langsung) dari hadits yang shahih dalam permasalahan ini, seperti hadits Ibnu ‘Umar radhiallahu ‘anhuma:

كَانَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ يُصَلُّوْنَ الْعِيْدَيْنِ قَبْلَ الْخُطْبَةِ

“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Bakr, ‘Umar, dan ‘Utsman radhiallahu ‘anhum melaksanakan shalat Id sebelum khutbah.” (Muttafaq ‘alaih)
Dan yang lebih jelas lagi adalah hadits Jabir bin Abdullah radhiallahu ‘anhuma, dia berkata:

شَهِدْتُ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الصَّلاَةَ يَوْمَ الْعِيْدِ فَبَدَأَ بِالصَّلاَةِ قَبْلَ الْخُطْبَةِ بِغَيْرِ أَذَانٍ وَلاَ إِقَامَةٍ، ثُمَّ قَامَ مُتَوَكِّئًا عَلىَ بِلاَلٍ فَأَمَرَ بِتَقْوَى اللهِ وَحَثَّ عَلىَ طَاعَتِهِ وَوَعَظَ النَّاسَ وَذَكَّرَهُمْ، ثُمَّ مَضَى حَتَّى أَتَى النِّسَاءَ فَوَعَظَهُنَّ وَذَكَّرَهُنَّ - الحديث

“Aku menyaksikan shalat Id pada hari ‘Ied bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka beliau memulai dengan shalat sebelum khutbah, tanpa adzan dan iqamat. Kemudian (seusai shalat) beliau berdiri bersandar pada Bilal radhiallahu ‘anhu (berkhutbah) memerintahkan untuk bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan menganjurkan kepada ketaatan, menasehati para shahabat dan memberi peringatan kepada mereka. Kemudian beliau mendatangi shaf para wanita, menasehati, dan memberi mereka peringatan.” (HR. Muslim)
Asy-Syaikh Al-’Utsaimin rahimahullahu berkata: “Barangsiapa mengamati hadits-hadits muttafaq ‘alaih dalam Shahih Al-Bukhari dan Muslim serta yang lainnya, maka akan jelas baginya bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak melakukan khutbah Id kecuali hanya satu khutbah. Hanya saja setelah beliau menyampaikan khutbah pertama, beliau mendatangi shaf para wanita dan menasehati mereka. Jika ini hendak kita jadikan sebagai dalil disyariatkannya dua khutbah, maka ada kemungkinan. Akan tetapi tetap tidak bisa dibenarkan, karena beliau mendatangi shaf wanita dan berkhutbah di hadapan mereka disebabkan salah satu dari dua kemungkinan:

Anonim mengatakan...

lanjutan jumlah sholat...
1. Karena khutbah yang beliau sampaikan tidak terdengar oleh mereka
2. Atau khutbah tersebut terdengar sampai ke tempat mereka, akan tetapi beliau ingin memberikan nasehat-nasehat khusus kepada mereka.” (Asy-Syarhul Mumti’, 5/191-192, cet. Muassasah Asam)
Beliau juga berkata dalam Majmu’ Rasa‘il (16/248): “Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada khutbah Id adalah satu khutbah. Jika seorang (khatib) berkhutbah melalui mikrofon (pengeras suara), maka hendaklah dia mengkhususkan kaum wanita di akhir khutbahnya dengan nasehat tentang mereka. Dan apabila dia berkhutbah tanpa pengeras suara dan para wanita yang hadir tidak mendengar khutbahnya, maka hendaklah dia mendatangi shaf mereka untuk memberi nasehat khusus, didampingi oleh satu atau dua orang.”
Apa yang dikatakan oleh Asy-Syaikh Al-’Utsaimin rahimahullahu bahwa hendaklah dia mendatangi shaf para wanita untuk memberi nasehat khusus... dst, tentunya jika tidak dikhawatirkan adanya mafsadah dan fitnah terhadap diri sang khatib atau para wanita yang hadir atau yang lainnya. Sebagaimana hal ini ditegaskan oleh An-Nawawi dalam Syarh Muslim (6/144) dan Asy-Syaukani dalam Nailul Authar (3/305). Dan kekhawatiran tersebut sangat besar pada kondisi dan keadaan kaum muslimah di negeri ini, yang mana mereka menghadiri Id tanpa memakai hijab yang syar’i. Mereka mengenakan ‘busana-busana muslimah’1 yang menarik perhatian lelaki. Ditambah lagi aroma parfum-parfum mereka yang membangkitkan syahwat. Wajah-wajah mereka penuh polesan make up yang mempesona. Wa ilallahil musytaka (hanya Allah-lah tempat mengadu).
Sesungguhnya ada beberapa hadits yang menunjukkan dua khutbah, tetapi semuanya dha’if (lemah):

Anonim mengatakan...

Lanjutan tentan jumlah ktbah shalat ied...
1. Hadits Jabir radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah ‘Ied dengan berdiri kemudian beliau duduk lalu berdiri kembali (untuk khutbah kedua), diriwayatkan oleh Ibnu Majah dalam Sunan-nya (1289). Namun pendalilan ini tertolak, karena haditsnya lemah. Dalam sanadnya terdapat perawi yang dha’if bernama Isma’il bin Muslim Al-Makki. Bahkan hadits ini dihukumi mungkar oleh Al-Albani dalam Dha’if Ibnu Majah. Karena riwayat yang benar dari hadits tersebut adalah bahwa itu pada khutbah Jum’at.
2. Hadits Sa’d bin Abi Waqqash, diriwayatkan oleh Al-Bazzar. Hadits ini sangat dha’if, karena dalam sanadnya terdapat perawi yang sangat dha’if bernama Abdullah bin Syabib, syaikh (guru) Al-Bazzar. Lihat Tamamul Minnah (348).
3. Hadits ‘Ubaidullah bin Abdillah bin ‘Utbah rahimahullahu, diriwayatkan oleh Asy-Syafi’i dalam Al-Umm (1/272). Hadits ini juga sangat lemah, karena syaikh Asy-Syafi’i yang bernama Ibrahim bin Muhammad bin Abi Yahya Al-Aslami matruk (ditinggalkan haditsnya karena tertuduh sebagai pendusta). Juga ‘Ubaidullah bin Abdillah bin ‘Utbah seorang tabi’in, sehingga terputus sanadnya antara dia dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Berarti hadits ini mursal dha’if.
Jadi hadits-hadits di atas tidak bisa dijadikan dalil untuk mengatakan bahwa khutbah ‘Ied adalah dua khutbah. Demikian pula, tidak benar berdalil meng-qiyas-kan (menyamakan) dengan khutbah Jum’at, karena bertentangan dengan dzahir hadits-hadits yang shahih sebagaimana telah diterangkan di awal pembahasan.
Wallahu a’lam bish-shawab.

1 Menurut istilah mereka, sebagai hasil bisikan setan untuk memperdaya putri-putri Adam ‘alaihissalam.(Dikutip dari tulisan Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Al-Makassari. Judul asli "Jumlah Khutbah dalam Shalat 'Ied". Url sumber http://www.asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&id_online=376)

Imam Kelompok yang Ruju mengatakan...

"Ruju Kepada Kebenaran adalah Ciri Ahlus Sunnah"

Kepada Saudara2ku Jamaah LDII Ruju'lah ke Manhaj Ahlussunnah/As Salafiyah Tinggalkan Ta azzub Hizbiyah Madigoliyah...Segera....segera...segera...

Dakwah Salafiyyah sejak dulu tidak pernah terikat dengan pribadi manapun kecuali Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassallam. Dakwah Salafiyyah juga tidak pernah terikat dengan organisasi apapun. Dakwah ini hanya terikat dengan Al Quran dan As Sunnah di atas pemahaman para shahabat radiyallahu 'anhum dan seluruh Salafus Shalih yang dibawa para Ulama Ahlus Sunnah.

Pengikut dakwah Salaf Ahlussunnah wal Jamaah adalah orang-orang yang paling bersemangat untuk mengkaji ilmu dan mengamalkannya di atas sumber-sumber tersebut. Karena itu, mereka senantiasa berjalan di atas ilmu dan bimbingan para ulama.

Namun para Salafiyyun (pengikut dakwah Salafiyah) bukanlah orang-orang yang ma'shum yang terbebas dari kesalahan. Mereka sangat mungkin untuk tergelincir dalam berbagai kesalahan dan penyimpangan Dan sebagai realisasi dari sikap tunduk mereka di hadapan kebenaran, setiap terjadi penyimpangan dari jalan yang lurus atau penentangan terhadap ulama, segeralah mereka saling mengingatkan dan meluruskannya. Sehingga kritik, koreksi, teguran,
atau bantahan ilmiah adalah sesuatu yang sangat wajar dalam sejarah
perjalanan dakwah ini. Sebaliknya sikap taqlid, membebek dan ikut-ikutan sama sekali tidak dikenal oleh Ahlussunnah dan Salafiyyun.

Hidupnya budaya kritik ilmiah akan memperlihatkan siapa yang benar-benar berdiri sebagai Ahlussunnah dan siapa yang hanya ikut-ikutan. Bagi mereka yang menolak kritik dan tidak mau rujuk pada kebenaran, maka mereka adalah pengikut hawa nafsu atau ahlul ahwa. Bagi Ahlus Sunnah, teguran dan kritik akan segera membawanya kembali kepada Al Haq. Sedangkan pengikut hawa nafsu,
mereka akan menentang ilmu dan nasehat ulama dengan berbagai alasan. Mereka berani menarik-narik makna ayat dan hadits agar mencocoki hawa nafsu, bahkan berani mencela para ulama agar ditolak fatwanya.
Wahai Kolil dan Aziz...Kalian akan kah menjadi pengikut Hawa Nafsu? atau segera serukan Ruju' Ilal Haq ila Manhaji Salaf Ahlussunnah waljamaah.

hasan mengatakan...

Haramnya Musik dan Lagu
[Print View] [kirim ke Teman2 Jokam yang Gila Dangdutan di sela2 Asrama]

Kontroversi tentang musik seakan tak pernah berakhir. Baik yang pro maupun kontra masing-masing menggunakan dalil. Namun bagaimana para sahabat, tabi’in, dan ulama salaf memandang serta mendudukkan perkara ini? Sudah saatnya kita mengakhiri kontroversi ini dengan merujuk kepada mereka.

Musik dan nyanyian, merupakan suatu media yang dijadikan sebagai alat penghibur oleh hampir setiap kalangan di zaman kita sekarang ini. Hampir tidak kita dapati satu ruang pun yang kosong dari musik dan nyanyian. Baik di rumah, di kantor, di warung dan toko-toko, di bus, angkutan kota ataupun mobil pribadi, di tempat-tempat umum, serta rumah sakit. Bahkan di sebagian tempat yang dikenal sebagai sebaik-baik tempat di muka bumi, yaitu masjid, juga tak luput dari pengaruh musik.
Merebaknya musik dan lagu ini disebabkan banyak dari kaum muslimin tidak mengerti dan tidak mengetahui hukumnya dalam pandangan Al-Qur`an dan As-Sunnah. Mereka menganggapnya sebagai sesuatu yang mubah, halal, bahkan menjadi konsumsi setiap kali mereka membutuhkannya. Jika ada yang menasihati mereka dan mengatakan bahwa musik itu hukumnya haram, serta merta diapun dituduh dengan berbagai macam tuduhan: sesat, agama baru, ekstrem, dan segudang tuduhan lainnya.
Namun bukan berarti, tatkala seseorang mendapat kecaman dari berbagai pihak karena menyuarakan kebenaran, lantas menjadikan dia bungkam. Kebenaran harus disuarakan, kebatilan harus ditampakkan. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
لاَ يَمْنَعَنَّ أَحَدَكُمْ هَيْبَةُ النَّاسِ أَنْ يَقُولَ في حَقٍّ إِذَا رَآهُ أَوْ شَهِدَهُ أَوْ سَمِعَهُ
“Janganlah rasa segan salah seorang kalian kepada manusia, menghalanginya untuk mengucapkan kebenaran jika melihatnya, menyaksikannya, atau mendengarnya.” (HR. Ahmad, 3/50, At-Tirmidzi, no. 2191, Ibnu Majah no. 4007. Dishahihkan oleh Al-Albani rahimahullahu dalam Silsilah Ash-Shahihah, 1/322)
Terlebih lagi, jika permasalahan yang sebenarnya dalam timbangan Al-Qur`an dan As-Sunnah adalah perkara yang telah jelas. Hanya saja semakin terkaburkan karena ada orang yang dianggap sebagai tokoh Islam berpendapat bahwa hal itu boleh-boleh saja, serta menganggapnya halal untuk dikonsumsi kaum muslimin. Di antara mereka, adalah Yusuf Al-Qaradhawi dalam kitabnya Al-Halal wal Haram, Muhammad Abu Zahrah, Muhammad Al-Ghazali Al-Mishri, dan yang lainnya dari kalangan rasionalis. Mereka menjadikan kesalahan Ibnu Hazm rahimahullahu sebagai tameng untuk membenarkan penyimpangan tersebut.
Oleh karenanya, berikut ini kami akan menjelaskan tentang hukum musik, lagu dan nasyid, berdasarkan Al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, serta perkataan para ulama salaf.

hasan mengatakan...

Lanjutan Haramnya Musik...
Definisi Musik
Musik dalam bahasa Arab disebut ma’azif, yang berasal dari kata ‘azafa yang berarti berpaling. Kalau dikatakan: Si fulan berazaf dari sesuatu, maknanya adalah berpaling dari sesuatu. Jika dikatakan laki-laki yang ‘azuf dari yang melalaikan, artinya yang berpaling darinya. Bila dikatakan laki-laki yang ‘azuf dari para wanita artinya adalah yang tidak senang kepada mereka.
Ma’azif adalah jamak dari mi’zaf (مِعْزَفٌ), dan disebut juga ‘azfun (عَزْفٌ). Mi’zaf adalah sejenis alat musik yang dipakai oleh penduduk Yaman dan selainnya, terbuat dari kayu dan dijadikan sebagai alat musik. Al-‘Azif adalah orang yang bermain dengannya.
Al-Laits rahimahullahu berkata: “Al-ma’azif adalah alat-alat musik yang dipukul.” Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu berkata: “Al-ma’azif adalah alat-alat musik.” Al-Qurthubi rahimahullahu meriwayatkan dari Al-Jauhari bahwa al-ma’azif adalah nyanyian. Yang terdapat dalam Shihah-nya bahwa yang dimaksud adalah alat-alat musik. Ada pula yang mengatakan maknanya adalah suara-suara yang melalaikan. Ad-Dimyathi berkata: “Al-ma’azif adalah genderang dan yang lainnya berupa sesuatu yang dipukul.” (lihat Tahdzib Al-Lughah, 2/86, Mukhtarush Shihah, hal. 181, Fathul Bari, 10/57)
Al-Imam Adz-Dzahabi rahimahullahu berkata: “Al-ma’azif adalah nama bagi setiap alat musik yang dimainkan, seperti seruling, gitar, dan klarinet (sejenis seruling), serta simba.” (Siyar A’lam An-Nubala`, 21/158)
Ibnul Qayyim rahimahullahu berkata bahwa al-ma’azif adalah seluruh jenis alat musik, dan tidak ada perselisihan ahli bahasa dalam hal ini. (Ighatsatul Lahafan, 1/260-261)

hasan mengatakan...

Lanjutan Haramnya Musik...
Mengenal Macam-Macam Alat Musik
Alat-alat musik banyak macamnya. Namun dapat kita klasifikasi alat-alat tersebut ke dalam empat kelompok:
Pertama: Alat-alat musik yang diketuk atau dipukul (perkusi).
Yaitu jenis alat musik yang mengeluarkan suara saat digoncangkan, atau dipukul dengan alat tabuh tertentu, (misal: semacam palu pada gamelan, ed.), tongkat (stik), tangan kosong, atau dengan menggesekkan sebagiannya kepada sebagian lainnya, serta yang lainnya. Alat musik jenis ini memiliki beragam bentuk, di antaranya seperti: gendang, kubah (gendang yang mirip seperti jam pasir), drum, mariba, dan yang lainnya.
Kedua: Alat musik yang ditiup.
Yaitu alat yang dapat mengeluarkan suara dengan cara ditiup padanya atau pada sebagiannya, baik peniupan tersebut pada lubang, selembar bulu, atau yang lainnya. Termasuk jenis ini adalah alat yang mengeluarkan bunyi yang berirama dengan memainkan jari-jemari pada bagian lubangnya. Jenis ini juga beraneka ragam, di antaranya seperti qanun dan qitsar (sejenis seruling).
Ketiga: Alat musik yang dipetik.
Yaitu alat musik yang menimbulkan suara dengan adanya gerakan berulang atau bergetar (resonansi), atau yang semisalnya. Lalu mengeluarkan bunyi saat dawai/senar dipetik dengan kekuatan tertentu menggunakan jari-jemari. Terjadi juga perbedaan irama yang muncul tergantung kerasnya petikan, dan cepat atau lambatnya gerakan/getaran yang terjadi. Di antaranya seperti gitar, kecapi, dan yang lainnya.
Keempat: Alat musik otomatis.
Yaitu alat musik yang mengeluarkan bunyi musik dan irama dari jenis alat elektronik tertentu, baik dengan cara langsung mengeluarkan irama, atau dengan cara merekam dan menyimpannya dalam program yang telah tersedia, dalam bentuk kaset, CD, atau yang semisalnya. (Lihat risalah Hukmu ‘Azfil Musiqa wa Sama’iha, oleh Dr. Sa’d bin Mathar Al-‘Utaibi)

hasan mengatakan...

Dalil-Dalil tentang Haramnya Musik dan Lagu
Dalil dari Al-Qur`an Al-Karim
1. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ
“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh adzab yang menghinakan.” (Luqman: 6)
Ayat Allah Subhanahu wa Ta'ala ini telah ditafsirkan oleh para ulama salaf bahwa yang dimaksud adalah nyanyian dan yang semisalnya. Di antara yang menafsirkan ayat dengan tafsir ini adalah:
 Abdullah bin ‘Abbas c, beliau mengatakan tentang ayat ini: “Ayat ini turun berkenaan tentang nyanyian dan yang semisalnya.” (Diriwayatkan Al-Imam Al-Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad (no. 1265), Ibnu Abi Syaibah (6/310), Ibnu Jarir dalam tafsirnya (21/40), Ibnu Abid Dunya dalam Dzammul Malahi, Al-Baihaqi (10/221, 223), dan dishahihkan Al-Albani dalam kitabnya Tahrim Alat Ath-Tharb (hal. 142-143)).
 Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu 'anhu, tatkala beliau ditanya tentang ayat ini, beliau menjawab: “Itu adalah nyanyian, demi Allah yang tiada Ilah yang haq disembah kecuali Dia.” Beliau mengulangi ucapannya tiga kali. (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dalam tafsirnya, Ibnu Abi Syaibah, Al-Hakim (2/411), dan yang lainnya. Al-Hakim mengatakan: “Sanadnya shahih,” dan disetujui Adz-Dzahabi. Juga dishahihkan oleh Al-Albani, lihat kitab Tahrim Alat Ath-Tharb hal. 143)
 ‘Ikrimah rahimahullahu. Syu’aib bin Yasar berkata: “Aku bertanya kepada ‘Ikrimah tentang makna (lahwul hadits) dalam ayat tersebut. Maka beliau menjawab: ‘Nyanyian’.” (Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dalam Tarikh-nya (2/2/217), Ibnu Jarir dalam tafsirnya, dan yang lainnya. Dihasankan Al-Albani dalam At-Tahrim hal. 143).

hasan mengatakan...

Lanjutan dalil haramnya Musik...
 Mujahid bin Jabr rahimahullahu. Beliau mengucapkan seperti apa yang dikatakan oleh ‘Ikrimah. (Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah no. 1167, 1179, Ibnu Jarir, dan Ibnu Abid Dunya dari beberapa jalan yang sebagiannya shahih).
Dan dalam riwayat Ibnu Jarir yang lain, dari jalan Ibnu Juraij, dari Mujahid, tatkala beliau menjelaskan makna al-lahwu dalam ayat tersebut, beliau berkata: “Genderang.” (Al-Albani berkata: Perawi-perawinya tepercaya, maka riwayat ini shahih jika Ibnu Juraij mendengarnya dari Mujahid. Lihat At-Tahrim hal. 144)
 Al-Hasan Al-Bashri t, beliau mengatakan: “Ayat ini turun berkenaan tentang nyanyian dan seruling.”
As-Suyuthi rahimahullahu menyebutkan atsar ini dalam Ad-Durrul Mantsur (5/159) dan menyandarkannya kepada riwayat Ibnu Abi Hatim. Al-Albani berkata: “Aku belum menemukan sanadnya sehingga aku bisa melihatnya.” (At-Tahrim hal. 144)
Oleh karena itu, berkata Al-Wahidi dalam tafsirnya Al-Wasith (3/441): “Kebanyakan ahli tafsir menyebutkan bahwa makna lahwul hadits adalah nyanyian. Ahli ma’ani berkata: ‘Termasuk dalam hal ini adalah semua orang yang memilih hal yang melalaikan, nyanyian, seruling, musik, dan mendahulukannya daripada Al-Qur`an.”
2. Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:
أَفَمِنْ هَذَا الْحَدِيثِ تَعْجَبُونَ. وَتَضْحَكُونَ وَلاَ تَبْكُونَ
ﮛ ﮜ ﮝ ﮞ ﮟ ﮠ ﮡ ﮢ ﮣ ﮤ ﮥ ﮦ
“Maka apakah kalian merasa heran terhadap pemberitaan ini? Dan kalian menertawakan dan tidak menangis? Sedangkan kalian ber-sumud?” (An-Najm: 59-61)

hasan mengatakan...

Para ulama menafsirkan “kalian bersumud” maknanya adalah bernyanyi. Termasuk yang menyebutkan tafsir ini adalah:
 Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhuma. Beliau berkata: “Maknanya adalah nyanyian. Dahulu jika mereka mendengar Al-Qur`an, maka mereka bernyanyi dan bermain-main. Dan ini adalah bahasa penduduk Yaman (dalam riwayat lain: bahasa penduduk Himyar).” (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dalam tafsirnya (27/82), Al-Baihaqi (10/223). Al-Haitsami berkata: “Diriwayatkan oleh Al-Bazzar dan sanadnya shahih.” (Majma’ Az-Zawa`id, 7/116)
 ‘Ikrimah rahimahullahu. Beliau juga berkata: “Yang dimaksud adalah nyanyian, menurut bahasa Himyar.” (Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dan Ibnu Abi Syaibah, 6/121)
Ada pula yang menafsirkan ayat ini dengan makna berpaling, lalai, dan yang semisalnya. Ibnul Qayyim rahimahullahu berkata: “Ini tidaklah bertentangan dengan makna ayat sebagaimana telah disebutkan, bahwa yang dimaksud sumud adalah lalai dan lupa dari sesuatu. Al-Mubarrid mengatakan: ‘Yaitu tersibukkan dari sesuatu bersama mereka.’ Ibnul ‘Anbar mengatakan: ‘As-Samid artinya orang yang lalai, orang yang lupa, orang yang sombong, dan orang yang berdiri.’ Ibnu ‘Abbas c berkata tentang ayat ini: ‘Yaitu kalian menyombongkan diri.’ Adh-Dhahhak berkata: ‘Sombong dan congkak.’ Mujahid berkata: ‘Marah dan berpaling.’ Yang lainnya berkata: ‘Lalai, luput, dan berpaling.’ Maka, nyanyian telah mengumpulkan semua itu dan mengantarkan kepadanya.” (Ighatsatul Lahafan, 1/258)
3. Firman Allah Subhanahu wa Ta'alakepada Iblis:
وَاسْتَفْزِزْ مَنِ اسْتَطَعْتَ مِنْهُمْ بِصَوْتِكَ وَأَجْلِبْ عَلَيْهِمْ بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكْهُمْ فِي اْلأَمْوَالِ وَاْلأَولاَدِ وَعِدْهُمْ وَمَا يَعِدُهُمُ الشَّيْطَانُ إِلاَّ غُرُورًا
“Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan suaramu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka melainkan tipuan belaka.” (Al-Isra`: 64)
Telah diriwayatkan dari sebagian ahli tafsir bahwa yang dimaksud “menghasung siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan suaramu” adalah melalaikan mereka dengan nyanyian. Di antara yang menyebutkan hal tersebut adalah:
 Mujahid rahimahullahu. Beliau berkata tentang makna “dengan suaramu”: “Yaitu melalaikannya dengan nyanyian.” (Tafsir Ath-Thabari)
Sebagian ahli tafsir ada yang menafsirkannya dengan makna ajakan untuk bermaksiat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ibnu Jarir berkata: “Pendapat yang paling benar dalam hal ini adalah bahwa Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengatakan kepada Iblis: ‘Dan hasunglah dari keturunan Adam siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan suaramu,’ dan Dia tidak mengkhususkan dengan suara tertentu. Sehingga setiap suara yang dapat menjadi pendorong kepadanya, kepada amalannya dan taat kepadanya, serta menyelisihi ajakan kepada ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala, maka termasuk dalam makna suara yang Allah Subhanahu wa Ta'ala maksudkan dalam firman-Nya.” (Tafsir Ath-Thabari)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata tatkala menjelaskan ayat ini: “Sekelompok ulama salaf telah menafsirkannya dengan makna ‘suara nyanyian’. Hal itu mencakup suara nyanyian tersebut dan berbagai jenis suara lainnya yang menghalangi pelakunya untuk menjauh dari jalan Allah Subhanahu wa Ta'ala.” (Majmu’ Fatawa, 11/641-642)
Ibnul Qayyim rahimahullahu berkata: “Satu hal yang telah dimaklumi bahwa nyanyian merupakan pendorong terbesar untuk melakukan kemaksiatan.” (Ighatsatul Lahafan, 1/255)

hasan mengatakan...

Dalil-dalil dari As-Sunnah
1. Hadits Abu ‘Amir atau Abu Malik Al-Asy’ari radhiyallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ، وَلَيَنْزِلَنَّ أَقْوَامٌ إِلَى جَنْبِ عَلَمٍ يَرُوحُ عَلَيْهِمْ بِسَارِحَةٍ لَهُمْ يَأْتِيهِمْ يَعْنِي الْفَقِيرَ لِحَاجَةٍ فَيَقُولُوا: ارْجِعْ إِلَيْنَا غَدًا؛ فَيُبَيِّتُهُمْ اللهُ وَيَضَعُ الْعَلَمَ وَيَمْسَخُ آخَرِينَ قِرَدَةً وَخَنَازِيرَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
“Akan muncul di kalangan umatku, kaum-kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan alat-alat musik. Dan akan ada kaum yang menuju puncak gunung kembali bersama ternak mereka, lalu ada orang miskin yang datang kepada mereka meminta satu kebutuhan, lalu mereka mengatakan: ‘Kembalilah kepada kami besok.’ Lalu Allah Subhanahu wa Ta'ala membinasakan mereka di malam hari dan menghancurkan bukit tersebut. Dan Allah mengubah yang lainnya menjadi kera-kera dan babi-babi, hingga hari kiamat.” (HR. Al-Bukhari, 10/5590)
Hadits ini adalah hadits yang shahih. Apa yang Al-Bukhari sebutkan dalam sanad hadits tersebut: “Hisyam bin Ammar berkata...”1 tidaklah memudaratkan kesahihan hadits tersebut. Sebab Al-Imam Al-Bukhari rahimahullahu tidak dikenal sebagai seorang mudallis (yang menggelapkan hadits), sehingga hadits ini dihukumi bersambung sanadnya.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “(Tentang) alat-alat (musik) yang melalaikan, telah shahih apa yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari rahimahullahu dalam Shahih-nya secara ta’liq dengan bentuk pasti (jazm), yang masuk dalam syaratnya.” (Al-Istiqamah, 1/294, Tahrim Alat Ath-Tharb, hal. 39. Lihat pula pembahasan lengkap tentang sanad hadits ini dalam Silsilah Ash-Shahihah, Al-Albani, 1/91)
Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata setelah menyebutkan panjang lebar tentang keshahihan hadits ini dan membantah pendapat yang berusaha melemahkannya: “Maka barangsiapa –setelah penjelasan ini– melemahkan hadits ini, maka dia adalah orang yang sombong dan penentang. Dia termasuk dalam sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam:
لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ مَنْ كَانَ فِي قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ
“Tidak masuk ke dalam surga, orang yang dalam hatinya ada kesombongan walaupun seberat semut.” (HR. Muslim) [At-Tahrim, hal. 39]

hasan mengatakan...

Makna hadits ini adalah akan muncul dari kalangan umat ini yang menganggap halal hal-hal tersebut, padahal itu adalah perkara yang haram. Al-‘Allamah ‘Ali Al-Qari berkata: “Maknanya adalah mereka menganggap perkara-perkara ini sebagai sesuatu yang halal dengan mendatangkan berbagai syubhat dan dalil-dalil yang lemah.” (Mirqatul Mafatih, 5/106)
2. Hadits Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
صَوْتَانِ مَلْعُونَانِ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ: مِزْمَارٌ عِنْدَ نِعْمَةٍ، وَرَنَّةٌ عِنْدَ مُصِيبَةٍ
“Dua suara yang terlaknat di dunia dan akhirat: seruling ketika mendapat nikmat, dan suara (jeritan) ketika musibah.” (HR. Al-Bazzar dalam Musnad-nya, 1/377/755, Adh-Dhiya` Al-Maqdisi dalam Al-Mukhtarah, 6/188/2200, dan dishahihkan oleh Al-Albani berdasarkan penguat-penguat yang ada. Lihat Tahrim Alat Ath-Tharb, hal. 52)
Juga dikuatkan dengan riwayat Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhuma, dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu 'anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّمَا نُهِيْتُ عَنِ النَّوْحِ عَنْ صَوْتَيْنِ أَحْمَقَيْنِ فَاجِرَيْنِ: صَوْتٍ عِنْدَ نَغْمَةِ لَهْوٍ وَلَعِبٍ وَمَزَامِيرِ شَيْطَانٍ، وَصَوْتٍ عِنْدَ مُصِيبَةٍ خَمْشِ وُجُوهٍ وَشَقِّ جُيُوبٍ وَرَنَّةِ شَيْطَانٍ
“Aku hanya dilarang dari meratap, dari dua suara yang bodoh dan fajir: Suara ketika dendangan yang melalaikan dan permainan, seruling-seruling setan, dan suara ketika musibah, mencakar wajah, merobek baju dan suara setan.” (HR. Al-Hakim, 4/40, Al-Baihaqi, 4/69, dan yang lainnya. Juga diriwayatkan At-Tirmidzi secara ringkas, no. 1005)
An-Nawawi rahimahullahu berkata tentang makna ‘suara setan’: “Yang dimaksud adalah nyanyian dan seruling.” (Tuhfatul Ahwadzi, 4/75)

hasan mengatakan...

3. Hadits Abdullah bin ‘Abbas c, dia berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda:
إِنَّ اللهَ حَرَّمَ عَلَيَّ -أَوْ حُرِّمَ الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْكُوبَةُ. قَالَ: وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ
“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengharamkan atasku –atau– diharamkan khamr, judi, dan al-kubah. Dan setiap yang memabukkan itu haram.” (HR. Abu Dawud no. 3696, Ahmad, 1/274, Al-Baihaqi, 10/221, Abu Ya’la dalam Musnad-nya no. 2729, dan yang lainnya. Dishahihkan oleh Ahmad Syakir dan Al-Albani, lihat At-Tahrim hal. 56).
Kata al-kubah telah ditafsirkan oleh perawi hadits ini yang bernama ‘Ali bin Badzimah, bahwa yang dimaksud adalah gendang. (lihat riwayat Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Kabir, no. 12598)
4. Hadits Abdullah bin ‘Amr bin Al-‘Ash c, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ حَرَّمَ الْخَمْرَ وَالْمَيْسِرَ وَالْكُوبَةَ وَالْغُبَيْرَاءَ، وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ
“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala mengharamkan khamr, judi, al-kubah (gendang), dan al-ghubaira` (khamr yang terbuat dari bahan jagung), dan setiap yang memabukkan itu haram.” (HR. Abu Dawud no. 3685, Ahmad, 2/158, Al-Baihaqi, 10/221-222, dan yang lainnya. Hadits ini dihasankan Al-Albani dalam Tahrim Alat Ath-Tharb hal. 58)

hasan mengatakan...

Atsar dari Ulama Salaf
1. Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu 'anhu berkata:
الْغِنَاءُ يُنْبِتُ النِّفَاقَ فِي الْقَلْبِ
“Nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati.” (Diriwayatkan Ibnu Abid Dunya dalam Dzammul Malahi, 4/2, Al-Baihaqi dari jalannya, 10/223, dan Syu’abul Iman, 4/5098-5099. Dishahihkan Al-Albani dalam At-Tahrim hal. 10. Diriwayatkan juga secara marfu’, namun sanadnya lemah)
2. Ishaq bin Thabba` rahimahullahu berkata: Aku bertanya kepada Malik bin Anas rahimahullahu tentang sebagian penduduk Madinah yang membolehkan nyanyian. Maka beliau mejawab: “Sesungguhnya menurut kami, orang-orang yang melakukannya adalah orang yang fasiq.” (Diriwayatkan Abu Bakr Al-Khallal dalam Al-Amru bil Ma’ruf: 32, dan Ibnul Jauzi dalam Talbis Iblis hal. 244, dengan sanad yang shahih)
Beliau juga ditanya: “Orang yang memukul genderang dan berseruling, lalu dia mendengarnya dan merasakan kenikmatan, baik di jalan atau di majelis?”
Beliau menjawab: “Hendaklah dia berdiri (meninggalkan majelis) jika ia merasa enak dengannya, kecuali jika ia duduk karena ada satu kebutuhan, atau dia tidak bisa berdiri. Adapun kalau di jalan, maka hendaklah dia mundur atau maju (hingga tidak mendengarnya).” (Al-Jami’, Al-Qairawani, 262)
3. Al-Imam Al-Auza’i rahimahullahu berkata: ‘Umar bin Abdil ‘Aziz rahimahullahu menulis sebuah surat kepada ‘Umar bin Walid yang isinya: “... Dan engkau yang menyebarkan alat musik dan seruling, (itu) adalah perbuatan bid’ah dalam Islam.” (Diriwayatkan An-Nasa`i, 2/178, Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah, 5/270. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim hal. 120)
4. ‘Amr bin Syarahil Asy-Sya’bi rahimahullahu berkata: “Sesungguhnya nyanyian itu menimbulkan kemunafikan dalam hati, seperti air yang menumbuhkan tanaman. Dan sesungguhnya berdzikir menumbuhkan iman seperti air yang menumbuhkan tanaman.” (Diriwayatkan Ibnu Nashr dalam Ta’zhim Qadr Ash-Shalah, 2/636. Dihasankan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim, hal. 148)
Diriwayatkan pula oleh Ibnu Abid Dunya (45), dari Al-Qasim bin Salman, dari Asy-Sya’bi, dia berkata: “Semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala melaknat biduan dan biduanita.” (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam At-Tahrim hal. 13)

hasan mengatakan...

lnjutan Atsar Ulama Salaf tentang Musik...
5. Ibrahim bin Al-Mundzir rahimahullahu –seorang tsiqah (tepercaya) yang berasal dari Madinah, salah seorang guru Al-Imam Al-Bukhari t– ditanya: “Apakah engkau membolehkan nyanyian?” Beliau menjawab: “Aku berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Tidak ada yang melakukannya menurut kami kecuali orang-orang fasiq.” (Diriwayatkan Al-Khallal dengan sanad yang shahih, lihat At-Tahrim hal. 100)
6. Ibnul Jauzi rahimahullahu berkata: “Para tokoh dari murid-murid Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullahu mengingkari nyanyian. Para pendahulu mereka, tidak diketahui ada perselisihan di antara mereka. Sementara para pembesar orang-orang belakangan, juga mengingkari hal tersebut. Di antara mereka adalah Abuth Thayyib Ath-Thabari, yang memiliki kitab yang dikarang khusus tentang tercela dan terlarangnya nyanyian.
Lalu beliau berkata: “Ini adalah ucapan para ulama Syafi’iyyah dan orang yang taat di antara mereka. Sesungguhnya yang memberi keringanan dalam hal tersebut dari mereka adalah orang-orang yang sedikit ilmunya serta didominasi oleh hawa nafsunya. Para fuqaha dari sahabat kami (para pengikut mazhab Hambali) menyatakan: ‘Tidak diterima persaksian seorang biduan dan para penari.’ Wallahul muwaffiq.” (Talbis Iblis, hal. 283-284)
7. Ibnu Abdil Barr rahimahullahu berkata: “Termasuk hasil usaha yang disepakati keharamannya adalah riba, upah para pelacur, sogokan (suap), mengambil upah atas meratapi (mayit), nyanyian, perdukunan, mengaku mengetahui perkara gaib dan berita langit, hasil seruling dan segala permainan batil.” (Al-Kafi hal. 191)
8. Ath-Thabari rahimahullahu berkata: “Telah sepakat para ulama di berbagai negeri tentang dibenci dan terlarangnya nyanyian.” (Tafsir Al-Qurthubi, 14/56)
9. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullahu berkata: “Mazhab empat imam menyatakan bahwa alat-alat musik semuanya haram.” Lalu beliau menyebutkan hadits riwayat Al-Bukhari rahimahullahu di atas. (Majmu’ Fatawa, 11/576)
Masih banyak lagi pernyataan para ulama yang menjelaskan tentang haramnya musik beserta nyanyian. Semoga apa yang kami sebutkan ini sudah cukup menjelaskan perkara ini.
Wallahu a’lam.

1 Yang mengesankan ada keterputusan sanad antara beliau dengan Hisyam, dan tidak mengatakan dengan tegas misalnya: “Telah mengabarkan kepadaku.”

ABDULAZIZ mengatakan...

BISMILLAH
ASSALAMUALAIKUM..
perrrsiapaaan...

cetak cd sebanyak mungkin,
Ulama Muhammad bin Umar Bazmul...

banyak kaum Muslimiin di luar 354 mau mendengar Fatwa Beliau Syaikh.

to. pejuang2 Kitabillah wa Sunnah..
tetap diniati harap Wajah Alloh & terhindar dari neraka Alloh.

Anonim mengatakan...

bener mas Abdul Aziz....banyak sekali orang muslim yang belum tahu mengenai fatwa dari Syaikh Bazmul. termasuk juga dari jamaah 354, insya allah banyak yang belum tahu, bahkan mungkin dari pusat nanti mengeluarkan "open warning"==> larangan membuka blog-blog/ internet/transkrip/ dsb yang berisi ceramah orang luar walopun dari syaikh saudi.

Saya punya usul bagaimana kalau fatwa tersebut di transkripkan (seperti halnya dialog P.Mauludin dg Eko pakubumi,)
kemudian di posting di seluruh blog x jokam, ataupun dimana saja biar semua jamaah 354, dan orang muslim lainnya tahu mengenai ajaran yang dibawa oleh LD**

Anonim mengatakan...

Insya Alloh yang tersisa adalah hanya orang2 yang memiliki "Tendensi Duniawi" hingga akhirnya mereka tinggal saling MELONGO antara sesamanya karena ditinggalkan oleh ru'yahnya.

Sekarang para pembesar2nya akan siap2 "mengamankan aset" lalu mengkambinghitamkan orang lain seraya berkata "ini adalah cobaan"
Aneh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Ingat peristiwa "marioso?"

Anonim mengatakan...

hasan ......nggak usah copy paste gitu donk , cukup sebutkan situsnya saja ....

Anonim mengatakan...

Beberapa hari yang lalu aku kerumah saudara di Villa Cendana , Ciputat - dia banyak cerita kalau kelompok salaf banyak merebut jamaahnya , alhamdulillah semoga demikian adanya ( itu ucapanku di depannya ) dan dia kaget ...

Dia tanya apakah aku orang salaf , maka aku jawab insya Allah semoga Allah membimbingku mengikuti jejak generasi terbaik manusia.

Ternyata manhaj salaf masih banyak diartikan dengan kelompok / hizby atau organisasi .

Aku jelaskan semampuku , dan aku berharap Allah membuka pintu hidayah untuk saudaraku yang masih menetapi islam jamaah untuk segera ruju' kepada manhaj yang lurus yang di rekomendasikan oleh yang berhak atas syariat ini yaitu Allah dan Rasul-Nya.

Anonim mengatakan...

Termasuk aziz ridwan pakubumi juga mengartikan Salaf di Indonesia itu hizbiy, pdhl;
1.Betapa aziz ridwan sudah mengetahui bahwa Salaf itu manhaj bukan kelompok/ hizbiy krn sdh mengikuti kajian dari para Syaikh di Makkah (ini klo betul2 ngaji bukan sembunyi, tanyakan aziz "mabda'nya ke Makkah apa?)
2.Betapa aziz ridwan juga sudah tau kalau Ustadz Dzul itu bermanhaj Salaf (sangat jelas dlm rekaman dialognya)
3.Betapa aziz ridwan juga telah tau kalau semua Islam itu harus bermanhaj Salaf dan sudah dia sampaikan dlm rekaman saat nasehat di Makassar
4.Betapa aziz ridwan juga sudah tau kalau 354 itu Hizbiy (tp lg2 dia beralasan Mabda'nya)

Knp dalam nasehatnya tdk menjelaskan apa itu Manhaj Salaf? Apa itu Hizbiy?
aziz aziz..... jangan kau ganti namamu menjadi Aziz Maghdubi.

Anonim mengatakan...

mungkin karena terbiasa dalam kubangan hizbi, ini sangat berpengaruh dalam pola pikir mereka, sehingga jamaah 354 mikirnya begini:
" kalau KELOMPOK saya saya salah, maka KELOMPOK mana yang benar"

kelompoklah yang dijadikan parameter bagi orang jamaah 354. padahal cukuplah berpegang teguh pada Kitabullah dan sunnah Rasulullah menurut pemahaman generasi terbaik umat ini untuk mewujudkan tauhid maka itulah golongan yang selamat. itulah jamaah muslimin sejati.

sehingga tak mengherankan kalau kita menerima jawaban dari jamaah 354

"siapa imamnya salafy?"
" apa kami harus masuk NU, PKS, HTI, golongan mana yang benar?"
" taun berapa organisasi anu mengadakan beat? kelompok kami tahun 43 udah ngadain beat"

dan banyak sekali jawaban sejenis seperti itu. mereka pikir, kebenaran itu harus masuk dalam kelompok atau golongan tertentu'

ini karena alam pikir mereka dikuasai doktrin hizbi.justru mereka akan merasa aneh kalau al jamaah itu diartikan sebagai konsep manhaj, bukan konsep golongan seperti yang mereka pahami selama ini.mereka juga jadi merasa aneh ketika imamah itu diartikan adalah penguasa muslim yang sah dalam sebuah negeri. mereka sangat ketakutan mennganggap penguasa muslim yang sah disebuah negeri adalah yang berhak pada imamah, jadi mereka lebih suka memilih "merasa" benar dengan konsep imamah ala syiah. dibenak mereka, imamah adalah penentu surga-nerakanya seseorang.

sebagaimana kaum musyrikin mekah juga merasa aneh ketika Rasulullah mendakwahkan bahwa Allah itu satu, Tuhan itu satu dan tidak berbilang.karena dalam alam pikir kaum musyrikin mekkah sudah lazim bahwa tuhan itu ada banyak.

sekarang jamaah 354 itu sedang menghadapi arus revolusi-paradigma, Revolusi alam- pikir. dengan irama cepat atau sedikit demi sedikit, sudah banyak warga jamaah 354 menggeser dari pemikiran usang nurhasan ( old school) ke paradigma baru yang shahih ( new wave) yang dimotori oleh barisan ahlusunnah wal jamaah.kelompok new wave dalam 354, yang saya perhatikan adalah orang-orang yang punya latar belakang (semasa di 354) adalah para pengurus yang gigih membela 354 ( banyak sekali yang hijrah dari 354 justru adalah motor-motornya jokam, seperti mubaligh daerah, ketua generus, ketua muda mudi daerah, pakubumi, imam kelompok,desa dan daerah), yang justru ibadahnya mentiti, sambungnya lancar, fanatik 354,dan juga memuja nurhasan. jadi orang-orang new wave bukanlah orang yang ecek-ecek dalam jokamnya dulu. kaum new wave ini banyak dari barisan muda progresif dan beberapa generasi tua yang jujur dalam melihat syariat

sedangkan kaum kuno (old school) berkarakter sangat membabi buta dalam mengkultuskan nurhasan, keluarga nurhasan, wk 4 dan pakubumi; berjiwa megalomania( terilusi merasa hebat karena menganggap pilihan Tuhan); yakin bahwa disurga nanti isinya adalah wong-wong jokam saja,mutawarinya/wara/wira'i kurang dan cenderung gegabah( karena sudah ada jaminan surga)disatu sisi bisa juga begitu ekstrem dalam beberapa hal (dalam masalah najis, atau frase jamaah surga ngga jamaah nereka-jamaah menurut definisi nurhasan dan kaum 354-) dan semua ilusi itu tetap dipelihara dalam hati mereka.mereka lebih suka menutup mata dan tuli terhadap nasihat karena sebenarnya mereka sangat takut akan begitu terguncang , apa yang mereka begitu yakini selama ini adalah kebenaran, ternyata itu hanyalah kebohongan, khayalan dan penyimpangan serius.
mereka sangat takut itu.kecuali orang-orang pusat, yang pusat takutkan adalah hilangnya arus masuk uang, hilangnya pengikut, hilangnya kekuasaaan dan hilangnya mimpi-mimpi ( ingin mewujudkan kekhalifahan/kerajaan dan kekuasaan dalam arti riil)

Anonim mengatakan...

bagian 1
mungkin karena terbiasa dalam kubangan hizbi, ini sangat berpengaruh dalam pola pikir mereka, sehingga jamaah 354 mikirnya begini:
" kalau KELOMPOK saya saya salah, maka KELOMPOK mana yang benar"

kelompoklah yang dijadikan parameter bagi orang jamaah 354. padahal cukuplah berpegang teguh pada Kitabullah dan sunnah Rasulullah menurut pemahaman generasi terbaik umat ini untuk mewujudkan tauhid maka itulah golongan yang selamat. itulah jamaah muslimin sejati.

sehingga tak mengherankan kalau kita menerima jawaban dari jamaah 354

"siapa imamnya salafy?"
" apa kami harus masuk NU, PKS, HTI, golongan mana yang benar?"
" taun berapa organisasi anu mengadakan beat? kelompok kami tahun 43 udah ngadain beat"

dan banyak sekali jawaban sejenis seperti itu. mereka pikir, kebenaran itu harus masuk dalam kelompok atau golongan tertentu'

ini karena alam pikir mereka dikuasai doktrin hizbi.justru mereka akan merasa aneh kalau al jamaah itu diartikan sebagai konsep manhaj, bukan konsep golongan seperti yang mereka pahami selama ini.mereka juga jadi merasa aneh ketika imamah itu diartikan adalah penguasa muslim yang sah dalam sebuah negeri. mereka sangat ketakutan mennganggap penguasa muslim yang sah disebuah negeri adalah yang berhak pada imamah, jadi mereka lebih suka memilih "merasa" benar dengan konsep imamah ala syiah. dibenak mereka, imamah adalah penentu surga-nerakanya seseorang.

sebagaimana kaum musyrikin mekah juga merasa aneh ketika Rasulullah mendakwahkan bahwa Allah itu satu, Tuhan itu satu dan tidak berbilang.karena dalam alam pikir kaum musyrikin mekkah sudah lazim bahwa tuhan itu ada banyak.

jenggotpalsu mengatakan...

Nurhasan berkata : BARANG SIAPA YANG MASIH MENG ANGAN-ANGANKAN ATAU BERFIKIR BAHWA MASIH ADA DI LUAR JAMAAH KITA INI ADA HARAPAN MASUK SURGA MAKA SEBELUM BERDIRI DARI MAJLIS INI SUNGGUH DIA TELAH KAFIR

ini terlalu menyudutkan bapk almarhum NH,karna setau sya beliau ga pernah ngucapin begitu..mana saksinya...

sudahlah...kembali pada jamaah,ga usah ikut hawa nafsu...saya yakin kalian tau bahwa hanya jamaah yag benar dalam pengkajian

Anonim mengatakan...

om jenggot palsu, trus klo ngga netepi jamaah 354 apa? masuk neraka? ibadahnya ngga sah?

sebenarnya, menetapi jamaah 354 sama sekali tidak mempunyai konsekuensi syariat. tidak ada dosa untuk keluar dari organisasi / kelompok 354
keluar dari jamaah 354 itu bukanlah kemurtad-an om...tidak juga keluar dari 354 itu pasti masuk neraka. justru sebaliknya om, kita harus segera hijrah dari jamaah ini karena kalau kita tetap bertahan dalam jamaah 354 itu sama saja menentang Allah & Rasulullah yaitu larangan berfirqoh (berkelompok dan cerai berai), larangan berhizbi, larangan takfir dll. kalau om jenglot sudah menyelisihi paham 354 tapi masih bercokol di situ sama saja om jenglot menyetujui semua kedurhakaan sistem 354.maapin saya ya om klo ada salah kata

jenggotpalsu mengatakan...

oh iya kalimat "BARANG SIAPA YANG MASIH MENG ANGAN-ANGANKAN ATAU BERFIKIR BAHWA MASIH ADA DI LUAR JAMAAH KITA INI ADA HARAPAN MASUK SURGA MAKA SEBELUM BERDIRI DARI MAJLIS INI SUNGGUH DIA TELAH KAFIR" sering saya dengung2kan sewaktu masih menjadi dai sesat 354 ketika ngajar ingin memantapkan 354....subhanallah betapa bodohnya saya kala itu.ucapan ini sring saya jumpai pada orang2 yang di juluki awwalul mukminin 354 artinya orang yang pernah berjumpa dgn nurhasan...


ya Allah ampunilah aku

Anonim mengatakan...

yang ngaku bahwa hanya di ldii yang berjamaah, hanya di ldii yang ngajinya benar, hanya di ldii yang benar..
ini kurang gaul... tempurungnya belum pecah.

Anonim mengatakan...

Jenglot .....ternyata kamu masih disini rupanya .....

Kok berani benar kamu mendahului KEPUTUSAN ALLAH , dengan menyebut almarhum NH ??? kamu bisa memastikan ampunan Allah atasnya ???
walah.....walah .....kuwalat kamu..

Tapi bener juga ajakanmu untuk kembali ngaji , tapi bukan di majelis mandigol ya ...., ke majelis yang mengajarkan apa-apa yang di jalankan dan disepakati oleh generasi terbaik umat ini .

Buat yang menyatakan nur hasan pernah bicara seperti itu , tolong datangkan bukti , biar manteb gitu loh..

Anonim mengatakan...

om jenglot berkata
udahlah...kembali pada jamaah,ga usah ikut hawa nafsu...saya yakin kalian tau bahwa hanya jamaah yag benar dalam pengkajian

@ waduh si om ini, seperti katak dalam tempurung. cobalah sedikit keluar dari tempurung om, maka om jenglot melihat banyak sekali majelis taklim ahl sunnah yang mengadakan pengkajian quran dan hadis. ustadnya? ya sama om, belajar dari mekkah dan madinah juga, cuma bedanya di pengajian ahlu sunnah wal jamaah kita tidak mendengar kata-kata yang begitu akrab dalam jamaah 354 seperti seruan takfiri dan hizbiyyah,

yuk om, tinggalkan 354. kita ngaji bareng2 di majelis taklim ahlu sunnahwaljamaah. kalo ngga ada transport...pinjem mobil panter daerah aja om..wah keren banget tuh om, menghadiri kajian salaf tapi pake mobil panter daerah hehe, jangan lupa om, ajak juga imam daerah, mubaligh daerah. kenalkan mereka dengan kajian ahl sunnah yang sesungguhnya. saya sendiri sedang proses ajak-ajak mubaligh kelompokku nih om, juga teman-teman waktu di pondok. alhamdulillah loh om teman pondokku sudah banyak yang hijrah. ditunggu hijrahnya loh om...janji ya hehe

Anonim mengatakan...

hehehe .....ternyata pinteran keponakannya dari pada omnya ....

Anonim mengatakan...

Perhatian....!
Selama masih di ldii, selama itu pula berada di dalam Firqoh yang terlarang.

keluar dari ldii menuju firqoh baru seperti HTI, NII, Tablighi juga sama saja.. keluar dari firqoh menuju forqoh baru yang sama2 terlarang.

keluar dari ldii dan tidak berfirqoh2, tidak ke NII, HTI, IM, dll maka inilah yang dikatakan keluar dari firqoh terlarang menuju Jamaa'atul Muslimiin.

apakah salafy itu forqoh? sorry lah yaawww... Salafy itu bukan kelompok, salafy itu manhaj, kelompoknya apa? yaah islam, dengan meninggalkan firqoh terlarang menuju jamaa'atul muslimiin.

apa ada perpecahan di salafy? sorry lah yaaaooww... bagaimana mungkin manhaj berpecah? kalau kelompok berpecah memang bisa, tapi kalau salafy? bukan kelompok, bos, apanya yang mau pecah?

Hati2 sama yang cuman ngaku salafy... mereka akan bepecah belah.. karena mereka berfirqoh juga. ngurusin partai juga, ngurusin kelompok juga.

Anonim mengatakan...

Setiap hari berdoa: "ihdinas Shirotol mustaqiim"
Tapi ketika datang keterangan yang jelas kepadanya, mengapa masih tdk mengerti? Inilah yang disebut hidayah hanya untuk org2 pilihan saja, dan semoga kita dan semua keluarga termasuk di dalamnya. Amien!

ibnu mengatakan...

semoga riwayat abu muslim yg di paksa ikut khawarij bisa menginspirasi para tokoh2 djokam yg masih berada di dalam islam djokam, dengan adanya nasehat syaikh bazmul semoga mereka insyaf, dan mau meninggalkan kelompok ini, karena dengan keberadaan mereka di sana walaupun sudah tdk takfir, tdk takiyah, tdk isrun, dll,tapi dengan keberadaanya di situ akan dijadikan parameter orang2 yg menokohkannya utk tetap berada di dalamnya. tobat lah saudaraku ....

Anonim mengatakan...

betul, saya juga teringat dengan kejadian yang menimpa Imam Ahmad bin Hambal.

Imam bin hambal harus menjalani penyiksaan yang luar biasa karena menolak paham muktazilah yang dianut oleh khalfah kala itu.

beberapa orang berkata pada Imam bin Hambal (kira2)" Imam bin Hambal, sudahlah akui saja kebenaran muktazilah tapi dalam hati tetaplah engkau mengingkari muktazilah, ini semata-mata untuk menghindari dirimu dari beratnya penyiksaan"

imam bin hambal menjawab "tidak, saya harus tetap mengingkari muktazilah baik dalam hati maupun dalam perkataan, karena saya memiliki pengikut dan murid. saya khawatir kalau saya mengakui kebenaran muktazilah ( walaupun dalam hati mengingkari) murid dan pengikut saya akan salah paham dan malah jatuh ke pemahaman muktazilah, biarlah saya mengalami penyiksaaan ini"

begitulah Imam Bin hambal, Bin Hambal sangat sadar kedudukan.

sama seperti bapak mauludin. beliau sadar akan kedudukan. walau dia sudah mengingkari semua kebatilan 354, dia tetap melakukan perlawanan terang-terangan. sebab kalau p mauluddin tetap bercokol di 354 walaupun sudah mengingkari 354, para jamaahnya akan berpikir " jamaah kita ini benar, tuh liat p mauluddin masih disini". hal serupa sama seperti gambaran kholil dan aziz, banyak orang jamaah 354 yang menganggap jamaahnya benar, karena ketokohan memang kerap kali dijadikan kebenaran pada umat yang lugu. mereka akan berkata " jamaah 354 ini pasti benar, buktinya kholil dan aziz masih bersama kita bahkan mendukung doktrin kita"

inilah resikonya jadi tokoh. kalau sang tokoh berani menjalani kebenaran apapun resikonya, maka sebagian orang akan berpikir kritis terhadap ajaran dan dogma yang selama ini dianggap sebagai kebenaran.

tapi kalo tokoh itu takut terhadap kebenaran, memilih tetap di comfort zone, bahkan malah tambah nyesatin umatnya (walaupun sudah tahu dogmanya salah,khianat)maka kelakuan tokoh itu dijadikan referensi untuk umatnya untuk tetap bertahan pada ketergelincirannya. tapi nanti diakhirat, sang tokoh harus mau memikul dosa jariyyah dari umat yang disesatinya itu. jadi beban dosa tokoh jauh lebih besar dari pada dosa umatnya.

aziz bin madigol, aziz ridwan, kholil, kasmudi, wakil 4, pakubumi2, apa anda semua berani menantang beban dosa dari semua ruyah?

susah emang mau ruju, klo hidup ditalangin uang infaq (pajak) jamaahnya.makanya pada cari masiyah dong..jangan ruyah aja yang suruh kerja & cari maisyah

bukan bitonah mengatakan...

wah2 ijtidad baru nih..., semua orang yg berbau salaf di 354, tidak boleh di gauli...

hehehe... mana ketahuan, hati siapa yg tahu...

hehehe...

wahai keturunan dan antek2 Madigol al-kadzib... dimana kalian berada, kami akan record dan paste...

saya katakan wahai teman2 di senkom..., kalian hanya kacung...!
dengan di iming2i masuk sorga (gambaran madigol) dan terhindar dari neraka (gambaran madigol).
BAGAIKAN DAJJAL MENGGAMBARKAN SORGA DAN NERAKA.

Aktivis Mahasiswa Mulim mengatakan...

Sudahlah...saya pikir saya cukup untuk mengikuti blog ini....

Saya mengukti blog ini berbulan-bulan, mulai dari isu habis lebaran mau gegeran, Ustad Kholil yang udah keluar dari LDII dan mengikuti Mauluddin, belakangan ternyata semua isapan jempol.

Dulu berkoar-koar, "coba tanya Kholil!" yakin sekali kalau Pak Kholil memang sepaham dengan Mauluddin, giliran sudah banyak orang LDII yang konfirmasi, malah diputar-putar lagi logikanya. Pake analogi kisah Imam Hambali dan periode Mutazilah. Dan malah mengatakan Pak Kholil khianat dengan ilmunya.

Lalu sekarang pada siapa saya harus percaya? Hanya Allah lah tempat saya mengadu.

Awalnya saya respek sama krtik-krtik diblog ini, tapi setelah mengikuti lebih jauh, sarat sekali dengan fitnah.

Ajakan saya buat rekan-rekan semua, silahkan terus mengkoreksi LDII, tapi hindarilah fitnah. Jika anda memang muslim. Pasti anda takut dengan dosa fitnah

Kecuali ada di antara anda-anda memang agen-agen yahudi/musuh2 Islam yang ingin memecah belah Islam. Semoga kalau ada di antara kalian adalah demikian itu, semoga Laknat Allah atas mu.

Saya sebagai pengamat netral merasa sedih dengan perguncingan semcam ini, isinya banyak fitnah, katak-kata kotor, menjelek-jelekan.

Semoga bagi kita yang khilah, kita mau bertaubat dan Allah mengampuni dosa-dosa kita. Amiiin

Anonim mengatakan...

to "Aktivis Mahasiswa Muslim" :

antum memahaminya sebagai fitnah karena antum belum pernah di LDII.

tapi kami yang mantan LDII ini tentunya tau persis pengamalan2 mereka di dalam sperti apa.

karena itu fakta/kenyataan yg terjadi & selalu ditutup-tutupi oleh warga LDII dari perhatian khalyak umum.
mereka menyebutnya "Fathonah Bithonah Budi Luhur"

PAC LDII mengatakan...

saya adalah ketua PAC LDII Kel. Turirejo Kec.Lawang Kab, Malang. dengan ini menyatakan semua yang ada diblog ini adalah fitnah. silahkan jumpa sama saya. saya juga Ketua RW.8 desa Turirejo, alamat saya Jl,Tawang sari No 90 RT,8 /RW8 desa turirejo.NO, HP (081333908068) memang kami disarankan untuk tdk membuka blog semacam ini karena semua fitnah ,saya salut dgn AKTIVIS MAHASISWA MUSLIM,YANG TIDAK BEGITU SAJA MENERIMA FITNAHAN INI.TERIMA KASIH,SEMOGA ALLOH MEMBERIKAN HIDAYAHNYA

Anonim mengatakan...

Yang mana fitnahnya pak? bisa dikasih Rincian Fitnahnya pak?

Anonim mengatakan...

Maaf Ketua PAC, sy jg dulu ketua PC, Muballigh Daerah, dll.
Jangan jadikan koment2 di sini sebagai acuan mengambil kesimpulan, anda tahukan tentang artikel ilmiah? Pernah sekolah kan? Coba baca artikel2 yg ada di blog ini, baru beri komentar. Ataukah anda hanya pura2 ngaku ketua PAC? ataukah hanya bertaqiyyah? Coba jawab pertanyaan saya, klo tdk bisa jawab mk tanyakan pada kedua sesembahan anda (kholil dan Aziz):
1. Sdh bisa mengartikan Fatwanya Syaikh Bazmul?
2. Siapa yg memangqulkan kalau qurban satu ekor sapi itu boleh patungan sak klp/ desa/ daerah? Ternyata sekian puluh tahun kita tdk pernah qurban, hanya membeli daging.
3. Sdh pahami hadit bukhori tentang fitan saat Ustman dikepung? Itulah dalilnya boleh bermakmum kpd "orang Luar"
4. Mana dalilnya persenan?
5. Kalau 354 benar, coba datangkan Syaikh dari Haromain satu kali saja dan satu orang saja yg menyatakan bahwa 354/ imam tersembunyi itu benar!
6. Coba jelaskan ciri2 Ahlussunnah wal Jamaah/ Manhaj Salaf dan ciri2 Hizbiyah?
7. Siapa yang menipu dgn kasus marioso? Mana uang yg dulu dipinjam tuk nalangi marioso?
8. Baaaaaaaaaaanyak sekali pertanyaan yg tdk bisa mrk jawab dgn dalil nash dr Quran dan Sunnah!
Makanya pakai tuh otaknya boss.

PAC LDII mengatakan...

ma'af kami terlalu sibuk ngurusi yang beginihan ,Silakan hubungi No HP, kami,akan kami jelaskan atau ke pengurus LDII tempat anda berada

PAC LDII mengatakan...

anda jangan ngaku ngaku pernah jadi ketua pc atau mubaligh daerah mana nama anda kok disembunyikan semua itu ada arsipnya di DPPD anda dari Pc mana dan Mubaligh mana ,atau takut diketahui identitasny itu namanya pengecut bung kalau berani sebut nama,nyalinya kecil sekali beraninya di belakang panggung,ma'af kalau ada kata yang gak patut sebelumnya

Anonim mengatakan...

Jiahhh..PAC nya aj OOn, gimana rukyahnya? Gampang di Oonin.
kasian.

PAC LDII mengatakan...

Aziz waktu kecil yang momong saya mulai dari mondok sampai jadi guru di pondok selalu saya pantau ,dia sering pulang ke Lawang ,Malang Jawa timur .karena rumah ibunya di sana rumahnya ibunya dibelakang rumah saya karena itu saya sering ketemu dan cerita cerita masalah anda, sedikit banyak saya tahu siapa anda dibalik anonim ini.ma'af sekali lagi kalau anda merasa tersakiti.dan masalah marioso ternyata dak paham atau ini bahan fitnahan anda

PAC LDII mengatakan...

coba anda tunjukan komentar ini ke orang yang mengerti kejiwaan dari tulisan yang ada, dapat di nilai kualitas kejiwaan orang tersebut, karena hal ini pernah saya tanyakan dengan membawa salinan komentar yang ada di blog ini ke psykolog, beliau mengatakan bawah orang yang nulis ini sakit hati sehingga jiwanya terganggu,kalau gak percaya hubungi dokter Oni dinasnya di RS Jiwa Lawang.Malang atau RS Wardiman Djoyodiningrat Sumber Porong Malang

PAC LDII mengatakan...

coba anda tunjukan komentar" diblog ini ke orang yang mengerti kejiwaan dari tulisan yang ada, dapat di nilai kualitas kejiwaan orang tersebut, karena hal ini pernah saya tanyakan dengan membawa salinan komentar yang ada di blog ini ke psykolog, beliau mengatakan bawah orang yang nulis ini sakit hati sehingga jiwanya terganggu,kalau gak percaya hubungi dokter Oni dinasnya di RS Jiwa Lawang.Malang atau RS Wardiman Djoyodiningrat Sumber Porong Malang

Anonim mengatakan...

Kalau sy sih, untuk PAC LDII, jawab saja yg nmr 5 itu, yg lainnya tdk usah. Anda spt katak dlm tempurung sj, sdh itu matanya tertutup lg. Di luar2 yg kalian katakan "kafir dan Murtad" itu hampir setiap bulan adakan pengajian dan yg mengisi langsung adalah ulama ahlussunnah dari Haromain (bukan kholil dan aziz), trus anda mengatakan mrk itu kafir/ murtad? inna lillahi.....
Klo memang benar knp sih kholil dan aziz belajar ke Mekkah? Bukankah Syaikh di sana tdk baiat sm Imam anda? Pernah baca nggak sejarahnya Imam Hanbal? Klo tdk, pantasan gampang diboongin bab masalah imamah. Ngaji yg bener aja deh, guru2nya sj pengepul marioso, bagaimana bs diambil ilmu darinya?
Naudzubillah..............

dpp mengatakan...

mana ada yang dikatakan syiar agama dengan mencuri data nguping dan kemudian dibuat jadi bahan pergunjingan untuk menghasut dan mencari dukungan????
Blog in termasuk mengikuti syiarny syaithon yang mau membelokan aqidah dan pemurnian agama cara menggunjing dan menghasut
Sadarkah kalian dengan semua ini.jalannya syithon laknat jahanam
Naudzubillahimindzalik

dpp mengatakan...

mana ada yang dikatakan syiar agama dengan mencuri data nguping dan kemudian dibuat jadi bahan pergunjingan untuk menghasut dan mencari dukungan????
Blog in termasuk mengikuti syiarnya syaithon yang mau membelokan aqidah dan pemurnian agama dengan cara menggunjing dan menghasut
Sadarkah kalian dengan semua ini.jalannya syithon laknat jahanam
Naudzubillahimindzalik

Anonim mengatakan...

Dibaca mawon semua tulisan di blog ini pak.

Di dengerin mawon semua rekaman yg ad di blog ini pak.

nanti hati sampean yg bisa menyimoulkan. kalau hawa napsu susah pak.

kalau nanti Allah paring Hidayah, panjenengan juga bakal ngerti. Minimal bisa bantu mbenerin Jamaah dari dalem.

ngk usah emosi2an nggeh...poro sedulur jamaah.

Anonim mengatakan...

Makanya kalau mau berdusta jangan di depan jamaah, jamaah itu tdk semuanya paham seperti anda yg mengkafirkan selainnya, tdk mau sholat di belakang orlu, dll
Jamaah itu banyak yg hatinya bersih ingin betul2 menjalankan ibadah yang benar, mrk2lah yg memberikan info, bkn km yg nguping loh!
Mau bukti klo ld** itu takut jamaahnya hijrah ke Salafi? Jamaahnya dilarang berdialog dgn Orang2 Salafi, ini tandanya bahwa ilmunya memang tdk ada apa2nya, krn kloilmunya hebat, mk pasti dgn siapapun berdialog tdk apa2, jg mau mengundang ulama Haromain, tp.... kpn coba ld** itu mengundang ulama Haromain?
Sdh brp banyak jamaah yg kalian hukumi kafir dan murtad krn ikut Salafi? (ingat Salafi itu bukan hizbi/golongan/organisasi spt anda, apalagi Salfi Indon, itukan hanya rekayasa anda, tp Salafi adalah aqidah Manhaj ahlussunnah wal jamaah yg betul2 konsisten terhdp kemurnian QHJ). Coba bandingkan, sdh brp banyak yg keluar dr Salafi ikut Ld**?
Gini aja deh, drpd uang persenan hbs tuk nyogok sana-sini, mendingan pakai undang ulama Haromain untuk menjelaskan klo aqidah2 Ld** ini termask keimaman tersembunya itu benar. Klo sdh terlaksana, barulah km percaya klo Salafi itu hanya menghasut, dll, oke? Mau alasan apa lg untuk tdk mengundang ulama Haromain, klo bukan takut jamaahnya bubar? Undang ya ulama Haromasin? Oke? Oke 354x!

Dian Perman Putra (dpp) mengatakan...

mana ada yang dikatakan syiar agama dengan mencuri data nguping dan kemudian dibuat jadi bahan pergunjingan untuk menghasut dan mencari dukungan????
Blog in termasuk mengikuti syiarny syaithon yang mau membelokan aqidah dan pemurnian agama cara menggunjing dan menghasut
Sadarkah kalian dengan semua ini.jalannya syithon laknat jahanam
Naudzubillahimindzalik

Dian Perman Putra (dpp) mengatakan...

mana ada yang dikatakan syiar agama dengan mencuri data nguping dan kemudian dibuat jadi bahan pergunjingan untuk menghasut dan mencari dukungan????
Blog in termasuk mengikuti syiarny syaithon yang mau membelokan aqidah dan pemurnian agama cara menggunjing dan menghasut
Sadarkah kalian dengan semua ini.jalannya syithon laknat jahanam
Naudzubillahimindzalik

Dian Perman Putra (dpp) mengatakan...

mana ada yang dikatakan syiar agama dengan mencuri data nguping dan kemudian dibuat jadi bahan pergunjingan untuk menghasut dan mencari dukungan????
Blog in termasuk mengikuti syiarny syaithon yang mau membelokan aqidah dan pemurnian agama cara menggunjing dan menghasut
Sadarkah kalian dengan semua ini.jalannya syithon laknat jahanam
Naudzubillahimindzalik

Dian Perman Putra (dpp) mengatakan...

mana ada yang dikatakan syiar agama dengan mencuri data nguping dan kemudian dibuat jadi bahan pergunjingan untuk menghasut dan mencari dukungan????
Blog in termasuk mengikuti syiarny syaithon yang mau membelokan aqidah dan pemurnian agama cara menggunjing dan menghasut
Sadarkah kalian dengan semua ini.jalannya syithon laknat jahanam
Naudzubillahimindzalik

Dian Perman Putra (dpp) mengatakan...

mana ada yang dikatakan syiar agama dengan mencuri data nguping dan kemudian dibuat jadi bahan pergunjingan untuk menghasut dan mencari dukungan????
Blog in termasuk mengikuti syiarny syaithon yang mau membelokan aqidah dan pemurnian agama cara menggunjing dan menghasut
Sadarkah kalian dengan semua ini.jalannya syithon laknat jahanam
Naudzubillahimindzalik

Dian Perman Putra (dpp) mengatakan...

mana ada yang dikatakan syiar agama dengan mencuri data nguping dan kemudian dibuat jadi bahan pergunjingan untuk menghasut dan mencari dukungan????
Blog in termasuk mengikuti syiarny syaithon yang mau membelokan aqidah dan pemurnian agama cara menggunjing dan menghasut
Sadarkah kalian dengan semua ini.jalannya syithon laknat jahanam
Naudzubillahimindzalik

Dian Perman Putra (dpp) mengatakan...

mana ada yang dikatakan syiar agama dengan mencuri data nguping dan kemudian dibuat jadi bahan pergunjingan untuk menghasut dan mencari dukungan????
Blog in termasuk mengikuti syiarny syaithon yang mau membelokan aqidah dan pemurnian agama cara menggunjing dan menghasut
Sadarkah kalian dengan semua ini.jalannya syithon laknat jahanam
Naudzubillahimindzalik

Anonim mengatakan...

Dian Perman Putra (dpp) mengatakan...
1.mana ada yang dikatakan syiar agama dengan mencuri data nguping dan kemudian dibuat jadi bahan pergunjingan untuk menghasut dan mencari dukungan????
2.Blog in termasuk mengikuti syiarny syaithon yang mau membelokan aqidah dan pemurnian agama cara menggunjing dan menghasut
3.Sadarkah kalian dengan semua ini.jalannya syithon laknat jahanam
Naudzubillahimindzalik
+++++==========++++++++++++======>

1.Menyedihkan, tingkat dpp sj tdk ngerti spt apa itu mencuri, nguping, menghasut, dan cari dukungan? Mencuri itu spt uang sumbangan korban bencana dibagi2kn ke pengerus organisasi, nguping itu spt cari2 berita spy ada agenda organisasi tuk bisa mencairkan dana persenan, menghasut itu spt jamaah diprovokasi tuk wajib memilih salah satu calon krn sdh dpt uang dr calon tertentu/ katanya tdk ngurusi partai, hanya agama, nyatanya? klo ditawari uang kok jamaah jg dijual suaranya?, cari dukungan itu "bermain cantik" pd cabup,cagup,capres. di cabup A mengatakan siap dukung, di cabup B jg mengatkan siap dukung, semua cabup didatangi dgn org yg berbeda, pdhl suaranya nanti sdh ditentukan dn diwajibkan tuk milih yg ditentukan imamnya. weleh2 politik busuk, inikah islam yg benar?
2.Yg mengikuti syaithon itu adalah yg bermuka 4 (klo cabup/cagub/capresnya ada empat), aling2 perjuangan agama, eh... ternyata suara jamaahnya dijual. Inikah yg disebut memurnikan agama? Dlm nasehatnya, yg keluar dr ld** adalah kafir/murtad,jgn ajak bicara, suami istri disuruh cerai, tdk boleh mewaris, tdk boleh nikah selainnya, dll , bukankah ini menggunjing dan menghasut yg sangat parah?
3.Sadarkah kalian dengan semua ini? Spt inilah aslinya jalannya syithon laknat jahanam tp kalian tdk merasa krn kehidupan dunia anda ada disitu, mknya kerja yg benar dong, jangan hanya manfaatkan uang persenannya jamaah tuk menopang hidup, akibatnya kayak gini tdk bisda mmbdakan halal harom, salah benar, jujur bohong, dll. Diusulkan datangkan ulama haromain, eh... banyak alasannya. Sdh ada bantahannya fatwa Syaikh Bazmul gak dr ulama Haromain lainnya? atau dr kholil dan Aziz? semakin kau berkelit semakin nampak kebodohannya!

Anonim mengatakan...

Poro sedulu jamaah, mari pakai hati nurani untuk masalah ini. Ngk usah di ungkapkan di sini kalau gengsi. cukup direnungi saja kebenaranya. bukti2 sudah ada. Jadilah bagian yg mau memperbaiki jamaah dari dalem. saya yakin seyakin2nya panjenengan sedoyo ngerti apa2 yg mesti di benahi.

eks354 mengatakan...

Allah ‘Azza Dzikruhu mengancam orang-orang yang menyelisihi jalan para salaf dalam firman-Nya :






وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا



“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu'min, Kami biarkan ia larut dalam kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (QS. An-Nisa : 115).







Berkata Ibnul Qoyyim Al-Jauzy : “Sisi pendalilan dari ayat ini : bahwa ayat ini menjadikan penyelisihan jalan kaum Mu’minin sebagai sebab larutnya di jalan kesesatan dan masuknya ke dalam Jahannam, sebagaimana (ayat ini) juga menunjukkan bahwa mengikuti jalan Ar-Rasul shollallahu ‘alahi wa alihi wa sallam merupakan bagian dari pokok Islam yang agung yang memberikan konsekwensi harus dan wajibnya menempuh jalan kaum Mu’minin lagi wajibnya. Adapun jalan kaum Mu’minin adalah perkataan dan perbuatan para shahabat radhiyallahu ‘anhum, ini ditunjukkan oleh firman-Nya Ta’ala :







آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ



“Rasul telah beriman kepada Al Qur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman”. (QS.Al-Baqorah : 285).







Dan kaum mu’minin waktu itu adalah para shahabat”. Demikian perkataan Ibnul Qoyyim dinukil dengan perantaraan kitab Bashoir dzawi Asy-Syaraf Bimarwiyat Manhaj As-Salaf hal.54.

Dian Permana Putra (dpp) mengatakan...

dpp itu nama di dunia maya cak kok dikatakan tingkatan walaupun aku orang desa dan gunung (rumahku dilereng gunung)aku masih diberi keimanan tidak sepeti dikau seorang (mungkin yang ngejawab cuma satu orang)dikau menyangkutkan persenan apa itu semacam imbalan dagangan aku gak ngerti ,kalau masalah keuangan apa tidak sekolah dikau.ada itu yang mengaudit keuangan,Sarjana yang ahli dibidangnya aku termasuk yang tanda tangan walaupun di tingkat PAC,apa disitu tidak punya uang sehingga iri dan dengki itu tidak boleh sayang kalau ingin keaslihan agama datang sana ke Makkah jangan ke Arab Saudi ke kota suci Makkah kalau ke arab Saudi itu tempatnya para TKW diperkosa tu banyak contohnya lihat Tipi gak perawan bawah anak dari sana wajahnya arab,dikau mungkin sakit hati karena mariyoso konangan ,karena kabarnya dikau juga menikmati hasil dari mariyoso,karena konangan dikau tak punya masukan,sakit hati karenanya apa pakai lagu "Sakit hatiku......." terus yangkut Ulama Haromain emang mau kesana tak ado duit ,kesana tanya sendiri masalah jama'ah yang benar, mereka pasti gak berani jawab aslinya jama'ah mereka takut ketahuan kerajaan sudah berapa banyak Ulama sana yang di penjarakan,karen vokal terhadap kluaraga kerajaan.sana kumpulin uang pergi kesana tanya sendiri,kalau di sini jama;ah LDII di urusi semuanya mulai dari individu ,keluarganya sampai tinkatan pusat ,itu semua terprogram ada ADART nya mas ada 4 roda berputar, ada progaram UB (Usaha Bersama)dari segi ekonomi,dana dhuafa'(gak seperti dikau katakan bukan peras uangnya malah di bantu aku sendiri yang bagikan itu) ada tu silat ASAD agar jama'ahnya sehat/senam barokah ,malah asadnya diIPSI berprestasi dapat medali emas dan di kirim ke KOREA dankeluarnegeri lainnya ,ada manfa'atnya cak,kalau dikau banyak mudhorotnya lihat tu LDII banyak kiprahnya untuk masyarakat umum,di tempat kami Malang Selatan ada jama'ah kami yang pensiunan ABRI yang jadi Kepala desa juga pengurus PC LDII dia terus di calonkan oleh masyarat jadi jadi Kepala Desa walaupun warga LDII minoritas disana ,ya karena kebaikan Orang LDII yang mereka lihat bukan seperti fitnah yang dikau sebarkan dengan bau busuknya

Anonim mengatakan...

@dian putra
di saudi arabiya yang jumlah penduduknya adalah 18 juta jiwa lebih, mayoritas adalah bermanhaj salaf. tidak ada bitonah disana. imamahnya masyhur,berdaulat, berwilyaat dan tidak ada takfir kecuali dengan ilmu dan bashiroh.

kalau ada mayoritas berati ada minoritas. Ya ada saudi memang ada yang bermahzab syafii secara mutlak, ada yang mencuri, ada yang berzina dan ada penguasa yang tiran

sebagaimana umat Rasulullah juga ada yang mencuri,berzina dan zalim

penyakit sosial itu selama tidak mendominasi sebuah negeri itu adalah fenomena yang wajar.

di jamaah 354 memang sedang diopinikan bahwa di saudi arabia agama yang benar juga dikemas dengan bitonah. sehingga tergiring dalam alam pikir jamaah 354 untuk membenarkan segala praktek kerahasiaan dan ketertutupan akidah dan manhaj 354. sehingga orang jamaah 354 jelata akan menolak ketika ada nasihat dari masyaikh alharamain ,jelata 354 akan berpikir di tanah suci hidayah juga rahasia maka jamaah 354 diarahkan untuk meragukan kapabilitas ulama haramain dan diarahkan untuk tetap percaya pada ulamanya yaitu pakubumi.

hajaj bin yusuf adalah panglima keamiran khalifah marwan yang banyak melakukan kezaliman. tetapi itu tidak membuat sahabat rasulullah pada memberontak dan membikin imamah tandingan (apalagi bitonah) pada penguasa yang sah disebuah negeri.

begitu juga disaudi, apabila disana terjadi ketiranian, memang ada satu-dua ulam yang vokal, tapi mayoritas ulama saudi tidak lantas melakukan pemberontakan, ulama haramain tetap melakukan muamalah pada penguasa sesuai dengan jalan ahlu sunnah dan melakukan perbaikan pada penguasa dengan cara yang baik2.

Imamah 354 itu bukan penguasa dan imamah daulah wilayaat dinegeri ini. jadi orang yang menyelisihinya tidak mendapat konsekuensi syariat. bahkan wajib hukumnya menyelisihi penguasa lain settelah ada penguasa yang sah.

ditingkat PAC (anak bawang) memang keuangan ada pencatatannya (oleh KU). skala PAC itu kecil dan uang yang ditampung juga kecil jumlahnya. Berbeda dengan pusat, yang memang menampung uang jamaah 354 (dari pajak persenan)dalam jumlah yang sangat besar. wacana agar keuangan pusat diaudit oleh akuntan yang kredibel adalah lumrah. ini untuk menghindari uang jamaah 354 dari dikorupsi dan diselewengkan. bukannya iri tapi ini untuk men-cut tindakan penyelewengan dan korupsi atas nama agama. Sistem top-down dan ketertutupan dalam sistem imamah 354 adalah gerbang besar untuk terjadi peluang korupsi.
saya tidak mengatakan telah terjadi korupsi di pusat, tapi mencegah peluang tindak korupsi di pusat.

Dian Permana Putra (dpp) mengatakan...

yo mas aku kalah menyerah capek deh udah capek nyerah aja enak .sekarang sampean yang menang .seperti lagunya WALI Puasssskah

Anonim mengatakan...

ldii bubar terus untunge yo opo?
sing kere-kere ngemis pinggir dalan panggah dadi kere..sok malah tambah..