بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

POINT-POINT SYUBHAT YANG DI TABURKAN SI AZIZ RIDWAN part2

Nasehat Syubhat Aziz Khusus Untuk Islam Jamaah LDII (Gunung Sari Makassar 23 Oktober 2010 - setelah Sholat Isya')
http://www.4shared.com/audio/XGgFCYiH/MP3_Nasehat_Syubhat_Aziz_Khusu.html
atau disini
di menit>>>59:28 kalau mengkomsumsi istilah(tentang aqidah) itu bukan merupakan suatu keharusan,karna itu istilah yang dibuat ulama,sedangkan di zaman nabi belum ada. maka bapak haji Nurhasan,pada saat beliau dakwah pertama kali di Indonesia,para ahli bid'ah mereka meskipun mengerjakan ke syirikan mereka mengkaji istilah2 seperti tauhid fiqh dan lain-lain.maka melihat kondisi sprt itu bapak imam dan memang harus membedakan bahwa itu istilah yang di buat ulama sehingga bapak imam menafi'kan semuanya (meniadakan istilah),ga usah membahas tauhid ga usah membuat fiqh dan sebagainya.

di menit>>>61:43 biroyatul hadits/kritik hadits tidak hanya menerima tapi juga menerima tapi juga meneliti kualitas yang di terima"apakah shohih apa dhoif apa hasan".....
+++pengakuannya ada tapi realisasi tidak ada.


di menit>>>62:35 dalam jamaah secara umum sperti ilmu mustholah hadits tidak di bicarakan karna ini adalah pembicaraaanya ulama tidak di ajarkan pada ro'yah...
+++akhirnya dengan tidak mengetahui mustholah hadits banyak jamaah yang di bohongi

di menit>>>63:43 kmd kita bisa mengenal melihat membaca jamaah ini perjalannya adalah berjalan secara alami,tidak berjalan yang di awal dengan konsep yang di buat yang di buat yang menjadikan keputusan muktamar kmd dilaksanakan.
+++alami dari sisi mana..menduplikat konsep keimaman dari wali al fatah di bilang alami??? subhanallah

di menit>>>66:03 kalau sekarang banyak hadits2 di protes,oleh pusat juga di terima,kalau memang dhoif ga di pake.....dalam teks sekrang kalau memang dhoif ya ga di pake.
+++sampaikan pada jamaah bahwa dalil2 palsu dan dhoif jangan di pukul rata semua.

di menit>>>67:04 dan ke tingkat dhoifnya itu juga tidak ada pemalsu......
nah bagaimana dengan dalil la islama illa bi jamaah yang posisi hadits dhoif kemudian di palsukan.lihat disini

di menit>>>68:18 MUh umar bazmul syaikh ini kita pernah mengkaji dari beliau yakni kitab luma'til ushul fiq dan mu atho.
+++pengakuan bahwa pernah menjadi muridnya syaikh umar bazmul

di menit>>>68:54 sebenarnya ilmu di sana siapa saja bebas,cuma kalau di klaim begini dan begini,begini dan begini....
+++nah yang mengklaim itu siapa??? bukankah 354 nurhsan memonopoli agama dengan mengatakan bahwa dialah adalah satu2nya jalur sahnya periwayatan pengambilan ilmu.

di menit>>>69:51 kalau tuduhan yang di lontarkan supaya kita lihat dengan adil...
bagaimana bisa kalian menuntut keadilan bahkan para mubalig2 yang sudah ruju berupaya dengan lemah lembut tentang penyimpangan 354.hanya keadaan dan keegoan pimpinan 354 takut ketahuan borok maka org yang di curigai demikian akan di tendang.

di menit>>>69:55 kadang2 tuduhan ini dilakukan oleh orang melempar sembunyi tangan
+++bukankah 354 demikian...mengkafirkan kaum muslimin di luar kelompoknya dengan membabi buta malah tidak mengakui,ngeles takiyah.

di menit>>>72:53 fas aluh ahladzikri in kuntum la ta'lamun...
+++bahkan perihal masalah 354 telah kami tanyakan kepada gurumu wahai aziz....dan alhamdulillah syaikh bazmul telah menjelaskan rinciannya...nah apakah syaikh bazmul bukan ahlinya untuk bertanya???

di menit>>>73;00 lah ini bertanya dan mencari jawaban di internet,kadang2 ga tau siapa yang jawab kualitasnya bagaimana....ini musibah juga ini...
+++maaf pak aziz...kami sudah tau siapa guru kami dan mereka mempunyai website dalam pembahasan agama yang ilmiah..bukan dalam 354 di tutupi dengan pokoe toat wis manqulane ngono,toat wis surgo.

di menit>>>74:00 SPRT PERKTAAN MURID IMAM MALIK"saya bersama imam malik berguru bertahun2 itu belajar memahami adab daripada ilmunya....
+++memang dalam berilmu pada guru adalah demikian..tapi prakteknya dalam 354 tidak ada...di sela2 pengajiannya di selipkan dengan ucapan cabul,tak jarang juga kalau tidak mempan berdalil maka seperti ini hasilnya atau disini,mereka adalah rata2 ustadz 354 juga.

wahai AZIZ ridwan..bertobatlah engkau...jangan khianati ilmu yang telah kamu terima dari syaikh Bazmul dan ulama haromain lainnya. nasehatmu pada 354 hanya akan memberatkan posisi kamu di hadapan Allah..ingatlah aziz...
asulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ أَشَارَ عَلَى أَخِيهِ بِأَمْرٍ يَعْلَمُ أَنَّ الرُّشْدَ فِى غَيْرِهِ فَقَدْ خَانَهُ

“… Dan Barangsiapa yang menunjukkan kepada saudaranya suatu perkara (yang salah), sedangkan dia mengetahui bahwa yang benar ada pada selain itu, maka sesungguhnya dia telah mengkhianatinya”.

Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan dihasankan oleh Al-Albani di Shahih Sunan Abi Dawud (no. 3657).

فإن خيانة أحدكم في علمه أشد من خيانته في ماله

“Khianatnya seseorang dari kalian dalam hal ilmunya lebih besar daripada khianatnya dalam hartanya” (Thabrani 11/270) no. 11701, atsar ini jika dinisbatkan kepada Rasulullah shallallahu’’alaihi wasallam tidak sah).
bacalah di http://rumahku-indah.blogspot.com/2010/11/normal-0-false-false-false-en-us-x-none.html
wahai aziz semakin kamu mengadakan makar pembelaan pada 354 semakin terlihat ucapan munkarmu di hadapan masyaikh dan gurumu...
B E R S A M B U N G

Comments
73 Comments

73 Response to "POINT-POINT SYUBHAT YANG DI TABURKAN SI AZIZ RIDWAN part2"

airmatakumengalir mengatakan...

mendengar nasehat si aziz dan si cholil ketika mereka di makkah,,,mereka terobsesi dengan mendapatkan isnad..bukannya berguru yang benar...kmd menyampaikan sesuai yang telah di dapatkan mereka..eh malah menyembunyikan Al haq dan menabur syubahat membela kelompok khowarij

Anonim mengatakan...

hah... bosenn.....salapret hanya dgn nafsuu...klo diforum lain ga ada bunyinya...

Anonim mengatakan...

"maka melihat kondisi sprt itu bapak imam dan memang harus membedakan bahwa itu istilah yang di buat ulama sehingga bapak imam menafi'kan semuanya (meniadakan istilah),ga usah membahas tauhid ga usah membuat fiqh dan sebagainya."

lha terus dakwahnya niru siapa pak kalo tidak niru ulama' salfushsholeh???!!

dakwahnya aja sudah keliru, gimana dalam pengkajiannya..??? yang diutamakan ya..IR...IR...IR....5bab dari lair ceprott ampe mati

Anonim mengatakan...

udahlaaah... org2 354 cukup membahas fatwa syaikh Bazmul aja dulu.. gak usah ngeles sana sini..

wong meluruskan mengatakan...

ya..., orang2 mukmin di luar ldxx354 juga mau mendengarnya keterangan Ulama Ahlussunnah tsb...,

kasihan mereka diluar 354, dianggap laa islama alias kafir berdasarkan dalil palsu dari Nur hensom, dan dalail cacat/ilat Sunan Addarimi no.hds 257.
yg sy khawatir akan terjadi pertumpahan darah kaum muslimin diluar islam jamaah /354, sebab pemahaman kafir ini.

smoga kami dan kalian para pejuang kitabillah wa sunnah... Alloh beri sabar dan ke istiqomahan dalam berdakwah..

Anonim mengatakan...

Apa jawaban orang LDII tentang taqiyah bithonah: 'dlm Qur'an, kt di suruh taat A,R dan ulil amri minkum'

ibu jihan sukabumi mengatakan...

ga perlu meninggalkan rumah,kita benahin saja rumahnya,karna kalau kita mau tinggalkan rumah kita mau kemana???

di rumah ini sudah cukup...sdh ad pgturnya

ibu jihan sukabumi mengatakan...

bandingkan dgn yg lain...kita masih lbh baik....terarah disiplin dan komunikatif

Anonim mengatakan...

wah ini si ibu jihan...lari ke mu'tazilah

Anonim mengatakan...

ya begitulah,setelah di fatwakan bahwa jamaah nurhasan ubaidah ini sesat dan berakidah khawarij oleh syeh gurunya aziz & kolil sendiri maka sedikit terbuka mata2 yang tertup fanatisme hizbiyah madigoliyah akan tetapi karena sudah kadung menghujat salaf dan mereka malu untuk ruju ila manhaji salaf makanya mereka terjatuh pada faham mu'tazilah,alih2 mau memperbaiki diri eeh..gak taunya jatuh lagi ke firqoh mu'tazilah, ya ini akibat pengkajian yang hanya mengepolkan ilmunya nurhasan yang meninggalkan ilmunya para ulama salaf.

Anonim mengatakan...

ibu jihan...apa maksud dalm rumah ini sudah ada pengaturnya, kalo yang di maksud pengatur adalah imam ya JAS BUKA IKET BLANGKON artinya sama saja karena bathilnya jamaah ldii ini ya karena salah dalam memahami maslah IMAMAH ini karena FATWA/IJTIHAD IMAM kedudukanya diatas dalil ALLAH dan RASULnya

Anonim mengatakan...

Terjemahan Nasehat Syaikh Bazmul ( Muridnya Syaikh Yahya dan Gurunya Kholil Dan Aziz ) Khusus Untuk Islam Jamaah :
http://waspada354.blogspot.com/2010/11/surat-cinta-ulama-ahlussunnah-waljamaah_07.html
ayo dengerkan kembali untuk mengingat ingat dan segera lepaskan akidah khawarij antum

Anonim mengatakan...

"ga perlu meninggalkan rumah,kita benahin saja rumahnya,karna kalau kita mau tinggalkan rumah kita mau kemana???
di rumah ini sudah cukup...sdh ad pgturnya"

kepada ibu jihan, ibu sudah tau ya kebobrokan/kesesatan di jamaah ibu, soalnya ibu mau benahin "rumahnya" daripada meninggalkannya, tapi sangat disayangkan ibu mengatakan bahwa kalo keluar dari rumah trus mau kemana??.
apakah kebenaran itu harus berbentuk "rumah"??
apakah Islam yang benar harus berbentuk "rumah" tertentu???

sepertinya ibu sudah tertancap di ubun-ubun ibu bahwa agama itu harus ada "rumahnya" karena bertahun=tahun (bahkan mungkin puluhan tahun) dikarenakan ibu telah terprovokasi dipengajian yang dilakukan
hampir tiap hari di LD** bahwa semua bentuk islam selain di LD** adalah kafir, roddun. maka dari situlah terbentuk stigma bahwa islam itu harus berbentuk "rumah"

coba ibu lihat lagi bahwa nabi bersabda agama islam ini akan terpecah menjadi 73, yang 72 masuk neraka dan yang 1 masuk surga, yaitu jamaah (orang yang mengikuti nabi dan shahabat). perwujudan sabda nabi tersebut yaitu sekarang banyak sekali orang2 membuat "rumah" sendiri-sendiri dan tiap "rumah" memproklamirkan bahwa dia yang benar dan yang lain salah/kafir.
Dan yang benar adalah tidak ikut-ikutan membuat "rumah" tersebut. dan yang di maksud jamaah adalah orang yang mengikuti jalannya nabi dan jalan para shahabat, sehingga agama Islam ini dapat bersatu di seluruh dunia, tidak berpecah-pecah menjadi golongan-golongan.
YANG ADA HANYA SATU YAITU .....
ISLAM

semoga ibu mau membaca postingan-postingan sebelumnya insya allah akan bermanfaat jika memang ibu menginginkan SURGA

ibu jihan sukabumi mengatakan...

JUJUR SAJA saya semakin bingung berada di dalam 354.... membaca postingan2 disini semuanya adalah keluhan yang bersarang di dalam batin saya,,,saya memohon petunjuk bagimana saya harus berjalan..sedangkan di dalam kita sering di dengung2kan utk menetapi agama yang haq tapi semakin mengaji semakin itu pula tanda tanya makin membesar di hati saya

Anonim mengatakan...

bener ibu...postingan2 disini adalah apa adanya, tidak dibuat-buat, apalagi memfitnah...bagi yang sudah berada di jamaah 354, insya allah dalam hatinya berkata "ya memang benar", tapi kalo orang tersebut mengutamakan hawa nafsunya maka mereka akan berkata "ini fitnah", dan mencoba ngeles,membantah walaupun dengan berdusta/bertakiyah.

dan yang berkomentar disini kebanyakan adalah jamaah 354 yang sudah hijrah,baroah,setelah mengetahui kesesatan agama yang diklaim selama ini "satu-satunya jalan menuju surga",
dan orang jamaah 354 yang pingin tahu kebenaran yang selama ini ditutupi dengan "tidak boleh membaca-baca buku, internet dsb"
dan ada juga yang komentar menuruti hawa nafsunya, mencari pembenaran thd kesesatan jamaah 354.

teruskanlah mencari ilmu ibu...keluarlah dari "tempurung" karena kebenaran itu tidak bisa ditutup-tutupi

semoga Allah memberi hidayah kepada ibu...

Anonim mengatakan...

untuk lebih jelasnya lagi silakan simak fatwa dari syaikh bazmul (gurunya pak kholil dan aziz)khusus mengenai paham islam jamaah 354

http://waspada354.blogspot.com/2010/11/surat-cinta-ulama-ahlussunnah-waljamaah.html

tetangganya_ibu jihan mengatakan...

buat para SALAPRET alias ulama jadi2an

kalau kamu menganggap tak perlu rumah, sekarang tak kasih pertanyaan:

1. Kullu hizbin bimaa ladayhim farikhun

2. Inna hizbulloh humul muflikhun

Dari kedua ayat itu coba kalian terangkan keselarasan dua ayat itu yang sepertinya bertolak belakang?

Jangan hanya pengakuan saja.

Kalau mau jujur,

kalian salahkan ijtihad IR,dll.

Sekarang saya tanya IMAMMU ijtihad Pajak BUMI,TANAH,PPH,PPN. Melarang POLIGAMI, Melegalkan adat SYIRIK AKBAR atas nama budaya daerah, Menetapkan SUKU BUNGA BANK alias RIBA jan jelas banget haromnya.

Coba bahas saja Ijtihad NGAWUR IMAMMU?

Insya Alloh kamu akan jawab, tolong pa' MUI, pa' BIN tangkap itu orang2 LD**, mereka ,,,,

Katanya ahli sunnah kok minta tolong AHLI BID'AH.

INFO poro Sedulur : di Bali ada wakil Imamnya Kaum SALAPRET namanya I GEDE MANUKE (Hinduisme).

Wajib taat ngga' ya???????

Wis ancur ancuran AKIDAEH.

ibu jihan sukabumi mengatakan...

mudah2an Allah menghilangkan segala kecemasan dan kebimbangan di hati saya,,,mudah2an saya di beri hidayah Allah...

ibu jihan sukabumi mengatakan...

to mas tetangga ibu jihan: kalau mau bertanya alangkah baiknya dengan nada yang baik,kalu dgn nada spti itu malah memperparah keaadan 354,kita bersihkan gelas kita lalu kita minta tuangkan air yang jernih yang tidak terkontaminasi hawa nafsu "kullu hizb bima ladaihim farihun"

kalau memang kita salah,bukankah ini adalah intropeksi kita,masih syukur kita di koreksi di dunia dan masih bisa membenahi diri,kalau di akhirot tidak ada lagi waktu utk mengoreksi dan di koreksi...

kalau bisa mantan354 coba jawablah pertanyaan si tetangga itu.mugo2 Allah paring barokah

asiah mengatakan...

apakah saudara tetangga ibu mengatakan bahwa ada ulama jadi2an di Ahlusunnah?

lho.. khan di nasehat aziz di makassar, bliau berkata bhwa Syaikh Muhammad bin Umar Bazmul adalah guru aziz dan bbrapa teman2 di hud aziziah?

yg saya tanyakan siapa yg jadi2an??
Ulama Makkah Muhammad Umar Bazmul atau 2 orang ulama pakubumi yg di pulangkan dari hud ke Indonesia yg jadi2an???

silahkan jawab mas tetangga...

cak lek mengatakan...

BISMILLAH
info dari Makkah.
besok hari arofah.
Puasa Sunnah Arofah.

Kurban hari selasa, inga2.. kulit jangan di JUAL !!!
dengan dalih apapun, kulit kurban jangan di jual!!!

dulu kita gak tahu karena bodoh ilmu... pengurus berkata dengan dalih kemaslahatan jamaah kulit dijual uang di setor ke Pusat.

Kasihan jama'ah, niatnya ikhlas ibadah, malah di tipu2 dengan dalil2 bolak balik.

Mulai sekarang jangan lagi!

Kita langsung berguru saja ke GURUnya Kholil bustoni dan abdulAziz ridwan.

cari caranya... sampai ketemu...

Anonim mengatakan...

Berjamaah itu perintah dari Allah. Hukumnya wajib.

Berhajji dan menunaikan zakat juga kewajiban dari Allah, bahkan merupakan rukun islam.

lalu kapan berzakat, dan kapan menunaikan ibadah haji? apa orang yang tidak melaksanakan hajji dan menunaikan zakat sampai mati, masuk neraka?

Jamaah itu dua, perintah Allah menetapi jamaah dan menjauhi firqoh itu diperhatikan dulu. Dia menyangkut jamaah al haqq (ma ana alaihi wa ashaabii) dan jamaah secara fisik (talzamuw jama'atal muslimiina wa imaamihim).

Setiap pembahasan jamaah dalam hadist selalu rujukannya dalam bentuk "satu" tidak dalam bentuk "jamak". Jamaah disebut "al jama'ah" bukan "jama'aaat".

Artinya jama'ah yang ma'ruf diketahui dalam penjelasan hadist adalah jamaah yang satu saja. namanya Khilafah.

Nah, sekarang, kalau dalam suatu negara ada banyak jama'ah. kelompok ini ngaku jama'ah, itu ngaku jama'ah. jama'ah2 yang banyak ini kita hukumi apa? kita hukumi jama'ah? atau firqoh?

jamaah yang benar adalah yang menetapi "ma ana 'alaihi wa ashaabii" dan menetapi jamaah secara fisik (ada imam dan rakyat) ketika keadaannya memungkinkan.

Perhatikan yang dilakukan oleh orang yang diperintah uzlah (menyendiri) oleh nabi. Apakah mereka yang uzlah ini (meninggalkan semua firqoh2, meski ngaku jamaah) itu orang yang punya imam? orang uzlah itu tidak punya imam, luuur... Nah, apakah dia masuk neraka, karena tidak punya imam? tidak! karena dia tetap menetapi jamaah al haqq (ma ana alaihi wa ashaabii), meskipun tidak menetapi jamaah secara fisik (karena tidak memungkinkan).

Mana mungkin nabi membiarkan ummatnya masuk neraka, dengan perintah uzlah? tentunya nabi telah kita sepakati sebagai pemberi petunjuk yang baik.

Anonim mengatakan...

Alhamdulillah,,.. kemarin ada jama'ah 354 bertanya kepada saya, padahal dalam teks daerahan tdk boleh berhubungan dg saya, dan jg saya tdk boleh di fasilitasi.

dan sekarang 354 ini lagi mencari apakah AL-JAMA'AH dan bi-Jama'ah.

tidak bisanya membedakan antara ke dua kalimat ini lah yg menyebabkan jama'ah 354 tersesat jauh dari petunjuk Alloh dan Rosul.

Sampai2 or muslim yg sholat di masjid2 luar dianggap laaa islama (bukan islam) illa bi-jama'ah.

Padahal Al-Jama'atur Rohmah wa firqotul adzab.
yg benar adalah al-jamaah. (pakai lam)
bukan bi-jamaah (tidak pakai lam)

Anonim mengatakan...

mana nih.. jenggot palsu, dah kangen neeh..

ane mau tanya pada jengot palsu:

ALLOH DIMANA ?

Anonim mengatakan...

orang ldii sibuk nanya, "wahai salafy, mana rumahmu?"

kita katakan kepada mereka "kamu itu looh buat rumah di dalam rumah.."

kasihan banget neeh ulama2 ldii.. sudah lebih jago dari Imam Hambali deeeh..

itu looh Imam Hambali, imam ahlu sunnah wal jama'ah, ketika dipimpin oleh pemerintah yang menganggap quran sebagai makhluk, mash lebih parah laah dari sby, tapi imam Ahmad tetep tidak membuat imamah.

orang ldii terus tanya. "nanti bagaimana keteraturan jamaah alias ummat"?

maka kita katakan kepada mereka "Imam ahmad mengajarkan akidah, dan teraturlah ummat. tidak seberani orang ldii, utk alasan keteraturan terus buat jamaah baru, rumah baru di dalam rumah"

maka belajarlah lagi, wahai saudara2ku di ldii... anda akan mendapatkan pengetahuan yang begitu luas di luar golongan anda.

Anonim mengatakan...

@ tetangga ibu jehan:

2 ayat yang anda sebutkan tidak kontradiksi satu sama lain. anda hanya perlu mengkajinya dari guru yang baik.

anda belum bisa membedakan apa itu jamaah, apa itu golongan yang selamat, apa itu tentara Allah.

mereka adalah yang tidak bergolong2 seperti ldii. mereka adalah satu golongan, yang menjadikan islam sebagai wadahnya, dan bersatu di atasnya, seluruh orang islam dalam satu wilayah daulat.

anda bisa membayangkan. kalau semua golongan yang ada di dalam satu wilayah daulah merasa diri sebagai jamaah, lalu mana yang "hizbullaah"?

kalau orang ldii ngaku hizbullah, lalu NII akan protes, tablighy yang ngaku hizbullah maka ihwani yang protes.

lalu siapa yang hizbullah? kelihatan khaan??? sebenarnya semua golongan yang ngaku jamaah di dalam satu wilayah daulah adalah firqoh kabbeehh... yang benar adalah yang bersatu seluruhnya dalam satu wilayah.

kalau kebetulan pemimpin negaranya islam, maka dia adalah amirul mu'miniin. kalau kebetulan pemimpin negaranya bukan mu'min, maka cukuplah contoh dari imam ahmad dan bukhari menjadi contoh kita semua.

jangan lebih berani dari Imam Ahmad dan bukhari laaah, wahai ldii...

takut sedikit ama firqoh napa seeh.. lihat tuh perpecahan yang kalian akibatkan. berapa banyak kasus yang telah saya ketahui, sebagian dari famili sy, ada yang sudah ruju' ilal haqq, malah di ultimatum cerai ama mertuanya yang ldii tulen, anak yang bermanhaj salafy dan keluar dari manhaj nurhasany akhirnya harus putus dari nasab keluarga.

lihatlah itu... tidak kah itu menjadi bukti perpecahan yang ditimbulkan?

mana mungkin jamaah seperti itu? jamaah yang dimaksudkan oleh nabi, itu justru utk menghindari perpecahan2 yang saya sebutkan di atas.

Anonim mengatakan...

mau bukti bahwa di ldii minim ahli ilmu??

perhatikan pernyataan2 guru2 mereka. mereka membenarkan persenan dengan alasan tujuannya baik, mereka membenarkan 5 bab dengan alasan isinya baik, mereka mengabaikan keberadaan mereka dalam kelompok2 yang ngaku jamaah (padahal bukan al jamaah).

kalau ahli ilmu, mereka akan membahas apa pijakan yang dapat membenarkan persenan? seharuanya mereka memperhatikan hukum yang menjadi acuan pembolehan persenan. Mereka lupa bahwa posisi persenan itu sudah memporak porandakan aturan zakat yang diturunkan oleh Allah kepada rasulnya. Zakat yang merupakan rukun islam jadi kabur karena persenan ini. Coba anda tanyakan kepada orang2 kaya di kelompok anda, sudah berapa kali dia diurusi zakat hartanya, zakat perdagangannya, dll..

begitupula dengan 5 bab, ahli ilmu tidak akan membahas apa gunanya lima bab. mereka terlebih dahulu akan memperhatikan di mana posisi lima bab. coba kalian perhatikan, lima bab kini menjadi akidah di dalam ldii. Nasihat kalau tidak lima bab maka namanya bukan nasihat, quran dan hadis kalau tidak lima bab maka ditolak, islam kalau tidak lima bab maka bathil. Posisi lima bab kini kalian tempatkan di atas tauhid, di atas rukun islam.

sebagian orang di ldii juga mulai mencari alasan bahwa dengan wadah ldii mereka bisa melakukan banyak hal. Hey, kalau sekedar melakukan banyak hal sebagai ukuran, maka lihatlah kelompok2 lain di luar kalian, bahkan kristen pun melakukan banyak hal, mereka sampai peduli pada banyak hal, pendidikan, dll. Apa anda kira hanya di ldii generasi di bina? lalu semua golongan di luar anda yang juga melakukan banyak aksi memperbaiki ummat itu sama2 benar?

seharusnya para ahli ilmu di ldii melihat. Banyak berbuat di dalam ldii itu landasannya apa? benarkan dulu jalur berjalannya baru bicara melakukan ini dan itu. betapa banyaknya golongan yang sesat toh juga mampu melakukan ini dan itu.

mugo2 teman2ku di ldii bisa sadar bahwa dirinya di dalam firqoh yang diberi nama "jamaah" oleh mereka sendiri. mereka membuat rumah di dalam rumah. mereka melakukan hal yang lebih "berani" dari imam ahmad.

Anonim mengatakan...

Aziz timbul bak pahlawan.

mengherankan apa yang dilakukan oleh aziz. dia yang telah mengakui kekeliruan ldii sewaktu di makkah, kini mencari "pembenaran" bahwa ldii tidaklah seperti apa yang dituduhkan.

kita tanyakan kepada Aziz "Apa anda kira kami ini bukan orang ldii? kami pun pernah di sana, bertahun2, puluhan tahun, lama menjadi muballigh, dll"

kami mengenal ldii dengan baik, maka kami dibai'at di ldii pada saat itu. Mustahil kami diba'at kalau belum mengenal ldii dengan baik.

kini seakan aziz ini kelabakan, mau memperbaiki jamaahnya yang diketahuinya berada pada posisi yang rusak dan salah.

aziz rupanya muncul dengan paradigma baru, yang seakan berhasil menafsirkan keinginan NH. dia mulai berbicara mabda' dll.. Aziz, anda tidak berbicara dengan orlu :) kami ini muballigh2, tau ldii dari kecil, kalau anda membawa "resep" baru ttg pemahaman jamaah yang anda akui sebagai tafsiran jamaah ala NH, maka anda telah salah, kami melihat bahwa anda hanya akan membuat jamaah baru, yang kemudian anda klaim sebagai jamaah yang tidak sesuai dengan tuduhan2 yang ada.

Aziz. sebaiknya anda mulai mencari jawaban2 yang tepat utk menjawab pertanyaan kami. "apakah anda merasa lebih pintar dari guru anda?" apa alasan anda mengabaikan fatwa guru anda? apa karena anda mengira bahwa guru anda telah salah menjawab? atau anda mengira bahwa pertanyaan kepada guru anda datangnya dari orang yang tidak mengenal ldii?

ooh.. anda harus ingat. para penanya yang langsung klarifikasi ke Makkah itu sudah beberapa. di antara mereka masih berstatus ldii pada saat menanyakan ajaran ldii, jadi mereka tidak ada tendensi merusak ldii, hanya mau menanyakan sj, dan akhirnya jawaban syaikh2 yang ditanya menunjukkan bahwa ldii itu keliru. TIdakkah ini cukup? lagi2 kami tanyakan "apakah anda lebih pintar dari guru anda"?

Anonim mengatakan...

menggelikan mendengar ijtihad pusat ttg larangan mendekati org yang dicurigai salafy. :))

sy bertanya2, kita2 Aziz dan Kholil gak kerasa ditampar yaaah??? secara tidak langsung ijtihad imam ldii ini mengatakan bahwa "Kami tidak mampu melindungi jamaah kami dengan keilmuan, maka kami lingungi dengan cara ini (larangan buka internet, larangan berteman ama salafy, larangan ini dan itu)"

orang 354 hendaknya melihat, menelaah. COba kalian pikirkan, mengapa tidak pernah ada terdengar oleh anda kalimat "orang2 salafy jangan laah mendekati ldii, awas terpengaruh"

hal ini anda tidak akan dengarkan karena anda tau bahwa salafy punya keilmuan yang cukup utk melindungi dirinya berada di manhaj yang benar.

yang mungkin anda dengerkan di pengajian2 354 adalah berita2 menyesatkan seperti "ada satu kelompok salafy di sumatra, sekian orang, masuk ke ldii. Ada juga di Kendari, dll"

kebongan ini begitu jelas. Ketahuilah wahai 354, salafy itu bukan kelompok2, dia hanyalah metode pendekatan, cara, dan jalan para sahabat dan generasi awal ummat ini dalam menjalankan ibadah. Jd, tidak mungkin ada "sekelompok" salafy di sini dan sana masuk ldii. ketauan boongnya. Emang ahli koq.. :))

maka saya sarankan kepada pengurus2 pusat 354, kalau bikin berita mbok yao yang kreatif dan berbobot ngono looh...

oh iya.. kalau ngirim penerobos pusat kemana2, gak usah habisin uang jamaah dengan mengirimkan penasihat2 yang tidak berilmu. COba perhatikan penerobos2 pusat di ldii. keilmuannya jauh, bahkan saya berani katakan bahwa mereka tidak mengenal perihal "mabda" yang berkali2 diucapkan oleh Aziz.

Anonim mengatakan...

utk orang2 yang merasa bahwa "hanya dirinya" yang telah banyak berbuat utk ldii sehingga susah meninggalkan ldii meskipun sudah tau bahwa resiko berada di sana adalah sangat berbahaya. Maka ketahuilah, orang2 yang ruju' ilal haqq sebagian besar adalah pejuang2 di 354. tapi mereka mau membuka hati ketika berbicara kebenaran.

Meskipun akhirnya harus meninggalkan 354 yang sudah dia "dandani" selama berpuluh2 tahun, tapi tetap saja harus berhati besar melihat kenyataan. kalau memang salah yaah tinggalkan. tidak usah bermimpi memperbaiki kalau memang 'track'nya salah. Berhati2lah. berpikirlah bijak, anda bs berjuang di mana saja koq, carilah tempat yang benar landasannya.

Saya pernah berpikir. Itu tuuh Tablighy, Ihwany, udah keluar banyak tahdzir dari ulama haramain ttg mereka, tapi mereka tetap saja di sana. dulu sy berpikir betapa bodohnya mereka yaaah... sekrang saya sadar, ternyata orang2 yang ada di dalam suatu hizbi itu memang tidak mudah percaya pada peringatan yang datang dari luar kelompoknya.

lihatlah fatwa syaikh bazmul yang kalian abaikan, wahai teman2ku di 354. Apa kalian kira syaikh Bazmul itu bodoh? mau berfatwa sebelum mempelajari?

kalian malah percaya sama syubhat2 dari pembesar2 kalian yang mengatakan "ah, itu khaan karena yang bertanya adalah orang yang sakit hati dan mau menjatuhkan"

oooh.. inget2, apa ada yang salah dengan poin2 pertanyaan kepada syaikh?semua benar, tanpa takiyyah, tanpa basa basi, apa adanya. Dan memang betul bahwa yang bertanya ke ulama haramain itu bukan satu dua org, sudah banyak. banyak dari mereka yang bertanya2 swaktu masih berstatus ldii, bukan orang yang mau menjatuhkan ldii. tetapi jawaban para masyaikh haramain yaah sama saja, bahwa ldii itu bathil...

coba tanyakan kepada hati anda sekalian. Apakah ketika malaikat turun utk memperingati kalian dari kesalahan kalian itu... apakah anda akan menerima nasihat itu? jangan2 anda juga harus tunggu pak NH bangkit dari kubur utk mengatakan bahwa anda telah keliru, berada pada tempat yang tidak aman...

ibu jihan sukabumi mengatakan...

saya sangat puas membaca tulisan2 di blog ini,bahkan saat saya membaca hanya bisa menangis...Ya Allah tunjukanlah saya ke jalan yang benar...ya Allah ampunilah saya....

lalu selanjutnya bagaimana yang akan saya lakukan...pengajian di mana yang akan saya datangi...sebab ketakutan hizbiyah menjadi narah di benak saya..

alhamdulillah jazakumullahu khoiro
teman2 saudara2 airmatakumengalir ruju ila al haq

ibu jihan sukabumi mengatakan...

Arrohmanu alal arsy stawa
allah ber istiwa' di arsynya

Anonim mengatakan...

Persatuan merupakan perkara yang prinsip dalam agama
Dalam Islam dikenal adanya perkara-perkara yang prinsip dan mendasar, yang sangat penting untuk diketahui bersama. Salah satu prinsip tersebut adalah persatuan (di atas Al-Qur’an dan As-Sunnah berdasarkan pemahaman salaful ummah).
Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab rahimahullahu dalam risalahnya Al-Ushul As-Sittah (Enam Prinsip Agama) menyebutkan: “Adapun prinsip yang kedua adalah Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan persatuan dalam agama dan melarang dari perpecahan.” Asy-Syaikh Shalih bin Fauzan hafizhahullah berkata dalam Silsilah Syarh Rasa’il (hal. 24-26): “Prinsip ini ada pada Al-Qur’anul Karim.” Kemudian beliau menyebutkan beberapa ayat, di antaranya:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai-berai.” (Ali ‘Imran: 103)
Kemudian beliau berkata: “Kaum muslimin tidak boleh bercerai-berai dalam agama mereka. Yang wajib adalah mereka menjadi umat yang satu di atas tauhid, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

إِنَّ هَذِهِ أُمَّتُكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً وَأَنَا رَبُّكُمْ فَاعْبُدُونِ

“Sesungguhnya (agama tauhid) ini adalah agama kamu semua, agama yang satu dan Aku adalah Rabb kalian maka sembahlah Aku. (Al-Anbiya’: 92)

Umat Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak boleh terpecah-belah dalam aqidah, ibadah, dan hukum agama mereka. Satu mengatakan halal, yang lain mengatakan haram tanpa disertai dalil. Yang demikian ini tidak diperbolehkan. Tidak diragukan bahwasanya perselisihan adalah bagian dari tabiat manusia, sebagaimana yang Allah Subhanahu wa Ta’ala firmankan:

وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ. إِلَّا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ

“Tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu.” (Hud: 118-119)
Namun perselisihan hendaknya diselesaikan, yaitu diputuskan dengan mengembalikan perkaranya kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah. Sehingga apabila terjadi perselisihan antara saya dengan anda, wajib atas kita semua untuk mengembalikannya kepada Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ

“Kemudian jika kalian berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al-Qur’an) dan Rasul (Sunnahnya), jika kalian benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian.” (An-Nisa’: 59)
Adapun pernyataan bahwa masing-masing (berhak) mempertahankan madzhab (pendapat)nya, masing-masing (berhak) mempertahankan aqidahnya, manusia bebas dalam berpendapat, menuntut kebebasan dalam beraqidah, kebebasan dalam berucap; ini adalah kebatilan (tidak benar) dan termasuk perkara yang Allah Subhanahu wa Ta’ala larang, sebagaimana firman-Nya:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah dan janganlah kamu bercerai-berai.” (Ali ‘Imran: 103)

Anonim mengatakan...

Persatuan adalah rahmat sekaligus karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala yang agung
Seperti yang tersebut dalam penjelasan di atas, persatuan umat adalah suatu perkara yang mulia, dan hal itu semata-mata rahmat yang Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan kepada hamba-hamba-Nya yang dikehendaki. Sebagaimana yang tersebut dalam ayat:

وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ. إِلَّا مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ

“Tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu.” (Hud: 118-119)
Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullahu berkata: “Orang-orang yang Allah Subhanahu wa Ta’ala rahmati dengan iman dan petunjuk, mereka tidak akan berselisih.”
Termasuk karunia agung yang Allah Subhanahu wa Ta’ala anugerahkan kepada hamba-Nya adalah Allah l menurunkan syariat kepada mereka dengan sebuah agama terbaik dan termulia, yang paling bersih dan paling suci, yaitu agama Islam. Agama tersebut Allah Subhanahu wa Ta’ala syariatkan bagi hamba-hamba pilihan-Nya dan yang bagus, bahkan yang paling bagus dan yang paling terpilih. Mereka adalah ulul azmi dari para rasul. Mereka adalah makhluk yang paling tinggi derajatnya dan paling sempurna dari segala sisi. Maka, agama yang Allah Subhanahu wa Ta’ala syariatkan untuk mereka, mengharuskan adanya sisi keserasian dengan keadaan mereka. Sesuai dengan kesempurnaan mereka. Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala menyempurnakan dan memilih mereka, karena mereka menegakkan (menjalankan) agama itu. Kalau bukan agama Islam, tidaklah seorang pun terangkat derajatnya dari yang lain. Ia merupakan inti kebahagiaan, poros utama kesempurnaan.
Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada hamba-Nya untuk menegakkan (melaksanakan) syariat-syariat agama, baik yang prinsip maupun yang cabang. Ditegakkan pada diri mereka masing-masing dan berupaya untuk ditegakkan pada yang lainnya. Saling menolong di atas kebaikan dan ketakwaan serta tidak tolong-menolong di dalam dosa dan pelanggaran. Maka Allah l perintahkan agar tidak berselisih di dalamnya, untuk meraih kata sepakat di atas prinsip-prinsip agama dan cabang-cabangnya.
Oleh karena itu, berupayalah agar setiap permasalahan tidak menyebabkan berpecah-belahnya dan terkotak-kotaknya kalian. Masing-masing membanggakan kelompoknya. Sebagian memusuhi yang lain, meskipun di atas agama yang satu.
Di antara jenis persatuan di atas agama dan tidak mengandung perselisihan adalah apa yang diperintahkan syariat untuk bersatu pada perkumpulan yang bersifat umum. Seperti persatuan dalam pelaksanaan ibadah haji, pelaksanaan Iedul Fitri, Iedul Adha dan shalat Jum’at, shalat berjamaah lima waktu, jihad, dan ibadah-ibadah lainnya, yang tidak sempurna kecuali dengan persatuan dan menghindari perselisihan padanya. (Taisir Al-Karimir Rahman pada ayat 13 dari surat Asy-Syura)

Anonim mengatakan...

Keberadaan daulah Islamiyyah memang sangatlah penting dan berarti bagi kehidupan beragama kaum muslimin. Namun yang perlu diperhatikan dan menjadi catatan penting di sini apakah perkara tersebut menjadi tujuan yang utama, sebagaimana dinyatakan: “Tujuan agama yang hakiki adalah menegakkan undang-undang kepemimpinan yang baik lagi terbimbing”?
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah t menyatakan: “Orang yang berkata bahwa masalah imamah adalah tujuan yang paling penting dan utama dalam hukum-hukum agama dan masalah kaum muslimin yang paling mulia, maka dia itu berdusta menurut kesepakatan kaum muslimin baik yang sunni ataupun yang syi’i. Bahkan ini termasuk kekufuran, karena iman kepada Allah dan Rasul-Nya lebih penting dan utama daripada masalah imamah. Hal ini adalah perkara yang dimaklumi secara pasti dari agama Islam. Dan seorang kafir tidaklah menjadi mukmin sampai ia bersaksi: Laa ilaaha illallah wa anna Muhammadan rasulullah (bukan karena imamah, dan tentunya hal ini menunjukkan pentingnya permasalahan iman, pen). Inilah alasan utama Rasulullah n memerangi orang-orang kafir. Beliau n bersabda:

أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوْا أَنْ لاَّ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنِّي رَسُوْلُ اللهِ وَيُقِيْمُوا الصَّلاَةَ وَيُؤْتُوْا الزَّكَاةَ، فَإِذَا فَعَلُوْا ذَلِكَ عَصَمُوْا مِنِّي دِمَاءَهُمْ وَ أَمْوَالَهُمْ إِلاَّ بِحَقِّهَا

“Aku diperintah untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada ilah kecuali Allah dan aku adalah Rasulullah, kemudian mereka menegakkan shalat dan membayar zakat. Maka bila mereka melakukan hal itu terjagalah dariku darah dan harta mereka kecuali dengan haknya.”

Anonim mengatakan...

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah juga menyatakan: “Perlu dimaklumi bagi kita semua, apabila didapatkan masalah kaum muslimin yang paling mulia dan tujuan yang paling penting dalam agama ini, tentunya akan disebutkan dalam Kitabullah lebih banyak daripada perkara selainnya. Dan demikian pula keterangan Rasulullah n tentang perkara tersebut, tentunya akan lebih utama dan lebih banyak daripada keterangan beliau terhadap perkara lainnya. Sementara kita lihat Al Qur`an penuh dengan penyebutan tauhidullah, nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya, ayat-ayat (tanda-tanda kekuasaan)-Nya, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, hari akhir, kisah-kisah, perintah dan larangan, hukum had dan kewajiban-kewajiban. Tidak demikian halnya dengan masalah imamah. (Maka kalau dikatakan bahwa masalah imamah itu lebih utama/penting dan lebih mulia daripada yang lainnya, pen) lalu bagaimana bisa Al Qur`an itu dipenuhi dengan selain perkara yang lebih penting/utama dan lebih mulia?!” (Minhajul Anbiya`, 1/21)
Asy-Syaikh Rabi‘ bin Hadi Al-Madkhali hafizhahullah berkata meluruskan kesalahan orang yang mengatakan demikian: “Bahkan sesungguhnya tujuan agama yang hakiki dan tujuan penciptaan jin dan manusia serta tujuan diutusnya para rasul serta diturunkannya kitab-kitab adalah untuk ibadah kepada Allah dan mengikhlaskan agama untuk Allah. Allah k berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُوْنِ

“Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”5

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُوْلٍ إِلاَّ نُوْحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لاَ إِلهَ إِلاَّ أَنَا فَاعْبُدُوْنِ

“Tidaklah Kami mengutus seorang rasul pun sebelummu kecuali Kami wahyukan kepadanya bahwasanya tidak ada ilah yang patut disembah kecuali Aku maka beribadahlah kalian kepada-Ku.”6

الر، كِتاَبٌ أُحْكِمَتْ آيَاتُهُ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِنْ لَدُنْ حَكِيْمٍ خَبِيْرٍ، أَلاَّ تَعْبُدُوا إِلاَّ اللهَ إِنَّنِي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيْرٌ وَبَشِيْرٌ

“Alif laam raa. (Inilah) sebuah kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan baik serta dijelaskan secara terperinci dari sisi Dzat Yang Maha Memiliki Hikmah lagi Maha Mengetahui/Mengabarkan, agar kalian tidak beribadah kecuali kepada Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira dari Allah kepada kalian.”7 (Manhajul Anbiya fid Da’wah ilallah fihil Hikmah wal ‘Aql, hal. 152)
Demikianlah perkara keimanan ini begitu amat pentingnya agar menjadi perhatian kita semuanya. Dan jangan seseorang terlalu berambisi mendirikan daulah Islamiyyah dan menjadikannya sebagai inti dakwahnya kepada umat, sementara tauhid belum ditegakkan, kesyirikan masih merajalela dan Sunnah Nabi n masih dibuang di belakang punggung-punggung manusia. Wallahul musta’an.

Anonim mengatakan...

yoi. Bersatu = tidak berfirqoh2.

kalau sudah ada jamaah di suatu negara, terpimpin oleh wong sing islam yaah itu jamaah.

kalau buat imamah baru namanya bukin rumah di dalam rumah.

orang yang mensyaratkan daulah dulu baru segalanya dipenuhi belakangan adalah HTI. mereka tidak peduli pada keadaan tauhid ummat, mereka peduli pada daulah dulu baru yang lain nyusul.

kalau ahlu sunnah. cukupkan yang ada, negara sudah ada, ikuti saja yang ada. Dan perbaiki tauhid ummat. Pemimpin lahir dari rakyatnya.

"sesungguhnya Allah tidak akan merubah suatu kaum kecuali mereka mau merubah dirinya"

ini menjadi dasar bahwa yang terbaik adalah berjalan dengan kepemimpinan yang ada, dan di sisi lain terus memperbaiki akidah ummat ini. Jangan buat pecahan2 dalam negara, karena apapun alasan pecahan2 itu, mereka tetap saja adalah firqoh2 yang dengan firqohnya akan menafikan keberadaan pemimpin yang sah di dalam suatu negara.

yah, Imam Ahmad bisa menjadi contoh. beliau dipimpin oleh 3 generasi kepemimpinan negara yang tidak berada di jalan yang lurus, bahkan sangat menyimpang. Tetapi beliau cukup berdakwah dengan baik, memperbaiki akidah rakyat pada saat itu, tidak malah buat imamah baru.

ini seharusnya ditempuh utk menghindari perpecahan2. firqoh2 yang mengecap dirinya jamaah itu yaang tetap sj kita hukumi forqoh.

Anonim mengatakan...

@ibu jihan sukabumi:

sewaktu di ldii, memang pengajian ada di mana2.

tapi saat itu saya mikir, "majlis2nya koq kosong ilmu, yaah"

terus sy melihat bahwa muballigh2 di ldii yang diluncurkan ke mana2 itu sebenarnya hanya syarat sj. Syarat adanya kelompok yaah ada muballighnya.

tapi coba kita lihat muballigh2nya. tanyakan padanya, sudah berapa juz dia menghafal quran, berapa hadist dia ketahui, berapa banyak ilmu pendukung (seperti mustholah hadist, dll) yang dia kuasai. lihat apa jawabannya.

terus tanyakan lagi, filem apa yang dia suka, lagu dari band terbaru apa yang dia tau, suka maen bola atau maen voli, dll... lihat jawabannya.

dari situ dapat dilihat, muballigh2 ldii biasanya tidak memenuhi syarat dari segi keilmuan. mereka terjun ke kelompok2 utk menjadi syarat sj. lalu jamaah dinasihati utk mengagungkan muballighnya, sehingga tampak bahwa muballigh di ldii dihormati.

Inilah bedanya. muballigh2 di ldii dihormati karena pengurusnya nyuruh utk menghormati. bukan karena tingkat keilmuannya.

kalau di salafy, menjadi guru itu tidak mudah, harus mengerti banyak kaidah. maka tidak ada istilah muballigh sebage syarat utk memenuhi keinginan orang2 yang mau ngaji.

bagi yang mau ngaji, tentu mau memperoleh ilmu dari yang mumpuni. maka carilah ulama yang mumpuni. ulama salafy sudah ada di mana2 koq. alamatnya lengkap. tinggal aktif saja mengikuti kajian. lihat alamat2nya di situs2 salafy.

ibu jihan sukabumi mengatakan...

masukkannay sungguh sangat masuk akal dan menghilangkan segala keraguan di hati,terima kasih atas masukkannya

Anonim mengatakan...

mugo2 ibu jihan diberi kelancaran dan kemudahan oleh gusti Allah. bisa keluar dari firqoh yang memecah belah ummat, menuju al jama'atul muslimiin.

Anonim mengatakan...

يقول شيخ الإسلام ابن تيمية – رحمه الله تعالي – (( أن النبي ( أمر بطاعة الأئمة الموجودين المعلومين، الذين لهم سلطان يقدرون به على سياسة الناس، لا بطاعة معدوم ولا مجهول ولا من ليس له سلطان ولا قدرة على شيء أصلاً ))

Syeikhul Islam Ibn Taymiyyah dalam minhaju sunnah berkata

Sungguh Nabi Sallallahalaihi wasalam memerintahkan untuk taat pada pemimpin/imam (penguasa muslim sebuah negeri dan kekuasaannya dikenal serta diakui oleh rukyah/rakyat muslim dinegeri tsb,pen) yang ada dan telah dikenal ( eksistensinya ada,tidak bawah tanah, dan bukan dalam bentuk penguasa bitonah,pen) serta memiliki kekuasaan yang dengan kekuasaaannya ini mereka mampu mengatur perikehidupan rakyatnya.
Dan bukannya mentaati penguasa/”imam” yang tidak eksis dan tidak dikenal ( Imam 354 itu dikenal tidak dalam negeri ini?? Apakah imam 354 itu penguasa negeri ini yang diakui? Bukankah imamah 354 dimainkan secara rahasia? Bukankah imamah 354 pas banget dengan fatwa Ibn Taimiyyah mengenai imamah yang batil?, pen). Rasulullah juga tidak memerintahkan untuk mentaati orang yang tidak mempunyai kekuatan dan kekuasaan sama sekali ( imam illegal, imamah 354 adalah imamah illegal)

Anonim mengatakan...

Abdus salam bin barjaz menerangkan dari acuan fatwa ibn Taimiyyah sebagai berikut:
فمن نزل نفسه منزلة ولي الأمر الذي له القدرة والسلطان على سياسة الناس، فدعا جماعة للسمع والطاعة له أو أعطته تلك الجماعة بيعة تسمع وتطيع له بموجبها، أو دعا الناس إلي أن يحتكموا إليه في رد الحقوق غلي أهلها تحت أي مسمي كان ونحو ذلك، وولي الأمر قائم ظاهر : فقد حاد الله ورسوله، وخالف مقتضي الشريعة، وخرج من الجماعة.
فلا تجب طاعته، بل تحرم


Barangsiapa yang mengaku dirinya sebagai penguasa (imaroh) untuk menandingi penguasa sah yang memiliki kekuatan dan kekuasaan ( penguasa yang didaulat sebagai pemimpin/penguasa/imam oleh mayoritas rukyahnya di negeri tsb) untuk mengatur perikehidupan/siyasi rakyatnya, lalu imam illegal tsb mengajak-ajak sekelompok manusia (dalam bahasa 354: ngajak rukyahnya) untuk mendengar dan taat padanya atau jamaah sempalan itu menyelenggarakan beat sehingga mereka mendengar dan taat dengan inisiatif dan kesadaran sendiri (pada imamah batilnya) sedangkan penguasa yang sah dalam negeri itu masih berkuasa dan eksistensinya jelas (tidak rahasia atau bitonah).

Berarti orang tersebut (imam illegal dan rukyahnya) menentang Allah, RAsul dan menyelisihi nash syariat dan keluar dari Al Jamaah

Maka tidak wajib bahkan haram mentaatinya ( hukumnya haram untuk toat pada 'imam-imaman'/penguasa illegal/penguasa ilusi)

>Dinukil dari muamalatul hukam alqoidah al khomisah, Abdus salam bin barjaz

Anonim mengatakan...

Belakangan sy banyak membaca tulisan2 penguat kepahaman 354. mereka secara paksa menarik pemahaman dalil2 jamaah, "thaifatun min ummatii alal haqq", dll ke dalam pemahaman golongannya.

mereka merasa bahwa golongan2 yang di maksudkan dalam hadist itu adalah golongannya. Apa mereka tidak takut kalau golongan tablighy, ihwany, dll itu cemburu? karena mereka pun menggunakan dalil2 yang sama.

lalu betapa banyaknya di indonesia ini jamaah yang menarik dalil2 jamaah dan imamah dari quran dan sunnah ke dalam golongannya. Mana yang benar? dari sekian banyak jamaah dan imamah sempalan di Indonesia ini mana yang benar?

maka hendaknya mereka mendatangkan satu hujjah saja yang memberikan contoh sejak zaman nabi sampai para kholofah ummat ini dari generasi ke generasi yang berdiri secara sembunyi2, atau terang2an dan berbilang2 dalam satu kawasan wilayah.

apakah mereka akan menemukan satu saja contoh?

tidak ada!

lalu dari mana dasar mereka mendirikan imamah dalam satu wilayah yang telah dikuasai oleh orang lain (bukan golongan mereka)?

Anonim mengatakan...

Sekuat apapun keyakinan mereka dalam menarik pemahaman dalil2 jamaah dan imamah di dalam hadist, tetap saja mereka harus menghadapi kenyataan bahwa jamaah 354 berdiri di atas kekeliruan, alias dipaksakan berdiri, bersaing dengan jamaah2 lain selain ldii di wilayah ini.

Anonim mengatakan...

kita tanyakan kepada 354.

bagaimana pendapat kalian terhadap perintah nabi untuk beruzlah menjauhi firqoh2 sesat (yang mungkin sj firqoh2 itu ngaku jamaah tapi gak punya kuasa)?

apakah orang uzlah itu kafir? karena tidak punya kelompok?

orang ldii (melalui salah satu FB referensi mereka, abu Q*la) rupanya belum memahami apa itu golongan. Mereka memaknai golongan itu adalah kelompok. Rupanya beginilah akibat kalau mempelajari ilmu bukan dari mulut guru.

AQ mengatakan bahwa islam itu harus berkelompok, berdasarkan dalil "tidak henti2 segolongan ummatku di atas kebenaran", dia telah salah memaknai hadist ini. GOlongan dalam penyebutan hadist tersebut adalah pensifatan orang2 yang menetapi kebenaran, karena dalam dalil tersebut "thaifatun min ummati 'alal haqq" artinya adalah orang2 yang disifatkan menetapi kebenaran, dan tidak terdapat penjelasan bahwa mereka harus berkelompok seperti ldii.

pemahaman AQ mengenai golongan yang harus berwujud kelompok tentunya bertentangan dengan dalil uzlah yang datang dari jalan yang shahih. Bgemana mungkin orang yang uzlah memiliki kelompok? tidak mungkin..!! tapi mereka masuk dalam "thaifatun min ummatii alal haqq" karena pensifatan "yang menetapi kebenaran" itu membuat dia masuk dalam golongan yang selamat itu.

coba dia perhatikan tafsir fathul bari, dalam menjelaskan khobarul ahad. bagaimana Allah menyebutkan thaifah itu kepada satu orang sj.

wa yusamma rojulu thaifatan li qoelihi tahala (wa in thaaifataani minal mu'mininaqtataluuw) (fath bari juz13)

dan telah dijelaskan pula oleh ibn katsir dalam an-nihayah fi gharibul atsar juz 3 "Sesungguhnya lafadz thaifah berrti satu orang atau lebih" penjelasan ini diambil dari Ibn Abbas dan selainnya.

Perhatikan, "segolongan ummat 'alal haqq" ditarik pemahamannya oleh si AQ ini ke dalam pengertian kelompok ldii yang "merasa" di atas kebenaran.

dia rupanya belum banyak mengerti pembahasan hadist.

lalu akhirnya dia (si AQ) ini menyimpulkan bahwa "karena golongan itu adalah kelompok, maka harus ada imamnya"

ini lagi2 kerancuan berpkir, akibat tidak mengambil ilmu dari guru yang baik.

Bagaimana mungkin dia bisa lupa dengan pembahasan tentang Uzlah yang tanpa imam, dan pembahasan imam Ahmad bin Hambal tentang pemerintahan yang tidak berada pada jalur yang benar, namun imam ahmad dan semua muridnya tetap dalam keadaan mereka, tidak mendirikan keamiran, dan mereka pun tetap masuk dalam kategori "segolongan dari ummatku yang di atas haqq".

kerancuan AQ ini bermula dari upayanya mencari2 pembenaran utk golongannya. Seperti inilah akibat dari hizbiyyah.

Anonim mengatakan...

masih banyak lagi kerancuan berpikir Abu Q*la ini..

kelihata orang2 yang mencari2 alasan agar tetap di ldii.. mereka mencukupkan dirinya dari hujjah2 Abu Q*la ini.

sadar atau tidak. mereka sudah menganggap ulama haramain yang melarang jamaah yang berbilang2 dalam satu wilayah adalah ulama2 yang bodoh, tidak mengambil pertimbangan dari quran dan sunnah.

mereka pikir si Abu Q*la ini masih lebih ngerti. Padahal begitu banyak kerancuan berpikirnya. Mengait2kan dalil dengan tanpa ilmu. dibuat2 supaya mencocoki kelompoknya. tapi percayalah... banyaaaaak kelemahan dan kerancuan berpikirnya. insyaAllah akan dibahas nanti.

lagi sibuk mode on.

intinya orang2 ldii ini berusaha menarik semua dalil jamaah dan imamah dalam quran dan hadist utk mencocoki golongannya.

Apa mereka lupa bahwa semua golongan toh berpikirnya begitu. selama kelompok2nya menjadi tuhan mereka, maka mereka akan melakukan hal yang sama.

kita betikan pekerjaan rumah kepada mereka. Datangkan satu hujjah saja, contoh yang menerangkan bahwa bolehnya bergolong2 dan berbilang2 dalam satu wilayah. itu aja dulu PR buat mereka.

kita kasi waktu 100 tahun utk mencari jawabannya.

Anonim mengatakan...

dalam FBnya si AQ juga dia mengatakan "ngapain mengajak tauhhid kepada orang islam?" ha ha ha ha... kelihatan kalo dia tidak mengerti dimensi tauhid.

jauuuuh... jauuuh... orang mengambil rujukan dari orang ini sehrusnya malu..

tapi yaah namanya juga cari alasan2. ulama sekelas apapun juga bisa saja ngalain ulama haramain. yang penting kedengaran cocok aja deeh..

Anonim mengatakan...

HIDUP JANGAN MENGIKUTI ARUS TAPI MEMPUNYAI JURUS
Ajakan bersatu kepada umat islam untuk menetapi Qur'an Hadits Jama'ah, Jama'ah Qur'an Hadits untuk menuju kebahagiaan dunia akhirot,. Secara 5 bAb :


1. Mengaji Qur'an Hadits,


2. Mengamal Qur'an Hadits,


3. Membela Qur'an Hadits,


4. TOAT ALlah Rosul,


5. Sambung silatUrahmi


sesama umat islam/saudara n kerabat. "Ribuan rintangan, jutaan pertolongan, milyaran kemenangan, SORGA PASTI.!!!"



=>Orang yang pintar selalu ingat dengan mati dan membagusi persiapan untuk setelah MATI..

Anonim mengatakan...

pernyataan di atas ini adalah asli dan murni akidah dan manhaj jamaah LDII yang di bangun oleh Nurhasan ubaidah lihat kalimat: "Ajakan bersatu kepada umat islam untuk menetapi Qur'an Hadits Jama'ah, Jama'ah Qur'an Hadits" meskipun ajakan Quran Hadis Jamaah, Jamaah Quran Hadis ini sudah dia (Nurhasan) bubarkan sendiri lewat surat pernyatanya yang di saksikan Imam wali al fatah (lihat kembali Waspada354) namun sampai hari ini ajaran Nurhasan itu masih di lestarikan dan di banggakan oleh Jamaah LDII,maka saya pastikan dan DEMI ALLAH bahwa jamaah LDII adalah generasi penerus ISLAM JAMAAH ajaran Nurhasan Ubaidah, dari sisi usul ad dien jamaah LDII masih asli dan murni memakai ajaran Nurhasan Ubaidah walaupun dari sisi furu'nya mereka berubah dengan mengatas namakan AFTER NEW PARADIGM (paradigma baru)dan sebetulnya paradigma baru LDII ini adalah nama baru dari TAQIYAH nya.

ajakan Quran Hadis Jamaah ....ini saya ambil dari blog barunya 354 (www.petamu.blogsepot.com

alif 354 mengatakan...

http://354jannah.blogspot.com/
di blog ini dijelaskan secara gamblang apa itu QURAN HADIS JAMAAH segera buka blognya biar kita timbang siapa yang sebenarnya diatas hujjah yang kuat yang betul2 sesuai dalil2 quran dan sunnah/hadis atas pemahaman mankul musnad mutashil dari para ulama salaf
LDII apa SALAFI mari kita buktikan...

Anonim mengatakan...

LDII dan salafy itu beda. ini yang tidak dipahami oleh kaum 354 seolah salafi itu adalah organisasi. salaf itu manhaj (sikap beragama) dan kebenaran tidak ditentukan dalam bentuk organisasi atau kelompok.

menurut pak Alif bagaimana sikap 354 yang mengkafirkan umat islam diluar golongannya? terus apa dalilnya keislaman orang islam diluar LDII itu ngga sah? amal ibadahnya ngga sah dan wajib masuk neraka?

pak, Alif tidak ada satupun disini yang menentang Quran dan hadits. Disini adalah umat islam yang berpegang teguh pada Kitabullah dan sunnahrasulullah dengan pemahaman salafusalih. apa pak Alif pikir hanya LDII saja yang mengamalkan Quran dan Hadist?

berjamaah itu adalah wajib, namun kita harus pehami arti berjamaah sesuai dengan teladan ulama yang kredibel, bukan berjamaah menurut versi nurhasan dan orang-orang pusat karena berjamaah versi nurhasan itu diarahkan untuk kekuasaan pribadi dan segolongan orang saja. rukyah tak sadar, mereka sebenarnya adalah sapi perahan dan obyek dari kekuasaan rezim nurhasan

Anonim mengatakan...

kasihan neeh orang2 ldii... udah diperingetin oleh Syaikh bazmul tapi tetap aja cari alasan.


hanya orang yang tidak tau mana yang berilmu dan yang mana yang bodoh, baru tidak bisa menimbang2.

kalau mikir sebenernya udah tau jawabannya. Sebanyak apapun hujjah yang ldii ada2kan, itu tidak akan menandingi ilmu masyaikh haramain.

muballigh himpunan koq macem2. :))

aziz dan kholil doble enam juga kalau disuruh milih, saya akan ikut dari masyaikh haramain.

siapa yang dikenal, siapa yang dipuji? siapa yang jadi rujukan di dunia islam ini..? siapa?

blog2 buatan ldii sebenernya hanya mau mengaburkan semua tuduhan2 kepada mereka. Persoalan bithonah mau disembunyiin.. ketahuan tricknya.

mau menyembunyikan imamah, baiah, persenan (pungutan paksaaan), surat sambung, dll... semua mau ditutup2i pake blog2 baru.

pandailah memilih rujukan, syaikh.. jangan sembrono. Yang kena fitnah maryoso koq diikuti, terbukti gak bisa membedakan mana bisnis riba aje dah dijadiin rujukan.

kasihan. sekarang pelaku bisnis maryoso itu berusaha meyakinkan jamaahnya kalau mereka sudah benar. Pertanyaannya, dari pada repot2, kenapa tidak minta fatwa saja sewaktu masih di haram? sebelum diusir dari haram karena ketehuan punya pemahaman sesat?

mereka berdua, aziz dan kholil, seharusnya bisa merekam fatwa syaikhnya ttg ldii. Tapi mereka sadar bahwa itu tampaknya mustahil. jadi deeeeh tidak berani nanya kepada syaikhnya.

Anonim mengatakan...

Sekarang tercium muslihat aziz dan kholil. Seakan2 mereka mau buat jamaah baru dengan paradigma baru ala mereka, dengan menggunakan "pasukan" yang ada, yakni pasukannya NH yang sudah jadi, yang sudah loyal membayar upeti utk mereka.

setelah mereka berhasil menyintikkan pemahaman2 baru, berupa tidak takfiri, dll.. barulah mereka berani diperhadapkan kepada syaikh2nya di haramain.

nah, apakah itu mungkin? silahkan tuh hadapi ring satu yang kental takfirinya..

mau merubah surat taubat saja tidak bisa, gimana mau merubah takfiri??

sekarang aziz dan kholil ini malah ikut arus, ke daerah2 mendakwahkan bolehnya surat taubat, persenan, dll.. tanyakan pada mereka "dari mana anda sekalian mau merubah ldii"? tampaknya anda tidak akan sanggup. inilah kalau sudah terlanjur banyak mengkonsumsi harta yang tidak bener.

Anonim mengatakan...

LDII dari bulan ke bulan buat perubahan muluuuuu....

hukum ini berubah, diatas namakan pentashehan pusat, lalu daerah2 manut bagaikan kerbau yang dicocok hidungnya..

lima babnya sekarang sudah berubah lagi isinya? sy tidak heran.

istilah "murtad" sudah dirubah? sy tidak heran

banyak laaah perubahan di ldii..

masalah pemanqulan quran aja ada istilah "penyeragaman tahun sekian dan sekian"

maknanya berubah2 terserah pusat. pusat mengatasnamakan hasil penderesan ulama 100, dll..

Agama koq berubah2 aturannya..

teruuuuuusss berubah... sekarang ldii mengalami banyak tekanan dari eksternal.. maka mereka tidak henti2nya musyawarah, pake uang jamaahnya utk makan2 enak, membicarakan mau merubah apa lagi, setelah jadi keputusannya barulah diluncurkan penerobos2 pusat (yang miskin ilmu itu) ke daerah2 utk menyampaikan hasil perubahan2.

kasihan ini agama ldii.

mau dibawa ke mana niih agama? berubah terus aturannya..

alhamdulillah di salafy semuanya jelas. banyak aturan yang tersingkap dengan jelas, rujukannya jelas, aturannya konsisten karena datangnya dari Allah dan rasul, ketika ada variasi itu tidak lain hanya pada perkara cabang sj, dan itu menambah indahnya agama.

Anonim mengatakan...

to Alif
Alhamdulillah sudah menunjukkan blog jamaah, jangan lupa juga baca di blog ini...penting...biar mantap mengenai penjelasan jamaah


http://jokam4ever.blogspot.com/2010/10/jamaah-itu-adalah.html

Anonim mengatakan...

to alif

saya sudah membuka blog


http://354jannah.blogspot.com/

tapi ada yang mau saya tanyakan pada alif

*penjelasan/pengertian tafsir tersebut berdasarkan apa?
*pengertian atau tafsir siapa yang dipakai?
*apakah pengertian dan tafsir dari para ulama' terdahulu ( semisal tafsir ibni katsir, atau dari Syaikh Umar Hamdan (yg notabene diklaim sbg guru pendiri islam jamaah/L***)?
*kenapa tidak diterangkan sumber tafsirnya?
*apakah penafsiran dalil dalil tersebut hanya dari LD** sendiri??tanyakan sumber tafsir dari mana??

katanya semua itu mangkul tapi kok tidak ada sama sekali rujukan kitab yang dipakai...???!!
artinya semua yang dijelaskan diblog itu ro'yi

Anonim mengatakan...

to Alif

mas alif pertanyaan ini sudah ditanyakan dari bulan kemarin tapi sampai sekarang belum ada yang jawab, ini yang tanya juga orang jamaah sendiri, Amshol mas alif bisa menjelaskan...

Kalo bisa menjelaskan banyak hal di blog http://354jannah.blogspot.com/, maka pastilah juga bisa jelaskan "pertanyaan2 remeh ini" lengkap dgn kitab2 rujukannya;
1.Benarkah praktek surat taubat dlm jamaah?
2.Benarkah yg menentukan diterima tdknya taubat itu adalah imamnya kemudian menentukan kaffarohnya dlm bentuk uang?
3.Benarkah praktek qurban urunan sak jamaah, termasuk menyerahkan sejumlah uang qurban per desa dan daerah ke pusat?
4.Benarkah praktek persenan dan penjatahan kepada jamaah?
5.Benarkah orang yg tdk baiat pada bapak Imam kita itu kafir semua? Bagaimana dgn Syaikh2nya Nurhasan dulu? juga Syaikh2nya Kholil dan Aziz sekarang?
6.Benarkah kesaktian2 Nurhasan? Krn Nabi sendiri, para kholifah dan ulama salafus sholih/ syaikh2nya Nurhasan dan Syaikh2nya Kholil dan Aziz tdk ada yg memiliki kesaktian seperti Nurhasan.
7.Setelah sekian puluh tahun, knp baru sekarang2 ini kita diajarkan mustolah hadits? Dan ternyata banyak di dlm hadis himpunan kita ditemukan hadis2 dhoif bahkan maudhu'? (Benarkah Nurhasan belajar di Darul Hadis? Krn di sana pasti diajarkan tentang mustolah hadis)

Anonim mengatakan...

umpama orang ldii membuat bantahan melalui blog2 atau situs apapun sampai ratusan jumlahnya.

bagiku mereka hanya perlu menjawab fatwa syaikh bazmul terlebih dahulu.

maaf, ldii...! sy lebih percaya syaikh bazmul daripada aziz dan kholil.

Anonim mengatakan...

utk petekol2 ldii yang masih terus mencari alasan2/pasal2 agar mereka kelihatan benar, dan menyalahkan fatwa syaikh bazmul... maka berdoalah kepada Allah, mintalah petunjuknya, renungkanlah lagi..

apa anda skalian sudah betul2 ingin mencari selamat?

nb: syaikh sekelas Prof DR Muhammad Umar bazmul tidak akan berfatwa sembarangan. Diamnya masyaikh2 lain di haramain terkait fatwa syaikh bazmul di Indonesia ttg ldii, menandakan persetujuan beliau2.

golei slamet, luuur... mati sewaktu2.

aku yoo cinta banget ama ldii, tapi kalo salah yo wess ta' tinggal wae..

Anonim mengatakan...

kawan2 354... coba baca ini http://rumahku-indah.blogspot.com/

mudah2an Allah memberi hidayah..

cari slamet.. bukan permusuhan..

nur zaenab mengatakan...

Coba LDII skali2 mengundang Ulama Ahlussunnah dari Guru2nya para utusan 15 orang ldii di hud aziziah??

jangan lama2 ini sudah 69 tahun, dari th 1941 sampai 2010 belum ada satu pun Ulama' ahlussunnah datang ke Burengan atau ke Pondok gede dan belum ada Penerobosan Pusat Internasional dari Ulama Ahlussunnah...

katanya mas kholil asari dekat dengan syaikh yahya???
coba bp.imam, Sulton Aulia undang sih sekali saja Syaikh Yahya, yg sering di sebut2 cholil itu lho..

kami mau tahu, mau bertanya, mau ilmiah, coba undang... biayai pakai biaya kami, infak kami utk Agama ini, bukan utk yg lain.

ini hanya Usul yg URGEN, tolong mas aziz dan cholil sampaikan ke bp.imam.

Anonim mengatakan...

LDII DALAM 5 BAB-NYA HANYA MENGANDALKAN AMAL.

LDII TIDAK MEMPERHATIKAN LANDASAN ILMU YANG DIPAKE UNTUK BERAMAL TERSEBUT.

APA ARTINYA MANKUL & BERAMAL JIKA TERNYATA HADITSNYA HADITS MAUDLU ATAU DHOIF???

Anonim mengatakan...

POINT PERTAMA DI 5 BAB, MENGAJI :

LANDASAN ILMU LDII, TAPI TIDAK BISA MEMBEDAKAN ANTARA SHOHIH ATAU MAUDLU.
ANTARA PENGERTIAN ULAMA AHLUSSUNNAH WALJAMAAH ATAU PENGERTIAN ULAMA BURENGAN

alif354 mengatakan...

hai teman2ku yang komentar buat aku,ini alif mau ngomong terutama yang minta penjelasan tentang 7 poin tersebut,aku ini hanya mubalegh paku triplex ilmu saya hanya hasil mankul dari pusat kediri yang ulamanya paku bumi jangan tannya yang macam2 kalo urusan 7 poin itu tanyakan aja ke guru besar kami ustadz kolil dan ustadz aziz karena beliau yang langsung mankul dari masyayih haramain, tapi jujur aja saya sendiri kok malah bingung setelah mendengarkan fatwanya syeh bazmul gurunya ustadz kolil dan aziz kata syeh bazmul surat taubat itu gak ada ini hanya kedustaan 5 bab itu di dalamnya ada penipuan terhadap jamaah tapi kok justru pak aziz dalam nasehatnya surat taubat itu boleh karena salahnya pada imam ya minta maaf pada imam hanya caranya saja ditulis kalo salahnya pada allah maka imam sebagai saksinya kalo masalah pengertian jamaah ya sudah jelas mankulnya bahwa "yang di sebut2 sebagai saudara jamaah adalah orang islam yang menjalankan 5 rukun islam dan di teruskan beramir berbaiat dan bertoat karena allah" itulah yang di sebut jamaah,maaf ini mankulan saya lhoo...tapi saya yakin semua jamaah pasti mankulanya sama kalo beda berarti belum pentashean dengan ulama 100+ dua guru besar kami p kolil dan p aziz maaf saya gak bawakan dalil paling2 nanti dikatakan DHOIF....

Alif453 mengatakan...

Tak taulah kamu Alif 354 ni kenali Aku adalah Alif 453 ada ada saja tidak bermutu kebanyakan biaya

Alif453 mengatakan...

Tidak heran lif memang itu udah watakmu namamu kok banyak ya takut tidak punya bolo,jangan bolo sama setan salapretpret...pret...pret.... pret,1000 x

Anonim mengatakan...

Saya ingin sekali mengetahui berapakah jumlah saudaraku yang telah Ruju' Ilal Haq, baik yang telah ruju' badan dan hatinya maupun yang telah ruju masih sebatas hati tetapi jasad masih di ldxx (tapi itu adalah awal yang baik untuk dirinya). Ini akan menjadi penting agar menjadi pertimbangan pembasar-pembesar 354 dalam mengkoreksi penyimpangan akidah yang selama ini telah dijalankan.

klik http://separuhhidupkupergi.blogspot.com/2010/11/daftarkan-diri-anda-saudaraku.html?

Anonim mengatakan...

ayo yang sudah taubat dari aliran sesat islam jamaah madigoliyah segera bai'at pada imam yang asli. SBY. sebelum SBY diganti 2014

Anonim mengatakan...

esensi beat adalah bersikap taat pada penguasa yang sah di sebuah daulah selama perintahnya tidak maksiat pada Allah, tidak membuat penguasa/imamah bitonah, tidak melakukan subversi, tidak membuat jamaah sempalan.

itulah maslahat beat dari ahlusunnah waljamaah sehingga terwujud kesatuan Islam.

Beat pada golongan2 (apalagi golongan rahasia) adalah praktek kejahiliyahan dan sifatnya kaum musyrikin. Beat dalam islam (sunni) diperuntukan untuk seorang kepala daulah disebuah wilayah entah itu sebutannya raja, malik, sultan, imam, presiden. adapun beat pada pemimpin2 tarekat (seperti yang dipraktekan sufi pada mursyidnya), beat pada imam-imam sekte dan sejenisnya adalah beat yang batil dan beat yang bid'ah.

Anonim mengatakan...

Jika kami tetap dalam LDII, tapi kami tidak mengkafirkan yang lainya, sholat berjamaah dengan kaum muslimin di luar kami pun mau, %an kami anggap hanya sodaqoh dan kami ikhlash tanpa mengikuti aturan berapa % yng harus di setor, menganggap semua kaum muslim saudara, apa itu cukup menjadi solusi buat kami agar terhindar dari 'kerusakan' ini..? Sebab menurut saya pribadi, LDII punya potensi SDM, aset yang yang baik jika di arahkan dengan baik untuk kepetingan kemauan dakwah Islam. Itu seumpama bisa ya...!

Anonim mengatakan...

@anonim , insya Allah kalau begitu pendapatmu maka kamu siap-siaplah kalau dicap : imannya belum sempurna , salah magkulannya dls.

dalam ilmu agama , kita bisa melihat aqidah dan ke imanan seseorang dari tempatnya dia bergaul dan berdiam.

tidak akan pernah ketemu sunnah dengan syiah , sunnah dengan bid'ah , sunnah dengan ke musrykan .

dalam ilmu sosiologi : segala yang hidup akan cenderung berada dalam komuninya.

jadi , sebaiknya tinggalkan LDII 100 % , dan niatkan untuk hijrah kepada yang haq.

awal kesalahan dari jamaah minal muslimin ( LDII -salah satunya ) adalah faktor bae'at itu sendiri, karena di bae'at akan ada kepatuhan mutlak kepada yang di bae'at.
celakanya imam2 gadungan itu demi kepentingannya sendiri merekayasa syariat dan memutar balik kebenaran dengan kebatilan.

hijrahlah saudaraku , selamat datang di keluarga besar ahlus sunnah

Anonim mengatakan...

wahai sedulurku 354, kalau anda PRIBADI, memang tidak berakidah takfiri, cobalah jangan diam saja. tapi coba anda perjuangkan agar qhj 354 tidak takfiri, anda harus berani jantan dan frontal dalam mengatakan kebenaran. jangan diam saja. katakan dengan gagah berani dan lantang pada pengurus 354, elit2 354, mubaligh2 354 dan mayoritas rukyah 354, pengurus kelompok, desa,daerah..katakan..katakan dengan berani pada mereka bahwa ORANG ISLAM DILUAR 354 BUKANLAH ORANG KAFIR, ORANG YANG KELUAR DARI 354 TIDAKLAH MURTAD DAN HALAL DARAHNYA UNTUK DIBUNUH, ORANG ISLAM DILUAR 354 BUKANLAH AHL NERAKA (seperti yang begitu intensif diindoktrinasikan dalam otak-otak rukyah 354 disemua lini pengajian 354. INI BRAINWASH)

beranikah anda melakukan hal itu? tanpa berani berdakwah ilal haq pada sedulur 354 anda tidak akan pernah mendapat singkapan kesesatannya ajaran 354. beramarmaruflah, berserulah!! jangan diam saja diarea nyaman. pedulilah pada sedulur2 kita di qhj 354 yang mana mereka sebenarnya dalam jurang kesesatan dan kebinasaa. sedulur 354 kita dalam keadaan tertipu. SELAMATKAN MEREKA, TERUTAMA SELAMATKAN KELUARGAMU DULU. relakah keluarga yang kita cintai mendapatkan kesulitan akhirat gara-gara madigol dan elit2burengan. rugi dunia-akhirat.

Anonim mengatakan...

InsyaAllah, ini yang sedang saya upayakan. Saya hanya Jamaah biasa, kurang ilmu, sebab itu, di sini saya butuh diskusi yang sehat. Minimal, saya bisa ngasih tau ke saudara2 yang lain jika ingin mendapatkan pejelasan yang lebih terperinci bisa berkunjung ke blog ini. Untuk itu, saya menghimbau agar di sini bisa menggunakan kata2 yang baik dalam berdiskusi ataupun beradu argumentasi. Sehingga, seorang awam seperti saya ini tidak antipati ketika datang berkunjung ke blog ini yang kata2nya mungkin kurang enak di lihat/didengar. Monggo di lanjut, saya pribadi mengatakan blog ini sungguh bermanfaat. karena saya butuh sekali informasi2 mengaenai ilmu agama yang kadang tidak saya/kami dapat di pengajian kami (354) secara ditail.