بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

takiyahnya LDII OR ID

kutipan dari LDII.or.ID

Apakah di LDII ada amir atau imam?
CetakE-mail
Penilaian Pengunjung: / 39
KurangTerbaik
Jumat, 19 September 2008 10:35
Tidak ada. Di LDII tidak ada istilah Amir atau Imam, melainkan yang ada adalah Ketua Umum dan istilah-istilah yang lazim di sebuah organisasi. Adapun istilah amir dan imam memang terdapat di dalam Al-Qur’an dan Al-Hadits, sehingga di LDII istilah-istilah itu tetap dikaji, tetapi dalam kerangka keilmuan saja.

Add this page to your favorite Social Bookmarking websites
Reddit! Del.icio.us! Mixx! Free and Open Source Software News Google! Live! Facebook! StumbleUpon! TwitThis Joomla Free PHP

LDII adalah jaketnya Islam jamaah,makanya LDII berdusta tidak mengakui akan adanya imam yang di baiati dikalangan mereka.


Benarkah bahwa warga LDII tidak mau bermakmum kepada orang lain?CetakE-mail
Penilaian Pengunjung: / 36
KurangTerbaik
Jumat, 19 September 2008 10:34
Tidak benar. Penetapan Imam sholat mengikuti tuntunan Rosululloh SAW: ”Yang berhak mengimami kaum adalah yang paling mahir di dalam membaca Al-Qur’an, jika dalam hal ini sama semua maka yang paling dahulu hijrahnya, jika dalam hal ini sama semua, maka yang paling banyak mengetahui sunnahnya, jika dalam hal ini mereka sama semua maka yang paling tua usianya”. Contoh yang nyata adalah pada saat ibadah haji. Di Makkah warga LDII sholat di belakang Imam Masjidil Harom. Di Madinah warga LDII sholat di belakang Imam Masjid Nabawi. Begitu juga di masjid-masjid lainnya.


ga usah jauh-jauh ke masjid Nabawi karna masjid itu sudah di rekomendasikan oleh imam LDII bisa di gunakan utk sholat dan bermakmum pada imam disana. di sini saja di Indonesia,apakah ada dari mereka mau sholat berjamaah dengan kaum muslimin???? apalagi sholat jum'at,walaupun berpuluh2 kilometer akan di tempuh yang penting bisa sah sholat jumat di masjid khusus mereka.

*****************************************************************************

Benarkah bahwa warga LDII tidak mau sholat di masjid selain di masjid LDII?CetakE-mail
Penilaian Pengunjung: / 47
KurangTerbaik
Jumat, 19 September 2008 10:33
Tidak benar. Warga LDII selalu berusaha tertib dalam menetapi sholat lima waktu, dalam rangka menetapi firman Allah: ”Jagalah waktu-waktu sholat dan sholat yang tengah (Asar)”. Untuk menetapi kewajiban sholat lima waktu tersebut, warga LDII dapat melaksanakan ibadah sholat di masjid, di musholla, atau di tempat ibadah lainnya. Adapun jika di lokasi terdekat ada masjid LDII, tentunya wajar saja jika warga LDII tersebut lebih memilih pergi ke masjid LDII. Hal tersebut semata-mata disebabkan karena di masjid LDII tersebut dapat diperoleh informasi-informasi mengenai kegiatan organisasi, sekaligus silaturohim dan menambah ilmu.


masalah sholat di masjid Non LDII tidak mengapa...asalkan kita warga LDII yang jadi imamnya,atau minimal sholat sendiri,kalau terpaksa sholat berjamaah maka wajib di ulangi

****************************************************************************

Benarkan LDII melaksanakan pernikahan sendiri tanpa melalui KUA?CetakE-mail
Penilaian Pengunjung: / 39
KurangTerbaik
Jumat, 19 September 2008 10:32
Tidak benar. Sebagai warga negara yang baik dan ta’at kepada Peraturan Pemerintah yang sah, dalam melasanakan pernikahan, warga LDII harus mengikuti Undang-undang Perkawinan, dimana perkawinan hanya sah apabila disaksikan dan dicatat oleh pejabat dari kantor Urusan Agama (KUA).


iya...memang benar pelaksanaan ada nikah di KUA tapi sebelumnya ND (nkah dalam)yang menikahkan adalah imam LDII.adapun ke KUA itu hanyalah prosedur budi luhurnya mereka.
********************************************************************************

Benarkah warga LDII merasa benar sendiri?CetakE-mail
Penilaian Pengunjung: / 38
KurangTerbaik
Jumat, 19 September 2008 10:40
Tidak benar. Warga LDII tidak merasa benar sendiri, karena kebenaran itu ada di tangan Alloh. Siapapun yang di dalam beribadahnya berpedoman pada Al-Qur’an dan Al-Hadits, walaupun dari golongan manapun, tetap dijamin kebenarannya.



*******************************************************************************

Benarkah warga LDII menganggap kafir orang di luar LDII?CetakE-mail
Penilaian Pengunjung: / 53
KurangTerbaik
Jumat, 19 September 2008 10:41
Tidak benar. Karena siapapun tidak memiliki wewenang untuk menyatakan kekafiran seseorang, berdasarkan dalil: ”barang siapa yang menganggap kafir saudaranya, maka kekafiran akan berbalik kepada dirinya, jika saudaranya ternyata tidak kafir”.

****************************************************************************

Benarkah LDII sebagai penerus ajaran Islam Jama’ah?CetakE-mail
Penilaian Pengunjung: / 30
KurangTerbaik
Jumat, 19 September 2008 10:41
Tidak benar. LDII adalah ormas Islam yang besar dengan latar belakang warga yang sangat beragam, dalam bidang pendidikan, profesi, status sosial maupun aspirasi kelompok keagamannya, termasuk mereka yang dulunya ”dianggap” melaksanakan ajaran Islam Jama’ah.

Adanya orang-orang yang dianggap mantan Islam Jama’ah inilah yang kemudian menimbulkan citra seolah-olah LDII ini sebagai penerus Islam Jama’ah.

******************************************************************************

Adakah hubungan LDII dengan Islam Jamaah?CetakE-mail
Penilaian Pengunjung: / 44
KurangTerbaik
Jumat, 19 September 2008 10:42
LDII tidak ada hubungannya dengan Islam Jama’ah dan/atau ajaran terlarang lainnya. LDII adalah ormas Islam yang legal, berdasarkan Undang-undang, berasaskan Pancasila, setia dan ta’at kepada Pemerintah NKRI yang sah, memiliki Program Umum yang dapat diketahui secara transparan oleh masyarakat seluas-luasnya.



silahka.......anda sekalian yang berkomentar tentang apa yang di kemukakan oleh LDII....

Comments
236 Comments

236 Response to "takiyahnya LDII OR ID"

«Paling tua   ‹Lebih tua   1 – 200 dari 236   Lebih baru›   Terbaru»
Anonim mengatakan...

bitonah harus dibayar mahal oleh 354/LDII yaitu LDII akan menjadi ormas "dakwah islam" dengan image tukang bohong dan ahlu dusta. ini membuat LDII menjadi tidak dapat dipercaya. LDII akan terisolir dengan alami karena kebohongannya sendiri ( kebijakan bitonah).


..benernya aja LDII tidak akan dipercaya, apalagi bohongnya..

Anonim mengatakan...

tulisan kutipan dari LDII.or.ID adalah dusta

jangankan ditunjukan ke ex 354, warga islam jamaah 354 sendiripun apabila membaca kutipan dari LDII.or.ID juga mengakui bahwa tulisan di situs LDII itu adalah dusta, bahasa diplomasi, kosmetis dan misleading.

tapi kedustaan itu sangat rapuh. serapat-rapatnya bangkai ditutupi bau busuknya akan menyebar kemana-mana.

Wahai perngurus DPP/DPD LDII dan Abd Aziz bi madigol, percayalah taqiyah, dusta dan hipokrasi bukanlah solusi. itu hanya buang waktu, energi dan biaya.

langkah yang paling murah, cepat dan gampang adalah ruju ilal haq

Anonim mengatakan...

rahasia ada untuk ditemukan

hijrah mengatakan...

Sahnya keilmuan dan keislaman islam jamaah menurut kacamata islam jamaah itu sendiri ;)

Prinsip ajaran Islam Jamaah (LDII)
1. Sahnya keislaman sesorang apabila telah berbaiat mengangkat amir, kalo belum berbaiat maka islamnya tidak sah.
2. Sahnya keilmuan (ilmu qur'an dan hadits) seseorang apabila ilmu tersebut didapatkan dengan cara manqul dari guru sesama islam jamaah, kalau didapatkan dengan cara lain misalkan membaca kitab diluar kitab yang disusun oleh islam jamaah atau mendapatkan dari orang di luar islam jamaah maka dihukumi tidak sah bahkan ilmu tersebut dikatakan hasil mencuri.
3. Mengamalkan ilmu agama yang tidak didapatkan dengan manqul dikatakan ro'yu dan ditolak amalannya.

Fakta Sejarah (menurut cerita di internal islam jamaah):
1. Bpk Haji Nurhasan Pulang ke Indonesia pada tahun 1941 setelah belajar di Mekkah selama 10 tahun dengan membawa sanad dari ulama ulama haromain, walaupun menurut cerita di kalangan rukyah islam jamaah sanad tersebut hilang di becak. Bpk. Haji Nurhasan merupakan satu satunya jalur manqul keilmuan yang sah menurut islam jamaah.
2. Bpk Haji Nurhasan Dibaiat menjadi amir pertama kali oleh 2 orang temannya pada tahun 1941 itu juga.

Kesimpulan (menurut sudut pandang islam jamaah)
1. Sebelum tahun 1941 keislaman bpk. nurhasan TIDAK SAH karena pada waktu itu beliau belum dibaiat maupun berbaiat kepada siapapun, dan tidak pernah ada sejarah yang mengatakan Bpk. haji nurhasan telah dibaiat atau membaiat siapapun menjadi amir sebelum tahun 1941.
2. Karena keislaman Bpk. Nurhasan TIDAK SAH maka ilmu yang didapatkan beliau selama 10 tahun di Mekkah sebelum tahun 1941 juga TIDAK SAH termasuk ilmu qur'an hadits yang menurut pengakuan beliau selama 10 tahun di mekkah telah khatam qur'an dan hadits kutubusittah dan juga khatam 49 hadits dengan sanadnya lengkap.
3. Karena ilmu qur'an hadits Bpk.Haji Nurhasan yang didapat dari mekkah kemudian dimanqulkan kepada murid muridnya terus sambung bersambung melalui ulama 100, ulama pakubumi, mubaligh mubalighot sampai kepada seluruh rukyah islam jamaah (LDII)yang ada pada saat ini TIDAK SAH sesuai poin 2 di atas, maka keilmuan seluruh rukyah islam jamaah juga TIDAK SAH, lebih lanjut lagi karena ilmunya tidak sah maka kesimpulan akhir bahwa keislaman seluruh rukyah islam jamaah (LDII) juga TIDAK SAH karena mengamalkan ilmu tanpa keilmuan yang sah.

Wallohu a'lam bisshowab.

Anonim mengatakan...

sy suka komentar saudara hijrah di atas.

baru kepikiran... :)

sebagai warga ldii, sy nyatakan utk keluar he he.. biar bisa bebas dari penipuan, dan segala kebohongan pembesar ldii secara turun temurun.

Anonim mengatakan...

jadi inget suntikan2 dari pembesar2 ldii sewaktu mondok di kediri.

harus bisa bahasa jawa, karena itu bahasa imam.

harus bisa menghormati keturunan2 imam, karena merek yang membuka pintu surga utk orang2 di dunia ini.

dan masih banyak lagi...

orang2 jokam diajak bicara ilmu suka susah.. suka gak nyambung. udah mentok, "pokoknya yaah gini aja laah, berdosa juga diampuni slama masih jamaah, dari pada di luar jamaah, benarnya aja salah..." begitu kata mereka, saya pun menerima pelajaran2 begitu dari pusat/kediri.

terus, orang2 yang sudah nyandang titel dan gelar keilmuan ini dan itu. masuk jokam malah jadi dungu, logika tidak dipakai.

jazakallaahu khoiro utk mas hijrah di atas. sudah ngingetkan. sy siih mau membuka hati utk kebenaran. ngapain mematok "hanya ini yang bener" mending kita nyari selamat aja.

dari pada di ldii, ngaku jamaah padahal firqoh sesat. mending gak berfirqoh, maka pasti jamaah.

Si Pinjam Komen_Abu Ilyas mengatakan...

Andaikan engkau tahu saudaraku...
Andaikan engkau memahami bahwa Islam adalah
Alistislamu lillahi bittauhidi wal inqiyadu lahu biththoati wal baroatu minasysyirki waahlihi

"Penyerahan diri pada Alloh dengan memurnikan, ketundukan dengan ketaatan, dan berlepas diri dari syirik dan para ahlinya/pelakunya"

Kalian tentunya bisa membedakan mana yang masih dianggap Muslim oleh Alloh & RosulNya dan mana yang sudah batal islamnya menurut Alloh & RosulNya.

Banyak kitab2 akidah, kitab2 ulama sholeh diawal awal bab selalu mendahulukan pada bab2 akidah/prinsip ini.Sehingga bisa kita fahami bahwa

Iman itu adalah
Tashdiqun bilqolbi, waiqrorun billisani, wa 'amalun bil arkani (membenarkan dgn hati, mengikrarkan dgn lisan dan mengamalkan dgn anggota badan)

Dan saudaraku kalian Insya Alloh tahu bahwa Syahadat mempunyai syarat2, mempunyai konsequensi, dan ada PEMBATAL PEMBATALNYA (bisa engkau lihat di kitab2 fikih, para fuqoha telah menulis bab khusus yang berjudul"Bab Riddah"(kemurtadan)atau bisa engkau lihat di Syarhu Nawaqidhil Islam).

Jadi bukan hanya sekedar
- Lailaha illaloh saja kemudian tidak ber'amal atau istilahnya Islam KTP, tidak mau tahu bagaimana merealisasikan dari persaksian/sumpah tersebut, padahal Alloh memerintahkan Fa'lam annahu Lailaha illalloh (perhatikan fa'lam disini menunjukan fi'il amar yg berarti perintah yang wajib untuk kita supaya mengetahuinya,mengilmuinya atau mempelajarinya).
- bahkan sampai ada sebagian orang yang mau ber'amal tp dicampuri dengan syirik, khurofat, takhayul, bid'ah2.

jikalau engkau faham betul pada bab2 ini tentulah engkau bisa merasakan penanaman2 pemahaman yang dilakukan beliau Syekh Nurhasan betul2 mencocoki, walaupun bahasanya berbeda (karena melihat keumuman awamnya manusia) yang kala itu baru lepas dr penjajahan, ibarat memikirkan makan sj sudah susah apalagi diajak mempelajari&menetapi agama yg memang bahasanya berbeda.Itu sudah sa' pusingan sendiri&menimbulkan keengganan sebelum mempelajarinya.

saudaraku,,Kalian tentu tahu tentang ini/paling tidak pernah mendengarnya.

Adapun kita baroah dengan umumnya orang yang mengaku muslim dinegeri ini (maaf saya katakan kebanyakan bukan semuanya), bukanlah karena mereka tidak segolongan atau bukan sealiran.Melainkan prinsip islam, ada yang namanya wala&baro(senang&benci) karena Alloh, yang merupakan realisasi dari islam itu sendiri BAROATU MINASYSYIRKI WAAHLIHI.Sehingga kaidah2 yang beliau tanamkan memang sudah semestinya.Apakah kalian akan berwala dgn orang yg mengaku MUSLIM tetapi tidak melaksanakan konsequensi Islam(Sholat,puasa)??Dan apakah kalian juga akan berwala dengan orang2 yang mengaku beribadah pada Alloh tetapi masih beribadah kekuburan2(sunan gunung jati cirebon, sunan demak, sunan giri, syekh akhmad kholil bankalan, syehk siti jenar)??

Tentulah kalau engkau benar2 meniti manhaj assalaf engkau akan mengatakan Tidak.

Saudaraku,,kalian Insya Alloh juga tahu makna ayat FA MAN YAKFUR BITHTHOGHUTI WA YU'MIN BILLAHI FAQODISTAMSAKA BIL'URWATILWUTSQO LAN FISHOMALAHA..Bagaimana penjelasan dr toghut?Ma yu'badu min dunillahi wahuwa rodhin bidzalika?dan siapakah yang terkategorikan para toghut?(bisa dilihat di Syarhu Ma'na Aththoghut)

Sungguh kalau tidaklah membahayakan kebanyakan orang yang sedang menjalani dienul ISLAM dinegeri ini, yang mereka sa' pol kemampuan(walaupun juga tidak mungkin lepas dr kekurangan&kesalahan karena kita semua adalah manusia). Bahkan setelah berlepas diri dr orang2 yg tidak mau beribadah(maaf berarti Kafir lagi Sombong), dari orang2 yg beribadah pada Alloh tp juga beribadah pd selainNya(maaf berarti Kafir lg Musyrik).Mungkin akan saya tuangkan di blog ini,tentang penafi'an/peniadaan iman atau batalnya syahadat menurut Alloh&Rosul.

Si Pinjam Komen_Abu Ilyas mengatakan...

Saudaraku,,kalian tentunya tahu bahwa kami semua semata mata bertujuan ingin selamat dr neraka Alloh&masuk ke surga Alloh lain tidak.
Sehingga kami berjamaahpun dalam rangka mejalakan perintah Alloh sa' pol kemampuan karena ini perintah dlm agama ini yg termafhum dlm hadis2 safar (bisa engkau lihat fatwa Ibnu Taimiah dlm Syiasah Assyariah), adapun PERSYARATAN WILAYAH tidak ada satu dalilpun yang mengharuskan kita melaksanakan perintah berjamaah ini harus punya wilayah dulu. Karena ini perintah,bukankah ketika kita diperintah utk sholat namun tidak mampu berdiri, kita malah akan meninggalkan??Tentulah tidak,dan tentunya kita akan mengamalkan sa' mampu kita walaupun dgn duduk maupun tidur.

Adapun fatwa2 ulama soleh yang engkau bawa,tentang sulthon itu adalah kesalah fahaman dalam membawa fatwa itu kedalam tempat yang berbeda.Karena inti dari sabda Nabi Muhammad bahwa kita supaya tetap taat dlm hal yg ma'ruf, menjaga persatuan,dilarang berfirqoh2,berhizb2, (sampai beliau memerintahkan jikalau dipukul punggungmu dirampas hartamu) agar terjaganya agama kita,&sebab turunnya Rohmat Alloh pada kita sebab bersatu dlm agama.

saudaraku kalian tentunya tahu bahwa persatuan itu adalah persatuan diatas kalimat Lailahailloh, bukan persatuan diatas republik,bangsa,negara/yang lainnya.Persatuan itu adalah persatuan diatas tauhid/aqidah/prinsip kemurnian Qur'an Hadist. Sehingga kalian nanti bisa memahami kenapa Alloh mencela semua golongan (Kullu hizbin bima ladaihim farikhun) namun Alloh mengecualikan golongan yang bersatu diatas agama Alloh, sehingga Alloh memuji dlm ayat (Inna hizballohumulmuflikhun).

Adapun ijtihad2 yang mungkin belum ngepasi(karena keterbatasan 'ilmu kita)Alhamdulillah kita perbaiki perlahan lahan sesuai kadar 'ilmu yang Alhamdulillah semakin terbuka namun tetap kita pelajari berusaha selaras dengan para 'ulama dlm mendapatkan 'ilmu, atau kalau dalam mustholahulhadist ada bab Tahamul wa adaa dimana diterangkan 8 jalan menerima 'ilmu.

Dan istilah manqul atau yang dikatakan oleh Abu Ma'ali AlJuwainiyyu dengan istilah minasy syar'i mankuli ghoiro mutalaqqon min qodhoya 'aqulin (fi ghiyatsil umam fitiyatsatil dzulam), merupakan penanaman kaidah2 yang beliau Syehk Nurhasan tanamkan kepada kita,sehingga kita tidak asal didalam menimba ilmu.Sehingga engkau tahu bagaimana bila kita dibiarkan membaca asal buku2 yang beredar ditoko2,maka akan kita jumapi kerancuan,kesesatan dari buku2 yang beredar umum(ada manunggaling kawula gusti,ternyata akhirat tidak kekal, buku2 tasawuf, dibawah naungan qur'an,syeh siti jenar,dll)

Kalau kita dibiarkan mencari 'ilmu pada sembarang orang, tentunya akan rusak kita.Bagaimana tidak?
Sudah kita ketahui dinegeri ini kebanyakan yang dianggap Kiai/Ulama itu, mereka beraqidahkan Al asyari, kebanyakan berpemahamn Irja.
Tentu sudah sepantasnya kan saudaraku??

Si Pinjam Komen_Abu Ilyas mengatakan...

Coba kalau engkau 'adil, ketika kalian bertanya pada Syehk Muhammad 'Umar Bazmul , sama dengan Ustadz Kholil ketika beliau bertanya pada Syehk Yahya

Ust. kholil : Washiyati syaikhuna alla yaqbalamriun qoulamriin bilakhujjah, wa an nathlubal'ilma min syaikhi lladzi 'indahu sanadu mutashshilu ila muallifihi?
(dan berwasiat syehk kami agar tidak menerima perkataan orang yang tanpa hujjah, dan agar mencari 'ilmu dari syaikh yang disisinya ada sanad yang bersambung sampai penulis kitab)
Syehk Yahya : Na'am, wa qola Ibnul Mubaroq :"Alisnadu minaddin laula isnadu laqola mansyaa ma syaa
(Ya, berdasarkan perkataan Ibnul Mubaroq "Sanad termasuk bagian dari agama seandainya tidak ada sanad niscaya akan berkata seseorang pada apa2 yang dia kehendaki)

Insya Alloh Beliau (Syekh Muhammad Umar Bazmul) akan menjawab sama.

Dan seandainya kalian ceritakan keadaan negeri ini yang penuh dengan syirik2 (hampir ditiap daerah ada adat syirik akbar seperti Sedekah laut, sedekah bumi, larung sungai berantas, ngabenan, dll.Ada kuburan2 yang menjadi tempat pemujaan, dimintai berkah2, bahkan ada yang towaf.Dukun banyak sekali,sampai ada yang mengiklankan diTV), khurofat ,tahayul (bahkan dijadikan film2, ada simanis jembatan ancol, suster ngesot,nyi loro kidul, nyi blorong,dll), bid'ah2 (maulidan, yasinan,tahlilan,genjringan,bedugan,kenthongan,dll). Bahkan sistim, hukum yang berlaku/yang wajib ditaati membentengi adat2 ini.Dengan adanya aturan untuk bebas berkeyakinan, dan boleh memilih 5 agama yang diakui.Bagaimana kiranya tanggapan beliau??

Jujurlah saudaraku,,ini agama kita.Dimana dalam satu kali hidup ini kita hanya punya satu kesempatan dan kita tidak tahu kapan kita akan meninggalkan dunia ini yang fana.Luruskan hatimu,karena terkadang kalu kita tidak meluruskan niat kita, ilmu bisa menjadikan kita merasa tahu&akhirnya meremehkan orang lain,bahkan 'ulama sekalipun bisa kita pandang rendah kalau tidak mencocoki dengan hawa nafsu kita.

Kembalilah saudaraku,,kembalilah,,sampaikan salam hormatku pada bekas guruku yang kini bersama kalian 'Abdulloh Mbrur, mas Dawud dengan airmataku mengalirnya, Rikrik Aulia rohman dengan waspada354,354hijrah,rumahkuindah nya.Semoga Alloh membukakan tirai ketersamaran ini.Sehingga Alloh menancapkan Agama Islam ini mengalahkan agama2 batil yang lain seperti halnya bumi mekah Saudi Arabia semenjak Malik 'Abdul Aziz manguasai sebagian daerah arab yang kemudian beliau namakan Mamlukatu Saudi Arabia 1923 M.

Anonim mengatakan...

tidak ada satu hujjah pun yang mengisyaratkan bahwa imam itu boleh walaupun tidak berkuasa.

semua dalil berupa hadist2 atau atsar2 yang datang kepada kita sekarang tentang imamah menyampaikan kepada kita bahwa semua yang menjadi imam adalah kepala negara pada saat itu. mulai dari nabi, khulafa rosyidin, bani abasyiah, dll, semua adalah orang yang berkuasa.

ketika tidak berkuasa maka tidak tidak berarti memaksakan kehendak utk mendirikan imamah dengan analogi, kalau tidak bisa shalat berdiri maka shalatlah dengan duduk. Orang yang memahami kewajiban imamah dalam segala keadaan adalah orang yang pemahaman islamnya rancu. bagaimana mungkin anda melaksanakan shalat subuh pada waktu asyar? melaksanakan zakat pada saat tidak memiliki harta yang nisof dan haul, melaksanakan jum'atan pada hari kamis?

semua ini adalah hal yang perlu teman2 di ldii ketahui. mendirikan imamah bukan satu2nya syarat yang menjadikan seseorang masuk surga. karena jika demikian pemahaman anda sekalian, maka kafirlah Imam Ahmad yang tidak punya amir melainkan kepala negaranya yang kafir itu, maka kafirlah orang yang diperintahkan uzlah oleh nabi itu, maka kafirlah shahabat2 yang mencabut baiatnya berbulan2 karena khalifah sedang dalam permasalahan konflik, dll.

anda di ldii selalu salah menempatkan prioritas.

bahkan sy melihat ini bisa menyeret anda kepada kemusyrikan. Bayangkan, saat ini perkara halal dan haramnya hidup, sah dan batalnya hidup, dosa dan pahalanya tingkah, dll itu kalian sandarkan pada imamah. Kalian simpan di mana tauhid? iman itu atas 73 cabang, dan tauhid adalah yang tertinggi.

apa kalian pikir tauhid itu hanya sekedar mengucapkan la ilaha illallaah? belajarlah lagi... anda tidak akan menyelesaikan satu jalan memahami satu bentuk pemahaman ttg tauhid dengan seluruh sisa umur anda. begitu luas pembahasannya. dan anda hanya akan melongo membaca ini karena memang hal ini tidak dipelajari di kalangan kalian.

di Indonesia bukan tidak ada pemimpin, maka apa alasan bagi golongan2 ini utk mendirikan imamah di dalam imamah yang ada? apa tidak cukup bagi mereka menjadikan satu imamah dan bersabar atas segala kekurangan imamah yang ada, karena bagaimanapun yang sah adalah yang telah menguasai kedaulatan negara ini?

maka sekali lagi, kalau orang2 ldii ribut mempertanyakan mana dalil yang mengatakan imamah harus berkuasa, maka sy hanya mau menanyakan "lalu adakah satu contoh saja, imamah yang tidak memiliki kekuasaan, sejak nabi sampai dengan seterusnya"?

kalau anda lagi2 beralasan dengan "yang penting ada dari pada tidak ada" maka saya katakan "maka kalian anggap apa pemimpin negara ini? apa kalian sudah lebih hebat dari imam ahmad? imam yang tidak mendirikan imamah karena menyadari tidak memiliki kekuasaan, beliau dan murid2nya mencukupkan diri pada pemimpin negara yang ada"

kalau akhirnya ldii mengakui imamahnya yang paling sah, lalu bagaimana itu bisa dibuktikan? apa keimamannya memenuhi kaidah pembentukannya? coba perhatikan lagi BUkharinya.

kalau orang2 ldii mengklaim kafir kepada yang tidak berbaiat pada imamnya, lalu kita tanyakan "bagaimana mau berbaiat kepada imam anda, kalau ketika kalian ditanyai perihal imamah, kalian menjawab "tidak ada"?"

bagaimana kalian menghukumi kafir kepada orang yang tidak berbaiat kepada imamah kalian, jika kalian lah yang justru merahasiakan dan menutupi imamah kalian agar orang2 tidak mengetahuinya?

percuma berbicara ilmu kepada orang ldii.. mereka sudah mencukupkan diri dengan firqohnya yang dilabeli jamaah itu.

Anonim mengatakan...

orang2 ldii coba berkelit dari fatwa syaikh bazmul.

ayolaaaah... apa kalian juga mau bertakiyah kepada mantan2 ldii yang puluhan tahun di ldii?

kalian katakan bahwa pertanyaan yang diajukan kepada syaikh bazmul adalah pertanyaan yang menjatuhkan.

blak2an itu tidak selamanya berarti menjatuhkan. orang yang ingin tau yang sesungguhnya harus blak2an. tidak kayak kholil yang tidak berani mengutarakan akidah 354 kepada syaikh Yahya, takut di tempeleng dia..

ayo... kita beri orang ldii ini waktu utk mendatangkan syaikh haramain. utk menfatwakan keberadaan kelompok mereka.

Syaikh Bazmul koq disamakan dengan dirinya yang biasa mencla mencle.

Anonim mengatakan...

dan khusus kepada Abu Ilyas. kita tanyakan kepadanya "anda bisa mendapatkan referensi2 itu, dan mengutip2 ilmu darinya, anda dapat dari mana ilmunya? manqul di mana?"

Abu Ilyas ini ketangkap basah. ngambil ilmu orang lain dari luar golongannya utk dijadikan hujjah yang memperkuat pendirian kelompoknya.

kita semua dapat memahami bahwa kalau sekedar himpunan dan kitab2 familiar di ldii, maka Abu Ilyas ini tidak akan berkata seperti di atas.

dia telah melanggar ijtihad imamnya utk tidak membaca sumber2 kecuali yang datang dari kediri. dan melanggar karena mengadakan kontek dengan orang2 salafy.

imamnya si ABu Ilyas ini sebenernya harusnya tersinggung, karena ijtihadnya diinjek2 oleh Abu Ilyas.

Kalau imam-mu saja sudah kamu tidak taati dan hargai, apalagi orang selain kelompokmu, abuuu ilyaaas..!

simplekan masalah. "Menurut orang2 ldii, siapakah syaikh di makkah atau madinah, satu orang saja, yang bisa sepakat dengan imamah ala ldii?"

sebutkan.. satu nama saja. ada?

Anonim mengatakan...

@ ABU ILYAS
وصيةُ شيخنا الا يقبل قول امرىء بلا حجة وان نطلب العلم من الشيخ الذي عنده سند متصل الى مألفه؟
1. berwasiat syehk kami agar tidak menerima perkataan orang yang tanpa hujjah
2. dan agar mencari 'ilmu dari syaikh yang disisinya ada sanad yang bersambung sampai penulis kitab

TENTU JAWABNYA NA'AM
Untuk yang ke 1. ini pernyataan yang ma'ruf, tdk ada yang mengingkari
Untuk yang ke 2. ini adalah cara mencari ilmu yang paling baik, tentu bukan hanya memiliki sanad saja, tetapi juga berkenaan dengan ahlak, amanah, manhaj yang bersih, serta tidak pula menafikan adanya toriqoh lain di dalam mencari ilmu, yakni dengan mutholaah kitab atau dengan al-wijadah.

Yang jelas Ust. Kholil dengan pertanyaan ini telah melakukan tahrif ( penyimpangan ) terhadap realita yang menjadi doktrin 354 yang dinisbatkan kepada Nur hasan ( atau memang ini produk Nur hasan sendiri ), yakni;
POKOE, ILMU KALAU TIDAK MANQUL,MAKA TIDAK SAH, AMALANNYA TIDAK SAH, ISLAMNYA TIDAK SAH.

Misalkan Ust. Kholil bertanya:
واما شيخُنا, نور حسن قد زعم ان من طلب العلم بغير منقول ومسند ومتصل الى المألف الحديث فعلمه باطل وكذالك بعمله و اسلامه؟
Terjemah
Adapun syaikh kami, Nurhasan, ia telah menyangka bahwa barang siapa yang mencari ilmu tanpa manqu,musnad dan muttasil sampai ke penulis hadits maka ilmunya batal (tdk sah), demikian pula dengan amal dan keislamannya

Maka insya Allah jawaban syaikh adalah:
وقال الشيخ :يا خليل إحذر 3 !!!!! هو الدجّل
Maka syaikh menjawab: hey kholil !!!, waspadalah 3x, dia adalah dajjal ( pendusta agama )

Anonim mengatakan...

TO ABU ILYAS & PARA JOKAM:

Syehk Yahya : Na'am, wa qola Ibnul Mubaroq :"Alisnadu minaddin laula isnadu laqola mansyaa ma syaa
(Ya, berdasarkan perkataan Ibnul Mubaroq "Sanad termasuk bagian dari agama seandainya tidak ada sanad niscaya akan berkata seseorang pada apa2 yang dia kehendaki)

---
UCAPAN IBNU MUBAROK TIDAK PAS DIJADIKAN DASAR DALIL MANKUL.

KALIAN HARUS TAHU MAKSUD IBNU MUBAROK TERSEBUT,
BISA DILIAT DI :
"HADITS NABAWI & SEJARAH KODIFIKASINYA".
PENYUSUN, MUHAMMAD MUSTAFA AZAMI, GURU BESAR DI UMMUL QURO & UNIVERSITAS RIYADH. MENDAPAT PENGHARGAAN DARI RAJA SAUDI, KING FAISAL PADA TAHUN 1980.

Anonim mengatakan...

SEKALI LAGI,

MANKUL ALA JOKAM ITU TIDAK PATUT DIBANGGAKAN.

BANYAK KELEMAHAN & KEKURANGAANNYA, ANTARA LAIN:

ASAL MANKUL, HADITS PALSU-PUN KALIAN AMALKAN.
KARENA KALIAN TIDAK BELAJAR ILMU YG LEBIH PENTINGNYA, MUSTHOLAH HADITS.

Anonim mengatakan...

tidak hanya itu. orang ldii telah salah karena menyangka hanya mereka laah yang manqul. mereka lupa begitu banyak orang2 di luar mereka juga mencari ilmu dengan hati2, mengambil ilmu dari guru yang baik, dll.

kalau mau dilihat, justru ldii ini manqul yang tidak mutassil. bayangkan, dia hanya mangkul, begitu dari kediri yaah ikuti, terus ternyata ajarannya tidak sama dengan guru2nya di haramain, APAKAH INI DIBILANG MUTASSIL?

mankul yang tidak mutassil yaaaah ada di ldii.

kalau orang2 di luar ldii semua sudah mengerti banyak hal, nah orang ldii baru bisa bangga dengan manqul yang tidak mutassilnya itu.

Anonim mengatakan...

kita sama sama sabar nunggu hukum alloh di hari qiyamat saja fatwa dari manusia bisa di politisir atau bertanya hanya untuk memebenarkan golongannya saja kaya orang salapret gitu lo bazmul cuman di pralat doang dijadikan tumpuan sandaran untuk hizbny

Anonim mengatakan...

Syaikh Bazmul hanya melaksanakan tuntutannya sebagai ulama.
tidak kecampuran niat apapun.

beda dgn duet maut, kolil & aziz yg penyampaian ilmunya diembel-embeli politik pusat.

tidak cuman Syaikh Bazmul,
antum bisa menanyakan pada syaikh-syaikh di saudi.

Jawaban mereka bakal sama, karena sama2 berada di manhaj Ahlussunnah wal jamaah

Anonim mengatakan...

hukum apa yang kalian tunggu di akhirat?

masalah perselisihan tidak usah nunggu mati, lihat aja peringatannya di dalam quran "ketika berselisih dalam suatu hal maka kembalikan kepada Allah dan rasulNya"

nah mari kita kembalikan.

pertanyaan kepada ldii.

Sebutkan satu hadist/atsar saja yang memberikan contoh dari zaman nabi, khulafa rosyidin, bani abasyiah, dll.. yang mengisyaratkan bolehnya imamah dari orang yang tidak menguasai negara.

SATU SAJA...!! diberikan waktu kepada kalian utk mencarinya.

kemudian yang komentar masalah hizbi ttg salafy di atas sebenarnya hanya menampakkan keterbatasan ilmunya saja dalam memahami kasus. Semua orang di luar golongannya dianggap sama dengan dirinya. Hey, bung.. hanya anda yang berhizby.. dan salafy tidak berhizby melainkan menjadi satu bersama jamaatul muslimiin di negara ini.

kemudian dia berkomentar ttg Syaikh Bazmul (dia bahkan tidak menyebutkan embel2 melainkan menyebut nama syaikh begitu saja, begitu rendah akidah orang ini).

siapa yang memperalat syaikh bazmul? apa setiap orang yang mau klarifikasi anda katakan orang yang mau menjatuhkan? apa setiap org yang mau klarifikasi anda katakan memperalat? lalu ingatkah anda bahwa fatwa syaikh bazmul (dan insyaALlah akan diteruskan dgn syaikh2 lain di haramain) dikeluarkan dan direkam itu karena permintaan golongan ldii yang menginginkan kami mendatangkan hujjah dari haramain.

sekarang telah datang hujjah itu. lalu apa yang kalian katakan? kalian tetap menutup pintu hati dan mencari pasal2 lain utk melanjutkan kesesatan kalian.

apa anda pikir syaikh Bazmul itu sama dengan aziz dan kholil yang bisa diperalat?

maaf, syaikh bazmul itu punya kredibilitas, dia seorang professor, tidak akan mungkin mudah mengeluarkan fatwa kalau tidak karena betul2 mengetahui perkaranya.

maka sy akhirnya inget dgn tablighi, ihwani, dll...telah banyak tahdzir dari haramain ttg mereka, tetepi mereka tetap saja dalam golongannya. KENAPA?

karena mereka telah nyaman dengan kesesatannya.. karena mereka selalu mencari alasan2 utk menyalahkan peringatan yang datang pada mereka.

alasan yang bertanya adalah yang mau menjatuhkan, laaah... alasan yang bertanya tidak mengerti masalah, laaah... dll...

dalam kasus ini, apa yang anda bisa bantah dari semua pertanyaan yang dilontarkan kepada syaikh bazmul? ada yang ada bisa katakan "ldii tidak begitu"? apa anda mau buat kebohongan baru lagi? inget kami yang keluar ini telah mengerti segala seluk beluk ldii.. terlalu banyak buktinya.

Baiklah, anda mau mencari hujjah yang lebih baik dari syaikh bazmul? pasti anda sedang melirik ke foto Nurhasan pajangan di dinding anda..

orang ldii betul2 kental hizbinya. mereka berfirkoh tapi koq ngaku jamaah. jamaah apa? mengumpulkan siapa? bahkan ldii laah pemecah belah persatuan, pemecah belah keluarga, pemecah belah ummat..

mereka tersenyum sambil berkata "hanya kami yang masuk surga..."

apa apa an ini??

ok kita tantang orang2 ldii dan semua nenek moyangnya.

kalian tanyakan kepada ulama terbaik masa ini, ttg bolehnya berjamaah ala kalian itu... mana ada?

Anonim mengatakan...

beginilah orang2 ldii...

orang ldii yang petenteeenggg masalah jamaah dan imamah ini bagaikan orang yang melaksanakan ibadah haji, karena tidak mempu ke Makkah, maka mereka hajinya di gunung terdekat saja laah.. khaan yang penting melaksanakan kewajiban haji..

jamaah ldii ini PREMATUR... dipaksa ada dengan alasan YANG PENTING ADA.

padahal mereka tidak sadar, bahwa mereka sedang membuat rumah di dalam rumah. Ketahuan ama yang punya rumah entar dibongkar looh rumah2 kecil buatan ldii ini.

kalau saja indonesia ini bukan negara pancasila. sudah dipenggal lehernya orang2 ldii ini satu demi satu..


saking prematurnya jamaah ldii ini.. maka imam mereka bahkan masih taat pada imam yang ada di atasnya, yaitu presiden/kepala negara, yang adalah seorang muslim yang menguasai negara ini.

IMAM ldii taat pada pemerintah negara.. koq imam ldii gak jago yaaah??? prematur siiih..

harusnya ini semua jadi dalil2 aqli buat orang2 ldii bahwa imamah itu adalah pemerintah, yang tidak ada lagi orang di atasnya.

nurdin mengatakan...

Salah seorang Pembesar Kerajaan Hayalan Islam Jamaah mengatakan :

" Beberapa waktu yang lalu ada jamaah kita keluar ... kemudian ngaji disalafy... setelah lama ngaji di salafy.. akhirnya tibalah pada acara baiat... "

"Mantan Jamaah 354 ini kaget bukan kepalang... karena begitu melihat .... ternyata Imamnya Salafy adalah Pak Bambang Irawan... "


"Karena gak ridho kalau Imam yang harus dia baiat di salafy adalah Pak Bambang Irawan, akhirnya Mantan Jamaah itu balik lagi menjadi jamaah kita".............

maka gelar yang pantas di sematkan pada tokoh2 ISLAM JAMAAH LDII ini adalah "ALKADZAAAABB" kenapa karena telah ma'ruf (diketahui bersama)bahwa di bawah tahun 1998 telah beredar cerita dusta klo pak bambang irawan telah meninggal dunia dan karena sesuatu hal maka kuburanya di gali lagi dan ternyata keadaan mayatnya lidah nya menjulur dan badanya tercabik cabik dan cerita ini masyhur di kalangan mubalegh pengurus khususnya dan jamaah pada umumnya karena selalu di gembar gemborkan untuk gambaran pemantapan kepada jamaah bahwa -begitulah akibatnya orng yang MURTAD- dari ISLAM JAMAAH NURHASAN,dan cerita ini ternyata tidak beredar di kalangan jamaah saja tapi sampai terdengar oleh KETUA DDII (Dewan Dakwah Islam Indonesia)maaf saya lupa namanya, nah setelah tahun 2000an keatas terbitlah buku dari LPPI yang berjudul BAHAYA ISLAM JAMAAH LEMKARI LDII yang salh satu saksi hidup memberikan kesaksian dalam buku itu adalah pak bambang ini,nah kagetlah saya mungkin juga jamaah2 yang lain waktu itu karena ternyata pak bambang masih hidup.
nah tibalah saatnya sekarang tokoh ISLAM JAMAAH LDII berdusta lagi katanya pak bambang jadi IMAMNYA SALFY....weleh...weleh hidup kok berdusta terus luur...luuuur

tkut ketauan pengurus mengatakan...

memang saya sadar 100% bahwa di LDII itu di ajarin/disuruh bahkan wajib bohong/dusta (tapi menurut jamaah ini bukan dusta yang haram tapi halal maka di sebut bithonah) kepada orlu,tapi ini kan semata mata untuk keselamatan jamaah kita coba kalo kita gak bohong/dusta bagaimana jadinya jamaah ini padahal jamaah ini adalah jalan tunggal masuk surga selamat dari neraka contoh dusta/bohong yang halal nabi ibrahim waktu ditanya raja kafir apakah ini istrimu tapi ibrahim menjawab bukan ini adikku demi menyelamatkan dirinya dan istrinya terus lagi waktu ibrahim diajak ibadah bapaknya menyembah berhala nabi ibrahim beralasan sakit dll,terus lagi nabi muhammad sendiri waktu perjanjian hudaibiyah orang kafir gak mau kalo nabi di tulis namanya muhammad rosulullah tapi maunya muhammad bin abdillah tapi nabi ya ngalah ngikuti maunya orang kafir demi tegaknya islam waktu itu padahal nabi ya rosulullah tapi gak apa apa gak diakui orang kafir demi menangnya islam yang penting para sahabat mengakui bahwa nabi muhammad adalah rosulullah,inilah diantara dasar di bolehkanya bohong/dusta kepada orlu/hum menurut mangkulku di pondok waktu itu dan nasehatnya para pengurus lainya.

makanya kalo ngaji dengan mangkul itu bisa mengamalkan dan membedakan antara yang boleh dan yang tidak boleh walaupun secara umum dilarang ini karena mangkul termasuk masalah imamah karena mangkul ya bisa praktek tapi kalo gak mangkul adanya hanya musyawarah terus,muktamar terus keburu mati gak punya imam maka matinya JAHILIYYAH....maaf ini mangkul lho yaa? bukan ro'yiku

Anonim mengatakan...

belajar trus..

yang mankul itu bukan hanya orang2 ldii. orang2 di luar ldii punya sistem mankul dan mutassil juga.

kalau di ldii hanya mankul saja, tapi tidak mutassil. muballigh2 mankul mentok hanya sampe kediri. buktinya tidak sama dengan pemahaman di haramain.

Anonim mengatakan...

aku usul ke Tim waspada 354 atau blog lainya yang di posting kan baru fatwanya syeh bazmul coba untuk prbandingan pertanyaanya pak kolil ke syeh yahya dan jawabanya tim waspada 354 bertanya dan minta fatwanya syeh yahya supaya seimbang dan untuk melengkapi/menyempurnakan tegaknya hujjah untuk saudara2 kita jamaah LDII

Anonim mengatakan...

ya saya sangat setuju usulanya anonim diatas kalupun syeh yahya gak di undang ke indonesia seperti syeh bazmul umpama tim wapada 354 bekerjasama dengan aghniya yang sudah hijrah pergi ke saudi/mekkah semata mata menanyakan masalah jamaah wal imamah versi LDII ini itu lebih baik dan betul2 sempurnan/tegak hujjah untuk saudara2 kita LDII.

saya doakan mudah2an ini terlaksana

Anonim mengatakan...

pasal2 adalah kelakuan bani israil.

sudah didatangkan hujjah pada mereka eeh masih saja ngeyel..

kholil itu bertanya dengan pertanyaan yang terlalu umum...

kita lihat jawaban dari syaikh yahya jika ditanya dengan pertanyaan yang khusus (bukan seperti pertanyaan takiyahnya Khilil).

sebenarnya orang ldii ini kalau berani yaah pergi minta fatwa sama syaikh Yahya sana. kalau tidak berani minta fatwa itu namanya takut di"tampar".

kalau emang mereka berani, sudah lama kholil dan aziz menanyakan ini kepada syaikh Yahya. tapi apa yang terjadi? mereka tidak pernah menanyakan perkara akidah ldii dgn baik dan detail..

ketahuan kalo mereka sembunyi2 dari gurunya.

skrg yang mendukung org2 ldii itu hanya hujjah2 dari Ihwanul Muslimin.

Anonim mengatakan...

Yeee....emang profesornya LDII yg doyan NGIBUL, BOHONG, DUSTA...supaya yg di KIBULIN yuaakin di pulas dengan sumpah "DEMI ALLAH"

masyaAllah.....jan...jan...jan...Ndang tobato lurrr...dulurrr...

Anonim mengatakan...

kata mertuaku yg LDII tulen, IMAM lah yg punya Agama islam ini.

Sett....dah...!!! Ajaran nopo kados ngeten niku???? kok agomo islam miliknya IMAM.

PENGURUS mengatakan...

sulton aulia, sudahilah sandiwara ini...

kami sudah jelas.
janganlah berkilah.

to. holil dan aziz (menantu yusuf)

orang sumatra berpantun:
dari pada hidup menanggung malu, lebih baik mati berpalang tanah.

sudah jelas2 kalian ketahuan belangnya, hendaklah malu pada kami2 jamaahmu.!

saya nasehatkan utk sulton holil dan aziz, tobatlah dulu sebelum ajal menjemput.
Masih ada kesempatan.

maaf saya kurang hormat, sejak saya tulis tulisan ini.

Anonim mengatakan...

ldii = imamah prematur yang menyalahi syari'at. he he he


setiap kelompok punya imamah. ada yang khawarij ada yang mu'tzailah, dll.

orang ldii khawarij bermuka dua?? mengkafirkan tapi tidak mengkudeta pemerintah yang dianggap kafir. Tanggung luuur... gak sanggup yaah?? yaah gak usah bikin imamah kalo gitu..

muncul dipermukaan saja takut, boro2 mau mengatur kemaslahatan ummat.

akhirnya orang2 ldii terpaksa punya 2 imam... ha ha ha ha... bagaimana yaah kalau imam yang satu mengeluarkan aturan yang bertentangan dengan imam yang lainnya?

imam yang mana dari dua imam ini yang mereka mau taati??

Anonim mengatakan...

Bagaimana mau mati.. sang imam yg kalian hormati itu !

wong dah sadar betul bahwa aqidah nya aqidah khowarij sebagian dan syiah sebagian, ahli bid'ah dan yg lbh mengerikan : imamnya sebagai thoghut (arbaban min dunillah) sesembahan selain Alloh dg membuat syareat2 agama berdalih ij'tihad imam'

jelas! takut sekali menghadap Alloh. saya yaqin 99,9 %

ruju ilal haq Kepulauan mengatakan...

kami saksikan bahwa ldii.or.id
adalah penipuan.

kami yg beberapa bulan lalu masi ada di ldii, menyaksikan bahwa posting2 yg ada di ldii.or.id adalah penuh tipu muslihat. istilah kami dulu bitonah.(boleh dusta)

dan kami siap di mintai persaksian!!!

Anonim mengatakan...

Setuju.

Saya sebagai muballigh mantan ldii menyaksikan dengan sumpah bahwa ldii telah mengeluarkan kalimat2 yang ambigu bahkan multi tafsir. tidak tegas.

mereka meramu kalimat2 yang seakan2 bermakna boleh berimam shalat di belakang kaum muslimin, tapi kalimat2 itu punya mentafsiran tersendiri bagi orang2 ldii.

mereka bersumpah bahwa tidak amir di ldii, tapi mereka punya penafsiran tersendiri ttg kalimat itu, bahwa imam itu bukan di ldii tetapi di jamaah. Padahal warga jamaah yaa warga ldii.

dan masih banyak lagi. semuanya ambiguistis. kalimat2nya akan ada penafsiran tersendiri di sisi mereka.

sekarang coba amati sekitar anda.

beberapa hari lalu, orang tua saya yang telah ruju ilal haqq bertamu ke rumah imam kelompok, yang adalah paman dari bapak saya. Apa yang terjadi? mereka tidak mau meladeni, menutup pintu..

apa ini ajaran kemurnian? dan masih banyak lagi. muballigh2 ldii yang juga adalah keluarga sy, semuanya masih memakai paham takfiri, membi'ahkan semua selain mereka, menganggap batal shalat di belakang selain mereka, dll..

ini berlawanan dengan pernyataan si aziz itu. maka sy tidka percaya pada perkataan2 aziz ttg mabda' dusta buatannya itu.

Anonim mengatakan...

Imamah mamlakah almadigoliiyya al khayaliyyah itu sebenarnya hasil dari spekulasi dan petualangan politik nurhasan. Ditahun-tahun revolusi (1940-1965) memang Indonesia sedang berada di posisi transisi dan labil. Gerakan dakwah purifikasi (pemurnian) islampun kala itu tidak segencar sekarang walaupun gerakan purifikasi memang ada seperti yang dimotori oleh persis, muhamadiyyah, sumatra thawalib dll.
Nurhasan menggunakan moment kelabilan itu untuk menjadi kepala negara. Nurhasan itu terinspirasi dan termodelkan oleh perjuangannya malik Abdul Aziz yang berdakwah pada manhaj salaf sekaligus sukses mendirikan Daulah Islamiyyah Saudiyyah.Dan juga terinspirasi oleh Daud Beureuh, Kahar Muzakar dan Kartosuwiryo yang sama-sama mengusung konsep Imamah wa daulah islamiyyah (namun gagal).
Sayangnya Nurhasan juga tidak berhasil mendirikan daulah. Mimpinya kandas. Setelah itu Nurhasan memproyeksikan mimpinya dengan mewujudkan imamah khayaliyyah nya menjadi imamah bitonah. Yang penting jadi imam dulu(tanpa memperdulikan ketidakpunyaan akan daulah wal wilayaat). Agenda jangka panjang imamah 354 memang imamah daulah wa wilayaat. Caranya dengan tahap awal bitonah. Semasa bitonah ini mereka mengadakan dakwah dengan tujuan memiliki banyak pengikut dulu. Setelah pengikut dan posisi strategis diraih barulah mereka akan mewujudkan imamah daulah wal wilayaat. Melihat perkembangannya sekarang, mimpi imamah 354 untuk mendirikan imamah daulah wal wilayaat masih jauh api dari panggang. Bukannya simpati dan dukungan massa yang mereka raih justru masyarakat sekarang jadi tahu cara permainannya 354 yaitu dengan taqiyah. Maka kredibilitas LDII pun anjlok dimata masyarakat muslim Indonesia. Akhirnya impian imamah 354 hanyalah fantasi dan angan-angan belaka. Bahkan harga yang harus dibayar sangatlah mahal sekali yaitu indoktrinasi-indoktrinasi yang membuat akidah (sistem keyakinan) jamaah 354 menjadi tergelincir menjadi takfiri khawarij, rusaknya tatanan silaturahim, chauvinisme dan fasisme ( merasa golongannya yang pol dewe), arogansi dan ujub dalam beragama, rusaknya tatanan syariat ( ijtihad imam yang terkadang ‘memansukh’ hukumAllah Rosul, wlaupun mereka tak sadar). Jadi langkah terbaik adalah, imamah khayali abdul aziz bin nurhasan sebaiknya legowo saja menyerahkan imamah daulah wal wilayaat di Indonesia ini pada penguasa yang sah dan diakui oleh rakyat Indonesia (yaitu presiden, karena kebetulan indonesia menganut presidensil), adapun imam 354 ngga usah menamakan dirinya sebagai “imam” amirul mukminin” “khalifah” (apalagi). Abdul Aziz bin madigol cukup memposisikan dirinya sebagai ketua dewan syuro,ketua paguyuban dan semisalnya yang berfungsi sebagai pimpinan yang memfasilitasi dan mengkordinir saja. Dan bukan sebagai posisi imamah di negeri ini. Dan tidak usahlah pake beat-beatan segala.Sehingga diharapkan tercipta win-win solution yaitu menghilangkan/meminimalisir polah hizbiyyah dan takfiri namun program-program ldii yang tidak menyimpang , tetap jalan.
Indoktrinasi yang diderita jamaah 354 (kasihan jamaah 354)sebenarnya memang ditujukan untuk kemapanan sekelompok kecil manusia dari rezim nurhasan (sekarang dilanjut oleh keturunannya) dan kroninya ( dengan ‘perdana menteri’nya kasmud*, pakubumi, wk 4). Untuk tujuan kekuasaanya, rezim madigol sampai hati mempermainkan dan merekayasa akidah rukyah ( aqida engineering). Akidah rukyahlah yang dijadikan cost dan taruhannya untuk mewujudkan semua petualangan politik ini

Anonim mengatakan...

DUKUN DILAWAN...

Anonim mengatakan...

sekarang ini pusat semakin gencar melancarkan kebohongan dan cerita khayal kepada jamaahnya, antara lain dengan terus menceritakan kepada jamaahnya bahwa jamaah ini semakin berkembang pesat
Hal ini untuk mengantisipasi keresahan jamaah, bahwa sekarang banyak jamaah yang sudah menyadari kesesatan jamaah ini.

Hal ini menjadi kontradiksi ketika ada penggede pusat yang nasehat (untuk mengkounter jamaahnya agar tdk terpengaruh) bahwa "sekarang ini banyak kyai kelompok,kyai desa, kyai daerah, dan mubalegh yang murtad, disebabkan syaiton pada akhir jaman ngebut untuk mengajak ke neraka, mereka banyak yang terpengaruh syiah,salafi dsb)

sekarang ini pemantapan di dalam jamaah berupa cerita-cerita bohong yang dikarang oleh pengurus pusat, buaanyakk sekali sekarang cerita-cerita aneh yang digulirkan penggede jamaah.

Ada cerita dari seorang pengurus daerah menyatkan bahwa dulu nasehat mengenai bambang irawan sudah mati,lidahnya menjulur itu terus didengungkan, tapi dia heran kenapa bambang irawan masih hidup sewaktu berita bahwa bambang irawan di bui,sekarang dia sadar bahwa di jamaah ini banyak sekali penipuan, termasuk cerita mengenai mauludin.

Anonim mengatakan...

Apa jadinya kalau LDII mendirikan Daulah Islamiyyah di idonesia. la orang2 pusatnya aj didominasi PENJAHAT dan BAJINGAN. Saya juga menyaksikan 100% banyak tipu daya muslihat di jamaah 354 ini.

Saya memang masih di jamaah, tapi hati saya udah enggak sama sekali. Itu semata2 karena saya ingin meyelamatkan Istri saya. Udah sering sekali seruan Cerai dari mertua saya, karena saya dianggap sudah terpengaruh.

Aneh...saya cuman Bilang kalau, jangan sembarangan mengkafir2kan orang kok di anggap terpengaruh. terpengaruh sama siapa? Orang waktu itu Salafi apa juga saya ngk paham. Belakangan saya banyak dapat info tentang Salafi dari temen kuliah. makin mantab aja ke Antian saya pada aturan2 pusat yg nyeleneh dan penuh kebohongan itu.

sekarang ini, tipa kali mendengar nasehat dari imam kelompok atau pengurus lainnya yg mengarah pada kebohongan rasanya PENGEN MUNTAH. dalam hati bertanya2, kok gini amat beragama ya...didepan orang non Ldii berlagak manis sekali, di belakangnya meng"Anjing2"kan.

Para penasehat itu apa ngk sadar kalau jamaah sekarang ini sudah banyak yg tau kalau mereka banyak yg di tipu/dibohongi, tapi masih aj Nasehat dengan cara sperti itu(ngibul tingkat tinggi).

Fiuhhh.......saya bener2 benci sama petinggi LDII yg menghembuskan hawa kebohongan. benci, sebenci-bencinya

salam,
Jamaah daerah
pondok kelapa- jakarta Timur

orang awam mengatakan...

Orang yang lihat blog ini pasti bingung ,krn komentar& penjelasannya saya gak bisa memahami ,apa karena saya belum tahu agama (orang Awam),saya juga baru mendengar apa itu ldii,dan Apa itu Salahfy, kalau bahasanya yang ringan ringan saja biar saya mengerti ,karena ada yang komentar ldii itu bahaya, seberapa bahaya terhadap masyarakat ,krn saya juga punya anak yang uda gede gede takut nanti kena yang gitu gitu apa ada yang bisa mbantu,karena anakku yang di lampung nelpon ke rumah , aku di suruh sholat ,ngaji ,dan katanya kalau mau ngaji nanti ada yang datangi mubalik yang ngajari ngaji agama yang bener,terima kasih sebelumnya bila ada yang bantu.nulis di sini juga di bantu anaku yang bisa komputeran.

mantan LDII mengatakan...

kepada bapak/ibu yang awam diatas mudah2han anda tidak berbohong, maaf sebagaimana pengakuan anda maka wajar kalo anda tidak kenal apa itu LDII dan Salafi sedikit saya kasih gambaran tentang LDII bahwa LDII itu adalah sebuah organisasi islam seperti Nu Muhammadiyah Dll tapi LDII ini banyak bedanya dari sisi akidah/keyakinan beragama karena LDII ini lahir (asal mula pertama kali)dari organisasi/kelompok Islam yang terlarang yang dikenal oleh masyarakat waktu itu adalah DARUL HADIS terus ISLAM JAMAAH terus LEMKARI baru LDII,LDII ini dihadapan pemerintah,tokoh2 agama dam masyarakat sangat menunjukkan kebaikan dan santun bisa jadi orang2nya sangat baik dibanding masyarakat lainya tapi kalo di belakang maksudnya keyakinan dalam kelompok pengajianya orang islam yang sah islamnya,orang hidup yang halal hidupnya amal ibadah yang diterima allah ya hanya orang2 kelompok LDII saja selainya kelompok LDII adalh KAFIR yang keluar dari LDII adalah MURTAD selain orang2 lDII adalh pasti dan Wajib masuk neraka dan kekal selama lamanya ini adalah inti keyakinan kelompok LDII tentang ibadah kepada allah

kalo melihat ciri2 anak bapak/ibu yang nelpon dari lampung itu sepertiny yang ngajak ngaji itu ya orang LDII

kalo seberapa bahayanya LDII memang saat ini belum nampak tapi kalo melihat akidahnya yang menganggap kafir selain golonganya berarti sewaktu2 LDII punya kekuatan maka mampuslah rakyat indonesia karena pasti akan diperangi/dibunuh oleh orang2 LDII

kalo tentang salafi saya gak bisa jelaskan disini sebab keterbatasan waktu saya tapi saya kasih rujukan coba anda buka situs2 salafi caranya mudah ketik aja di google SALAFI nanti akan muncul blog2nya salafi tinggal anda membaca artikel2nya intinya kalo anda ingin selamat ya jangan terpengaruh oleh tipu dayanya orang2 LDII kami2 yang menulis di blog2 ini adalah mantan2 LDII yang tahu persis siapa sebenarnya LDII saking banyaknya rusaknya akidah LDII dan sebagaimana yang anda akui sendiri keawaman anda maka saya gak bisa menjelaskan secara panjang lebar tentang LDII semoga yang sedikit ini jadi gambaran buat anda siapa LDII itu....matur nuwun

NB: saya jadi MUBALIGH LDII selama 18 tahun

nona salapret mengatakan...

18 bulan kaleeee ,aku takpercaya
kalau 18 tahun wah udah jadi tu paku
papan

Anonim mengatakan...

TO BPK/IBU AWAM

Untuk mengetahui bahwa ajaran anak anda LD** ato bukan, bisa dilihat dari omongannya, kalo dia menganggap bahwa di pengajiannya lah yang benar itu bisa mengarah ke ajaran LD**, masalahnya LD** menganggap bahwa ajaran agama Islam didunia ini yang benar ya LD** lainnya salah,rodun, taek bonjrot (maaf kata-kata ini adalah kata yang biasa dipakai oleh warga LD** sbg pemahaman).

metode pengajaran :
LD** dalam menjerat mangsanya awal kali diadakan pengajian yang bersifat umum, yaitu masalah sholat dengan hadits Kitabushsholah (ini adalah kitab intern warga LD** jadi diluar tdk dijual, yang dibentuk sedemikian rupa untuk menyakinkan orang awam yg baru ikut pengajian )
yang kedua adalah kitabul adab, yaitu kitab tentang perilaku, ini juga kitab buatan LD**.

setelah orang tersebut sudah dirasa paham dengan apa yang dikajikan barulah menginjak ke masalah intinya LD**, yaitu keimaman, dan selanjutnya di ajak baiat di kediri dengan imam LD**

setelah itu barulah kewajiban-kewajiban yang tidak ada dalam Qur'an Hadits diberikan pada orang tersebut, semua bidah-bidah yang muncul dari mulutnya imam harus dikerjakan. memang seakan-akan yang dikajikan di pengajian LD** adalah hadits (seperti kutubusitah) akan tetapi semua hukum di hadits tersebut batal karena adanya ijtihat sang imam, yang bisa memansuh semua perintah Allah dan Rasulnya. orang yang sudah terjerat dengan ajaran LD** sudah tidak bisa membedakan mana yang benar mana yang salah, pokoknya thoat imam SURGA, tidak thoat imam NERAKA !!!! dan semua orang selain LD** adalah KAFIR walopun ibunya sekalipun. itulah sesatnya LD**

semoga bpk/ibu yang awam bisa memahami

Anonim mengatakan...

lebih jelasnya bp/ibu awam silakan buka ini

http://prihatin-ldii.blogspot.com/2010/11/pokok-paham-ldii.html

nona salapret mengatakan...

mubalegh kok bisa murtad ada apa gerangan bisa di perjelas alasannya
denger denger krn di tolak pra one ayu ni yeee teru ceklek asa ,masak gara gara gitu tu yang sepele sampai masalah yang besar di tinggalkan ,emann, sayang,sorga di tukar ama dun'yah jangan jangan cemburu ,ee kayak apa ya.

Anonim mengatakan...

nona berkata: "mubalegh kok bisa murtad ada apa gerangan bisa di perjelas alasannya"

jawab:
saudari pernah belajar sejarah kemerdekaan Indonesia?
berapa tahun kita di jajah Belanda?
wow lama ya..., 3.5 abad alias 350th.
Apa yg dilakukan belanda utk selalu tetap menjajah?
1. Kaum pribumi dilarang baca2 & tulis / sekolah, yg bisa membuat pintar yg akibatnya fatal bagi belanda.
2. sang penjilat belanda boleh belajar dan sekolah UTK MENDOKTRIN AGAR JANGAN MEMBANGKANG BELANDA.
3. dibuat sibuk dengan kerja rodi tanpa upah.
4. orang yg sedikit pembangkangan langsung di bunuh, takut yg lain terpengaruh.

BAGAIMANA DG LDII?
1. tidak boleh baca2 kitab2 sekalipun itu dari ahlussunnah, dgn jerat ilmu mangkul nya.>>
2. mengirimkan anak2 imam / menantu2 nya ke makkah, utk memberi penjelasan yg menyeleweng ktika pulang.
3. dibuat sibuk dg urusan sabilillah, misal banyak ngaji dan acara2 musyawaroh shg tdk sempat berfikir.
4. or2 yg sudah faham penipuan di ldii, langsung di keluarkan bahkan ada yg dicoba utk dibunuh.
(halal darah or yg murtad dari ldii)

ini sedikit yg menyebabkan teman2 yg lama2 di ldii MENGAPA BISA LAMA..

dANCUK SALAH FIKIR mengatakan...

walaupun profesor kan juga manusia dia tidak ma shum seperti para nabi terserah ente lah lakum diinukum waliyadiin

Anonim mengatakan...

Ibu/Bapak yg awam LDII, silahkan datang ke toko buku seperti: Gramedia atau Gunung Agung. Lalu tanya ke penjaganya "saya mau cari buku yg membahas tentang kesesatan LDII" insyaAllah nanti akan di kasih tau beberapa buku tsb.

>>Mantan Jamaah Pasar Rebo

Anonim mengatakan...

ALHAMDULILLAH SUDAH BANYAK YANG RUJU' ILAL HAQ,
MENINGGALKAN JAMAAH NURHASAN YANG SESAT WALAUPUN DIBUNGKUS DENGAN QURAN DAN HADITS, SEAKAN-AKAN KEDUA SUMBER HUKUM TERSEBUT DIJADIKAN DASAR BAGI JAMAAH NURHASAN

MARI KITA TERUS BERDAKWAH, BIARKAN ORANG YANG MEMENTINGKAN HAWA NAFSU BERKOMEN SEKEHENDAKNYA,TIDAK MAU BERPIKIR,
AKAN TETAPI DIANTARA PARA PEMBACA DISINI INSYAALLAH BANYAK YANG MENGINGINKAN KEBENARAN DAN HATI YANG HANYA MENGINGINKAN SURGA ALLAH, TAKUT DENGAN NERAKA ALLAH

Anonim mengatakan...

Ane sejak lahir sampe umur 26 taun di LDII.

ga punya ijasah mubaleg sih, tapi pernah dipercaya jadi pengurus, nyampeikan himpunan, kutubusittah, faroidh & nasehat..

alhamdulillah setelah 26 taun itu, ada temen yg ngasi pencerahan.

Selama bertaun2 itu ane emang merasa ada yg ga beres dgn doktrin2 LDII.

klo ngajinya siy okey, ane klop.
tapi klo udah ke penanaman doktrin, waduh, uooppooo iki..

Alhamdulillah rekan2 di salafy lebih mantap dalam hal keilmuan..

ttd,

- eks 354 yg berusaha amar maruf keluarganya -

Anonim mengatakan...

Awalnya pengajian biasa, memaknai Alquran dan Hadist. Di bimbig langsung Oleh calon mertua pada saat itu (sekarang udah jadi mertua beneran ;p)Tidak ad yg aneh, tidak ad yg nyeleneh2.

menginjak pada kitab himpunan warna putih yg membahas tentang KEIMAMAN, mulai ad sedikit kerancuan. Gaya bahasa calon mertua saya juga mulai agak berubah. Lebih berapi2 dan mulai pelan2 menanamkan doktrin di luar kelompoknya adalah KAFIRR..!!

tibalah saatnya saya diharuskan BEAT ke bapak Imam. Beliau berkata "Sekarang saatnya kita memulai project besar sebelum kamu menikahi anak gadis saya, kamu harus BEAT (disumpah) ke bapak Imam supaya Islam kamu syah". Saya pun menurut seperti orang terkena hipnotisnya Uyak Kuyak ;P.

setelah beat selesai saya lakukan, tiba juga saatnya saya harus ngaji di kelompok. Istilahnya sambung kelompok. NAHHH...!! di sinilah kejanggalan demi kejanggalan mulai saya rasakan. Diantaranya :

01. waktu menjelang lebaran saya di kasih Zakat, katanyan saya adalah seorang mualaf.
(sett...deh...)
02. Udah mulai ngelarang saya sholat berjamaah dengan selain LDII
03. Udah mulai melarang saya Jumatan dengan selain LDII
04. Melarang saya terlalu sering bergaul dengan orang HUM (orang di luar LDII)
05. Di training erbohong dan berdusta (BITHONAH)
06. Di Training Pura2 baik dengan orang HUM (BUDI LUHUR, LUHURING BUDI.) prettt...
07. Dilarang baca2 buku2 agama selain ciptaan LDII. hayoohh...
08. Dilarang belajar ilmu agama selain sama mubalegh LDII. Wadohh...
09. Di training berkata2 Kotor, Jorok dan Mengumpat. contoh Taek bonjrott, Torok bosook dll. Malu saya kalau mengingatnya.
10. mulai di perkenalkan dengan cerita kesaktian2 Pa. Nurhasan Almarhum.
dll...dll..dll...(masih buanyakk kejanggalan lainnya)

setelah di rasa meyakinkan, barulah saya boleh menikahi anaknya. setelah berumah tangga, kami sering ribut yg disebabkan beda pandangan antara saya dan istri saya. Saya selalu membantah kalau di luar LDII itu belum tentu KAFIRR...tapi istri saya ngotot, sesuai mangkulan dan doktrinya yg di jejalkan dari Balita hingga menikah. Kalau boleh saya gambarkan istri saya itu seperti ROBOT yg sudah di program oleh doktrinasi LDII/354/Jokam. Mengerikan.

Belakangan berkat kesabaran saya, sekarang Istri pelan2 mulai sedikit menyadari pelencengan2 LDII/354. beberapa rekaman dan artikel yg saya unduh dari blog ini coba saya berikan sama Istri. Awalnya menolak "takut terpengaruh" katanya. Dia baru mau setelah saya suguhkan rekaman pengakuan P. Mauludin. (mungkin beliau salah satu gurunya waktu mondok diJombang/kediri dulu, dan menyaksikan kebaikan yg ad sama p. mauludin).

sekarang saya tetap gigih berdoa dan berusaha pelan2 meluruskan keyakinan istri saya. saya ngk ingin anak2 saya di cetak jadi KOWARIJ. Sesekali istri saya ajak jalan2 ke LIPIA mampang. Di sana juga banyak pelajar yg celananya NGATUNG. baru dia melek. ternyata di luar Jamaah LDII juga ad yg konsen dengan Quran Wa Sunnah dengan pemahaman para sahabat. bukan atas dsar pemahaman p. Nurhasan yg terlalu di paksakan (dipas2ke).

saat ini kami juga masih dijamaah ldii. itu karena kami ngk mau ribut dengan Orang tua dan saudara2 kami yg lainya, karena mereka masih LDII tulen.

maaf... ini kisah nyata, bukan di karang2. dan bukan ceruta bikinan si pembuat blog, biar terkesan rame seperti yg dituduhkan. Ini asli cerita dari jamaah desa Pondok Melati. Siapa kami? insyaAllah kalau waktunya sudah memungkinkan pasti akan kami kasih tau.

Alhamdulillah Jazakumullah khoir buat yg berjuang dengan media Blog ini. Semoga Allah parin manfaat lan barokah.

Anonim mengatakan...

BOSEN2....REK....

Anonim mengatakan...

iya gw emang bosen ngaji di LDII. ngono2 tok. ngk mutu ;P

agushp mengatakan...

inilah yang disebut penyakit hati. bila hati jujur maka tidak akan terjadi penyerangan. semua sudah diberi petunjuk, jadi lakuin aja petunjuk itu. sama halnya begini:
anda mengatasnamakan kaum muslimin, kaum muslimin yang mana ??? sedangkan dalam dakwah anda menyerang bahkan tidak segan segan mengatakan, tinggalkan kaum kuburiyun (tapi merekan muslimin tu), ahli bid'ah(mereka juga sholat bersama anda tu dan mereka juga masih sholat 5 waktu tu) dan masih banyak lagi celoteh/jargon anda semuanya. ini berarti shalipi=kaum muslimin, atau kaum muslimin yang mana ni,pa mereka bukan muslim. nah lho sebenarnya siapa yang tidak memiliki konsep dakwah jelas disini dan mendua???
ketika mengatasnamakan muslimin, maka dalam dakwah tidak usah lagi anda katakn kaum kuburiyun, kaum bid'ah dll dong, nah anda juga lagi berdusta dong, dan dustanya lebih parah karena tidak jelasnya konsep dakwah antum antum he he...
yang masih sholat berarti muslim. jadi LDII mendustai kaum muslimin, atau salapi yang iri dan dengki dibalut dakwah. jatuhnya, rugi!

salipi eh salapiiiiiiiiiiiiii mengatakan...

g skalian mantan jamaah kediri g berani menampakkan identitasnya mas dawud yg buat blog ini kan dawud orang karanganyar dekate papahan itu lo dia dah benar benar kok

ABDULHADI Maulana mengatakan...

salafi bukan organisasi mas agus..., mas agus juga bisa di sebut pengikut salafusolih, seperti ldii skarang menyebut2 dirinya salaf.

jadi siapa saja yg mengikuti pemahaman Rosul dan sahabatnya yg solih (salafussolih) itulah salafi.

cerita sdikit mas.. dulu saya menduga2 bahwa salafi sperti ldii, muhammadiyah, nu, pks, persis, p3 atau bermacam2 organisasi islam, adalah golongan/organisasi.

setelah sy pelajari ternyata salaf menghindari golongan2 (hizib).

dan dakwahnya lebih bisa di terima oleh semua lapisan masyarakat...

salafi bisa sholat di belakang kaum muslimin, yg kasat mata / persaksian dzohir adalah muslim.

dan kaum muslimin adalah saudaranya muslimin yg lain. itulah pemahaman salafusollih.

www.islamhouse.com

Anonim mengatakan...

mas agushp yang cuakep..

pikiran anda bahwa salafi itu seperti LD**, sebuah organisasi agama, yang mana menurut anda kalo bukan salafi maka KAFIRR, RODDUN, TIDAK BOLEH SHOLAT BERSAMA ORANG DI LUAR SALAFI....nah itu salah besar masss, kita bukan seperti LD**, salaf itu adalah sebuah manhaj, bukan organisasi, jadi semua orang Islam yang bersesuain dengan Al Quran dan Assunah itulah disebut manhaj salaf. Kita berdakwah tidak dengan mengkafirkan ahli bidah, tapi dengan hikmah dan ilmu. mengkafirkan seseorang itu kalo orang yang dikafirkan tidak terbukti maka itu kembali kepada orang yang menuduh, hati-hati sampeyan mas agushp.

Datangkanlah hujjah yang benar mas, mengenai keabsahan infaq rejeki, surat tobat, orang Islam selain LD** KAFIR, surat sambung, 5 BAB, nyetorkan kambing kepusat (emang kambing tersebut di sembelih dipusat??!!), 4 tali keimanan. ampuh kowe mas yen bisa njawab...jangan lupa disertai dengan kitab rujukannya, dan tafsirnya...

faturrohman mengatakan...

Iya betul pak maulana.

tdk spt ldxx, gak mau di imami orang diluar golongannya.

bahkan di tempat saya yg sudah di anggap murtad dari ldii (mencabut tali beat imam) gak boleh ngimami sholat lagi.

bisa di buktikan lho... ada 4 orang yg dulu jadi imam sholat di ldxx, skarang tdk boleh ngimami sholat!!!

mereka yg keluar dikatakan oleh ldxx: kilabunnar... anjingnya neraka, murtad, keluar dari islam...

sangat menggenaskan...

Anonim mengatakan...

aku yakin 10000% mbok sampe mencrett mas agushp ga bisa jawab tuh pertanyaan...(tentunya dengan kitab rujukan/tafsirnya)

Anonim mengatakan...

To salafi:
Bagaimana rencana anda apabila upaya anda dalam blog ini tdk berhasil?
Apakah anda akan mengikuti jejak Nabi yang mengajak islam dan apabila tdk mau maka akan diperangi?

To LDxx:
Kenapa banyak ormas dan aliran islam lain yang masuk anggota LDxx tapi mereka tdk memusuhi/menyerang sebagaimana salafi(yg ex. LDXX) dalam blog ini menyerang anda?
Malah menurut pengamatan kami, mrk yg masuk LDxx malah terlihat asyik dengan ibadah versi LDxx...

Dari: orang awam yang netral

Anonim mengatakan...

Semoga Allah memudahkan dan melindungi yang berusaha keluar dari kelompok dan pemahaman sesat itu.

Sabar dan teruslah berjuang jangan lupa memohon kepada Allah .

Aku saudara yang mencintaimu karena Allah .

Anonim mengatakan...

Sebelum saya jawab saya akan bertanya dulu kepada orang bodoh @ anonim yang menanyakan :

To salafi:

Bagaimana rencana anda apabila upaya anda dalam blog ini tdk berhasil?
Apakah anda akan mengikuti jejak Nabi yang mengajak islam dan apabila tdk mau maka akan diperangi?

Sebelum saya menjawab pertanyaan antum , saya tanya duluan " apa rencananya pemilik blog ini ?? dan bagaimana mengukur suatu keberhasilan ???

Yang kedua : Apakah antum bodoh atau bukan muslim ? sehingga begitu kurang ajarnya mengatakan " ..jejak Nabi yang mengajak islam dan apabila tdk mau maka akan diperangi? "

Darimana kamu memperoleh pemahaman itu ?

Tolong dijawab , aku tunggu .

Anonim mengatakan...

to p agus
Nasihat pada LDII/ jamaah 354 pada ajaran hizbi takfirinya bukanlah aksi dari sakit hati. Tapi semata-mata memang merupakan kewajiban umat islam bersama untuk saling menasihati. Justru orang yang tahu akan penyimpangan islam jamaah tapi tidak mau menyerukan amarma’ruf nahi munkar/ melakukan pembiaran, hukumnya adalah dayuts, dimana datuts ini adalah salah satu golongan yang tidak dilihat Allah di akhirat nanti.

Umat islam sejatinya tidak bisa dikelompok-kelompokan (berfirqoh-firqoh) karena umat islam itu satu. Apabila ada umat islam tapi koq melakukan tabaruq dikuburan, maka wajib bagi ahlu sunnah untuk melakukan dakwah agar umat islam tidak terjerumus pada kesyirikan. Begitu juga kalau ada sempalan yang melakukan takfiri secara pukul rata alias diluar golongannya dihukumi kafir maka itu juga tanggung jawab umat islam bersama untuk menasihatinya hingga sempalan itu mau ruju ilal haq

Peace

Anonim mengatakan...

@anonim
To salafi:
Bagaimana rencana anda apabila upaya anda dalam blog ini tdk berhasil?
Apakah anda akan mengikuti jejak Nabi yang mengajak islam dan apabila tdk mau maka akan diperangi?

Jawabku:
kewajiban umat islam itu hanya sebatas berdakwah dan berseru. Soal Hidayah adalah kekuasaan Allah semata, tidak ada satupun yang dapat memberikan hidayah kecuali Allah. : D

Kalau jamaah 354/ Ldii tidak mau ruju ilal haq sekarang, insya Allah esok, minggu depan, bulan depan, tahun depan dst jamaah 354 mau ruju ilal haq ( Amin)

Kalau Jamaah 354 generasi sekarang tidak mau ruju ilal haq, insya Allah biidznillah, anak turun mereka mau ruju ilal haq

Dakwah ini tidak tergesa-gesa koq 

Jamaah takfiri hizbiyyah 354 itu juga ahlu kiblat hanya saja mereka sedang tergelincir, adapun yang berhak memerangi mereka adalah amir/imam daulah wal wilyaat yang sah. Aslinya,khawarij memang harus diperangi ( kalau sudah ada tendensi bughat).Namun saya yakin cukup berdakwah bilisan wal hal sudah cukup banyak koq sedulur 354 yang hijrah ke manhaj salafu shalih ;)

To LDxx:
Kenapa banyak ormas dan aliran islam lain yang masuk anggota LDxx tapi mereka tdk memusuhi/menyerang sebagaimana salafi(yg ex. LDXX) dalam blog ini menyerang anda?
Malah menurut pengamatan kami, mrk yg masuk LDxx malah terlihat asyik dengan ibadah versi LDxx...

Jawabku
Sebenarnya di jamaah 354 memang diserukan dan digalakkan bahwa jamaah 354 itu berkembang pesat dari jumlah pengikut. Bahkan sampai ada klaim 15 juta orang. Kita maklumi itu adalah sebuah propaganda untuk menciptakan efek fantastis pada para pengikutnya agar pengikutnya bisa bangga-semu. Umumnya para “mualaf” ( mualaf dikalangan LDII adalah orang yang baru saja beat dan bergabung dengan jamaah 354, maka islamnya sah) memang belum tahu kesesatan 354, karena 354 menggunakan system talbis dan tadlis ( mencampuradukan yang benar dengan yang menyimpang, ambivalen dan ambiguitas, atau simpelnya : rancu) . namun untuk jamaah LDII/ 354 yang lama, -bahkan dikalangan mubaligh, pengurus yang fanatic pada 354- sudah banyak yang tersadarkan akan “kelainan” –nya jamaah 354

Maap segitu aja yang kutau 

Dari seorang muslim yang tidak mau berhizbi
salam-salam untuk sedulur 354 lainnya , ditunggu hijrahnya ya sobat :)

Anonim mengatakan...

To agus dan shohib2nya di 354.
Memang sangat sulit untuk menerima KEBENARAN YANG HAQIQI apabila dlm hatinya sdh ada sifat SOMBONG dan UJUB terhadapa ilmu yg mereka miliki. Meyakini bahwa ilmu yg ada pd mereka adalah yg PALING BENAR SENDIRI. Sehingga apapun yg kita berikan kpd mereka, hujjah sebenar apapun, mrk tdk akan menerima krn sdh ter"setting" dlm otaknya bahwa selain Jamaah Mereka adalah ilmunya bathil. Pdhal klo sj mrk mau mengesampingkan sifat SOMBONG dan UJUB mrk sedikit saja, mk mrk Insya Alloh akan menerima hujjah yg Haq ini, yg kita sampaikan pd mrk. Lah Fatwa Syaikh Bazmul saja yg bgt jelasnya, mrk msh tdk menerima dgn alasan: "Itukan cuma ucapan ulama". Astagfirulloh! Tdk kah mrk menyadari siapa yg mrk anggapsebagai ulama selama ini?
1.nurhasan=tukang sihir, tdk punya ilmu terbukti banyak skl penyimpangan aqidah yg diajarkan slm ini, termask TAKFIRnya.
2.kasmudi=org yg paling bertanggungjawab atas halalnya kasus marioso
3.sulthon a=pengepul ring 1
4.kholil=pengepul ring 1 dan khianat terhdp ilmu
4.aziz=khianat trhdp ilmu, apakah jg termsk ring 1?
Bandingkan dgn Shaikh Bazmul, JAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAUH Banget.

ibnu mengatakan...

saudara agung sujatmiko dengan bangganya meng copas komen abu lyas dalam forum diskusi JU, tulisan udah di bantah masih juga di copas, benar2 ketinggalan jaman ...

ayo saudara agung, sudah ada cerita baru lagi nggak dari pusat??? pak bengkring, kera rabies, atau mungkin "gayus dari kediri?", kok udah lama nggak ada cerita2 dusta yg biasa di kumandangkan dari pusat?

Anonim mengatakan...

Sangat disayangkan agan-agan sekalian malah jadi meributkan masalah yang menurut saya sangat mendasar: Keyakinan dan Keimanan (dalam beragama).

Kedua hal tersebut sudah diatur dalam pasal 29 UUD 1945 yang tentu saja berlandaskan hak asasi manusia yang paling utama, yaitu kemerdekaan untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agamanya dan kepercayaanya itu.

Siapa yang merasa benar, ya biarkan tanamkan itu dalam hati dan direalisasikan melalui amalan yang seharusnya semakin berbudi luhur. Bukan justru menyudutkan dengan kurang beradab dan beretika.

Boleh fanatis terhadap kepercayaannya, tapi bukan fanatik yang merugikan atau memojokan suatu golongan atau orang lain *dalam hal ini LDII.

Kalau niatnya untuk mengingatkan, ya Alhamdulillah Jazakallahu khairoh.

Sebenar-benarnya kebenaran hanya milik Allah.

Saya yakin, bukan ini (ketidakrukunan)yang diinginkan atau diharapkan oleh Rasullah saw.

Merujuk apa salah satu ayat Al-Quran: Bagiku agamaku, bagimu agamu.

Maka habis perkara.

_Jamaah 354 Cinta Damai_

Anonim mengatakan...

apakah atas nama pasal 29 UUD 1945, kita membenarkan ahmadiyyah meracuni akidah umat islam?

apakah dengan mengajak LDII/ jamaah 354 untuk meninggalkan takfiri dan hizbiyyah itu dinamakan memojokkan LDII??

-jamaah muslimin cinta damai juga-

Anonim mengatakan...

"Boleh fanatis terhadap kepercayaannya, tapi bukan fanatik yang merugikan atau memojokan suatu golongan atau orang lain *dalam hal ini LDII"

--> LD** tu termasuk golongan yang berlebihan,memojokkan, dan merugikan orang lain : mereka menganggap Islam lainnya KAFIR, RODDUN, TAEK BONJROTT. Memisahkan keluarga, memisahkan istri/suami, memisahkan saudara. mikir donggg

"Saya yakin, bukan ini (ketidakrukunan)yang diinginkan atau diharapkan oleh Rasullah saw"

---> kalo LD** sudah insyaf dari pengkafirannya terhadap Islam lain, dan jauh dari sikap takiyah(bohong sana bohong sini) Insya Allah akan terjadi kerukunan dan persatuan umat Islam..

Anonim mengatakan...

Sangat di maklumi kalo warga islam jamaah " merasa " di pojokan dalam banyak hal .

Mereka lupa , asal dari ini semua adalah hasil dari pemikiran kalian juga yang menganggap orang di luar jamaah kalian kafir , murtad dll.

Sangat di maklumi kalo kalian marah , setelah tau kebenaran itu tidak berada di kelompokmu.

Ayolah ngaji yang bener , berilmu dengan lurus , tidak berkelompok-kelompok dan memisahkan diri dari kaum muslimin lainnya, insya Allah kalian akan merasakan indahnya ilmu itu.

Salam-salam juga bari yang mau ruju' .

Anonim mengatakan...

Sangat di maklumi kalo warga islam jamaah " merasa " di pojokan dalam banyak hal .

Mereka lupa , asal dari ini semua adalah hasil dari pemikiran kalian juga yang menganggap orang di luar jamaah kalian kafir , murtad dll.

Sangat di maklumi kalo kalian marah , setelah tau kebenaran itu tidak berada di kelompokmu.

Ayolah ngaji yang bener , berilmu dengan lurus , tidak berkelompok-kelompok dan memisahkan diri dari kaum muslimin lainnya, insya Allah kalian akan merasakan indahnya ilmu itu.

Salam-salam juga bari yang mau ruju' .

Anonim mengatakan...

ya kayaknya begitu murni ujung ujungny daulah islamiyah kayak pendahulu2ny deh ya to ya to

jamaah cinta kebenaran mengatakan...

To Jamaah 354 Cinta Damai

maaf yaa...antum harus banyak belajar lagi tentang maksud UUD 1945 pasal 29 apa maksud dan arti yang di kandungnya mudah2an anda sarjana hukum dengan IP yang memuaskan karena anda telah mengaitkan dakwah/amar makruf nahi munkar ini (khususnya pada LDII) dengan UUD 1945 pasal 29 tapi umpama anda salah menafsiri UUD 1945 pasal 29 ini anda gak dosa kok,tapi yang saya pertanyakan kepada anda,anda kok berani2nya meruju'/menukil ayat alquran surat alkafirun ayat terakhir tanpa menyertakan tafsirnya yang shohih, justru tersirat anda telah salah menafsirkan ayat yang anda jadikan rujukan itu,mudah2an anda seorang mubalegh LDII yang khatam makna keterangan al quran 30 juz yang gak jelas tafsirnya sehingga anda bisa belajar lagi tentang tafsir al quran yang shohih yang gak pernah di ajarkan oleh LDII,dan anda saya kasih PR tafsirnya surat alkafirun itu supaya anda gak keliru menerapkan maksud ayat yang diturunkan allah subhanahu wata'ala itu...belajarlah dengan benar wahai saudaraku jangan hanya fanatik pada kelompokmu dari penukilan satu ayat aja ini anda menunjukkan kedangkalan ilmu apa lagi anda mau mengamalkan al quran dan sunnah tanpa pemahaman para salaf ....

Anonim mengatakan...

to anonim yg menjawab:
"adapun yang berhak memerangi mereka adalah amir/imam daulah wal wilyaat yang sah. Aslinya,khawarij memang harus diperangi ( kalau sudah ada tendensi bughat)"

Kalo amir/imam daulah wal wilyaat yang sah saja tdk memerangi sejak berdirinya JM th '41 sampai sekarang ini th '2010 (Zaman pak Soekarno, pak Soeharto s/d SBY) apakah berarti dapat diartikan pula bahwa mereka masih dianggap tdk menyimpang oleh pemimpin kita?

Komentar anda belum menjawab kenapa orang2 yg dari aliran islam lain kmd masuk ke LDxx tp mereka tdk pernah memusuhi, menyerang dan membenci sebagaimana anda yg telah keluar dr LDxx kmd membenci, memusuhi dan menyerang pada LDxx?

Anonim mengatakan...

"Komentar anda belum menjawab kenapa orang2 yg dari aliran islam lain kmd masuk ke LDxx tp mereka tdk pernah memusuhi, menyerang dan membenci sebagaimana anda yg telah keluar dr LDxx kmd membenci, memusuhi dan menyerang pada LDxx? "

1. karena Islam selain LD** tidak mengkafirkan selain kelompoknya.

2. karena Islam selain LD** tidak ada "takiyah/dusta",
dusta baik di kelompoknya sendiri ataupun kepada kelompok lain (lihat LD** para pembesar2 nya melakukan kebohongan, jangankan pada orang diluarnya, jamaahnya sendiri pun dibohongin sebohong-bohongnya tiada ampun. Kita yang sudah mengetahui kebuusukan para petinggi LD** merasa kasihan kepada para jamaah. mereka sudah ikhlas,ridho kepada aturan Islam tapi diselewengkan oleh pembesar-pembesar busuk.)

3. bahwa kita tidak pernah menyerang pihak LD** tapi yang kita berikan adalah pencerahan, karena kita yang sudah keluar dari LD** tahu benar dan benar-benar tahu kebusukan pembesar LD**. kita hanya menyampaikan hujjah, dan hujjah tersebut didasari dengan kitab-kitab rujukan dan kitab tafsir. kalao pihak LD** bisa menjawab semua jawaban yang diberikan dengan shahih, maka kita juga tidak segan-segan untuk menetapi agama di jamaah LD**
Dan hal ini sungguh bermanfatt bagi orang yang berpikiran murni, dengan hati yang murni,ikhlas menginginkan surga Allah dan terhindar dari neraka Allah, semata mata ingin kebenaran.

Anonim mengatakan...

ngaji dg orang bersanad sampai ke RASULULLAH.... adalah suatu kebanggaan
TAPI ngaji sama orang yang ngaku mempunyai sanad tapi hilang di becak
tapi kelakuannya;
nyolong kambing waktu di TANAH HARAM(makkah)
bawa kabur anak gadis orang
praktek sihir dan dukun

KEDUDUKAN SANADNYA BAGAIMANA YAH???
DALAM ILMU MUSTOLAH HADIST??
DHOIF??
MATRUK??
MAUDHU??
tapi heran sama org LDII yang katanya mengagungkan sanad mereka gak tau ilmu ttg periwayatan hadist
jadi tersesat deh........

abu lukman jakarta mengatakan...

To anonim diatas
coba KHAWARIJ LDII menampak kan bughot seperti khawarij zaman kholifah Ali bin Abi Tholib bisa di pastikan mampus tuh KHAWARIJ LDII

KHAWARIJ LDII kan KHAWARIJ GAYA BARU (KGB) akidah dan manhajnya KHAWARIJ plus SYI'Ah tapi dihadapan pemerintah dan masyarakat brpura2 baik bermuka manis santun (musang berbulu domba)dengan berdalih budi luhur

anda berbohong besar dan berdusta, kata siapa orang yang masuk LDII gak membenci,memusuhi kepada orang2 selainnya golongan LDII justru orang yang tadinya baik2 dalam pandangan agamanya setelah masuk LDII jadi rusak akidahnya,mau bukti kalo anda keluarga besarnya KHAWARIJ LDII dan anda orang biasa2 saja bukan orang yang berpengaruh dalam keluarga coba anda keluar dari LDII atau minimal anda menyelisihi doktrin2/paham2 LDII yang menyimpang itu bisa di pastikan anda di jauhi keluarga anda di kucilkan dan dicap terpengaruh bahkan kalo anda keluar pasti dicap MURTAD, ini kalo anda sendiri mau merasakan buktinya

dan bukti secara umum dalam akidah KHAWARIJ LDII setelah orang masuk LDII pasti punya keyakinan TAKFIRI kalo tidak punya keyakinan takfir orang ini pasti dicap tdak faham atau di katakan MUALAF tahunan, dan masih banyak lagi bukti2 rusaknya akidahnya orang yang masuk LDII dan akibat jeleknya dari akidah LDII ini,tapi sekali lagi orang2 LDII PENDUSTA/AHLI DUSTA/AHLI BOHONG kepada orng selain LDII/kepada pemerintah dan masyarakat,

ini jawabanku, kamu jangan jadi DAJJAL berdusta kesana dan kesini mungkin orang non LDII bisa kamu kelabuhi dan bohongi tapi kamu akan ketahuan seperti DAJJAL oleh mantan2 LDII

kalau kamu pingin selamat dunia akhirat taubat dan ruju'lah kepada yang haq jangan terus menjadi DAJJAL2 masa kini

maaf bahasa saya agak kasar karena saya membantah/menjawab komentarnya DAJJAL/PENDUSTA dari KHAWARIJ LDII

Anonim mengatakan...

di minhajurrosyidin terlihat penurunan yang signifikan terhadap jumlah orang yang sambung.....

sering diadakan acara yang terlihat dan terkesan pemantapan kpd jamaah....

apa yang terjadi??????

Anonim mengatakan...

KELOMPOK YANG MULAI DI TINGGAL JAMAAHNYA ITULAH JAWABANNYA.

Anonim mengatakan...

info terbaru:

mereka mencetak pendekar2 asad tiap 1bulan.
setiap daerah wajib mengirimkan 1 calon pendekar asad.

biasanya 3 bulan jurus2 baru selesai dikuasai dari 200an jurus, ttp skrg karena Urgent 1 bulan cukup.

ada apa ldii ini?
persiapan apa nih?

mas2 cek dulu doa asad. riwayatnya satu persatu. hati2 doanya bid'ah. utk doa yg bid'ah setan / jinmacan senang dan slalu mendukung kebidahan tsb.

mengerikan...

Anonim mengatakan...

bagaimana kalau pagar makan tanaman?

belajar silat gratis...

e..., sang imam malah di silat?!

Anonim mengatakan...

Kalo amir/imam daulah wal wilyaat yang sah saja tdk memerangi sejak berdirinya JM th '41 sampai sekarang ini th '2010 (Zaman pak Soekarno, pak Soeharto s/d SBY) apakah berarti dapat diartikan pula bahwa mereka masih dianggap tdk menyimpang oleh pemimpin kita?

Komentarku:
Sepertinya anda tidak mengerti tulisan saya dimana saya menulis ---( kalau sudah ada tendensi bughat)----"
Apabila khawarij tidak/belum menunjukan indikasi kearah bughat (makar terhadap imamah daulah yang sah), maka tindakan yang dilakukan untuk khawarij adalah menasihatinya dengan hujjah dan hikmah seperti apa yang khalifah Ali Ra dan salafusalih lakukan. Pemerintah RImelimpahkan hal ini pada instrument resminya yaitu MUI. MUI sendiri tidak akan memberikan sertifikat “tidak sesat’ pada LDII karena MUI tahu bahwa LDII/jamaah 354 belumlah berubah seperti yang dulu secara signifikan. Kalau menurut kalkulasi saya, memang jamaah 354 tidak akan melakukan bughat karena faktanya sekarang (dan insyaAllah seterusnya) jamaah 354 itu sebenarnya sangatlah kecil.

Komentar anda belum menjawab kenapa orang2 yg dari aliran islam lain kmd masuk ke LDxx tp mereka tdk pernah memusuhi, menyerang dan membenci sebagaimana anda yg telah keluar dr LDxx kmd membenci, memusuhi dan menyerang pada LDxx?

Komentarku
Saya masih didalam lingkungan 354 . Saya tahu fakta yang ada dilapangan. Pernyataan anda itu sebenarnya hanya dramatisasi. Tidak ada ormas islam secara massif melakukan eksodus pada organisasi khawarij madigoliyyun.
Kalau sifatnya personal satu-dua orang mungkin ya dan itu wajar sebagai fenomena. Kalaupun mereka (mualaf menurut 354) itu terlihat ‘mantap’ ( atau anda menyebutnya ‘asyik’) dalam 354, maka mari kita maklumi bahwa orang tersebut masih belum mengerti bahwa dirinya sudah terjerimus dalam lembah hitam khawarij 354

Kami keluar dari 354 bukan karena benci secara personal, tapi memang system 354 itu batil secara syariat dan apabila penyimpangannya tidak segera diredam maka akan terjadi kebahayaan dikemudian hari. Pahamilah bahwa nasihat untuk jamaah 354 itu adalah bentuk kepedulian sesama muslim. Saya pribadi justru kasihan melihat jelata 354 itu dipermainkan akidahnya oleh para pembesarnya demi ambisi2nya. Mari kita bersama-sama membebaskan jamaah 354 dari hipnotis ajaran nurhasan dan petekol2nya

Kesimpulan
1.Pemerintah RI selaku waliyul amr memandang khawarij 354 masih jauh dari bughat, oleh karena itu 354-problem bisa ditangani dengan baik-baik,dengan nasihat, hujah, dan hikmah. Langkah non-ofensif waliyulamr ini bukan berarti khawarij 354 itu adalah benar dan tidak juga dijadikan dasar sebagai pembenaran:D

2.Para ‘mualaf’ yang malah terlihat “asyik” beribadah dalam 354 mari kita maklumi sebagai bentuk belum mengerti dan semoga Allah paring hidayah agar tidak berlama-lama didalam kubangan khawarij takfiri 354

3. Kebencian terletak pada manhaj dan akidah menyimpang 354 yang didesain oleh pusat, tidak ada kebencian pada jamaah 354 secara personal. Saya sendiri sangat menyayangi sedulur jamaah 354 :D karena saya kecil dan tumbuh besar dilingkungan 354. Sebagai kepedulian saya maka saya amarmarufnahimunkar pada jamah 354 untuk meninggalkan takfiri,hizbi dan khawarij sakpol kemampuan saya saja. Silahkan sedulur ex-354 mungkin punya pandangan lain…..monggo dishare

Jabat erat :D

Anonim mengatakan...

maaf ada yang ketinggalan untuk komentar saya diatas: semua saya kembalikan dan saya tawakalkan pada Allah swt.

Anonim mengatakan...

saya adalah warga ldii, memang benar saya masih infaq persenan, di ldii ada imam demi amir saya pak sulthon auliya, apa yang saya katakan ini benar, saya tidak bohong, bahwa saya juga tidak diperbolehkan untuk solat dibelakang non ldii, demi pak sulton yang telah membeat saya bahwa apa yang ada di blog ini benar, saya masih isrun, sambung jamaah, ngaji kelompok, amal soleh tiap bulan, saya hanya mengharap kepada ldii semoga ldii lebih baik kedepannya, tanpa ada yang disembunyikan, mari jujur mbah imam sulton. salam jamaah dari kota jambi.

Anonim mengatakan...

Apa yang akan dilakukan Nabi, jika beliau ada di masa sekarang (konteks menghukumi Aliran sesat)…
Nabi akan mengirim utusan menemui imam/pemimpin Aliran sesat. Utusan nabi akan berdakwah dan mengajak para pemimpin dan ummat Aliran sesat agar bersatu kembali kepada sesama Muslim. Utusan Nabi akan mengajak untuk menegakkan kalimat tauhid (masuk Islam kembali), mengerjakan Solat, menjalankan puasa, dan menunaikan zakat (fitri, Mal, ternak, dll), dan menghapus semua bid’ah.
Apabila pemimpin dan kaumnya kembali pada ilal haq (kepemimpinan ummat Muslim) maka mereka akan dijamin keselamatannya, mereka kembali menjadi saudara sesama Muslim, darah mereka, harta mereka dan istri-istri mereka haram bagi Muslim lainnya, tetapi jika mereka menolak utusan nabi, maka mereka akan diperangi sampai ke akar-akarnya. Pemimpin mereka dibunuh, ummat mereka dibantai, harta mereka menjadi harta-harta jarahan, dan istri-istri mereka halal karena mereka sepadan dengan harta rampasan perang.
Tetapi yang ada saat ini…
Pemerintah sekarang malah membiarkan… pemerintah yang sekarang bahkan menerima semua aliran-aliran yang masuk ke bumi tercinta, Nusantara. Termasuk aliran sesat Ahmadiyah…
Kenapa semua ini terjadi???
Karena pemerintah sekarang adalah kepanjangan dari pemerintahan orang-orang Nasrani dan Yahudi, bukan pemerintah yang berdasarkan Syari, pemerintah kita adalah kaki tangan Amerika. Pemerintah kita tak berani menghukumi Ahmadiyah dan Aliran sesat lainnya, pemerintah kita adalah pemerintah yang lunak, takut kepada HAM, Melanggar ketentuan Internasional, melanggar keinginan negeri-negeri Kafir.
Apa yang negeri-negeri kafir inginkan dari Ahmadiyah dan Aliran sesat???
Agar mereka memecah ummat, agar timbul toleransi beragama, muncul keberagaman dan kesamaan bahwa setiap manusia berhak menyembah kepada Tuhannya sesuai cara dan pemikiran yang mereka anut… Agar Islam, Pasukan Jihad dan Khilafahnya tidak muncul karena terpecah…
Berbeda sekali dengan ajaran pemurnian yang diajarkan Nabi…
Saudaraku salafy dan LDII…
Teruslah belajar Islam, sebarkan kepada semua Muslim, beritakan kepada mereka zaman apa yang sekarang terjadi… jangan jadi penjilat pemimpin-pemimpin kalian, tetapi berusahalah menegakkan kalimat tauhid yang sebenarnya (bukan hanya sekedar wacana dan perdebatan)

Anonim mengatakan...

marilah kita bermuamalah pada waliyul amr yang santun sesuai dengan manhaj ahlu sunnah. Seperti imam Ahmad Bin Hambal yang menghadapi Pemerintah yang berkuasa dari bani abas yang sdang terkena paham rasionalisme muktazilah. Imam Bin hambal tidak lantas mencela waliyul amr didepan umum, tidak lantas membuat firkoh dan hizbi, tidak membuat imamah tandingan. justru karena muamalah yang baik dari imam bin hambal, daulah islamiyyah bani abas kembali ke manhaj ahlusunnah wal jamaah dan meninggalkan paham muktazilahnya. insya Allah apabila pilar tauhid bisa kuat di indonesia, maka indonesia menjadi negara yang barokah. Pilar islam adalah tauhid dan dilanjut dengan rukun islam&iman..dan bukan 5 bab apalagi sampai diretorikakan dalam teks hasda rutin tiap bulan "tidak menetapi 5 bab maka WAJIB masuk neraka"

Anonim mengatakan...

la mkny jgn diam ja ksh nasehat tu klau ente wazir yg baik hai orang sepilis eh sapili

Anonim mengatakan...

waliyul amri sudah ada yang mengawasi secara prosedural oleh ahl aqd dan ahl hal negeri ini (dewan rakyat, tokoh masyarakat). kita sebagai rakyat cukuplah menjadi warga negara yang baik. Mari kita jauhi sikap-sikap khawarij.dan tak perlu lagi mengangkat imamah daulah yang sifatnya bitonah ;). karena syariat, tidak memperkenankan ada 2 penguasa / 2 imaroh dalam sebuah negeri. dan syariat juga tidak memperkenankan berhizbi serta berfirkoh-firkoh

Anonim mengatakan...

To anonim yang mengatakan:

Saudaraku salafy dan LDII…
Teruslah belajar Islam, sebarkan kepada semua Muslim, beritakan kepada mereka zaman apa yang sekarang terjadi… jangan jadi penjilat pemimpin-pemimpin kalian, tetapi berusahalah menegakkan kalimat tauhid yang sebenarnya (bukan hanya sekedar wacana dan perdebatan)

komentar anda tidak jelas, kami harus belajar islam kemana dan ke siapa?

setahu saya salafy yang di indonesia ustadz2nya belajarnya ke pusatnya negeri dimana islam ditegakkan dan guru2nya para masyayih ahlussunnah yang di akui dunia, dan juga LDII ada beberapa orang yang berguru di makkah kepada masyayih ahlussunnah walupun setelah di indonesia mereka ini hiyanat terhadap guru2nya dan ilmu yang di perolehnya, apa buktinya khiyanat? buktinya adalah dari indonesia sama2 berguru pada masyayih yang sama di negeri islam yang sama tapi setelah pulang keindonesia lagi hasil yang di sampaikan berbeda,contohnya apa? contohnya ialah kalo salafy indonesia selalu dapat bimbingan dari masyayih dengan dauroh2nya tapi kalo LDII belum juga lama pulang dari makkah oleh gurunya malah di suruh taubat karena telah berdusta atas nama guru2nya yang di makkah

terus yang harus kami sebarkan ke semua muslim itu sekarang ini Zaman apa? jelaskan doong...

terus yang di maksud menjilat pemimpin2 itu bentuknya seperti apa? terangkan yang komplit doong biar gak salah tafsir, sebab saya sudah terbiasa mangkul di LDII dengan di jelaskan maksud2nya tidak ....(titik-titik) kecuali kalo mubaleghnya gak mudeng ya ngajinya di loncat bab dan halamanya

apakah yang anda maksud menjilat pemimpin itu apa bila rakyatnya tdak mengkafirkan pemerintahnya yang muslim,meskipun banyak di jumpai kemaksiyatan,kefasikan dan kedzoliman serta tidak bughot pada penguasa?....padahal dakwah tauhid dan amar makruf nahi munkar selau terus di dengung2kan....apakah orang2 yang hidupnya mengandalkan uang setoran 10% dari jamaah/rukyahnya kemudian takut sama IMAMnya dan masa depan dunianya sehingga khiyanat terhadap ilmunya dan malah semakin menyesatkan jamaah/rukyahnya karena terus mendukung IMAM yang sebenarnya dia bathalkan sendiri (saat dialog dengan ustdz Dzulqurnain) jadi yang mana yang kau anggap sebagai penjilat pemimpin (IMAM) wahai orang yang berfikir...afala ta'qiluuuun

Anonim mengatakan...

Sebuah konsep sederhana untuk menyatukan ummat muslim dan mengetahui apa yg terjadi pd ummat ini

Bismillah

kita sepakat umat muslim secara sunatulloh akan tekumpul pada komunitasnya.ada yg di sebut jama'ah,ormas,atau sebutan lainnya.dan di sana pasti ada (atau menghasilkan) metode cara pandang beragama (manhaj)yg berbeda.

selanjutnya kita ambil sebuah permisalan dengan sebuah gambar titik

.

(perumpamaan titik di atas adalah islam ,dan dengan perumpamaan warna islam tadi adalah hijau)

selanjutnya di bawah titik tadi,ada
................
......................
...........................
.................................

adalah titik titik yang sangat banyak ,dimana titik titik ini adalah individu muslim atau komunitas muslim yang kurun waktunya berbeda dan jumlahnya tidak terbatas dan kita tidak mengetahuinya jumlahnya

selanjutnya apabila didatangkan pertanyaan bagaimanakah bentuk islam itu ? atau dengan perumpamaan islam itu warnaya apa....?

pasti kita akan mendapatkan jawaban yang berbeda beda baik ketika menjawab bentuk ataupun warnaya

bisa jadi titik yang paling kiri berbeda dengan titik yang disebelahnya.dan titik sebelahnya berbeda pula dengan titik lainnya

karena apa.......?
karena mereka berada pada jarak pandang yg berbeda dan menggunakan kacamata pandang yg berbeda

bisa jadi orang yg menggunakan kaca mata merah dengan posisi dia berada dia akan menjawab islam itu warnanya kuning.atau yg pake kaca mata hitam dia akan menjawab abu abu dan seterusnya dan seterusnya...

oleh karenanya mari kita satukan Ummat dengan jarak pandang yg sama dan kacamata yg sama dalam berislam. maksudnya...?

Islam telah di fahami dan di amalkan dengan benar oleh tiga generasi yg di rekomendasikan oleh rosululloh sholullohu a'laihi wasalam yaitu sahabat,tabiin dan tabiut tabiin dan Rosul pun mengabarkan kepada kita barang siapa yg hidup setelahnya (setelah beliau wafat) akan mendapatkan perselihan yg sangat banyak dan kita di perintahkan olehnya mengikuti jejak langkah mereka dalam rangka berislam .dan Alloh pun telah memujinya dan mengabadikannya di surat at taubah ayat ke 100

lantas dengan kacamata apa kita bisa memahmi islam dengan benar ?

tentu dengan kacamata putih...
insya alloh dengan kacamata yg disamakan yaitu dengan warna putih titik titik tadi akan sama dalam hal menjawabnya

adapun kacamata putih tadi adalah simbol kebeningan fitroh,keunggulan ilmu dan kesholihan amal yang telah diamalkan oleh tiga generasi tadi dalam rangka berIslam dan mencintai Alloh dan rosulNya

adapun umumnya manusia,berbeda dan berselisih dengan sebab :
lainnya ilmu (hujah yg sampai)akan melahirkan lainnya pemikiran ,amaliyah dan dakwah. dan begitu juga dengan lainnya pemahaman akan menghasilkan output yg berbeda dalam hal tadi,serta tragisnya faktor lain adalah
buruknya akhlak dan berlainannya kepentingan akan melahirkan lainya amal (action) dan lainnya yg di dakwahkannya walaupun ilmu telah sampai dan pemahaman yg sama

wallohu a'lam

Anonim mengatakan...

Sebuah konsep sederhana untuk menyatukan ummat muslim dan mengetahui apa yg terjadi pd ummat ini

Bismillah

kita sepakat umat muslim secara sunatulloh akan tekumpul pada komunitasnya.ada yg di sebut jama'ah,ormas,atau sebutan lainnya.dan di sana pasti ada (atau menghasilkan) metode cara pandang beragama (manhaj)yg berbeda.

selanjutnya kita ambil sebuah permisalan dengan sebuah gambar titik

.

(perumpamaan titik di atas adalah islam ,dan dengan perumpamaan warna islam tadi adalah hijau)

selanjutnya di bawah titik tadi,ada
................
......................
...........................
.................................

adalah titik titik yang sangat banyak ,dimana titik titik ini adalah individu muslim atau komunitas muslim yang kurun waktunya berbeda dan jumlahnya tidak terbatas dan kita tidak mengetahuinya jumlahnya

selanjutnya apabila didatangkan pertanyaan bagaimanakah bentuk islam itu ? atau dengan perumpamaan islam itu warnaya apa....?

pasti kita akan mendapatkan jawaban yang berbeda beda baik ketika menjawab bentuk ataupun warnaya

bisa jadi titik yang paling kiri berbeda dengan titik yang disebelahnya.dan titik sebelahnya berbeda pula dengan titik lainnya

karena apa.......?
karena mereka berada pada jarak pandang yg berbeda dan menggunakan kacamata pandang yg berbeda

bisa jadi orang yg menggunakan kaca mata merah dengan posisi dia berada dia akan menjawab islam itu warnanya kuning.atau yg pake kaca mata hitam dia akan menjawab abu abu dan seterusnya dan seterusnya...

oleh karenanya mari kita satukan Ummat dengan jarak pandang yg sama dan kacamata yg sama dalam berislam. maksudnya...?

Islam telah di fahami dan di amalkan dengan benar oleh tiga generasi yg di rekomendasikan oleh rosululloh sholullohu a'laihi wasalam yaitu sahabat,tabiin dan tabiut tabiin dan Rosul pun mengabarkan kepada kita barang siapa yg hidup setelahnya (setelah beliau wafat) akan mendapatkan perselihan yg sangat banyak dan kita di perintahkan olehnya mengikuti jejak langkah mereka dalam rangka berislam .dan Alloh pun telah memujinya dan mengabadikannya di surat at taubah ayat ke 100

lantas dengan kacamata apa kita bisa memahmi islam dengan benar ?

tentu dengan kacamata putih...
insya alloh dengan kacamata yg disamakan yaitu dengan warna putih titik titik tadi akan sama dalam hal menjawabnya

adapun kacamata putih tadi adalah simbol kebeningan fitroh,keunggulan ilmu dan kesholihan amal yang telah diamalkan oleh tiga generasi tadi dalam rangka berIslam dan mencintai Alloh dan rosulNya

adapun umumnya manusia,berbeda dan berselisih dengan sebab :
lainnya ilmu (hujah yg sampai)akan melahirkan lainnya pemikiran ,amaliyah dan dakwah. dan begitu juga dengan lainnya pemahaman akan menghasilkan output yg berbeda dalam hal tadi,serta tragisnya faktor lain adalah
buruknya akhlak dan berlainannya kepentingan akan melahirkan lainya amal (action) dan lainnya yg di dakwahkannya walaupun ilmu telah sampai dan pemahaman yg sama

wallohu a'lam

Anonim mengatakan...

trimakasih jazakumullahu koiro gambaran dan penjelasanya sangat masuk akal dan sesuai dalil al quran dan sunnah as shohihah yang tidak mau kembali kepada al quran dan sunnah 'ala fahmi salafil ummah pasti sesatnya....

Anonim mengatakan...

aku usul kepada admin blog airmatakumengalir dialognya AZIZ RIDWAN, DURRAHIM dan Ustadz DZULQURNAIN waktu masih di mekkah dikritisi di jadikan bahan perbandingan dan berfikir di blog ini seperti subhat2nya kolil dan aziz yang lain

Anonim mengatakan...

maNTAB diskusinya...

lanjutkan...!!!

banyak ormas2 lain menyaksikan...

silahkan teliti wahai umat muslim, siapa2 yg mengikuti sunnah Rosul, dan siapa2 yg menyeleweng jauh dari sunah Rosul.

mubalegh mbah man rek mengatakan...

setuju anonim diatas, yang manTAB diskusinya
ayo kita sama2 mengoreksi diri baik yang di ormas2 islam atau yang di partai2 islam atau yang kelompok2 sempalan tapi ngaku2 jamaah muslimin yang di maksud sabda nabi salallahu alaihi wasallam.

ayo saudara2ku yang di LDII kita mulai membuka diri, hati dan mata kita untuk mengoreksi ilmu dan amal kita utamanya akidah dan manhaj kita

sudah saat nya kita buang fanatik buta,taklid kepada sosok2 yang tidak ma'sum

sudah saatnya kita menambah ilmu dien ini dari berbagi sumber kitab yang shohih dan bimbingan para ulama yang kredibel keilmuanya dan bermanhaj ahlussunnah tentunya

ayo...ayo...saudaraku LDII mari berbenah diri percayakan keilmuan agama kita ini kepada para ulama ahlussunnah waljamaah

ayo...ayo... saudaraku LDII Quran Hadis yang kita pelajari ini yang shohih dan yang sudah benar pemahamanya kita teruskan adapun shohih tapi pemahamanya kliru ayo kita minta bimbingan para ulama haramain dan ulama ahlussunnah lainya

adapun hadis2 yang dhoif,maudzu' dan yang lainya yang tidak di pakai hujjah oleh para ulama mari dengan hati yang LEGO LILO,IKHLAS RIDHO HATI yang NYEGORO (kata bapak imam) untuk kita tinggalkan jangan kita amalkan

LDII tidak harus mati tapi harus berbenah diri,LDII tidak harus hancur tapi harus JUJUR (tidak bithonah/taqiyah) LDII hebat asalkan meninggalkan BAIAT, LDII barokah asalkan IMAM nya hanya sekedar IMAM dakwah bukan IMAM KHOLIFAH (seperti penjelasan Pak AZIZ RIDWAN dalam rekaman)

LDII bukanlah penjahat kuangan asalkan tidak mewajibkan infak persenan,LDII bukanlah penjahat AKIDAH selagi mau ruju' ila ahlissunnah waljamaah

ttd
dari saudaramu jamaah ldii yang membuka hati untuk kebenaran,tidak pokok'e ijtihad IMAM

dari teman seperjuanganmu mubalegh LDII yang masih belajar MANHAJ tidak hanya mengandalkan hasil pentashean PUSAT

Anonim mengatakan...

Hayoo..Rapatkan barisan benahi LDII. Ambil yg baiknya, buang jauh2 buruknya. Demi kebaikan Ummat, bukan demi kemakmuran pusat.

Dari jamaah yg benci pinjem uang ke pusat buat bangun masjid di syarati ake Bunga, Naudzubillah..

Anonim mengatakan...

masyaAllah...ternyata sudah sangat banyak rekan-rekan yang berhasil keluar dari LDXX, barokallahufiikum...
semoga keluargaku juga bisa menerima kebenaran ini. rekan2 bantu saya dengan do'a yang tulus. semoga Bapak, Ibu keluarga besar dan adekku yang baru saja jadi mubalig bisa sadar dan ruju' ilal haq sepertiku...sehingga kami tetap bisa kompak rukun tidak seperti sekarang...mereka sering mengeluarkan kata-kata laknat "ora jama'ah yo neroko"...
mohon bantu do'anya...
aku benar2 merasakan ketakutanku terhadap Allah tumbuh setelah keluar dr ldii. dulu aku berani mencuri (naudzubillah, ampuni aku ya Allah)karena harta orang luar (hum) halal asal tidak ketahuan..masyaAllah...mana ada agama kaya gitu...merinding rasanya ngingat2 itu..trus sombongnya minta ampun, masyaAllah..merasa surga tu yang nentukan imamnya..malah dulu aku sempet berpikir, saking yakinnya sama nurhasan aku mengira dia berdiri di pintu surga menunggu seluruh jamaah LDXX masuk surga semuanya...PASTI MASUK SYURGA...masyaAllah..sungguh aku bertaubat kepada Allah yang Maha Tinggi, MAha Suci Allah, Baginya segala Kerajaan...HAnya Allahlah sesembahanku..tak akan kusekutukan Allah dengan apapun.Alhamdulillah aku sudah bisa keluar dari kubangan kesesatan LDXX...

Anonim mengatakan...

Sebuah konsep sederhana untuk menyatukan ummat muslim dan mengetahui apa yg terjadi pd ummat ini

Bismillah

kita sepakat umat muslim secara sunatulloh akan berkumpul dan tekumpul pada komunitasnya.baik yg di sebut firkoh, jama'ah,ormas,atau sebutan lainnya.dan di sana pasti ada (atau menghasilkan) metode cara pandang beragama (manhaj)yg berbeda beda

selanjutnya kita ambil sebuah permisalan dengan sebuah gambar titik

.

(perumpamaan titik di atas adalah islam ,dan dengan perumpamaan warna islam tadi adalah hijau)

selanjutnya di bawah titik tadi,ada
...............
.....................
..........................
............................... .................................

adalah titik titik yang sangat banyak ,dimana titik titik tadi adalah individu muslim atau komunitas muslim yang kurun waktunya berbeda dan jumlahnya tidak terbatas dan kita tidak mengetahuinya jumlahnya

selanjutnya apabila didatangkan pertanyaan bagaimanakah bentuk islam itu ? atau dengan perumpamaan islam itu warnanya apa....?

pasti kita akan mendapatkan jawaban yang berbeda beda baik ketika menjawab bentuk ataupun warnanya

bisa jadi titik yang paling kiri berbeda dengan titik yang disebelahnya dan titik sebelahnya berbeda pula dengan titik lainnya

karena apa.......?
karena mereka berada pada jarak pandang yg berbeda (ke titik central) dan menggunakan kacamata pandang yg berbeda pula

bisa jadi orang yg menggunakan kaca mata merah dengan posisi(kurun) dia berada dia akan menjawab islam itu warnanya kuning. atau yg pake kaca mata hitam dia akan menjawab abu abu dan seterusnya dan seterusnya...

oleh karenanya mari kita satukan Ummat dalam berislam dengan jarak pandang yg sama dan kacamata (manhaj) yg sama .maksudnya...?

Islam telah di fahami dan di amalkan dengan benar oleh tiga generasi yg di rekomendasikan oleh rosululloh sholullohu a'laihi wasalam yaitu sahabat,tabiin dan tabiut tabiin , bahkan Rosulululloh sholullohu 'alaihi wasalam telah mengabarkan kepada kita barang siapa yg hidup setelahnya (setelah beliau wafat) akan mendapatkan perselisihan yg sangat banyak dan selanjutnya kita di perintahkan untuk mengikuti jejak langkah mereka dalam rangka berislam .karenanya pula sehingga Alloh memuji mereka dan mengabadikannya di surat at taubah ayat ke 100

lantas dengan kacamata apa agar kita bisa mengenal dan memahmi islam yang benar dan benar pula pengamalannya.....?

tentu dengan kacamata putih...
insya alloh hanya dengan kacamata putih yg disamakan , kita (titik titik tadi )akan sama dalam hal memandang dan memahami islam (islam ya seperti itu.....)

adapun kacamata putih yg di maksud tadi adalah simbol manhaj yg tumbuh dari kebeningan fitroh,keunggulan ilmu dan kesholihan amal yang telah di praktikan oleh tiga generasi awal dalam rangka mereka berislam ,mencintai Alloh dan RosulNya

adapun umumnya manusia,berbeda dan berselisih dengan sebab :
lainnya ilmu (hujah yg sampai)akan melahirkan lainnya pemikiran ,amaliyah dan lainnya pula apa yg didakwahkannya. dan begitu juga dengan lainnya pemahaman yg berbeda akan menghasilkan yg berbeda pula dalam hal tadi,serta (tragisnya) faktor lain adalah ketika buruknya akhlak dan berlainannya kepentingan akan melahirkan lainya pula amaliyah (action) dan lainnya pula yg di dakwahkannya ,walaupun padahal ilmu telah sampai (pada kurun yg sama )dan pemahaman yg sama
na'udzu billahi min dzalik.
wallohu 'alam

Anonim mengatakan...

Ya.... semakin banyak yang ruju', keluar dari 354 krn mrk tdk memiliki ilmu yg mumpuni/ haq, ilmu mrk hanya IJETIHAD saja yg sangat2 lemah dan rapuh bila dihadapkan dengan Quran dan Sunnah. Anehnya, spt itu mereka ngakunya paling hebat, benar sendiri, lainnya neraka, paham jamaah (pdhl aslinya justru firqoh) akibat ulamanya melakukan penyimpangan ilmu berpuluh2 tahun. Lihatlah bukti mrk tdk memiliki ilmu yg mumpuni:
1.Mrk dilarang berdebat dgn org luar (apalagi debat dgn Salafi)
2.Yg ketahuan belajar ke Salafi langsung dipecat dr dapukannya, dijelekkan, dibilangin tdk paham, disuruh jauhi, tdk boleh diajak bicara, bahkan sampai dimurtadkan
3.Ketika disampaikan hujjah tentang kesesatannya, mrk tdk pernah menjelaskan secara Quran dan Sunnah, tdk mrk bahas dengan dalil2 shohih, (sangat sombong krn menolak Kebenaran dan meremehkan manusia)
4.Klo mrk memang betul2 punya ilmu, knp jamaahnya dilarang buka2 internet? baca2 kitab karangan? knp ada istilah bithonah? Inilah sebenarnya bukti sesat yg mrk sembunyikan dgn dalih "Bithonah".
Insya Alloh semakin banyak yg ruju' meninggalkan 354 sampai akhirnya yg tinggal adalah orang2 yg ambisi terhadap dapukan, fasilitas dan UANG JAMAAH. Tp lihatlah ketika jamaah tlh paham akan bid'ahnya persenan itu, mrk akn saling melongo.........................

movraint mengatakan...

blog iki blognya jahula ,juhala,berhala

Anonim mengatakan...

Komentarku
Saya masih didalam lingkungan 354 . Saya tahu fakta yang ada dilapangan. Pernyataan anda itu sebenarnya hanya dramatisasi. Tidak ada ormas islam secara massif melakukan eksodus pada organisasi khawarij madigoliyyun.

Komentar diatas adalah komentar org yg memiliki watak munafiqun spt yg telah digambarkan dalam Al Quran...
Jelas sekali saudara2 salpret bahwa faham dan watak kalian mengikuti dan bermanhaj pada faham munafiqun...

Anonim mengatakan...

Presiden Soeharto, Megawati, SBY semua notabebe merupakan amirnya salafi yang berjuang utk duduk kembali sbg amir tiap 5 thn sekali...

Mereka jg yang merestui dan menerima maupun beraudiensi sekaligus meminta dukungan dari warga LDxx...

Di tingkat kotamadya dan Provinsi, ulama2 yang dipercaya sbg ulama umat islam dalam MUI jg telah mengakui dan mengangkat sebagian ulama LDxx untuk duduk sebagai MUI di kotamadya, kabupaten maupun provinsi...

Bahkan beberapa MUI pusat pun dengan senang hati menawarkan diri untuk bisa bergabung dengan LDxx...

Dengan bukti2 demikian apakah kalian masih berani menentang Amir dan ulama kalian dan MUI untuk menyerang LDxx wahai talafi sejati???

Sadarlah bahwa upadaya kalian disini merupakan bentuk pertentangan dan ketidak toatan kalian terhadap amir SBY, karena kami sadar bahwa kalian pasti tdk akan toat kecuali kpd syaikh dan ustadz yang bukan amir kalian, manhaj yg membingungkan bukan???

Anonim mengatakan...

wahai kaum KGB ( anonim diatas ) , dengan dasar apa kamu mengatakan manhaj kami munafiqun ?? ingat ya saudara , ucapan itu kalo nggak ada buktinya bisa kembali ke kamh juga.

Anonim mengatakan...

Dasar bodo ......

berkali-kali kita sampaikan kepada kalian kaum mandigol .....
yang sesat itu manhaj kalian " islam jamaahnya nur hasan mandigol al kadzab itu , bukan LD**

kita sadar dengan akal bulus kalian yang suka berganti-ganti kulit ( mbah nur hasan kan pawang ular ) , nach sekarang kalian aman di bawah organisasi masa yang memang legal , dan itu bukan tujuan kami.

kami ingin meluruskan pemahaman SESAT MANDIGOL itu saja , titik .
masalah aqidah / manhaj , adalah urusan seluruh umat ahlus sunnah , maka kita-kita berusaha meluruskan kesesatan itu.

perkara organisasi masa bukan wilayah kami , dan itu wilayah kementrian dalam negri atau kehakiman mungkin .

Anonim mengatakan...

wkwkwwk....
Salapret ada yg kebakaran jenggot ketahuan fahamnya bermanhaj munafiqun sesuai dalam gambaran di Al quran (yg mungkin ga pernah dikaji krn cuma sibuk menghujat golongan lain aja)

Urusan struktur keamirannya sendiri aja masih bingung "urusan kementrian dalam negeri atau kehakiman mungkin", karena terbukti bahwa mereka salapret tdk mau mentoati amir atau wakil2nya, hanya mau toat pada ustadz dan syaikhnya...

Awas ada salapret faham munafiqun yg ga mau toat sama SBY !!!

Anonim mengatakan...

Sungguh dungu dan goblok bin jahil bila bukti2 spt itu dijadikan sebagai dasar kebenaran Islam. (maaf agak kasar)
Tidakkah kau berfikir bahwa; PKS, Wahdah, Muhammadiyah, NU, PPP, dll ormas/ partai Islam jauh lebih banyak menduduki di lembaga2 pemerintahan dr pd LD**?
Begini saja, jwb pertanyaan berikut dgn jujur klo kebenaran itu ada pd LD**;
1.Knp imamnya disembunyikan? (bithonah) Bahkan klo ditanyakan, apakah LD** punya Imam? Mrk berani bersumpah demi Alloh tdk ada (Abdullah Syam sumpah ke MUI) klo imamnya disembunyikan, adilkah bila org yg tdk baiat pd culuton wawuliya dihukumi kafir?
2.Apakah ciri Firqotun Naajiyah?
3.Apa ciri2 Hizbiyah?
4.Knp aziz-kholil belajar ke Mekkah? Bukankah Syaikh2 di Mekkah orang luar/ org kafir krn tdk baiat pd culuton wawuliya?
5.aziz mengatakan di makssar klo semua Islam hrs bermanhaj Salaf, apakah itu manhaj Salaf? samakah dgn manhajnya LD** yg suka bohong/bithonah, sombong mengaku benar sendiri krn menganggap lainnya neraka, hanya LD** yg iman, mengkafirkan golongan selainnya, ini paham khowarij?
Jawablah dulu dgn jujur, lainnya menyusul!

Anonim mengatakan...

Apakah manhaj salaf yang suka dan senang menghujat serta mencemooh orang???

Apakah manhaj salaf yang senang mengikuti watak munafiqun???

Apakah manhaj salaf yang tdk mau mentoati amirnya (SBY) atau kepada wakil2nya yg non muslim???

kalian bukanlah bermanhaj salaf, tapi salapret bermanhaj munafiqun....

Anonim mengatakan...

Memang MUI sedang bermuamalah dengan LDII karena MUI juga perlu meneliti sejauh apa LDII keterkaitannya dengan islam jamaah, apakah LDII/jamaah 354 masih mempraktekan ajaran2 nurhasan seperti mengkafirkan orang islam diluar jamaah 354, tidak mau sholat berjamaah dengan orang non 354 klo imam sholatnya bukan dari kalangan LDII dan banyak lagi.
Muamalah MUI pada LDII bukan berarti MUI memfatwakan bahwa LDII itu tidak sesat. Karena Insya Allah MUI tahu bahwa LDII itu hanyalah kedok dari imamah 354. sayangnya warga jamaah 354 itu suka pada GR (gede rasa) seolah-olah ketika MUI berinteraksi dengan pengurus DPP/DPD LDII menandakan MUI merestui LDII/islam jamaah. Rasa GR ini juga timbul karena pengurus jamaah 354 suka bikin GR pengikut 354 dipengajian-pengajian kelompok seperti jargon-jargon
“ jamaah kita ada dimana-mana, dieropa, di Afrika, diaustralia dll” ( padahal faktanya adalah cuma ada satu-dua orang jokam yang sedang dinas keluar negeri kemudian dihiperbolakan)
“ lihatlah pengurus MUI membuka acara LDII di pondok gede, dakwah LDII sudah direstui MUI”
Itu semua adalah cara untuk memainkan sugesti rukyah 354 agar rukyah 354 terpukau dan bangga pada jamaah 354 (padahal inilah yang disebut kebanggaan semu) sehingga diharapkan muncul kefanatis-an pengikut 354 dan tetap terikat pada imamah 354

Anonim mengatakan...

"Sungguh dungu dan goblok bin jahil bila bukti2 spt itu dijadikan sebagai dasar kebenaran Islam"

Terbukti yg berkomentar adalah org yg penuh dengan hawa nafsu, tdk bisa mencerna kebenaran dan makna dari tulisan yg jelas2 gamblang, karena sdh terbiasa ro'yu dan memelintirkan dalil utk mengikuti manhaj munafiqun...

Bukti2 diatas adalah bukti2 yg jelas mengatakan bahwa salapret adalah tdk toat pada amirnya atau wakil2nya:

"Dengan bukti2 demikian apakah kalian masih berani menentang Amir dan ulama kalian dan MUI untuk menyerang LDxx wahai talafi sejati???

Sadarlah bahwa upadaya kalian disini merupakan bentuk pertentangan dan ketidak toatan kalian terhadap amir SBY, karena kami sadar bahwa kalian pasti tdk akan toat kecuali kpd syaikh dan ustadz yang bukan amir kalian, manhaj yg membingungkan bukan???"

Anonim mengatakan...

Sepanjang pengetahuan saya sebagai pemerhati kelompok2 sempalan yang berkembang di Indonesia ini , sepertinya hanya jamaahnya islam jamaah ( ld** ) yang paling tolol dan hanya bisa membeo saja.

Namun demikian , kelompok ini ( islam jamaah ) jugalah yang menduduki peringkat tertinggi dalam ber-akal bulus , demi menghindar dari tuntutan kebenaran.

Contoh konkritnya seperti yang di tulis anonim diatas , pertanyaannya nggak relevan dengan topik pembahasan , maka saya sarankan kepada yang mau membahas/mengomentari tulisan jahil itu di urungkan saja , karena percuma berdebat dengan orang tidak berilmu.

Menangpun ( pasti ) nggak ada manfaatnya dan kalau kalah justru memalukan.

Untuk semua saudaraku muslim ( salafi maupun bukan ) , mari bahu membahu di daerah masing-masing , mendakwahkan tauhid yang benar , mengimplementasikan syahadat dengan benar , jauhi perkara-perkara yang dapat mengeluarkan kita dari iman islam , dakwahkan kesesatan islam jamaah ( ld** ) , karena ini bentuk ketaatan kita kepada pemerintah yang sudah melarang ajaran sesat ini berada di bumi indonesia tercinta ini.

Anonim mengatakan...

Wah kabur deh kalo keliatan mau kalah dan ketahuan manhaj salafinya palsu, manhaj munafiqun berkedok salafi...

senangnya menghujat dan mencemooh orang, ngakunya ahlussunnah wal jamaah tapi gak ngerti dan gak mau toat pada amirnya SBY dan wakil2nya...

Anonim mengatakan...

Merupakan sebuah kewajaran apabila kita menemui aksi reaktif emosianal dari rukyah 354 di blog ini. Saya juga pernah melewati fase itu sebelum saya keluar dari system batil 354. ini terjadi karena adanya guncangan keyakinan dalam diri dimana mereka selama begitu haqqul yaqiin bahwa
-jamaah 354 itu adalah jalan tunggal masuk surga selamat dari neraka
-Nurhasan itu adalah putera terbaik Indonesia pembawa hidayah keislaman dan keimanan pertama di Indonesia ( gitu kira-kira, retorika rutin dalam kata-kata pembuka dalam ceramah/nasihat dimajelis pengajian 354)
- keilmuan jamaah 354 yang sah sedang keilmuan diluar jamaah 354 itu tidak sah, semua ‘orang luar’ itu distigmakan mencuri ilmu dan tidak manqul
- Al Jamaah yang dimaksud dalam quran dan hadits itu mengacu pada jamaah mereka jamaah 354)
- yang dimaksud “wa hiyal jamaah” dalam hadis umat islam terpecah menjadi 73 itu adalah jamaah 354
- yang dimaksud ‘jamaah’ dalam hadits“ man buhbuhatal jannah falyazamil jamaah” itu adalah jamaah 354

keyakinan pseudotik dan sugesti ini, yang puluhan tahun dibombardir oleh pembesar 354 pada rukyahnya, tiba-tiba digugat kebenarannya dengan hujjah syariat yang shohih. Ini lah yang membuat fanatikus 354 menjadi sangat terguncang. Mereka begitu shock karena nilai-nilai yang selama ini diyakini benar ternyata keliru. Sebagian jamaah 354 ada yang ruju ilal haq, sebagian lagi tak kuat melihat kenyataan dan akhirnya tetap membutakan diri untuk terus membela paham batil 354. Setidaknya mungkin kita jadi bisa memaklumi kalau ada reaksi emosional dari orang 354. mungkin orang-orang seperti itu hanya butuh waktu untuk bertafakur “apa iya jamaah 354 itu jalan tunggal masuk surga selamat dari neraka”. Nasihat pada jamaah 354 untuk meninggalkan manhaj batilnya itu tidak ada yang sia-sia. Banyak silent-major dari jamaah 354 yang terstimuli kekritisan-nya akan doktrin2 354 yang selama ini dicekoki pembesar dan imamahnya. Ini adalah langkah awal yang sangat baik. Teruskan berjuang ya ikhwahfillah untuk membantu sedulur 354 tergugah dari mimpi panjangnya. Mohon maap klo ada salah kata ;)

aa mengatakan...

khawarij itu gak paham,perintah: "taat lah selama tidak perintah maksiat... taatlah selagi dia sholat... akan datang para pemimpin yg tidak menggunakan sunnahku dan petunjukku..." dan lain-lainnya dalam hadits2 shahih... hujjah mrk cuman ro'yu ... capee

Anonim mengatakan...

coba googling dan cari berita ttg LDII & MUI..

hasilnya adalah :

- LDII MASIH DI-CAP SESAT OLEH MUI.

- LDII & AHMADIYAH TIDAK DIUNDANG MUKTAMAR OLEH MUI.

- PENGURUS MUI DILARANG MENGHADIRI ACARA RESMI LDII

- TIDAK ADA ORANG LDII YANG MENDUDUKI KEPENGURUSAN MUI

===

INI SEMUA KARENA ULAH LDII SENDIRI YANG MENGAMBIL LANDASAN HADITS DHOIF YG CACAT ('LAA ISLAMA..')
DICAMPUR ADUKKAN DENGAN DALIL2 TENTANG BERJAMAAH, JADILAH MEREKA :

- MENGANGGAP KAFIR DI LUAR GOLONGAN LDII YG TIDAK BEAT PADA AMIRNYA (SULTHON AULIA DI BURENGAN KEDIRI)

- TIDAK MAU BERMAKMUM PADA NON-LDII, KARENA TIDAK SAH, DIANGGAP BERMAKMUM PADA ORG KAFIR

- TIDAK MAU SHOLAT JUMAT DGN NON-LDII, KARENA TIDAK SAH JUMATAN DGN ORG NON-LDII YG MREKA ANGGAP SAMA DGN ORANG KAFIR

- TIDAK MAU MENIKAH DENGAN ORANG NON-LDII KARENA DIANGGAP MENIKAHI ORG KAFIR

- TIDAK MAU MEWARIS PADA KELUARGA YG NON-LDII KARENA DIANGGAP NON-KAFIR

dsb...

PERILAKU NYATA MEREKA DISEMBUNYIKAN DARI PANDANGAN MASYARAKAT,
TAPI BISA KITA BUKTIKAN DENGAN JELAS:

PERHATIKANLAH, SETIAP ADA ANGGOTA LDII,

- MEREKA TIDAK MAU SHOLAT JUMAT BARENG. LEBIH MEMILIH TIDAK JUMATAN KLO TIDAK NEMUI TEMPAT JUMATAN LDII

- JIKA SHOLAT BERJAMAAH DGN NON-LDII, MEREKA MEMILIH JADI IMAM.
KLOPUN JADI JAMAAH, MEREKA NIATI SHOLAT MUNFARID.

- MEREKA TIDAK ADA YG MENIKAHI ORANG NON-LDII, KECUALI SI ORG TERSEBUT SUDAH MENJADI LDII.

dsb

====

AKIDAH MEREKA ADALAH AKIDAH AJARAN NURHASAN YANG KEMUDIAN DIBUNGKUS DALAM ORGANISASI LDII AGAR DIANGGAP PERKUMPULAN RESMI OLEH PEMERINTAH

Anonim mengatakan...

Memang bermuamalah dgn org yg 'UJUB dan AHLI BID'AH sangat sulit krn tdk mau sesuai dalil, tdk usah macam2 deh, coba jawab saja pertanyaan ini:
1.Knp imamnya disembunyikan? (bithonah) Bahkan klo ditanyakan, apakah LD** punya Imam? Mrk berani bersumpah demi Alloh tdk ada (Abdullah Syam sumpah ke MUI) klo imamnya disembunyikan, adilkah bila org yg tdk baiat pd culuton wawuliya dihukumi kafir? Bukankah ini bentuk hukum yg mengikuti hawa nafsu?
2.Knp aziz-kholil belajar ke Mekkah? Bukankah Syaikh2 di Mekkah orang luar/ org kafir krn tdk baiat pd culuton wawuliya?
3.aziz mengatakan di makssar klo semua Islam hrs bermanhaj Salaf, apakah itu manhaj Salaf? samakah dgn manhajnya LD** yg suka bohong/bithonah, sombong mengaku benar sendiri krn menganggap lainnya neraka, hanya LD** yg iman, mengkafirkan golongan selainnya, ini paham khowarij?
4.Di Mekkah aziz mengatakan klo nurhasn adalah imam dakwah, knp sampai di Indonesia mengakui klo sebagai amir/imam/sulton penguasa? mengatakan mabda'nya tdk spt itu, tdk mengkafirkan selain 354, ini krn pergeseran, dll kedustaan yg hanya diucapkan aziz tuk membenarkan nurhsn kakeknya.
Bukankah ini ciri2 munafiq yg jk berbicara dusta? inikah guru yg kamu ambil ilmu darinya? aziz..aziz.. aqidahmu sangat buruk krn tdk brani menyampaikan Al Haq hanya krn takut imam/ mertuamu, takut disuruh cerai istrimu, takut tdk makan anakmu, dll. Pantaslah kamu berbuat bgt krn kamu mengatakan tdk perlu belajar kitab tauhid, jdnya kamu tdk takut kpd Alloh.
Jadi kita lihatlah nanti, apa yg bisa menyadarkan 354 ini.
wallohu a'lam bisshowab!

Anonim mengatakan...

pembuktian kesesatan mereka, selain dari hujah mereka yg lemah, bisa dibuktikan dengan sangat jelas, yaitu :

MEREKA TIDAK BERANI BERDISKUSI MASALAH BITHONAH DI DEPAN KHALAYAK UMUM !!!

MASALAH2 BITONAH MEREKA (TERMASUK MENGKAFIRKAN NON-LDII),
...ADA DI :

waspada354.blogspot.com

airmatakumengalir.blogspot.com

Anonim mengatakan...

tinggal nunggu saja pergerakan salapret kampret paling2 spt yg lainnya juga cari pangkat dan harta doang banyak orang2 salapret yg masuk pks coba cari apa tu hayooooooo ketahuan belangny kalau dakwahnya g murni

Anonim mengatakan...

koq menyerukan supaya jamaah 354 tidak mengkafirkan orang islam diluar golongannya dianggap cari harta dan kekuasaan?

hehe

Anonim mengatakan...

Buat anomim yang mengatakan salafi tidak taat amir :


- Bisa ditunjukan tidak taat dalam hal apa ? dan apakah perintah itu sesuai dengan syariat agama kita , sehingga antum mendakwa bahwa salafi tidak taat ulil amri.

- Bisa ditunjukan , siapa anggota MUI yang mau menjadi anggota LDII ??

- Bisa ditunjukan ,adakah fatwa dari ulil amri / MUI , tentang benarnya ajaran islam jamaah ??

- Bisakah antum memFOKUSKAN kepada pembahasan MANHAJ/MAZHAB , bukan justru antum BELOKAN keurusan ORGANISASI MASA ?

Pesan ana , janganlah antum berbicara tanpa dalil / bukti , karena hal itu semakin menunjukan kejahilan antum dalam banyak hal.
Ataukah antum BUKAN DARI GOLONGAN AHLU KIBLAT , yang sengaja ingin memanaskan suasana ?

Ana tunggu jawabannya segera , atau memang antum benar bukan dari golongan kami ( muslim ) , yang sengaja mengadu domba dakwah ini.

Anonim mengatakan...

Orang ini bener2 tolol bin bodoh ya.....

mau pks , ldii atau lainnya itu ORGANISASI BLEKOKKKKK

Salafi itu , manhaj/mazhab atau cara beragama yang menisbahkan kepada Rasulullah dan sahabat-Nya .

Sudah jelas dan gamblang , nggak paham2 juga blekok ini ....

PKS ,NU , MUHAMDIAH , PERSIS , HT,JI ATAU LAINNYA BUKAN MANHAJ / MAZHAB .

Dan SALAF BUKAN ORGANISASI

Anonim mengatakan...

memang manhaj 354 itu adalah manhaj yang menyimpang. namun selama mereka masih menjadi ahlu kiblat, mereka masihlah islam dan jangan sampai kita juga jatuh pada kelakuan yang sama dengan mereka yaitu mengkafirkan orang islam tanpa hujjah dan bashiroh . insyaAllah,manhaj 354 itu dapat dilumpuhkan dengan hujjah dan dalil yang shohih.

hasan mengatakan...

Bai'at dalam timbangan syariat Islam - Tatacaranya
Senin, 27 September 2004 - 11:26:11 :: kategori Manhaj
Penulis: Al Ustadz Qomar Su'aidi
.: :.
Tata cara berbai'at

Tata cara berbai'at kepada Imam adalah sebagaimana dijelaskan oleh al Ubbi dalam bukunya Syarah Muslim: 4/44, katanya: Barangsiapa yang termasuk anggota ahlul halli wal Aqd dan yang masyhur maka bai'atnya dengan ucapan dan bersalaman dengan tangannya jika dia hadir, atau dengan ucapan saja serta dipersaksikan jika dia tidak hadir. Dan cukup bagi yang tidak dikenal dan tidak diketahui hanya dengan meyakini bahwa ia berkewajiban untuk mentaati pimpinan tersebut serta tunduk dan taat padanya baik dalam keadaan tersembunyi atau terang-terangan serta tidak meyakini sebaliknya (yakni lawan dari keyakinan yang disebutkan,pent), kalau ia menyembunyikan keyakinan itu (tidak berbai'at) lalu mati, maka matinya seperti keadaan jahiliyyah, karena ia tidak menjadikan pada lehernya bai'at. [dinukil dari fiqih siasah syariyyah:157]

hasan mengatakan...

Kepada Siapa Kita Berbai'at

Ini yang sangat perlu kita ketahui karena banyak terjadi kesalahpahaman sehingga demikian banyak bai'at-bai'at di dunia ini, banyak kelompok-kelompok menjadikan pimpinannya sebagai amir lalu membai'atnya dengan berdalil hadtis-hadits nabi tentang bai'at. Oleh karenanya akan kami nukilkan disini penjelasan sebagian ulama dalam hal ini.

Syekh Shaleh al Fauzan ditanya tentang bai'at, jawabnya: Bai'at tidak diberikan kecuali kepada waliyul amr-nya (penguasa) kaum muslimin adapun bai'at-baiat yang ada ini adalah bid'ah itu akibat dari adanya ikhtilaf, yang wajib dilakukan oleh kaum muslimin yang mereka berada di satu negara atau satu kerajaan hendaknya bai'at mereka cuma satu dan untuk satu pimpinan …[Fiqh as Siyasah as Syar'iyyah:281]

Syekh Abu Zaid mengatakan: Bahwa bai'at dalam Islam hanya satu, yaitu dari orang-orang yang memiliki kekuatan (ahlul hali wal 'aqdi) untuk waliyul amr/pimpinan dan penguasa kaum muslimin [Hukmul intima:163]

Nah, bagaimana jika kaum muslimin tidak punya khalifah yang menguasai mereka diseluruh dunia ini, lantas kepada siapa mereka berbai'at?
Jawabnya bahwa bai'at itu diberikan kepada pimpinan kaum muslimin yang muslim di masing-masing negara atau kerajaan mereka, yakni kita sebagai rakyat bisa berbai'at dengan cara meyakini berkewajiban untuk mentaati pemimpin tersebut serta mendengar dan taat padanya baik dalam keadaan tersembunyi atau terang-terangan serta tidak meyakini sebaliknya, semampu kita pada perkara yang baik menurut syari'at dan tidak mengandung maksiat.

hasan mengatakan...

Lanjutan Baiat........
Yang demikian ini dibenarkan karena ini keadaan darurat. Memang pada asalnya kaum muslimin mestinya punya satu pimpinan tapi jika itu tidak bisa terwujud di suatu saat maka hukumnya lain, sebagaimana keterangan para ulama berikut ini:
Ibnu Taimiyyah (wafat: 728 H) menjelaskan: Sunnahnya kaum muslimin itu memiliki satu imam (Yakni –Wallahu a'lam- khalifah yang memimpin kaum muslimin sedunia - pen) dan yang lain itu adalah para wakilnya. Seandainya jika sebuah umat keluar/memisah darinya karena perbuatan maksiat dari sebagian umat itu atau karena adaya kelemahan dari yang lain sehingga umat itu memiliki beberapa imam. (Sehingga kaum muslimin terpisah-pisah, masing-masing dengan pimpinan negaranya atau kerajaannya di negeri-negeri mereka. Wallahu a'lam. - pen) Maka wajib atas setiap imam (pimpinan negara) untuk menegakkan hukum-hukum had dan memenuhi hak-hak…ini di saat para amir/imam (pimpinan negara) itu berpecah dan berbilang. [Majmu' Fatawa :34/175]

As Shan'ani (wafat: 1182 H) mengatakan ketika menerangkan hadits: “Barangsiapa yang keluar dari ketaatan dan meninggalkan jama'ah lalu mati maka matinya seperti mati jahiliyyah.” [HR Muslim]
'keluar dari ketaatan' : Maksudnya ketaatan kepada khalifah yang disepakati, seolah-olah (Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam) maksudkan khalifah/pimpinan daerah manapun dari daerah-daerah yang ada, karena manusia (sejak) di masa daulah Abbasiyyah tidak bersepakat pada satu orang khalifah diseluruh negeri-negeri Islam bahkan penduduk setiap daerah menyendiri dengan pimpinan yang mengurusi urusan mereka. Dimana kalau hadits itu dibawa/difahami kepada satu orang khalifah yang telah disepakati orang Islam (seluruhnya, pent) maka faedah hadits itu tentu menjadi kecil. [Subulussalam:3/499 dinukil dari buku Mu'amalatul hukkam:35]

hasan mengatakan...

Lanjutan Baiat........
Asy Syaukani (wafat: 1255 H) mengatakan: Adapun setelah tersebarnya Islam dan meluasnya daerahnya serta ujungnya berjauhan, maka dimaklumi bahwa jadilah kekuasaan di tiap daerah dari daerah-daerah untuk seorang Imam atau penguasa, demikian pula pada daerah yang lain. Dimana perintah dan larangan sebagian pimpinan itu tidak terlaksana pada selain wilayahnya atau beberapa wilayah yang dibawah kepemimpinannya. Oleh karenanya tidak mengapa berbilangnya pimpinan dan penguasa (bukan hanya satu pimpinan). Dan atas penduduk negeri yang terlaksana padanya perintah dan larangan (aturan-pent) pimpinan tersebut, wajib mentaati pimpinannya. Demikian pula keadaannya pada daerah yang lain. Serta tidak wajib bagi penduduk daerah lain untuk mentaatinya (selain pimpinannya) dan tidak pula (wajib) masuk dalam kepemimpinannya…ketahuilah hal ini! karena itulah yang sesuai dengan kaedah-kaedah syari'at dan sesuai dengan dalil-dalil [As Sailul Jarror:4/512 dinukil dari Mu'amalatul hukkam:37 dan ar Raudhatun Nadiyyah: 2/774-775]

Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab (wafat:1206 H) juga mengatakan: Para Imam dari setiap madzhab bersepakat bahwa seseorang yang berhasil menguasai sebuah negeri atau beberapa negeri maka penguasa itu memperoleh hukum imam dalam segala hal. Kalaulah tidak demikian maka (urusan) dunia ini tidak akan tegak karena manusia sejak waktu yang lama sebelum Imam Ahmad sampai hari ini mereka tidak sepakat pada seorang imam/pimpinan. Demikian pula mereka tidak mengetahui seorangpun dari ulama menyatakan bahwa sesuatu dari sebuah hukum tidak akan sah kecuali dengan imam terbesar (khalifah seluruh kaum muslimin). [Ad Durar as Saniyyah:7/239 dinukil dari mu'amalatul hukkam:34 lihat pula dalam masalah ini iklilul karamah:127]

(Bersambung ke Ba'iat dalam timbangan Syariat Islam - Imam & kondisi-kondisinya)

(Dikutip dari tulisan Al Ustadz Qomar Su'aidi, Lc, judul asli "Bai'at", yang diberikan via disket oleh al Akh Abu Muhammad Syu'bah)

Anonim mengatakan...

berbilangnya beat dalam sebuah negeri akan semakin parah kebatilannya dengan doktrin sesat ala 354 macam
- tidak beat pada imam kami adalah kafir
- keluar dari jamaah kami adalah murtad

Anonim mengatakan...

Kita mengkoreksi manhaj islam jamaah karena kita masih menganggap mereka saudara ( muslim ) , kita tidak pingin kejahilannya menjerumuskan ke lembah kenistaan .

Semua ahlu kiblat adalah saudara kita seagama , namun tidak semuanya sepaham dengan pemahaman pemilik syariat ini.

Tidak terkecuali sesama saudara yang sudah menisbahkan dirinya mengikuti jalannya salafus shalihpun , kalau ada kekeliruannya harus kita koreksi , termasuk diri kita sendiri kalau dinasehati harus menerima dengan ikhlas kalau nasehat tersebut benar adanya.

Insya Allah , orang yang menisbahkan dirinya kepada manhaj yang mulia ini , tidaklah bermudah-mudah dalam menghukumi sesama muslim sebelum berhujah dengan jelas dan gamblang kepadanya.

Saya yang menulis diatas , mengindentifikasi bahwa anonim itu bukan dari golongan kita ( muslim ) , karena beberapa faktor :

- Dia tidak paham pembahasan ( agama ) ini , dia kacaukan pembahasan dan dia mencoba membenturkan dakwah ini dengan organisasi masa.

- Dia berbicara/menulis tanpa bukti, ini ciri-ciri orang ahlu kitab .

- Dia berkata kotor dan ini bukan ahlak muslim.

- Perselisihan antara ahlu sunnah dan ahlu bidah sudah ma'ruf , dan ahlu kitab menyukai hal itu.

- Probabilitas penulis bukan non muslim , sama besarnya dengan dia seorang muslim .

Makanya ana tanyakan kepadanya , apakah antum bukan dari golongan kami ( muslim ) ?

Mohon maaf kalau kata-kata ana kurang berkenan , tetapi insya Allah cukup jelas bagi orang yang membacanya.

hasan mengatakan...

sengaja saya nukilkan tentang BAIAT agar menjadi ilmu bagi kta semua khususnya bagi JAMAAH LDII

memang dalil2 tentang BAIAT yang di bawakan JAMAAH LDII sebagian besar shohih namun sayang pemahamn dalil2 itu tidak meruju pada pemahaman para ulama salaf/ahlussunnah waljamaah namun hanya taqlid kepada sang guru besar Nurhasan Ubaidah dengan bungkus doktrin "MANKUL MUSNAD MUTASHIL" tapi kenyataanya tidak mutashil karena terbukti pemahamanya tidak sesuai dengan para ulama terdahulu/salaf

dan salafi (orang2 yang menempuh dan mengikuti manhaj salaf) di indonesia bukan jahil terhadap dalil2 tentang BAIAH WAL IMAMAH tapi justru pemahaman dalil2 tentang BAIAH WAL IMAMAH ini mengikuti pemahamanya para ulama terdahulu/salaf

dengan bukti sedikit nukilan saya dari tulisan salah seorang ustad salaf diatas jelas2 meruju pada pemahaman ulama2 terdahulu/salaf

nah...sekarang saya menuntut kepada JAMAAH LDII khususnya IMAM2nya,PENGURUS2nya dan para MUBALEGHnya datangkan HUJJAH/DALIL tentang BAIAH WAL IMAMAH yang pemahamanya sesuai DOKTRInya yakni MUTASHIL kepada ulama2tedahulu/salaf.

Anonim mengatakan...

"salafy" itu kan cuman istilah buat org2 yg berusaha di manhaj ahlussunnah wal jamaah.

siapapun orangnya, baik dia dari NU, HTI atau dari ldii.
mereka bisa disebut 'salafy' kalo pemahamannya benar.

masalahnya, pemahamana ldii itu bertentangan 180 derajat dgn pemahaman aswj..

sehingga satu2nya cara buat warga jokam adalah keluar dari ldii selama organisasi itu belum merubah ajaran & akidah sablengnya..

Anonim mengatakan...

solusinya gini aja deh..klo emang orang-orang pusat itu terobsesi untuk menjadi imaroh daulah wal wiyaat, lebih baik beli saja pulau terpencil tak berpenghuni di samudra pasifik (pake uang pajak persenan rukyah), lalu buatlah daulah wal wilayaat di sana daripada di indonesia terus berkhayal memposisikan dirinya sebagai imamah daulah wal wilayat. Adakanlah beat di sana lalu silahkan buat ijtihad, ikan-ikan dan makhluk2 laut yang tidak beat dengan imam 354 hukumnya kafir..hehehe

Anonim mengatakan...

La haula walaa quwwata illa billah...

Begitulah dikusinya orang yg mengikuti manhaj munafiqun, selalu mengumpat, mencemooh, mencaci, menghujat dengan tanpa berani menunjukkan identitas...

Jelas2 amir kalian berhubungan baik dengan LDxx, dan dari berbagai kesempatan audiensipun tdk pernah menyinggung tentang kesesatan ataupun larangan terhadap LDxx...

Beliau juga tdk pernah memerintahkan kalian untuk memerangi, mengecam, mencemooh, meyerang, menghina ataupun menghujat kpd LDxx...

Jelasnya beliau memerintahkan kalian untuk menjaga kerukunan antar umat beragama, keyakinan, adat istiadat dan menjaga toleransi beragama sbgmn "Bhineka Tunggal Ika".

Kalau kalian tdk bisa mentolerir perbedaan berarti kalian termasuk Ya'shi (menentang) pemerintah yang mendukung perbedaan dan persatuan (bukan persatuan dalam islam tp persatuan dalam bernegara yg mempunyai perbedaan adat, budaya, agama dan keyakinan).

Faham bab toat gak???

hasan mengatakan...

"Bai'at dalam timbangan syariat Islam - Imam"
Senin, 27 September 2004 - 11:36:11 :: kategori Manhaj
Penulis: Al Ustadz Qomar Su'aidi
.: :.
Siapa Imam yang dimaksud ?

Apakah setiap yang mengaku imam dimanapun ia berada berarti dia Imam/pimpinan yang boleh kita berikan bai'at padanya? Tentu tidak.

Sebagaimana kata Shiddiq Hasan Khan: "Tidak terdapat di dalam kitab (al Qur'an), sunnah (Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam), ucapan sahabat ataupun Ijma' bahwa seseorang yang mengajak manusia untuk membai'atnya kemudian ia dianggap sebagai Imam sekedar dengan itu, yang harus ditaati dan haram diselisihi. Bahkan yang ada dalam hadits itu (bunyinya) orang yang berbai'at kepada seorang Imam maka ia wajib mentaatinya dan haram menyelisihinya, demikian pula yang terjadi pada para Khulafaurrasyidin (para Khalifah yang diberi petunjuk, Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, red) sesungguhnya tidak seorangpun dari mereka mengajak (manusia) kepada dirinya dan mengatakan: 'Aku adalah Imam aku mengajak kalian untuk taat kepadaku dan berbai'at kepadaku'. Bahkan mereka membenci yang demikian…"[Iklilul Karamah:127]

Pimpinan yang dimaksud wajib ditaati adalah pimpinan yang ada pada negara atau kerajaan, yang diketahui serta yang memiliki kekuasaan dan kekuatan. Hal itu sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Taimiyah: Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk mentaati para pimipinan yang ada dan diketahui (keberadaanya) yaitu yang punya kekuasaan (dan) mampu dengan kekuasaan itu untuk mengatur manusia (masyarakatnya), bukan mentaati orang yang tidak ada atau tidak diketahui keberadaanya bukan pula orang yang tidak punya kekuasaan dan kemampuan atas sesuatu sama sekali [Minhajussunnah Nabawiyyah:1/115 dinukil dari Mu'amalatul Hukkam:39] yakni yang punya kekuatan untuk melaksanakan tujuan-tujuan kepemimpinan, jika dia memerintahkan untuk mengembalikan hasil perbuatan dhalim maka akan dikembalikan dan jika seandainya ia memberikan hukum had maka akan ditegakkan, serta jika memberikan hukuman ta'zir (Ta'zir adalah hukuman yang tidak ada ketentuan tetapnya, bahkan hukuman yang disesuaikan dengan keadaan pelaku pelanggarannya dan pelanggarannya itu sendiri dan ditentukan sesuai kebijakan hakim- pen) akan diterapkan pula pada rakyatnya [Mu'amalatul hukam:40, perhatikan pula ucapan-ucapan ulama sebelumnya]

hasan mengatakan...

Lanjutan Baiat Imam.......

Pada Perkara Apa Ditaati
Tentu ketaatan itu sebatas pada perkara yang baik menurut syari'at, apakah dengan tegas dinyatakan baik oleh syari'at atau pada perkara yang tidak secara tegas dinyatakan baik namun menurut kaedah-kaedah umum dalam syari'at bahwa itu baik. Adapun perintah maksiat maka tidak perlu didengar dan ditaati. Sebagaimana dalam hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
لاَ طاَعَة لِمَخْلُوْقٍ فِي مَعْصِيَةِ خَالِقٍ
Tidak ada ketaatan pada makhluq dalam bermaksiat kepada Khaliq [Shahih, HR Ahmad, at Thabrani, al Hakim dan yang lain dengan lafadz at Tabrani disahihkan oleh syekh al Albani dalam Silsilah ash Shahihah:179]
لا طاَعَة فِي المَعْصِيَةِ َ إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِي اْلمَعْرُوْفِ
Tidak ada ketaatan pada maksiat, ketaatan itu hanya dalam kebaikan [Shahih, HR Bukhari dan Muslim]

فَإِنْ أَمِرَ بِمَعْصِيَةٍ فَلاَ سَمْعَ وَلاَ طَاعَةَ
Maka jika diperintahkan dengan perbuatan maksiat maka tidak dipatuhi dan tidak ditaati [Shahih, HR Muslim]

hasan mengatakan...

Lanjutan Baiat Imam......

Bagaimana jika berbuat kejam?
Walaupun jahat, dhalim, bermaksiat, fasiq, mementingkan kepentingan pribadi dan kelompok atau kepentingan asing, tapi selama ia masih muslim dan belum keluar dari keislamannya maka wajib ditaati pada perkara yang baik. Berdasarkan sabda Nabi berikut ini:
شِرَارُ أَئِمَّتِكُمْ الَّذِيْنَ تُبْغِضُوْنَهُمْ وَ يُبْغِضُوْنَكُمْ وَتَلْعَنُوْنَهُمْ وَيَلْعَنُوْنَكُمْ . قِيْلَ يَا رَسُوْلَ اللهِ أَفَلاَ نُنَابِذُهُمْ بِالسَّيْفِ؟ فَقَالَ:لاَ مَا أَقَامُوْا فِيْكُمْ الصَّلاَة َوَ إِذَا رَأَيْتُمْ مِنْ وُلاَتِكُمْ شَيْئًا تَكْرَهُوْنَهُ فَاكْرَهُوا عَمَلَهُ وَلاَ تَنْزِعُوا يَدًا مِنْ طَاعَةٍ
Sejelek-jelek pimpinan kalian adalah yang kalian membencinya dan mereka membenci kalian, yang kalian melaknatinya dan melaknati kalian. Dikatakan kepada beliau; Wahai Rasulullah tidakkah kita melawannya dengan pedang (senjata)? Beliau mengatakan: "Jangan! selama ia mendirikan shalat pada kalian, dan jika kalian melihat pada pimpinan kalian sesuatu yang kalian benci, maka bencilah amalnya dan jangan kalian cabut tangan kalian dari ketaatan [Shahih, HR Muslim]

Ubadah bin ash Shamit mengatakan:
بَايَعْنَا رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم عَلَى السَّمْعِ وَ الطَّاعَةِ فِي مَنْشَطِنَا وَمَكْرَهِنَا وَ عُسْرِنَا وَيُسْرِنَا وَ اَثَرَةٍ عَلَيْنا وَ أَلاَّ نُنَازِعَ اْلأَمْرَ أَهْلَهُ ، قَالَ إِلاَّ أَنْ تَرَوا كُفْرًا بَوَاحًا عِنْدَكُُمْ فِيْهِ مِنَ اللهِ بُرْهَانٌ

Kami berbaiat kepada Rasulullah untuk patuh dan taat baik dalam keadaan kami giat atau terpaksa, susah atau mudah dan dalam keadaan mereka mengutamakan diri mereka dari pada kami dan agar kami tidak merebut urusan (kepemimpinan) dari pemiliknya. Beliau bersabda: Kecuali kalian melihat kekafiran yang nyata yang kalian memiliki bukti tentangnya dari Allah [Shahih, HR Bukhari dan Muslim]

(Bersambung ke Ba'iat dalam timbangan Syariat Islam - Ba'iat Model lain & Solusi yang terlanjur Bai'at)

(Dikutip dari tulisan Al Ustadz Qomar Su'aidi, Lc, judul asli "Bai'at", yang diberikan via disket oleh al Akh Abu Muhammad Syu'bah)

dancuk salapret mengatakan...

mau ngikuti nabi pa para orang2 yang kalian jadikaN sandaran untuk membenarkan iya tetep g mau ngaku kalau salapret tetep spt organisasi yg lainnya uud; ujung2ny duit kan hayooooooooo ketahuan kan kebanyakan orang salafi kan masuk k pks kan kalau g ngaku awas

Anonim mengatakan...

Coba kita perhatikan , APAKAH BENAR BAHWA LDII ITU DIBUAT UNTUK MELEGALKAN AJARAN SESATNYA ISLAM JAMAAH ???

Kalau di PKS , NU , MUHAMADIAH atau organisasi yang menyatakan Islam sebagai landasannya : jamaahnya terdiri dari beberapa pemahaman ( mazhab ) , organisasinya terbuka , jelas tujuannya , dan yang paling penting adalah mereka tidak mengkafirkan golongan yang tidak sepaham dengannya dan mau sholat berjamaah bersama dll.

Nach coba kita bandingkan dengan LDII : jamaahnya siapa ? 100% adalah islam jamaahnya ( mazhabnya ) nur hasan lubis mandigol al kadzab , atau adakah orang diluar itu ada yang menjadi anggora organisasinya ? ( ayo jawab jangan bohong ).

Maka tidaklah berlebihan kalo setiap muslim baik itu warga jamaah LDII maupun yang bukan , MENG-IDENTIKAN LDII DENGAN ISLAM JAMAAH , karena kalo kita menengok kebelakang memang kelompok inilah yang paling suka ganti-ganti kulit seperti ular berbisa , hehehe....la pendirinya saja mbah dukun jadi pantes-pantes sajalah.

Ilmu plinplan dan akal bulus inilah yang diwariskan kepada penerusnya al kadzab ini, maka mereka dengan lantang mengatakan LDII tidak ada hubungannya dengan islam jamaah , LDII tidak mengkafirkan orang di luar LDII , LDII tidak mempunyai amir DLLLLLL , namun semua hanya omongane wong sing berusaha menghindar dari hakekat sebenarnya.

LDII itu organisasi yang nafasnya tergantung siapa yang ada di dalamnya, bener nggak ????
Kalau organisasinya dibuat seperti nafasnya orang-orang yang ada didalamnya pasti waktu pendiriannya ( pembuatan akte pendirian ) sudah ditolak oleh pemerintah .

Contoh lain : kalau organisasi ini memberi bantuan ke masyarakat , baik untuk bencana alam atau lainnya , dijamin mereka selektif hanya untuk warganya saja , yaitu sesuai dengan daftar yang ada imam kelompok/desa tersebut , namun di media masa mereka menyembunyikan kelicikannya itu dengan mengatakan mereka membantu semua masyarakat . ( ayo bantah dengan bukti pernyataan saya ini ).

hasan mengatakan...

"Bai'at dalam timbangan syariat Islam - Bid'ah & Solusi"
Senin, 27 September 2004 - 11:46:47 :: kategori Manhaj
Penulis: Al Ustadz Qomar Su'aidi
.: :.
Bai'at model lain

Dengan kita mengetahui bai'at yang Sunnah maka semua yang selain itu seperti baia'tnya Ikhwanul muslimin, Jama'ah Tabligh, NII, LDII dan kelompok-kelompok lain kecil maupun besar adalah bid'ah sebagaimana dikatakan oleh syekh Shalih al Fauzan: "Bai'at tidak diberikan kecuali kepada waliyul amr-nya (penguasa) kaum muslimin. Adapun bai'at-baiat yang ada ini adalah bid'ah itu akibat dari adanya ikhtilaf, yang wajib dilakukan oleh kaum muslimin yang mereka berada di satu negara atau satu kerajaan hendaknya bai'at mereka cuma satu dan untuk satu pimpinan…"[dinukil dari Fiqh as Siyasah as Syar'iyyah:281]

Demikian pula dikatakan oleh syekh Abu Zaid: "Bai'at ini (bai'at sufi atau bai'at kelompok-kelompok) adalah bai'at bid'ah dan baru." [Hukmul intima':162]

Mengapa dihukumi bid'ah? Karena alasan-alasan berikut ini:
- Kaum muslimin terutama generasi awal umat ini dan setelahnya dari para Tabi'in dan Tabi'ut Tabi'in tidak mengetahuinya dan tidak mengenalnya, mereka hanya kenal satu bai'at yaitu untuk pimpinan kaum muslimin sebagimana keterangan di atas.

Anonim mengatakan...

apabila pemerintah beraudiensi dengan ahmadiyyah bukan berarti ahmadiyyah itu benar secara syariat.

Apabila pemerintah beraudienci dengan tokoh-tokoh agama kristen, budha, hindu, bukan berarti kristen,budha dan hindu itu benar

begitu juga ketika pemerintah beraudiensi dengan DPP LDII, bukan berarti manhaj 354 itu benar secara syariat.

apakah ketika ada seruan supaya jamaah 354 meninggalkan paham takfiri nurhasan madigol maka itu adalah cemoohan?

kalaupun pemerintah/imaroh negara ini melakukan kesalahan syariat dan menyelisihi sunnah, itu tidak boleh dijadikan pembenaran membuat imaroh bawah tanah,irja dan bughot

hasan mengatakan...

Lanjutan Baiat Bid'ah....
Said bin Zubair –seorang Tabi'in- mengatakan: Sesuatu yang tidak diketahui oleh para ahli Badr (sahabat ahli badar) maka bukan bagian dari agama [Fatawa:4/5 dinukil dari Hukmul Intima':165]. Imam Malik mengatakan: "Sesuatu yang semasa sahabat bukan sebagai agama, maka hari ini juga bukan sebagai agama." [idem]
- Islam telah melarang berbilangnya bai'at, yakni tatkala di sebuah negeri telah dibai'at seorang pimpinan maka dilarang membai'at yang lain apa lagi yang lain itu hanya seorang yang mengaku imam dan tidak punya kekuasaan, bahkan ia dikuasai oleh pimpinan di negeri tersebut. Nabi bersabda :
إذا بويع لخليفين فاقتلوا الآخر منهما
Jika dibai'at dua khalifah maka bunuhlah yang terakhir dari keduanya [Shahih, HR Muslim dari Abu Said]
- Tidak memiliki dalil dari al Quran maupun as Sunnah ataupun Ijma'. Kalaupun mereka mendasari dengan hadits maka tentu itu berdalil bukan pada tempatnya karena hadits-hadits bai'at itu berkaitan dengan waliyyul arm- muslimin (penguasa) sebagaimana keterangan diatas bukan pada pimpinan jama'ah dan sejenisnya. Dan Nabi bersabda :
من عمل عملا ليس عليه امرنا فهو رد
"Barangsiapa yang mengamalkan amalan bukan atas perintah/agama kami maka itu tertolak." [Shahih, HR Muslim dari 'Aisyah]
- Pengingkaran para ulama terhadapnya –dan itu memperkuat bahwa bai'at mereka tidak bersandar pada dalil- diantara ulama yang mengingkari mereka adalah Ibnu Taimiyyah, beliau mengatakan: Dan tidaklah boleh bagi seorangpun dari mereka untuk mengambil janji setia dari seorang yang lain untuk sepakat dengannya dalam segala apa yang ia inginkan dan untuk berloyal pada orang yang berloyal padanya, serta untuk memusuhi orang yang memusuhinya. Bahkan orang yang melakukan demikian itu berarti ia sejenis dengan Jenghiz Khan dan semacamnya yang menjadikan orang yang sepakat dengan mereka sebagi teman yang loyal dan yang menyelisihi mereka sebagai musuh yang jahat. [Majmu' Fatawa:28/16].

hasan mengatakan...

Lanjutan Baiat Bid'ah....
Bahkan jauh sebelumnya diriwayatkan bahwa seorang Tabi'in bernama Mutharrif bin Abdillah bin Syikhkhir mengingkari Zaid bin Shouhan dalam hal tulisan perjanjian yang ia siapkan untuk orang lain. Mutharrif mengatakan:"…Saya mendatanginya (Zaid bin Shouhan) di suatu hari dan mereka (yang bersama zaid) sudah menuliskan sebuah tulisan serta sudah mereka rapikan redaksinya sebagaimana berikut ini: Sesungguhnya Allah Rabb Kami Muhammad Nabi kami, al Qur'an Imam kami dan barangsiapa bersama kami maka kami mendukungnya dan barangsiapa yang menyelisihi kami, maka tangan kami akan melawannya dan kami… dan kami…. Lantas ia sodorkan tulisan itu kepada seorang demi seorang dan mereka mengatakan: "Apakah engkau sudah mengikrarkannya wahai fulan?", sehingga sampai pada giliran saya maka mereka pun mengatakan: "Apakah kamu sudah mengikrarkannya wahai anak?" Akupun menjawab: "Tidak!." Zaid bin Shouhan mengatakan (kepada petugasnya, pent): "Jangan kalian terburu-buru pada anak ini, apa yang kamu katakan wahai anak?" Saya katakan: "Bahwa Allah telah mengambil janji atas diriku dalam kitab-Nya, maka saya tidak akan mengambil janji lagi selain janji yang Allah telah ambil atas diriku." Maka kaum itupun akhirnya tidak seorangpun dari mereka mengikrarkannya. [Riwayat Abu Nu'aim dalam Hilyatul Auliya:2/204 dengan sanadnya sampai kepada Mutharrif] dan jumlah mereka saat itu kurang lebih 30 orang.
- Pendahulu mereka yang melakukan bai'at ini adalah aliran sufi dimana merekalah yang dikenal mengunakan cara ini untuk mengikat murid-muridnya.
- Baiat bid'ah ini menyebabkan sekian banyak pelanggaran syari'at, diantaranya apa yang disebut dalam penjelasan setelah ini.

hasan mengatakan...

Akibat jelek dari bai'at yang bid'ah
Banyak sekali akibat jelek darinya diataranya:
1. Berwala' dan bara' bukan karena Islam tapi karena kelompok
2. Menyebabkan terpecahbelahnya umat.
3. Menyebabkan permusuhan antar sesama muslim bahkan antar kerabat, lebih dari itu tak jarang sampai saling mengkafirkan.
4. Berbuat bid'ah dan menyalahi hadits-hadits yang shahih.
5. Merendahkan muslimin yang lain dan tidak memberikan hak sesama muslim bahkan bersikap keras terhadap mereka.
6. Menimbulkan kesombongan pada diri mereka seolah merekalah yang paling benar.
7. Membuat fitnah diumat ini semakin panjang.
8. Fanatik/ta'ashub kepada Imamnya.
9. Membuka jalan bagi orang yang berkepentingan pribadi atau kelompok untuk menggunakan bai'at ini sebagai sarana memenuhi kebutuhannya.
10. Mengungkung pengikutnya dalam ruang yang sempit.
11. Hilangnya atau berkurangnya kewibawaan pemerintah.
12. Tidak ditaati atau dipatuhi penguasa yang sebenarnya.
13. Taklid buta pada amir jama'ah-jama'ah sempalan.

Anonim mengatakan...

ketika imam ahmad bin hambal menentang paham muktazilah khalifah alma'mun, apakah imam ahmad bin hambal TIDAK THOAT pada pemerintah bani abas?

jawabnya: Tidak, Imam ahmad bin Hambal hanya menyelisihi paham muktazilah-nya saja tetapi imam Ahmad bin hambal tidak lantas mengkafirkan penguasa (imaroh), bikin beat tandingan, mengajak bughot dll. karena itulah sikap ahlusunnah terhadap As Sulthon yang berkuasa secara sah dan mashur

hasan mengatakan...

Solusi Yang Terlanjur Baiat...

Bagaimana dengan yang terlanjur bai'at ?

Disebutkan dalam buku Hukmul Intima' : 164 bahwa: "Semua bai'at yang tidak ada asal usulnya dalam syari'at maka janjinya tidak harus (ditaati), atas dasar itu tidak ada dosa untuk ditingalkan dan dibatalkan, bahkan dosa itu tertimpa pada pengikat janji tersebut, hal itu karena beribadah kepada Allah dengannnya merupakan perkara yang baru/bid'ah dan tidak ada asalnya (dalam syari'at)".

Wallahu a'lam bish showab, Allahlah yang memberi taufiq

Ditulis oleh Qomar Suaidi ( Tak lupa saya ucapkan terimakasih wa jazakumullahu khoiron kepada sebagian asatidzah yang mengoreksi dan memberikan beberapa tambahan penting diantara 3 nomor terakhir pada pembahasan akibat jelek dari bai'at bid'ah dan hadits Abu Dzar pada foot note no:1 - pen)

(Dikutip dari tulisan Al Ustadz Qomar Su'aidi, Lc, judul asli "Bai'at", yang diberikan via disket oleh al Akh Abu Muhammad Syubah)

Anonim mengatakan...

ASWAJA:

Bahwa jika membentuk jamaah dan mengangkat imam adalah perkara yang tidak wajib maka tentulah para sahabat r.a tidak akan bersusah-payah bermusyawarah mengangkat khalifah hingga mereka menunda pengurusan sekaligus pemakaman jenazah Rasulullah s.a.w.

Dengan kata lain jika ada manusia yang paling berhak untuk tidak berjamaah dan berbaiat kepada seorang Imam tentulah para sahabat, sebab diantara mereka telah mendapat jaminan masuk surga ada yang karena keikut-sertaannya dalam perang Badar (313 orang), ada yang karena turut serta dalam baiat Ridwan (sekitar 1500 orang), dan ada yang masuk al-Asyrah al-Mubasyirah bil-Jannah (sepuluh orang yang telah diberi kabar gembira pasti masuk surga Mereka adalah; 1. Abu Bakar Abdullah bin Abi Quhafah (As-siddiq) 2.Umar bin Khattab (Al-faruq) 3. Utsman bin Affan 4. Ali bin abi Thalib 5. Thalhah bin Ubaidillah 6. Az-Zubair bin Awwam 7. Abdurrahman bin Auf 8. Sa'ad bin abi Waqqash 9. Said bin zaid 10. Abu Ubaidah bin Jarrah) atau umumnya sahabat yang keutamaan mereka jauh di atas kita, sehingga infaq kita berupa emas satu gunung uhud pun pahalanya tidak akan bisa menyamai infaqnya para sahabat Nabi s.a.w walau hanya berupa satu mud kurma.

Dari Abi Sa’id al-Khudri r.a dia berkata, Rasulullah s.a.w. bersabda jangan kalian mencaci-maki sahabatku, seandainya salah satu kalian infaq emas sebesar gunung Uhud, maka itu tidak bisa menyamai infaq mereka yang hanya (berupa makanan) satu mud atau setengahnya. HR Al-Bukhari : 3397, Muslim : 4610

Anonim mengatakan...

Sambungan ASAWAJA:
Demikian pula dengan dua generasi yang terunggul dari umat Muhammad s.a.w yaitu para tabi’in dan tabi’it-tabi’in sebagaimana yang telah disabdakan Rasulullah s.a.w

Dari Imran bin Hushain r.a dari Nabi s.a.w beliau : Bersabda sebaik-baiknya kalian adalah generasiku (sahabat) kemudian yang mendekati mereka (Tabi’in) kemudian yang mendekati mereka (Tabi’it Tabi’in). HR. Al-Bukhari : 5948

Tapi fakta sejarah telah menunjukkan bahwa tidak ada satupun diantara tiga generasi umat yang terunggul tersebut yang tidak mempunyai imam, tidak ada satupun diantara mereka yang tidak berbai’at kepada Imam, bahkan Ali bin Abi Thalib r.a yang sebenarnya mempunyai “ganjalan” terhadap Khalifah Abu Bakar as-Shiddiq r.a (ada dua ganjalan yg membuat Ali sempat menunda baiat kepd Abu Bakar; pertama Ali merasa yakin bahwa Nabi telah mewasiatkan Kekhalifahan kepdnya, yg kedua; masalah tanah fai’ milik Nabi dr rampasan perang Khaibar, Ali dan Fatimah meyakini bhw tanah itu milik pribadi Nabi dan menjadi warisan setelah wafatnya, tapi Khalifah Abu bakar meyakini bahwa tanah itu milik Baitul mal, dan Nabi tdk mewariskan harta melainkan ilmu agama) akhirnya mengalah dan turut membai’at kepada sang Khalifah.

Bagaimana dengan kita yang sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan mereka, dan belum mendapat jaminan surga, yang amal ibadah kita setahi kuku pun tidak bisa menyamai ibadah mereka radhiallahu anhum pantaskah kita merasa selamat dan aman dengan tidak mempunyai Imam, tidak terikat dengan janji baiat, dan tidak berjamaah ?

Bagaimana dengan mereka yang mengaku sebagai pengikut manhaj Salafus Shalih (sahabat, tabi’in dan tabi’it tabi’in) tapi mengingkari hal prinsip yang diamalkan oleh para Salafus Shalih bahkan menganggap berjamaah dan berbaiat dengan imam itu suatu bid’ah yang diada-adakan dan orang-orang yang melakukannya mereka juluki sebagai ahlul bid’ah wal ahwa’ (penganut bid’ah dan hawa nafsu) subahanallah.

Anonim mengatakan...

Sambungan ASWAJA:

Bukankah dalam setiap shalat kita selalu berdoa (membaca surah al-Fatihah) ; Ihdinas Shirathal mustaqim, shirathal ladzina an’amta alaihim; Tunjukilah kami jalan yang lurus, [yaitu] jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan ni‘mat kepada mereka. QS. al-fatihah : 6-7.
Pada ayat tersebut terkandung doa mohon pada Allah agar kita mendapat petunjuk sebagaimana yang Allah telah karuniakan kepada orang-orang yang telah diberiNya nikmat (orang-orang yang telah sukses dijamin pasti masuk surga) yaitu para sahabat r.a sebagaimana yang telah dibahas di atas, dan tidak ada satupun diantara mereka yang matinya dalam keadaan tidak mempunyai imam, tidak ada satupun diantara mereka yang lehernya tidak terikat dengan baiat.

Ingatlah, bahwa selain para sahabat sepanjang apapun jenggotnya atau setebal apapun sorban yang melilit kepalanya, tidak ada yang betul-betul telah dijamin masuk surga walapun dengan mengaku-ngaku sebagai pengikut ajaran Salafus Shalih, sungguh aneh jika orang-aorang yang sudah sukses saja masih tawadlu’ dan mengakui akan wajibnya berjamaah berimam dan berbaiat, sedangkan orang yang tidak ada jaminan suksesnya kok malah bersikap sombong dengan mengatakan tidak perlu berjamaah atau berbaiat mengangkat Imam bahkan menuduh bahwa berjamaah adalah perkara bid’ah.

Anonim mengatakan...

kholil dan ridwan aziz itu tahu bahwa tidak boleh mengkafirkan orang islam secara pukul rata

kholil dan ridwan aziz juga tahu bahwa dikalangan rukyah 354 sudah begitu merebak keyakinan kuat bahwa orang islam diluar jamaah 354 itu adalah kafir

tapi kholil dan aziz malah melakukan pendiaman dan pembiaran. malah ngadain "jumpa pers" di samarinda dan makasar yang isinya adalah syubhat dan menggiring jamaah 354 kearah pembenaran terhadap ajaran takfirihizbiyyah madigol

pembesar 354 itu sedang bingung dan dilematis. Mau bilang 'orang luar itu kafir' pasti mendapat badai kritis dari anti-madigol dan tau akan tercatat dosa karena ajaran takfiri menyimpangkan orang banyak,

mau bilang 'orang luar itu bukan kafir' pasti mendapat badai kritis dari fanatikus madigol dan jamaah 354 dikhawatirkan malah bubar karena nanti jamaah 354 akan berpikir "kalau diluar kita hukumnya muslim juga, buat apa saya netepi jamaah 354, toh dengan tidak menetapi jamaah 354 tidak menggugurkan keimanan dan keislaman"

kondisi ini tidak diinginkan pembesar 354. mereka takut kehilangan pengikut dan hak-hak istimewa selaku pembesar ("imamah').

Anonim mengatakan...

to annonim diatas,
jamaah yg dimaksud tentunya bukan sembarangan jamaah kaya ldii,

tapi Al-Jamaah alias Jamma'atul muslimin,
bukan kaya ldii, jamaa'atul minal muslimin (sempalan & memisahi kaum muslim)

Anonim mengatakan...

jazakallaahu khoiro kepada bapak /mas hasan yang telah mengcopas permasalahan BAIAT ini terus terang saya masih di LDII tapi setelah banyak membaca artikel2nya para ustadz salafi semakin jelas mana yang benar dan mana yang salah

dari 13 ciri/akibat jeleknya BAIAT bid'ah diatas kok saya rasa rasakan cocok semua gak ada yang di buang satupun seperti yang selama ini saya rasakan dan yakini selama menjadi orang LDII

ini saya jujur lho mas... tapi mungkin kalo ada teman2 LDII tidak merasakan cocok dari 13 poin diatas saya yakin itu pasti TAQIYAH atau minimal masih MUALAF atau jamaah jarang sambung alias gak paham

dan alhamdulillah sekalian ada penjelasan solusi untuk keluar dari BAIAT yang bid'ah ini,dan memang saya sudah mulai gak meyakini /mentaati ijtihad2 imam tapi terus terang aja saya bingung bagaimana cara memulainya untuk keluar dari LDII sedangkan keluarga besar istri saya orang2 yang dianggap paham jamaah ldii

sementara setiap acara pengajian pasti gak lupa pesan2 dari imam/pengurus/mubaleg jangan sampai terpengaruh orang luar apa lagi salafi bagaimanapun yang benar ya jamaah kita orang luar meskipun sama seperti kita ya tetep di jamin masuk neraka dll

Anonim mengatakan...

TO ANONIM YG POSTING :

Begitulah dikusinya orang yg mengikuti manhaj munafiqun, selalu mengumpat, mencemooh, mencaci, menghujat dengan tanpa berani menunjukkan identitas...

---

ANTUM BERSIKAP SOK BIJAK, TAPI SUNGGUH NYATA ANTUM BERMAKSIAT & TERJATUH DALAM HAWA NAFSU DENGAN MEN-CAP MUNAFEK PADA ORANG LAIN.

INGATLAH, HANYA NABI YANG BERHAK MENYEBUT SESEORANG ITU MUNAFEK KARENA NABI DIBERI KEUTAMAAN MENGETAHUI ISI HATI MANUSIA..

JIKA ANTUM TIDAK BISA MEMBALAS HUJAH YG SHOHIH (KARENA MEMANG TIDAK AKAN BISA),
MAKA TIDAK PERLU DIPAKSAKAN.

APALAGI DENGAN MEMBAWA-BAWA PANCASILA/UUD YG MENYARANKAN KERUKUNAN UMAT BERAGAMA..

TERIMALAH KEBENARAN KARNA ALLAH

Anonim mengatakan...

dalil-dalil mengenai imamah dan jamaah itu adalah shohih dan masyur. dalil-dalil itu diketahui oleh banyak orang islam.masalahnya sekarang, jamaah 354 itu terilusi seolah hanya golongannya sajalah yang mempraktekan jamaah wal imamah dengan benar.berangkat dari sini jamaah 354 menilai bahwa orang islam diluar golongannya bukan jamaah alias firkoh dan tidak berimam. eksesnya, orang jamaah 354 menilai orang islam diluar golongannya hidupnya tidak halal (karena tidak punya imam), islamnya tidak sah, amalannya tertolak bahkan sampai berani menghukumi kafir orang islam diluar golongannya.

Ketahuilah, kita harus menetapi jamaah wal imamah sesuai dengan pemahaman generasi terbaik umat ini. Bukan menafsirkan jamaah wal imamah menurut hawa nafsu golongan.

Umat islam diluar jamaah 354 itu justru mengamalkan dalil jamaah wal imamah dengan benar selama mereka berpegang teguh pada Quran dan Sunnah, tidak berfirkoh (melakukan sempalan dari jamaah induk/jamaah muslimin), bersatu dibawah penguasa yang sah dan taat padanya terhadap hal-hal yang tidak menentang Allah & Rosul.

adapun bentuk beatnya kaum muslimin di indonesia adalah dilakukan wakil-wakilnya ( jumlah penduduk muslim diindonesia adalah 100 juta orang lebih)dan yang terpenting manifestasi beat pada penguasa yang sah adalah ketaatan pada waliyul amr selama tidak maksiat.

justru implementasi jamaah pada jamaah 354 malah ke arah fiqoh dan hizbiyyah dan beat pada imam-golongan (yang tidak punya daulah wal wilayat)tidak ada landasan dalil shohihnya

Anonim mengatakan...

TERIMALAH KEBENARAN KARNA ALLAH, HAI WARGA LDII!!

TIDAK PERLU MEMAKSAKAN UNTUK MEMBALAS HUJAH YG SHOHIH, KARENA KALIAN TIDAK AKAN BISA MEMBANTAH AGAMA YANG TELAH DISEMPURNAKAN ALLAH.

hasan mengatakan...

"Bai'at dalam timbangan syariat Islam - Hukumnya"
Senin, 27 September 2004 - 11:18:05 :: kategori Manhaj
Penulis: Al Ustadz Qomar Su'aidi
.: :.
Masalah bai'at cukup ramai dalam dunia dakwah, simpang siur pendapat dalam masalah ini cukup membuat bingung para penganut jama'ah dakwah bahkan para aktivisnya. Namun sangat disayangkan kebanyakan mereka tatkala membahas masalah yang satu ini tidak merujuk kepada penjelasan para ulama Ahlussunnah.

Bahkan mereka mengambil hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam masalah ini, lalu mereka memahaminya dengan akal pikiran mereka sendiri. Lebih parah jika kemudian disesuaikan dengan kepentingan pribadinya, kelompoknya atau pahamnya, sehingga bai'at menjadi jaring atau tali pengikat para pengikut jama'ah dakwah untuk tidak lepas darinya. Kalau tetap saja lepas maka… Tak sedikit orang dianggap kafir dan diberlakukan padanya hukum-hukum orang kafir di dunia dan akhirat karena tidak berbai'at.

Nah kami mengajak anda para pembaca untuk mengetahui sejauhmana sesungguhnya ajaran Islam tentang bai'at ini. Oleh karenanya mohon tulisan sederhana ini dibaca dengan seksama, tanpa curiga sampai tuntas pada akhirnya kemudian kita koreksi amal kita dengan penuh kejujuran dan keadilan. Sehingga kita tidak menjadikan bai'at sebagai sarana kepentingan pribadi maupun kelompok bahkan semata-mata melakukan agama Allah yang mulia. Semoga Allah memberikan kepada kita petunjuk kepada jalan yang lurus dan Ia ridhoi.

hasan mengatakan...

Definisi bai'at
Shiddiq Hasan Khan (wafat:1307 H) dalam bukunya 'Iklil al karamah' hal:26 mengatakan: Ketahuilah bahwa bai'at adalah berjanji untuk taat, seolah-olah seorang yang berbai'at berjanji kepada pimpinannya untuk menyerahkan kepadanya urusan dirinya dan urusan kaum muslimin untuk tidak menentangnya pada masalah apapun dalam urusan itu serta mentaatinya pada apa yang ia bebankan kepadanya dari perintahnya baik dalam keadaan suka atau duka.

Dulu jika mereka berbaiat kepada pimpinan dan mengikat janjinya mereka meletakkan tangan di atas tangan pimpinannya untuk menekankan janji itu, sehingga dengan itu mereka menyerupai perbuatan penjual bersama pembelinya maka dinamailah Bai'at. Bentuk mashdar dari kata ( باع ) -yang berarti menjual- sehingga jadilah kata bai'at berarti berjabat tangan.

hasan mengatakan...

Hukum bai'at
Tidak diragukan lagi tentang disyariatkanya berbaia'at hal itu karena banyaknya hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menerangkan tentang bai'at ini, demikian pula menunjukan bahwa beliau membai'at para sahabatnya dalam beberapa kesempatan. Diantaranya :
عن مجاشع بن مسعود السلمي قال : جئت بأخي أبي معبد إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم بعد الفتح فقلت يا رسول الله بايعه على الهجرة قال قد مضت الهجرة بأهلها قلت فبأي شيء تبايعه قال على الإسلام والجهاد والخير
Dari Mujasyi' bin Mas'ud as Sulami saya berkata Aku datang bersama saudaraku Abu ma'bad kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam setalah fathu makkah (pembukaan kota Makkah) maka saya katakan: Wahai Rasulullah: Bai'atlah dia untuk berhijrah. Beliau mengatakan: Sesungguhnya hijrah telah berlalu bersama orang-orang yang melakukannya. Saya katakan: Lalu diatas apa engkau membai'atnya? Ia berkata: Di atas Islam, jihad dan kebaikan. {shahih, HR Muslim no:4804 cet, Darul Ma'rifah]

عن عبد الله بن عمر يقول : كنا نبايع رسول الله صلى الله عليه وسلم على السمع و الطاعة يقول لنا فيما استطعت
Dari Abdullah Ibnu Umar Radiyallahu ‘anhu, ia mengatakan: Dulu kita berbai'at kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk patuh dan taat. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan: “Pada apa yang aku mampu” [Shahih, HR Muslim no: 4813 cet, Darul Ma'rifah] Yakni katakan: “Pada apa yang aku mampu” – demikian jelas an Nawawi.

Al Qurthubi (Wafat.671 H) dalam tafsirnya (1:272 cet. Darus Sya'b) mengatakan: Dan jika kepemimpinan telah terwujud…maka wajib bagi rakyat seluruhnya untuk membai'atnya untuk patuh dan ta'at untuk menegakkan kitab Allah Subhanahu wa Ta'ala dan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka barangsiapa yang tidak berbai'at karena udzur dia diberi udzur/maaf dan barangsiapa yang tanpa udzur maka dia dipaksa (untuk berbai'at), agar kesatuan kaum muslimin tidak terpecah.

Anonim mengatakan...

Untuk anonim yang berbicara tentang bai'at , ada beberapa pertanyaan sebelum saya menjawab subhat antum :

1. Coba tunjukan nama-nama dan karakteristik imam yang di bai'at oleh 3 generasi terbaik umat ini dan bandingkan dengan karakteristik bai'atnya umat sekarang.

Misalkan ; apakah imam tersebut ( di generasi terbaik tersebut ) juga seorang ulil amri atau sekedar imam gadungan yang tidak mempunyai wilayah kekuasaan , tidak diangkat oleh mayoritas kaum muslimin , tidak mempunyai kekuatan mempersatukan dan melerai bilama mana ada kelompok kaum muslimin bertikai dll


2. Mana buktinya bahwa manhaj shalafus shalih mengharamkan bai'at ? tentunya antum bukan tukang fitnah kan , ana tunggu jawabannya.
Setiap bai'at yang sesuai tuntunan syariat wajib hukumnya bagi setiap muslim untuk mematuhinya , namun kalaulah bai'at itu bertentangan dengan kaidah dasar bai'at maka tidak ada bai'at.

3. Apakah antum berfikir makna jahiliyah adalah kekafiran ( murtad ) dari islam ? maka kalau itu pemahaman antum harus di koreksi.
Ana tidak akan menjabarkan panjang lebar perihal makna jahiliyah dalam syariat ini karena sudah banyak tulisan yang membahasnya.
Ana cuma saran kepada antum , untuk merujuk pemahaman para shalafus shalih dalam memaknai setiap istilah dalam agama ini .
Istilah tersebut bahasa arab , maka bertanyalah kepada mereka yang alim dalam hal ini dan hubungannya dengan syariat ini , jangan antum maknai sendiri bisa tersesat pemikiran antum.

Banyak hadits yang menunjukan sahabat saja yang fasih berbahasa arab ( dan memang orang arab ) masih bertanya maknanya kepada Rasulullah , bagaimana antum menafsirkan sendiri istilah tersebut ?

hasan mengatakan...

Lanjutan Hukum Baiat.....
Demikianlah syar'inya bai'at, lantas apa hukuman bagi mereka yang tidak berbaiat?
Tentu ia telah meninggalkan sesuatu yang disyariatkan.
Apa hukumannya kafir atau berdosakah dia?
Kalau berdosa, tentu namun untuk dikatakan kafir apa dalilnya?

Barangkali ada orang mengatakan dalilnya adalah Hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
مَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِي عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيْتَةً جَاهِلِيَّةً
Barangsiapa yang meninggal dan pada lehernya tidak terdapat baiat (tidak berbai'at) maka ia meninggal dalam keadaan jahiliyyah. [Shahih, HR Muslim no:4770 cet:darul ma'rifah]
dimana Nabi mengatakan mati jahiliyyah, berarti kafir.

Menjawab pernyataan itu kami katakan bahwa perlu dipahami hal-hal berikut:
1. Secara umum kata jahiliyyah itu sendiri tidak menunjukan kufur karena makna Jahiliyyah terambil dari kata (الجَهْل ) jahl yang berarti bodoh. Jaman jahiliyyah adalah jaman kebodohan, yang dimaksud dalam istilah syariat kita adalah keadaan yang ada padanya orang-orang arab sebelum Islam dari kebodohan terhadap Allah, para Rasul-Nya dan syariat-Nya.
Kebodohan yang dimaksud mencakup beberapa hal:
1. Tidak tahu yang haq.
2. Meyakini lawan dari al haq.
3. Mengatakan sesuatu yang tidak benar apakah dia tahu kebenaran atau tidak.
4. Semua yang menyelisihi apa yang dibawa Rasul termasuk yahudi dan nasrani.
[lihat: Iqtidho’ Shiraatil mustaqim:1/256-259 dan Kitabut Tauhid karya Shalih al Fauzan:21-22]

hasan mengatakan...

Lanjutan Hukum Baiat....
Oleh karenanya sebagian dosa disebut jahiliyyah oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tapi tidak bararti bahwa dosa itu kekafiran sama sekali. Contohnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
أَرْبَعٌ فِي أُمَّتِي مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ لاَ يَتْرُكُونَهُنَّ الفًخْرُ فِي الأَحْسَابِ وِ الطَّعْنُ فِي الأَنْسَابِ وَ الإِسْتِسْقاَءُ بِالنُّجُوْمِ وَ النِّيَاحَةُ
Ada empat perkata pada umatku termasuk karakter jahiliyyah mereka tidak akan meninggalkannya: berbangga dengan kebanggaan nasab, mencela nasab, minta hujan dengan bintang dan meratapi mayat [Shahih, Hadits Riwayat Muslim dari Abu Malik al Asy’ari]
Sehingga kalau hadits diatas ditafsiri kufur hanya karena kata jahiliyyah maka tidak benar.

2. Bahwa kata miitah (مِيْتَةً ) dengan mengkasrohkan mim seperti dikatakan Imam an Nawawi (wafat: 676 H) dalam syarah Muslim (juz :12 hal: 441) Isim ini dalam ilmu nahwu menunjukkan Hai'ah, maksudnya adalah menunjukan keadaan. Jadi artinya:…mati seperti keadaan jahiliyyah. Nah, kesamaan dengan jahiliyyah disini dalam hal apanya? Karena kita tahu bahwa keadaan jahiliyyah itu mencakup banyak hal, kalau dikatakan semua keadaannya sama, tentu tidak benar. Kalau dikatakan sebagian keadaannya, maka pada keadaan yang mana? Untuk mengetahuinya kita perlu kembali kepada penjelasan para Ulama bukan dengan menafsiri hadits semau kita demi kepentingan kita baik secara pribadi atau jama'ah. Untuk itu saya akan nukilkan ucapan para ulama dalam menafsirkan hadits itu.

Imam Nawawi mengatakan maksud hadits itu: Maksudnya seperti keadaan matinya orang jahiliyyah dari sisi mereka itu kacau tidak punya imam [syarh Shahih Muslim:12/441]

Ibnu Hajar (wafat:852 H) mengatakan: Yang dimaksud (mati dalam keaadaan jahiliyyah) adalah keadaan matinya seperti matinya orang jahiliyyah yakni diatas kesesatan tidak punya imam yang ditaati karena mereka dulu tidak tahu yang demikian. Bukan yang dimaksud ia mati kafir, bahkan (maksudnya) mati dalam keadaan maksiat…[fathul bari syarah Shahih Bukhari:13/7]

hasan mengatakan...

Lanjutan Hukum Baiat....
As Suyuthi (wafat: 911 H) mengatakan: Yakni seperti matinya orang-orang jahiliyyah diatas kesesatan dan perpecahan [Zahrurruba, syarah Nasa'I juz:7-8/139]

As Sindi (wafat:1138 H) mengatakan: Yang dimaksud seperti matinya orang-orang jahiliyyah diatas kesesatan bukan yang dimaksud kekafiran [hasyiah/catatan kaki pada Nasa'I juz:7-8/139]

Jadi, dari penjelasan para ulama pada Syarah Bukhari, Muslim dan Nasa'i kita tahu bahwa tidak satupun dari mereka manafsiri kata jahiliyah itu dengan makna kafir, oleh karenanya ambillah keterangan dari mereka.

Barangkali juga ada orang berdalil dengan hadits berikut, untuk mengatakan bahwa orang yang keluar dari jama'ah dan tidak berbai'at kafir, yaitu hadits:
من فارق الجماعة شبرا فقد خلع ربقة الإسلام من عنقه
Barangsiapa yang memisahkan dari jama'ah sejengkal, maka ia telah melepas kalung Islam dari lehernya [Shahih, HR Abu Dawud dengan lafadz ini dan dishahihkan oleh syekh al Albani dalam Shahih Sunan Abu Dawud:4758 dari sahabat Abu Dzar]
Apa sesungguhnya makna 'ia melepas kalung Islam dari lehernya' apakah artinya kafir?

Secara ringkas kita katakan: Tidak, karena kita melihat ancaman/vonis yang sama dengannya dalam sebuah hadits, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
من تولى غير مواليه فقد خلع ربقة الإيمان من عنقه
Barangsiapa (budak) yang berwali kepada selain tuan yang membebaskannya maka Ia telah melepas kalung keimanan dari lehernya
[Shahih, HR ahmad dalam musnadnya:3/332 dan dishahihkan oleh syekh al Albani dalam Silsilah ash Shahihah no:2329 dan dalam Shahih Jami' as Shaghir no: 6181 dengan lafadz : ربقة الإ سلام 'kalung keislaman' ]

hasan mengatakan...

Lanjutan Hukum Baiat....
Al Imam an Nawawi menerangkan hadits yang semakna dengannya dalam syarah shahih muslim katanya: Di dalamnya terdapat larangan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bagi seorang budak yang dibebaskan untuk berwali kepada selain yang membebaskan dan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknatinya …dan ini haram karena ia menelantarkan hak orang yang memberikan nikmat padanya [syarah Shahih Muslim :10/388, cet Darul ma'rifah]

Demikian pula ancaman yang sama ada dalam ucapan Abdullah Ibnu Abbas seperti yang diriwayatkan oleh Abdurrozzaq dari sufyan ats Tsauri dari Ibrahim Ibnul Muhajir dari Mujahid dari Ibnu Abbas bahwa ia menawarkan kepada budaknya kebutuhan pernikahan dan beliau mengatakan: Siapakah diantara kalian yang mau kebutuhan nikah? sesungguhnya tidaklah seorang pelaku zina melakukan zina kecuali Allah akan cabut darinya kalung Islam maka jika Allah ingin mengambalikannya Allah akan kembalikan dan jika Allah tidak ingin mengembalikannya maka tidak Allah kembalikan. [Riwayat Abdurrazzaq dalam al Mushonnaf :7/417]

Pada dua riwayat diatas terdapat vonis 'ia telah melepas kalung Islam dari lehernya' bagi dua pelaku dosa yaitu seorang budak yang tidak berwali kepada yang membebaskannya dan seorang yang melakukan perbuatan zina. Sedangkan kita ketahui bersama dalam pandangan ahlussunnah wal jama'ah bahwa dua perbuatan itu adalah dosa yang tidak mencapai derajat kekafiran dan pelakunya tidak dikafirkan (dipertegas dengan hadits Nabi shallallahu'alaihi wa sallam yang lain bahwa beliau bersabda yang artinya: "Barangsiapa yang mengatakan Lailaha illallah lalu mati diatas kalimat itu maka ia akan masuk surga." Abu Dzar mengatakan, "walaupun berzina dan mencuri ?" Nabi mengatakan "walaupun berzina dan mencuri . Abu Dzar mengatakan,"walaupun berzina dan mencuri ?" nabi mengatakan, "walaupun berzina dan mencuri." sampai ia katakan tiga kali dan yang keempat kalinya Nabi shallallahu'alaihi wa sallam mengatakan: "walaupun abu Dzar tidak suka." kemudian Abu Dzar keluar dan mengatakan, "walaupun Abu Dzar tidak suka". [HR Muslim no:269 cet Darul Ma'rifah] - pen). Sehingga vonis diatas tidak menunjukkan kekafiran.

hasan mengatakan...

Lanjutan Hukum Baiat.....
Demikian pula ketika vonis itu diberikan kepada orang yang tidak berbai'at maka sama saja maknanya yakni tidak keluar dari Islam menuju kekafiran, namun jatuh dalam pelanggaran terhadap hukum-hukum Allah, sebagaimana kita akan lihat penjelasan ulama pada kata خلع ربقة الإسلام من عنقه 'ia telah melepas kalung Islam dari lehernya':

Mari kita melihat keterangan para ulama:
Nu'aim bin Hammad mengatakan kepada Sufyan bin 'Uyainah: apa pendapatmu tentang sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: 'Barangsiapa yang meninggalkan jama'ah maka ia telah menanggalkan kalung Islam dari lehernya' maka Sufyan bin 'Uyainah mengatakan: Barangsiapa yang meningalkan jama'ah ia telah menanggalkan ketaatan kepada Allah dan tidak berserah diri kepada perintah-Nya, kepada Rasul dan kepada pimpinan dan saya tidak mengetahui seseorang diberi hukuman lebih dari hukuman mereka ……Ini pada orang-orang Islam [at Tamhid karya Ibnu Abdil bar 21:283]

Al Khattabi (wafat:388 H) mengatakan:
Ribqoh artinya sesuatu yang dikalungkan di leher binatang..(Maksudnya) dia telah tersesat dan binasa dan menjadi seperti binatang jika dilepaskan dari kalungnya yang terikat padanya maka binatang tersebut tidak aman dari binasaan dan hilang [Aunul ma'bud syarh sunan Abu Dawud:13/72-73]
Al Mubarakfuri mengatakan: Ribqoh…maksudnya apa yang diikatkan oleh seorang muslim pada dirinya dari ikatan Islam yakni batasan-batasannya, hukum-hukumnya, perintah-perintah dan larangannya. Sebagian mengatakan: ia telah membuang perjanian Allah, membatalkan tangung jawabnya yang melekat pada leher-leher hamba. [ tuhfatul Ahwadzi syarah sunan at Tirmidzi :8/131]
Al Munawi mengatakan: (Maksudnya) menyepelekan aturan-aturan Allah, perintah-perintah-Nya dan larangan-larangan-Nya serta meninggalkannya secara keseluruhan [faidhul Qodir:6/11]
As Suyuthi mengatakan: Maksudnya apa yang diikatkan oleh seorang muslim pada dirinya dari ikatan Islam yakni batasan-batasannya, hukum-hukumnya, perintah-perintah dan larangannya. [Syarh Suyuthi pada sunan an Nasa'i:8/65]

Demikian kata para ulama, tidak terdapat dari mereka tafsir bahwa maksudnya kafir dan keluar dari Islam. (Dikutip dari tulisan Al Ustadz Qomar Su'aidi, Lc, judul asli "Bai'at", yang diberikan via disket oleh al Akh Abu Muhammad Syu'bah)

hasan mengatakan...

To Anonim yang mengatakan...

ASWAJA dan sambunganya ASWAJA

Bahwa jika membentuk jamaah dan mengangkat imam adalah perkara yang tidak wajib maka tentulah para sahabat r.a tidak akan bersusah-payah bermusyawarah mengangkat khalifah hingga mereka menunda pengurusan sekaligus pemakaman jenazah Rasulullah s.a.w.
-----------------------------------
aku tidak tahu apakah anonim ini orang LDII atau bukan,tapi seandainya anonim ini orang LDII aku hanya ingin mengatakan... sungguh anda sudah sedikit ada kemajuan, yaitu komentarnya bahasanya sudah pakai bahasa2 ahlussunnah padahal bahasa2 seperti ini sangat asing di LDII karena mereka gak mengenal ahlussunnah malahan yang populer bahasanya IMAM yakni bahasa jawa dan filosofi2nya,
saya sarankan kepada anonim ini kalo mau membantah bantahlah yang ilmiyah,caranya pahami betul2 tulisan2 yang akan di bantah terus bantahanya di beri rujukan kiab2nya apa dan ulama2nya siapa jangan ASBUNY dengan ro'yinya supaya kita bisa sama2 saling mengecek rujukan tersebut dan ternyata kalo kita salah kita bisa rujuk kepada pemahaman para ulama yang baik keilmuanya, karena di LDII sendiri juga gak boleh taklid dan ro'yu, harus ada dasar dalilnya kalo ucapan ucapanya IMAM siapa? Imam Nurhasan apa Abdudhohir
apa Sulton aulia,kalo syeh syeh siapa? apa syeh kasmudi apa syeh kolil apa aziz, kalo kitab kitabnya apa? apa koran bulanan apa hasil notulen daerahan apa makalah CAI wonosalam, yang ilmiyah dikit doong....pembahasan BAIAT oleh Ustdz Qomqr Suaidi Lc aja, tu anda bisa baca sendiri komplit rujukanya ulama dan kitabnya, juz dan halamanya sampe2 penerbitnya juga ditulis tuh....

ayo mas anonim saya tunggu bantahanya tentang pembahasan BAIAT tapi bacanya yang teliti ya jangan salah seperti diatas, perlu saya tegaskan bahwa gak ada mas yang mengingkari di syari'atkanya BAIAT kepada IMAM.... ayo baca yang jeli jangan ASBUNY

kopet salapret mengatakan...

nabi saja mendirikan keamiran g seruwet pembahasan ini emang ente ngikuti siapa sih ngikuti nabi pa ngikuti pendapat2 para ulama dan kita tahu tiap2 ulama punya pendapat masing2 tentang masalah ini dan beliau2 berpendapat sesuai dengan apa yang di lihat dialami umpama sekarang ada keamiran dan tidak memenuhi persyaratan yang ditulis beliau2 pa terus g syah?

Anonim mengatakan...

sy menduga yang menulis ttg ASWAJA ini bukan orang LDII.

orang lain yang nyasar di sini. :))

sy sarankan. kepada siapa pun non LDII atau eks.. silahkan nonton sj. karena komentar2 anda hanya bikin bingung saja... itu karena anda tidak mengerti masalah.

masalahnya ini skrg org2 LDII bikin imamah, lalu yang tidak baiat pada imamnya adalah neraka, padahal dia tidak pernah mengumumkan bahwa dia punya imam, bahkan sebaliknya bersumpah2 bahwa dia tidak punya imam.

berikutnya, eks LDII yang sekarang keluar dari firkoh LDII, menuju jama'atul muslimin, kembali kepada jamaah yang sebenarnya, yang dipimpin oleh seorang penguasa muslim, bagaimanapun jelek dan buruknya pemimpin dan kebijakannya, demi persatuan kaum muslimin.

Ibn Hasan.

Anonim mengatakan...

utk yang nulis

"nabi saja mendirikan keamiran g seruwet pembahasan ini emang ente ngikuti siapa sih ngikuti nabi pa ngikuti pendapat2 para ulama" di atas..

anda ini gimana yaah? anda tau gak kalo nabi itu kepala negara?

nah, sekarang mo ngikutin siapa?

ibn Hasan.

goblok salapret mengatakan...

saking keblingerny orang salapret mo sok amirny presiden ya kalau presidenny non muslim terus gi mn berati yg di bali tu amirny orang salapret itu orang hindu hiiiiiii takuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut

Anonim mengatakan...

klo presidennya org kafir atau wanita,

ya berarti kan kondisinya kaya hudzayfah yg diwasiati oleh Nabi utk uzlah menjauhi firqoh2 yg ada,
ketika tidak ada amir & jammaatul muslimin..

begitu kan rekan2?

Anonim mengatakan...

Ustadz Qomar setau saya, adalah salah satu ustadz yg rajin mengingatkan sodara2 di LDII.

di tulisan diatas beliau mencoba membuka pemahaman dangkal para khawarij, termasuk LDII, tentang baia't..

Anonim mengatakan...

kalo ada yang berniat baik mencari ilmu & pemahaman ahlussunnah wal jamaah,

ikuti kajiannya di daerah2 anda :

http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1244

Anonim mengatakan...

"nabi saja mendirikan keamiran g seruwet pembahasan ini emang ente ngikuti siapa sih ngikuti nabi pa ngikuti pendapat2 para ulama" di atas.."

soalnya di LD** yang diajarkan cuma 5 bab.....jd melihat ternyata banyak sekali ulama' ahlu sunnah dan begitu detil penjelasannya dia jadi mumet, otake gak bisa berpikir, dari lahir ceprot sampe beruban yang dikaji cumaaaa 5baaaab terus

Anonim mengatakan...

KALO ADA YG BERNIAT MENCARI ILMU KARNA ALLAH, KUNJUNGI KAJIAN AHSLUSSUNNAH DI DAERAH2

ANDA :

http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1244

Anonim mengatakan...

JAUHILAH PEMAHAMAN LDII YG BAHKAN TIDAK BERANI MEMBEBERKAN BITONAHNYA DI DEPAN

KHALAYAK UMUM.

MEREKA MERASA BENAR, TAPI MALAH TAKUT MEMBEBERKAN "KEBENARANNYA" ITU !!

KARENA MEREKA MERAHASIAKAN AJARANNYA YG MENYIMPANG (BITONAH), MAKA BISA DIPAHAMI

KETAKUTAN MEREKA ITU

Anonim mengatakan...

selama sekian puluh tahun Jamaah354/LDII di bentuk, hasilnya cuman kader2 yg sombong, Angkuh thd Ilmu yg shohih. Kalaupun SAAT ini ada sebagian orang2 yang sebaliknya, pastilah mereka itu sudah rujuq hatinya, walaupun masih harus di dalam jamaah.

Buat orang pusat, sudahilah sandiwara murahan ini. Jamaah perlahan2 sudah mulai pinter memilah2 mana yg haq dan mana yg bathil.

Salam2 dari
Jamaah yg hatinya sudah murtad dari doktrin sesat pusat.

Anonim mengatakan...

karena
saking keblingerny orang salapret mo sok amirny presiden ya kalau presidenny non muslim terus gi mn berati yg di bali tu amirny orang salapret itu orang hindu hiiiiiii takuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut
--
80% masyarakat indonesia adalah muslim. probabilitas untuk memiliki kepala negara non-muslim itu sangatlah kecil sekali. sehingga pernyataan orang jamaah 354 yang mengatakan "bagaimana kalau penguasa negara ini adalah non-muslim?" adalah sesuatu yang berlebihan dan tidak terukur. kalaupun tetap berkhayal: bagaimana penguasa negeri ini kalo dari kalangan non-muslim?. Rasulullah sendiri sudah memberi exit-doornya untuk menghadapi situasi seperti itu yaitu pada hadits hudzaifah yang mengatakan apabila tidak dijumpai imaroh/imamah jamaah muslimin maka tindakan yang diambil adalah menjauhkan firqoh (bergolong2an, dimana wala dan bara diacukan pada golongannya, sehingga yang tercipta adalah ukhuwah hizbiyyah dan bukan ukhuwah islamiyyah.bahkan besar kemungkinan terjadi aksi takfir seperti yang 354 lakukan).adapun pemerintah daerah/provinsi bukanlah imaroh/imam.


imaroh dinegeri ini dipegang oleh pimpinan tertinggi daulah ini. kalaupun ada gubernur yang non muslim seperti di bali, itu tidaklah menjadi soal. karena jamaah muslimin dinegeri ini adalah seorang muslim. gubernur hanyalah bawahan menteri dalam negeri. jadi apabila ada gubernur nonmuslim diindonesia, tidak bisa dijadikan pembenaran untuk membuat daulah ilegal macam imamah 354

Anonim mengatakan...

"MEREKA MERASA BENAR, TAPI MALAH TAKUT MEMBEBERKAN "KEBENARANNYA" ITU !!"

PADAHAL HARUSNYA DISEBARKAN KE SELURUH DUNIA YA KALO MEMANG BENAR, DI BUAT BUKU SEBANYAK-BANYAKNYA,DISEBARIN LEWAT INTERNET DAN KAJIAN-KAJIAN UMUM...AMAR MA'RUF GITU...TATATATATATATATATATPIPIPIPIPIPIPIPIPI
KENAPA MALAH DISEMBUNYIKAN???!!!!!

ANEEH..ANEEH..

Anonim mengatakan...

Ibarat "katak dalam tempurung yang berkacamata kuda".
Mau tidak mau/ Laa jaroma/ laa budda, Mereka melalui fase2 ini:
1.Raja katak dan wazir2nya sangat diagungkan dihormati krn mrk dinilai sebagai super hero penunjuk jalan tunggal masuk surga selamat dr neraka. Maka lahirlah produk2 hukum yang tdk berprikemanusiaan, maaf tidak berprikekatakan yg mengatas namakan Quran dan Sunnah.
2.Banyak suara katak jelata yg meyakini hukum2 itu menyimpang, tp mrk tdk mau, takut menyuarakannya kepd raja katak. Ketika ada yg menanyakannya kpd raja katak, mk ia langsung dicap "katak tdk taat, katak yg tdk paham, katak yg resolusi, katak yg sakit hati, katak yg mau jd raja katak, dll. Bahkan ia digelari sebagai katak yg kafir, murtad, kilabunnar, dn lain sebagainya yg jelek2. Akibatnya para katak lainnya semakin takut tuk menyuarakan kebenaran yg mrk ketahui tlh disimpangkan.
3.Raja katak dn para wazir sdh mrasa nyaman yg tinggal menerima sgl bentuk pemenuhan kebutuhannya hingga koreksi2 ats kesalahan produk hukum itu diabaikan, bahkan hukumnya smkn ditambah untuk menjaga agar tempurungnya ttap kokoh dan in comfort zone.
4.Gejolak smakin besar berkecamuk ktk seekor katak berhasil kluar dr tempurung itu dan menjelma mnjd manusia. Akhirnya tempurungnya jd retak dan mulai pecah sedikit demi sedikit hingga cahaya terang matahari mulai masuk menyinari.
5.Katak2nya sdh mulai meyakini bahwa ada banyak makhluk di luar sana yg jauh lebih hebat dari pada dirinya krn mendengar suara2 yg merdu melebihi suara para katak di dalam tempurung itu.
6.Kacamata kudanya mulai terbuka sedikit demi sedikit sehingga banyak katak yg sdh bisa MELIHAT yg sebenarnya. Lalu katak2 itu menuntut kpd rajanya tuk menunjukkan yg SEBENARnya.
7.Tempurungnya akhirnya pecah, kacamata kudanya terlepas dan katak2nya TERPERANGAH melihat banyak makhluk yg lbh hebat drpd mrk, kataknya juga ingin menjadi MANUSIA krn sdh menyadari pembodohan yg slm ini mrk rasakan. Yg sdh jd MANUSIA tdk akn lagi mau kmbl jd katak.
(maaf ini hanya gambaran belaka)

Anonim mengatakan...

utk yang nulis:

"saking keblingerny orang salapret mo sok amirny presiden ya kalau presidenny non muslim terus gi mn berati yg di bali tu amirny orang salapret itu orang hindu hiiiiiii takuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut"

ini orang yang belum banyak mengerti penjelasan jamaah. sudah lama merasa berada di dalam jamaah (ldii) tapi malah belum bisa memehami jamaah secara komprehensif.

jama'ah itu pengertiannya 2, bos.
jama'atul haqq, dan jama'atul abdan.

mau suatu saat secara fisik tidak berjamaah krn pemimpin negaranya org wanita, atau non-muslim. maka ini bukan berarti keadaan kita tidak berjamaah.

tidak berjamaah secara fisik, bukan berarti tidak jamaah secara haqq.

maka org yang uzlah pun disebut berjamaah. maka ketika Ibn Mubarok ditanya, apa itu jamaah??, beliau menjawab "jamaah itu abu bakr dan umar" . demikian pula pernyataan dari Sufyan at-Tsauri kepada syu'aib bin harb yaitu "abu bakr dan umar" lalu "Utsman dan ali".
ini arti jamaah secara haqq.

maka sy mengerti bahwa selama ini teman2 di ldii mengerti jamaah hanya secara fisik/abdan. maka ketakutan mereka nanti dipimpin oleh presiden perempuan, non-muslim, membuat mereka takut dan akhirnya malah membuat imamah baru.. imamah yang tidak memiliki kekuasaan, bahkan utk menghentikan pembentukan imamah2 baru setelahnya.

kalau ada kaidah pembolehan membuat imamah, meskipun tidak punya kuasa, dan sembunyi2. maka setiap orang bisa menjadi imam. diangkat oleh momunitanya, atau keluarganya, dan dibai'at menjadi imam mereka, dengan alasan menetapi jamaah secara fisik.

saya pun bisa menjadi amir kalau seperti itu adanya. tapi tentu sy akan bingung menentukan batasan2 pengkafiran ketika ada orang yang tidak baiat kepada saya, krn sy akui bahwa sy tidak mengumumkan eksistensi sy sebagai imam.

sy juga akan bingung menetapi perintah rasulullah, bahwa ketika engkau telah persatu, dan datang imam yang lain utk memecah belah, dengan mendirikan imamah baru, maka bunuhlah yang baru itu... sy tidak akan mampu melakukannya karena saya bahkan tidak dikenal, maka apa salah bagi orang yang mau mendirikan imamah setelah imamah sy? toh dia tidak tau kalau ada keimaman saya yg sudah lebih dulu ada.


ibn Hasan.

Anonim mengatakan...

Yang dilakukan rasullullah ketika pertama kali diutus menyampaikan kebenaran adalah menyampaikan pada semua penduduk mekah yang musyrik.

Rasullullah tidak melakukan rahasia/diam-diam/fbbl dalam menyampaikan kebenaran.

penduduk mekah semuanya dikasih tau tentang kebenaran itu.

bagaimana mungkin org2 kafir mekah bisa mengetahui kebenaran & kesesatan mereka seandainya kebenaran itu disembunyikan / dirahasiakan / fathonah bithonah budi luhur ?!??

Anonim mengatakan...

KEMUNGKINANNYA CUMAN SATU !!!

YANG DIRAHASIAKAN & DISEMBUNYIKAN ITU ADALAH KESESATAN YANG MENYELESIHI IJMA UMAT MUSLIM, SEHINGGA LDII TAKUT BITONAH (RAHASIA AJARAN)NYA KETAUAN !!

Anonim mengatakan...

Subhanallah...
Alhamdulillah...

Syukron, barokallah fiik...
jaza kallahu khoir to yg menulis aswaja...

Saya baru benar2 terbuka setelah sejak thn 2003 mengenal salafi...

jaza kallahu khoir utk pendiri blog ini juga...

Anonim mengatakan...

TO PENULIS ASWAJA yg nulis :

"Bahwa jika membentuk jamaah dan mengangkat imam adalah perkara yang tidak wajib maka tentulah para sahabat r.a tidak akan bersusah-payah bermusyawarah mengangkat khalifah hingga mereka menunda pengurusan sekaligus pemakaman jenazah Rasulullah s.a.w."

TIDAK DIRAGUKAN PENTINGNYA SEORANG PEMIMPIN/KOORDINATOR KETIKA MENGURUSI PERKARA ORANG BANYAK,

HAL INI DIPERKUAT DENGAN DALIL SAFAR 3 ORANG ITU.

ANTUM & WARGA LDII BERPRASANGKA BERIMAM / BERJAMAAH UNTUK MENGIKUTI JEJAK NABI & PARA SAHABAT,

TAPI ADA SATU HAL KELEWAT !!!
HAL INI SANGAT VITAL.

YAITU ANTUM TIDAK MENIRU KAIDAH-KAIDAH MEREKA DALAM MENDIRIKAN KEAMIRAN ITU !!!

- ABU BAKAR DIBEAT DENGAN KESEPAKATAN PERWAKILAN SELURUH KAUM MUSLIM.

- ALI MENGUMUMKAN PERIHAL PEMBEATAN DIRINYA KE SELURUH PENJURU NEGERI.
DIMANA MUAWIYAH CS DI SYAM MENOLAK BEAT PADANYA, KEMUDIAN ALI BERANGKAT DGN PASUKAN PERANGNYA KE SYAM.

- AMIR ADALAH ORANG YANG BISA MEMENUHI DALIL2 TTG SIFAT/KEWAJIBAN SEORANG AMIR

Anonim mengatakan...

Satu persatu rekaman pengakuan para mantan pentolan 354 dibuka di sini.

mohon bantuannya supaya pengakuan mubaligh tarakan diupload di 4shared agar saya mudah mendownload dan menyebarkannya ke poro sedulur jamaah yg lainya.

Anonim mengatakan...

Astaghfirullah...
Astaghfirullah...
Astaghfirullah...

Aku mohon ampun dan bertaubat padaMu ya Allah atas kekhilafan menjadi orang yang dengki dan mengikuti ajaran kedengkian2 yang menjadi ajaran dalam dauroh2 salafi...

Aku mohon perlindunganMu atas penyimpangan dan mohon ketetapan keimanan dalam agama yang Haq diatas jalan yang Engkau Ridhoi...

Aku bersyukur, Alhamdulillahilladzi Hadana lihadza wa maa kunna linahtadiya laula an hadanallah....

Aku telah ruju' ilal haq pada jalanMu dengan tetap menjalankan Quran hadits secara berjamaah, setelah sekian lama dalam kubangan kedengkian salafi dalam pemelintiran ayat2 dan hadits2 demi memngedepankan kedengkiannya semata, na'udzubilla min dzalik...

jaza kallahu khoir to mas Aswaja atas pencerahannnya sehingga bisa ruju' ilal haq dan bukan ruju' ilad dholal seperti masa2 kelam bersama mereka salafi...

eks354 mengatakan...

inilah linknya pengakuan mubalig daerah tarakan

http://www.4shared.com/video/9awm-zuz/Pengakuan_Mubalegt_Daerah_Tara.html
http://www.4shared.com/video/zjn5VNV1/Pengakuan_Mubalegt_Daerah_Tara.html
http://www.4shared.com/video/re9CUJy1/Pengakuan_Mubalegt_Daerah_Tara.html
http://www.4shared.com/video/kABlsluU/Pengakuan_Mubalegt_Daerah_Tara.html

Anonim mengatakan...

Cobaan, fitnahan, gegeran berulang kali terus menerus menimpa pada agama yang haq menjadi sejarah dan ayat2 Alloh yang harus kita yakini sebagai seorang muslim...

Jangankan seorang Nur Hasan sbg orang biasa yang hanya menyampaikan kemurnian agama ini, semua Nabi pun digegeri, dirintangi, di fitnah sebagaimana talafi melakukan rintangan/cemoohan/hujatan kpd perantara agama yang haq ini...

Adakalanya nabi dikatakan tukang sihir (seorang Nur Hasan pun di anggap sbg tukang sihir oleh mereka)

Adakalanya Nabi dianggap membawa agama yang baru (seorang Nur Hasan pun dianggap membawa bid'ah/pembaruan)

Adakalanya Nabi dianggap tukang kawin dan tdk sesuai syar'i dalam quran utk menikah max 4 org wanita, dan lain2 gegeran, fitnahan, cemoohan, hujatan yang banyak lagi....

Maka, sejarah akan terulang kembali, islam tdk mengajarkan kedengkian, islam mengajarkan kedamaian, dan yang pasti islam TIDAKLAH mengajarkan untuk menyerang, membawa panji2 permusuhan/kedengkian, hujatan dan kedengkian walaupun kepada golongan lain...

Sejarah berulang kembali, bahwa agama yang haq diatas Quran Hadits pasti akan selalu dibenci, dicemooh, dihujat dan dianggap sebagai barang yang asing dan baru...

Laa haula walaa quwwata illa billah...
Allohumma tsabbit jamaatana 'alaa dinika...
Yaa muqolibal qulub tsabbit quluubana 'alaa dinika...

Anonim mengatakan...

Alhamdulillah pencerahannya mas anonim diatas sangat bermanfaat untuk tetap mengingatkan beratnya atas memegang kebenaran dan agama yang haq diakhir zaman ini, sbgmn menggenggam bara api...

Saya tambah mantabs dan insya Allah akan istiqomah atas menjalani agama yang haq ini sampai ajal menjemput...

Anonim mengatakan...

Berapa ayah
Berapa Ibu
Berapa Kakak
Berapa Adik
Berapa Anak
Berapa kakek
Berapa Nenek
Berapa Paman
Berapa Bibi
Berapa sanak famili
Berapa handai Taulan
Berapa sahabat
Berapa orang yang kita kasihi

….. yang jatuh ke dalam ajaran nurhasan al ubaidah atas nama netepi quran hadis jamaah yang ditafsirkan dengan batil
…. yang jatuh pada keyakinan bahwa semua orang islam diluar golongannya adalah kafir dan ahlu neraka
…..yang jatuh pada kesombongan dan keujuban dalam beribadah


Mudah2an Allah menyadarkan semua sanak famili , keluarga kita dan semua sedulur kabeh yang masih terjerat ajaran nurhasan al-ubaidah dan system 354-nya hingga bisa ruju ilal haqq

amiin..amiin..amiin

Anonim mengatakan...

Mas Anonim diatas lebay ih! udah basi mas acting murahan kalian itu. Kalian kan sebenarnya yg menyebarkan benih kebencian thd golongan di luar kalian dengan tuduhan semuanya KAFIRR..selain jamaah LDII.

mas...mas...sudah di kasih tau yg nongkrong di blog ini adalah para mantan pentolan 354 jadi udah tau banget Bhitonah2 kalian itu. Bahkan saat ini selain ex 354 juga udah tau Acting kalian itu. Jijay..sama 354, khususnya para petingginya yg kemaruk.

Anonim mengatakan...

takfir dalam jamaah 354 itu bukan fitnah, tapi fakta

orang yang keluar dari jamaah 354 dicap MURTAD. dan ini diulas dipengajian-pengajian kelompok.

Murtad??

Murtad itu adalah keluar dari agama islam dan jatuh dalam kekufuran

lalu orang-orang yang keluar dari 354 disebut murtad...ini semua berangkat dari pemahaman dan keyakinan bahwa diluar jamaah 354 itu adalah kafir.

vonis murtad bagi orang yang keluar dari jamaah 354 bukan hanya dipahami secara kolosal oleh jelata 354 tapi diperburuk tapi disponsori, digalakkan dan digembor2kan oleh keamiran, wakil 4 dan kroni2 nya. ya Allah ya robbi..

Anonim mengatakan...

Yaa dzal jalali wal ikrom bukakanlah petunjukMu atas orang2 yang dengki dan memusuhi pada kami...

Yaa dzal jalali wal ikrom tetapkanlah jamaah kami atas agamaMu dan tolonglah pada kami atas orang2 yang memusuhi pada kami, yang menghendaki mematikan pada agama yang Haq berdasarkan Quran Hadits Jamaah ini...

bocah lampung mengatakan...

To anonim yang nulis
Astaghfirullah...
Astaghfirullah...
Astaghfirullah...
-----------------------------------
taubatlah kepada allah dengan sebenar2nya taubat (taubat nasuha) anda telah jatuh pada tuduahan yang batil/tanpa bukti dan saksi

anda mengatakan dauroh2 salafi mengajarkan kedengkian dan memelintir ayat2 dan hadis2

wahai saudaraku....cobalah buka sedikit saja mata hatimu, cobalah tanggalkan sejenak taklid butamu

cobalah koreksi dirimu, siapakah kamu yang sebenarnya sudah sejauh manakah ilmu quran hadis yang kamu pelajari dan kuasai serta amalkan

begitu kamu lantangnya menuduh dauroh2 salafy mengajarkan kedengkian

ayolah coba kita jujur pada diri kita sendiri siapakah sebenarnya yang suka mencaci maki orang luar (NON LDII) sampe2 kita menjuluki orang selain kelompok kita LDII dengan HUM(mereka orang kafir) AHLI KITAB(karena yang dipelajari/kaji kitab2 karya ulama2) sementara kita sendiri tidak sadar bahwa kitab2 hadis itu juga hasil jerih payahnya para ulama mengumpulkan dan menulisnya
dan menggelari orang2 selain LDII dengan AHLI KITAB inipun karena Nurhasan salah tafsir dan memangkulkan surat AL BAYYINAH, kamu jangan mengingkari karena bapakku termasuk orang yang mankul langsung ke Nurhasan sekarang saya sekeluarga ada di lampung
ayo saudaraku....

Anonim mengatakan...

Nabi dicela, dihina & disiksa oleh orang kafir mekah, tapi beliau tidak lantas merahasiakan ajarannya (tidak bitonah kaya ldii).

beliau terang-terangan karena yakin pada kebenaran yang dibawanya!!

sedang ldii?? mereka sembunyi dalam tanah karena 'kebenaran' yang mereka yakini adalah kesesatan nyata yg menyelisihi ijma kaum muslim seluruh dunia

Anonim mengatakan...

Aku telah ruju' ilal haq pada jalanMu dengan tetap menjalankan Quran hadits secara berjamaah, setelah sekian lama dalam kubangan kedengkian salafi dalam pemelintiran ayat2 dan hadits2 demi memngedepankan kedengkiannya semata, na'udzubilla min dzalik...

==============

anonim diatas sangat jelas DUSTANYA !!
tidak mungkin orang yg tau kebenaran memilih kebatilan.

apalagi dgn statement :

"Aku telah ruju' ilal haq pada jalanMu dengan tetap menjalankan Quran hadits secara berjamaah"

Agama dia bukan Islam yang berlandaskan Quran & sunnah,
tapi agama nurhasan yang berlandaskan Quran hadits jamaah

Anonim mengatakan...

Ribuan cercaan, makian, hujatan maupun cobaan yang datang atas agama yang haq berlandaskan Quran Hadits secara berjamaah merupakan pembawaan agama yang Nabi dan para sahabatnya jalani...

Kami yakin atas janji Alloh atas pertolongannya, kemenangannya dan surganya atas istiqomah dalam islam yang berlandaskan Quran Hadits berbentuk Jamaah, sebagaimana yang telah dilalui perjuangannya oleh para Nabi dan sahabatnya...

Walaupun talafi membenci, menghujat dan mencemooh, kami tetap membuka dan menengadahkan tangan ini untuk kebaikan dan memohon petunjuk Alloh atas kalian agar bisa kembali dan ruju' ilal haq atas perjuangan agama yang haq ini...

Anonim mengatakan...

apakah Allah akan menolong sebuah kelompok yang tega mengkafirkan orang islam diluar golongannya secara generalisir?

Apakah Allah akan memuliakan sebuah kelompok yang ujub dan arogan dalam beribadah, sehingga berkeyakinan hanya kelompoknyalah yang ibadahnya diterima sedangkan orang islam diluar kelompoknya dinilai ibadahnya tidak sah? taik bonjrot? dan masuk neraka?

bukankah tangan Allah beserta Al Jamaah dan bukan berserta firqoh?

Bukankah Allah dan Rasulullah memerintahkan untuk menjauhi firqoh?

semoga sedulur 354 semuanya Allah selamatkan dari bahaya firkoh, hizbi,khawarij dan takfirinya dan menyelamatkan dari ajaran-ajaran menyimpang dari pemimpin2nya hingga bisa kembali pada manhaj yang lurus

Anonim mengatakan...

apabila LDII merasa digegeri, janganlah menyamakan dirinya sebagaimana Rasulullah digegeri.

Ahmadiyahpun digegeri. apa karena ahmadiyah digegeri lantas itu dijadikan patokan bahwa ahmadiyah itu benar?

Lia Eden digegeri.apa karena Lia eden digegeri lantas itu dijadikan patokan bahwa Lia Eden itu benar?

mengapa ajakan ruju ilal haq ditafsirkan sebagai gegeran/cobaan? apa karena hujjah yang datang pada jamaah 354 sudah tidak bisa ditepis lagi, lalu panik dan menyebutnya ini sebagai gegeran/cobaan?
mengapa masih bersombong diri sehingga al haq ditolak dan lebih bertaklid pada ajaran pembesarnya yang seolah ma'shum?

Anonim mengatakan...

Ribuan cercaan, makian, hujatan maupun cobaan yang datang atas agama yang haq berlandaskan Quran Hadits secara berjamaah merupakan pembawaan agama yang Nabi dan para sahabatnya jalani.

----

Yang hobinya memaki dengan kata2 tidak sopan bukannya dari pihak LDII ?!? Coba aja liat diatas banyak contohnya..

Camkanlah, yang Nabi wariskan adalah Qur'an & sunnah beliau, bukan Quran hadits jamaah.

dalil itu saja telah antum/LDII selisihi..

Anonim mengatakan...

Ngegosip, ghibah, ngrasani, menggunjingkan, semua itu sm-sm prbuatan menjijikkan, sm spt memakan bangkai saudaranya sndiri. Jk yg dipergunjingkan itu trnyata sesuatu yg tdk benar mk timbulnya adalah fitnah. Bg yg digunjingkan/difitnah jk brsabar, akan mndapat jarahan amal kebaikan dari org2 yg menggunjingkan/menfitnah...

Maka bersabarlah wahai kawan2 di LDII atas cobaan yang menimpa kalian...

Anonim mengatakan...

Hihihihihi....LDII ngomongi dirinya sendiri. MALING TEREAK MALING.

Denegrin aj rekaman nasehat penerobos pusat. Isinya : Ngegosip, ghibah, ngrasani, menggunjingkan.

Anonim mengatakan...

masya' Allah...
Sebegitu besarkah mata anda tertutup sehingga tdk melihat blog ini yang isinya selalu menggunjing, gosip, ghibah dan ngerasani????

Sesungguhnya aku pasrahkan padaMu ya Allah atas upadaya pergunjingan mereka dalam blog ini....

Bukakanlah tutup penghalang kebenaran dari mata, telinga dan hati mereka ya Allah...

Anonim mengatakan...

Mas di atas tuambah LEBAY...
wes to mas, wong2 njobo wes podo ngerti. Ra usah mbujui maneh, waleh mas...jeleh mas...

mendingan Dongo panjenegan buat pengurus pusat yg tomok dan jahat sebab telah membohongi jamaah.

Anonim mengatakan...

Beginilah kelakuan orang dengki dan telah keluar dari watak yang dicontohkan Rosulullah...

Semua doa, kebaikan dan peringatan dibalas dengan kejelekan-kejelekan dan pergunjingan, semoga Allah benar2 membuka mata hati mereka talafi dari kebenaran yang bisa merubah akhlaq kedengkian yang menjadi doktrin mereka...

«Paling tua ‹Lebih tua   1 – 200 dari 236   Lebih baru› Terbaru»