بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

"WAHAI BAMBANG IRAWAN CS KAMI AKAN MEMBUNUHMU"

setelah pengurus islam jamaah gagal melakukan upaya dengan memberitahukan kabar dusta pada jamaah tentang kematian Bambang Irawan Hafiludien, di tambah lagi dengan isu bahwa pada saat kuburannya di gali di temukan bahwa lidahnya menjulur.maka adalah sebuah keherenan bagi jamaah tatkala mereka melihat dan mendengar ternyata Bambang Irawan masih hidup.mereka bertanya-tanya.."loh kok orang udah mati BISA hidup lagi? atau pengurus kita dusta dalam nasehatnya?".



apalagi jiwa kesemangatan Bambang Irawan masih menggebu-gebu walau sering kali akibat dakwahnya beliau di intimidasi alhamdulillah beliau terus gencar berdakwah kepada masyarakat akan kesesatan Islam jamaah "354" dari dulu hingga kini.
pemberitaan tentang dakwahnya selalu jadi bahan utama di media massa,hingga membuat telinga para jamaah 354 yang taashub merasa geram atas dakwahnya beliau dan berhasrat ingin membunuhnya.

bahkan di antara mereka ada yang telah bertobat mengaku pernah menawarkan diri untuk membunuh pada Bambang Irawan.dengan matang beberapa dari mereka berdiskusi agar tidak terkesan pembunuhannya dilibatkan dengan dakwahnya.maka pembunuhan akan di lakukan dengan motif bukan karna ingin membela LDII/islam jamaah akan tetapi motif pembunuhan atas dasar dendam pribadi,sebagian lainnya mengaku bahwa siap membunuh Bambang Irawan dengan modus yang lain.

ceritanya tidak berakhir di situ saja,bahkan hingga saat ini beberapa dari anggota 354 yang telah keluar di intimidasi,di teror dan di ancam mau di bunuh,ada juga yang mau di gorok,ada yang dikarantina sekaligus di aniaya dan lain sebagainya.berita ini kami dapatkan dari saksi hidup yang pernah berjuang kepentingan ISLAM JAMAAH.

sungguh....beginilah aqidah mereka...yang tidak ikut kelompoknya di anggap kafir...dan yang keluar dari kelompoknya di vonis murtad...kedua-duanya di mata petinggi 354 adalah sama yakni "HALAL DI BUNUH,HALAL HARTANYA,HALAL DARAHNYA"

metode 354 menggeret mangsa/amar makrufan

syukur alhamdulillah...ternyata semaki banyak yang mau terbuka akan dakwah memberitahukan pada segenap manusia akan bahayanya aqidah 354. disini penulis akan membuka kembali lembaran "metode 354 menggeret mangsa/amar makrufan".dalam hal ini akan kami rinci sebagaimana mestinya.yakni sesuai dengan lapangan yang pernah kami tempuh dan tentunya semua adalah di bawah perintah imam.

mencari pengikut disini oleh kalangan 354 sering di sebut mencari penginsaf atau amar ma'rufan,penginsaf disini bukannya mengajak non muslim utk masuk islam akan tetapi orang-orang islam pada umumnya yang diajak untuk masuk ke dalam kelompok mereka.tandasnya"semata-mata mencari surga selamat dari neraka"dengan ngikut kelompoknya.hakikatnya dalam kacamata 354 bahwa orang islam selain kelompoknya di anggap kafir makanya wajib di insafkan. jarene"surganya mereka orang luar ada di mulut kita,kalau kita tidak buka mulut maka surga mereka tertutup".

begini dakwahnya mencari pengikut...sesuai dengan arahan imam "til cantol patil/ikan yang bersungut bisa mematil temannya,temannya mematil temannya lagi".artinya mengajak orang sesuai kedudukan jamaahnya.dalam hal ini mahasiswa harus bisa ajak sesama mahasiswanya,begitu juga petani sesama petani,pegawai sesama pegawai.

sekiranya sudah dapet yang di anggap simpatisan,mulailah di dakwahi dengan masalah yang sifatnya umum yakni di ajari sholat

>>>>KITABUSSHOLAH VERSI INTERN LDII<<<<<

agar tidak buang-buang waktu dalam mengajak orang,maka imamnya memutuskan dalam tahap orientasi ini hanyalah tiga bulan waktu yang di berikan.selama presentasi berlangsung...sikorban di beri batas-batasan tertentu.misalnya si korban tidak boleh mengikuti pengajian pembacaan teks/notulen,tidak boleh lihat/ikut ASAD BITHONAH (bukan persinas),tidak boleh ikut asad halus atau lambaran,dan sebagainya.

setelah si korban berhasil di presentasi dalam artian si korban sudah rutin sholatnya,maka OPP (open planing presentation) kedua di keluarkan,yakni dengan di kajikan kitab adilah

>>>>>>>KITABUL ADILAH VERSI LDII<<<<<<<<<<<<

Disini adalah penggodokan awal tentang aqidah 354.dikitab ini bimbingan 5bab di imunisasikan pada si korban,artinya shohih atau tidak isi kitab ini poko'e harus mlebu,nek ora mlebu di lebo-lebono.:)
awalnya bagus...tapi lama-lama wuihhh seremmmm...ayat maupun hadits selalu di arahkan pada maknawi kelompoknya.dari sini pula di kenalkan dengan qoidah manqul...itu juga dilarikan pada kepentingan kelompok...poko'e..isinya dari awal sampe akhir dari kitab ini selalu di arahkan pada kepentingan kelompok.dalil-dalilpun di suguhkan rapih untuk mengimunisasi si korban agar berjamaah pada mereka.

disini pula sikorban akal pikirannya akan di ajak bertualang di dunia Madigol.yakni dengan menghipnotis seolah-olah si korban butuh imam,karna dengan imam hidup bisa halal,ibadah iso di trimo,kalau mati wajib masuk surga,sebaliknya juga.
belum cukup lagi...di yakinkan lagi pada kitab itu dihalaman 39 tentang itba' sunnatil khulaurrasyidiin al mahdiyin.


tujuannya untuk pembenaran atau memaksa melegalisir apa yang di ajarkan dari awal hingga kini pada si korban bahwa semua yang di ajarkan tidak lain adalah sunnahnya para sahabat utamanya Abu bakar,Umar ibn Al khotthob,Ustman bin affan dan Ali bin abi tholib....sungguh MLM yang jitu...

setelah inti dari kitab itu di kajikan,,,maka tibalah saatnya untuk imunisasi ketiga...atau tahap final untuk berbait....dalam tahap ini si korban sudah dipastikan sudah tidak mau sholat berjamaah di imami oleh imam dari kaum muslimin,sudah merasa wis mrasa pol,yakni sudah bisa memakai dan memahami arti dari bahasa mbahman"wong jobo,wong kafir,wong gemblung dan wong-wongan yang sifatnya negatif yang selalu di arahkan kepada kaum muslimin di luar kelompoknya.
sambil di kajikan tentang kitabul imarah dan kanzil umal...disinilah si korban akan jadi robot Madigol yakni apa saja yang di implementasikan oleh Madigolis CS akan di telan mentah-mentah,,,walau bertentangan dengan syariat.akhirnya keinginan sang pemimpin berhasil dengan menggeret harta pengikutnya sebanyak-banyaknya. kmd ini mereka katakan syariat....hadza min indillah

wallahu musta'an

DADIO GURUNE DAJJAL

Abu Huroyroh meriwayatkan bahwa Nabi saw. bersabda:"Hari Kiamat tidak akan datang hingga 30 Dajal (pendusta) muncul, mereka semua berdusta tentang Allah dan Rasul-Nya. "

pasti nama DAJJAL tidak asing di telinga kita,dan sudah jelas pembawaannya dengan ciri-cirinya yang pasti.dajjal adalah pendusta...mengiming2i surga (padahal surganya dajjal adalah neraka Allah dan neraka Allah alias ga ikut dajjal maka akan dapat surganya Allah) setiap orang yang di datanginya,kalau kau mau amir pasti surga,dan kamu akan mendapatkan ukhro...(halal nyolong bondone wong jobo asal ora konangan),dajjal mengiming-imingi kedudukan dunia dan yang ini menggunakan tekhnik pada pengikutnya dengan infaq persenan JAMAAH MUSTI SUGIH.
1. Sistem Ilmu Manqul Musnad Muttasil (system belenggu otak/system Brain Washing) melalui disiplin pengajian dengan ilmu agama pemahaman/ buatan sendiri, terus menerus digencarkan dengan metode (CBSA tradisional yang canggih) yaitu Sorongan Bandongan Qur'an Hadits Jama'ah (jama'ah Qur'an Hadits), yaitu Qur'an dan Hadits yang manqul dari sang amir Madigol Jawa Timur.
2. Sistem manqul, bai'at, amir, jama'ah, ta'at. Yaitu sistem yang membelenggu orang yang sudah terlanjur ikut LDII, yang intinya adalah menghancurkan akal sehat, merusak akidah yang lurus dan akhlak mulia. Maka para pengikut/jama'ah kelompok aliran LDII secara tidak sadar telah menjadi budak dan robot bagi para pemimpin aliran ini.
3. Sistem Taqiyyah, berupa "Fathonah, Bithonah, Budiluhur Luhuring Budi karena Allah." Dengan menggunakan istilah-istilah yang Islami dan mulia, orang-orang yang tidak mengerti menjadi percaya dan yakin.berdusta cara jitu jadi pengikut...konsep dajjal iming-i surga.
4. Sistem Mukhlis Lillah karena Allah, yaitu tujuan utama jihadnya karena ingin masuk sorga dan takut neraka. Terus menerus diulang dan ditekankan basyiran wa nadziran. Dengan menggunakan istilah kepada tujuan Allah dan surga serta takut neraka ini mantaplah sudah bagi orang yang telah terjebak menjadi sangat yakin dan fanatik kepada alirannya itu.
5. Sistem program 5 bab atau "system 354".
6. Sistem ala Yahudi. Selalu merasa kelompok alirannya yang benar, selalu mengukur kebenaran dengan dirinya dan kelompoknya saja, sehingga tidak lepas aliran kelompok ini dari sifat-sifat ujub, takabur dan sombong.
7. Dalam konsep kerja operasionalnya, wajib selalu menang.
8. Sistem filsafat buah pisang dan pohonnya.
9. Sistem poligami/ND ala manqul amir.tidak sah nikah di KUA sebelum amir yg menikahkan.
10. Sistem sakralisasi, mengkultus individukan kepada sang amir.sehingga amir katakan orang yang ma'shum dengan pembuktian taashubnya pengikut membela kesalahannya.
11. Sistem pengajian daerahan sebagai latihan dan praktik taat kepada amir dan sambung jama'ah.
12. Sistem pembentukan Muhajirin dan Anshor. Desa Gading Mangu, Perak, Jombang, Jawa Timur menjadi kawasan real estate daerah muhajirin Jawa Timuran.ciplak atau membuat filsuf layaknya sebagai nabi.
13. Sistem jama'ah ABRI (TNI/POLRI sekarang), yang digunakan atau diperalat untuk melindungi dan membentengi kelompok aliran LDII.terbuk adanya senkom
14. Sistem SK (surat keputusan) sang amir Nurhasan Madigol tentang suksesi keamiran (pergantian kepemimpinan).
15. Sistem DMC (Djama'ah motor club) dengan armada Harley Davison dan lain-lain.
16. Sistem pengajian Asrama Gribigan Hataman manqul Qur'an Hadits dengan selingan-selingan pesta pora dan latihan ketaatan kepada amir.
17. Sistem perintah amir, wajib membela alirannya dan wajib mempersiapkannya dengan berbagai macam kegiatan latihan.
18. Setiap tahun mengirimkan jama'ah untuk haji dan umrah dengan cara dan keyakinan alirannya. Juga untuk menjadi TKI/TKW atau mukimin gelap di Saudi Arabia, markasnya di Khut Aziziyyah Makkah.
19. Mencetak sebanyak-banyaknya kader-kader mubaligh laki-laki dan perempuan, juga mubaligh cabe rawit yang dicekoki dengan persiapan dalil-dalil untuk berdebat agar kelihatan fasih bagi orang awam, jika para mubaligh ini kewalahan bertemu dengan orang yang sedikit pinter mengenai aqidah yang lurus, maka mengajaknya untuk bertemu dengan pemimpin atasannya yang lebih banyak menghafal dalil-dalil untuk berdebat.
20. Sistem nasehat amir, yaitu istilah-istilah atau semboyan buatan sang amir untuk menambah keyakinan dan semangat para jama'ahnya, seperti: ribuan rintangan, jutaan pertolongan, miliaran kemenangan, surga pasti. Kebo-kebo maju. Barongan-barongan mundur dan lain-lain.DALILE DAJJAL
21. Sistem memperbanyak markas dan pesantren-pesantren mini di seluruh dunia untuk kepentingan mencetak kader-kader jama'ah.
22. Sistem fatwa amir. Yaitu yang menyatakan bahwa di seluruh jagat dunia ini satu-satunya aliran/jalan mutlak untuk selamat dari neraka dan masuk surga hanyalah aliran LDII dengan pegangan kitab campur sari buatan sendiri yaitu Qur'an Hadits Jama'ah/Jama'ah Qur'an Hadits Program 5 Bab dengan system 354, di luar itu pastilah kafir dan neraka.DADIO GURUNE DAJJAL
23. Sistem klaim amir: 7 fakta sahnya keamiran jama'ah menurut Qur'an dan Hadits.yakni di baiat pertama kali,pedomannya sudah benar,hanya urusan akhirat,sudah terwujud dan berjalan lancar,sudah di uji dan lulus,menampung semua orang,niatnya karna Allah...JIKA MAU LIHAT BANTAHANNYA SILAHKAN DOWNLOAD DISINI
24. Sistem kitab-kitab himpunan dalil yang mencakup fiqh model aliran LDII.(lihat disini contoh kaidah fiqih LDII)
kitab ini khusus intern warga LDII.islam yang diluar mereka tidak boleh memilikinya.
25. Sistem pernyataan taubat kepada amir yang sifat taubatnya ditentukan amir.
(LIHAT DISINI)
26. Sistem nasehat amir dengan mengulang-ulang dalil : laa Islama illa bil jama'ah dst.
27. Sistem nasehat amir bahwa sumber hukum syariat Islam menurut aliran LDII itu ada tiga, yaitu Allah, Rasul dan amir, maka wajiblah ada tiga jenis pengajian: ngaji Allah, ngaji Rasul dan ngaji amir mengalahkan taat pada rasul. Dan sumber hukum syariat yang dari sang amirlah yang utama dan nomor satu. Dalam hal ini kelompok aliran LDII telah membuat/merekayasa pemahaman agama Islam dengan diramu sedemikan rupa sesuai dengan kepentingan tujuannya dan seleranya sendiri.
28. Sistem adanya sumur wali barokah di pondok kediri yang disambungkan dengan sumur Zam-Zam di Makkah.

JEJAK SUMUR ZAM-ZAM DI PONDOK KEDIRI
29. Sistem nasehat amir bahwa Nurhasan Ubaidah Lubis Amir (Madigol) itu lebih tinggi derajatnya dan lebih berat bobotnya dari pada manusia sedunia bahkan lebih berbobot daripada rasulullah shalallahu alaihi wasalam, maka wajiblah para jama'ah bersyukur kepada sang amir. Sebab dengan adanya sang amir maka jama'ah pasti masuk surga.amir adalah The saviour atau sang juru selamat.

30. Sistem nasehat amir bahwa semua alim ulama di luar aliran kelompok jama'ah LDII itu bodoh, lalai, khianat, pelupa, pikun, ilmunya tidak sah atau batil dan orangnya diyakini pasti kafir dan ahli neraka, kekal.

Demikian itulah gambaran dogma-dogma yang diterapkan kelompok aliran LDII yang boleh jadi konsep-konsep itu akan berubah atau bertambah dan sebagainya demi lebih meyakinkan para pengikutnya dan demi menggaet orang-orang yang belum masuk menjadi anggotanya. Maka jika dilihat pada permukaannya, aliran ini tertutup bagi orang diluar alirannya. Kepada orang-orang yang masih bimbang masuk ke jama'ahnya, mereka lebih menampakan kepada akhlak yang secara dhahir lebih mulia, lebih Islami, sabar, ulet, dengan berjenggot dan celana yang di atas mata kaki dengan fasih mengeluarkan dalil-dalil yang telah dihafalkannya. Maka tertariklah orang yang awam, terlebih lagi dengan cekokan surga dan neraka.

WAJIB DI BACA...WAJIB DI BACA...WAJIB DI BACA...


di nukil dari Al-akh Abu Hudaifah


klik gambarnya :



atau klik disini

atau download disini

SEMBURAN FITNAH KEPADA JAMAAH


CINTA AJARAN IBLIS


Akhir-akhir ini jamaah LDII banyak meninggalkan imamnya,dan imam merasa kian hari kehilangan omset.maka upadaya/makar pun di lancarkan untuk meminimalisir angka jamaah yang keluar tiap bulannya. bahkan banyak jamaah pula sudah tidak lagi melaksanakan kewajibannya untuk mengeluarkan upeti 10% untuk imamnya.

sehingga imam dan wakil-wakilnya tidak tinggal diam,mereka bernasehat pada jamaahnya untuk tidak terpengaruh,seperti beberapa kasus yang kami temukan akhir-akhir ini.contohnya sebut saja pak Jafar,diketahui dia adalah orang yang kaya namun sudah jarang sambungnya sehingga Mubalig mendatangi beliau untuk di ajak kembali dan supaya tetap dalam jamaah,pak jafar sendiri menceritakan sebuah karya dusta terbaru dengan meniru gaya bahasa mubalig"buat apa ikut salafy toh banyak orang-orang salafy masuk jamaah kita dan mubalig dan mubalighot yang pernah keluar dan ikut salafy sekarang mereka telah bertobat"(sambil mubalig merinci daerah-daerah mana yang mubalig-mubalihot yang telah keluar dan kembali ke jamaah). coba sebutkan pada komentar kami siapa saja mubalig-mubalighot telah banyak yang bertobat.

tujuan makarnya!!! agar jamaah mereka yang sudah di persimpangan jalan atau yang sudah mulai ragu dengan karomah imamnya yang bisa menyelamatkan dari neraka,kembali dan istiqomah dalam kesesatan

ya ikhwa....salafy mana yang masuk pada ikut aliran takfiry..."QUL HAA TUW BURHAANAKUM INKUNTUM SHODIQIN"
coba...jangan jadi pecandu dusta...datangkan mauidzotul hasanah...dengan cara terang-terangan saja...
apa tidak capek kalian berdusta....apalagi yang ingin kalian tebarkan pada jamaah kalian........


adalagi beberapa waktu lalu seorang yang telah ruju' kepada kebenaran sebut saja namanya Fandy,di fitnah dengan gambar/photo yang berciuman tanpa tabayun pada orang
dan di publiksikan di media jejaring Facebook sambil di beri judul"tampak jelas..Talapi berpikir pendek dan tumpul"dan gambar itu di ekspos kemana-mana.
pertanyaannya!
1.apa sudah kehabisan bahan di jadikan fitnah untuk mengintimidasi orang yang telah ruju' akhirnya foto tersebut di jadikan sebagai balasan dan di beri Judul Salafi tumpul.
2. umpamanya foto itu memang benar milik si Fandy,apakah pantas itu di jadikan hujjah untuk di jadikan dalil pembenaran?,apa pantas gambar seperti itu di jadikan komsumsi lezat bagi jamaah kalian???????

nasehat tidak konsisten


teks rutin bulanan dari imam kepada jamaah

dalam tulisan yang kami beri tanda biru adalah tulisan yang mengalami perubahan tidak wajar...biasanya sebelum LDII di guncang masalah aqidah secara besar-besaran,pada teks rutinitas yang di sebarkan imam pada jamaah bertuliskan NASEHAT IJTIHADIMAMKEPADA JAMAAH.

seiring dengan jalannya waktu...dengan sumpahnya ketua LDII Abdullah syam di hadapan MUI bahwa di LDII itu tidak ada istilah imam yang ada hanyalah ketua(paradigma baru),seiring dengan itu pula imamnya menghapus lafadz "imam" menjadi seperti yang di nasehatkan pada gambar yang kami tampilkan di atas.tujuannya :

1.mengantisipasi untuk membithonahkan/merahasiakan dengan sungguh-sungguh keadaan imam,bila perlu kalau ada yang bertanya siapa si Abddhohir,siapa sulthon auliya" maka sang amirpun ridho bila namanya dan statusnya di akukan jamaah bahwa dia adalah tukang sol sepatu atau yang lain-lain.

2.mengantisipasi apabila teks ini tercecer,sehingga di baca dan di ketahui oleh halayak ramai maka mereka bisa bertakiyah.."kalau memang tulisan ini adalah otoritas imam,mana buktinya,,,".

SAMPAI KAPAN DUSTA INI AKAN DI PERJUANGKAN


ternyata dengan keadaan seperti itu tidak mengubah pola pikiran mereka,bahkan semakin menjadi-jadi kelakuan mereka,bohong sana bohong sini...melatih kader-kader daerah dengan bertakiyah satu suara.

tapi keadaan ini tidak bisa menutupinya bahkan terlihat seperti kemulan dengan sapu tangan "tutup kepala kaki kelihatan,tutup kaki kepala kelihatan".

perhatikan nasehat unggulannya khowarij pada teks imam yang kami tandai

kaidahnya jamaah ini siapa saja yang tidak beramal sesuai dengan "LIMA BAB (ATURAN IMAM MADIGOLISM)" maka orang tersebut di vonis "WAJIB MASUK NERAKA" bahkan penekanannya sungguh luar biasa. supaya jamaahnya tidak keluar maka di cekoki dalil "YADULLAHI ALAL JAMAAH..."orang yang berjamaah dengan mereka pasti dalam pertolongan Allah,..
sungguh berdalil bukan pada tempatnya.....tujuannya mengukuhkan kedustaan imam agar tidak kehilangan omset infaq persenan.


penulis berkata : sewaktu aktif dalam gerakan ini sering di nasehatkan oleh imam dan wakilnya "nasehat ini tidak akan di ubah dan berubah ila yaumil qiyamah..tapi kenyataannya setelah dusta dihadapan MUI,corong merek lebih di perhalus dengan menafi'kan lafadz "imam"...


astagfirullah.........

kisah klasik di kertosono dengan ijazah palsu

siapa yang tidak kenal dengan Kertosono...apalagi Mubalig dan Mubalighot LDII pasti akan mengalami uji final fisik pada testing menjadi dai yang akan di terjunkan ke daerah-daerah yang di tunjuk.

disana para santri di ambil dan di peras tenaganya untuk jadi karyawan gratis,buktinya dari waktu kewaktu semua para alumni menceritakan perihal yang sama.kaum wanitanya diperas tenaganya untuk membersihkan hasil perkebunan Madigol yakni cengkeh dan teh.memilah dan memilih cengkeh kualitas bagus dan bongkeng.sedangakan kaum prianya di suruh untuk mengolah tenaga(jaduk-jaduk),mulai dari kerja bangunan,kerja di kebun,membersihkan septitang sampai menceburkan diri ke dalam tinja sambil di iming-imingi "anggap saja menggendong bidadari di surga"gak masuk akal...bidadari di samakan dengan tinja.

malam harinya di suruh untuk menjaga harta madigol mulai dari kudu,pelem,SPBU,dan lain sebagainya yang katanya itu semua adalah harta sabilillah...
masing-masing dari santri yang berjaga yangtempatnya agak jauh maka mereka berusaha datang kembali ke kamp untuk menyempat2kan pengajian ba'da shubuh..yang biasanya di isi oleh Iskandar nasrullah(sekarang sudah meninggal) dengan materi yang boleh dikatakan jorok,dimana hal-hal yang negatif di umbar dengan kata-kata yang tidak sepantasnya di dengar karna sangat berbau porno,pagi harinya persiapkan diri untuk di tes bacaannya saja.

begitulah hari-hari yang di jalani oleh santri,dan tidak boleh kelihatan capek...karna para santri takut akan di laporkan sehingga akan menyebabkan dia tidaklulus bahasa madigol adalah kopral.setelah sebulan kemudian semua berharap2 tegang akan kelulusan mereka dengan mendapatkan ijazah yang tidak sesuai kadar ilmu yang di berikan atau yang di terima oleh santri.

ketika sudah mendapatkan ijazah...terlihat nilai yang di dapatkan...sungguh mengherankan sembilan dari sepuluh orang di temukan nilainya sama.yang paling mengheankan bagi kami adalah...ilmu yang tidak pernah kami terima dan pelajari kok di masukin dalam daftar nilai...lihat gambar di bawah :



di dalamnya ada beberapa pelajaran yang belum pernah kami terima atau di ajarkan seperti Mustholah hadits,ushul fiqih .kok tiba-tiba ada tercantum di dalam daftar nilai. kalaupun ada seperti ini ..jelas para dai-dainya mengetahui tentang kedudukan hadits,tapi ternyata tidak...kami (mantan dai) bisa mengetahui tentang ilmu demikian tatkala kami banyak membaca kitab2 yang di luar referensi madigol(alias kitab karangan).yang di jublek terus kepada jamaahnya jangan sampai membaca kitab-kitab karangan.

bagi yang berminat menjadi ulama'nya LDII harus siap dengan keadaan di atas seperti membersihkan tinja tanpa peralatan septic.
status ulama tidak semudah seperti mudahnya test kertosono.test kertosono tidak di uji keilmuan secara kaffah...yang di peras saat itu hanya tenaga....sebulan penuh di awasi nguras septitank,ronda semalaman,kerja seharian(berkebun,bersihkan cengkeh,kerja bangunan),,,tiba di majlis untuk tes bacaan menunggu 3 jam,karna saking capeknya teklak-tekluk karna ngantuk di juluki thougut/berhala"
semuanya dilakukan hanya ingin mendapatkan label ulama mubaligh dengan tanda seperti di bawah ini


bagaimana pendapat anda???

KEDUSTAAN BESAR YANG DILAKUKAN PADA UMAT 1

sungguh...media blog ini di suguhkan dengan melihat dari sudut pandang yang sebenarnya siapa LD** sehingga makar kedustaan mereka sudah tidak asing lagi di kacamata orang yang berakal. dan ini adalah solusi bagi kami yang terbaik untuk bertobat dengan taubatan nasuha dengan memberikan pemberitaan tentang kedustaan mereka pada kaum muslimin.



dalam official webnya adalah laman berjudul "serulah manusia kepda jalan Tuhanmu dengan hikmah,dan bantahlah mereka dengan cara yang baik>>>>>"

jawab:bila ini adalah sebuah komitmen mereka,maka penulis dan teman-teman yang lain tidak akan keluar dari lingkarannya.mengapa??? karna ternyata kaidah yang di gunakan oleh mereka hanya ingin mencari pengikut sebanyak mungkin kemudian akan di isi kepahaman agama sesuai fikroh mereka,bukan pemahaman dari Nabi shalallahu alaihi wassalam dan para sahabat.



jawab:dalam tajuk bertuliskan kaffah dan istiqomah hanya bentuk taqiyah.dan perlu di ingat yang tidak senang dengan LDII bukanlah orang yahudi dan nasrani "LAN TARDHO HATTA TATTABI'A MILLATAHUM",disini tepatnya di katakan adalah mereka kaum muslimin kurang senang karna pada hakikatnya LDII adalah aseli penerus islam jamaah yang menvonis kafir kepada kaum muslimin dan tidak berdiri di atas hujjah.




jawab:pernyataan diatas sungguh adalah bentuk taqiyah dari beberapa taqiyah yang mereka lakukan,apabila itu betul...semestinya masukkan dari ulama haromain pun mereka pakai..ternyata tidak...di antara petingginya,wakil amir,mubalig banyak yang berhijrah meninggalkan LDII karna menyampaikan kaidah risalah yang sebenarnya dan telah mereka telaah dengan ilmiah hasilnya bertentangan dengan doktrin LDii,tidak pandang siapa dia maka akan di keluarkan dari kursinya.urusan negara no coment(budiluhur kasih uang merah cukup) tapi urusan agama,,,disini yang menjadi topik dasyat.pura-pura nerimo tapi moh...



jawab:pernyataan di atas adalah lazim bahwa kitabullah dan hadits jadi pedoman,yang menjadi titik permasalahannya adalah bentuk kajian dari makna Qur an dan hadits selalu di larikan pada kepentingan kelompoknya sesuai dengan pemikiran amirnya tidak di larikan kepda pemahaman salafussholih...sampai2 untuk memikirkan tentang kedudukan hadits shohih atau dhoif dan maudhu tidak mengapa.yang penting tajuknya untuk kepentingan kelompoknya. poko e halal haram hantam



jawab:ini menjadi senjata taqiyah mereka ketika di tanyakan apakah LDII menganggap kafir orang diluar kelompoknya?.di blog ini ada bukti rekaman dan tulisan bahwasanya mereka menganggap kafir kaum muslimin diluar kelompoknya.mau bukti???? baca saja semua isi blog ini.kalau memang LDII minta statusnya di samakan dengan ormas islam yang lain ,coba hilangkanlah sifat takfiry dan taqiyah,,,




jawab:sesuai dengan konsep keamiran LDII nasehat 5 bab harus di dengung2kan agar doktrin melekat betul,istilane jarang bulune kucing,walau kenyataan tau atau tidak bahwa kalau di tilik dari segi dalil Qur'an surat Al jum at"FANTASHIRU FIL ARDH...."Maka bubarlah kalian di muka bumi.dalam ayat ini adalah mengandung fiil amr di suruh buyar bukan di suruh nasehat lagi,coba nasehatnya di masukin ke dalam khutbah jum'at,,,itu adalah lebih afdhol...tapi ternyata sholat jum'at tanpa bahasa arab di hukumi tidak sah.



jawab:ini adalah pengakuan dustanya.penulis tidak menguraikan dalam tulisan ini karna terlalu banyak yang harus di ungkapkan kalau mereka adalah penerus islam jamaah.tapi silahkan para pembaca yang budiman melihat arsip-arsip dalam http://waspada354.blogspot.com-http://tuntutlah-ilmu.blogspot.com/ http://354hijrah.blogspot.com/.dalam blog kami sungguh telah cukup bukti bahwa mereka LDII adalah islam jamaah

LONTARAN BATU FITNAH

semakin panjang kami bahas tentang arti kesesatan,yang mana dahulunya kami berada di pemukiman sesat dan telah sadar dari kesesatan itu.kami terus mencoba menancapkan segala bentuk kesalahan dan kesesatan LDII kepada masyarakat agar tidak ada yang yang terjerembab di dalam,karna apabila sudah masuk ke kubangan tersebut maka kembalinya atau keluar dari kubangan itu amatlah susah.

SUSAHNYA DIMANA...>>>>>>>>>>>

fase pertama : dalam benaknya selalu ingin pembenaran dan hawa nafsu selalu di kedepankan sehingga otak tidak bisa bermain ke meja ilmiah mendatangkandalil yang haq.YANG DI INGINKAN BAGAIMANA BISA MENANG,BAGAIMANA BISA harus bisa walau jujur mereka diam2 mengakui.

fase kedua : menghalalkan cara dusta ++ imam dusta kepada jamaah dan jamaah di dustakan oleh pengurus dengan cerita di luar logika yang tujuannya agar jamaah ora ono sing metu. dan ternyata belakangan cerita itu jadi makanan basi di meja kebenaran.contoh saja nasehat imam"kalau diantara saudara ada yang punya pikiran, ada yang punya sangkaan bahwa diluar kita (diluar jama’ah Ubaidah) masih ada yang masuk Surga tanpa mengikuti kita, maka sebelum berdiri, saudara sudah faroqol-jama’ah (memisahkan diri dari jama’ah), sudah kafir, dia harus tobat dan bai’at kembali, jika tidak, maka dia akan masuk neraka selama-lamanya,deblek lur.”intinya ajarannya nakut2i jamaah.

disinilah seseorang akan mempertimbangkan jalannya...bila dia teguh dan inginkan kebenaran maka dia akan ruju' bila dia lemah maka syubhat akan menyambar-nyambar "oh iya...yaa..betul juga ya.."adalah ucapan yang telah berhasil di nego 354.walau ceritanya disempurnakan dengan dusta.

fase ketiga : bila jamaahnya sudah bulat tekadnya meninggalkan LDII maka yang tersisa di mata mereka hanyalah sampah busuk sambil di bumbuhi segala jenis kotoran kemudian di suguhi ceritanya pada jamaah yang lain agar tidak ada yang mau mengikuti jejak orang yang telah bertobat dari kubangan sesat.

dan ingat barometer atau tolak ukur kebenaran mereka hanyalah dunia sekali lagi kami katakan D U N I A...bila seseorang keluar dari 354 dan keluarnya ini qodarullah membuat dia miskin maka ini akan di jadikan subur lisani artinya pengurus maupun imam akan bernasehat "ngono kui wong sing murtad...wis murtad kere pisan,nek mate langsung nroko".sebaliknya qodarullah dia keluar dari 354 ternyata rizkinya bertambah,dengan muka kecut di hiasi dalam wajah pengurus sambil menasehati pada jamaahnya "dee iso sugih artine dee di lulu karo gusti Allah,nek ora tobat mate mlebu nroko,,,".

masih ingatkan kita...(354/mantan 354)kita pernah di tuangkan cerita busuk dan dusta tentang masalah cerita kematian Bambang Irawan...."wah kalau ada yang murtad,,lihat tuch kisahnya bambang Irawan ternyata setelah dia mati dan kuburnya digali masya Allah ternyata lidahnya menjulur(sambil di praktekan dengan segudang tak malu),ngono kui akibate dee murtad,misahi jamaah,misuhi jamaah,saiki wis di sikso."

gempar dan anehnya setelah banyak yang tau ternyata Bambang Irawan masih hidup dan aktif dalam kegiatan dakwah meluruskan pemahaman LDII..apa yang terjadi...mata terbelalak,,,pengurus2 yang pernah bernasehat...pura-pura cuek..mbuh ora ruh,,,

kini bagi yang telah hijrah....tidak diamkan begitu saja oleh LDII,ada diantara mereka di aniaya,dipukuli,hartanya di rampas,suami/istri di tekan harus cerai,diancam...dan segudang kebaikan yang telah kami perbuat ketika itu,semua jadi noda busuk di mata mereka.

ishbir ya ikhwa...ishbir ya ikhwa...

LONTARAN BATU FITNAHtidak hanya terjadi pada diri kita saja yang telah ruju',bahkan kaum muslimin terdahulu pun menjumpai hal yang demikian ketika mereka ingin menegakkan sunnah yang beruhasa di padamkan musuh-musuh dengan cara busuk.



WAHAI SAUDARAKU LDII...DI DEPAN KITA ADA KITABULLAH WASUNNAH DAN YANG LEBIH MENGERTI AKAN HUKUM KEDUANYA ADALAH ULAMA'. dan status ulama tidak semudah seperti mudahnya test kertosono.test kertosono tidak di uji keilmuan secara kaffah...yang di peras saat itu hanya tenaga....

PEMBAGIAN SURAT TOBAT

"Para saudara,di bulan puasa ini adalah tempatnya kita banyak meminta ampunan,karna pemulaanya adalah rahmat pertengahanya adalah ampunan dan akhirnya adalah pembebasan dari neraka,maka dari itu bagi para saudara jamaah yang belum sempat taubat,di waktu ini adalah saatnya untuk bertobat,ini surat tobat akan di bagi oleh mubalegnya,amal sholih diisi keslaahnya apa kemudian di serahkan lagi pada mubalegnya tau imam kelompoknya "

itulah nasehat yang sering di kopipaste dari imamo saya sewaktu berada di LDII,apalagi di waktu bulan romadhon ini,imam-imam bejibun melayani surat tobat dari jamaahnya. dan sebagian akan di kirim ke imam pusat,dan imam pusatlah yang akan menurunkan kafarah bagi pelaku dosa yang jelasnya kalau tidak di sruh untuk kerja bangunan maka cukup di uangkan saja.sesuai dengan kesalahan yang dia lakukan...

KITABKU BUKAN SEMBARANG KITAB part 3

alhamdulillah walau menuai hasil cercaan dari kaum Madigol tentang postingan-postingan yang kami tampilkan tetaplah kami akan berusaha terus dalam rangka mengingatkan umat akan bahaya laten takfiry dan taqiyah yang di pancarkan luas oleh Madigol kepada jamaah,bertujuan agar jamaahnya tidak ada yang keluar dari jamaahnya.

salah satu doktrin yang di godok terus adalah mempunyai kepahaman takfiry tidak boleh sholat dengan kaum muslimin di luar kelompoknya (tidak boleh di imami oleh orang non islam jamaah/LDII). walau dengan jelas dalam kitab ahkam hal 90-91 versi mereka di tuliskan bahwa dalam masalah sholat berjamaah boleh di laksanakan pada imam sholat yang tidak di kungkung harus sesuai perintah Madigol.

perhatikan gambar di bawah ini



makna mangkulannya :sholat yang telah di wajibkan pada kalian,wajib dilaksanakan dibelakang setiap imam yang islam entah imamnya baik (sesuai dengan sunnah),atau imam fajir sekalipun dia mengerjakan dosa besar.

I R O N I S....

dalam hadits ini nabi memerintahkan kepada kaum muslimin wajib mengerjakan ibadah sholat lima waktu dengan cara sholat berjamaah tapi imamnya LDII melarang shalat berjamaah di masjid dengan kaum muslimin pada umumnya. gampangnya.....nabi perintah ke barat,imam mereka malah perintah ke selatan. YO OPO REK...

ada apa ini....ada apa dengan LDII....ada apa dengan ajarannya...ada apa tujuannya..

inilah yang kami maksud kitab bukan sembarang kitab


K A M I L A N J U T K A N....YA...TANGGUNG NICH...

dalam masalah doktrin mempunyai eskalasi perubahan yang sangat ngeri....kok bisa ya..agama bisa di ubah...bukankah agama islam telah sempurna,agama islam adalah agama terang benderang...wah nanti jawabnya "mbak..agama di zaman nabi Muhammad beda dengan keadaan sekarang,sekarang kan banyak firqoh-firqoh yang tidak sesuai syariat". lah kalau memang demikan alasannya kenapa tidak tegakkan aja yang di ajarkan dalam hadist itu kok malah buat pemikiran baru yang bertentangan dengan syariat.

maafkan kami...jangan bilang kami menfitnah,yang kami bawa adalah bukti-bukti valid tentang aqidah kalian wahai LDII...nich mau bukti...denger aja baik2 ini :

(jazakallah khoir atas kiriman mp3nya)

nah dalam praktek mereka sehari-hari sperti itu,tapi kalau untuk budi luhur sama orang luar supaya image jamaah tidak di cap "ora gelem sholat karo wong jobo",maka imam Madigol cs memberi solusi,
1.sholat dengan orang luar wajib di ulagi.
2.kalau terpaksa tidak bisa menghindar diniatkan sholat sendiri/munfarid saja.
3.kalau sholat berjamaah dengan orang luar,gerakannya gak usah ikut sama imam orang luar,di bikin terlambat satu gerakan.(imam baru bangkit dari rukuk kitanya baru melaksanakan rukuk)
4.kalau kesehariannya untuk budi luhur ga usah wudhu,praktek yang ini juga di praktekin apabila ada sholat jenazah,yang mana jenazahnya ini di saksikan tidak baik atau jenazahnya ini adalah wong jobo.
ke empat2nya harus lihat situasi dan kondisi.

mau bukti lagi...nanti kami bisa postingan rekaman yang lain.

kalian mau lari kemana FA AINA TADZHABUUN

MEREKA MENGHALALKAN SEGALA CARA

DI DUNIA MAYA FACEBOOK,ATAU BAHKAN DI BLOG-BLOG CONTOHNYA DI BLOG INI mereka seakan sudah tidak ada jalan lagi mau membantah isi dari blog ini maka mereka mencari segala sesuatu atau menghalalkan segala cara yang sifatnya bisa mematahkan dakwah kami (mantan LDII mengajak LDII untuk kembali kejalan yang benar). tapi alhamdulillah semakin mereka membuat makar ternyata Allah memperlihatkan kebobrokan mereka dalam tulisan atau ucapannya yang tidak sesuai dengan PARADIGMA BARU yang mereka kemukakan di hadapan MUI.
bisa anda lihat sendiri disini,mereka menuduh al-albany-mengkafirkan-imam-bukhary.walau tulisan itu hanyalah hasil kopipaste dari beberapa blog quburiyyun. inilah fakta mereka menghalalkan segala cara agar dakwah sesat mereka berjalan lancar.

SAYA MOHON DENGAN AMAT SANGAT KEPADA PARA PEMBACA YANG BUDIMAN DENGAN MELIHAT ANTARA TUDUHAN DAN BANTAHANNYA DI BAWAH INI,AGAR KITA TAU SIAPA MEREKA


DARI TULISAN YANG KAMI SAYA TEMUKAN DI DALAM BLOG MEREKA http://dinul-kholish.blogspot.com TUDUHANNYA ADALAH :

بيان الحق وكشف أهل الضلال
بسم لله الرحمن الرحيم, الحمد لله رب العالمين,
المنـزه عن الشبيه والمثيل والزوجة والولد والإخوان، الموجود بلا جهة ولا مكان، المنـزه عن كل ما لا يليق به من الصفات والنعوت، والملك القهار ذي الجلال والجبروت، وأفضل الصلاة وأتم السلام على سيدنا محمد خير الأنام، وخاتم أنبياء الإسلام، وعلى ءاله الطاهرين، وصحبه الغر الميامين، ومن اتبع منهاجهم واقتفى أثرهم إلى يوم الدين.ـ”قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: “حتى متى ترعون عن ذكر الظالم اذكروه بما فيه حتى يحذره الناس
Antara Fatwanya lagi, mengingkari takwilan Imam Bukhari. Sesungguhnya Imam Bukhari telah mentakwilkan Firmanallah :

كل سيء هالك إلا وجهه قال البخاري بعد هذه الأية : أي ملكه
Tetapi Al-Albaany mengkritik keras takwilan ini lalu berkata :
(( هذا لا يقوله مسلم مؤمن ))
” Ini sepatutnya tidak dituturkan oleh seorang Muslim yang beriman “. Lihatlah kitab (( Fatawa Al-Albaany )) m/s 523. Tentang takwilan Imam Bukhari ini adalah suatu yang diketahui ramai kerana jika dilihat pada naskhah yang ada pada hari ini tidak ada yang lain melainkan termaktub di sana takwilan Imam Bukhari terhadap ayat Mutasyabihat tadi. Di samping itu juga, ini adalah antara salah satu dalil konsep penakwilan nusush sudah pun wujud pada zaman salaf (pendetailan pada pegertian makna). Bagaimana Beliau berani melontarkan pengkafiran terhadap Imam Bukhary As-Salafi dan mendakwa Imam Bukhary tiada iman dalam masa yang sama beriya-riya mengaku dirinya sebagai Muhaddits??!! memalukan je..
Beliau bukanlah hanya terhenti di situ sahaja, tetapi berani lagi mengeluarkan fatwa-fatwa sesat termasuk pengharaman bertawassul kepada dengan diri Nabi Sollallahu ‘Alaihi WassallaM dan menjadikan Istigahtsah selain daripada nabi sebagai syirik. Perkara ini boleh di rujuk didalam kitabnya (( AL-TAWASSSUL)), m/s 70 dan 73. Maka apa yang akan dikata oleh pengikut yang taasub dengan Al-Albaany jika penulis mengatakan Imam Bukhary meriwayatkan Hadis Tentang hari kiamat yang menunjukkan keharusan beristighatsah..yallah nanzur…
(( فبينما هم كذلك استغاثوا بآدم ثم موسى ثم محمحد ))

” maka ketika mana mereka juga beristighatsah dengan nabi Adam kemudian Nabi Musa, kemudian nabi Muhamad”..
Sebenarnya berlambak lagi dalil-dalil tentang keharusan bertawassul dan beristighatsah yang sohih dan diriwayatkan oleh ulama’-ulama’ muhadditsin yang muktabar….CUME WAHHABY KENO GHETI BAHASO CIKIT, JANGE DOK GHETI KAPIR KO OGHE JAH…HADITS TOK GHETI JGN KECEK. PUAK WAHHABI DALIL TAK DOK, KONA JAH BANYOK. PUOK-PUOK ASWJ BERMANHAJ SUNNAH DAN PENUH DENGAN DALIL..INGAT JANGE NIPU DALAM AGAMO.. MAHKAMAH ALLAH ADALAH MAHKAMAH PALING ADIL..TUNGGULAH WAHAI WAHHABI…

INI BANTAHNNYA ATAS TUDUHAN MEREKA

baca yang teliti ya

SALAFI Ahlussunnah Wal Jama'ah - Istiqomah Di Atas Alqur'an & Assunnah :: Situs Salafy : BerIslam Sesuai Pemahaman Salafus Shalih

BANTAHAN TERHADAP SITUS DAN BLOG PENENTANG MANHAJ SALAFY AHLUSSUNNAH (BAGIAN XI ) KEDUSTAAN TUDUHAN : AL-ALBANY MENGKAFIRKAN AL-BUKHARI

Ahad, 20-September-2009
Penulis: Abu Utsman Kharisman Pada salah satu blog penentang dakwah Ahlussunnah, terdapat tulisan berjudul: “AL-ALBANY MENGKAFIRKAN IMAM BUKHARY”. Berikut akan kami nukilkan tulisan dari blog tersebut. Kutipan di antara tanda “[[ .........]]” adalah isi tulisan dari blog penentang Ahlussunnah tersebut
BANTAHAN TERHADAP SITUS DAN BLOG PENENTANG MANHAJ SALAFY AHLUSSUNNAH (BAGIAN XI )

KEDUSTAAN TUDUHAN :
AL-ALBANY MENGKAFIRKAN AL-BUKHARI


Saudaraku kaum muslimin, semoga Allah Subhaanahu Wa Ta’ala senantiasa merahmati kita semua…
Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albaany rahimahullah adalah salah seorang ulama’ Ahlussunnah. Beliau memiliki kapasitas keilmuan dalam ilmu hadits yang tidak diragukan lagi. Karya-karya beliau banyak dijadikan rujukan. Sebagai salah satu bentuk nikmat yang Allah berikan kepada kaum muslimin adalah hasil-hasil penelitian/ kajian beliau terhadap hadits-hadits Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam.
Begitu bermanfaatnya tulisan-tulisan kajian hadits Syaikh alAlbaany tersebut, sampai-sampai Syaikh Muqbil bin Hadi al-Wadi’i menyatakan: “Suatu perpustakaan (Islam) yang tidak memiliki karya Syaikh al-Albaany adalah perpustakaan yang miskin”. Karya tulis beliau memang benar-benar dijadikan referensi kaum muslimin. Baik Ahlussunnah yang mengambil faidah dari kajian ilmiyah tersebut, maupun musuh-musuh beliau yang dengki terhadap beliau, tidak sedikit yang juga menyimpan karya tulis beliau dalam bagian koleksi pribadinya, kemudian secara diam-diam menjadikannya sebagai salah satu rujukan.
Para penentang dakwah Ahlussunnah menganggap Syaikh alAlbany sebagai Imam Salafy yang secara fanatik diikuti secara membabi buta. Padahal tidak demikian. Beliau adalah salah satu dari sekian banyak Ulama’ Ahlussunnah, yang semua Ulama’ tersebut diperlakukan sama oleh Ahlussunnah dalam hal: dihormati karena keilmuannya tanpa melampaui batas, diikuti nasehat dan bimbingannya selama sesuai dengan Sunnah Nabi, dan dijelaskan ketergelinciran atau kesalahan ijtihadnya –jika diperlukan- dalam beberapa hal dengan tetap memperhatikan adab dan mendoakan rahmat bagi beliau. Sebagai manusia, beliau tidaklah luput dari kesalahan. Sebagaimana ucapan Imam Malik:
كل أحد يؤخذ من قوله، ويترك، إلا صاحب هذا القبر صلى الله عليه وسلم
“Setiap orang ucapannya bisa diambil atau ditinggalkan, kecuali orang yang ada di dalam kubur ini (sambil mengisyaratkan pada kuburan Nabi) shollallaahu ‘alaihi wasallam (Lihat Siyaar A’laamin Nubalaa’ karya al-Hafidz Adz-Dzahaby juz 8 halaman 93).
Ya, setiap orang selain Nabi Shollallaahu ‘alaihi wasallam tidaklah ma’shum (terjaga) dari kesalahan. Hanya Nabi Muhammad shollallaahu ‘alaihi wasallam sajalah yang petunjuknya dalam masalah Dien tidak bisa tidak harus diikuti. Sabda beliau tidak bisa ditolak. Beda dengan manusia lain. Manusia lain, siapapun orangnya, setinggi apapun tingkat keilmuannya, ada kalanya benar, ada kalanya salah.
Demikian juga Syaikh al-Albany. Ahlussunnah tidaklah fanatik secara membabi buta terhadap hasil telaah hadits yang beliau lakukan. Jika hasil penelitian Syaikh al-Albany terhadap suatu hadits ternyata bertentangan dengan kajian Ulama’ Ahlussunnah lain yang pendapatnya lebih kuat, ditopang hujjah yang lebih kokoh, maka pendapat Ulama’ Ahlussunnah itulah yang harus diikuti.
Lajnah ad-Daimah pada saat masih diketuai Syaikh Bin Baz beberapa kali pernah menjadikan hasil penelitian Syaikh al-Albany sebagai rujukan. Silakan disimak tanya jawab berikut dalam Fatwa Lajnah ad-Daaimah:
س: « صنفان من الناس إذا صلحا صلح الناس... » إلخ، هل هو حديث أو من كلام عمر ؟
ج: رواه أبو نعيم في [الحلية] عن ابن عباس ، وقد ذكره السيوطي في الجامع الصغير بهذا اللفظ: « صنفان من الناس إذا صلحا صلح الناس وإذا فسدا فسد الناس: العلماء والأمراء » ورمز له السيوطي بالضعف، ونقل المناوي في شرحه [الجامع الصغير] عن الحافظ العراقي أنه ضعيف، وذكر أخونا العلامة الشيخ ناصر الدين الألباني في كتاب [سلسلة الأحاديث الضعيفة] أنه موضوع؛ لأن في إسناده محمد بن زياد اليشكري ، وهو كذاب، قاله أحمد وابن معين .
اللجنة الدائمة للبحوث العلمية والإفتاء
Pertanyaan: “Ada 2 kelompok orang yang jika mereka berdua baik, maka akan baiklah keadaan manusia…”. Apakah (lafadz) itu adalah hadits atau ucapan Umar?

Jawaban: (Ucapan) itu diriwayatkan oleh Abu Nu’aim dalam ‘al-Hilyah’ dari Ibnu Abbas. As-Suyuthy menyebutkannya dalam al-Jami’us Shaghir dengan lafadz: “ Dua kelompok orang yang jika baik keduanya, maka manusia akan baik, yaitu Ulama’ dan Umara’ (pemimpin)”. As-Suyuthy mengisyaratkan kelemahannya. Dan alMunawy menukil perkataan alHafidz al-‘Iraqy dalam Syarahnya terhadap alJami’us Shaghir bahwasanya itu lemah(dhaif). Dan saudara kita asy-Syaikh Nashiruddin al-Albaany dalam kitabnya Silsilah al-Ahaadits ad-Dhaifah (menyatakan) bahwa itu palsu. Karena pada sanadnya terdapat Muhammad bin Ziyaad al-Yasykary, yang dia adalah pendusta, sebagaimana dikatakan oleh Ahmad dan(Yahya) Ibnu Ma’in. (Fatwa al-Lajnah adDaaimah juz 6 halaman 336).
Demikian juga pada fatwa no 7586, ketika ada yang menanyakan derajat suatu hadits: “Allah mewahyukan kepada Dawud: Tidaklah hambaku menyandarkan diri padaKu…..”
alLajnah ad-Daaimah menyatakan:
الحديث الذي ذكرت: موضوع، كما ذكر الشيخ محمد ناصر الألباني ؛ لأن في سنده يوسف بن السفر ، وهو ممن يضع الأحاديث
“Hadits yang anda sebutkan adalah palsu, sebagaimana dinyatakan oleh asy-Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albany, karena pada sanadnya ada Yusuf bin as-Safar, yang dia termasuk pemalsu hadits” (Fatwa al-Lajnah ad-Daaimah juz 6 halaman 404).
Ketika ada penanya yang menanyakan bagaimana dengan kitab ‘Silsilah al-Ahaadits ad-Dhaifah’ karya Syaikh al-Albany, apakah bisa dijadikan rujukan? Lajnah ad-Daimah menjelaskan:
أما كتاب [سلسلة الأحاديث الضعيفة والموضوعة] فمؤلفه واسع الاطلاع في الحديث، قوي في نقدها والحكم عليها بالصحة أو الضعف، وقد يخطئ
“Sedangkan kitab Silsilah al-Ahaadits ad-Dhaifah wal maudlu’ah, penulisnya memiliki wawasan yang luas dalam ilmu hadits, kuat dalam hal mengkritik dan menentukan shahih atau lemahnya (hadits), (walaupun) kadang-kadang ia juga salah”(Fatwa al-Lajnah ad-Daaimah juz 6 halaman 404)
Di lain kesempatan, Lajnah ad-Daimah juga berbeda pendapat dengan Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albaany ketika ada penanya yang menanyakan kedudukan hadits tentang sholat tasbih. Lajnah ad-Daimah cenderung pada pendapat bahwa hadits-hadits tentang itu tidak ada yang shahih, sedangkan Syaikh alAlbany cenderung pada pendapat Ulama sebelumnya yang menshahihkan salah satu riwayat (Fatwa al-Lajnah adDaimah juz 6 halaman 401). Hal itu menunjukkan keadilan sikap Ulama’ Ahlussunnah terhadap Ulama’ lainnya, mereka menghormatinya dan mencintainya karena Allah, kadangkala menukil ucapannya untuk menguatkan pendapat, namun mereka tidak pernah mengkultuskan dan menganggap bahwa orang itu tidak pernah salah sehingga semua ucapannya harus selalu diikuti.
Di lain sisi, para penentang dakwah Ahlussunnah sangat membenci Syaikh alAlbany. Mereka berusaha menebarkan tuduhan-tuduhan dusta terhadap beliau. Di antaranya tuduhan bahwa Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albaany telah mengkafirkan Imam al-Bukhari.
Pada salah satu blog penentang dakwah Ahlussunnah, terdapat tulisan berjudul: “AL-ALBANY MENGKAFIRKAN IMAM BUKHARY”. Berikut akan kami nukilkan tulisan dari blog tersebut. Kutipan di antara tanda “[[ .........]]” adalah isi tulisan dari blog penentang Ahlussunnah tersebut.

JANGAN CAPEK BACANYA KARNA MASIH PANJANG

Antara Fatwanya lagi, mengingkari takwilan Imam Bukhari. Sesungguhnya Imam Bukhari telah mentakwilkan Firman Allah :
كل سيء هالك إلا وجهه
قال البخاري بعد هذه الأية : أي ملكه
Tetapi Al-Albaany mengkritik keras takwilan ini lalu berkata :
(( هذا لا يقوله مسلم مؤمن ))
” Ini sepatutnya tidak dituturkan oleh seorang Muslim yang beriman “. Lihatlah kitab (( Fatawa Al-Albaany )) m/s 523. Tentang takwilan Imam Bukhari ini adalah suatu yang diketahui ramai kerana jika dilihat pada naskhah yang ada pada hari ini tidak ada yang lain melainkan termaktub di sana takwilan Imam Bukhari terhadap ayat Mutasyabihat tadi. Di samping itu juga, ini adalah antara salah satu dalil konsep penakwilan nusush sudah pun wujud pada zaman salaf (pendetailan pada pegertian makna). Bagaimana Beliau berani melontarkan pengkafiran terhadap Imam Bukhary As-Salafi dan mendakwa Imam Bukhary tiada iman dalam masa yang sama beriya-riya mengaku dirinya sebagai Muhaddits??!! memalukan je..

]]

Jika kita cermati, nukilan dari blog tersebut mengandung beberapa arti:
1. Imam al-Bukhari dianggap telah melakukan takwil terhadap Sifat Allah Subhaanahu Wa Ta’ala, beliau menakwilkan ‘Wajah’ Allah pada Qur’an surat al-Qoshosh ayat 88 dengan ‘Kekuasaan’/ ‘milik’Nya.
2. Syaikh Al-Albany dalam kitab ‘Fataawa al-Albaany’ dianggap telah mengkafirkan Imam Al-Bukhari karena telah menyatakan:

هذا لا يقوله مسلم مؤمن

“ Ini tidaklah (pantas) diucapkan seorang muslim yang beriman”

Sehingga, secara garis besar bisa disimpulkan 2 pertanyaan mendasar, sekaligus syubhat yang perlu dijawab dan diluruskan. Benarkah Imam al-Bukhari telah mentakwilkan ‘Wajah’ Allah dengan ‘Kekuasaan’/’Milik’ ? Kemudian, benarkah Syaikh al-Albany mengkafirkan Imam al-Bukhari? Berikut ini kami sebutkan masing-masing syubhat tersebut berikut bantahannya. Semoga Allah Subhaanahu Wa Ta’ala memberikan taufiqNya kepada kita semua…

Syubhat ke-1: Imam al-Bukhari telah Mentakwilkan ‘Wajah’ yang Merupakan Sifat Allah dengan ‘Kekuasaan’/’milik’. Itu Menunjukkan Imam al-Bukhari berpemahaman Al-‘Asyaairoh.

Bantahan:
Al-Imam al-Bukhari memahami ‘Asma’ WasSifat Allah sesuai dengan pemahaman Salafus Sholih. Beliau tidaklah mentakwil dengan takwil yang batil. Mari kita simak penjelasan al-Imam al-Bukhari dalam Shahihnya:

{ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ } إِلَّا مُلْكَهُ وَيُقَالُ إِلَّا مَا أُرِيدَ بِهِ وَجْهُ اللَّهِ
“ { Segala sesuatu binasa kecuali WajahNya} yaitu KekuasaanNya, dan dinyatakan juga : ‘kecuali segala yang diinginkan dengannya Wajah Allah “ (Shahih al-Bukhari juz 14 halaman 437).
Ini adalah pernyataan beliau yang bisa didapati pada sebagian naskah Shahih al-Bukhari, dan pada naskah yang lain tidak ada. Pernyataan Imam al-Bukhari ini bisa dijelaskan dalam beberapa hal penting:

Pertama, Imam al-Bukhari menukilkan beberapa tafsiran yang masyhur terhadap ayat tersebut. Dalam hal ini beliau menyebutkan makna : “Segala sesuatu binasa kecuali WajahNya, dalam 2 penafsiran :
a. إلا ملكه : kecuali ‘Kekuasaan’ / ‘milik’Nya.
b. إلا ما أريد به وجه الله : kecuali segala yang diinginkan dengannya Wajah Allah. Artinya, segala sesuatu yang dilakukan ikhlas karena Allah.
Imam al-Bukhari menukilkan 2 penafsiran ini, namun sebenarnya beliau lebih cenderung memilih pendapat yang kedua. Maknanya, segala sesuatu akan binasa/lenyap kecuali amalan yang dilakukan ikhlas hanya untuk Allah.
Bagaimana kita bisa tahu bahwa Imam al-Bukhari lebih cenderung pada pendapat yang kedua, bukan yang pertama?
Mudah sekali. Hal itu dijelaskan oleh alHafidz Ibnu Katsir dalam tafsirnya. Beliau menyatakan:

وقال مجاهد والثوري في قوله: { كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلا وَجْهَهُ } أي: إلا ما أريد به وجهه، وحكاه البخاري في صحيحه كالمقرر له
“ Mujahid dan ats-Tsaury berkata tentang firman Allah : ‘Segala sesuatu akan binasa, kecuali WajahNya’, yaitu: kecuali segala sesuatu yang diharapkan dengannya WajahNya. AlBukhari menghikayatkan dalam Shahihnya sebagai pendapatnya” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir dalam menafsirkan Quran Surat al-Qoshosh ayat 88 juz 6 halaman 135 cetakan alMaktabah atTaufiqiyyah ta’liq dari Haani al-Haj).

Kedua, penukilan penafsiran ‘Wajah’ Allah dengan ‘Kekuasaan’ / ‘milik’ Allah ini perlu ditinjau ulang.
AlHafidz Ibnu Hajar al-‘Asqolaany menjelaskan dalam Fathul Baari:

قَوْله : ( إِلَّا وَجْهه : إِلَّا مُلْكه ) فِي رِوَايَة النَّسَفِيِّ " وَقَالَ مَعْمَر " : فَذَكَرَهُ . وَمَعْمَر هَذَا هُوَ أَبُو عُبَيْدَة بْن الْمُثَنَّى ، وَهَذَا كَلَامه فِي كِتَابه " مَجَاز الْقُرْآن " لَكِنْ بِلَفْظِ " إِلَّا هُوَ " وَكَذَا نَقَلَهُ الطَّبَرِيُّ عَنْ بَعْض أَهْل الْعَرَبِيَّة ، وَكَذَا ذَكَرَهُ الْفَرَّاء

Ucapan al-Bukhari {kecuali WajahNya : kecuali Kekuasaan/milikNya} ada pada riwayat anNasafiy dengan menyatakan : ‘Ma’mar berkata….’kemudian disebutkan ucapan tersebut. Ma’mar ini adalah Abu Ubaidah bin alMutsanna. Ucapan tersebut terdapat dalam kitabnya “Majaazul Qur’aan”, akan tetapi dengan lafadz ‘kecuali Dia’. Demikian juga dinukil oleh atThobary dari sebagian ahli bahasa Arab, dan disebutkan juga oleh al-Farra’ (Lihat Fathul Baari syarh Shahih alBukhari juz 13 halaman 292).
Dari penjelasan alHafidz di atas bisa disimpulkan bahwa Imam alBukhari menukilkan tafsiran ‘Wajah’ Allah dengan ‘Kekuasaan’/’Milik’ Allah berdasarkan riwayat anNasafiy dari perkataan Ma’mar. Namun, perkataan Ma’mar dalam kitabnya Majaazul Qur’an bukanlah menafsirkan kalimat ‘kecuali Wajah Allah’ dengan ‘kecuali Kekuasaan Allah’, tapi dengan ‘kecuali Dia’. Dari sini nampak jelas bahwa penukilan tafsir ‘Wajah Allah’ dengan ‘Kekuasaan’/’Milik’ Allah sebagai ucapan Ma’mar adalah penukilan yang tidak benar. Atas dasar inilah, maka Syaikh Muhammad Nashiruddin alAlbaany ketika ditanya tentang hal ini beliau meragukan tafsiran itu sebagai tafsiran dari Imam alBukhari sendiri, dan tidak mungkin Imam alBukhari menyatakan demikian (InsyaAllah nanti akan diperjelas pada bantahan syubhat ke-2).

Ketiga, Imam alBukhari menetapkan ‘Wajah’ Allah.
Tidak seperti al-‘Asya-iroh yang menakwilkan Sifat Allah dengan Sifat yang batil, Imam alBukhari menakwilkannya dengan takwilan yang benar.
Takwilan yang benar adalah takwilan yang merupakan penjelas dari maksud suatu kalimat. Penakwilan tersebut tidaklah keluar dari kaidah bahasa Arab. Sedangkan takwilan yang batil adalah penakwilan yang pada dasarnya mengingkari adanya Sifat itu, kemudian dia palingkan maknanya pada makna yang lain. Intinya, seseorang yang menakwil dengan takwil yang batil mengingkari makna hakiki dari Sifat tersebut. Dia tidak menolaknya secara terang-terangan seperti para Mu’aththilah (Jahmiyyah), namun dia palingkan maknanya kepada makna yang lain.
Sebagai contoh, takwilan yang batil adalah menakwilkan ‘Tangan’ Allah dengan ‘Kekuasaan’. Seseorang yang menakwilkan ini tidaklah menetapkan bahwa Allah memiliki Tangan. Padahal Ahlussunnah tidaklah menetapkan kecuali yang Allah tetapkan untuk dirinya sendiri, sesuai dengan Kesempurnaan Sifat yang ada pada Allah tanpa memalingkannya pada makna yang lain.
Imam al-Bukhari menetapkan Wajah Allah sesuai dengan Kesempurnaan Sifat Allah, tanpa beliau palingkan pada makna lain. Bagaimana kita tahu bahwa beliau menetapkan ‘Wajah’ bagi Allah? Bisa kita simak dalam kitab Shahih beliau sendiri pada bagian yang lain. Beliau menempatkan bab tersendiri dalam penafsiran ayat itu, kemudian menyebutkan riwayat hadits yang menjelaskan kandungan bab itu sendiri.
Imam alBukhari menyatakan dalam kitab Shahihnya:

بَاب قَوْلِ اللَّهِ تَعَالَى { كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ }
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا حَمَّادُ بْنُ زَيْدٍ عَنْ عَمْرٍو عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ { قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلَى أَنْ يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِنْ فَوْقِكُمْ } قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعُوذُ بِوَجْهِكَ فَقَالَ{ أَوْ مِنْ تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ } فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعُوذُ بِوَجْهِكَ قَالَ { أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا } فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذَا أَيْسَرُ

“Bab firman Allah Ta’ala : ‘Segala sesuatu binasa kecuali WajahNya’
Telah memberitahukan kepada kami Qutaibah bin Sa’id (ia berkata) telah memberitahukan pada kami Hammad bin Zaid dari ‘Amr dari Jabir bin Abdillah beliau berkata: ketika turun ayat ini : ‘Katakan: Dialah (Allah) Yang mampu untuk mengirim adzab dari atas kalian’, Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam berkata: ‘Aku berlindung kepada WajahMu’, kemudian firman Allah : ‘atau dari bawah kaki kalian’, Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam berkata: ‘aku berlindung kepada WajahMu’, kemudian firman Allah: atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan), Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam berkata: ‘Ini lebih ringan’(Lihat Shahih alBukhari juz 22 halaman 410).
Telah dimaklumi di kalangan para Ulama’ Ahlul hadits bahwa pemilihan riwayat hadits dalam suatu bab merupakan representasi pemahaman Imam alBukhari terhadap makna yang ada pada bab tersebut. Ketika Imam alBukhari menyebutkan hadits perkataan/ doa Nabi: ‘Aku berlindung kepada WajahMu’, beliau tidaklah mentakwilkan ucapan Nabi tersebut pada makna-makna lain. Beliau sekedar menyebutkan riwayat itu saja. Ini menunjukkan bahwa Imam alBukhari menetapkan Sifat ‘Wajah’ bagi Allah tanpa mentahrif (memalingkan) pada makna yang lain.
Mungkin masih tersisa pertanyaan: ‘Jika benar Imam alBukhari memilih pendapat yang kedua dalam menafsirkan ayat itu, bukankah juga berarti beliau menakwilkan ayat tersebut. Kalimat: ‘Segala sesuatu akan binasa, kecuali Wajah Allah’ ditakwilkan sebagai ‘Segala sesuatu akan binasa kecuali yang mengharapkan Wajah Allah’. Benar, itu adalah takwil yang beliau lakukan sebagaimana penakwilan atTsaury. Penakwilan tersebut tidaklah batil, karena memang dipahami dari ucapan lafadz Arab.
Al-Imam atThobary menyatakan dalam tafsir atThobary juz 19 halaman 643 bahwa penafsiran tersebut sesuai dengan perkataan syair:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ ذَنْبًا لَسْتُ مُحْصِيهُ... رَبُّ العِبادِ إلَيْهِ الوَجْهُ والعَمَلُ
“Aku memohon ampun kepada Allah dari dosa yang aku tak mampu menghitungnya…
(Dialah) Rabb hamba-hamba, yang kepadaNya wajah (kehendak) dan amalan

Lafadz الوجه (wajah) dalam kalimat syair tersebut berarti kehendak dan keinginan.
Takwil yang demikian bukanlah takwil yang batil, karena merupakan salah satu penjelasan terhadap makna kalimat yang sesuai dengan konteks bahasa Arab yang biasa dipahami. Selain itu, penakwilan ini tidaklah menafikan penetapan ‘Wajah’ bagi Allah sesuai dengan Keagungan, Kemulyaan, dan Kesempurnaan Allah, yang tidak sama dengan makhlukNya, dan tidak diketahui kaifiyatnya kecuali Allah.

Syubhat ke-2: Syaikh alAlbany Mengkafirkan Imam alBukhari
Bantahan:
Ini adalah kedustaan yang besar. Syaikh alAlbany tidaklah mengkafirkan Imam alBukhari. Jika yang dimaksud adalah ucapan Syaikh alAlbany dalam Fataawa alAlbaany, maka mari kita simak nukilan percakapan tanya jawab tersebut:

السؤال
لي عدة أسئلة، ولكن قبل أن أبدأ أقول: أنا غفلت بالأمس عن ذكر هذه المسألة، وهي عندما قلت: إن الإمام البخاري ترجم في صحيحه في معنى قوله تعالى: { كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ } [القصص:88] قال: إلا ملكه.
صراحة أنا نقلت هذا الكلام عن كتاب اسمه: دراسة تحليلية لعقيدة ابن حجر ، كتبه أحمد عصام الكاتب ، وكنت معتقداً أن نقل هذا الرجل إن شاء الله صحيح، ولازلت أقول: يمكن أن يكون نقله صحيحاً، ولكن أقرأ عليك كلامه في هذا الكتاب.

إذ يقول: قد تقدم ترجمة البخاري لسورة القصص في قوله تعالى: { كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ } [القصص:88]، أي: إلا ملكه، ويقال: (إلا) ما أريد به وجه الله، وقوله: إلا ملكه، قال الحافظ في رواية النسفي وقال معمر فذكره، و معمر هذا هو أبو عبيدة بن المثنى ، وهذا كلامه في كتابه مجاز القرآن ، لكن بلفظ (إلا هو)، فأنا رجعت اليوم إلى الفتح نفسه فلم أجد ترجمة للبخاري بهذا الشيء، ورجعت لـ صحيح البخاري دون الفتح ، فلم أجد هذا الكلام للإمام البخاري ، ولكنه هنا كأنه يشير إلى أن هذا الشيء موجود برواية النسفي عن الإمام البخاري ، فما جوابكم؟
الجواب
جوابي تقدم سلفاً.
السائل: أنا أردت أن أبين هذا مخافة أن أقع في كلام على الإمام البخاري .
الشيخ: أنت سمعت مني التشكيك في أن يقول البخاري هذه الكلمة؛ لأن تفسير قوله تعالى: { وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلالِ وَالْأِكْرَامِ } [الرحمن:27] أي: ملكه، يا أخي! هذا لا يقوله مسلم مؤمن، وقلت أيضاً: إن كان هذا موجوداً فقد يكون في بعض النسخ، فإذاً الجواب تقدم سلفاً، وأنت جزاك الله خيراً الآن بهذا الكلام الذي ذكرته تؤكد أنه ليس في البخاري مثل هذا التأويل الذي هو عين التعطيل
.
السائل: يا شيخنا! على هذا كأن مثل هذا القول موجود في الفتح ، وأنا أذكر أني مرة راجعت هذه العبارة باستدلال أحدهم، فكأني وجدت مثل نوع هذا الاستدلال، أي: أنه موجود وهو في بعض النسخ، لكن أنا قلت له: إنه لا يوجد إلا الله عز وجل، وإلا مخلوقات الله عز وجل، ولا شيء غيرها، فإذا كان كل شيء هالك إلا وجهه، أي: إلا ملكه، إذاً ما هو الشيء الهالك؟!! الشيخ: هذا يا أخي! لا يحتاج إلى تدليل على بطلانه، لكن المهم أن ننزه الإمام البخاري عن أن يؤول هذه الآية وهو إمام في الحديث وفي الصفات، وهو سلفي العقيدة والحمد لله



Pertanyaan:’Saya memiliki beberapa pertanyaan, akan tetapi sebelum saya mulai, saya katakan: Saya lupa kemarin untuk menyebutkan masalah ini, yaitu: Sesungguhnya al-Imam alBukhari menjelaskan dalam Shahihnya tentang firman Allah Ta’ala:’ Segala sesuatu binasa kecuali WajahNya’ (Q.S alQoshosh: 88), beliau berkata: ‘kecuali kekuasaan/milikNya’. ‘Secara jelas saya menukil ucapan ini dari kitab yang berjudul: ‘Diraasah Tahliiliyah li ‘aqiidati Ibni Hajar’, ditulis oleh Ahmad ‘Ishaam al-Kaatib. Dan saya yakin bahwa nukilan penulis ini Insya Allah benar. Aku terus menerus berkata: mungkin nukilannya benar. Akan tetapi saya bacakan di hadapan anda ucapan beliau di dalam kitab ini.

Telah berlalu penjelasan alBukhari dalam surat alQoshosh tentang firman Allah Ta’ala : ‘Segala sesuatu akan binasa kecuali WajahNya’ (Q.S alQoshosh:88): Segala yang diharapkan dengannya Wajah Allah. Dan ucapan beliau: ‘Kecuali kekuasaanNya/ milikNya. AlHafidz Ibnu Hajar berkata dalam riwayat anNasafiy dan berkata Ma’mar, kemudian disebutkan ucapan tersebut. Ma’mar ini adalah Abu Ubaidah bin alMutsanna. Ini adalah ucapannya dalam kitabnya Majaazul Qur’an. Akan tetapi dengan lafadz ‘kecuali Dia’. Aku pada hari ini berusaha melihat kembalai Fathul Baari tetapi tidak aku temui penjelasan alBukhari tentang itu. Kemudian aku juga melihat kembali kitab Shahih alBukhari yang tanpa syarh Fathul Baari, aku juga tidak mendapati ucapan ini dari alBukhari. Akan tetapi, seakan-akan itu mengisyaratkan bahwa kalimat itu ada pada riwayat anNasafiy dari al-Imam al-Bukhari. Bagaimana jawaban anda?

Jawaban: “Jawaban saya adalah seperti yang tersebutkan lalu”.
Penanya bertanya lagi: “Saya ingin menjelaskan ini karena khawatir terjatuh dalam kesalahan terhadap ucapan al-Imam al-Bukhari.
Syaikh alBany berkata lagi: Anda telah mendengar dari saya keraguan bahwa alBukhari mengucapkan kalimat tersebut. Karena sesungguhnya tafsir firman Allah Ta’ala: ‘Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan’ (ArRahman:27), (Wajah) yaitu Kekuasaan/MilikNya. Wahai saudaraku, ucapan ini tidak sepantasnya diucapkan seorang muslim yang beriman. Aku juga katakan bahwa: Jika (perkataan) tersebut ada, mungkin terdapat pada sebagian naskah. Kalau demikian, maka jawabannya adalah pada yang telah lalu. Kepada anda, Jazaakallah khairan (semoga Allah membalas anda dengan kebaikan), sekarang dengan ucapan yang telah anda sebutkan itu memperjelas bahwa tidak ada dalam alBukhari semisal takwil tersebut yang merupakan bentuk peniadaan.
Penanya bertanya lagi: Wahai Syaikh kami, sepertinya ucapan semacam ini terdapat dalam Fathul Baari. Saya telah menyebutkan bahwa saya berkali-kali mengecek kembali kalimat ini dengan pendalilan salah satu dari mereka. Sepertinya saya menemukan sebagian bentuk pendalilan ini, bahwasanya itu terdapat dalam sebagian naskah. Akan tetapi saya katakan kepadanya: Sesungguhnya tidak ada kecuali Allah dan kecuali makhluk-makhluk Allah. Tidak ada selain keduanya. Jika tidak ada yang binasa kecuali WajahNya artinya miliknya, maka apa lagi yang binasa?
Syaikh alAlbany berkata: ‘ Wahai saudaraku, ini tidak membutuhkan lagi dalil untuk menunjukkan kebatilannya. Akan tetapi yang penting adalah membersihkan persangkaan bahwa al-Imam alBukhari telah menakwilkan ayat (seperti itu), dalam keadaan beliau adalah Imam dalam masalah hadits dan Sifat Allah. Beliau adalah seorang Salafy dalam aqidahnya, alhamdulillah (Fataawa alAlbaany halaman 522-523).
Saudaraku kaum muslimin….
Kalau dialog tanya jawab dengan Syaikh alAlbaany tersebut kita baca dengan baik niscaya kita akan dengan mudah memahami bahwa sungguh dusta tuduhan tersebut. Sama sekali Syaikh alAlbany tidak mengkafirkan Imam alBukhari.
Ada seorang penanya yang dalam suatu kesempatan menanyakan kepada Syaikh AlBany, apakah benar Imam alBukhary telah menakwilkan ‘Wajah Allah’ dengan ‘Kekuasaan/’Milik’Nya. Awalnya Syaikh tidaklah menanggapi terlalu banyak. Cukuplah penjelasan dalam pertemuan-pertemuan majelis beliau sebelumnya bahwa Imam alBukhari menafsirkan surat alQoshosh ayat 88, dengan ‘Segala sesuatu akan binasa, kecuali yang diharapkan dengannya Wajah Allah’. Penjelasan Syaikh alAlbany ini sama dengan ucapan Ibnu Katsir dalam tafsirnya yang menukil juga pendapat Imam alBukhari (telah kami sebutkan di atas).
Penanya tersebut mengatakan sendiri bahwa ia telah berulang kali berusaha cross check ulang pada naskah Shahih alBukhari yang ada pada dirinya, namun ia tidak mendapati perkataan Imam alBukhari yang menakwilkan demikian. Hal ini menunjukkan bahwa penafsiran ‘Wajah’ dengan ‘Kekuasaan’/’Milik’ ada pada sebagian naskah (manuskrip), dan penukilan pada naskah tersebut tidak benar, sebagaimana dijelaskan oleh alHafidz Ibnu Hajar bahwa kalau yang dimaksud adalah ucapan Ma’mar maka seharusnya penafsirannya adalah : ‘segala sesuatu akan binasa, kecuali Dia’.
Penanya juga dapat menarik kesimpulan sendiri bahwa penafsiran tersebut terlihat tidak benar. Kalau diartikan bahwa ‘segala sesuatu akan binasa, kecuali milik Allah’, maka berarti tidak akan ada yang binasa. Karena yang ada hanyalah Allah dan makhlukNya, sedangkan makhluk Allah adalah milik Allah. Itulah yang dimaksud dengan ucapan Syaikh alAlbany bahwa tidak mungkin seorang muslim yang beriman akan mengucapkan demikian, karena berarti dia akan berkeyakinan bahwa semua akan kekal.
Di sini nampak jelas kedustaan tuduhan itu, karena sama sekali Syaikh alAlbany tidak menyatakan bahwa Imam alBukhari adalah bukan seorang muslim dan mukmin, justru Syaikh meragukan kalimat itu sebagai ucapan Imam al-Bukhari. Syaikh menyatakan: “Anda telah mendengar dari saya keraguan bahwa alBukhari mengucapkan kalimat tersebut”…kemudian beliau juga menyatakan: …”Akan tetapi yang penting adalah membersihkan persangkaan bahwa al-Imam alBukhari telah menakwilkan ayat (seperti itu)”.
Kemudian, sebagai bantahan telak bahwa Syaikh alAlbany sama sekali tidak mengkafirkan Imam alBukhari, bahkan justru memujinya sebagai salah seorang Imam kaum muslimin, di akhir dialog Syaikh alAlbany menyatakan: “…dalam keadaan beliau adalah Imam dalam masalah hadits dan Sifat Allah. Beliau adalah seorang Salafy dalam aqidahnya, Alhamdulillah”.
Sedemikian jelasnya masalah ini jika dipandang secara adil. Namun, musuh dakwah Ahlussunnah bersikap tidak amanah, dan memang yang dicarinya adalah fitnah untuk menjauhkan Ulama’ Ahlussunnah dari kaum muslimin.
Kami menasehatkan pengelola blog tersebut ataupun seluruh situs/blog yang banyak menukil tulisan tersebut untuk bertaubat kepada Allah Subhaanahu Wa Ta’ala karena mereka telah menyebarkan tuduhan dusta di tengah kaum muslimin. Jika kepada sesama muslim yang awam saja merupakan dosa besar jika kita memberikan tuduhan yang keji padanya, maka bagaimana jika tuduhan itu disematkan kepada seorang Ulama’ Ahlussunnah.

وَالَّذِينَ يُؤْذُونَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ بِغَيْرِ مَا اكْتَسَبُوا فَقَدِ احْتَمَلُوا بُهْتَانًا وَإِثْمًا مُبِينًا
“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata” (Q.S al-Ahzaab: 58).

Semoga Allah Subhaanahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan hidayahNya kepada kita semua…

Ditulis Oleh Abu Utsman Kharisman untuk Situs Darussalaf.or.id

kalau kurang mudeng di ulang-ulang bacanya,

Kitabku bukan sembarang kitab part 2




perhatikan note yang di lingkari merah adalah nama nurhasan madigol


Alhamdulillah setelah ramainya pembicaraan tentang kitabku bukan sembarang kitab bagian satu kini saya menampilakan bukti mereka bagian kedua. kali ini saya hanya akan membahas penisbatan periwayatan. di mana kasus ini hanya saya temukan di dalam kitab LDII,atau diantara ulama Indonesia baru kali ini saya menjumpai akunya ulama minta di deretkan bersama-sama ahli hadits dalam silsilah periwayatan.

LIHAT GAMBAR DI ATAS adalah bagian dari kitabush sholah halaman 124-125 (ingat hanya kitab solat khusus intern LDII)dengan mengutip sebuah hadits dalam kitab Sunan At-Tirmidzi.

Dia mengatakan bahwa dirinya manqul dari Nabi Muhammad SAW. Adapun hadits tersebut berbunyi, yang artinya, “Telah menceritakan kepada kami, ‘Ubaidah bin Abdil Aziz (Nur Hasan Ubaidah Lubis), telah menceritakan kepada kami, Syaikh Umar Hamdan Al-Madani Al-Makki, dari sayyid Ali Adh-Dhahir Al-Witri Al-Madani, dari Syaikh Abdil Ghani Al-Majaddidi, dari ayahnya Abi said, dari Abdil Aziz Ad-Dihlawi As-Syah Waliyillah Ad-Dihlawi, dari Syaikh Abi Thahir Al-Kurani, dari ayahnya Syaikh Ibrahim Al-Kurani, dari Syaikh Al-Mijahi, dari Syaikh Ahmad As-Subki, dari Syaikh Najmuddin Al-Ghaithi dari Zaini Zakaria dari Al-Iz bin Abdirrahim bin Furaat, dari Syaikh Umar bin Al-Hasan Al-Maraghi, dari Al-Fahr bin Ali bin Ahmad bin Abdil Wahid, dari Syaikh Umar bin Thobarzad Al-Baghdadi telah berkata, telah menceritakan kepada kami Syaikh Abul Fatah Abdul Malik bin abdil Qosim Al-Harawi Al-Karruhi telah berkata, telah menceritakan kepada kami Al-Qadli Al-Zahid Abu Amir Mahmud bin Qasim, dan telah menceritakan kepadaku Syaikh bin Nashr Abdul Aziz bin Muhammad bin Ali At-Tiryaqi dan Syaikh Abu Bakar Ahmad bin Abdi As-Shamad Al-Ghurazi mereka telah berkata, telah mengabarkan kepada kami Abu Muhammad Abdul Jabbar bin Muhammad bin Al-Jarrah Al-Jarrahi telah berkata, telah mengkhabarkan kepada kami Abdul Abas Muhammad bin Ahmad bin Mahbub telah berkata, telah mengkhabarkan kepada kami Abu Isa Muhammad bin Isa bin Saurah At-Tirmidzi, telah menceritakan kepada kami Ibrahim bin Ya’kub Al-Jauzajaani, telah menceritakan kepadaku Shafwan bin sholih, telah menceritakan kepada kami Al-Walid bin Muslim, telah menceritakan kepada kami Syuaib bin Abi Hamzah dari Abi Zinad dari Al-’Araz dari abi Hurairah, telah berkata, telah berkata Rasulullah SAW, “Sesungguhnya bagi Allah SWT itu mempunyai sembilan puluh sembilan nama, barang siapa yang menghitungnya pasti dia masuk sorga, Dia Allah yang tidak ada tuhan selain Dia Ar-Rahman, Ar-Rahim, Al-Malik, Al-Qudus, As-Salam, Al-Mukmin, Al-Muhaimin, Al-Aziz, Al-Jabbar, Al-Mutakabbir, Al-Khaliq, al-Baari, Al-Mushawwir, Al-Ghaffar, Al-Qahar, Al-Wahab, Ar-Razzaq, Al-Fattah, Al-’Alim, Al-Qabidl, Al-Basit, Al-Khafidl, Ar-Rafi, Al-Muiz, Al-Mudzil, As-Sami, Al-Bashir, Al-Hakam, Al-’Adl, Al-Latif, Al-Khabir, Al-Halim, Al-’Adlim, Al-Ghofur, Asy-Syakur, Al-’Ali, Al-Kabir, Al-Hafid, al-Muqit, Al-Hasib, Al-Jalil, Al-Karim, Ar-raqib, Al-mijib, Al-Waasi, Al-Hakim, Al-Wadud, Al-Majid, Al-Baits, As-Syahid, Al-Haq, Al-Wakil, Al-Qawi, Al-Matin, Al-Wali, Al-Hamid, Al-Muhshi, Al-Mubdi, Al-Muid, Al-Muhyi, Al-Mumit, Al-Hayyu, AlQayum, Al-Wajidu, Al-Majidu, Al-Wahidu, Ash-Shamadu, Al-Qadiru, Al-Muktadir, Al-Muqadim, Al-Mu’akhir, Al-Awwal, Al-Akhir, Adh-Dhahir, Al-Bathin, Al-Wali, Al-Muta’ali, Al-Barru, At-Tawwab, Al-Muntaqimu, Al-’Afuwwu, Ar-Raufu, Maalikul Mulki, Dzul Zalali wal Ikram, Al-Muqsit, Al-Jaami, Al-Ghani, Al-Mughni, Al-Maani, Adl-Dlaru, An-Nafi’, An-Nur, Al-Hadi, Al-Badi’, Al-Baqi, Al-Waritsu, Ar-Rasyid, Ash-Shobur.”

Hadits tersebut aslinya dalam kitab Sunan At-Tirmidzi, juz 5, hal.192, hadits no. 3574, penerbit: Perpustakaan As-Salafiyah Madinah Al-Munawwarah.

Konteksnya penulisan ini agar dipaksakan dan di akukan bahwa kaidah ini telah di rekomendasikan oleh kibarul ulama’ padahal sejatinya Nurhasan ini tidak di kenal dalam dunia periwayatan hadits,apalagi eksistensinya dakwahnyasungguh sangat bertolak belaka dengan kibarul ulama arab Saudi yang gencarnya peran mereka memusuhi khawarij.

Walau demikian ,ini adalah satu konsep yang cukup berbahaya untuk penisbatan dirinya dalam silsilah periwayatan.agar dakwahnya di anggap rojih di pandangan kaum muslimin yang masih awam dengan agama. Tapi sungguh manhaj yang mereka anut tidaklah beda dengan manhaj khowarij=takfiry dan manhaj syiah=taqiyah.

wahai Islam Jamaah...sampai kapan dakwah kalian begini,banyak kaum muslimin yang awam telah terpedaya oleh fikroh kalian.

ANDAI NURHASAN ADALAH MEMANG ALUMNI DARI DARUL HADITS NISCAYA NAMANYA AKAN DI TULIS SEBAGAI MURID DARUL HADITS SEPERTI ULAMA' INDONESIA YANG HIDUPNYA DI HABISKAN UNTUK MENGAJAR DI DARUL HADITS.

Penjelasan

Setelah melakukan penelitian terhadap buku-buku pegangan kelompok 354, LPPI (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam) menyimpulkan:

Buku-buku pegangan kelompok Islam Jama’ah/Lemkari/354 adalah gelap, artinya, buku itu tanpa penulis dan penerbit, hanya di akhir tiap-tiap buku itu tertulis: “Tidak diperjualbelikan, khusus untuk intern warga 354.” Hal ini bisa dimengerti, mengingat cara penulisannya menyimpang dari pemahaman yang sesungguhnya, tetapi dipahami menurut cara penyusunnya. Oleh karena itu, agar terhindar dari serangan kaum cendekiawan yang ahli, diantaranya mereka menulis dengan cara gelap.

Untuk menguatkan ajaran manqulnya, Nur Hasan mengutip sebuah hadits dalam kitab Sunan At-Tirmidzi juz V hlm. 192 hadits no. 3574, Penerbit Pustaka As-Salafiyah Madinah Al-Munawwarah. (seperti dikutip).

Hadits tersebut, (silakan Saudara kaum Msulimin sekalian cek dengan sumber yang aslinya yang dapat dipercaya) sanad aslinya adalah sbb:

Imam At-Tirmidzi menerima dari Ibrahim bin Yaqub Al-Jaujaani, Ibrahim menerima dari Shofwan bin Sholih, Shofwan menerima dari Al-Walid bin Muslim, Al-Walid menerima dari Syaib bin Hamzah, Syaib menerima dari Abi Zinad, Abi Zinad dari Al-Araz, Al-Araz dari Abi Hurairah, Abu Hurairah dari Nabi SAW. Inilah sanad hadits tersebut dalam kitab asli Imam At-Tirmidzi. Sama sekali tidak tercantum nama Nurhasan Ubaidah Lubis (yang dalam kitab-kitab pegangan 354, tercantum dengan nama Ubaidah bin Abdul Azis, untuk meyakinkan anggotanya yang tidak memahami kaidah ilmu periwayatan).

Dengan demikian, jelaslah bahwa Nur Hasan telah menambah sanad hadits tersebut dan mencantumkan nama Nur Hasan Ubaidah padanya.

Tambahan nama Nur Hasan bin Abd. Azis (Nur Hasan Ubaidah Lubis) di awal sanad tersebut adalah pemalsuan yang dilakukan oleh Nur Hasan dan tokoh pendukungnya. Begitu juga nama orang-orang yang ditambahkan Nur Hasan setelah namanya tersebut sampai Imam At-Tirmidzi tidak ada dalam Kitab Imam At-Tirmidzi yang asli. Yang ada hanya nama Imam At-Tirmidzi sampai dengan Rasulullah SAW.

Syarat harus manqul dalam menyiarkan Islam tidak pernah ada dalam ketentuan Ilmu Hadits.

Nur Hasan mengaku dirinya belajar di perguruan Darul Hadits Makkah Al-Mukarramah sekitar tahun 1229-1941 M/1349 s/d 1361 H. Apakah benar orang yang bernama Haji Nurhasan Al-Ubaidah pernah study di perguruan Darul Hadits?

Sebagai jawaban atas pengakuan tersebut, berikut ini kami kutipkan jawaban Direktur Umum Inspeksi Agama di Masjid Al Haram As-Syaikh Abdullah bin Muhammad bin Humaid pada tahun 1399 H.

Jawaban:

“Perguruan Darul Hadits belum berdiri sebelum 1352 H.” (1932 M, pen). Maka study H. Nurhasan Al-Ubaidah sebelum lahirnya perguruan tersebut pada perguruan itu adalah di antara hal yang membuktikan bahwa pengakuannya tidak benar. Dan setelah kami periksa arsip perguruan Darul Hadits di sana, tidaklah terdapat nama dia sama sekali, hal itu membuktikan bahwa dia tidak pernah study di sana.

Mengenai pertanyaan saudara tentang “Dapatkah dibenarkan pendiriannya yang mengharuskan diterimanya hadits-hadits Nabi yang hanya diriwayatkan oleh dia saja?” Dapatlah dijawab bahwa menggunakan periwayatan hadits, sehingga tidak dapat diterima kecuali melalui dia adalah suatu pendirian yang batil. Ini adalah penipuan terhadap ummat yang tidak patut dipercaya, sebab riwayat hadits-hadits Rasulullah sudah tercantum dalam kitab-kitab hadits induk yang shahih dan kitab-kitab hadits induk lainnya.

Selanjutnya, dia (Nurhasan) tidak akan sanggup mencakup (menghafal) hadits-hadits Rasulullah SAW walau sekedar sepersepuluhnya (1/10, pen). Oleh karena itu, bagaimana mungkin tidak dibolehkan seseorang menerima hadits-hadits Rasulullah SAW, kecuali hanya melalui dia, sedangkan dia pun sudah terbukti tidak pernah study pada Perguruan Darul Hadits di Makkah Al-Mukarramah. Orang ini sebenarnya hanya pemalsu keterangan, penipu ummat, untuk mengajak orang-orang awam masuk ke dalam alirannya.

Mengenai pertanyaan saudara tentang “Benarkah dia seorang Amirul Mukminin yang dibai’at secara ijma’ dan bahwa mengenai Amirul Mukminin itu telah menunjuk seorang wakilnya yaitu Haji Nur Hasan Al-Ubaidah Lubis, dan adakah legalitasnya yang mewajibkan umat tauhid di Indonesia untuk patuh dan taat kepada dia?”

Jawabannya:

“Haji Nur Hasan Al-Ubaidah mengaku wakil Amirul Mukminin dan tidak ada orang yang mengangkatnya sebagai wakil. Tetapi orang ini sebenarnya hanyalah dajjal (penipu) dan pemalsu keterangan, sehingga tidak perlu dihiraukan dan tidak patut dipercaya, bahkan wajib dibongkar kepalsuannya kepada khalayak ramai serta di jelaskan penipuannya dan keterangan-keterangannya yang palsu supaya khalayak ramai mengetahuinya. Dengan demikian, kita termasuk orang yang berdakwah beramar ma’ruf nahi munkar, dalam hal ini memerangi aliran-aliran sempalan yang menyesatkan.

Sumber: Diadaptasi dari Bukti Kebohongan Imam Jama’ah 354 LPPI, Nur Hasan Ubaidah Lubis, LPPI (Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam)

Al-Islam – Pusat Informasi dan Komunikasi Islam Indonesia

HAA TUW BURHANAKUM IN KUNTUM SHODIKIN

Surat kiriman seorang hamba Allah yang tidak ingin namanya di tampilkan disini.

Pertama kali mereka membuat sebuah strategi makar yang cukup sensasional dengan cara mereka mencari mata mata dari kalangan ex354 yang selalu memberikan berita yg up to date kemudian mata 2 tsb dimanfaatkan dengan cara memberikan info yg salah agar kami ex354 merasa berada diatas angin.
Mereka sengaja memberitakan bahwa pakubumi memiliki pemahaman yg sama dgn akhuna mauluddin.

Selanjutnya mereka menyusupkan beberapa muballigh daerah kepada kami dengan tujuan rujuk ilal haq.(sambil menyusun strategi ampuh).
Selanjutnya mereka berpura pura rujuk kemudian kembali bertobat kembali kepangkuan 354.
(dari sinilah strategi di susun..pengurus akan membudi dayakan nasehatnya kepada jamaahnya "hai perhatikan disinilah letak kebenaran kita,ada muballig kita yang telah lama keluar dan belajar lama di salah satu guru ahlu sunnah ternyata dia bertobat lagi karna apa yang dia jumpai hanyalah hampa dan keyakinannya semakin teguh terhadap jamaah kita,akhirnya dia kembali".ucapan ini sungguh sangat dahsyat bila sampai dan di dengung dengungkan kepada jamaah 354 agar mereka tidak ada yang keluar meninggalkan fikrohnya.)

Selanjutnya akan diberitakan diteks bulanan atau di notulen bahwa ada beberapa muballigh dan wakil daerah yg setelah lama mengikuti kajian salafy ternyata telah bertobat.

Tujuannnya tdk lain adalah untuk menetapkan pemahaman rukyahnya agar tidak terpengaruh pada dakwah kami

strategi ini sungguh Sebuah strategi mata mata tingkat tinggi dan makar kedustaan yg telah diciptakan sang khowarij kepada kami.

dan andaikata mereka benar-benar ruju' maka pasti dia akan mendatangi asatidz yang ada,atau minimal dia akan menghubungi akhuna.