بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

peristiwa tahun baru bersama imam daerah

mungkin ada yang bertanya-tanya tentang postingan di atas,membahas fatwanya fadhilatus syaikh tentang larangannya merayakan tahun baru,apakah ada kaitannya dengan islam jamaah,,,apakah islam jamaah dalam daftar orang yang meraykan pula tentang tahun baru....???

dua hari saya mencari bukti yang pernah saya simpan di arsip komputer sy tapi ternyata beberapa bukti yang telah saya agendakan sebagian hilang....yah qodarullah..alhamdulilah masih ada beberapa file yang masih saya simpan. di mana file ini saya dapatkan jauh-jauh sebelumnya,karna file foto ini berkenan dengan keadaan zaman.utamanya pada generasi muda islam jamaah yang mengusung pembawa bendera quran dan sunnah,begitu titahnya mereka selama ini.

bayangakan berapa kali saya bertugas di beberapa daerah sebagai dainya islam jamaah....dimana pada setiap akhir tahun di adakan semacam kegiatan muda-mudi,dengan beralasankan agar tehindar dari kemaksiatan. ibaratnya bagai makan buah simakalama.....mundur kena maju pun kena.

sesaat saya sadar bawa apa yang di lakukan oleh LDII utk pembaruan militansinya malah berubah aturan baru,aturan yang bertentangan dengan quran dan sunnah....bagaimana tidak hal yang sperti di gambarkan di bawah ini adalah polemik yang selalu saya jumpai....

salah satunya adalah imam daerah gorontalo (sederajat dengan gubernur)


dengan menggunakan projector yang bertuliskan "HAPPY NEW YEAR selamat tahun baru 2009" seorang imam daerah Gorontalo (pak Sudarmono) tengah memberi pengarahan tentang tahun baru kepada jamaahnya.

wah bagimana jadinya...seorang imam sekaligus mubalig melakukan hal yang demikian ....bagaimana menurut anda????

Comments
85 Comments

85 Response to "peristiwa tahun baru bersama imam daerah"

hafizah mengatakan...

bukankah tahun baru tsb jelas2 adalah tahun baru nya NASRONI?

bukankah kita sebagai muslim tidak boleh tasabuh / menyerupai or2 non muslim?

bukankah ldii mengajinya quran dan hadits?

MANA BUKTINYA?

Anonim mengatakan...

Pendapat aku ??? nggak ada yang aneh kok , lha wong islam jamaah , kok dilawan .......

Slogannya saja pembawa Al Quran dan As-sunnah , prakteknya NOL .

Karena bagi mereka hal-hal yang menurut syariat dilarangpun dan sudah banyak dijelaskan ulama , NAMUN bertentangan dengan pendapat imam kelompok/desa apalagi pusat pastilah pendapat imamnya-lah yang jadi rujukannya.

Mereka aqidah dan ahlaknya , kacau balau .
Sesekali bertasabuh dengan nasrani dilain waktu bertasyabuh dengan yahudi.

Mereka telah menjadikan imam kelompok/desa/pusat , sesembahan tandingan selain Allah.

Semoga kita diteguhkan dalam agama dengan manhaj yang haq ini , dan dijauhkan dari sifat dan akhlak islam jamaah .

ABDULHADI Maulana mengatakan...

satu lagi, saudara2ku...,
satu pengurus ldii ruju ilal haq, dan berhasil mengajak 30 orang sanakfamilynya, yg dulu pernah di ajaknya masuk islam jama'ah.
(keterangan dari beliau)

lanjutkan!!!
amarmakruf nahimunkar pada saudara2 kita di ldii.

YA ALLOH, sadarkanlah saudara2 kita yg menganut pemahaman islam khowarij ldii... berilah mereka hidayahMu, dan Ampunilah dosa2 mereka... Aaaa miii n

Anonim mengatakan...

Islam Jamaah tu memang aneh, bukan organisasinya yang kaya bunglon berubah terus....akidahnya pun kaya bunglon berubah terus...orang2 yang fanatik buta di jamaah pun otak, mulutnya juga kaya bunglon berubah terus (dusta)....padahal agama Islam tu dah sempurna tidak ada lagi perubahan....

Anonim mengatakan...

di kalimantan pun saya pernah menyaksikan adanya tahun baru...tapi di beri label pengajian Muda mudi....

kalau memang pengajian yang di adakan maka ini adalah pengajian tidak sperti biasanya yang berakhir pada jam 9 malam ,kala itu berkahir pada jam 10 30 setelah itu ada acara bakar ayam atau tete bengek..pas jam dua belas..."met tahun baru"


busyet dech........

mudah2an mereka sadar akan kejahiliyaan ini..semoga Allah memberi hidayah pada mereka semua....

mantan salafi mengatakan...

walah walah gitu aja kok dimasalahkan bisa gila itu orang salafi .biarin aja itu orang ldii yang penting gak ganggu kita ,gak gigit kok.

Anonim mengatakan...

to. mantan salafi
mas mas... komentar itu yg bermutu!

Anonim mengatakan...

ldii gak beres !!!

anonim mengatakan...

mutunya seberapa sih
ya nggak apa apa memange anda yang seneng beres beres ,
nggak pa pa nggak jadi masalah ,boleh boleh

Anonim mengatakan...

mantan salafi? 1. betul2 klo sudah biasa dusta, apapun jadi halal untuk membela hizbinya. Antum berapa lama di salafi? sdh belajar apa? 2. Klo benar antum sdh pernah taklim di salafi, lalu masuk ld11 sungguh keajaiban, miracle brooo!
subhaanalloh, semoga Alloh mengampunimu 354x,

abdinegoro mengatakan...

salam buat rikik,
dari aku teman yang berusaha menasehatimu,

GENTA SYAIKH YAHYA mengatakan...

Bismillaahirrahmaanirraahiim.
Gerakan bertanya kepada as-Syaikh al-Allamah as-Salafy Yahya bin Utsman al-Mudarris bil Harom al-Makkiy as-Syarif.

Alhamdulillah, telah semakin jelas kesesatan Jamaah 354 melalui fatwa as-Syaikh (Profesor) ad-Duktur Muhammad bin Umar Bazmul, seorang ulama besar Mekkah sekaligus guru besar di Universitas Ummul Quro Mekkah yang merupakan guru dari pakubumi kholil dan pakubumi aziz.

Selanjutnya, kami serukan kepada semua anggota (rokyah) Jamaah 354 untuk melakukan sebuah gerakan besar bertajuk GENTA SYAIKH YAHYA yaitu sebuah gerakan bertanya langsung kepada Syaikh Yahya bin Utsman yang merupakan jalur isnad Jamaah 354 saat ini. Gerakan amar makruf nahi munkar ini untuk mempertegas dan memperkuat fatwa sesat terhadap Jamaah 354 dari Syaikh Muhammad Bazmul.

Kami sarankan agar gerakan perbaikan yang kritis ini (GENTA SYAIKH YAHYA) tidak melibatkan petinggi-petinggi Jamaah 354 yang berpotensi tidak jujur terbuka dalam bentuk pertanyaan yang diajukan kepada Syaikh Yahya atau bahkan mereka akan mencegah keras gerakan ini.

Bertanyalah langsung kepada Syaikh Yahya tentang keimaman (baiat) 354, aqidah takfir 354, infaq rizki 10 % dan perkara lainnya yang menjadi keresahan internal Jamaah 354 saat ini. Antum bisa titip pertanyaan kepada siapa saja yang terpercaya yang akan berangkat ke Mekkah atau yang sedang berada di sana. Seandainya antum mampu mendatangkan Syaikh Yahya maka insyaAllah itu jauh lebih baik.

Teknisnya sebaiknya dengan video camera berkualitas dan voice recorder sehingga akan terlihat dan terdengar dengan jelas semua bentuk pertanyaan dan jawaban dari Syaikh Yahya. Jauh lebih baik lagi bila mendapat fatwa tertulis dan tertanda tangan beliau. Beliau Syaikh Yahya hampir setiap malam mengajar di Masjidil Harom sehingga akan sangat mudah menemui beliau di sana, insyaAllah.

Selanjutnya, silakan fatwa Syaikh Yahya tersebut di upload ke internet dan di print beserta terjemahannya dalam bentuk selebaran untuk disebarluaskan ke kaum muslimin di Indonesia termasuk MUI dan yang paling penting kepada semua rokyah jamaah 354 di seluruh Indonesia dan di luar negri.

Amal sholeh GENTA SYAIKH YAHYA ini diniati karena Alloh
Semoga menjadi perantara hidayah bagi antum semua Jamaah 354.
Baarokallohu fiykum.

Jum’at 24 Muharram 1432 H
muhammad(dot)jkt(at)gmail(dot)com

Anonim mengatakan...

Bagaimana dgn ini?
Ijtihad "Malam Tahun Baru Untuk Generus" Bid'ah ?

Setiap menjelang tahun baru, ketika dinasehatkan agar daerah2 mengadakan “kegiatan2 yg positif di malam tahun baru” khususnya untuk generus / muda-mudi, saya selalu mendapat pertanyaan yang sama; mengapa kita harus mengadakan acara di malam tahun baru, apakah ini tidak sama dengan amalannya orang2 ahli kitab ? bahkan ada yang pertanyaannya “to the point” mengapa "pusat" mengidup2kan bid’ah di malam tahun baru ?

Dalam artikel ini saya ingin sedikit share pandangan tentang kegiatan “kegiatan yg positif di malam tahun baru” dalam prepektif QH.
Merayakan tahun baru adalah sesuatu yang tidak pernah dikerjakan oleh Rasulullah s.a.w akan tetapi bukan berarti itu sesuatu yang bid’ah, sebelum kita “menghukumi” sesuatu itu bid’ah, maka seharusnya kita jelas / faham dahulu apa itu definisi bid‘ah (bahasa Arab: بدعة) menurut arti "lughat" adalah;"Ma uhditsa bighairi mitsalin sabiq"; Sesuatu yang dilakukan dengan tanpa ada contoh. (kamus al-Munjid) sedangkan menurut "istilah"; Berarti sebuah perbuatan yang berkaitan dengan ibadah yang tidak pernah diperintahkan maupun dicontohkan oleh Nabi Muhammad s.a.w tetapi banyak dilakukan oleh masyarakat sekarang ini.

Ta’rif (definisi) bid’ah menurut para Ulama’;
- Imam as-Syathibi : Bid'ah dalam agama adalah; satu jalan dalam agama yang diciptakan menyamai syariat yang diniatkan dengan menempuhnya bersungguh-sungguh dalam beribadah kepada Allah.
- Ibnu Rajab : Bid’ah adalah mengada-adakan suatu perkara yang tidak ada asalnya dalam syari’at. Jika perkara-perkara baru tersebut bukan pada syariat maka bukanlah bid’ah, walaupun bisa dikatakan bid’ah secara bahasa.
Dan masih banyak Ulama’ ahlis Sunnah yang membuat ta’rif bid’ah diantaranya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang pada intinya sama dengan dua ta’rif bid’ah di atas.
Kesimpulan : Bahwa bid’ah adalah mengadakan suatu perkara yang baru dalam agama, adapun mengadakan suatu perkara yang tidak diniatkan untuk agama tetapi semata diniatkan untuk terealisasinya kemaslahatan manusia yang bersifat duniawi tidak bisa dinamakan bid’ah.

Anonim mengatakan...

lanjutan.....
Dari definisi bid’ah di atas maka jelaslah bahwa ijtihad “pusat” tentang kegiatan pengajian atau aktifitas yang lainnya dengan tujuan agar generus / muda-mudi tidak terpengaruh pada kegiatan umumnya orang luar yang mengadakan kegiatan-kegiatan yang mengarah kepada kemaksiatan, sama sekali tidak bisa dikategorikan bid’ah, hal ini diperkuat dengan fakta2, bahwa:
1. Ijtihad “acara” di malam tahun baru, bukanlah acara yang semata2 diadakan untuk “pesta” merayakan tahun baru itu, malah menjadi acara yang bertujuan memberi “kesibukan” kepada muda-mudi sehingga tdk keluar bersama teman2nya yg blm mengaji (yg tentunya akan mempengaruhi / mengajak merayakan pesta menyambut tahun baru)
2. Ijtihad tsb juga bukan berupa pengajian yang semata-mata diadakan khusus untuk menyambut tahun baru, sebagaimana “bid’ah” yang dilakukan oleh umumnya umat Islam ketika menyambut tahun baru Hijrah dengan mengadakan acara bacaan doa awal tahun dan akhir tahun secara berjamaah di Masjid-masjid.

Sebenarnya sehubungan dengan “tahun baru” pusat mempunyai tiga option;
1. Pertama; Melarang dengan “keras” perayaan tahun baru, dengan pendekatan “taat surga, tidak taat neraka” dan tidak disertai memberi solusi mengadakan acara yang membuat mereka tidak merasakan “kekosongan waktu”, yang ada “pokoknya” haram mengadakan perayaan tahun baru, pendekatan seperti ini jelas tdk sesuai dg sabda Nabi; Yassiru wala tu’assiru, wa bassyiru wala tunaffiru; mudahkanlah jangan persulit, dan gembirakanlah jangan persukar. HR. al-Bukhari. Selain itu pendekatan seperti ini dalam pelaksanaannya tidak efektif, karena akan membuat rukyah (dlm hal ini muda-mudi) merasa berat untuk mentaatinya, bahkan berpeluang menjadi peraturan yang sia-sia (dibuat tapi kemungkinan besar akan banyak yang melanggarnya).

Anonim mengatakan...

lanjutan.....

2. Kedua; Membiarkan saja (mboh ora weruh / masa bodoh) jamaah mau ngapain saja itu urusan masing2 (kata Maia; emangnya gue pikirin…..) pokoknya gue sudah nasehat; jangan merayakan “tahun Baru” kalau masih “degil / melanggar” itu urusan masing2 (kata Gus Dur; gitu aja kok repot !), ini juga suatu kesalahan yang akan menjadi “ganjalan” bagi seorang imam di hadapan Allah kelak, sebab sebagai orang yang mengemban amanah dia telah "ghas" (masa bodoh), berdasarkan sabda Nabi s.a.w; Tiada seorang imam yang tidak meliputi rukyahnya dengan nasehat dan ijtihad melainkan dia tidak akan masuk surga bersama mereka (rukyah, maksudnya; rukyah masuk surga imam masuk neraka). HR. Abu Dawud
3. Ketiga; Ini adalah option yang paling aman baik untuk Imam maupun untuk rukyah, dan option inilah yg dipilih oleh pusat, yaitu diadakan “kegiatan positif” yang membuat rukyah sibuk sehingga tidak mencari2 kesibukan di luar yang akhirnya membuat mereka larut dengan amalan jahiliyah (merayakan acara tahun baru dg pesta sebagaimana yang umumnya orang2 barat) option ini boleh dikatakan option yang terbaik dari semua option2 yang jelek, namun sebagaimana yg kita maklum bahwa menjadi kewajiban “ulil amri” untuk senantiasa berijtihad yang terbaik bagi rukyahnya termasuk membendung mereka dari kemaksiatan, di kalangan ulama’ Ushulin (ahli dalam Ilmu Ushul Fiqh) dikenal dengan adanya kaedah; mashalih al-mursalah atau ihtihsan yang maksudnya ialah; Mengusahakan kemaslahatan untuk menjaga kepentingan umat dan syari’at dengan mencegah serta menolak segala sesuatu yang mendatangkan kerusakan dan kemudharatan terhadap umat. (al-Khawarizmi).

Dan sebagai “mujtahid” setelah berijtihad kalau ternyata ijtihadnya benar akan mendapat dua pahala tapi kalau ijtihadnya salah juga tetap mendapat satu pahala, mudah2an Allah paring manfaat dan barokah

Anonim mengatakan...

lho sekarang di LD** ada mangkulan dari ulama luar yaa...wah ini namanyha dah RESOLUSI sama nurhasan...ck..ck..ck...

minta diterangin juga dong masalah:
1.Infaq Rezeki,
2.surat sambung,
3.surat taubat,
4.wajib kirim kambing kepusat (waktu idhul adha),
5.5bab (kok bisa lbh utama dari pada rukun islam),
6. 4 tali keimanan,
7.selain jamaah kafir,
8. sholat diimami oranng luar tidak syah

jawab yaa lengkap dengan kitab rujukannya....make hujjah ulama luar juga gapapa, asal tidak merubah dan berdusta....

Anonim mengatakan...

selama berpuluh2 tahun ngaji di jamaah baru kali ini mendengar mangkulan dari Syaikhul Islam Ibni Taimiyah.....wah bisa-bisa sekarang nurhasan tidak laku lagi neh...

Anonim mengatakan...

itu kayaknya dari pakubumi singapur deh, atau imam daerahnya singapur?
Allohu a'lam

jadi semakin terbuktilah klo NH itu tdk punya ilmu yg mumpuni, ya kan? knp bukan rujukan kitab karangannya nh yg dipakai? Malah ngambil dr kitabnya Ibnu Taimiyah.

Anonim mengatakan...

mubaligh singapura pakubumi itu namanya abu sahl a.k.a yayan a.k.a ihsan Muhyiddin

tulisannya ada di comment
http://majalah.hidayatullah.com/?p=2015

kalau dari tulisannya dapat kita detect bahwa pakubumi ini menggunakan metode browsing dan copas semata hingga pemaparannya sangat tidak bermutu.

namun sekarang sepertinya sudah mulai mengintip-ngintip buah karya ulama ahl sunnah macam ibn taimiyyah dimana literatur ini sangat jarang dikenal dalam kalangan jamaah 354 karena adanya larangan baca-baca sumber yang bukan bersumber dari nurhasan.

sebenarnya kasmudi (wk 4) itu juga banyak baca2 buku agama dengan cara tidak mangkul loh. tapi begitulah di jokam 354

pakubumi dan kasmudi juga membaca buku - buku agama (dalam bahasa jokam: tidak mangkul) tetapi rukyah diperintahkan supaya tidak boleh membaca-baca buku agama selain dari pakubumi/wk 4

kondisi ini diperuntukan supaya jamaah 354 tetap bodoh, tidak tahu, hingga para pakubumi/keluarga nurhasan menguasai dan memonopoli otoritas keilmuan tunggal. dengan cara ini pula para petinggi 354 'menjajah" akidah rukyah 354. dengan cara ini pula mereka menguasai sistem akidah jamaah 354

banyak sekali dijokam 354 yang merupakan fenomena pemenuhan narsisme dan pemuasan egomania belaka. pemuasan egomania dan narsisme para petinggi-petinggi 354 kemudian menularlah ke seluruh pengikut 354

Anonim mengatakan...

"minta diterangin juga dong masalah:
1.Infaq Rezeki,
2.surat sambung,
3.surat taubat,
4.wajib kirim kambing kepusat (waktu idhul adha),
5.5bab (kok bisa lbh utama dari pada rukun islam),
6. 4 tali keimanan,
7.selain jamaah kafir,
8. sholat diimami oranng luar tidak syah

jawab yaa lengkap dengan kitab rujukannya...."

----> mau mubalegh singapura,mubalegh belanda, mubalegh amerika....sampe mencret-mencret kalo bisa menemukan kitab rujukannya....
Silakan dijawab para ulama ulama sepuh jamaah...sekalian tuh ajak kholil sama aziz untuk menemukan jawabannya...jangan lupa Imamnya juga disuruh nyari jawabannya jangan cuma ngitung IR aja...

Anonim mengatakan...

kalian orang sakit apa ya???

tidak dijawab salah,dijawab dengan kaedah ilmu yo salah.

terus maumu apa??

tidak terbesitkah dihatimu,bahwa apa yang kalian klem "Aku sedang meniti jalan salafussholeh/ana SALAFIYYIN,kamilah SALAFI sejati, itu tidak mungkin ada salah didiri kalian??

persis yang dikatakan Syekh Utsaimin " orang yang membentuk kelompok SALAFIYYIN lebih dekat dengan ta'asub.

Bagaimana tidak ,lah sudah menjuluki dirinya forum yang HAQ, sudah menggelari dirinya pengikut SALAFI yang sejati. Jelas merasa dirinyalah paling benar,sehingga susah diberi nasihat.Lah wong sudah merasa dalam forum yang HAQ,...

susah memang ngomong dengan orang ini,,

anehnya kalau dengan ahli bid'ah akur guyup rukun,,cek,,cek,,cek

aninim mengatakan...

padahal ditempat saya,,

tepatnya alun alun kota, setiap tahun rutin diadakan pesta kembang api dengan biaya ratusan juta yang katanya sebagai menyambut Pergantian Tahun Baru

Bupati yo ikut memeriahkan,,

Bahkan beberapa hari sebelumnya ada sebuah acara yang dinamkan Gelar Budaya, SEDEKAH LAUT kagem Nyi Loro KEDUL Bin Syaithon,,yang katanya bisa memberi bencana kalau tidak disedekahi,,Subhanalloh entah apa lagi yang akan kukatakan

Tapi coba apa kata mereka yang mengaku2 salafi??

Monggoh dibenahi sendiri para AMIRMU daripada ngomongi orang lain,,

Anonim mengatakan...

Oooo....pengajian semalam suntuk pada setiap malam tahun baru masehi itu IJTIHAD IMAM TO...? katanya LDII gak punya IMAM....bahkan pak Abullah Syam Sang Ketua Umum LDII untuk menutupi adanya IMAM yang di BAI'AT di LDII itu sampai2 bersumpah DUSTA di depan MUI pusat lho....

ini gimana to antara pengurus dan jamaahnya kok gak kompak yang satu menutupi IMAMNYA dan yang lainya lagi membuka BITONAHnya

dan sejak kapan ya IMAM2 gadungan LDII di persaksikan sebagai MUJTAHID wong bhs arab saja gak bisa padahal sebagai MUJTAHID itu kan harus menguasai semua disiplin ilmu agama ini

OK lah kita toleransi saja bahwa acara pengajian pada malam pergantian tahun baru itu boleh2 aja memang gak ada bedanya mau malam taun baru kek....malam taun lawas kek atau malam apa aja lah.....

tapi yang menjadi pertanyaan kenapa setelah selasai pengajian jam 23.00 kok gak di IJTIHADI suruh tidur seperti pengajian semalam suntuk di minggu akhir bulan.....tapi malahan (ini yang saya saksikan dan alami sendiri) untuk menunggu 1 jam kedepan (menunggu pergantian tahun baru jam 00.00) diadakan acara2 yang sifatnya memeriahkan pergantian tahun baru itu seperti istilah mereka renungan, api unggun, sulapan, musik, nyanyi2, makan2 dll dan di situ terjadinya ikhtilat laki2 perempuan (muda-mudi) dan bebas saling memandang...

di mana letak masalhih al murshalahnya kalo sudah keadananya seperti itu bukankah ini justru IJTIHAD yang di jadikan ajang maksiat....LAHAULA WALA QUWWATA ILLA BILLAH, allahu a'lam

Anonim mengatakan...

@anonim

dalilnya dan kaidahnya sudah benar mas tapi pemahamanya dan penerapanya yang kliru.....saya mau tanya.... ULAMA siapa dan DIMANA yang memahami dan mempraktekkan dalil dan kaidah yang antum sebutkan tadi seperti IJTIHAD IMAM LDII kepada jamaahnya....

mungkin antum akan jawab; ini kan IJTIHADNYA seorang AMIR yang meramut jamaahnya....subhanallah....sejak kapan AMIRMU itu terngkat derajatnya sebagai MUJTAHID ilmu apa yang sudah di kuasainya

ya..memang akhir2 ini para mubaligh baik pusat daerah desa bahkan kelompok sekalipun banyak menukil perkataan dari para ulama ahlus sunnah dari zaman kezaman dari berbagai kitab2nya yang dulu justru para ulama itu di hina dinakan di ejek di lecehkan di katakan kitab karangan oleh JAMAAH LDII

malu....malu...malu...malulah wahai saudaraku...tapi kalo memang antum konsekuwen terhadap apa yang di fahami oleh para ulama ahlussunnah dari zaman ke zaman maka tinggalkanlah IJTIHAD2 BID'H AMIRMU yang menyelisihi dari sekian banyaknya IJTIHADNYA para ulama2 ahlus sunnah dalam memahami dan mengamalkan dalil2 dan kaidah2 AD DIEN ini

mana warisan ilmu Nurhasan Ubaidah saudaraku....yang tersisa hanya doktrin2 sesat karena kitab dan sanadnya telah hilang dan lenyap di bawa si abang becak (menurut pengakuanya)

baru akhir2 ini saja kenal nama2 ulama ahlussunnah dan kitab2nya itupun karena memenuhi tuntutan dari berbagi kritikan dakwah salaf dinegeri ini dan banyaknya saudar2 jamaah yang hijrah dari kesesatan FAHAM KHAWARIJ+SYIAH menuju ahlus sunnah wal jamaah

tapi sayang sungguh sayang....mengenal ulama ahlussunnah dan kitab2nya hanya untuk mencari PEMBENARAN bukan KEBENARAN

masih jujurkah hatimu, masih beningkah jiwamu wahai saudaraku....siapa orang/kelompok yang paling ta'asub kepada IMAM dan KELOMPOKNYA, siapa orang/kelompok yang ngaku paling benar sendiri agamanya, paling syah islamnya, paling diterima amalnya dan paling...paling dst.

malu...malu ...sungguh aku malu

semoga allah menunjuki kita semua dalam hidayah dan taufiknya....

Anonim mengatakan...

@anonim

dalilnya dan kaidahnya sudah benar mas tapi pemahamanya dan penerapanya yang kliru.....saya mau tanya.... ULAMA siapa dan DIMANA yang memahami dan mempraktekkan dalil dan kaidah yang antum sebutkan tadi seperti IJTIHAD IMAM LDII kepada jamaahnya....

mungkin antum akan jawab; ini kan IJTIHADNYA seorang AMIR yang meramut jamaahnya....subhanallah....sejak kapan AMIRMU itu terngkat derajatnya sebagai MUJTAHID ilmu apa yang sudah di kuasainya

ya..memang akhir2 ini para mubaligh baik pusat daerah desa bahkan kelompok sekalipun banyak menukil perkataan dari para ulama ahlus sunnah dari zaman kezaman dari berbagai kitab2nya yang dulu justru para ulama itu di hina dinakan di ejek di lecehkan di katakan kitab karangan oleh JAMAAH LDII

malu....malu...malu...malulah wahai saudaraku...tapi kalo memang antum konsekuwen terhadap apa yang di fahami oleh para ulama ahlussunnah dari zaman ke zaman maka tinggalkanlah IJTIHAD2 BID'H AMIRMU yang menyelisihi dari sekian banyaknya IJTIHADNYA para ulama2 ahlus sunnah dalam memahami dan mengamalkan dalil2 dan kaidah2 AD DIEN ini

mana warisan ilmu Nurhasan Ubaidah saudaraku....yang tersisa hanya doktrin2 sesat karena kitab dan sanadnya telah hilang dan lenyap di bawa si abang becak (menurut pengakuanya)

baru akhir2 ini saja kenal nama2 ulama ahlussunnah dan kitab2nya itupun karena memenuhi tuntutan dari berbagi kritikan dakwah salaf dinegeri ini dan banyaknya saudar2 jamaah yang hijrah dari kesesatan FAHAM KHAWARIJ+SYIAH menuju ahlus sunnah wal jamaah

tapi sayang sungguh sayang....mengenal ulama ahlussunnah dan kitab2nya hanya untuk mencari PEMBENARAN bukan KEBENARAN

masih jujurkah hatimu, masih beningkah jiwamu wahai saudaraku....siapa orang/kelompok yang paling ta'asub kepada IMAM dan KELOMPOKNYA, siapa orang/kelompok yang ngaku paling benar sendiri agamanya, paling syah islamnya, paling diterima amalnya dan paling...paling dst.

malu...malu ...sungguh aku malu

semoga allah menunjuki kita semua dalam hidayah dan taufiknya....

Anonim mengatakan...

Saudaraku mubalegh Singapure atau siapalah..., segralah lakukan pembenahan di jamaah Ldii ini. Saya yakin saudara mengerti akan banyaknya penyimpangan itu. sebelum anda di hisab nanti, segeralah lakukan pembenahan Aqidah di jamaah. Ini masalah Agama, bukan masalah menang2an diskusi. Kerjakan hanya berharap Ridhonya Alloh saudaraku.

Anonim mengatakan...

"kalian orang sakit apa ya???

tidak dijawab salah,dijawab dengan kaedah ilmu yo salah.

terus maumu apa??"

----> eiiits...lho kok marah-marah...

lha yang ini belum dijawab...

"minta diterangin juga dong masalah:
1.Infaq Rezeki,
2.surat sambung,
3.surat taubat,
4.wajib kirim kambing kepusat (waktu idhul adha),
5.5bab (kok bisa lbh utama dari pada rukun islam),
6. 4 tali keimanan,
7.selain jamaah kafir,
8. sholat diimami oranng luar tidak syah

jawab yaa lengkap dengan kitab rujukannya...."

jgn lupa imam mu disuruh nyari juga...jangan itung IR aja ya...

Anonim mengatakan...

sebenernya pengajian muda/i waktu taun baru itu niatnya baik loh,

mencegah agar muda/i tidak ikut kelayapan nggak karuan kaya kebanyakan masyarakat umumnya..

ane sebagai mantan jokam setuju dgn niat baik ini,

hanya saja kalo niatnya pengen merayakan,
nah itu dia, ane nggak setuju bgt..

kalo masalah ijtihad, kenapa imam pusat nggak ijtihad supaya diem & tidur di rumah aja.
utk menghindari salah niat tadi..
lagian kan jokam taklid, eee.. taat - taat semua

mantan madigol mengatakan...

untuk mantan salafi as abu hasad bin jahil ...

aku setuju banget dengan komen kamu yang pertama supaya tidak ikut-ikutan dengan orang islam jamaah yang gila itu .

sedang untuk komen keduamu : ----

persis yang dikatakan Syekh Utsaimin " orang yang membentuk kelompok SALAFIYYIN lebih dekat dengan ta'asub.

wah kemajuan nih , sudah kenal Syaikh Utsaimin , pertanyaannya adalah :

- Udah ijin imam belum membaca fatwa ulama non LDII , apalagi dijadikan hujjah .

- Siapa sih Syaikh Utsaimin itu ? bagaimana aqidahnya / akhlaknya atau manhajnya , sampai kamu jadikan rujukan ?

- Dimana kamu nukil perkataan itu ? tolong sertakan sumbernya .

- terakhir , taukah kamu apa itu salaf , salafiyin dan kelompok salafiyin ?? tolong jelaskan ke kami persamaan dan perbedaannya.

Kelihatan sekali bebalnya kamu itu abu hasad ...........

Aku pemerhati aliran sesat / islam jamaah

abu hasan mengatakan...

LANJUTAN KEDUSTAAN AKH FIRANDA

Tak lama setelah itu, ia kembali berulah di kota Nabi Shallallohu ‘alaihi wasallam, dengan menyebarkan berita palsu berikutnya bahwa Asy-Syaikh Abdullah Al-Bukhari –Hafizhahullah Ta’ala- menjelekkan Syaikh Abdurrazzaq Al-Abbad –Hafizhahullah-, yang menyebabkan Syaikh Abdullah Al-Bukhari marah besar kepadanya dan tidak memaafkannya hingga dia datang kerumah Beliau. Menurut berita dari Syaikh Al-Bukhari bahwa dia telah datang untuk meminta maaf,namun gelar “pendusta” tersebut masih saja Beliau sematkan kepada hamba Allah yang satu ini, dan gelar itu memang pantas disematkan kepadanya. Selamat berbahagia dengan gelar ini wahai Firanda dari salah seorang ulama besar Madinah Nabawiyyah.

Anehnya, Firanda menyebutkan dalam buku fitnahnya (hal:32), ia berkata:

“Ada sebagian orang yang tidak bisa mengendalikan lisannya.Tidak peduli dengan apa yang diucapkannya.Tidak peduli siapapun yang sedang ia ghibah, yang ia bicarakan, yang ia rendahkan, yang ia jatuhkan harga dirinya.”

(Buku fitnah Firanda:32)

Benar apa yang anda katakan, terlebih lagi kalau yang sedang dibicarakan itu seorang ulama senior yang dikenal sebagai pembela sunnah Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, dan pembela manhaj salafi, semisal Syaikh Rabi’ Hafizhahullah Ta’ala.Al-Hafizh Ibnu Asakir rahimahullah berkata:

اعلم يا أخي وفقنا الله وإياك لمرضاته وجعلنا ممن يخشاه ويتقيه حق تقاته أن لحوم العلماء مسمومة وعادة الله في هتك أستار منتقصيهم معلومة وأن من أطلق لسانه في العلماء بالثلب بلاه الله قبل موته بموت القلب فليحذر الذين يخالفون عن أمره أن تصيبهم فتنة أو يصيبهم عذاب أليم

“Ketahuilah wahai saudaraku –semoga Allah senantiasa memberi taufik kepada kami dan kalian untuk menggapai ridha-Nya dan menjadikan kami dan kalian termasuk orang- orang yang takut kepada-Nya dan bertakwa kepada-Nya- bahwa sesungguhnya daging para ulama itu beracun, dan kebiasaan Allah ‘azza wajalla, dalam membongkar kedok orang- orang yang merendahkannya adalah hal yang telah dimaklumi, dan barangsiapa yang melontarkan ucapannya dengan menjelekkan para ulama, maka Allah ‘azza wajalla, menghukumnya sebelum dia mati dengan kematian hatinya, hendaknya berhati- hati orang- orang yang menyelisihi perintahnya akan tertimpa fitnah atau tertimpa azab yang pedih.”

Berkata Abdullah bin Mubarak rahimahullah:

من استخف بالعلماء ذهبت آخرته ومن استخف بالأمراء ذهبت دنياه ومن استخف بالإخوان ذهبت مروءته

“Barangsiapa yang merendahkan para ulama maka hilang akhiratnya, dan siapa yang merendahkan penguasa maka hilang dunianya, dan siapa yang merendahkan saudaranya maka hilang harga dirinya.”

Berkata Ahmad bin Adzro’I rahimahullah:

الوقيعة في أهل العلم لا سيما أكابرهم من كبائر الذنوب

“Mecela para ulama terkhusus yang senior dikalangan mereka termasuk dosa besar.”

abu hasan mengatakan...

KADZADZAB AKH FIRANDA
CAMKAN YA PENGIKUT DAN PENGAGUM FIRANDA DG IHYAUT TURATS ,KHUSUSNYA EKS354

berkata Malik bin Dinar:

كفى بالمرء شرا ألا يكون صالحا وهو يقع في الصالحين

“Cukuplah kejahatan bagi seseorang yang menunjukkan dia bukan orang saleh tatkala dia merendahkan orang- orang saleh.”


Syaikh Abdul Aziz Sadhan –hafizhahullah- berkata:

“Berhati-hatilah dari sifat lancang dengan lisan dan telunjuknya terhadap lembaran hidup para ulama, dan berusaha memperburuk citra mereka atau menyebarkan berbagai tuduhan atas mereka.Sebab hal itu akan membuka pintu kejahatan yang lebar, yang dapat menyeretnya kepada kerusakan dan membuat kerusakan baik secara hakiki maupun secara maknawi, bukan hanya menimpa yang mengucapkannya saja, namun menyebabkan rusaknya seluruh masyarakat.Untuk menjelaskan bahayanya perkara ini dikatakan bahwa: sesungguhnya merendahkan para ulama dan meremehkan mereka, lebih besar dosa dan kejahatannya dibanding merendahkan selain mereka. Sebab merendahkan para ulama bukan hanya sekedar merendahkan pribadinya saja, namun mengarah kepada sikap merendahkan apa yang mereka bawa berupa ilmu, dan apa yang mereka miliki dari agama dan akhlaq.Oleh karenanya, dikhawatirkan atas orang yang merendahkan para ulama akan ditimpa hukuman yang disegerakan, disebabkan buruknya perbuatan dan kejahatannya.”

(Manzilatul ulama,Syaikh As-Sadhan,hal:33)

Lalu beliau menyebutkan salah satu bentuk merendahkan para ulama:

“mengotori lisannya dengan meng-ghibah mereka atau tidak membela kehormatan mereka tatkala dighibahi, dan musibah yang terbesar adalah tatkala seseorang merasa nikmat dengan merusak kehormatan mereka baik dengan ucapan, pendengaran atau menunjukkan tanda menerima. Perbuatan ini menunjukkan keburukan hati dan kejelekan maksud, bagaimana mungkin dia menghalalkan dirinya untuk melakukan perbuatan yang kotor itu. Meng-ghibah seorang muslim adalah haram berdasarkan nash al-Qur’an

وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا

“Dan jangan sebagian kalian mengghibah sebagian lainnya.”

(QS.Al-Hujurat:12)

Sebab seorang muslim yang tidak berilmu memiliki kemuliaan dengan sebab islam, lalu bagaimana dengan seorang alim yang kedudukannya jauh lebih mulia dibanding yang lain, dengan kemuliaan ilmunya dan besar manfaatnya?.”

(Manzilatul ulama:55)

Namun ternyata kebiasaan berdusta Firanda tidak juga berhenti, dan gelar yang telah dilekatkan kepadanya tidak membuatnya jera dan bertaubat kepada Allah ‘azza wajalla, bahkan masih saja terus menyebarkan fitnah dan dusta.

abu hasan mengatakan...

BANTAHAN TERHADAP BLOK ''RUMAHKU INDAH'' TENTANG PEMBELAANNYA TERHADAP IHYA UT TURATS

JUM 'IYYAH IHYA AT TUROTS, MASALAH IJTIHADIYYAH ?
Ditulis oleh Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Hafizhahulloh
Senin, 03 Januari 2011 14:37

Jum’iyyah Ihya At-Turots, masalah ijtihadiyyah?

Pada edisi yang lalu telah kita nukilkan sebagian fatwa para ulama yang menyatakan bahwa Ihya At-Turots adalah organisasi yang dibangun diatas manhaj Ikhwani,yang didalamnya diterapkan cara-cara hizbiyyah. Diantaranya mengikat anggotanya dengan cara bai’at, ikut serta dalam politik praktis, berparlemen, menyebarkan pemikiran Quthbiyyah dan Abdurrahman Abdul Khaliq. Sehingga, menyebabkan terjadinya perpecahan di berbagai negeri karena campur tangan organisasi ini yang mengatasnamakan dakwahnya dengan dakwah Salafiyyah, termasuk perpecahan yang telah terjadi di Indonesia juga tidak terlepas dari campur tangan mereka.

Pada saat kaum muslimin berusaha mengenal dakwah Salafiyyah secara murni dan konsekuen dan senantiasa berpijak di atas Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam dengan pemahaman yang benar dari Salafus Saleh dengan bimbingan para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Maka mereka pun dikejutkan dengan sepak terjang organisasi Ihya At-turots Al-Kuwaiti tersebut di bumi Indonesia. Dengan mengandalkan dananya, ia pun menyalurkannya kepada beberapa organisasi/yayasan atau pondok pesantren untuk memenuhi kebutuhan mereka seperti, membangun masjid, menanggung anak-anak yatim, menggaji para du’at (guru) dan yang semisalnya.

Nah, kalau permasalahannya hanya berhenti sampai di sini, maka hal itu tidak dipersoalkan oleh para Ulama yang memberi peringatan dari bahayanya organisasi ini. Namun persoalannya ternyata tidak hanya sampai disitu, penyaluran dana tersebut diikuti dengan berbagai kegiatan-kegiatan yang mereka adakan justru menjadi faktor terbesar semakin terpecahnya Ahlus Sunnah di negeri ini. Mulai dengan cara melakukan hubungan erat dan saling ta’awun dengan organisasi Al-Irsyad cabang Tengaran,yang pada saat itu dipimpin oleh Yusuf Utsman Baisa,yang akhirnya dijadikan sebagai salah satu tempat dilakukannya beberapa kegiatan Ihya At-Turots.

abu hasan mengatakan...

LANJUTAN

Kegiatan Al Irsyad tersebut, mulai dari mendatangkan Abdurrohman Abdul Khaliq yang sempat menyampaikan ceramahnya di hadapan sebagian para du’at. Lalu disusul dengan pengadaan berbagai kegiatan dauroh,dengan diundangnya para du’at ihya At-Turots yang berasal dari berbagai macam elemen dan beraneka ragam fikroh (pemikiran) dan dilanjutkan dengan diadakannya pengkaderan khusus dengan istilah “mulazamah” selama setahun, dibawah bimbingan langsung dari da’i Ihya At-Turots yang dikirim khusus untuk mengajar di Ponpes Al-Irsyad,Tengaran,dia bernama Syarif Fu’ad Hazza’[1]. Apa yang kami sebutkan ini adalah hanyalah sebagian kecil dari berbagai kejadian yang dilakoni oleh Ihya At-Turots dalam memecah belah Ahlus Sunnah.

Namun pada edisi kali ini, kami tidak ingin membahas tentang dampak negatif yang ditimbulkan oleh Ihya At-Turots tersebut secara detail, sebab itu akan kami rinci pada edisi-edisi yang akan datang –insya Allah Ta’ala-.

Adapun pembahasan kami untuk edisi ini, yakni dengan adanya sebagian mereka yang selalu menganggap sepele terhadap permasalahan ini. Jika ada yang berbicara tentang bahayanya Ihya At-Turots dan memperingatkan kaum muslimin dari kesesatan mereka, maka serta-merta ada yang membantah dan mengatakan, “…ya akhi, ini kan masalah khilafiyyah dan dalam masalah khilaf, kita tidak boleh ada pengingkaran.”Atau ucapan,”…kan ada juga ulama yang merekomendasi mereka sebagai Ahlus Sunnah.” Atau kata-kata seperti, ”…tidak boleh mentahdzir dalam masalah ijtihadiyyah,” “…yang mentahdzir kan bukan ulama Kibar…”.

Ada juga yang menyatakan , “ulama yang mentahdzir kan hanya beberapa ulama saja, adapun yang merekomendasi lebih banyak jumlahnya, bahkan ulama tersebut adalah guru-guru mereka yang mentahdzir” dan yang semisalnya yang hendak mementahkan kembali permasalahan ini dan menganggap - tidak masalah - jika seseorang ingin bekerjasama dengan mereka, karena mereka pun menyebarkan dakwah Ahlus SunnAH

LEBIH LENGKAP BUKA ''WWW.SALAFY.OR.ID''
LALU KLIK ''PP IBNUL QOYYIM''

abu hasan mengatakan...

DUSTA FIRANDA DITENGAH BADAI FITNAH YANG SEDANG MELANDA
Ditulis oleh Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal Hafizhahulloh
Selasa, 04 Januari 2011 05:35

Firanda memfitnah ulama ahlus sunnah

Gelar “kadzdzab” (gemar berdusta) yang disematkan oleh salah seorang ulama besar di Madinah Asy-Syaikh Abdullah bin Abdirrahim Al-Bukhari Hafizhahullah kepada seorang pelajar di Madinah yang bernama Firanda Andirja memang merupakan gelar yang layak disandangnya. Mengapa tidak, Firanda seakan tiada henti menghembuskan fitnahnya dengan menyebarkan berbagai kedustaan dikalangan salafiyyin dengan menyebarkan berita-berita palsu yang kandungannya adalah upaya merendahkan kedudukan para ulama dan Da’i Ahlus sunnah ditengah umatnya.

Belum lama kita mendengarkan “haditsul ifk” Firanda yang menyebarkan fitnah dusta dengan mengatasnamakan Asy-Syaikh Rabi’ bahwa Beliau meninggalkan kota Madinah dan menetap di Makkah karena diusir dari Madinah. “Subahanaka hadza buhtaanun ‘azhim”, betapa lancangnya anda berdusta atas nama seorang yang disebut oleh Imam Al-Albani sebagai “pembawa bendera al-jarhu wat-ta’dil” dizaman ini.

Mungkin dia berkata: bukan saya yang mengatakan itu, tapi saya hanya menukil.

Kami katakan: Anda terkena ucapan anda sendiri, bukankah anda sendiri menyebutkan dalam “buku fitnah” anda yang berjudul “lerai pertikaian sudahi permusuhan” sebagai berikut:

“Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam kitabnya, al-Adab al-Mufrad (no.324), demikian juga Ibnu Abid Dun-ya dalam kitabnya, ash-shamt (no.260), dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam shahih al-Adab (no.247), dari ‘Ali, ia berkata:

القَائِلُ كَلِمَةَ الزُّوْرِ وَالذِيْ يَمُدُّ بِحَبْلِهَا فِي الإِثْمِ سَوَاءٌ

“Pengucap perkataan dusta adalah sama dosanya dengan orang yang memanjangkan tali perkataan tersebut.”

Makna ucapan ‘Ali “yang memanjangkan tali perkataan tersebut”, yaitu menyebarkannya.”

lebih lengkap ''www.salafy.or.id'' klik pp ibnul qoyyim''

Anonim mengatakan...

abuhasad sepertinya ldii tulen ya..

Anonim mengatakan...

ldii gak bener!!!
suka copas copas fatwa ulama utk di selewengkan.
ldii gak bener!!

aninim mengatakan...

buat mas mantan madigol

silahkan anda masuk ke youtube,

http://www.youtube.com/watch?v=aeDFCYGD8Z8

Judul vidionya

Shaykh Ibn Uthaymeen - Way of the Salaf vs. Hizb of "The Salafis"

Anonim mengatakan...

semakin asyik nih bantahannya

saya kira salafi di indonesia cuma 1,ternyata berpecah juga ya??

Anonim mengatakan...

kita baca fitnah abu hasad ini di mulai dari ihya turots,ustadz abdul hakim,ustadz firanda,kemudian bisa ditebak langkah selanjutnya;ustadz2 salafy yg ada di jakarta (radio rodja), ustad2 yg di pulau jawa,ustadz yg ada di indonesia yg disebut kemudian salafi indon bisa saja kemudian memfitnah para masyaikh di negeri arab saudi.
bisa ditebak yang di inginkan oleh abu hasad dari tulisan2 dia ialah;
salafi itu adalah firqoh,terpecah belah, terima uang yg syubhat.ujung ujungnya disamakan dakwah salaf itu gak jauh beda dg LDII
karena di situs ini banyak yg baca mulai dari eks jokam 354,yg mulai ruju' sampai yg mencari kebenaran
yg di inginkannya ialah jelas
buat fitnah sebanyak mungkin agar samar kebenaran
buat abu hasad mengapa engkau mencari cari dan menghitung keburukan orang??
coba kamu hitung aib dirimu dan keburukanmu.
mengapa dirimu hanya disibukkan dengat fitnah bukan disibukkan dg ilmu??
ana tanya rujukan antum menulis ini ust abu karimah itu siapa?? ngajar di mana??
kenapa tidak mendakwahkan/mendebat ustadz firanda lewat situs beliau www.firanda .com atau FB beliau FIRANDA ANDIRJA
apakah kamu sudah merasa pintar??

Agung mengatakan...

@anonim, yg comment tulisan abu hasad:

Itu namanya senjata makan tuan, kalian salafi selalu menyerang umat islam lain spt contoh nyata dalam blog ini, eehh begitu ada yang mengingatkan kok malah comment :

" buat abu hasad mengapa engkau mencari cari dan menghitung keburukan orang??
coba kamu hitung aib dirimu dan keburukanmu.
mengapa dirimu hanya disibukkan dengat fitnah bukan disibukkan dg ilmu?? "

Comment mu itu mengenai dirimu sendiri dan salafi yg buat blog ini !!!

Asep supriyadi mengatakan...

ohhh tidak kita disini mengingatkan kaum muslimin terhadap kerusakan serta dusta LDII
kemudian ada ABU HASAD yang mengalihkan tema kita diatas menjadi seakan akan salafy itu terpecah belah,salafy itu hizbi

bukankah itu pekerjaan ldii senang memecah belah keluarga,umat muslim dg mengkafirkannya??
tulisan abu hasad itu bukan mengingatkan TAPI MEMFITNAH!!!!
tanpa TABAYUN langsung tunjuk hidung, khan disitu di tulis situs ust firanda tanya dulu yang bersangkutan baru tulis sesuai kenyataan
lagi pula saya sudah kontak ust firanda tuk memantau situs ini lwt fb beliau
lagi pula siapa yang menyerang umat islam?? kita disini menyerang LDII Wallohu'alam dia masih islam apa bukan kita jelaskan keburukan,kerusakannya,serta aqidah mereka
umat islam yang baik itu selalu mengingatkan saudaranya bila ia salah bukan spt LDII orang salah dimata mereka malah di buka aibnya...

salam mengatakan...

ANIMIN dan ABU HASAD atau apalah namanya kamu :

tolong di terjemahkan apa isi fatwa syaikh utsaimin tersebut SECARA LENGKAP jangan kamu ambil sepotong-sepotong.

Alhamdulillah , meskipun dhohirnya kamu tidak menyukai dakwah salaf namun secara sembunyi-sembunyi ( udah ijin imam belum ??? ) kamu telah mendengar atau membaca dakwah ini dari sumber-nya.

Semoga Allah paring hidayah kepada seluruh warga jamaah untuk mengikuti langkah kamu , dan memperoleh hikmahnya.

Kalau sudah nah , sekarang kamu jelaskan ke kami2 disini ini , apa yang dimaksut dengan salaf , salafy dan kelompok salafy ??

Kalau engkau jujur dan adil , pasti kamu akan mengatakan yang sebenarnya dan ingatlah bahwa semua perbuatan kita tidak pernah lepas dari-Nya.

Aku tunggu jawabanmu ,

salam-salam

Agung mengatakan...

lagi pula siapa yang menyerang umat islam??

Mau dikonfrontir dengan umat islam lain yang selalu salafi serang???

Berani ga??

ibnu mengatakan...

sangat bagus kalo di konfrontir dengan sang amir, wakil 4 dan jajaran pengurus pusat lengkap dengan para mubaligh paku bumi, ulama 10, ulama 100 dll lebih bagus disaksikan MUI, Depag dan perwakilan kaum muslimin di negeri ini.

abu hasan mengatakan...

Maka, marilah kita mengikuti kajian-kajian berikut ini, sebagai jawaban dari berbagai syubhat seputar Jum’iyyah Ihya At-Turots.



Menyikapi masalah khilaf

Diantara perkara yang wajib diketahui dalam hal ini adalah menyikapi setiap permasalahan sesuai porsinya, tidak berlebih-lebihan dan tidak pula kurang dari kadar semestinya. Demikian pula dalam hal menyikapi adanya perselisihan yang terjadi di kalangan para Ulama. Ada perkara-perkara yang bisa ditolerir yang memerlukan sikap lapang dada dalam menghadapi adanya khilaf tersebut, ada pula yang membutuhkan sikap tegas bahkan sampai kepada tingkat memperingatkan umat dari bahayanya pendapat yang keliru tersebut.

Nah, barangsiapa yang berpendapat bahwa masalah khilafiyyah ijtihadiyyah tidak boleh ada pengingkaran atau tahdzir padanya maka sungguh dia telah melakukan suatu kesalahan yang fatal.Seperti apa yang disebutkan oleh al akh Firanda : “……..atau diterapkan pada perkara-perkara yang sebenarnya tidak boleh ada pengingkaran apalagi sampai tahapan tahdzir dan hajr seperti perkara-perkara yang merupakan masalah ijtihadiyyah”[2] .

abu hasan mengatakan...

@SALAM
Kalau engkau jujur dan adil , pasti kamu akan mengatakan yang sebenarnya dan ingatlah bahwa semua perbuatan kita tidak pernah lepas dari-Nya.

Aku tunggu jawabanmu ,;ini jwbnya

(Menyikapi Sejumlah Kesalahan Penerapan Hajr di Indonesia, penulis Al Akh Firanda Ibnu ‘Abidin Abu ‘Abdil Muhsin as-Soronji, hal 8, tanpa penerbit [3] ).

Sungguh benar apa yang dikatakan oleh seorang penyair :

ليس كل خلاف جاء معتبرا

إلا خلاف له حظ من النظر

“Tidak semua khilaf yang datang itu bisa dianggap

Kecuali jika khilaf tersebut memiliki sisi pandang”

Bila kita telah memahami masalah ini, maka disaat kita mendapati adanya permasalahan yang diperselisihkan di kalangan para Ulama, maka sikap pertama bagi seorang muslim adalah menimbang masalah tersebut berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam dengan pemahaman Salafus Soleh. Sebagaimana firman-Nya:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً ﴿٥۹﴾ [النساء: ٥۹]

[59] Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. [QS An Nisaa: 59]

Dan firman-Nya:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلاَ مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً مُبِينًا ﴿۳٦﴾ [الأحزاب: ۳٦]

[36] Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. [QS Al Ahzaab: 36]

Dan firman-Nya:

فَلاَ وَرَبِّكَ لاَ يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لاَ يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا ﴿٦٥﴾ [النساء: ٦٥]

[65] Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. [QS An Nisaa: 65]

abu hasan mengatakan...

2) Nikah dengan cara tahlil, yaitu menikahi seorang wanita yang telah bercerai dengan suami pertamanya,yang dimaksudkan -dengan menikahinya – diapun mencerainya, sehingga dia bisa kembali kepada suami pertamanya. Atau telah terjadi kesepakatan diantara mereka bahwa jika ia menikahinya dan telah menyetubuhinya, maka dia harus mencerainya agar dapat kembali ke suaminya yang pertama. Adapun jumhur para Ulama mengharamkan pernikahan model ini. Berkata Umar : “Tidaklah ada orang yang didatangkan kepadaku melakukan nikah tahlil melainkan akan aku rajam keduanya”. Namun diriwayatkan dari Abu Hanifah bahwa ia membolehkannya. Lalu jika ada orang yang melakukannya pada hari ini, apakah anda tidak memberi peringatan (tahdzir) dari pendapat tersebut - dengan alasan - masalah ini termasuk ijtihadiyyah khilafiyyah ? Jawablah dengan jawaban seorang Salafi yang ikhlas dalam mengikuti manhaj Salaf ! Silahkan lihat ucapan Syaikhul Islam tentang pembahasan nikah tahlil dalam Majmu’ Fatawa : 20/266-dst Jilid 32/93 dan hal:96-97 serta di tempat yang lainnya.

3) Jama’ah Tabligh, jama’ah Shufiyyah, dimana para Ulama telah mentahdzirnya dan memberi peringatan darinya. Hal ini adalah perkara yang sudah ma’ruf di kalangan kita sekalian. Akan tetapi ternyata masih ada juga yang memberi pujian pada mereka, seperti Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi, bahkan mengarang sebuah kitab sebagai bentuk pujian terhadap mereka yang akhirnya kitab tersebut dijadikan tameng oleh Jama’ah Tabligh. Maka silahkan ditanyakan kepada Al-Akh Firanda –hadanallahu wa iyyah- : “Apakah anda tidak mengingkari Jama’ah Tabligh dan mentahdzir darinya?” Atau anda masih menganggap bahwa ini masalah khilafiyyah ijtihadiyyah yang tidak boleh ada pengingkaran dan tahdzir padanya ? Kalau anda memberi jawaban pertama, maka anda telah merobohkan kaedah yang anda gunakan sendiri. Dan kalau anda memilih jawaban yang kedua, maka anda perlu untuk mengintrospeksi kembali terhadap manhaj anda.

4) Masalah demonstrasi. Baru-baru ini ketika Syaikh Ali Hasan hafidzahullah berkunjung ke Makasar, dalam salah satu pertemuan beliau ditanya tentang hukum berdemonstrasi. Beliaupun menjawab bahwa ini termasuk perkara yang diperselisihkan oleh para Ulama, walaupun yang rajih menurut beliau adalah terlarang. Saya sendiri belum mengetahui siapa di kalangan para Ulama Ahlus Sunnah yang membolehkan demonstrasi, namun kalaulah apa yang disebutkan oleh Syaikh Ali Hasan tersebut benar, apakah jika ada yang membolehkan demonstrasi bahkan melakukannya, apakah tidak diperbolehkan mentahdzir darinya dengan alasan bahwa ini termasuk masalah khilafiyyah ijtihadiyyah? Kita tunggu jawaban dari Al-Akh Firanda.

abu hasan mengatakan...

@asep supriyadi

ohhh tidak kita disini mengingatkan kaum muslimin terhadap kerusakan serta dusta LDII
kemudian ada ABU HASAD yang mengalihkan tema kita diatas menjadi seakan akan salafy itu terpecah belah,salafy itu hizbi

jwb;mas2 sampeyan itu bs membaca atau tdk,klo blm, sekolah dulu ,memangnya dulu sekolah di mana mas ?sekolah dan belajar membaca dulu ,baru komen mas.!

TAHDIR MASYAIKH DAN UST SALAFY SUDAH JELAS2[KLO SAMPEYAN BS MEMBACA]
DIMANA2 IHYA UT TURATS ITU YG MEMECAH BELAH DAKWAH SALAFY ,IT ITU HIZBIYYAH ,BERAPA DANA YAYASAN YG SAMPEYAN DAPAT MAS,KOK MATA HATI SAMPEYAN BS TERTUTUP
BGT ,
BILANGI TEMAN2 MAS YG BLM KENAL UST ASKARI BIN JAMAL, BELIU PENGASUH PONDOK IBNUL QOYYIM BALIKPAPAN ,KATANYA SALAFY KOK TDK KENAL UST ASKARI ,SALAFY BODONG ITU ,NGEKOR SANA SAMA UST AH,JW,FR

muhammad mengatakan...

Bismillaahirrahmaanirraahiim.
Gerakan bertanya kepada as-Syaikh al-Allamah as-Salafy Yahya bin Utsman al-Mudarris bil Harom al-Makkiy as-Syarif.

Alhamdulillah, telah semakin jelas kesesatan Jamaah 354 melalui fatwa as-Syaikh (Profesor) ad-Duktur Muhammad bin Umar Bazmul, seorang ulama besar Mekkah sekaligus guru besar di Universitas Ummul Quro Mekkah yang merupakan guru dari pakubumi kholil dan pakubumi aziz.

Selanjutnya, kami serukan kepada semua anggota (rokyah) Jamaah 354 untuk melakukan sebuah gerakan besar bertajuk GENTA SYAIKH YAHYA yaitu sebuah gerakan bertanya langsung kepada Syaikh Yahya bin Utsman yang merupakan jalur isnad Jamaah 354 saat ini. Gerakan amar makruf nahi munkar ini untuk mempertegas dan memperkuat fatwa sesat terhadap Jamaah 354 dari Syaikh Muhammad Bazmul.

Kami sarankan agar gerakan perbaikan yang kritis ini (GENTA SYAIKH YAHYA) tidak melibatkan petinggi-petinggi Jamaah 354 yang berpotensi tidak jujur terbuka dalam bentuk pertanyaan yang diajukan kepada Syaikh Yahya atau bahkan mereka akan mencegah keras gerakan ini.

Bertanyalah langsung kepada Syaikh Yahya tentang keimaman (baiat) 354, aqidah takfir 354, infaq rizki 10 % dan perkara lainnya yang menjadi keresahan internal Jamaah 354 saat ini. Antum bisa titip pertanyaan kepada siapa saja yang terpercaya yang akan berangkat ke Mekkah atau yang sedang berada di sana. Seandainya antum mampu mendatangkan Syaikh Yahya maka insyaAllah itu jauh lebih baik.

Teknisnya sebaiknya dengan video camera berkualitas dan voice recorder sehingga akan terlihat dan terdengar dengan jelas semua bentuk pertanyaan dan jawaban dari Syaikh Yahya. Jauh lebih baik lagi bila mendapat fatwa tertulis dan tertanda tangan beliau. Beliau Syaikh Yahya hampir setiap malam mengajar di Masjidil Harom sehingga akan sangat mudah menemui beliau di sana, insyaAllah.

Selanjutnya, silakan fatwa Syaikh Yahya tersebut di upload ke internet dan di print beserta terjemahannya dalam bentuk selebaran untuk disebarluaskan ke kaum muslimin di Indonesia termasuk MUI dan yang paling penting kepada semua rokyah jamaah 354 di seluruh Indonesia dan di luar negri.

Amal sholeh GENTA SYAIKH YAHYA ini diniati karena Alloh
Semoga menjadi perantara hidayah bagi antum semua Jamaah 354.
Baarokallohu fiykum.

Jum’at 24 Muharram 1432 H
muhammad(dot)jkt(at)gmail(dot)com

muhamad mengatakan...

@ abu hasad al tiga lima empaty al madigoly al kediri di indunisy
TAHDZIR ULAMA KIBAR (SENIOR) TERHADAP JAMA’AH YANG GEMAR MENGHAJR DAN MENTABDI

Tahdzir Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz bin Baz
Al-Allamah, al-Mufti al-’alim, Samahatus Syaikh Abdil Aziz bin Abdullah bin Bazz – rahimahullahu- berkata, sebagaimana termuat dalam harian al-Jazirah, ar-Riyadh, asy-Syirqul Awsath, Sabtu 22/6/1412 H, sebagai berikut :

“Telah merebak di zaman ini tentang banyaknya orang-orang yang menisbatkan diri kepada ilmu (tholibul ‘ilm, pent.) dan terhadap dakwah kepada kebajikan (da’i, pent.) yang mencela kehormatan kebanyakan saudara-saudara mereka para du’at yang masyhur dan memperbincangkan kehormatan (menjelekkan, pent.) para thullabul ‘ilm (penuntut ilmu), para du’at dan khatib (penceramah). Mereka melakukannya secara sirriyah (sembunyi-sembunyi) di dalam majelis-majlis mereka, dan bisa jadi ada yang merekamnya di kaset-kaset kemudian disebarkan kepada manusia. Terkadang pula mereka melakukannya secara terang-terangan di dalam muhadharah ‘am (ceramah umum) di masjid-masjid. Cara ini menyelisihi dengan apa-apa yang diperintahkan Allah dan rasul-Nya, dengan beberapa alasan :

Pertama.
Hal ini merusak hak-hak kaum muslimin, dan khususnya para penuntut ilmu dan da’i yang mengerahkan segenap usahanya di dalam mengarahkan manusia, menunjuki mereka dan membenahi aqidah dan manhaj mereka. Mereka bersungguh-sungguh di dalam mengatur/mengelola durus (pelajaran-pelajaran) dan muhadharaat (pengajian-pengajian) serta penulisan buku-buku yang bermanfaat.

Kedua.
Hal ini memecah belah persatuan kaum muslimin dan memporak porandakan barisan mereka, dimana ummat ini lebih membutuhkan kepada persatuan dan menjauhi dari berkelompok-kelompok dan berpecah belah serta menjauhi dari banyaknya qiila wa qoola (perkataan-perkataan yang tidak jelas, pent.) di tengah-tengah ummat. Khususnya kepada du’at yang dicela, padahal mereka adalah termasuk dari Ahlis Sunnah Wal Jama’ah yang dikenal akan sikap mereka dalam memerangi bid’ah dan khurofat, memerangi orang-orang yang menyeru kepada bid’ah dan khurafat, dengan cara menyingkapkan kesalahan-kesalahan dan kekurangan mereka (para penyeru bid’ah dan khurafat). Kami tidak melihat adanya mashlahat (kebaikan) di dalam perilaku semacam ini (yaitu mencela para du’at), melainkan akan memberikan maslahat bagi musuh-musuh Islam dari kaum kuffar, munafik, dan ahli bid’ah serta kesesatan.

Ketiga.
Sesungguhnya perbuatan ini (yaitu mencela para du’at), akan membantu dan menolong orang-orang yang menyimpang dari kalangan kaum atheis, sekuler dan lainnya. Dimana mereka ini tersohor akan permusuhannya terhadap para du’at islam dan terkenal akan pengadaan kedustaan terhadap mereka dengan menghasut melalui buku-buku maupun kaset-kaset rekaman. Hal ini (mencela para du’at) bukanlah hak dalam persaudaraan dalam Islam bagi orang-orang yang dengki itu dengan membantu musuh-musuh mereka terhadap saudara-saudara mereka thullabul ‘ilmi dan para du’at.

abu hasan mengatakan...

@muhammah
abu hasad al tiga lima empaty al madigoly al kediri di indunisy
TAHDZIR ULAMA KIBAR (SENIOR) TERHADAP JAMA’AH YANG GEMAR MENGHAJR DAN MENTABDI

Tahdzir Syaikh Al-Allamah Abdul Aziz bin Baz
Al-Allamah, al-Mufti al-’alim, Samahatus Syaikh Abdil Aziz bin Abdullah bin Bazz – rahimahullahu- berkata, sebagaimana termuat dalam harian al-Jazirah, ar-Riyadh, asy-Syirqul Awsath, Sabtu 22/6/1412 H,

jwb; SEKALI LAGI MAS,ANTUM MESKI BELAJAR MEMBACA [SEKOLAH LAGI ]SPY ANTUM JELAS DAN MENGERTI KLO TULIS KOMEN ,SPY TDK SENJATA MAKAN TUAN

KLO ANA GEMAR MENGHAJR DAN MENTABDI,MANA BUKTINYA AKH ?
KLO ANTUM MEMPITNAH ANA ,BUKTINYA TULISAN DI ATAS SALAH SATUNYA.

KLO TAHDIR SYAIKH ABDUL AZIZ BIN BAZ,MEMANNG BENAR ,TAHDIR ITU DITUJUKAN
THD JAMAAH2 HIZBIYYAH TERMASUK IHYA UT TURATS, LDII ,ALSOFWA ,HTI ,DLL
DAN ITU MEMPERKUAT TAHDIR MASYAIH SPT TAHDIR SYAIH ROBI' THD IT

SKALI LAGI AKHI ,SEMUA KOMEN ANA ADALAH TAHDIR DARI MASYAIKH DAN UST2 SALAF.

BAGI EKS 354 ,KLO MAU TAQLIM BS HUB UST2 SALAFY DI DAERAH MASING2,BS DI BUKA DI WWW.DARUSSALAF.CO.ID ALAMAT KAJIAN SALAFY SELURUH INDONESIA
KLO DI JOGYA HUB;Penyelenggara :
Panitia Kajian Islam Salafy (PAKIS)
Telpon : +62 274 7170587, 62 274 897733, Email : pakis_jogja @ gawab.com
Alamat : Kun Muwahhidan
Jalan Palagan Tentara Pelajar, Dusun Sedan no 99 C RT 06/34, Sariharjo, Ngaglik, Sleman 55581

YG PASTI DI SITU TDK ADA UST ABDUL HAKIM DAN KELOMPOKNYA

abu hasan mengatakan...

Bismillaahirrahmaanirraahiim.
Gerakan bertanya kepada as-Syaikh al-Allamah as-Salafy Yahya bin Utsman al-Mudarris bil Harom al-Makkiy as-Syarif.dan syaikh rob' bin hadi al madkhali

Alhamdulillah, telah semakin jelas kesesatan Jamaah 354dan IHYA UT TURATS melalui fatwa as-Syaikh SYAIKH ROBI' BIN HADI AL MADKHALI ,SYAIKH UBAID AL-JABIRI,KHUSUS(Profesor) ad-Duktur Muhammad bin Umar Bazmul, seorang ulama besar Mekkah sekaligus guru besar di Universitas Ummul Quro Mekkah yang merupakan guru dari pakubumi kholil dan pakubumi aziz.

Selanjutnya, kami serukan kepada semua anggota (rokyah) Jamaah 354 DAN IHYA UT TURATS untuk melakukan sebuah gerakan besar bertajuk GENTA SYAIKH YAHYA DAN SYAIKH ROBI' yaitu sebuah gerakan bertanya langsung kepada SYAIKH ROBI' BIN HADI,KHUSUS Syaikh Yahya bin Utsman yang merupakan jalur isnad Jamaah 354 saat ini. Gerakan amar makruf nahi munkar ini untuk mempertegas dan memperkuat fatwa sesat terhadap Jamaah 354 DAN IHYA UT TURATS dari SYAIKH ROBI' DAN Syaikh Muhammad Bazmul.

Kami sarankan agar gerakan perbaikan yang kritis ini (GENTA SYAIKH YAHYA DANSYAIKH ROBI') tidak melibatkan petinggi-petinggi Jamaah 354 DAN IHYA UT TURATS yang berpotensi tidak jujur terbuka dalam bentuk pertanyaan yang diajukan kepada Syaikh Yahya DAN SYAIKH ROBI'atau bahkan mereka akan mencegah keras gerakan ini.

Bertanyalah langsung kepada Syaikh Yahya tentang keimaman (baiat) 354 DAN IHYA UT TURATS, aqidah takfir 354, infaq rizki 10 % dan perkara lainnya yang menjadi keresahan internal Jamaah 354 DAN IT saat ini. Antum bisa titip pertanyaan kepada siapa saja yang terpercaya yang akan berangkat ke Mekkah atau yang sedang berada di sana. Seandainya antum mampu mendatangkan Syaikh Yahya DAN SYAIKH ROBI' maka insyaAllah itu jauh lebih baik.

Teknisnya sebaiknya dengan video camera berkualitas dan voice recorder sehingga akan terlihat dan terdengar dengan jelas semua bentuk pertanyaan dan jawaban dari Syaikh Yahya DAN SYAIKH ROBI'. Jauh lebih baik lagi bila mendapat fatwa tertulis dan tertanda tangan beliau

Amal sholeh GENTA SYAIKH YAHYA DAN SYAIKH ROBI' ini diniati karena Alloh
Semoga menjadi perantara hidayah bagi antum semua Jamaah 354.DAN JAMAAH IHYA UT TURATS

SETUJU AKH ABU NJM ,AKH ROCK REK ?
Baarokallohu fiykum.

muhamad mengatakan...

buat abu hasan AMIRUL MADIGOLIYIN FIL TAHDZIR
TAHDZIR ULAMA KIBAR (SENIOR) TERHADAP JAMA’AH YANG GEMAR MENGHAJR DAN MENTABDI
Al-Allamah, al-Mufti al-’alim, Samahatus Syaikh Abdil Aziz bin Abdullah bin Bazz – rahimahullahu- berkata, sebagaimana termuat dalam harian al-Jazirah, ar-Riyadh, asy-Syirqul Awsath, Sabtu 22/6/1412 H, sebagai berikut :

“Telah merebak di zaman ini tentang banyaknya orang-orang yang menisbatkan diri kepada ilmu (tholibul ‘ilm, pent.) dan terhadap dakwah kepada kebajikan (da’i, pent.) yang mencela kehormatan kebanyakan saudara-saudara mereka para du’at yang masyhur dan memperbincangkan kehormatan (menjelekkan, pent.) para thullabul ‘ilm (penuntut ilmu), para du’at dan khatib (penceramah). Mereka melakukannya secara sirriyah (sembunyi-sembunyi) di dalam majelis-majlis mereka, dan bisa jadi ada yang merekamnya di kaset-kaset kemudian disebarkan kepada manusia. Terkadang pula mereka melakukannya secara terang-terangan di dalam muhadharah ‘am (ceramah umum) di masjid-masjid. Cara ini menyelisihi dengan apa-apa yang diperintahkan Allah dan rasul-Nya, dengan beberapa alasan :

Pertama.
Hal ini merusak hak-hak kaum muslimin, dan khususnya para penuntut ilmu dan da’i yang mengerahkan segenap usahanya di dalam mengarahkan manusia, menunjuki mereka dan membenahi aqidah dan manhaj mereka. Mereka bersungguh-sungguh di dalam mengatur/mengelola durus (pelajaran-pelajaran) dan muhadharaat (pengajian-pengajian) serta penulisan buku-buku yang bermanfaat.

Kedua.
Hal ini memecah belah persatuan kaum muslimin dan memporak porandakan barisan mereka, dimana ummat ini lebih membutuhkan kepada persatuan dan menjauhi dari berkelompok-kelompok dan berpecah belah serta menjauhi dari banyaknya qiila wa qoola (perkataan-perkataan yang tidak jelas, pent.) di tengah-tengah ummat. Khususnya kepada du’at yang dicela, padahal mereka adalah termasuk dari Ahlis Sunnah Wal Jama’ah yang dikenal akan sikap mereka dalam memerangi bid’ah dan khurofat, memerangi orang-orang yang menyeru kepada bid’ah dan khurafat, dengan cara menyingkapkan kesalahan-kesalahan dan kekurangan mereka (para penyeru bid’ah dan khurafat). Kami tidak melihat adanya mashlahat (kebaikan) di dalam perilaku semacam ini (yaitu mencela para du’at), melainkan akan memberikan maslahat bagi musuh-musuh Islam dari kaum kuffar, munafik, dan ahli bid’ah serta kesesatan.

Ketiga.
Sesungguhnya perbuatan ini (yaitu mencela para du’at), akan membantu dan menolong orang-orang yang menyimpang dari kalangan kaum atheis, sekuler dan lainnya. Dimana mereka ini tersohor akan permusuhannya terhadap para du’at islam dan terkenal akan pengadaan kedustaan terhadap mereka dengan menghasut melalui buku-buku maupun kaset-kaset rekaman. Hal ini (mencela para du’at) bukanlah hak dalam persaudaraan dalam Islam bagi orang-orang yang dengki itu dengan membantu musuh-musuh mereka terhadap saudara-saudara mereka thullabul ‘ilmi dan para du’at.

muhamad mengatakan...

buat abu hasan AMIRUL MADIGOLIYIN FIIL TAHDZIR
Keempat.
Hal ini akan menyebabkan rusaknya hati umat ini secara umum dan mereka sendiri secara khusus, dengan menyebarkan dan mengedarkan kedustaan serta merebakkan kebathilan. Hal ini merupakan sebab berkembangnya ghibah, namimah (mengadu domba) dan pembuka pintu-pintu kejahatan bagi orang-orang yang jiwanya lemah, yang mana mereka ini akan menyebarkan syubuhat dan meluaskan fitnah serta mendorong mereka menghancurkan kaum mu’minin.

Kelima.
Sesungguhnya kebanyakan perkataan-perkataan tersebut tidaklah berdasar. Sesungguhnya perkataan-perkataan tersebut hanyalah bersumber dari dugaan (imajinasi) yang Syaithan menghiasinya dan memperdayainya. Allah Ta’ala berfirman.

“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah olehmu kebanyakan dari purbasangka, karena sesungguhnya sebagaian purbasangka itu adalah dosa.” [Al-Hujurat : 11-12]

Selayaknyalah bagi seorang muslim membawa ucapan saudaranya seislam pada sebaik-baik tempat (kepada makna yang paling baik). Sebagian Salaf berkata, “Janganlah engkau berprasangka buruk terhadap perkataan yang dilontarkan saudaramu sedangkan engkau dapat membawa perkataan tersebut pada makna yang baik.”

Keenam.
Apa yang didapatkan dari ijtihad sebagian ulama dan penuntut ilmu dari perkara-perkara yang memang memungkinkan di dalamnya berijtihad, maka orang tersebut tidak boleh disalahkan apalagi dicela, jika ia memang ahli ijtihad. Jika sekiranya ada orang lain yang menyelisihinya, selayaknyalah ia berdiskusi dengannya dengan cara yang baik, dengan mengharapkan memperoleh kebenaran dan dengan menolak waswas syaithan yang hendak memecah belah kaum mu’minin. Jika hal ini tidak memungkinkan dan ia beranggapan harus menerangkan penyelewengannya, maka hendaklah dengan ungkapan-ungkapan yang baik dan ucapan-ucapan yang lembut tidak kasar tanpa celaan ataupun ucapan yang sia-sia yang dapat menyebabkan seseorang menolak kebenaran atau bahkan menjauhi kebenaran, juga tanpa menyebutkan perorangan atau menuduh niat atau menambah ucapan-ucapan yang tidak dimaksudkannya. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda tentang perkara ini, ‘mengapa ada kaum yang berkata demikan dan demikian??[1]‘”

(selesai)

muhamad mengatakan...

LAGI NIH AMIRUL MADIGOLIYIN
Tahdzir Syaikh Al-Allamah Muhammad Nashiruddin Al-Albani

Berkata Syaikh kami yang mulia, al-Muhaddits al-Ashr al-Mujaddid al-Faqih Muhammad Nashirudin al-Albani -Rahimahullah- di dalam kaset Silsilah al-Huda wan Nur ash-Shouthiyah no 784 side A, sebagai berikut :

“Syuf (perhatikan) wahai saudaraku! Aku menasehatkanmu dan para pemuda lainnya yang berada di jalan munharif (menyeleweng) sebagaimana tampak pada kami, wallahu a’lam, untuk tidak membuang-buang waktumu untuk mencela satu dengan lainnya dan sibuk dengan mengatakan fulan begini dan fulan berkata begitu. Dikarenakan, pertama, hal ini tidaklah termasuk ilmu sama sekali, dan yang kedua, uslub (cara) ini akan merasuk ke dada dan menyebabkan kedengkian serta kebencian di dalam hati.

Wajib atasmu menuntut ilmu!!! Karena ilmulah yang akan menyingkapkan apakah perkataan ini yang mencela Zaid atau fulan dari manusia dikarenakan dirinya memiliki banyak kesalahan, apakah berhak bagi kita untuk menyebutkan shohibul bid’ah atau mubtadi’ ataukah tidak?? Apa yang harus kita lakukan dengan mendalami perkara ini?? Aku tidak menasehatkanmu untuk mendalami seluruh perkara ini dengan benar-benar, karena hakikatnya kita sekalian sedang mengeluhkan perpecahan ini yang terjadi di tengah-tengah orang-orang yang berintisab (menisbatkan diri) pada dakwah Al-Kitab dan As-Sunnah, atau sebagaimana kita menyebutnya, Dakwah Salafiyah.!!!

Perpecahan ini, wallahu a’lam, penyebab utamanya adalah dorongan jiwa yang memerintahkan kepada keburukan (an-Nafsul ammarah bis suu`) dan bukanlah perselisihan pada sebagian pemikiran. Inilah nasehatku. karena telah sering aku ditanya, ‘apa pendapatmu tentang fulan?’, dan aku langsung faham bahwa ia (penanya) orang yang memihak atau memusuhi. dan terkadang orang yang ditanyakan adalah diantara saudara-saudara kita terdahulu yang dikatakan dia menyimpang, maka kami bantah penanya tersebut, apa yang engkau inginkan terhadap fulan dan fulan??

Berlaku luruslah sebagaimana engkau diperintahkan! Tuntutlah ilmu! Dengan ilmu engkau akan dapat memilah-milah mana yang thalih dan mana yang shalih, mana yang bathil dan mana yang haq!!! Kemudian janganlah engkau ini mendengki terhadap saudara seislam dikarenakan ia jatuh kepada beberapa kesalahan. Kami tidak mengatakan salah, namun kami katakan ia menyimpang dalam satu, dua atau tiga perkara, dan perkara lainnya ia tidak menyimpang.

Kita dapati para Imam Ahli Hadits yang menerima haditsnya (orang yang menyimpang) dan disebutkan di dalam riwayatnya ia khariji atau murji`i atau lainnya. Ini semua adalah aib dan kesesatan, namun diperoleh pada timbangan tersebut yang mereka berpegang teguh padanya. Kita tidak menimbang beratnya keburukannya dari kebaikan-kebaikannya atau dua atau tiga keburukannya terhadap banyaknya kebaikannya, dan yang terbesar adalah syahadat Laa ilaaha illa Allah wa Muhammad Rasulullah.”

muhamad mengatakan...

LAGI NIH AMIRUL MADIGOLIYIN
Tahdzir Syaikh Al-Allamah Muhammad Nashiruddin Al-Albani

Berkata Syaikh kami yang mulia, al-Muhaddits al-Ashr al-Mujaddid al-Faqih Muhammad Nashirudin al-Albani -Rahimahullah- di dalam kaset Silsilah al-Huda wan Nur ash-Shouthiyah no 784 side A, sebagai berikut :

“Syuf (perhatikan) wahai saudaraku! Aku menasehatkanmu dan para pemuda lainnya yang berada di jalan munharif (menyeleweng) sebagaimana tampak pada kami, wallahu a’lam, untuk tidak membuang-buang waktumu untuk mencela satu dengan lainnya dan sibuk dengan mengatakan fulan begini dan fulan berkata begitu. Dikarenakan, pertama, hal ini tidaklah termasuk ilmu sama sekali, dan yang kedua, uslub (cara) ini akan merasuk ke dada dan menyebabkan kedengkian serta kebencian di dalam hati.

Wajib atasmu menuntut ilmu!!! Karena ilmulah yang akan menyingkapkan apakah perkataan ini yang mencela Zaid atau fulan dari manusia dikarenakan dirinya memiliki banyak kesalahan, apakah berhak bagi kita untuk menyebutkan shohibul bid’ah atau mubtadi’ ataukah tidak?? Apa yang harus kita lakukan dengan mendalami perkara ini?? Aku tidak menasehatkanmu untuk mendalami seluruh perkara ini dengan benar-benar, karena hakikatnya kita sekalian sedang mengeluhkan perpecahan ini yang terjadi di tengah-tengah orang-orang yang berintisab (menisbatkan diri) pada dakwah Al-Kitab dan As-Sunnah, atau sebagaimana kita menyebutnya, Dakwah Salafiyah.!!!

Perpecahan ini, wallahu a’lam, penyebab utamanya adalah dorongan jiwa yang memerintahkan kepada keburukan (an-Nafsul ammarah bis suu`) dan bukanlah perselisihan pada sebagian pemikiran. Inilah nasehatku. karena telah sering aku ditanya, ‘apa pendapatmu tentang fulan?’, dan aku langsung faham bahwa ia (penanya) orang yang memihak atau memusuhi. dan terkadang orang yang ditanyakan adalah diantara saudara-saudara kita terdahulu yang dikatakan dia menyimpang, maka kami bantah penanya tersebut, apa yang engkau inginkan terhadap fulan dan fulan??

Berlaku luruslah sebagaimana engkau diperintahkan! Tuntutlah ilmu! Dengan ilmu engkau akan dapat memilah-milah mana yang thalih dan mana yang shalih, mana yang bathil dan mana yang haq!!! Kemudian janganlah engkau ini mendengki terhadap saudara seislam dikarenakan ia jatuh kepada beberapa kesalahan. Kami tidak mengatakan salah, namun kami katakan ia menyimpang dalam satu, dua atau tiga perkara, dan perkara lainnya ia tidak menyimpang.

Kita dapati para Imam Ahli Hadits yang menerima haditsnya (orang yang menyimpang) dan disebutkan di dalam riwayatnya ia khariji atau murji`i atau lainnya. Ini semua adalah aib dan kesesatan, namun diperoleh pada timbangan tersebut yang mereka berpegang teguh padanya. Kita tidak menimbang beratnya keburukannya dari kebaikan-kebaikannya atau dua atau tiga keburukannya terhadap banyaknya kebaikannya, dan yang terbesar adalah syahadat Laa ilaaha illa Allah wa Muhammad Rasulullah.”

Syaikh juga berkata tentang definisi siapakah mubtadi’ itu di dalam kaset Silsilah Huda wa Nur ash-Shouthiyah no 785 side B, sebagai berikut :

“Atsar Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu bermanfaat untuk menunjukkan contoh dari terjatuhnya seorang ‘alim kepada bid’ah tidaklah serta merta menjadikannya mubtadi’ dan jatuhnya seseorang kepada perbuatan haram, dengan pernyataan memperbolehkan apa-apa yang diharamkan secara ijtihad, tidak serta merta menjadikannya sebagai pelaku keharaman.

Saya katakan, atsar Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu ini menunjukkan bahwasanya ia dulu berdiri menasehati manusia pada hari Jum’at sebelum sholat, berfaidah untuk menunjukkan contoh yang shahih, bahwa bid’ah yang terkadang terjatuh kepada seorang ‘alim, tidaklah dengan demikian ia menjadi seorang mubtadi’.

Sebelum masuk ke jawaban yang lengkap, aku katakan, al-Mubtadi’ adalah berawal dari kebiasaannya mengada-adakan bid’ah di dalam agama, dan tidaklah orang yang mengada-adakan bid’ah, walaupun ia mengamalkannya bukan karena ijtihadnya, namun dari hawa nafsunya, tidak serta merta dikatakan dia mubtadi’!!

muhamad mengatakan...

contoh terjelas yang paling dekat dengan perkara ini adalah, seorang hakim yang zh’alim yang terkadang berlaku adil pada sebagian hukum-hukumnya, tidaklah bisa disebut hakim adil, sebagaimana pula seorang hakim yang adil yang terkadang melakukan kezh’aliman di sebagian hukum-hukumnya, tidaklah dinamakan dirinya hakim zh’alim.

Hal ini berkaitan erat dengan kaidah fiqh islami yang menyatakan bahwasanya seorang manusia dilihat dari banyaknya kebaikan atau keburukannya. Jika kita telah mengetahui hakikat ini, maka kita dapat mengetahui siapakah mubtadi’ itu. maka, dengan demikian disyaratkan bagi mubtadi’ dua hal, yaitu pertama, dia bukanlah seorang mujtahid namun hanyalah pengikut hawa nafsu dan kedua, dia menjadikan bid’ahnya sebagai kebiasaan dan agamanya.”

(selesai)

muhamad mengatakan...

Tahdzir Syaikh Al-Allamah Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin

Syaikh al-Imam Faqihuz Zaman, al-Allamah Muhammad bin Sholih al-Utsaimin -Rahimahullahu- berkata saat Liqo`ul Babil Maftuh (Pertemuan terbuka) no 1322, sebagai berikut :

“Salafiyah adalah ittiba’ terhadap manhaj Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dan sahabat-sahabatnya, dikarenakan mereka adalah salaf kita yang telah mendahului kita. Maka, ittiba’ terhadap mereka adalah salafiyah. Adapun menjadikan salafiyah sebagai manhaj khusus yang tersendiri dengan menvonis sesat orang-orang yang menyelisihinya walaupun mereka berada di atas kebenaran, maka tidak diragukan lagi bahwa hal ini menyelisihi salafiyah!!!

Kaum salaf seluruhnya menyeru kepada Islam dan bersatu di atas Sunnah Rasul Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, mereka tidak menvonis sesat orang-orang yang menyelisihinya karena perkara ta’wil/penafsiran yang berbeda, Allahumma, kecuali dalam perkara aqidah, dikarenakan mereka berpandangan bahwa siapa-siapa yang menyelisihinya dalam perkara aqidah, maka telah sesat.

Akan tetapi, sebagian orang yang meniti manhaj salaf pada zaman ini, menjadikan manhajnya dengan menvonis sesat setiap orang yang menyelisihinya walaupun kebenaran besertanya. Dan sebagian mereka menjadikan hal ini sebagai manhaj hizbiyah sebagaimana manhaj-manhaj hizbi lainnya yang memecah belah Islam.

Hal ini adalah perkara yang harus ditolak dan tidak boleh ditetapkan. Dikatakan, ‘lihatlah kepada madzhab as-Salaf ash-Shalih, apa yang mereka perbuat di dalam jalan mereka dan kelapangan dada mereka pada perkara khilaf yang memang diperbolehkan ijtihad di dalamnya, sampai pada taraf mereka berselisih di dalam perkara aqidah dan ilmu.

Engkau dapati mereka, misalnya, mengingkari Rasul Shallallahu ‘alaihi wa Sallam melihat Rabbnya dan sebagian lagi menetapkannya, ada lagi yang berpendapat yang ditimbang pada hari kiamat nanti adalah amal dan sebagiannya berpendapat lembaran-lembaran amal-lah yang ditimbang.

Engkau dapati pula mereka berselisih di dalam masalah fiqhiyah, baik dalam masalah nikah, faraidh, iddah, jual beli dan lain-lain. Walaupun demikian, mereka tidak saling menvonis sesatkan satu dengan lainnya.

Jadi, salafiyah yang bermakna sebagai suatu kelompok khusus, yang mana di dalamnya mereka membeda-bedakan dan menvonis sesat selain mereka, maka mereka bukanlah termasuk salafiyah sedikitpun!!! Dan adapun salafiyah yang ittiba’ terhadap manhaj salaf baik dalam hal aqidah, ucapan, amalan, perselisihan, persatuan, cinta kasih dan kasih sayang sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam :

‘Permisalan kaum mu’minin satu dengan lainnya dalam hal kasih sayang, tolong menolong dan kecintaan, bagaikan tubuh yang satu, jika salah satu anggotanya mengeluh sakit, maka seluruh tubuh akan merasa demam atau ikut sakit.’ [Hadits Riwayat Muslim]

Maka inilah salafiyah yang hakiki!!!”

muhamad mengatakan...

Tahdzir Syaikh Al-Allamah Abdul Muhsin al-Abbad



S

yaikh al-Allamah Abdul Muhsin al-Abbad -hafizhahullahu- ditanya saat pelajaran (durus) Sunan Abu Dawud, malam hari, 26 Shafar 1423 H., sebagai berikut :



Pertanyaan :

Jika seandainya ada seorang syaikh berbicara mengenai seseorang dan menganggapnya mubtadi’, apakah harus seorang pelajar (tholib) mengambil tabdi’ ini? Ataukah harus mengetahui sebab-sebab tabdi’ terlebih dahulu, dikarenakan terkadang tabdi’ ini dimutlakkan atas seseorang walaupun ia multazim dengan sunnah?

Jawaban :

Tidak setiap orang diterima perkataannya dalam perkara ini. Jika datang perkataan dari orang yang semisal Syaikh Ibnu Bazz atau Syaikh Ibnu Utsaimin, iya, mungkin untuk mempercayai ucapannya (mengambilnya, pent.). Adapun dari orang-orang yang ‘merangkak dan merayap’ (gemar menyebarkan desas-desus dan sembrono, pent.), maka tidak diambil perkatannya.



Pertanyaan :

Masalah lain, tentang menerima khobar (berita) tsiqoh (orang yang terpercaya), apakah diterima perkataannya secara mutlak tanpa tatsabut? Misalnya dikatakan, fulan tersebut mencela dan memaki shahabat, sebagai contoh, apakah wajib bagiku menerima perkataan ini (langsung) dan menghukuminya (sebagai pencela sahabat, pent.) ataukah aku harus tatsabut (cek dan ricek)?

Jawaban :

(Anda) harus tatsabut!!!



Pertanyaan :

Walaupun yang berkata demikian adalah salah seorang masyaikh?

Jawaban :

Harus tatsabut!!! Orang yang berkata jika ia menisbatkan kepada kitabnya dan kitabnya eksis (maujud), sehingga memungkinkan ummat untuk meruju’ kepada kitab ini.

Adapun perkataan belaka yang kosong dari pokok (asas) yang disebutkan tentangnya terutama jika orang-orang tersebut masih hidup. Adapun jika ia termasuk dari para pendahulu kita dan dia memang dikenal dengan kebid’ahannya atau termasuk penghulu bid’ah, maka hal ini semua orang telah mengetahuinya, yaitu seperti Jahm bin Shofwan, dan demikianlah tiap-tiap orang yang berkata ia mubtadi’, maka sesungguhnya perkataannya benar, yaitu mengatakannya mubtadi’. Adapun terhadap orang-orang yang melakukan kesalahan sedangkan dia memiliki kesungguhan yang luar biasa dalam berkhidmat terhadap agama, kemudian dia tergelincir, maka seharusnya ummat ini menghukumi terhadapnya pada kesalahannya saja.



Pertanyaan :

Jika didapatkan pada seorang ‘alim perkataan yang mujmal (global) di dalam suatu perkara, dan terkadang perkataan mujmal tersebut secara dhohirnya menunjukkan kepada suatu perkara yang salah, dan didapatkan lagi padanya perkataan yang lain yang mufashshol (terperinci) pada perkara yang sama tentang manhaj salaf, apakah dibawa perkataan seorang ‘alim yang mujmal tersebut kepada perkara yang mufashshol?

Jawaban :

Iya, dibawa kepada mufashshol, selama perkara tersebut adalah sesuatu yang masih samar, dan perkara yang jelas dan teranglah yang dianggap.

(selesai)

muhamad mengatakan...

Tahdzir Syaikh Al-Allamah Sholih Fauzan al-Fauzan
Asy-Syaikh al-Allamah Sholih Fauzan al-Fauzan -hafizhahullahu- berkata saat pengajian tentang Aqidah dan Dakwah (III/69) sebagai berikut :

“Diantara kerusakan-kerusakan perpecahan yang demikian ini adalah mengakibatkan perpecahan di tengah-tengah kaum muslimin, disebabkan disibukkannya mereka satu dengan lainnya dengan mentajrih (mencela) dengan gelar-gelar yang buruk. Tiap-tiap mereka menghendaki memenangkan diri mereka dari yang lainnya dan merekapun menyibukkan kaum muslimin dengan perihal mereka. Yang mana hal ini menjadi melebihi mempelajari ilmu yang bermanfaat. Sesungguhnya banyak dan banyak dari para penuntut ilmu yang bertanya sampai kepada kami bahwa semangat dan kesibukan mereka hanyalah memperbincangkan manusia dan kehormatan mereka, baik di majelis-majelis maupun perkumpulan mereka, sembari menyalahkan ini dan membenarkan itu, memuji ini dan menyatakan itu sesat… Tidaklah mereka ini disibukkan melainkan hanya memperbincangkan manusia..”



Syaikh al-Allamah ditanya saat pengajian tentang Aqidah dan Dakwah (III/57) sebagai berikut :

Pertanyaan :

“Apa pendapat yang mulia tentang merebaknya celaan-celaan baik yang tertulis maupun yang didengar yang merebak di kalangan para ulama?? Tidakkah Anda memandang bahwa duduknya mereka untuk diskusi adalah lebih mulia?? Karena betapa banyak aturan-aturan islam yang rusak karena hal ini!!”

Jawaban :

“Para ulama yang mu’tabar (dikenal keilmuannya) tidak ada pada diri mereka sedikitpun dari apa yang disebutkan dalam pertanyaan. Mungkin hal ini terjadi diantara para penuntut ilmu dan pemuda yang bersemangat, kami memohon hidayah dan taufiq Allah untuk mereka. Kami menyeru mereka untuk meninggalkan perbuatan tercela ini dan supaya mereka saling bersaudara di atas kebajikan dan ketakwaan, serta mengembalikan kepada para ulama terhadap perkara-perkara yang mereka sulit menentukan kebenarannya, dan agar mereka -para ulama- menjelaskan kepada mereka mana yang benar, dan supaya mereka tidak memberikan pengaruh pada fikiran dengan syubuhat sehingga mereka berpaling dari manhaj yang benar. Namun, janganlah difahami dari hal ini, meninggalkan bantahan terhadap kesalahan dan penyimpangan yang terdapat di sebagian buku-buku termasuk bagian nasehat bagi ummat.”

muhamad mengatakan...

Syaikh hafizhahullahu ditanya pula saat pengajian Aqidah dan Dakwah (III/332) sebagai berikut :

Pertanyaan : “

Syaikh yang mulia, apakah nasehatmu bagi para pemuda yang meninggalkan menuntut ilmu syar’i dan berdakwah kepada Allah dengan menceburkan dirinya ke dalam masalah perselisihan diantara pada ulama tanpa ilmu dan bashirah??

Jawaban:

“Aku nasehatkan kepada seluruh saudara-saudaraku dan khususnya para pemuda penuntut ilmu agar mereka menyibukkan diri dengan menuntut ilmu yang benar, baik di Masjid, sekolah, ma’had maupun di perkuliahan. Agar mereka sibuk dengan pelajaran-pelajaran mereka dan apa-apa yang bermashlahat bagi mereka. Dan supaya mereka meninggalkan menceburkan diri kepada perkara ini -perselisihan ulama-, dikarenakan tidak ada kebaikannya dan tidak bermanfaat masuk ke dalamnya… hanya membuang-buang waktu saja dan merisaukan fikiran…

Hal ini termasuk penghalang amal shalih, termasuk mencela kehormatan dan menghasut kaum muslimin. Wajib bagi kaum muslimin umumnya dan para penuntut ilmu khususnya, supaya meninggalkan perkara ini dan agar mereka mengupayakan perdamaian (ishlah) semampu yang mereka bisa. Allah Ta’ala berfirman,

‘Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara, maka damaikanlah kedua golongan saudara kalian tersebut, bertakwala’h kepada Allah semoga engkau dirahmati.” (al-Hujurat : 10).

Terhadap orang-orang yang anda lihat melakukan kesalahan, maka wajib bagi anda menasehatinya dan menjelaskan kesalahnnya secara empat mata, dan memohon kepadanya agar ia mau ruju’ (kembali) kepada kebenaran. Inilah yang dibutuhkan nasehat.

Syaikh Hafizhahullahu berkata saat pengajian Zhahiratut Tabdi’ wat Tafsiq wat takfir wa Dhawabithuha, sebagai berikut :

“Oleh karena itu, wajib bagi para pemuda Islam dan penuntut ilmu untuk mempelajari ilmu yang bermanfaat dari sumbernya dan dari ahlinya yang dikenal akan keilmuannya. Kemudian setelah itu, mereka akan tahu bagaimana berbicara dan bagaimana meletakkan sesuatu pada tempatnya, karena Ahlus Sunnah dulu maupun sekarang mampu menjaga lisannya dan mereka tidaklah berucap melainkan dengan ilmu..”


(selesai)

muhamad mengatakan...

Tahdzir Fadhilatus Syaikh Nashir Abdul Karim al-Aql

Asy-Syaikh Nashir bin Abdul Karim al-Aql -hafizhahullahu- berkata saat pengajian Syarh Mujmal I’tiqod Ahlus Sunnah wal Jama’ah sebagai berikut :

“Orang-orang beriman seluruhnya adalah wali Allah dan bagi seluruh mukmin diberikan wala’ (loyalitas) sebatas tingkat keimanannya, demikian pula sebaliknya (diberikan baro’ah (kebencian/berlepas diri) sebatas tingkat kemaksiatannya, pent.).

Orang-orang kafir, seluruhnya adalah wali Syaithan dan tidak ada wala’ sedikitpun bagi orang kafir. Akan tetapi, mukmin yang bermaksiat, diberikan baro’ah kepadanya menurut kadar kemaksiatannya, demikian pula para pelaku bid’ah dari kaum muslimin, diberikan baro’ah menurut tingkat kebid’ahannya, dan bagi mereka wala’ sebatas keimanannya. Oleh karena itu, sesungguhnya orang kafir tidak terkumpul padanya wala’ dan baro’ sekaligus.

Seorang mukmin yang kholish (murni) yang berjalan di atas As-Sunnah, baginya wala’ dan kecintaan yang sempurna. Jika ditemukan padanya kemaksiatan atau kebid’ahan maka terkumpul padanya dua perkara: yaitu kita berwala’ terhadap kebaikan dan iman yang dimilikinya dan kita membenci terhadap kemaksiatan dan kebid’ahannya. Dengan demikian, mayoritas kaum mu’minin pelaku kemaksiatan dan kebid’ahan yang tidak sampai mengeluarkan dari agama… mayoritas mereka… bahkan seluruhnya dari para pelaku kemaksiatan dan bid’ah yang kecil, bagi mereka kecintaan dan wala’ sebatas keimanan dan amal shalih yang ada pada mereka serta baro’ dan kebencian sebatas kemaksiatan dan kebid’ahan mereka.

Kaidah ini jarang dipegang oleh kebanyakan orang-orang yang lemah ilmunya dan dangkal pemahaman agamanya serta bodoh dengan manhaj salaf, sampai-sampai sebagian orang yang mengaku sebagai salafiy juga jatuh kepada hal ini, yaitu mereka memusuhi bid’ah dengan permusuhan yang kamil (sempurna), walaupun terkadang bid’ahnya tidak sampai tingkatan mengeluarkan pelakunya dari agama, dan terkadang pula kebid’ahan tersebut hanya sebagian kecil saja tidak menyeluruh pada seseorang. Sebagaimana pula mereka memusuhi kemaksiatan dengan permusuhan sempurna, atau memusuhi suatu penyelewengan dan kesalahan dengan permusuhan yang sempurna.

Sekarang kita perhatikan dampak dari penerapan perilaku ini, yang marak terjadi di tengah-tengah Ahlus Sunnah, yang menimbulkan keprihatinan dan percekcokan di dalam permasalahan agama, perkara Ijtihadiyah dan seputar dakwah kepada Allah. Kita dapatkan mereka saling berselisih tentang hal ini dan menerapkan kepada musuh dan lawan mereka sesama Ahlus Sunnah, baro’ah yang sempurna, sampai mereka membenci mereka, memperbolehkan menjelekkan mereka, menyebarkan aib mereka, mereka berniat karena Allah mendakwahi lawan mereka namun mereka menyebarkan aib mereka dan mentahdzir mereka.

muhamad mengatakan...

Hal ini menyelisihi ushul (pokok) syariat. Iya memang, jika mereka melakukan kesalahan diperingatkan kesalahan-kesalahannya, namun tetap dengan mengakui keutamaan dan kemampuan yang mereka miliki. Ini adalah perkara dharuri (yang wajib dilakukan) atau jika tidak, akan timbul fitnah di tengah-tengah kaum muslimin.

Demikian pula seorang yang menyimpang, wajib diberitahukan padanya, bahwa dirimu selaras dengan kebenaran dalam perkara yang memang benar dan dirimu menyelisihi kebenaran dalam perkara yang memang menyelisihi kebenaran. Dan janganlah mengobarkan kebencian di dada-dada kaum muslimin satu dengan lainnya sebagaimana cara yang dilakukan oleh orang-orang bodoh tadi. Bahkan saya katakan, (hal ini) tidak terlarang, di sini aku contohkan sedikit… termasuk tabiat dan adab islami jika anda berselisih dengan salah seorang saudara anda dan anda memandang ia melakukan kesalahan atau kebid’ahan yang cukup besar, anda memberikannya udzur setelah anda tidak mampu lagi memuaskan dirinya (dengan dalil), dan senantiasa berwala’ seraya mengatakan ‘aku mencintaimu karena Allah terhadap kebaikan dan kelurusan yang anda miliki’… (hal ini) tidak terlarang!!!

saudara-saudaraku yang kucintai karena Allah, hingga sampai-sampai jika ditemukan padanya kesalahan… (maka tidak apa-apa melakukan sebagaimana contoh di di atas, pent.)… yang dengan cara ini akan mendamaikan hati dan menghilangkan kebencian dan kedengkian yang dimiliki kaum mu’minin satu dengan lainnya. Sampai-sampai orang-orang bodoh tadi melupakan baro’ kepada orang kafir dan pelaku bid’ah yang berat, dimana mereka palingkan nash-nash tentang baro’ kepada saudara-saudara mereka. Aku takut mereka akan ditimpa -jika mereka tidak mau taubat dan kembali kepada kebenaran dan manhaj yang lurus- sebagaimana yang disifatkan nabi kepada salah satu kelompok ahli bid’ah, ‘yang mereka ini memerangi ahlul islam dan membiarkan ahlul awtsan (penyembah berhala)’ yang datang dari hadits shahih ketika mensifatkan sebagian kelompok ahli bid’ah.

Tentu saja, baro’ yang kamil (sempurna) merupakan jalan kepada peperangan. Seorang manusia yang baro’ kepada saudaranya muslim dengan baro’ yang sempurna berimplikasi terhadap penghalalan darahnya. Walaupun tidak terjadi saat ini saat ini, namun wajib bagi kita untuk berhati-hati dari sikap yang dapat mengeruhkan keadaan ini.

Kita perlu tahu bahwa Ahlus Sunnah terkadang berselisih diantara mereka, terkadang ditemukan pada sebagian Ahlus Sunnah kesalahan pada manhajnya, akan tetapi tanpa maksud/kesengajaan -dikarenakan ijtihad-, terkadang pula ditemukan pada mereka ketergelinciran yang besar, akan tetapi tanpa kesengajaan yang tidak menyebabkan mereka berpecah belah, dan terkadang pula didapatkan pada sebagian Ahlus Sunnah suatu kebid’ahan, namun tidak banyak dan tidak termasuk bid’ah yang kategori berat.

Namun, tetap wajib bagi kita menyalahkan terhadap kesalahan yang ada pada mereka, namun kita harus tetap menganggap mereka, mencintai dan berwala’ terhadap mereka dari perkara-perkara yang benar jika mereka termasuk Ahlus Sunnah.

Wallahu a’lam. Semoga Sholawat senantiasa tercurahkan kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan seluruh sahabat-sahabatnya.”



Dipublikasikan oleh : ibnuramadan.wordpress.com

© Copyright http://dear.to/abusalma

muhamad mengatakan...

[1] Isyarat terhadap hadits yang diriwayatkan Sayyidah Aisyah Radhiyallahu ‘anha ketika berkata, ‘Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam jika menyampaikan sesuatu tentang seseorang beliau tidak berkata, ‘mengapa fulan berkata demikian’, namun beliau berkata, ‘mengapa ada kaum yang berkata demikian dan demikian?’.’ Hadits Shahih diriwayatkan Abu Dawud dalam bab al-Idznu wal Isti’dzan (izin dan meminta izin), lihat Silsilah ash-Shahihah no 2064.

muhamad mengatakan...

kita kumpulkan komen abu hasad;

ust abdul hakim...?hati hati eks 354 ,sdh keluar hizbi msk hizbi yg lain ,keluar dari mulut singa msk ke mulut ular

tp salah satu ciri hizbi mudah tersinggung klo tokohnya ,ulama-nya,idolanya di tahdir.

klo mau tahu ust A H ,antum ty abu naim ,ato anonim di bwhnya,buat eks 354 ,ana nasehat dulu kita semua terhipnotis doktrin hizbi ldxx ,jangan sampai terhipnotis hizbi lain,krn orang yg kena hipnotis tdk sadar klo dia terhipnotis

antum telah keluar dr neo-khawarij 354,tp ada sebagian dr kalian msk ke neo khawarij baru[IT],SADARLAH ya akhi,antum telah terdoktrin hizbi yg sangat halus kehizisbianya,datanglah nanti ke daurah di jogya yg dihadiri oleh masyaikh dan byk ustad2 salaf,tanyakan akidah ustad AH dan kelompoknya

buat apa antum pergi daurah jogya klo pulang msh bermanhaj IT ,apa antum tdk ty ke masyaikh dan ustadz2 salafi ttg tahdir-nya thd IT ,takut ya ketahuan,sama dong dg aziz dan kholil,pulang dr mekah tetep bermanhaj madigoliyah

takut ya tkd dpt kucuran dana yayasan IT,SAMA DONG aziz dan kholil takut tdk dapat isrun,periksa niat antum ya akhi ,jgn cuma ajak orang keluar ldii;entah nanti jd apa,klo jd pendeta dosa antum ,bikin orang murtad,seharusnya antum ajak ke pemahaman salafi ,tapi salafi sejati ya akhi,bukan ke hizbi[IT]YG SAMAR DAN HALUS KEHIZBIANYA.SAMI MAWON MAS

komen antum tapsinya amsol di tanyakan ke syaih yahya dan syaih bazmul ,antum akan tahu tapsir menurut salafusholih dan kebenaran,klo antum tapsir sendiri atau pemahaman nurhasan sami mawon ujung2nya antum merasa benar sendiri

syaih yahya dan syaih bazmul salafi
darul hadist di mekah manhaj salafi

nasehat imam antum ''jangan terpengaruh salafi''

skr mengaku ;''kita inilah yg salafi sesungguhnya''[kazdzdab]

LDII=IT [iyha'ut turats]

jadi klo antum katanya ruju' ilal haq
tp taqlim ustazd2 IT ,NAMANYA bukan ruju' ,tp GANTI BAJU

ANTUM BLH TANYA PERMASALAHAN INI KEPADA UST MUHAMMAD ,UST ASKARI,UST ZULKARNAIN,UST ABDUL QODIR,UST IBNU YUNUS

@anonim ,sabar akhi ,antum py sifat hizbi [cepat memvonis] meski antum kendalikan akhi ,antum ty ttg tahdir beliu[ustadz2] thd IT ,klo memang IT aqidahnya tdk menyimpang/bukan hizbi maka ust abdul qodir dan ust ibn yunus ,tdk akan ruju'[keluar] dr IT akhi

KLO ANA GEMAR MENGHAJR DAN MENTABDI,MANA BUKTINYA AKH ?
KLO ANTUM MEMPITNAH ANA ,BUKTINYA TULISAN DI ATAS SALAH SATUNYA.

jawaban di jawab sendiri

ibnu mengatakan...

bagi ikhwan2 yg telah insyaf dari akidah sesat jokamiyyin akhsan lebih menyibukkan diri dengan ilmu. jangan terbawa pada arus perselisihan yang kontra produktif. ingat sekarang kita mulai dari nol lagi.

muhamad mengatakan...

betul akh...
buat admin juga hati hati tipu daya para pengurus,imam2 ldii
apakah antum merasa aman dari fitnah dan tipu daya MEREKA???
tapi ALLAH akan menangkan yang HAQ
walaupun semua manusia bersepakat diatas kebathilan
ana rasa pelajaran penting dari postingan sdr ABU HASAD dari situ kita bisa ambil pelajaran
ilmu DINUL ISLAM itu sangat luas
tapi disela selanya banyak yang menyimpang karena pemahaman yang salah, niat yang jahat mengadu domba,memfitnah,taklid,taasub dll
semoga ALLAH menjaga kita dari penyimpangan serta tersesatnya kita di dalam memahami agama ini

abu hasan mengatakan...

bagi ikhwan2 yg telah insyaf dari akidah sesat jokamiyyin dan IHYA UT TURATS akhsan lebih menyibukkan diri dengan ilmu. ANTUM BS TAQLIM UST2 SALAFY DI SELURUH INDONESIA ,ALAMAT BS ANTUM BUKA DI WWW.DARUSSALAF.CO.ID ,INGAT JNG TERTIPU OLEH UST2 HIZBIYYAH YG NGAKU2 SALAFY ,BUKA TAHDIRZ MASYAIKH THD UST2 HIZBIYYAH DI WWW.SALAFY.CO.ID LALU KLIK PP IBNU QOYYIM

abu hasan mengatakan...

betul akh...
buat admin juga hati hati tipu daya para pengurus,imam2 ldii dan IHYA UT TURATS
apakah antum merasa aman dari fitnah dan tipu daya MEREKA???
tapi ALLAH akan menangkan yang HAQ
walaupun semua manusia bersepakat diatas kebathilan
ana rasa pelajaran penting dari postingan sdr REK REK dari situ kita bisa ambil pelajaran
ilmu DINUL ISLAM itu sangat luas
tapi disela selanya banyak yang menyimpang karena pemahaman yang salah, niat yang jahat mengadu domba,memfitnah,taklid,taasub dll
semoga ALLAH menjaga kita dari penyimpangan serta tersesatnya kita di dalam memahami agama ini

BGM ADMIN /ABU NJM/RUSH ?

abu hasan mengatakan...

muhamad berkata...

kita kumpulkan komen abu hasad;

ust abdul hakim...?hati hati eks 354 ,sdh keluar hizbi msk hizbi yg lain ,keluar dari mulut singa msk ke mulut ular

tp salah satu ciri hizbi mudah tersinggung klo tokohnya ,ulama-nya,idolanya di tahdir.

klo mau tahu ust A H ,antum ty abu naim ,ato anonim di bwhnya,buat eks 354 ,ana nasehat dulu kita semua terhipnotis doktrin hizbi ldxx ,jangan sampai terhipnotis hizbi lain,krn orang yg kena hipnotis tdk sadar klo dia terhipnotis

antum telah keluar dr neo-khawarij 354,tp ada sebagian dr kalian msk ke neo khawarij baru[IT],SADARLAH ya akhi,antum telah terdoktrin hizbi yg sangat halus kehizisbianya,datanglah nanti ke daurah di jogya yg dihadiri oleh masyaikh dan byk ustad2 salaf,tanyakan akidah ustad AH dan kelompoknya

buat apa antum pergi daurah jogya klo pulang msh bermanhaj IT ,apa antum tdk ty ke masyaikh dan ustadz2 salafi ttg tahdir-nya thd IT ,takut ya ketahuan,sama dong dg aziz dan kholil,pulang dr mekah tetep bermanhaj madigoliyah

takut ya tkd dpt kucuran dana yayasan IT,SAMA DONG aziz dan kholil takut tdk dapat isrun,periksa niat antum ya akhi ,jgn cuma ajak orang keluar ldii;entah nanti jd apa,klo jd pendeta dosa antum ,bikin orang murtad,seharusnya antum ajak ke pemahaman salafi ,tapi salafi sejati ya akhi,bukan ke hizbi[IT]YG SAMAR DAN HALUS KEHIZBIANYA.SAMI MAWON MAS

komen antum tapsinya amsol di tanyakan ke syaih yahya dan syaih bazmul ,antum akan tahu tapsir menurut salafusholih dan kebenaran,klo antum tapsir sendiri atau pemahaman nurhasan sami mawon ujung2nya antum merasa benar sendiri

syaih yahya dan syaih bazmul salafi
darul hadist di mekah manhaj salafi

nasehat imam antum ''jangan terpengaruh salafi''

skr mengaku ;''kita inilah yg salafi sesungguhnya''[kazdzdab]

LDII=IT [iyha'ut turats]

jadi klo antum katanya ruju' ilal haq
tp taqlim ustazd2 IT ,NAMANYA bukan ruju' ,tp GANTI BAJU

ANTUM BLH TANYA PERMASALAHAN INI KEPADA UST MUHAMMAD ,UST ASKARI,UST ZULKARNAIN,UST ABDUL QODIR,UST IBNU YUNUS

@anonim ,sabar akhi ,antum py sifat hizbi [cepat memvonis] meski antum kendalikan akhi ,antum ty ttg tahdir beliu[ustadz2] thd IT ,klo memang IT aqidahnya tdk menyimpang/bukan hizbi maka ust abdul qodir dan ust ibn yunus ,tdk akan ruju'[keluar] dr ITKH akhi


bagi IKHWAN2 EKS 354 ,KOMEN ANA DI ATAS ADALAH FAKTA BUKAN FITNAH,ANTUM BS BUKA WWW.SALAFY.CO.ID LALU KLIL PP IBNU QOYYIM ,DI SANA ANTUM BS BACA BAHWA KOMEN ANA ADALAH TAHDIRZ MASYAIKH DAN UST2 SALAFY [UST ASKARI BIN JAMAL],

INGAT MASYAIKH KLO MENTAHDIRZ PASTI ADA BUKTI .

abu hasan mengatakan...

Firanda memfitnah ulama Ahlus Sunnah

Gelar “kadzdzab” (gemar berdusta) yang disematkan oleh salah seorang ulama besar di Madinah Asy-Syaikh Abdullah bin Abdirrahim Al-Bukhari Hafizhahullah kepada seorang pelajar di Madinah yang bernama Firanda Andirja memang merupakan gelar yang layak disandangnya. Mengapa tidak, Firanda seakan tiada henti menghembuskan fitnahnya dengan menyebarkan berbagai kedustaan dikalangan salafiyyin dengan menyebarkan berita-berita palsu yang kandungannya adalah upaya merendahkan kedudukan para ulama dan Da’i Ahlus sunnah ditengah umatnya.

Belum lama kita mendengarkan “haditsul ifk” Firanda yang menyebarkan fitnah dusta dengan mengatasnamakan Asy-Syaikh Rabi’ bahwa Beliau meninggalkan kota Madinah dan menetap di Makkah karena diusir dari Madinah. “Subahanaka hadza buhtaanun ‘azhim”, betapa lancangnya anda berdusta atas nama seorang yang disebut oleh Imam Al-Albani sebagai “pembawa bendera al-jarhu wat-ta’dil” dizaman ini.

bagi EKS 354 ,ANTUM BS MEMBACA TAHDIRZ MASYAIKH DAN UST2 SALAFY TENTANG IHYA UT TURATS DAN LDII DI WWW.DARUSSALAF.OR.ID ATAU WWW.SALAFY.OR.ID LALU KLIK PP IBNU QOYYIM

rudi mengatakan...

DUA SEKTE SALAFI,LDII ATAU YANG LAINYA DI MATA YAHUDI NASRONI ADALAH SEKUMPULAN UMAT MUSLIM,YANG DIHARAPKAN KERUSAKANNYA OLEH MEREKA.SALING HUJAT SESAMA UMAT YANG PUNYA LABEL ISLAM TIDAK ADA YANG UNTUNG,KECUALI YAHUDI DAN NASRANI.SO IKHWAN,SALING BUNUH ANTARA KITA DENGAN SALING HUJAT SUPAYA DIHENTIKAN!!JADIKANLAH IKHTILAF INI SEBAGAI AJANG`FASTABIQUL KHOIROOT`.KALAU HIZB SALAFI AKAN PENGARUH LDII,S3EGERALAH MENGADAKAN PEMBINAAN TERHADAP WARGANYA ATAU MASYARAKAT DENGAN TANPA MENGEJEK PADA HIZB LAIN,BEGITU PULA LDII,KALO KUATIR WARGANYA TERPENGARUH OLEH HIZB LAIN,ADAKANLAH PEMBINAAN INTENSIF DENGAN.INGAT!!`SAHABAT PERNAH MENGUSULKAN KPD ROSULILLAH UNTUK MEMBUNUH PARA MUNAFIQ,TAPI NABI MENOLAK,KARENA KEBERADAAN MEREKA ADA DALAM UMAT.ROSUL BERPENDAPAT KALO SEANDAINYA BELIAU MEMBUNUH MUNAFIKIN,MAKA MUSUH2 ALLAH AKAN PUNYA ARGUMEN YANG KUAT UNTUK MENYALAHKAN ISLAM.`MUHAMMAD MEMBUNUH SAHABATNYA SENDRI`.SEPESIAL BUAT PENGIKUT HIZB SALAFY:DARI KATA2NYA ATAW GAYANYA,TAMPAKNYA LEBIH MUWAFIQ DENGAN PERBUATAN YANG DITUDUHKAN KPD LDII.IKHWAN!! YO KITA BERDA`WAH..DENGAN GAYA `NGAJAK JANGAN SAMBIL NGEJEK`.

rudi mengatakan...

Berarti antum kurang lama ngaji di LDII,karena kedepannya kitab2 salaf akan dimanqulkan..usaha itu dah dirintis sejak bambang irawan di utus untuk belajar di makah sampai sekarang kholil dan aziz.Alasannya,kh.Nurhasan belum cukup menimba ilmu di haromain karena ada perang dunia dan beliau mengaji ke guru2 dari alikhwan yang saat itu ber4seteru dgn king abdulaziz.dan saat KH.Nurhasan balik ke RI,kedua syekhnya,Umar handam dan abu samah hengkang dari bumi saudi,syekh umar hamdan ke sudan dan syekh abu samah kemesir.Untuk itulah KH.Nurhasan tidak pernah mengkalim sbg ulama,dan murid2nyapun paling tinggi dgn sebutan mubaligh.kalopun sekarang di LDII ada sebutan ulama pada guru2nya,karena memang paradigmanya LDII berbeda dengan paradigma KH.Nurhasan.`Jadi gurunya Jagad~menjadi motivasi KH.NUrhasan untuk mrngkader murid2nya menjadi ulama dgn mengutus menuntut ilmu diharomain pd ulama2 disana.Terbukti!!se3karang kitab2 kajian di LDII bertambah..tentu yang keburu kabur4 dari LDII ga tau perkembangannya.

muhammad mengatakan...

Bismillaahirrahmaanirraahiim.
Gerakan bertanya kepada as-Syaikh al-Allamah as-Salafy Yahya bin Utsman al-Mudarris bil Harom al-Makkiy as-Syarif.

Alhamdulillah, telah semakin jelas kesesatan Jamaah 354 melalui fatwa as-Syaikh (Profesor) ad-Duktur Muhammad bin Umar Bazmul, seorang ulama besar Mekkah sekaligus guru besar di Universitas Ummul Quro Mekkah yang merupakan guru dari pakubumi kholil dan pakubumi aziz.

Selanjutnya, kami serukan kepada semua anggota (rokyah) Jamaah 354 untuk melakukan sebuah gerakan besar bertajuk GENTA SYAIKH YAHYA yaitu sebuah gerakan bertanya langsung kepada Syaikh Yahya bin Utsman yang merupakan jalur isnad Jamaah 354 saat ini. Gerakan amar makruf nahi munkar ini untuk mempertegas dan memperkuat fatwa sesat terhadap Jamaah 354 dari Syaikh Muhammad Bazmul.

Kami sarankan agar gerakan perbaikan yang kritis ini (GENTA SYAIKH YAHYA) tidak melibatkan petinggi-petinggi Jamaah 354 yang berpotensi tidak jujur terbuka dalam bentuk pertanyaan yang diajukan kepada Syaikh Yahya atau bahkan mereka akan mencegah keras gerakan ini.

Bertanyalah langsung kepada Syaikh Yahya tentang keimaman (baiat) 354, aqidah takfir 354, infaq rizki 10 % dan perkara lainnya yang menjadi keresahan internal Jamaah 354 saat ini. Antum bisa titip pertanyaan kepada siapa saja yang terpercaya yang akan berangkat ke Mekkah atau yang sedang berada di sana. Seandainya antum mampu mendatangkan Syaikh Yahya maka insyaAllah itu jauh lebih baik.

Teknisnya sebaiknya dengan video camera berkualitas dan voice recorder sehingga akan terlihat dan terdengar dengan jelas semua bentuk pertanyaan dan jawaban dari Syaikh Yahya. Jauh lebih baik lagi bila mendapat fatwa tertulis dan tertanda tangan beliau. Beliau Syaikh Yahya hampir setiap malam mengajar di Masjidil Harom sehingga akan sangat mudah menemui beliau di sana, insyaAllah.

Selanjutnya, silakan fatwa Syaikh Yahya tersebut di upload ke internet dan di print beserta terjemahannya dalam bentuk selebaran untuk disebarluaskan ke kaum muslimin di Indonesia termasuk MUI dan yang paling penting kepada semua rokyah jamaah 354 di seluruh Indonesia dan di luar negri.

Amal sholeh GENTA SYAIKH YAHYA ini diniati karena Alloh
Semoga menjadi perantara hidayah bagi antum semua Jamaah 354.
Baarokallohu fiykum.

Jum’at 24 Muharram 1432 H
muhammad(dot)jkt(at)gmail(dot)com

ahsan mengatakan...

Innaalillahi wa inna ilaihi rooji'uun, telah meninggal dunia salah seorang saudara jamaah dari Desa Pancoran Jakarta Selatan, Elfa Secioria Hasbullah Sabtu (8/1) sekitar pukul 08.00.

langit mengatakan...

kalau jenazah seorang muslim dari golongan LDII meninggal maka digembor-gemborkan untuk sholat jenazah/sholat ghoib.

tapi kalau jenazahnya seorang muslim dari bukan kalangan jamaah 354, maka dalam keyakinan warga 354 tidak usah disholatin,(karena disudah diyakini wajib masuk neraka)pun seandainya tidak enak sama masyarakat sekitar, jamaah 354 biasanya menggunakan jurus 'budiluhur'nya, yaitu tetap menyolati jenazah tapi dalam hati menyangkalnya.

jamaah 354 itu pantangan mendoakan pengampunan dan permohonan masuk surga untuk jenazah orang islam diluar kalangan mereka. mereka menganalogikan dalil terlarangnya nabi Ibrahim mendoakan pengampunan untuk bapaknya ( yang pembuat patung)

untuk almarhum elfa secoria, semoga Allah mengampuni segala kesalahannya,dilapangkan kuburnya dan diselamatkan dari azab kubur dan nereka (ini doa untuk seorang jenazah muslim,bukan doa terkhususkan sebagai warga LDII/354)

Anonim mengatakan...

5 Bab:
No. 1 adAlah mengaji Al-Quran dan Al Hadist.
Dalilnya ini: وَلاَ تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولـئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْؤُولاً* ٣٦
“Dan janganlah kamu sekalian mengerjakan suatu amalan apapun yang belum engkau miliki ilmunya,…”

Jadi walaupun saMpeyang mengamalkan 5 Rukun Islam tapi kalau tidak tahu dalilnya alias belum mengaji dalil Quran Hadist-nya PASTI ditolak oleh Allah.

Naik Hajipun kalau tidak didasari ilmu Quran Hadist atau ikut-ikutan itu PERCUMA.

JAMAAH 313 mengatakan...

Point – Point Fatwa OTENTIK Tentang Kesesatan Jamaah 354 dari Syaikh Profesor Doktor Muhammad bin Umar Salim Bazmul (Hafidhahullohuta’ala) di Ciater Bandung Juli 2010:

1. Jamaah Nurhasan Ubaidah (Jamaah 354) bermanhaj dan berakidah KHOWARIJ dan SYIAH dalam sebagian perkara.

2. Jamaah ini (Jamaah 354) TELAH KELUAR dari metode dan jalan Rasululloh shollallohu ‘alayhi wasalam. Jamaah ini termasuk 72 firqoh yang MENYELISIHI Quran dan Sunnah.

3. Pengakuan mereka bahwa Jamaah 354 ini adalah ahlussunnah wal jamaa’ah adalah pengakuan yang BATHIL.

4. TIDAK ADA SATUPUN dari para ulama di mekkah yang mempunyai keyakinan seperti mereka ini (Jamaah 354).

5. Pengakuan mereka bahwa ilmu “manqul” dari mereka adalah satu-satunya metode yang syah dalam ilmu agama di dunia adalah DUSTA DAN TIDAK BENAR.

6. Pengakuan bahwa orang yang beramal di luar jamaah mereka tertolak (roddun) adalah pengakuan BATHIL dan MENYELISIHI QURAN SUNNAH.

7. Mengkafirkan orang di luar jamaah mereka (takfir) dan menganggap murtad orang yang telah keluar dari jamaah mereka adalah KEYAKINAN BATHIL.

8. Tidak mensholati jenazah muslim di luar jamaah mereka karena dianggap kafir adalah PERBUATAN BATHIL.

9. Tidak mau sholat dengan orang muslim luar jamaah mereka adalah BATHIL.

10. Infak rezeki yang ditentukan mirip dengan SYIAH JAKFARIYYAH.

11. Surat taubat dan kafaroh kepada imam mereka adalah MENYELISIHI AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH.

12. Keamiran/keimaman jamaah (nurhasan) ini adalah BATHIL bahkan termasuk HIZBIYYAH dan MEMISAHI AHLUSSUNNAH WAL JAMAAH.

13. Aqidah bithonah mereka adalah AQIDAH BATHILAH mirip dengan SYIAH.

14. Pengakuan bahwa jamaah ini telah ada sejak 1941 sebelum kemerdekaan Indonesia dengan pemimpin mereka (nurhasan) yang membaiat 3 orang dan pada 1960 telah membaiat murid-muridnya maka ini adalah ucapan yang BATHIL TIDAK BERDALIL QURAN SUNNAH.

15. BAIAT jamaah nurhasan ini BAIAT BID’AH yang TIDAK MELEGALKAN hak kepemilikan wilayah kekuasaan dan cara ini BID’AH MENYELISIHI QURAN DAN SUNNAH serta TIDAK BISA menjadi tolak ukur kepemilikan hak kekuasaan atas hak kekuasaan pemerintah Indonesia.

16. LIMA BAB di dalamnya ada penipuan yang terselubung

17. Mereka mengatakan mempelajari quran sunnah begitu juga semua AHLUL BID’AH mengatakan demikian tetapi ahlussunnah mempelajari quran sunnah dengan pemahaman salafusshalih dari para shahabat dan orang-orang yang mengikutinya.

18. Jamaah ini BUKANLAH ahlul quran dan ahlussunnah wal jamaah.

19. Mereka MENYELISIHI QURAN SUNNAH dan TELAH KELUAR dari jalan orang – orang yang beriman yaitu jalan para sahabat. Mereka telah membatasi iman dan islam hanya pada mereka, ini merupakan PENYELISIHAN TERBESAR pada mereka (jamaah 354).

20. Ucapan mereka bahwa seakan – akan Syaikh Yahya bin Ustman al- mudarris mengucapkan hal yang sama dengan mereka adalah PENYAMARAN terhadap manusia.

21. Jamaah ini dan pengikutnya hendaknya takut kepada Allah pada PENYELISIHAN mereka terhadap ahlussunnah wal jamaah, MENGKAFIRKAN umat islam, KEDUSTAAN dan PENIPUAN yang mereka buat.

Anonim mengatakan...

seneng banget deh ngebaca LDII,
dicela, dimaki, dihina ...
dan itu dari dulu jg sudah ada (sudah pernah)
dan ternyata LDII malah tambah besar yah ...

Anonim mengatakan...

sama...
ahmadiyah,syiah juga makin gede
yahudi malah sudah punya negara
syiah juga sudah punya
jadi LDII kapan punya negara???

Anonim mengatakan...

http://hijrahshohabat.webs.com/apps/blog/show/3333689-negara-islam-menurut-lajnah-daimah-saudi-arabaia-dan-syaikh-di-saudi-

Anonim mengatakan...

rukyah 354 tidak sepenuhnya salah, mereka hanya KORBAN dari pengelabuan segelintir orang di tingkat pucuk pimpinannya dengan cara memelintirkan pengertian dalil quran dan hadits dengan pengertian batil agar pengikut mereka selalu berada dalam genggaman,kontrol,kepenguasaan, pengaruh , kefanatikandan kendalinya. rukyah 354 itu benar-benar terbius, terhipnotis, tertipu, terilusi dengan racun laten doktrin nurhasan. ini semua adalah ambisi,rekadaya dan permainan 'orangpusat'. Tapi pengikutnya terbuai seolah sedang 'disupiri' ke surga. Tugas kita bersama adalah menyadarkan sedulur 354 karena mereka adalah korban yang paling tercederai akidahnya. Pada hakikiatnya, fenomena jokam 354 adalah gerakan who gets what, when, and how pada level elit pimpinan ( level inilah yang sesungguhnya, dan elit 354 sebenarnya tau mereka menyimpang dan menyimpangkan tapi tetap membohongi rukyahnya) tapi ketika di level grass root (rukyah) berubah menjadi system akidah, system kepercayaan, cara berparadigma dan mindsetting. Elit 354 mereka tak peduli itu, yang penting mereka bisa terus mengambil keuntungan dari terus tersesatnya pengikut mereka.

Anonim mengatakan...

yup, mubaligh, penerobos, imam kelompok, imam desa, imam daerah, ketua muda-mudi, ketua CAI, cabe rawit,ketum LDII, ketua DPP, para santri, mahasiswa 354 dan rukyah2 354 adalah korban..mereka semua sebenarnya sedang diperalat,diperbodoh dan dikendalikan untuk syahwat ambisi sang imam dan kasmudi-nya dan ring 1 nya. cuma mereka pengikut ngga nyadar dan sebagian malah fanatik di dalam kondisi ketertipuan ini

Anonim mengatakan...

sahwat ambisinya sang imam apsih mbak? apa berbelanja ke singapura kayak gayus??

Anonim mengatakan...

ambisinya masuk surga selamat dari neraka