بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

semestinya kita berfikir

Telah kita ketahui bersama,bahwa agama islam ini sungguh telah sempurna.dimana kita sebagai hamba yang muslim pun bukan hanya mengakui terhadap eksistensi firman Allah,akan tetapi yang perlu kita capai adalah buah dari tujuannya,yakni syariat yang telah di bawa oleh nabi kita Muhammad Shalallahu alaihi wasallam hanya tinggal di jalankan saja.tidak di butuhkan pemikiran seseorang untk merubah mengurangi atau menambah aturan yang telah di bawanya.

Dan Dia Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
Artinya : “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu ni`mat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.” [QS Al Maaidah: 3]

Apa jadinya bila agama ini diwarnai pmikiran liar yg tidak
terbimbing dengan pemahaman salafus shalih,merasa bahwa ada yang masih kurang dalam agama.Apa jadinya pula agama ini
ketika setiap individu pemeluknya bebas memberi tafsir dlm setiap
perkara agama,tanpa diiringi kaidah2 yang telah baku sebgaimana
dilakukan salafus shalih.Maka,tak sepatutnya bgi seorang muslim
meninggalkan ketentuan yg telah secara sah berdasar nash lalu
mngambil pmkiran manusia,hanya karna pemkiran tersebut sejalan
dgn akalnya.


dari mana dalilnya infaq persenan.
dari mana dalilnya surat taubat.
dari mana dalilnya shalat munfarid.

3316 - حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ عَنْ أَبِي إِسْحَقَ الْهَمْدَانِيِّ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَهُ أَلَا أُعَلِّمُكَ كَلِمَاتٍ تَقُولُهَا إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَإِنْ مِتَّ مِنْ لَيْلَتِكَ مِتَّ عَلَى الْفِطْرَةِ وَإِنْ أَصْبَحْتَ أَصْبَحْتَ وَقَدْ أَصَبْتَ خَيْرًا تَقُولُ اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْلَمْتُ نَفْسِي إِلَيْكَ وَوَجَّهْتُ وَجْهِي إِلَيْكَ وَفَوَّضْتُ أَمْرِي إِلَيْكَ رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِي إِلَيْكَ لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَى مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ وَنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ قَالَ الْبَرَاءُ فَقُلْتُ وَبِرَسُولِكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ قَالَ فَطَعَنَ بِيَدِهِ فِي صَدْرِي ثُمَّ قَالَ وَنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ غَرِيبٌ وَفِي الْبَاب عَنْ رَافِعِ بْنِ خَدِيجٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَقَدْ رُوِيَ مِنْ غَيْرِ وَجْهٍ عَنْ الْبَرَاءِ وَرَوَاهُ مَنْصُورُ بْنُ الْمُعْتَمِرِ عَنْ سَعْدِ بْنِ عُبَيْدَةَ عَنْ الْبَرَاءِ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَحْوَهُ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ وَأَنْتَ عَلَى وُضُوءٍ

رواه الترمذي

apakah anda tau....sekalipun sesorang adalah sahabat rasulullah,tetaplah tidak memiliki wewenang menambah,merubah atau mengurangi perihal yang telah beliau ajarkan pada sahabatnya.....

sebut saya Al baro' ibn Azib...seorang sahabat yanag ceritanya tengah di berikan satu kemuliaan doa ketika hendak tidur....ada lafadz yang hendak di ubah oleh Al baro' ibn Azib yakni walau konteksnya tidak merubah makna hanya merubah lafadz. Al baro' mengatakan
" قَالَ الْبَرَاءُ فَقُلْتُ وَبِرَسُولِكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ
kemudian Nabi menegur Al Baro'
قَالَ فَطَعَنَ بِيَدِهِ فِي صَدْرِي ثُمَّ قَالَ وَنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ
Al baro' berkata : maka dadaku di tusuk dgn tangannya nabi sambil nabi bersabda "WANABIYYIKA ladzi arsalta"
sejenak kita berfikir dan berfikir....menandakan dalam hadits ini ada beberapa point yang bisa kita ambil manfaat,yakni bahwasanya Nabi tidak mau ada perubahan apa yang telah di sampaikannya,manusia tidak ada haq mengutak ngatik apa yang telah di ajarkan oleh nabiyullah shalallahu alaihi wasallam sekalipun dia adalah sahabat rasul.

catatan "bagi jamaah 354 silahkan membuka kitab da'wat hal 9...insya Allah ada hadits yang sama dgn di atas.

maka hendaknya kita berfikir....lebih dalam lagi berfikir ttg INFAQ PERSENAN,SURAT TAUBAT,NIKAH DALAM dan lain-lain,..
dimana dalilnya...karna kita beragama adalah dilandasi dengan hujjah/dalil.seakan masih terfikir oleh kalian masih ada kurangnya apa yang telah di ajarkan rasulullah pada umatnya.....

wahai saudaraku ....semestinya kita berfikir....
afala ta'qiluun
afala tadzakkaruun
afala tubshiruun


wallahu musta'an

Comments
309 Comments

309 Response to "semestinya kita berfikir"

«Paling tua   ‹Lebih tua   1 – 200 dari 309   Lebih baru›   Terbaru»
Anonim mengatakan...

ya Allah mudah2an saudaraku yang masih di 354 di berkan hidayah

GENTA SYAIKH YAHYA mengatakan...

Bismillaahirrahmaanirraahiim.
Gerakan bertanya kepada as-Syaikh al-Allamah as-Salafy Yahya bin Utsman al-Mudarris bil Harom al-Makkiy as-Syarif.

Alhamdulillah, telah semakin jelas kesesatan Jamaah 354 melalui fatwa as-Syaikh (Profesor) ad-Duktur Muhammad bin Umar Bazmul, seorang ulama besar Mekkah sekaligus guru besar di Universitas Ummul Quro Mekkah yang merupakan guru dari pakubumi kholil dan pakubumi aziz.

Selanjutnya, kami serukan kepada semua anggota (rokyah) Jamaah 354 untuk melakukan sebuah gerakan besar bertajuk GENTA SYAIKH YAHYA yaitu sebuah gerakan bertanya langsung kepada Syaikh Yahya bin Utsman yang merupakan jalur isnad Jamaah 354 saat ini. Gerakan amar makruf nahi munkar ini untuk mempertegas dan memperkuat fatwa sesat terhadap Jamaah 354 dari Syaikh Muhammad Bazmul.

Kami sarankan agar gerakan perbaikan yang kritis ini (GENTA SYAIKH YAHYA) tidak melibatkan petinggi-petinggi Jamaah 354 yang berpotensi tidak jujur terbuka dalam bentuk pertanyaan yang diajukan kepada Syaikh Yahya atau bahkan mereka akan mencegah keras gerakan ini.

Bertanyalah langsung kepada Syaikh Yahya tentang keimaman (baiat) 354, aqidah takfir 354, infaq rizki 10 % dan perkara lainnya yang menjadi keresahan internal Jamaah 354 saat ini. Antum bisa titip pertanyaan kepada siapa saja yang terpercaya yang akan berangkat ke Mekkah atau yang sedang berada di sana. Seandainya antum mampu mendatangkan Syaikh Yahya maka insyaAllah itu jauh lebih baik.

Teknisnya sebaiknya dengan video camera berkualitas dan voice recorder sehingga akan terlihat dan terdengar dengan jelas semua bentuk pertanyaan dan jawaban dari Syaikh Yahya. Jauh lebih baik lagi bila mendapat fatwa tertulis dan tertanda tangan beliau. Beliau Syaikh Yahya hampir setiap malam mengajar di Masjidil Harom sehingga akan sangat mudah menemui beliau di sana, insyaAllah.

Selanjutnya, silakan fatwa Syaikh Yahya tersebut di upload ke internet dan di print beserta terjemahannya dalam bentuk selebaran untuk disebarluaskan ke kaum muslimin di Indonesia termasuk MUI dan yang paling penting kepada semua rokyah jamaah 354 di seluruh Indonesia dan di luar negri.

Amal sholeh GENTA SYAIKH YAHYA ini diniati karena Alloh
Semoga menjadi perantara hidayah bagi antum semua Jamaah 354.
Baarokallohu fiykum.

Jum’at 24 Muharram 1432 H
muhammad(dot)jkt(at)gmail(dot)com

Anonim mengatakan...

mestinya anda berfikir bahwa satu2nya jamaah yang masuk surga adalah kita ini

abu turob' mengatakan...

kalau sudah di depan duit milyaran tiap bulan ya... sulit deh utk berfikir sehat...

apalagi, jama'ah2nya selalu di cekoki dalil2 lemah tentang fahala nikah ( 2 rakaat = 82 rakaat) ingat? (dalil doif banget)

dalil2 inilah yg di pergunakan utk mengumbar hawa nafsu para bandot2...

bagaimana 354 wanita2nya tdk nurut.., wong fahala di wayoooh sangat besar.., lihat saja tuh solatnya bisa 82 rakaat sekali solat 2.

wah bener2 busuk tuh bandot2...

kasihan jama'ahnya...

coba lah berfikir sedikit para jamaah 354.., coba tanya pada ulama' langsung, jangan ada lagi penghalang ilmu kalian...

rudi mengatakan...

ketika turun ayat atau seruan dari Nabi SAW,perintah jihad bilamwal walanfus ataw turn ayat2 transaksi surga 4JJI dng harta dan diri org2 iman,mereka para sahabat berbondong2 menyerahkan hartanya,ada yang sedikit,setengah bahkan ada yang hendak menyerahkan semuanya,begitu juga H.Nurhasan untuk membangun dan menggerakan harokah ini dengan dasar surah shof ayat 10-13 menyeru pada jamaahnya untuk membela seperti yang dilakukan para sahabat dengan teknis yang berbeda yaitu setiap dapat rizki menyerahkannya kesabillaah 10%,dan kenyataannya atas pembelaan tsb harokah ini berjalan..makanya H.Nurhasan menganjurkan menghafal surat shof ayat10-13 ini agar tahu bahwa infak pembelaan ini surga tidak infak neraka.Adapun ada Gulul(korupsi) itu juga bukan bid`ah,tapi tindakan keriminal yang pelakunya setiap zaman ada.Apabila ada yang menerangkan ga infak berarti makan harta haram ,itu keliru karena yang digunaka bukan ayat zakat,adapun pelaksanaan ayat zakat itu sadah di atur dalam Alquran.Adapun praktek `wamimma rojaqnaahum yunfiqun` sangat luas termasuk infaq pembelaan.bid`ahnya di mana?..WALLAHU `ALAM

Anonim mengatakan...

banyak sekali sejarah kekhalifahan menemukan fakta bahwa memang adakalanya penguasa itu menarik 'pajak' ke rukyahnya yang muslim. penguasa memiliki kuasa dan kekuatan untuk melakukan tindakan memaksa. Dalam kondisi seperti itu, sunnah membimbing kepada rukyah untuk tetap harus taat dan patuh pada penguasa bil ma'ruf. kondisi seperti itu memang sudah ada dalam dalil nubuwwah rasulullah bahwa memang akan ada tipe penguasa seperti itu.

permasalahannya sekarang, apakah nurhasan itu penguasa yang sah menurut syariat? apakah abdul aziz bin nurhasan punya hak untuk itu? kita ketahui bersama, bahwasannya imamah 354 memiliki karakter sirr, rahasia, tersembunyi, tidak dikenal, hizb, sempalan, sektarian, tak punya kuasa, tak punya daulah wal wilayah maka...tak pelak lagi bahwasanyya imamah jamaah 354 batil secara syariat, imamah 354 tidak punya muatan hukum syariat artinya tidak ada kewajiban untuk bergabung dengan imamah 354 dan tidak ada dosa untuk meninggalkannya. bahkan merupakan keharusan untuk menyelisishi praktek-praktek imamah hizbi seperti itu bagi orang yang berfikir, mengerti dan berpihak pada al haq. Imamah 354 adalah imamah produk dari klaim segelintir orang saja yang kemudian diyakini kebenaran oleh pengikutnya.

dari pertimbangan ini, maka hukum infak persenan ( pajak penghasilan) tidak mempunyai muatan hukum syariat. tidak ada kewajiban dan tidak ada sanksi. bahkan ada baiknya untuk jamaah 354 yang sudah mengerti, untuk menghentikan aliran dana ke pusat selama jamaah 354 masih mempraktekan ajaran-ajaran menyimpangnya dan paham hizbinya, karena dengan tetap mengirim 'upeti' ke pusat itu sama saja melakukan tolong menolong dan menyokong pada hal yang maksiat.

orang jamaah 354 melakukan kesalahan besar dalam penilaian pada orang yang mengetengahkan masalah infak seolah orang tersebut anti infak. tidak, mari kita galakkan sodaqoh, infak, wakaf, terutama yang wajib yaitu zakat sak pol kemampuan kita. kita masih bisa membelanjakan harta kita fisabilillah tanpa harus nyetor dana ke pusat. disekeliling kita mungkin masih banyak kaum muslimin yang dhuafa, masjid2 yang harus dibangun, sarana prasarana kemasyarakatan yang harus kita bantu. jangan sampai seolah pintu infak itu harus masuk ke pusat/jamaah 354. masih banyak cara dan pintu-pintu untuk membelanjakan harta kita fi sabilillah.

dalam jamaah 354, pengikutnya memang enggan melakukan sodaqoh pada kaum muslimin yang bukan golongannya, mereka kebanyakan yakin bahwa infak dan sodaqoh ke kaum muslim diluar golongannya itu tidak mendapatkan pahala dari Allah.(atau sodaqohnya hanya untuk budilihur sebagai teknik kehumasan jamaah 354??? who knows??)

Anonim mengatakan...

mayoritas jamaah 354 tidak mau meninggalkan paham takfirinya

kalau mereka dinasihati supaya tidak takfir,mereka berkata "kalau orang-luar bukan kafir dan islamnya sah, maka nanti apa bedanya kita dengan mereka?"

masyaAllah, mereka benar-benar terjerumus dalam islam yang terkotak-kotakan, mereka merasa harus beda dari orang-luar dengan patokan penilaian keanggotaan golongan. mereka memiliki kecemburuan yang keras apabila orang diluar mereka islamnya bisa sah, amalannya bisa sah dan bukan kafir. mereka sedang mengembangkan sindrom-sindrom merasa istimewa di hadapan Allah, orang-luar, orang lain ngga boleh masuk surga, musuh Allah.

selamatkan diri dan orang-orang yang terdekat kita dahulu: KELUARGA
agar dapat terlepas dari belenggu pemahaman nurhasaniyyun yang memang begitu kuat menancap di pikiran mereka

fathul mengatakan...

Jokam 354 berdalil " tidak dikatakan islam kalau tidak berjamaah " yg erti berjamaah dgn mrk, maka islamnya tidak sah, alias kafir.

Tapi yg anehnya mrk bisa makan makanan dan semblehan org luar dari kalangan mrk. Sedang islam melarang makan makanan & semblehan org bukan islam.Bagaimana bisa mrk, jokam masuk surga sedang perut mrk dipenuhi makanan yg haram, daging yg tumbuh dibadan mrk dari sumber haram.

Inilah aqidah yg rusak kiranya mrk beraqidah sedemikian dimana mrk mengangap org luar jemaah bukan islam.

Fikirkanlah.

Anonim mengatakan...

Mana bisa jamaah ini berfikir ??? la wong taklid buta sama amir sesatnya

Anonim mengatakan...

apabila jamaah 354 sedang berada di dalam perahu yang hendak karam dan diperintahkan oleh amirnya untuk terus netepi perahu itu

lalu diserukan kepada mereka supaya pergi ke sekoci sambil memakai pelampung

seruan diperuntukan untuk menyelamatkan mereka

tapi jamaah 354 akan berkata "kami tunggu ijtihad imam dulu, apa naik sekoci atau tidak"

lalu kandaslah mereka tenggelam dalam kebinasaan

kalau mulut imam 354 bilang diluar jamaah 354 bukanlah kafir, mungkin jamaah 354 baru akan menurut dan meninggalkan paham takfirinya

kalau mulut imam belum keluar supaya tidak takfir, ya mungkin selama itu juga mereka asyik masyuk dalam akidah takfirinya

semuanya harus menunggu titah dari mulut sang imam

surganya 354 memang berada dibawah telapak kaki sang imam

Anonim mengatakan...

koreksi untuk kalimat yang terakhir diatas yang lebih tepat "allahu a'lam" surganya jamaah 354 bukan di bawah telapak kaki imam tapi di mulutnya imam

Anonim mengatakan...

gak usalah komentar sirik amat sih
kenapa hanya ldii,kok gak NU,atau Muhammadyah,hayo kalau berani jelek jelekin itu Gus Dur ,kalau gak kualat kamu,
beraninya sama ldii,sama muhammadyah takut ni yee

rudi mengatakan...

Jelas kiranya, anggota FRIH adalah barisan sakit hati korban marioso akibat taklid pada pimpinan 354,atau mubaligh2 yang merasa diperlakukan tidak adil oleh pengurusnya.Menuduh khwarij pada harokah 354 dengan gaya khwarij,yaitu dengan caci maki,hasud dan sok benar sendiri..fatwa..fatwa,puguh gara2 menyandarkan hukum pada `fatwa` islam jadi tafarruq..akhirnya RI,yang dari masa ke masa dikuasai kejawen dianggap daulah islamiyah ,fatwa saha etateh..

rudi mengatakan...

`komentar`,pake anonim...pengecut..pake gaya teroris?sebutken ngaran sia?..aduuh maaf aing jadi ngiluan kasar euy!,hidup salafy..hidup muhammdyah..hidup NU..hidup LDII..eeh salah atuh !!..Hidup salafy aja..Muhammdyah,NU,LDII mah ahli bid`ah alias sesat..awasss!! jangan lupa klo antum2 sudah ruju` ilalhaq..jangan ngaji kemana2,tapi kesalafy ajah,.eeh maaf maksud ana salafy IT,..?? naon IT?..IHYAU TSUROT..bego!!..aduh maaf sekali lagi..jadi ngomong kasar lagi..

Anonim mengatakan...

@rudi
ada yang gak bisa jawab pake dalil jadi marah marah

Anonim mengatakan...

bener yang Rasulullah sabdakan;
Khawarij anjing anjing neraka

diberi tahu kebenaran malah marah marah,(menggonggong)

Anonim mengatakan...

saya perhatikan, merupakan sebuah tipikal bagi jamaah 354 ketika mereka dinasihati, mereka merasa seolah-olah hanya LDII saja yang dinasihati, mereka merasa seolah hanya LDII saja yang dikoreksi dan dievaluasi. apa ini efek dari fenomena katak dalam tempurung?

maka tidak heran akan muncul kata-kata seperti dibawah ini:

"hidup salafy..hidup muhammdyah..hidup NU..hidup LDII..eeh salah atuh !!..Hidup salafy aja..Muhammdyah,NU,LDII mah ahli bid`ah alias sesat"

"kenapa hanya ldii,kok gak NU,atau Muhammadyah,hayo kalau berani jelek jelekin itu Gus Dur ,kalau gak kualat kamu,
beraninya sama ldii,sama muhammadyah takut ni yee"

pola pikir mereka homogen dan sangat mudah terbaca. mungkin dengan ini kita bisa menganalisis pemahaman mereka dari sudut pandang empatik dan membuat formula-formula untuk mematahkan pemahaman batil nurhasan. Juga kita bisa tetap berhujah dengan kepala dingin pada jamaah 354 yang sedang kalap.(semoga mereka tidak sombong terhadap nasihat).
kepada Allah kita bertawakal :D

Anonim mengatakan...

Gaya orang ldii kalau pusing dengan hujjah maka mereka mencoba membenturkan salafy VS salafy ( tuh lihat komentar abu jahal bin sesat si abu hasan ) atau salafy dengan NU,Muhamadiyah dll , oleh rudi yang mungkin orangnya sama dengan si abu hasan.

JAHIL KOK BANGGGA......

Anonim mengatakan...

MAU TAU PENJELASAN ISLAM SECARA DETAIL PERIHAL KESESATAN LDII ..........http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Dzulkarnaen/LDII%20-%20Aliran%20Sesat%20Yang%20Telah%20Nyata

Apa lagi komentarmu abu jahil bin hasad dan rudi ???? mau mengadu domba lagi antara salafy ???

Anonim mengatakan...

Apapun jawaban dan bukti yang diberikan kpd blog ini tetap pastinya akan terus dibantah dan dicela terus, sbgmn org2 kfr yg mencela dan membantah kpd para nabinya walaupun telah ditunjukkan bukti maupun mukjizat, walaupun telah diikuti permintaan mereka menunjukkan bukti kenabian/kerasulan tetap saja mereka terus membantah dan mencela...

Seandainya orang2 yang telah mati dibangkitkan dari kubur, para malaikat turun dari langit dan sluruh hewan maupun pepohonan diberikan kemampuan untuk menyaksikan dan mengatakan bahwa agama yang Allah terima adalah agama yg mengikuti QHJ nicaya mereka pemilik blog ini dan pendukungnya pun terus membantah dan mencela...

Anonim mengatakan...

mo tau sifat anjing yang lain lagi???
dia akan menurut bgt sama tuannya saja!!!!
persis jokam nurut bgt sama imam2 mereka
anjing itu punya menularkan penyakit rabies
mo tau yang diserang rabies?? semua anggota badan termasuk sendi2
yah kita lihat tipu daya apalagi yang dikeluarkan oleh 354 u/ membendung hujjah yg dikeluarkan oleh blog ini

liat gak ajaran LDII jika sudah masuk kedalam diri seseorang sama spt rabies

Anonim mengatakan...

di majalah QIBLATI edisi..... saya lupa klo gak salah februari 2010 membahas ttg penyimpangan agama kristen, ttg paulus juga di bahas yang menarik bagi saya yaitu ada sebuah tulisan ttg DOKTRIN paulus yang sama dg madigol yaitu tidak halal hidup seseorang...(saya lupa) di tunjukkan di majalah itu juga dalilnya dari surat... di dalam INJIL
ASTAGHFIRULLAH saya teringat dg akidah org ldii mirip sekali dg orang NASRANI,CARA beragama mereka,dan cara berjamaah mereka
jikalau mo jelas silahkan baca artikelnya di MAJALAH QIBLATI

Anonim mengatakan...

pada era perang salib, paus juga mengeluarkan surat penebusan dosa bagi para prajurit salib. di agama katolik juga di kenal surat penebusan dosa dan pengakuan dosa

dijokam 354 juga ada praktek surat tobat, terus ada biaya penebusan dosa yang dinamakan 'kafaroh'.

di kehidupan nasrani juga di kenal dengan istilah perpuluhan yang mirip dengan isrun

tradisi jokam serupa dengan tradisi kristen

Anonim mengatakan...

Majalah Qiblati Edisi 11 Tahun V

Kisah ketiga; yaitu Kisah Para Rasul (26: 10-17) mengatakan bahwa karena kuatnya cahaya tersebut, Saulus (Paulus) dan orang-orang yang bersama mereka rebah ke bumi, dan suara itu mengatakan: Aku akan mengasingkan engkau dari bangsa ini dan dari bangsa-bangsa lain. Dan Aku akan mengutus engkau kepada mereka, untuk membuka mata mereka, supaya mereka berbalik dari kegelapan kepada terang dan dari kuasa Iblis kepada Allah, supaya mereka oleh iman mereka kepada-Ku memperoleh pengampunan dosa dan mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang yang dikuduskan. (Kisah Para Rasul 26: 17-18)

Anonim mengatakan...

Paulus adalah seorang yang amat memusuhi agama yang diajarkan oleh Jesus dan para pengikutnya. Dia tidak belajar kepada Jesus sendiri. Kemudian tiba-tiba dia mengaku bertaubat dan mengaku pula menjadi rasul Jesus. Paulus mendakwa berjumpa dengan Jesus di pertengahan jalan ke Damsyik lalu bertaubat dan dilantik sebagai rasul. Damsyik ialah ibu negara Syria kini.
MADIGOL belajar dg ulama ahlussunnah?? wallahu'alam tiba2 mengaku mempunyai SANAD dan mendakwahkan islam dan mengagungkan "sanad"nya yg hilang

Ramai pengakaji mendakwa Paulus sebagai penyeludup ke dalam agama Kristian dan mengaku menjadi pengikut Jesus untuk menyelewengkan Kristian dari dalam, ,mengubah isi dan bentuk ajaran Kristian yang asli. Pengkaji mendakwa dasar-dasar Kristian sekarang adalah hasil bikinan Paulus , bukan ajaran Jesus

mulai sama kan dg ajaran MADIGOL menyelewengkan ajaran islam dst

St Barnabas dalam Injil Barnabas mendakwa Paulus termasuk golongan sesat . Dia melihat ramai orang yang mengajarkan pengajaran yang mengkafirkan, mengatakan Al Masih sebagai anak Allah, menghapuskan bersunat yang diperintahkan oleh Allah untuk selama-lamanya dan menghalalkan semua daging yang najis. (Barnabas Pendahuluan 1-9 ; pasal 222:1-6).

lah.. sama sama paulus mengkafirkannya....

Anonim mengatakan...

Paulus membenarkan seseorang menjadi Yahudi agar akhirnya orang Yahudi itu menjadi Kristian. Jika dia berhadapan dengan Yahudi, dia akan menjadikan dirinya seperti orang Yahudi. Jika dia berhadapan dengan orang yang mengamalkan hukum Taurat, dia akan berpura-pura mengamalkan hukum Taurat.. “Maka segala sesuatu halal bagiku”. ( I Korintus 9: 20-22 ; 6:12 ; Rum :7). Paulus mengangap berdusta itu tidak salah jika dengan dusta itu kebenaran Allah melimpah kepada kemuliaan.

Falsafah ini diamalkan oleh Machiavelli

sama jokam ini namanya FBBL

Paulus dianggap rasul kerana telah melakukan perkara pelik umpama mukjizat atau dianggap mukjizat..

Tetapi Injil Matius sendiri menyatakan ada Kristus palsu dan nabi palsu akan muncul dengan mengadakan perbuatan dan pertunjukan yang pelik-pelik. Perkara yang pelik-pelik tidak dapat dijadikan bukti akan kebenaran seseorang rasul. ( Injil Matius 24:24).

Perlu diingat Kisah Rasul-Rasul dikarang oleh Lukas iaitu seorang pengikut Paulus. Lukas tidak melihat semua yang dilakukan oleh Paulus dan tidak mengikut perjalanan Paulus sejauh 7800 km itu. Mungkin Paulus mereka-reka cerita akan kehebatannnya . Yang pasti Lukas banyak mengunakan cerita-cerita lisan untuk tulisannya khususnya dari Paulus yang dikutinya hingga ke penjara. [6]

cerita jokam ;madigol bisa naik motor ke atas pohon kelapa,dll
gak jauh beda khan???

St Barnabas telah menceritakan Paulus telah menghalalkan daging yang najis ( Barnabas 6). Sebelumnya ada beberapa binatang yang najis dan tidak boleh dimakan seperti babi, bangkai dan lain-lain. ( Imamat pasal 11 dan Jchezkiel 4;14).

Tetapi Paulus telah menghalalkan babi , bangkai dan lain-lain ketika menghantar surat kepada orang-orang Rom.( Rom 14:4 dan 20 , Titus:1:15, 1 Korintus 6:12)

Jadi Paulus telah menghalalkan segala sesuatu yang najis dan dilarang makan dalam Perjanjian Lama. Golongan Kristian Adventis mempunyai pendapat tersendiri dalam hal ini

di MALAYSIA bukannya dah begitu lihat postingan LDII di gerebek di malaysia

wuihhh tambah seru aja nih ajaran paulus yang diserap oleh MADIGOL kemudian didakwahkan oleh LDII

Anonim mengatakan...

para jokam.......
ini namanya baru dalil
ternyata elo semua gak jauh beda akidahnya sama SYIAH,eh telen bulet bulet ajaran KRISTEN lagi
apa sanggahan anda semua???

Anonim mengatakan...

aiqdah khowarij sama dengan nasrani

Anonim mengatakan...

@rudi : "....begitu juga H.Nurhasan untuk membangun dan menggerakan harokah ini dengan dasar surah shof ayat 10-13 menyeru pada jamaahnya untuk membela seperti yang dilakukan para sahabat dengan teknis yang berbeda yaitu setiap dapat rizki menyerahkannya kesabillaah 10%..." ----> Rudi mikirlah...mikirlah.....kamu sudah ngomong sendiri "..seperti yang dilakukan para sahabat dengan teknis yang berbeda.." karena teknisnya berbeda dengan para shahabat itulah maka dinamakan BID'AH tau gak siih loh...

Anonim mengatakan...

"man amila amalan laisa 'alaihi amruna fahuwa Roddun"...karena nurhasan beramal tidak sesuai dengan teknis nabi dan sahabat itulah maka disebut bidah..!!!!

Bukan itu saja, lihatlah nurhasan bermain dengan jin,berteman dengan jin, bahkan sering menampakkan kesaktiannya....apakah itu sesuai dengan tingkah laku nabi dan para sahabat..??!!!

Dukun kok ngaku ulamak...???!!!

bagustisaga mengatakan...

Kpd Sdr2ku mantan 354 atau yg msh aktif, ana mohon bila memberikan komen/nasehat, hendaklah dgn bhs yg santun dan baik/mauidhon hasanah, itu lbh mengena. Bagaimanapun mrk/354 adalah msh Islam/Saudara, mdh2an dgn mauidhon hasanah mrk menjadi sadar atas kekeliruannya, Allahu A'lam, Jaza kollohu khoiron kasiron, Pengurus FRIH

bagustisaga mengatakan...

@ Akhi Rudi Pandeglang, ana hargai pendapat & perjuangan antum, tapi musti harus kita samakan manhaj dan akidahnya dulu, Barokallohu Fikum

abu hasann mengatakan...

SUPAYA OBYEKTIP KEPADA EKS 354 SILKAN ANTUM TANYA TTG IHYA UT TURATS DAN AL SOFWAH KEPADA UST MUHAMMAD AS SEWED .,UST ASKARI ,UST DZUL ATAU KLO BS SYAIH ROBI' BIN HADI AL MADKHALI

APA KESAMAAN IHYAUT TURATS DAN LDII

PASTI SALAH SATU JAWABANYA ; SAMA-SAMA HIZBIYYAH


Firanda memfitnah ulama ahlus sunnah

Gelar “kadzdzab” (gemar berdusta) yang disematkan oleh salah seorang ulama besar di Madinah Asy-Syaikh Abdullah bin Abdirrahim Al-Bukhari Hafizhahullah kepada seorang pelajar di Madinah yang bernama Firanda Andirja memang merupakan gelar yang layak disandangnya. Mengapa tidak, Firanda seakan tiada henti menghembuskan fitnahnya dengan menyebarkan berbagai kedustaan dikalangan salafiyyin dengan menyebarkan berita-berita palsu yang kandungannya adalah upaya merendahkan kedudukan para ulama dan Da’i Ahlus sunnah ditengah umatnya.

Belum lama kita mendengarkan “haditsul ifk” Firanda yang menyebarkan fitnah dusta dengan mengatasnamakan Asy-Syaikh Rabi’ bahwa Beliau meninggalkan kota Madinah dan menetap di Makkah karena diusir dari Madinah. “Subahanaka hadza buhtaanun ‘azhim”, betapa lancangnya anda berdusta atas nama seorang yang disebut oleh Imam Al-Albani sebagai “pembawa bendera al-jarhu wat-ta’dil” dizaman ini.

Mungkin dia berkata: bukan saya yang mengatakan itu, tapi saya hanya menukil.

Kami katakan: Anda terkena ucapan anda sendiri, bukankah anda sendiri menyebutkan dalam “buku fitnah” anda yang berjudul “lerai pertikaian sudahi permusuhan” sebagai berikut:

“Imam al-Bukhari meriwayatkan dalam kitabnya, al-Adab al-Mufrad (no.324), demikian juga Ibnu Abid Dun-ya dalam kitabnya, ash-shamt (no.260), dan dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam shahih al-Adab (no.247), dari ‘Ali, ia berkata:

القَائِلُ كَلِمَةَ الزُّوْرِ وَالذِيْ يَمُدُّ بِحَبْلِهَا فِي الإِثْمِ سَوَاءٌ

“Pengucap perkataan dusta adalah sama dosanya dengan orang yang memanjangkan tali perkataan tersebut.”

Makna ucapan ‘Ali “yang memanjangkan tali perkataan tersebut”, yaitu menyebarkannya.”

(Dinukil dari buku fitnah Firanda, hal:26)

Tak lama setelah itu, ia kembali berulah di kota Nabi Shallallohu ‘alaihi wasallam, dengan menyebarkan berita palsu berikutnya bahwa Asy-Syaikh Abdullah Al-Bukhari –Hafizhahullah Ta’ala- menjelekkan Syaikh Abdurrazzaq Al-Abbad –Hafizhahullah-, yang menyebabkan Syaikh Abdullah Al-Bukhari marah besar kepadanya dan tidak memaafkannya hingga dia datang kerumah Beliau. Menurut berita dari Syaikh Al-Bukhari bahwa dia telah datang untuk meminta maaf,namun gelar “pendusta” tersebut masih saja Beliau sematkan kepada hamba Allah yang satu ini, dan gelar itu memang pantas disematkan kepadanya. Selamat berbahagia dengan gelar ini wahai Firanda dari salah seorang ulama besar Madinah Nabawiyyah.

Anehnya, Firanda menyebutkan dalam buku fitnahnya (hal:32), ia berkata:

“Ada sebagian orang yang tidak bisa mengendalikan lisannya.Tidak peduli dengan apa yang diucapkannya.Tidak peduli siapapun yang sedang ia ghibah, yang ia bicarakan, yang ia rendahkan, yang ia jatuhkan harga dirinya.”

(Buku fitnah Firanda:32)

Benar apa yang anda katakan, terlebih

abu hasann mengatakan...

hayoo bagi warga LDII YG MAU RUJU' BUKA WWW.SALAFY.OR.ID KETIK DI PENCARIAN IHYA UT TURATS ATAU AL SOFWAH ,SETLAH ITU TABAYYUN KE USTAD2 SALAFY UST MUHAMMAD AS SEWED DLL ATUM AKAN TAHU KESESATAN IT DAN AL SOFWAH ,YG IDENTIK PEMILIK BLOQ RUMAHKU INDAH DAN LINK -NYA

KLO MEREKA MENGAKU SALAFY ,KENAPA BLOQ ITU TDK ADA LINK KE WWW.SALAFY.OR.ID

COBA JWB MAS REK-REK?
TAKUT YA KLO KETAHUAN BOROKNYA

abu hasann mengatakan...

lagi kalau yang sedang dibicarakan itu seorang ulama senior yang dikenal sebagai pembela sunnah Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, dan pembela manhaj salafi, semisal Syaikh Rabi’ Hafizhahullah Ta’ala.Al-Hafizh Ibnu Asakir rahimahullah berkata:

اعلم يا أخي وفقنا الله وإياك لمرضاته وجعلنا ممن يخشاه ويتقيه حق تقاته أن لحوم العلماء مسمومة وعادة الله في هتك أستار منتقصيهم معلومة وأن من أطلق لسانه في العلماء بالثلب بلاه الله قبل موته بموت القلب فليحذر الذين يخالفون عن أمره أن تصيبهم فتنة أو يصيبهم عذاب أليم

“Ketahuilah wahai saudaraku –semoga Allah senantiasa memberi taufik kepada kami dan kalian untuk menggapai ridha-Nya dan menjadikan kami dan kalian termasuk orang- orang yang takut kepada-Nya dan bertakwa kepada-Nya- bahwa sesungguhnya daging para ulama itu beracun, dan kebiasaan Allah ‘azza wajalla, dalam membongkar kedok orang- orang yang merendahkannya adalah hal yang telah dimaklumi, dan barangsiapa yang melontarkan ucapannya dengan menjelekkan para ulama, maka Allah ‘azza wajalla, menghukumnya sebelum dia mati dengan kematian hatinya, hendaknya berhati- hati orang- orang yang menyelisihi perintahnya akan tertimpa fitnah atau tertimpa azab yang pedih.”

Berkata Abdullah bin Mubarak rahimahullah:

من استخف بالعلماء ذهبت آخرته ومن استخف بالأمراء ذهبت دنياه ومن استخف بالإخوان ذهبت مروءته

“Barangsiapa yang merendahkan para ulama maka hilang akhiratnya, dan siapa yang merendahkan penguasa maka hilang dunianya, dan siapa yang merendahkan saudaranya maka hilang harga dirinya.”

Berkata Ahmad bin Adzro’I rahimahullah:

الوقيعة في أهل العلم لا سيما أكابرهم من كبائر الذنوب

“Mecela para ulama terkhusus yang senior dikalangan mereka termasuk dosa besar.”

Berkata Malik bin Dinar:

كفى بالمرء شرا ألا يكون صالحا وهو يقع في الصالحين

“Cukuplah kejahatan bagi seseorang yang menunjukkan dia bukan orang saleh tatkala dia merendahkan orang- orang saleh.”

abu hasann mengatakan...

Syaikh Abdul Aziz Sadhan –hafizhahullah- berkata:

“Berhati-hatilah dari sifat lancang dengan lisan dan telunjuknya terhadap lembaran hidup para ulama, dan berusaha memperburuk citra mereka atau menyebarkan berbagai tuduhan atas mereka.Sebab hal itu akan membuka pintu kejahatan yang lebar, yang dapat menyeretnya kepada kerusakan dan membuat kerusakan baik secara hakiki maupun secara maknawi, bukan hanya menimpa yang mengucapkannya saja, namun menyebabkan rusaknya seluruh masyarakat.Untuk menjelaskan bahayanya perkara ini dikatakan bahwa: sesungguhnya merendahkan para ulama dan meremehkan mereka, lebih besar dosa dan kejahatannya dibanding merendahkan selain mereka. Sebab merendahkan para ulama bukan hanya sekedar merendahkan pribadinya saja, namun mengarah kepada sikap merendahkan apa yang mereka bawa berupa ilmu, dan apa yang mereka miliki dari agama dan akhlaq.Oleh karenanya, dikhawatirkan atas orang yang merendahkan para ulama akan ditimpa hukuman yang disegerakan, disebabkan buruknya perbuatan dan kejahatannya.”

(Manzilatul ulama,Syaikh As-Sadhan,hal:33)

Lalu beliau menyebutkan salah satu bentuk merendahkan para ulama:

“mengotori lisannya dengan meng-ghibah mereka atau tidak membela kehormatan mereka tatkala dighibahi, dan musibah yang terbesar adalah tatkala seseorang merasa nikmat dengan merusak kehormatan mereka baik dengan ucapan, pendengaran atau menunjukkan tanda menerima. Perbuatan ini menunjukkan keburukan hati dan kejelekan maksud, bagaimana mungkin dia menghalalkan dirinya untuk melakukan perbuatan yang kotor itu. Meng-ghibah seorang muslim adalah haram berdasarkan nash al-Qur’an

وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا

“Dan jangan sebagian kalian mengghibah sebagian lainnya.”

(QS.Al-Hujurat:12)

Sebab seorang muslim yang tidak berilmu memiliki kemuliaan dengan sebab islam, lalu bagaimana dengan seorang alim yang kedudukannya jauh lebih mulia dibanding yang lain, dengan kemuliaan ilmunya dan besar manfaatnya?.”

(Manzilatul ulama:55)

Namun ternyata kebiasaan berdusta Firanda tidak juga berhenti, dan gelar yang telah dilekatkan kepadanya tidak membuatnya jera dan bertaubat kepada Allah ‘azza wajalla, bahkan masih saja terus menyebarkan fitnah dan dusta.

Anonim mengatakan...

@ abu hasan....
ana mo bertanya nih
antum tulis: APA KESAMAAN IHYAUT TURATS DAN LDII

PASTI SALAH SATU JAWABANYA ; SAMA-SAMA HIZBIYYAH
ana mo tanya lagi nih apa beda kesesatan antara LDII dan IHYA TUROTS??
antum selalu ngomong seakan akan ihya turots itu sesat,hizbi dll
tapi antum gak pernah kasih tau penyimpangan serta kesesatan IHYA TUROTS
klo disini khan kita tau kesesatan LDII yang menyerupai SYIAH dan NASHRANI dalam beragamanya
klo IHYA TUROTS apacih cecatnya???
tolong sebutkan persamaaqn keduanya yah....
makasih loh sebelumnya

Anonim mengatakan...

lebih sesat mana LDII sama IHYA TUROTS?
ayo dong kami di beri tahu abu hasann
kami takut klo baca baca situs yg gak karuan malah nanti kami terpengaruh

Anonim mengatakan...

wah wah abu hasad nongol lagi dah dengerin;
www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah/Dzulkarnaen/LDII%20-%20Aliran%20Sesat%20Yang%20Telah%20Nyata

Apa lagi komentarmu abu jahil bin hasad dan rudi ???? mau mengadu domba lagi antara salafy

ustadz Dzulkarnaen yg kemaren tulisan nya di kopi paste sama dia dah buat kajian ttg kesesatan LDII
sekarang kopi paste darimana lageeee neeehhhhh

Anonim mengatakan...

abu hasad ini muncul untuk mengalihkan perhatian para pembaca blog ini,
postingannya gak jauh dari ihya turots,ust ah,jw,f
rujukan dia ust dzulqarnaen,sewed yang mungkin jg klo ust itu liat kesesatan ldii malah buat kajian tersendiri ttg LDII
situsnya dia hanya: SALAFY.OR.ID
ada yang lain lagi gak sih??
buat nguatin argument antum??
kirain kemaren2 dah bosen kirim postingan eh ternyata begitu ajaran LDII kita samain(dan emang sama)dg nashrani dia nongol lagi
IIHHH.... RUMPI DECH LOCH abu hasad

Anonim mengatakan...

surat dari: syaikh Rabee bin Hadi al-Madkhali
buat abu HASADD atas sikapnya di situs ini.
http://satusalafy.wordpress.com/2010/04/15/klarifikasi-oleh-ustadz-taslim-tentang-kejadian-yang-sebenarnya-antara-ustadz-firanda-dan-syaikh-abdullah-al-bukhari/

biar tulisan abu hasadd yang jawab tulisan ULAMA jadi kita gak usah pusing2 kita disini menjelaskan kesesatan LDII + mendakwahkan abu hasadd

Anonim mengatakan...

http://satusalafy.wordpress.com/2010/04/07/fakta-atturats-silahkan-baca-sendiri/

ini yayasan yang sering di omongin abu hasadd
baca deh sendiri, saran ana abu hasadd kirim pertanyaan,sanggahan adu argumennya dg situs diatas aja deh lebih mantaf bukan disini

Anonim mengatakan...

http://abuyahya8211.wordpress.com/2009/05/28/sekali-lagi-tentang-ihya%E2%80%99ut-turats-bag-123/

abu hasadd nih ane gak bosen kasih ilmu buat antum biar belajar

Anonim mengatakan...

Mengungkap ada apa dengan As-Sofwah

Siapakah Muhammad Kholaf

Benarkah As-Sofwah corong sururi di Indonesia
satusalafy.wordpress.com/2009/09/26/dialog-ilmiah-ustadz-muhammad-umar-assewed-dan-ustadz-abu-haidar/comment-page-4/#comments

abu hasann mengatakan...

ana mo tanya lagi nih apa beda kesesatan antara LDII dan IHYA TUROTS??
antum selalu ngomong seakan akan ihya turots itu sesat,hizbi dll
tapi antum gak pernah kasih tau penyimpangan serta kesesatan IHYA TUROTS
klo disini khan kita tau kesesatan LDII yang menyerupai SYIAH dan NASHRANI dalam beragamanya
klo IHYA TUROTS apacih cecatnya???
tolong sebutkan persamaaqn keduanya yah....
makasih loh sebelumnya

jwb;klo ANTUM BS MEMBACA BUKA WWW.SALAFY.OR.ID
DAN SEMUA LINK-NYA
ANTUM PUNYA PERTANYAAN APA SAJA TTG IT ADA DAN JELAS

Anonim mengatakan...

yah ternyata copy paste si abuhasadd dah basi semua dilihat dari bantahan bantahannya
nah mulai keliatan khan klo dia itu JOKAM NYAMAR seakan akan salafy.
menebar syubhat.
seakan akan masalah ihya turots masalah besar pd dakwah salafy
hal yang LEBIH BESAR LAGI YAITU
BAGAIMANA BISA BERAGAMANYA ORANG YAHUDI NASHRANI, SYIAH dijadikan AKIDAH dan AKHLAK pada LDII.
baru itu masalah besar dalam agama ini
karena kita tidak tahu bagaimana nantinya jika IMAM2 mereka membuat SYARIAT-SYARIAT yang baru didalam agama ini??
umur ldii baru 60 tahun
bid'ah yg mereka masukkan; ISRUN,SURAT TAUBAT,MANGKUL,MADIGOL MUJADID
apa yang terjadi 100,500 tahun lagi??
Perkara bid'ah mendekatkan kepada kekufuran
semua BID'AH itu SESAT,SESAT tempatnya di NERAKA
INGAT KITA DISINI MENJELASKAN KESESATAN LDII,MENDAKWAHKAN PARA JOKAM agar ruju' ilal haq bukan untuk berdebat masalah IHYA TUROTS

abu hasann mengatakan...

CONTOH KESESATAN IHYA UT TURATS
OLEH UST ASKARI BIN JAMAL
Jum’iyyah Ihya At-Turats, masalah ijtihadiyyah?

Pada edisi yang lalu telah kita nukilkan sebagian fatwa para ulama yang menyatakan bahwa Ihya At-Turots adalah organisasi yang dibangun diatas manhaj Ikhwani,yang didalamnya diterapkan cara-cara hizbiyyah. Diantaranya mengikat anggotanya dengan cara bai’at, ikut serta dalam politik praktis, berparlemen, menyebarkan pemikiran Quthbiyyah dan Abdurrahman Abdul Khaliq. Sehingga, menyebabkan terjadinya perpecahan di berbagai negeri karena campur tangan organisasi ini yang mengatasnamakan dakwahnya dengan dakwah Salafiyyah, termasuk perpecahan yang telah terjadi di Indonesia juga tidak terlepas dari campur tangan mereka.

Pada saat kaum muslimin berusaha mengenal dakwah Salafiyyah secara murni dan konsekuen dan senantiasa berpijak di atas Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam dengan pemahaman yang benar dari Salafus Saleh dengan bimbingan para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Maka mereka pun dikejutkan dengan sepak terjang organisasi Ihya At-turots Al-Kuwaiti tersebut di bumi Indonesia. Dengan mengandalkan dananya, ia pun menyalurkannya kepada beberapa organisasi/yayasan atau pondok pesantren untuk memenuhi kebutuhan mereka seperti, membangun masjid, menanggung anak-anak yatim, menggaji para du’at (guru) dan yang semisalnya.

Nah, kalau permasalahannya hanya berhenti sampai di sini, maka hal itu tidak dipersoalkan oleh para Ulama yang memberi peringatan dari bahayanya organisasi ini. Namun persoalannya ternyata tidak hanya sampai disitu, penyaluran dana tersebut diikuti dengan berbagai kegiatan-kegiatan yang mereka adakan justru menjadi faktor terbesar semakin terpecahnya Ahlus Sunnah di negeri ini. Mulai dengan cara melakukan hubungan erat dan saling ta’awun dengan organisasi Al-Irsyad cabang Tengaran,yang pada saat itu dipimpin oleh Yusuf Utsman Baisa,yang akhirnya dijadikan sebagai salah satu tempat dilakukannya beberapa kegiatan Ihya At-Turots.

Kegiatan Al Irsyad tersebut, mulai dari mendatangkan Abdurrohman Abdul Khaliq yang sempat menyampaikan ceramahnya di hadapan sebagian para du’at. Lalu disusul dengan pengadaan berbagai kegiatan dauroh,dengan diundangnya para du’at ihya At-Turots yang berasal dari berbagai macam elemen dan beraneka ragam fikroh (pemikiran) dan dilanjutkan dengan diadakannya pengkaderan khusus dengan istilah “mulazamah” selama setahun, dibawah bimbingan langsung dari da’i Ihya At-Turots yang dikirim khusus untuk mengajar di Ponpes Al-Irsyad,Tengaran,dia bernama Syarif Fu’ad Hazza’[1]. Apa yang kami sebutkan ini adalah hanyalah sebagian kecil dari berbagai kejadian yang dilakoni oleh Ihya At-Turots dalam memecah belah Ahlus Sunnah.

Namun pada edisi kali ini, kami tidak ingin membahas tentang dampak negatif yang ditimbulkan oleh Ihya At-Turots tersebut secara detail, sebab itu akan kami rinci pada edisi-edisi yang akan datang –insya Allah Ta’ala-.

Adapun pembahasan kami untuk edisi ini, yakni dengan adanya sebagian mereka yang selalu menganggap sepele terhadap permasalahan ini. Jika ada yang berbicara tentang bahayanya Ihya At-Turots dan memperingatkan kaum muslimin dari kesesatan mereka, maka serta-merta ada yang membantah dan mengatakan, “…ya akhi, ini kan masalah khilafiyyah dan dalam masalah khilaf, kita tidak boleh ada pengingkaran.”Atau ucapan,”…kan ada juga ulama yang merekomendasi mereka sebagai Ahlus Sunnah.” Atau kata-kata seperti, ”…tidak boleh mentahdzir dalam masalah ijtihadiyyah,” “…yang mentahdzir kan bukan ulama Kibar…”.

Anonim mengatakan...

@abuhasadd
ana mo jawaban langsung dari antum bukan buka situs.karena hati ini lemah sedangkan syubhat mudah sekali menyambar
ingat yah jangan kopi paste lho....

abu hasann mengatakan...

Ada juga yang menyatakan , “ulama yang mentahdzir kan hanya beberapa ulama saja, adapun yang merekomendasi lebih banyak jumlahnya, bahkan ulama tersebut adalah guru-guru mereka yang mentahdzir” dan yang semisalnya yang hendak mementahkan kembali permasalahan ini dan menganggap - tidak masalah - jika seseorang ingin bekerjasama dengan mereka, karena mereka pun menyebarkan dakwah Ahlus Sunnah.

Maka, marilah kita mengikuti kajian-kajian berikut ini, sebagai jawaban dari berbagai syubhat seputar Jum’iyyah Ihya At-Turots.

Menyikapi masalah khilaf
Diantara perkara yang wajib diketahui dalam hal ini adalah menyikapi setiap permasalahan sesuai porsinya, tidak berlebih-lebihan dan tidak pula kurang dari kadar semestinya. Demikian pula dalam hal menyikapi adanya perselisihan yang terjadi di kalangan para Ulama. Ada perkara-perkara yang bisa ditolerir yang memerlukan sikap lapang dada dalam menghadapi adanya khilaf tersebut, ada pula yang membutuhkan sikap tegas bahkan sampai kepada tingkat memperingatkan umat dari bahayanya pendapat yang keliru tersebut.

Nah, barangsiapa yang berpendapat bahwa masalah khilafiyyah ijtihadiyyah tidak boleh ada pengingkaran atau tahdzir padanya maka sungguh dia telah melakukan suatu kesalahan yang fatal.Seperti apa yang disebutkan oleh al akh Firanda : “……..atau diterapkan pada perkara-perkara yang sebenarnya tidak boleh ada pengingkaran apalagi sampai tahapan tahdzir dan hajr seperti perkara-perkara yang merupakan masalah ijtihadiyyah”[2] .
(Kaidah-Kaidah Penerapan Hajr (Boikot) terhadap Ahli Bid’ah Menurut Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah
(Menyikapi Sejumlah Kesalahan Penerapan Hajr di Indonesia, penulis Al Akh Firanda Ibnu ‘Abidin Abu ‘Abdil Muhsin as-Soronji, hal 8, tanpa penerbit [3] ).

Sungguh benar apa yang dikatakan oleh seorang penyair :

ليس كل خلاف جاء معتبرا

إلا خلاف له حظ من النظر

“Tidak semua khilaf yang datang itu bisa dianggap
Kecuali jika khilaf tersebut memiliki sisi pandang”

Anonim mengatakan...

lebih sesat mana LDII sama IHYA TUROTS?
ayo dong kami di beri tahu abu hasann
kami takut klo baca baca situs yg gak karuan malah nanti kami terpengaruh

yang ini belom dijawab lho

Anonim mengatakan...

apa antum takut buat nulis kesesatan ldii karena sama saja buka borok antum sendiri dan ternyata LDII SANGAT SESAT??

abu hasann mengatakan...

Bila kita telah memahami masalah ini, maka disaat kita mendapati adanya permasalahan yang diperselisihkan di kalangan para Ulama, maka sikap pertama bagi seorang muslim adalah menimbang masalah tersebut berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam dengan pemahaman Salafus Soleh. Sebagaimana firman-Nya:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً ﴿٥۹﴾ [النساء: ٥۹]
[59] Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. [QS An Nisaa: 59]

Dan firman-Nya:
وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَلاَ مُؤْمِنَةٍ إِذَا قَضَى اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَمْرًا أَنْ يَكُونَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ أَمْرِهِمْ وَمَنْ يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ ضَلَّ ضَلاَلاً مُبِينًا ﴿۳٦﴾ [الأحزاب: ۳٦]
[36] Dan tidaklah patut bagi laki-laki yang mu'min dan tidak (pula) bagi perempuan yang mu'min, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata. [QS Al Ahzaab: 36]

Dan firman-Nya:
فَلاَ وَرَبِّكَ لاَ يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لاَ يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا ﴿٦٥﴾ [النساء: ٦٥]
[65] Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. [QS An Nisaa: 65]

Dan nash-nash dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah dalam perkara ini masih sangat banyak.
Maka jika muncul satu pendapat dari seorang alim atau yang lainnya yang menyelisihi nash yang shorih (jelas), maka bukanlah hal yang tercela apabila pendapat tersebut diingkari dan diperingatkan umat (tahdzir), agar mereka menjauhi pendapat itu. Bahkan hal itu termasuk dalam nasehat yang dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam dalam sabdanya:

(( الدين النصيحة))
“Agama itu adalah nasehat”
(HR.Muslim dari Abu Ruqoyyah Tamim bin Aus Ad-Dari Radiyallahu ‘anhu ).

abu hasann mengatakan...

Oleh karenanya masih saja para Ulama mengeluarkan bantahan-bantahannya dan memperingatkan umat dari bahayanya mengambil suatu pendapat, yang telah jelas menyelisihi apa yang telah tsabit dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam. Disini akan kami nukilkan beberapa contoh tentang apa yang kami sebutkan:
1) Nikah mut’ah, yang telah jelas haramnya berdasarkan dalil-dalil yang datang dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam bahwa beliau mengharamkannya. Saya kira tentang keharamannya bukanlah perkara yang samar bagi kita sekalian, sehingga tidak perlu kita menyebutkan dalil-dalilnya, namun itu bukan tujuan kita bahas disini. Namun yang perlu diketahui bahwa di kalangan para ulama bahkan shahabat ada yang menghalalkannya, sebagaimana yang telah tsabit dari Abdullah bin Abbas , diantara yang masyhur berpendapat demikian adalah Ibnu Juraij Abdul Malik bin Abdil Aziz rahimahullah Ta’ala. Lalu jika ada orang di zaman kita ada yang mau melakukan nikah mut’ah, apakah kita tidak mengingkarinya? Apakah kita tidak mentahdzirnya? Dengan alasan bahwa ini masalah khilafiyyah ijtihadiyyah - menurut bahasanya Al-Akh Firanda- ? Tentunya orang yang sedikit pengetahuannya tentang kaidah-kaidah dalam manhaj Salaf pun bisa menjawab hal ini.
2) Nikah dengan cara tahlil, yaitu menikahi seorang wanita yang telah bercerai dengan suami pertamanya,yang dimaksudkan -dengan menikahinya – diapun mencerainya, sehingga dia bisa kembali kepada suami pertamanya. Atau telah terjadi kesepakatan diantara mereka bahwa jika ia menikahinya dan telah menyetubuhinya, maka dia harus mencerainya agar dapat kembali ke suaminya yang pertama. Adapun jumhur para Ulama mengharamkan pernikahan model ini. Berkata Umar : “Tidaklah ada orang yang didatangkan kepadaku melakukan nikah tahlil melainkan akan aku rajam keduanya”. Namun diriwayatkan dari Abu Hanifah bahwa ia membolehkannya. Lalu jika ada orang yang melakukannya pada hari ini, apakah anda tidak memberi peringatan (tahdzir) dari pendapat tersebut - dengan alasan - masalah ini termasuk ijtihadiyyah khilafiyyah ? Jawablah dengan jawaban seorang Salafi yang ikhlas dalam mengikuti manhaj Salaf ! Silahkan lihat ucapan Syaikhul Islam tentang pembahasan nikah tahlil dalam Majmu’ Fatawa : 20/266-dst Jilid 32/93 dan hal:96-97 serta di tempat yang lainnya.

abu hasann mengatakan...

3) Jama’ah Tabligh, jama’ah Shufiyyah, dimana para Ulama telah mentahdzirnya dan memberi peringatan darinya. Hal ini adalah perkara yang sudah ma’ruf di kalangan kita sekalian. Akan tetapi ternyata masih ada juga yang memberi pujian pada mereka, seperti Syaikh Abu Bakar Jabir Al-Jazairi, bahkan mengarang sebuah kitab sebagai bentuk pujian terhadap mereka yang akhirnya kitab tersebut dijadikan tameng oleh Jama’ah Tabligh. Maka silahkan ditanyakan kepada Al-Akh Firanda –hadanallahu wa iyyah- : “Apakah anda tidak mengingkari Jama’ah Tabligh dan mentahdzir darinya?” Atau anda masih menganggap bahwa ini masalah khilafiyyah ijtihadiyyah yang tidak boleh ada pengingkaran dan tahdzir padanya ? Kalau anda memberi jawaban pertama, maka anda telah merobohkan kaedah yang anda gunakan sendiri. Dan kalau anda memilih jawaban yang kedua, maka anda perlu untuk mengintrospeksi kembali terhadap manhaj anda.
4) Masalah demonstrasi. Baru-baru ini ketika Syaikh Ali Hasan hafidzahullah berkunjung ke Makasar, dalam salah satu pertemuan beliau ditanya tentang hukum berdemonstrasi. Beliaupun menjawab bahwa ini termasuk perkara yang diperselisihkan oleh para Ulama, walaupun yang rajih menurut beliau adalah terlarang. Saya sendiri belum mengetahui siapa di kalangan para Ulama Ahlus Sunnah yang membolehkan demonstrasi, namun kalaulah apa yang disebutkan oleh Syaikh Ali Hasan tersebut benar, apakah jika ada yang membolehkan demonstrasi bahkan melakukannya, apakah tidak diperbolehkan mentahdzir darinya dengan alasan bahwa ini termasuk masalah khilafiyyah ijtihadiyyah? Kita tunggu jawaban dari Al-Akh Firanda.
5) Masalah haramnya musik. Kita tentunya telah mengetahui berdasarkan banyak dalil baik dari Al-Qur’an maupun As-Sunnah yang menjelaskan tentang diharamkannya musik. Dan ini adalah pendapat jumhur dari kalangan para Ulama. Namun di kalangan para Ulama masih ada juga yang menghalalkan, seperti Ibnu Hazm rahimahullah Ta’ala. Jika demikian keadaannya, lalu tanyakanlah kepada al-akh Firanda: “Apakah anda tidak mentahdzir dari musik karena termasuk masalah ijtihadiyyah khilafiyyah?”.
6) Hasan Al-Banna, Sayyid Quthb, Salman dan Safar Hawali. Dimana para Ulama telah menjelaskan dan mentahdzir dari kesesatannya, seperti Al-Allamah Al-Albani, Asy Syaikh Ibn Baaz dan Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahumullah Ta’ala. Bahkan telah dinyatakan bahwa mereka ini tergolong diantara kaum Neo Khawarij. Namun bukankah Al-Akh Firanda juga mengetahui bahwa masih ada juga yang membela mereka, seperti Syaikh Abdurrahman Jibrin, Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid dan mungkin masih ada yang lainnya yang ana tidak ketahui. Lalu silahkan tanyakan kepada Al-Akh Firanda: “Apakah anda termasuk yang membela mereka atau yang mentahdzir ? Atau mungkin anda memiliki jawaban rinci ?” Mungkin itu yang kita tunggu.

Anonim mengatakan...

ana tau antum jawabnya lama karena hati nurani antum gak bisa nulis kesesatan ldii.karena kesesatan itu yang antum jalankan tiap hari BUKAN????
lagi pula lama search di google bisa salah antum punya kopi paste.. malah bertentangan dg yg antum posting sebelumnya
sebab urusan ihya turots itu cuma suka gak suka,terima gak terima,ulama dengan ulama, gak berkembang tapi KESESATAN LDII SELALU BERKEMBANG kata kerennya BID"AH LDII DINAMIS mengikuti perkembangan jaman

abu hasann mengatakan...

Saya kira beberapa contoh ini sudah cukup mewakili yang lainnya, sebab masih banyak lagi contoh yang disebutkan oleh para Ulama, diantaranya Syaikhul Islam dalam Majmu’ al-Fatawa dan Ibnu Qoyyim dalam kitabnya yang sangat bermanfaat, “A’laam al-Muwaqqi’in”.

Bila hal ini telah kita pahami, maka sesungguhnya para Ulama masih saja memperingatkan dari bahayanya suatu pendapat yang menyelisihi dalil, walaupun di kalangan para Ulama ada yang berpendapat dengannya. Sebab tidak seorang pun dari kalangan para ulama melainkan Ia memiliki zallah (ketergelinciran/kekeliruan). Berkata Al-Auza’i rahimahullah Ta’ala:
(نجتنب أو نترك من قول أهل العراق خمسا ومن قول أهل الحجاز خمسا من قول أهل العراق شرب المسكر والأكل في الفجر في رمضان ولا جمعة إلا في سبعة أمصار وتأخير صلاة العصر حتى يكون ظل كل شيء أربعة أمثاله والفرار يوم الزحف ومن قول أهل الحجاز استماع الملاهي والجمع بين الصلاتين من غير عذر والمتعة بالنساء والدرهم بالدرهمين والدينار بالدينارين يدا بيد وإتيان السناء في أدبارهن)
“Kita menjauhi atau meninggalkan lima pendapat ulama Irak dan lima pendapat ulama Hijaz, “Diantara pendapat ulama Irak adalah bolehnya minum yang memabukkan, makan di waktu fajar telah masuk di bulan Ramadhan, tidak ada sholat Jum’at kecuali pada tujuh negeri, bolehnya mengakhirkan sholat Ashar hingga bayangan sesuatu empat kali lipatnya, bolehnya melarikan diri dari medan pertempuran.” Dan ucapan penduduk Hijaz yaitu: “Bolehnya mendengarkan musik, menjamak antara dua sholat tanpa udzur, menikahi wanita dengan nikah mut’ah, bolehnya menukar satu dirham dengan dua dirham dan satu dinar ditukar dengan dua dinar secara kontan dan bolehnya menggauli wanita lewat duburnya”.”
(Diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Ma’rifat Uluum al-Hadits:65 dan dari jalannya Al-Baihaqi dalam Sunannya: 10/211).

Beliau rahimahullah juga mengatakan:
من أخذ بنوادر العلماء خرج من الإسلام
“Barangsiapa yang mengambil pendapat ganjil para ulama, maka dia keluar dari Islam”
(diriwayatkan Al-Baihaqi:10/211)

Juga berkata Ismail bin Ishaq Al-Qadhi:
من أباح المسكر لم يبح المتعة ومن أباح المتعة لم يبح الغناء والمسكر وما من عالم إلا وله زلة ومن جمع زلل العلماء ثم أخذ بها ذهب دينه
“(Ulama) yang membolehkan minum yang memabukkan, dia tidak membolehkan nikah mut’ah. Dan Ulama yang membolehkan nikah mut’ah, tidak membolehkan nyanyian dan yang memabukkan. Tidak seorang alim pun melainkan dia memiliki ketergelinciran (kekeliruan, pen). Dan barangsiapa yang mengumpulkan ketergelinciran para Ulama, maka akan hilang agamanya.”
(Diriwayatkan Al-Baihaqi:10/211).

Berkata pula Yahya bin Sa’id Al-Qoththon rahimahullah Ta’ala:
لو أن رجلا عمل بكل رخصة : بقول أهل الكوفة في النبيذ وأهل المدينة في السماع وأهل مكة في المتعة لكان فاسقا
“Kalaulah sekiranya seseorang mengamalkan setiap rukhshah (yang ringan ) : “Pendapat ahli Kufah tentang nabidz [4] , dan pendapat penduduk Madinah tentang musik, pendapat penduduk Makkah tentang (nikah) Mut’ah, maka dia menjadi orang fasik.” (Aunul Ma’bud:13/187)
Berkata Sulaiman At-Taimi:
لو أخذت برخصة كل عالم أو زلة كل عالم اجتمع فيك الشر كله
“Jika engkau mengambil rukhshah setiap alim atau kekeliruan setiap alim, maka telah berkumpul padamu setiap kejelekan”
(Musnad Ibnu Ja’ad:1319, Hilyah Al-Auliya’:3/323, Tadzkirotul Huffadz:1/151)
Ibnu Hazm rahimahullah tatkala menyebutkan tentang sedikitnya jumlah ijma’ yang tsabit, lalu beliau berkata:
ولو أن امرأ لا يأخذ إلا بما اجتمعت عليه الأمة فقط ويترك كل ما اختلفوا فيه مما قد جاءت فيه النصوص لكان فاسقا بإجماع الأمة
“…Kalau sekiranya seseorang tidak mengambil kecuali apa yang disepakati umat ini, lalu meninggalkan setiap apa yang diperselisihkan padanya dari sesuatu yang telah datang padanya nash, maka dia menjadi seorang yang fasik”. (Al-Ihkam,Ibnu Hazm:2/208).

Anonim mengatakan...

nah antum dah kopi paste banyak ttg ihya turots sesat mana LDII DG IHYA TUROTS??

JAWAB!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

abu hasann mengatakan...

Berkata Ibnul Qoyyim rahimahullah Ta’ala tatkala beliau menjelaskan tentang batilnya perbuatan hilah [5] :
“Perkataan mereka, ‘Bahwa permasalahan khilaf tidak ada pengingkaran atasnya’, tidaklah benar, sebab sikap pengingkaran ada kalanya diarahkan kepada sebuah ucapan, fatwa atau amalan. Adapun yang pertama, maka apabila ucapan tersebut menyelisihi Sunnah atau ijma’ yang masyhur, maka wajib mengingkarinya berdasarkan kesepakatan. Jika tidak demikian (maksudnya tidak ada kesepakatan-pen) maka menjelaskan kelemahannya dan penyelisihannya terhadap dalil, maka tetap ada pengingkaran yang semisalnya. Adapun suatu amalan, maka apabila menyelisihi Sunnah atau ijma’, maka wajib mengingkarinya berdasarkan tingkatan-tingkatan dalam mengingkari. Lalu bagaimana mungkin seorang faqih menyatakan bahwa tidak boleh ada pengingkaran terhadap berbagai masalah yang diperselisihkan, sementara para fuqoha’ dari seluruh golongan telah menyatakan dengan jelas bahwa akan dibatalkannya keputusan hukum seorang hakim, jika menyelisihi al-Kitab atau as-Sunnah walaupun telah disetujui oleh sebagian ulama. Adapun bila dalam permasalahan tersebut tidak ada Sunnah, atau ijma’, dan ijtihad diperbolehkan padanya. Maka tidak diingkari orang yang melakukannya karena berijtihad atau bertaqlid.
Dan sesungguhnya munculnya pengkaburan ini disebabkan karena orang yang mengatakannya meyakini bahwa permasalahn khilaf itu adalah masalah ijtihad, sebagaimana yang disangka oleh beberapa orang dari kalangan manusia yang tidak memiliki sifat tahqiq (pengecekan secara benar) dalam berilmu.
Yang benar adalah apa yang diyakini oleh para imam bahwa permasalahan ijtihad selama tidak ada dalil yang wajib diamalkan secara dzahir, seperti hadits yang shohih yang tidak ada yang menyelisihinya, maka diperbolehkan padanya –jika tidak ada dalil yang zhahir yang wajib diamalkan- berijtihad, sebab adanya dalil-dalil yang terlihat saling bertentangan serta karena terkaburkannya dalil-dalil didalamnya. Dan pada ucapan seorang alim, “Sesungguhnya masalah ini qoth’i atau yaqini dan tidak diperbolehkan padanya ijtihad, bukanlah merupakan cercaan terhadap yang menyelisihinya ,tidak pula dinisbahkan kepadanya bahwa dia sengaja menyelisihi kebenaran. Sementara permasalahan yang diperselisihkan padanya oleh Ulama Salaf maupun khalaf, dalam keadaan kita telah meyakini kebenaran salah satu dari dua pendapat tersebut, banyak...”

abu hasann mengatakan...

ontoh dalam hal ini, setelah itu bLalu beliau menyebutkan sekian banyak celiau mengatakan, “Yang jelas, tidak ada udzur di sisi Allah Azza wa Jalla pada hari Kiamat bagi siapa yang telah sampai kepadanya apa yang terdapat dalam suatu permasalahan,baik masalah ini atau yang lainnya, berupa hadits-hadits dan atsar yang tidak ada yang menyelisihinya, jika dia melemparnya di belakang punggungnya, lalu dia taqlid pada orang yang dilarang untuk taqlid kepadanya dan yang telah mengatakan kepadanya, “Tidak halal bagimu untuk mengikuti ucapanku jika menyelisihi Sunnah. Maka jika telah shohih suatu hadits, maka jangan engkau pedulikan ucapanku”. Kendatipun dia tidak mengatakan itu kepadamu, maka sesungguhnya itu adalah suatu hal yang wajib yang tidak ada pilihan lain bagimu. Bahkan kalaupun dia mengatakan kepadamu selain itu, maka tidak ada leluasa bagimu kecuali mengikuti hujjah. Kalau saja dalam masalah ini tidak terdapat hadits dan atsar sama sekali, maka sesungguhnya seorang mukmin mengetahui secara pasti bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassallam tidak pernah mengajari para shahabatnya cara hilah seperti ini dan tidak pula membimbing kepadanya, ‘kalaulah sekiranya sampai kepadanya berita bahwa ada seseorang melakukannya niscaya akan diingkarinya’. Dan tidak pernah seorang pun dari para shahabat yang memfatwakannya dan tidak pula mengajarkannya. Sebab yang demikian termasuk perkara yang dipastikan oleh setiap orang yang sedikit menelaah tentang keadaan mereka, sejarah kehidupan mereka dan fatwa-fatwanya. Hal ini tidaklah membutuhkan dalil lebih dari sekedar mengetahui hakekat agama yang Allah Azza wa Jalla mengutus Rasul-Nya dengannya.”
(A’laam al-Muwaqqi’in,Ibnul Qoyyim:3/300-301)


Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya.
Sumber artikel : http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=1062

Anonim mengatakan...

mana jawaban antum???? bingung jawabnhya karena masalahnya LDII kesesatan lebih besar???

Anonim mengatakan...

gak sama sekali menyinggung topik utamanya
MANA TULISAN ANTUM TTG LDII KESESATANYAN, jikalau sudah habis bahan tuk di kopi paste pasti dia sudah tidak bisa berkutik lagi,kita lihat sampai mana ilmu dia

Anonim mengatakan...

lebih sesat mana LDII sama IHYA TUROTS?????????

Anonim mengatakan...

nah antum dah kopi paste banyak ttg ihya turots sesat mana LDII DG IHYA TUROTS??

JAWAB!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Anonim mengatakan...

apa antum takut buat nulis kesesatan ldii karena sama saja buka borok antum sendiri dan ternyata LDII SANGAT SESAT??

Anonim mengatakan...

nah antum dah kopi paste banyak ttg ihya turots sesat mana LDII DG IHYA TUROTS??

JAWAB!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

abu hasann mengatakan...

anonim@ TOLONG TULIS SYAIKH SIAPA YG MENTAHDIR LDII,CUMA SYAIH BAZMUL AKHI

TAPI BRP SYAIKH YG MENTAHDIR IHYA UT TURATS ...TDK USAH ANA SEBUT ...BYK

DARI SITU ANTUM BS MENILAI SIAPA LEBIH SESAT DAN BERBAHAYA

TDK ADA SYAIKH YG BERKATA LDII MEMECAH BELAH DAKWAH SALAFIYAH TAPI MASYAIKH BERKATA DI MANA-MANA [SELURUH DUNIA]IHYA UT TURATS MEMECAH BELAH DAKWAH SALAFIYYAH

MANA LEBIH SESAT....JWB SENDIRI

Anonim mengatakan...

keluarkan semua kemampuan kamu ABU HASADD ttg ihya turots tapi kami tetap menanti tulisan antum ttg kesesatan LDII

Anonim mengatakan...

LDII cuman di indonesia aja 300 ribu orang doang
ihya turots kuwait dananya besar sampai bisa infak dll
ngaca dong JOKAM ngakunya DADIO GURUNE JAGAD

Anonim mengatakan...

semut kecil sombong mo menundukkan gunung himalaya itu gambaran antum abu hasadd

Anonim mengatakan...

lagian ldii mana dikenal spt syiah,ahmadiyah,dll klo dia besar dan terkenal pasti para ulama sudah memperingati akan kesesatannya

Anonim mengatakan...

dah keliatan pembelaanya sama ldii khan...
lagi pula siapa yang memecah belah dakwah salafiyah?? itukan cuman perasaan antum,kopi paste antum aja yang merasa dakwah LDII GAK berkembang sejak ada dakwah SALAFY

Anonim mengatakan...

klo antum berani waktu ada dauroh di jogja yang antum gembar gemborkan antum tulis kesesatan ldii trus di kasih masyaikh dan tunggu fatwa dari beliau apa jawabanya trus di sebarkan kepada para jokam..
ANDA BERANI MENERIMA TANTANGAN INI???

Anonim mengatakan...

CUMA SYAIH BAZMUL??? segitu banyak ustadz di indonesia yang sudah memperingati kesesatan ldii, syekh bazmul lebih berkepentingan lagi sebab buku karangan dia di selewengkan oleh org ldii.
dan dia adalah pengajar di ummul quro tempat kholil dkk belajar jadi wajar dong gak mo namanya dan tempat mengajarnya diselewengkan buat kesesatan

Anonim mengatakan...

oke tantangan berikutnya:

UNDANG SALAH SATU MASYAIKH DI UMMUL QURO UNTUK TABLIGH AKBAR DI MINHAJURROSYIDIN,atau DIADAKAN DAUROH DI PONPES LDII
setelah dauroh di JOJGA berani gak ??

Anonim mengatakan...

orang bodoh spt abu hasadd ini gak bakal bisa dan tak akan mungkin menerima tantangan diatas!!!!

Anonim mengatakan...

segitu doang pembelaan antum thd LDII??? ayo kita liat kopi paste apalagi yang antum tampilkan???
atau antum akan ganti nama???

Anonim mengatakan...

atau begini aja... antum sebutkan/buat daftar masyaikh yang mentahdzir& mendukung IHYA TUROTS kemudian dikasih tau ttg ldii,akidah,akhlak,cara beragama terus antum posting di situs ini mampu gak?? itu jawaban dari pernyataan antum; TOLONG TULIS SYAIKH SIAPA YG MENTAHDIR LDII,CUMA SYAIH BAZMUL AKHI

Anonim mengatakan...

emang bener jokam itu ilmunya cuman kopi paste doang
di sini mencatat
klo katak dalam tempurung itu merasa dirinya yang paling hebat

Anonim mengatakan...

mana jawaban sesat mana LDII DG IHYA TUROTS??

JAWAB!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Anonim mengatakan...

SAKSIKAN SAUDARAKU SEMUA!!!!
ternyata cuman segitu aja si abu hasadd mengkopi paste ttg ihya turot dan kita lihat pembelaanya thd LDII dari sini kita bisa tarik benang merah bahwa para JOKAM itu akan membela mati-matian akidah sesatnya
jadi kalo nanti dia membuat postingan lagi tinggal di tanya aja pertanyaan di atas yah...

sayonara, adios amigos
sudah malem lanjut lagi nanti yah abu hasadd

PENGURUS mengatakan...

abu hasad gak beres

ldii apa lagi!!! jauh gak beresnya.!

malam ini jama'ah yg dulu dah 29 tahun di ldii gak boleh baca2 kitab ahlussunnah sekarang sudah ikut taklim di Masjid almutaqin.
Utsulusalatsah (tiga landasan utama)
yg kitab ini tdk pernah di kaji di ldii, ldii ngaku2 nya saja dekat mengikuti ulama sunnah mujadid Islam Muhammad bin Abdul Wahab, tetapi tdk satupun kitab nya di pelajari.

islam jamaah gak benar...!

Anonim mengatakan...

wah.., forum ini meriah juga ya...
mantab!!!

abu turob' mengatakan...

malam ini jama'ah yg dulu dah 29 tahun di ldii gak boleh baca2 kitab ahlussunnah sekarang sudah ikut taklim di Masjid almutaqin.

___________________________________

tanggapan saya:

jangankan 29 tahun, seandainya dulu saya boleh baca2 kitab2 ahlussunnah,
ooooo... 1 bulan atau kurang saya sudah good bye ldii....

dulu kita sama2 nurut spt di sihir oleh Madhel group dg subhat yg mengatasnamakan QURAN HADITS.

ternyata hadits laa islama ila bijama'ah imroh beat toat.
(hadits andalan ldii) adalah hadits palsu!!!

peh peh peh... seandainya aku tahu dari dulu...
good bye ldii...
good bye...

abu hasann mengatakan...

ah keliatan pembelaanya sama ldii khan...
lagi pula siapa yang memecah belah dakwah salafiyah?? itukan cuman perasaan antum,kopi paste antum aja yang merasa dakwah LDII GAK berkembang sejak ada dakwah SALAFY

jwb;yg bilang MASYAIKH SALAH SATUNYA SYAIKH ROBI'
BUKA WWW.SALAFY.OR.ID

klo antum berani waktu ada dauroh di jogja yang antum gembar gemborkan antum tulis kesesatan ldii trus di kasih masyaikh dan tunggu fatwa dari beliau apa jawabanya trus di sebarkan kepada para jokam..
ANDA BERANI MENERIMA TANTANGAN INI???

INI YG ANA TUNGGU2 DARI DULU KAN ANA YG KASIH TANTANGAN

OBYEKTIF AKHI ,ANTUM MESKI SIAP KLO ANA JUGA TANYA DG BUKTI2 KESESATAN IHYA UT TURATS DAN UST2-nya [abdul hakim]

ANA TANTANG BERANI TDK USTAD ABDUL HAKIM DAN YASID JW DATANG DI JOGYA ?

KLO KESESATAN LDII ANA SIAP ,KRN ANA SDH TDK ADA HUB DG LDII

ANA TGG2 TANTANGAN ANTUM AKHI!

Anonim mengatakan...

@ abu hasadadiyah
OBYEKTIF AKHI ,ANTUM MESKI SIAP KLO ANA JUGA TANYA DG BUKTI2 KESESATAN IHYA UT TURATS DAN UST2-nya [abdul hakim]

ANA TANTANG BERANI TDK USTAD ABDUL HAKIM DAN YASID JW DATANG DI JOGYA

ana tanya kesesatan UST AH
ust yazid itu apa dan bagaimana??
antum dari dulu cuma bilang sesat sesat tapi gak pernah kasih tau sesatnya dimana....
lebih sesat mana dg LDII???

KLO KESESATAN LDII ANA SIAP ,KRN ANA SDH TDK ADA HUB DG LDII
siap yang mana??? forum ini sudah menanti lho jawaban antum

Anonim mengatakan...

bosen deh komentar nya abu hasad...

Anonim mengatakan...

mana jawaban kesesatan para ustad yang anda sebut sesat???
anda jangan cuma menuduh tanpa berikan bukti
mana jawaban ttg kesesatan ihya turots
apa kesesatan ldii yang sudah andA siapkan??

Anonim mengatakan...

kita disini menasehati jokam ldii berdasarkan dalil abu hasaddadiyah:
(( الدين النصيحة))
“Agama itu adalah nasehat”
(HR.Muslim dari Abu Ruqoyyah Tamim bin Aus Ad-Dari Radiyallahu ‘anhu ).
mana nasehat dia terhadap kesesatan ldii???
nonsen kata orang kulon
klo anda menasehatkan para ustadz yg bermuamalah dg ihya turots mana ?? gak ada satupun tulisan anda itu BERUPA NASEHAT
anda itu jahil murokab copas anda mengenai diri anda sendiri

Anonim mengatakan...

yg bilang MASYAIKH SALAH SATUNYA SYAIKH ROBI'
syaikh robi orang ldii???
syaikh robi yang mana?? pake dalil yang jelas dong!!!!

Anonim mengatakan...

dauroh di jogja yang antum gembar gemborkan antum tulis kesesatan ldii trus di kasih masyaikh dan tunggu fatwa dari beliau apa jawabanya trus di sebarkan kepada para jokam..
ANDA BERANI MENERIMA TANTANGAN INI

UNDANG SALAH SATU MASYAIKH DI UMMUL QURO UNTUK TABLIGH AKBAR DI MINHAJURROSYIDIN,atau DIADAKAN DAUROH DI PONPES LDII
setelah dauroh di JOJGA berani gak

ANA TANTANG BERANI TDK USTAD ABDUL HAKIM DAN YASID JW DATANG DI JOGYA ?

KLO KESESATAN LDII ANA SIAP ,KRN ANA SDH TDK ADA HUB DG LDII

ANA TGG2 TANTANGAN ANTUM AKHI!

liat jawaban dia..
kita disini nasehatin ldii di alihkan ke it,ust jw nantangin ustad sama forum ini !!!
apa gak keliatan bodoh??
klo nantangin jangan sama orang laen yg gak kenal tapi datengin sendiri klo gak mo di bilang bodoh dan pengecut.
sama aja ngasih undangan kawin ke tetangga gak tahu alamat sama namanya.
itukan kerjaan orang IDIOT

Anonim mengatakan...

mari kita bantah pemahaman si abu hasaddiyah dg ilmu serta pemahaman beragama yang baik niscaya akan terbongkar siapa dia

tidak akan bahagia kepada orang yang di dalam hatinya ada rasa dengki serta iri kepada ULAMA seperti abu hasad ini

karena pasti dia akan terhalang dari mendapatkan ilmu karena didalam hatinya yang kotor serta busuk terhadap ulama
dan kita lihat juga sampai mana "ilmu" dia dalam "berdakwah" ttg kesesatan LDII,IHYA TUROTS,USTAD2 yg dia bilang sesat
karena ALLAH MAHA TAHU ISI HATI ORANG
Ya Allah jauhkan kami dari rasa dengki dan iri hati,dari disesatkan dan menyesatkan,dari memfitnah dan difitnah, dari rasa sombong dan takabur,merasa diri mempunyai ilmu sedangkan yang lain bodoh,dari sifat sombong seperti IBLIS,dari mendzolimi dan didzolimi

Anonim mengatakan...

OBYEKTIF AKHI ,ANTUM MESKI SIAP KLO ANA JUGA TANYA DG BUKTI2 KESESATAN IHYA UT TURATS DAN UST2-nya [abdul hakim

kita tanya lagi;
lebih sesat mana KESESATAN IHYA UT TURATS DAN UST2-nya [abdul hakim
atau; nurhasan yang;
katanya imam nurhasan seorang yang punya karomah lubis,sampe bisa amar maaruf ama jin ratu pantai selatan
dulu waktu dimekkah, semua ulama ahlu sunnah diundang dalam suatu rumah. tiba-tiba rumah itu dikunci dari luar dan seluruh ulama mekah mati terbunuh. hanya pak nurhasanlah yang lolos, sehingga aku yakin bahwa jamaah 354 ini memang satu-satunya jalan tunggal masuk surga selamat dari neraka. karena semua ulama quran hadis sudah mati dan yang tersisa hanya pa nurhasan saja
1.dia bisa menghilang (waktu naik kapal petugasnya tidak ada yang tahu,soale gak mau bayar),
2.sakti bisa bermain-main ular (sekalian aja jadi penari ular), 3.bisa menggoreng jagung dengan surban (hemat BBM nih)
4. bisa amar ma'rufin nyi roro kidul (gurunya kali nyi roro kidul itu)
5. bisa nerawang masa depan
1. orang islam diluar golongannya itu adalah kafir dan ahlu neraka (secara pukul rata, tanpa imu dan bashiroh)
2 orang islam diluar golongannya amalannya baik yang wajib dan sunnah itu tai bonjrot dan sia-sia
3.siapa saja,tidak berbeat pada imamnya adalah mati jahiliyah dan masuk neraka
4.siapa saja yang keluar dari jamaah 354 dihukumi murtad

coba jelaskan di kitab mana dan ulama siapa yang mengatakan ust abd hakim sesat???
DAN COBA JAWAB APA YANG NURHASAN PERBUAT ITU KESESATAN APA BUKAN???

Anonim mengatakan...

@ abu hasadd ini nasihat syaikh rabi yang sering anda copy paste tulisannya menasihati anda dan para jokam lainnya

yang sedang dibicarakan itu seorang ulama senior yang dikenal sebagai pembela sunnah Rasulullah Shallallohu ‘alaihi wasallam, dan pembela manhaj salafi, semisal Syaikh Rabi’ Hafizhahullah Ta’ala

“Sungguh sebagian ulama telah menjelaskan kerusakan yang disebabkan oleh manusia yang fanatik kepada madzhab-madzhab atau golongan, di antaranya Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, beliau menjelaskan kerusakannya sebagai berikut.

[1]. Menentang nash yang kuat dari Al-Qur’an dan Sunnah, karena fanatik kepada golongan, dan kadangkala merasa cukup dengan pendapat saja.

[2]. Mengambil hadits lemah dan palsu sebagai dasar untuk mempertahankan pendapatnya, bahkan mereka berdusta dan berani membuat hadits untuk mendukung pendapatnya.

[3]. Mereka mendahulukan pendapat orang yang dianggap berilmu pada zaman sekarang dari pada ilmu ulama salafush shalih.

[4]. Terjerat oleh pendapat perorangan, dan tidak mau mengambil ilmu atau kebenaran madzhab yang lain, tidak mau membaca nasehat ulama, dikarenakan fanatik kepada pemimpinnya

[5]. Umumnya ketetapan atau anggaran dasar setiap golongan sunyi dari dalil syar’i bahkan membecinya.

[6]. Tersebarnya taqlid, jumud dan tertutupnya pintu ijtihad.
November 29, 2010

Anonim mengatakan...

@ abu hasad perhatikan nasihat di bawah ini;
Yahya bin aktsam rahimahulullah berkata:
Khalifah Harun Ar Rasyid berkata:
" Kedudukan apakah yang paling mulia ?
aku berkata: Kedudukan anda wahai Amirul Mukminin
dia berkata : Tahukah engkau siapa yang kedudukanya lebih mulia dari aku?
...aku berkata: aku tidak tahu
dia berkata : Tapi aku mengetahuinya; dia adalah orang yang berada di suatu majelis & berkata Si Fulan memberitahukan dari Si Fulan dari Si Fulan, lalu berkata: Rasulullah shalallahu'alaihi wassalam bersabda.
aku berkata: Wahai Amirul Mukminin! Bagaimanakah dia lebih baik dari anda, Sedangkan anda anak paman Rasulullah shalallahu 'alaihi wassalam dan pemimpin kaum muslimin?
dia berkata : Ya, celaka engkau, dia lebih baik dariku karena namanya disebut beserta nama Rasulullah shalallahu'alaihi wassalam.
Maka dia tidak mati selamanya. sedangkan kita mati & binasa. sedangkan ulama selalu ada ( dikenang) sepanjang masa. (Syarofu Ashabil Hadits:219

perhatikan kutipan yang paling bawah!!!!!!!!!
anda akan MATI!!!!!
sedangkan ulama yang anda tuduh sesat dan ilmunya akan di kenang sepanjang masa sampai hari kiamat

Anonim mengatakan...

kita nasihati abu hasann & jokam lainnya
dg ayat Alqur'an agar mereka membaca dan mentadaburi ayat ini:
Katakanlah , "Wahai Tuhan pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh..., Engkau Maha-Kuasa atas segala sesuatu. (Ali Imran : 26)
dan hadist Rasulullah SAW yg di copas abu hasann
(( الدين النصيحة))
“Agama itu adalah nasehat”
(HR.Muslim dari Abu Ruqoyyah Tamim bin Aus Ad-Dari Radiyallahu ‘anhu ).

Anonim mengatakan...

kita lihat perkataan ulama ttg ahli bid'ah khusus nya disini adalah LDII dan abu HASADD

“Perumpamaan ahli bid’ah itu seperti kalajengking, mereka menyembunyikan kepala dan badan mereka di dalam tanah dan mengeluarkan ekornya maka jika mereka telah mantap dengan posisinya maka mereka menyengat mangsanya. Demikian pula ahli bid’ah, mereka menyembunyikan bid’ah di tengah-tengah manusia lalu apabila mereka te...lah mantap dengan kedudukannya mereka sampaikan apa yang mereka inginkan.” (Thabaqat Hanabilah 2/44)

Anonim mengatakan...

@ abu hasadd pernah sampai kepada antum hadist NABI ttg ni??
disini kita menasehati LDII, mebuka kesesatan mereka.
dimana nasehat antum ttg ldii???
Demikian pula, buruk sangka dan mencari-cari kesalahan saudaranya merupakan perbuatan yang merusak ukhuwah islamiyah. Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda, “Jauhilah oleh kalian prasangka, sesungguhnya prasangka itu adalah ucapan yang paling dusta. Janganlah kalian saling mencari-cari aib dan saling memata-matai, jangan saling berlomba demi menjatuhkan, jangan saling dengki, jangan saling benci, dan jangan saling membelakangi. Jadilah kalian wahai hamba-hamba Allah, sebagai orang-orang yang bersaudara.” (HR. Bukhari dalam Kitab Adab [6066] dan Muslim dalam Kitab Al-Birr wa Shilah wal Adab [2563]).

Muslim yang satu dengan muslim yang lain adalah terjaga darah, harta, dan kehormatannya. Dia tidak boleh dibunuh, diambil hartanya, ataupun dijatuhkan kehormatannya. Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain. Tidak boleh menzaliminya, tidak boleh menelantarkannya, dan tidak boleh merendahkannya. Ketakwaan itu letaknya di sini.” Seraya beliau mengisyaratkan ke dadanya sebanyak tiga kali. ”Cukuplah sebagai keburukan apabila dia merendahkan seorang saudaranya sesama muslim. Setiap muslim yang satu dengan muslim yang lain adalah haram darah, harta, dan kehormatannya.” (HR. Muslim dalam Kitab Al-Birr wa Shilah wal Adab [2564]).

Maka sungguh merugilah orang yang telah menumpahkan darah saudaranya tanpa haq, mengambil hartanya tanpa haq, dan menodai kehormatannya tanpa haq. Semoga Allah melindungi kita darinya. Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Tahukah kaliansiapakah orang yang bangkrut?”. Para sahabat menjawab, “Orang yang bangkrut dalam pandangan kami adalah orang yang tidak punya dirham dan tidak punya perhiasan.” Maka Nabi bersabda, “Orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang pada hari kiamat nanti datang dengan pahala shalat, puasa, dan zakat. Namun dia telah mencela orang yang ini, menuduh orang yang itu, memakan harta orang lain, menumpahkan darah orang lain, dan memukul orang lain. Maka sebagian pahala kebaikannya pun diberikan kepada orang yang ini, sedangkan orang yang lainnya juga diberikan pahala kebaikan-kebaikannya. Apabila pahala amal kebaikannya sudah habis sebelum semua dosanya terbalaskan, maka dosa-dosa mereka pun diambil dan ditimpakan kepadanya sampai akhirnya dia pun dilemparkan ke dalam neraka.” (HR. Muslim [dalam Kitab Al-Birr wa Shilah wal Adab [2581]).

Razaqaniyallahu wa iyyakum ‘ilman naafi’an wa’amalan mutaqabbalan. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala aalihi wa shahbihi wa sallam. Walhamdulillaahi Rabbil ‘alamiin.

Anonim mengatakan...

NASIHAT BUAT LDII teruntuk khusus buat ulamanya yaitu abu hasann
Hanya Ulama Yang Berhak Berbicara Masalah Fitnah


Pertanyaan :



كيف نفرق بين السكوت عن الفتن المذموم وبين عدم الخوض فيها المحمود؟



Bagaimana cara kita membedakan antara tercelanya bersikap diam terhadap fitnah dengan terpujinya sikap tidak menceburkan diri ke dalam fitnah?



Jawaban :



Al-‘Allâmah Shâlih Fauzân al-Fauzân menjawab :



الفتن لا يتكلم فيها الا أهل العلم والبصيرة، ما الكل يتكلم فيها. إذا تكلم الجهال في الفتن زادت الفتن؛ أما إذا تكلم العلماء فيها وبينوها فإنها تطفأ بإذن الله. فالفتن ما يتكلم فيها كل أحد وإنما يتكلم فيها أهل العلم وأهل البصيرة الذين يعرفون الحق من الباطل ويعرفون كيف يتكلمون. ما يخوض كل واحد في الفتن ويتكلم ويفتي ويقول .. نعم



Tidak ada seorang pun yang berhak berbicara masalah fitnah kecuali hanya ulama dan ahli bashiroh. Tidak setiap orang boleh berbicara tentangnya. Apabila orang jâhil (bodoh) ikut berbicara masalah fitnah, maka akan malah semakin menambah fitnah. Adapun jika yang berbicara dan menjelaskannya adalah para ulama, maka hal ini sesungguhnya dapat memadamkan fitnah tersebut dengan izin Alloh.



Jadi, masalah fitnah, tidak boleh setiap orang berbicara tentangnya. Yang boleh hanyalah ahli ilmu dan bashiroh, yang mana mereka dapat mengetahui kebenaran dari kebatilan, dan mengetahui bagaimana seharusnya mereka berbicara. Tidak boleh setiap orang menceburkan diri, berbicara, berfatwa dan berpendapat tentang masalah fitnah… iya



Download >>> http://abusalma.net/wp-content/uploads/Masail%20fitan%20lil%20Fauzan.rm



======



Sumber: http://abusalma.net/?p=1166

Anonim mengatakan...

nasihat buat abu hasann dan para jokam ldii:
Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin berkata di dalam Majmû’ Fatawa wa Rosâ`il al-‘Utsaimîn (26/90-92) :

“Sesungguhnya, wajib bagi para penuntut ilmu untuk menghormati dan memuliakan para ulama, bersikap lapang dada terhadap perselisihan yang terjadi diantara mereka dan selainnya, serta memberikan udzur terhadap mereka yang melakukan kekeliruan di dalam keyakinan mereka. Ini adalah suatu perkara yang sangat penting, karena ada sejumlah orang yang gemar mencari-cari kesalahan orang lain dan menjadikannya sebagai suatu hal yang tidak pantas terhadap mereka serta memburukkan citra mereka di hadapan manusia. Ini adalah kesalahan yang sangat besar.

Jika menggunjing (meng-ghibah) orang awam saja termasuk dosa besar , apalagi menggunjing ulama, maka lebih besar dan besar lagi dosanya. Karena, menggunjing ulama bahayanya tidak hanya terbatas pada si ulama tersebut saja, namun juga terhadap ilmu syar’i yang dibawanya.

Apabila manusia mulai merendahkan seorang ulama, atau jatuh martabatnya di mata mereka, maka akan jatuh pula ilmu yang diembannya. Apabila yang dikatakan oleh si ulama tersebut adalah kebenaran dan ia menyeru kepada kebenaran, maka sesungguhnya orang yang melakukan ghibah terhadap si ulama ini akan menjadi penghalang antara manusia dengan ilmu yang syar’i (yang diemban ulama tersebut). Hal ini bahayanya sangat besar dan dahsyat.”

Anonim mengatakan...

Saya (Syaikh Abul ‘Abbas ‘Imad Thariq al-Iraqi) berkata : Sesungguhnya, wajib bagi para pemuda tersebut agar memahami bahwa perselisihan yang terjadi di tengah para ulama adalah berangkat di atas niat yang baik dan di atas ijtihad, serta memberikan udzur kepada mereka yang tersalah di dalamnya. Tidaklah mengapa berdiskusi dengan mereka (para ulama) tentang hal yang mereka yakini tersebut adalah sebuah kekeliruan, dalam rangka untuk menjelaskan apakah benar kekeliruan tersebut memang kekeliruan dari mereka ataukah dari ulama lain yang mengatakan bahwa mereka telah bersalah?! Karena terkadang, seseorang memahami gambaran bahwa ucapan si ulama tersebut keliru, namun setelah berdiskusi dengannya, maka menjadi jelaslah bahwa ucapannyalah yang benar. Sesungguhnya mereka adalah manusia biasa (yang bisa benar dan keliru, pent.). Nabi ‘Alaihi ash-Sholatu was Salam bersabda :

كل ابن آدم خطاء، وخير الخطائين التوابون

“Setiap anak keturunan Adam pasti melakukan kesalahan, dan sebaik-baik mereka yang melakukan kesalahan adalah mereka yang bertaubat.”

Adapun merasa senang dengan ketergelinciran dan kesalahan ulama, lalu memperburuk citra mereka di hadapan umat sehingga menimbulkan perpecahan, maka ini bukanlah termasuk thoriqoh (manhaj) salaf.

Demikian pula (menyikapi) kesalahan para penguasa, tidak boleh bagi kita menjadikan kesalahan mereka sebagai sarana untuk mencela mereka dalam segala hal dan mengabaikan kebaikan-kebaikan yang ada pada mereka. Karena Alloh Ta’ala berfirman di dalam kitab-Nya :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآَنُ قَوْمٍ عَلَى أَلَّا تَعْدِلُوا

““Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Alloh, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.”

Yaitu, janganlah dengan sebab kebencian terhadap suatu kaum menyebabkan kalian tidak adil, karena bersikap adil itu wajib. Untuk itu, tidaklah diperbolehkan bagi seseorang untuk menggunakan ketergelinciran penguasa, ulama atau selain mereka untuk memburukkan citra mereka di hadapan manusia, kemudian mengabaikan kebaikan-kebaikan mereka, karena sesungguhnya hal ini bukanlah termasuk sikap adil.

Coba bayangkan apabila hal ini terjadi kepada Anda. Sekiranya ada seseorang yang berbuat lancang kepada Anda, dia menyebarkan kesalahan dan keburukan Anda serta menyembunyikan kebaikan dan kebenaran yang ada pada Anda, maka pasti lah Anda akan menganggapnya sebagai perbuatan kriminal/kejahatan terhadap diri Anda. Apabila Anda melihat bahwa hal seperti ini ada pada diri Anda, maka seharusnya Anda juga wajib berempati kepada orang lain.

Seperti yang telah Saya sebutkan sebelumnya, bahwa solusi untuk menyelesaikan sesuatu yang Anda anggap salah, hendaknya Anda menghubungi orang yang Anda anggap keliru tersebut, kemudian Anda ajak dia berdiskusi sehingga menjadi terang bagaimana sikap (yang benar) setelah diskusi. Betapa banyak orang yang setelah berdiskusi, dia rujuk dari pendapatnya kepada pendapat yang lebih benar, yang acap kali kita duga (pendapat tersebut) yang salah. Karena seorang mukmin yang satu dengan mukmin yang lainnya itu bagaikan satu bangunan yang saling menguatkan satu dengan lainnya.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

من أحب أن يزحزح عن النار ويدخل الجنة فلتأته منيته وهو يؤمن بالله واليوم الآخر، وليأت إلى الناس ما يحب أن يؤتى إليه

“Barang siapa yang senang dirinya dijauhkan dari api neraka, dan dimasukkan ke dalam surga, hendaknya ia ketika wafatnya dalam keadaan beriman kepada Alloh dan hari akhir. Serta hendaknya ia memperlakukan orang lain dengan perilaku yang ia suka untuk diperlakukan dengannya.” Dan yang dimaksud adalah perilaku adil dan istiqomah.

Sumber : Makalah berjudul “الفرح بزلة العالم وإشاعتها ليس من طريقة السلف , والسكوت عن حسناتهم ليس من العدل” (http://kulalsalafiyeen.com/vb)

Anonim mengatakan...

bwt org LDII pengikut nurhasan yang mengaku sakti mandraguna/dukun
pernah denger hadist ini...

Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab 'Shahih Muslim', bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : 'Barangsiapa mendatangi 'arraaf' (tukang ramal)) kepadanya, tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari."



"Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda:'Barangsiapa yang mendatangi kahin (dukun)) dan membenarkan apa yang ia katakan, sungguh ia telah kafir terhadap apa yang diturunkan kepada Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam." (HR. Abu Daud).



Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata: “Apabila kalian melihat seseorang berjalan diatas air atau dapat terbang di udara, maka janganlah mempercayainya dan tertipu dengannya sampai kalian mengetahui bagaimana dia dalam mengikuti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam. Jika amalannya sesuai as sunnah, maka ia wali Allah, namun jika amalannya tidak sesuai dengan as sunnah, maka ia adalah wali syaithan”. [A’lamus Sunnah Al Manshurah hal. 193].

Anonim mengatakan...

salafi:
http://sosbud.kompasiana.com/2010/11/25/mengenal-komunitas-salafi/

ana_muslim mengatakan...

Saya usul pada mas abu hudzaifah / abu hasan as sundawi / rik rik aulia rohman / abu najam / aabu fadhilah.

Berikan ruang coment di tulisan2 kalian ( hijrah354, rumahkuindah, dll nya)

Seperti di blog ini, sehingga bila ada yang ingin mengoreksi / mengklarifikasi bisa langsung dilihat, dan bagi yang membaca bisa menilai keobyektifan dari sebuah tulisan.

antoni mengatakan...

saya lebih suka di sini saja kita berargument.

saya dah cocok dg forum ini.

o... iya, satu lagi saudara2,,.. daerah saya ada yg ruju, plus keluarga dan anak2nya yg 30orang,.

sbaiknya imam daerahnya di pecat sahaja, karena kagak becus ngurusi jama'ahnya,

wakilnya lebih berambisi tuuh..
(mau phanter daerah) hehehe...

Anonim mengatakan...

kalau saya boleh usul, gaji wakil empat di naik kan.., (curhat naik gaji)
BEGINI PEMBAGIANNYA:
hail infak perbulan barat/timur:
50% >>> imam pusat (keluarganya)
25% >>> wakil 4 (8 orang)
15% >>> imam2 daerah & ulama 100
10% >>> mubalerg2 daerah, desa, kel.

apakah saudara islam jama'ah ada usul slain saya usulkan?

NB:
HASIL INFAK 20 MILARD RUPIAH / BULAN (sumber terpercaya)

* jadi utk mubaleeek semua dapat 10% yaitu 2 milyard rupiah!

Anonim mengatakan...

JOKAM la yang pantas disebut salafy: orng salafy mengtakan bahwa nseht ba'da jum'at adalah bid'a ,padhal nseht adlah suatu perintah yang sdah ada dlm Al-quran surat adz dzariyat ayat 55 (Dan tetaplah mberi peringatan, krna sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang yang beriman).mrka belum mengerti makna bid'a yang sebenarnya.kasian slalu mem...bid'ahkan Jokam,ya Alloh berilah mereka hidayah agar bisa masuk surgaMU dengan slamt,,amiin
Lihat Selengkapnya
07 November 2010 jam 22:19
#
JOKAM la yang pantas disebut salafy tidak ada yang perna mengatakan kalau tidak ikutt mendengarkan nasehat itu tidak afdhol n yang tidak ikut nasehat berarti dia lari dari toat,,,yang ada (sholat jumat telah selsai bagi yang punya kesempatan silahkan untuk mendengarkan nasehat namun bagi yang masih mempunyai tugas dipersillakan kembali kerja)
12 November 2010 jam 9:01 ·
#
Ielho Ririrereroro Lovedramakorean
gw sebagai anak LDII
pendiri penerus LDII
separuh nafas dan darah kami mengalir hanya kepada.x
sy tidak rela jokam disebut sebagai salafi
dan orang yang berkata demikian hanya iri kepada.x
...
ASTAGFIRULLOHLihat Selengkapnya
20 Desember 2010 jam 18:43 · 1 orangMemuat... ·
#
JOKAM la yang pantas disebut salafy Ielho km jgn slh paham,tntng nama akunt ini jokam la yg pnts disbt salafi,bkn brarti LDII adalah SALAFI,akn ttp LDII la yg prtma kali menerapkan kbnaran islam diindonesia,km tahu apa arti salafi?salafi adlh org yg mgamalkan islam yg brpatokan kpd ulama trdahulu,yg trus brsmbng hingga kepemimpinx skrg,yg tidak dicmpuri dgn bid'a kurafat n tahayul,na oleh krna itu hanya ldii yg smpai skrg msh memurnikan agama,mk yg pnts disbt salafi adalah jokam,paham anda?jgn suuzon dulu oke
26 Desember 2010 jam 14:06 melalui Facebook Seluler · 1 orangMemuat... ·
#
Ielho Ririrereroro Lovedramakorean Ajzkh mas.!
26 Desember 2010 jam 17:05 melalui Facebook Seluler ·
#
Wong Cilik Wong Ndeso siiip
Kamis pukul 15:59 ·
#
Iwan Nice
ane setuju dengan kamu, Ielho Ririrereroro Lovedramakorean...

Ielho Ririrereroro Lovedramakorean wrote :
"..gw sebagai anak LDII
pendiri penerus LDII
...separuh nafas dan darah kami mengalir hanya kepada.x
sy tidak rela jokam disebut sebagai salafi
dan orang yang berkata demikian hanya iri kepada.x
...
ASTAGFIRULLOH.."Lihat Selengkapnya
6 jam yang lalu ·
#
Iwan Nice astagfirullohaladzim...
6 jam yang lalu ·

Anonim mengatakan...

ayo doong eks jokam buat tantangan berhadiah spt MANTAN PENDETA BUAT BUKU MUSTAHIL KRISTEN BISA MENJAWAB dg hadiah 1 buah mobil bmw+1o juta, kemudian dijawab dg buku;Siapa Bilang Kristen Tidak Bisa Menjawab?” berhadiah pesawat Boeing 747. buat memperlihatkan kebenaran akidah mereka.
pertanyaannya;
1 ttg sanad yg org ldii agung2kan dimana adanya???
2.ayat alqur'an dan hadist nabi yg tegas ttg manqul
dll
berhadiah mobil phanter
ayo dukung pembuatan buku tsb....

Anonim mengatakan...

infak persenan = persembahan bulanan

surat taubat = pengakuan dosa

ritual kristen katholik

Anonim mengatakan...

kalo misa ada yang namanya kolekte, kantong ini diedarkan, jumlah uang yang kita beri tidak ditentukan(sukarela), uang yang terkumpul diserahkan ke pusat lalu baru dibagi lagi untuk biaya perawatan gereja, untuk biaya hidup pastur dan suster

namanya persembahan, biasanya orang kristen menganut "perpuluhan" yaitu sepersepuluh dari penghasilan kita serahkan kepada Tuhan, seperti katholik, gereja kristen juga mengumpulkan dan menyerahkan ke badan yang menaungi gereja kristen lalu dibagi lagi

mengakui 7 sakramen: baptis, ekaristi, krisma, tobat, perkawinan, imamat, dan perminyakan.

muncul hirarki2 (semacam susunan birokrasi) yg berpusat di Vatikan: Paus --> Kardinal --> Uskup --> Pastur (singkatnya begitu)

JOKAM SALAFI SEJATI mengatakan...

Anonim berkata...
kalau saya boleh usul, gaji wakil empat di naik kan.., (curhat naik gaji)
BEGINI PEMBAGIANNYA:
hail infak perbulan barat/timur:
50% >>> imam pusat (keluarganya)
25% >>> wakil 4 (8 orang)
15% >>> imam2 daerah & ulama 100
10% >>> mubalerg2 daerah, desa, kel.

apakah saudara islam jama'ah ada usul slain saya usulkan?

NB:
HASIL INFAK 20 MILARD RUPIAH / BULAN (sumber terpercaya)

* jadi utk mubaleeek semua dapat 10% yaitu 2 milyard rupiah!

Januari 22, 2011

Aku nggak setuju , kurang adil ....
lebih baik dibagi rata 25 %-nan , semua kan punya andil yang sama .


salam-salam
JOKAM ( SALAFI SEJATI )

GENTA SYAIKH YAHYA mengatakan...

Bismillaahirrahmaanirraahiim.
Gerakan bertanya kepada as-Syaikh al-Allamah as-Salafy Yahya bin Utsman al-Mudarris bil Harom al-Makkiy as-Syarif.

Alhamdulillah, telah semakin jelas kesesatan Jamaah 354 melalui fatwa as-Syaikh (Profesor) ad-Duktur Muhammad bin Umar Bazmul, seorang ulama besar Mekkah sekaligus guru besar di Universitas Ummul Quro Mekkah yang merupakan guru dari pakubumi kholil dan pakubumi aziz.

Selanjutnya, kami serukan kepada semua anggota (rokyah) Jamaah 354 untuk melakukan sebuah gerakan besar bertajuk GENTA SYAIKH YAHYA yaitu sebuah gerakan bertanya langsung kepada Syaikh Yahya bin Utsman yang merupakan jalur isnad Jamaah 354 saat ini. Gerakan amar makruf nahi munkar ini untuk mempertegas dan memperkuat fatwa sesat terhadap Jamaah 354 dari Syaikh Muhammad Bazmul.

Kami sarankan agar gerakan perbaikan yang kritis ini (GENTA SYAIKH YAHYA) tidak melibatkan petinggi-petinggi Jamaah 354 yang berpotensi tidak jujur terbuka dalam bentuk pertanyaan yang diajukan kepada Syaikh Yahya atau bahkan mereka akan mencegah keras gerakan ini.

Bertanyalah langsung kepada Syaikh Yahya tentang keimaman (baiat) 354, aqidah takfir 354, infaq rizki 10 % dan perkara lainnya yang menjadi keresahan internal Jamaah 354 saat ini. Antum bisa titip pertanyaan kepada siapa saja yang terpercaya yang akan berangkat ke Mekkah atau yang sedang berada di sana. Seandainya antum mampu mendatangkan Syaikh Yahya maka insyaAllah itu jauh lebih baik.

Teknisnya sebaiknya dengan video camera berkualitas dan voice recorder sehingga akan terlihat dan terdengar dengan jelas semua bentuk pertanyaan dan jawaban dari Syaikh Yahya. Jauh lebih baik lagi bila mendapat fatwa tertulis dan tertanda tangan beliau. Beliau Syaikh Yahya hampir setiap malam mengajar di Masjidil Harom sehingga akan sangat mudah menemui beliau di sana, insyaAllah.

Selanjutnya, silakan fatwa Syaikh Yahya tersebut di upload ke internet dan di print beserta terjemahannya dalam bentuk selebaran untuk disebarluaskan ke kaum muslimin di Indonesia termasuk MUI dan yang paling penting kepada semua rokyah jamaah 354 di seluruh Indonesia dan di luar negri.

Amal sholeh GENTA SYAIKH YAHYA ini diniati karena Alloh
Semoga menjadi perantara hidayah bagi antum semua Jamaah 354.
Baarokallohu fiykum.

Jum’at 24 Muharram 1432 H
muhammad(dot)jkt(at)gmail(dot)com

Anonim mengatakan...

mas...mass.....sampeyan kalau mempelajari LDII jangan cuma sampul atau perkataan "petinggi" LDII. cobalah berfikir hakekat....mengapa dan kenapa alasanya....kalau ust yahya jawab begitu ya bener aja. yang anda tanyakan sampulnya.Kalau saikh yahya orang Indonesia dan Hidup di Indonesia tahu bener...tentu akan salah pendapat anda.....
saikh itu orang bijak. pertanyaan anda itu sifatnya profokasi...mengadu domba.......sama sekali hanya berfikir salah bener kayak pasang baut 17 lanangan dan wedokan harus pas. anda tak berfikir banyak solusi...ini bukan berfikir bid'ah, namun ingat sekali lagi ingat ...MELANCARKAN IBADAH......dan itu sukses.semua diniati Karena Allah.bukan seperti anda katakan Bandot ? hehehehehheee lucu sekali. anda ini. segitu dulu lah.....dari 354.

Anonim mengatakan...

SIAPA BILANG INFAQ PERSENAN TIDAK ADA DALIL YANG SHARIH ????

BARANG SIAPA YANG MENUDUH BEGITU BERARTI DIA BELUM BANYAK BELAJAR TTG



alkitab disitu ditulis jelas:

Ulangan 14:22 "Haruslah engkau benar-benar mempersembahkan sepersepuluh dari seluruh hasil benih yang tumbuh di ladangmu, tahun demi tahun.
Ulangan 14:23 Di hadapan TUHAN, Allahmu, di tempat yang akan dipilih-Nya untuk membuat nama-Nya diam di sana, haruslah engkau memakan persembahan persepuluhan dari gandummu, dari anggurmu dan minyakmu, ataupun dari anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu, supaya engkau belajar untuk selalu takut akan TUHAN, Allahmu.
Ulangan 14:24 Apabila, dalam hal engkau diberkati TUHAN, Allahmu, jalan itu terlalu jauh bagimu, sehingga engkau tidak dapat mengangkutnya, karena tempat yang akan dipilih TUHAN untuk menegakkan nama-Nya di sana terlalu jauh dari tempatmu,
Ulangan 14:25 maka haruslah engkau menguangkannya dan membawa uang itu dalam bungkusan dan pergi ke tempat yang akan dipilih TUHAN, Allahmu,

Anonim mengatakan...

ini juga dalil buat surat taubat.
bagi yang bilang ajaran LDII gak ada dalilnya MOHON DENGAN SANGAT UNTUK KEMBALI MEMPELAJARI alkitab!!!

kok jadi ajaran kristen yah yang di ambil??

QUR'AN HADIST nya mana????


Rekonsiliasi

Sakramen rekonsiliasi adalah yang pertama dari kedua sakramen penyembuhan, dan juga disebut Sakramen Pengakuan Dosa, Sakramen Tobat, dan Sakramen Pengampunan(KGK 1423–1424). Sakramen ini adalah sakramen penyembuhan rohani dari seseorang yang telah dibaptis yang terjauhkan dari Allah karena telah berbuat dosa. Sakramen ini memiliki empat unsur: penyesalan si peniten (si pengaku dosa) atas dosanya (tanpa hal ini ritus rekonsiliasi akan sia-sia), pengakuan kepada seorang imam (boleh saja secara spirutual akan bermanfaat bagi seseorang untuk mengaku dosa kepada yang lain, akan tetapi hanya imam yang memiliki kuasa untuk melayankan sakramen ini), absolusi (pengampunan) oleh imam, dan penyilihan.

"Banyak dosa yang merugikan sesama. Seseorang harus melakukan melakukan apa yang mungkin dilakukannya guna memperbaiki kerusakan yang telah terjadi (misalnya, mengembalikan barang yang telah dicuri, memulihkan nama baik seseorang yang telah difitnah, memberi ganti rugi kepada pihak yang telah dirugikan). Keadilan yang sederhana pun menuntut yang sama. Akan tetapi dosa juga merusak dan melemahkan si pendosa sendiri, serta hubungannya dengan Allah dan sesama. Si pendosa yang bangkit dari dosa tetap harus memulihkan sepenuhnya kesehatan rohaninya dengan melakukan lagi sesuatu untuk memperbaiki kesalahannya: dia harus 'melakukan silih bagi' atau 'memperbaiki kerusakan akibat' dosa-dosanya. Penyilihan ini juga disebut 'penitensi'" (KGK 1459). Pada awal abad-abad Kekristenan, unsur penyilihan ini sangat berat dan umumnya mendahului absolusi, namun sekarang ini biasanya melibatkan suatu tugas sederhana yang harus dilaksanakan oleh si peniten, untuk melakukan beberapa perbaikan dan sebagai suatu sarana pengobatan untuk menghadapi pencobaan selanjutnya.

Imam yang bersangkutan terikat oleh "meterai pengakuan dosa", yang tak boleh dirusak. "Oleh karena itu, benar-benar salah bila seorang konfesor (pendengar pengakuan) dengan cara apapun mengkhianati peniten, untuk alasan apapun, baik dengan perkataan maupun dengan jalan lain" (kanon 983 dalam Hukum Kanonik). Seorang konfesor yang secara langsung merusak meterai sakramental tersebut otomatis dikenai ekskomunikasi (hukuman pengucilan) yang hanya dapat dicabut oleh Tahta Suci (kanon 1388).

anas_abdillah mengatakan...

Kalau kalian batalkan kaeimaman seseorang karena kesalahan ijtihad, tentu kalian akan membatalkan lebih dulu keimaman yang kalian anggap karena kefatalannya dalam mengistimbatkan hukum ke hukum jahiliah.

Misal menurut kalian ijtihad IR itu Bid'ah, maka kalian tentunya akan batalkan itu PPh, PPn, Pajak Bumi&lautan, pajak kendaraan, dll.

Misal kalian berkelit kita tdk boleh membatalkan keimamannya karena kesalahan Pajaknya. Ya tentu kita juga berprinsip yang sama.Karena seandainya secara kaidah ushul fiqih Ijtihad IR itu salah, ya kita tidak serta merta membatalkan Keimamannya.

Sudah sama2 kita ketahui bahwa selagi MASIH MUSLIM kita tetap taat pd yang maruf walaupun FAJIR.

Nah permasalahannya adalah perbedaan Melihat MASIH MUSLIM inilah yang pangkal perbedaan kita.
Bagi kami Islam itu dimulai dari SYAHADAT (dan makna Syahadat inipun harus kita ketahui &kita pelajari akan makna dan konsquensinya).
Sehingga kita didalam merealisasikannya harus tahu betul tuntutan dari SYAHADAT itu sendiri.Kalian kan tahu kenapa ulama' HAROMAIN mengistilahkan AJHALU MIN ABI JAHLIN (lebih bodoh dari ABU JAHAL ).

Jadi merealisasikan SYAHADAT itu tidak semudah angan2 kalian,yang penting sudah melafalkan itu tetep MUSLIM.Ini kesalahan BESAR,bagaimana masih MUSLIM bila seseorang telah bersyahadat kemudian tidak mau mencari tahu bagaimana cara merealisasikan (Mengaji), sehingga meninggalkan yang MA'RUF (sprti solat, puasa, Memurnikan) dan mengerjakan yang MUNKAR ( minum arak, zina, syirik, makan riba).

Sama2 kita ketahui bahwa di Indonesia pada umumnya,sudah terbentuk pemahaman bahwa SYAHADAT itu hanya menuntut pengakuan bahwa ALLOH itu TUHAN (tauhid RUBUBIYAH, pengakuan ini selamanya tidak memasukan seseorang dlm agama ISLAM), karena mereka memaknai ILAH dengan TUHAN.

Padahal SYAHADAT yang diserukan oleh Rosul mempunyai makna & konsquensi bahwa Tidak ada yang berhaq disembah kecuali Alloh.Ini menunjukan bila seseorang sudah melafalkan,dia harus berusaha meniadakan bentuk2 persembahan /peribadatan pada selain Alloh, kemudian dia akan berusaha menundukan diri dengan beribadah hanya pada Alloh.

Masalah ini tidak gampang, karena semua harus merujuk pada Alqur'an & Sunnah yang difahami oleh Sohabat (dlm istilah kami Manqul, Musnad , Mutashil).

Jadi mensyahadatkan itu selain MEMURNIKAN juga harus MEMPERIBADAHKAN.

Sangat fatal bila ada sesorang mengatakan " yang penting tidak Syirik maka ada harapan Surga.Kemudian dia membawa dalil Innalloha la yaghfiru dzunuba anyyusyrokabihi wayaghfiru ma duuna dzalika (Ssghnya Alloh tidak akan mengampuni dosa Syirik, tetapi Alloh akan mengampuni dosa SELAIN Syirik ).

Lihat kefatalan mereka memaknai DUUNA dengan SIWA (dibawah dengan selain). Kalau dimaknai selain tentu punya konotasi "yang penting selain syirik itu ada ampunan".Padahal bermakna dibawah ( maksudnya dosa yang dibawah tingkatan Dosa Syirik). Karena banyak dosa yang setingkat dengan syirik, bisa dari perbuatan, ucapan / lisan.Seperti orang mencela Alloh, Nabi,Ayat Alloh.Orang sujud pada kuburan wali.Atau orang ragu akan Alloh,Nabi Muhammad & kebenaran yang dibawa Nabi Muhammad.Maka itupun sudah membatalakan keISLAMANnya.

Kiranya itu yang bisa saya sampaikan, mari kita niati hati kita untuk selalu berharap Surga Alloh dan ingin terhindar dari Siksa Alloh, dengan mengamalkan perintah Alloh dengan sepenuh kemampuan & menjauhkan diri dari larangan Alloh.

Anonim mengatakan...

@anas_abdillah
kami taat kepada pemimpin dalam hal yang ma'ruf,
kami tidak mengkafirkan seorang muslim kecuali dia melakukan suatu tindakan yg membatalkan keislaman, atau telah ditegakan hujjah padanya,
hal ini berbeda sekali dg golongan kalian
disini kami menasihati golongan kalian,meluruskan pemahaman kalian,
walaupun kalian berdalil dg alqur'an dan hadist tapi itu semua dibawa kpd pemahaman kelompok kalian
anda dusta jika mengatakan;
Masalah ini tidak gampang, karena semua harus merujuk pada Alqur'an & Sunnah yang difahami oleh Sohabat (dlm istilah kami Manqul, Musnad , Mutashil).
kami belum pernah membaca dari kitab2 ulama ttg istilah manqul
coba
semua itu hanya di adakan dalam pemahaman beragama kalian

spt halnya infak persenan,surat taubat,mankul,taat yg berlebihan kpd amir2 kalian dan masih banyak lagi...
dan akan datang copas saya ttg menyerupai org kuffar

Anonim mengatakan...

Sabda beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam :
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka”
menunjukkan siapa saja yang berusaha meniru-niru/menyerupai seseorang, maka ia seperti orang yang ia serupai dalam keadaan dan tempat kembalinya.

Syaikhul-Islaam Ibnu Taimiyyah berkata :
هذا الحديث أقل أحواله أن يقتضي تحريم التشبه بأهل الكتاب، وإن كان ظاهره كفر المتشبه بهم....
“Minimal, hadits ini menetapkan adanya keharaman tasyabbuh kepada Ahlul-Kitaab, meskipun pada dhahirnya (dapat) mengkafirkan orang yang bertasyabbuh kepada mereka…”

Perbuatan tasyabbuh dapat terjadi dalam perkara-perkara hati seperti keyakinan (i’tiqad) dan kehendak; dan bisa juga dalam perkara-perkara lahiriyah seperti berbagai macam ibadah dan kebiasaan

Barangsiapa yang menyerupai orang-orang shaalih, maka orang itu pun shaalih dan akan dikumpulkan (kelak) bersama mereka. Dan begitu juga sebaliknya bagi orang yang menyerupai orang-orang kafir atau fasiq
Wallaahu a’lam bish-shawwaab

lebih lengkap di
abul-jauzaa.blogspot.com/2011/01/takhrij-hadits-barangsiapa-yang.html

Anonim mengatakan...

Pungutan dana yang sifatnya wajib memang tidak ada lagi bagi kaum muslimin selain dari zakat. Kalau Pemerintah RI memungut pajak, itu memang ada dalam hadits kalau akan ada penguasa yang memungut pajak dari rukyahnya. Rukyah diperintah untuk wajib sabar,mendengar dan taat pada penguasa dan tidak diperbolehkan untuk bughat dan menentang, karena bisa terjadi mudharat bagi banyak orang sebab penguasa mempunyai kekuatan untuk bersikap memaksa. Itu adalah tanggung jawab penguasa dihadapan Allah kelak

Tapi kalau Imamah 354 itu kan bukan penguasa, dan tak punya kuasa, jadi buat apa IR itu? Apalagi IR tidak pernah diaudit secara transparan hingga IR dan dana jamaah 354 rawan dikorupsi oleh orang-orang burengan sana (baca rezim 354). Jadi buat apa bayar IR, sudah tidak syar’I, dipungut oleh segelintir orang yang bukan penguasa dan rawan dikorupsi lagi. Masih banyak cara infak dan sodaqoh selain ke kantong pusat 354

Sekarang coba ente ngga bayar pajak, ente sendiri nanti yang kesusahan karena harus berhadapan dengan hukuman penguasa.

Pintu gerbang islam memang syahadat dan lalu harus melaksanakan syariat. Dan yang utama adalah tauhid dimana tauhid ini adalah misi utama setiap Rasul Allah
Nah kalo di 354 yang jadikan patokan itu apakah dia anggota 354 atau bukan? Berbeat pada imamnya atau tidak? Akhirnya yang dijadikan patokan sah keislaman adalah nilai hizbi. Setauhid apapun orang, setaqwa apapun seorang muslim, klo ngga beat pada imam 354 dan bukan anggota 354 oleh jamaah 354 dihukumi orang kafir. Ini dapat kita lihat dengan opini public dari jamaah 354 yang menilai bahwa orang yang keluar dari jamaah 354 adalah murtad .

Ya kita harus berjamaah, tapi Al Jamaah bukan dengan pengertian nurhasan dan kasmudi. Yang digariskan oleh nurhasan dan kasmudi itu bukan Al Jamaah tapi Al Hizby

Ya kita harus beimamah (sultan) dalam sebuah negeri, tapi bukan imamah bitonah, imamah hizbiyyah, imamah yang tidak masyur disebuah negeri, imamah yang tidak dikenal, bukan imamah abal-abal dinasti nurhasan dengan sang perdana menteri khayalan: kasmudi

Anonim mengatakan...

lihat saja menara emas di kediri. itu kan proyek mercu suar. dikala banyak dhuafa dan korban kasus maryoso, petinggi 354 malah bikin proyek kemewahan dan mubazir. lalu ditinjau dari aspek management building, menara proyek mecusuar itu akan membutuhkan dana yang sekian banyak untuk maintanancenya setiap bulannya. lagi-lagi uang pengikutnyalah yang dijadikan tumbal.nah pengikut 354 masih buta terhadap kejadian ini, mereka harus diinformasikan

Anonim mengatakan...

harus bangga mas satu2nya ponpes/ ormas islam yang mempunyai menara emas kan hanya LDII ya itulah hasil jerih payahnya para jamaah/rokyah yang menginfakkan 10%nya rezeki yang di dapat setiap bulanya walaupun banyak yang menuding infak %nan itu bid'ah tapi yang penting kan hasilnya biarpun banyak jamaah yang duafa' juga ngeluh dengan adanya tagihan infak % nan setiap bulan yang penting kan pusat hepy biarpun debleg jadi keset yang penting dadi jamaahe mbah nurhasan, pak dhohir, dan cak aziz sulton aulia kan pasti di jamin masuk surga selamat dari neraka ....lha pripun pokok'e pejah gesang surgo nroko nderek mbahe mawon

Anonim mengatakan...

pengikut 354 ngga sadar,ini semua memang permainan dan ambisi segelintir elitnya

Anonim mengatakan...

kita ambil pelajaran dari hadist NABI SAW;
” Juraij adalah seorang laki-laki ahli ibadah, ia jadikan suatu bangunan untuk beribadah. (suatu saat) ibunya mendatanginya sedangkan ia dalam keadaan shalat, ibunya berkata : “Wahai juraij !”, maka Juraij (bimbang) dan berkata : “Ya Allah (aku memenuhi panggilan) ibuku ataukah (aku meneruskan) shalatku ?” maka ia berketetapan meneruskan shalatnya, ibunyapun pergi. Keesokan hari ibunya mendatanginya lagi dan memanggilnya : “wahai juraij !”, maka Juraij (bimbang) dan berkata : “Ya Allah (aku memenuhi panggilan) ibuku ataukah (aku meneruskan) shalatku ?” maka ia berketetapan meneruskan shalatnya, Keesokan hari ibunya mendatanginya lagi, dan memanggilnya : “wahai juraij !”, maka Juraij (bimbang) dan berkata : “Ya Allah (aku memenuhi panggilan) ibuku ataukah (aku meneruskan) shalatku ?” maka ia berketetapan meneruskan shalatnya, maka ibunya (jengkel) dan berkata : “Ya Allah janganlah matikan anakku hingga ia melihat pelacur.” Adalah bani Israil membicarakan tentang Juraid dan ibadahnya, maka berkata seorang wanita pelacur yang cantik, : “jika kalian berkehendak, saya akan menggodanya”. Maka wanita tadi menggoda Juraid, akan tetapi Juraid tidak bergeming padanya, lalu wanita itu mendatangi penggembala yang berteduh di tempat peribadatan Juraij, hingga berzina dengannya. Kemudian hamillah wanita itu, maka tatkala melahirkan, ia berkata : “bayi ini anaknya Juraij”, maka merekapun segera meminta Juraij keluar, dan menghancurkan tempat peribadatan Juraij, serta memukulinya. Maka Juraij berkata : “Ada apa kalian ini ?” mereka berkata : “Engkau telah berzina dengan wanita pelacur hingga melahirkan bayi ! lalu Juraij berkata : “Dimana bayi itu ?” kemudian mereka mendatangkan bayi itu. Juraij berkata : “Biarkanlah aku shalat ! lalu Juraij shalat, tatkala selesai, ia datangi bayi itu dan ia tekan perutnya. Lalu ia bertanya (kepada bayi itu) : “Siapa ayahmu ?” bayi itu menjawab : “Fulan, seorang penggembala”. (setelah mendengar pekataan juraij ini) merekapun menghadap Juraij dan menciuminya serta mengusap-usapnya. Kemudian mereka berkata : “Kami akan membangun kembali tempat peribadatanmu dari emas”. Lalu Juraij berkata : “Tidak, kembalikan sebagaimana semula terbuat dari tanah”.

SUNNAH BANI ISRAL MEMBUAT TERMPAT PERIBADATAN DARI EMAS!!!!!
itulah jika beribadah tanpa ilmu..
seperti juraij dia itu ahli ibadah bukan ahli ilmu.jikalau dia punya ilmu pasti dia akan membatalkan sholat sunahnya dan menjawab panggilan ibunya
spt juga LDII...
mereka itu ahli ibadah tapi NOL dari ilmu.
sunah bani israil suka menuduh tanpa bukti.kita sudah buktikan di forum ini bukan???
spt yg terakhir ini;abu hasann

Anonim mengatakan...

abu hasann vs anas-abdillah
Kalau kalian batalkan kaeimaman seseorang karena kesalahan ijtihad, tentu kalian akan membatalkan lebih dulu keimaman yang kalian anggap karena kefatalannya dalam mengistimbatkan hukum ke hukum jahiliah

Beliau rahimahullah juga mengatakan:
من أخذ بنوادر العلماء خرج من الإسلام
“Barangsiapa yang mengambil pendapat ganjil para ulama, maka dia keluar dari Islam”
(diriwayatkan Al-Baihaqi:10/211)

maka kalian tentunya akan batalkan itu PPh, PPn, Pajak Bumi&lautan, pajak kendaraan, dll.

Misal kalian berkelit kita tdk boleh membatalkan keimamannya karena kesalahan Pajaknya.

Sebagaimana firman-Nya:
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الأَمْرِ مِنْكُمْ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً ﴿٥۹﴾ [النساء: ٥۹]
[59] Hai orang-orang yang beriman, ta`atilah Allah dan ta`atilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. [QS An Nisaa: 59]

Jadi merealisasikan SYAHADAT itu tidak semudah angan2 kalian,yang penting sudah melafalkan itu tetep MUSLIM.Ini kesalahan BESAR,bagaimana masih MUSLIM bila seseorang telah bersyahadat kemudian tidak mau mencari tahu bagaimana cara merealisasikan (Mengaji), sehingga meninggalkan yang MA'RUF (sprti solat, puasa, Memurnikan) dan mengerjakan yang MUNKAR ( minum arak, zina, syirik, makan riba).

Juga berkata Ismail bin Ishaq Al-Qadhi:
من أباح المسكر لم يبح المتعة ومن أباح المتعة لم يبح الغناء والمسكر وما من عالم إلا وله زلة ومن جمع زلل العلماء ثم أخذ بها ذهب دينه
“(Ulama) yang membolehkan minum yang memabukkan, dia tidak membolehkan nikah mut’ah. Dan Ulama yang membolehkan nikah mut’ah, tidak membolehkan nyanyian dan yang memabukkan. Tidak seorang alim pun melainkan dia memiliki ketergelinciran (kekeliruan, pen). Dan barangsiapa yang mengumpulkan ketergelinciran para Ulama, maka akan hilang agamanya.”
(Diriwayatkan Al-Baihaqi:10/211

Anonim mengatakan...

BAGAIMANA KALAU para mubalerg2 TAU KALAU ISLAM JAMA'AH WALI BAROKAH BERHASIL MENGUMPULKAN UANG PER BULAN 20 MILYARD RUPIAH.??
Yg kenyataannya mereka hanya mendapat ukhro 300rb per bulan??? (jauh dari UMR.. dg di iming2i sorga..)

di atas/ pusat kediri.. benar2 menikmati hasil kerja keras sang mubalerg2 dan mubalerghot2..

kasihan sang mubalerg dan mubalerghot..., mreka tdk sadar bahwa ISLAM JAMA'AH yg mereka banggakan itu FIRQOH 72.

NB.
maaf kami meninggalkan Islam Jama'ah karena tidak tertarik dg duit batil nya...

Anonim mengatakan...

aku mencium aroma kedengkian masalah materi......20 m , umr, dll kalau itu menjadi alasan / hujjah, terlalu kecil......seandainya yang bicara ini adalah jm dia tidak layak menjadi bendahara.......seandainya jm ini gak jujur.....tak akan terwujud harta yang banyak....mulai dari transportasi yang begitu mewah sampai pembangunan yang begitu hebatnyaaaa........alhamd. semoga Allah membimbing agar tetap jujur amanah......coba kita renung sejenak....apa jadinya seandainya dinegara kita tdk ada semacam gayus . kira 2 semua rt di Indonesia bisa menikmati panther gratisss................
namun.....ketahuilah....itu hanyalah kefadlolan kecil yang Allah berikan kepada orang yang amanah....ciri orang yang baik....
semoga andapun mendapatkan hidayahnya dan diberikan kekayaan seperti perkembangan jm yang sangat pesat.............

jenggot asli mengatakan...

saya pernah mendengar, seseorang yg keluar negri cari gelar s3.
dia berkata,
abangku itu bodo banget, sudah enak2 di ldii, dapat fasilitas, semua serba di cukupi, e... keluar dari jama'ah?
lihat.. sekarang tdk punya apa2, hidupnya miskin, tidak barokah.!


aku jawab:
wah... dulu Nabi kita umur 25-40th Kaya Raya, saudagar sugih.., istri kaya raya Khodijah..,

Apa jadinya setelah Diangkat derajatnya oleh Alloh pd umur 40 th?

umur 40 - 53 th Nabi kita Alloh berikan kenikmatan bisa AmarMakruf pada keluarga family beliau, di kota Makkah, walau, makan sangat sulit karena di embargo oleh abu jahal cs.

inilah kenikmatan hidayah.
bukan di harta yg berlimpah, ttp Petunjuk Alloh yg di peroleh dg haq.
INI LAH BAROKAH...

walaupun nabi kita miskin, dan meninggal dalam keadaan miskin, inilah Barokah..., inilah Rohmat.. inilah Hidayah...

tidak bisa hidayah di ukur dg KEDUNIAAN...!

pandangan islam jama'ah, SANGAT KELIRU ..
maaf hanya nasihat..

Anonim mengatakan...

uang segitu banyaknya apa ngga rawan dikorupsi ya? sebuah institusi yang menggunakan audit manajemen keuangan saja macam direktorat pajak masih bisa kebobolan.

jamaah 354 itu sebenarnya "perusahaan-keluarga" Nurhasan dan kroninya. cara kerja bisnisnya:
1. pengikut didoktrin bahwa jamaah 354 itu jalan tunggal masuk surga selamat dari neraka
2. pengikut didoktrin bahwa ilmu yang sah harus melewati cara jokam, dan dikonsepsikan bahwa ilmunya orang-luar itu nggah sah
3.pengikut didoktrin klo sampai keluar dari jamaah 354 maka hukumnya murtad sehingga pengikutnya tersugesti takut untuk mencari kebenaran diluar kelompoknya
4.pengikut didoktrin bahwa hidup tanpa imam itu hidupnya ngga sah dengan rujukan imamnya itu adalah imam golongannya

ya ini semua adalah transaksi bisnis jual beli:
pengikut dapat ilusi masuk surga
elit 354 dapat loyalitas,uang isrun,pemujaan,monopoli ilmu,kepatuhan

secara real, yang dapat keuntungan konkrit sebenarnya itu ya elit-elit 354. pengikut 354 itu cuma dapat sugesti-sugesti, ilusi, delusi, mimpi,kesemuan malahan sebenarnya pengikut 354 tidak dapat keuntungan melainkan kerugian-kerugian antara lain:
1.terjerumus dalam akidah khawarij
2.terjerumus dalam akidah hibiyah dan firkoh
3.mengkerdilkan pencarian ilmu karena hanya boleh mencari ilmu dari golongannya saja
4.terikat pada kepatuhan pada yang sebenarnya tidak ada hak untuk dipatuhi (imam batil)
5.terikat pada peraturan/ijtihad imamnya yang sebenarnya tidak punya kekuatan hukum syariat sama sekali
6.sombong dakam beribadah
7.takabur,ujub
8.sholat jumat musti menempuh berkilo-kilometer padahal didekat dirinya ada masjid umat islam
9.dipajaki isrun (perpuluhan)
10.terpecahnya silaturahim dan rumah tangga

Nur Hadi syaifulloh mengatakan...

saya setuju dengan pernyataan di atas.

dan kalau umat Islam, minta persaksian kami, tentang Islam Jama'ah, kami siap memberikan persaksian sebenarnya,

boleh juga di sumpah DEMI ALLOH"

kami jauh dari:
- taqiah,
- fatonah, bitonah budiluhur ala islam jama'ah(alias dusta yg diperbolehkan oleh imam islam jama'ah)

kami siap! berkata yg sebenarnya..!

Anonim mengatakan...

SIAPA BILANG BAI'AT KEPADA KELOMPOK TIDAK ADA DALILNYA?????
BAI'AT INI MEMPUNYAI DALIL:
Markus 1:9

mohon dibaca dan dipahami klo bisa di syarah oleh IMAM IMAM LDII yaitu;
Di zaman Yesus dan murid-muridnya, mereka yang ingin menjadi anggota suatu kelompok harus menyatakan kesetian mereka kepada kelompok tersebut melalui pembaptisan. Dalam Islam cara ini disebut bai’at. Pada saat itu mereka yang ingin menjadi anggota kelompok Yohanes Pembaptis atau muridnya, misalnya Apollo. Sebelum membentuk kelompok sendiri, Yesus pernah menjadi anak buah Yohanes dan dibai’at (dibaptis) atas nama Yohanes serta menyatakan kesetiaanya kepada Yohanes Pembaptis.

"Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan la dibaptis di Sungai Yordan oleh Yohanes". (Markus 1:9)

Setelah Yesus membentuk kelompok sendiri, mereka yang ingin masuk ke dalam kelompok Yesus harus di bai’at (dibaptis) "atas nama" Yesus dan menyatakan kesetian mereka kepada Yesus.

yang perlu di garis bawahi disini adalah KELOMPOK!!!!!!!
seperti ldii,nii,im,ht,dll
jadi mereka berbaiat tidak dg dalil dari ALQUR'AN DAN SUNNAH
melainkan dari (seperti biasa....)
ALKITAB bin BIBLE

Anonim mengatakan...

Salah
satu cara mereka dalam menanamkan doktrin sesat adalah memutlakkan
taqlid kepada apapun yang dikatakan imam/ amir. Ketaatan kepada amir
itu berisfat mutlak dan tertinggi. Bahkan mereka tidak boleh menerima
ayat Al-Quran dan Sunnah kecuali yang keluar dari mulut sang amir. Dan
semua hukum Islam itu sumbernya hanya satu, MULUT SANG AMIR.

Jadi
Amir-lah yang menentukan halal dan haram. Bahkan dia bisa memasang
tarif untuk menebus dosa dari anggotanya. Karena dia punya hak untuk
menghalalkan atau mengharamkan suatu hukum. Yang haram bisa jadi halal
asal bayar sekian juta dan seterusnya. Ini juga sangat mirip dengan
kelakuan ahli kitab (nasrani dan yahudi) kepada pendeta dan rahib
mereka.

Allah SWT berfirman :

“Mereka
menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan
selain Allah dan Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh
menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan selain Dia. Maha suci Allah
dari apa yang mereka persekutukan.” (QS. At-Taubah
:31).

Ubadah
bin Shamit, seorang shahabat Rasulullah SAW yang dahulu menjadi Ahli
kitab pernah mengkritisi ayat ini, dia berkomentar bahwa dahulu ahli
kitab tidak menyembah pendeta dan rahib. Namun Rasulullah SAW
menegaskan bahwa sikap mereka yang ta`at, tunduk, patuh dan menjadikan
mulut pendeta itu sebagai satu-satunya sumber hukum, tidak peduli bahwa
hal itubertentangan dengan
kitab suci dan ajaran yang asli dari para nabi, tidak peduli apakah
halal atau haram, telah menjadikan mereka MENYEMBAH sang pendeta.

Anonim mengatakan...

Abul Qosim al-Ashbahani rahimahullahu ta'ala berkata,
"Fulan dikatakan ahlus sunnah apabila mengamalkan Al-Qur'an, As-Sunnah dan atsar dalam segi i'tiqad (keyakinan), perbuatan, maupun perkataan. Ahlus sunnah bukanlah orang yang menyelisihi Allah jalla wa 'ala dan Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam."
(al-Hujjah fi Bayanil Mahajjah II/3...84)

JADI jokam bukan ahlusunnah sebab mereka beragama dg SUNNAH org nashrani

Anonim mengatakan...

Ulama Salaf berkata,
"Ahlus Sunnah mengamalkan al-Qur'an dan As-Sunnah serta beramal seperti Salafush Shalih dan mengikuti atsar para Shahabat radhiyallahu 'anhum."
(al-Hujjah fi Bayanil Mahajjah II/428)

mana qhj nya jokam???

klo mengamalkan bible & sunnah paulus??

Anonim mengatakan...

'Umar bin Abdul Aziz rahimahullahu ta'ala berkata,
"Barangsiapa beribadah pada Allah tanpa ilmu, maka kerusakan yang ditimbulkan lebih besar daripada perbaikan yang dilakukan."
(Al-Amru bil Ma'ruf hal. 15)

imam-imam mereka ahli ibadah tapi kosong ilmu,

lihat kerusakan pada jamaah (jokam)

Anonim mengatakan...

Sufyan Ats-Tsauri mengatakan: "Bid'ah itu lebih disukai iblis daripada maksiat. Karena maksiat masih mungkin untuk diharap taubatnya, sedangkan bid'ah sulit untuk diharap taubatnya."

bukan yahudi nasrani mengatakan...

islam jama'ah = Nasroni / yahudi
salah satu pemahamannya?!

wah gak sadar neh...
yg ada di otak ini:
# jama'ah sorga gak jamaah naarr
- kita ini yg paling benar
- di luar kita ahlu naarr

setelah di teliti rupanya kalimat diatas sudah menjadi santapan di ldii, setiap pengajiannya, dan kalimat itu masuk terus ke otto sugesti (bawah sadar) semua warga ldii.
dan sulit utk menyadarkannya...

Ada seorang ibu2 yg berpendapat:
SEGERA DI PUTUS DOKRIN INI!!!
JANGAN DENGAR LAGI DOKRIN INI!!!

Anonim mengatakan...

islam jama'ah = yahudi/ nasorni pemahamannya bukan berarti kafir!!!
ingat itu!!!
hanya tashabuh, menyerupai.

jama'ah yg di bawah2 ikhlas ibadah, hanya tuntunannya hawanafsu sang boss sulton.(bukan salafusolih)

sekte khowarij ini masih di katakan ISLAM selama tidak musyrik pada Alloh ta'ala...

Nb:
yg tdk syirik = jama'ah yg di tipu dg dalil2 yg sudah diubah pemahamannya (dalilnya tetap QURAN HADITS) ttp pemahamannya jauh dr tuntunan Rosul dan para sahabat yg solih.

Adapun sang pemimpin;
takutlah engkau wahai sulton..., ingat azab Alloh sangat pedih...

Anonim mengatakan...

Al-Hafidz Ibnu Hajar t berkata:



“Sebagian besar ahli ushul dari Ahlus Sunnah berpendapat bahwasanya Khawarij adalah orang-orang fasiq, dan hukum Islam berlaku bagi mereka. Hal ini dikarenakan mereka mengucapkan dua kalimat syahadat dan selalu melaksanakan rukun-rukun Islam. Mereka dihukumi fasiq, karena pengkafiran mereka terhadap kaum muslimin berdasarkan takwil (penafsiran) yang salah, yang akhirnya menjerumuskan mereka kepada keyakinan akan halalnya darah, dan harta orang-orang yang bertentangan dengan mereka, serta persaksian atas mereka dengan kekufuran dan kesyirikan.”



(Fathul Bari, 12/314)



Al-Imam Al-Khaththabi t berkata:



“Ulama kaum muslimin telah bersepakat bahwasanya Khawarij dengan segala kesesatannya tergolong firqah dari firqah-firqah muslimin, boleh menikahi mereka, dan memakan sembelihan mereka, dan mereka tidak dikafirkan selama masih berpegang dengan pokok keislaman.”

(Fathul Bari, 12/314)



Al-Imam Ibnu Baththal t berkata:



“Jumhur ulama berpendapat bahwasanya Khawarij tidak keluar dari kumpulan kaum muslimin.”



(Fathul Bari, 12/314)

Anonim mengatakan...

‎"Akan keluar di tengah-tengah ummat ini satu kaum yang kalian semua akan menganggap remeh shalat kalian dibandingkan shalat mereka. Mereka membaca al-Qur'an tetapi tidak melewati tenggorokan atau kerongkongan mereka. Mereka meluncur dari agama Islam sebagaimana meluncurnya anak panah dari busurnya." (HR Bukhari dan Muslim)



Berlebihan dalam ibadah berupa puasa, shalat, dzikir, dan tilawah Al-Qur'an merupakan perkara yang masyhur di kalangan orang-orang Khawarij.



Dalam Fathu Al-Bari, XII/283 disebutkan :



"Mereka (Khawarij) dikenal sebagai qura' (ahli membaca Al-Qur'an), karena besarnya kesungguhan mereka dalam tilawah dan ibadah, akan tetapi mereka suka menta'wil Al-Qur'an dengan ta'wil yang menyimpang dari maksud yang sebenarnya. Mereka lebih mengutamakan pendapatnya, berlebih-lebihan dalam zuhud dan khusyu' dan lain sebagainya".



Ibnu Abbas juga telah mengisyaratkan pelampauan batas mereka ini ketika pergi untuk mendebat pendapat mereka. Beliau berkata :"Aku belum pernah menemui suatu kaum yang bersungguh-sungguh, dahi mereka luka karena seringnya sujud, tangan mereka seperti lutut unta, dan mereka mempunyai gamis yang murah, tersingsing, dan berminyak. Wajah mereka menunjukan kurang tidur karena banyak berjaga di malam hari".



[Lihat Tablis Iblis, halaman 91].



Berkata Ibnul Jauzi :"Ketika Ali Radhiyallahu 'Anhu meninggal, dikeluarkanlah Ibnu Maljam untuk dibunuh. Abdullah bin Ja'far memotong kedua tangan dan kedua kakinya, tetapi ia tidak mengeluh dan tidak berbicara. Lalu dicelak kedua matanya dengan paku panas, ia pun tidak mengeluh bahkan ia membaca :



"Artinya : Bacalah dengan (menyebut) nama Rabb-mu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah". [Al-'Alaq : 1-2].



Hingga selesai, walaupun kedua matanya meluluhkan air mata. Kemudian setelah matanya diobati, ia akan di potong lidahnya, baru dia mengeluh. Ketika ditanyakan kepadanya :"Mengapa engkau mengeluh ?. "Ia menjawab ;"Aku tidak suka bila di dunia menjadi mayat dalam keadaan tidak berdzikir kepada Allah". Dia adalah seorang yang ke hitam-hitaman dahinya bekas dari sujud, semoga laknat Allah padanya".



[Tablis Iblis, hal. 94-95].



Ibnu Hajar berkata tentangnya :"Tidak cukuplah dalam ta'dil (menganggap adil) dari keadaan lahiriahnya, walau sampai yang dipersaksikan akan keadilannya itu pada puncak ibadah, miskin, wara', hingga diketahui keadaan batinnya".



[Lihat Fathu Al-Bari XII/302].



Mekipun kaum Khawarij rajin dalam beribadah, tetapi ibadah ini tidak bermanfa'at bagi mereka, dan mereka pun tidak dapat mengambil manfaat darinya. Mereka seolah-olah bagaikan jasad tanpa ruh, pohon tanpa buah, mengingat ahlaq mereka yang tidak terdidik dengan ibadahnya dan jiwa mereka tidak bersih karenanya serta hatinya tidak melembut.



Ibnul Jauzi menggambarkan kepandiran dan kerusakan mereka dengan perkataannya :



"Mereka menghalalkan darah anak-anak, tetapi tidak menghalalkan makan buah tanpa dibeli. Berpayah-payah untuk beribadah dengan tidak tidur pada malam hari (untuk shalat lail) serta mengeluh ketika hendak di potong lidahnya karena khawatir tidak dapat berdzikir kepada Allah, tetapi mereka membunuh Imam Ali Radhiyallahu 'anhu dan menghunus pedang kepada kaum muslimin (sebagaimana keluhan Ibnu Maljam ).



[Lihat Tablis Iblis, hal. 95].

Anonim mengatakan...

Auudzubillahi min syarri maa haadzaa

Anonim mengatakan...

auudzubillahi min syarri maa haadzaa

Anonim mengatakan...

na'udzubilah min hadza khowarij..

Nur Azizah mengatakan...

assalamu'alaikum
saudara2ku..., dimana kami dapat informasi tentang cerita2 ini?
sepertinya kami asing dengan cerita2 para kholifah yg 4 ini.
Amal solih infonya.
jazakumullohukhoiron.

Anonim mengatakan...

memang banyak sekali keilmuan sunnah yang tidak diketahui jokam 354, karena pengikut 354 memang tidak diperkenankan mencari keilmuan diluar dari 'ulama'-nya saja. jamaah / pengikut 354 terus dibrainwash bahwa ilmunya 'orang luar' (sebutan internal jokam 354 untuk menyebut umat islam diluar golongan mereka), bahwa ilmunya orang luar itu "ro'yi. ngga mangkul, ngga sah, walaupun benar ilmu orang luar dan amal ibadahnya ngga sah", itu yang terus dihujani pada otak-otak pengikut 354. akhirnya jamaah 354 seperti katak dalam tempurung. bertaklid buta hanya pada ilmu (kalau memang diesbut ilmu)dari nurhasan.padahal sekarang kajian dan keilmuan ahlusunnah waljamaah 'ala fahmi salafu salih sangat banyak. doktrin mangkul musnad mutasil ala nurhasan adalah alat kontrol nurhasan (sekarang dilanjut ke anaknya) untuk terus menguasai dan mengendalikan pengikutnya.padahal kebenaran harus diikuti tanpa memandang kelompok atau golongan. pemimpin dan elit 354 benar-benar sudah gila-kendali. demi mengendalikan pengikutnya mereka sampai berani menyimpangkan akidah pengikutnya. bahkan apabila kita mencari syarh alquran melalui Ibn katsir dianggap bidah dan ro'yi kalau tidak sesuai dengan mangkulan nurhasan (dimana mangkul ini adalah kaidah transfer ilmu dengan tradisi mulut ke mulut ala pesan berantai dan tidak ada kodifikasi sehingga pertanggungjawaban ilmiyah kaidah mangkul sangat-sangat lemah dan justru sensitif dengan ro'yu). Bahkan aku temui di jokam, gurunya nerangin ngalor...muridnya nangkepnya kidul, tapi mereka tetp inilah mangkul sang kebenaran.bahkan syarh fathu barri yang fenomenal sebagai magnus opus dari penjelasan Bukhary saja banyak sekali jamaah 354 tidak mengetahuinya, bahkan dianggap buku orang-luar, buku ro'yi,bukunya orang NU, sehingga oleh awam 354 kitab semacam itu diblack list. ini sangat lucu sekali, padahal fathu barri adalah rujukan utama dan masyur di jagad keilmuan ahlusunnah/sunni. lantas petinggi dan ulama 354 mengambil syarh dari mana? jawab mereka...dari nurhasan, nurhasan dari gurunya, dan gurunya dari gurunya dari gurunya dari gurunya..dst dst. padahal kita harus tahu, hilir dari keterangan/syarh ini dari mana? dari Ibn Hajar?, dari Imam Nawawi? dari Al Sind?. itulah nukil sejati dan kaidah keilmiahan yang tidak mereka ketahui. akhirnya mereka mendapatkan syarh dari 'story-telling' dan perasaan saja.

Anonim mengatakan...

jika anda punya facebook manfaatkan dg baik...
berteman dg para ikhwan2 salaf mereka sering mengirim artikel2 yg bagus, spt abu ayyaz,abu fauzan,firanda andirja, majalah qiblati,baru belajar salaf,dll masih banyak lagi

Anonim mengatakan...

solat sunnahpun sudah ada ketentuannya.. bila ada yng mengotak ngatik bahkan membuat solat sunnah yang baru kita akan katakan itu bid'ah...

puasa sunnahpun sudah ada ketentuannya.. bila ada yng mengotak ngatik bahkan membuat puasa sunnah yang baru kita akan katakan itu bid'ah...

tidak ada infaq selain zakat yang ditentukan jumlahnya dalam syariat....tetapi kenapa ketika ada infaq yang ditentukan jumlahnya jelas2 itu diluar syariat lalu kita bingung menghukuminya.... padahal itu jelas nyata adalah perkara yang diada-adakan (bid'ah)...

Anonim mengatakan...

Kalian inginkan bukti kalau jamaah kami adalah jamaah pilihan ???

Kamilah jamaah pertama dan paling eksis di Indonesia , kami telah dicoba dengan berbagai cobaan namun alhamdulillah jamaah kami terus berkembang dan semakin tidak bisa tersaingi oleh kelompok kalian atau yang lainnya.

Kamilah jamaah yang telah diterima di berbagai belahan bumi ini , bahkan di tanah haram.

Organisasi kamilah panutan bagi ormas islam .

Kesalahan satu dua orang pengurus kami dalam bertutur kata , bukanlah memutlakan kesalahan kami.

Anonim mengatakan...

katak didalam tempurungnya, memang hanya dia yang paling besar karena ditempurung itu tidak ada siapa-siapa.

jadi harap maklum, katak dalam tempurung itu memang umumnya bodoh tapi sombong

Anonim mengatakan...

Kepada: milisjokam@yahoogroups.com
Terkirim: Kam, 27 Januari, 2011 11:46:15
Judul: [milisjokam] Koreksi Buku Khotbah Jumat

Copas dari Abah Nazardeen Syahrani Sarjyan 27 Januari 11:34

Koreksi Buku Khotbah Jumat

Bagi sedulur, khususnya yang biasa amal shalih ngimami / khutbah di hari jumat atau umumnya para Muballigh –ghat, ada beberapa ralatan yg harus diperhatikan (tapi sy husnudzan insya Allah sdh banyak yg meralat)
- Halaman 108 baris ketiga dari bawah setelah kalimat “ridwanihi” seharusnya ada tambahan shalawat (shallallahu alaihi wasallam) kemudian barulah kalimat; wa ala alihi wa ashabihi.
- Halaman 109 baris ke-empat dari bawah; wakhairal huda, huda Muhammad artinya; dan sebaik2nya hidayah adalah hidayahnya Muhammad. ini salah dlm mengharokati, yang benar dan sesuai yg ada pd Hadits aslinya ; wa khairal hadyi, hadyu Muhammad, artinya; dan sebaik2nya tauladan adalah tauladannya Muhammad.
Kalimat al-huda dengan al-hadyu (contohnya pada halaman 91 baris ke-empat dari bawah) kalau ditulis tanpa harokat sama terdiri dari alif, lam, ha’, dal, dan ya’ tapi artinya berbeda, semakin jelas salahnya ketika kita bandingkan dg firman Allah masalah hidayah;
Katakanlah: "Sesungguhnya hidayah Allah itulah hidayah [yang benar]". QS. Al-Baqarah : 120, QS. Al-An’am : 71
Bukanlah urusanmu menjadikan mereka mendapat hidayah, akan tetapi Allah-lah yang memberi hidayah siapa yang dikehendaki-Nya. QS al-Baqarah : 272
Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi hidayah kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima hidayah. QS. Al-Qashas : 56.
Yang paling “Wajib” dirubah adalah halaman 55 baris ke-2 lafadz; minal amri syai’un seharusnya yang benar; minal amri min syai’in. QS. Ali Imran : 154, sebab kalau tdk diralat berarti kita telah merubah al-Qur’an dari aslinya sama halnya membuat al-Qur’an versi baru dan ini kesalahan yg sangat fatal dan fundamental.
Jadi sebaiknya monggo segera diralat jangan keburu keduluan geromblan liar Salafi yg “meralat” dg menjadikan kesalahan2 tsb sbg ejekan kpd kita.

Alhamdulillah jazza kumullohul khoiro
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Anonim mengatakan...

Mengenal Khawarij

Khawarij adalah firqah pertama yang menyempal dari jama’ah muslimin dan memiliki pengikut yang tidak kecil serta memiliki sejarah berdarah yang cukup panjang dengan kaum muslimin.

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan: “Yang pertama menyempal dari jamaah muslimin, yang merupakan ahlul bid’ah, adalah Khawarij Al Maariqun“[1].

Mereka menyempal dalam permasalahan i’tikad sehingga menjadi contoh bagi gerakan revolusi berdarah dalam sejarah politik Islam yang membuat sibuk kekhilafahan Islam dalam tempo yang sangat panjang.

Disamping itu, firqah ini masih eksis (ada) dan memiliki kekuatan sampai saat ini di negara Oman, Zanjibar (satu wilayah negara Tanzania), timur Afrika dan di sekitar negara Maroko, Tunisia, Libiya dan Al Jaza’ir dengan madzhab Ibadhiyah-nya. Demikian juga pemikiran dan keyakinan mereka masih banyak mengotori pemikiran dan keyakinan kaum muslimin hingga saat ini.



Sekilas Sejarah Munculnya Khawarij

Pemikiran dan cikal bakal kelompok khawarij telah ada di zaman nabi yaitu dengan kemunculan Dzul Khuwaishirah, sehingga Ibnul Jauzi menyatakan: “Dzul Khuwaishirah adalah khawarij pertama yang keluar dalam islam. Penyakitnya adalah ridha dengan pemikiran pribadinya. Seandainya ia diam pasti akan tahu bahwa tidak ada pemikiran yang benar yang menyelisihi pendapat Rasulullah. Pengikut orang inilah yang memerangi Ali bin Abu Thalib”[2].

Kemudian berkembang dan memulai gerakannya dengan memberontak terhadap kekhilafahan Utsman bin Affan Radhiallahu’anhu dan berhasil membunuh beliau. Kemudian kelompok khawarij ini menjadi satu kelompok resmi pada tanggal 10 Syawal tahun 37 H dengan membai’at Abdullah bin Wahb Al Raasibi sebagai pemimpin mereka.[3]

Kemudian imam Ali bin Abi Thalib Radhiallah’anhu memerangi mereka di daerah Al Nahrawaan hingga tersisa sedikit dan melarikan diri kebeberapa daerah. Tentang hal ini Al Baghdadi menceritakan: “Terbunuh orang-orang khawarij pada hari itu hingga hanya tersisa sembilan orang. Dua orang dari mereka lari ke daerah Sajistaan dan dari pengikut keduanya muncul Khawarij Sajistaan, dua orang lagi lari ke Yaman dan dari pengikutnya muncul sekte Ibadhiyah di Yaman. Dua orang lainnya lari ke Omaan dan muncul dari pengikutnya Khawarij Omaan dan dua yang lainnya lari kedaerah Al Jazirah dan muncul dari pengikutnya Khawarij Al Jaziroh. Tinggal seorang lari kedaerah Tel Muzan”[4].

Khawarij inilah yang bertanggung jawab atas fitnah perpecahan pertama dan pembunuhan kaum muslimin. Hal ini karena mereka memiliki pemikiran Takfir yang sesat. Mereka mengkafirkan para penguasa muslimin dan membunuh sebagian mereka. Mereka melakukan pembunuhan terhadap menantu Rasulullah, Utsman bin Affaan, Ali bin Abi Thalib Radhiallahu’anhum dan yang lainnya dari kalangan para sahabat dan kaum muslimin.



Benarlah yang dikatakan Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam:

“(Kaum Khawarij) memerangi kaum muslimin dan membiarkan penyembah berhala”

Kemudian mereka berkembang dan pecah menjadi beberapa sekte, diantaranya Al Azaariqah, Al Najdaat, Al Sholihiyah dan Al Ibadhiyah yang sekarang masih eksis dibeberapa Negara.



Sebab penyimpangan Khawarij[5]

Anonim mengatakan...

Diantara sebab-sebab penyimpangan Khawarij adalah:

1.

Bodoh dan tidak faham tafsir Al Qur’an. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan: “Bid’ah pertama terjadi seperti bidah khawarij hanyalah disebabkan kesalah fahaman mereka terhadap Al Qur’an, tidak ada maksud menentangnya, namum mereka memahami dari Al Qur’an dengan salah sehingga meyakini bahwa sesuatu itu mengharuskan pengkafiran para pecandu dosa, karena mukmin itu hanyalah yang baik dan takwa. Mereka menyatakan: ‘Siapa yang tidak baik dan takwa maka ia kafir dan kekal dineraka’. Kemudian menyatakan: ‘Utsman, Ali dan orang yang mendukung mereka bukan mukmin, Karena mereka berhukum dengan selain hukum Islam’. Sehingga kebidahan mereka memiliki alur sebagai berikut:

Pertama : Siapa yang menyelisihi Al Qur’an dengan amalannya atau pendapat yang salah, maka ia telah kafir.
Kedua: Ali dan Utsman dan semua yang mendukung keduanya dulu berbuat demikian”.[6]
2. Tidak mengikuti Sunnah dan pemahaman para sahabat dalam menerapkan Al Qur’an dan Sunnah.Al Imam Al Bukhari menyatakan:

“Ibnu Umar memandang mereka (Khawarij) sebagai makhluk terjelek dan menyatakan: ‘Sunguh mereka mengambil ayat-ayat yang turun untuk orang kafir lalu menerapkannya untuk kaum mukminin“.
3. Wara’ tanpa ilmu. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan: “Sikap wara’ ini menjerumuskan pemiliknya ke kebidahan besar, karena khawarij bersikap wara’ dari kedzaliman dan dari semua yang mereka yakini kedzaliman dengan bercampur baur dengan kedzaliman tersebut menurut prasangka mereka hingga mereka meninggalkan kewajiban berupa shalat jum’at, jamaah, haji dan jihad (bersama kaum muslimin) serta sikap menasehati dan rahmat kepada kaum muslimin. Pemilik wara’ seperti ini telah diingkari para imam, seperti imam empat madzhab”[7].Kemudian beliau menjelaskan bahwa sikap wara’ tidak lurus tanpa disertai ilmu yang banyak dan pemahaman yang baik dalam pernyataan beliau: “Oleh karena itu orang yang bersikap wara’ membutuhkan ilmu yang banyak terhadap Al Qur’an dan Sunnah dan pemahaman yang benar terhadap agama. Bila tidak, maka sikap wara’ yang rusak tersebut merusak lebih banyak dari kebaikannya. Sebagaimana dilakukan ahlu bid’ah dari Khawarij dan selainnya”.
4. Memandang satu kesatuan antara kesalahan dan dosa. Mereka menganggap kesalahan dan dosa satu hal yang tidak mungkin terpisah. Sehingga seorang yang berbuat salah menurut mereka pasti berdosa. Syaikhul Islam menyatakan: ” Orang-orang sesat menjadikan kesalahan dan dosa satu kesatuan yang tidak terpisahkan”. Kemudian beliau berkata: “Dari sini muncullah banyak sekte ahlil bid’ah dan sesat. Ada sekelompok mereka yang mencela salaf dan melaknat mereka dengan keyakinan para salaf tersebut telah berbuat dosa dan pelaku dosa tersebut pantas dilaknat bahkan terkadang mereka menghukuminya sebagai fasik atau kafir, sebagaimana dilakukan khawarij yang mengkafirkan, melaknat dan menghalalkan memerangi Ali bin Abi Thalib dan ‘Utsman bin Affaan serta orang-orang yang loyal terhadap keduanya”. [8].
5.

Anonim mengatakan...

Keliru dan rancu memahami wasilah dan maqaasid (tujuan syar’i). contohnya amar ma’ruf nahi mungkar adalah sesuatu yang dituntut dalam syari’at (Mathlab Syar’i) yang memiliki ketentuan, batasan dan wasilah (sarana) tertentu. Kaum Khawarij dengan sebab berpalingnya mereka dari Sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menjadikan yang mungkar menjadi ma’ruf dan sebaliknya yang yang ma’ruf jadi mungkar. Oleh karena itu Syaikhul Islam menyatakan: “Kebidahan yang pertama kali muncul dan paling dicela dalam Sunnah dan atsar adalah bidah khawarij. Mereka memiliki dua kekhususan masyhur yang membuat mereka menyempal dari jamaah muslimin dan imam mereka:

Pertama: keluar dari Sunnah dan mereka jadikan yang tidak jelek dianggap kejelekan dan yang tidak baik dianggap kebaikan.
Kedua: pada Khawarij dan ahli bidah, mereka mengkafirkan orang lain hanya dengan sebab perbuatan dosa dan kejelakan. Konsekuensi dari vonis kafir dengan sebab perbuatan dosa ini adalah menghalalkan darah kaum muslimin dan harta mereka dan (menganggap) negeri Islam negeri kafir dan negeri mereklah negeri iman”[9].

Pemikiran dan Aqidah Khawarij

Diantara pemikiran dan aqidah Khawarij yang terkenal adalah:

1. Mengkafirkan pelaku dosa besar dan memberlakukan hukum orang kafir didunia dan akhirat padanya. Abul Hasan Al ‘Asy’ari ketika menceritakan pokok ajaran khawarij menyatakan: “Mereka (Khawarij) seluruhnya sepakat menyatakan semua dosa besar adalah kekufuran kecuali sekte Al Najdaat; mereka tidak berpendapat demikian”.[10]
2. Mengkafirkan orang yang menyelisihi mereka dan memaksa orang lain mengikuti kebidahannya. Setelah itu menghalalkan darah dan harta orang yang menyelisihinya.[11] Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyatakan: “Mereka mengkafirkan orang yang menyelisihi mereka dan menghalalkan darinya –dengan dalih telah murtad menurut anggapan mereka- sesuatu yang tidak pernah mereka halalkan dari orang kafir asli, sebagaimana sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam :

Memerangi kaum muslimin dan membiarkan penyembah berhala (Ahlul Autsan)“.[12]
3. Mengingkari adanya syafaat Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam terhadap pelaku dosa besar yang belum bertaubat sebelum wafatnya.
4. Mencari-cari kesalahan para ulama salaf dan salafi, karena mereka memandang para ulama tersebut sebagai batu sandungan dalam jalan mewujudkan tujuan mereka.[13]
5. Membenci kaum muslimin dan mengkafirkan mereka serta menghalalkan darah dan harta mereka.
6. Mencari kesalahan pemerintah yang sah (Waliyul Umur) dan mengajak orang banyak untuk menyerangnya kemudian mencela pemerintah dan mengkafirkan mereka.[14]

Anonim mengatakan...

7. Mewajibkan menggulingkan pemimpin (pemerintah) yang berbuat dzolim dan jahat dan melarang mereka menjadi penguasa dengan segala cara yang mereka mampui, baik dengan kekerasan senjata atau tidak. Abul Hasan Al Asy’ari menuliskan catatan tentang khawarij: “Mereka memandang (wajib) menggulingkan penguasa yang lalim dan mencegah mereka menjadi penguasa dengan segala cara yang mereka mampui , dengan pedang atau tidak denga pedang”[15]. Sedangkan Ibnul Jauzi menyatakan: “Terus saja Khawarij memberontak terhadap pemerintah. Mereka memiliki beraneka ragam madzhab. Pengikut Naafi’ bin Al Azraq menyatakan: Kami masih musyrik selama masih berada di negeri syirik, apa bila kami memberontak maka kami menjadi muslim. Mereka juga menyatakan: Orang yang menyelisihi kami dalam madzhab adalah musyrik, pelaku dosa besar adalah musyrik dan orang yang tidak terlibat ikut serta bersama mereka dalam perang adalah orang kafir. Mereka menghalalkan pembunuhan wanita dan anak-anak kaum muslimin dan memvonis mereka dengan syirik”[16].

Demikian sekilas tentang Khawarij. Mudah-mudahan Allah jauhkan kita semua dari pemikiran, aqidah dan fitnah mereka ini.

Referensi:

1. Al Khawarij, Tarikhuhum Wa Araauhum Al I’tiqadiyah Wa Mauqif Al Islam Minha, DR. Ghalib bin ‘Ali ‘Awaji
2. Al Takfir wa Dhawaabithuhu, Syaikh Ibrahim bin ‘Amir Al Ruhaili, cetakan pertama tahun1426H, Dar Al Imam Al Bukhari
3. Al Mausu’ah Al Muyassarah Fil Adyaan Wal Madzaahib Wal Ahzaab Al Mu’asharah
4. Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah
5. Majalah Umati edisi 13/Sya’bah 1426-September 2005M





Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.

Artikel UstadzKholid.Com [1] Al Mausu’ah Al Muyassarah Fil Adyaan Wal Madzaahib Wal Ahzaab Al Mu’asharah, 1/53.

[2] Talbis Iblis, hal 90.

[3] Al Mausu’ah Al Muyassarah Fil Adyaan Wal Madzaahib Wal Ahzaab Al Mu’asharah, 1/53.

[4] Al Farqu Bainal Firaq Al Baghdadi, hal 80-81, lihat Al Khawarij, Tarikhuhum Wa Araauhum Al I’tiqadiyah Wa Mauqif Al Islam Minha, DR. Gholib bin ‘Ali ‘Awaji hal 95.

[5] Diringkas dari makalah berjudul Al Ru’yah Al Salafiyah Lil Waaqi’ Al Mu’ashir, tulisan Syaikh Abdullah bin Al ‘Ubailaan. Majalah Ummati edisi 13/Sya’bah 1426-September 2005M hal 8-11 dan Al Takfir wa Dhawaabithuhu, Syaikh Ibrahim bin ‘Amir Al Ruhaili, cetakan pertama tahun1426H, Dar Al Imam Al Bukhari.

[6] Majmu’ Al Fatawa, 13/30-31

[7] Majmu’ Fatawa, 20/140

[8] Majmu’ Al Fatawa, 35/69-70

[9] Majmu’ Al Fatawa, 19/71-73

[10] Maqaalat Islamiyyin, 1/168 dinukil dari Al Takfir Wa Dhawabithuhu, hal 173.

[11] Majmu’ Al Fatawa, 3/279

[12] Majmu’ Al Fatawa, 3/355

[13] Majalah Umati edisi 13/Sya’bah 1426-September 2005M hal 11

[14] ibid

[15] Maqaalat Islamiyyin, 1/204 dinukil dari Al Takfir Wa Dhowabithuhu, hal 174

[16] Talbis Iblis hal 130-131 dinukil dari Al Takfir Wa Dhawabithuhu, hal 174

Anonim mengatakan...

Sini Saya kasih tau ya sobat...
jangan nafsu gitu kalau berargumen....

Kalimat :
Kalian inginkan bukti kalau jamaah kami adalah jamaah pilihan ???

Kamilah jamaah pertama dan paling eksis di Indonesia , (jamaah pertama atau firqoh pertama atau khawarij pertama??)

kami telah dicoba dengan berbagai cobaan namun alhamdulillah jamaah kami terus berkembang dan semakin tidak bisa tersaingi oleh kelompok kalian atau yang lainnya. (itu bukan cobaan... tetapi akibat dari kesalahan syar'i.. adapun kalian sampai saat ini bisa mengatasinya karena ditubuh organisasi ini menghalalkan berbohong kepada orang diluar kelompoknya, strategi bitonah, dll yang mencari aman dibalik aqidah sesat)

Kamilah jamaah yang telah diterima di berbagai belahan bumi ini, bahkan di tanah haram. (mana buktinya... andaikan mereka para ulama indonesia atau yang dimana-mana mengetahui bahwa mereka telah dibitonahi "mengatakan tidak punya imam padahal masih menganut sistem keimaman.. mengatakan tidak mengkafirkan padahal masih mengkafirkan maka para ulama yang berhasil dikerjai oleh pembesar ld.. itu akan marah besar dan justru akan berakibat fatal)

Organisasi kamilah panutan bagi ormas islam. (organisasi ini bisa berjalan dibawah kendali amir.. bukan dibawah kendali pemimpin organisasi.. mereka bisa bergerak kalau ada ijtihad amir walaupun sama sekali buta trhdp wwsn orgnisasi" coba saja lepaskan ijtihad sang amir maka organisasi ini bisa roboh... jauh lebih lemah dari organisasi yang ada saat ini)

Kesalahan satu dua orang pengurus kami dalam bertutur kata , bukanlah memutlakan kesalahan kami. (yang harus bertanggung jawab adalah org2 pst yng memegang ilmu.. ini bukan kesalahan satu dua orang pengurus.. ini kesalahan fatal dalam aqidah... pusat sangat berat merubahnya... bila yang dirubah hanya syari' yang kecil2 ini tidak terlalu bergejolak... tetapi apabila pusat menyadari kesalahan dalam memahami imamah... mengkafirkan muslimin... maka runtuhlah kekuatan ldxx ini... itulah permasalahan inti-nya)

Anonim mengatakan...

assalamu'alaikum
saudara2ku..., dimana kami dapat informasi tentang cerita2 ini?
sepertinya kami asing dengan cerita2 para kholifah yg 4 ini.
Amal solih infonya.
jazakumullohukhoiron.
___________________________________
ini sedikit copas utk mbak/ ibu Nur Azizah
semoga manfaat:

http://www.4shared.com/get/xM6jBIeM/Al_Bidayah_wan_Nihayah__Masa_K.html;jsessionid=331749F7D021D4B4CCC711C513D73632.dc211

Anonim mengatakan...

Saya sudah hampir setahun bergabung dengan pengajian di LDII , kok yang di gembar-gemborkan di blog ini tidak kami temukan ya ?

- kami tidak mengkafirkan diluar LDII

- kami diharuskan taat pada pemerintah

- kami juga sholat di masjid umum

- tidak sedikit teman kami yang antara suami dan istri bukan sama-sama jamaah .

- tidak ada kewajiban mutlak infak persenan

Yang benar yang mana ? jujur saja saya jadi tambah bingung .
Tolong sampaikan yang sebenarnya , jangan menjadikan orang-orang yang ingin mencari kebenaran justru lari dari kebenaran itu sendiri.

Anonim mengatakan...

Al-bidayah wa nihayah ini disusun oleh Mufassirin (pentafsir Al-quran) yg dijadikan ruju' keilmuan Ulama2 abad ini yg bernama Ibnu katsir.

Selain pentafsir Al-quran, Ibnu katsir ini juga yg menyusun kisah para Nabi & Rosul sebelum Nabi Muhammad sampai kisah Rosul kita sholoulohu'alaihiwasalam. dilanjutkan pada kisah yg shoihih khulafah yg 4 (Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali Rodiaullou'anhum)

silahkan di dwnload gratis, sbg ebook, Semoga Manfaat.

abu turob' mengatakan...

kepada anonim yg baru bergabung 1 tahun dg ldii.
___________________________________

saudara sudah di be'at belum?

kalau saudara sudah di bai'at nanti saudara akan jelas dan gamblang!!

seolah2 saudara memandang penulis dan isi blog ini, seperti saudara memandang pada anak kandung saudara sendiri...
JELAS DAN GAMBLANG...
inilah sebenarnya ldii.

disini yg koment2 saya rasa separuh hidupnya dulu pernah tersesat di islam jama'ah ini. (khowarij)
ini bukan kalimat kosong, ini pengalaman mereka yg telah ruju'

Anonim mengatakan...

assalamu'alaikum
saudara2ku..., dimana kami dapat informasi tentang cerita2 ini?
sepertinya kami asing dengan cerita2 para kholifah yg 4 ini.
Amal solih infonya.
jazakumullohukhoiron.
___________________________________
ini sedikit copas utk mbak/ ibu Nur Azizah
semoga manfaat:

http://www.4shared.com/get/xM6jBIeM/Al_Bidayah_wan_Nihayah__Masa_K.html;jsessionid=331749F7D021D4B4CCC711C513D73632.dc211

Januari 31, 2011
Al-bidayah wa nihayah ini disusun oleh Mufassirin (pentafsir Al-quran) yg dijadikan ruju' keilmuan Ulama2 abad ini yg bernama Ibnu katsir.

Selain pentafsir Al-quran, Ibnu katsir ini juga yg menyusun kisah para Nabi & Rosul sebelum Nabi Muhammad sampai kisah Rosul kita sholoulohu'alaihiwasalam. dilanjutkan pada kisah yg shoihih khulafah yg 4 (Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali Rodiaullou'anhum)

silahkan di dwnload gratis, sbg ebook, Semoga Manfaat.

Januari 31, 201

Anonim mengatakan...

Laporkan secara real time temuan anda dilapangan terhadap LDII!
ldiiwatch.blogspot.com gan! update terus tuh!

Anonim mengatakan...

Untuk abu turob , itulah masalahnya.

Saya jadi ragu-ragu pada saat diajak bai'at , dan apakah harus dibai'at dulu untuk memahaminya ?

Yang jelas selama ini , ajaran seperti yang disebutkan di blog ini tidak pernah saya dengar di pengajian.

Kami cuma belajar ngaji quran hadits , tidak lebih dari itu.

Apakah memang dakwah yang benar selalu ditentang ???

Anonim mengatakan...

sudah 3 hari,kalau ngetik LDII pada search engine google, maka situs airmatakumengalir ini menempati posisi ke 2. hot-thread nih kayaknya.teruuus up dating, mari bahu-membahu memerangi akidah khawarij dan menolong sedulur 354 dari pembohongan dajjal-dajjal burengan yang menyesatkan

Anonim mengatakan...

to: anonim

"Saya jadi ragu-ragu pada saat diajak bai'at , dan apakah harus dibai'at dulu untuk memahaminya ?---> yup, benar, karena selama ini anda masih taraf 'muallaf' jadi anda diajak dulu menyelami makna quran dan hadits (walaupun hadits himpunan yg dikajikan banyak yg dhoif, dan ada yg dipalsukan juga) jd berangkat dari sini anda akan berkeyakinan bahwa yg diamalkan di jamaah 354 itu 'pasti' sesuai dg qur'an hadits. dari sinilah nanti timbul taqlid buta. Setelah anda baiat, maka nanti kewajiban2 yg tdk sesuai syari(bidah) akan bermunculan.

"Yang jelas selama ini , ajaran seperti yang disebutkan di blog ini tidak pernah saya dengar di pengajian."---->yg mana dulu?? anda bener ngaji di jamaah354??

"Kami cuma belajar ngaji quran hadits , tidak lebih dari itu."----> memang benar yg dikaji Quran hadits, tapi pemahamannya tidak sesuai dengan ulama' salaf, alias pemahaman nurhasan, dan itupun nanti bisa berubah2 sesuai dengan omongannya amir.(seakan2 Islam itu belum sempurna)

"Apakah memang dakwah yang benar selalu ditentang ???"----> anda tau yahudi, nasrani, ahmadiyah ???? sampe sekarang mereka juga selalu ditentang !!!

Anonim mengatakan...

sekarang sudah jelas, ikutilah ilmu dari ALLOH dan Rosul Nya.

kalau mau cari ilmu silahkan buka:
www.al-islam.com

yg berbahasa indonesia;
www.islamhouse.com

yg senang dengar2 nasihat:
www.kajian.net

Anonim mengatakan...

Ziyad bin Hudair mengatakan: Umar berkata kepadaku, “Tahukah kamu apa yang menghancurkan Islam?”. Kujawab, “Tidak.” Dia berkata, “Yang menghancurkannya adalah ketergelinciran seorang alim/ulama, orang munafik yang mendebat dengan membawa-bawa ayat al-Qur’an, dan ketetapan para imam yang menyesatkan.” (HR. ad-Darimi, lihat Fath al-Majid, hal. 379)

Anonim mengatakan...

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata: “Dahulu para ulama salaf mengatakan, 'Berhati-hatilah dari dua golongan manusia, yaitu pemilik hawa nafsu yang telah terjerat oleh hawa nafsunya dan pemilik -kesenangan- dunia yang telah terbutakan hatinya oleh dunianya.'"

Anonim mengatakan...

Beliau juga berkata: “Dahulu mereka juga mengatakan, 'Waspadalah dari fitnahnya seorang alim yang fajir dan ahli ibadah yang bodoh. Karena sesungguhnya fitnah yang menjerat mereka berdua merupakan bencana yang bisa mencelakakan semua orang yang tertimpa oleh fitnah itu.'" (Dikutip dari adh-Dhau’ al-Munir ‘ala at-Tafsir yang disusun oleh Syaikh Ali ash-Shalihi [5/134], lihat juga al-Fawa’id hal. 99 dan Ighatsat al-Lahfan hal. 668)



Sufyan bin ‘Uyainah mengatakan: “Barangsiapa yang rusak di antara ahli ibadah kita maka pada dirinya terdapat kemiripan dengan orang Nasrani. Dan barangsiapa yang rusak di antara ahli ilmu kita, maka pada dirinya terdapat kemiripan dengan orang Yahudi.”



Ibnul Qayyim mengatakan, “Hal itu dikarenakan orang Nasrani beribadah tanpa ilmu sedangkan orang Yahudi mengetahui kebenaran akan tetapi mereka justru berpaling darinya.” (Ighatsat al-Lahfan, hal. 36)



Itulah akibat ilmu yang tidak dibarengi dengan rasa takut kepada Allah atau karena rasa takut yang sangat tipis.



Ketika ilmu mengabarkan kepada mereka tentang kebenaran dan ternyata hawa nafsunya tidak menyukainya maka dia pun lebih mengutamakan selera hawa nafsunya dan mencampakkan ilmunya. Inilah bencana yang menimpa golongan orang yang berilmu!



Oleh sebab itu Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata:



“Bukanlah ilmu itu dengan banyaknya riwayat, akan tetapi hakekat ilmu itu adalah khas-yah/rasa takut kepada Allah.” (dikutip dari al-Fawa’id, hal. 142).



Beliau juga mengatakan:



“Cukuplah rasa takut kepada Allah bukti keilmuan, dan cukuplah ketertipuan diri karena kemurahan Allah sebagai bentuk kebodohan.” (dikutip dari al-Iman karya Ibnu Taimiyah, takhrij al-Albani, hal. 22).



Diriwayatkan pula dari al-Hasan al-Bashri rahimahullah, bahwa beliau berkata:



“Ilmu itu ada dua macam. Ilmu yang tertancap di dalam hati dan ilmu yang sekedar berhenti di lisan. Ilmu yang tertancap di hati itulah ilmu yang bermanfaat, sedangkan ilmu yang hanya berhenti di lisan itu merupakan hujjah/bukti bagi Allah untuk menghukum hamba-hamba-Nya.” (HR. al-Khathib al-Baghdadi dalam Tarikhnya dengan sanad dha’if marfu’, lihat al-Iman, takhrij al-Albani, hal. 22)



Ibnu Taimiyah rahimahullah menerangkan ketika menyinggung firman Allah (yang artinya), “Sesungguhnya yang merasa takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya hanyalah orang-orang yang berilmu.” (QS. Fathir: 28). Kata beliau:



“Maknanya adalah tidak ada yang merasa takut kepada-Nya kecuali seorang yang berilmu. Ini artinya Allah memberitakan bahwa setiap orang yang takut kepada Allah maka itulah orang yang berilmu. Sebagaimana yang Allah ceritakan di dalam ayat lainnya (yang artinya), ‘Apakah sama orang yang senantiasa taat mengerjakan sholat dengan bersujud dan berdiri di sepanjang malam serta merasa takut akan hari akherat dan mengharapkan rahmat Rabbnya (dengan yang tidak demikian itu). Katakanlah: Apakah sama antara orang-orang yang berilmu dengan orang-orang yang tidak berilmu.’ (QS. az-Zumar: 9). Sementara rasa takut/khas-yah itu pasti mengandung rasa harap, sebab kalau tidak demikian maka hal itu adalah sebuah keputusasaan. Sebagaimana halnya rasa harap pasti menuntut adanya rasa takut, sebab kalau tidak demikian maka yang ada adalah rasa aman -dari makar Allah-. Maka, orang-orang yang senantiasa memiliki rasa takut dan harap kepada Allah itulah sebenarnya ahli ilmu yang dipuji oleh Allah.” (al-Iman, takhrij al-Albani, hal. 20)

Anonim mengatakan...

Oleh sebab itulah mengapa para salaf menyebut semua orang yang berbuat maksiat -meskipun dia mengetahui- sebagai orang yang jahil/bodoh. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Sesungguhnya taubat itu akan diterima oleh Allah hanyalah bagi orang-orang yang melakukan keburukan dengan sebab kebodohan, kemudian mereka bertaubat dalam waktu yang dekat.” (QS. an-Nisaa’: 17). Abul ‘Aliyah mengatakan, “Aku bertanya kepada para sahabat Muhammad -shallallahu ‘alaihi wa sallam- tentang makna ayat ini, maka mereka berkata kepadaku, ‘Semua orang yang durhaka/bermaksiat kepada Allah maka dia adalah jahil/bodoh, dan semua orang yang bertaubat sebelum meninggal maka dia telah bertaubat dalam waktu yang dekat’.” Ibnu Taimiyah mengomentari, “Demikianlah penafsiran yang dikatakan oleh segenap ahli tafsir.” Lalu beliau juga mengutip perkataan Mujahid, “Setiap orang yang berbuat maksiat maka dia adalah bodoh ketika melakukan maksiatnya itu.” (lihat al-Iman, takhrij al-Albani, hal. 21)



Oleh karena itu pulalah mengapa para ulama salaf membiasakan diri untuk memulai karya mereka dengan menuliskan hadits innamal a’malu bin niyat. Hadits yang sangat agung dan mengingatkan tentang ajaran Islam yang paling mulia yaitu tauhid dan keikhlasan. Sebab dengan memperhatikan kandungan hadits yang agung itu manusia akan teringat bahwa semua amal mereka tidak ada artinya jika tidak dilandasi dengan keikhlasan kepada Allah ta’ala.



Keikhlasan yang ada pada diri seorang hamba itulah yang akan menuntut dirinya bersikap jujur di hadapan Allah ta’ala. Di mana saja mereka berada, Allah senantiasa mengawasi mereka. Innallaha kaana ‘alaikum raqiiba (sesungguhnya Allah senantiasa mengawasi kalian), sebagaimana yang sering dibacakan oleh Nabi di hadapan para sahabat dalam khutbatul hajahnya…



al-Harits al-Muhasibi mengatakan, “…sesungguhnya keikhlasan itu membutuhkan shidq/kejujuran, sedangkan shidq tidak membutuhkan kepada apapun. Karena hakekat ikhlas adalah menginginkan Allah dalam melakukan ketaatan. Terkadang seseorang menghendaki -ridha- Allah dengan sholatnya akan tetapi hatinya lalai dari menghadirkan-Nya. Adapun shidq/kejujuran dan ketulusan adalah menginginkan Allah dalam beribadah dengan diiringi hadirnya hati untuk mengingat-Nya. Setiap orang yang tulus pasti ikhlas, namun tidak setiap orang yang ikhlas pasti tulus.” (dikutip dari penjelasan Imam an-Nawawi dalam syarah Arba’in yang terdapat dalam ad-Durrah as-Salafiyah Syarh al-Arba’in an-Nawawiyah, hal. 29).



Kalau seorang hamba tulus dalam beribadah dengan ikhlas kepada Allah dan tidak berniat mencari pujian manusia niscaya dia akan berjuang menundukkan hawa nafsunya di kala sendirian sebagaimana ketika dia bersama dengan orang-orang. Dengan demikian, dia akan menjadi sosok ahli ilmu yang sejati, yang merasa takut kepada Allah ketika bersama orang lain maupun ketika sepi dan sendiri.

Anonim mengatakan...

Fudhail bin ‘Iyadh rahimahullah berkata:



“Seorang yang berilmu masih terus disebut sebagai orang bodoh sampai beramal dengan ilmunya. Apabila dia telah mengamalkannya maka barulah dia menjadi orang yang alim.” (HR. al-Khathib al-Baghdadi dalam Iqtidha’ al-Ilmi al-’Amala)



Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:



“Tidak akan terkumpul keikhlasan di dalam hati bersamaan dengan kecintaan kepada pujian dan sanjungan serta ketamakan terhadap apa yang dimiliki oleh manusia kecuali sebagaimana berkumpulnya air dengan api dan dhabb/sejenis biawak dengan ikan (mangsanya, pent)…” (al-Fawa’id, hal. 143).



Sesungguhnya kesesuaian ilmu dengan amalan, kunci utamanya adalah keterjagaan hati dari kotoran riya’ dan perusak-perusak keikhlasan. Sehingga ada di antara ulama salaf yang berkata kepada dirinya sendiri, “Wahai jiwaku, ikhlaslah niscaya kamu akan selamat.”



Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan:



“Barangsiapa yang baik isi hatinya pastilah baik -amal- badannya, dan tidak sebaliknya.” (al-Iman, takhrij al-Albani, hal. 11).



Ibnu Taimiyah rahimahullah juga berkata:



“Kekhusyu’an badan mengikuti kehusyu’an yang ada di dalam hati. Apabila seorang bukan termasuk orang yang mencari pujian dan menampak-nampakkan sesuatu yang tidak ada di dalam hatinya yaitu sebagaimana yang disindir dalam sebuah riwayat ‘Berlindunglah kalian dari khusyu’nya orang munafik’ yaitu badannya terlihat khusyu’ akan tetapi hatinya kosong dan lalai…” (al-Iman, takhrij al-Albani, hal. 27).



Sufyan bin Uyainah berkata:



“Barangsiapa yang membaguskan tingkah lakunya di kala sembunyi niscaya Allah akan membaguskan urusannya di kala terang-terangan. Barangsiapa yang membaguskan hubungan dirinya dengan Allah maka Allah akan membaguskan hubungannya dengan orang lain. Dan barangsiapa yang beramal untuk kebaikan akheratnya niscaya akan Allah cukupkan urusan dunianya.” (HR. Ibnu Abi Dunya dalam Kitab al-Ikhlas, dinukil dari al-Iman hal. 11).

Anonim mengatakan...

Begitu pula sebaliknya, semangat kuat untuk mengabdi kepada Allah namun tidak dilandasi dengan ilmu, justru menimbulkan kerusakan-kerusakan.



Tidakkah kita ingat betapa menyeramkan celaan dan kecaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada sekte Khawarij? Beliau mengatakan bahwa mereka itu adalah ‘seburuk-buruk makhluk’, ‘orang yang membunuh mereka akan mendapatkan pahala di sisi Allah pada hari kiamat’, ‘mereka adalah anjing-anjing penduduk neraka’, ‘mereka keluar dari agama laksana anak panah yang melesat menembus sasarannya’? Bukankah mereka itu adalah orang yang dikatakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada para sahabat, “Kalian akan meremehkan sholat kalian dibandingkan dengan sholat mereka, dan puasa kalian jika dibandingkan dengan puasa mereka.”? Bahkan mereka adalah orang-orang yang pandai membaca al-Qur’an! Namun, lihatlah bagaimana semangat mereka yang kebablasan telah menggiring mereka menjadi kelompok sesat yang tega membunuhi ahli iman dan justru membebaskan ahlil autsan (penyembah berhala)! Apa lagi sebabnya kalau bukan karena kebodohan mereka terhadap manhaj/cara beragama yang benar yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan dijelaskan oleh para sahabatnya? Allahul musta’an



Maka benarlah perkataan Amirul Mukminin fil Hadits al-Imam al-Bukhari rahimahullah yang membuat sebuah bab di dalam Kitab al-’Ilmi dalam Shahihnya dengan judul ‘al-’Ilmu qoblal qoul wal ‘amal’; ilmu sebelum ucapan dan perbuatan. Inilah kaedah agung yang telah dilupakan oleh sebagian besar kaum muslimin… Sehingga menyebabkan mereka berbicara, mengajak, dan bertindak tanpa landasan ilmu dari al-Kitab maupun as-Sunnah, namun hanya bersandar kepada adat tradisi dan taklid kepada tokoh-tokoh dan leluhur mereka yang tidak mengenal ajaran agama sebagaimana mestinya, subhanallah! Tidakkah mereka ingat firman Allah yang mulia (yang artinya), “Tidak pantas bagi seorang yang beriman lelaki ataupun perempuan, apabila Allah dan rasul-Nya telah memutuskan suatu perkara kemudian ternyata masih ada bagi mereka alternatif pilihan yang lainnya dalam urusan mereka. Barangsiapa yang durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya maka sesungguhnya dia telah tersesat dengan kesesatan yang amat nyata.” (QS. al-Ahzab: 36)



Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:



“Dahulu para salaf menyebut orang-orang yang menganut pemikiran yang bertentangan dengan sunnah serta menyelisihi ajaran yang dibawa oleh Rasul dalam perkara ilmu yang bersifat pemberitaan -dari Allah- maupun yang menyeleweng dalam masalah hukum amaliyah sebagai penganut syubhat dan pengekor hawa nafsu. Hal itu dikarenakan pada hakekatnya pemikiran yang menyelisihi Sunnah adalah kebodohan dan bukan ilmu, itu adalah hawa nafsu dan bukan agama. Oleh sebab itu orang yang tetap bersikeras mengikutinya digolongkan dalam kelompok orang yang mengikuti hawa nafsunya tanpa memperhatikan petunjuk dari Allah, yang pada akhirnya menjerumuskan kepada kesesatan di dunia dan kebinasaan nanti di akherat…” (Ighatsat al-Lahfan, hal. 639).



Dengan demikian hakekat orang yang berilmu adalah orang yang setia mengikuti Sunnah. Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:



“Maka orang yang paling berilmu dan paling sehat akal, pemikiran, dan cara penilaiannya adalah orang yang akal, pemikiran, dan cara penilaian/istihsan-nya serta analoginya bersesuaian dengan Sunnah. Sebagaimana yang dikatakan oleh Mujahid, ‘Ibadah yang paling utama adalah pemikiran yang bagus, yaitu mengikuti Sunnah. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), ‘Dan orang-orang yang diberikan ilmu bisa melihat bahwa apa yang telah diturunkan oleh Rabbmu kepadamu itulah yang benar.’ (QS. Saba’: 6).” (Ighatsat al-Lahfan, hal. 638-639)

Anonim mengatakan...

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan:



“Sumber dari semua fitnah itu adalah karena mendahulukan pemikiran di atas syari’at dan mengedepankan hawa nafsu di atas akal sehat. Sebab yang pertama merupakan sumber munculnya fitnah syubhat, sedangkan sebab yang kedua merupakan sumber munculnya fitnah syahwat. Fitnah syubhat bisa ditepis dengan keyakinan, sedangkan fitnah syahwat dapat ditepis dengan bersabar. Oleh karena itulah Allah Yang Maha Suci menjadikan kepemimpinan dalam agama tergantung pada kedua perkara ini. Allah berfirman (yang artinya), “Dan Kami menjadikan di antara mereka para pemimpin yang memberikan petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka bisa bersabar dan senantiasa meyakini ayat-ayat Kami.” (QS. as-Sajdah: 24). Hal ini menunjukkan bahwasanya dengan bekal sabar dan keyakinan itulah akan bisa dicapai kepemimpinan dalam hal agama. Allah juga memadukan keduanya di dalam firman-Nya (yang artinya), “Mereka saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasehati untuk menetapi kesabaran.” (QS. al-’Ashr: 3). Saling menasehati dalam kebenaran merupakan sebab untuk mengatasi fitnah syubhat, sedangkan saling menasehati untuk menetapi kesabaran adalah sebab untuk mengekang fitnah syahwat…” (dikutip dari adh-Dhau’ al-Munir ‘ala at-Tafsir yang disusun oleh Syaikh Ali ash-Shalihi [5/134], lihat juga Ighatsat al-Lahfan hal. 669)



Dari sinilah kita menyadari betapa agungnya doa yang kita panjatkan setiap hari di dalam sholat kita, ‘ihdinash shirathal mustaqim, shirathalladzina an’amta ‘alaihim, ghairil maghdhubi ‘alaihim wa ladhdhaalliin’. Ya Allah, tunjukilah kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan jalannya orang-orang yang dimurkai dan bukan pula jalannya orang-orang yang sesat. Dan dari sinilah kita bisa memahami mengapa sedemikian besar rasa takut para ulama salaf akan bahaya kemunafikan. Sampai-sampai dikatakan oleh Ibnu Abi Mulaikah, “Aku telah bertemu dengan tiga puluh orang sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mereka semuanya merasa khawatir dirinya terjangkit kemunafikan.” (HR. Bukhari secara mu’allaq)

Anonim mengatakan...

Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafizhahullah berkata:



“Orang yang diberikan kenikmatan kepada mereka itu adalah orang yang mengambil ilmu dan amal. Adapun orang yang dimurkai adalah orang-orang yang mengambil ilmu dan meninggalkan amal. Dan orang-orang yang sesat adalah orang-orang yang mengambil amal namun meninggalkan ilmu.” (Syarh Ba’dhu Fawa’id Surah al-Fatihah, hal. 25).



Ibnul Qayyim rahimahullah menerangkan, “Firman-Nya ‘ghairil maghdhubi ‘alaihim waladhdhaalliin’ mengandung penjelasan mengenai dua ujung penyimpangan dari jalan yang lurus. Ayat ini menjelaskan bahwasanya penyimpangan kepada salah satunya menjerumuskan kepada kesesatan, yang pada hakekatnya itu merupakan bentuk kerusakan dalam hal ilmu dan keyakinan. Adapun penyimpangan kepada ujung yang lainnya menyeret kepada perkara yang dimurkai yang penyebabnya adalah kerusakan dalam hal niat dan perbuatan.” (al-Fawa’id, hal. 21)



Berkat taufik dari Allah untuk bisa bersabar di atas ketaatan dan menjauhi kemaksiatan serta mengamalkan ilmunya, seorang hamba akan terselamatkan dari murka Allah ta’ala. Sebagaimana berkat taufik dari Allah ta’ala untuk memahami kebenaran dan batasan-batasannya serta mengetahui cara yang benar dalam beribadah kepada Allah ta’ala, seorang hamba akan terselamatkan dari kesesatan.



Dan ini semua artinya adalah, setiap hari -bahkan setiap kali sholat, bahkan setiap raka’at [!]- kita dituntun oleh Allah ta’ala untuk memohon kepada-Nya anugerah kesabaran agar terlepas dari belenggu hawa nafsu yang menjerat kita dalam murka-Nya karena tidak mengamalkan ilmu, serta memohon kepada-Nya keyakinan supaya bisa terbebas dari hembusan syubhat dan kebodohan yang akan menyesatkan kita dari jalan-Nya. Sungguh besar kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya.



Alangkah benar sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:



“Sungguh Allah lebih penyayang kepada hamba-hamba-Nya daripada perempuan ini -yang kehilangan anaknya dan menyusui setiap bayi yang ditemuinya, pent- kepada bayinya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Subhanallah!

Anonim mengatakan...

Maka waspadalah -wahai saudara-saudaraku- dari kedua golongan manusia itu; golongan manusia yang berilmu tapi tidak mengamalkan ilmunya, dan golongan manusia yang beramal tapi tidak melandasinya dengan ilmu…



Jangan sampai kita termasuk di dalamnya! Dan marilah bertaubat dari kesalahan-kesalahan kita, karena dengan jalan taubat itulah keberuntungan akan bisa diraih. Allah ta’ala berfirman (yang artinya), “Dan bertaubatlah kalian semua wahai orang-orang yang beriman, mudah-mudahan kalian termasuk orang-orang yang beruntung.” (QS. an-Nuur: 31).



Ya Allah, kami mohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat dan kami berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat. Ya Allah, kami menyadari kezaliman yang kami lakukan kepada diri-diri kami maka ampunilah kami, sebab seandainya Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami pastilah kami tergolong orang-orang yang merugi. Ya Allah, kami memohon kepada-Mu petunjuk, ketakwaan, keterjagaan kehormatan, dan rasa cukup -di dalam hati-. Segala puji hanya bagi-Mu, kami tak sanggup menghingga pujian untuk-Mu, Engkau sebagaimana yang Engkau puji terhadap diri-Mu. Tiada yang berhak diibadahi kecuali Dirimu semata, tiada sekutu bagi-Mu. Wa shallallahu ‘ala Nabiyyina Muhammadin wa ‘ala alihi wa shahbihi wa sallam.



Yogyakarta, 11 Dzulqo’dah 1430 H



Yang selalu membutuhkan Rabbnya

Abu Mushlih Ari Wahyudi

http://abumushlih.com/waspadailah-dua-golongan-manusia.html/

Anonim mengatakan...

sangat mengena sekali jika nasehat ini untuk

IMAM-IMAM LDII

pagi yang cerah

abufatih lb buaya

agustawibowo.Klaten mengatakan...

dalam islam itu ada ibadah wajib & ibadah sunnah

zakat itu wajib, & infaq itu sunnah.

kalo dibolehkan ijtihad wajibnya Infaq Rezeqi (IR) , berarti sejajar dengan
kalo saja ada ijtihad mewajibkan SHOLAT ROWATIB/SHOLAT Sunnah lain,
berarti sejajar dengan kalo saja ada ijtihad mewajibkan PUASA SENIN KAMIS/Puasa sunnah lain.
berarti sejajar dengan kalo saja ada ijtihad mewajibkan orang2 kaya harus HAJI 2x
(padahal hukumnya sekayaraya apapun, tetap yg wajib 1x)

jangan menSUNNAHKAN yg WAJIB, & jangan meWAJIBkan yg SUNNAH
itu namanya BID'AH

rudi mengatakan...

sebenarnya yg lebih pantas disebut pewaris `khawarij`,ya..pemilik blog ini dan sekutunya.Kalau kita tarik kembali kemasa salafussholih,para solihin dimasa itu lebih memilih diam daripada ngomong apalagi penuh dengan cacian,karena ucapan dalam fitnah seperti jatuhnya pedang`.Sebaliknya celaan dan cacian banyak keluar dari mulut orang2 khawarij.Anehnya lagi 22th di 354,walaupun dituduh melakukan `takfir`,tapi ana ga pernah dengar ucapan kasar seperti kasarnya ucapan org2 FRIH(baca:perih/sakit hati).Atau mungkin org2Frih lah yang melakukan takfir waktu masih di 354.Adapun H.Nurhasan,siapapun beliau,beliau telah berjasa mengenalkan islam dengan pedoman QH,mungkin tanpa didahului pengajaran dari H.Nurhasan org 2 Frih yang sekarang bangga bahkan terkadang ujub,bisa dengan mudah mengikuti ta`lim2 di salafy IT-nya,karena ta`lim di it,rata2 sebagai mustamian bukan mutaa`liman kecuali kalau memang punya dasar membaca kitab.Mantan 354 otomatis lebih mudah menerima dan mengikuti ta`lim2 di IT dan sekaligus sbg mutaaliman,karena sudah terbiasa dengan disiplin ilmu di354.Ratusan ribu atau mungkin jutaan manusia yang berhasil mengikrarkan bahwa hanya islam agama yang benar,dan hanya QH jalan tunggal tuk masuk surga dimana saat itu,penguasa RI memaksa kpd rakyat tuk mengakui bahwa semua agama tu baik dan benar'dan Pancasila sebagai jalan hidup.H.Nurhasan pun berhasil menghilangkan faham konservatif pengikutnya yang beribadah menurut fatwa2 ulama yg tidak jelas.H.Nurhasanpun berhasil mengikis hedonisme dunia artis menjadi agamis,sehingga efek negatif para selebritis dapat di minimalisir.Sedangkan antum2 or4g2 perih ,apa kiprah anda terhadap agama 4JJI ini?.cuma jadi pencela dan penghujat yg akibatnya mencegah org tuk masuk islam.Jangankan Org yg sudah berjasa dalam islam,berhala yang disembah org2 musyrikpun,4JJI melarang tuk mencelanya...sekali lagi obyektif,hilangkan dendam,dengki..gunakan uswahnya Rosul kala berda`wah..jangan sampai yg pegang kebenaran tapi menyampaikannya dengan cara abu jahal..afwn

rudi mengatakan...

~Perang Fatwa`,dalam blog ini apa mewakili salfy?..fatwa syekh ini..syekh iyu...ujungnya akan mengulangi sejarah perpecahan islam menjadi bermadzhab2..harusnya yang antum sampaikan bukan fatwa syekh2 tapi QH-nya yang dijadikan dasar para syekh tu berfatwa...pengikut 354 aja taslim bukan pada ijtihad imamnya tapi QH yang dijadikan dasar keluarnya ijthad.

abu husain mengatakan...

NASEHAT SYAIKH KEPADA PEMILIK BLOQ RUMAHKU INDAH YG IDENTIK DG IHYAUT TURATS

FATWA SYEKH MUHAMMAD BIN HADI AL-MADKHALI

Penanya berkata: “Didapati pada Jum’iyyah Ihya At-turots andil dalam bidang dakwah ?”

Beliau menjawab: “Apakah Kalian tahu Jum’iyyah ini? Apakah dibangun di atas manhaj Salafi ? Demi Allah Dia tidak dibangun diatas manhaj Salafi. Demi Allah dibangun diatas manhaj Ikhwani, para anggotanya orang-orang yang mutalawwin .Adapun yang kami ketahui dari mereka, tidak boleh bagi kita membiarkannya karena adanya orang yang memberi rekomendasi kepada mereka, dari orang-orang yang berbasa-basi di hadapannya (yaitu di hadapan yang memberi rekomendasi, pen) dan mereka tidak mengetahuinya.

Sesungguhnya Allah Subhanahu waTa’ala tidak membebani kita kecuali dengan apa yang kita ketahui. Sementara Yayasan ini adalah Hizbiyyah, mereka mempunyai bai’at yang mereka namakan perjanjian, atau mereka namakan “Ta’at kepada penanggung jawab (pengurus, pen)”. Maka perhatikanlah mereka dalam berbagai sikapnya. Kemana pun mereka pergi ke Barat atau ke Timur, di negara Islam atau selain negara Islam, kalian tidak mendapati mereka melainkan mereka memecah-belah dakwah Salafiyah.

Mereka (Ihya ut Turath) tidaklah mempersatukan, namun mereka mendatangi perkumpulan salafiyah lalu memecah-belah diantara mereka. Dan itu disebabkan karena harta yang ada pada mereka. Kita memohon kepada Allah ‘afiyah dan keselamatan. Aku telah membicarakan ini di banyak kaset. Dan Aku juga telah berbicara dalam dua kaset di Kuwait, di (negeri) mereka.

Intinya, Abdurrahman Abdul Khaliq tidak tersamarkan oleh sekalian kita dan tidak tersamarkan pula oleh kalian semuanya bahwa dia adalah syekh mereka (Ihya at Turath) sampai saat ini, walaupun mereka berusaha berpindah darinya.

Kita memohon kepada Allah afiyah dan keselamatan.Pembicaraan seputar masalah ini panjang,namun aku mencukupkan hingga disini.


(Ini adalah transkrip dari kaset fatwa beliau oleh penerjemah, rekaman ada pada kami - penerjemah)

فتوى الشيخ مقبل رحمه الله تعالى

((جمعية إحياء التراث علمها هو جمع الأموال ثم بعد ذلك تجميع الناس معهم وإلى دعوة ديمقراطية .ليس الخلاف بيننا وبينهم من أجل المال, وليس الخلاف بيننا وبينهم من أجل المراكز وليس الخلاف بيننا وبينهم من أجل المرتفعات العسكرية وغيرها.الخلاف بيننا وبينهم أنهم يدعون إلى الديمقراطية وهكذا أيضا الإخوان المفلسون يدعون إلى الديمقراطية ويريدون أن يصوروا للناس من أنها إسلامية, والله المستعان)).

abu husain mengatakan...

NASEHAT KEPADA KEPADA RIK-RIK AULIA RAHMAN ''PEMILIK BLOQ RUMAHKU INDAH ''DARI SYAIKH MUQBIL BIN HADI

“Jum’iyyah Ihya At-Turots ilmunya adalah mengumpalkan harta, kemudian setelah itu mengumpulkan manusia agar bersama mereka. Dan mengajak kepada Demokrasi. Bukanlah perselisihan antara kita dan mereka (Ihya at Turats) disebabkan karena harta. Dan bukanlah perselisihan antara kita dan mereka (Ihya at Turats) disebabkan karena markaz (pondok pesantren) dan bukan perselisihan antara kami dan mereka dalam masalah tingkatan ketentaraan.



Perselisihan antara kita dan mereka (Ihya at-Turats) adalah karena mereka menyeru kepada Demokrasi. Demikian pula Al-Ikhwan Al-Muflisun menyeru kepada Demokrasi. Mereka hendak menggambarkan kepada manusia bahwa itu adalah cara Islami. Wallahul musta’an”.

فتوى الشيخ مقبل رحمه الله تعالى :

السائل: كما سمعتم فقد اتصلت جمعية إحياء التراث ببعض المشايخ مثل الشيخ ابن باز وعبد المحسن العباد وابن عثيمين وعبد الرحمن جبرين واستطاعت إلى الأخذ بتزكية شفوية من الشيخ ابن باز حفظه الله ,حيث ذكر أنها جمعية طيبة فتعاونوا معهم فإن أخطؤوا فبينوا أخطاءهم ,انتهى كلامه بالمعنى ولما سمعوا ما أرادوا خرجوا ….(كلمة غير مفهومة) كشبهة بعض إخواننا هناك أنهم يقولون :إذا كانت هذه الجمعية صاحبة شر وضلال فكيف يزكيها هؤلاء المشايخ .فيا شيخ ماردكم على هذا؟

الجواب: الحمد لله صلى الله وسلم على نبينا محمد وعلى آله وصحبه ,اشهد ألا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدا عبده ورسوله من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له ,أما بعد :

فعلماءنا الأفاضل حفظهم الله تعالى يأتي صاحب الجمعية إليهم ويقول : يا شيخ نحن نهتم ببناء المساجد وبفتح مدارس تحفيظ القرآن وبكفالة اليتامى وبحفر الآبار وغير ذلك من الأفعال الحميدة الصالحة فالشيخ ………(كلمة غير واضحة) ما رأيك في هذه الجمعية تهتم ببناء المساجد وتحفيظ القرآن وكفالة اليتامى وكفالة الدعاة إلى الله وحفر الآبار ,من الذي يقول هذا ما يجوز كل واحد يقول –يا أخي- هذا عمل صالح كله لكن المشايخ حفظهم الله تعالى لا يعرفون ما بعد هذا .

والواقع أن الأموال التي تأتيهم أصحاب الجمعية لتحارب بها أهل السنة في السودان وفي اليمن نعم وفي أرض الحرمين ونجد وفي أندونيسيا وفي كثير من البلاد الإسلامية .

(مفرغ من الشريط بصوته رحمه الله وهو عندي)

abu husain mengatakan...

NASEHAT Syekh Muqbil rahimaullah Ta’ala:
KEPADA PEMILIK BLOQ RUMAHKU INDAH DAN LINK-NYA

Berkata penanya: “Sebagaimana yang Engkau dengarkan, sungguh Jum’iyyah Ihya At-turots telah menghubungi sebagian syaikh seperti Syekh Bin Baaz, Abdul Muhsin Al-Abbad, Ibnu Utsaimin dan Abdurrahman Jibrin.Dan mereka berhasil mendapatkan tazkiyah secara lisan dari Syekh Bin Baaz hafidzahullah.Dimana Beliau menyebutkan bahwa “… ini adalah Jum’iyyah yang bagus, maka bekerjasamalah dengan mereka. Jika mereka bersalah maka jelaskan kesalahan mereka…”, demikian ucapannya secara makna.

Tatkala mereka mendengar apa yang mereka inginkan, lantas mereka keluar ….(kalimat tidak dipahami) seperti syubhat sebagian saudara kita disana bahwa mereka mengatakan : “…jika Jum’iyyah ini memiliki kejelekan dan kesesatan, lalu bagaimana mungkin direkomendasi oleh para Syekh ini…”. Maka wahai Syekh,apa bantahan Anda terhadap hal ini?

Jawab:

Segala puji milik Allah, semoga Allah memberi shalawat dan salam kepada Nabi Kita Muhammad, keluarganya dan para shahabatnya.

Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah keculi Allah semata ,tidak ada sekutu baginya.Dan Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan rasul-Nya.Siapa yang diberi hidayah oleh Allah maka tidak ada yang mampu menyesatkannya,dan siapa yang disesatkan oleh Allah maka tidak ada yang mampu memberi hidayah kepadanya.Amma Ba’du:

Ulama kita yang mulia –semoga Allah senantiasa menjaga mereka- , lantas anggota Jum’iyyah datang kepada mereka dan berkata: “…wahai syekh, kami memperhatikan masalah pembangunan masjid-masjid, membuka madrasah tahfidz Al-Qur’an, menanggung anak-anak yatim, menggali sumur-sumur dan yang lainnya - dari berbagai perbuatan yang terpuji dan salih -”. “Maka syaikh …..(kalimat tidak jelas), apa pendapatmu tentang jum’iyyah ini, yang memperhatikan pembangunan masjid, tahfidz al-Qur’an, menanggung anak-anak yatim, menanggung para da’i di jalan Allah, menggali sumur-sumur…”. Siapa yang mengatakan ini tidak boleh ? Setiap orang mengatakan –ya akhi- ini adalah amalan soleh semuanya ! Namun para syaikh tersebut –semoga Allah menjaga mereka- tidak mengetahui apa yang terjadi setelah ini.

Kenyataannya bahwa harta yang sampai ke mereka para pengurus Jum’iyyah digunakan untuk memerangi Ahlus Sunnah di Sudan, di Yaman, di bumi Haramain (Makkah dan Madinah, pen), Najed dan di Indonesia dan dalam banyak Negara Islam.

(Ini adalah transkrip dari kaset fatwa beliau oleh penerjemah, rekaman ada pada kami - penerjemah)

KESIMPULAN

Kesimpulan dari apa yang difatwakan oleh para masyaikh –hafidzahumullah- tersebut adalah bahwa Ihya At-Turats adalah yayasan Hizbiyyah, dengan beberapa alasan:

1) mereka adalah para pembela manhaj Quthbi Takfiri

2) Abdurrohman Abdul Khaliq yang tetap menjadi syekhnya Ihya At-Turats,yang membela

kebatilan, membela Hasan At-Turabi, Sayyid Quthb, Hasan Al-Banna, Al-Maududi dan yang lainnya dari para penyeru kesesatan.

3) Menyeru kepada Demokrasi

4) Mereka memiliki bai’at yang namanya dirubah dengan istilah “’ahd (perjanjian), atau mentaati pengurus yang bertanggung jawab”.

5) Diantara pengurusnya terdiri dari para takfiriyyun, seperti Nadzim AL-Misbahi dan yang lainnya.

6) Bersikap loyal kepada takfiriyyun,dan kepada Al-Ikhwanul Muslimun.

7) Menyebabkan perpecahan di kalangan Ahlus Sunnah di berbagai Negara.

8) Memiliki manhaj Sirriy yang tidak diketahui kecuali hanya orang-orang tertentu.

9) Ikut serta dalam berpolitik dan masuk parlemen.

Dengan demikian, jelas tidak diperbolehkan bekerjasama dengan mereka, sebab akan mendatangkan kemudharatan dan menyebabkan terjadinya perpecahan. Adapun fatwa para masyayikh yang memberi rekomendasi mereka, hal ini disebabkan karena mereka menyampaikan kepada para masyayikh tersebut perkara-perkara yang sifatnya baik, adapun kebatilan yang ada pada mereka jelas mereka sembunyikan dari para syekh hafidzahumullah tersebut.Maka yang mengetahui adalah hujjah terhadap yang tidak mengetahui.Wallahul muwaffiq.

abu husain mengatakan...

Membongkar pikiran Hasan Al Banna - Ihya'ut Turats
Penulis: Syaikh Ayyid asy Syamari
Firqoh-Firqoh,

Yayasan Ihya’ut Turats lebih lunak sikapnya terhadap pemerintah. Mereka nampaknya punya sikap yang baik sehingga memiliki referensi dari Syaikh Bin Baz yang mereka sebarluaskan dalam menyikapi pemerintah.

Adapun yang tercela dari yayasan ini adalah pembuatan aturan mereka yang sama dengan Ikhwanul Muslimin dalam masalah ketaatan kepada pemimpin. Walaupun tidak ada lafadz baiat dalam organisasi mereka, tetapi mereka membuat satu nama yang disebut dengan ketaatan. Maksudnya, wajib ta’at kepada pemimpin. Abdurrahman Abdul Khaliq dan Muhammad Mahmud Najdi menulis konsep-konsep ketaatan bagi anggota Ihya’ut Turats. Dan ditetapkan dosa bagi yang tidak menaati pemimpin.

Mereka mengangkat penanggung-jawab masjid-masjid dalam satu daerah, setiap penanggung jawab masjid bertanggung-jawab kepada pemimpin umum Ihya’ut Turats. Tidak disyaratkan bagi pemimpin tersebut alim terhadap ilmu agama atau bahwa ia haruslah seorang thalibul ilmi. Yang penting ia loyal dan taat kepada aturan organisasi dan manhaj Ihya’ut Turats.

Mereka mengadopsi konsep Ikhwanul Muslimin dalam perkara tandzhim (aturan organisasi), mengikat pengikut dengan pemimpin atau dengan Yayasan, ikut serta dalam pemilu dan masuk ke dalam parlemen.

Demikian juga Ihya’ut Turats berbeda-beda prinsipnya, diantara mereka ada yang bermanhaj (memilih jalan dakwah) Firqah Tabligh (aliran Jamaah Tabligh), bergabung dengan Abdur Rahman Abdul Khaliq dan Syayiji, Sururiyun, Salman Al ‘Audah dan menyebarkan kaset-kaset ceramahnya.

bersambung

abu husain mengatakan...

sambungan

Ihya’ut Turots adalah suatu organisasi yang tidak punya pendirian tegas, terkadang mengatakan kami menentang Ikhwanul Muslimin, melawan pemikiran Sayyid Quthub, Muhammad bin Surur, memuji Abdurahman Abdul Kholiq, Safar Hawali dan memuji orang-orang yang melawan Salaf dan dakwahnya.

Hasan al Banna adalah penanggung-jawab dakwah dan organisasinya (Ikhwanul Muslimin, red). Para dainya terikat oleh pemimpin dalam satu yayasan. Padahal dakwah yang benar itu diikat dengan ahli ilmu, dan bukannya diikat oleh pemimpin dalam yayasan-yayasan. Yayasan itu memberi manfaat yang besar bila bertujuan menopang dakwah Islamiyah-Salafiyah, atau membantu fakir miskin dan anak-anak yatim. Sayangnya, mereka menjadikan yayasan sebagai hakim (pengatur) bagi para da’i. Bagi yang tidak sependapat dengan aturan yayasan, maka ia harus disingkirkan.

Mereka menulis konsep yang mereka namakan “Manhaj Yayasan” yang berisikan kalimat-kalimat yang sangat umum maknanya, yang mereka tidak batasi maknanya pada apa yang mereka kehendaki. Sesungguhnya sikap mereka adalah melawan orang-orang Salaf dan orang-orang yang menentang Sururiyun, Sayyid Quthub dan Tabligh.

Kita menemukan bahwa Ihya’ut Turats memiliki sikap yang jelek terhadap Syaikh Rabi’ Bin Hadi dan Ulama-Ulama Salafi. Mereka menjauhkan para pemuda manhaj salaf dan menghadiri taklim-taklim salafiyyin. Mereka bergabung bersama Jama’ah Tabligh, Sururiyun, jama’ah Abdurahman Abdul Khaliq dan jama’ah Syayiji, seperti yang terjadi di Kuwait.

Sikap mereka terhadap Syaikh Muqbil Bin Hadi al Wadi’i dan ulama Salafi selain beliau, serta jama’ah Ansharus Sunnah di Sudan juga tidak baik. Mereka memcah-belah dakwah Salaf di Yaman dan selanjutnya membentuk jama’ah yang dibangun di atas tandzhim dan ketaatan kepada pemimpin mereka.

Nasihat buat Ihya ut Turats
Aku mengajak kepada Ihya’ut Turats untuk kembali kepada ALLAH, bertaubat dan meninggalkan jalan yang selama ini mereka tempuh karena jalan mereka membahayakan dan seiring dengan berjalannya waktu mereka membentuk pemikiran dan jama’ah baru yang memiliki pemimpin dan konsep yang sesat.

Hendaknya mereka kembali kepada jalan (manhaj) salaf. Inilah keterangan yang bisa saya sampaikan dan saya meminta maaf kalau pembahasan ini terlalu panjang karena pertanyaan kalian memerlukan jawaban yang panjang dan seandainya kami mau merinci lebih panjang, tentu akan panjang lebar pembahasannnya. Akan tetapi saya hanya mencukupkan sampai disini saja.

(Ditulis oleh Syaikh Ayyid asy Syamari, pengajar di Makkah al Mukaramah, dalam rangka menjawab pertanyaan sebagian jama’ah Ahlusunnah wal Jama’ah asal Belanda tentang perbedaan Ikhwanul Muslimin, Quthbiyyah, Sururiyah dan Yayasan Ihya ut Turats. Penerbit Maktabah As-Sahab 2003. Judul asli Turkah Hasan Al Banna wa Ahammul Waritsin. Penerjemah Ustadz Ahmad Hamdani Ibnul Muslim.)

[http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&id_artikel=339]

abu husain mengatakan...

Hati-hati dengan Al Sofwah dan Ihya ut Turats
Penulis: Website thullabul-ilmiy.or.id
Fatwa-Fatwa

Berikut adalah peringatan keras yang dibawakan oleh Syaikh Abu Yaasir Khalid Ar Raddadi hafidhahullah (Dosen Tetap Madinah Islamic University, Saudi Arabia. Beliau adalah pentahqiq kitab Syarhus Sunnah yang ditulis Al Imam Al Barbahari Rahimahullah Ta`ala) atas bahayanya al-Jam'iyah al-Hizbiyyah seperti Ihya ut Turats dan Al Sofwah dan yayasan yang berta’awun dengannya (Yayasan al Kahfi Batam, Nidaul Fithrah Surabaya, LBI Al Atsary Jogjakarta dll) dan para da’i yang berta’awun dengannya seperti Abdul Hakim Abdat cs dengan berbagai kesalahan manhajnya.

Percakapan dengan Syaikh Kholid ini diselenggarakan pada tanggal 17 Dzulhijjah 1423/ 19 Februari 2003 bertempat di sekretariat Yayasan Anshorus Sunnah, Batam dan dihadiri juga oleh Salafiyyun di Batam.

[Sebelum memulai pertanyaan kepada Syaikh Kholid, terlebih dahulu mendahuluinya dengan mengabarkan beberapa penjelasan kepada beliau ]

Ustadz Muhammad Wildan, Lc :
“Sebelum diajukannya beberapa pertanyaan kepada anda, wahai Syaikh kami, kami beritahukan kepada anda secara singkat tentang keadaan yayasan yang kami harapkan penjelasan dari anda tentang yayasan tersebut.

Maka kami katakan wabillahi taufiq, telah didirikan di kepulauan kami yaitu pulau Batam beberapa tahun yang lalu sebuah yayasan islamiyyah yang dinamakan dengan yayasan Al-Kahfi yang dipimpin oleh seorang laki-laki yang bernama Tarno. Dulunya Tarno ini adalah termasuk orang yang sering menghadiri kajian-kajian kami dan halaqah-halaqah kami. Kemudian kami melarangnya untuk menghadiri kajian-kajian tersebut dikarenakan beberapa penyimpangan yang muncul dari dirinya. Dan kami telah menasihatinya, namun ia tidak menerima nasihat tersebut dan tetap pada apa yang dilakukannya. Bahkan ia menggembosi orang lain dari kalangan asy-syabaab (pemuda) as-salafiyyin untuk meninggalkan / tidak menghadiri kajian -kajian kami lagi sebagaimana ia telah mempengaruhi orang lain untuk bergabung dengannya. Dan memang ternyata sebagian pemuda salafiyyun terpengaruh dengan apa yang dilakukannya.

bersambung

abu husain mengatakan...

sambungan
Dan yayasan yang didirikannya ini melakukan beberapa aktifitas dakwah diantaranya :
1. Mengadakan dauroh-daoroh `ilmiyah dengan mengundang beberapa da'i yang mempunyai hubungan dengan al-Jam'iyah al-Hizbiyyah seperti Ihya' ut-Turots dan ash-Shofwah (nama resminya Yayasan Al-Sofwa, red)
2. Disebarkan di yayasan ini majalah "Assunnah" yang diterbitkan oleh salah seorang da'i yang berta'awun / melakukan kerja sama dengan Jam'iyah Ihya' ut-Turots dan menerima bantuan darinya.
3. Pada masa tahun ini telah diadakan kajian-kajian dan dauroh-dauroh secara rutin di yayasan ini dengan melakukan ta'awun dengan salah seorang alumnus kuliah Syari`ah di al-Jami'ah al-Islamiyah sebagai pengajar di yayasan tersebut.

Demikian sekilas tentang keadaan yayasan tersebut. Adapun beberapa pertanyaan yang akan kami sampaikan kepada anda tentang mu`asaah (yayasan) ini dan tentang masalah yang lainnya adalah sebagai berikut : "

Ustadz Wildan :
“Bagaimana atau apa pendapat Anda tentang yayasan Al-Kahfi yang kondisinya telah dijelaskan diatas ?”

Syaikh Kholid :
[ Ba'da tahmid dan sholawat ]
"Tidak diragukan lagi bahwa yayasan tersebut merupakan mua`sasah al-hizbiyyah. Dan dalil tentang hal tersebut ada 4 (empat) yakni :
1. Bahwa orang yang bertanggung-jawab terhadap yayasan itu adalah seorang laki-laki yang telah sampai nasihat kalian padanya, kalian telah menasihatinya yaitu ketika muncul darinya beberapa kesalahan manhajiyah dan beberapa kesalahan yang menyelisihi manhaj As-Salaf Ash-Sholih, namun ternyata ia tidak menerimanya dan tidak memperdulikan nasihat atau perkatan kalian serta tahdzir dari kalian. Malah ia mendirikan yayasan yang lainnya.

2. Yayasan ini (Al-Kahfi) ditopang / dibantu oleh orang-orang yang dikenal memiliki permusuhan yang keras terhadap ad-da'wah as-salafiyyah.

3. Bahwa mereka tidak mengundang ke yayasan ini orang-orang yang dikenal / diketahui mempunyai manhaj yang bersih / murni. Dan juga keyakinan yang murni dari kalangan orang-orang yang dikenal memerangi al-hizbiyyah dan orang-orang yang tidak jelas posisinya, melainkan mereka mengundang orang-orang yang sependirian dengan mereka dan orang-orang yang satu jalan / metode dengan mereka.

4. Sesungguhnya mereka tidak cukup hanya melakukan hal-hal di atas melainkan mereka menerbitkan (maksudnya menyebarkan) majalah yang mereka namakan majalah 'Assunnah' dengan mengikuti nama majalah 'Assunnah' yang diterbitkan oleh Muhammad Surur Zainul Abidin; tokoh / pendiri sururiyyah.

Majalah 'Assunnah' yang dinamakan dengan 'Assunnah' secara dusta dan tidak benar. Dan juga majalah ini merupakan / dianggap sebagai corong dari corong-corong mereka. Di dalamnya disebarkan makalah-makalah yang memperkuat posisi mereka, membantu / membela apa yang ada pada diri mereka serta melarang orang yang hendak menulis dengan tulisan yang berisi perang terhadap al-hizbiyyah dan perang terhadap apa yang menyelisihi manhaj As-Salaf.

Oleh sebab itu, berangkat dari hal-hal ini semua maka kami katakan sesungguhnya yayasan ini (al-kahfi) tidak diragukan lagi merupakan yayasan yang berdiri di atas at-tahazzub dan berdiri di atas penyelisihan terhadap manhaj yang benar. Oleh karenanya, yayasan ini wajib dijauhi, diperangi dan ditahdzir, diperingatkan para pemuda salafiyyun dari yayasan ini dan tidak boleh berhubungan dengannya sampai mereka kembali kepada Allah Subhaanahu wa Ta'ala dan meninggalkan tahazzub yang ada pada diri mereka dan juga meninggalkan kebencian terhadap manhaj As-Salaf."


(Dikutip dari http://thullabul-ilmiy.or.id/modules/news/artikel.php?storyid=32, judul asli BAHAYA AL JAM’IYAH AL HIZBIYYAH [Bag. 1], dengan edit dari redaksi Salafy.or.id)

Silahkan menyalin & memperbanyak artikel ini dengan mencantumkan url sumbernya.
Sumber artikel : http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=971

Anonim mengatakan...

Caranya orang bodoh yang bertanya dan orang alim yang menjawab, jangan dibalik!



بسم الله الرحمن الرحيم و الحمد لله رب العالمين و صلى الله و سلم و بارك على نبينا محمد و آله و صحبه أجمعين, أما بعد:

Seiring terbukanya sarana informasi dan komunikasi yang sangat mudah dan cepat, bermunculan pula tulisan-tulisan yang berkaitan dengan agama, jawaban-jawaban atas pertanyaan-pertanyaan agama, artikel-artikel yang berkaitan tentang agama, buku bermacam-macam membicarakan permasalahan-permasalahan agama yang bermacam-macam.

Bahkan, kadang ada pertanyaan yang tidak pantas menjawabnya kecuali seorang alim dengan Al Quran beserta tafsirnya, hadits beserta kaidah dan penjelasannya, fikih beserta kaidah dan ushulnya dan bahasa Arab beserta kaidah-kaidahnya, e…ternyata dijawab oleh orang bodoh dengan semuanya yang disebutkan tadi.

Tidak sedikit, ada yang mengatakan, "Ini halal, itu haram, ini mubah, itu dianjurkan, ini makruh, ini wajib, itu sunnah, ini syirik, itu bid'ah, tanpa ada dalil satupun dari Al Quran atau As Sunnah berdasarkan pemahaman para shahabat radhiyallahu 'anhum.

Semuanya memberi fatwa, semuanya berbicara tentang sebuah permasalahan agama, yang kalau seandainya Abu Bakar dan Umar radhiyallahu 'anhuma disodorkan dengan permasalahan agama yang sama, niscaya akan mengumpulkan seluruh kaum Anshar dan kaum Muhajirin radhiyallahu 'anhum, meminta pendapat mereka dalam menjawab permasalahan tersebut.

Kadang ironis, akibat canggihnya teknologi, yang sebenarnya idealnya menjadi sarana agar lebih beriman dan bertakwa kepada Allah Ta'ala, e…malah dijadikan ajang untuk bertanya kepada siapa saja tanpa melihat siapa yang ditanya atau untuk tampil berharap dijadikan Ahli Fatwa seluruh dunia. Wallahul musta'an.



Tulisan di bawah ini hanya untuk mengingatkan diri pribadi dan kaum muslim sekalian. Semoga bermanfaat:



1. Tugasnya orang bodoh tentang agama bertanya dan tugasnya orang alim tentang agama menjawab. Allah Ta'ala befirman:

{وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي إِلَيْهِمْ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ} [النحل: 43]

Artinya: "Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui". QS. An Nahl: 43.

Berkata Syeikh Al 'Allamah Abdurrahman bin Nashir As Sa'di rahimahullah (w: 1376H): "Keumuman ayat ini di dalamnya terdapat sanjungan terhadap ulama dan sesungguhnya tingkatan ilmu yang tertinggi adalah pengetahuan akan Kitabullah (Al Quran) yang diturunkan oleh-Nya. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan siapa yang tidak mengetahui, untuk kembali kepada mereka (ulama) di seluruh perkara. Di dalam ayat ini, mencakup penetapan dan rekomendasi bagi ulama, karena diperintahkan untuk bertanya kepada mereka, dan hal tersebut mengeluarkan orang bodoh untuk diikuti, maka ayat ini menunjukkan bahwa Allah telah mengamanati mereka atas wahyu dan Kitab-Nya, dan mereka (ulama) diperintahkan untuk mensucikan diri mereka dan bersifat dengan sifat sempurna". Lihat Taisir Al Karim Ar Rahman fi Tafsir Al Kalam Al Mannan, karya Syeikh Al Allamah Abdurrahman bin Nashir As Sa'di. (1/572).

Jalaluddin As Suyuthi rahimahullah (w: 911) menyebutkan sebuah riwayat:

لا ينبغى للعالم أن يسكت عن علمه ولا ينبغى للجاهل أن يسكت عن جهله قال الله { فاسألوا أهل الذكر إن كنتم لا تعلمون } [النحل : 43]

Artinya: "Tidak pantas bagi seorang alim untuk diam atas ilmunya dan tidak pantas untuk orang bodoh untuk diam atas kebodohannya, Allah Ta'ala berfirman:

{ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ} [النحل: 43]

Artinya: "… maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui". QS. An Nahl: 43.

Anonim mengatakan...

Diriwayatkan oleh Ath Thabrani rahimahullah (w: 360H) di dalam Al Mu'jam Al Awsath (no. 5365) dari Jabir radhiyallahu 'anhu. Berkata Al Haitsami rahimahullah (w: 807): "Di dalam (sanad) hadits ini terdapat perawi Muhammad bin Ahmad, dan ulama telah bersepakat akan kelemahannya". Diriwayatkan juga oleh Ad Dailami (no. 7784). Lihat Jami' Al Ahadits, karya Jalaluddin As Suyuthi.



2. Jangan sok tahu tentang Agama, sangat berbahaya!



Saya mengajak diri saya dan kaum muslim untuk memperhatikan ancaman yang begitu keras, bagi orang yang membuat kedustaan terhadap Allah Ta'ala, yaitu dengan berbicara tentang tentang Allah atau agama-Nya tanpa ilmu atau dasar pengetahuan.

{وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ كَذِبًا أَوْ قَالَ أُوحِيَ إِلَيَّ وَلَمْ يُوحَ إِلَيْهِ شَيْءٌ وَمَنْ قَالَ سَأُنْزِلُ مِثْلَ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَوْ تَرَى إِذِ الظَّالِمُونَ فِي غَمَرَاتِ الْمَوْتِ وَالْمَلَائِكَةُ بَاسِطُو أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوا أَنْفُسَكُمُ الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ الْهُونِ بِمَا كُنْتُمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ غَيْرَ الْحَقِّ وَكُنْتُمْ عَنْ آيَاتِهِ تَسْتَكْبِرُونَ} [الأنعام: 93]

Artinya: "Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah atau yang berkata: "Telah diwahyukan kepada saya", padahal tidak ada diwahyukan sesuatu pun kepadanya, dan orang yang berkata: "Saya akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah". Alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat di waktu orang-orang yang zhalim (berada) dalam tekanan-tekanan sakratulmaut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya, (sambil berkata): "Keluarkanlah nyawamu". Di hari ini kamu dibalas dengan siksaan yang sangat menghinakan, karena kamu selalu mengatakan terhadap Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kamu selalu menyombongkan diri terhadap ayat-ayat-Nya". QS. Al An'am: 93.



Imam Al Qurthubi rahimahullah (w: 671H) berkata –ketika mengomentari ayat di atas-: "Dan termasuk contoh ini adalah orang yang menolak fikih dan sunnah-sunnah serta apa-apa yang dijalani oleh para salaf (orang terdahulu) berupa sunnah-sunnah, lantas ia berkata: "Terbesit di dalam benak saya hal ini", atau dengan mengatakan: "Perasaan saya berbicara seperti ini", lalu mereka menghukumi dengan apa yang terbesit di dalam hati mereka atau apa yang mereka rasakan dari perasaan mereka. Mereka mengaku bahwa hal tersebut dikarenakan kebersihannya (hati mereka) dari kotoran dan terlepasnya dari perubahan-perubahan, lalu nampaklah bagi mereka ilmu (Al 'Ulum Al Ilahiyyah) dan hakikat ketuhanan (Al Haqaiq Ar Rabbaniyyah), akhirnya mereka mengetahui rahasia-rahasia yang menyeluruh dan mengetahui hukum-hukum cabang, kemudian meninggalkan hukum-hukum syariat yang menyeluruh, seraya mengatakan: "Ini adalah hukum-hukum syariatnya orang awam dan dikhususkan hanya untuk orang bodoh dan awam saja, sedangkan para wali dan orang khusus, mereka tidak memerlukan dalil-dalil itu". Lihat Al Jami' Li Ahkam Al Quran, karya Al Quthubi (7/41).



Syeikh Al Allamah Abdurrahman bin Nashir As Sa'di (w: 1376H) rahimahullah berkata tentang Firman Allah Ta'ala di atas: "Tidak ada seorangpun yang lebih besar kezahlimannya dan lebih besar kesalahannya, daripada orang yang membuat kedustaan terhadap Allah, yaitu dengan menyandarkan kepada Allah sebuah perkataan atau ucapan yang mana Allah Ta'ala berlepas darinya. Dan orang ini adalah makhluk yang paling zhalim karena di dalamnya terdapat kedustaan, yaitu merubah ajaran agama dari dasar dan cabangnya, serta menisbatkan hal tersebut kepada Allah termasuk kerusakan yang sangat besar". Lihat Taisir Al Karim Ar Rahman fi Tafsir Al Kalam Al Mannan, karya Syeikh Al 'Allamah Abdurrahman bin Nashir As Sa'di. (1/264).

Anonim mengatakan...

Mari perhatikan juga, firman Allah Ta'ala:

{وَلَا تَقُولُوا لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ الْكَذِبَ هَذَا حَلَالٌ وَهَذَا حَرَامٌ لِتَفْتَرُوا عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ (116) مَتَاعٌ قَلِيلٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (117)} [النحل: 116، 117].

Artinya: "Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "Ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung". "(Itu adalah) kesenangan yang sedikit; dan bagi mereka azab yang pedih". QS. An Nahl: 116-117.



Ibnu Katsir rahimahullah (w: 774H) berkata: "Allah Ta'ala telah melarang untuk mengikuti jalannya kaum musyrik, yang telah menghalalkan dan mengharamkan hanya dengan sesuatu yang telah mereka sifati dan terbiasa dengannya tentang nama-nama berdasarkan pendapat-pendapat mereka. Dan termasuk dalam hal ini, seluruh orang yang membuat sesuatu yang baru yang tidak mempunyai dasar syariat atau yang telah menghalalkan sesuatu dari apa yang telah diharamkan oleh Allah atau mengharamkan sesuatu yang telah dihalalkan oleh Allah, hanya berdasarkan pendapat dan hawa nafsunya. Kemudian Allah mengancam akan hal tersebut, Allah berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung".



Maksudnya; (tidak beruntung) di dunia dan di akhirat, adapun dunia ancamannya adalah kesenangan yang sedikit, sedangkan di akhirat siksa yang pedih". Lihat Tafsir Al Quran Al Azhim, karya Ibnu Katsir (2/590).



Malaikat Jibril 'alaihissalam dan Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam saja mengatakan: "Aku tidak tahu".

Anonim mengatakan...

Imam Ahmad rahimahullah meriwayatkan dengan sanadnya sampai kepada Jubair bin Muth'im radhiyallahu 'anhu, beliau bercerita:

َأنَّ رَجُلاً أَتَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَىُّ الْبُلْدَانِ شَرٌّ قَالَ فَقَالَ « لاَ أَدْرِى ». فَلَمَّا أَتَاهُ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ قَالَ « يَا جِبْرِيلُ أَىُّ الْبُلْدَانِ شَرٌّ ». قَالَ لاَ أَدْرِى حَتَّى أَسْأَلَ رَبِّى عَزَّ وَجَلَّ. فَانْطَلَقَ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ ثُمَّ مَكَثَ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَمْكُثَ ثُمَّ جَاءَ فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ إِنَّكَ سَأَلْتَنِى أَىُّ الْبُلْدَانِ شَرٌّ فَقُلْتُ لاَ أَدْرِى وَإِنِّى سَأَلْتُ رَبِّى عَزَّ وَجَلَّ أَىُّ الْبُلْدَانِ شَرٌّ فَقَالَ أَسْوَاقُهَا.

"Seseorang mendatangi Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam dan bertanya: "Wahai Rasulullah, daerah manakah yang paing buruk?", beliau menjawab: "Aku tidak tahu", ketika Jibril 'alaihissalam mendatangi beliau, beliau bertanya: "Wahai Jibril, daerah manakah yng paling buruk?", Jibril menjawab: "Aku tidak tahu, tunggu sampai aku bertanya kepada Rabbku Azza wa Jalla", lalu Jibril 'alahissalam pun pergi, kemudian berdiam sesuai kehendak Allah Ta'ala, kemudian Jibril 'alahissalam datang dan berkata: "Wahai Muhammad, sesungguhnya engkau bertanya kepadaku tentang daerah manakah yang paling buruk? dan aku jawab; aku tidak tahu, dan sungguh aku telah bertanya kepada Rabbku Azza wa Jalla tentang daerah mana yang paling buruk?", Dia (Allah Azza wa Jalla) menjawab: "Pasar-pasarnya". HR. Ahmad dan Al Albani berkata di dalam kitab Sifat Al Fatwa wa Al Mufti wa Al Mustafti (hal. 9): "Dan Hadits ini telah diriwayatkan oleh Al Hakim dengan sanad yang baik". Lihat kitab Afat Al 'Ilm, hal. 142, karya Syeikh Muhammad bin Sa'id bin Rislan hafizhahullah.



2. Jangan jadi pencetus, pelopor, penyebar kesesatan khususya di dalam perkara agama, sangat sangat berbahaya!



Perhatian! untuk diri saya pribadi dan kaum muslim,

Umur kita terbatas…,

Hidup cuma sekali…,

Setelah mati yang ada hanya pertanggung jawaban di hadapan Allah Ta'ala..,

maka wahai kawan…jangan jadi pelopor, pencetus, penyebar kesesatan, khususnya di dalam perkara agama…,



inilah ancaman dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

« مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا ».

Artinya: "Barangsiapa yang mengajak kepada sebuah petunjuk maka baginya pahala seperti pahalanya orang-orang yang mengikutinya, tidak mengurangi pahala tersebut (yang diberikan kepada pengajak sebuah petunjuk) dari pahala-pahala mereka sedikitpun dan barangsiapa yang mengajak kepada sebuah kesesatan maka ia mendapatkan dosa seperti dosanya orang-orang yang mengikutinya, tidak mengurangi dosa tersebut (yang dikenakan kepada pengajak sebuah kesesatan) dari dosa-dosa mereka sedikitpun". HR. Bukhari dan Muslim. Wallahu a'lam.



Selesai ditulis oleh Ahmad Zainuddin

Selasa, 7 Shafar 1432H.

Di tengah dinginnya kota Dammam KSA.

Anonim mengatakan...

من علامات العلم النافع

Sebagian Tanda-Tanda Ilmu Yang Bermanfaat



قال سمحاة العلامة الشيخ بكر أبو زيد رحمه الله:

تساءل مع نفسك عن حظك من علامات العلم النافع، وهى:

العمل به. كراهية التزكية والمدح والتكبر على الخلق. تكاثر تواضعك كلما ازددت علماً. الهرب من حب الترؤس والشهرة والدنيا. هجر دعوى العلم.

إساءة الظن بالنفس، وإحسانه بالناس تنزها عن الوقوع بهم.

وقد كان عبد الله بن المبارك إذا ذكر أخلاق من سلف ينشد:

لا تعرضن بذكرنا مع ذكرهم ... ... ليس الصحيح إذا مشى كالمقعد



Berkata Syeikh Al Allamah Bakr Abu Zaid rahimahullah: "Bertanyalah kepada dirimu, tentang bagianmu dari tanda-tanda ilmu yang bermanfaat, sebagian tandanya di bawah ini:



1. Mengamalkan ilmu.

2. Kebencian untuk dimuliakan, mendapatkan pujian dan sombong di hadapan makhluk.

3. Bertambah tawadhu' setiap kali bertambah ilmu.

4. Menjauh dari kecintaan kepada kekuasaan, kemasyhuran dan kenikmatan dunia.

5. Tidak mengaku orang yang berilmu.

6. Berprasangka buruk terhadap diri sendiri dan berprasangka baik kepada manusia agar tidak masuk dalam membicarakan mereka.

Abdullah bin al Mubarak rahimahullah jika disebutkan akhlak orang-orang terdahulu (para shahabat radhiyallahu 'anhum), senantiasa mengucapkan:

لا تعرضن بذكرنا مع ذكرهم ... ... ليس الصحيح إذا مشى كالمقعد

Janganlah sekali-kali kamu menyebutkan kami bersamaan dengan mereka

Tidak akan sama orang yang sehat berjalan dibanding dengan orang yang duduk.

Diterjemahkan oleh Ahmad Zainuddin dari kitab Hilyat Thalib Al 'Ilm.

AbdudZohir mengatakan...

Assalamualaikum

saudara2ku..., yg suka dg sejarah Para sahabat kholifah yg empat dan perkembangan islam silahkan dwload gratis
http://www.4shared.com/get/xM6jBIeM/Al_Bidayah_wan_Nihayah__Masa_K.html;jsessionid=33

bagi yg suka baca2 kitab hadits:
www.al-islam.com

bagi yg suka ilmu praktis islam:
www.islamhouse.com

bagi yg suka dengarkan nasehat:
www.kajian.net

semoga bermanfaat.

AbdudZohir mengatakan...

silahkan baca sejarah wahai saudara2ku...,

dg mengenal sejarah, kalian InsyaAlloh lebih kokoh dalam menghadapi fitnah.

Para yahudi jelas2 ingin sekali menghancurkan Islam dg membuat fitnah di dalam Islam itu sendiri.

ingat abdullah bin saba'??
ia adalah sorang yahudi yg hidup dari kecil hidup di didik dalam yahudi, dan terbiasa berpura2 berbohong dan berdusta utk tujuan nya. (menghalalkan sgala cara)

abdullah bin saba' ini pura2 masuk islam dg tujuan membuat perpecahan dan merusak islam dari dalam.
syiah sekte pertama firqoh dalam Islam.
kemudian muncullah sekte khowarij, dan disusul dg sekte2 toriqoh yg banyak sampai saat ini.

silahkan baca sejarah saudaraku...
semoga manfaat.
http://www.4shared.com/get/xM6jBIeM/Al_Bidayah_wan_Nihayah__Masa_K.html;jsessionid=

emir bukan nama sebenarnya mengatakan...

khowarij islam jamaah, yg satu ini, perkembangannya tidak begitu signifikan.

dari mulanya yg diakui mereka berdiri dari tahun 1941 sampai 2011, selama 70 tahun ini hanya berkisar 300rb kepala sahaja.

Dan kami rasa perkembangan mereka 98% hanya dari dalam, (berkembang biak dari dalam)

coba bayangkan utk satu orang imam daerah islam jamaah ini sahaja, ada yg punya keturunan 30 orang, utk seorang wakil imam pusat / penerobos pusat bisa sampai 40orang anak dari 4 istri, SUBHANNAULLOH.

kami senang dg pertumbuhan Islam yg banyak, ttp kami resah dg pertumbuhan khowarij yg banyak.

semoga perkembangan khowarij islam jama'ah ini segera BERUBAH jadi pertumbuhan Islam yg bermanhaj Al-jama'ah. yg menetapi Quran dan Sunnah dg berpemahaman Salafussolih, bukan berpemahanan Madhel burengan kediri.

Anonim mengatakan...

aamiin..
aamiin..
aamiin..

semoga.

Anonim mengatakan...

Berikut adalah Daftar Situs-situs Ilmu Islam yang Insya Allah sangat bermanfaat, yang dikumpulkan dari berbagai sumber sesuai dengan Al Qur'an dan As Sunnah. Silahkan di Copy Paste bagi yang berminat untuk menyimpannya sebagai referensi ilmiyah. Semoga bermanfaat bagi kita semua...



http://www.yufid.com/

(Islamic Search Engine - Mesin Pencari Ilmu Islam)



http://g-sunnah.ridhofitra.info/

(Islamic Search Engine)



http://lidwa.com/app/

(Kitab Hadits Terjemahan)



http://konsultasisyariah.com/

(Konsultasi Syariah)



http://muslim.or.id/soaljawab/

(Tanya-Jawab Agama Islam)



http://www.kajian.net/kajian-audio/Ceramah

(Kumpulan Ceramah/kajian Islam)



http://english.islamway.com/sindex.php?section=erecitorslist

(Download murottal / Qiroah Al Qur'an)



http://www.ahsan.tv/video-kajian/videos

(Download Video Kajian Ilmiyah)



http://yufid.org/mufiidah-perpustakaan-islam-digital/

(Perpustakaan Islam Digital)



=================



WEBSITE ILMU ISLAM

http://www.alsofwah.or.id/

http://muslim.or.id/

http://www.abuayaz.co.cc/

http://abuzuhriy.com/

http://alqiyamah.wordpress.com/

http://pengusahamuslim.com/

http://almanhaj.or.id/

http://ahlulhadiits.wordpress.com/

http://assunnah-qatar.com/

http://ikhwanmuslim.com/

http://salafiyunpad.wordpress.com/

http://www.salafy.or.id/

http://www.darussalaf.or.id/

http://darussunnah.or.id/

http://almakassari.com/

http://kaahil.wordpress.com/

http://www.mufiidah.net/

http://ekonomisyariat.com/

http://ainuamri.wordpress.com/

http://ahlussunnah.info/

http://www.raudhatulmuhibbin.org/

http://www.daarussunnah.co.nr/

http://salafyitb.wordpress.com/

http://assunnah.web.id/

http://annaufal.co.cc/

http://quranicaudio.com/

http://ulamasunnah.wordpress.com/

http://perpustakaan-islam.com/

http://samuderailmu.wordpress.com/

http://www.desasalaf.co.cc/

http://ngaji-online.com/

http://haditsarbain.wordpress.com/

http://badaronline.com/

http://arabindo.co.nr/

http://moslemsunnah.wordpress.com/

http://fatwasyafiiyah.blogspot.com/

http://fatwasyafii.wordpress.com/

Anonim mengatakan...

WEBSITE AKHWAT, MUSLIMAH DAN REMAJA

http://muslimah.or.id/

http://remajaislam.com/

http://akhwat.web.id/

http://jilbab.or.id/

http://sobat-muda.com/

http://menikahsunnah.wordpress.com/

http://ummusalma.wordpress.com/

http://shalihah.com/

http://ummushofiyya.wordpress.com/



=================



WEBSITE / BLOG PARA USTADZ

http://www.kajianislam.net/ (Ust Abdullah Hadrami)

http://rumaysho.com/ (Ust Muhammad Abduh)

http://abusalma.net/ (Ust Abu Salma Al Atsary)

http://abusalma.wordpress.com/ (Ust Abu Salma Al Atsary)

http://nasihatonline.wordpress.com/ (Ust Sofyan Chalid Ruray)

http://al-atsariyyah.com/ (Ust Hammad Abu Muawwiyah)

http://abul-jauzaa.blogspot.com/ (Ust Abu al Jauzaa)

http://firanda.com/ (Ust. Firanda Andirja)

http://abuyahyabadrusalam.com/ (Ust Badrusalam, Lc)

http://ustadzkholid.com/ (Ust Kholid Syamhudi, Lc)

http://ustadzaris.com/ (Ust Aris Munandar, SS)

http://media-ilmu.com/ (Ust Zainal Abidin, Lc)

http://abuhaidar.web.id/ (Ust Abu Haidar)

http://ahmadsabiq.com/ (Ust Ahmad Sabiq)

http://abuzubair.net/ (Ust Abu Zubair Al Hawary)

http://abumushlih.com/ (Ust Abu Mushlih)

http://ustadzfaiz.com/ (Ust Ahmas Faiz Asifuddin.)

http://ustadzmuslim.com/ (Ust Abu Isma’il Muslim Al Atsari)

http://noorakhmad.blogspot.com/ (Ust Abu Ali)

http://abu0dihyah.wordpress.com/ (Ust Marwan)

http://abuthalib.blogspot.com/ (Ust Andy Abu Thalib al Atsary)

http://basweidan.wordpress.com/ (Ust Abu Hudzaifah al Atsary, Lc.)

http://alhujjah.wordpress.com/ (Ust Abdul Mu’thi)

http://adniku.wordpress.com/ (Ust Adni Kurniawan, Lc.)

http://sabilulilmi.wordpress.com/ (Ust Resa Gunarsa, Lc.)

http://www.zainalabidin.org/ (Ust Zainal Abidin, Lc.)

http://tanyajawabagamaislam.blogspot.com/ (Ustadz Abdullah Roy, Lc.)

http://www.ustadzabuihsan.blogspot.com/ (Ust Abu Ihsan Al Atsari)

http://www.alisamanhasan.blogspot.com/ (Ust Ali Saman Hasan, Lc.)

http://fariqgasimanuz.wordpress.com/ (Ust Fariq Gazim An-Nuz)

http://abumushlih.com/ (Ust Abu Mushlih Ari Wahyudi)

http://muhammad-assewed.blogspot.com/ (Ust Muhammad As Sewed)

http://albamalanjy.wordpress.com/ (Ust Abu Ubaidillah Al Bamalanjiy)

http://abiubaidah.com/ (Ust Abu Ubaidah As Sidawi)

http://www.serambimadinah.com/ (Mahasiswa Univ. Islam Madinah KSA)

http://abuabdurrahman.com/ (Mahasiswa Univ. Al-Azhar Mesir)

http://addariny.wordpress.com/ (Ust Musyaffa ad Dariniy, Lc.)

http://abuabdurrahman.com/ (Ust Abu Abdirrahman (Al Azhar) )

http://rumahbelajaribnuabbas.wordpress.com/ (Ust Abu Khaulah)



=================



SITUS MEDIA ISLAM

TV DAN RADIO STREAMING



1. DAKWAH TV

www.dakwahtv.com



2. SARANA SUNNAH TV

http://sss-tv.com/



3. AHSAN TV INDONESIA {channel 11VHF}

http://ahsan.tv/



4. RODJA TV

http://www.rodjatv.com/

Anonim mengatakan...

RADIO ONLINE LENGKAP

http://belasalafy.wordpress.com/radio-online/



1. RADIO RODJA ~ 756 AM

Area : Jabodetabek, Cileungsi, dan sekitarnya

Alamat Website http://www.radiorodja.com/

Alamat Streaming http://live.radiorodja.com/

Facebook : http://www.facebook.com/pages/Radio-Rodja-756-AM/69419873083



2. RADIO HANG FM ~ 106 FM

Area : Batam dan sekitarnya

Alamat Website http://www.hang106.or.id/

Alamat Streaming http://radiohang.sytes.net/

http://www.hang106.or.id:1106/



3. RADIO ASSUNNAH

Area : Cirebon dan sekitarnya

Alamat Website http://www.radioassunnah.com/

Alamat Streaming : http://live.radioassunnah.com:8020/



4. RADIO MUSLIM

Alamat : Yogyakarta

Alamat Website http://www.radiomuslim.com/

Alamat Streaming http://live.radiomuslim.com/



5. RADIO SUARA QUR'AN ~ 94,4 FM

Area : Solo dan sekitarnya

Alamat Website http://www.radioarroyyan.com/

Alamat Streaming http://live.radioarroyyan.com/



6. RADIO AL IMAN

Alamat : Surabaya

Alamat Website http://alimanradio.or.id/

Alamat Streaming http://live.alimanradio.or.id/



7. RADIO ARROYYAN

Alamat : Gresik

Alamat Website http://www.radioarroyyan.com/

Alamat Streaming http://live.radioarroyyan.com/



8. RADIO AL BAYAN

Alamat Website http://

Alamat Streaming http://albayan.sytes.net:8024/



9. RADIO NGAJI ONLINE

Alamat Website http://www.ngaji-online.com/

Alamat Streaming http://ngaji-online.sytes.net:8006/



10. RADIO TELAGA HATI

Alamat Website http://abuzubair.net/

Alamat Streaming http://abuzubair.sytes.net:8020/



11. ANNASH RADIO - Jakarta

http://www.annashradio.com/



12. RADIO MU'ADZ - Kendari

http://www.radiomuadz.com/



13. RADIO SYIAR SUNNAH 981 KHz - Yogyakarta

http://syiarsunnah.com/



14. RADIO HIDAYAH 103.4 FM - Pekanbaru

http://hidayahfm.com/



*****



MAJALAH

Majalah As Sunnah (http://majalah-assunnah.com/)

Majalah Al Furqon (http://www.majalahalfurqon.com/)

Majalah Asy Syariah (http://asysyariah.com/old.php)

Majalah Qiblati (http://qiblati.com/)

Majalah EL-FATA (http://majalah-elfata.com/)

Majalah Al Mawaddah (http://www.almawaddah.or.id/)

Majalah Assaliim (http://majalah-assaliim.com/)

Majalah Sakinah (http://majalahsakinah.com/)

Majalah Adz Dzakhiirah (http://majalahislami.com/)



=================



MEMBANTAH SYUBHAT DAN FITNAH

http://tashfiyyah.com/ (Sedang dalam proses konstruksi)

http://belasalafy.wordpress.com/

http://jihadbukankenistaan.com/ (Membantah Paham Teroris Khawarij)

http://www.merekaadalahteroris.com/mat/ (Membantah Paham Khawarij)

http://bantahansalafytobat.wordpress.com/

http://www.gensyiah.com/ (Bantahan untuk Agama Syiah)

http://www.hakekat.com/ (Bantahan untuk Agama Syiah)

Anonim mengatakan...

1. http://kt-b.com/index.htm. Website ini menang dari segi jumlah -mungkin yang terlengkap di dunia maya untuk kitab2 islami- tapi kualitas scannya ga selamanya bagus. Banyak kitab2 jadul, ketikan tahun 80an gitulah...



2. http://www.ahlalhdeeth.com/vb/forumdisplay.php?f=16&pp=50&sort=dateline&order=desc&daysprune=-1. Di subforum ini -yang merupakan salah satu pelopor upload kitab2 di dunia maya- hampir setiap hari ada aja member2 yang ngupload kitab2.



3. http://waqfeya.com/ Website ini menang dari segi kualitas Scan.



4. http://shamela.ws/ Walaupun format kitabnya bukan Scan PDF tapi isi kitab2nya dah di tashih oleh para pengurus [salah satu keunggulannya: nomor halaman disamakan dengan kitab aslinya-ed]. Maktabah Syamilah yang sekarang berbeda dengan maktabah syamilah yang dulu.



5. http://www.pdfbooks.net/vb/furom76.html (Khusus Tesis dan Disertasi.)



=================



WEBSITE ULAMA ISLAM



* Abdul Azhim Badawi (http://www.ibnbadawy.com/)

* Abdul Aziz Alu Syaikh (http://www.sahab.ws/5600/news/3399.html/)

* Abdul Aziz ar-Rajihi (http://www.sh-rajhi.com/rajhi/

* Abdul Aziz ar-Rayyis (http://www.islamancient.com/

* Abdul Aziz bin Bazz (http://www.ibnbaz.org.sa/)

* Abdul Aziz Bura’i (http://www.alburaie.com/new/index.php/)

* Abdul Muhsin Abbad (http://www.alabad.jeeran.com/)

* Abdul Muhsin Ubaikan (http://www.obaykan.com/)

* Abdul Qadir al-Arnauth (http://www.alarnaut.com/)

* Abdullah al-Fauzan (http://www.alfuzan.islamlight.net/)

* Abdullah azh-Zhafiri (http://www.sahab.ws/6111/)

* Abdullah Jibrin (http://www.ibn-jebreen.com/)

* Abdur Razaq Afifi (http://www.afifyy.com/)

* Abdus Salam Barjas (http://www.burjes.com/

* Abu Abdil Muiz Firkuz (http://www.ferkous.com/rep/index.php/)

* Abu Ashim al-Ghomidi (http://www.abouassim.net/)

* Abu Bakr al-Mishri (http://www.abu-bkr.com/)

* Abu Islam Shalih Thaha (http://www.abuislam.net/)

* Abu Malik al-Juhanni (http://www.abumalik.net/)

* Abu Umar al-Utaibi (http://www.otiby.net/)

* Ahmad Yahya Najmi (http://www.njza.net/web/)

* Ali Hasan al-Halabi (http://www.alhalaby.com/)

* Ali Ridha (http://www.albaidha.net/vb/)

* Ali Yahya al-Haddadi (http://www.haddady.com/)

* Alwi as-Saqqof (http://www.dorar.net/)

Anonim mengatakan...

>> Tambahan link yang sangat bermanfaat :

http://belasalafy.wordpress.com/link-web-i/

http://belasalafy.wordpress.com/link-web-ii/

http://belasalafy.wordpress.com/web-ln-i/

http://belasalafy.wordpress.com/web-ln-ii/





INFORMASI KAJIAN ILMIYAH



* Jadwal Kajian (http://jadwal.kajian.org/)

* Info Kajian Muslim (http://muslim.or.id/infokajian/)

___________

sumber : http://muslim.or.id/weblinks

Anonim mengatakan...

Diantara perkara jahiliyah adalah tidak mau tunduk kepada pemerintah. Orang-orang jahiliyah memandang bahwa taat kepada pemerintah adalah suatu kerendahan. Sedangkan menentang pemerintah, mereka anggap sebagai suatu bentuk keutamaan dan kebebasan. Oleh karena itu, mereka tidak dapat dikumpulkan di atas satu kepemimpinan disebabkan oleh sikap mereka yang tidak mau tunduk (kepada pemimpin) dan kesombongan yang ada pada mereka.



Kemudian datanglah agama Islam untuk menyelisihi mereka. Islam memerintah untuk mendengar dan taat kepada pemerintah yang muslim, karena di dalamnya terdapat kemaslahatan. Allah swt berfirman



يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ

“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada rasul serta pemimpin dari kalian” (An-Nisa':59)



Di dalam ayat ini diperintahkan untuk menaati pemerintah. Dan Rasulullah memerintahkan untuk taat dalam perkara yang baik. Beliau bersabda:



لا طاعة لمخلوق في معصية الخالق

“Tidak ada ketaatan kepada makhluk dalam bermaksiat kepada Sang Khalik” (HR. Ahmad, dishahihkan oleh Syaikh Al-Bany dalam Shahih Al-Jami')



Dan Beliau juga bersabda:



إنما الطاعة في المعروف

“Sesungguhnya ketaatan itu hanya di dalam perkara yang baik saja” (HR. Bukhari dan Muslim)



Wajib menaati pemerintah di selain perkara yang mengandung kemaksiatan kepada Allah. Jika pemerintah memerintahkan untuk berbuat maksiat, maka tidak perlu untuk ditaati, akan tetapi tidak boleh menentangnya di dalam perkara-perkara yang lain. Jadi ketidaktaatan ini khusus untuk perkara yang didalamnya mengandung kemaksiatan. Dan tidaklah bai'at kepada pemerintah digugurkan dengan sebab ini. Maka janganlah menentang pemerintah selama ia (pemerintah) seorang muslim. Sebab dengan menaati pemerintah (muslim), akan terjaga persatuan dan darah (kaum muslimin akan terjaga), serta menjadi sebab munculnya keamanan.



Selain itu juga, orang yang didzalimi dapat meminta keadilan (kepada pemerintah) atas orang yang mendzaliminya, mengembalikan hak kepada pemiliknya, dan meletakkan hukum di tengah manusia dengan penuh keadilan. Walaupun pemerintah tersebut tidak lurus agamanya, bahkan bila ia seorang yang fasik (ahli maksiat) sekalipun. Dengan catatan, selama kefasikannya itu belum sampai ke tingkat kekufuran, sebagaimana sabda Nabi saw



اسمعوا وأطيعوا، إلا أن تروا كفراً بواحاً عندكم عليه من الله برهان

“Mendengar dan taatlah kalian (kepada pemerintah kalian), kecuali bila kalian melihat kekafiran yang nyata dan kalian memiliki buktinya di hadapan Allah” (HR. Bukhari dan Muslim)



Selama kemaksiatan yang dilakukan bukan kekufuran, maka pemerintah berhak untuk didengar dan ditaati. Adapun kefasikannya, merupakan tanggung jawab dirinya sendiri. Sedangkan loyalitas dan ketaatan kepadanya adalah untuk kebaikan kaum muslimin.



Oleh karena itu, ketika ditanyakan kepada sebagian imam, “Sesungguhnya si Fulan fasik (ahli maksiat), akan tetapi dia seorang yang mempunyai kekuatan. Dan sesungguhnya si 'Allan itu seorang yang shalih akan tetapi dia lemah. Mana yang diantara keduanya yang layak menjadi penguasa?” Maka mereka menjawab, “Seorang fasik tetapi kuat (lebih layak menjadi penguasa). Sebab kefasikannya akan kembali pada dirinya sendiri, sedangkan kekuatannya akan membawa manfaat untuk kaum muslimin. Adapun seorang yang shalih, sesungguhnya kesalihannya untuk dirinya sendiri, dan kelemahannya akan membawa kejelekan bagi kaum muslimin”

Anonim mengatakan...

Maka tetap didengar dan ditaati pemimpin itu, walaupun dia seorang yang fasik (ahli maksiat), bahkan walaupun berbuat jahat dan dzalim. Rasulullah saw bersabda



أطع وإن أخذ مالك وضرب ظهرك

“Taatilah (penguasa) itu, walaupun dia merampas hartamu dan memukul punggungmu” (HR. Muslim)



Karena di dalam menaatinya, ada manfaat yang lebih banyak daripada kerusakannya. Dan kerusakannya yang akan ditimbulkan dari sikap penentangan kepada pemerintah lebih besar daripada kerusakan yang timbul akibat taat kepadanya, walaupun dia dalam keadaan sedang berbuat maksiat. Dampak negatif yang akan timbul dari sikap menentang kepada pemerintah adalah tertumpahnya darah, hilangnya keamanan dan bercerai-berainya persatuan.



Dan apa akibat yang diperoleh oleh orang-orang yang keluar dari ketaaan kepada para pemerintah, sebagaimana yang telah dikisahkan dalam sejarah? Apa akibat yang diperoleh tatkala terjadi fitnah dari orang-orang yang menentang Utsman ra?, ketika mereka bangkit dan memberontak serta membunuh Amirul Mukminin Utsman ra? Akibat yang diperoleh oleh mereka adalah kerendahan dan kehinaan, disebabkan mereka memberontak kepada Amirul Mukminin dan membunuhnya. Dan kaum musliminpun (sampai sekarang) senantiasa ditimpa berbagai kerendahan, kehinaan, dan kerusakan.



Dan demikian juga haknya sebagian pemerintah (yang wajib kita tunaikan) adalah kita tetap bersabar dalam menaatinya, walaupun terdapat kerusakan yang sifatnya parsial. Hal ini lebih ringan daripada keluar dari ketaatan kepadanya. Oleh karena itu, Nabi saw mewajibkan untuk menaati para pemerintah, selama belum murtad dari Islam, walaupun ia seorang yang fasik dan dzalim. Kerena bersabar di atas kerusakan yang sifatnya parsial merupakan tindakan preventif terhadap munculnya kerusakan yang lebih besar. Dan mengerjakan yang paling ringan diantara dua perkara yang berbahaya untuk menolak perkara yang paling berat dari keduanya, maka ini adalah perkara yang paling ma'ruf (baik).

Anonim mengatakan...

Inilah perbedaan antara orang-orang jahiliyah dan orang-orang Islam di dalam bersikap kepada pemerintah. Orang-orang jahiliyah berprinsip, tidak akan taat kepada pemerintah. Mereka menilai bahwa menaatinya adalah suatu kerendahan dan kehinaan. Sedangkan ajaran Islam memerintahkan untuk menaati pemerintah muslimin, walaupun pada mereka terdapat kefasikan dan kedzaliman. Islam memerintahkan agar kaum muslimin tetap bersabar terhadap sikap mereka, karena di dalamnya terdapat kemaslahatan bagi kaum muslimin.



Adapun keluar dari ketaatan kepadanya, akan mendatangkan kemudharatan bagi kaum muslimin itu sendiri. Bahkan kerusakannya lebih besar daripada kerusakan yang ditimbulkan oleh sikap tetap berada diatas ketaatan kepada mereka. Hal ini dengan catatan, penyimpangan yang mereka lakukan tidak mengeluarkan mereka (penguasa) dari Islam. Ini merupakan kaidah yang agung yang dibawa oleh Islam di dalam menyikapi perkara yang besar ini.



Adapun orang-orang jahiliyah, sebagaimana penjelasan yang telah lalu, tidak berpandangan akan wajibnya taat dan patuh serta terikat kepada pemerintah. Contohnya, orang-orang kafir yang menggembor-gemborkan kebebaasan dan demokrasi, apa yang terjadi pada masyarakat mereka saat ini? Di dalam masyarakat mereka terjadi tindakan kebiadaban dan kebinatangan, pembunuhan, perampokan, dekadensi moral, tindak kejahatan dan rawannya keamanan. Padahal mereka ini kategori negara-negara besar yang memiliki kekuatan di bidang senjata penghancur. Akan tatapi keadaan mereka seperti keadaan binatang, wal 'iyyadzu billah'. Hal ini dikarenakan mereka tetap berada di atas apa yang dipegang dan dilakukan oleh orang-orang jahiliyah dahulu.



Nabi saw memerintahkan umatnya agar mendengar dan taat kepada pemerintah. Beliau memerintahkan untuk memberikan nasihat kepada mereka dengan cara rahasia, yaitu antara mereka (penguasa) dengan orang yang menasehatinya saja.



Adapun membicarakan kejelekan mereka, mencaci maki mereka dan membicarakan mereka di belakang mereka (ghibah), maka hal ini merupakan perbuatan khianat kepada mereka. Karena hal ini akan membangkitkan kebencian rakyat kepada mereka dan membuat senang orang-orang jahat. Inilah sikap pengkhianatan kepada pemerintah.



Adapun mendoakan kebaikan untuk mereka, tidak menyebutkan kejelekan dan kekurangan mereka di majelis-majelis, maka hal ini merupakan nasihat buat mereka.



Barangsiapa mempunyai keinginan untuk menasehati seorang pemimpin, maka dia bisa menyampaikannya secara pribadi baik dengan lisan maupun tertulis. Atau dengan cara melalui orang yang mempunyai jalur dengan si pemimpin tersebut agar disampaikan kepadanya. Dan jika penyampaian nasihat itu tidak memungkinkan, maka dia dalam hal ini ma'dzur, memiliki udzur.



Adapun bila ia di majelis-majelis, atau di atas mimbar, atau di depan studio rekaman, lalu ia mencela dan menjelek-jelekkan pemerintah, maka ini bukan nasihat, akan tetapi ini adalah suatu bentuk pengkhianatan kepadanya. Yang dimaksud nasihat untuk mereka meliputi berdoa kebaikan untuk mereka, menutupi aib dan kekurangan yang ada, dan tidak mengungkapkannya di depan umum. Dan termasuk nasihat untuk pemerintah adalah menjalankan pekerjaan yang dibebankan pemerintah kepada para pegawai dan pekerja, serta berjanji untuk menjalankannya dengan baik



Diambil dari Syarh Masail Jahiliyah, Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan bin Abdullah Al-Fauzan



http://www.perpustakaan-islam.com/index.php?option=com_content&view=article&id=282%3Akaum-jahiliyah-menganggap-bahwa-menentang-pemerintah-merupakan-keuatamaan&catid=35%3Aaqidah

«Paling tua ‹Lebih tua   1 – 200 dari 309   Lebih baru› Terbaru»