بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

jeruk MAKAN jeruk!!!!!!!!!!!!!!! maling teriak maling!!!!!!!!!!!!!!!!

Sesama Aliran Sesat, Ketua LDII Minta Ahmadiyah Meniru LDII

SURABAYA (voa-islam. com) - Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) berharap Ahmadiyah segera berubah seperti halnya LDII setelah diputuskan sesat oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI).

"Di dalam ijtima ada tansik al Harokah. Kita harus ikuti apa yang ditetapkan MUI, jadi keputusan pemerintah harus diikuti," kata Ketua Umum LDII Abdullah Syam seusai membuka Munas LDII VII di Surabaya, Selasa (8/3/2011) siang.

Abdullah Syam juga meminta Ahmadiyah melakukan pemahaman secara substansi terkait keputusan MUI sehingga penyimpangan yang dilakukan dengan mengakui ada nabi setelah Nabi Muhammad harus segera diubah. Selain itu, Syam juga mengimbau jemaat Ahmadiyah menjadi warga negara yang baik dan menaati aturan pemerintah.

Abdullah mengklaim, di seluruh wilayah Indonesia saat ini jumlah warga LDII sekitar 14,5 juta orang yang tersebar di 33 provinsi dan di semua kota/kabupaten yang ada. Bahkan, sudah menyebar di beberapa negara.

....Tahun 1971 MUI memfatwakan LDII sesat karena menganggap umat selain LDII adalah golongan ahli neraka dan najis....

Tahun 1971, tambah Abdullah, LDII 'mangkel' karena difatwa sesat oleh MUI. Saat itu MUI mengeluarkan fatwa yang menyatakan LDII sesat karena LDII menganggap umat selain LDII adalah golongan ahli neraka sehingga najis hukumnya berhubungan dengan umat selain LDII. Untuk menghindari fatwa sesat, LDII tidak berkecil hati, lalu menempuh berbagai stretegi dengan beberapa kali berganti nama mulai dari Islam Jamaah, Lemkari, Darul Hadits dan terakhir memakai nama LDII.

"Dari peristiwa itu, LDII kemudian berganti-ganti nama, di antaranya Islam Jamaah, Lemkari, Darul Hadits dan saat ini menjadi LDII," katanya.

Bagi banyak kalangan, imbauan LDII agar jemaah Ahmadiyah meniru jejak LDII itu terasa aneh. Pasalnya, menurut penelitian Lembaga Pengkajian dan Penelitian Islam (LPPI) sebagaimana yang dirilis nahimunkar. com, Ahmadiyah dan LDII adalah dua jemaat sesat.

Dalam artikel berjudul "Kesesatan LDII dan Ahmadiyah," nahimunkar.com menyebutkan beberapa contoh kesesatan LDII, antara lain: Menganggap kafir orang Muslim di luar jama’ah LDII; Menganggap najis Muslimin di luar jama’ah LDII dengan cap sangat jorok, turuk bosok (Jawa: vagina busuk); Menganggap shalat orang Muslim selain LDII tidak sah, hingga orang LDII tak mau makmum kepada selain golongannya.

Sedangkan beberapa contoh kesesatan ahmadiyah menurut nahimunkar. com antara lain: Mengimani Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi baru setelah Nabi Muhammad; menganggap semua orang Islam yang tidak mempercayai Mirza Ghulam Ahmad sebagai Rasul adalah musuh; Menganggap kafir dan melaknat semua orang Islam di luar Ahmadiyah; Ahmadiyah Memiliki Kitab Suci sendiri namanya Tadzkirah, yaitu kumpulan wahyu suci (wahyu muqoddas); Mirza Ghulam Ahmad membajak ayat-ayat Al-Qur’an.

....Ahmadiyah menganggap kafir dan melaknat semua orang Islam di luar Ahmadiyah. Semua orang yang tidak mempercayai kenabian Mirza Ghulam Ahmad adalah musuh.....

Setelah mengaku sebagai nabi baru, Mirza Ghulam Ahmad banyak merusak aqidah/keyakinan Islam, antara lain: Mirza Ghulam Ahmad mengaku bahwa Allah itu berasal dari Mirza Ghulam Ahmad, bahkan mengaku berkedudukan sebagai anak Allah.

Kesesatan Ahmadiyah dan LDII itu ditegaskan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dalam Musyawarah Nasional VII di Jakarta, 21-29 Juli 2005, MUI merekomendasikan aliran sesat seperti LDII dan Ahmadiyah agar ditindak tegas dan dibubarkan oleh pemerintah karena sangat meresahkan masyarakat. Bunyi teks rekomendasi itu sebagai berikut:

“Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah. MUI mendesak Pemerintah untuk bertindak tegas terhadap munculnya berbagai ajaran sesat yang menyimpang dari ajaran Islam, dan membubarkannya, karena sangat meresahkan masyarakat, seperti Ahmadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII),dan sebagainya. MUI supaya melakukan kajian secara kritis terhadap faham Islam Liberal dan sejenisnya, yang berdampak terhadap pendangkalan aqidah, dan segera menetapkan fatwa tentang keberadaan faham tersebut. Kepengurusan MUI hendaknya bersih dari unsur aliran sesat dan faham yang dapat mendangkalkan aqidah. Mendesak kepada pemerintah untuk mengaktifkan BAKORPAKEM dalam pelaksanaan tugas dan fungsinya baik di tingkat pusat maupun daerah." (Himpunan Keputusan Musyawarah Nasional VII Majelis Ulama Indonesia, Tahun 2005, halaman 90, Rekomendasi MUI poin 7, Ajaran Sesat dan Pendangkalan Aqidah). [taz/tin, viv, dbs]

sumber :

Comments
167 Comments

167 Response to "jeruk MAKAN jeruk!!!!!!!!!!!!!!! maling teriak maling!!!!!!!!!!!!!!!!"

Anonim mengatakan...

LDII - NII - AHMADIYAH : adalah aib kaum muslimin .

Sesat dan menyesatkan , penuh rekayasa dan akal bulus .

Bangga dengan kebodohan dan menolak kebenaran.

Pemerintah harus bertindak tegas terhadap kelompok sesat seperti ini kalau menghendaki negara ini damai dan tentram .

Berawal dari menajiskan lalu mengkafirkan dan akhirnya menghalalkan darahnya muslimin yang bukan dari golongannya.

Hayo MUI , jangan putus asa dan cepat berpuas diri , ingatlah beban berat dipundakmu dihadapan Allah.

Jangan bosan mengingatkan kita-kita ini dan pemerintah akan kesesatan LDII .

Anonim mengatakan...

Disini Saya Meragukan LDxx tetapi dengan proses waktu dan melihat sepak terjang slfy x ldxx dan melihat profil slf dari asalnya... membuat saya meragukan eksistensi slfy hisby ini maka disini pula saya meyakini kebenaran LDxx...

Anonim mengatakan...

.... sepak terjang slfy x ldxx dan melihat profil slf dari asalnya...

bagaimana sih profil slf dari asalnya ??

........membuat saya meragukan eksistensi slfy hisby ini maka disini pula saya meyakini kebenaran LDxx...

pernyataan anda ini adalah cerminan pemahaman anda yang sangat dangkal tentang agama , dan saya pastikan anda tidak akan berani menjawab pertanyaan saya diatas .

satu lagi pertanyaan yang akan menunjukan kebodohan anda , apa yang kamu ketahui tentang hisby ? apa itu slfy hisby ?

sungguh kesombongan telah membutakan kebenaran dari hatimu , memohonlah ampun kepada Allah atas tindakan penyebaran kesesatanmu dan senantialah memohon dihadayah-Nya agar ditetapkan langkahmu di jalannya generasi terbaik umat islam.

Anonim mengatakan...

kata ANA SALAFY bagian dari kesombongan.. tdk perlu mengaku2.. inilah indikasi hisby... seolah orang yang tidak masuk slfy salah semua.. bid'ah semua.. Amalkan sesuai dengan pemahaman salafussolih bukan salafulhizby kyk gni... hancur dunia persilatan kayk gni...

Anonim mengatakan...

betuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuul salafy memang hizby tapi g merasa gitu lho

Anonim mengatakan...

bagus gan..., beritanya keren.

lanjut gan...???:)

tu jama'ah 354 lagi kebakaran jenggot men...

eh..ngomong2 si jenggot palsu kemana nih.. dah kangen gue...;)

Anonim mengatakan...

kata penasehat LDII/Islam Jamaah, "hanya kita yg terbukti paling bener, yg di terima amal ibadahnya karena telah mencocoki Al-quran & hadist dengan murni dan kaffah, yg lainya Neraka semua"

suatu hari saya juga mendengar percakapan mereka (para pengurus & seorang auditor dari kalangan LDII)

"pak...kalau saya teruskan AUDIT kasus MARIYOSO, hampir semua keluarga IMAM kena semua, bisa rusak jamaah, bubar..!!" kata sang Auditor.

di selah perbincangan saya berkata dalam hati, katanya menjalankan islam dengan murni, persis seperti jaman Nabi, tapi kenapa kasus yg menimpa keluarga imam kok cenderung dilindungi? bukanya nabi pernah berkata "kalau saja anaknya fatimah terbukti mencuri maka saya sendiri yg akan memotong tanganya" berarti harusnya keluarga atau anak2 imam yg tersandung masalah marioso di adili, kalau terbukti itu pencurian ya dipotong sendiri oleh pak imam tanganya, Kan murni seperti jaman nabi, persis katanya.


pasti kalian (LDII) akan mengelak...itu bukan begitu, anu..itu..bla...bla...

Lur....kalau kalian sedang sadar, merenunginya sendirian pasti akan mengakui akan hal itu, belom mampu menjalankan Islam dengan murni kan..?

makanya nggak usah sombong..!! ngaku2 dewe paling murni, paling sah, paling diterima dan paling2 yg lainya.


Jadi sekarang siapa yg terkesang SOMBONG..??

muslim mengatakan...

Surat pengaduan,
kepada bapak imam sulton aulia dan wakil 4.

kami minta ukhro kami di naikan. jangan hanya yg di pusat saja yg naik...,

kami usul:
1. ki daerah dan pengurus daerah Rp. 5jt/bulan

2. ki desa dan pengurus desa Rp. 2jt/ bulan

3. ki kelompok dan pengurus kelompok Rp. 500rb/ bulan.

dan Ulama 100 Rp. 3jt / bulan
ini kami hanya usul..., tolong di tanggapi!!!

Anonim mengatakan...

Nasihat Samahatusy Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin –rahimahullah (hal.5)

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata:

Tidak ragu lagi, bahwa wajib atas seluruh kaum muslimin menjadikan madzhab mereka adalah madzhab salaf, bukan untuk ber-intima (berkomitmen) pada kelompok tertentu yang dinamakan salafiyyun.

Anonim mengatakan...

Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan juga ditanya, tentang orang yang menyematkan dibelakang namanya dengan sebutan As Salafy atau Al Atsary, beliau menjawab : Menggunakan nama salafy atau atsary, atau yang serupa dengannya, hal ini tidak ada dasarnya (dalam syariat, pent). Kita melihat pada esensinya, tidak melihat pada perkataan, penamaan, atau klaim semata, ia berkata bahwa dirinya salafy padahal ia bukan salafy, atau atsary padahal ia bukan atsary. Namun, ada orang yang sebenarnya salafy dan atsary walau tanpa mengaku dirinya adalah salafy atau atsary.

Anonim mengatakan...

Maka, engkau tidak perlu berkata ‘Saya salafy’, ‘Saya atsary’, saya begini begitu. Wajib bagimu mencari kebenaran dan beramal dengannya dan meluruskan niat. Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mengetahui keadaan sebenarnya dari hamba-hambaNya. (Ibid)

Selanjutnya, Al Ustadz Mut’ib bin Sarayan al ‘Ashimy (hal. 33-34) juga menyorot dengan tajam tentang metode tarbiyah kepada para pemula dan pemuda salafiyyin. Inilah hal yang paling sering diajarkan kepada para pemulanya (menurut Syaikh Mut’ib), dan Anda bisa membandingkan sendiri dengan perilaku para pemuda salafiyyin baik di keseharian, diskusi atau di internet, yaitu:

1. Mereka dibina untuk memperluas kecaman, menyerang dan merendahkan kehormatan kaum muslimin secara umum, dan para ulama secara khusus. Mereka menyebutnya sebagai bagian taqarrub ilallah, dan bentuk pembelaan terhadap aqidah.

2. Mereka dibina untuk menyukai debat kusir (al mira’), dengan metode yang buruk dan akhlak yang rendah. (baca: ngakunya debat ilmiyyah)

3. Mereka dibina untuk rajin menggolong-golongkan berbagai gerakan dan lembaga Islam, hal itu membuat kaum muslimin terbagi-bagi (tashniif), menjadi firqah-firqah, hizb-hizb, dan banyak jamaah. Mereka menyebutnya hizbiyah. (bukti terlampir ada di blog2 salafi rakitan)

4. Menanamkan penyakit pengajaran dan perasaan tinggi dalam diri para pemuda sejak awal menuntut ilmu, berupa keadaan bahwa mereka sudah ahli berfatwa dan mengkritik (naqd) manusia.

5. Mereka dibina untuk mengkritik dengan cara yang buruk, dengan menggunakan kata-kata kasar terhadap saudara mereka yang berselisih dengan hawa nafsu mereka, tanpa melihat keulamaan dan kadar usia seseorang. Bahkan tidak lagi merasa malu kepada manusia.

Anonim mengatakan...

Lanjut>>>
6. Mereka dibina untuk su’uz zhan, walau sekadar setitik di hati, hingga tumbuh buahnya yang merusak lantaran zhan dan wahm (sangkaan) itu, yaitu lahirnya tuduhan dan menghukumi manusia.

7. Mereka dibina untuk menghinakan manusia dengan ghibah dan tuduhan dusta kepada orang-orang yang taat kepada agama dan cinta kebaikan.

8. Mereka dibina untuk mencari-cari kesalahan orang lain lalu menyebarkannya, dan mereka sangat bergembira jika menemukan kesalahan dari ulama atau da’i bahwa mereka telah begini begitu.

9. Mereka dibina untuk memboikot (hajr) saudara-saudaranya ketika berbeda pendapat dengan mereka dalam satu masalah. Menurut mereka hajr adalah sesuatu yang patut diterima oleh ahlul hawa dan mubtadi’ (pelaku bid’ah).

10. Mereka dibina untuk berpenampilan tidak menarik, malas, dan negatif (dimata masyarakat, pent), misalnya: mereka di tahdzir (diberi peringatan) agar jangan berpartisipasi dalam kegiatan penyadaran, amal pelayanan di masyarakat demi menegakkan agama mereka dan membina masyarakat. Mereka menyangka hal itu bid’ah bukan dari sunah.

11. Mereka dibina untuk menolong pribadi (tokoh mereka, pent), bukan karena kebenarannya. Mereka memberikan pembelaan demi tokohnya itu dengan hawa nafsunya, dengan segala keburukan dan keangkuhan.

12. Mereka dibina dengan sesuatu yang monoton ketika menuntut ilmu, mereka tidak punya manhaj, sehingga mereka tidak menghasilkan karya pada diri mereka secara orisinil (ta’shil). Mereka hanya menghasilkan makalah-makalah (baca: selebaran) untuk mendukung tujuan mereka. (contoh: Buku Bantahan terhadap Madigoliyah, dll)

13. Mereka dibina untuk fanatik dengan seseorang, bukan dengan al haq (walau mereka tidak mangakui, namun faktanya demikian, pent). Mereka tidak mau menerima kebenaran dari jalan yang berbeda dengan hawa nafsu dan syahwat mereka, dengan alasan bahwa kebaikan dan kebenaran yang berbeda dengan mereka, hanyalah sesuai dengan mereka yang berselisih dengan mereka. (intinya, kalau bukan dari mereka, tidak mau mengakui. pent)

14. Mereka dibina untuk melampaui batas dan ekstrim (tatharruf), khususnya dalam masalah memberikan nasihat. Mereka sangat keras (ghulat) ketika menasihati orang yang menyelisihi mereka, sedangkan justru sangat memuji (jufat) nasihat orang-orang yang mendukung (sepemikiran, pent) dengan mereka.

15. Mereka amat memberikan perhatian terhadap masalah tauhid, dan berputar-putar di situ saja. Seolah mereka lalai dengan masalah keilmuan lainnya, seperti da’wah dan tarbiyah. Padahal sebenarnya, mereka adalah orang yang paling jauh dari penerapan apa-apa yang mereka kaji, seperti kaitan mereka dengan celaan terhadap kehormatan ulama dan da’i, dan lemparan tuduhan mereka dengan berbagai sifat (sesat, mubtadi’, mumayyi’ –plintat-plintut, kufr, syirk, dll) yang keluar dari lisan mereka terhadap saudara mereka dari kalangan da’i dan ulama. Hasbunallah wa ni’mal wakil.

Wallahu A’lam

Pesan saya (wedusgembel)

Maka berhati hatilah saudaraku. Jangan terkecoh "tampang" "gaya" dan "bahasa".
Bagaimana dengan kemampuan mereka dalam berbahasa Arab ??
Bahkan Abu Jahal pun lebih mampu berbahasa Arab dibanding salafi rakitan ini.
Waspadalah - waspadalah !!

Anonim mengatakan...

selamat kepada syaikh wedhus gembel yg udah diangkat jadi gurunya jokam......semoga Allah melimpahkan hidayah kepada warga jokam sehingga bisa terbebas dari belenggu sesat ajarannya yg semakin menjadi-jadi.

Anonim mengatakan...

kalau pemahaman antum tentang hizby dan slfy hizby begitu ana juga setuju ......

berarti kontradiksi dengan apa yang antum katakan sendiri , kalau akhirnya antum berpihak ke ldii .

karena hizby inilah yang mengatakan , jamaah diluar jamaahnya adalah sesat dan pasti di neraka. sholatnya tidak diterima , amal ibadah lainnya juga tidak di terima.

bahkan para pakubumi akhir2 ini mengatakan bahwa ldii-lah yang paling mencocoki sebagai salafy , yaitu hizby salafy tentunya lebih tepatnya .

berfikirlah sebelum berkomentar , karena semakin banyak antum komentar semakin kelihatan kebodohan antum.

janganlah bermain dengan istilah untuk memutar balik fakta , dan sadarilah bahwa bloq ini bukan tempatnya orang bodoh tentang jamaah islam-nya nurhasan , sehingga antum bisa berkomentar tanpa ilmu.

Anonim mengatakan...

benar juga kalau abu jahal juga pandai bahasa arab , la wong memang orang arab...

kalau ada syaikh kediri yang katanya ahli bahasa arab dan menafsir dengan seenak perutnya , ini yang aneh !!!!!

padahal di arab dia itu pernah digebuki karena nyolong wedus , aduh malunya punya amir nyolongan..

tau nggak yang lebih aneh lagi ,???
ya itu para jamaahnya yang bodoh dan sombong yang mau saja dibodohi orang bodoh ..


malu.....malu....malu....

Anonim mengatakan...

salafy yang menjadi bahasan disini adalah penisbatan kepada generasi salaf .

jadi siapapun kalau mengikuti manhaj/ cara salaf shalih dialah salafy , demikian juga sebaliknya , biarpun dirinya mengaku salafy atau paling salaf diantara salafy namun dalam tindak tanduknya tidak mencerminkan akhlak salaf shalih karena kesombongannya ( contohnya kaum hizbiyun madigol al islam jamaah al nurhasaniyah ) , bukan karena ketidak tahuannya maka dia bukan seorang salafy .

menjadi salafy TIDAK PERLU :

- menjadi anggota , karena memang bukan hizby ( organisasi )jadi nggak ada dafar anggota , pengurus , dll

- Bae'at , karena nggak ada amir-amiran di salafy apalagi amir dalam khayalan semisal LDII

- taklid buta atas pendapat seseorang , karena salafy selalu mengedepankan ilmu dalam beramal, beda jauh dengan hizby salafy ala nurhasan al kadzab ini yang jamaahnya harus menurut pendapatnya.

- Sombong , karena akhlak salaf shalih jauh dari kesombongan , jauhkan dengan akhlak LDII yang suka mengkafirkan orang diluar jamaahnya ?

- Berkelompok , karena salafy penentang hizby , kalau di LDII ini justru penting untuk melindungi kebusukan organisasinya dengan mengekor di partai penguasa.


semoga cukup jelas yang singkat ini .

maka kalau ada yang beranggapan bahwa salafy itu sama dengan LDII / islam jamaah atau NII / Ahmadiyah , tidak ragu lagi orang itu terjatuh satu diantara 2 hal atau kedua-duanya :

1. Dia bodoh akan manhaj.
2. Dia sombong , dengan menolak kebenaran.

semoga Allah menjauhkan kita dari sikap sombong yang diancam oleh Allah dengan ancaman yang pedih.

Anonim mengatakan...

sudah banyak buku yg membongkar kedok salafy plasu "syubhat salafy ""beda salaf dengan salafy"

airmataku mengatakan...

to abu hudzaifah dan kawan kawan

Pernah suata ketika ada seseorang yang menanyakan pada kalian "Kalau kalian betul2 mendakwahkan Al Haq, mengapa praktek2 kesyirikan & bid'ah2 yang umumnya dilakukan para nahdliyin dan itu justru yang mengakar di negeri ini. Dan merupakan sesuatu yang sangat diperangi oleh para Ulama Salaf, diantaranya Syeh Muhammad bin Abdul Wahhab. Tp justru kalian tidak pernah mengulasnya, dan kalian berwala dengan mereka untuk merintangi orang2 yang hendak memurnikan (contoh minta bantuan M** padahal disanalah sarang mereka)..

Kemudian kalian menjawab " masalah mereka sdh ada yang membantahnya", Karena kami mantan LD** maka yang kami dakwahi ya hanya kalangan LD**.

Tp aneh dan tidak konsisten dg perkataan kalian dan entah alasan apalagi yang akan kalian gunakan.

Sekarang kalian mengupas Ahmadiyah,NII (yg intinya akan diarahkan ke LD**)

Justru sekarang saya bertanya "Bagaimana dengan statmen kalian diatas??

Sehingga dgn tulisan ini, saya berkesimpulan kalian ada kebencian yang mendalam terhadap LD**.

Bukan dakwah ilal Haq, Jadi jangan bawa bawa nama SALAFI

Anonim mengatakan...

Walah bangun mas......@airmatamu
masak siang bolong gini tidur?????
atau lagi mengingau ya....

Kita membahas LDII , nah bukankah si abdullah syam sendiri yang menyatakan bahwa ahmadiyah harus meniru LDII ??????

Secara tidak langsung dia menyamakan kesesatannya dengan ahmadiyah kan ? dan LDII mau berbagi pengalaman bagaimana lari dari kejaran hukum kan ???

Sekarang masalah NII , bukankah sama dengan kalian ???
beramir , bae'at , mengkafirkan orang diluar jamaahmu , infak persenan , de el el
aku berani bertaruh , otak kalian nggak jauh dari sepak terjang kaum hizby takfiri tersebut

Anonim mengatakan...

baca ulang artikelnya...kyke ad yg salah,,,masak LDII mengimani mirza???

salah posting tu,,,,

admin ini beritanya g bisa dipercaya, cs nulis postingan aja salah....masa LDII dibilang mengimani mirza, pa g kebalik postingane mas??

Anonim mengatakan...

buat antum yang langsung percaya artikel ini berarti anda langsung percaya pada suatu berita yg belum tentu benarnya, g jelas asalnya,,,tanpa bertabayyun...
bukankah Alloh perintah untuk bertabayyun ketika kita mendengar berita yang belum jelas kebenarannya???

sekarang terbukti jelas artikel ini...baca ulang bung...
,masak LDII mengimani mirza???

salah posting tu,,,,

admin ini beritanya g bisa dipercaya, cs nulis postingan aja salah....masa LDII dibilang mengimani mirza, pa g keliru postingane mas??
kq yo langsung percoyo????????

Anonim mengatakan...

mungkin abdulah syam secara implisit bilang ke ahmadiyah" hey ahmadiyah, tirulah cara kami yaitu buat sebuah organisasi dengan embel-embel lembaga dakwah, terus terapkan bitonah'

kpd yth,pak BIN,kapolri dan menkopolhukan tankap dan penjarakan saja sultan aulia bin madigol, kasmudi, kholil,aziz, ihsan muhyiddin, pakubumi 354,keluarga dan anak turun nurhasan ,mereka semua adalah bandit-bandit akidah dan mafia khawarij yang meracuni pengikutnya dengan pemahaman hizbi khawariji.. LDII 354 itu berpotensi subversi karena mengusung konsep negara dalam negara.354 itu bisa menjadi fenomena api dalam sekam

Anonim mengatakan...

perhatikan statement ini:
Abdullah mengklaim, di seluruh wilayah Indonesia saat ini jumlah warga LDII sekitar 14,5 juta orang yang tersebar di 33 provinsi dan di semua kota/kabupaten yang ada. Bahkan, sudah menyebar di beberapa negara.
*
hehe, ini adalah khas gaya ldii..penuh kebohongan,hiperbola dan khayalan. pengikut jokam 354 itu tak lebih dari 300.000 orang saja. wong saya ikut nyensus per kepala jokam 354 di daerah ku( saya adalah ketua generus di Jakarta Selatan dengan imam daerah pak Kusno), hasilnya jauh dari 14 juta secara global dan juga data bisa ditarik dari data zakat fitrah (karena zakat fitrah ditarik per kepala) disitu bisa diambil estimasi yang paling valid. apabila abdulah sam bilang anggota ldii itu 14 juta, itu hanya buat nakut-nakutin bagi pihak-pihak ynag tidak suka pada jokam 354 dan untuk propaganda politis untuk bargaining saat pemilu nanti (dimana petinggi ldii /jokam 354 menjadikan pengikut 354 sebagai komoditas konstituen dalam pemilu_

Anonim mengatakan...

benar, pengikut/rukyah 354 tak lain tak bukan hanyalah "komoditas" bagi para elitnya. cuma pengikutnya ngga nyadar dan terilusi bahwa mereka sedang dibawa ke surga oleh imamnya.

kasian rukyah 354, dikerjain itu sama anak turun nurhasan yang terobsesi jadi penguasa ( nafsu gede tenaga kurang, makanya mereka memakai jalan cuci otak dengan memelintirkan quran dan hadits terutama dipermasalahan imamah wal jamaah)

Anonim mengatakan...

buat jokam:
nih salah satu syariatnya

MADIGOL;

Dibawah ini adalah seluruh isi Injil Maleakhi 3 (Maleakhi / MAL / Malachi 3)

3:6-12 = Pembayaran persembahan persepuluhan menyenangkan hati Allah

(8) Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus; ini namanya FBBL

(10) Bawalah seluruh persembahan persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman TUHAN semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.ini ISRUN yg di kirim ke pusat

Anonim mengatakan...

buat admin tolong di revisi postingannya , tentunya seteal meminta ijin kepada sumbernya.

hakekatnya sama saja dan pembacapun paham yang dimaksud admin bahwasannya LDII dan Ahmadiyah adalah dua diantara alisan sesat yang ada di Indonesia.

LDII itu campur aduk antara sunni , nasrani dan syiah .

Anonim mengatakan...

SAYA SANGAT SETUJU BANGET TUH KALO ANAK NURHASAN YANG SEKARANG JADI AMIR ISLAM JAMAAH/ LDII D KURUNG AJA.

saudaraku di Islam Jamaah/ LDII,terumata AMIR SULTHON AULIA SAKIL 4, PARA pakubumi, sadarlah sampe kapan engkau akan MENIPU umat Islam di Indonesia,

INGAT ! SEPANDAI-PANDAI TUPAI MELOMPAT SSUATU SAAT AKAN JATUH JUGA.

BERGITU JUGA SEPANDAI-PANDAI MENYIMPAN BITHONAH/BARANG BUSUK, AKHIRNYA PASTI AKAN TERBUKA JUGA, DAN AMIR YANG DI UMPETIN PASTI AKAN DI KANDANGIN JUGA OLEH DENSUS 88, TERMASUK ABDULLAH SYAM YANG TUKANG BOHONG/ SUMPAH PALSU KE MUI TUK MENUTUPI KESESATAN ISLAM JAMAAH/ LDII.

TUK PARA ULAMA PAKUBUMI, KENAPA ENGKAU SUDAH BELAJAR JAUH KE MEKAH MEDIMAH DAH TAU YANG HAQ, TAPI KENAPA DIAM SAJA, KAYA MACAN OMPONG, JANGAN KEENAKAN MAKAN FASILITAS ISLAM JAMAAH, INGAT LHO FASILITAS YANG ANTUM NIKMATI ITU HASIL DARI MEMERAS HARTA JAMAAH LDII, DAN HASIL MENIPU RIBUAN NASABAH BISNIS BODONG MARYOSO, YANG DI OTAKI OLEH KELUARGA AMIR ABDUL AZIZ SULTHON AULIA DAN CS NYA. SEMOGA ALLLOH SEGERA MENYADARKANNYA.

Anonim mengatakan...

percuma berdebat, masing-masing pasti merasa benar, bagi para pembenci ldii gk usah repot kasak-kusuk, masyarat udah pintar, kalo merasa ldii sesat pasti mereka tinggalkan

Anonim mengatakan...

mencuri semua orang tau kalau tidak baik , demikian juga dengan zina , ghibah , adu domba dll

namun tetap menjadi kewajiban kita untuk mengingatkan saudaranya tentang hal-hal yang tidak baik tersebut , baik dilingkungan keluarga , sekolah maupun ditempat kerja atau dimanapun juga.

islam jamaah tidak baik dan menyessatkan umat , dan hal ini sudah tertuang di keputusan MUI , maka kita juga berkewajiban untuk menyebarluaskan kepada masyarakat dengan harapan yang sudah terjatuh ke aliran sesat ini dapat kembali ke jalan yang benar serta membentengi masyarakat awam dari pemahaman sesat ini .

islam ini tegak karena saling mengajak kepada kebenaran dan saling menolak segala bentuk kemungkaran , dan tidak akan tegak kalau hilang salah satunya.

terus berdakwah dengan hikmah , semoga amal ibadah kalian di terima sebagai amalan shalih dan jihat.

airmatakumengalir mengatakan...

syukron barokallah fiikum atas koreksinya................

Anonim mengatakan...

bagi yg mengatakan ldii sesat, jujurlah pada diri kalian, disaksikan Alloh SWT, apa sebenarmya yg kalian inginkan? apakah kalian benar2 yakin mereka sesat? sanggupkah kalian bertanggungjawab di hadapan Alloh SWT jika apa yg kalian katakan itu salah? jika memang mereka sesat, sanggupkah kalian membina mereka?

menurut saya, yg pertama kali harus diteliti adalah mereka yg melontarkan tuduhan sesat, terutama apa motivasinya, ingat, janganlah kebencian, irihati, dendam, salahpaham, sok tau, sok bener, hawa nafsu, menjadi dasar penilaian kalian

Anonim mengatakan...

Saya berpikir bahwa ldii ya nggak sesat. Yang ada adalah pergeseran-pergeseran. Khususnya terkait dengan imamah, yang mana kebanyakan warga ldii (ingat, tidak semua warga ldii lho) merasa imamahnya sebagaimana kekholifahan. Yang mana produk-produk imamah inilah (yang karena merasa sebagai kholifah atau amir atau imam yang dibeati) yang berupa ijtihad banyak yang mengalami pergeseran-pergeseran.
Jadi ya dicari jalan ruju' nya, kalau nggak bisa ya terserah Alloh SWT dan penguasa NKRI akan jadinya apa nanti. Apakah akan benar menjadi penguasa beneran di wilayah NKRI atau hanya sekedar jama'ah minal muslimin sebagaimana jama'ah-jama'ah yang lain yang ada di Indonesia. Kita nggak tahu sebenarnya apa yang ada di hati penggede-penggedenya ldii (jama'ah), apakah kelak benar2 berniat menjadikan keamirannya sebagai penguasa islam sebagaimana di Arab Saudi, atau hal yang lainnya .... Yang pasti sampai hari secara lahir masih menjaga hak dan kewajiban sebagai warga negara NKRI, kalau batinnya ya hanya Alloh SWT yang tahu.
Lha terus apa bedanya sih sama jama'ah-jama'ah minal muslimin yang lain yang secara lahir masih mendukung hak dan kewajiban sebagai warga negara NKRI .... Nah siapa yang tahu batinnya???!!!

Anonim mengatakan...

tdk ada yg tau batin seseorg, hanya Alloh dan dirinya sendiri yg tau, kita gk bisa menilai batin seseorg

jadi selama masih menjalankan kewajibannya sebagai warga negara dgn baik dan mendukung NKRI, mereka punya hak menjalankan keyakinannya

berbeda bukan berarti sesat...

Anonim mengatakan...

urursan batin, memang hanya Allah yang tahu. tapi bagi para mantan 354, kesesatan 354 adalah fakta yang gamblang dan eksplisit secara tertulis dan terdengar.

betapa di jamaah 354 di digaungkan bahwa

1. orang yang keluar dari jamaah 354 adalah murtad dan darahnya HALAL. ( lantas bagaimana dengan orang yang tidak pernah bergabung dengan jamaah 354?)

2. orang diluar jamaah 354 itu kafir, tak mendapat mawaris, dan dikonsepsikan menjadi ahlu neraka

3. dan banyak lagi


ingat, penyimpangan jamaah 354 bukan diranah furu atau fikh tapi penyimpangan 354 sudah ada di ranah ushul.

kalau LDII masih membawa label islam tentu umat islam tak boleh membiarkan kesesatan 354 merajalela, tapi kalau LDII keluar dari koridor islam dan berganti nama mnejadi agama nurhasaniyah, mungkin umat islam akan bertoleransi. sama seperti ahmadiyah

titik tertinggi dari pengkafiran sesama muslim adalah tertumpahnya darah orang islam secara batil, seperti pengeboman yang terjadi di cirebon baru-baru ini oleh salah satu varian khawarij di negeri ini. oleh karena itu sebelum terjadi hal-hal yang besar maka gerakan jamaah 354 harus diantisipasi sedini mungkin.

Anonim mengatakan...

ingat, di indonesia, pengtakfiran yang paling bersifat sistematis, sistemik,massal,massif dan merangsek ke level grassroot adalah dilakukan oleh jamaah 354.

ini yang menjadikan salah satu pembeda LDII/islam jamaah dengan harokah2 lainnya. jamaah 354 punya spesifikasi tersendiri dalam penyimpangannya

Anonim mengatakan...

elit 354 memang punya agenda jangka panjang yangbersifat grandeur delution dan khayali yaitu kepenguasaan (sultaniyyah) di indonesia. hanya untuk mewujudkan ambisi dan obsesi ini, elit 354 dan keluarga nurhasan menggunakan pentalbisan dan penyesatan ajaran islam terutama dalam hal Al Jamaah wal Imamah sebagai wahananya. Sebenarnya, pengikut 354 lah yang menjadi korban di tingkat pertama untuk proyek ilusi ini.akidah mereka tercederai dan jatuh dalam kubangan mental hizbi yang egomaniacal.hanya pengikut 354 tak menyadari hal ini dan terbuai bahwa mereka sedang dibawa ke surga oleh imamnya.elit-elit 354 adalah pihak yang paling mengambil keuntungan secara pragmatis dari kesesatan pengikutnya.

Anonim mengatakan...

udah jelas bahwa blog ini didedikasikasikan untuk menyatakan bahwa ldii sesat, percuma aja berdiskusi dengan org2 yg di dalam kepala mereka udah tercetak ldii sesat, udah biasa suatu organisasi sebaik apapun ada aja org2 yg gk suka dan berusaha dgn segala cara utk merusaknya

Anonim mengatakan...

untuk pemirsa blog ini ,sepertinya ada kesalahan admin saat mengambil postingan khususnya pd point point aqidah antara ldii dan ahmadiyah yakni tertukar penempatannya .untuk admin segera antum koreksi .insya alloh di nahimunkar.com ada pembetulannya smoga bermanfaat

Anonim mengatakan...

salafy daaaaaaaaaaaacuuuuk

Anonim mengatakan...

hahaha.... jeruk maka jeruk.... kasian amat.

Anonim mengatakan...

salafy takfir selain gol ny ; nu ,muhammadiyah

Anonim mengatakan...

para ulama mengatakan sesat kepada kelompok2 / hizby2 dengan tujuan utk mengingatkan dan menyadarkan mereka serta demi kemaslahatan kaum muslimin, mereka (para ulama) sama sekali tidak mengkafirkan kecuali adanya bukti kekafiran yg nyata.

Anonim mengatakan...

akhirnya ngakui juga kalau takfir terus gi mn dengan para amirnya di anngap kafir juga kan

Anonim mengatakan...

Kesesatan tidak otomatis menjatuhkan pelakunya kepada kafir , tergantung seberapa besar kesesatannya dan seberapa paham pelakunya atas hukum perbuatannya.

Ahlus sunnah jauh dari paham takfiri , maupun menghukumi saudaranya sesat, fasiq dan gelar-gelar lainnya tanpa hujjah yang jelas.

Kami disini mengoreksi pemahaman islam jamaah 354 al islam jamaah al madigoliyah .

LDII adalah organisasi dan secara umum organisasi hanya wasilah /sarana sekelompok orang dalam menuju apa yang dicita-citakan , maka hukumnya adalah tergantung dari tujuan sarana tersebut .
Kalau organisasi itu dibentuk dengan tujuan yang bertentangan dengan agama maka tidak syak lagi maka organisasi tersebut sesat.

Masalahnya di LDII itu ,100% orangnya berpaham islam 354 ala madigol yang nyata-nyata hizby dan kesesatannya , dan jujur saja sulit memisahkan pemahaman LDII dan islam jamaah dan disini orang lebih suka menyebutnya LDII.

Kesesatan islam jamaah , sudah makruf dikalangan umat islam di Indonesia pada umumnya dan mantan 354 pada khususnya , dan alhamdulillah bloq ini salah satu wadah dakwah untuk mereka yang belum terjerumus dan bagi mereka yang sudah di islam jamaah yang ingin mempelajari kesalahan kelompoknya tanpa harus berhadapan langsung dengan ahlus sunnah yang tidak disukainya.

Terus berdakwah saudaraku , semoga Allah paring hidayah buat antum semua baik yang berdakwah maupun yang di dakwahi.

Tidak ada kasih sayang dan persatuan kecuali dengan tauhid yang benar .

Pribadi muslim itu yang bertolong-menolong dalam hal kebaikan ( contohnya saling mendakwahi ) , dan saling melarang / menasehati atas segala kemungkaran ( contoh: melarang hizby , bidah , takfiri dll ).

Anonim mengatakan...

kalau anda mengatakan para ulama ahlussunnah mengkafirkan ormas seperti NU, Muhammadiyah dll maka itu adalah tuduhan dusta yg senyata2 nya dusta.

Anonim mengatakan...

SYARAN TUK PAK KETUA UMUM LDII DAN AMIR ABDUL AZIZ SULTHON AULIA.

PERDEBATAN DI MEDIA INI MEMANG MENJADI PR BAGI KE-AMIRAN JAMAAH DAN ORGANISASI LDII.

AGAR PERDEBATAN INI MENGENDOR SAYA SARANKAN KEPADA PAK KETUA UMUM LDII ABDULLAH SYAM DAN AMIR ISLAM JAMAAH, AGAR MEMBERIKAN PERNYATAAN DI TEXT TERTULIS BULANAN YANG ISINYA BAHWA MULAI SAAT INI SAYA AMIR ISLAM JAMAAH MENGUNDURKAN DIRI DARI JABATAN SEBAGAI AMIRIL MUKMININ DI INDONESIA, KARENA TERNYATA SAYA TIDAK BISA MENYELESAIKAN KASUS BISNIS BODONG MARYOSO YANG TELAH MENILEP UANG JAMAAH LDII TRILYUNAN RUPIAH.

AYO BERANI APA GA PAK AMIR.

Anonim mengatakan...

Makin lama baca blog ini makin ga berbobot keliatannya....

ibnu sarkawi mengatakan...

alhamdulillah, lewat blog ini kami bisa tahu lebih banyak tentang apa dan siapa sebenarnya islam jamaah itu, nggak ada bithonah2 an, semua di buka sejelas-jelasnya.semoga semakin banyak yg sadar akan kekeliruannya selama ini.

salam mengatakan...

Anonim berkata...
Makin lama baca blog ini makin ga berbobot keliatannya....

Benci tapi rindu ya ?????

benci karena selama ini dibodohi sama imam2 madigol dan rindu akan ilmu yang haq ...

semoga bermanfaat

Anonim mengatakan...

Mantan dlxx makin pusing... ocehannya nggak di dengerin lagi... bosan orang bacanya... makin sepi alias tidak berbobot.. kerjanya mengungkit2 kekurangan orang, menjelekkan orang,mencaci orang... apakah itu cara dakwah salafussholih? hehehe... udah temen2 tinggalkan ajalah blog ini.. lebih baik ngaji yang tertib, cari ilmu yang banyak, jangankan kita.. ulama saudaipun tidak menyukai cara dakwah seperti ini... ini bukan dakwah salaf wahai akhi...

Anonim mengatakan...

Alhamdulillah akhi ,antum telah mengoreksi isi bloq ini .

Ini juga menandakan bahwa antum sebenarnya salah satu pembaca setia di bloq ini , meskipun dalam tulisannya bersebrangan dengan yang di yakini.

Semoga Allah paring hidayah buat antum dan ikhwah lainnya yang masih berada dalam kebodohan beragama madigoliyah.

Anonim mengatakan...

ya saya doain ja yg bikin blog cepet modar

Anonim mengatakan...

iya saya juga doakan mudah-2an yg punya blog ini mati dengan menyebut ya syetan aku adalah pengikutmu..

hamba Alloh mengatakan...

Mari kita renungkan tulisan dibawah ini, semoga bermanfaat :

“Diantara alasan orang-orang yang tidak mau memvonis kafir pemerintah yang mengganti syariat Allah bahkan membolehkan baiat pada mereka, adalah perkataan mereka: “Sesungguhnya para ulama, dan seniornya adalah imam Ahmad bin Hambal tidak memvonis kafir khalifah Al-Ma’mun walaupun dia berpendapat bahwa Al-Qur’an adalah makhluk serta berpendapat bahwa Allah tidak memiliki sifat, dan beliau juga tidak melancarkan pemberontakan untuk menggulingkannya.”

Kami jawab, semoga Allah memberi petunjuk pada kami, “Alasan ini hanya bisa dikatakan oleh orang-orang bodoh dan orang awam. Orang yang mengatakannya, jika bukan orang bodoh, berarti dia adalah orang yang mempermainkan agama Allah. Mereka yang mengerti realitas kita hari ini, juga mengetahui sebab kafirnya pemerintah saat ini, dan dia juga mengetahui sikap para imam Ahlus Sunnah terhadap mereka yang salah dalam menakwilkan nash, dia akan memahami bahwa kondisi Khalifah Al-Ma’mun tidak dapat dibandingkan dengan realitas pemerintah saat ini dari sisi manapun.

Sesungguhnya terdapat perbedaan besar antara mereka yang sengaja dan bermaksud untuk berpaling dan menolak hukum Islam dengan mereka mencari kebenaran, namun dia salah memahaminya. Seperti kasus khalifah Al-Ma’mun dan Al-Mu’tashim yang berpendapat bahwa Al-Qur’an adalah makhluk, serta mereka yang berpendapat demikian dari golongan Jahmiyah, yaitu kelompok yang beranggapan bahwa Allah tidak memiliki sifat, dan orang-orang yang salah paham terhadap ajaran Islam. Mazhab Ahlussunnah memiliki sikap tersendiri terhadap mereka yang salah dalam memahami dalil. Dapat kita katakan bahwa ulama salaf telah sepakat atas hukum mereka yang salah paham, walaupun terdapat perbedaan di kalangan umat yang lahir kemudian.

Definisi salah paham atau takwil adalah meyakini ayat atau hadits sebagai dalil, padahal ayat atau hadits itu bukanlah dalil dalam masalah ynag dimaksudnya. Prakteknya adalah ketika seseorang berpendapat tentang sesuatu, atau meyakini sebuah keyakinan, atau melakukan suatu perbuatan, sedang dia mengira bahwa pendapat, keyakinan, atau perbuatan ini adalah benar seperti yang diajarkan oleh nabi. Sementara pada hakikatnya hal itu tidaklah demikian. Dia ingin mencari kebenaran, namun tidak mendapatkannya. Ini adalah kondisi ahlul bid’ah. Mereka sebenarnya mereka ingin melakukan kebenaran, namun salah dalam menerapkannya, sedang bid’ah dapat terjadi pada keyakinan dan perbuatan. Adapun khalifah Al-Ma’mun dan kaum Jahmiyah, walaupun keyakinan dan pendapat mereka menyimpang seperti itu, namun mereka dimaafkan karena tujuan mereka yang baik, maka para ulama melarang kita memvonis kafir bagi mereka yang salah paham.

Ibnu Hazm telah menuliskan pembahasan ini dalam kitab Ihkamul Ahkam, dan inilah mahzab Ahlussunah wal Jama’ah, berbeda dengan pendapat Khawarij dan Mu’tazilah yang memvonis kafir bagi mereka yang tidak sependapat dengan mazhabnya. Sedangkan Ahlussunnah wal Jama’ah, meskipun mereka tetap berkeyakinan bahwa ada diantara pendapat ahlul bidah yang menyebabkan pelakunya menjadi kafir seketika, namun mereka tidak langsung memvonis kafir bagi setiap orang yang berpendapat demikian. Karena terdapat perbedaan besar antara vonis kafir terhadap perbuatan dengan memvonis kafir pelaku perbuatan tersebut. Hal ini pun diketahui oleh pelajar ilmu tingkat pemula.”

hamba Alloh mengatakan...

Ibnu Hazm telah menuliskan pembahasan ini dalam kitab Ihkamul Ahkam, dan inilah mahzab Ahlussunah wal Jama’ah, berbeda dengan pendapat Khawarij dan Mu’tazilah yang memvonis kafir bagi mereka yang tidak sependapat dengan mazhabnya. Sedangkan Ahlussunnah wal Jama’ah, meskipun mereka tetap berkeyakinan bahwa ada diantara pendapat ahlul bidah yang menyebabkan pelakunya menjadi kafir seketika, namun mereka tidak langsung memvonis kafir bagi setiap orang yang berpendapat demikian. Karena terdapat perbedaan besar antara vonis kafir terhadap perbuatan dengan memvonis kafir pelaku perbuatan tersebut. Hal ini pun diketahui oleh pelajar ilmu tingkat pemula.”

Ibnu Taimiyah mengatakan, “Ucapan yang dapat menyebabkan orang yang mengucapkan menjadi kafir, bisa jadi si pengucap belum mengetahui dalil-dalil yang membuatnya memahami dalil-dalil yang membuatnya memahai kebenaran. Mungkin dia telah mengetahui, tetapi dia beranggapan dalil itu lemah, atau tidak dapat memahami dalil itu dengan pemahaman yang benar. Bisa jadi juga karena dia mengalami kerancuan dalam memahami dalil itu, sehingga dimaafkan oleh Allah. Siapa saja dari orang mukmin yang mencari kebenaran, namun dia salah dalam memahaminya, maka Allah mengampuni semua kesalahannya dalam seluruh permasalahan, baik dalam permasalahan pemahaman maupun dalam masalah ibadah praktis, inilah pendapat seluruh sahabat Nabi dan jumhur ulama kaum muslimin…

Imam Ahmad mengkafirkan orang-orang jahmiyah yang mengingkari nama dan sifat Allah, karena pendapat mereka yang jelas-jelas menyalahi ajaran Nabi, tetapi beliau tidak mengkafirkan setiap orang yang berpendapat demikian, karena yang mengajak orang lain lebih berat dibandingkan dengan orang yang sekedar mengatakannya. Adapun orang yang menghukum siapa yang tidak mau mengikuti pendapatnya lebih jahat dari mereka yang sekedar mengajak orang lain. Pada waktu itu, para pejabat pemerintahan yang menganut pendapat kaum jahmiyah menyeru manusia untuk menganut pendapat mereka, dan menghukum serta memvonis kafir bagi yang tidak mau mengikuti pendapat mereka. Meskipun demikian, imam Ahmad tetap berbuat baik kepada mereka dan memintakan ampunan kepada Allah bagi mereka, karena beliau tahu pasti bahwa mereka tidak sadar bahwa mereka mendustakan Nabi dan menentang ajarannya, tetapi hanya salah dalam memahami kebenaran dan mengikuti orang lain….”[1]

Beginilah sikap para ulama terhadap orang-orang yang salah dalam memahami nash, karena sebenarnya, mereka menginginkan kebenaran dan tidak pernah bermaksud mendustakan Nabi serta menentang ajarannya. Sehingga hal ini menjadi penghalang untuk memvonis kafir kepada mereka.

Adapun para pemerintah pada zaman kita saat ini, jelas sekali secara sengaja memang ingin menyelisihi syariat Islam, bahkan mereka mendeklarasikannya di dalam undang-undang dan peraturan mereka bahwa; kedaulatan berada di tangan rakyat, dan maksud dari kedaulatan adalah kekuasaan pemerintahan tertinggi secara mutlak berhak untuk menentukan segala sesuatu.

Karena itulah, diantara yang menjadi ijma’ ulama kita adalah, bahwa pembuatan dan penetapan undang-undang yang menyelisihi hukum Allah adalah perbuatan kufur, sebagaimana yang dinyatakan oleh Imam Syatibi dalam kitab Al-I’thisham jilid 1 hal 61:

“Para ulama bersepakat bahwa mengganti aturan agama adalah perbuatan syirik dan kufur”. Sedangkan Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Kapan saja seseorang menganggap halal sesuatu yang disepakati keharamannya, atau mengharamkan sesuatu yang disepakati kehalalannya, atau mengganti syariat (aturan) yang telah disepakati para ulama, maka para fuqaha sepakat bawa dia telah kafir dan murtad (keluar dari Islam).[2]

Lalu, apakah yang dilakukan para pemerintah yang mengganti syariat Islam dengan hukum positif buatan manusia termasuk salah ta’wil, atau mereka memang berniat untuk menyingkirkan Al-Qur’an dan Sunnah serta memegang erat-erat aturan barat dalam mengatur negara?

hamba Alloh mengatakan...

Siapa saja yang menyangka bahwa pemerintah yang mengganti syariat Islam sebenarnya berniat baik, yaitu ingin menerapkan syariat Islam, namun mereka salah memahaminya–sebagaimana khalifah Al-Ma’mun–, berarti dia telah berbohong tentang realita pemerintahan itu dan membohonggi dirinya sendiri.

Sedangkan realita yang ada membantah dan mendustakan anggapannya itu, karena penyimpangan pemerintah yang mengganti syariat Islam dengan syariat lain bukanlah karena mereka salah memahami syariat Islam, tetapi karena mereka memang ingin menyelisihi, melawan dan menandingi syariat Allah. Ini adalah sesuatu yang sangat jelas dan terang, bahkan secara terang-terangan, mereka menyatakan bawa syariat Islam tidak masuk dalam urusan politik dan perundang-undangan, syariat Islam hanya mengatur hubungan antara hamba dan Rabb-nya, menurut anggapan mereka. Hendaknya orang-orang itu takut kepada Allah dan tidak berbohong kepada masyarakat atas nama agama.”[3]

Kesimpulan
Perbedaan antara pemerintah sekarang dengan pemerintah Al-Makmun sangatlah jauh. Pemerintah sekarang benar-benar tak sudi mengunakan syariat Islam sebagai dasar hukum sedang pemerintah Khalifah Al-Ma’mun masih bertekad menerapkan syariat Islam namun hanya salah takwil belaka. Dua perbedaan mendasar ini tidak bisa disamakan begitu saja.

hamba Alloh mengatakan...

tulisan diatas saya copi paste dari salah satu situs,,,
Semoga bermanfaat

Wassalamu'alaikum

Anonim mengatakan...

sebarkan terus aqidah asli islam jamaah, jangan sampai kaum muslimn tertipu dgn modus operandi taqiyyah , bithonah dan budi luhur abal2 mereka .....

Anonim mengatakan...

Untuk @hamba Allah , saya berharap ALLAH memberi antum pemahaman agama yang benar , sesuai dengan Al Quran dan Sunnah yang shahih yang turun-temurun diajarkan oleh shalafus shalih.

Apakah antum berpendapat " Nurhasan berkata : BARANG SIAPA YANG MASIH MENG ANGAN-ANGANKAN ATAU BERFIKIR BAHWA MASIH ADA DI LUAR JAMAAH KITA INI ADA HARAPAN MASUK SURGA.... MAKA SEBELUM BERDIRI DARI MAJLIS INI SUNGGUH DIA TELAH KAFIR.doc LDII

dan yang paling pantas memimpin negri ini adalah orang MADIGOLIYAH ??? kalau jawaban antum : IYA - BENAR , maka antum telah jatuh dalam kesesatan yang jauh masalah ini.

Apa yang antum sebarkan itu tidak lain adalah pemahaman / subhatnya kaum takfiri , semisal NII dan LDII .

Sadahlah ya akhi , mohonlah ampun kepada Allah yang maha pengampun dan pemberi taubat kepada hamba-Nya, atas tulisan dan subhat yang telah antum tebarkan.

Janganlah bermudah-mudah memfasikan serta mengkafirkan seorang muslim , karena mudharatnya lebih besar dari pada manfaatnya khususnya bagi antum sendiri.

Anonim mengatakan...

percuma berdebat, masing-masing pasti merasa benar, bagi para pembenci ldii gk usah repot kasak-kusuk, masyarat udah pintar, kalo merasa ldii sesat pasti mereka tinggalkan
___________________________________

jawab:

SUDAH BANYAK MAS YG MENINGGALKAN PEMAHAMAN LDII, SEKARANG SUDAH BERBAUR DG KAUM MUSLIMIN DI SELURUH INDONESIA / DILUAR NEGRI.

SEMOGA ALLOH SUBHANAHUATAALA MENJAGA SAUDARA2 KITA INI TETAP DALAM ISTIQOMAH MENETAPI AGAMA YG HAQ DAN IKHLAS.

hamba Alloh mengatakan...

Nurhasan berkata : BARANG SIAPA YANG MASIH MENG ANGAN-ANGANKAN ATAU BERFIKIR BAHWA MASIH ADA DI LUAR JAMAAH KITA INI ADA HARAPAN MASUK SURGA.... MAKA SEBELUM BERDIRI DARI MAJLIS INI SUNGGUH DIA TELAH KAFIR.

Dimana referensi perkataan ini, sumbernya baik berupa tulisan atau rekaman suara beliau???

Sehingga semua pembaca tidak hanya bertanya2 benar atau tidaknya lafal diatas.

Dan saya rasa kalian sudah banyak yang tahu bagaimana dakwah para rosul/ dakwah yang dibawa Syeh Muhammad bin Abdul Wahab, yang beliau terangkan prinsip2 Islam yang Haq didalam kitab2 beliau.

Dan sungguh bila kalian mau mengambil hikmah tidak hanya bertaqlid pada ustad anda,saya rasa kalian tidak akan membuta & hanya mencela.

Anonim mengatakan...

@hamba Allah ,

Pernyataan nurhasan adalah ma'ruf dikalangan madigoliyah dan sangat jelas maknanya demikian juga amalannya yang diamalkan oleh jamaah madigoliyah.

pernyataan dan pertanyaan antum , akan kembali kepada diri antum sendiri dan hizby antum.

maka seandainya antum pernah membaca kitab syaikh Muhammad bin Abdul Wahab atau ulama ahlus sunnah dan antum tidak taklid buta kepada pemahaman nurhasan maka dari awal berdirinya LDII tidak akan mudah mencela kaum muslimin diluar kelompoknya dengan sebutan ahlu kitab/ kafir , menajiskan orang yang bukan jamaah modigoliyah , menyuruh cerai pasangan suami istri yang salah satunya bukan jamaah nurhasan , tidak mau sholat berjamaah dengan kaum muslimin dlllll.

siapakah yang memulai mencela ya akhi ???
siapakah yang taqlid buta dan hanya memegang pendapat sekelompok manusia jahil ( hizby ) ya akhi ??

aku saudaramu yang mencintaimu karena Allah ( kalau antum muslim lo ) , dan aku berdoa kepada Allah agar paring hidayah kepada aku dan kalian semua yang masih di madigoliyah agar segera diberi pemahaman yang lurus dalam menjalankan ibadah ini sesuai dengan yang dikehendaki pemilik syariat yaitu Allah dan Rasul-Nya.

Anonim mengatakan...

@ Hamba Allah,

iya...memang betul seperti itu keadaanya, hampir di setiap nasehat selalu disampaikan hal itu. Jamaah (kelompok LDII/Islam jamaah) Surgo ngk jamaah Neroko..!!! kalau ada dari jamaah LDII yg menyangkal akan hal itu berarti sedang Berbithonah ria/bohong/ngapusi.

Sudahlah...kalau memang berani silahkan pihak LDII mengeluarkan pernyataan tertulis bahwa, "orang islam di luar jamaahnya (LDII) itu belum tentu/tidak kafir" lengkap dengan tanda tangan ketum LDII dan imam Jamaah (pak. Aziz) trus di umumkan lewat media massa baik cetak maupun elektronik. Berani..?? ngk usah sok2an galak mbelo2ni seolah-olah LDII/Islma Jamaah tidak pernah mengeluarkan peryataan tsb.

Anonim mengatakan...

jelas2 islam jama'ah gak beres!!!,, kok.. masi di ikuti???

terus berjuang rek'. AMAR MAKRUF NAHI MUNGKAR. berantas khowarij, pemahaman mereka yg mengkafirkan sesama Muslim.(itu pasti)

SELAMAT BERJUANG...!!!

Anonim mengatakan...

salafi sudah berpecah belah dan semuany ngaku paling bener buktinya saling mencaci diantara mereka

Anonim mengatakan...

bongkar terus akidah asli islam jamaah yg pintar mengelabuhi pemerintah dan orang awam, bahkan rukyahnya sendiri. semoga semakin banyak yg sadar.

Anonim mengatakan...

hehehe... ada apa dengan salafy...
kayaknya nggak bisa tidur mikirin gimana caranya ngancurin ldii... ko nggak hancur2.... hehehe...

Anonim mengatakan...

salafy adalah manhaj, bukan kelompok2 atau hizby seperti yang anda fahami, adapun mereka2 yg berselisih tentu ada hal2 yg harus diluruskan karena para ulama sendiri bahkan para imam mazhab sendiri tidak lepas dari perselisihan, namun yg jelas mereka tetap menganggap sebagai saudara muslim. bagaimana dengan kelompok anda yg anti perbedaan atau yg biasa disebut "ngresolusi?" dan bagaimana anda menganggap orang yg keluar dari kelompok anda? apakah masih dianggap islam?

Anonim mengatakan...

ngakuny g hizbi kenyataannya ada yg nmny salafi sururi salafi ....salah pikir....dan semua ngakuny paling bener bahkan saling mentahdhzir di antara mereka yg g cocok dengan ustadny pokok neraka

Anonim mengatakan...

salah pikir....dan semua ngakuny paling bener bahkan saling mentahdhzir di antara mereka yg g cocok dengan ustadny pokok neraka

Anonim mengatakan...

akidah jokam bisa memastikan seseorang bisa masuk sorga atau neraka. bahkan dia anggap perselisihan hanya terjadi di dalam dakwah salafy saja

Anonim mengatakan...

ini yang di sebut rampok menasehati maling atau maling menasehati perampok???

LDII: NII Lakukan Distorsi Ajaran Islam
Wednesday, 04 May 2011 12:48 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,PURWOKERTO - Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, menilai gerakan yang mengatasnamakan Negara Islam Indonesia (NII) telah melakukan distorsi terhadap ajaran Islam.

"Mereka telah melakukan langkah yang merupakan distorsi terhadap ajaran-ajaran Islam secara kafah (menyeluruh)," kata Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Banyumas, Sarlan.

Sarlan menilai dalil-dalil yang digunakan NII untuk membujuk calon sasarannya agar bersedekah, membayar fidyah, dan sebagainya itu hanya disampaikan penggalan atau potongan-potongan dari ayat-ayat Al Quran atau hadits. Sementara, bagian lain dari ayat atau hadits yang digunakan untuk meyakinkan calon sasaran NII tersebut tidak disampaikan secara komprehensif.

"Yang muncul adalah suatu pemahaman yang emosional sehingga sampai pada suatu kesimpulan di mana konsep Islam dan konsep hijrah itu dipahami tidak secara utuh. Mereka mengabaikan unsur-unsur lain yang sebenarnya dibahas secara logis komprehensif di dalam Al Quran dan hadits," katanya.

Dalam berbagai pemberitaan media massa, kata Sarlan, diketahui bahwa motif utama mereka sebenarnya bukan perjuangan Islam atau NII. Tetapi, mereka hanya ingin mengeruk keuntungan yang bersifat ekonomi, material, dan pribadi.

Anonim mengatakan...

Bila mana sampai pada kesimpulan bahwa Keimaman tetap akan di tegakkan di indonesia bersamaan dengan itu aqidah takfiri dikalangan ldxx dihilangkan... sudah dan tetap menganggap selainnya saudara muslim... apakah anda tetap mencekcoki ldxx??? kalau demikian, berarti anda memang diciptakan sebagai penggeger ldxx... hehehe...

Anonim mengatakan...

makanya salafi bingung kayak kebo karna g da pemimpinnya paling2 ikut abdul hakim abdat yg suka mentahdhzir sesama ustadz salafi ha ha ha ha ha

Anonim mengatakan...

kalo sudah tidak ada takfiri dan taqiyyah secara nyata bahkan saudara abu hudzaifah dengan blog "354 hijrah" telah menyatakan akan menutup blognya.

salah pikir mengatakan...

mana ni orang2 salapret koko g ada dah kena adzab ALLOH ya mati semua

Anonim mengatakan...

jeruk MAKAN jeruk!!!!!!!!!!!!!!! maling teriak maling!!!!!!!!!!!!!!!!

sungguh cocok di nisbatkan ke kaum madigoliyah .

Anonim mengatakan...

kEBANYAKAN YG KOMEN DISINI ORANG GOBLOK SEMUA, HANYA MENGADEPANKAN NAFSUNYA SAJA !!!

Anonim mengatakan...

Kaum Muslimin memang sdh ditakdirkan: TERPECAH BELAH dari jaman Nabi s/d sekarang,
-Sesama IMAM2 saling menyalahkan,
-Sesama ULAMA saling menjatuhkan,
-Sesama Ustad/Mbalig, saling memfitnah,
-Akhirnya Sesama ro'yah saling hasut, serang dan saling bunuh,
Apakah ini karakter orang Islam ??
AUDZUBILLAH HIMINZALIK, SYETAN2 BERGEMBIRA HOREE HOREEE,

Anonim mengatakan...

jeruk MAKAN jeruk!!!!!!!!!!!!!!! maling teriak maling!!!!!!!!!!!!!!!!

sungguh cocok di nisbatkan ke kaum madigoliyah .

Anonim mengatakan...

Mau tahu keanehan-keanehan lainnya dari Madigoliyah ini??

Ikuti terus pada seri-seri berikutnya, insyaAllah

Anonim mengatakan...

KASIAN LOO YG PUNYA BLOG INI,.....
NANGIS ... TERUS ...MIKIRIN LD**AIAI -GAK BUBAR2 MALAH MAKIN MEMBESAR...Ente sih keluar ... jadi pusing tuh, LD** salah, SALAFY kok Takfiri juga = Salah Juga, JADI MANA YG BENEER ?????
dah Amalin aJA yg ada , PUSIIIINNGGG,

Anonim mengatakan...

Tidak ada yang sempurna di dunia ini.. semua punya kemungkinan terjadi kesalahan... setelah keluar dr ldii apakah anda akan terjamin bebas dr kesalahan? masing2 punya alasan yang apa yg mereka amalkan, tetapi bila menanggapi sesuatu dengan hawa nafsu maka akan merugikan diri sendiri... bagi yang sudah keluar selamat menempuh hidup baru... semoga bahagia dengan pilihan anda... (gitu aja ko repot)

Anonim mengatakan...

tatapi kenyataannya bukan bahagia, nyaman, aman.. bahkan makin nggak tenang, nggak bs tidur... jangan2... jangan2... jangan2... hehehe... pikirkan sendiri teman...

Anonim mengatakan...

Memang saya akui di Ld!! masih ada kelemahan2 yg mesti diperbaiki, ttp jngan lantas terus keluar dan mencaci2,....ini ..itu..itu..ini... digenerlisir saallaah semua....Banyak hal yg positif dlm lingk Ld** ini, al membina generus berakhlakul kharimah, keluarga sakinah, wdah wrohmah dlll, banyaaakk sekali
kebaikannya , kok ini gak dilihat yaaaa????

Anonim mengatakan...

Mereka tidak menyadari bahwa X ld.. telah asuk kedalam jurang fitnah... lihat fatwa kerajaan saudi dan pernyataan ulama salaf yang menjadi rujukan mereka sendiri (ternyata apa yang menjadikan tuduhannya terdahap LDxx jauh sebelumnya malah telah dijatuhkan kepada pihak yang menamakan dirinya salafyyin)

Perhatikan :

Nasihat Samahatusy Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin –rahimahullah (hal.5)
Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata:
Jika telah banyak golongan-golongan (al Ahzab) dalam tubuh umat Islam maka janganlah fanatik pada kelompok. Telah nampak golongan-golongan sejak zaman dahulu seperti khawarij, mu’tazilah, jahmiyah, rafidhah, kemudian nampak saat ini ikhwaniyyun, salafiyyun, tablighiyyun, dan yang sepertinya. Maka, hendaklah setiap kelompok-kelompok dicampakan ke sebelah kiri dan hendaklah kalian bersama imam, dan demikian itu merupakan apa-apa yang diarahkan oleh Nabi dalam sabdanya: “Hendaklah kalian memegang sunahku, dan sunah para khulafa’ ur rasyidin.”
Tidak ragu lagi, bahwa wajib atas seluruh kaum muslimin menjadikan madzhab mereka adalah madzhab salaf, bukan untuk ber-intima (berkomitmen) pada kelompok tertentu yang dinamakan salafiyyun
.Wajib bagi umat Islam menjadikan madzhab mereka adalah madzhab salafus shalih, bukan bertahazzub (berkelompok) kepada apa-apa yang dinamakan salafiyyun. Maka, ada thariiq (jalan-metode) as salaf (umat terdahulu), dan ada juga hizb (kelompok) yang dinamakan salafiyyun, padahal yang dituntut adalah ittiba’ (mengikuti) salaf (umat terdahulu). (Syarah al Arba’iin an Nawawiyah. Hadits ke 28: “Aku wasiatkan kalian untuk taqwa kepada Allah, dengar dan taat,” hal. 308-309) (dalam kitab aslinya paragrap dua dan tiga juga ditebalkan)
>>>

Anonim mengatakan...

>>>

Nasihat Al ‘Allamah Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan –hafizhahullah (hal. 15-16)
“Ada orang yang mengklaim bahwa dirinya di atas madzhab salaf, tetapi mereka menyelisihinya, mereka melampaui batas (ghuluw) dan menambah-nambahkan, dan keluar dari metode As Salaf. Di antara mereka juga ada yang mengaku bahwa dirinya di atas madzhab salaf, tetapi mereka menggampangkan dan meremehkan, hanya cukup menyandarkan diri (intisab).
Orang yang di atas manhaj salaf itu adalah lurus dan pertengahan antara melampaui batas (ifrath) dan meremehkan (tafrith), demikianlah thariqah salaf, tidak melampaui batas atau meremehkan. Untuk itulah Allah Ta’ala berfirman: “ …dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik ….”
Maka, jika engkau hendak mengikuti jejak salaf, maka engkau harus mengenal jalan (thariqah) mereka, tidak mungkin mengikuti mereka kecuali jika engkau telah mengenal jalan mereka, dan itqan dengan manhaj mereka lantaran engkau berjalan di atasnya. Adapun bersama orang bodoh, engkau tidak mungkin berjalan di atas thariqah mereka (salaf), dan engkau menjadi bodoh dan tidak mengenalnya, atau menyandarkan kepada mereka apa-apa yang tidak pernah mereka katakan atau yakini. Engkau berkata: ‘Ini madzhab salaf,’ sebagaimana yang dihasilkan oleh sebagian orang bodoh saat ini, orang-orang yang menamakan diri mereka dengan salafiyyin, kemudian mereka menyelisihi kaum salaf, mereka amat keras, mudah mengkafirkan, memfasiq-kan, dan membid’ahkan.
Kaum salaf, mereka tidaklah membid’ahkan, mengkafirkan, dan memfasiq-kan kecuali dengan dalil dan bukti, bukan dengan hawa nafsu dan kebodohan. Sesungguhnya engkau menggariskan sebuah ketetapan: “Barangsiapa yang menyelisihinya, maka dia adalah mubtadi’ (pelaku bid’ah) dan sesat,” Tidak yaa akhi, ini bukanlah manhaj salaf.
Manhaj salaf adalah ilmu dan amal, ilmu adalah yang pertama, kemudian beramal di atas petunjuk. Jika engkau ingin menjadi salafi sejati (salafiyan haqqan), maka wajib bagimu mengkaji madzhab salaf secara itqan (benar, profesional), mengenal dengan bashirah (mata hati), kemudian mengamalkannya dengan tanpa melampau batas dan tanpa meremehkan. Inilah manhaj salaf yang benar, adapun mengklaim dan sekedar menyandarkan dengan tanpa kebenaran, maka itu merusak dan tidak bermanfaat” (dikutip dari jawaban Syaikh Shalih Fauzan atas pertanyaan dalam kajian kitab Syarh al Adidah Ath Thahawiyah tahun 1425H, direkam dalam kaset seputar tema ini)
>>>

Anonim mengatakan...

>>>

Pada hal. 17 – 18, Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan juga ditanya, tentang orang yang menyematkan dibelakang namanya dengan sebutan As Salafy atau Al Atsary, apakah hal tersebut merupakan mensucikan diri sendiri? Ataukah sesuai dengan syariat? (pembaca Tatsqif, seperti yang kita ketahui saudara-saudara kita salafy sering menambahkan di belakang nama mereka dengan Al Atsary atau As Salafy, misal Abu Fulan al Atsary, Fulan bin Fulan al Atsary, sebagaimana dalam Blog-blog internet yang mereka buat, dll)
Syaikh Shalih Fauzan menjawab:
“Yang dituntut adalah agar manusia mengikuti kebenaran, dituntut mencari kebenaran, dan beramal dengannya. Adapun, bahwa ada yang mengaku bahwa dirinya salafy atau atsary atau apa saja yang seperti itu, maka janganlah mengklaim seperti itu. Allah Subahanahu wa Ta’ala yang Mengetahui, telah berfirman:
Katakanlah: "Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu, padahal Allah mengetahui apa yang di langit dan apa yang di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu?"(QS.AlHujurat: 16)

Menggunakan nama salafy atau atsary, atau yang serupa dengannya, hal ini tidak ada dasarnya (dalam syariat, pent). Kita melihat pada esensinya, tidak melihat pada perkataan, penamaan, atau klaim semata, ia berkata bahwa dirinya salafy padahal ia bukan salafy, atau atsary padahal ia bukan atsary. Namun, ada orang yang sebenarnya salafy dan atsary walau tanpa mengaku dirinya adalah salafy atau atsary.
Kita melihat pada hakikatnya, bukan pada penamaan, atau klaim semata, dan hendaknya seorang muslim komitmen terhadap adab bersama Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketika orang Badui berkata: ‘Kami telah beriman’, Allah mengingkari mereka (Berkatalah orang-orang Badui ‘Kami telah beriman’, katakanlah (wahai Muhammad): ‘Kalian belum beriman, tetapi katakanlah ‘Kami telah berserah diri-Islam.’) Jadi, Allah mengingkari penamaan mereka.dan penyifatan diri mereka dengan iman, dan mereka belum sampai pada martabat itu. Orang-orang Badui itu datang dari pedalaman dan mereka mendakwakan bahwa mereka sudah beriman sejak lama, tidak. Mereka telah berserah diri dan masuk Islam, dan jika mereka terus-menerus seperti itu dan mereka mempelajarinya, maka iman masuk ke dalam hati mereka. (Dan iman belum (lamma) masuk ke dalam hati mereka), kata lamma (belum) digunakan untuk sesuatu yang belum terjadi, artinya iman itu akan masuk, tetapi sejak awal kalian sudah mengklaim. Inilah bentuk pensucian diri (maksudnya menganggap diri bersih dan lebih dari yang lain, pent)
Maka, engkau tidak perlu berkata ‘Saya salafy’, ‘Saya atsary’, saya begini begitu. Wajib bagimu mencari kebenaran dan beramal dengannya dan meluruskan niat. Allah Subhanahu wa Ta’ala Maha Mengetahui keadaan sebenarnya dari hamba-hambaNya. (Ibid)
>>>

Anonim mengatakan...

>>>
Selanjutnya, Al Ustadz Mut’ib bin Sarayan al ‘Ashimy (hal. 33-34) juga menyorot dengan tajam tentang metode tarbiyah kepada para pemula dan pemuda salafiyyin. Inilah hal yang paling sering diajarkan kepada para pemulanya (menurut Syaikh Mut’ib), dan Anda bisa membandingkan sendiri dengan perilaku para pemuda salafiyyin baik di keseharian, diskusi atau di internet, yaitu:
1. Mereka dibina untuk memperluas kecaman, menyerang dan merendahkan kehormatan kaum muslimin secara umum, dan para ulama secara khusus. Mereka menyebutnya sebagai bagian taqarrub ilallah, dan bentuk pembelaan terhadap aqidah.
2. Mereka dibina untuk menyukai debat kusir (al mira’), dengan metode yang buruk dan akhlak yang rendah. (baca: ngakunya debat ilmiyyah)
3. Mereka dibina untuk rajin menggolong-golongkan berbagai gerakan dan lembaga Islam, hal itu membuat kaum muslimin terbagi-bagi (tashniif), menjadi firqah-firqah, hizb-hizb, dan banyak jamaah. Mereka menyebutnya hizbiyah. (bukti terlampir ada di blog2 salafi rakitan)
4. Menanamkan penyakit pengajaran dan perasaan tinggi dalam diri para pemuda sejak awal menuntut ilmu, berupa keadaan bahwa mereka sudah ahli berfatwa dan mengkritik (naqd) manusia.
5. Mereka dibina untuk mengkritik dengan cara yang buruk, dengan menggunakan kata-kata kasar terhadap saudara mereka yang berselisih dengan hawa nafsu mereka, tanpa melihat keulamaan dan kadar usia seseorang. Bahkan tidak lagi merasa malu kepada manusia.
6. Mereka dibina untuk su’uz zhan, walau sekadar setitik di hati, hingga tumbuh buahnya yang merusak lantaran zhan dan wahm (sangkaan) itu, yaitu lahirnya tuduhan dan menghukumi manusia.
7. Mereka dibina untuk menghinakan manusia dengan ghibah dan tuduhan dusta kepada orang-orang yang taat kepada agama dan cinta kebaikan.
8. Mereka dibina untuk mencari-cari kesalahan orang lain lalu menyebarkannya, dan mereka sangat bergembira jika menemukan kesalahan dari ulama atau da’i bahwa mereka telah begini begitu.
9. Mereka dibina untuk memboikot (hajr) saudara-saudaranya ketika berbeda pendapat dengan mereka dalam satu masalah. Menurut mereka hajr adalah sesuatu yang patut diterima oleh ahlul hawa dan mubtadi’ (pelaku bid’ah).
10. Mereka dibina untuk berpenampilan tidak menarik, malas, dan negatif (dimata masyarakat, pent), misalnya: mereka di tahdzir (diberi peringatan) agar jangan berpartisipasi dalam kegiatan penyadaran, amal pelayanan di masyarakat demi menegakkan agama mereka dan membina masyarakat. Mereka menyangka hal itu bid’ah bukan dari sunah.
11. Mereka dibina untuk menolong pribadi (tokoh mereka, pent), bukan karena kebenarannya. Mereka memberikan pembelaan demi tokohnya itu dengan hawa nafsunya, dengan segala keburukan dan keangkuhan.
12. Mereka dibina dengan sesuatu yang monoton ketika menuntut ilmu, mereka tidak punya manhaj, sehingga mereka tidak menghasilkan karya pada diri mereka secara orisinil (ta’shil). Mereka hanya menghasilkan makalah-makalah (baca: selebaran) untuk mendukung tujuan mereka. (contoh: Buku Bantahan terhadap Madigoliyah, dll)
13. Mereka dibina untuk fanatik dengan seseorang, bukan dengan al haq (walau mereka tidak mangakui, namun faktanya demikian, pent). Mereka tidak mau menerima kebenaran dari jalan yang berbeda dengan hawa nafsu dan syahwat mereka, dengan alasan bahwa kebaikan dan kebenaran yang berbeda dengan mereka, hanyalah sesuai dengan mereka yang berselisih dengan mereka. (intinya, kalau bukan dari mereka, tidak mau mengakui. pent)
14. Mereka dibina untuk melampaui batas dan ekstrim (tatharruf), khususnya dalam masalah memberikan nasihat. Mereka sangat keras (ghulat) ketika menasihati orang yang menyelisihi mereka, sedangkan justru sangat memuji (jufat) nasihat orang-orang yang mendukung (sepemikiran, pent) dengan mereka.
Hasbunallah wa ni’mal wakil.
SEKIAN...
Untuk itu berfikirlah kembali wahay orang yang telah memutuskan untuk keluar dari ld... tidak ada manusia yang sempurna didunia ini...

Anonim mengatakan...

yg copas Nasihat Samahatusy Syaikh Muhammad bin Shalih al ‘Utsaimin –rahimahullah ini mbok yo mikir...di woco seng tenanan. La...opo sampean seng malah luweh kenean karo Nasehat kuwi? Mbok yo di pelototi pada bagian "janganlah fanatik pada kelompok" la samapean2 ndek LDII kan fanatik'e nuwemen sampe2 ngk gelem sholat karo wong njobo (selain LDII) kok yo pengkuh temen sampean poro pembela LDII

Anonim mengatakan...

INilah fakta... Penilaian Ulama Hadits terhadap yang menamakan dirinya salafyyun... jangan dipelintir ke yang lain... sudahlah... kita sama2 menkoreksi diri... oleh karena itu tidak ada yang sempurna didunia ini... salapyyun mengatakan kami tidak hisby.. kami tidak hisby... mereke... mereka.. merekalah yang hisby... sebuah kesombongan yang nyata... kalau sudah demikian tertutuplah kebenaran dari orang lain yang akan masuk padanya...

Anonim mengatakan...

Kata ORANG LDII nggak mau solat dg orang luar LDII itu kata yang usang, kuno menurut saya... saya orang ldii aktif... waktunya dengar azan, krna rumah dekat masjid yang bukan ldii yang saya ikut solat.. niat saya berjamaah... tidak munfarid... bahkan sekali2 disuruh jadi imam.. kadang2 jadi ma'mum... tidak ada saya mengganti solat... Cape dongk selesai solat harus mengganti solat... padahal solat itu seumur hidup.... hehehe.... tuduhan yang basi sekali...

Anonim mengatakan...

saya bisa berkesimpulan dengan tulisan saudara yaitu: 1. anda sholat di masjid tersebut dan bermakmum dibelakang orang yg bukan LDII dan niat anda sholat berjamaah, berarti anda belum paham jamaah, 2. anda sholat di masjid tersebut dan menjadi makmum, tapi imamnya dari LDII, itu wajar, 3. anda sholat berjamaah di masjid itu dan anda menjadi imam,maka saya katakan: itu yg selalu diusahakan oleh orang2 LDII apabila sholat bersama orang luar agar langsung maju kedepan untuk ngimami (menjadi imam).

Anonim mengatakan...

Koment 1. anda sholat di masjid tersebut dan bermakmum dibelakang orang yg bukan LDII dan niat anda sholat berjamaah, berarti anda belum paham jamaah,

Saya Komentari :
1. Paham Jamaah seperti apa yang anda maksud? secara tidak lansung anda sudah mengakui yang pernah anda tetapi sebelumnya itulah Jamaah, \
2. Masalah solat adalah masalah mu'amalah seseorang.... balik lagi, tentu anda akan menuduh bhwa tindakan itu telah menyalahi kefahaman jamaah pada umumnya... saya katakan ANDA SUDAH KETINGGALAN KERETA... JAMAAH INI BISA HIDUP TANPA AQIDAH TAKFIRI REK... NGGAK USAH MENGHUBUNG2KAN DENGAN KEKURANGAN MASA LALU...

Anonim mengatakan...

tentu saja yg dimaksud adalah jamaah anda (jokam) dgn akidah takfirinya, jikalau memang akidah tersebut sudah dihilangkan silahkan di terapkan dengan lahir batin dan terbuka, saya yakin jika akidah takfiri dan taqiyyah / FBBL dalam islam jamaah dihilangkan maka grup2 blog2 yg mengkoreksi akidah jokam akan ditutup oleh yg empunya.

Anonim mengatakan...

BLOGnya akan tutup???

Hehehe...
TIDAK, bila takfiry hilang dari LDII, mereka tidak menganggap misi mereka selesai... tetapi mereka akan terus mengore-ngorek kesalahan yang lain... yang tidak prinsip... ijtihadiyah... itu tidak akan selesai2nya sampai hari kiamat saudara... kalau sudah demikian... lengkap sudah julukan sebagai TUMBAL atau perusak, bukan membenarkan tetapi ingin merusak... Coba pikirkan... apakah itu cara-cara dakwah salaf sejati... hehehe... jauuuuuh... antara langi dan sumur sattttt.... hehehehe....

Anonim mengatakan...

Mau tau buktinya :
liatlah bagaimana mereka menghujat diluar kelompoknya sendiri dengan julukan Al-Quburiyun, koar-koar bembid'ahkan kelompok lain... sempurna sudah apa yang dikatakan Al Ustadz Mut’ib bin Sarayan al ‘Ashimy (hal. 33-34) juga menyorot dengan tajam tentang metode tarbiyah kepada para pemula dan pemuda salafiyyin. Inilah hal yang paling sering diajarkan kepada para pemulanya (menurut Syaikh Mut’ib), dan Anda bisa membandingkan sendiri dengan perilaku para pemuda salafiyyin baik di keseharian, diskusi atau di internet, yaitu:
1. Mereka dibina untuk memperluas kecaman, menyerang dan merendahkan kehormatan kaum muslimin secara umum, dan para ulama secara khusus. Mereka menyebutnya sebagai bagian taqarrub ilallah, dan bentuk pembelaan terhadap aqidah.
2. Mereka dibina untuk menyukai debat kusir (al mira’), dengan metode yang buruk dan akhlak yang rendah. (baca: ngakunya debat ilmiyyah)
3. Mereka dibina untuk rajin menggolong-golongkan berbagai gerakan dan lembaga Islam, hal itu membuat kaum muslimin terbagi-bagi (tashniif), menjadi firqah-firqah, hizb-hizb, dan banyak jamaah. Mereka menyebutnya hizbiyah. (bukti terlampir ada di blog2 salafi rakitan), dll masih sangaaaat banyak lagi

Anonim mengatakan...

blog2 seperti ini ada karena masyarakat awam selalu di taqiyyahi oleh jokam sehingga mereka tdk tahu yg sebenarnya, maka perlu diluruskan oleh orang2 yg tahu apa sebenarnya isi dari jokam / islam jamaah. apabila anda tidak taqiyyah maka penjelasan2 yg ada disini tidak diperlukan lagi dan anda terbebas dari salah satu akidah syiah. dan apabila anda tidak takfiri maka anda akan kembali ke pangkuan kaum muslimin. tidak memisahi kaum muslimin seperti yg selama ini dipraktekkan. kalau anda tidak percaya silahkan anda kontek langsung dengan abu hidzaifah di grupnya, dia udah berjanji apabila di jokam tdk ada takfiri dan taqiyyah maka dia akan menutup blognya. wallohu a'lam.

Anonim mengatakan...

rupanya ilmu mankul sudah tidak mempan ( sudah tidak yoni wibowo guno mulyo) akhirnya dengan sangat terpaksa main copas dari dari blog2 lawan jenis hhhh ......

Anonim mengatakan...

copas tapi nggak paham maknanya ....cape' dech...

untuk siapa tulisan itu di tujukan-pun nggak paham , asal copas saja anak SD juga bisa

Anonim mengatakan...

Untuk siapa????? hhehehe... ya untuk yang menamakan dirinya salafy laaaah...

Coba baca... anak DS jg bisa baca... coba liat2 liat ladi itu tulisannya...

Salafy.... bukan LDII....

Ya... kita saling introspeksilaaah... jangan hanya bisa menyalahkan orang lain... ketika ada ulama yang mengkritik cara dakwahnya lalu membutakan dirinya... bukan mengkoreksi diri....

Anonim mengatakan...

Wong Ldii kie nggawe guu tok gawenane, Instropeksi diri...? hahahaahahahahaha....kudune pengurus2 LDII/Islam Jamaah yg mesti banyak instropeksi diri, kan sampean yg ada di LDII yg fanatik golonganya paling nemen, sampe2 ada istilah yg berkembang dan lestari hingga sekarang di kalangan klalian HUM/Wong Jobo/urung Iman yg ditujukan buat orang islam di luar kalian. Jiaaannn,,,LDII isone nguwapusi tokk pokoe..!!

Anonim mengatakan...

benar apa yang dikatakan para ulama diatas .............

maka kalau ada yang menamakan dirinya salafy sejati dan yang lainnya bukan salafy , maka orang itu hizby salafy.

di arab lebih dikenal ahlus sunnah ( mayoritas ) dan lawannya tentunya ahlul hawa / bida' , karena mayoritas warganya adalah umat islam yang mengikuti jalannya para sahabat maka penyebutan salafy tidaklah menjadi penting.
justru yang penting dan dibedakan adalah golongan yang menyimpang , dimana mereka telah banyak membuat hal baru dalam beragama dan jumlahnya minoritas.

beda lagi dengan disini kawan , disini ahlus sunnah yang berpegang dengan jalannya sahabat sangat sedikit ( minoritas ) dan mayoritasnya adalah yang menyelisihinya , umpamanya LDII .

kalau penyebutan salafy saja tidak boleh , maka akan lebih tidak boleh lagi menyebutkan islam jamaah yang notabene hanya sekumpulan dari orang islam yang menyempal dan tidak mewakili islam itu sendiri.
apalagi menamakan dirinya L-embaga D-akwah I-slam I-ndonesia .....tambah parah kan ? karena dari namanya saja terlihat kesombongannya.
atau mengatakan gurunya jagat .....
atau mengatakan bahwa LDII adalah salafy sejati , dan masih banyak lagi keanehan LDII.

intinya siapapun yang berpegang teguh dengan Al-Quran dan As-sunnah sesuai pemahaman generasi terbaik , dialah salafy , mau diakui atau tidak diakui oleh orang lain maupun dirinya sendiri.
demikian juga sebaliknya.

dan yang demikian itu tidak terdapat dalam manhajnya orang kediri madigoliyah, benar kan kawan ???

Anonim mengatakan...

dan yang demikian itu tidak terdapat dalam manhajnya orang kediri madigoliyah, benar kan kawan ???

ANDA TELAH MENUTUP RAHMAT ALLOH...
Setip orang memiliki kelemahan dan kesalahan dan punya hak untuk memperbaiki diri... begitu pula pada diri yang komentar diatas... Jadi Rahmat Alloh masih luas luas... dan kita tidak perah tau apa yang terjadi besok begitu bagi orang yang kementar diatas... hendaknya anda berdoa wahay akhi... semoga hidayah itu diberikan bagi semua manusia... bukan dengan pengecualian... anda telah menampakkan kerancuan berpikir... anda telah menunjukkan kesombogan...

Anonim mengatakan...

benah semoga hidayah Allah senantiasa untuk seluruh kaum muslimin yang MAU ....

saya pertegas kawan , bahwa manhaj-nya madigol kediri tidak semuanya salah NAMUN tidak semuanya benar.

dan yang tidak benar itu yang harusnya dikoreksi , dan kalau mau mengkoreksi kesalahan tersebut maka berakhirlah manhaj madigol ala kediri itu .

kenapa demikian ? ya jawabannya jelas sekali , karena penyimpangan itulah ( bae'at ) telah melahirkan berbagai penyimpangan dari jalannya ahlus sunnah atau lebih tepatnya melahirkan bidah2 baru dalam agama ini dan saya yakin bagaimana sesatnya bidah itu .

saya disini mengkritisi MANHAJ sekali lagi MANHAJ , bukan orang-per orang yang bisa baik bisa tidak, bisa bertobat bisa tidak dan bisa mendapat hidayah bisa juga tidak.
namun manhaj tentunya berbeda dengan pelakunya , tolong dipahami.

Anonim mengatakan...

AIRMTKUMNGALIR, ANA USUL :
KALAU TUJUANNYA UTK RUJULILALHAQ, AMAL MARUF BAGI JAM LDAIAI CRANYA JANGAN DG IRI DENGKI.MENGHINA , FITNAH DLL KATA2 MADIGOL,MALING TERIAK MALING DLL ITU KATA2 HINAAN, BAGAIMANA MEREKA MAU KELUAR , MALAH BERTANYA2 INIKAH KAUM SALAFIYY YG BENAR??!!!

Anonim mengatakan...

SEKALI LAGI YA KAWAN............

AKU SETUJU DENGAN APA YANG DITULIS ADMIN BLOG INI KARENA YANG DIKRITIK ADALAH PENYIMPANGAN SEBUAH PEMIKIRAN YANG DI NISBAHKAN KE ISLAM.

SEKECIL APAPUN BIDAH TETAP MERUPAKAN DOSA BEESAARRRRR ....
DAN TIDAK ADA KELEMAH LEMBUTAN DALAM MENGHADAPI BIDAH ITU ....

PERLU DI GARIS BAWAHI BAHWA YANG KITA LAWAN ADALAH CARA BERFIKIR DAN PEMAHAMAN AKAN BIDDAH ITU , BUKAN ORANG PERORANGNYA YA , SEKALI LAGI BUKAN ORANG PERORANGNYA.

KARENA SAYA YAKIN TIDAK SEMUA ORANG LDII PAHAM BETUL DENGAN ISLAM , BAHKAN DENGAN AMALANNYA YANG DI AJARKAN OLEH MAGIDOL TERSEBUT ( KEBETULAN SAYA DULU JUGA DEMIKIAN ).

TOLONG DIPERHATIKAN SUPAYA KITA TIDAK SALAH PERSEPSI TENTANG HAL INI , BAHWA DAKWAH INI TIDAK UNTUK MENGHINA SESEORANG-PUN , YANG KITA HINAKAN ADALAH PEMIKIRAN YANG MENYIMPANG ITU , YANG DENGAN CONGKAKNYA MENGOTAK-NGATIK SYARIAT DEMI KEPENTINGAN SEBUAH KELOMPOK TERTENTU.

Anonim mengatakan...

DAKWAHNYA DENGAN NAFSU... YA... BEGIILAH JADINYA...

HEHEHEHE.....
HAHAHAHA.....
HUHHUHU....

Anonim mengatakan...

KARENA SAYA YAKIN TIDAK SEMUA ORANG LDII PAHAM BETUL DENGAN ISLAM , BAHKAN DENGAN AMALANNYA YANG DI AJARKAN OLEH MAGIDOL TERSEBUT ( KEBETULAN SAYA DULU JUGA DEMIKIAN ).

DIA MENGANGGAP SETELAH KELUAR LDII MASUK SALAFYYIIIN MERASA SUDAH FAHAM DENGAN ISLAM... LALU BERANI2 MENGHINA.. MENHUJAT.. MENFONIS LDII SESAT.. PERTANYAAN SAYA APAKAH SIKAP SEPERTI ITU "CERMINAN BAHWA ANDA FAHAM ISLAM?????"

SUNGGUH SAYA BINGUUUUNG MELIHAT ANDA...

SARAN SAYA SOLATLAH DENGAN TERTIB...
BERDOALAH... BERZIKIRLAH... BERSODAQOHLAH... SAYA RASA ITU JAUH LEBIH BAIK DARI PADA HARI2 ANDA ANDA HABISKAN DENGAN CARA TIDAK SANTUN SEPERTI INI... TERNYATA SANGAT IDENTIK FATWA ULAMA MEKAH DENGAN CARA DAKWAH INI... BUKAN KATANYA... TAPI INILAH BUKTINYA SAUDARAKU...

Anonim mengatakan...

terimakasih atas sarannya , semoga Allah membimbing aku dan kalian semua untuk :
..SOLATLAH DENGAN TERTIB...insya Allah dengan berjamaah di masjid bukan di kelompoknya saja ,
BERDOALAH... BERZIKIRLAH...,insya Allah dengan doa dan dzikir yang ada tuntunannya yang shahih dari Rasulullah Shallahu Alaihi Wassalam , BERSODAQOHLAH... insya Allah tapi bukan sodaqoh/infak persenan yang penuh dengan kebidahan ,SAYA RASA ITU JAUH LEBIH BAIK DARI PADA HARI2 ANDA ANDA HABISKAN DENGAN CARA TIDAK SANTUN SEPERTI INI..., bagaimana harus santun terhadap penyesatan umat / kebidahan ???? apakah harus berlemah lembut ???? kalau kepada oknumya maka kita akan berlemah lembut mungkin dia nggak paham tapi untuk pemikirannya nggak lah ya , bahkan dijaman sahabatpun orang yang menyimpang kalau dinasehati tidak bisa maka akan ditindak tegas dan apakah yang demikian itu menurut kalian tidak bernar ??? generasi terbaik ini tidak benar ???? TERNYATA SANGAT IDENTIK FATWA ULAMA MEKAH DENGAN CARA DAKWAH INI... BUKAN KATANYA... TAPI INILAH BUKTINYA SAUDARAKU...tergantung siapa yang membaca dan memaknai .

taulah kawan , bentuk pemahaman sesat itu berawal dari salah satu atau kesemuanya dari 3 hal : imamah, bae'at dan daulah , bukan cuma NII tapi LDII-pun sama persis dengan itu .
kalau kamu belum paham maka pelajarilah baru berkomentar .

Anonim mengatakan...

LDII adalah generasi berikut dari NII , silahkan simak kajian ust. Abu Qotadah di : http://salafiyunpad.wordpress.com/2011/05/19/download-audio-mengenal-aliran-nii-metode-dan-gerakannya-ustadz-abu-qotadah-padang-13-mei-2011/

sama persis dengan pemahaman islam jamaah / madigoliyah / LDII , tentunya dipahami bagi yang paham dan tidak dipahami bagi yang belum paham permasalahan ini .

semoga kita dijauhkan dari kelompok takfiri ( LDII dan semacamnya ) dan ditetapkan di jalannya ahlu sunnah .

Anonim mengatakan...

tidak ada dalam rumusan program LDII kalau LDII akan menjadikan Indonesia ini negara islam.... Bahkan Pemerintah sangat merasakan keberadaan LDII yang aktif di berbagai kegiatan sosial, dakwah bilhal, dakwah sosial, dll... negara ini maju bukan karena memiliki orang yang pintar2.. bisa dakwah kemana2... tetapi negara ini maju karena berbuat... bukan teori... bukan teori... bukan teori... bukan teori...

Anonim mengatakan...

level grassroot memang tidak akan merasakan agenda politis dari elitnya. ini dapat dipahami karena elitnya begitu merahasikan ini ke level grassrootnya. Elit 354 itu sedang mengagendakan suatu yang bersifat daulah atau negara namun dengan bahasa imamah. Imamah dalam islam memang membicarakan kepenguasaan. nah level grassroot 354 memandang bahwa imamah itu adalah pengganti dari kenabian yang bersifat syariat. oleh karena itu imamah begitu sakral dipandang oleh 354 karena rukyah 354 merasa akan masuk surga dengan praktek imamah yang selama ini dipahaminya. elit 354 yang dimotori oleh keluarga nurhasan dan kroninya sangat terobsesi dengan kepenguasaan dan kepengaruhan. Namun mereka tidak bisa mewujudkan dalam bentuk daulah-real maka mereka mengambil cara membohongi rukyahnya dalam hal konsep imamah wal jamaah.rukyah dikonsepsikan sebagai kaum pilihan Allah, kaum jalan tunggal masuk surga, kaum pilihan Allah dan sejuta hembusan ilusi yang memang akrab dilingkungan 354. dengan demikiian rukyah akan bangga menjadi jamaah 354 dan bangga "dikuasai' oleh komplotan burengan bahkan merasa akan masuk surga dengan dibawah pengaruh keluarga nurhasan

Anonim mengatakan...

menurut keyakinan alam pikir (weltanschaung) 354, surga memang dibawah telapak kaki keturunan madigol (imam 354). keyakinan rukyah 354 sebenarnya hanya memanjakan obsesi dan syahwat dari imam dan kroninya. sedangkan rukyah 354 sebenarnya tidak dapat apa-apa dipandang dari segi akhirat dan syariat maupun dari segi pragmatis duniawi. rukyah hanya mendapatkan konsep-diri yang semu, kebanggaan yang palsu dan egomaniak lagi ujub.rukyah 354 tahunya hanyalah sebagai kekasih Allah dan Allah bangga pada mereka, padahal mereka sedang menetapi kemurkaan Allah. Begitulah talbis iblis bekerja. Sama ketika Iblis menggoda Adam dan Hawa, Iblis mengaku dirinya sedang menyerukan kebenaran saat menggoda Adam dan Hawa untuk memakan buah khuld, padahal yang diserukan iblis adalah penyesatan. Demikian halnya Nurhasan, kasmudi, kholil, Syeitan Aulia (imam 354 sekarang), mereka mengaku sedang membimbing pengikutnya ke pintu surga dengan cara menancapkan mimpi semu pada pengikutnya, padahal pengikut 354 sedang dibawah ke jurang kesesatan yang dalam. Mungkin,Nanti di akhirat, para pemimpin 354 akan dituntut oleh rukyahnya karena telah menipu, tapi pemimpin 354 akan berkata "salah sendiri kenapa mau dibohongi kami, padahal sang penyeru - penyeru dan penasihat2 sudah datang menasihati kamu akan sesatnya 354, tapi kalian sendirilah yang menthogutkan kami"

Jasad yg Terlupakan mengatakan...

AYO BUNUH SAJA ORANG ORANG LDII , NII AHMADIYAH DAN SEMUA ORANG ISLAM BUNUH SAJA.....USIR MEREKA DARI INDONESIA..!!!!!!

WHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA....

KOPLAKKKKKKKKK!!!!!


SEANDAINYA SAYA BISA BIKIN NUKLIR UDAH SAYA NUKLIR DARI DULU INI INDONESIA...BIAR GA RIBUT RIBUT TERUS.....INDONESIA ISINYA ORANG SOK SUCI SEMUA... BIANGSATTTT....!!!
MUAK SAYA LAMA LAMA DI INDONESIA...

INI BLOGSPOT.COM KOK GOBLOK SIH... BLOG KAYA KOK DI BIARIN AJA...


WOOOOOOEEEEEEEEEEEEE..........

ENTE YANG NULIS BLOG INI... SILAHKAN BELI DOMAIN SENDIRI PAKE HOSTING SENDIRI...
JANGAN NUMPANG SAMA BLOGGER.COM
KALAU BEGITU KAN ENTE KELIHATAN BERTANGGUNG JAWAB...!!!


TERUS KALIAN ITU YANG KOMENTAR..... TUNJUKIN MUKA KALIAN.....!!!

PENGECUT SEMUA ISINYA...!!!
BIADAAAAB..!!!

NB:

ANE BUKAN LDII DAN BUKAN NII ATAU PUN SIAPA2..ANE ANAK SD YG BERCITA-CITA JADI DAJJAL.

Anonim mengatakan...

dalam surat Al Mulk ayat 10, para penghuni neraka sair berkata:

" lau kunna nasma'u au an'qilu maa kunna fi ashabi saiir"

( seandainya dulu waktu kami di dunia mau MENDENGAR dan BERPIKIR -ketika dinasihati- kami tidak akan menjadi penghuni neraka sair -seperti saat ini)

ayat itu menisyaratkan bahwa orang-orang durhaka memang kerap tidak mau dinasihati,sombong, degil, merasa pol dewe. ini sangat mirip sekali dengan modus operandinya madigol addajjal burengiyu yaitu terus menerus mendoktrin pengikut 354 untuk menutup telinga pada semua seruan yang memperingati jamaah 354 dengan alsan SUPAYA TIDAK TERPENGARUH. itulah pengikut 354 telinganya tuli terhadap seruan dan nasihat akan bahaya ajaran 354 karena pengikut 354 memang sudah diprogram untuk tuli terhadap nasihat oleh imamnya dan hanya boleh mendengar nasihat dari kalangan 354 saja yang tidak mememntahkan ajaran nurhasan. Nurhasan dan imam-imam 354 begitu dituhankan dan dimaksumkan leh jamaah 354 tanpa mereka sadari dan mereka tergelincir dalam kemusyrikan yang sangat samar. saya melihat sendiri bagaimana sedulur 354 tidak mau mendengarkan nadziroh dari para ulama dengan alsan takut terpengaruh dan nanti surganya hilang dan jamaah 354 lebih memilih mengimani ajaran thogut nurhasan.betapa bejatnya nurhasan dan keturunannya dan keluarganya dan kroninya yang begitu tega menyeret orang banyak (pengikutnya) dalam kemurkaan Allah. betapa nurhasan telah menjerumuskan pengikutnya ke jurang neraka dengan doktrin khawarijnya yang dikemas dengan ngaji quran hadits sehingga membuat pengikutnya ngga nyadar dimana letak kesalahan fatalnya 354. betapa jahatnya kholil dan aziz ridwan yang sudah tahu sesatnya ajaran 354 tapi mereka hanya diam dan malah menyimpangkan sedulur 354 kepenyimpangan yang semakin jauh. kholil, aziz menerima kiriman dosa dari ribuan pengikut 354 yang mereka simpangkan. tak takutkah mereka akan azab Allah? itulah bahayanya menggantungkan hidup dari uang infak, akhirnya membuat mereka tak berani menyatakan kebenaran.

betapa kentalnya program 'pentulian' elit 354 pada pengikutnya dengan embel-embel supaya tidak terpengaruh sehingga pengikut 354 dilarang oleh imamnya mendengarkan seruan dari ahlusunnah dan pengikutnya pun memakan mentah-mentah kesesatan ini.

jangansampai sedulur 354 bernasib menjadi kaum yang kelak diakhirat berkata

"lau kunna nasmau au naqilu maa kunna ashab saiir'

itu adalah nasib orang-orang yang mentulikan pendengarannya dari nasihat dan tetap taklid pada pemimpin sesatnya. itu adalah nasib orang-orang yang menyesal di akhirat karena tidak mau mendengar nasihat.

Allah hanya berfirman terhadap penyesalan orang-orang durhaka, dalm ayat selanjutnya ( Mulk 11)

fatarofuu bidambihim fasuhqon ashabil saiir

( mereka tahu akan dosanya, maka kebinasaanlah bagi penghuni neraka sair -yang tidak mau mendengarkan Annadziroh/peringatan-)

Anonim mengatakan...

matur suwun mas anonim , dan semoga kita dijauhkan dari hal yang sedemikian menakutkan dan menyedihkan itu.

kita memohon kepada Allah keselamatan dunia dan akhirat serta dijauhkan dari tablis iblis.

khusus untuk saudaraku yang tercinta yang masih menjadi rukhyah 354 , belajarlah dan renungilah , aku saudaramu berdoa semoga Allah paring hidayah kepada kalian dan juga aku serta kaum muslimin seluruhnya.

Anonim mengatakan...

KOMENTAR ANDA2 MANTAN DAI2 TDK ADA YG BARU (HANYA COPA YG DULU2)INTINYa ENTE2 INI DENDAM IRI DENGKI ATAS KEBERHASILAN LDAIAI KARENA MAKIN BERKEMBANG, JAMAAH TDK BUTUH DAKWAH LEWAT BLOG YG TDK JELAS INI,MBENARKAN DIRI SENDIRI, YG LAIN SLAH SEMUA ALIAS BI,AH SEMUA!!!!ENTE KATAKAN IMAMAH,BEAT DLL BID'AH PADAHL PD JAMAN NABI DAN JAMAN KEKHOLIFAHAN ITU SDH ADA,.... ANA SBG ORG BIASA JADI NGUNG BINGUNG, ATAS KEFAHAMAN ENTE INI, SETIAP KEGIATAN2 YG TDK ADA PD JAMAN NABI DI BID,AHKAN SEMUA, MEMANG YG BERHAK SST ITU BID,AH HANYA DR POK ANDA/ENTE SAJA HAHHH??? WONG SST HADIST, DALIL PUN YG JELAS MASIH BISA DIPERDEBATKAN DI KALANGAN ULAMA2,..., MAKA BERHENTILAH MENGHINAA, MEMFITNAH, SSORG, INTROPEKSILAH!!!!., JANGAN TAKLID ULAMAMU...,ULAMA LAIN SALAH, YG SALAH YA SYETAN22 ITU YG MENGADU DOMBA UMAT ISLAM.. BIAR TERPECAH BELAH,...TERPECAH BELAHHH,, SSI DALILNYA MENJADI 73 PECAHAN, SETIAP POK,POKNYALAH YG PALING BENAR, SAMA DG KECAP SEMUA NOMOR SATU, ....SEKIAN UNEK2 ANA.......WASSS.

Anonim mengatakan...

itu bentuk KOMENTARNYA ORANG BODOH , YANG NGGAK NGERTI APAPUN NAMUN NEKAT BICARA.

simpanlah sumpah serapahmu di mulutmu dari pada nanti harus mempertanggungjawabkan, bung

kacian dech kamu ini ........

Anonim mengatakan...

MEMANG ANA ORG BODOH, OLEH SEBAB ITU ANA MAKSUD BELAJAR DR ENTE2 INI YG MENGAKU DAI, LEWAT BLOG, INTERNET, LD** WACTH,.. DLL,ANA IKUTI... TAPI KOK NGGAK MUDENG/ TDK JELAS AND TAMBAH BINGUNG...AL MASALAH BID,AH INI, MOHON DIJELASIN MANA SAJA YG MASUK BID,AH MANA YG TDK.??

Anonim mengatakan...

apakah anda yg membuat blog ini sudah yakin benar dlm beribadah???
apakah anda yg membuat blog ini yakin akan masuk surga???
dng menjelek2n aliran agama lain itu pun sudah membuktikan anda tidak lebih baik dr yg anda jelek2n

Anonim mengatakan...

Dihimbau kepada para kaum muslimin jangan buka & baca Blog yg menyesatkan ini, isinya hanya fitnah dan adu domba sesama muslim sajaa........... , masa Ormas (Ldii=NII=Ahmadiyah) dibilang sama, pendapat anda sangat ngawur.......,

Anonim mengatakan...

terus berdakwah ilallah bil hikmah saudaraku .....masih banyak saudara2 kita yg terjebak dalam pemahaman yg sesat namun tdk berdaya karena kurangnya hujjah dan ilmu ...... dan keluarga brsar mereka yg masih mengikat dengan doktrin2 yg majhul.

Anonim mengatakan...

ya Allah tuntunlah kami ( seluruh kaum muslimin ) ini di jalan yang engkau ridhoi dan jauhkanlah dari jalan yang engkau murkai .

bagi ente yang sakit hati karena isi dari bloq ini , gampang saja - nggak usah membaca bloq ini - selesai.

bagi yang mau berdiskusi - silahkan tetap bergabung di bloq ini , semoga masing-masing memperoleh manfaat.

bagi yang mau menuntut ilmu , bukan di bloq ini tempatnya namun di http://rumahku-indah.blogspot.com/ mungkin lebih bijaksana dalam tutur kata , karena di bloq ini memang disediakan untuk mereka yang punya unek-unek dan ingin disampaikan.
sedangkan di http://rumahku-indah.blogspot.com/ tidak ada tempat untuk komentar.

bagi yang ingin lebih serius belajar , maka datanglah ke kajian ahlus sunnah tentunya tinggalkan kajian ahlu bidah.

semoga bermanfaat , dan teruslah berdakwah dengan penuh hikmah saudaraku.

Anonim mengatakan...

Kalau mau berda,wah ya harusnya secara langsung, di Masjid2/ Musholla biar jelas, contohnya Ormas Dwn Tablig tuh... jelas2 Amar Maruf, ....bukan dg cara 2 sembunyi via Blog internet......lantas jelek2an Ormas lainnya...... ya Rojuuull.

Anonim mengatakan...

pernah mas .....

ada beberapa kejadian yang memalukan yang dilakukan oleh saudara kita islam jamaah ini...

ada diskusi terbuka yang tujuannya untuk berdakwah , eee malah dikeroyok rame-rame sama jamaah madigol ini.

takut kalau diajak debat langsung , takut kalau diajak diskusi ilmiyah dan beraninya keroyokan kayak sekumpulan manusia urakan yang tidak berilmu itu.

Anonim mengatakan...

LAGIAN ENTE BUKAN DA"WAH, TAPI MENCELA AND MJELEK2AN KALIII,..
Kachian deluuuu..............!!!!

Anonim mengatakan...

silahkan klik

http://www.republika.co.id/berita/regional/jabodetabek/11/05/25/llqlv1-keluar-dari-ldii-adam-langsung-dicerai-istri

Anonim mengatakan...

menurut logika orang jokam 354, yang namanya mengkafir-kafirkan orang islam diluar 354 adalah daalam bentuk lisan seperti " hai kamu orang kafir". ya memang, jaman sekarang orang 354 memang tidak mengkafir-kafirkan orang islam diluar golongannya secarang eksplisit melalui lisan TAPI mereka menghukumi dan memposisikan orang islam diluar golongan 354 pada ranah syariat sebagai orang kafir, contoh: orang 354 yang keluar dari 354 dihukumi MURTAD dan halal darahnya. ya ini ...sama saja, mengkafir2kan orang islam diluar golongannya. alangkah ambivalennya ketika mereka 354 dengan gagahnya berkata "kami tidak mengkafiri orang islam diluar golongan kami, tapi disatu sisi mereka menghukumi jamaahnya yang keluar dengan hukum Murtad? atau ini penyakit hipokrit sebagai efek dari doktrin bitonah?

Anonim mengatakan...

mungkin ada dari pembaca disini yang dari LDII. tolong saya. dahulu ibu saya mau shalat jamaah dengan saya jadi imamnya. setelah aktif di LDII, sekarang nggak mau lagi. waktu saya tanya kenapa? dia bilang ini perintah imamnya? saya tanya apa ada haditsnya? nggak dijawab. tolong dong saya ingin tahu kenapa ya? saya punya dosa apa kok ibu saya nggak mau lagi shalat jamaah dengan saya. tolong pencerahannya terutama dari mrk yang aktif di LDII. ini sudah berjalan hampir 7 tahun tanpa saya tahu jawabannya. Mengapa?

Anonim mengatakan...

sampean aqidahnya nopo??
mungkin quburiyun, abanganiyun,ash'ariyun??

itulah mungkin yang menjadikan ibumu tdk mau sholat dibelakangmu

Anonim mengatakan...

makanya sampean ngaji Al Qur'an & Sunnah, Insya Alloh anda akan tahu jawabannya & ibu anda Insya Alloh mau bermakmum lagi dibelakangmu.

Barokallohufiik

Anonim mengatakan...

Di jamaah 354 memang ada perintah imam bahwasannya terlarang bermakmum dibelakang kaum muslimin non 354. Mereka menganggap orang islam diluar kelompok 354 adalah kafir dan tidak sah semua amal ibadahnya baik yang sunnah maupun yang wajib.

Orang islam sejati, dia akan mencari-cari tempat dimana dia bisa melaksanakan sholat berjamaah dengan sesama kaum muslim

Sebaliknya,

Orang jamaah 354, dia akan mencari-cari tempat dimana dia bisa sholat sendirian ( apabila dilingkungan yang tidak ada jamaah 354-nya),

Itulah perbedaan antara ahlusunnah dan khawarij takfiri

Anonim mengatakan...

Ibu Anda berarti sudah faham,.....mana sholat yg benar mana yg masih salah......mungkin anda masih pake Usholi pardolmagribi kali.....juga ada tatacara sholat yg benar .... maka Anda ngaji KITABUSHOLLA dulu di pengajian Ibumu....kalau sdh tau ilmunya baru jadi imam sholat ...sekian Trms.

Anonim mengatakan...

Rabu, 09 Desember 2010 16:22
Menggugat Salafy Ekstrim
Banyak laporan yang dikeluhkan umat dan gerakan Islam dengan keberadaan Salafy -- demikian mereka menjatidirikan kelompoknya. Meski di kalangan Salafy terjadi perpecahan dalam menyikapi ijtihad tertentu, namun kebanyakan umat tidak memahami peta Salafy secara utuh, sehingga cenderung men-generalisir Salafy dengan cap buruk.
Bukan sekali terjadi, benturan antara Salafy dengan gerakan Islam yang ada. Sehingga menimbulkan gelombang penolakan. Di Lippo Cikarang, kajian Salafy terpaksa diliburkan selama sebulan, karena adanya tekanan (ancaman) dari kelompok tertentu untuk membubarkan halaqah ini. Kemudian di Matraman, Jakarta, pernah terjadi penyerbuan kelompok jamaah dzikir yang dipimpin oleh seorang yang mengklaim dirinya habaib, terhadap masjid jamaah Salafy, seraya menuntut masjid itu tidak difungsikan lagi untuk penyelenggaraan shalat Jum’at. Alhasil, tuntutan itu sukses.
Gelombang penolakan juga terjadi di luar Jawa, di Lombok Barat (NTB), sudah beberapa kali terjadi perusakan fasilitas milik ”penganut” Salafy oleh warga setempat. Akibat kesalahpahaman di kedua belah pihak, warga di Dusun Mesangguk, Gapuk, Kecamatan Gerung, Lombok, menyerang jamaah Salafy dengan lemparan batu. Sebelumnya, November 2005, ribuan warga Desa Sesela menyerbu Yayasan Pondok Pesantren Ubay bin Kaab di Dusun Kebon Lauk.

Cara dakwah yang dilakukan kelompok Salafy, membuat umat Islam resah, dan mendesak MUI mengeluarkan fatwa tentang keberadaan Salafy. Ketua MUI Pusat KH. Ma’ruf Amien menasihati aktivis Salafy, agar merubah cara dakwahnya menjadi lebih baik, dan memperbaiki sifat ananiyah madzhabiyah yang menganggap diri-kelompoknya paling benar dan mencela golongan lain yang menurutnya salah. ”Padahal, jika masih dalam skala ikhtilaf, tidak boleh asal menyalahkan. Berbeda dengan Ahmadiyah yang sudah jelas-jelas menyimpang, karena sudah menyangkut prinsip (akidah),” kata Kiai Ma’ruf.
Lebih lanjut, KH Ma’ruf Amien mengatakan, penyerangan warga terhadap jama’ah Salafy, terjadi akibat sifat egoisme kelompok ini yang suka menyalahkan golongan lain yang berbeda pandangan. ”Kelompok ini tidak mau toleransi dengan pemahaman yang berbeda dengan mazhab mereka, sehingga menyulut kemarahan warga,” tukasnya.

Anonim mengatakan...

di jamaah 354, kalau pengikutnya sudah tidak mau bermakmum pada imam sholat yang non 354 berarti sudah bisa dikatakan PAHAM agama

* akidah yang sangat mengenaskan ya...

ayo kita tunggu lagi komentar jujur dan polos dari sedulur 354 yang berniat memberi "ilmu" tapi justru menguak jatidiri 354( live : dari otak pengikut 354 nya sendiri.)

atau dia lagi mencoba ngeles / berbohong di hadapan para mantan 354 ya? insya Allah kaga mempan.

Anonim mengatakan...

Menggugat Salafy Ekstrim

Hobi Mencela

Yasin, Abdul Aziz Ar-Rantisi dan sebagainya sebagai teroris Khawarij.” Intinya, tak ada penghormatan kelompok Salafy ekstrim terhadap ulama maupun mujahid di luar kelompoknya.

Keresahan umat Islam terhadap gerakan Salafy ekstrim di Indonesia, sebetulnya sudah muncul tatkala orang tua santri terkejut melihat putranya yang belajar di Pesantren Al-Irsyad Tengaran, Salatiga, Semarang. Begitu pulang ke rumah saat liburan sekolah, anak-anak hasil didikan Ja’far Umar Thalib dan Yazid Abdul Qadir Jawwas itu, tiba-tiba mencopot gambar-gambar di dinding, membuang radio dan televisi dari rumah mereka. Sejumlah orang tua cemas akan hal ini, lantas mendatangi kantor cabang al-Irsyad di Tengaran, Semarang untuk menanyakan pola didik yang diterima anak-anak mereka. Orang tua juga menuntut cabang al Irsyad bertanggung jawab langsung terhadap pesantren, agar mengekang kecenderungan militan ini.
Diakui Ketua Umum al Irsyad al Islamiyah KH Abdullah Jaidi, ormas Islam yang paling kecolongan dengan pengaruh Salafy adalah al-Irsyad. Khawarij teriak khawarij, ahlu bid’ah teriak bid’ah pun diamini Abdullah Jaidi. Ia memberi contoh, tahun 2005, di Pekalongan, tatkala terjadi perebutan al-Irsyad, Yusuf Utsman Baisa (kelompok Tengaran) dikalahkan oleh Mahkamah Agung (MA). Meski kalah, mereka hendak menggelar rapat, tapi dilarang oleh Kapolri Sutanto ketika itu. Diam-diam, mereka tetap menggelar rapat di kediaman walikota Pekalongan. Hasil rapat memutuskan: menolak keputusan MA. Usai itu mereka berdemo di MA dan Kejaksaan Agung. ”Ini namanya apa? Jelas bughot, menentang pemerintah, menolak MA. Jadi apa yang mereka sebut bid’ah, bughot, mereka sendiri adalah pelakunya,” kata Jaidi.
Kini, penyebaran paham Salafy berkembang melalui buku-buku agama, majalah, kaset, dan situs internet untuk mereka jadikan sebagai propaganda. Buku-buku, majalah dan internet adalah media lain yang mereka gunakan. Hal ini menimbulkan gelombang yang juga tidak kecil. Melengkapi penolakan-penolakan lainnya.
Mereka disokong dana yang cukup besar dari oknum Syekh Saudi Arabia. Suatu ketika pimpinan cabang NU pernah memohon kepada Menteri Agama Maftuh Batsuni agar menyampaikan satu hal kepada Pemerintah Saudi untuk tidak membagikan buku-buku agama kepada jamaah haji di airport, yang hendak pulang ke Tanah Air. Mengingat, buku itu, bertentangan dengan pemahaman agama yang ada di daerah tertentu, sehingga membuat masyarakat bingung, bahkan berubah. Atas laporan pimpinan cabang NU ini, Menteri Agama meminta Pemerintah Saudi tidak membagi-bagikan buku-buku agama, tapi cukup Al Qur’an dan terjemahan saja.
Benarkah Salafy ekstrim tak bisa diajak berdialog? Dalam suatu seminar sehari di Pekalongan yang diadakan al Irsyad -- turut mengundang para ustadz al Irsyad di seluruh cabang Indonesia, termasuk kelompok Salafy Tengaran -- dibahas masalah-masalah yang menyangkut fatwa-fatwa dari kelompok Salafy. Ada enam permasalahan yang dibicarakan. ”Saat itu kelompok Salafy membawa dua koper berisi buku-buku. Sementara kita cuma membawa klipingan saja. Ketika baru membahas tiga masalah, mereka malah hengkang, tidak mau melanjutkan,” ungkap Abdullah Jaidi.
Tahun 1992, di Yogyakarta, Persis yang dipimpin (alm) Shiddiq Amien juga membuka ruang dialog dengan kelompok Salafy yang diwakili oleh Abdul Hakim Abdat. Apa yang terjadi, begitu terdesak dalil-dalil, mereka (Salafy) keluar meninggalkan ruangan.
Bagi masyarakat Muslim, jika ada kelompok yang suka menyalahkan, mencaci-maki —tak mesti Salafy— sudah pasti akan menghadapi gelombang penolakan. Tapi, kalau berdakwah dengan cara yang santun, masyarakat tentu akan menerimanya dengan lapang dada.

SABILI
Adhes Satria

Anonim mengatakan...

Tarolah artikel di atas itu benar, apakah itu membuat akidah jokam 354 menjadi benar? Apakah itu membuat polah hizbi dan takfiri jokam menjadi benar? Apakah itu membuat kelakuan jokam yang memandang orang islam diluar golongan 354 itu kafir menjadi benar? Apakah itu menjadikan imamah bitonah 354 menjadi benar?

Pengelesan apapun juga, pengalihan apapun juga, kalau tidak ada perubahan fundamental dan akidah 354 , adalah hanya kesia-siaan. Bahkan terlihat …putus asa

Anonim mengatakan...

Membendung Fitnah Salafyah:

Berpegang teguhlah kalian dengan tali (agama) Allah dan janganlah kalian bercerai berai. Ingatlah akan nikmat Allah ketika kalian dahulu (masa jahiliah) bermusuh-musuhan hingga Allah mempersatukan hati kalian, lalu karena nikmat Allah, kalian menjadi bersaudara. ( QS. Ali Imran: 103)

Dinamika gerakan Salafy, hendaknya tidak berdampak pada munculnya fitnah di tengah kaum Muslimin. Tak ada yang diuntungkan dari cara dakwah saling mencela. Yang rugi adalah umat Islam pada umumnya.
”Tentu baik, menghidupkan sunnah, tapi mengabaikan kewajiban untuk menyambung silaturahim, saling menghormati, dan menyayangi adalah suatu kekeliruan. Ikatan persaudaraan sejati, bukanlah hanya di kalangan Salafyyyin. Melainkan umat Islam secara keseluruhan. Kesantunan dan kearifan dalam menyikapi perbedaan harus menjadi fokus utama untuk mereformasi dakwah Salafy,” demikian nasihat KH Abdullah Jaidi.
Ingatlah, dengan pesan Rasulullah: “Maukah kalian aku tunjukkan amal yang lebih besar pahalanya daripada shalat dan shaum?” Sahabat menjawab, “Tentu saja!” Rasulullah kemudian menjelaskan, “Engkau damaikan yang bertengkar, menyambungkan persaudaraan yang terputus, mempertemukan kembali saudara-saudara yang terpisah, menjembatani berbagai kelompok dalam Islam, dan mengukuhkan ukhuwah di antara mereka, (semua itu) adalah amal shalih yang besar pahalanya. Barangsiapa yang ingin dipanjangkan usianya dan dibanyakkan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali persaudaraan” (HR Bukhari-Muslim).

Anonim mengatakan...

KOMENT2 ANDA YG PUTUS ASA MAS... DARI BERITA2 TSB ANA PERCAYA ....
WALAUPUN DA'WAH ANDA BENAR TAPI DIBUNGKUS DG SIRIK DENGKI HASAD DLL....MK DA,WAH ANDA JADI SALAH....

Anonim mengatakan...

mas .... lebih afdhol kalau sanggahannya bersumber dari ilmu mangkul anda, bisa dari majmu text daerahan, makalah cai atau nuansa persada, jangan dari kyai2 yang selama ini anda angap wong njobo .... masak orang yg sudah dinyatakan belum halal hidupnya ( karena tidak baeat ke imam anda) terus diambil hujjahnya ...piye tho iki .... opo wis ora yoni maneh?

Anonim mengatakan...

ITU TANDANYA DI SALAFIY JUGA ADA YG TDK BEREESS.....YO, TO MAS...???? WIS NGAKU AE...!!!!!

Anonim mengatakan...

Saya yang beberapa waktu lalu yang menanyakan, mengapa ibu saya tidak mau shalat berjamaah dengan saya. Beberapa jawaban kalo saya rangkum belum ada yang menjawab pertanyaan saya ke ibu saya tadi. yaitu apa ada landasannya baik Al Qur'an ataupun HAdits shg ibu saya tidak mau shalat berjamaan di belakang saya.
Perlu diketahui,
1. Saya shalat nggak pake Ushalli
2. Saya nggak pernah ke Kuburan utk hal yang syirik
3. Saya juga ngaji Kitabus Sholah, tapi memang bukan di LDII.

Pertanyaan saya kan jelas:
1. Apa salah saya ? apa betul saya di cap kafir oleh ibu saya seperti komentar di atas?
2. apa landasan AlQuran atau Hadits sehingga ibu saya nggak mau shalat jamaah dibelakang saya. KArena ibu saya nggak mau jawab, hanya dia bilang ini perintah imamnya.

Please jawaban berdasarkan al Quran dan HAdits

Anonim mengatakan...

ttg artikel majalah sabili... BASI

dah di bantah oleh para asatidz ahlusunnah

salafiyunpad.wordpress.com/2010/01/24/salafi-vs-sabili-sebuah-bantahan-terhadap-majalah-sabili/

Anonim mengatakan...

ada kemajuan buat jokam, dah baca majalah sabili selain majalah yg .....(lupa namanya) yg khusus buat ldii

Anonim mengatakan...

UTK PARA JOKAM HRP HATI2 PROPAGANDA MRK, ANA HRP JANGAN TERPENGARUH PERKATAAN/ DALIL2 MRK, (JANGAN SAMPAI KELUAR DR KANDANG KIJANG MASUK KANDANG HARIMAU), HIIII NGERII.................

Anonim mengatakan...

iyalah.....

biar adil maka para jokam diharapkan menampilkan dari tulisan / tabloit atau apalah namanya yang dikeluarkan oleh LDII.
jangan dari golongan ahlu sunnah , nggak fair dong ...???
masak orang yang ilmunya tidak sah diambil perkataannya.

nggak mau sholat berjamaah dengannya tapi minta bantuannya , menajiskan dan menganggap tidak sah amal ibadahnya tapi bukunya dibaca.

punya malulah sedikit saja , inimah harapan ana.


atau sudah tidak punya malu lagi ya orang LDII , dengan semboyan sing penting menang , sing penting gede ,sing penting iso dadi gurune jagat de-el-el ....yang tong kosong nyaring bunyinya.

wkwkwkwkkkkkkk...............bidah-bidah , engkau se resek2nya perkara.

Anonim mengatakan...

Sampean iki ora pada kerjo yo...., alias pengangguran,... kerjae ngrusuhi wong wis bener ae ???? tuh masih ono....
yg lebih jelek dpd Ane,.. NII,.. Ahmadiyah, ...Alqiyadah, kingdom ..dll...tuh loe nasehati..!!!??

Anonim mengatakan...

secara de jure dan de facto, MUI belum memberikan label 'tidak-sesat' pada LDII. MUI dan depag insya Allah tidak akan tertipu dengan manuver-manuver pembesar 354 dan pengurus DPP/DPD LDII yang terus mengemis-ngemis pada MUI untuk diberikan sertifikat 'halal' untuk LDII ( entah dengan nyogok, entertaining, hospitality, jilat, pemberian puja-puji, sandiwara, dagelan). MUI dan DEPAG insya Allah tidak mudah dibodohi dengan modus operandi gaya LDII yang memang sudah menjadi rahasia umum.

MUI dan DEPAG tidak hanya melakukan observasi-interview dengan pembesar dan grass root LDII/islam jamaah, karena warga LDII/jamaah 354 memang otaknya sudah diprogram (brainwashing) oleh elitnya untuk lihai berbohong pada “orang-luar” demi kepentingannya ( dalam istilah jamaah 354: bitonah/ ‘budiluhur”). MUI dan DEPAG juga akan melakukan pendekatan observasi-partisipant dan penggalangan data dari para mantan anggota 354 itu sendiri yang mana para mantan 354 banyak terdapat sebagai pembesar dan tokoh2 jamaah 354 sewaktu mereka masih menjadi anggota 354. Observasi ini adalah untuk melihat FAKTA yang sesungguhnya dilapangan. LDII bisa saja melakukan retorika kebohongan seperti tidak mengkafir-kafirkan orang islam diluar golongannya, tapi FAKTA akan bicara jujur (biidznillah).

MUI mengetahui apabila mereka sampai gegabah memberikan sertifikat halal pada LDII/jamaah 354, sertifikat itu akan dijadikan senjata dan legitimasi untuk melindungi paham dan akidah sesatnya. MUI tidak ingin terkena fenomena irreversible. Sama halnya ketika masyaikh al haramain- yang tidak tahu kiprahnya tentang LDII/jamaah 354 -diundang ke pondok pesantren mereka di kediri hanya untuk mengimami dan berkhotbah sholat jumat, langsung dijadikan senjata propaganda oleh massa 354 seolah ulama alharamain membenarkan akidah 354. ini adalah gaya khas orang jamaah 354 yang berpola dan bermodus sehingga mudah dibaca.

Mari kita ‘chalenge’ orang jamaah 354 yang mengklaim bahwa akidah 354 dibenarkan oleh MUI, mana dokumennya? Surat keputusan MUI nomor berapa? Tahun berapa?

Gigitjarilah mereka sebab dokumen itu memang tidak ada dan hanya pepesan kosong

Yang ada adalah dokumen kejaksaan RI tahun 1972 yang melarang ajaran sesat madigoliyyun/islam jamaah

Anonim mengatakan...

@anomin

yg sama jelek dgn Ane,.. NII,.. Ahmadiyah, ...Alqiyadah, kingdom ..dll...tuh loe nasehati..!!!??

tunggu tanggal mainnya...

Anonim mengatakan...

penyaksian dan perjuangan para mantan 354 memang memfokuskan dan memproyeksikan diri pada jamaa354, karena para mantan adalah saksi-ahli dan saksi-hidup yang benar-benar mengetahui sepak terjang, strategi, modus, intrik dari jamaah qhj 354 dengan demikian ini dapat membentengi umat islam lainnya dan poro sedulur yang masih terpasung ajaran nurhasan dari kebohongan-kebohongan pembesar 354 baik dari jalur imamah maupun organisasi ( DPP LDII). Testimoni mantan 354 diarahkan agar akan memberikan data yang akurat, detail, off the record, dan faktual menengenai entitas 354 yang sesat dan menyesatkan. mari kita bahu-membahu menolong pengikut 354 dari jurang kebinasaan karena mereka sedang berkubang pada ajaran sesat khawarij dan hizbi

Anonim mengatakan...

wah.. sy sebagai rukyah biasa, warga miskin. ikut dalam ldii sudah kurang lebih 2 tahun. saya terus terang masih awam. himpunan juga belum khatam. jadi masih bodho agama. tapi selama saya ngaji sampai saat ini belum pernah diajari supaya najis-najiskan orang, Ngafir-ngafirkan orang. saya merasakan kehidupan yang lebih baik setelah ngaji di ldii. tali kerukunanya ada, roda berputarnya ada. sebelum ngaji, ketika kesusahan malah ditertawakan orang. setelah ngaji, kesusahan, pinjam uang, pinjam modal ada yang bantu. Walupun seluruh manusia mengatakan ldii sesat..tapi bagi saya tidak.

Anonim mengatakan...

di masjid kelompokku pas qurban selain ada patungan 7 orang, yang dhuafa' patungan semampunya untuk bisa andil mewujudkan hewan qurban. ada salapy yang mengkritik kalo patungan lebih dari 7 itu bid'ah, sesat masuk neraka. tapi anehnya ketika dikasih bungkusan daging dimakan juga. aku tertawa terpingkal-pingkal.. ini orang punya sepeda motor 2, tv video hp dll, ga mau qurban. ada daging qurban bid'ah diembat juga. Apa jadinya ga SUPER BIDAH

Anonim mengatakan...

korban patungan lebih dari 7 orang itu menyulitkan malaikat yang menghitung pahala. kalo 2 orang kan pahalanya cuma dibagi 2. kalo yang patungan ada 34528 orang nanti malaikat pusing. lha wong malaikat ga punya kalkukator

Anonim mengatakan...

khusus yang dhuafa arisan qurban gmn?

Anonim mengatakan...

arisan itu ada ulama yang menghukumi haram. karena termasuk berjudi. tanya saja pada syeh "Google" akan banyak ketemu situs2 yang mengharamkan arisan

Anonim mengatakan...

saya dulu di MI Nahdhotul ulama dan di SMP Muhamadiyah setiap mau idul adha ditarik bayaran urunan qurban. terus dagingnya dimakan bareng-bareng di aula kelas. Itu bid'ah ga ya.. jangan-jangan karena bid'ah dagingnya jadi haram.
kalo dengan arisan gmn ya.. hukum arisan saja masih diperselihkan, jangan-jangan daging qurbannya....

Anonim mengatakan...

Mas! kurban itu perintah allah langsung. "Fasholi lirobbika wan har"
sholat dan kurban. kurban itu untuk mendekatkan diri pada allah, dan menambah ketaqwaan. dalam hadist disebutkan taqwalah walau dengan separuh buah kurma.
kalau ada orang miskin hanya punya 50ribu pengin ikut kurban mosok ditolak.?? Apakah orang miskin ga boleh kurban?
misal harus arisan dulu 50 ribuan pertahun dengan peserta 20 orang miskin. ternyata kebagian undian terakhir. 20 tahun kemudian. ya kalo masih hidup. kalopun masih hidup, harga kambing sudah jadi 15 juta. padahal hanya terkumpul 1 juta. itupun kalo bayar semua. kalo pada mati ga sempat bayar?

Anonim mengatakan...

korban patungan lebih dari 7 orang itu menyulitkan malaikat yang menghitung pahala. kalo 2 orang kan pahalanya cuma dibagi 2. kalo yang patungan ada 34528 orang nanti malaikat pusing. lha wong malaikat ga punya kalkukator

-----------------------------

arisan kok arisan qurban..
Ajaran sesat model ngendi meneh kang!
jare sopo malaikat ga punya kalkulator?? ketika kalkulator mekanik baru ditemukan oleh charles babage, malaikat sudah mahir mengoperasikan pentium 4 !!!

Anonim mengatakan...

1 kambing bisa untuk atas nama 1 keluarga.berapapun jumlah anggota keluarga. patungan dalam 1 keluarga untuk beli 1 kambing yo ga ada yang nglarang.
contohe eyang putriku usia 103 tahun (eyang kaku dah wafat), punya anak 12. tiap anak punya anak lagi 10,12,8,8,5,5,7,4,5,5,2,2 jumlah cucu 68. pakde saya yang barep sudah punya cucu juga entah berapa jumlahnya mboh ra roh...belum yang nikah lagi karena istrinya meninggal dengan membawa anak tiri dari istri baru
total kira-kira satu kampung itu masih satu keluarga saya. jadi kalo satu kampung urunan dengan eyang putri, itu urunan dalam 1 keluarga.

Anonim mengatakan...

Tapi walau satu kampung mash satu keluarga biaya qurban harus ditanggung oleh 1 orang....
kalo yang lain mau bantu, ga boleh niyat untuk patungan kurban,,,
karena dengan niyat patungan qurban menjadikan qurbanya tidak sah ga dapat pahala qurban

Anonim mengatakan...

berarti kalo niyat qurban ga dapat pahala qurban
tapi kalo ga niat qurban malah dapat pahala qurban,, gitukah??

Anonim mengatakan...

konsepnya saja konsep sesat, ga masuk logika.. kok ngajak diskusi ilmiah

Anonim mengatakan...

warga ldii itu sering mengaji tetapi tidak pernah belajar tadjwid, nahu sorof...kalau sedang baca qur'an pengajarnya cuman bilang harus dengung harus panjang itu mad..itu gunnah tanpa di terangkan sebab-sebab gunah sebab-sebab idhar...akhirnya kalau baca qur;an ga bisa ngebenerin sendiri karena tidak tahu tadjwid...yang lebih parah lagi dikalangan remaja nya banyak yang tidak tahu rukun islam ada berapa rukun iman ada berapa....lebih tahu lima bab 4 tali keimanan yang mungkin hal itu cuman ada di kelompok mereka

Anonim mengatakan...

warga ldii itu mas kalau di depan baik kalau dibelakang ngomongin gembar gembor ga boleh meroko..pengurusnya kalau ga ada orang ldii meroko juga lucu...takut ko sama org ...banyak diantara mereka yang ga faham betul tentang agama islam...tapi pura-pura faham aja takut di vonis murtad..meuledong dll.....kebanyakan cuman takut ga punya pengaruh takut ga jadi pegawai negeri takut ga makan kali...walau pun tahu salah ya ngajedog saja disitu dari pada diasingkan keluarganya atau dipandang murtad oleh kelompoknya....ingat saya waktu kecil di ajak nyambung sama mubaligh diperjalanan istirahat dulu trus meroko gudang garam merah...eeh datang kepengajian berdiri nasehat..diantara isi ceramah nya yaitu dilarang meroko...kepala saya mendadak gatal mas.....ah bapak imamnya salaman dengan pejabat terus masuk tangannya di saku celana tangannya mengepal...dia berbisik pada ku (tah kudu kitu cenah dihareup mah sasalaman dijero saku mah kudu meureupan)...

Anonim mengatakan...

asslamkm, sdr2 ku, gak perlu kalian saling mengenggap pling benar, krn benar mnrt anda blm tentu benar menurut allah.bgt jg sebalik nya. yg paling benar menurut islam adalah quran dan hadist,maka pelajari dan yakini lah keduanya niscaya akan mendpt kan kebenaran.bgt jg jika tdk yakin dgn kedua nya, maka silahkan cari tuhan selain allah dan rossul selain muhammad. jika semua yg kita amalkan sdh sesuai dgn quran dan hadist, maka itulah yg benar. itupun jika anda merasa orng iman. krn benar menurut islam belum tentu benar menurut agama lain. wassalam.

Anonim mengatakan...

YANG PALING BENAR ITU AL-QURAN & AL HADIST, YANG BEBAS DARI "PENDAPAT ULAMA/SYECH".....YANG MENGHANCURKAN AGAMA ADALAH MEREKA ULAMA/SYECH YANG MEMBUAT HADIST "PENDAPAT NYA MEREKA MASING MASING" YANG DINISBATKAN MENJADI "HADIST SHOHEH" OLEH PARA PENGIKUT YANG YANG BODOH BODOH, DENGAN ALASAN.."MEREKA PARA ULAMA/SYECH ADALAH ORANG YANG PALING BENAR YANG GA ADA SALAH ..... GUOBLOK NAN POL POLAN.....AGAMA DILARANG DICAMPUR PENDAPAT ...GUOBLOOOG