بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

Pengajian Sembunyi-Sembunyi (pengajian B,Bithonah, Tanda Kesesatan

Khalifah Umar bin Abdul Aziz mengatakan, “Jika engkau melihat ada sekelompok orang yang berbisik-bisik membicarakan masalah agama tanpa ingin diketahui orang lain maka ketahuilah bahwa mereka itu di atas landasan kesesatan” (Riwayat Darimi no 307).

Sungguh tepat apa yang diungkapkan oleh seorang ulama sekaligus umara (penguasa) ini. Kita jumpai di sekeliling kita bahwa orang-orang yang menyebarkan pemahaman yang menyimpang biasanya memilih metode dakwah secara sembunyi-sembunyi supaya bisa berhasil menyerat mangsa yang biasanya adalah orang-orang yang memiliki latar belakang pengetahuan agama yang pas-pasan.
Untuk ‘ngaji’ ada yang harus ditutup matanya terlebih dahulu. Ada juga yang bergerilya dari satu kamar kos ke kamar kos yang lain. Anehnya ketika ‘ngaji’ pintu kamar kos harus ditutup rapat-rapat bahkan jika perlu semua alas kaki harus dimasukkan demi alasan ‘keamanan’. Ada juga yang merahasiakan siapa sebenarnya ketua ‘pengajian’ mereka. Belum tiba saatnya, demikian alasan yang diajukan. Umumnya ‘pengajian’ semisal itu tidak berani diadakan secara terbuka di masjid umum. Ujung-ujungnya ‘anak-anak ngaji’ tersebut didoktrin dengan berbagai pemahaman yang menyimpang.

Bukankah ajaran agama kita itu sesuai dengan fitrah manusia?! Jika memang demikian mengapa mesti takut menyampaikan kebenaran tersebut di tengah-tengah kaum muslimin? Bukankah itu malah menjadi pertanda bahwa mereka membawa pemahaman yang ‘unik’, lain dari pada yang lain. Benarlah apa yang Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sampaikan.

Dari Tsauban, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِى ظَاهِرِينَ عَلَى الْحَقِّ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِىَ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَذَلِكَ
“Akan selalu ada sekelompok dari umatku yang menampakkan kebenaran. Tidaklah masalah bagi mereka adanya orang-orang yang tidak mau menolong mereka. Demikianlah keadaan mereka sehingga datanglah ketetapan Alloh (baca:hari Kiamat)” (HR Muslim no 5059).

Hadits ini mengisyaratkan bahwa metode dakwah yang dijalankan oleh para pengusung kebenaran semenjak masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam hingga akhir zaman nanti adalah dakwah dengan terang-terangan dalam menyampaikan kebenaran. Tidak ada yang ditutupi dalam dakwah mereka.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
قَدْ تَرَكْتُكُمْ عَلَى الْبَيْضَاءِ لَيْلُهَا كَنَهَارِهَا لاَ يَزِيغُ عَنْهَا بَعْدِى إِلاَّ هَالِكٌ
“Sungguh kutinggalkan kalian di atas agama yang terang, malamnya bagaikan siangnya. Tidak ada yang menyimpang darinya sepeninggalku kecuali orang yang binasa” (HR Ibnu Majah no 43 dari Irbadh bin Sariyah, dinilai shahih oleh al Albani).

Yang dimaksud denga ‘baidha’ dalam hadits di atas sebagaimana penjelasan Muhammad Fuad Abdul Baqi adalah agama dan argumen yang terang dan jelas yang tidak mengandung kesamaran sama sekali.

Jika demikian, mendakwahkan agama ini tidak perlu tertutup.

Beralasan bahwa dulu di awal dakwah, Nabi mempergunakan metode sembunyi-sembunyi sungguh tidak tepat.
Pertama, semenjak dakwah dengan terang-terangan, Nabi tidak pernah lagi sembunyi-sembunyi dalam dakwah.
Kedua , berdalil dengan hal di atas itu mungkin tepat jika dakwah dilakukan di tengah-tengah masyarakat kafir yang menekan dakwah Islam.
Sedangkan dakwah sembunyi-sembunyi di tengah-tengah masyarakat Islam hanyalah awal kesesatan.

sumber :

http://ustadzaris.com/pengajian-sembunyi-sembunyi-tanda-kesesatan

http://www.facebook.com/home.php?ref=hp#!/notes/abu-zidan/-metode-dakwah-secara-sembunyi-sembunyi-supaya-bisa-berhasil-menyerat-mangsa/183388985041017


Comments
18 Comments

18 Response to "Pengajian Sembunyi-Sembunyi (pengajian B,Bithonah, Tanda Kesesatan"

Anonim mengatakan...

segera bubarkan ldii sesat

Anonim mengatakan...

ada wacana bahwasannya jokam 354 akan mendatangkan syeikh al haramain untuk menyampaikan ushul fiqh di burengan (?). Syaikh Dr. Abdulloh Sya'ri kah(?)


Kalau seandainya ya, maka ini rawan dijadikan komoditas propaganda oleh elit 354, mungkin nanti akan terjadi pembelokan komunikasi ke grass root seperti "lihat syeikh salaf ke pondok jokam’ nah level grassroot yang umumnya lugu akan mendapatkan kesan seolah ulama al haram membenarkan akidah 354. atau bahkan ini bisa dijadikan unsur deterent ke ahlusunnah seolah akidah 354 ‘direstui’ oleh ulama al haram. Kondisi ini terjadi karena memang pembesar 354 dalam keadaan kepepet karena akidah 354 terus menerus dikuak dan banyaknya ruyah 354 mereview akan akidahnya serta rujuilal haq ( insyaAllah). Sepertinya manuver ini bukanlah untuk mengejelentrehkan kebenaran, tetapi semata mekanisme pertahanan saja dan semakin menipu pengikutnya.

( innahum yakiiduna kaida, wa akiidu kaida. Mereka berupadaya, tapi Allah lebih berupadaya)

Anonim mengatakan...

yang komen orang2 ga jelas,,, pasti komen orang2 yg membela udah dihapusin nih...
yang sesat itu yg jelas2 solat pake usoli, ngerayain muharam ah, muludan lah,,, dan orang2 yang selalu mencari kesalahan orang lain seperti penulis blog ini nih,,, itu tu yang sesat,,,,
makanya bacanya jangan cuma hadist karangan yg ga jelas, sekh inilah sekh itulah,,,
pelajarilah hadist yg sudah jelas, tentunya dengan mencari guru yang benar memahami hadist tersebut dan pendapatnya adalah sama alias meneruskan pendapat Rasulullah, sahabat, tabi'in tabi'ahum, dan ulama2, ini yang namanya manqul musnad muttasil...
bukan hasil Ro'yi (pendapatnya/pemikirannya sendiri)

Anonim mengatakan...

memangnya semua orang islam diluar jamaah 354 ahl bidah? memangnya semua orang islam diluar 354 itu sholatnya pake usholi?

alhamdulillah, sekarang dakwah tauhid sedang bersemi di tanah air indonesia.

kalau dalam alam pikir jokam 354 seolah yang belajar quran dan hadits hanya golongannya saja.seolah diluar golongannya adalah royi semua. tak heran, darisitulah muncul pernyataan dan komentar-komentar ujub dan sombong khas 354.

Anonim mengatakan...

Satu jam yang lalu , aku menelpon dari ibunda tercintaku di Makasar ( aku sendiri di Surabaya ) , dalam wasiatnya aku dilarang ikut KELOMPOK SALAFY , kaget juga aku mendengarnya meskipun sudah berpuluh tahun kami beda pemahaman dengan Ibu dan saudara kandungku semua yang ikut ajaran madigoliyah.

Aku bertanya kepada Ibundaku , apa itu salafy ? kenapa aku nggak boleh ikut salafy ? bagaimana sih ciri2 salafy itu ?

Sayang karena usia dan terbatasnya ilmu beliau tidak bisa menjawabnya cuma beliau bilang bahwa dalam pengajiannya

Aku sampaikan kepada beliau agar sudi menyampaikan nomor HP-ku ke ustadnya , karena aku mau tanya apa itu salafy , kenapa aku nggak boleh ikut KELOMPOK SALAFY , sayang beliau juga nggak bersedia dengan alasan demi keamananku , dan sesungguhnya keamanan adalah hak Allah dan aku senantiasa memohon dilindungi dari kedhaliman orang yang dholim.

Dalam kesedihanku mendapat wasiat tersebut ada juga kegembiraanku , bahwa ternyata dakwah ini sudah diperhitungkah oleh para ahlu bidah dengan banyaknya yang ruju' karenanya.

YA Allah yang mempunyai nyawa ini , Engkaulah yang membolak-balikan hati ini dan Engkaulah yang memberi petunjuk ini , aku memohon kepada-Mu tetapkanlah hati dan amal ini dalam ke ikhlasan kepada-Mu , tunjukilah aku jalan yang lurus sebagaimana orang-orang sebelumku yang telah Engkau beri petunjuk.

Ya Allah , aku bermohon kepada-Mu , berilah petunjuk kepada Ibundaku dan berilah hidayah-Mu sehingga terlepas dari ikatan ahlu bidah itu .

Aku pemerhati aliran sesat , islam jamaah

Anonim mengatakan...

hem, beberapa dari mereka masih belum berparadigma baru? ataukah mereka masih mau menutupi bithonah ataukah mereka belum mangkul paradigma baru

hem, susah kalo bithonah dilawan. tuh yg mw nikah ma ikhwa laen (dari tiiiiiiiiiiiit) gak boleh. katanya semua islam....
kok masih dilarang juga?

Anonim mengatakan...

Wahai pengikut Madigol Nurhasan terutama yang pengurus LDII tngkat pusat sd desa/ kelompok,
-- siapakah yang pinter BERSILAT LIDAH menjaga BITHONAH/ RAHASIA, PINTER NGIBUL/ DUSTA, HOBY MENYUAP PEJABAT, TERMASUK PENGURUS MAJELIS ULAMA ( MUI ).
JAWABNYA ADALAH : PEMBESAR ISLAM JAMAAH/ LDII, KARENA SEDANG BERBURU SERTIFIKAT HALAL DARI PARA PEJABAT DAN MAJELIS ULAMA IND.
-- SIAPAKAH OTAKNYA BISNIS BODONG MARYOSO YANG NILEP DUIT JAMAAH TRILYUNAN ? JAWABNYA ADALAH SEBAGAIAN BESAR (99 PERSEN ) PARA PEMBESAR ISLAM JAMAAH, DARI AMIRNYA WAKIL2NYA DAN PARA ULAMA PAKUBUMI, KARENA DENGAN BANYAKNYA DUIT SEMUA KEINGINAN DUNIA AKAN TERWUJUD, LIAT TUH PENGANGGURAN ABDUL AZIZ, KASMUDI DAN YANG LAINNYA, RUMAH MEWAH, BISA PIARA ISTRI MUDA/ ISTRRI BITHONAH,

-- ORANG2 ITULAH YANG MERUSAK CITRA ISLAM JAMAAH/ LDII YANG AKIDAHNYA MEMANG DARI ZAMAN NURHASAN SUDAH SESATTTTTTTTTSESATTTTTTTTTTTTTTTTTTTT.

TOBATLAH WAHAI SAUDARAKU SEBELUM MALAIKAI MENJEMPUTMU, KARENA HARTA HARAM YANG ANTUM DAPAT AKAN JADI BUMERANG DISISI ALLOH, ISTERI2 MUDA, ISTRI BITHONAH ANTUM AKAN JADI REBUTAN DI-WAYUH JUGA OLEH SESAMA MADIGOL YANG MASIH BERKUASA

Anonim mengatakan...

-- SETELAH MEMBACA BEBERAPA KOMENTAR DIATAS SAYA MENYIMPULKAN BAHWA :

-- JAMAAH 354/LDII SANGAT KUAT TAQLIDNYA DIDALAM MEMBELA GOLONGANNYA/HIZBINYA KARENA DIA HANYA NGAJI MANGKUL 5 BAB. ILMUNYA SANGAT MINIM, GA PERNAH MAU BELAJAR AGAMA DENGAN ULAMA YANG BENAR2 MEMAHAMI SUNNAH.
-- DISKUSI DI FORUM SEPERTI INI YANG BERKOMENTAR BUDI ASOR,TANPA DASAR/KOLOT PASTI JOKAM LDII, KARENA SUDAH DI DOKTRIN SAMA AMIR JAMAAHNYA.

-- KALO DISKUSI DALAM FORUM TERBUKA, JOKAM LDII PASTI GA AKAN BERANI, KARENA ILMU YANG HAFAL CUMA 5 BAB. KALO BERANI AYOOOOO KITA DISKUSI DI SAKSIKAN PEJABAT MAJELIS ULAMA IND (MUI),

-- CAK KHOLIL MESTINYA NEROBOS KE SEMUA DAERAH DI INDONESIA DAN ADAKAN DIALOG INTERAKTIF DENGAN DENGAN SEMUA JAMAAH, TERMASUK PARA MANTAN, HAYOOOOOOOOOOOOOOO BERANI APA GA, SAYA YAKIN SAMA IMAM JAMAAH CAK AZIZ PASTI GA BOLEH, KARENA AKAN TERBUKA BOROK-BOROK JAMAAH LDII ALIAS KESESATANNYA.

-- CAK KHOLIL MESTINYA BERANI BERKATA YANG HAQ,SUDAH WAKTUNYA CAK BUKA2AN, SEHINGGA SAYA SEBAGAI JAMAAH LDII BISA TAU PERSIS MANA YANG HAQ N MANA YANG SESAT ALIAS BATHIL.
-- KEPADA MAJELIS ULAMA INDONESIA PUSAT TERUTAMA PAK MARUF AMIN YANG SUDAH SANGAT CONDONG PERCAYA DENGAN PARADIGMA BARU LDII, MOHON BISA MEMFASILITASI DIALOG DENGAN PARA MANTAN LDII YANG SELALU DI BUNUH KARAKTERNYA SETIAP SAAT PENGAJIAN OLEH PARA PEMBESAR ISLAM JAMAAH/LDII, DENGAN TUDUHAN YANG SANGAT KEJI

Anonim mengatakan...

sekarang ini lagi di PROKLAMIRKAN kalau SALAFY itu kelompok yang suka mencela LDII , maka wajib untuk menjahui SALAFY , baik berkomunikasi langsung maupun mendengarkan ceramah atau membaca buku-bukunya.

sebenarnya bukan salafy yang tidak menyukai cara beribadahnya orang madigol , tapi semua muslim pasti nggak sukalah kalau dibilang mereka itu " hum " atau orang yang tidak beriman, bener nggak .

siapa sih yang suka kalau dibilang sholatnya , puasanya , amal ibadah lainnya pasti nggak diterima oleh Allah karena belum berbaiat dengan amir islam jamaah ?

siapa sih yang suka disuruh cerai dengan istri atau suaminya , karena nggak mau ngaji lagi di islam jamaah ?

aku jadi heran , seolah-olah banyak orang yang memusuhi islam jamaah ( ldii ) , namun kalau mau jujur , siapa sih yang duluan memusuhi ? orang diluar ldii atau ldii sendiri ?

maka seandainya ada pembaca bloq ini yang masih di islam jamaah , tolong dengan hati yang dingin dan bersikap adil renungi berbagai pertanyaan aku diatas.

semoga juga Allah menjadikan bloq ini media dakwah yang effektif bagi saudaraku tercinta yang masih ada di jamaah madigoliyah untuk segera ruju' kepada kebenaran.

Anonim mengatakan...

siapa sih yang suka kalau dibilang sholatnya , puasanya , amal ibadah lainnya pasti nggak diterima oleh Allah karena belum berbaiat dengan amir islam jamaah ?

NAH NIATNYA KARNA ALLAH G? JK KARNA ALLAH PASTI G NGUBRIS DIBILANG G DITERIMA. TOH DITERIMA TDKNYA ALLAH YG TAU.

siapa sih yang suka disuruh cerai dengan istri atau suaminya , karena nggak mau ngaji lagi di islam jamaah ?

SIAPA JUGA YG NYURUH. NI AKU JOKAM ISTRI NII, BEDA JAUUUH, TP WHATS UP. NOTHING ELSE MATHER. AKU TDK CERAI. ENJOY AJA.

aku jadi heran , seolah-olah banyak orang yang memusuhi islam jamaah ( ldii ) , namun kalau mau jujur , siapa sih yang duluan memusuhi ? orang diluar ldii atau ldii sendiri ?

ORANG YG TDK TAU DAN ATAU ORANG YG SAKIT HATI DGN LDII, KEINGINAN TDK KESAMPAIAN KLUAR LAH DR QUR'AN DAN HADIST. CARI BUKU BUKU KARANGAN. KMD NYERANG LDII. SAKIT HATI LAH!

maka seandainya ada pembaca bloq ini yang masih di islam jamaah , tolong dengan hati yang dingin dan bersikap adil renungi berbagai pertanyaan aku diatas.

RENUNGKAN OKE SDH! SEMLAMAN MEMANG BENAR KARENA DASARNYA AL QUR'AN DAN AL HADIST, BUKAN BUKU KARANGAN! DASAR JELAS. WARISAN NABI MUHAMMAD,SAW AL QUR'AN DAN AL HADIST. KLO SITU?? BUKU KARANGAN KAH? ADUUUHH, KLO ILMU DUNIA IT'S OK. INI ILMU UNTUK BEKAL DI AKHIRAT BRO...... MASAK KARANGAN???? PIKIR BRO....




SALAM PEACE DAMAI SEJAHTERA,
AGAMAKU AGAMAKU AGAMAMU ? YO AGAMAMU DEWE . . . NGAMAL YO SITU SING NGUNDUH.... YEN WONG LIYO NGUNDUH>>> MALINGLAH.


cah solo/banjarmasin

Anonim mengatakan...

saya ldii dari kecil. lumayan kt orang cukup ganteng. setelah kerja banyak cewek2 yang mendekat. mereka sudah pada tau aq ldii, ga mau pacaran. dari obroan2 ada beberapa yang ngajak hubungan serius tanpa pacaran. ngajak diperkenalkan klg dll. tapi aq tetap pilih cewe ldii, kl bisa dari kecil. bukan karena diluar ldii itu kafir. tapi aq memilih hati-hati dalam cari jodoh. karena dari cabe rawit kami sudah diajari berhati2 dlm hubungan laki2 perempuan. zina dosa besar. kafarohnya ga bisa dilaksanakan.

sy kawatir punya istri berprinsip yang penting laila ha ilalloh masuk surga. selingkuh ga apa2..itu doa biasa. dzikir dosanya hilang. sehingga geleman. dklayapan, dikumpuli begundal2. pulang bawa sipilis. hiv..

walaupun sama2 islam, lebih aman istri itu yang lebih mutawarik. biar selamat dunia kherat

Anonim mengatakan...

Mana dalil alquran atau hadist yang menjelaskan kewajiban ikut madigol ?

Altair An-Nur mengatakan...

Apakah Islam tidak perlu ada Pemimpin?:
“Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Menetapilah kamu (Hudaifah bin Yaman) pada jamaah muslimin dan imam mereka (artinya: carilah Islam yang berbentuk jama’ah dan yang mempunyai imam sebagai pemimpinya), aku (Hudaifah bin Yaman), berkata: “(Bagaimana) jika tidak ada jama’ah dan imam mereka? Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Uzlah-lah (Pisahilah) segala bentuk firqoh-firqoh (ada 72 firqoh Islam), sekalipun kamu hanya makan akar / umbi pohon sehingga maut menjemput kamu sementara kamu atas keadaan demikian”. (HR. Bukhori, Kitabul Fitan).

"Wahai Rasullulloh, dahulu kami berada pada masa jahiliyyah dan keburukan lalu Alloh mendatangkan kebaikan ini kepada kami, apakah setelah kebaikan ini akan datang keburukan?'. Beliau menjawab:'Ya". Aku bertanya lagi:"Apakah setelah keburukan itu akan datang lagi kebaikan?". Beliau menjawab"Ya, akan tetapi didalamnya ada "dukhn" (kotorannya)". Aku bertanya lagi:"Apa kotorannya itu?". Beliau menjawab:Yaitu suatu kaum yang memimpin tanpa mengikuti petunjukku, kamu mengenalnya tapi
sekaligus kamu ingkari". Aku kembali bertanya:"Apakah setelah kebaikan (yang ada kotorannya itu) akan timbul lagi keburukan?". Beliau menjawab:"Ya, yaitu para penyeru yang mengajak ke pintu JAHANNAM. Siapa yang memenuhi seruan mereka maka akan dilemparkan kedalamnya". Aku kembali bertanya:"Wahai Rasululloh, berikan sifat-sifat (ciri-ciri) mereka kepada kami". Beliau menjelaskan:"Mereka itu berasal dari kulit-kulit kalian dan berbicara dengan bahasa kalian. Aku katakan:"Apa yang engkau perintahkan kepada kami bila kami menemui (zaman) keburukan itu?. Beliau menjawab:"Carilah jamaah muslimin dengan imam mereka (carilah jamaah islam yang memiliki imam yang berbaiat)". Aku kembali bertanya: "Jika saat itu tidak ada Jamaah Islam dengan Imam mereka (saat itu tidak ada Jamaah Muslim yang memiliki Imam yang dibaiat)?". Beliau menjawab:"Kamu tinggalkan seluruh firqoh (kelompok Jamaah Islam yang tidak memiliki Imam yang dibaiat) sekalipun kamu harus memakan akar pohon hingga maut menjemputmu dan kamu tetap berada didalam keadaan yang demikian itu". (HR Bukhori 3338)

Apa pemimpin dalam Islam tidak perlu di BAEAT:
“Barangsiapa melepas tangan dari taat akan bertemu dengan Allah pada hari kiyamat dengan tidak punya alasan. Dan barangsiapa mati sedang tidak ada ikatan bai’at pada lehernya maka ia mati seperti matinya orang jahiliyah.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Umar, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh : II/136)

Dari Ibnu abbas ia berkata: telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barang siapa yang melihat sesuatu yang dibencinya dari pemimpinnya, maka hendaklah ia bersabar, sesungguhnya siapa yang meninggalkan jamaah barang satu jengkal saja lalu ia mati maka kematiannya berada dalam kejahiliyaan”.(HR.Muslim 3/1477 No.1849)

Apa MATI JAHILIYAH BERARTI MASUK SURGA:
Yang dimaksud “seperti mati Jahiliyah” adalah kematian dalam kesesatan, perpecahan dan tidak mempunyai imam yang dibaiat dan ditaati. (Hamisy Shahih Muslim II/136)

Apa MATI "DALAM KESESATAN" itu BERARTI MASUK SURGA:

Altair An-Nur mengatakan...

Apakah Presiden di Negara Sekuler yang terpilih melalui PEMILU yang jelas jelas mencalonkan diri itu bisa di BAEAT:
“Sekalipun kamu dipimpin oleh seorang budak Habsyi yang rumpung hidungnya, wajib kamu mendengar dan mentaatinya selama ia memimpin kamu dengan Kitabullah.” (HR.Ibnu Majah dari Ummul Hushain dalam bab Tha’atul Imam: II/201, Muslim, Shahih Muslim: II/130, At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi: IV/181 No.1706. Lafadz Ibnu Majah)

“Saya dan dua orang dari kaumku mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka salah seorang dari keduanya berkata: “Ya Rasulullah, jadikanlah kami sebagai amir.” Dan yang lainnya pun berkata demikian. Maka beliau bersabda: “Sesungguhnya kami tidak memberikan keamiran ini kepada seseorang yang memintanya dan yang menginginkannya (ambisi).” (HR.Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Ahkam: IX/80)

Apa PEMIMPIN yang di Baiat hanya yang memiliki DAULAH KEKUASAAN?:
“Sekalipun kamu dipimpin oleh seorang budak Habsyi yang rumpung hidungnya, wajib kamu mendengar dan mentaatinya selama ia memimpin kamu dengan Kitabullah.” (HR.Ibnu Majah dari Ummul Hushain dalam bab Tha’atul Imam: II/201, Muslim, Shahih Muslim: II/130,At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi: IV/181 No.1706. Lafadz Ibnu Majah)

TERNYATA BUDAK BISA DIBAIAT.... APAKAH SEORANG BUDAK ITU MEMILIKI DAULAH KEKUASAAN?

Ada BANYAK JAMAAH dengan BAIAT, HARUS PILIH YANG MANA?:
“Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Menetapilah kamu (Hudaifah bin Yaman) pada jamaah muslimin dan imam mereka (artinya: carilah Islam yang berbentuk jama’ah dan yang mempunyai imam sebagai pemimpinya), aku (Hudaifah bin Yaman), berkata: “(Bagaimana) jika tidak ada jama’ah dan imam mereka? Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Uzlah-lah (Pisahilah) segala bentuk firqoh-firqoh (ada 72 firqoh Islam), sekalipun kamu hanya makan akar / umbi pohon sehingga maut menjemput kamu sementara kamu atas keadaan demikian”. (HR. Bukhori, Kitabul Fitan).

“Dahulu bani Israil selalu dipimpin oleh para Nabi, setiap meninggal seorang Nabi diganti oleh Nabi lainnya, sesungguhnya setelahku ini tidak ada Nabi dan akan ada setelahku beberapa khalifah bahkan akan bertambah banyak, sahabat bertanya: ”Apa yang tuan perintahkan kepada kami?” Beliau menjawab: ”Tepatilah bai’atmu pada yang pertama (artinya baiat yang pertama dilakukan pada saat itu), maka untuk yang pertama dan berikan pada mereka haknya. Maka sesungguhnya Allah akan menanya mereka tentang hal apa yang diamanatkan dalam kepemimpinannya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh: II/132, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah II/204. Lafadz Muslim)

Altair An-Nur mengatakan...

TETAPILAH Al JAMAAH:
1. Umat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam- di atas kesesatan, dan tangan Allah bersama jamaah, dan barang siapa yang menyempal maka dia menyempa menuju neraka.- Tirmidzi, Bab Maa Ja’a fi Luzumil Jamaah, No. 2167

2. “Dan berpegang-teguhlah kamu sekalian kepada tali (agama) Alloh dengan jama’ah, dan janganlah kamu sekalian firqoh”. (QS. Ali ‘Imron,No. Surat: 3, Ayat: 103).

3. “Dan berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah seraya berjama’ah, dan janganlah kamu berfirqah-firqah (bergolong-golongan),dan ingatlah akan ni’mat Allah atas kamu tatkala kamu dahulu bermusuh-musuhan maka Allah jinakkan antara hati-hati kamu, maka dengan ni’mat itu kamu menjadi bersaudara, padahal kamu dahulunya telah berada di tepi jurang api Neraka, tetapi Dia (Allah) menyelamatkan kamu dari padanya; begitulah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu, supaya kamu mendapat petunjuk.” (QS.Ali ‘Imran:103 )

4. “Sesungguhnya yang sebenar-benar orang mukmin ialah
orang-orang yang beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya, dan apabila mereka berada bersama-sama Rosululloh dalam ‘Amrin Jaami’in’ (sambung berjama’ah; sesuatu urusan yang memerlukan pertemuan), mereka tidak meninggalkan (Rosululloh) sebelum meminta idzin kepadanya. Sesungguhnya orang-orangy ang meminta idzin kepadamu (Muhammad) mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya, maka apabila mereka meminta idzin kepadamu karena sesuatu keperluan, berilah idzin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. An-Nuur, No. Surat: 24, Ayat: 62).

5.“Maka sesungguhnya saja, barangsiapa yang keluar dari Al-Jama’ah kira-kira satu jengkal, maka sungguh tali Islamnya telah lepas dari lehernya kecuali jika ia kembali lagi”. (HR. Abu Daud).

6. “Maka sesungguhnya saja, barangsiapa yang memisahi Al- Jama’ah satu jengkal saja, lalu ia mati, maka ia mati dengan kematian jahiliyah”. (HR. Bukhori).

7. Kamu sekalian menetapilah pada Al-Jama’ah, dan takutlah kamu sekalian pada Al-Firqoh, maka sesungguhnya syetan bersama satu orang dan syetan itu akan menjauh dari dua orang, dan barangsiapa yang ingin berada di tengah-tengah surga maka hendaklah dia menetapi Al-Jama’ah”. (HR. Tirmidzi juz 3 hal 207).

8. “Dan ummatku akan terpecah menjadi 73 golongan, mereka semua masuk di dalam neraka, kecuali hanya satu golongan (yang tidak masuk neraka). Mereka (sahabat)
berkata: “Dan siapakah yang satu golongan itu, ya Rosulalloh? Rosululloh, bersabda: “yaitu (golongan) yang mengerjakan apa yang saya kerjakan dan yang dikerjakan oleh sahabat-sahabat saya”. (HR. Tirmidzi, No. Hadits:
2565).

9. “Barangsiapa yang beramal dalam Jama’ah, lalu benar, maka Alloh menerimanya, dan jika salah, Alloh mengampuninya. Dan barangsiapa yang beramal mencari yang Firqoh, lalu benar, maka Alloh tidak akan menerimanya, dan jika salah, maka hendaklah ia bertempat duduk pada tempat duduknya dari api (mak: di neraka)”. (HR. Thobrooni).

10. “…maka wajib atas kamu berjama’ah, karena sesungguhnya serigala itu makan kambing yang sendirian.” (HR.Abu Dawud dari Abi Darda, Sunan Abi Daud dalam Kitabus Shalah: I/150 No.547)

11. “Dan tangan (pertolongan) Alloh atas Al-Jama’ah, dan barangsiapa yang membelot, maka ia membelot ke neraka”. (HR. Tirmidzi).

Altair An-Nur mengatakan...

Al JAMAAH: adalah Wadah ISLAM dengan Baiat:
1. “Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Menetapilah kamu (Hudaifah bin Yaman) pada jamaah muslimin dan imam mereka (artinya: carilah Islam yang berbentuk jama’ah dan yang mempunyai imam sebagai pemimpinya), aku (Hudaifah bin Yaman), berkata: “(Bagaimana) jika tidak ada jama’ah dan imam mereka? Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Uzlah-lah (Pisahilah) segala bentuk firqoh-firqoh (ada 72 firqoh Islam), sekalipun kamu hanya makan akar / umbi pohon sehingga maut menjemput kamu sementara kamu atas keadaan demikian”. (HR. Bukhori, Kitabul Fitan).

2. “Sesungguhnya orang-orang yang berbai’at kepadamu sesungguhnya mereka berbaiat kepada Allah, tangan Allah di atas tangan mereka, maka barang siapa yang mengingkari bai’atnya niscaya akibat pelanggarannya akan menimpa
dirinya sendiri dan barangsiapa yang menepati bai’atnya, maka Allah akan memberikan pahala yang besar.” (Q.S. Al Fath : 10).

3. “Barangsiapa melepas tangan dari taat akan bertemu dengan Allah pada hari kiyamat dengan tidak punya alasan. Dan barangsiapa mati sedang tidak ada ikatan bai’at pada lehernya maka ia mati seperti matinya orang jahiliyah.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Umar, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh : II/136)

4. Yang dimaksud “seperti mati Jahiliyah” adalah kematian dalam kesesatan, perpecahan dan tidak mempunyai imam yang dibaiat dan ditaati. (Hamisy Shahih Muslim II/136)

5.Dari Ibnu abbas ia berkata: telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barang siapa yang melihat sesuatu yang dibencinya dari pemimpinnya, maka hendaklah ia bersabar, sesungguhnya siapa yang meninggalkan jamaah barang satu jengkal saja lalu ia mati maka kematiannya berada dalam kejahiliyaan”.(HR.Muslim 3/1477 No.1849)

6. “Tiga macam orang yang Allah tidak akan berkata kata kepada mereka pada hari kiyamat dan tidak akan membersihkan (memaafkan), dan bahkan bagi mereka siksa yang pedih. Mereka itu adalah: 1) Orang yang mempunyai kelebihan air di tengah jalan tetapi menolak permintaan orang yang dalam keadaan bepergian, 2) Orang yang berbai’at pada seorang imam, tetapi tidaklah ia berbai’at kecuali karena dunia, jika diberi menepati bai’atnya dan
jika tidak diberi (ditolak tuntutannya) ia tidak menepatinya, 3) Orang yang menjual barang pada orang lain setelah ‘Ashar dan bersumpah dengan nama Allah, sungguh akan diberikan dengan ketentuan begini dan begini, lalu ia membenarkannya dan hendak mengambilnya, tetapi ia tidak memberikannya.” (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Ahkam: IX/99, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah II/204, At-Tirmidzi, Sunan At Tirmidzi IV/128 No: 1595. Lafadz Al-Bukhari)

7. “Dahulu bani Israil selalu dipimpin oleh para Nabi, setiap meninggal seorang Nabi diganti oleh Nabi lainnya, sesungguhnya setelahku ini tidak ada Nabi dan akan ada setelahku beberapa khalifah bahkan akan bertambah banyak, sahabat bertanya: ”Apa yang tuan perintahkan kepada kami?” Beliau menjawab: ”Tepatilah bai’atmu pada yang pertama (artinya baiat yang pertama dilakukan pada saat itu), maka untuk yang pertama dan berikan pada mereka haknya. Maka sesungguhnya Allah akan menanya mereka tentang hal apa yang diamanatkan dalam kepemimpinannya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh: II/132, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah II/204. Lafadz Muslim)

8. “Kami berbai’at kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mendengar dan taat, baik dalam keadaan semangat ataupun lemah (berat), dan untuk tidak menentang perintah kepada ahlinya serta untuk menegakkan (kebenaran) atau berkata dengan benar di manapun kami berada, tidak takut dalam membela agama Allah dari celaan orang-orang yang mencelanya.” (HR. Al Bukhari dari Ubadah bin Shamit, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Ahkam: IX/96, Muslim, Shahih Muslim: II/132, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah II/202, An-Nasai, Sunan An-Nasai VII/137-138. Lafadz Al-Bukhari)

Altair An-Nur mengatakan...

9. “Barangsiapa mati dan silehernya tidak ada baiat, maka sungguh dia telah melepas ikatan Islam dari lehernya”[Dikeluarkan oleh Muslim dari Ibnu Umar]

10. “Barangsiapa berjanji setia kepada seorang imam dan menyerahkan tangan dan yang disukai hatinya, maka hendaknya dia menaati imam tersebut menurut kemampuannya. Maka jika datang orang lain untuk menentangnya, maka putuslah ikatan yang lain tersebut” [Dikeluarkan oleh Muslim dan Abu Dawud dari Abdillah bin Amr bin Ash]

11. “Dan barangsiapa yang berbaiat kepada seorang imam lalu bersalaman dengannya (sebagai tanda baiat) dan menyerahkan ketundukannya, maka hendaklah dia mematuhi imam itu semampunya. Jika ada yang lain datang untuk mengganggu imamnya (memberontak), penggallah leher yang datang tersebut.” (HR. Muslim no. 1844)

12. Dari sahabat nabi Abu hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ia bersabda: “Barang siapa yang mentaati aku sungguh ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang durhaka padaku sungguh ia telah mendurhakai Allah, barang siapa yang taat pada pemimpin sungguh ia telah taat padaku, dan barang siapa yang durhaka pada pemimpin sungguh ia telah durhaka padaku”. (HR.Muslim 3/1466 No.1835)

MAU BANTAH DALIL DIATAS PAKAI PENDAPAT ENTE?..PENDAPAT ULAMA/SYECH/HABIB ENTE?

PENDAPAT=DIPANGGANG DI NERAKA

(al-Turmuzi berkata): Sufyan bin Waki’ menceritakan kepada kami, (Sufyan berkata): Suwaid bin `Amr al Kalbi menceritakan kepada kami, (Suwaid berkata): Abu `Awanah menceritakan kepada kami dari `Abd al A`la dari Sa`id bin Jubair dari Ibn `Abbas dari Nabi Saw, beliau bersabda; takutlah kalian (hati-hati dalam memegangi) hadis-hadis dariku kecuali yang benar-benar telah aku ajarkan kepada kalian, barangsiapa berbohong atas namaku secara sengaja, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya dari api neraka, siapa yang mengatakan sesuatu tentang al-Qur’an dengan ra’yu nya (PENDAPATNYA) maka hendaklah ia menempati tempat duduknya dari api neraka

Jagalah diri untuk menceritakan dariku kecuali yang kalian ketahui, barangsiapa berdusta atas nama ku maka bersiap-siaplah untuk menempati tempatnya di NERAKA dan barangsiapa mengatakan tentang Al-Quran dengan pendapatnya maka bersiap-siaplah menempati tempatnya dineraka (HR At Tirmizi: 2875)

Nabi bersabda: "Sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat dan ceritakanlah dari bani Israil dan tidak ada dosa, barangsiapa berdusta atas namaku dengan sengaja maka hendaklah dia menempati tempat duduknya dari neraka". (HR At Tirmidzi 2593)

Anonim mengatakan...

lalu apa yang ingin anda sampaikan dengan hadist2 tersebut?