بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

SAKSI HIDUP DALAM SEJARAH "PAK NUR ASNAWI"

PAK ASNAWI>>>siapa yang ga kenal dengan nama beliau,nama beliau selalu di sebut-sebut sebagai konco dekat mbah Nurhasan.Maka ada saksi hidup dan mereka langsung bertanya kepada Mbah Asnawi tentang peranan Nurhasan Madigol semasa di makkah...
Pemuda-pemuda ini mempersaksikan dengan bersumpah DEMI ALLAH,dengan diskusi dia ama pak Asnawi sebelum Mbah asnawi meninggal.

Dalam dialog ini di hadiri langsung oleh mereka dan menjadi saksi-saksi adalah
1. Henry Gunawan Ardhi - 081320527727 -02270005354
2. Fery Nayoan Ardy - 081374706995 - 0818231851
3. Abu Abdurrohman - 085717848282

kejadian ini terjadi pada tanggal 20 maret 2003 Jamnya Ba'da dzuhur sampai asar,di kediaman beliau pondok balung jeruk-Pare Kediri.

pertama : apa benar pak Nurhasan itu pernah mengimami di masjidil harom,jawab beliau"oh ya tapi mengimami aku sholat keri (solat yang ketinggalan).jadi abah kuwi ngimami aku sholate wong keri alias imam kedua". jadi ga benar pak Nurhasan itu mengimami di masjidil harom.

kedua : apa benar pak nurhasan itu pernah mau di jadikan juru hukum/qodhi di makkah? jawab beliau"ora bener kuwi,sebape wong kono wis ono generuse dewe tur pinter-pinter,nggak koyo indonesia pada waktu itu goblok-goblok.

ketiga : apa benar pak Nurhasan itu pernah mau di jadikan orang kerajaan? jawabnya"iku luwih ora bener maneh,merga'ne aku ambe abah lan konco-konco liyane ning kamar di kunci ko njero,la awa'e dewe guyonan,guyoni abah,dilo'ne King-King King,kuwi boso inggris sing artine rojo, lah sing wong jobo kamar kuwi kerungu di arani abah arep dadi wong kerajaan saudi

ke empat : apa benar pak Nurhasan itu masuk sumur zam zam utk mengambil timba yang banyak ketinggalan di dalam sumur.jawabnya "ora bener kuwi,sebape sejarae sumur zam zam kuwi ora ene sing leboni wong,merga'no sempit,dadi piye le arep njuku wong sumure sempit ora iso di leboni wong".

ke lima : apa bener abah kuwi lulusan terbaik darul Hadits.jawab beliau"ora bener,merga'ne abah ningkono dodolan liwet.jarang ngajine akeh dodolane(lebih banyak waktunya utk jualan daripada mengaji.


semoga jadi rujukan ilmiah....

Menikah ala Islam Jamaah.....LD11

Masalah nikah dalam doktrin islam jamaah sangatlah sakral,persyaratan yang harus anda miliki bila nikah dgn orang LD11

1.sudah berbaiat pada imamnya.
2.memiliki kepahaman kuat,bahwa selain di kelompoknya adalah neraka.
3.di saksikan baik dalam hal 5 bab, sambung dan infaq persenannya.
4.menerima dengan ikhlas bahwa imam yang berhak menikahkan dengan cara rahasia sebelum ke KUA.

Apabila telah memenuhi kriteria di atas,pria bisa menerima atau meminta blanko kepada pengurus tim perkawinan. blanko SL (surat lamaran) di isi sesuai data yang ada.
sebagai contoh blanko di bawah ini di peruntukkan buat pria yang ingin melamar pada perempuan yang ingin di nikahinya.

setelah di isi kemudian di serahkan pada tim perkawinan,maka tim perkawinan akan siapa meluncurkan milisi SL kepada perempuan yg jadi targetnya.



KEREN BUKAN....
SETELAH ITU....pengurus bertatapan atau melakukan lawatan khusus menyampaikan SL dari si fulan bin fulan,apabila di terima lamarannya maka perempuan akan mengisi blanko di bawah ini.



Nah untuk pelaksanaan ND (nikah dalam),Imamnya yang akan menentukan waktu serta pelaksaannya,karna mengingat pernikahan ini adalah pernikahan rahasia maka waktu dan tempatnya benar-benar di sterilkan.jangan sampai orang luar (orang luar jamaahnya)mengetahui perkara ini.

setelah ND,maka harus bergegas mencari sertifikat halal dari pemerintah/KUA,dalam arti nikah ke KUA sebagai bentuk "kamuflase" hanya untuk mendapatkan buku nikah,atau agar di katakan warga negara yang baik.

Namun bila si perempuan ini adalah orang HUM/wong jobo/non LD11,maka berhentilah utk berangan-angan demikian,apabila di paksa akan terjadi sperti cerita di bawah ini.
klik disini
sebaliknya....kalau pria ini adalah orang HUM/wong jobo/non LD11 maka akan di doktrin atau di masak menggunakan doktrin karbitan,(sing penting dee wis beat).
rentetan cerita di atas adalah yang pernah saya alami??? apakah anda demikian???

LDII Pacitan Tipu Seorang Gadis untuk Lakukan 'Nikah Dalam'

Hidayatullah.com--Seorang gadis berusia 22 tahun asal Pacitan, Jawa Timur, bernama Ima Lestari dinikahi secara rahasia tanpa sepengetahuan bapaknya.

Sang pria, seorang warga LDII bernama Agus Susanto (32) beralasan, pernikahan rahasia di hadapan jamaah LDII harus dilakukan karena pernikahan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) dinilai tidak sah. Karena KUA bukan orang LDII/Islam Jamaah.

Hal ini disampaikan dalam pertemuan antara pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kab. Pacitan dengan Forum Ruju' Ilal Haq (FRIH) - wadah para aktivis mantan LDII/Islam Jamaah - Kamis 16/6, di Pacitan.

Imam Nasai dari FIRH mengatakan, Ima mengaku telah dinikahi oleh Agus di hadapan para jamaah LDII pada tanggal 14 Januari 2011 di Kota Pacitan. Kepada hidayatullah.com, Ima mengatakan, sebenarnya pihak keluarganya dan keluarga Agus telah sepakat pernikahan dilakukan pada 24 Januari. Tetapi pada 14 Januari, Agus mendadak mengajak Ima untuk menghadiri ta'lim LDII di Pacitan dan meminta Ima agar membawa pakaian salin.

Ternyata, kata Ima, yang terjadi kala itu bukanlah pengajian, melainkan acara ijab-kabul antara dirinya dengan Agus dengan penghulu dan saksi-saksi para jamaah LDII.

Ima mengaku, saat itu dirinya terkejut dan hanya bisa pasrah. Kemudian Agus membawa Ima ke rumahnya dan bergaul layaknya suami-istri, sebelum Ima dikembalikan ke rumahnya dua hari setelah kejadian.

Ayah Ima, Mujiono, mengatakan, dua atau tiga hari sebelum 14 Januari dirinya sempat diminta oleh Agus untuk menandatangani selembar kertas bertuliskan huruf Arab. Mujiono yang buta huruf mengira itu adalah surat untuk urusan KUA, dia pun menandatanganinya.

Kata Imam Nasai, ternyata surat beraksara Arab itu adalah surat pernyataan penyerahan hak untuk mewalikan Ima dari ayahnya kepada pihak LDII/Islam Jamaah.

Kata Imam, dalam LDII ada istilah "nikah dalam" (ND). Yakni nikah ala LDII sebelum dinikahkan di KUA. Hal itu dilakukan, karena LDII berkeyakinan orang di luar jamaahnya adalah kafir dan tidak berhak menikahkan mereka. Sedangkan catatan KUA tetap diperlukan untuk keperluan administrasi.

Rencana pernikahan Ima dan Agus di hadapan petugas KUA tanggal 24 Januari tetapi terlaksana. Sedangkan Mujiono yang menjadi wali bagi Ima tidak menyadari putrinya telah "dinikahi" lebih dulu oleh wali yang sama sekali tidak deketahuinya.

Sejak dua pekan lalu Ima dijemput orang tuanya. Dengan pendampingan FRIH, tgl 6 Juni Ima melaporkan Agus ke Polres Pacitan atas tuduhan telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga. Pada 14 Juni kedua pihak sepakat untuk berdamai dan mencabut laporan di kepolisian.

Namun, pihak Ima dan FRIH tetap memperkarakan masalah pernikahan rahasia yang dilakukan oleh Agus dan jamaah LDII.

Mendengar penjelasan Agus, Ketua MUI Pacitan KH. Samanhudi mengatakan, pernikahan rahasia tersebut tidak sah karena tidak menyertakan wali yang sah, yakni ayahnya Ima.

Kepala Kantor Urusan Agama Kab. Pacitan, Akhmad Munib Siroj, mengatakan Imam dan Agus bisa diceraikan. Dan, soal insiden nikah dalam bisa dilaporkan ke Bakor PAKEM di Kejaksaan Negeri Pacitan sebagai masukan untuk mengungkap penyimpangan-penyimpangan LDII.

Paman Agus, Giran (62), yang dikabarkan telah menjadi wali hakim bagi Ima membantah telah terjadi pernikahan rahasia sebelum di KUA. "Itu tuduhan," kata Giran yang ditemui hidayatullah.com di rumahnya.

Sedangkan Agus, hingga sekarang belum bisa ditemui dan dihubungi. Rumah tinggal Agus dan orang tuanya di Dusun Karanganom, Desa Klepu, Donorojous, Pacitan tertutup rapat, meski mobil yang biasa dipakai Agus sebagai angkot diparkir di depan rumah.*
sumber hidayatullah.com

GHULUW DALAM SESUCI

Masihkah anda ingat tentang kiat sesuci ala LDII.... Anda yang mantan atau bukan insya Allah masih berbekas dalam ingatan perihal sesuci yang memberatkan diri kita.
Masihkan anda ingat pula tentang paradigma baru atau direkrori LDII yang mengelak bahwa mereka tidak menajis-najiskan manusia diluar kelompoknya.

Inilah kenyataan yang tak bisa terelakkan....sesuai dengan pengalaman pribadi yang akhir-akhir ini hidup dan berinteraksi di kalangan mereka. dan tentunya saya sekeluarga yang sudah keluar dari kelompok ini di samaratakan pula dgn kaum muslimin yang di anggap kafir dan najis. perlakuan serupa pun di berlakukan kepada kami.

Apabila saya keluar dari kamar mandi,maka bak mandi mereka akan penuhi air sampai meluap (luber),namun apabila ada yang sesama kelompoknya yang menggunakan air dalam bak tersebut maka tidak di jadikan masalah,karna anggapannya "podo-podo bolo dewe wis ngerti suci najis.
apabila mereka sholat dan mereka pula yang mengimami,saya pun sholat di belakang mereka,namun bila saya yang jadi imam mereka lebih memilih untuk solat sendiri-sendiri.
Apabila saya atau anak saya masuk ke masjidnya dengan tanpa cuci kaki maka serentak di teriak "gak suci,najis" sambil anak-anak mereka serta merta membatasi dengan apa saja bekas-bekas pijakan kaki saya atau anak saya,setelah itu mereka pel.
apabila mereka bertamu dan dalam keadaan menggunakan pakaian yang sekiranya suci,maka mereka tidak akan duduk di tikar yang telah di alas sebagimana mestinya. mereka lebih memilih mengambil koran atau kertas.kardus utk di alas pada tempat duduk mereka.

Perhatikan Gambar di atas yang telah saya ambil ketika mubalig daerah datang berkunjung kerumah,sebagai salah satu contoh sikap mereka. ada tikar yang sudah di gelar/di alas tapi tetap aja memilih karton atau koran di jadikan alas.

tabahlah wahai istriku.....

engkau adalah ibu dari anak-anakku....
engkau adalah maktabah dari anak-anakmu....
didiklah anak-anakku dengan rindang dan teduhnya ajaran sunnah....

bila pun engkau di maki oleh saudaramu,kerabatmu karna telah meninggalkan klan aqidah takfiri....
maka sesungguhnya ada satu rahasia manisnya iman yang kita rasakan....
bahwa aku akan tetap tabah meskipun keluargamu mengucilkanmu,mengusirmu...
memperlakukan dirimu layaknya kuffar yang hina....

aku sayang kamu....aku begitu tambah mencintaimu ketika kamu tegar di atas sunnah....
buktikan bahwa dirimu bisa menjalankan hari-hari pahit bersamaku...
dan bersabarlah ketika kita harus di usir karna berbeda aqidah...
dan tetaplah berbuat baik kepada saudaramu keluargamu meski mereka sengak melihatmu dengan cadar yang kau balur untuk mencintai Allah...

inilah nikmat.....
dulupun demikian bahwa kita pernah mengkafirkan kaum muslimin diluar kelompoknya,bahkan orang tua sekalipun yang tidak sepaham dengannya......
maka dengan yang menyakitkan ini kita jadikan ibroh....bahwa ibadah kita berada di atas tauhid bukan karna takut ga di saksikan baik oleh penggusur keimanan.


dari aku yang mencintaim,u......

ada apa dengan ND (penipuan syahwat)

Selengkapnya ada akhwat bernama Ima Lestari

domisli di Donorejo Pacitan. berkenalan dengan laki-laki bernama Agus

Dlm perkenalan itu, ortu ima, yg awam akan agama disuruh tanda tangan surat bertuliskan pegon (arab gundul melayu) yang intinya : untuk penyerahan wali terhadap pengurus ldii untuk di nikahkan anaknya.dan dari pihak LDII tidak menjelaskan apa isi surat itu.
Padahal orang tuanya sama sekali bahkan tidak tau menahu akan perihal dan maksud dari isi surat itu.
Dan Ima pun di ajak kesuatu tempat ,yang mana si Ima di ajak untuk mengaji bersama LDII.
ternyata di dalamnya yang di jumpai bukanlah pengajian yang di maksudkan,akan tetapi sudah ada pengurus tim perkawinan beserta jajarannya yang siap melaksanakan akad nikah Ala islam Jamaah yang di sebut ND (nikah dalam). Memang sudah di rencanakan oleh pengurusnya untuk mengadakan ND.
SI Ima memang sejatinya belum begitu mengenal agama,sehingga nunut aja apa yang di tandaskan oleh Agus Susanto apalagi di janjikan masuk surga dengan berjamaah ala mereka. akhirnya tanpa sepengetahuan Ima ikut dalam baiat surat dan nikah ND....(nikah dalam).

Setelah terlaksananya ND barulah Ima di beri tahu bahwasanya dia saat itu menjadi istrinya si Agus Susanto,Ima merasa lilnglung dan merasa tertipu yang sedianya di ajak mengaji kok tiba-tiba di ajak nikah.ancaman pun terhadap Ima di lancarkan "kalau kamu membocorkan perihal ini kamu akan masuk neraka". Ima pun ketakutan dengan ancaman tersebut.sehingga dia memilih tutup mulut kejadian yg terjadi yang baru di alaminya.


Ima pun di doktrin bahwa setelah acara ND ini kamu jangan membocorkan perihal ini pada siapa-siapa.agus berkata"bahwa diluar jamaah kita adalah orang kafir termasuk orangtuamu".

selama satu minggu stlh ND, Agus dan Ima melakukan hubungan layaknya pasutri, padahal KUA belum meresmikan dan ortu nya tidak tahu bahwasanya anaknya sudah di nikahi oleh Agus.acap kali Agus ingin melakukan hubungan intim si Ima di ancam dengan hal serupa.
stlh melakukan hubungan intim ima bercerita terhadap ortunya
akhirnya ima pingsan, karena ortunya marah.. .maka KUA pun berlangsung dilaksanakan setelah seminggu ND.
dlm pernikahan berjalan mulai dari januari Ima selalu mendapatkan perlakuan KDRT
kekerasan psikis yang akhirnya menimbulkan tanda tanya dalam dirinya
apakah ldii ini ajaran yang benar?
lalu Ima bertanya kepada kaka iparnya tntg
ajaran ldii itu...
dijawabnya bahwa ldii itu adalah sesat!

setelah itu Ima bergejolak stres dengan hal yang menimpa dirinya, dia selalu mendapatkan kekerasan demi kekerasan... diancam dan disekap
bahkan tidak di nafkahi dan juga tidak boleh berhubungan dengan keluarganya.


Dua minggu yang lalu akhirnya orang tua menjemput
karena tidak ada kabar selama 4 bulan lamanya.
setelah di jemput orangtuanya mennyadari bahwa ldii itu sesat
karena sudah menyia-nyiakan anaknya
dan sudah ,merenggut keperawanan oleh Agus Susanto pada saat ND tanpa wali darinya dan sebelum diresmikan oleh KUA.

Tanggal 6 juni akhirnya kita melaporkan ke polisi atas perilaku Agus Susanto.
yang punya pemahaman mengkafirkan kaum muslimin
sedangkan besok jam 9 pagi kita dipanggil menghadap polres Pacitan untuk menindak lanjuti laporan pada tanggal 6 juni yang lalu sekalian di pertemukan dengan agus susanto, sudah dua hari ini keluarga ima di datangi terus dan terus oleh keluarga Agus susanto yang intinya ingin berdamai saja ala kekeluargaan dengan tidak melaporkan pada pihak berwajib.

setelah pemanggilan polisi
kasus ini sudah diketahui oleh pihak hidayatullah.com, voaislam.com, eramuslim.com, dan tvone.com serta Republika.com untuk meliput setelah dipengadilan
tujuannya untuk membongkar kebusukan ldii
selama ini yang belum pernah terungkap
jadi kami mohon mas untuk bisa ta'awaun terhadap musibah menimpa keluarga ima.

Dari sini fitnah ke sana juga fitnah

assalamu alaikum....sobat...baik kawan-kawan ku yang masih ada di 354 atau yang sudah ruju'....
terasa hawa panasnya di tempatku ini (SOLO) menuai kecaman dan fitnah dari para pengekor imamiyah nurhasaniyah.

saya belum lama duduk di rumah dan menerima tamu-tamu dari saudara LDII ,dan ternyata beberapa di antara mereka menginginkan agar saya sekelaurga kembali lagi bersama di pangkuan LDII,sambil mereka berkata" jangan hanya karna uang 20 juta kamu meninggalkan surgamu", Kembali saya bertanya lagi" maaf informasi dari mana saya ikut salafy di berikan uang 20 juta "...
mereka menjawab" dari beberapa pengurus".... subnahallah,,,ini kedustaan apalagi....emang siapa yanga mau memberikan uang 20 juta???" jwab mereka " ya>>>siapa lagi kalau bukan pimpinan salafy".

beberapa saat kemudian ada yang mempertanyakan status jamaah saya terdahulu lewat istri saya" apakah suamimu itu sebelum menikahimu bahwa dia adalah benar-benar orang jamaah?.


kenapa beritanya tentang keadaan keluarga saya beredar hanya seputar masalah materealism hingga harus meninggalkan LDII....

ternyata tiga tahun sudah saya tinggalkan LDII setelah bertemu dengan mereka tidak ada perubahan yang sering mereka runcingkan di hadapan jamaahnya.

tetap saja mengkafirkan kaum muslimin diluar kelompoknya,tetap saja ghuluw terhadap sesuci. tetap saja ga mau sholat berjamaah kalau imam shalatnya bukan dari kelompoknya. acapkalai saya shalat dan mengimami shalat berjamaah mereka enggan bermakmum di belakang saya malah lebih baik memilih untuk sholat sendiri atau tidak mau ikut shalt berjamaah.


kenyataan yang saya alami masih seperti dulu......

kapan kalian akan kembali kepada Quran dan Sunnah wahai saudaraku.....