بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

Dari sini fitnah ke sana juga fitnah

assalamu alaikum....sobat...baik kawan-kawan ku yang masih ada di 354 atau yang sudah ruju'....
terasa hawa panasnya di tempatku ini (SOLO) menuai kecaman dan fitnah dari para pengekor imamiyah nurhasaniyah.

saya belum lama duduk di rumah dan menerima tamu-tamu dari saudara LDII ,dan ternyata beberapa di antara mereka menginginkan agar saya sekelaurga kembali lagi bersama di pangkuan LDII,sambil mereka berkata" jangan hanya karna uang 20 juta kamu meninggalkan surgamu", Kembali saya bertanya lagi" maaf informasi dari mana saya ikut salafy di berikan uang 20 juta "...
mereka menjawab" dari beberapa pengurus".... subnahallah,,,ini kedustaan apalagi....emang siapa yanga mau memberikan uang 20 juta???" jwab mereka " ya>>>siapa lagi kalau bukan pimpinan salafy".

beberapa saat kemudian ada yang mempertanyakan status jamaah saya terdahulu lewat istri saya" apakah suamimu itu sebelum menikahimu bahwa dia adalah benar-benar orang jamaah?.


kenapa beritanya tentang keadaan keluarga saya beredar hanya seputar masalah materealism hingga harus meninggalkan LDII....

ternyata tiga tahun sudah saya tinggalkan LDII setelah bertemu dengan mereka tidak ada perubahan yang sering mereka runcingkan di hadapan jamaahnya.

tetap saja mengkafirkan kaum muslimin diluar kelompoknya,tetap saja ghuluw terhadap sesuci. tetap saja ga mau sholat berjamaah kalau imam shalatnya bukan dari kelompoknya. acapkalai saya shalat dan mengimami shalat berjamaah mereka enggan bermakmum di belakang saya malah lebih baik memilih untuk sholat sendiri atau tidak mau ikut shalt berjamaah.


kenyataan yang saya alami masih seperti dulu......

kapan kalian akan kembali kepada Quran dan Sunnah wahai saudaraku.....

Comments
34 Comments

34 Response to "Dari sini fitnah ke sana juga fitnah"

Anonim mengatakan...

Alhamdulillah , semoga antum tetap istiqomah sampai waktu yang ditentukan.

Berita palsu dan fitnah murahan juga sering datang kepada saya , dan sayangnya pada saat saya tanggapi serius mereka malah pada mengalihkan pembicaraan yang tidak ada relevansinya sama sekali dari awal subhat yang ditiupkan.

Sangat beda sekali laksana langit dan bumi , timur dan barat , antara ahlu sunnah dengan ahlu bidah .

Demi mempertahankan eksistensinya , ulama / da'i / ustad islam jamaah rela untuk berbohong , tidakkah mereka takut pada hari pengadilan yang semua tabir akan tersingkapkan ???
Berapa banyak hati-hati yang ikhlas telah mereka belokan ke jurang kenistaan ??
Betapa pilu hati ini kala sadar akan langkah yang telah tertempuh .

Ya Allah , Engkaulah Dzat yang membolak-balikan hati , bimbinglah hati dan amal ini seperti yang Engkau kehendaki dan kuatkanlah kami dalam menghadapi fitnah dan cobaan yang Engkau berikan.

Ya Allah , limpahkanlah rahmah dan hidayah-Mu kepada seluruh saudara kami ahlu sunnah , persatukan persaudaraan kami dalam kecintaan kepada-Mu serta ajaran Rasul-Mu .
Jangan satukan hati kami dalam penentangan kepada ajaran-Mu dan Rasul-Mu.

Anonim mengatakan...

jangan pernah gentar menghadapi ulah warga 354..mereka tak punya hujjah,yg ada hanya tuduhan..dan ini sering di lakukan dan di dengungkan kpd rukyah 354,bahwa warga yg keluar karena iri,pgn buat tandingan,ingin harta dll..tapi sayang,warga LDII,CUMA MANGGUT MANGGUT...NGAJINYA KAYA KERBAU DI COCOK HIDUNGNYA..RELA DI BAWA KESANA KEMARI DLM KEBODOHAN DAN KESESATAN..

Anonim mengatakan...

SEMOGA DALAM WAKTU DEKAT..PARA PETINGGI LDII SADAR..MERENUNGI..SELAMA INI MEREKA ISI PERUT MEREKA DENGAN MAKANAN YG HALAL ATAU HARAM..ISRUN..INFAQ PERSENAN YG TIAP BULAN MEREKA MENGEMIS KPD PARA JAMAAH..APAKAH INI MANGKUL DARI RASULULLAH???ATAU MANGKUL DARI SYAITHON??? UPETI 10 %...ADAKAH NABI YG MULIA..MENETAPKAN UPETI SEMACAM INI...SADARLAH...SEBELUM API MEMBAKAR PERUTMU WAHAI PEJABAT LDII...!!!H

Anonim mengatakan...

kenapa yah...aqidah LDII berubah ubah...padahal sepeninggal nabi muhammad islam telah sempurna.tidak perlu di tambah atw di kurangi...tapi ijtihad imam LDII malah membuat dan mengada-ada syariat tersendiri yg menyelisihi sunnah nabi..mereka membuat baiat kelompok..bidah infaq persenan,qurban kelompok lebih dr 7 orang,surat tobat lengkap dg tandatangan,surat sambung jamaah dll..hati hati sedulur..alangkah baiknya qt mangkul kpd ulama saudi langsung,makkah dan madinah..toh pusat kemarin juga mendatangkan ulama dari sana.tapi sayang ga ada yg berani tanya tentang konsep jamaah & baiat yg benar kpd ulama tsb.hijrahlah sebelum ajal menjemput...mangkul ga cuma dari mbah nurhasan..kenyataanya kholil juga ke makkah untuk menuntut ilmu lagi...artinya di kediri ilmunya belum lengkap...dan di saudi lebih banyak ulama dan fahamnya banyak berbeda dg LDII..banyak ustadz pulang dari sana yg fahamnya menyelisihi LDII..tapi kholil sepertinya menyembunyikan ilmu sebenarnya ttg Konsep imamah dan baiat..kalo memang LDII jamaah paling pol...dan Islam jamaah satu satunya masuk surga..bagaimana dg rakyat saudi yg tdk baiat dan gabung dg jamaah LDII..artinya...LDII BUKAN JAMAATUL MUSLIMIN...TAPI FIRQOH(SEMPALAN DLM ISLAM)....harap crosscek ke ustadz salafy yg sdh langsung belajar ke ulama2 makkah dan madinah..

Anonim mengatakan...

yang menghalangi seseorang dari hidayah adl kesombongan..(meremehkan orang lain dan menolak kebenaran).jika telah sampai hujjah dari al quran dan hadist yg shahih...hendaklah qt ruju ilal haq..jangan mengandalkan pemahaman dari hadist yg kita paksakan maknanya hanya karena kita telah lama masuk LDII..semua berdalil dg Al Quran & Hadist tp fahamnya berdasar imam kelompok..imam lokal.tidak mendunia...itulah firqah..yg oleh nabi muhammad qt di suruh untuk meninggalkan firqoh2 tsb dan tetap berpedoman Al Quran dan Sunnah sampai ajal menjemput.

Anonim mengatakan...

ADA YG TAHU NGGA??NAMA ABDUL AZIS SHULTHON AULIA..MAKSUDNYA APA...ABDUL AZIS SULTANNYA PARA WALI ??WALI SETAN ATW WALI ALLOH YA...???WALI KO NGAKU2 WALI...TU BUKAN WALI NAMANYA....TAPI WALI MURID KALI YAH.......

Anonim mengatakan...

rapatkan barisan , jaga persatuan dalam aqidah yang haq serta berakhlak-lah yang baik .... itulah sebaik-baiknya umat .

jangan biarkan setan bermain-main diantara kita , maka senantiasa bermohonlah kepada Allah agar dijauhkan dari godaan syetan yang terkutuk.

Anonim mengatakan...

Abdul Aziz bin Madigol Addajjal burengeyun adalah nama Imam jamaah QHJ 354. Orang ini adalah anak dari Nurhasan madigol sang pelopor kesesatan 354 dan adik dari imam jamaah 354 sebelumnya yang bernama Abdu Dhohir. Secara formal, imam-imam 354 tidak mengenyam pendidikan yang memadai dan tidak juga intensif bertaklim pada keilmuan agama yang lurus. jadi imam 354 itu sebenarnya jauh dalam kapasitas keilmuan. Generasi Nurhasan dan kroninya adalah orang-orang bodoh yang bisa membodohi orang-orang bertitel-titel panjang macam Prof Dr Abdulah SAm APU sang ketua umum LDII, sehingga orang-orang di DPP LDII yang konon memiliki pendidikan yang baik menjadi budaj dan boneka rezim madigol dan kasmudi. mereka diperalat dan dibodohi oleh orang-orang bodoh dari burengan itu, khususnya dari wangsa nurhasan aduwullah.ironis sekali.

Abdul Aziz bin Madigol pun aktor utama bersama-sama kasmudi dalam kasus penipuan ponzischemes maryoso yang membuat pengikutnya tertipu sampai jatuh miskin. Tapi berhubung keluarga nurhasan diotak para pengikutnya adalah faktor utama untuk masuk surga dan selamat dari neraka dan penentu sah atau tidak sahnya keislamana, maka walaupun sudah ditipu baik dunia dan akhirat oleh pimpinan 354 dan imamnya, para pengikut tetap saja mengkultuskan dan mentogutkaan imamnya. itulah output dari bertaklid pada ajaran nurhasan: hancurnya akal dan budi dan menjadi dungu.

Abdul Aziz mempunyai gelar atau nama lain yaitu Sulthon Aulia , karena memang imamah 354 menganggap dirinya adalah sulthon ( penguasa), ini adalah proyeksi dari ambisi dan obsesi akan kekuasaan dari keluarga nurhasan, tapi mereka ngga mampu mewujudkan imamah/sultoniyah dalam bentuk real, maka ditempulah jalan menyesatkan ke otak para jamaah 354 dengan menyimpangkan dalil dan makna hakiki dari pengertyian Al Jamaah wal Imamah. Rukyah 354 hanya tahu bahwa imam itu adalah pengganti Nabi secara spiritual dan syariat. Makanya tidak heran kalau pengikut 354 memposisikan nurhasan diposisi kenabian dan menganalogikan teman-teman nurhasan sebagai sahabat nabi dan generasi 354 sekarang dianalogikan generasi tabiin. Ini adalah pemanjaan syahwat dari keluarga nurhasan. Dan memang ini tujuan dari elit 354 yang tidak disadari pengikut 354.

Maka jadilah daulah imajiner dan khayali ala imamah 354. Nama Sulthon Aulia adalah untuk menciptakan citra bahwa imam 354 adalah seorang sulton/raja yang menjadi kekasih Allah. Ini adalah trik primitive dalam pengkatrolan charisma untuk terus menancapkan kekuasaan dan pengaruh di otak para pengikutnya. Pada hakikatnya, imamah 354 bukanlah Sulthon Aulia tapi Syeithon Aulia (kekasih setan), ini lantaran elit 354 dan imamnya terus secara sistematis dan sistemik menyimpangkan pengikutnya dalam lembah jahanam dengan embel-embel quranhadits.

Imam 354, kasmudi, ring 1, pakubumi dan tokoh 354 berada di garda terdepan dalam menghadapi murkaAllah lalu diikuti oleh para muqolid dan fanatikusnya. Segeralah selamatkan diri dan keluarga dari hizbi bebahaya ini

Anonim mengatakan...

--SIAPAKAH YANG AHLI DUSTA ALIAS NGIBUL, AHLI NIPU, AHLI MEMBUNUH KARAKTER ORANG2 YANG KRITIS DENGAN FAHAM ISLAM JAMAAH, JAWABANNYA ADALAH : PARA PEMBESAR ISLAM JAMAAH MULAI DARI SULTHON AULIA IMAM ISLAM JAMAAH, WAKIL 4, PARA MUBALIGH PAKUBUMI DAN BANYAK AKTOR DIDALAM KERAJAAN ISLAM JAMAAH/LDII YANG TERPAKSA BERWATAK SYETAN KARENA BANYAK DICEKOKI FASILITAS HARAM, TERMASUK ULAMA KEBANGGAAN ISLAM JAMAAH/ LDII YAITU AZIZ DAN KHOLIL.

PAK KHOLIL BUSTOMI DAN AZIZ SAYA HANYA INGIN BERTANYA KENAPA ANTUM BIARKAN KESESATAN/ KEBEJATAN DIDALAM LDII/ ISLAM JAMAAH, BUAT APA ANTUM JAUH2 BELAJAR KE TANAH HAROM, TAPI ANTUM GA BERKUTIK MENGHADAPI PARA PENJILAT DI TUBUH LDII/ ISLAM JAMAAH, SEGARALAH BERESIN KESESATAN YANG ADA DI JAMAAH LDII/ ISLAM JAMAAH SEBELUM ALLOH YANG BERTINDAK MENGHANCURKANNYA,

JANGAN BANGGA DENGAN LDII/ ISLAM JAMAAH, KARENA LDII BANYAK UANG HARAM HASIL MENGGELAPKAN UANG JAMAAHNYA DI BISNIS BODONG MARYOSO,

INGATLAH WAHAI PARA PEMBESAR ISLAM JAMAAH, KASUS BISNIS BODONG MARYOSO KALO GA DITUNTASKAN AKAN MENJADI BOM, YANG AKAN MENGHANCURKAN ISLAM JAMAAH/ LDII.

PAK KETUA UMUM LDII SANG PROFESOR ABDULLAH SYAM, KENAPA ANTUM MAU DIPERALAT OLEH KEAMIRAN JAMAAH, UNTUK MENUTUPI SESATNYA ISLAM JAMAAH/ LDII ? ANTUM ADALAH ORANG TERHORMAT, KENAPA ANTUM MAU JADI BAMPER ISLAM JAMAAH/ LDII ?.

PAK ABDULLAH SYAM, BELAJARLAH DENGAN PARA ULAMA DI MEKAH MADINAH YANG ILMUNYA MUMPUNI DAN DIJAMIN KONSISTEN DENGAN AGAMANYA,
SEHINGGA PAK ABDULLAH SYAM AKAN TERJAWAB,OOO BENAR JUGA ISLAM JAMAAH/LDII MEMANG SESATTTTTTTTTTTTTTTTTTT SEPERTI KATA ORANG YANG KONSISTEN DENGAN AGAMANYA, TETAPI KALO PAK SYAM TETAP GA MAU CROSS CHECK BELAJAR KEPADA ULAMA DI TANAH HAROM, KARENA KHAWATIR MOBIL PANTER DAN FASILITAS LAIN DITARIK OLEH IMAM JAMAAH, MAKA TUNGGULAH ANTUM AKAN MEMPERTANGGUNG JAWABKAN DIDEPAN ALLOH, KARENA ANTUM TELAH IKUT SERTA MENYEBARKAN KESESATAN DI MUKA BUMI, KALO ANTUM MASIH JUGA KERAS KEPALA DENGAN KEBENARAN ISLAM JAMAAH/ LDII, MAKA TUNGGULAH KEHANCURAN ISLAM JAMAAH/ LDII, KARENA LDII/ ISLAM JAMAAH SELAMA INI BERKEMBANG KARENA LICIKNYA PARA ELIT ISLAM JAMAAH, DENGAN PENDEKATAN KEPADA PARA PEJABAT TERMASUK MAJELIS ULAMA INDONESIA ( MUI ) DENGAN FASILITAS ATAU MATERI ALIAS DUIT SEPERTI DIAKUI OLEH DAJAL KASMUDI BAHWA, HUBUNGAN ISLAM JAMAAH/ LDII SUDAH BAIK, TAPI YA PAKE DUIT LURR, TAPI OJO RAME2 YOO.

WAMAKARU WAMAKAROLLOH, WALLOHU KHOIRUL MAAKIRIN, WALAUPUN LDII /ISLAM JAMAAH DIMANA-MANA BANGGA DENGAN PERKEMBANGAN JAMAAHNYA, TAPI INGATLAH PERKEMBANGAN YANG MENGHALALKAN SEGALA CARA, PASTI AKAN DITELANJANGI OLEH ALLOH, MAKA PADA MASANYA ALLOH AKAN HANCURKAN KEBERADAAN ISLAM JAMAAH/ LDII.

MUDAH2AN ALLOH MENYADARAKAN KEPADA PARA AKTOR KESESATAN DIMUKA BUMI INI.

Anonim mengatakan...

Salah satu Kelemahan yg menjangkiti warga LDII sehingga setiap ijtihad imam dan doktrin doktrin yg di tanamkan mubaligh LDII selalu diterima warga LDII adalah karena Para Jamaah tdk memahami ilmu Ushul Fiqh,kaidah kaidah fiqih,dan tidak di beri wawasan ttg beristinbath suatu hukum dari nash al quran&hadist..dan sdh menjadi bahaya laten bagi diri jamaah warga LDII sendiri,hanya karena takut di katakan MENENTANG dan seperti BANI ISROIL yg banyak bertanya..mereka tdk bersikap kritis atas setiap ijtihad imam..ijtihad imam di LDII bak KEP-PRES(KEPUTUSAN PRESIDEN) bahkan melebihi...alangkah baiknya WARGA LDII mengambil tauladan dari ulama seperti Imam Syafii yg beliau Rahimahullah pada suatu malam..ada sahabatnya menginap di rumah beliau,diam diam sang sahabat ingin mengetahui ibadah malam sang imam syafii,tp tdk di dapati imam syafii shalat malam yg panjang,bahkan dianggapnya tidur semalam suntuk.di pagi harinya imam syafii di tanya ttg malamnya yg hny di gunakan untuk tidur...namun sang imam menjawab..bahwa semalam beliau tdk tidur namun beliau karena telah mendengar satu hadist Nabi..beliau gunakan satu malam untuk menyimpulkan lebih dari 100 faidah dari 1 hadist tsb...Subhanalloh...bagaimana dg Imam LDII...MAMPUKAN BERISTINBATH DARI SEBUAH HADIST..KARENA TDK MAMPU ITULAH HASIL IJTIHADNYA MALAH TIDAK BERDASAR HADIST TAPI BERDASAR "YG PENTING LANCAR,MUGO ALLOH PARING BAROKAH" AKHIRNYA MENYELISIHI SUNNAH...COBALAH DI PENGHUJUNG MALAM SETIAP WARGA LDII MEMOHON PETUNJUK KPD ALLOH...DAN RENUNGKAN...SETIAP IJTIHAD IMAM SESUAI SUNNAH NABI ATAU TIDAK?? DAN SEKALI KALI TIMBANGLAH DGN AL QURAN DAN SUNNAH MENURUT FAHAM ULAMA SALAF..JGN SELALU DG FAHAM IMAM,KRN AKAN PERCUMA PERENUNGAN ANDA.KAIDAH TERAKHIR....JAMAAH YG DI GEGERI TDK SELALU KRN BENAR..TP BISA SAJA KRN MEMANG SALAH...KRN MASJID DHIROR PUN DI GEGERI NABI MUHAMMAD..PADAHAL MASJID KAN..BISA BUAT SHOLAT JUGA...TAPI KENAPA DI GEGERI...??KRN DIBANGUN TDK BERDASAR KETAQWAAN...MAKA UNTUK TAHU DI GEGERI KRN BENAR ATAU SALAH HARUS DI TIMBANG DG AL QURAN DAN SUNNAH..INTINYA DI GEGERI TDK PASTI KRN BENAR....

Anonim mengatakan...

saya pemerhati dan yang mencintai ahlu kiblat , dengan ini saya MENGUNDANG ANTUM SEMUA ( KHUSUSNYA WARGA ISLAM JAMAAH MADIGOLIYAH ) untuk datang ke majelis - ilmu ahlu sunnah.

Antum cukup datang mendengarkan dan kalau kurang jelas boleh bertanya apa saja.

tidak perlu mengisi daftar isi ( bukan undangan nikahan ) , juga tidak perlu menjadi anggota ( karena ini pengajian umum , di masjid umum dan untuk masyarakat umum - bukan pengajian hizby ).

Antum tertarik untuk mendalaminya ? alhamdulillah karena itu harapan ana , dan semoga Allah membimbing kita semua.

Dan seandainya antum tidak tertarik silahkan tidak dilanjutkan dan ana jamin tidak ada yang akan peduli dengan antum bilamana harus meninggalkan majelis.

Insya Allah, antum akan memperoleh kenikmatan dunia dengan ilmu yang haq , tanpa harus mengeluarkan uang sepeserpun ( disini nggak ada infak persenan dll ) .

Ana yang mencintaimua karena Allah senantiasa tunggu kedatangan antum semua di rumah Allah , sebagai tamu Allah yang kemuliaannya setara dengan para pejuang yang mati syahid.

Anonim mengatakan...

ini orang pada keblinger,,

jelas jelas kebanyakan orang yang mengaku Muslim di Indonesia,hanya pengakuan dalam rububiyah Alloh saja.Sehingga tidak solat solatan, tidak ngaji2an, sukanya ramal ramalan,dukun2an,qubur2an,kyai2an.

Alias mereka ajhalu min abi jahl (lebih bodoh dr Abu Jahal)

Kenapa??

Karena Abu Jahl tahu makna dan konsequensi kalimat Laa ilaha Illalloh,sehingga abu jahl tidak mau mengucapkannya.
Sedangkan mereka bersamaan dengan melafalkan, bersama pula melakukan pembatal2nya.

Mungkin pelajaran aqidah yang kalian pelajari hanya lewat ditenggorokan kalian, hampir2 tidak berbekas.

Maka setelah saya menelusuri di kalangan kalian saya menemukan kesimpulan bahwa kalian Murjiah gaya baru, alias NU ngalih.

Anonim mengatakan...

SEKARANG JAMAN BEBAS AND DEMOKRASI YOO SILAKAN SAJA,...PARA MANTAN PARA DAZAL...PARA SYETAN DAN PARA22 LAINNYA KOMENTAR SENAE DEWE.... YG LAIN SALAH SEMUA... YG BENAR HANYA SALIFI... YO WIS SILAKAN SAJA...NJELEKIN/MFINTNAH..DLL ...ANJING MENGGONGGONG KAFILAH BERLALU...ATINYA SAMPEAN MENGGONGGONG .... KAMI2 TETAP REONI..TETAP IBADAH SSI QH....YA, AKHIRNYA ANA UCAPKAN ....SELAMAT UTK MENJELEK2AN..MEMFITNAH DLL...AND SEMOGA SUKSES DG CACIMAKINYA...WASSS

Anonim mengatakan...

Hamba sbg Muslim dan kebetulan mengaji di ld11 , yg dikaji QUR'AN dan HADIST ,ssi dalilnya: Tarroktufikun amroiniii lantadillu.... qitabullah aSunatunnNabi yg artinya Tdk akan sesat ks apabila ks mengaji Quran & Hadist..., Adapun lain2nya diluar Ibadah adalah Iztihad utk kelancaran Sabilillah saja, selama tdk bertentangan dg QH,al infaq persenan 0-10 %, olahraga, senam, asad ,no smoking dll, artinya Ijhtihad itu baik dan tdk maksiat (ssi dalilnya antum mungkin lbh tau),.. sebagian ulama juga menetapkan infaq ada yg 2.1/2 % dr penghasilan, jadi tuduhan anda hrs 10 %itu tdk benar, yg benar ssi kemampuan dr 0-10% ini keperluan Sabilillah.....dan masalah Keimamah dan baiat itu dari jaman Nabi dan kholifah diteruskan Imam2 lainya sudah ada dan tdk Bid'ah ssi dalilnya : ManMata matatan fiunukihi baiat matatan Jahiliyah.(maaf klau salah) artinya : Barang siapa yg mati, matinya tanpa Baiat maka Mati dlm keadaan Jahiliyah,(Hadist Buckhori...), Man aroda bubuhattal Jannah falyajamil jamaah...artinya barang siapa yg ingin masuk tengah2nya surga mk spy menetapi Jamaah, ..dan dalil linya yg artinya ..Agamaku akan terpecah menjadi 73 golongan. 72 masuk neraka, yg satu gol masuk surga , yaitu Jamaah,...itu semua ada pd (Hadist Shohih Muslim/Buchori)..Nah wajar kalau ada Org/Hiz/ormas Islam yg mengklaim Ormasnyalah yg paling benar ...itu wajar saja karena ada hadist diatas...mk menurut ana pendapat diluar Hadist bhw sst itu Bid,ah dan bukan Bidah perlu diperkuat dg Dalil/hujah yg kuat pula....jangan gebyah uyah kalau tdk ssi pendapatnya semua itu Bidaah, itu semua perlu diperdebatkan para Ulama2 Islam.....On soon apanya yg slah dg Ldii yg kebetulan pembawanya seorang NURHASAN, apabila pembawa yg lainyapun misal seorang Habib Riziek, kalau itu benar ssi QhJ ana akan percaya,...jangan lihat siapa yg membawa tapi apa isi yg dibawanya...jangan lihat siapa yg mengucapakn, tapi lihat apa yg diucapkannya (Benar atau Salah).waslm...Hamba yg baru belajar Agama.

rasi mengatakan...

Buat saudaraku anonim yang baru belajar agama , ana berdoa semoga Allah membimbing antum dan kita semua dan memberi petunjuk kejalan yang lurus.

Sungguh agama ini adalah perkara yang prinsip dalam hidup kita , sehingga sumbernyapun harus di perhatikan.

Kaidah antum ...,...jangan lihat siapa yg membawa tapi apa isi yg dibawanya...jangan lihat siapa yg mengucapakn, tapi lihat apa yg diucapkannya , sungguh sangat berbahaya sekali .

Ana melihat ketulusan antum dalam berdiskusi untuk mencari kebenaran ( dan semoga benar demikian adanya ) , maka perkenankan ana untuk mengundang antum untuk mendengarkan kajian kami ( ahlus sunnah ) dimanapun antum berada karena insya Allah dakwah ini sudah tersebar di tanah air tercinta ini , khususnya pulau Jawa.

Anonim mengatakan...

Jangan Ejek Saudaramu
Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَى أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَى أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا

Yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman. Dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim” (QS al Hujurat:11).
Dalam terjemah DEPAG RI yaitu:
1. Jangan mencela dirimu sendiri, maksudnya ialah mencela antara sesama mukmin karena orang-orang mukmin seperti satu tubuh.

2. Panggilan yang buruk ialah gelar yang tidak disukai oleh orang yang digelari, seperti panggilan kepada orang yang sudah beriman, dengan panggilan seperti hai fasik, si budek, si bego dll

Ahmad ash Shawi al Maliki mengatakan, “Makna ayat adalah janganlah seorang itu mengolok-olok yang lain karena boleh jadi pihak yang diolok-olok itu lebih agung dan mulia dibandingkan pihak yang mengolok-olok. Ringkasnya tidaklah pantas muslim mengolok-olok saudaranya seagama bahkan semua makhluk ciptaan Allah. Boleh jadi yang diolok-olok itu lebih hatinya lebih ikhlas dan lebih bertakwa dibandingkan yang mengolok-olok. Para salaf shalih sangat luar biasa dalam melaksanakan kandungan ayat ini. Ada salah seorang salaf yang mengatakan, ‘Jika aku melihat seorang yang menetek pada anak kambing lalu aku mentertawakannya tentu aku merasa khawatir andai aku melakukan apa yang dia lakukan’.

Anonim mengatakan...

SAMBUNGAN ATAS..........
Jangan Ejek Saudaramu
Allah Ta’ala berfirman,

Abdullah bin Mas’ud dan Syeikh Abdurrahman as Sa’di mengatakan, “Dalam ayat ini terdapat penjelasan tentang sebagian hak seorang mukmin dengan mukmin yang lain. Yaitu janganlah sekelompok orang mengejek sekelompok yang lain baik dengan kata-kata ataupun perbuatan yang mengandung makna merendahkan saudara sesama muslim. Perbuatan ini terlarang dan hukumnya haram. Perbuatan ini menunjukkan bahwa orang yang mengejek itu merasa kagum dengan dirinya sendiri. Padahal boleh jadi pihak yang diejek itu malah lebih baik dari pada pihak yang mengejek. Bahkan inilah realita yang sering terjadi. Mengejek hanyalah dilakukan oleh orang yang hatinya penuh dengan akhlak yang tercela dan hina serta kosong dari akhlak mulia. Oleh karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Cukuplah seorang itu dinilai jahat jika dia merendahkan saudaranya sesama muslim” (HR Muslim dari Abu Hurairah)” [Taisir al Karim al Rahman fi Tafsir Kalam al Mannan hal 953, terbitan Dar Ibnul Jauzi].

Syeikh Muhammad bin Shalih al Utsaimin berkata, “Jika telah diketahui bahwa manusia itu bertingkat-tingkat. Di antaranya manusia itu bertingkat-tingkat dalam masalah ilmu. Sebagian orang itu lebih berilmu daripada yang lain dalam ilmu-ilmu agama atau ilmu-ilmu alat yang sangat membantu untuk mengusai ilmu agama semisal ilmu-ilmu tentang bahasa Arab sebagaimana nahwu, balaghah dan yang lainnya.

Manusia itu juga bertingkat-tingkat dalam masalah rizki. Ada yang diberi rezki yang melimpah. Ada pula yang diberi rezki pas-pasan.

Manusia juga bertingkat-tingkat dalam akhlak. Ada yang memiliki akhlak luhur dan mulia, ada pula yang tidak demikian.

Manusia juga bertingkat-tingkat dalam masalah bentuk fisik. Ada yang fisiknya sempurna, ada juga yang tidak.

Manusia juga bertingkat-tingkat dalam masalah status sosial. Ada yang status sosialnya tinggi, ada pula yang biasa-biasa saja.

Apakah seseorang diperbolehkan untuk mengejek orang yang lebih rendah dalam berbagai hal di atas?
Jawabannya adalah firman Allah di atas.

Allah memanggil kita dengan nama iman agar sebagian dari kita tidak mengejek sebagian yang lain. Yang melebihkan sebagian orang atas yang lainnya adalah Allah. Sehingga konsekuensi dari mengejek orang yang lebih rendah adalah mengejek takdir Allah.
Hal ini diisyaratkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam

Anonim mengatakan...

JANGANLAH MENGINGATKAN SAUDARANYA DI KONOTASIKAN DENGAN MENGEJEK ...

Banyak cara yang bisa ditempuh , dengan memberikan buku , dakwah langsung , millis atau yang lain .

Selama yang didakwahkan itu hal yang haq dari Allah dan Rasul-Nya , dan yang diselisihi itu adalah kemungkaran ( bidah ) maka sah-sah saja , itupun dengan catatan terperinci dan tidak menjastivikasi orang-perorang.

Pemilik bloq ini cukup objective , karena tidak semua amal ibadah islam jamaah di selisihi dan memang seharusnya begitu , yang diselisihi adalah penyimpangannya.
Itu bentuk mencintai saudaranya sesama ahlu kiblat.
Dalam hal penyimpangan , kalau secara ilmiyah dan tutur kata yang santun tidak mempan , boleh dong ditingkatkan lebih keras .

Kalau masalah ngejek-mengejek , siapa sih yang memulai ???????????

Saya sudah berumur hampir setengah abad , dan jauh sebelum mengenal dakwah ahlus sunnah ini saya sudah mengenal hizby lemkari/darul hadits yang mengkafirkan saudara sesama muslim , menajiskan , menganggap islamnya nggak sah , tidak diterima amal ibadahnya dll ....yang sekarang menjelma menjadi islam jamaah alias LDII alias madigoliyah ???

JANGANLAH MENGINGATKAN SAUDARANYA DI KONOTASIKAN DENGAN MENGEJEK ...

Anonim mengatakan...

NGAKU2 SODARA KOK SALING MELECEHKAN LUURR, YO WIS SAIKI NGURUS DEWE2 AE, MASALAH BENAR DAN SALAH KITA SERAHKAN KPD ALLAH SWT ajawajala SAJA.
KS RAMUT DIRIMU DAN KELUARGAMU ,
AKU RAMUT DIRIKU DAN KELUARGAKU, KALAU SEMUA ORMAS MERAMUT ROYAHNYA MASING2 DAN TDK INTERPENSI ORMAS LAINNYA INSYAALAH NEGARA INI AKAN AMAN, TOYIBAN MUBAROKAH.
HORMATI PERBEDAAN DAN PERBEDAAN ADL ROHMAT BAGI KAUM MUSLIMIN.

rasi mengatakan...

" NGAKU2 SODARA KOK SALING MELECEHKAN LUURR,...."

dimana melecehkannya dulur ? apakah nasehat kamu persamakan dengan pelecehan ??

lantas bagaimana sih cara menasehati yang lebih baik ???
apakah dengan fitnah ( seperti dalam kolom ini ?? "

Sebuah komentar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan sedulur " SEMUA ORMAS MERAMUT ROYAHNYA MASING2 ..."

kita dibloq sini tidak membicarakan ORMAS namun membicarakan MANHAJ yang buntutnya ke amal ibadah , dulur ....

kalau dari komitmen kamu , berarti kebenaran itu misbi ya ??? karena bisa saja salah satu kelompok membenarkan suatu perkara sementara hal itu bertentangan dengan manhaj/ aqidah dan akhlak islam maka boleh2 saja ??? ini bentuk tidak pahamnya sedulur terhadap topik bahasan.

" DAN TDK INTERPENSI ORMAS LAINNYA INSYAALAH NEGARA INI AKAN AMAN, TOYIBAN MUBAROKAH..."

dimana sih dulur , banyaknya ormas menjadikan negara aman , toyiban dan barokah ......apa nggak sebaliknya dulur....

" HORMATI PERBEDAAN DAN PERBEDAAN ADL ROHMAT BAGI KAUM MUSLIMIN ..."
ini pernyataan yang jelas-jelas kemungkarannya , karena dengan kata lain PERSAMAAN PENDAPAT ADALAH MUSIBAH KAN ????

Anonim mengatakan...

LDII itu ga perlu diajak diskusi tentang kebenaran, karena sampai kapanpun mereka akan stay dengan dengan trik-trik yg sudah ter brainwash sejak awal "...Tai kebo ..Majuuuu..., Barongan ...Munduuurrr...!.

Karena sebenarnya kebenaran itu hanya milik Alloh dan bukan punya LDII.

Kita fokus saja dengan kajian Alquran dan Sunnah, kita sebarkan ajaran kebaikan, cinta kasih, dan semua kemaslahatan kepada seluruh ummat apa adanya, tanpa diplintir dengan embel-embel kepentingan pribadi.

Biarlah semua Alloh yang berhak menilai dan menghukumi, sekaligus menghakimi......!

Anonim mengatakan...

kalau ldii itu benar,kenapa takut dialog ilmiyah di forum umum ? kalau memang salah kenaoa harud malu unruk mengakui kesalahan ?...

Anonim mengatakan...

itulah...imam dan pakubumi-pakubumi islam jamaah 354 itu kayak banci kaleng, hanya jago kandang didepan rukyahnya saja yang memang sudah tercuci otak dan dibodohi

Anonim mengatakan...

MENANGGAPI

Kaidah antum ...,...jangan lihat siapa yg membawa tapi apa isi yg dibawanya...jangan lihat siapa yg mengucapakn, tapi lihat apa yg diucapkannya , sungguh sangat berbahaya sekali



TIDAK BERBAHAYA LAH. WAJAR YG PENTING ISI KANDUNGAN MAKNA

KNP BERBAHAYA, PIKIRLAH
1 JIKA LIAT YG BICARA BRARTI YG BICARA HRS PEMBAWA. NAH SIAPA PEMBAWA AGAMA ISLAM? NABI KHAN? KOK TIDAK MELIHAT DR NABI LANGSUNG?
KOK RUJUKAN SALAFY SALAFY PAAN SIH SALAFI SALAH FIKIR KALI. WAJAR KRN SALAH PIKIR JADI .... BEGITU DECH..


2. LIAT ISI. BENAR LAH. YG PENTING ISI KANDUNGAN MAKNA YG DIBAWA. BENAR BENAR MURNI. SESUAI AJARAN NABI MUHAMMAD,SAW BERDASARKAN AL QUR'AN DAN AL HADIST.




LIAT SECARA OBYEKTIF JANGAN SUBYEKTIF.

BEGINI NI JIKA SDH SUBYEKTIF UJUNG UJUNGNYA KE ORANG ORANG ORANG.

JIKA OBYEKTIF. ISINYA MAKNANYA KANDUNGANNYA. INI HUJATNYA KH NUR HASAN SEMUA. LIAT AJA SEMUA HUJATAN DARI TMN2 SALAFY(SALAH FIKIR KALI).


sekali lagi tmn2 salafy berpikir subyektif lah. tmn2 udah pada pinter ngomong hujat njelekan. ilmu banyak (langsung dr ulama salaf SONO ktnya) kok suka hujat? aneh bin ajiiiiib. itu tho pikiran salafy????

lagian jaman nabi ada gk sie orang salafy? nabi orang salafy bukan y? nabi Muhammad,SAW orang beragama islam.

Salafy???? aliran paan lgi y?





sorry aku durung reti po kui salafy,

Anonim mengatakan...

sungguh sanggahan dari orang bodoh yang banyak komentar ....

tidak ada manfaatnya berlebih-lebihan dalam hujjah , terakhir semoga Allah memberi kepada kita semua hidayah iman dan ketaqwaan.

Anonim mengatakan...

wahai sodaraku ldii,jernihlah berfikir,sehatlah berakal, , ,kenapa sodara selama ini di larang baca2 buku agama, dilarang bergaul dgn orang2 salafy, dilarang ngaji kepada selain mubalig ldii,,,? ,,, sadarlah kawan, sekelas imam bukhory, muslim, dan imam2 besar yang lain aja gurunya ratusan, bahkan ribuan, ko kalian hanya di cukupkan dgn 1 guru saja,,,ingtlah kawan kalo ternyata guru kalian salah, maka dosa kalian hanya akan di tanggung kalian sndiri, dan guru,pengurus,bahkan IMAM tang kalian agung2kan tdk akan bisa menjamin dosa2 kalian jika kalian berdosa,,, sadarlah dari aqidah takfiry dan taqiyah yang di ajarkan pusat kwmbalilah kepada ajaran ahlussunnah wal jamaah yang sesungguhnya,,,
singkirkan doktrin2 pusat,,,JAMAAH SURGA GA JAMAAH NERRAKA,,,

Anonim mengatakan...

doktrin itu salah, yang bener JAMAAH SURGO ORA JAMAAH JAHILIYAH.
makna jahiliyah itu bukan kafir. hanya menentang allah rosul. sedangkan jamaah itu bukan hanya milik ldii, bukan hanya milik salafy, persis, nu dll.jamaah itu milik umat islam seluruh dunia. surga itu luas. ga usah rebutan.

Anonim mengatakan...

poro sedulur Nabi telah bersabda "Aku tinggalkan dua perkara di kalangan kalian niscaya tidak akan sesat selama berpegang teguh pada keduanya yaitu kitabillah (al-qur'an)dan sunah rosulillahi saw(al-hadist)". tak perlu kita bertanya2 pada orang lain semuanya kan dan jelas yakan .......justru klo kita saling menjelekan saling iri dll..itu menandakan kita blm bisa menjalankan sabda nabi di atas ya kan ....

Anonim mengatakan...

umat Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam- di atas kesesatan, dan tangan Allah bersama jamaah, dan barang siapa yang menyempal maka dia menyempa menuju neraka. - Tirmidzi, Bab Maa Ja'a fi Luzumil Jamaah, No. 2167

"Dan berpegang-teguhlah kamu sekalian kepada tali (agama) Alloh dengan jama'ah, dan janganlah kamu sekalian firqoh". (QS. Ali 'Imron,No. Surat: 3, Ayat: 103).

"Dan berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah seraya berjama’ah, dan janganlah kamu berfirqah-firqah (bergolong-golongan),dan ingatlah akan ni’mat Allah atas kamu tatkala kamu dahulu bermusuh-musuhan maka Allah jinakkan antara hati-hati kamu, maka dengan ni’mat itu kamu menjadi bersaudara, padahal kamu dahulunya telah berada di tepi jurang api Neraka, tetapi Dia (Allah) menyelamatkan kamu dari padanya; begitulah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu, supaya kamu mendapat petunjuk.” (QS.Ali ‘Imran:103 )

“Sesungguhnya yang sebenar-benar orang mukmin ialah orang-orang yang beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya, dan apabila mereka berada bersama-sama Rosululloh dalam ‘Amrin Jaami’in’ (sambung berjama’ah; sesuatu urusan yang memerlukan pertemuan), mereka tidak meninggalkan (Rosululloh) sebelum meminta idzin kepadanya. Sesungguhnya orang-orangy ang meminta idzin kepadamu (Muhammad) mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya, maka apabila mereka meminta idzin kepadamu karena sesuatu keperluan, berilah idzin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. An-Nuur, No. Surat: 24, Ayat: 62).

Kamu sekalian menetapilah pada Al-Jama’ah, dan takutlah kamu sekalian pada Al-Firqoh, maka sesungguhnya syetan bersama satu orang dan syetan itu akan menjauh dari dua orang, dan barangsiapa yang ingin berada di tengah-tengah surga maka hendaklah dia menetapi Al-Jama'ah". (HR. Tirmidzi juz 3 hal 207).

“Dan ummatku akan terpecah menjadi 73 golongan, mereka semua masuk di dalam neraka, kecuali hanya satu golongan (yang tidak masuk neraka). Mereka (sahabat) berkata: “Dan siapakah yang satu golongan itu, ya Rosulalloh? Rosululloh, bersabda: “yaitu (golongan) yang mengerjakan apa yang saya kerjakan dan yang dikerjakan oleh sahabat-sahabat saya”. (HR. Tirmidzi, No. Hadits: 2565).

“Sesungguhnya orang-orang yang berbai’at kepadamu sesungguhnya mereka berbaiat kepada Allah, tangan Allah di atas tangan mereka, maka barang siapa yang mengingkari bai’atnya niscaya akibat pelanggarannya akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa yang menepati bai’atnya, maka Allah akan memberikan pahala yang besar.” (Q.S. Al Fath : 10).

“Kami berbai’at kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mendengar dan taat, baik dalam keadaan semangat ataupun lemah (berat), dan untuk tidak menentang perintah kepada ahlinya serta untuk menegakkan (kebenaran) atau berkata dengan benar di manapun kami berada, tidak takut dalam membela agama Allah dari celaan orang-orang yang mencelanya.” (HR. Al Bukhari dari Ubadah bin Shamit, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Ahkam: IX/96, Muslim, Shahih Muslim: II/132, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah II/202, An-Nasai, Sunan An-Nasai VII/137-138. Lafadz Al-Bukhari)

“Apabila dibai’at dua khalifah (dalam satu masa), maka bunuhlah yang lain dari keduanya. (yaitu yang terakhir).” (HR. Muslim dari Abi Sa’id Al Khudri, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh: II/137)

Anonim mengatakan...

“Barangsiapa melepas tangan dari taat akan bertemu dengan Allah pada hari kiyamat dengan tidak punya alasan. Dan barangsiapa mati sedang tidak ada ikatan bai’at pada lehernya maka ia mati seperti matinya orang jahiliyah.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Umar, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh : II/136)

Yang dimaksud “seperti mati Jahiliyah” adalah kematian dalam kesesatan, perpecahan dan tidak mempunyai imam yang dibaiat dan ditaati. (Hamisy Shahih Muslim II/136)

“Dan barangsiapa membai’at imam dengan berjabat tangan dan kesungguhan hati, maka haruslah ia mentaatinya semampunya. Maka jika datang orang lain akan merebutnya, maka pukullah leher orang tersebut.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh: II/132, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah II/467, An-Nasai, Sunan An-Nasai VII/153-154. Lafadz Muslim)

“Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Menetapilah kamu (Hudaifah bin Yaman) pada jamaah muslimin dan imam mereka (artinya: carilah Islam yang berbentuk jama'ah dan yang mempunyai imam sebagai pemimpinya), aku (Hudaifah bin Yaman), berkata: “(Bagaimana) jika tidak ada jama’ah dan imam mereka? Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Uzlah-lah (Pisahilah) segala bentuk firqoh-firqoh (ada 72 firqoh Islam), sekalipun kamu hanya makan akar / umbi pohon sehingga maut menjemput kamu sementara kamu atas keadaan demikian”. (HR. Bukhori, Kitabul Fitan).

“...maka wajib atas kamu berjama’ah, karena sesungguhnya serigala itu makan kambing yang sendirian.” (HR.Abu Dawud dari Abi Darda, Sunan Abi Daud dalam Kitabus Shalah: I/150 No.547)

"Jama’ah itu rahmat dan firqoh itu adzab.” (HR.Ahmad dari Nu’man bin Basyir, Musnad Ahmad:IV/278, Silsilah Ahaditsush Shohihah No.667)

“Dia (Allah) telah mensyari’atkan bagi kamu tentang Ad-Dien, apa yang telah diwasiatkanNya kepada Nuh dan apa yang telah Kami (Allah) wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa, yaitu: “Tegakkanlah Ad-Dien dan JANGANLAH kamu ber PECAH-BELAH di tentangnya.” Berat bagi musyrikin menerima apa yang engkau serukan kepada mereka itu. Allah menarik kepada Ad-Dien itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petun juk kepada (Ad-Dien)-Nya orang yang kembali kepada-Nya.” (QS.Asy-Syura:13)

“Barangsiapa yang taat kepadaku, maka sungguh ia taat kepada Allah dan barangsiapa yang memaksiati aku maka sungguh ia telah memaksiati Allah. Barangsiapa yang mentaati amirku maka sungguh ia telah mentaati aku dan barangsiapa yang memaksiati amirku maka sungguh ia telah memaksiati Aku.” (HR.Al-Bukhari dari Abi Hurairah, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Ahkam: IX/77. Dalam Riwayat Ibnu Majah)

“Dan barangsiapa yang mentaati imam maka sungguh ia telah mentaatiku dan barang siapa yang memaksiati imam ku maka sungguh ia telah memaksiatiku.” (HR. Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah dalam bab Tha’atul Imam : II/201)

“Sekalipun kamu dipimpin oleh seorang budak Habsyi yang rumpung hidungnya, wajib kamu mendengar dan mentaatinya selama ia memimpin kamu dengan Kitabullah.” (HR.Ibnu Majah dari Ummul Hushain dalam bab Tha’atul Imam: II/201, Muslim, Shahih Muslim: II/130, At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi: IV/181 No.1706. Lafadz Ibnu Majah

Anonim mengatakan...

“Tiga macam orang yang Allah tidak akan berkata kata kepada mereka pada hari kiyamat dan tidak akan membersihkan (memaafkan), dan bahkan bagi mereka siksa yang pedih. Mereka itu adalah: 1) Orang yang mempunyai kelebihan air di tengah jalan tetapi menolak permintaan orang yang dalam keadaan bepergian, 2) Orang yang berbai’at pada seorang imam, tetapi tidaklah ia berbai’at kecuali karena dunia, jika diberi menepati bai’atnya dan jika tidak diberi (ditolak tuntutannya) ia tidak menepatinya, 3) Orang yang menjual barang pada orang lain setelah ‘Ashar dan bersumpah dengan nama Allah, sungguh akan diberikan dengan ketentuan begini dan begini, lalu ia membenarkannya dan hendak mengambilnya, tetapi ia tidak memberikannya.” (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Ahkam: IX/99, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah II/204, At-Tirmidzi, Sunan At Tirmidzi IV/128 No: 1595. Lafadz Al-Bukhari)

“Dahulu bani Israil selalu dipimpin oleh para Nabi, setiap meninggal seorang Nabi diganti oleh Nabi lainnya, sesungguhnya setelahku ini tidak ada Nabi dan akan ada setelahku beberapa khalifah bahkan akan bertambah banyak, sahabat bertanya: ”Apa yang tuan perintahkan kepada kami?” Beliau menjawab: ”Tepatilah bai’atmu pada yang pertama (artinya baiat yang pertama dilakukan pada saat itu), maka untuk yang pertama dan berikan pada mereka haknya. Maka sesungguhnya Allah akan menanya mereka tentang hal apa yang diamanatkan dalam kepemimpinannya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh: II/132, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah II/204. Lafadz Muslim)

“Dari ‘Urwah bahwasanya ‘Aisyah menceritakan kepadanya tentang bai’atnya kaum wanita, ia berkata: “Tidaklah Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam menyentuh seorang wanita (yang bukan muhrimnya) dengan tangannya sedikitpun, apabila kaum wanita telah mengikrarkan bai’atnya, beliau menerimanya, lalu bersabda: “Pergilah sungguh saya telah menerima bai’atmu.” (HR. Muslim, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh: II/142. Al Bukhari, Shahih Al-Bukhari IX/99, Abu Dawud, Sunan Abu dawud II/133. Lafadz Muslim)

“Sesungguhnya aku tidak berjabatan tangan dengan wanita (yang bukan muhrimnya), maka sesungguhnya ucapanku (dalam menerima bai’at) bagi seratus wanita itu sebagaimana ucapanku bagi seorang wanita.” (HR. An-Nasai dari Umayyah binti Rufaiqah, Sunan An-Nasai dalam Kitabul bai’ah: VII/149, At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi IV/149 No: 1597)

“Saya mengulurkan tangan kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam supaya beliau membai’atku, pada waktu itu saya masih kecil, maka beliau tidak membai’atku.” (HR. An-Nasai, Sunan An-Nasai dalam Kitabul Bai’ah: VII/150)

“Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya)". [Al-fath : 18]

“Barangsiapa mati dan dilehernya tidak ada baiat, maka sungguh dia telah melepas ikatan Islam dari lehernya"[Dikeluarkan oleh Muslim dari Ibnu Umar]

“Barangsiapa berjanji setia kepada seorang imam dan menyerahkan tangan dan yang disukai hatinya, maka hendaknya dia menaati imam tersebut menurut kemampuannya. Maka jika datang orang lain untuk menentangnya, maka putuslah ikatan yang lain tersebut" [Dikeluarkan oleh Muslim dan Abu Dawud dari Abdillah bin Amr bin Ash]

Anonim mengatakan...

“Dan barangsiapa yang berbaiat kepada seorang imam lalu bersalaman dengannya (sebagai tanda baiat) dan menyerahkan ketundukannya, maka hendaklah dia mematuhi imam itu semampunya. Jika ada yang lain datang untuk mengganggu imamnya (memberontak), penggallah leher yang datang tersebut.” (HR. Muslim no. 1844)

Dari sahabat nabi Abu hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ia bersabda: “Barang siapa yang mentaati aku sungguh ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang durhaka padaku sungguh ia telah mendurhakai Allah, barang siapa yang taat pada pemimpin sungguh ia telah taat padaku, dan barang siapa yang durhaka pada pemimpin sungguh ia telah durhaka padaku”. (HR.Muslim 3/1466 No.1835)

Dari Abdullah bin mas’ud ia berkata telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Akan datang sesudahku kezhaliman, dan tindakan-tindakan yang kalian ingkari.” Lalu para sahabat bertanya, “ya Rasulullah apa nasehat engkau bagi orang yang mendapat keadaan yang demikian, lalu Beliau bersabda: “Tunaikan kewajiban yang dibebankan kepada kalian, dan minta kepada Allah sesuatu yang untuk kalian”.(HR.Muslim 3/1472 No.1843)

Dari Ibnu abbas ia berkata: telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barang siapa yang melihat sesuatu yang dibencinya dari pemimpinnya, maka hendaklah ia bersabar, sesungguhnya siapa yang meninggalkan jamaah barang satu jengkal saja lalu ia mati maka kematiannya berada dalam kejahiliyaan”.(HR.Muslim 3/1477 No.1849)

“Maka sesungguhnya saja, barangsiapa yang keluar dari Al-Jama’ah kira-kira satu jengkal, maka sungguh tali Islamnya telah lepas dari lehernya kecuali jika ia kembali lagi”. (HR. Abu Daud).

“Maka sesungguhnya saja, barangsiapa yang memisahi Al- Jama’ah satu jengkal saja, lalu ia mati, maka ia mati dengan kematian jahiliyah”. (HR. Bukhori).

“Barangsiapa yang beramal dalam Jama’ah, lalu benar, maka Alloh menerimanya, dan jika salah, Alloh mengampuninya. Dan barangsiapa yang beramal mencari yang Firqoh, lalu benar, maka Alloh tidak akan menerimanya, dan jika salah, maka hendaklah ia bertempat duduk pada tempat duduknya dari api (mak: di neraka)”. (HR. Thobrooni).

“Dan tangan (pertolongan) Alloh atas Al-Jama’ah, dan barangsiapa yang membelot, maka ia membelot ke neraka”. (HR. Tirmidzi).

Anonim mengatakan...

"Pada hari Kami memanggil
tiap-tiap manusia dengan Imam mereka." (Q.S.Al-Isra':71)

Anonim mengatakan...

“Sekalipun kamu dipimpin oleh seorang budak Habsyi yang rumpung hidungnya, wajib kamu mendengar dan mentaatinya selama ia memimpin kamu dengan Kitabullah.” (HR.Ibnu Majah dari Ummul Hushain dalam bab Tha’atul Imam: II/201, Muslim, Shahih Muslim: II/130, At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi: IV/181 No.1706. Lafadz Ibnu Majah

Menurut Salafy: Presiden di negri sekuler yang tidak berdasarkan Kitabulloh bisa di baiat??????.....wak waaawwwww....