بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

GHULUW DALAM SESUCI

Masihkah anda ingat tentang kiat sesuci ala LDII.... Anda yang mantan atau bukan insya Allah masih berbekas dalam ingatan perihal sesuci yang memberatkan diri kita.
Masihkan anda ingat pula tentang paradigma baru atau direkrori LDII yang mengelak bahwa mereka tidak menajis-najiskan manusia diluar kelompoknya.

Inilah kenyataan yang tak bisa terelakkan....sesuai dengan pengalaman pribadi yang akhir-akhir ini hidup dan berinteraksi di kalangan mereka. dan tentunya saya sekeluarga yang sudah keluar dari kelompok ini di samaratakan pula dgn kaum muslimin yang di anggap kafir dan najis. perlakuan serupa pun di berlakukan kepada kami.

Apabila saya keluar dari kamar mandi,maka bak mandi mereka akan penuhi air sampai meluap (luber),namun apabila ada yang sesama kelompoknya yang menggunakan air dalam bak tersebut maka tidak di jadikan masalah,karna anggapannya "podo-podo bolo dewe wis ngerti suci najis.
apabila mereka sholat dan mereka pula yang mengimami,saya pun sholat di belakang mereka,namun bila saya yang jadi imam mereka lebih memilih untuk solat sendiri-sendiri.
Apabila saya atau anak saya masuk ke masjidnya dengan tanpa cuci kaki maka serentak di teriak "gak suci,najis" sambil anak-anak mereka serta merta membatasi dengan apa saja bekas-bekas pijakan kaki saya atau anak saya,setelah itu mereka pel.
apabila mereka bertamu dan dalam keadaan menggunakan pakaian yang sekiranya suci,maka mereka tidak akan duduk di tikar yang telah di alas sebagimana mestinya. mereka lebih memilih mengambil koran atau kertas.kardus utk di alas pada tempat duduk mereka.

Perhatikan Gambar di atas yang telah saya ambil ketika mubalig daerah datang berkunjung kerumah,sebagai salah satu contoh sikap mereka. ada tikar yang sudah di gelar/di alas tapi tetap aja memilih karton atau koran di jadikan alas.

Comments
8 Comments

8 Response to "GHULUW DALAM SESUCI"

Anonim mengatakan...

weleh.. ga sengaja ketemu blog ini.
kalo komentar gue sih.. ldii mau boros dalam sesuci atau ga bukan urusan gue.
karena ga ngganggu penghasilan gue RP.7 jt perbulan. buat apa repot-refot mikirin ldxx...
ngganggu kerjaan kantor aja.
so yang mau debat; lanjut terussss.

Anonim mengatakan...

LDII NGATELI CUKKK

Anonim mengatakan...

kerja dimana pak? PMA or BUMN? kl PNS ga mungkin lah, kecuali punya jabatan atau staf perpajakan. kl ada lowongan kabari pak!thanks (ghozali_ahmad@yahoo.com)

Anonim mengatakan...

Ayo..
- para sarjana-sarjana pengangguran..
- para mahasiswa MADESU yang ga berani cepet lulus
lampiaskan energi anda caci maki lewat blog ini....

Anonim mengatakan...

2011 gaji cuma 7 juta dibanggain.

Anonim mengatakan...

Apa kalau gaji dah 7 juta dijamin masuk surga?

Anonim mengatakan...

yang ada jaminan masuk surga itu para sahabat yang sudah disebutkan namanya oleh nabi. setelah itu umat islam ini ga ada jaminan masuk surga secara khusus.
sama-sama ga ada jaminan masuk surga menurut saya lebih baik komentator diatas yang gajinya 7 juta daripada komentator yang pengangguran..

Anonim mengatakan...

weleh.. ga sengaja ketemu blog ini.
kalo komentar gue sih.. ldii mau boros dalam sesuci atau ga bukan urusan gue.
karena ga ngganggu penghasilan gue RP.7 jt perbulan. buat apa repot-refot mikirin ldxx...
ngganggu kerjaan kantor aja.
so yang mau debat; lanjut terussss.
===================================
Ini paham kapitalis mas yang gak peduli dengan saudara2nya yang muslim yang sudah/akan terjerumus di dalam kesesatan ldii, yang penting materi. Ukuran kebaikan kok gaji 7 jt...Sebelum diangkat jadi Nabi, Rosulullah kaya raya mas, tapi setelah diangkat jadi Nabi, Beliau miskin sampai hijrah ke madinah dalam keadaan miskin. Apakah ini menunjukkan bahwa keadaan Beliau menjadi lebih jelek setelah jadi Nabi karena kemiskinannya???