بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

Kuwalat Dengan Qunut

Masih ingatkah kita kejadian Juli,Agustus dan september 1998,tentang Qunut yang di tujukan kepada Bambang Irawan Rohimahullah,isinya adalah "allahumma a'izzal jamaata wa adzilal fir qotal kafaro,allahumma tsabit jamaaatana ala dinika was dud wa thotaka ala man dzolamana was dud wathoataka ala man afsadana,


Insya ALLAH KITA MASIH INGAT DAN MASIH SEGAR HAFALAN DOA QUNUTNYA


Bapak Bambang Irawan ternyata sehat bugar kala itu...dan sampai tahun 2010 kawan-kawan sempat memujinya yang masih sehat bugar naik motor dengan jarak kurang lebih 30 KM pulang pergi.meski isu tentang kematiannya sempat membuat gempar kalangan jamaah 354 dengan mengatakan Bambang Irawan telah tewas seelah di gali kuburannya lidahnya menjulur.bahkan di hina bahwa beliau jadi kere jadi penjual tempe keliling.

kita bandingkan dengan Imam Abd dhohir yang pernah memerintahkan jamaahnya untuk mengqunuti nazailah kepada Bambang Irawan...malah hidupnya sakit-sakitan dengan bomerang dari doanya serta qunutnya "mugo-mugo uripe sengke' kere,deblek,ashor...



dan mudah-mudahan kita dapat hikmah jangan sampai lisan kita antem kromo tho sloro car cor mendoakan jelek pada orang lain,yang belum tentu orang tersebut melakukan perbuatan jelek.

karna takutnya doa akan berbalik pada diri seseorang tersebut.

Comments
367 Comments

367 Response to "Kuwalat Dengan Qunut"

«Paling tua   ‹Lebih tua   1 – 200 dari 367   Lebih baru›   Terbaru»
ikhwan mengatakan...

Amin .............

semoga kita terhindar dari fitnah dunia dan akhirat dan semoga sedulur di islam jamaah dapat mengambil hikmahnya.

Anonim mengatakan...

Seruan Hangat Kepada Kaum Muslim.
--------------------------------
[Al Islam ] Sesungguhnya tegaknya Daulah Khilafah Islam merupakan kewajiban syariah yang mengikat atas seluruh kaum Muslim. Melalaikan kewajiban ini merupakan kemaksiatan yang akan mendapatkan azab yang pedih dari Allah SWT. Rasulullah saw. bersabda:

وَمَنْ مَاتَ وَلَيْسَ فِى عُنُقِهِ بَيْعَةٌ مَاتَ مِيتَةً جَاهِلِيَّةً

Siapa saja yang mati, sedangkan di pundaknya tidak ada baiat (kepada Imam/Imamah), ia mati seperti kematian Jahiliah (HR Muslim).

Baiat itu hanya kepada Imam /Khalifah, Maka kewajiban adanya baiat di atas pundak setiap Muslim adalah kewajiban seluruh kaum Muslimin.

Kewajiban menegakkan Khilafah ini menjadi penentu sempurnanya pelaksanaan berbagai hukum dan kewajiban lainnya. banyak hukum Islam dan kewajiban terlantar dan tidak bisa dilaksanakan. Padahal kita diperintahkan untuk menerima dan melaksanakan semua hukum islam secara kaffah (Lihat: QS al-Hasyr [59]: 7, al-Maidah [5]: 47-49).

Anonim mengatakan...

Kaum Muslim yang dirahmati Allah SWT.
---------------------------------
Kami mengajak seluruh umat Islam untuk melakukan kewajiban yang paling tinggi ini, yaitu kewajiban mengembalikan hukum-hukum Allah ke pentas kehidupan. Kami menyeru seluruh kaum Muslim dengan seruan yang paling hangat. Marilah kita berjuang dengan mengerahkan segenap daya dan upaya untuk mengembalikan Khilafah Islam ke pentas kehidupan.

Rasulullah saw. Juga melakukan thalab an-nushrah dengan menyeru para Ahlul Quwah untuk beriman dan menyerahkan kekuasaan kepada beliau. Seruan itu pun disambut oleh para pemimpin kabilah Aus dan Khazraj di Madinah yang menyerahkan kekuasaan kepada Rasul saw. Inilah tharîqah (metode) dakwah Rasulullah saw. dalam meraih kekuasaan.

Karena itu, kami pun menyampaikan seruan paling hangat kepada Ahlul Quwwah, para jenderal dan perwira militer Muslim. Jadilah Anda semua kaum Anshar abad ke-15 Hijrah sebagaimana kaum Anshar di Madinah! Berikanlah nushrah kepada Kaum Muslimin untuk bersama-sama mengumumkan Khilafah ‘ala minhaj an-nubuwwah. Dengan itu Anda akan meraih kehormatan dan kemuliaan seperti yang diraih kaum Anshar.

Janganlah Anda menzalimi diri Anda sendiri dengan terus menjadi penjaga sistem kufur dan rezim pengkhianat antek penjajah. Sebab Anda hanya akan mendapat kehinaan di dunia sementara azab yang amat dahsyat di akhirat juga telah menunggu Anda. Na’udzubil-Lâh.

Kaum Muslim yang dirahmati Allah SWT.

Semoga seruan hangat ini benar-benar dapat menggugah kesadaran seluruh kaum Muslim agar segera meraih kemuliannya kembali; juga dapat membulatkan tekad, menguatkan niat dan mengobarkan semangat juang bersama Kaum Muslimin untuk menegakkan kembali Daulah Khilafah Islamiyah. Sungguh, hari demi hari perjuangan ini terus menunjukkan peningkatan yang mengagumkan. Kita memohon kepada Allah SWT agar segera menurunkan pertolongan-Nya dengan tegaknya Al-Khilâfah ar-Râsyidah ats-tsâniyyah. Amîn, ya Mujîb as-Sâilîn. []

Anonim mengatakan...

Antum nggak jauh beda dengan hizbyun LDII , mana dalilnya bahwa KHILAFAH ISLAMIYAH adalah hal YANG PALING PENTING DALAM KEHIDUPAN SEORANG MUSLIM .

Dengan pola pikir antum itulah muncul sekte-sekte semacam LDII , NII atau yang lainnya.
Saling mengangkat amir dan mengkafirkan yang bukan golongannya.
Bisakah metode semacam ini dijadikan kendaraan menuju ke khalifahan islam ?

Allah tidak akan meng-adzab umatnya karena ketidak mampuannya menegakan khilafah islam , namun Allah akan murka bilamana umatnya tidak memurnikan tauhidnya .

Menjauhi segala yang bisa menjatuhkan keimanan kita semisal : syirik dan bid'ah.

Khilafah islam memang harus ditegakan , tentunya dengan orang-orang yang paham dengan apa itu sunnah dan bukan ditegakan oleh orang yang berambisi atas ke khalifahan dan berupaya memuwujutkannya dengan membabi buta , semisal LDII yang bermimpi akan datangnya amir dari kelompoknya .

Aku serukan kepada antum semua untuk introsepsi diri sendiri saja , sudahkan amal ibadah / akhlak kita sesuai sunnah ?

Jauhi perkara baru dalam agama , dan tuntutlah ilmu agama dari sumber yang bersih ( ulama ahlus sunnah ) , niscaya kita akan terbimbing seperti jaman keemasan islam dulu ( sahabat , tabi'in dan tabiut tabi'in ).

Anonim mengatakan...

ehmm.. lucu ya.. yang kanan & kiri yg lagi sakit bisa ga di taa'dud? Bapaknya sakit kok malah narsis? Poto senyam-senyum nduk2.

Anonim mengatakan...

abdudhohir ini juga menderita diabetes akut sampai-sampai matanya mengalami low-vision ( semi buta).

ngga tahu deh kalo sulton aulia aka abduziz matinya kapan. semoga sulton aulia lebih takut pada Allah ketimbang terus membohongi akidah pengikutnya. toh kejayaan dinasti nurhasan sepertinya sedang memudar, lebih baik tobat aja.udah ngga ada untungnya lagi ngibulin orang

Anonim mengatakan...

kesaksian mantan mubaligh pondok burengan kediri
slamet purwanto
atas pelaksanaan qunut nazilah atas BI dan Ket MUI jatim


http://www.4shared.com/audio/crugzjop/bambang_irawan.html

Anonim mengatakan...

maaf link salah,
ini yang benar,


http://www.4shared.com/audio/fw1YvEtE/slamet_purwanto.html


link diatas (yg pertama) adalah kisah rekadaya para madigholiyah untuk menangkap/memenjarakan BI

Anonim mengatakan...

itu abd dhohir waktu dirumah sakit, biayanya dari mana ya? berhubung keluarga nurhasan rata-rata pengngguran, tidak berpendidikan dan tidak punya skil apa-apa.

semoga bukan dari uang isrun persenan ya...apalagi pake uang hasil korupsi maryoso...sebab kalo iya...hina banget hidup dan matinya

o,iya anak-anak abd dhohir dan abd aziz (imam jamaah 354 sekarang) beli kosmetiknya dan biaya dandannya, uangnya dari mana ya?? mudah2an bukan dari uang merah atau uang infak persenan..

Anonim mengatakan...

ditubuh sultan aulia juga sekarang sedang bersarang berbagai macam penyakit.

klo dia mati, kholil-lah yang akan diumpankan menjadi imam 354 oleh para elitnya ( prediksi)dengan pertimbangan

1. kholil kharismanya menguat karena dia yang paling terkenal mubaligh jokam yang belajar ke mekah walaupun karya terhebat kholi cuma sampai sebatas 'ngebajak' kitab luzumuljamaah dari syeikh bazmul (yang kemudian dikonter telak oleh syeikh bin bazmul sendiri)

2. kholil adalah menantu dari abd dhohir (imam ke 2 jokam) jadi masih berada di lingkaran dinasti nurhasan walaupun tidak mewarisi gen nurhasan

3. setelah anjloknya kepercayaan rukyah jokam pada kasmudi, kholil praktis sekarang tanpa saingan dan dianggap yang paling mumpuni ilmunya

Anonim mengatakan...

banyak rukyah 354 juga sudah muak dengan keluarga dan anak turun nurhasan. tapi mereka masih mengnggap keimaman jokam masih perlu sebagai penetu sah atau tidaknya keislaman seseorang.

jadi bisa jadi juga keimaman jokam 354 pasca sulton aulia akan jatuh pada orang yang bukan dari lingkaran keluarga nurhasan.

nah disini akan terjadi konflik. karena keluarga nurhasan sudah bergelimang fasilitas dan zona nyaman sebagai kelurga "cendana"ala jokam. mereka tidak akan rela kehilangan pengikut, pengaruh . akan terjadi konflik antara wangsa nurhasan dengan imam yang baru kelak.

disini juga akan terjadi pertikaian dan perpecahan di tubuh jokam, terutama dilingkar elitnya.

melihat kejadian ini, rukyah kritis akan semakin gigih mencari kebenaran hakiki. maka terjadilah gelombang ruju ilal haq.

namun...hanya Allahlah yang tahu dan yang menentukan

kita berdoa saja agar sedulur2 kita dijokam bisa terbebas dari pemasungan akidah dari ajaran madigoliyah

Anonim mengatakan...

kalau imamah 354 jatuh ke pihak bukan dari keluarga nurhasan, ada kemungkinan imam tersebut posisinya memang sebagai umapan dan 'khalifah-boneka' dari pihak-pihak underground yang memiliki kepentingan-kepentingan di lingkar elitnya.

imam-boneka tsb hanyalah korban dari keluguan dirinya sendiri dan hanya korban dari taktik aktor-aktor utama yang bermain dibelakang layar

Anonim mengatakan...

semakin banyak rukyah 354 yang ruju ilal haq, akan semakin banyak juga saksi hidup dan saksi ahli perjokaman yang siap bersaksi mengenai akidah dan sepak terjang jokam 354 dan akan semakin tahu juga masyarakat luas mengenai jati diri LDII / QHJ354.

habislah bitonah, habislah taqiyah...

Anonim mengatakan...

tidak ada opsi yang lebih baik dan lebih menguntungkan lagi sekarang untuk para elit 354 dan rukyah 354 selain bertobat, kembali pada alhaq

dengan izin Allah, imamah jokam 354 sekarang sedang menghitung mundur menuju kepudaran

adapun sisanya yaitu para fanatikus nurhasan, para pentaklid, para muqolid akan menjelma dan bermetamorfosa menjadi bentuk khawarij lain dengan corak lain namun tetap berakar pada takfiri khawarij sampai mereka berjumpa dengan dajal si-mata satu. karena memang sudah dinubuatkan oleh Rasulullah bahwaselain yahudi, khawarij juga akan berinduk pada dajjal si mata satu menjelang kiamat.
lalu mereka akan bernasib menjadi kilabunnar
hanya Allah yang tahu masa depan semoga Allah menyelamatkan sedulur2 kita di qhj354 dari comberan khawarij

Anonim mengatakan...

namun bisa juga sebagian dari keluarga nurhasan ada yang insyaf dan merasa punya tanggungjawab moral atas kelakuan kakek moyangnya(baca madigol)dan menjadi garda terdepan dalam melakukan pembersihan ajaran nurhasan.

selain karena merasa wangsanya bertanggungjawab telah nyesatin banyak orang, mereka tidak mau kehormatan keluarga mereka terustercoreng dan dikenang sebagai keluarga pelopor ajaran khawarij dan takfiri.

insyaAllah akan ada juga dari lingkar keluarga nurhasan yang ruju ilalhaqdan memerangi ajaran madogily

Anonim mengatakan...

yang saya khawatirkan, doktrin 354 mengenai halalnya darah orang islam non-354 (untuk dibunuh) bukan hanya sebatas sampai tingkatan doktrin...tapi akan menjadi sebuah kenyataan dan realisasi. naudzubillahminzalik

itu memang bisa akan terjadi kalau ajaran 354 tidak dibendung dan tidak diperangi (dengan nasihat dan naziroh, sebab peperangan terhadap khawarij dalam arti fisik adalah wewenang penguasa daulah)

Anonim mengatakan...

orang jokam selalu berkata " orang yang keluar dari jamaah kami memang murtad dan halal untuk di bunuh, tapi kami tidak akan melakukan pembunuhan dalam arti yang sebenarnya"

ya, mungkin benar. tapi memiliki keyakinan "tidak berdosa" membunuh orang islam diluar golongannya itu hanyalah menginvestasi masalah dan bagai api dalam sekam yang akan menjadi bom waktu

kalau kondisi kondusif untuk jokam dan keadaan memang menuntut untuk melakukan pertumpahan darah, maka tak mustahil jokam akan melakukan pembunuhan terhadap orang islam dalam arti yang sebenarnya

Anonim mengatakan...

Adakah dari wahabi salafy yg mau diskusi ilmiyah dg kami di dunia nyata, silahkan datang ke surabaya dekat dg masjid/maqom sunan ampel, ini nmr tlp kami 085732060598...

Kami sudah GERAH tingkah wahabi salafi di dunia maya...!!

Anonim mengatakan...

kebetulan ana juga di ampel maghfur , sepakat kapan kita ketemuan ?

Anonim mengatakan...

yang saya khawatirkan, doktrin 354 mengenai halalnya darah orang islam non-354 (untuk dibunuh)-
--------------------------=
YA AMPUN INI PITNAH SDH KETERLALUAN...MEMUTARBALIKAN FAKTA.ORG LDII MEMPUNYAAI SIFAT BUDI LUHUR..LUHURING BUDI.PADA MASYARAKAT...KOK DITUDUH MAU MEMBUNUH..ASTAGFIRLLOHALADZIM..KEJAM AMAT INI ORG SALAFEY / MANTAN LDII MEMFITNAH.., APAKAH PARA MANTAN INI DULU NGAJINYA PADA TIDUR KALI...KOK SEKEJAM ITU MENUDUH EX ALMAMATERNYA....CARA ENTE MEMFITNAH MALAH AKAN MERUGIKAN ORG SALAFEY SENDIRI...
(Semoga Allah membalikan hujatan2 mereka).

Anonim mengatakan...

MANTAN KEPALA BIN HENDROPRIYONO : HANYA SISTEM KHILAFAH YANG
BISA MENGATUR DAN MENYEJAHTERAKAN DUNIA

Abdullah Mahmud Hendropriyono, mantan Kepala BIN, dalam wawancara dengan majalah Sabili Edisi April 2009
menyatakan,"Semestinya, setelah tesis Liberal-Kapitalisme gagal mensejahterakan dunia, kekhalifahan seharusnya
muncul sebagai penggantinya. Karenanya, Islam perlu menjawab tantangan globalisasi dengan membangun
'Kekhalifahan Universal'. Hanya sistem ini yang bisa mengatur dan mensejahterakan dunia, karena tatanan Sekuler-
Kapitalisme telah gagal".

Lebih lanjut, ketika wartawan Sabili bertanya,"Apakah Anda sepakat dengan konsep khilafah?" Hendropriyono
menjawab,"Khilafah itu adalah tujuan, bukan strategi." Hendropriyono juga menyatakan."Yang jelas, di masa datang
Kekhalifahan akan menjadi new nation state, menggantikan sistem lama yang gagal."*

Pernyataan AM Hendropriyono ini semakin menunjukkan bahwa opini tentang khilafah sebagai solusi problem dunia
semakin kuat. Hadirnya Khilafah tidak hanya diyakini oleh para aktivis dakwah Islam saja, tetapi juga diyakini oleh
kalangan intelijen. Sebelumnya, NIC juga telah memprediksikan berdirinya Khilafah.

Salah satu hal yang perlu dikoreksi, Khilafah bukan new nation state, tetapi negara untuk seluruh umat Islam di dunia.
(www.syariahpublications.com)

*Wawancara lengkap bisa dibaca di Majalah Sabili

Anonim mengatakan...

@085732060598...

bagaimana akhi , ana abu hamzah tinggal di dekat masjid ampel maghfur , kapan kita ketemuan ?

Anonim mengatakan...

KHILAFAH MUTLAK DIPERLUKAN BAHKAN WAJIB, TAPI KALO YANG JADI KHOLIFAH/AMIR ITU ANAK TURUN NURHASANAL-UBAIDAH LUBIS YANG GA PUNYA LATAR BELAKANG PENDIDIKAN FORMIL MAUPUN NON FORMIL NAUDZUBILLLAH MINDZAALIK, JANGAN SAMPE TERJADI SEPERTI DI ISLAM JAMAAH/LDII, YANG BENER AJA AMIR SE JAGAT KOK ILMUNYA AGAMANYA SANGAT DANGKAL LIHAT AJA CARA PENYAMPEAIAN PEMANGKULAM HADIS IBNU MAJAH APRIL 2010, SANGAT TIDAK PANTAS SEORANG AMIR ISLAM JAMAAH/LDII YANG SEHARUSNYA MENGUASAI ILMU QUR'AN HADIST, TERNYATA MASIH SANGAT JAUH DARI YANG SEMESTINYA.
TETAPI KENAPA ORANG JAHIL DALAM HAL ILMU QUR'AN HADIST SEPERTI AMIR ISLAM JAMAAH ABDUL AZIZ SULTHON AULIA KOK DIANGKAT JADI AMIR, JAWABNYA ADALAH KARENA PARA IMAM DAERAH SELURUH INDONESAI DI SOGOK FASILITAS MOBIL MEWAH, SAMPAI AMIR DI TINGKAT DESA DAN KELOMPOK DIKASIH GRATIS MOTOR JAMUS DAN MOTOR HONDA, DENGAN FASILITAS YANG SE HINA ITU MEREKA PARA WAKIL DI TINGKAT PUSAT SAMPE DAERAH,DESA SAMPE KLOMPOK MAU MENDUKUNG DAN TAQLID DENGAN SANG AMIR YANG SUDAH MEMBERIKAN FASILITAS ITU, DAN YANG LEBIH PARAH LAGI SANG KETUA UMUM LDII PROFESOR ABDULLLAH SYAM SEBAGAI BUMPER ISLAM JAMAAH BERANI BERSUMPAH DEMI ALLOH KEPADA MAJELIS ULAMA INDONESIA (MUI ) UNTUK MRNUTUPI KEBEJATAN/ KESESATAN ISLAM JAMAAH, DAN TERNYATA JUGA PENGURUS MAJELIS ULAMA IND ( MUI ) PAK MA'RUF AMIN CS JUGA MAU DI KIBULI OLEH SANG PROFESOR AHLI PERTANIAN, MAKANYA KALO MENJADIKAN ULAMA YANG AHLI/ MUMPUNI DALAM QUR'AN HADIST SEHINGGA TAKUT BERBOHONG / DUSTA/ NGIBUL KEPADA SIAPAPUN, TIDAK SEPERTI YANG ADA DI ISLAM JAMAAH/ LDII, SEMOGA ALLLOH MENUNJUKAN KEBENARAN SEHINGGA PARA PENDUSTA MAU MENCABUT SUMPAH DUSTANYA,SEHINGGA MEREKA MAU RUJU' ILALHAQ.

Anonim mengatakan...

LDII atau Salafiyin Indon adalah pilihan. Kenapa terjadi 2 kubu ini? Sebelum anda memutuskan memilih, silakan baca tulisan saya di bawah ini. Percayalah, apapun pilihan anda, anda tetap tidak bisa lari dari konsekwensi. Baik di dunia maupun, yang lebih bahaya: konsekwensi akhirat (the point of no return).

Semua ini berawal dari tidak idealnya keadaan sekarang yang coba diprojeksikan ke jaman Nabi (ideal?). Jaman Nabi dulu, Nabi Muhammad saw adalah pemegang kekuasaan tertinggi baik dari sisi spiritual dan "pemerintahan" serta, at some stages, menguasai wilayah. Umat Islam ya relativ sedikit dan masih bisa dikontrol. Hal itu berbeda dengan keadaan sekarang yang tidak sama persis dengan jaman nabi dulu. Negara yang mengaku menjalankan islam ada, tetapi wilayahnya terbatas. Padahal sekarang ini umat Islam sudah tersebar ke seluruh penjuru mata angin. Di sinilah mulainya terjadi perbedaan yang mengakibatkan umat islam harus memilih (pendekatan yang mana?)

Saya ingin sekali membuat tabulasi, tetapi tampaknya blog ini tidak men-support table. Jadi ya saya susun linear saja ke bawah:

SALAFI INDON:

mengambil pendekatan ke ulama2 Saudi yang berfatwa untuk tetap menjalankan "status quo" alias jalani saja kenyataan sekarang dan tunduk pada pemerintah yang sah di masing2 negara.

LDII:

pendekatan juga ke ulama2 Saudi (karena bagaimanapun juga guru Pak Nurhasan adalah ulama panutan Saudi), tetapi dengan mendirikan jamaah yang bertujuan "mengesahkan" dan "menghalalkan" hidup. Jamaah di sini adalah mengangkat pemimpin yang ditaati dengan pengukuhan janji baiat.

SALAFI INDON:

Jamaah harus berbentuk negara (terutama punya wilayah kekuasaan/kedaulatan yang diakui dunia internasional). Jadi negara di mana tempat tinggal seorang islam dianggap sudah merupakaan jamaah dengan amirnya presiden/pemimpin pemerintah di negara tersebut.

LDII:

Perintah berjamaah adalah wajib dan dalil2nya shahih dan tidak dimansuh (diganti). Pengecualian hanya bisa dilakukan bagi yang tidak menemui jamaah dan itupun harus menyepi ke hutan (secara arti harfiah). Jadi dalam "ideologi" LDII, jamaah itu wajib dibentuk meskipun orangnya baru sedikit dan belum mempunyai wilayah yang diakui internasional. Karena perintah berjamaah tidak dimansuh dan syarat wilayah tidak ditemukan secara spesifik di nash2 yang shahih. Berjamaah adalah kewajiban yang pasti punya konsekwensi akhirat, sedangkan konsekwensi dunia, LDII beranggapan yang dilakukan pada saat ini adalah sepenggal dari proses yang panjang (suatu hari nanti toh bisa saja punya wilayah). Adanya jamaah yang sekarang adalah bagian dari "it needs to get started". Itu cukup untuk menggugurkan kewajiban.

SALAFI INDON:

Dalil2 ketaatan diaplikasikan dalam ketaatan pada pemerintah/negara. Jadi harus taat pada presiden (dalam hal yang tidak maksiat) dan tidak boleh demonstrasi atau makar. Yang diperbolehkan adalah menasehati.

LDII:

Dalil2 ketaatan diaplikasikan pada ketaatan pada pemimpin jamaah. Tidak boleh demonstrasi atau makar juga (ya tentu saja dalil2 yang dipakai sama). Adapun taat pada pemerintah (RI) adalah bentuk ijtihad hubungan baik sesama manusia (hablum minan naas).

SALAFI INDON:

Jamaah Islam tidak ada pada saat ini. Sistem belum terbentuk. Massa cair. Tidak ada batas yang tegas.

LDII:

Jamaah ya apa2 yang LDII punya saat ini. Sistem telah terbentuk. Setiap ijtihad dikeluarkan supaya sistem bisa berjalan dan ber-regenerasi dan kalau bisa... berkembang.

Anonim mengatakan...

SALAFI INDON:

Karena sistem belum ada, SALAFI INDON memandang setiap ijtihad yang tidak secara spesifik dicontohkan adalah BID'AH.

LDII:

Sistem telah terbentuk. Ijtihad bisa dikeluarkan dan dijalankan. Berpijak pada dalil: setiap perkara yang diputuskan amir secara musyawarah menjadi peraturan Allah yang wajib ditaati selama tidak menyuruh ke hal maksiat.

SALAFI INDON:

Jamaatul Muslimin nantinya akan terbentuk dalam skenario "hadiah dari langit". Imam mahdi akan turun dan voilaaa... terbentuklah jamaatul muslimin.

LDII:

Jamaah yang sekarang ini dipunyai adalah/sudah bisa disebut jamaatul muslimin. Kesinambungannya bisa berupa jamaah yang membesar atau bertemu dengan jamaah yang sama di belahan dunia yang lain kemudian bersatu/melebur ikut jamaah yang lebih tua. Kerajaan Saudi adalah kandidat yang paling mendekati dalam hal ini. Adapun Imam Mahdi adalah Isa Al-masih yang akan sholat di belakang Imam jamaatul muslimin (yang merupakan kesinambungan dari jamaah yang sekarang ada).

Anonim mengatakan...

Catatan dari saya:

Dari beberapa point ini, cukuplah terlihat perbedaan yang mencolok yang harus dicari titik temunya dulu kalau mau berdiskusi masalah hilir seperti infaq, nikah dalam dll. Bagi saya point2 di atas adalah hal pokok dan awal dari perbedaan. Akan sia2 berdiskusi masalah hilir jika tidak memahami dan mencari titik temu dari perbedaan2 di atas.

Manakah dari kedua point ini yang benar?

Hmmm saya tidak mau dalam posisi menghakimi salah atau benar. Tetapi saya mencoba menunjukkan mana yang secara logika, flow nya mengalir dengan konsisten, dan mana yang flownya saling kontradiktif.



SALAFI INDON:

Coba perhatikan flaw/kontradiksi yang jelas terlihat. Mohon digarisbawahi saya tidak sedang menyalahkan SALAFI INDON. Yang saya tulis di sini adalah ketidak konsistenannya. Saya menghargai pendapat bahwa jamaah islam belum ada/tidak ada pada saat sekarang. This is perfectly fine for me. Setiap orang bebas berargumen. Tetapi yang aneh adalah menganggap negara adalah representasi dari jamaah versi SALAFI INDON dan yang parah: mengaplikasikan dalil2 jamaah (seperti taat, tidak boleh makar) ke dalam negara. Nah loh. Kalau memang tidak mengakui adanya jamaah islam dan amiril mukmininnya, ya sudah, tetapi jangan coba2 mengaplikasikan dalil2 taat pada amir, tidak boleh makar, dsb. ke negara (RI) dong. Lihat tulisan saya yang lain (keyword: kumpul kebo). Belum mau menikah, ya silakan, itu pilihan masing2 individu. Tetapi kalau belum menikah, ya jangan merepresentasikan pacar seperti istri dan mengharapkan pahala kalau disetubuhi.

LDII:

Adalah contoh sebuah jamaah yang tidak perfect. Kecil, belum/tidak punya wilayah. Tetapi flow logikanya cukup konsisten. Jamaah harus dibentuk, harus dimulai. Jamaah tidaklah turun dalam bentuk hadiah bulat2 dari langit. Harus dimulai. Adapun hasil akhirnya dipasrahkan. Begitu jamaah dibentuk, sudah bisa dikatakan jamaah karena sudah berbentuk entity yang berorientasi pada kesinambungan dan perkembangan. Hal2 lain seperti wilayah, bisa saja menyusul di kemudian hari. Dan itu hanyalah penggalan dari proses yang bisa cukup panjang. Samalah dengan nikah. Begitu sudah ada ijab kabul, pasangan suami istri sudah merupakan entity yang baru. Sudah bisa disebut rumah tangga meskipun mungkin secara fisik masih nebeng dengan mertua. Sudah punya otoritas kekuasaan (meskipun terbatas). Sudah dapat pahala kalau patuh pada suami. Kalaupun dulu nabi punya rumah (fisik) dalam berumah tangga bukan berarti orang yang mau berumah tangga sekarang harus punya rumah (secara fisik) dulu. Kalaupun orangyang baru berumah tangga tadi nantinya punya rumah (fisik) ya tentu baik. Tetapi kalaupun meninggal sebelum punya rumah sendiri ya tidak apa2, pernikahannya sudah bisa dikatakan institusi rumah tangga yang sah. Anda lihat sendiri, bahwa jelas punya rumah, teritori adalah bagian dari proses. Suatu hari sangat mungkin bisa tercapai. Tetapi bukan berarti sebelum punya rumah/teritori membatalkan status ijab qabul nya.



Any other thoughts?



Yang bener2 pinter,

Wong Pinter

Anonim mengatakan...

tambah mas

354 mengkafirkan semua orang tang di luar kelomopoknya,

salafy tidak,

354 sembunyi2 dalam berdakwah, ada ND, ga mau sholat di luar klpknya,,,


salafy, tidak,,,,

Anonim mengatakan...

singkatnya menurut wong pinter

orang islam yang ga beat sama imam 354 sama dengan orang bersetubuh tapi belum nikah, maka di hukumi ZINAH, , ,itulah dokrrin bodoh 354, bgai manapun baiknya beragama, kalau ga beat sama 354, maka ga halal hidupnya, makanya, tidurnya, sampai jimak suami istripun tidak halal,,,

Anonim mengatakan...

wong pinter, coba apa komentarmu terhadap pertanyaan anonim ini ?

saya bertanya kepada kalian :

1 siapa ulama Ahwj yang sependapat dengan
kalian, bahwa yang ga beat sama sulthon auliyya
adalah kafir ?
2,siapa para ulama Ahwj yang mengatakan bahwa
imam kalian adalah syah menurut syariat,?
3, siapa para ulama Ahwj yang mengakui
keulamaanya ulama kalian (nurhasan, kaamudi,
kholil) ?
4, siapa ulama yang membolehkan beat pada
imam rahasia, dan tidak memiliki kekuasaan
sedikitpun ?
5 siapa ulama Ahwj yang mengajarkan takfir,
taqiyyah, %, surat penyaksian tobat ?
6 siapakah ulama ahwj yang memurtadkan dari
islam, gara2 ga beat pada imam kalian ?
dlllllll
MAKA KALIAN PASTI AKAN MENJAWAB :
T I D A K __ A D A
maka kami berkata :
kalau tidak ada, kenapa kalian masih mau
mengikuti ,model beatnya 354 ?,
kenapa kalian masih mengikuri ijtihad ( ro'yu
imam kalian ?
kenapa kalian masih membela mati2an imam
kalian, la wong ga ada satupun ulama Ahwj yang
ngakui imam kalian ?
kenapa kalian masih mengikuti ajaran nurhasan,
kasmudi,kholil, la wong gurunya pun ga ada yang
mengajarkan seperti itu ?
maksudnya adalah : tinggalkanltah ajaran2
sesatnya nurhasan, kasmudi, kholil, karna itu
bukan berasal dari ajaran guru2nya di mekah
madinah, namun itu HASIL PEMIKIRAN
NH,KAAMUDI,KHOLIL, alias RO'YU, dan kalian
adalah hanya korban penipuan aqidah orang2
pusat, yang menggunakan ayat quran, dan hadits,
namun di palingkan makna dan maksudnya, ....

trimakasih mas,

jangan lama2 mikirnya ya,,,,

Anonim mengatakan...

tentang wong pinter yang mengklaim bahwa guru-guru Haji Nurhasan adalah ulama mekah, perlulah dibuktikan. bahkan sampai sekarang, banyak jokam 354 yang bertanya, apakah benar Haji Nur Hasan belajar di saudi arabia kepada para syaih waktu itu? tidak ada saksi penguat kecuali mbah nur asnawi, yang pembantu beliau. dan saksi satu orang yang sifatnya merupakan keluarga tertolak, harus dihadirkan minimal 2 saksi yang adil. pernah keponakan beliau yang di iain sunan ampel saat menyelesaikan skripsi mengenai islam jamaah berkorespondensi dengan perguruan darul hadist di mekah, ternyata haji nur hasan tidak terdata di sana.
mengenai jamaah yang dianut oleh Haji Nur Hasan, ada bukti bahwa kajian Haji Nur Hasan merupakan jiplakan dari jamaah hizbulah yang waktu itu imamnya adalah Wali Alfatah. Kitab Imaroh yang dipegang oleh jamaah merupakan kitabnya wali alfatah. tahun 1961 sebelum baiat di gading, haji Nur Hasan memangkulkan kitab itu dengan berujar bahwa ini adalah oleh-oleh dari Jakarta. terdata di jamaah hizbulah bahwa haji nur hasan tahun 1959 berbaiat kepada wali alfatah.
maka, atas dasar apakah kemurnian yang diusung oleh jamaah? atau ini hanya spekulasi tentang kebenaran agama saja?

Anonim mengatakan...

Kesalahan 354 adalah menggunakan istilah Jamaah untuk bisa mengkafir2kan & menajis2kan semua orang islam di muka bumi ini yang tidak beat ke imam mereka. BETUL BEGITU KAN 354..??

Kalau kalian menjawab TUDAK, berarti kalian memang PENDUSTA SEJATI.

Anonim mengatakan...

to admin

mas admin emang comment yang masuk di saring dulu ya ? ko kayanya bnyak comment yang ga di muat ?

kalau commentnya di saring sesuai keinginan admin, bgimana mungkin orang akan bisa mengeluarkan unek2nya ?, pengalamanya, keraguanya, keyaqinanya, ? saran dan kritikanya, ?

Anonim mengatakan...

ya kang, dalm 354 biasanya ada kata2:

jokam bukan ?
udah jokam belum ?
jokam mana ?
dia keluar dari jokam !
dLL,

jokam maksudnya jamaah = orang kita{ orkit } = orang iman,

sebaliknya kalo dikatakan bukan jokam = bukan jamaah = bukan orang iman = orang luar (orlu) = orang kafir,

itu adalah bahasa bithonahnya orang2 354 ,

Anonim mengatakan...

harusnya sekarang ini salafer2 goblok itu mesti menggigiti akar pohon sampe mati, hahaha..
bukan malah mendirikan pengajian2 firqoh..

Anonim mengatakan...

sing mengkafirkan ki yo sopo...kui lak yo awakmu dewe sing merasa dikafirkan blok, goblok...

cen angel tenan ngomong karo salafer utek dengkul..

Anonim mengatakan...

1 siapa ulama Ahwj yang sependapat dengan kalian, bahwa yang ga beat sama sulthon auliyya
adalah kafir ?
============================
mas, emang siapa yang bilang kalau ga beat sama sulthon aulia adalah kafir?? itu kan persangkaan anda sendiri, dan anda sendiri yang merasa di kafir-kafirkan.. kami warga jamaah tidak pernah mengkafirkan siapapun karena kita tahu dalil bahwa barang siapa menuduh kafir, niscaya tuduhan itu akan berbalik kepadanya


2,siapa para ulama Ahwj yang mengatakan bahwa imam kalian adalah syah menurut syariat,?
================================
ulama ahwj yang anda maksud itu siapa..?? kalopun ada ulama ahwj seperti yang anda maksudkan menyetujui keamiran jamaah, lha yo udah pasti dia ikut gabung to yoo.. logikanya, mana ada ulama yang membenarkan keamiran tapi dia tetap ga mau gabang?? itu sama aja ga konsisten sama omongannya, lain di mulut lain di hati.. apakah memang org2 salafi itu didominasi oleh otg2 yg plin plan dan tidak konsisten..??

contoh:
asumsikan saya seorang ulama ahwj spt yg anda idolakan..dan saya berkata:
"keamiran di ldii adalah sah dan harus diikuti"
tapi saya bukan warga ldii dan gamau ikut gabung...
apa yang kalian harapkan adalah pengakuan semu seperti itu..???


3, siapa para ulama Ahwj yang mengakui keulamaanya ulama kalian (nurhasan, kaamudi,
kholil) ?
===============================
jawabannya sama dengan jawaban nomor 2

4, siapa ulama yang membolehkan beat pada imam rahasia, dan tidak memiliki kekuasaan
sedikitpun ?
================================
mana ada imam rahasia?? bithonah itu bukan tujuan, tapi sebuah kebijakan dalam menyikapi situasi dan kondisi yang dihadapi.. kalau masyarakat indonesia sudah pada pinter, sudah pada dewasa, (maksudnya ga kaya salafi2 indonesia ini yg suka mengangkat perbedaan menjadi sebuah konflik) niscaya ijtihad bithonah juga bakal dimansukh kok...
dulu waktu masa babat alasnya pak NH juga ga ada bithonah.. bithonah muncul setelah timbul reaksi keras, ekses, gesekan dari masyarakat yang pada saat itu masih mengamalkan ibadah2 bid'ah, sirik, khurofat, dsb yang melebur ke dalam sebuah adat istiadat,,

adapu masalah wilayah, silahkan baca tulisan wong pinter di atas


5 siapa ulama Ahwj yang mengajarkan takfir, taqiyyah, %, surat penyaksian tobat ?
===========================
lha yang mengkafirkan itu siapa..??
lagi2 itu hanya persangkaan kalian sendiri...

silahkan baca lagi tulisan wong pinter diatas, pahami dulu perbedaan dasar antara ldii dgn salafi indon.. baca juga kesimpulannya..


6 siapakah ulama ahwj yang memurtadkan dari islam, gara2 ga beat pada imam kalian ?
=============================

sudah dijawab diatas..

Anonim mengatakan...

kalo ngomongin kafir2an, tuh liat sesembahan kalian si muhamad bin abdul wahab...bukankah sesembahan kalian itu hobi mengkafir2kan ulama ahlusunah saat itu..??

mau mengelak apalagi kalian? sepak terjang, pola pikir, dan ideologi iblis wahabi salafi tertulis semua di kitab durar as saniyah milik kalian itu.

Anonim mengatakan...

setahu saya, pengajian LDII bukan pengajian internet seperti salafi yang berguru pada syaikh google di ma'had darusgoogle...
Jadi, kalau mau mencari info tentang ilmu LDII di internet tidak akan anda temukan seinteraktif yang anda inginkan. Karena LDII dari dulu bukan media online tanya jawab seperti pengajian instan salafi, yang mendadak pinter gara2 belajar otodidak..

Anonim mengatakan...

Yang saya tangkap dari sepanjang saya berdiskusi dengan Salafi palsu ini, yang dipermasalahkan adalah konsep jamaah seperti LDII itu tidak bisa diterima. Salafi palsu bin koplo hanya berkhayal suatu hari nanti ada kekhalifahan tiba2... tuing... berdiri. Hadiah dari langit. Seperti magic. Punya wilayah kedaulatan dan terdaftar di PBB. Jadi selama tidak ada punya wilayah seperti negara, saya rasa ajak-ajak tidak akan ada gunanya. Karena esensinya adalah konsep jamaah LDII bukan seperti konsepnya Salafi palsu ini. Salafi palsu ini lebih mementingkan wilayah dan pengakuan PBB yang isinya org2 yahudi wa nashoro, ketimbang yang berdasarkan Quran dan Sunah dan diakui Allah & Rasul.

sudahlah ga perlu diperpanjang lagi, yuk balik ngaji QH lagi.. ga ada gunanya debat kusir sama salafi palsu..

Anonim mengatakan...

Kami aswaja, ingin bergandengan tangan bersama LDII untuk mengusir kaum wahabi-salafi dari bumi Indonesia..!!

Anonim mengatakan...

Mari Bantu Perjuangan Forum Ruju' Ilal Haq Dengan Bertaawun di : No. rekening BCA : 6080339150

Anonim mengatakan...

Mari Bantu Perjuangan Forum Ruju' Ilal Haq Dengan Bertaawun di : No. rekening BCA : 6080339150

=================================

woalah...jebule tujuan utama sampeyan ki ngemis to mas.??
masyaallah...wis nganggo rekening bca sing jarene riba, tsyabuh dgn org kafir, dsb..ternyata nganggone rekening bca, hahaha..ijin ngakak..

ternyata salafi ki isone ming ngemis tok..

Anonim mengatakan...

mana ini..?? saya tunggu telpon/sms kok ga ada..
saya bukan orang LDII, tapi muak dan ingin muntah melihat kebiadaban org salafi dengan paham fitnatunnya... hobi memfitnah, menjelek-jelekkan, dan memecah belah umat islam di indonesia..!!



*Adakah dari wahabi salafy yg mau diskusi ilmiyah dg kami di dunia nyata, silahkan datang ke surabaya dekat dg masjid/maqom sunan ampel, ini nmr tlp kami 085732060598...

Anonim mengatakan...

SERUAN kepada umat muslim di seluruh INDONESIA, mari kita bersatupadu, menyingkirkan wahabi salafi dari tanah INDONESIA..!! Mari kita selamatkan umat muslim yang lain dari pengaruh sesat fitnatun khawarij al jahanam as-salafy al indonesiyin..!!

Semuanya join di group:

http://www.facebook.com/groups/1OMWDI

1.000.000 ORANG MENOLAK WAHABI DI INDONESIA

Anonim mengatakan...

Ayo LDII, kami umat muslim aswaja siap membantu dan bekerjasama mengusir kaum salafi dari Indonesia..!!

untuk umat muslim yang lain, jangan percaya dengan omongan orang2 wahabi yang mengaku salafi, mengaku ahlussunnah wal jamaah, mengaku bermanhaj salaf, berpemahaman sama dengan para sahabat, mengaku berdasarkan al quran dan assunnah, dab karena semua itu hanyalah PALSU.. mereka penuh dengan fitnah dan kebencian..

Salam aswaja,

Anonim mengatakan...

lihatlah kawan jawaban si orang pinter,,,,,
dia malah bersilat lidah mengolah kata,,,

saya hanya ingin membuktikan kalo memang ulama 354 mengaku belajar di mekkah madinah, maka saya minta syeh mekkah madinah yang mana yang pemahamany sama dgn 354 ?

ternyata 6 poin di atas tak ada satupun yang dia jawab secara ilmiyyah,,,,,

si wong pinter juga lagi keblinger,,,, jelas2 dia mengansumsikan bahwa yang ga beat sama 354 sama dengan orang jimak tanpa nikah, berarti ZINAH,,,,

neeh dengarkan , skarang lagi di jelaskan tentang salafy wahaby oleh syeh ali hasan alhalaby, murid syeh albany, di pekalongan,di masjid imam assyafiu, disiarkan langsung di radio rodja am 756,

Anonim mengatakan...

*saya hanya ingin membuktikan kalo memang ulama 354 mengaku belajar di mekkah madinah, maka saya minta syeh mekkah madinah yang mana yang pemahamany sama dgn 354 ?
================================
pancen bocah gemblung, bukankah di arab sendiri juga menggunakan pemahaman jamaah? dimana amirnya adalah raja saudi itu sendiri?

aneh salafi ini, pemahamannya bener2 koplo..dianya sendiri bilang menghindari firqoh..tapi berulang2 juga menyebutkan kalo jamaah dibatasi dengan penguasaan wilayah.. apalagi wilayah yang dimaksudkan adalah wilayah yang diakui pbb yang isinya org2 yahudi nashoro.. wealah gembluung..gemblung..



*ternyata 6 poin di atas tak ada satupun yang dia jawab secara ilmiyyah,,,,,
================================
kalo yang ente maksud ilmiah = panjang, mbulet2 gak karuan, dan harus menyertakan dalil copas dari google ya silahkan debat sama akar pohon aja mas..


*si wong pinter juga lagi keblinger,,,, jelas2 dia mengansumsikan bahwa yang ga beat sama 354 sama dengan orang jimak tanpa nikah, berarti ZINAH,,,,
==================================
lho lak gemblung meneh to..
dikandani kui cuma analogi kok gak nyambung2.. yang bilang ga jamaah = zina itu siapa..??
mendingan tulisan wong pinter dibaca lagi aja, dipahami, baru komentar.. biar sampean ndak ketauan gobloknya mas...

sini tak bantu jelasin clue-nya:
SUami = amir dalam rumah tangga
kalo sebuah rumah tangga blum punya rumah, masih nebeng mertua misalnya, apakah dianggap rumah tangganya tidak sah dan tidak diakui rumah tangganya..??

mudeng ora kowe, son..??


Dudu Wong Pinter,


aku bukan wong pinter mas, tapi wong bodo yang memang berteman dgn wong pinter..

Anonim mengatakan...

kalo ente cuma haus pengakuan dr syekh anu dan syekh itu dari saudi kibar kibar ulama haromain, nih saya copas berita:


Syech Dr Abdullah Nasri Yahya Al Asiri, dosen sekaligus Mufti di Ma’had Haram Mekah, (7/04/2011) lalu mengunjungi Pondok Pesantren Wali Barokah di Kediri. Kunjungan di pondok pesntren itu, untuk mempererat silaturahim, antara Syech Dr Abdullah Nasri dan murid-muridnya yang berasal dari Pesantren Wali Barokah Burengan Kediri.

Ini penghormatan besar bagi Pondok Pesantren Walibarokah dan LDII. Tak biasanya guru mengunjungi murid-muridnya sekaligus memberi tausiyah kepada para santri yang dididik para muridnya itu. Syech Abdullah Nasri juga mengunjungi beberapa tempat lainnya, semisal kantor DPW LDII di Surabaya, Jawa Timur dan kantor DPP LDII di Senayan, Jakarta.

Pada Jumat Subuh (08/04/2011), dalam kuliah umumnya di hadapan ribuan santri, Syech Abdullah Nasri menekankan pentingnya mencari ilmu dan beramal. Dunia memang sedang bermasalah dengan moralitas. Ketika ilmu pengetahuan dan teknologi dibangga-banggakan, sementara ilmu agama ditinggalkan, umat manusia mengalami kemerosotan moral sekaligus peradaban. Agar selamat dunia dan akhirat, umat Islam supaya terus mencari ilmu agama dan mengamalkannya.

Namun, mencari ilmu agama tak semudah mencai ilmu duniawi. Perlu kesabaran dan ketekunan. Untuk itu Syech Abdullah Nasri berpesan, hal yang pertama dilakukan dalam mencari ilmu adalah ikhlas, semata-mata karena Allah, mengharap pahala dari Allah. “Mencari ilmu tidak untuk pamer, untuk sombong, atau beradu kepintaran, hanya semata-mata mencari ridho dan pahala dari Allah,” ujar Syech Abdullah Nasri.

Kedua, ilmu itu harus diamalkan, karena ilmu tanpa diamalkan akan menjadi hujjah bagi Alloh untuk menyiksa pencari ilmu tersebut. Selanjutnya sabar, sebab mencari ilmu agama itu butuh proses yang menuntut kesabaran. Rasa jenuh atau kesulitan-kesulitan lain harus dihadapi dengan kesabaran. Yang keempat, taqwallah. Bertaqwa kepada Allah berdasarkan dalil
wattaqulloh wa yu’allimukumulloh, “Bertaqwalah kepada Allah dan Allah akan mengajari kamu sekalian,” ujar Syech Abdullah Nasri. Menurutnya dengan bertaqwa kepada Allah, maka Allah akan memberi ilmu kepada kalian semua.

Syech Dr. Abdullah Nasri Yahya Al Asiri, menamatkan S1 dan S2 di Universitas Umul Quro di Mekah. Lalu S3 diselesaikan di Universitas Islam Madinah. Kecintaannya terhadap Islam membuatnya mengambil jurusan Ushul Fiqih, mulai dari tingkat sarjana hingga doktoral.

Syech Abdullah Nasri menjadi guru di Ma’had Haram sekaligus sebagai mufti di Ma’had Haram di Mekah. Syech Abdullah Nasri satu institusi dengan Syech Abdurrahman Sudais, salah satu imam dan mufti di Masjidil Haram –yang kebetulan memiliki hubungan saudara dengan istri Syech Abdullah Nasri. Bahkan bila Syech Abdurrahman Sudais tidak bisa menghadiri berbagai undangan dakwah ke luar negeri, Syech Abdullah Nasri yang ditunjuk menggantikannya.

Kedatangan Syech Abdullah Nasri ke Indonesia dalam rangka liburan yang dimanfaatkan untuk berdakwah, dan mengunjungi murid-murid yang dulu pernah belajar kepadanya di Ma’had Haram. “Maka kami manfaatkan sekalian untuk tausiah dan mengajar ilmu-ilmu yang terkait dengan ushul fiqih,” ujar Chriswanto Santoso, Ketua DPW LDII Jawa Timur sekaligus Ketua DPP LDII. (LC)

sumber: http://www.walibarokah.org/mufti-mekah-kunjungi-pondok-pesantren-walibarokah/

Anonim mengatakan...

Walah, sing ngemis2 njaluk transferan kui kon ruju' ilannar wae..

Dasar biadab kere, ra duwe dana nggo operasional kok meh mbubarno ldii.. Jebul ming arep ngemis.. Lha cen salap pengangguran..

Tuobattttttttt...


Oh iyo, njaluko duit ning syaikh kibar haromainmu kae lho mas.. Ngomong yen ameh dinggo jihad mbubarno aliran sesat..

Anonim mengatakan...

assalamualaikum,

kawan2 yang telah rujuilalhaq, jangan terpancing oleh kata2 kotor sodara kita yang masih di 354 dengan membalasnya dgn kata2 kotor lagi, kewajiban kita hanya menyampaikan kebenaran, membongkar kesesatan 354, dgn bahasa yang santun dan selembut mungkin, mereka mencaci maki, kita ma'lumi, karena semua itu di sebabkan oleh ketidak tauan mereka terhadap dakwah salaf, sebagaimana kita dahulupun seperti itu,

toh pada kenyataanya sampai saat ini, tidak ada satupun ulama 354 berani berhadapan dialog di forum umum dengan kita, / dgn ustad2 yang bermanhaj salaf, bahkan kalau itu terjadi kita siap untuk bermubahalah,

surat yang telah di layangkan ke MUI pusat oleh FRIH,, yang isinya ingin dialog dngn ulama2 pusat dan para paku bumi 354 yang di anggap keilmuanya paling tinggi di 354, sampai saat inipun tidak di tanggapi oleh 354

adapun mereka mau atau tidak menerima, itu bukan urusan kita, namun itu urusan Allah,
INNA HUDA HUDALLAH,,sesungguhnya petunjuk hanyalah milik Allah,

perbanyaklah berdoa, agar mereka tidak berlama2 dalam mempertahankan aqidah TAKFIRNYA, , ,TAQIYYAHNYA, , ,IJTIHAD2 MAKSIYATNYA,,,, BIDAH2NYA YANG DI ANGGAP SUNNAH,,,TAQLID BUTA TERHADAP IMAMNYA,
yang semua itu merupakan kesesatan dalam islam,,,,

masih banyak sodara2 kita dalam 354 yang berhati mulia, berakhlaq karimah,yang benar2 mencari surga selamat dari neraka, namun tertipu oleh para pengkhianat ilmu di pusat, dibodohi aqidahnya, disimpangkan pemahamanya, ,dgn dalih TAAT IMAM,

syukron,,,

Anonim mengatakan...

to wong pinter,

kalo ente cuma haus pengakuan dr syekh anu dan
syekh itu dari saudi kibar kibar ulama haromain,
nih saya copas berita:
_______________________

wong pinter, yang aku maksud bukan kedatanganya syeh kibar,,, namun PERKATAANYA / FATWANYA,,
kalau kedatanganya saja yang anda sebutkan,maka banyak para syekh kibar bertemu dgn tokoh yahudi nasrani,, apakah itu menandakan kebenaran yahudi dan nasrani??

coba tanya sama pusat sana:

1 ditanyakan ga tentang 6 poin di atas ?
2 ada ngga mantan2 354 / ustad2 salaf yang kalian murtadkan yang di undang untuk sama2 dialog langsung dengan syeh ?,,,

,jawab: engga, taku......t

kenapa harus takut ?

karna orang pusat jawabanya sudah tahu, ,,ke 6 poin di atas merupakan kekeliruan,sehingga ga ada yang berani menanyakan hal itu,

namun orang pusat menutup2i kepada jamaahnya, agar jamaahnya memiliki keyaqinan bahwa ilmu pemahaman di 354 ini benar2 berasal dari mekkah madinah, buktinya syehnya aja mau datang ke kediri,,,,,

nah lho,,tambah lagi deh ngebohongin jamaahnya,

kalau anda katakan syeh menyetujui 6 poin di atas, maka sebarkanlah rekamanya,,,

mana,,,,,mana,,,,mana,,,,?

Anonim mengatakan...

to konco wong pinter:

Lihat tulisan saya yang lain
(keyword: kumpul kebo). Belum mau menikah, ya
silakan, itu pilihan masing2 individu. Tetapi kalau
belum menikah, ya jangan merepresentasikan
pacar seperti istri dan mengharapkan pahala
kalau disetubuhi.,,,,
_________________

konco wong pinter, apa maksud kata2 di atas ?


saya pun dulu lama di 354, sama mendoktrinkan kata2 gitu mas, dan doktrin itu saya dapat dari pusat,,,,,

1, kalo orang islam ga beat dan ga punya amir, dgn islam yang sudah beat dan punya amir, gambaranya sama dengan orang berjimak, yang satu melalui pernikahan, yang satu lagi tidak melalui pernikahan, biar sama2 mesranya, sama2 enaknya, namun yang satu mendapat pahala, dan yang satu berzina,,,semakin banyak dan semakin lama dia berjimak, maka yang satu semakin banyak pahalanya, yang satu semakin besar dosanya,,,,,

2, gambRan islam yang beat pada imamnya, dan yang ga beat pada imamny maka sama dengan makan daging ayam, , ,biar sama2 enaknya, sama2 gizinya , namun ayam yang satu di sembeleh dengan membaca bismillah, yang satu di setrum, maka yang satu hukumnya halal di makan, dan yang satu haram di makan,,,,
begutupun orang islam yang beat,dan yang ga beat, yang satu halal segala hidupnya, yang satu ga halal hidupnya, kalo ga halal berarti haram, kalo haram berarti ga ada di surga, kalo ga ada di surga berarti bukan orang islam, kalo bukan orang islam apalagi namanya kalo bukan KAFIR ?

berdasarkan dalil :
@ tidak halal hidupnya bagi 3 orang yang ada di permukaan bumi, kecuali mengangkat salah satunya menjadi amir,,,

@ tidak di katakan islam kecuali dgn berjamaah, tidak dikatakan jamaah kecuali dngnberamir, tidak dikatakan beramir kecuali dgn berbaiat, tidak dikatakan berbaiat kecuali dgn toat,(pada amir)

,,,,,,,itulah kata akhir yang di fahami oleh orang2 354 pusat, ,,,K A F I R,

mas wong pinter, saya wis ngelotok doktrin itu mas, jadi jangan bithonah2an ya,,, namun kalo mas wong pinter menentang doktrin itu, ya, , Alhamdulillah,,, sampaikanlah ke pusat, kasian jamaahnya di bodohi,,,,,

Anonim mengatakan...

==================
to konco wong pinter
=
pancen bocah gemblung, bukankah
di arab sendiri juga
menggunakan pemahaman jamaah?
dimana amirnya adalah raja saudi
itu sendiri?
_________________

lihatlah kawan ,kata2nya, apakah ini hasil mengaji k.adab ?
apakah ini hasil mengkaji H,sunan ibn majah ?
apakah ini hasil menaji yang ga ada henti2nya ?

,,,,,tapi biarlah, kita tekuni saja menyampaikan alhaq,,

mas , emang sejak kapan 354 mengakui raja arab sebagai imam yang di maksud ?

bukankah 354 meyakini di arab pun ada imam bithonah ,yang sama seperti 354 ?

syukur deh kalo anda sudah meyaqini raja arab sebagai imam di saudi,,,
perlu anda tau bahwa arti imam / amir / sulthon dalam bahasa arab adalah pemimpin /penguasa,

maka bagaimana dgn indonesia?

siapa yang menyandang imam?,,,,


apakah imam 354 ?

atau imam NII ?

atau imam JI ?

atau imam IM ?

menurut anda, imam2 di atas yang syah yang mana? , , ,

apakah kalo raja arab datang ke indonesia akan menemui imam2 di atas, atau akan menemui RI 1 ?

apakah kalo ada 354 yang akan di hukum pancung di saudi ,354 minta bantuan imamnya atau RI 1 ?

apakah perjanjian kerjasama ,pelaksanaan regulasi haji antar indonesia dgn saudi, akan di adakan dengan imam2 di atas atau dgn RI 1 ?

apakah kalo 354 melaksanakan ibadah haji yang memberikan izin , paspor, itu imam 354 apa RI 1 ?

,,,,,,,,.

Anonim mengatakan...

Belom lama ada terobosan pusat di jakarta timur (pondok Bambu). sang penerobos pusat bilang kalau di arab saudi tidak ada jamaah. yang ada kerajaan, jadi tidak benarlah kalau dikatakan di saudi ada imam bithonah. Sebab, sebithonah-bithonahnya di sana pasti akan ketahuan. setelah di selidiki oleh sang penerobos pusat tersebut tidaklah di ketemukan jamaah yang beat seperti kita (354).

si penerobos pusat juga bilang "jadi cuman kitalah (354) satu2nya yang mempraktekkan jamaah yang benar"

eh...bukanya dulu yg gembar-gembor di mekah-madinah ada imam bhitonah adalah 354..? kenapa ini ada penerobos pusat nasehat berkata sebaliknya. Pembodohan apalagi ini..?

Jian...Jian...

Anonim mengatakan...

membangun kenyakinan/i'tiqod dengan berdasarkan dalil gambaran/analogy yang tdk memenuhi syarat2 qiyas syar'i, lantas didoktrinkan ke JM354, maka bila ilmu diambil dr orng2 yg semacam ini maka kacau balaulah aqidah dan syari'ay islam

Anonim mengatakan...

mana lagi comment wong pinter & konco2nya, makin lama makin kelihatan siapa yang sebenarnya jahil,,,,,,siapa yang akhlaqnya buruk, siapa yang pendusta,,,biarlah dunia tahu siapa sebenarnya 354,

Anonim mengatakan...

wong pinter iku asline goblok lan gemblung alias TONG KOSONG NYARING BUNYINYA........

Eee...wong gemblong , cepet2lah tobat , aku kuwatir berita " kuwalat dengan qunut " juga menimpa ente..

wong pinter mengatakan...

Kami tidak membutuhkan ASWAJA , untuk membungkam salfi indon.

Kami tidak pernah berteman dan butuh teman penggembar ziarah kubur serta suka yasinan.

Tidak perlu kalian , ASWAJA , berusaha menggandeng kami , karena ajaran kita sudah beda dari A -Z .

Aku justru mengajak kalian ASWAJA untuk bersama ngaji di pengajian yang sah , yang bersambung sanatnya kepada nabi.

Anonim mengatakan...

aku justru mengajak kalian ASWAJA untuk
bersama ngaji di pengajian yang sah , yang
bersambung sanatnya kepada nabi.
___________
sanad dari hongkong ?

ajaran syeh yang mana ?
, sanad yang nyambung ke siapa ?

apakah imam bukhory menafsirkan seperti itu?

apakah pensyarah hadits sot imam asyaukani, imam athobary, imam annawawi menafsirkan seperti itu ?

bahwa umat islam, yang mengerjakan 5 rukun islam, 6 rukun iman, menjauhi syirik, bidah khurofat, takhayul, hanya karna ga beat sama imam 354, di samakan kedudukanya dengan PEZINA, disamakan dengan KUMPUL KEBO,, ?,,

itumah sanad hanya nyambung ke kediri,,nyambung sama para pembodoh aqidah,para pengkhianat ilmu , para pembuat syariat baru, dan putus di kediri,,,

Anonim mengatakan...

!!!!!!!!!

kami tidak membutuhkan ASWAJA , untuk
membungkam salfi indon.
Kami tidak pernah berteman dan butuh teman
===========================
ya, karna anda ga mampu membungkam dengan ilmu, ga mampu mendatangkan hujjah yang sohih, jadi yang anda butuhkan adalah uang %, atau uang merah / riba, untuk membungkam / menyuap mulut orang2
islam yang benci sama anda,,,

cuman sayangnya , ga semua orang mau mengorbankan aqidahya karna duit suap yang anda beriikan,,,,,,,

Anonim mengatakan...

KENAPA ISLAM TERKENAL DG RADIKALSME,GARIS KERAS/ TERORIS, SUKA NGEBOM DLL:
AL: PARA ULAMA/USTADZ ISLAM TIDAK MEBERI CONTOH HIDUP DG KASING SAYANG, MALAH SIBUK DG MEMPITNAH, MENJELEK2AN, GOL/HIZ/MANHAJ/ SESAMA ISLAM SENDIRI.
MALAH YG NON MUSLIM / PENDETA : MENGHIDUP2KAN KASIH SAYANG , CINTA KASIH DLL..., APAKAH PARA USTADZ MUSLIM HARUS BERGURU PADA PARA PENDETA ITU???, .....DUHH KASIAAN DEH UMAT ISLAM, EGOIS, TAQLID PADA GOLNYA, TDK MAU MENERIMA PERBEDAAN,..JANGANLAH DILIHAT PERBEDAANYA TAPI LIHATLAH KESAMAANNYA ...YAITU SESAMA MUSLIM,
MAKA ANA MENGHIMBAU STOP PERMUSUHAN..DISKUSI..DEBAT KUSIR..YG TDK ADA TTK TEMUNYA...MUBAJIR..MENGHABISKAN WAKTU SAJA.
(HAMBA YG SEDIH)

Anonim mengatakan...

Radikalisme dan aksi bombing yang terjadi dalam negara RI berakar dari pemahaman Takfiri ( mengnggap orang islam diluar hizbinya adalah kafir dan halal darahnya untuk dibunuh).

qhj 354 tidak mustahil akan menuju ke arah pertumpahan darah orang islam dalam arti yang sebenarnya apabila jamaah 354 tidak dinasihati dan kesesatannya tidak terkendali.

nadziroh berbeda dengan menghujat. lebih baik kasar-parut dari pada lembut-lumut ( lembut tapi menggelincirkan karena tidak mau nasihat atas nama "toleransi")

Anonim mengatakan...

kalau mau debat ilmiyah antara jokam 354 dan ahlusunnah waljamaah itu sangatlah bagus. kalau perlu masukin ke TV dan media massa. Undang instansi pemerintah terkait, MUI, BIN, Kejagung dll. disisi 354, sebaiknya dilakukan oleh pembesar 354 yang representatif seperti imam (sulton aulia) atau pakubumi (kholil) atau wk 4 (kasmudi).

nah ayo, kita buka-bukaan debat ilmiah mengenai sah atau tidaknya imamah 354, mengenai semua fenomena 354 yang menyimpang.

ayo debat terbuka

masalahnya, pembesar 354 itu banci kaleng jagokandang. kagak bakal berani debat terbuka. debat terbuka sama saja bunuh diri ,membuka kotak pandora dan mengunggkap semua kebobrokan 354.

paling yang berani nekat cuma jokamer kelas coro macam wong pandir yang keilmuannya sangat minimalis (mangkul dari copas situs quburiyyun)

Anonim mengatakan...

wong-pandir menganggap dirinya itu pahlawan 354. dia pikir imam 354 akan bangga pada dirinya dengan kelakuannya. padahal kalau imamnya tau kalau dia blak-blakan buka bitonah, dia bakalan di Drop out dari jokam 354 sama imamnya wkwkwkwkw

Anonim mengatakan...

Radikalisme dan aksi bombing yang terjadi dalam negara RI berakar dari pemahaman Takfiri ( mengnggap orang islam diluar hizbinya adalah kafir dan halal darahnya untuk dibunuh).

qhj 354 tidak mustahil akan menuju ke arah pertumpahan darah orang islam dalam arti yang sebenarnya apabila jamaah 354 tidak dinasihati dan kesesatannya tidak terkendali.
===============================

masyaallah, inilah fitnah yang nyata..
yang mengkafirkan itu siapa to mas? saya ngaji lebih dari 10 tahun juga ga pernah menuduh kafir terhadap siapapun yang bukan /belum jamaah.. justru kita berdakwah lembut (ga keras membabi buta spt salafi) mengajak umat menuju jalan islam yang haq..

kalo ada yang bilang mengkafirkan, itu tak lebih hanya perasaan anda sendiri yang kemudian anda tuduhkan ke jamaah di ldii..

Anonim mengatakan...

SEJARAH TELAH BERULANG

Dahulu seorang nabi yang bernama Nuh diperintah Tuhannya untuk membuat kapal/perahu besar sebagai ujian. Nuh dan kaum yang beriman saat itu taat untuk masuk ke perahu meskipun terlihat ridiculous. Hanya imanlah yang membuat mereka naik ke perahu. Sementara sebagian dari kaum Nuh yang tidak beriman (termasuk dari keluarganya) tidak mau masuk ke dalam perahu dan berakhir tragis.

Kalau kita hidup saat itu dan diperintahkan naik perahu, belum tentu juga kita akan naik. Bayangkan, di tengah daratan...di bukit... dikelilingi gurun pula..., disuruh buat perahu dan disuruh masuk ke dalamnya. Kalau bukan iman, tidak bakal kita akan naik. Anda mungkin langsung menjawab: "saya juga pasti akan naik jika disuruh pada saat itu!" Eits jangan terlalu cepat ambil kesimpulan. Itu semata-mata karena sekarang anda sudah tahu ending ceritanya. Seandainya orang-orang yang tidak naik perahu pada saat itu tahu dahsyatnya banjir saat itu, niscaya mereka akan naik ke perahu juga.

Cerita kedua adalah tentang Bani israil yang diperintahkan untuk mencari sapi betina untuk disembelih. Karena ini adalah perintah Tuhan, maka Bani Israil mulai bertingkah untuk tanya macam-macam. Karena mereka pikir ini adalah perintah 'istimewa', tentunya si sapi haruslah juga yang spesial. Pertanyaan-pertanyaan seperti warna, usia, pekerjaan dari si sapi tidak luput ditanyakan ke Musa. Walhasil, nyaris saja perintah ini tidak dikerjakan saking sulitnya mencari sapi yg sesuai dengan kriteria tambahan.

Lalu apa relevansi dari cerita-cerita di atas dengan blog ini?

Saya hanya ingin menyampaikan rasa salut dengan teman-teman di LDII yang berusaha menjalankan perintah dengan kesederhanaan berpikir. Terutama masalah keimaman. Teman-teman di LDII menganggap perintah berjamaah merupakan sesuatu yang harus dikerjakan semaksimal mungkin. Tetapi juga mengerjakan perintah dengan apa yang ada/disediakan tanpa menunda-nunda. Adapun hasilnya diserahkan kepada yang memberi perintah. Perintah berjamaah adalah perintah Tuhan. Sama seperti pada dua cerita di atas, kalau semua orang berpikir sederhana dengan mata iman, mungkin kehidupan ini akan lebih mudah.

Sementara kelompok lain seperti Salafy indon, selalu mencoba merasionalkan perintah. Misalkan dengan berargumen: "perintah berjamaah/berimam itu kan tentang masalah kekuasaan. Jadi perangkat-perangkatnya harus memenuhi pendekatan syarat kekuasaan negara. Jadi imam itu haruslah seorang pemimpin negara. dst." Sama seperti Bani Israil yang merasionalkan perintah bahwa sang sapi haruslah sapi yang istimewa dengan karakter khusus. Atau sama seperti kaum nabi Nuh yang tidak naik perahu yang merasionalkan: "wah ngapain bikin perahu di puncak bukit? perahu itu kan tempatnya di laut/sungai/danau? Mbok ya bikinnya di sana deket2 pantai."

Mudah-mudahan kita bisa berkaca bahwa menjalankan perintah Tuhan itu perlu kesederhanaan, kearifan dan mata iman.



Puji Tuhan...

Wong Pinter

Anonim mengatakan...

hmm..kalo nurutin pemahamannya salafi palsu ini, alangkahnya banyaknya manusia yg hrs menggigit akar2 pohon di hutan sana..... hanya karena hrs menafikkan jamaah & imam-nya yg telah dia bai'at seumur hidup.....

Terus terang, saya telah memilih : daripada terpaksa nyepi ke hutan dan menggigiti akar2 pohon, lebih baik saya tetap menetapi & mempersungguh baiat yg sudah ada dileher ini smp mati....... keuntungannya ? masih bisa hidup normal sbg manusia, bisa menikah & berkawin & beranak pinak, tetap dapat makan2an enak nan halal (maksudnya : bukan akar pohon), & yg jelas hidupnya HALAL !!!

Wahai salafy palsu, kalau Anda2 punya otak, kalian masih mau menggigiti akar pohon??? Ohya, ngomong2 Anda2 skrg sdh menggigiti akar pohon belum ??? kalau belum, berarti hidup Anda2 itu masih FULL HARAM, karena tidak memilih salah satu dari :
1. Tetapilah jamaahnya orang iman

2. Jauhilah firqoh, walalupun hrs nyepi ke hutan dan menggigiti akar pohon.. (bukannya malah mendirikan daurah2 firqoh mas..)

3. selain dari pilihan diatas, adalah neraka !!!

Anonim mengatakan...

kalo baca tulisan wong pinter diatas, berarti salafi rakitan indo = bani israil :D

Anonim mengatakan...

BERKACALAH HAI UMATKUUU:
Nabi Bersabda suatu saat ada perang yg lebih besar drpd perang sekarang yaitu memerangi HAWA NAPSU :

Dan Ebiet gad bersabda:

Kita mesti telanjang dan benar-benar bersih, suci lahir dan di dalam batin
Tengoklah ke dalam sebelum bicara, singkirkan debu yang masih melekat hohoo… Singkirkan debu yang masih melekat

Anugerah dan bencana adalah kehendakNya, kita mesti tabah menjalani
Hanya cambuk kecil agar kita sadar, adalah Dia di atas segalanya
Hohohoo… adalah Dia di atas segalanya

Anak menjerit-jerit asap panas membakar, lahar dan badai menyapu bersih
Ini bukan hukuman hanya satu isyarat, bahwa kita mesti banyak berbenah
Memang bila kita kaji lebih jauh
Dalam kekalutan masih banyak tangan yang tega berbuat nista, hohohoo…

Tuhan pasti telah memperhitungkan, amal dan dosa yang kita perbuat, hohohoo…
Kemanakah lagi kita ‘kan sembunyi, hanya kepadaNya kita kembali
Tak ada yang bakal bisa menjawab, mari hanya ‘tuk bersujud padaNya

Kita mesti berjuang memerangi diri, bercermin dan banyak bercermin
Tuhan ada di sini di dalam jiwa ini, berusahalah agar Dia tersenyum
Hohohoo… berusahalah agar Dia tersenyum

Anonim mengatakan...

SAYA SUUTUUJUU 1000% ATAS PENDAPAT2 WONG PINTER...
MEMANG TUGAS2 WONG PINTAR LDII UNTUK MENGKONTEER SERANGAN DARI SALAFINDON......,
BIAR PEMBACA LDII YG BARU INSYAF TDK TERPENGARUH.....
TERUSKAN, KALAU INI UTK KEBAIKAN KITA.........
teruskan sampai blog ini koit/ mati.
AN.
PENGURUS LDII.

Anonim mengatakan...

nadziroh berbeda dengan menghujat. lebih baik kasar-parut dari pada lembut-lumut ( lembut tapi menggelincirkan karena tidak mau nasihat atas nama "toleransi")
==========================

nasihat/ amal maruf dg cara menghujat, memfitnah ; apa akan berhasil.???...oohhh nonsen.!!
Malah dihujat maninmg mas ....
Goblok kok diplihara masalafindon.

Anonim mengatakan...

ooh jadi anda mengggambarkan bahwa :
1,
perahu nabi nuh = jokam 354

nabi nuh = imamnya 354

kan'an dan orang yang tdk mau ikut perahu nb nuh = orang luar 354 / K A F I R,

2, nb musa = imam 354

perintah menymbleh sapi = ijtihad imam
yang ga boleh di pertanyakan

yang banyak bertanya = kaum bani israel,
==========

tolong jawab pertanyaan saya mas :

bagaimana dgn ulama2, mekkah madinah , mereka jangankan beat dgn 354, kenal saja tidak?m

bagaimana ulama2 ahlussunnah yang tersebar di dunia ini, jangankan masuk 354, kenal saja tidak, ?

bagaimana dgn murid2nya ulama2 mekkah nadinah yang tersebar di seluruh dunia, jangankan beat sama 354, kenal saja tidak, ?

bagaimana dgn bapaknya, gurunya NH, yang ga beat sama 354 ?

apakah semuanya di samakan dgn kaum nuh yang di tenggelamkan di air ,

apakah semuanya disamakan dgn bani israel yang ga taat pd nabi musa ?

berarti yang ga beat sama 354 K A F I R semua ?
=====

massssss,, hati2 dalam mengambil qiyas / analogi,,,, karna kalau anda salah, maka anda akan sesat dan menyesatkan manusia, dan anda akan dimintai pertanggung jawaban dari apa yang anda sampaikan,,,,

mas kalau cara anda berdalil, hanya menggunakan qiyas / analogi yang salah tempat,

berarti anda membenarkan IBLIS YANG DI USIR DARI SURGA ?

kan analoginya iblis benar, dia sudah ribuan tahun ibadah pada Allah, tanpa menentang sedikitpun, namun kenapa dia di suruh sujud pada Adam yang baru di ciptakan,dan di ciptakan dari tanah , sedagkan iblis di ciptakan dari api ( kan iblis lebih mulya dari adam )? ?

seharusnya Menurut analoginya, Adamlah yang harus sujud sama IBLIS,,,bukan iblis yang harus sujud sama adam !!!

,,,,,,makanya mas, kalo masalah agama itu tanyakan sama ahlinya, jangan di plintir2 sendiri,,,,kalau anda jadi pengurus di 354, malah akan tambah menjauhkan 354 dari sunnah, dan anda akan dapat kiruman dosanya,

kalo doktrin pusat sih iya,:

JANGAN BANYAK TANYA, NANTI KAYA BANI ISRAEL,,,

namun anda harus tahu, mana yang boleh di tanyakan mana yang ga boleh,,,,

cth yg ga boleh d tany : bgmana bentuk wajah Allah, bgmana kakinya, bgmana tanganya,,dll

namun yang sifatnya untuk ibadah, untuk kemurnian, maka memang kita di perintah untuk bertanya ,

Allah berfirman:

bertanyalah pada ulama kalau kalian tidak tahu,,
qs anahl 43,,,

atau ayat di atas ga pernah dimankulkan di 354, karna khawatir kalau jamah tanya anda ga bisa jawab ?,,,,,,

Anonim mengatakan...

mana bisa wong pinter dikatakan pinter,
menjawab 6 poin di atas aja ga bisa, ,,,

kalo pinter namun keblinger sih mungkin iyya,,,

mana , saya tunggu jawaban, anda ?

mana rekamanya syeh yang datang ke kediri kalo memang mebenarkan ajaran 354 ?

yang jelas2 aja deh, tuh dngerin nasehatnya syeh bazmul gurunya paku bumi kalian,!
,,,,,,,

Anonim mengatakan...

tidak usah terlalu ditanggapi dgn serius pendapat,hujatan,cacimaki orang salafi indon palsu sprti mrk ini,,,suatu hari nanti keputusasaan menyebabkan mereka akan besekutu,berteman,bersekongkol dengan orang-2 YAHUDI-NASRONI untuk menjatuhkan LDII.

ikhwan mengatakan...

Puji Tuhan...

Wong Pinter

HATI-HATI TEMAN ..........DENGAN WONG PINTER YANG BODOH AND GOBLOK ITU .

istilah " puji Tuhan " itu bukan berasal dari islam lo ...

Waspada-waspada , ada adu domba disini yang di dalangi oleh orang non islam

Anonim mengatakan...

kawan2 , bagi anda yang telah ruju ilalhaq, janganlah megeluarkan kata2 kotor, yang kita luruskan adalah pemahamanya 354, bukan mencaci orangnya,,,

karna kalau orangnya yang di berantas maka akan tumbuh lagi tunas2 kesesatan baru,

namun kalau akar dari kesesatan 354nya yang di berantas, atau faham2 sesatnya yang kita luruskan, maka walau jumblah mereka bertambah banyak, namun tidak akan lagi tumbuh tunas dari faham khawarij nya,

sekali lagi : PEMAHAMAN NYA, YANG KITA BERANTAS,,

Anonim mengatakan...

untuk sodaraku yang berkata :

tidak usah terlalu ditanggapi dgn serius
pendapat,hujatan,cacimaki orang salafi indon
palsu sprti mrk ini,,,suatu hari nanti
keputusasaan menyebabkan mereka akan
besekutu,berteman,bersekongkol dengan orang-2
YAHUDI-NASRONI untuk menjatuhkan LDI
=========

tolong di jawab,pertanyaan ini dgn ilmu,agar saya mantap dalam jamaah, dan jelaskan dimana letak fitnah , hujatan, ingin membubarkan, dari pertanyaan ini
:

1 siapa ulama Ahwj yang sependapat dengan
kalian, bahwa yang ga beat sama sulthon auliyya
adalah kafir ?
2,siapa para ulama Ahwj yang mengatakan bahwa
imam kalian adalah syah menurut syariat,?
3, siapa para ulama Ahwj yang mengakui
keulamaanya ulama kalian (nurhasan, kaamudi,
kholil) ?
4, siapa ulama yang membolehkan beat pada
imam rahasia, dan tidak memiliki kekuasaan
sedikitpun ?
5 siapa ulama Ahwj yang mengajarkan takfir,
taqiyyah, %, surat penyaksian tobat ?
6 siapakah ulama ahwj yang memurtadkan dari
islam, gara2 ga beat pada imam kalian ?
dlllllll
MAKA KALIAN PASTI AKAN MENJAWAB :
T I D A K __ A D A
maka kami berkata :
kalau tidak ada, kenapa kalian masih mau
mengikuti ,model beatnya 354 ?,
kenapa kalian masih mengikuri ijtihad ( ro'yu
imam kalian ?
kenapa kalian masih membela mati2an imam
kalian, la wong ga ada satupun ulama Ahwj yang
ngakui imam kalian ?
kenapa kalian masih mengikuti ajaran H,nurhasan,
p'kasmudi, p'kholil, la wong gurunya pun ga ada yang
mengajarkan seperti itu ?
maksudnya adalah : tinggalkanltah ajaran2
sesatnya nurhasan, kasmudi, kholil, karna itu
bukan berasal dari ajaran guru2nya di mekah
madinah, namun itu HASIL PEMIKIRAN
NH,KASMUDI,KHOLIL, alias RO'YU, dan kalian
adalah hanya korban penipuan aqidah orang2
pusat, yang menggunakan ayat quran, dan hadits,
namun di palingkan makna dan maksudnya, ....

trimakasih mas,

o ya tambah, mana rekamanya kalo syeh dari mekkah membenarkan praktek keimaman 354,,,,??

Anonim mengatakan...

Salapret have missed the point!

ikhwan mengatakan...

Puji Tuhan...

Wong Pinter

HATI-HATI TEMAN ..........DENGAN WONG PINTER YANG BODOH AND GOBLOK ITU .

istilah " puji Tuhan " itu bukan berasal dari islam lo ...

Waspada-waspada , ada adu domba disini yang di dalangi oleh orang non islam

Anonim mengatakan...

BERKACALAH HAI UMATKUUU:
Nabi Bersabda suatu saat ada perang yg lebih
besar drpd perang sekarang yaitu memerangi
HAWA NAPSU :

Dan Ebiet gad bersabda: bla,,bla,,bla,,,
...................................................

tObatlah mas, sabda nabi di samakan dgn nyanyian,,,
dimana pengagungan anda pada nabimu ?lebih
besar drpd perang sekarang yaitu memerangi
HAWA NAPSU :

Dan Ebiet gad bersabda: bla,,bla,,bla,,,
...................................................

tObatlah mas, sabda nabi di samakan dgn nyanyian,,,
dimana pengagungan anda pada nabimu ?

Anonim mengatakan...

Fakta yg tidak bisa dipungkiri, teman-teman talapi ini mengklaim Presiden sebagai amir dari 2 hujah ,yaitu:
1.Presiden Berkuasa atas Negara,
inilah kekeliruan pertama mereka, padahal kekuasaan Presiden itu dibawah kekuasaan UUD dan Kedaulatan Rakyat, dan setara dg DPR, lihat penjelasan diatas, kenapa kok demikian Ada Presiden,ada DPR,Ada UUD,dan ada UU, ini dikarenakan semua mengacu kepadaUUD45 sebagai hokum tetinggi di Negara RI,
Sebagi memperkuat hujah keliru mereka sebelum revisi UUD45, malahan Presiden itu sebagai Mandataris MPR

2.Presiden adalah pemimpin yang bersepakat padanya kaum muslimin
Ini adalah Fitnah keji terhadap kaum Muslimin, kaum muslimin belum pernah bersepakat mengangkat amirul mukminin, Pemilu Presiden yang dilaksanakan bukanlah bentuk kesepakatan memilih amirul mukminin namun itu adalah kesepakatan untuk memilih Presiden yg dibentuk oleh UUD

Jadi ucapan kalian yg mengatakan kesepakatan kaum muslimin mengangkat amirulmukminin yaitu Presiden kesepkatan muslimin mana???,Ini adalah tuduhan keji karena apa berarti kalian Talapi menganggap kaum muslimin bersepakat atas kesesatan menjadikan UUD sebagai agama karena Presiden itu produk UUD bukan Produk Agama, apakah mau kaum muslimin difitnah sesat menjadikan UUD sebagai agama? Kalau mo sesat yah sesat saja sendiri jangan mengatasnamakan kaum muslimin
ingat dalil:
Orang Kafir itu adalah Orang yg Menjadikan agamanya Sebagai hal yg remeh dan Dianggap seperti Main2.....Al Ayah Q.S Al A'Rof 50

Amirul mukminin menurut Islam:
1. Imam/Amir ada karena perintah Alloh, dikerjakan semata-mata ibadah pada Alloh sedangkan Presiden ada karena perintah UUD45 dan dalam rangka menegakan konstitusi
Berpegang teguhlah kalian pada agama ALLAH secara berjama’ah dan janganlah berpecahbelah (berfirqah2)….Al Ayat (Q.S. Ali Imran 103)
..bahwasannya tidak ada Nabi lagi sesudahku dan akan ada Khalifah2(Imam2) maka akan banyak mereka,Para Sahabat berkata: maka apa yang Rasulullah perintahkan pada kami(kalau sudah menjumpai zaman sesudah rasulullah dan banyaknya imam) tetapilah bai’at kalian yang pertama (pada imam yang paling awal) maka yang pertama dan penuhilah hak mereka imam (untuk diTaati)… ).(HR Muslim Kitabul Imarah)
…..Nabi Bersabda: Kamu supaya menetapi jama’ahnya orang islam dan imam mereka, …alhadist .(HR Bukhari Kitabul manakib)

2. Imam/Amir tidak boleh diganti dan tidak ada yg boleh menggantikannya sedangkan Presiden bisa diturunkan jabatannya oleh DPR bahkan wajib diganti max 10 th menurut UUD
Dari Arfajah berkata mendengar aku pada Rasululloh s.a.w bersabda: Barang siapa yang datang pada kalian sedangkan perkara kalian telah berkumpul atas seorang laki2(perkara agama sudah diatur oleh seorang imam),orang yang baru datang tersebut menghendaki untuk memecah perkumpulan kalian atau dengan kata lain menghendaki memcah jamah kalian maka bunuhlah orang tersebut.(HR Muslim Kitabul Imarah)
…Bahwasannya tidak boleh kami mencabut perkara pada ahlinya (mengganti Imam) kecuali kalian melihat amir tersebut kafir yg nyata,,,alhadist( HR Bukhory Kitabul Fitan)/
Bersabda Rasulloh s.a.w: Ketika dibai’at(diangkat imam) pada dua orang kholifah maka bunuhlah yang paling akhir dari keduanya (HR Muslim Kitaabul Imarah)

3. Imam wajib dibaiati lantas baru setelah dibai’ati wajib dithoati, sedang Presiden tidak dibai’ati sama sekali tdak ada satupun perwakilan muslim yg berbai’at padanya, bahkan Presidenlah yg berbai’at dan berjanji akan memegang teguh UUD

...Barang Siapa Mati dan tidak ada di lehernya Bai'at (belum pernah berbai'at mengangkat Imam) maka Mati Dia Seperti Matinya Orang Jahiliyah (HR Muslim Kitabul Imarah)
Dan siapa saja yang telah membaiat seorang imam lalu ia telah memberikan genggaman tangannya dan buah hatinya, maka hendaklah ia mentaatinya sesuai dengan kemampuannya, dan jika datang orang lain yang hendak merebut kekuasaannya maka penggallah orang lain itu (HR. Muslim hal 1844)
Keterangan :Baiat dulu baru thoat, praktek bai’at bisa perwakilan

Anonim mengatakan...

4. Kekuasaan Imam diberikan Alloh dg perintah wajib menthoatinya sedangkan kekuasaan Presiden diberikan oleh UUD dan dibatasi oleh UUD
Hai orang2 beriman taatlah kalian pada ALLAH, Rasul dan yang mempunyai perkara kamu sekalian (imam) (Al Ayat Q.S. Annisa 59)
Wajib atas seorang muslim untuk mendengarkan dan Taat (pada imamnya) didalam semua perkara baik yang menyenangkan maupun membencikan kecuali diperintah utk berbuat maksiyat, maka jika diperintah (oleh imamnya) dengan maksiat maka janganlah mendengarkan dan Taat . (HR Muslim Kitabul Imarah)

5,Penggantian Imam jika imam telah mati atau kalaupun ada dg Membunuhnya itupun seandainya Imamnya Kufur yg nyata secara dalil, sedangkan Presiden diganti lewat pemilu atau pemakzulan oleh DPR
…….Dikatakan Ya rosululloh apakah saya bunuh saja imam yg jelek tersebut?, nabi menjawab Jangan selama imam masih menetapi sholat dikalangan kalian .....alhadist(Muslim Kitabul imaroh)
“Dan barangsiapa (Muslim) yang mengalahkan mereka imam dengan pedang hingga menjadi khalifah dan digelari Amirul-Mukminin maka tidak halal bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir bermalam dengan masih beranggapan tidak ada imam, baik imam tersebut seorang yang baik ataupun jahat”. (Al-Ahkam as-Sulthaniyyah oleh Abu Ya’la (hal. 23)).

6, Imam dapat berkuasa hanya atas segilintir orang atau secuil wilayah sedangkan Presiden Diberikan wewenang mengatur satu Negara oleh UUD

Tidak Ada dari Imamnya 10 orang kecuali didatangkan pada hari kiamat dg terbelenggu tangannya…….. Alhadist (Musnad Ahmad,ibnu abi syaibah hadist dari abu humaidin menurut Imam Ahmad rijal hadist shohih, meriwayatkan pada hadist ini imam thobroni dan baihaqi dari sa’d bin ubadah)
Tidak ada seorangpun yg mengimami atas 10 orang keatas kecuali datang pada hari kiamat dalam borgol dan belenggu (HR Hakim dari abu hurairoh), mengeluarkan hakim pada kitab ahkam di mustadroknya berkata hakim shohihul isnad
"Apabila ada tiga orang yang keluar dalam suatu perjalanan, maka hendaknya mereka menunjuk salah seorang dari mereka sebagai amir!" HR. Abu dawud


7. Amirul Mukmin harus islam sedangkan Presiden bisa dari kalangan non muslim

…….Dikatakan Ya rosululloh apakah saya bunuh saja imam yg jelek tersebut?, nabi menjawab Jangan selama imam masih menetapi sholat dikalangan kalian .....alhadist(Muslim Kitabul imaroh)

…Kecuali engkau melihat kekafiran yang nyata, disisimu ada dalil dari Allah…alhadist(HR Bukhory kaitabul fitan)



Ini adalah sebagian fakta dari banyak fakta lainnya yang menunjukan perbedaan amirulmukminin dg Presiden tolong jangan memfitnah kami kaum muslim dengan mengatakan kami muslim telah bersepakat menjadikan UUD sebagai acuan Agama ,acuan agama Kami adalah alqyran dan alhadist

Dan katakanlah kenyataan yg benar bahwa Rakyat Indonesia bersepakat UUD sebagai dasar Negara sedangkan ,Indonesia adalah Negara Hukum bukan islam, (kalau tidak percaya silaken tanya pada Presiden,DPR,Mentri,Gubernur,dan ahli hukum Tatanegara) selain itu Presiden merupakan salah satu pengemban amanat UUD disamping Lembaga2 lain yg sejajar kekuasaannya dg Presiden seperti DPR dan MPR

Nabi bersabda: ‘……Aku telah tinggalkan kalian diatas barang yg jelas(agama itu jelas) malamnya saja seperti siang yg menyimpang dari yg jelas ini hanyalah org yg rusak..alhadist(ibnu majah fil muqoddimah)

Anonim mengatakan...

Nah lho, salafret mengaplikasikan keto'atan kepada presiden.. Sedangkan presiden bertindak atas nama hukum positif yang berasaskan demokrasi, padahal demokrasi sendiri merupakan produknya yahudi nashoro..
Gimana tuh jadinya? Agama Islam (islamnya salafret) ternyata berada dalam genggaman hukum yahudi wanashoro..

Ah peduli amat sama salafret, mendingan lanjut ngaji QH lagi :)

Anonim mengatakan...

MAAF, INFO PENTING MAS.
-----------------
Masyarakat Amerika Serikat tengah gencar memperdebatkan melakukan sunat pada penis anak laki-laki. Terlepas dari perdebatan itu, banyak wanita yang justru mengakui bahwa seks dengan penis yang sudah disunat, aktivitas ranjang jadi lebih menggairahkan.

Guna memperkuat pendapat itu, sebuah penelitian telah dilakukan pada 50 wanita yang telah melakukan berhubungan seks dengan pria yang belum dan sudah disunat. Hasilnya ternyata cukup mengagetkan!

Banyak wanita yang mengaku trauma dengan Penis yang belum disunat. Alasan mereka sangat sederhana, kotor. Faktanya, Penis yang memang belum sunat biasanya mengeluarkan bau kurang sedap di ujungnya. Namun, ketika penetrasi wanita tidak merasakan perbedaan mencolok antara Penis yang sudah sunat maupun belum, namun tetap mereka risih dengan kenyataan itu.

Dalam urusan bentuk, mereka juga lebih bergairah ketika melihat penis yang sudah sunat. Sedangkan Penis yang belum disunat, justru wanita melihatnya sebagai ‘anak anjing baru lahir’.

Kendati angka melakukan sunat di Amerika mengalami peningkatan, kaum ibu masih saja bingung menentukan pada putra mereka. Tetap saja, banyak wanita lebih memilih pria yang sudah melakukan sunat. Mereka juga menambahkan, Penis yang telah disunat lebih sensual, yaitu dari rasa, aroma, juga visual.

Anonim mengatakan...

makasih penjelasanya,namun itu tidak nyambung dengan pertanyaan saya, , ,

kenapa saya meminta anda menyampaikan fatwa ulama ?
karn nb bersabda :
1, Ulama adalah pewarisnya para nabi, namun nabi tdk mewariska dinar dan dirham(harta), nabi hanya mewariskan ilmu, barang siapa yang mengambilnya (ilmu) maka sunggh telah mengambil bagian yang sempurna, , ,hadits ini ada di himpunan k,adillahkalian,

2,Allah berfirman : bertanyalah kalian pada ULAMA, jika kaluan tidak tahu ,(qs anahl 43)

3, Allah akan menghilangkan ilmu, bukan dengan mengangkatnya tiba2, namun dengan mematikan ulama, ketika ulama tidak ada maka yang tersisa adalah kebodohan, kantas manusia akan mengambil ilmu dari orang2 bodoh, maka akan sesat dan menyesatkan , dan setahu saya di 354, tidak ada yang ilmunya sebanding dgn para kibar ulama, , , maka kalo di 354 tdak ada ulama, kepada siapa kita meminta fatwa ??

jawab : kepada U L A M A

6 poin di atas belum anda jawab, lalu di tambah 1 poin pun blm anda jawab, maka saya akan mengajukan pertanyaan lagi :

1 , ulama Ahwj yang mana yang memfatwakan indonesia adalah negara kafir / , bukan negri muslim? dan di pimpin oleh orang kafir ?

2, ulama ahwj yang mana yang memfatwakan umat islam di indonesia boleh memisahi kepemimpinan RI 1, dgn mengadakan baiat rahasia,?

3 ulama ahwj yang mana, yang pemahamanya sama seperti anda, ?

4, kalau anda katakan ind tidak menggunakan hukum Allah, maka saya bertanya , hukum Allah yang mana yang mampu di tegakkan oleh imam 354 ?
kenapa yang zinah tidak di rajam ?
kenapa para penipu kasus maryoso tanganya masih utuh ( tidak di potong), ..

5, kalau anda katakan batasan taat, adalah selama dia sholat, maka apakah anda tahu RI 1 tdk sholat lagi , ?

6 kalau anda katakan pengangkataan Ri 1 tdk sesuai sariat, maka apakah pengaangkatan NH thn 41 yang hanya di angkat oleh 3 orang muridnya, sudah sesuai syariat ?

lantas bgmana atsar umar ibn khottob dalam bukhory: barang siapa membaiat laki2 ( untuk jadi imam), tanpa melalui musyawarah umat islam, maka janganlah di ikuti, dan tidak ada baiat untuknya (tdk syah),

7 , kalau imam yang anda maksud , adalah imam sembunyi2, dan tanpa kekuasaan sedikitpun maka,
sedang apa imam 354 ketika musyadek mengaku nabi ?
sedang apa imam 354 ketika lua aminuddin mengaku titisan jibril ?
sedang apa imam 354 ketika Rosul kita di jadikan gambar karikatur ?
sedang apa imam 354 ketika banyak imam2 palsu di indonesia ?

bukankah kalau imam anda sesuai syariat semua di atas harusnya di bunuh ?...

kenapa anda melaksanakan wajibnya mengangkat imam namun wajibnya membunuh orang2 di atas anda tinggalkan ?

,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,

amshol pencerahanya !

Anonim mengatakan...

sodaraku, bagi antum yang haus ilmu agama, sekarang sedang ada muhadoroh di radio rodja 756am, di lanjutkan ba'da sholat isya, langsung oleh DR, syeh musa, beliau ulama yang duduk bersama dalam ta'lim dgn syeh nashirudin al albany, selamt mendengarkanmuhadoroh di radio rodja 756am, di lanjutkan ba'da sholat isya, langsung oleh DR, syeh musa, beliau ulama yang duduk bersama dalam ta'lim dgn syeh nashirudin al albany, selamt mendengarkan

Anonim mengatakan...

nb,T, ( nambah tanya )
8, kalau anda karakan FUBIBAIATIL AWWAL FAL AWWAL ,(tetapilah baiatnya yang pertama),
maka saya tanya :
bukankah RAJA SAUDI lebih awal di baiat dari NH, ?
bukankah Ikhwanul muslimin di mesir,lebih awal di baiat dari Nh ?
,kalau mamang alasan anda SIAPA YANG LEBIH DULU DI BAIAT, MAKA DIALAH YANG HARUS DI TETAPI,,,,,lantas kenapa 354 tdk memerintahkan jamaahnya untuk baiat pada raja arab / IM ,di mesir ?

9, kalau anda katakan, BATASANYA SEBATAS SATU TIANG BENDERA, !
maka saya katakan,
yang punya bendera itu kepala negara atau imam bithonah ?
kenapa jamaah 354 yang di luar negri, mengikuri baiatnya 354 ?
kalau begitu jamaah yang duar negri tidak syah baiatnya karna diluar satu bendera ?

10, kalau anda katakan, selama imamnya sanggup ngurusi, maka tidak apa2 walau berada di luar negri,,
maka saya katakan, atas dalil yang mana ?,ko jawabanya MENCLA,MENCLE,

Anonim mengatakan...

sulit bicara dengan para pen-taqlid , karena dasar pemahamannya beda.

yang satu mengambil dalil dengan pemahaman ulama ahlus sunnah , sementara dengan dalil yang sama dipahami oleh ulamanya orang bodoh, ya nggak bakalan ketemu.

aku serukan kepada penghamba para amir-amir gadungan , sadarlah dan berfikirlah dengan jernih.

hilangkan ego kalian dalam menuntut ilmu dien , insya Allah akan anda dapatkan kebenaran yang hakiki.

Anonim mengatakan...

SSTT.......
INFO PENTING BAGI BAPAK2.

6 Kesalahan Kecil yang Bisa Merusak

Dok. Thinkstock
Jakarta - Banyak faktor yang bisa merusak kenikmatan bercinta, bahkan hal-hal sekecil apapun. Beberapa kesalahan kecil ini mungkin kerap luput dari perhatian pasangan suami-istri saat berhubungan seks. Tapi jika Anda mau memperbaikinya, pengalaman bercinta akan jadi lebih menyenangkan.

Ini dia enam kesalahan dalam bercinta yang mungkin dianggap sepele, tapi sebaiknya jangan pernah Anda abaikan, seperti dikutip dari Times of India.

1. Tidak Berciuman
Banyak pasangan yang berciuman hanya pada saat foreplay, bukan saat penetrasi. Alasan yang paling umum, karena mereka terlalu fokus berhubungan seks dan takut ciuman merusak ritme bercinta. Akan tetapi, tidak ada salahnya sesekali mendaratkan bibir Anda ke bibir pasangan ketika penetrasi untuk lebih memberi 'rasa' dan menciptakan keintiman yang lebih intens.

2. Gigitan Sensual yang Mengagetkan
Gigitan pada bibir, telinga atau leher memang bisa meningkatkan gairah seksual pasangan. Tapi jangan melakukannya secara tiba-tiba, apalagi jika dia belum mendapat rangsangan seks. Hal ini akan membuat pasangan kaget, takut dan membuat suasana yang harusnya romantis jadi canggung. Pastikan dulu pasangan Anda sudah terangsang dengan sentuhan atau ciuman, sebelum Anda memberikan 'gigitan sensual' pada beberapa bagian tubuhnya.

3. Hanya Fokus pada Organ Intim Pasangan
Pada akhirnya, memang area genital pasangan yang paling memegang peranan saat berhubungan seks. Tapi bukan berarti bagian tubuh lainnya boleh diabaikan. Jangan hanya fokus pada organ intim pasangan, tapi beri juga perhatian pada seluruh area tubuh; lutut, pergelangan tangan, punggung dan perut adalah zona yang bisa membangkitkan semangat bercinta. Memberi stimulasi ringan pada bagian-bagian tersebut akan menambah kenikmatan dalam bercinta.

4. Tidak Menahan Tubuh Saat Posisi Woman on Top
Saat posisi woman on top, jangan menumpukan seluruh beban tubuh Anda di atas pasangan. Hal ini akan membuat si dia lebih berkonsentrasi menahan berat tubuh Anda dan sulit bernapas. Kondisi tersebut tentunya akan mengurangi kenikmatan bercinta. Boleh saja mengekspresikan luapan gairah, tapi jangan sampai keluar batas. Tahan sedikit berat tubuh Anda agar tidak terlalu membebani pasangan.

5. Mencapai Klimaks Terlalu Cepat/ Lama
Kesalahan ini mungkin lebih banyak terjadi pada pria. Meskipun sulit, orgasme sebenarnya bisa dikontrol --bagi mereka yang tidak memiliki gangguan seksual. Para pria sebaiknya rajin melatih otot penis untuk mengontrol kapan seharusnya berejakulasi di waktu yang tepat. Terlalu cepat, akan membuat pasangannya kurang puas. Sedangkan ejakulasi yang terlalu lama bisa membuat pasangan lelah. Untuk menghindari ini (ejakulasi terlalu cepat atau lama), cobalah melakukan foreplay lebih lama.

6. Terlalu Diam
Tentunya Anda senang, jika pasangan memuji performa seks Anda atau dia menyatakan puas dengan hubungan seks yang baru saja dilakukan. Berikanlah perlakuan yang sama padanya. Tidak perlu memujinya dengan kalimat yang berlebihan. Cukup dengan desahan kecil atau kalimat seperti, 'aku sangat menikmati gerakan yang tadi' sudah membuatnya senang dan lebih semangat memuaskan

Anonim mengatakan...

kalian semua bodoh

Anonim mengatakan...

ane tanya nih sama jokammer

bila amir kalian sulton auliya dikudeta dan terbunuh, lantas pengkudeta mengambil alih keamiran kalian dengan dibaiat awal dengan 3 atw 1o orang dr kelompoknya, dan dia juga juga menyandera bendahara umum jokam (yusuf thohir sang pemegang kunci2 kekayaan 354)...

dengan alasan yg penting TELAH DIBAIAT LABIH AWAL..maka yg ane tanyakan SAH KAH BAIATNYA DIPENGKUDETA? atw kalian mau ikut dia ataw mau bikin 2 amir baru lagi????

apakah kalian akan melaporkan pembunuhan ke polisi?????

monggo di jawab?

Anonim mengatakan...

CINTA dan KENTUT tidak bisa ditahan, keduanya bisa menjadi lega bila terlaksana.

CINTA tertahan = Sengsara, KENTUT ditahan = Menderita

Kalau CINTA dan KENTUT keras bersuara, tentu perasaan kita lega.

CINTA terkesan malu-malu tapi mau, KENTUT bikin malu-maluin baunya.

CINTA tanpa rasa, bukan CINTA namanya, KENTUT tak berbau, bukan KENTUT namanya.

CINTA itu rapuh, KENTUT itu bau.

CINTA itu halus, KENTUT itu virus.

CINTA diam-diam membuat orang mabuk kepayang, KENTUT diam-diam membuat orang mabuk kepalang.

CINTA bagi kebanyakan orang muda, "Ahhh, CINTA monyet...!"
KENTUT didepan banyak orang, "Sialan, monyet lu...!"

CINTA dan KENTUT sama-sama sering dicari:
Kalau sudah CINTA: "Dimana engkau duhai kekasih?"
Kalo sudah KENTUT: "Siapa nih yang KENTUT? Hayoo, ngaku gak...?!!!"

CINTA berlebih membuat orang terbuai, KENTUT berlebih membuat orang terkulai.

CINTA menyatukan persepsi, KENTUT menyatukan emosi.
Sent by: e-ketawa on Jun 19th, 201

Anonim mengatakan...

mana pak wong pinter, katanya ldii punya sanad , katanya juga ldii belajar ilmu dari para syeh mekkah madinah, aku mau tau jawaban atas pertanyaan anonim di atas, biar aku tambah mantap dalam jamaah,

Anonim mengatakan...

Assalamualaikum..
Kita semua sudah tau bahwa agama yang benar itu pasti selalu dirintangi dan BUKANNYA merintangi..

Mas yang bikin blog ini..
sya sangat menghargai usaha anda untuk membubarkan organisasi kami..
kami juga sangat berterima kasih karna mas walaupun sudah keluar dari LDII anda masih sangat perhatian sekali..

mas yang kami hormati karna kepintaran ilmu yang anda banggakan sendiri..
yang selalu mendangkal-dangkalkan orang..
merendahkan orang..
mari kita berinstrofeksi diri terlebih dahulu sebelum anda mencaci atau menjelek2an orang..

semoga alloh mengampuni semua dosa2 anda..
AMIIIIIIIIIIIIIIIIIiiiiiiiinnnnnnnnnNNNNNNNN

Anonim mengatakan...

Mas2 semua, saya sih simpel saja:

1. Saya masih jamaah LDII, tapi saya sendiri dan teman2 benar-benar tidak memakai paham takfiri dan sayapun sedang mengusahakan itu juga hadir di mayoritas LDII, takfiri sendiri saya simpulkan adalah sebuah respon jaman di saat jamaah ini dibentuk..walaupun jujur, untuk masalah shalat saya tetap selektif...tahu sendiri praktik bid'ah masih bertebaran di masyarakat kita..

sayapun juga sama dengan Anda, sempat masuk ke dalam fase perenungan soal Jamaah ini, apakah jamaah ini benar atau salah.. karena saya dari kecil sudah dilahirkan dalam keluarga jama'ah...jadi kalau yang lain baru 7 atau 10 tahun, ya saya sudah lebih lama...sekarang berati sudah 26 tahun...

Nah, namun demikian bagi saya kwajiban jamaah itu adalah sebuah keniscayaan, kekurangan dalam jamaah justru harus diperbaiki, bukan ditinggalkan. Saya yakin LDII akan terus berkemang paradigmanya, hanya saja memang akan ada tarik-menarik dengan azas memurnikan agama.

Jujur saya juga sempat tertarik dengan Salafy, Tarbiyah, HTI (maklum karena seluruh waktu hidup saya saya jalani sebagai orang LDII) Sebaliknya, dari hasil perenungan saya beberapa tahun terkahir ini dengan para mantan LDII berserta blog-blognya yang tersebar di mana-mana, lalu saya komparasi dengan blog-blog LDII yang belawanan...saya menemukan justru blog-blog mantan LDII terlalu banyak fitnah..

saya kasih contoh soal kasus heboh isu Pak Kholil dan Pak Aziz Ridwan yang katanya sudah keluar dari LDII, waktu itu isunya benar2 panas, hingga saya setiap malam resah..

Ketika akhirnya sudah tabayun, lah blog2 yang awalnya menyebarkan isu itu justru menyerang balik Pak Kholil dan Pak Aziz..

Saya sih hanya berpikir rasional saja, pada awalnya jujur saya respek dengan salafy dan lain2 tapi, kelakuan fitnah2 itu, malah membuat saya memantapkan diri untuk tetap di LDII...

Apalagi kalau sudah masuk masalah Jamaah Imam, selama ini saya tidak pernah medapatkan jawaban yang memuaskan dari kalian...mengapa Presiden? Apakah dasar dalil harus punya wilayah dan kekuasaan? Lalu ketika ditanyakan kalau IR ga bleh terus bagaimana dengan pajak yang salafy sendiri katanya mengakui presiden sebagai Imam??

Inkosisteni2 inilah yang membuat saya bingung dengan para salafy terutama para mantan LDII... setelah akhirnya saya banyak terpengaruh oleh beberapa harakah, saya memtuskan untuk tetap di LDII

Bagi saya lebih tenang untuk tetap berada di LDII, tetap dalam jamaah...daripada berdiri pada inkonsistensi2 yang ada dari para mantan LDII..

Bagaimanapun saya tetap merasa wajib untuk berJamaah, pun saya tidak mgkafir2kan orang Islam lainnya yg blm jelas kekafirannya.

Salam,

Anonim mengatakan...

Awalnya saya memandang lucu tulisan Al khawarij salafi indon mengenai Jamaah yang sering diasosiasikan dengan kekuasaan negara RI. Tapi lama-lama saya eneg juga dan pengin muntah. Coba lihat di blognya salafi gadungan: http://rumahku-hina.blogspot.com (url sengaja disamarkan tapi dimiripkan) mengenai tulisan Al-Jamaah.. Sudah dikasih tau berulang-ulang salahnya di mana masih juga bodohnya dipelihara. Mudah-mudahan setelah membaca tulisan ini hatinya dibuka. Tetapi kalau masih belum berubah juga mungkin memang sudah benar-benar idiot.

Selama ini kelompok sesat Salafi Indon ini masih saja berdalih Ulil Amri itu ya pemerintah RI. Ide sesat ini dibuat dengan berusaha mencocokkan cerita mengenai Imam Ahmad bin hambal yang taat dan tidak memberontak keimaman meskipun Khalifah pada saat itu zhalim. Atau berdalih bahwa Ibnu Abbas tidak memberontak kepada khalifah Hajjaj. Cerita sahabat di atas sih mungkin benar, tapi apakah cocok jika dijadikan hujah pemerintah RI yang sekarang itu adalah ulil amri yang harus ditaati?

Coba lihat skema di bawah ini. Saya coba mengklasifikasikan kekuasaan dengan kacamata Islam untuk memudahkan penjabaran:


Kuadran I:
Daulah Islamiyah (kekhalifahan), berdasarkan QH, dipimpin oleh seorang khalifah berakidah ahlussunnah wal jamaah

Kuadran II:
Daulah Islamiyah (kekhalifahan), berdasarkan QH, tapi dipimpin oleh seorang yang fasiq lagi dholim

Kuadran III:
Negara sekuler, tidak berdasarkan QH, bisa saja dipimpin oleh seorang yang alim dan muslim

Kuadran III:
Negara sekuler, tidak berdasarkan QH, dipimpin oleh seorang yang alim dan bisa saja muslim

Kuadran IV:
Negara sekuler, tidak berdasarkan QH, dipimpin oleh seorang yang fasiq lagi dholim, bisa saja non muslim..

Di kuadran mana kondisi Ahamad bin Hambal dan Ibnu Abbas yang dipimpin oleh penguasa zholim? Jawabannya adalah kuadran 2.

Di kuadran manakah umat islam di dalam Negara RI sekarang? Jawabannya adalah kuadran 3.

Sudah bisakah melihat perbedaannya? Kuadran 2 dan Kuadran 3 jauh berbeda karena RI bukanlah negara berdasarkan Quran dan Hadits. Kebetulan saja presidennya adalah orang Islam dan orang baik-baik (secara umum). Berbeda pada kasus Ahmad bin Hambal dan Ibn Abbas, mereka tinggal dan hidup dalam sebuah daulah Islamiyah yang berdasarkan Quran dan Hadits. Kebetulan saja penguasa (khalifah) pada saat itu adalah orang yang zholim. Kondisi Ahmad bin Hambal atau Ibnu abbas yang sedang dikangkangi khalifah zholim BERBEDA KASUS dengan umat islam di negara RI yang dipimpin presiden yang baik hati. Jauh berbedanya dari sisi hukum bagaikan siang dengan malam. Meskipun RI suatu hari dipimpin oleh seorang presiden yang Alim dan bersorban 2 meter dan berjenggot 1 meter serta setiap hari pakai baju koko serta naik onta, tetap tidak bakal sama legitimasi keimamannya dengan Khalifah Mamum ataupun Hajjaj. Khalifah Mamum ataupun Hajjaj tidak boleh dijungkalkan (menurut hukum Islam)selama masih sholat.

Ahmad bin Hambal sedang "sial" saja mengalami masa kekhalifahan Mamum. Sedangkan umat Islam Indonesia sedang "untung" saja presidennya masih sering kelihatan ke mesjid istiqlal.

Tidak mengertikah anda wahai pengikut aliran Iblis Salafi Indon bahwa perintah Nabi untuk taat pada pemimpin/imam adalah maksudnya: taat pada imam yang keimamannya berdasarkan Quran dan Hadits? Mengapa kalian masih saja berdalih ini itu dengan membenarkan pendapat kalian bahwa hadits taat pada pemimpin serta tidak berontak itu adalah taat pada presiden RI?

Kenapa masih saja bertameng bahwa Syaikh anu di Saudi sana menyuruh taat pada presiden RI adalah sesuai hadits?

Anonim mengatakan...

Saya tantang anda salafi indon untuk membuktikan anda tidak hanya membebek syaikh anda. Tolong sampaikan pendapat anda mengenai perbedaan RI dan Daulah islamiyah kepada syaikh anda jika memang anda masih mau disebut orang ilmiyah. Perlu anda ketahui, meskipun syaikh anda ilmunya banyak dan saya menghormatinya, tetapi ketika memberi solusi berupa ijtihad dia akan tetap mengalah pada realita. Taat pada presiden RI hanyalah ijtihad sang syaikh yang mungkin di matanya adalah solusi terbaik yang bisa diberikan. Tetapi itu bukanlah kebenaran mutlak. Anda harus mengajukan argumen bahwa ijtihad itu kurang tepat karena Indonesia bukanlah Daulah Islamiyah. Kalau perlu silakan anda print bagan kuadran saya di atas dan berikan kepada syaikh anda. Berikan keterangan ini:

Kuadran 1: Zaman keemasan islam. Ada daulah islamiyah yang tegak dan Imamnya seorang yang shalih. Contoh kuadran ini adalah: masa Rasulullah serta masa kepemimpinan khulafaur rasyidin.

Kuadran 2: Ada daulah islamiyah (keimaman berdasar Quran Hadits), tetapi somehow pemimpinnya agak nyeleneh. But it's still ok, selama sang imam masih sholat. Contoh kuadran ini: ketika Khalifah Makmum/Khalifah Hajjaj berkuasa (jikalau cerita kezholiman mereka benar adanya).

Kuadran 3: Daulah Islamiyah yang dipimpin seorang khalifah tidak ada. Adanya negara sekuler dipimpin oleh seorang pimpinan negara, misalkan presiden. Contohnya: anda yang tinggal di Indonesia sekarang ini.

Kuadran 4: Daulah Islamiyah yang dipimpin seorang khalifah tidak ada. Adanya cuma negara sekuler yang dipimpin seorang pemimpin negara yang zhalim. Orang islam tidak boleh menjalankan ibadahnya sama sekali (Naudzubillah min dzalik). Contohnya: belum ketemu. Mungkin jaman Stalin/Kruschev dulu orang Islam dikejar dan dilarang beribadah.

Anda Salafi Indon juga mencla-mencle dan tidak konsisten. Anda menghina dan mengharamkan bentuk perjuangan PKS aka Ikhwanul Muslimin yang berjuang merebut kekuasaan dengan caranya bikin partai serta ikut pemilu. Anda menyebutnya itu adalah bentuk perjuangan fanatik golongan dan hizbi. Demokrasi pemilu bagi anda itu adalah barang haram karena itu berasal dari barat dan anda juga mengerti kepemimpinan tidak boleh diminta. Kalau berhenti sampai di sini saya tentu OK-OK saja. Tetapi yang membuat orang tertawa terbahak-bahak adalah ketika seorang sudah naik jadi presiden lewat proses demokrasi dan pemilu, eh malah anda akui sebagai amirul mukminin anda. Bingung kan? Itu sama saja anda mengharamkan daging babi mentah tapi kalau sudah jadi pizza pepperoni bolehlah/halal dimakan.

Bertobatlah wahai para salafi gadungan. Kitab-kitab tentang keimaman, kesulthonan, daulah islamiyah seperti al ahkamu as shultoniyah, itu harus kita letakkan pada konteksnya: yaitu berbicara tentang kekuasaan berdasarkan AlQuran dan AlHadits (kuadran 1 dan 2). Kalau anda mencampurkan sistem sekuler dan non-islam dengan racikan kekuasaan islam ala hizbi anda, yang ada orang semua jadi bingung. Persis analogi saya tentang makan pizza peperoni tadi.

Mumpung malaikat izroil belum mencabut nyawa anda, gunakanlah sebaik-baiknya untuk bertobat. Allah suka dengan orang-orang yang telah sadar akan kesalahannya kemudian kembali bertobat.



nb:

Tulisan ini jangan disalah artikan dengan ajakan berontak pada pemerintah RI yang sah. Wong Pinter cuma ingin menunjukkan bahwa ketaatan salafi gadungan kepada pemerintah RI dengan memakai dalil-dalil Quran dan Hadits adalah hal yang salah dan kebablasan. Wong Pinter mengacungi jempol pada LDII yang bisa menempatkan hubungan yang baik (sesuai porsinya) kepada pemerintah RI tanpa harus melacurkan diri (seperti salafi gadungan) melampaui batas dengan memanipulasi hadits-hadits.

Anonim mengatakan...

kholil dan aziz tdk baroah kok dijadikan sumber perenungan ( utk menentukan benar dan salah)

mereka berdua itu thullab di makkah, terakhir semester 2 di mustawa 'ali di madhad haram utk kholil, kalau abd aziz ana tdk tahu

nih link situs resminya ma'had haram makkah...ada datanya ttg kholil al andunisyi sebelum di deportasi.....

http://www.alharamain.edu.sa/index.cfm?do=cms.conarticle&contentid=7486&categoryid=1050

padahal gurunya sendiri sdh mentahdzirnya....

Anonim mengatakan...

nih para jokamer, kalau antum memang ingin mencari kebenaran informasi, telpon langsung ma'had haram, jangan mau hanya diceritain katanya2 si fulan.....

telpon langsung ke TKP, cuman yg di sana ngak ngerti bahasa indo ( mungkin antum bisa minta bantuan sama wong pinter diakan fasih berbahasa arab)

kalau perlu telpon rektornya langsung syaikh DR, Fawwas

tanyakan ke beliau betulkan ma'had haram mengajarkan konsep imam bithonah sprt LDII/jamaah354?

jangan tanya ilmu ushul fikh/mustholah hadits/fikh ibadah dll....gak nyambung dengan pembahasan kita selama ini....

nnt direkam sampaikan rekamannya...biar yg lain dapat manfaat...

المكتب / القسم الاســــــم التحويلة الهاتف الخارجي
الرئاسة
السنترال
مدير المعهد د/ فواز بن الصادق القايدي 271 271 5741162
وكيل الشئون الإدارية محمد ريال السيلاني 271 271 5741162
وكيل الشئون التعليمية بالقسم العالي د/ فيصل بن داود المعلم 268 268 5741162
وكيل الشئون التعليمية بالقسم الثانوي عبدالرحمن الشهري 268 268 5741162
مشرف شئون الطلاب شعيل بن معوض اللحياني 331 5741162
مكتبة المعهد 269
فاكس المعهد --------------- --- --- 5738070

Anonim mengatakan...

Dan yang nyata adalah bahwa diantara USHUL AQIDAH jamaah354 adalah menempatkan "jamaah wal imamah sebagai SYARAT SAHNYA ISLAM" dan yang dimaksud dengan ""jamaah wal imamah"" di sini adalah Jama'ahnya354, maka barang siapa yang tdk ikut/keluar dari jama'ah dan baiat imamnya 354 maka dihukumi BUKAN ISLAM/TELAH KELUAR DARI ISLAM

Kalau sdh begini ushul aqidahnya, maka semakin mendekati dengan aqidahnya syi'ah yang menjadikan imamah sebagai salah satu rukun islam…

(فقال: جعفر قال: (بني الإسلام على خمسة أشياء على الصلاة والزكاة والحج والصوم والولاية قال زرارة قلت: وأي شيء من ذلك أفضل ؟ فقال: الولاية أفضل)

Al Kulaini di dalam kitab Al Kafi fil Ushul 2/18 - Ja'far berkata: "Islam itu dibangun di atas 5 perkara... shalat, zakat, haji, puasa dan Al Wilayah (Imamah)," Zurarah bertanya: "Mana yang paling utama?" Beliau (Abu Ja'far) menjawab: "Al Wilayah-lah yang paling utama."

INILAH BOROK aqidah 354 yg selalu ditutup2i oleh wong pinter dkk........

pemahaan ini sangat nyata kalau antum sering ikut daerahan kediri (kita tdk bicara aqidah orng per orng) .......

borok aqidah ini oleh para pentaklit madhigol bukannya di obati ttp malah ditutup21 dengan mengambil hujjah2 dr HTI/IM dll...dan sejenisnya

borok aqidah ini kalau tdk diobati bisa infeksi masuk ke otak dan hati, bisa membuat orng tsb mati (aqidah yg bersih)

big miracle mengatakan...

agama tidak bisa dikaitkan dengan logika manusia yang sangat terbatas,

Hanya Bentuk dari Ketaatanlah yang dihisab oleh ALLAH.

agama yang haq akan selalu ditolong oleh ALLAH dengan KEAJAIBAN yang tidak bisa dipikir dengan otak manusia.

KEAJAIBAN akan berpihak ke LDII atau salafi???

kita lihat saja!simple answer n Prove it!!

Anonim mengatakan...

wong pinter,,,

yang aku tanyakan , kalau anda memang benar belajar di mekah madinah, dan anda punya sanad, yang muttashil, saya minta fatwa syeh dari guru2 anda, bukan argumentasi anda , bukan saya merendahkan ilmu anda, namun kenyataanya, memang di 354 belum ada yang ilmunya menandingi ulama haromain, saya juga menghormati para paku bumi 354,, namun bukan saya suudzon , semua paku bumi di pusat, maisyahnya di tanggung dengan uang %,,jadi besar kemungkinan hukum di sampaikan sesuai keinginan imam2 dan antektnya, karna seperti yang kita ketahui bahwa setiap ada jamaah yang mengingatkan kekeliruan pusat, pasti ujung2nya di murtadkan,,

nah agar semuanya adil, maka saya minta fatwa dari ulama ahwj yang tidak ada kepentingan di 354,

kalau anda ,katakan anda nantang, justru pertanyaan saya ini merupakan tantangan yang tak pernah anda jaawab , ,

sekali lagi, saya minta fatwa dari para syeh2anda
BUKAN ARGUMEN ANDA,,,,

Anonim mengatakan...

MOHON TANGGAPAN ANDA , DG PENDAPAT BID'AH HASANAH INI:
--------------------
Mari kita bahas dalil ttg adanya bid'ah hasanah SESUAI HADITS NABI & PERKATAAN SAHABAT UMAR ra.

1. Saudaraku, kita sepakat adanya hadits "KULLU bid'atin dhalaalah."

Skrg mari kita bahas MAKNA KULLU... KULLU TDK SELALU BERARTI SETIAP.

Dalam memahami sesuatu, kita harus tahu banyak hal tentang sesuatu itu, baru bisa diambil kesimpulannya => tidak bisa disamaratakan (GEBYAH UYAH)...

Coba sampean artikan dan tafsirkan ayat ini : "wa ja'alnaa minal maa-i kulla syay-in chayyi" (QS al-Anbiyaa' [21]:30)

Apakah menurut sampean tafsirannya adalah "SETIAP sesuatu yang hidup diciptakan dari air"?

BAGAIMANA DENGAN MALAIKAT & JIN...? mohon pencerahannya??

2. Kita tentu SEPAKAT bhw Sahabat Umar ra. SANGAT PAHAM ttg hadits "kullu bid'atin dhalaalah".

Kita jg SEPAKAT bhw beliau pernah berkata, "Sebaik-baik bid'ah adalah ini (Ni'matil bid'ah haadzihii)dari UMAR RA."

Bukankah sdh jelas bhw YG BELIAU LAKUKAN ADALAH BID'AH?

Mgkn sampean menjawab, "Yg dimaksud beliau adalah bid'ah scr bahasa/istilah, bukan bid'ah yg dipahami warga NU (bid'ah hasanah)."

Saudaraku, jika memang sampean benar, tolong SAMPEAN TUNJUKKAN pernyataan beliau bhw yg beliau maksud adalah bid'ah scr bhs/istilah. Tdk ada, kan?

Jd, jika sampean masih berkata bhw yg dimaksud beliau adalah bid'ah scr bahasa/istilah => ITU HANYA MENURUT SAMPEAN, bukan menurut beliau.

Mngkn sampean menjawab lg, "Beliau jg tdk pernah berkata bhw yg beliau maksud adalah bid'ah hasanah. Jd, yg dipahami warga NU hanya persepsi belaka, bukan yg dimaksud beliau."

Baiklah kalau begitu. Kita tdk menemukan DALIL NAQLI/pernyataan eksplisit beliau ttg apa yg beliau maksud.

Oleh karena itu, MARI KITA GUNAKAN DALIL AQLI u/ memahami apa yg beliau maksud...

Saudaraku, kita SEPAKAT bhw beliau adalah sosok yg TEGAS, LURUS & TDK PERNAH BASA-BASI DLM BERBICARA, APALAGI ttg URUSAN/HUKUM AGAMA...

Nah, dgn kepribadian, integritas & pemahaman beliau thd hadits, TDK MUNGKIN beliau BERMAIN KATA-KATA YG BISA MENIMBULKAN KONTROVERSI & TANDA TANYA BESAR...

Perlu sampean ingat bhw TDK SEORANG SAHABAT PUN yg menanyakan, mempertanyakan apalagi membantah ucapan beliau...

Jd yg dimaksud beliau adalah BENAR2 BID'AH (BID'AH HASANAH).

Kalau sampean ingin membantah argumentasi saya, saya persilakan... Monggo DISKUSI SCR FAIR & ILMIAH... Saya niati diskusi ini u/ menimba ilmu dr siapa pun, termasuk sampean...

Begitu dulu, saudaraku... Semoga Allah menyatukan & melembutkan hati semua umat Islam, amin...

Uhttp://achmadfaisol.blogspot.com

Anonim mengatakan...

,kalo aku sih simple ajjah
, kan para ulama sudah membuat standart ( kalo ga salah LAU KANA KHOIRON LASABAQUNA ILAIH) , andai itu baik, niscaya mereka ( nabi,sahabat, tabiin, tabiuttabiin ) sudah lebih dahulu mengerjakanya,

nah pertanyaanya : apakah semua yang kita kerjakan ( tentang agama bukan dunia) pernah di lakukan oleh mereka ? kalau tidak pernah, kenapa kita mau mengamalkanya ?

kan kita semua tahu, merekalah yang paling faham tentang agama, ,,,

syukron,,,,

Anonim mengatakan...

semoga tulisan ini mewakili teman2 354, siapa NURHASAN, SIAPA WALI ALFATAH,

Sesungguhnya segala puji hanya bagi Allah, kami
memuji-Nya, meminta pertolongan-Nya dan
memohon ampunan-Nya, dan kami berlindung
kepada-Nya dari kejahatan diri kami dan dari
keburukan-keburukan amal kami. Barang siapa
yang diberi petunjuk Allah, maka tidak ada yang
dapat menyesatkannya, dan barang siapa yang
disesatkan-Nya maka tidak ada sesuatupun yang
dapat menunjukinya.
Aku bersaksi bahwa tidak ada Ilah yang berhak
disembah kecuali Allah, tidak ada sekutu apapun
bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad
adalah hamba dan utusan-Nya.
Sebagai seorang muslim saya tidak boleh
berdusta dalam berbicara/menulis, tetapi
berkata/menulis yang haq sekalipun pahit
didengar/dibaca orang lain adalah bagian dari
jihad. Saya berusaha untuk menjauhkan diri dari
dusta apalagi memfitnah terhadap apa yang akan
saya tulis di bawah ini karena saya takut kepada
Allah untuk berbuat yang demikian. Tetapi jika
tulisan ini akan menyakiti hati para ikhwan bukan
berarti tulisan ini salah dan keliru karena
terkadang sebuah kebenaran akan menyakitkan
hati siapapun jika diterima oleh hawa, bukan hati
yang bening dan iman yang bersih.
Berita tentang akan datangnya masa Khilafah ‘ala
minhajin nubuwwah pada akhir zaman bagi dunia
islam sebagaimana yang dijanjikan Rasulullah
dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Al-Imam
Ahmad dari sahabat Hudzaifah, harus diyakini
sebagai solusi kesatuan muslimin dan
kemenagannya dalam menghadapi musuh-musuh
islam. Banyak para aktivis dan juga politikus
muslim yang menyambut hadits ini dengan
sangat antusias dan berusaha memaksakan
dirinya untuk mewujudkan tegaknya khilafah
tanpa memahami makna khilafah dari para
sahabat, tabi’in dan tabi’it tabi’in. Kemudian di
sana-sini lahirlah gerakan hizbiyah dan ashabiyah
dalam wadah jamaah yang mengatasnamakan
persatuan umat islam. Maka lahirlah imam-imam
atau khilafah-khilafah hizbiyah seperti pemimpin
IM, NII, Islam Jamaah, Ahmadiyah, Jamaah
Muslimin dan seterusnya yang tidak sesuai
dengan ajaran Islam.
Untuk memahami bagaimanakah wujud Khilafah
ala minhajin nubuwwah ? secara ringkas
gambarannya adalah sebagai berikut; Khilafah itu
dibangun di atas tauhid dan dakwah menuju
tauhid serta memerangi kesyirikan dengan segala
macam bentuknya sehingga tidak ada lagi bentuk
peribadatan yang ditujukan kepada selain Allah.
Ditegakkan sunnah Rasulullah serta dakwah
menuju sunnah serta memerangi segala bentuk
bid’ah baik dalam akidah maupun ibadah.
Ditegakkannya hukum tertinggi di dunia yang
berkeadilan dengan syariat Allah sehingga kondisi
masyarakat menjadi aman, tentram dan sentausa.
Ditegakkannya kewajiban shalat berjamaah, zakat,
shaum dan haji sebagai kewajiban yang asasi bagi
muslimin. Demikian gambaran Khilafah seperti
ini telah dipraktekkan oleh Khulafa’ur Rasyidin
sebagai generasi terbaik bagi umat islam.
Apakah pengakuan para khalifah yang sekarang
memimpin jamaahnya sudah demikian
keadaannya? Tentu saja jawabnya adalah belum
dan bahkan mereka telah jauh menyimpang dari
syariat Islam. Mereka adalah orang yang berjuang
menegakkan khilafah tidak dengan ilmu, mereka
mengaku sebagai khalifah bahkan di antaranya
ada yang mengaku sebagai Nabi, Imam Mahdi,
ada pula yang mengaku sebagai Jibril versi Lia
Aminudin dan seterusnya.
Bagaimanakah dengan pengakuan Khalifah Wali Al
Fattah rahimahullah ? Inilah gambaran Khilafah
Wali Al Fattaah rahimahullah yang sangat jauh
berbeda dengan Khulafa’ur Rasyiddin.

Anonim mengatakan...

1. Lembaga Khilafah yang dibangun oleh
Khulafa’ur Rasyiddin berpijak di atas kekuasaan
dan oleh karenanya salah satu fungsinya adalah
menjaga tegaknya syariat Islam, termasuk di
dalamnya menjalankan Hukum Pidana dan
Perdata Islam. Yang demikian tidak mungkin
dilaksanakan oleh Wali Al-Fattaah rahimahullah
dan penerusnya karena mereka tidak memiliki
kekuasaan untuk menjalankan hukum-hukum
Islam seperti tersebut di atas. Jangankan untuk
melaksanakan hukum potong tangan, menyuruh
kepada muslimin untuk memelihara jenggot dan
memotong kumis saja saya belum pernah
mendengarnya. Ketika ditanyakan kepada jamaah
ini mengapa khalifah tidak melaksanakan hukum
had, rajam dan cambuk? Para asatidz di jamaah
ini berdalil bahwa “Allah tidak membebani
kepada seseorang kecuali kadar kemampuan.”
Mengapa kita harus menegakkan khilafah kalau
kita belum mampu? Bukankah Allah tidak akan
menghukum umat islam ketika kita belum
mampu menegakkan khilafah?
2. Hadits dari Hudzaifah bin Al-Yaman “… Talzamu
Jama’atal Muslimin wa Imaamahum…” Redaksi
hadits di atas bukanlah perintah (fi’il amr) untuk
mendirikan Jamaah Muslimin dan membaiat
Imamnya, tetapi agar muslimin istiqamah
bersama mayoritas kaum muslimin dan
penguasanya dalam suatu negeri, apakah mereka
di bawah pemimpin seorang raja, presiden atau
khalifah, bukan malah sebaliknya mendirikan
jamaah baru. Sedangkan apabila mereka itu tidak
ada, maka perintahnya adalah “…fa’tazil tilkal
firaqa kulaha…” yaitu menghindari firqah-firqah
yang ada. Menurut pemahaman ulama ahlus
sunnah wal jamaah yang dimaksud Jama’ah
Muslimin dalam hadits itu adalah kaum
muslimin dalam suatu negeri, bukan jamaah
muslimin produk Wali Al Fattaah rahimahullah.
Oleh karena itu Jamaah Muslimin sudah ada sejak
zaman Rasulullah hingga sekarang dan tidak
pernah menghilang. Justru Wali Al Fattah
rahimahullah telah memisahkan diri dari Jamaah
Muslimin dalam arti yang sebenarnya.
3. Disebutkan dalam bukunya Wali Al-Fattaah
rahimahullah dibai’at sebagai Imam gerakan
Islam “Hizbullah” pada tanggal 20 Agustus 1953,
tetapi beliau masih menjabat sebagai Kepala Biro
Politik dari 1 Oktober 1952 – 11 Desember 1958.
dan pada tanggal 1 Januari 1961 – 31 Oktober
1964 menjadi kepala Biro Politik Kementrian
Dalam Negeri di Jakarta. Hal ini sangat
kontradiktif dengan statement jamaah yang
dipimpinnya yaitu “Islam Non Politik.” Menurut
Hartono Ahmad Jaiz, pada tahun 1954 (yang
benar 1953,pen) Presiden Soekarno menyuruh
temannya yang bernama Wali Al Fattaah untuk
mendirikan jamaah (gerakan Islam “Hizbullah”
pen) yang bersifat rahmatan lil ‘alamin (non
politik) untuk menandingi gerakan politik NII yang
dipimpin oleh Karto Suwiryo. (Aliran dan Paham
Sesat di Indonesia, 2006 hal 76-77). Melihat
kiprah politik Wali Al Fattaah rahimahullah di
pemerintahan RI, padahal beliau adalah seorang
Khalifah juga pada saat yang sama, sungguh ini
sebuah kejadian dan pengalaman yang sangat
lucu. Seorang Khalifah bekerja di pemerintahan
lain yang berbeda haluan dan tujuan. Di mana
tanggung jawab beliau terhadap Allah sebagai
seorang Khalifah?

Anonim mengatakan...

4. Pada kenyataannya fase kepemimpinan ummat
Islam sekarang ini bukanlah berada pada fase
Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah sebagaimana
yang diklaim oleh Jamaah Muslimin, akan tetapi
ummat Islam sekarang ini yang berjumlah lebih
dari 1.4 miliar dan tersebar di seluruh penjuru
dunia berada di bawah kekuasaan Mulkan
Jabariyyah yaitu Penguasa (Raja, Kepala Negara,
Perdana Mentri) yang sombong, yakni mereka
tidak menggunakan hukum Allah yaitu Al-Qur’an
dan Sunnah (kecuali beberapa penguasa/raja saja)
sebagai dasar kepemimpinannya. Dalam keadaan
seperti ini kaum muslimin tetap harus
mendengar dan taat pada penguasa yang zalim
sekalipun, bukannya mengadakan pemberontakan
dan memisahkan diri dari jamaah muslimin
dengan mendirikan jamaah tandingan yang
menyebabkan umat Islam menjadi berpecah
belah. Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh
Ahmad dan Baihaqi dari Hudzaifah bin Al Yaman
di sana dijelaskan bahwa, sebelum Allah
mendatangkan masa Khilafah ‘ala minhajin
nubuwwah sebagai periode terakhir
kepemimpinan umat islam, Allah Swt terlebih
dahulu mengangkat atau meniadakan masa
mulkan jabariyyah ( penguasa yang sombong/
tiran) dan sekarang ini penguasa-penguasa yang
tiran belum diangkat oleh Allah dari permukaan
bumi. Lebih jelas inilah potongan terjemahan
teks haditsnya “…Setelah itu (kaum muslimin
berada di tengah-tengah) masa kerajaan yang
sombong adanya atas kehendak Allah, kemudian
Allah mengangkatnya apabila Dia menghendaki
untuk mengangkatnya. Selanjutnya adalah masa
Khilafah ‘ala minhajin nubuwwah. Kemudian
beliau diam.” Perhatikan kalimat yang bergaris
bawah, jadi sebelum masa Khilafah ala mihajin
nubuwwah datang, Allah terlebih dahulu
mengangkat masa Mulkan Jabariyah. Jadi
sekarang ini kaum muslimin masih berada pada
masa Mulkan Jabariyah, bahkan sedang kuat-
kuatnya.
5. Persoalan kevakuman Khalifah bagi dunia
Islam adalah merupakan hak Allah yang Maha
Mengatur. Allah berhak memberikan dan
mencabut Khalifah atau kekuasaan itu sesuai
dengan masa yang dikehendaki-Nya. Umat Islam
tidak harus memaksakan diri menegakkan
khilafah apabila kondisinya tidak memungkinkan.
Wali Al Fattah rahimahullah memberanikan diri
memikul tanggung jawab sebagai Khalifah tanpa
mempertimbangkan pendapat jumhur ulama
sedunia. Setelah Khalifah ditegakkan beliau malah
sibuk ngurusi jabatan di pemerintahan Indonesia,
baru setelah beliau pensiun dari jabatan Kepala
Biro Politik Kementrian Dalam Negeri di Jakarta,
beliau lebih menfokuskan perhatiannya untuk
menyeru kaum muslimin agar kembali pada
khiththah Rasulullah Saw. Wali Al Fattaah
rahimahullah dan penerusnya telah
mempraktekkan model khilafah gaya baru yang
jauh tidak sesuai dengan praktek Khulafa’ur
Rasyiddin.

Anonim mengatakan...

6. Khilafah ‘Ala Minhajin Nubuwwah yang akan
datang nanti (hanya Allah yang menentukan
saatnya) memang akan menjadi jalan keluar
penyatuan bagi kaum muslimin, tetapi Khilifah
ala Wali Al Fattaah rahimahullah justru
menambah perpecahan di kalangan muslimin.
Jangankan untuk menyelesaikan problem umat
Islam di dunia, menyelesaikan umat Islam di
Desa Pasirangin, Cileungsi (tempat markaznya)
saja belum mampu. Padahal Khilafah ini sudah
53 tahun yang lalu berdiri.
7. Wali Al-Fattaah rahimahullah berpandangan
bahwa masa khulafa’ur Rasyidin hanya sampai
pada Khalifah Ali Bin Abu Thalib Ra, dan
Muawiyyah menurutnya adalah seorang Raja.
Artinya kaum muslimin pada saat itu tidak
memiliki Imam atau Khalifah menurutnya.
Padahal pada saat itu tidak ada di antara para
sahabat yang menentang kekhalifahan Muawiyyah
bahkan sahabat Ibnu Abbas pada saat itu
menjabat sebagai Wali (Gubernur) di Madinah.
Mengapa sahabat Ibnu Abbas tidak mendirikan
Khalifah saja di Madinah seperti yang dilakukan
Wali Al-Fattaah rahimahullah di Indonesia?
Apakah Wali Al Fattaah rahimahullah lebih
berilmu dari sahabat yang mulia Ibnu Abbas Ra?
Dan mengapa juga para tabi’in tidak melakukan
seperti apa yang dilakukan oleh Wali Al Fattaah
rahimahullah?an
datang nanti (hanya Allah yang menentukan
saatnya) memang akan menjadi jalan keluar
penyatuan bagi kaum muslimin, tetapi Khilifah
ala Wali Al Fattaah rahimahullah justru
menambah perpecahan di kalangan muslimin.
Jangankan untuk menyelesaikan problem umat
Islam di dunia, menyelesaikan umat Islam di
Desa Pasirangin, Cileungsi (tempat markaznya)
saja belum mampu. Padahal Khilafah ini sudah
53 tahun yang lalu berdiri.
7. Wali Al-Fattaah rahimahullah berpandangan
bahwa masa khulafa’ur Rasyidin hanya sampai
pada Khalifah Ali Bin Abu Thalib Ra, dan
Muawiyyah menurutnya adalah seorang Raja.
Artinya kaum muslimin pada saat itu tidak
memiliki Imam atau Khalifah menurutnya.
Padahal pada saat itu tidak ada di antara para
sahabat yang menentang kekhalifahan Muawiyyah
bahkan sahabat Ibnu Abbas pada saat itu
menjabat sebagai Wali (Gubernur) di Madinah.
Mengapa sahabat Ibnu Abbas tidak mendirikan
Khalifah saja di Madinah seperti yang dilakukan
Wali Al-Fattaah rahimahullah di Indonesia?
Apakah Wali Al Fattaah rahimahullah lebih
berilmu dari sahabat yang mulia Ibnu Abbas Ra?
Dan mengapa juga para tabi’in tidak melakukan
seperti apa yang dilakukan oleh Wali Al Fattaah
rahimahullah?

Anonim mengatakan...

8. Di dalam Shahih Muslim diriwayatkan sebuah
hadits Rasulullah bersabda: ﺍﺫﺇ ﻦﻴﺘﻔﻴﻠﺨﻟ ﻊﻳﻮﺑ
ﺍﻮﻠﺘﻗﺎﻓ ﺮﺧﻵﺍ ﻢﻬﻨﻣ “Apabila dibai’at dua orang
Khalifah (Imaam), maka bunuhlah (Khalifah) yang
terakhir dari antara keduanya.” Mengapa Khalifah
Wali Al Fattaah rahimahullah tidak mengamalkan
hadits ini, yakni membunuh/memerangi khalifah-
khalifah yang kemudian? Bukankah Amir Islam
Jama’ah/LDII dan Ahmadiyah mengaku sebagai
Khalifah juga? Bahkan beberapa waktu yang lalu
Lia Aminudin mengaku sebagai jelmaan malaikat
Jibril, mengapa bukan sang Khalifah yang
menangkapnya tetapi malah pemerintah
Indonesia jauh lebih peduli. Kalimat ﺍﻮﻠﺘﻘﻓ
dalam hadits di atas mau ditafsiri apalagi? Apakah
mereka tidak yakin dengan hadits tersebut atau
takut kalah dalam perang? Atau takut dihukum
sebelum perang oleh penguasa yang sah?
Bukankah perintah membunuh dalam hadits
tersebut menunjukkan bahwa Khalifah itu harus
berkuasa dan memiliki kekuatan? Ketika Khalifah
Abu Bakar memerangi sekelompok orang yang
tidak membayar zakat, bukankah hal ini
menunjukkan Beliau orang yang menjaga amanah
sebagai Khalifatur Rasul? Di sini timbul
pertanyaan apakah hadits itu yang salah dan
keliru atau sebaliknya model khilafah Wali Al
Fattah rahimahullah yang salah? Jika hadits di
atas tidak dapat diamalkan oleh sang Khalifah,
berart Khalifahnya yang tidak beres. Kalau mau
mengikuti sunnah Khulafa’ur Rasyiddin Al
Mahdiyyin maka buktikanlah, berlakulah seperti
Khalifah Abu Bakar perangi orang yang tidak
membayar zakat. Berlakulah seperti Khalifah
Umar rebutlah Yerusalem, Al Aqsha dengan
pedang atau senjata bukan dengan model gerak
jalan ala Khilafah gaya baru.
9. Jama’ah Muslimin bukanlah sebuah nama yang
harus didakwahkan atau menjadi label dari
sebuah Kop Surat layaknya organisasi atau
hizbiyyah. Jamaah Muslimin adalah esensi/
eksistensi dari kaum muslimin itu sendiri yang
tidak dapat di klaim/monopoli oleh satu
kelompok/golongan tertentu. Dakwah umat Islam
dari dulu, sekarang hingga nanti adalah
mentauhidkan Allah dan ittiba’ Rasul. Dalam
keadaan umat islam berpecah-belah dan
bergolong-golong di bawah penguasa-penguasa
negeri, muslimin tidak diperintahkan mendirikan
khalifah untuk menyatukan umat islam, karena
memang mereka tidak memiliki kemampuan
untuk itu sekalipun dengan membelanjakan emas
sepenuh bumi. Saya sama sekali tidak pernah
mendengar/membaca baik dalam hadits maupun
tarikh bahwa Khalifah Rasyidah dari masjid-ke
masjid mendakwahkan kalimat jamaah muslimin
(Hizbullah) dengan mengatasnamakan persatuan
muslimin sebagaimana yang dilakukan oleh
khalifah Wali Al Fattaah rahimahullah dan
penggantinya. Hanya Allahlah yang berkuasa
menyatukan ummat-Nya dan hanya Allah yang
Maha Mengatur,

Anonim mengatakan...

.
10. Tugas seorang Khalifah bukan sekedar
mendatangi majlis ta’lim dari kampung satu ke
kampung lain dan mengadakan musyawarah-
musyawarah rutin yang tidak ada habis-habisnya,
sebagaimana yang telah dipraktekkan oleh Wali Al
Fattaah rahimahullah dan penerusnya. Lebih dari
itu fungsi Khalifah adalah melindungi nasib
muslimin di seluruh dunia dari gangguan dan
kezaliman kaum kuffar, menciptakan stabilitas
keamanan dengan menegakkan hukum tertinggi di
dunia yang berkeadilan serta meningkatkan
kesejahteraan ekonomi muslimin yang bebas riba
di samping masih banyak tugas dan tanggung
jawab lainnya. Namun tugas yang utama ini justru
ditinggalkan oleh Khalifah Wali Al Fattaah
rahimahullah dan penerusnya.
11. Perhatikanlah hadits di bawah ini agar kita
tidak terjebak dengan pemahaman yang keliru
tentang makna kalimat ﻡﺰﻠﺗ ﺔﻋﺎﻤﺟ ﻦﻴﻤﻠﺴﻤﻟﺍ
ﻢﻬﻣﺎﻣﺇﻭ
ﻦﻋ ُﺔَﻔْﻳَﺬُﺣ ُﻦْﺑ ِﻥﺎَﻤَﻴْﻟﺍ ُﺖْﻠُﻗ ﺎَﻳ َﻝﻮُﺳَﺭ ِﻪَّﻠﻟﺍ ﺎَّﻧِﺇ
ﺎَّﻨُﻛ ٍّﺮَﺸِﺑ َﺀﺎَﺠَﻓ ُﻪَّﻠﻟﺍ ٍﺮْﻴَﺨِﺑ ُﻦْﺤَﻨَﻓ ِﻪﻴِﻓ ْﻞَﻬَﻓ ْﻦِﻣ
ِﺀﺍَﺭَﻭ ﺍَﺬَﻫ ِﺮْﻴَﺨْﻟﺍ ٌّﺮَﺷ َﻝﺎَﻗ ْﻢَﻌَﻧ ُﺖْﻠُﻗ ْﻞَﻫ َﺀﺍَﺭَﻭ َﻚِﻟَﺫ
ِّﺮَّﺸﻟﺍ ْﻢَﻌَﻧ َﻝﺎَﻗ ٌﺮْﻴَﺧ َﺀﺍَﺭَﻭ ْﻞَﻬَﻓ ُﺖْﻠُﻗ ٌّﺮَﺷ ِﺮْﻴَﺨْﻟﺍ َﻚِﻟَﺫ
َﻝﺎَﻗ ْﻢَﻌَﻧ ُﺖْﻠُﻗ َﻒْﻴَﻛ َﻝﺎَﻗ ُﻥﻮُﻜَﻳ ﻱِﺪْﻌَﺑ ٌﺔَّﻤِﺋَﺃ ﺎَﻟ
ْﻢِﻬﻴِﻓ ُﻡﻮُﻘَﻴَﺳَﻭ ﻲِﺘَّﻨُﺴِﺑ َﻥﻮُّﻨَﺘْﺴَﻳ ﺎَﻟَﻭ َﻱﺍَﺪُﻬِﺑ َﻥﻭُﺪَﺘْﻬَﻳ
ٌﻝﺎَﺟِﺭ ْﻢُﻬُﺑﻮُﻠُﻗ ُﺏﻮُﻠُﻗ ِﻦﻴِﻃﺎَﻴَّﺸﻟﺍ ﻲِﻓ ِﻥﺎَﻤْﺜُﺟ ٍﺲْﻧِﺇ
َﻝﺎَﻗ ُﻊَﻨْﺻَﺃ َﻒْﻴَﻛ ُﺖْﻠُﻗ ِﻪَّﻠﻟﺍ َﻝﻮُﺳَﺭ ﺎَﻳ َﻚِﻟَﺫ ُﺖْﻛَﺭْﺩَﺃ ْﻥِﺇ
َﻝﺎَﻗ ُﻊَﻤْﺴَﺗ ُﻊﻴِﻄُﺗَﻭ ِﺮﻴِﻣَﺄْﻠِﻟ ْﻥِﺇَﻭ َﺏِﺮُﺿ َﻙُﺮْﻬَﻇ َﺬِﺧُﺃَﻭ
ْﻊِﻃَﺃَﻭ ْﻊَﻤْﺳﺎَﻓ َﻚُﻟﺎَﻣ
Dari Hudzaifah bin Al Yaman, saya (Hudzaifah)
berkata, Ya Rasulullah, Sesungguhnya (dahulu)
kami dalam keburukan maka kemudian Allah
mendatangkan kebaikan dan kami ada padanya,
apakah di belakang kebaikan ini akan ada
keburukan? Rasul berkata: “Ya” saya berkata,
apakah di belakang keburukan itu akan ada
kebaikan? Rasul berkata, “Ya” saya berkata,
apakah di belakang kebaikan nanti akan ada
keburukan? Rasul berkata, “Ya” saya (Hudzaifah)
berkata, mengapa ya Rasulullah? Rasulullah
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Bakal ada
sesudahku pemimpin-pemimpin yang tidak
berpetunjuk dengan petunjukku dan tidak
berjalan dengan sunnahku. Dan di tengah mereka
akan bangkit orang-orang yang hati mereka
seperti hati syaitan-syaitan dalam bentuk
manusia.” Aku (Hudzaifah) bertanya, apa yang
harus saya lakukan ya Rasulullah, kalau saya
menjumpai hal itu? Beliau bersabda: “Engkau
harus mendengar dan mentaati pemimpin dan
jikapun dipukul punggungmu dan diambil
hartamu maka dengarlah dan taatlah.” (HR.
Muslim)
Hadits ini nampak lebih jelas untuk
mengkompromikan dan menafsirkan hadits
serupa dalam Shahih Bukhari dan Muslim yang
menjelaskan tentang pengertian kalimat ﻡﺰﻠﺗ
ﺔﻋﺎﻤﺟ ﻦﻴﻤﻠﺴﻤﻟﺍ ﻢﻬﻣﺎﻣﺇﻭ , yaitu agar kaum
muslimin tetap istiqamah bersama penguasa
yang sah sekalipun pemimpin itu berbuat zalim
dan tidak menjalankan sunnah Rasulullah. Kaum
muslimin dilarang untuk menentang dan
memisahkan diri dari jamaam muslimin
(mayoritas muslimin dalam suatu negeri) apalagi
membentuk jamaah tandingan yang tidak sah.
Perhatikan juga hadits di bawah ini Seorang laki-
laki bertanya kepada Rasulullah Saw, ” Jihad
manakah yang paling utama?” Beliau menjawab:
“Perkataan yang benar di hadapan penguasa yang
jahat/lacur.” (HR. An-Nasai) Mana ada perintah
untuk memisahkan diri dari penguasa dengan
membentuk jamaah (kekuatan) tandingan? Tidak
ada hal seperti itu dalam ajaran Islam. Di
manapun umat islam berada maka pemimpin
mereka adalah penguasa negeri yang sah selagi
mereka adalah muslim dan tidak menampakkan
kekafirannya. Baik mereka itu menggunakan Al-
Qur’an dan sunnah atau tidak dalam
memimpinnya. Baik mereka itu pemimpin yang
adil atau yang zalim sekalipun. Jihad bagi
muslimin menghadapi penguasa yang fajir dan
lacur serta yang zalim hanyalah memberi nasehat
dengan perkataan yang benar. Bukan mendirikan
jamaah tandingan dengan mengatasnamakan khalifah.

Anonim mengatakan...

12. Jamaah Muslimin (Hizbullah) mengklaim
sebagai “Al Jama’ah” satu-satunya golongan yang
selamat dan seorang muslim tidak boleh berada
di luar jamaahnya. Salah satu yang menjadi
landasannya adalah hadits ” …Sesungguhnya
tidaklah seorang itu memisahkan diri dari Al
Jama’ah walau sekedar sejengkal, lalu ia mati
kecuali ia mati laksana kematian jahilayah.” (HR.
Al-Bukhari dari Ibnu Abbas). Menurutnya semua
muslimin yang berada di luar Khalifahnya berarti
mereka berada di luar Al Jama’ah. Dengan
pemahaman yang keliru tentang Al Jama’ah dari
Khalifah Wali Al Fattaah rahimahullah, maka
Imam Al-Bukhari yang meriwayatkan hadits di
atas bahkan beberapa sahabat dan tabi’in
termasuk orang yang mati laksana kematian
jahiliyah, karena beliau hidup dan mati setelah
berakhirnya Khalifah Ali bin Abu Thalib Ra dan
sebelum datangnya Khalifah Wali Al Fattaah
rahimahullah. (Na’u dzubillah min dzalik)
13. Prof. Dr. Yusuf Al Qaradawi sekalipun ia juga
tidak berada di atas jalan yang benar (hizbiyah)
telah menulis buku edisi Indonesia yang berjudul
“Khilafah Islamiyah Suatu Realita Bukan Hayalan.”
Qaradawi yang pentolan IM dan sekarang juga
menjabat sebagai Ketua Persatuan umat islam
sedunia, hingga hari ini belum berani
mewujudkan Khilafah Islamiyah tersebut. Karena
menurutnya ada tiga tahapan untuk mewujudkan
Khilafah Islamiyah yang pertama; Kesatuan Darul
Islam. Yang kedua; Kesatuan sumber hukum
tertinggi. Dan yang ketiga; Kesatuan
kepemimpinan pusat. Sekalipun Khilafah
Islamiyah suatu realita dan bukan hayalan karena
hadits juga meyebutkan demikian, tapi perjalanan
untuk merealisasikan Khilafah tersebut tidaklah
mudah, mungkin butuh waktu ke depan berabad-
abad lamanya. Suatu hal yang amat mengejutkan
bagi dunia islam yang mendengarnya bahwa Wali
Al Fattaah rahimahullah yang hanya mengetahui
beberapa ayat dan dalil tanpa merujuk
pemahaman ulama salaf (ahlus sunnah) mengaku
dirinya sebagai Khalifah hanya dengan modal
baiat dari sekelompok orang saja. Beginikah
ketawadhu’an seorang muslim untuk menjadi
seorang Khalifah bagi dunia Islam? Dan lebih
aneh lagi Khilafah yang sudah berumur 53 tahun
ini belum dikenal dan tidak diakui oleh
masyarakat sekitarnya, karena khilafah ini hanya
bisa mengumbar janji tanpa bukti.

Anonim mengatakan...

.
14. Seorang Khalifah sudah seharusnya memiliki
Sumber hukum dan kekuasaan yang tertinggi,
oleh karenanya ia tidak berada di bawah
peraturan atau hukum orang lain. Khalifah Wali Al
Fattah rahimahullah tidak memiliki perangkat
hukum apapun sehingga membiarkan muslimin
bahkan jamaahnya sekalipun untuk berhukum
dengan hukum orang lain. Baik dalam perkara
perdata maupun pidana, bahkan untuk
mendirikan pesantrennya saja (Tarbiyah Khilafah
katanya) mereka harus mengajukan izin dari
pemerintahan lain. Kalau sudah ada
pemerintahan sah yang mengatur semua urusan
muslimin (ulil amri) mengapa harus mendirikan
ulil amri baru? Kalau bermaksud ingin
menyelamatkan akidah muslimin ikutlah jalan
yang ditempuh oleh para sahabat, tabi’in dan
tabi’it tabi’in mereka adalah generasi terbaik
dalam Islam. Mereka sangat paham tentang apa
itu Jama’ah Muslimin, Al Jamaah dan Khilafah
serta bagaimana cara mengamalkannya.
15. Wali Al Fattaah rahimahullah telah
mempraktekkan bid’ah khilafah yang tidak sesuai
dengan ajaran Islam. Bid’ah pertama adalah pada
tanggal 20 Agustus 1953 ia memprakarsai
mendirikan gerakan islam “Hizbullah.” Bid’ah
kedua adalah ia menerima bai’at dari segelintir
orang yang mengangkatnya menjadi Imam
gerakan islam tersebut. Bid’ah ketiga beberapa
tahun kemudian ia merubah nama gerakan islam
“Hizbullah” tersebut menjadi “Jamaah Muslimin
(Hizbullah) dugaan saya karena ia menemukan
hadits “Talzamu jamaatal muslimin wa
imaamahum” (tetapi ia tidak paham dengan
makna yang sebenarnya) wallahu ‘alam. Bid’ah
keempat ia mendakwahkan dan menta’arufkan
Jamaah Muslim (Hizbullah) mestinya yang
didakwahkan adalah ajakan tauhid dan
menghidupkan sunnah. Bid’ah kelima ia
memisahkan diri dari jamaah muslimin yang ada
(kaum muslimin dalam satu negeri) kemudian
menjadikan jamaahnya sebagai kelompok baru,
ashabiyah dan menambah perpecahan umat
islam. Inilah ciri-ciri pejuang hizbiyah yang tidak
memiliki ulama, mereka berjuang untuk
golongannya sendiri sekalipun mengatasnamakan
khilafah fil ardh.

Anonim mengatakan...

.
16. Jamaah Wali Al Fattaah rahimahullah
mengklaim dirinya sebagai wujud dari Al jamaah.
Bukankah tangan (kekuatan) Allah bersama Al
jamaah? Sebagai khalifah Wali Al Fattaah
rahimahullah tidak melaksanakan hukum pidana
Islam? Tidak memerangi kesyirikan? Dan juga
tidak memerangi kelompok bid’ah yang
mewabah? Bukankah ini adalah tugas dan
tanggung jawab seorang Khalifah? Mengapa lari
Yudari tanggung jawab yang utama. Kalau masih
ragu dengan pertolongan Allah, lalu bagimana
dengan kualitas akidahnya? Kalau tidak ragu
dengan pertolongan Allah mengapa tidak
melaksanakan tugas utamanya? Sudah jadi
khalifah kenapa takut… apakah Khalifah Abu Bakar
dan Umar seorang yang penakut untuk
menjalankan semua itu?

Anonim mengatakan...

17. Wali Al Fattaah rahimahullah masih dalam
bukunya (2005) dalam Bab Cara Mukminin
Menghadapi masalah telah mengutip ayat sebagai
berikut;

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu
mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah
kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha
Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al
Hujurat 1)
Beliau atau jamaahnya barangkali tidak pernah
sadar kalau Wali Al Fattaah rahimahullah telah
berbuat mendahului Allah dan Rasulnya dengan
mendirikan gerakkan Islam “Hizbullah” kemudian
mengatasnamakan Khilafah fil Ardh. Pada hal
Allah belum mengangkat masa Mulkan Jabariyah
dari permukaan bumi. Mengapa Wali Al Fattaah
rahimahullah tidak bersabar dan lebih bertakwa
kepada Allah, bukankan Allah Maha Mendengar
dan Maha Mengetahui.
Demikianlah koreksi terhadap keberadaan Jamaah
Wali Al Fattaah rahimahullah yang mengklaim
amirnya sebagai Khalifah. Saya sangat hormat
dengan Bp. Muhyidin Hamidy, sebagai penerus
kepemimpinannya, ust. KHAFAS, ust. AHI, ust.
Wahyudi KS dan asatidz yang lain. Lebih khusus
kepada para ust di Cilacap dan seluruh ikhwan di
manapun berada. Saya sangat mencintai kalian
semuanya, tetapi bagaimanapun juga saya lebih
mencintai Allah dan Rasul-Nya. Hari ini akidah
saya tidak dapat dipaksakan untuk memahami
makna Al Jamaah, Jamaatul Muslimin dan
Khilafah sebagaimana yang kalian pahami dan
yakini.
Saya nasehatkan kepada kalian semua untuk tidak
mengikuti hawa, ikutilah pemahaman para
sahabat dan ulama salaf dalam memahami apa
itu Al Jamaah, Jamaatul Muslimin dan Khilafah.
Mereka adalah generasi terbaik umat islam yang
harus diikuti pemahaman dan jalannya. Sekali
lagi mari kita sikapi hal ini dengan hati yang
bening bukan dengan emosi yang kotor dan
mengotori. Tanyakan pada nurani diri kita
masing-masing apakah yang sedang kalian
amalkan adalah Khilafah sebagaimana Khulafa’ur
Rasyidin? Apakah kita harus memaksakan diri
menegakkan Khilafah pada saat kita tidak
memiliki kemampuan? Apakah jamaah kita bukan
bagian dari hizbiyah? Wahai para ustadz,
belajarlah kepada para ulama salaf tentang apa itu
Al Jamaah? Apa itu Jamaah Muslimin? Dan apa itu
Khilafah? Demi Allah mereka adalah pewaris para
nabi yang mesti kita tanya kepadanya tentang
sesuatu yang kita tidak paham. Sebagai seorang
muslim janganlah kalian berlaku sombong
dengan meremehkan perkataan para sahabat dan
salafus shalih. Ilmu kita, amal kita, akhlak kita,
ketawadhu’an kita, kezuhudan kita sungguh sangat
jauh dibandingkan dengan mereka.
Yang harus dilakukan oleh umat Islam sekarang
ini adalah tetap istiqamah dalam Jamaah
Muslimin (dalam arti yang sebenernya bukan
nama belaka), taat pada ulil amri
(umara=penguasa dan ulama), meninggalkan
segala bentuk gerakan hizbiyyah dan firqah-
firqah. Umat Islam tidak selamanya harus di
bawah kepemimpinan Khilafah. Keberadaan
Penguasa seperti Presiden, perdana mentri atau
Raja bagi umat Islam adanya atas kehendak Allah,
dan Hanya Allah juga yang akan mengangkatnya.
Mendirikan Khilafah di dalam wilayah kekuasaan
penguasa muslim yang sah, bukanlah mengikuti
jalan ulama ahlus sunnah wal jamaah.
Kepada semua ikhwan saya mohon maaf atas
keputusan yang saya ambil, mungkin tulisan ini
membuat telinga kalian terasa panas dan hati
anda menjadi gerah, jika demikian adanya, maka
ketahuilah kalian masih jauh dari sifat sabar.
Kepada semua ikhwan saya juga mohon maaf atas
segala kesalahan saya selama bergaul yang
mungkin keterbatasan ruang dan waktu
menyebabkan di antara kita terhalang untuk
saling bertemu. Saya tegaskan bahwa saya akan
tetap berada di Jamaah Muslimin (dalam arti yang
sebenarnya) dan keluar dari hizbiyah jamaah Wali
Al Fattah, karena saya wajib menyelamatkan diri
dari kesesatan yang saya yakini. Allah telah
membimbing saya menuju sebuah jalan yang
amat terang benderang, itulah Islam yang murni
yang tidak pernah hilang dari dulu hingga
sekarang bahkan sampai akhir zaman. Bukan
Islam yang muncul pada tahun 1953 M. Dan
bukan Islam yang tidak dibimbing oleh para
ulama sebagai pewaris para nabi.
Wallahu a’lam.

Anonim mengatakan...

Itulah salah satu alasan kami keluar dari baeat Wali Al Fattah , karena ada beberapa hal mendasar yang tidak sesuai dengan Q&H.

KH Nur HAsan Ubaidah , adalah amir dan ulama kami dalam urusan akhirat , tentang urusan dunia kita tetap tuntuk kepada NKRI.

Jadi jelaslah sudah , apa yang menjadi sengketa dalam diskusi ini.

Buat anonim diatas , terimakasih.

Anonim mengatakan...

KH Nur HAsan Ubaidah , adalah amir dan ulama kami dalam urusan akhirat , tentang urusan dunia kita tetap tuntuk kepada NKRI
-------------------------------------
ini aqidahnya kaltolik roma bersama para paus
tidak dikenal didalam agama islam
lihat Rosulullah dan khulafaurrosidin setelahnya cuma ngurusi masalah akhirat saja??? tdk mengurusi kemaslahatan umat didunia???

dan aqidah 354 diatas pada prakteknyapun tdk konsisten,

Ahmad mengatakan...

To: yang mengatakan imamnya adalah Madigol..
Bukankah kondisi madigolpun sama dengan Wali al fatah?
Dia mengaku sebagai Imam/amir yang sah tapi tidak memiliki kekuatan untuk menegakkan hukum.Bahkan penggantinya ketika ada masalah dengan Pak Bambang Irawan
justru berhukum dengan hukum positif pemerintah RI yang kata kalian sendiri Thaghut.
Wahai Madigoliyah sadarlah kalian,belajarlah agama dengan benar,penuh kejujuran dan keikhlasan,jangan ta'ashub membabibuta..
Belajarlah ushul fiqh dengan benar sehingga kalian bisa istimbath hukum dengan benar.
Bukankah kondisi jamaah kalian sama dengan kondisi Jamus wahai eldehihi?

Anonim mengatakan...

Saudaraku , mohon tidak emosi dulu dan mari bicara baik-baik.

Dari awal sudah kami katakan , dalam hal dunia kami tunduk dan patuh kepada pemimpin NKRI tidak membuat aturan atau hukum lainnya.

Tentang akhirat , tentu tidak.
Apakah presiden dengan para pembantunya bertanggungjawab atas kita semua di akhirat ? jawabannya tentu saja tidak.

Ada perbedaan persepsi makna amir diantara kita , maka marilah kita sama-sama belajar Q & H serta berjamaah seperti jamannya sahabat dulu.

Aku anjurkan kepada kalian semua untuk belajar di tempat yang benar , bukan belajar kepada orang yang kredibiltas ke shahihannya meragukan .
Belajarlah kepada guru yang punya sanad bukan kepada guru yang nggak paham yang diucapkan.

Anonim mengatakan...

betul, masalah ibadah memang tidak bisa dicampuradukkan dengan politik pemerintahan serta ketatanegaraan..
Dan tidak ada sunnah nabi, yang mendefinisakan jama'ah harus berbentuk negara.. Perintahnya jelas: tetapilah jama'ah! Bukan: dirikanlah negara islam!

Lebih baik dihentikan saja perdebatan ini..diteruskan sampai kiamat juga ga bakal selesai..ga ada titik temunya.. Masing2 berpijak pada pemahamannya sendiri2.. Yang jelas, kami akan terus berada dalam jama'ah apapun kondisinya.. Anda juga silahkan beribadah sesuai pemahaman anda, atau pemahaman salafusholih kalau kalian bilang..

Anonim mengatakan...

** SEMUA JAMA’AH-JAMA’AH
YANG DIADA-ADAKAN
SEPENINGGAL RASULULLOH r
ADALAH PERKARA BID’AH
YANG SESAT DAN
MENYESATKAN **
Lahirnya jama’ah-jama’ah dari
kelompok muslimin yang menjamur khususnya
di Indonesia tidak lain disesabkan karena
kejahilan mereka dalam memperjuangkan Al-
Islam ini. Padahal tidak ada satu ayat dan
haditspun yang menyuruh kepada kaum
muslimin untuk membentuk, mendirikan suatu
kelompok atau jama’ah umat islam dimana setiap
kelompok mengangkat imam/amir bagi
kelompoknya dengan menyelisihi pemerintahan
muslim yang sah. Perbuatan seperti ini bahkan
suatu perkara yang sangat tercela karena
menyebabkan umat islam menjadi terpecah-belah
dan terkotak-kotak.
Sebaliknya yang diperintahkan Alloh
dan Rosul-Nya adalah agar kaum muslimin
seluruhnya berpegangteguh dengan Al-qur’an dan
As-sunnah, tetap taat kepada penguasa kaum
muslimin di manapun berada dan mengikuti
jama’ah muslimin generasi pertama umat islam,
yakni jama’ah para sahabat Rosululloh r yang
kemudian diikuti oleh jama’ah generasi
berikutnya secara terus-menerus dan turun-
temurun hingga akhir zaman. Jadi al-jama’ah atau
maa ana ‘alaihil yaum wa ashhaabihii yang
disebutkan dalam hadits tentang perpecahan
umat yang dimaksudkan adalah jama’ah para
sahabat yang secara terus-menerus dan turun-
temurun senantiasa ada dan tidak pernah hilang,
adapun anggapan bahwa al-jama’ah telah hilang
sejak berakhirnya Kholifah Rasyidah adalah
anggapan yang jahil, sesat dan bertentangan
dengan banyak hadits sebagaimana Rosululloh r
mengatakan:

Anonim mengatakan...

ﺎَﻟ َﻦﻳِﺮِﻫﺎَﻇ ﻲِﺘَّﻣُﺃ ْﻦِﻣ ٌﺔَﻔِﺋﺎَﻃ ُﻝﺍَﺰَﺗ
ﻰَﻠَﻋ ِّﻖَﺤْﻟﺍ ﺎَﻟ ْﻢُﻫُّﺮُﻀَﻳ ْﻦَﻣ ْﻢُﻬَﻟَﺬَﺧ
ﻰَّﺘَﺣ َﻲِﺗْﺄَﻳ ُﺮْﻣَﺃ ِﻪَّﻠﻟﺍ ْﻢُﻫَﻭ ﻰَﻠَﻋ
َﻚِﻟَﺬَﻛ
“Akan senantiasa ada (tidak akan
hilang) di antara ummatku sekelompok orang
yang eksis di atas kebenaran (al-jama’ah/thoifah
al-manshuroh), tidak membahayakan mereka
orang-orang yang menelantarkan mereka
sehingga datang ketetapan Allah, sedangkan
mereka tetap dalam keadaan demikian.“ (HR.
Muslim)
Hadits-hadits yang semakna dengan
hadits di atas cukup banyak jumlahnya, adapun
maksud hadits tersebut adalah bahwa kelompok
muslimin yang mereka di atas kebenaran
senantiasa ada sepanjang zaman, yaitu sejak
zaman Rosululloh hingga akhir zaman
(mendekati hari kiamat), mereka tidak pernah
terputus apalagi menghilang sekalipun orang-
orang yang tidak suka mencercanya,
mengucilkannya dan menelantarkannya, mereka
tetap senantiasa di atas kebenaran. Tidak
diragukan lagi bahwa yang dimaksud dengan
kelompok penegak kebenaran yang selamat
adalah para ‘ulama ahli hadits yang dimulai sejak
zaman para sahabat, zaman tabi’in, zaman tabi’ut
tabi’in dan semua kaum muslimin yang mengikuti
manhaj mereka dengan baik. Hal ini berbeda
dengan apa yang sering dipahami oleh orang-
orang yang jahil yang mengatakan bahwa al-
jama’ah atau jama’atul muslimin wa imaamhum
telah hilang sejak berakhirnya Khulafa’ur
Rosyiddin atau sebagian muslimin lain
menyatakan setelah berakhirnya Khilafah Turki
Utsmani. Kemudian sebagian kelompok ahli bai’at
menyatakan bahwa Al-Jama’ah ini telah ditetapi
kembali pada tahun 1953 setelah wali al-fataah
di-BAI’AT sebagi satu-satunya Imamul Muslimin
yang sah sesuai syari’at. Sedangkan kelompok
Nurhasan Ubaidah mengklaim telah menetapi Al-
Jama’ah sejak tahun 1941 dengan mem-BAI’AT
Nurhasan Ubaidah sebagai Amirul muslimin oleh
sebagian muslimin dan keduanya masing-masing
mengklaim sebagai Imam bagi Muslimin yang sah
sedangkan kepemimpinan selain daripadanya
adalah batil. Demikianlah cara-cara hizbiyyin dan
ahli bid’ah dalam memperjuangkan hawa
nafsunya dengan mengatasnamakan syari’at
islam, mereka saling memperebutkan kursi
kepemimpinan, masing-masing mengklaim yang
paling sah dan yang lainya adalah batil. Padahal
kalau mau mencari siapa di antara mereka yang
lebih awal di-BAI’AT menjadi Imam, maka Mirza
Ghulam Ahmadlah yang lebih sah menjadi Imam,
bahkan dia mengaku sebagai Nabi serta Imam
Mahdi, jadi lebih lengkap dan sempurna.
Demikian pula jama’ah-jamah takfiri dari
kalangan muslimin yang lainnya di seluruh
dunia semua berkeyakinan hanya jama’ah
merekalah yang paling benar dan selainnya
adalah batil, musyrik atau kafir. Ini adalah
pemahaman yang ngawur dan serampangan dan
telah keluar dari manhaj para salafus sholih.

Anonim mengatakan...

Janganlah heran wahai kaum muslimin
jika di zaman sekarang ada banyak orang yang
mengaku-ngaku dengan kejahilannya sebagai
Kholifah atau sebagai Nabi baru bahkan ada di
antara mereka yang mengaku sebagai Rosul baru
sebagaimana kelompok al-qiyadah al-islamiyah,
mereka semua sesungguhnya hanyalah kholifah
gembel, nabi palsu dan rosul gadungan yang
bukan pada tempatnya bagi muslimin untuk
mengimaninya apalagi menta’atinya,
na’udzubillah min dzalik.
Kesesatan para imam palsu ini
dikarenakan mereka memahami islam dengan
ro’yunya dan keluar dari pemahaman para
sahabat dan para tabi’in serta para tabiut tabi’in.
Seandainya saja mereka mau bersabar sedikit
kemudian belajar dengan teliti kepada generasi
terbaik umat ini dan tidak terburu-buru menakar
islam dengan ro’yunya tentu mereka akan
memahami makna Jama’ah, Imaamah dan Bai’at
ini dengan benar.
Imaam Ahlussunah dari kalangan
Tabi’in Hasan Bashri rahimahulloh
mengatakan: “Para penguasa (Imaam) itu
memerintah dan mengurusi 5 perkara kita
sebagai umatnya:
1. Al-Jum’ah, didirikan sholat jum’ah
2. A-Jama’ah, didirikan sholat 5 waktu berjama’ah
3. Al-A’yad, pengurusan tentang hari raya
(menetapkan tanggal qomariyah)
4. Ats-Tsughur, penjagaan perbatasan wilayah
kekuasaan kaum muslimin
5. Al-Hudud, ditegakkannya hukum-hukum berdasar
syari’at oleh mereka.

Anonim mengatakan...

Demikian pemahaman yang bernar
tentang tanggung jawab seorang Imam bagi kaum
muslimin yang padanya menunjukkan bahwa dia
adalah seorang penguasa yang memiliki wilayah
dan menegakkan hudud untuk kemaslahatan
umat. Seandainya saja para Imam palsu juga mau
bersabar sedikit kemudian membuka lembaran
sejarah umat islam ini sejak zaman khulafa’ur
Rosyidin hingga zaman kekhilafahan Turki
Ustmani tentu mereka akan paham siapa para
Imam kaum muslimin dan bagaimana keadaan
mereka. Kita semua sepakat bahwa mereka adalah
para pemimpin umat yang berkuasa atas daerah
kekuasaannya dan mereka juga menegakkan
hudud. Kita juga akan mendapati pula sebagian
mereka ada penguasa yang adil dan ada juga yang
dzolim, di antara mereka ada penguasa yang
beraqidah ahlussunnah dan ada juga yang
beraqidah mu’tazilah, ada penguasa yang
mendapatkannya dengan keridhoan Alloh
(dibai’at oleh ahli hal wal aqdi) dan ada juga
penguasa yang merebutnya dengan pedang
(kudeta yang menumpahkan darah kaum
muslimin). Dan tidak ada satupun diantara
mereka yang disebut Imaam atau Kholifah yang
pada mereka tidak memiliki daerah kekuasaan
serta tidak menegakkan hudud. Tidak pernah
dianggap Imam seorang yang memimpin umat
Islam dengan tidak memiliki daerah kekuasaanya
dan tidak membuktikan penegakkan hudud. Para
sahabat dan juga generasi yang mengikutinya
dengan ihsan telah sepakat untuk tetap ta’at
terhadap Imam (penguasa) yang dzolim, yang
bermaksiat dan yang mereka merubah hukum
Alloh sebagaiman telah dicontohkan oleh
sahabat yang mulia Ibnu Umar ketika beliau
membai’at Abdul Malik bin Marwan, padahal
Abdul Malik bin Marwan menjadi kholifah dengan
cara menumpahkan darah kaum muslimin,
memberontak Ibnu Zubaer sebagai kholifah yang
yang sah bahkan beliau berhasil membunuhnya
melalui tangan Hajaj bin Yusuf.
Umat islam memang wajib memiliki
Imam tetapi yang dimaksudkan dengan imam
yaitu penguasa wilayah atau Waliyul Amri
sebagaimana telah dijelaskan oleh Imam
Ahlussunnah dari kalangan Tabi’in Hasan Al-
Bashri dan juga dijelaskan oleh Kholifah Ali bin
Abi Thilib, beliau berkata:

Anonim mengatakan...

“Manusia harus memiliki
kepemimpinan, baik kepemimpinan yang lurus
maupun yang durhaka.” Ditanyakan kepada
beliau, “Wahai Amirul Mu’minin, orang yang
memiliki kepemiminan yang baik sudah kami
kenal, lalu bagaimana dengan kepemimpinan
yang durhaka tersebut?” Ia menjawab,
“Dengannya hudud ditegakkan, jalan-jalan
menjadi aman, musuh diperangi, dan harta fa’i
dibagi-bagikan.”
Adapun kepemimpinan Rosululloh
Muhammad yakni beliau diutus di tenggah-tengah
masyarakat yang jahiliyah dan banyak berbuat
syirik, sehingga dakwah yang beliau prioritaskan
adalah mangajak umatnya kepada tauhid dan
perbaikan akhlaq sesuai dengan wahyu yang
diterimanya secara bertahap. Alloh tidak
menghendaki mengutus seorang Rosul dari
kalangan penguasa yang demikian itu karena
Alloh hendak menguji keimanan orang-orang
yang mendengar dakwah tauhid ini dari seorang
Rosul yang ummi dan bukan dari seorang
bangsawan atau penguasa yang tentu saja punya
pengaruh dan power lebih besar daripada
seorang yang ummi. (Allohu Ta’ala A’lam)
Namun demikian di tengah perjalanan
dakwahnya, Rosululloh pernah ditawari sebagai
Raja oleh kaum musyrik namun beliau
menolaknya. Penolakan tersebut juga bukan
berarti bahwa Rosululloh anti dengan kekuasaan
akan tetapi lebih kepada konsekuensi dari
dakwahnya apabila Beliau menerima tawaran
tersebut, yakni Beliau harus berbaik hati dan
bertoleransi dengan kaum musyrikin yang telah
mengangkatnya menjadi raja sebagai bentuk balas
budi. Tentu saja bukan demikian cara
menebarkan dakwah tauhid kepada masyarakat,
dakwah tauhid ini harus ditebarkan di atas
syari’at dan tidak mencampurkan antara yang haq
dan yang batil. Oleh karena itu Alloh berjanji
kepada orang-orang yang beriman dan beramal
sholih bahwa Dia akan menjadikan mereka
berkuasa di bumi.[1] Dan janji itu benar-benar
terbukti dimulai dari kota Madinah Rosululloh
mendapatkan tempat yang terhormat dimana
beliau diterima oleh penduduk Madinah sebagai
pemimpin setelah melakukan hijrah dari mekah.
Setelah kota Madinah dapat dikuasai, kemudian
bersama kaum muslimin beliau berperang
melawan kaum musyrikin mekah hingga kota itu
dapat ditaklukan hingga hari ini kota Madinah
dan Mekah menjadi tanah haram untuk dimasuki
orang-orang kafir. Keberhasilan Muhammad
shallallahu ‘alaihi wasallam mempimpin umat
dengan tauhid sekaligus mempimpin manusia
dengan menegakkan hudud sebagai penguasa
membuktikan bahwa didatangkan Islam adalah
sebagai ad-diin dan ad-daulah. Islam sebagai ad-
diin dan juga sebagai ad-daulah juga terus
diwujudkan oleh Khulafa’ur Rasyiddin dan para
Imam setelah setelah mereka. Memisahkan Islam
sebagai ad-diin dan juga sebagai ad-daulah
adalah termasuk sekularisme, dan paham inilah
yang diamalkan oleh para Imam palsu.
(bersambung ke bagian 2)
[1] Lihat Al-qur’an surat An-Nuur: 55

Anonim mengatakan...

dalam alam pikir LDII/jokam 354 adalah:

Pemimpin Daulah : adalah presiden RI

Pemimpin Spiritual : Imam 354 dimana pemimpin spiritual ini dianalogikan sebagai posisi kenabian

---
Padahal Imamah dalam koridor ahlusunnah wak jamaah adalah membicarakan daulah, siyasiyah dan kemasayarakatan.Konsep Pemimpin Spiritual adalah konsep Syiah Imamiah dan kepausan Katolik. Kesalahpahaman orang 354 khususnya dilevel rukyah mengenai kedudukan imamah ini membuat mereka rela terhadap imamnya dalam mengutak-atik syariat atas nama ijtihad. Padahal syariat ini sudah sempurna karena agama islam ini sudah sempurna.

Keimamahan adalah pengganti posisi Nabi dalam hal pemimpin sebuah daulah, dimana Rasulullah sendiri adalah seorang kepala negara dengan kota Madinah adalah pijakan daulah mereka. jadi keimamahan bukan pewaris posisi kenabian yang bersifat syariat dan spiritual.

Lihatlah khalifaturosyidin yang sebagai kepala negara memiliki wilayah dari Hijaz, Mesir, Fars semua berada dalam genggaman kekuasaan siyasi khalifah yang dibuka oleh para panglimanya seperti amr bin ash. Lihatlah kekhalifahan abasiyyah,umayyah,seljuk, semua adalah imamah dalam bentuk daulah yang jelas. beda sama Imamah 354 yang bersifat abstrak dan "gaib". tidak ada wilayah dan daulah.

Sebenarnya nurhasan dan elit 354 tahu bahwasannya imamah memang membicarakan masalah siyasi dan daulah. Bahkan "gading-mangu" dijadikan wilayah prototipe dalam pendirian negara jokam. makanya kenapa jamaah gadingmangu disebut 'muhajir". karena memang nurhasan menganalogikan dengan negara-kota madinah dari Rasulullah.

tak pelak, QHJ 354 merupakan fenomena ambisi elit2 354 untuk menguasai sebuah massa dengan kedok quran dan hadits dan untuk mewujudkan hal ini, elit 354 membrainwash rukyahnya hingga terjerumus dalam praktek firq (sempalan dari semesta islam) dan akidah khawarij.

Anonim mengatakan...

KESESATAN-KESESATAN
PARA IMAM PALSU **
Mengajak Kepada Hizbiyah dan Perpecahan
Umat
Sekalipun para IMAM PALSU dan
JAMA’AHNYA, mereka sering berdakwah
mengatasnamakan Syari’at Islam dan Persatuan,
maka pada hakekatnya mereka justru berdakwah
kepada kesesatan dan perpecahan umat. Para
Imam Palsu, mereka berdakwah kepada muslimin
untuk masuk ke dalam jama’ahnya, membai’at
imamnya serta ta’at dan patuh kepadanya.
Menganggap jama’ah diluar mereka adalah batil,
sesat bahkan ada yang menganggapnya kafir atau
musyrik. Yang demikian itu karena mereka
berkeyakinan setiap muslim harus punya imam,
kalau dia mati tidak memiliki imam maka matinya
seperti bangkai jahiliyah dan imam yang
dimasudkannya adalah hanya imam mereka saja.
Oleh karenanya orang yang berbai’at kepada
mereka diyakini dia telah mendapatkan hidayah,
telah berhijrah dari kesesatan bahkan dikatakan
dia telah taslim (selamat atau masuk islam)
sekalipun para ahli bai’at tersebut hobinya
merokok (karena ittiba’ kepada tokohnya), nonton
televisi atau film-film barat yang mengumbar
aurat, mendengarkan musik, ikhtilat dan
perbuatan-perbuatan jahil yang lain yang tidak
pantas dilakukan oleh para pejuang yang sering
mengatasnamakan syari’at dan persatuan.
Mereka memahami Imam atau Kholifah
dengan kejahilannya kerena mereka memang
bukan ‘ulama oleh karena mereka sesat dan
banyak menyesatkan umat islam. Sekali lagi
bukan ayat atau haditsnya yang salah akan tetapi
pemahaman mereka yang menyimpang dari para
sahabat, para tabi’in dan tabi’ut tabi’in.
Tidak ada satu sahabatpun, atau dari
para tabi’in yang memahami bahwa Imam atau
Kholifah adalah bukan penguasa dan tidak ada
satupun para Imam atau Kholifah dari dulu
hingga sekarang yang mereka itu bukan penguasa.
Disebut Imam atau pemimpin karena mereka
mempimpin umat dengan kekuasaannya dan
memiliki daerah kekuasaan. Perintah hukum
cambuk, potong tangan, rajam, qishosh adalah
perintah syari’at yang sangat jelas kepada para
penguasa kaum muslimin dan bukan kepada
imam palsu lagi gembel yang tidak punya
kekuasaan.

Anonim mengatakan...

Apabila dalam satu negeri terdapat 10
kelompok jama’ah yang seperti ini dan mereka
masing-masing memiliki senjata sedangkan di
antara mereka tidak ada penguasa negri, maka
tidak mustahil mereka akan saling berebut
kekuasaan dan saling melancarkan perang
sesama muslim. Inilah dakwah jahiliyah yang
mengakibatkan lahirnya perpecahan umat bahkan
dimungkinkan terjadinya peperangan sesama
muslim. Sebagaimana hal ini terjadi di negeri
Palestina, Somalia dan seterusnya.
Keyakinan di Luar Jama’ahnya Sesat, kafir atau
Musyrik
Setiap kelompok dari kaum muslimin
yang di dalamnya ada Imam yang dibai’at oleh
ma’mumnya untuk dita’ai perintahnya, pada
hakekatnya mereka memiliki keyakinan yang sama
bahwa muslimin yang berada di luar jama’ahnya
adalah sesat, batil, bahkan ada yang sampai
menghukumi kafir atau musyrik, yang demikian
itu karena mereka salah dalam memahami syari’at
Jama’ah, Imaamah dan Bai’at.
Adapun yang menjadi alasan bagi mereka
para Imam-Imam palsu dan pengikutnya adalah
hadits-hadits seperti di bawah ini:
Rosululloh r bersabda:
ْﻦَﻣ َﺝَﺮَﺧ َﻦِﻣ ِﺔَﻋﺎَﻤَﺠْﻟﺍ َﺪﻴِﻗ ٍﺮْﺒِﺷ
ِﻪِﻘُﻨُﻋ ْﻦِﻣ ِﻡﺎَﻠْﺳِﺈْﻟﺍ َﺔَﻘْﺑِﺭ َﻊَﻠَﺧ ْﺪَﻘَﻓ
“Barangsiapa keluar dari al-jama’ah
sejengkal saja sungguh dia telah melepaskan tali
ikatan ke-Islaman dari lehernya.” (HR.Ahmad)
Mereka memahami bahwa yang
namanya keluar dari al-jama’ah adalah keluar dari
jama’ah mereka, sehingga orang-orang yang
keluar dari LDII, Jama’ah Muslimin (Hizbulloh),
Ahmadiyah atau Al-Qiyadah Al-Islamiyah diyakini
telah keluar dari Islam, atau murtad yakni
kembali menjadi kafir. Sedangkan orang-orang
ahli tauhid dan para ‘ulama ahlus sunnah yang
menolak kepemimpinannya diangap sebagai
kelompok Abu Jahal dan Abu Lahab. Ini adalah
pemahaman yang sesat, tidak ada satu ulamapun
yang memiliki pemahaman demikian, lalu kepada
siapa umat islam ini minta bimbingan kebenaran
kalau bukan kepada para ulama.
Hadits lain yang juga dijadikan alasan
bagi mereka adalah sabda Rosululloh r:
ْﻦَﻣ َﺕﺎَﻣ ِﺮْﻴَﻐِﺑ ٍﻡﺎَﻣِﺇ َﺕﺎَﻣ ًﺔَﺘﻴِﻣ
ًﺔَّﻴِﻠِﻫﺎَﺟ
“Barangsiapa yang mati tidak
mempunyai Imam kemudian dia mati, maka
matinya seperti mati jahiliyah”. (HR.Musl

Anonim mengatakan...

Mereka dengan kejahilannya karena tidak
mau belajar islam kepada para ulama
ahlussunnah telah memahami yang dimaksud
Imam pada hadits di atas adalah Imam mereka.
Atau sebelumnya mereka beranggapan bahwa
muslimin tidak mempunyai Imam oleh karena itu
mereka berlomba-lomba untuk untuk menjadi
Imam yang sah menurutnya, tanpa mengerti yang
dimaukan Imam oleh syari’at itu yang bagaimana.
Dengan demikian semua orang muslim sekalipun
ahlus sunnah dan ahlut tauhid apabila tidak ber-
BAI’AT kepada mereka kemudian mati maka
matinya seperti mati jahiliyah. Padahal yang
dimaksud dengan Imam pada hadits di atas,
sesuai dengan pemahaman salafus sholih adalah
Penguasa Muslim (Umaro) dan Ulama.
Mereka para Imam palsu juga menjadikan
hadits di bawah ini sebagai hujah bahwa wajib
bagi kaum muslimin untuk ber-BAI’AT kepada
dirinya, apabila tidak kemudian ia mati, maka
matinya seperti bangkai jahiliyah. sekalipun
mereka ahlut tauhid. Haditsnya sebagai berikut:
ْﻦَﻣ َﺕﺎَﻣ َﺲْﻴَﻟَﻭ ﻲِﻓ ِﻪِﻘُﻨُﻋ ٌﺔَﻌْﻴَﺑ َﺕﺎَﻣ
ًﺔَّﻴِﻠِﻫﺎَﺟ ًﺔَﺘﻴِﻣ
“Barangsiapa yang mati tanpa bai’at di
lehernya, maka matinya seperti mati jahiliyah”.
(HR. Muslim)
Padahal yang di pahami oleh para
salafus sholih, yakni para ulama yang dalam ilmu
agamanya bahwa BAI’AT hanya diberikan oleh
oleh kaum muslimin sebagai rakyat melalui
Majlis suro (Ahlu halli wal aqdi) kepada
penguasanya yang muslim. Adapun maksud bai’at
bagi rakyat muslim adalah mengakui penguasa
muslim sebagai pemimpin dan menta’atinya
dalam perkara yang ma’ruf serta tidak melakukan
pemberontakan-pemberontakan dan pengacauan
terhadap keamanan negeri.
Hadits berikutnya yang sering dijadikan
hujah untuk menta’ati dirinya adalah sabda
Rosululloh r:
ْﻦَﻣ َﺝَﺮَﺧ َﻦِﻣ ِﺔَﻋﺎَّﻄﻟﺍ َﻕَﺭﺎَﻓَﻭ
َﺔَﻋﺎَﻤَﺠْﻟﺍ َﺕﺎَﻤَﻓ َﺕﺎَﻣ ًﺔَﺘﻴِﻣ
ًﺔَّﻴِﻠِﻫﺎَﺟ
“Barangsiapa keluar dari ta’at dan
berpisah dari al-jama’ah, lalu dia mati maka
matinya seperti mati jahiliyah”. (HR.Muslim)
Pemahaman yang benar pada hadits di
atas adalah: Barangsiapa yang keluar dari
keta’atan kepada penguasa Muslim dan
memisahkan diri dari pemerintahannya, lalu dia
mati maka matinya seperti mati orang jahiliyah
yang tidak terpimpin. Hadits tersebut merupakan
ancaman bagi para pemberontak pemerintahan
muslim dan orang-orang yang suka melakukan
gerakan pengacau keamanan, sekaligus ancaman
balik bagi para Imam palsu yang memisahkan diri
dari kepemimpinan Waliyul amri yang sah.kepada para ulama
ahlussunnah telah memahami yang dimaksud
Imam pada hadits di atas adalah Imam mereka.
Atau sebelumnya mereka beranggapan bahwa
muslimin tidak mempunyai Imam oleh karena itu
mereka berlomba-lomba untuk untuk menjadi
Imam yang sah menurutnya, tanpa mengerti yang
dimaukan Imam oleh syari’at itu yang bagaimana.
Dengan demikian semua orang muslim sekalipun
ahlus sunnah dan ahlut tauhid apabila tidak ber-
BAI’AT kepada mereka kemudian mati maka
matinya seperti mati jahiliyah. Padahal yang
dimaksud dengan Imam pada hadits di atas,
sesuai dengan pemahaman salafus sholih adalah
Penguasa Muslim (Umaro) dan Ulama.

Anonim mengatakan...

Mereka para Imam palsu juga menjadikan
hadits di bawah ini sebagai hujah bahwa wajib
bagi kaum muslimin untuk ber-BAI’AT kepada
dirinya, apabila tidak kemudian ia mati, maka
matinya seperti bangkai jahiliyah. sekalipun
mereka ahlut tauhid. Haditsnya sebagai berikut:
ْﻦَﻣ َﺕﺎَﻣ َﺲْﻴَﻟَﻭ ﻲِﻓ ِﻪِﻘُﻨُﻋ ٌﺔَﻌْﻴَﺑ َﺕﺎَﻣ
ًﺔَّﻴِﻠِﻫﺎَﺟ ًﺔَﺘﻴِﻣ
“Barangsiapa yang mati tanpa bai’at di
lehernya, maka matinya seperti mati jahiliyah”.
(HR. Muslim) merupakan
ancaman bagi para pemberontak pemerintahan
muslim dan orang-orang yang suka melakukan
gerakan pengacau keamanan, sekaligus ancaman
balik bagi para Imam palsu yang memisahkan diri
dari kepemimpinan Waliyul amri yang sah.sebagai hujah bahwa wajib
bagi kaum muslimin untuk ber-BAI’AT kepada
dirinya, apabila tidak kemudian ia mati, maka
matinya seperti bangkai jahiliyah. sekalipun
mereka ahlut tauhid. Haditsnya sebagai berikut:
ْﻦَﻣ َﺕﺎَﻣ َﺲْﻴَﻟَﻭ ﻲِﻓ ِﻪِﻘُﻨُﻋ ٌﺔَﻌْﻴَﺑ َﺕﺎَﻣ
ًﺔَّﻴِﻠِﻫﺎَﺟ ًﺔَﺘﻴِﻣ
“Barangsiapa yang mati tanpa bai’at di
lehernya, maka matinya seperti mati jahiliyah”.
(HR. Muslim) merupakan
ancaman bagi para pemberontak pemerintahan
muslim dan orang-orang yang suka melakukan
gerakan pengacau keamanan, sekaligus ancaman
balik bagi para Imam palsu yang memisahkan diri
dari kepemimpinan Waliyul amri yang sah.

Anonim mengatakan...

Akan tetapi para imam palsu
memahami hadits-hadits di atas semau wudelnya
sendiri, tidak mau merujuk kepada orang yang
telah Rosululloh wasiatkan agar kaum muslimin
mengikuti jalan mereka yaitu, para ulama dari
kalangan sahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in serta
ulama yang ittiba’ kepada mereka. Padahal apa
yang dimaukan dengan kata Imam adalah
penguasa muslim dan apa yang dimaukan dengan
kalimat Jama’ah adalah pemerintahan kaum
muslimin yang di bawah penguasanya.
Sebenarnya pengertian Amir atau Imam juga telah
dijelaskan oleh beberapa hadits bahwa dia adalah
Sulton atau penguasa. Rosululloh r bersabda:
ْﻦَﻣ َﻩِﺮَﻛ ْﻦِﻣ ِﻩِﺮﻴِﻣَﺃ ﺎًﺌْﻴَﺷ ْﺮِﺒْﺼَﻴْﻠَﻓ
ُﻪَّﻧِﺈَﻓ ْﻦَﻣ َﺝَﺮَﺧ َﻦِﻣ ِﻥﺎَﻄْﻠُّﺴﻟﺍ ﺍًﺮْﺒِﺷ
ًﺔَّﻴِﻠِﻫﺎَﺟ ًﺔَﺘﻴِﻣ َﺕﺎَﻣ
“Barangsiapa menjumpai sesuatu yang
tidak disukai dari pemimpinnya hendaklah ia
bersabar, sesungguhnya orang yang telah
memisahkan diri dari penguasa sejengkal saja
lalu mati, tiada lain kematiannya melainkan
kematian Jahiliyah”(HR. Bukhari, Muslim dan
Ahmad, lafadz oleh Bukhari)

Anonim mengatakan...

Mengaku Sebagai Imam Tapi Meninggalkan
Hudud, Adalah Sebuah Pengakuan Imam yang
Dzolim dan Fasik
Mereka yang mengaku sebagai Imam
atau Kholifah memiliki sebuah konsekuensi dan
akan memikul dari apa-apa yang mereka
dakwahkan. Pengakuannya sebagai seorang Imam
atau kholifah mestinya memiliki kewajiban untuk
menegakkan hudud yakni berhukum dengan
hukum Alloh, karena pengertian kholifah yang
benar adalah Assulthoonul ‘adhiim yaitu
penguasa yang tertinggi di dunia sebagai
Kholifatulloh, oleh karena itu wajib bagi mereka
menegakkan hukum-hukum Alloh. Alloh
mengatakan:
ْﻦَﻣَﻭ ْﻢَﻟ ْﻢُﻜْﺤَﻳ ﺎَﻤِﺑ َﻝَﺰْﻧَﺃ ُﻪَّﻠﻟﺍ
َﻥﻭُﺮِﻓﺎَﻜْﻟﺍ ُﻢُﻫ َﻚِﺌَﻟﻭُﺄَﻓ
“Barangsiapa tidak memutuskan
perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka
mereka itu adalah orang-orang yang kafir” (Al-
Maaidah: 44).
ْﻦَﻣَﻭ ْﻢَﻟ ْﻢُﻜْﺤَﻳ ﺎَﻤِﺑ َﻝَﺰْﻧَﺃ ُﻪَّﻠﻟﺍ
َﻥﻮُﻤِﻟﺎَّﻈﻟﺍ ُﻢُﻫ َﻚِﺌَﻟﻭُﺄَﻓ
“Barangsiapa tidak memutuskan
perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka
mereka itu adalah orang-orang yang dzolim” (Al-
Maaidah: 45).
ْﻦَﻣَﻭ ْﻢَﻟ ْﻢُﻜْﺤَﻳ ﺎَﻤِﺑ َﻝَﺰْﻧَﺃ ُﻪَّﻠﻟﺍ
َﻥﻮُﻘِﺳﺎَﻔْﻟﺍ ُﻢُﻫ َﻚِﺌَﻟﻭُﺄَﻓ
“Barangsiapa tidak memutuskan
perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka
mereka itu adalah orang-orang yang fasik” (Al-
Maaidah: 47).
Ayat tersebut di atas bermakna umum
kalimat ﻦﻣ berarti siapa saja termasuk bagi
orang yang mengklaim dirinya sebagai Imamul
Muslimin atau Kholifah. Kalau mereka tidak
memutuskan perkara menurut apa yang
diturunkan Alloh maka dia adalah kafir, dzolim
dan fasik. Walaupun menurut tafsir Ibnu Abbas
makna kafir di situ adalah kufrun duuna kufrin,
yaitu kufur ‘amali yang tidak mengeluarkan
pelakunya dari Islam. Akan tetapi stempel tebal
dan berwarna merah bagi mereka yang mengaku
sebagai kholifah adalah bahwa mereka tergolong
orang-orang yang dzolim dan fasik.

Anonim mengatakan...

Memisahkan Islam Sebagai Ad-diin dengan
Ad-daulah adalah “Sekularisme”
Para Imam palsu yang mengaku sebagai
kholifah telah memisahkan pengertian Islam
sebagai Ad-diin dan sebagai Ad-daulah. Mereka
telah banyak menipu umat dengan berdusta dan
berpura-pura sebagai pemimpin padahal mereka
bukanlah pemimpin yang sebenarnya. Kerjaan
mereka hanyalah memungut infaq, shodaqoh dan
zakat kepada jama’ahnya dengan cara yang batil,
yaitu mengatasnamakan sebagai Imam, akan
tetapi mereka tidak mampu membentengi harta
dan darah kaum muslimin karena mereka bukan
penguasa.
Apabila ada harta kaum muslimin yang
dirampas pencuri, Imam palsu ini akan diem tak
berdaya, tidak perlu mencari pencuri itu karena
sekalipun pencuri itu tertangkap sang Imam palsu
juga tidak bisa berbuat apa-apa karena tidak
punya hukum yang melindungi harta kaum
muslimin. Perintah potong tangan bagi pencuri
dalam Al-qur’an dilanggar, kalau Al-qur’an sudah
berani dilanggar ini namanya Imam dzolim dan
fasiq.
Apabila Imam palsu itu mendapati
orang yang berzina dengan bukti-bukti yang
terang, maka Imam palsu ini juga diem tak
berdaya, mau diapakan oarng-orang yang berbuat
zina tadi, ya Imam palsu ini bingung karena
memang mereka hanyalah kholifah gadungan
yang tidak berkuasa untuk menjalankan syari’at
Alloh. Sungguh amat jahat pengakuan mereka
para Imam palsu itu mereka benar-benar telah
mendustai muslimin, mendustai Rosul dan
mendustai Alloh.
Sementara itu kemaksiatan, kesyirikan,
kebid’ahan bergelimangan di depan mata para
Imam palsu, tapi sekali lagi namanya juga Imam
palsu maka mereka tidak bisa berbuat apa-apa.
Hal ini sangat jauh, jauh sekali dengan
kepemimpinan khulafa’ur Rasyidin yang selalu
menerapkan setiap ayat demi ayat dan hadits
demi hadits dalam memimpin umat.
Islam adalah agama yang mengatur
bagaimana seorang hamba beribadah kepada
Alloh(ad-diin) dan bagaimana seorang pemimpin
mengatur masyarakatnya dengan syari’atnya (ad-
daulah). Oleh karena itu manusia memiliki dua
fungsi yaitu sebagai Hamba Alloh dan juga
sebagai Kholifatulloh. Kholifah adalah penguasa
negeri, pemimpin manusia yang “Dengannya
hudud ditegakkan, jalan-jalan menjadi aman,
musuh diperangi, dan harta fa’i dibagi-
bagikan.” Demikian perkataan Ali bin Abi Tholib.

Anonim mengatakan...

Pertanyaan-Pertanyaan Bagi Para Imam Palsu
Wahai para Imam palsu,
apa yang
akan kalian perintahkan kepada Penguasa negeri
ini, jika Ia berbai’at kepada kalian? Apakah akan
kalian perintahkan kepadanya untuk mengganti
Pancasila dan UUD 45 dengan Al-qur’an dan As-
sunnah dan menegakkan hudud ? kalau terjadi
demikian keadaannya lalu siapakah yang lebih
pantas disebut Imam, kaliankah? Atau Penguasa
tadi yang telah berhukum dengan Syari’at Alloh ?
Wahai para Imam palsu sesungguhnya
apa yang engkau ingkari dari penguasa negeri ini?
Jika datang kemudian hari, seseorang yang
menguasai negeri ini dengan menegakkan hukum-
hukum Alloh, apakah kalian juga tetap
mengingkarinya? Jika kalian menjawab Ya. maka
saya bertanya lagi, “Jika datang kemudian hari
sesorang yang menguasai 1/4 negeri-negeri
muslim di dunia, apakah kalian juga tetap
mengingkarinya?” Jika kalian masih menjawab
Ya, maka saya bertanya lagi, “Jika datang
kemudian hari sesorang yang menguasai 1/2
negeri-negeri muslim di dunia, apakah kalian juga
tetap mengingkarinya?” Jika kalian masih
menjawab Ya, maka saya bertanya lagi, “Jika
datang kemudian hari sesorang yang menguasai
seluruh negeri-negeri muslim di dunia, apakah
kalian juga tetap mengingkarinya?” Apakah
kalian tetap menjawab Ya, karena kalianlah dari
awal kholifah yang sah? Masih berlakukah
pengakuan kalian sebagai kholifah?. Atau kalian
akan menyerah dengan kholifah yang telah
berkuasa? Wahai kholifah palsu jika jawaban
kalian adalah akan menyerah, maka
sekaranglah saatnya bagi kalian menyerah
kepada penguasa. Ketahuilah wahai kaum
muslimin sesungguhnya kita hanya
diperintahkan untuk shobar dalam
menghadapi penguasa yang dzolim karena
mereka adalah pemimpin kita.

Anonim mengatakan...

SAMPAI MATI DI AKHIR HIDUP KALIAN YA CUMA AKAN BERDEBAT TANPA PANGKAL UJUNG.

JALANILAH PERBEDAAN SESUAI KEYAKINAN MASING2,

SEMUA MANUSIA PUNYA KEYAKINAN MASING2,

SO GAUSAH BERDEBAT!!!!

ALLAH YANG MENENTUKAN!!!

KALIAN PIKIR KALIAN SUDAH HEBAT APA??

MERASA SURGA SUDAH DITANGAN.

Anonim mengatakan...

@atas:

salafi indon pancen pekok ra ketulungan..

Anonim mengatakan...

JALAN KELUAR DARI
KEKACAUAN DAN FITNAH
UMAT ADALAH
KEMBALI KEPADA AL-QUR’AN
DAN AS-SUNNAH DENGAN
BIMBINGAN ULAMA SALAF
Sesungguhnya Rosululloh r telah meninggalkan
agama Islam yang mulia ini dalam keadaan
sangat jelas dan terang benderang. Tidak ada satu
persoalanpun yang menyangkut urusan umat ini
melainkan telah disebutkan bagaimana cara
penyelesaiannya. Sebagaimana telah datang
kepada kita sebuah hadits, Rosululloh r
bersabda:
ُﺖْﻛَﺮَﺗ ﻰَﻠَﻋ ِﻞْﺜِﻣ ِﺀﺎَﻀْﻴَﺒْﻟﺍ ﺎَﻬُﻠْﻴَﻟ
ﺎَﻫِﺭﺎَﻬَﻨَﻛ ﺎَﻟ ُﻎْﻳِﺰَﻳ ْﻱِﺪْﻌَﺑ ﺎَﻬْﻨَﻋ
ٌﻚِﻟﺎَﻫ ﺎّﻟﺇ
“Aku telah meninggalkan kalian (umat islam) di
atas jalan yang terang benderang, malamnya
bagaikan siangnya, barangsiapa yang
menyimpang darinya sepeninggalku ia pasti
binasa.” (Hadits shahih diriwatyatkan oleh Ibnu
Ashim dalam Kitabus sunnah)
Yang dimaksudkan dengan “Jalan yang
terang benderang” pada hadits di atas adalah Al-
Islam yang telah sempurna dan tidak ada
perselisihan di dalamnya khususnya dalam
perkara-perkara yang prinsip. Oleh karena itu
kaum muslimin tidak boleh menyimpanginya,
maka barangsiapa yang menyimpang dari jalan
yang lurus ini ia pasti binasa yakni tersesat dan
kesesatannya menyebabkan ia masuk neraka. Hal
ini karena seluruh ajaran islam telah disampaikan
oleh Rosululloh r kepada para sahabatnya
bahkan terhadap perkara-perkara yang belum
terjadi yaitu sebuah keadaan di masa yang akan
datang dimana keadaan dan persoalan umat
islam sudah banyak mengalami perubahan.
Perkara-perkara penting bagi umat
islam yang akan terjadi di masa mendatang dan
menimpa umat islam telah dikhobarkan
Rosululloh r dan Beliau telah memberikan jalan
keluar dengan sangat terang lagi benderang.
Karena saking terangnya Rosululloh r
menggambarkan bahwa keadaan malamnya
bagaikan siangnya, tidak ada lagi yang samar
dalam islam kecuali bagi mereka yang kurang
berilmu dan tidak sunguh-sungguh dalam
menempuh jalan yang lurus ini. AL-QUR’AN
DAN AS-SUNNAH DENGAN
BIMBINGAN ULAMA SALAF
Sesungguhnya Rosululloh r telah meninggalkan
agama Islam yang mulia ini dalam keadaan
sangat jelas dan terang benderang. Tidak ada satu
persoalanpun yang menyangkut urusan umat ini
melainkan telah disebutkan bagaimana cara
penyelesaiannya. Sebagaimana telah datang
kepada kita sebuah hadits, Rosululloh r
bersabda:
ُﺖْﻛَﺮَﺗ ﻰَﻠَﻋ ِﻞْﺜِﻣ ِﺀﺎَﻀْﻴَﺒْﻟﺍ ﺎَﻬُﻠْﻴَﻟ
ﺎَﻫِﺭﺎَﻬَﻨَﻛ ﺎَﻟ ُﻎْﻳِﺰَﻳ ْﻱِﺪْﻌَﺑ ﺎَﻬْﻨَﻋ
ٌﻚِﻟﺎَﻫ ﺎّﻟﺇ
“Aku telah meninggalkan kalian (umat islam) di
atas jalan yang terang benderang, malamnya
bagaikan siangnya, barangsiapa yang
menyimpang darinya sepeninggalku ia pasti
binasa.” (Hadits shahih diriwatyatkan oleh Ibnu
Ashim dalam Kitabus sunnah)
Yang dimaksudkan dengan “Jalan yang
terang benderang” pada hadits di atas adalah Al-
Islam yang telah sempurna dan tidak ada
perselisihan di dalamnya khususnya dalam
perkara-perkara yang prinsip. Oleh karena itu
kaum muslimin tidak boleh menyimpanginya,
maka barangsiapa yang menyimpang dari jalan
yang lurus ini ia pasti binasa yakni tersesat dan
kesesatannya menyebabkan ia masuk neraka. Hal
ini karena seluruh ajaran islam telah disampaikan
oleh Rosululloh r kepada para sahabatnya
bahkan terhadap perkara-perkara yang belum
terjadi yaitu sebuah keadaan di masa yang akan
datang dimana keadaan dan persoalan umat
islam sudah banyak mengalami perubahan.
Perkara-perkara penting bagi umat
islam yang akan terjadi di masa mendatang dan
menimpa umat islam telah dikhobarkan
Rosululloh r dan Beliau telah memberikan jalan
keluar dengan sangat terang lagi benderang.
Karena saking terangnya Rosululloh r
menggambarkan bahwa keadaan malamnya
bagaikan siangnya, tidak ada lagi yang samar
dalam islam kecuali bagi mereka yang kurang
berilmu dan tidak sunguh-sungguh dalam
menempuh jalan yang lurus ini.

Anonim mengatakan...

Ketahuilah wahai pejuang khilafah dan
kaum muslimin bahwa Rosululloh r telah
mengajarkan Al-Islam ini secara sempurna
kepada para sahabatnya, oleh karena itu
siapapun dari kaum muslimin yang ingin belajar,
mencari ilmu tentang Al-Islam harus merujuk
kepada ilmu-ilmu yang dimiliki oleh para sahabat
Rosululloh r kemudian belajar kepada para tabi’in
yaitu orang-orang yang belajar Al-Islam kepada
para sahabat dan demikian seterusnya. Hal ini
adalah merupakan prinsip yang tidak boleh
ditinggalkan karena sesungguhnya Alloh r telah
mengatakan:
َﻥﻮُﻘِﺑﺎَّﺴﻟﺍَﻭ َﻥﻮُﻟَّﻭَﺄْﻟﺍ َﻦِﻣ
َﻦﻳِﺮِﺟﺎَﻬُﻤْﻟﺍ ِﺭﺎَﺼْﻧَﺄْﻟﺍَﻭ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍَﻭ
ْﻢُﻫﻮُﻌَﺒَّﺗﺍ ٍﻥﺎَﺴْﺣِﺈِﺑ َﻲِﺿَﺭ ُﻪَّﻠﻟﺍ
ْﻢُﻬْﻨَﻋ ٍﺕﺎَّﻨَﺟ ْﻢُﻬَﻟ َّﺪَﻋَﺃَﻭ ُﻪْﻨَﻋ ﺍﻮُﺿَﺭَﻭ
ﻱِﺮْﺠَﺗ ﺎَﻬَﺘْﺤَﺗ ُﺭﺎَﻬْﻧَﺄْﻟﺍ َﻦﻳِﺪِﻟﺎَﺧ
ُﻢﻴِﻈَﻌْﻟﺍ ُﺯْﻮَﻔْﻟﺍ َﻚِﻟَﺫ ﺍًﺪَﺑَﺃ ﺎَﻬﻴِﻓ
Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-
tama (masuk Islam) di antara orang-orang
muhajirin dan anshar dan orang-orang yang
mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha
kepada mereka dan merekapun ridha kepada
Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-
surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya;
mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah
kemenangan yang besar. (QS. At Taubah: 100)
Demikian pula Rosululloh r telah
mengatakan:
ْﻢُﻜْﻴِﺻْﻭُﺃ ﻲِﺑﺎَﺤْﺻَﺄِﺑ , َّﻢُﺛ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ
ْﻢُﻬَﻧﻮُﻠَﻳ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ َّﻢُﺛ ْﻢُﻬَﻧﻮُﻠَﻳ
“Aku wasiatkan kepada kalian (untuk mengikuti)
para sahabatku, kemudian orang-orang sesudah
mereka, kemudian orang-orang sesudah
mereka.” (HR. Ahmad)

Anonim mengatakan...

Di antara pekara-perkara yang sedang
terjadi yaitu persoalan-persoalan yang sedang
menimpa umat islam ini adalah persoalan
(fitnah) IMAAMAH atau kepemimpinan bagi umat
islam. Fitnah IMAAMAH ini sebetulnya telah
terjadi dan menimpa kaum muslimin pada masa
kekholifahan Utsman bin Affan dimana muncul
pada saat itu sekelompok muslimin (kaum
khowarij) yang tidak mau menerima terhadap
pemimpin muslim yang padanya terdapat
kesalahan-kesalahan, sehingga menurut
kelompok ini seorang pemimipin harus benar-
benar orang yang adil dan sholeh serta selalu di
atas kebenaran.
Setelah banyak menumpahkan darah
kaum muslimin dan membunuh kholifah Utsman
bin Affan, kelompok khowarij juga melakukan
pemberontakan serupa terhadap kholifah yang
sah Ali bin Abi Tholib yang sebelumnya mereka
juga menyepakati kepemimpinannya. Namun
sebagaimana pada masa kekholifahan Utsman bin
Affan kelompok inipun ditengah perjalanannya
kembali melakukan pemberontakan-
pemberontakan terhadap penguasa yang sah,
diantara sebabnya adalah karena kholifah Ali bin
Abi Tholib t telah menghapus gelar Amirul
Mukminin pada saat mengadakan perjanjian
dengan kaum kafir.
Kelompok khowarij di zaman sekarang
adalah mereka-mereka yang mengingkari
kepemimpin umat Islam (penguasa muslim)
karena penguasa muslim yang sekarang tidak
berhukum dengan hukum Alloh melainkan
mereka berhukum dengan hukum buatan
manusia. Dengan dasar itu kemudian mereka
menyusun kekuatan dengan mendirikan Jama’ah-
Jama’ah baru mengangkat Imam-Imam mereka
dan masing-masing kelompok (jama’ah)
berdakwah untuk jama’ahnya, mengajak
muslimin untuk masuk ke dalam Jama’ahnya.
Inilah dakwah hizbiyyah, dakwah ahli bid’ah dan
bukan dakwahnya ahlus sunnah, dakwah yang
mengajak kepada perpecahan bukan dakwah yang
mengajak kepada Al-jama’ah yakni Jama’ahnya
Rosululloh r dan Jama’ah para sahabat. Mereka
tidak mau mengambil pelajaran kepada para
sahabat, para tabi’in para tabiut tabi’in dan para
ulama ahlus sunnah yang setia mengikuti para
pendahulunya.
Persoalan kepemimpinan bagi umat
islam atau yang sering disebut dengan IMAAMAH
atau KHILAFAH telah banyak menjadi fitnah dari
dulu hingga sekarang dan masa yang akan datang,
padahal Islam melalui sabda Rosululloh r sudah
sangat terang menjelaskan bagaimana sikap umat
islam dalam menghadapi kepemimpinan, apakah
mereka pemimipin yang adil dan sholeh maupun
pemimpin yang dzolim dan fajir. Rosululloh r
bersabda:
ﺎَﻟَﺃ ْﻦَﻣ َﻲِﻟَﻭ ِﻪْﻴَﻠَﻋ ٍﻝﺍَﻭ ُﻩﺁَﺮَﻓ
ﻲِﺗْﺄَﻳ ﺎًﺌْﻴَﺷ ْﻦِﻣ ِﺔَﻴِﺼْﻌَﻣ ِﻪَّﻠﻟﺍ
ْﻩَﺮْﻜَﻴْﻠَﻓ ِﻪَّﻠﻟﺍ ِﺔَﻴِﺼْﻌَﻣ ْﻦِﻣ ﻲِﺗْﺄَﻳ ﺎَﻣ
ٍﺔَﻋﺎَﻃ ْﻦِﻣ ﺍًﺪَﻳ َّﻦَﻋِﺰْﻨَﻳ ﺎَﻟَﻭ
“Ketahuilah barangsiapa yang dipimpin
oleh seorang penguasa, lalu ia melihat penguasa
tersebut melakukan perbuatan maksiat, maka
hendaklah ia membenci perbuatan maksiat
tersebut dan tidak melepaskan ketaatan
kepadanya.” (Hadits Shahih Muslim)

Anonim mengatakan...

Pada hadits di atas Rosululloh r
memberikan peringatan kepada kaum muslimin
bahwa mensikapi penguasa yang berbuat maksiat
(tidak berhukum dengan hukum Alloh) jangan
dilakukan dengan kemaksiatan yang serupa yakni
melepaskan ketaatan kepada penguasa, akan
tetapi cukup bagi kaum muslimin untuk
membenci perbuatan kemaksiatan seorang
penguasa atau IMAAM dan tentu kaum muslimin
harus bersabar dalam menghadapinya. Ini adalah
petunjuk Rosululloh yang wajib diikuti, lalu
kepada siapa lagi umat Islam akan mengambil
petunjuk kalau petunjuk Rosululloh r harus
ditinggalkan.
Salah satu sikap melepas ketaatan
kepada penguasa muslim adalah memisahkan
diri dari kepemimpinannya dengan cara
mengangkat Amir atau Imaam baru bagi
kelompok atau jama’ahnya. Sikap seperti ini telah
dilakukan oleh kelompok Ahmadiyah, Islam
Jama’ah yang kemudian berubah nama menjadi
LDII dan kelompok Gerakan Islam Hizbulloh yang
kemudian berubah nama menjadi Jama’ah
Muslimin (Hizbulloh) serta kelompok Alqiyadah
Al-Islamiyah. Apapun nama jama’ah itu tidaklah
penting untuk dimaknai, adapun hakekatnya
sesungguhnya keempat kelompok ini adalah
kelompok-kelompok sesat yang telah
memisahkan diri dari jama’ah kaum muslimin di
bawah penguasanya.
Keempat kelompok ini lahir bukan dari
kandungan Islam dengan pemahaman salaf, akan
tetapi semuanya lahir dari perselingkuhan paham
khowarij dan mu’tazilah, yaitu memisahkan diri
dari ulama’ ahlussunnah dan melepaskan
ketaatan dari penguasa muslim. Mereka
beranggapan bahwa sebelum jama’ah mereka
berdiri kaum muslimin dalam keadaan jahiliyah
dan tidak terpimpin (tidak memiliki Imaam) oleh
karena itu mereka mengangkat Imaam/Amir yang
diyakini sebagai Imaam muslimin atau Amirul
Mukminin dan yang lainnya mengangkat dirinya
sebagai Nabi baru dan Rosul baru. Di sinilah
letak kesesatan keempat kelompok tersebut
dengan kesesatan yang sangat nyata.
Kaum khowarij dahulu adalah
sekelompok muslimin yang sangat berapi-api
memperjuangkan tegaknya syari’at. Dan tegaknya
syari’at menurutnya sangat bergantung dengan
figur kholifah oleh karena itu menurutnya
kholifah haruslah orang yang lurus, tidak boleh
berbuat salah dan seterusnya, jika terjadi
kesalahan dan dosa-dosa pada diri kholifah maka
dia boleh diperangi atau dibunuh sekalipun dia
adalah seorang muslim yang mengerjakan
sholat. Oleh karena itu terhadap kholifah yang
mulia Utsman bin Affan t sekalipun mereka
berani memeranginya karena mereka menganggap
kholifah Utsman telah berbuat banyak kesalahan-
kesalahan, demikian pula mereka juga memerangi
kholifah Ali bin Abi Tholib. Kejadian serupa juga
dialami oleh kaum khowarij gaya baru di zaman
sekarang, yakni mereka adalah orang-orang yang
tidak puas terhadap kinerja pemerintahan atau
penguasa muslim kemudian sebagian di antara
mereka ada yang mendirikan partai-partai politik
islam sebagai tangga menuju kepada kekuasaan
yang diharapkan, dan sebagian yang lain
mendirikan Negara bawah tanah atau Negara
dalam Negara dengan membentuk Jama’ah dan
Imamnya yang semua itu memiliki tujuan yang
sama yaitu menegakkan syari’at Islam melalui
IMAAMAH atau KHOLIFAH dengan menafikan
penguasa muslim yang ada.

Anonim mengatakan...

Kaum khowarij ini memiliki karakter
yang khas yaitu memusuhi dan memerangi
AHLUSSUNNAH ini adalah karakter yang pertama,
sedangkan karakter yang kedua adalah sibuk
mengoreksi, mengkritisi dan mengganti
PENGUASA MUSLIM yang sah dan nyata. Mereka
berdalih bahwa pengusa sekarang sekalipun
mereka adalah muslim tetapi mereka tidak
berhukum dengan hukum Alloh, melainkan
dengan undang-undang buatan manusia oleh
karena itu sebagian di antara mereka masuk ke
dalam parlemen untuk mengganti undang-undang
tersebut dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah dan
sebagian yang lain bahkan mereka tidak mengakui
penguasa muslim yang ada sebagai ulil amri-nya,
oleh karena itu mereka mendirikan Negara bawah
tanah (membentuk jama’ah sendiri).
Kaum khowarij tidak pernah punah di
muka bumi ini, benih-benihnya kadang mati dan
tumbuh, hilang dan berganti sampai dengan
munculnya Dajjal, dan mereka akan menjadikan
Dajjal sebagai pemimpin mereka yang akan
memerangi ahlus sunnah. Sedangkan kaum
muslimin ahlussunnah akan dipimpin oleh Imam
Mahdi dan Isa bin Maryam Alaihis sallam.
Adapun menyikapi para penguasa muslim
yang tidak berhukum dengan hukum Alloh, maka
Rosululloh r bersabda:
َﻥﻭُﺪَﺘْﻬَﻳ ﺎَﻟ ٌﺔَّﻤِﺋَﺃ ﻱِﺪْﻌَﺑ ُﻥﻮُﻜَﻳ
ﻲِﺘَّﻨُﺴِﺑ َﻥﻮُّﻨَﺘْﺴَﻳ ﺎَﻟَﻭ َﻱﺍَﺪُﻬِﺑ
ْﻢُﻬُﺑﻮُﻠُﻗ ٌﻝﺎَﺟِﺭ ْﻢِﻬﻴِﻓ ُﻡﻮُﻘَﻴَﺳَﻭ
ٍﺲْﻧِﺇ ِﻥﺎَﻤْﺜُﺟ ﻲِﻓ ِﻦﻴِﻃﺎَﻴَّﺸﻟﺍ ُﺏﻮُﻠُﻗ
َﻝﻮُﺳَﺭ ﺎَﻳ ُﻊَﻨْﺻَﺃ َﻒْﻴَﻛ ُﺖْﻠُﻗ َﻝﺎَﻗ
ُﻊَﻤْﺴَﺗ َﻝﺎَﻗ َﻚِﻟَﺫ ُﺖْﻛَﺭْﺩَﺃ ْﻥِﺇ ِﻪَّﻠﻟﺍ
َﻙُﺮْﻬَﻇ َﺏِﺮُﺿ ْﻥِﺇَﻭ ِﺮﻴِﻣَﺄْﻠِﻟ ُﻊﻴِﻄُﺗَﻭ
ْﻊِﻃَﺃَﻭ ْﻊَﻤْﺳﺎَﻓ َﻚُﻟﺎَﻣ َﺬِﺧُﺃَﻭ
“Bakal ada sesudahku pemimpin-
pemimpin yang tidak berpetunjuk dengan
petunjukku dan tidak berjalan dengan
sunnahku. Dan di tengah mereka akan bangkit
orang-orang yang hati mereka seperti hati syaitan-
syaitan dalam bentuk manusia.” Aku (Hudzaifah)
bertanya, apa yang harus saya lakukan ya
Rosululloh, kalau saya menjumpai hal itu? Beliau
bersabda: “Engkau harus mendengar dan
mentaati pemimpin dan jikapun dipukul
punggungmu dan diambil hartamu maka
dengarlah dan taatlah.” (HR. Muslim)
Hadits di atas sudah sangat jelas sekali
bahwa akan muncul suatu zaman di mana kaum
muslimin pada saatnya nanti akan dipimpin oleh
para penguasa yang dzolim, yang tidak
berpetunjuk dengan qur’an-sunnah, yang suka
merampas harta rakyatnya, yang hati-hatinya
seperti hati-hati syaiton, maka dalam keadaan
seperti inipun kaum muslimin supaya tetap
mendengar dan ta’at kepada pemimpin, tidak
melakukan pemberontakan dan tidak
memisahkan diri dengan mendirikan jama’ah
baru dengan Imam yang baru. Perbuatan seperti
ini adalah menyelisihi sunnah dan termasuk
perkara bid’ah yang paling sesat. Hadits di atas
rupanya tidak berlaku bagi Imam palsu karena
dengan sendirinya kalau mereka mau menerima
hadits Rosul yang shohih ini, akan membatalkan
keimamamnya.
IMAAM adalah Penguasa wilayah
sebutan bagi penguasa wilayah ini selain Imam
bisa bermacam-macam seperti, Kholifah,
Waliyul-Amri, Sulthon, Mulkan, Kepala Negara,
Perdana Mentri dan yang semisalnya. Sebutan
boleh beragam nama tapi hakikatnya adalah satu
yaitu orang yang berkuasa dalam memegang
urusan umat dalam suatu wilayah kekuasaannya.

Anonim mengatakan...

Sebagian muslimin salah dalam
memahami kepemimpinan umat Islam, mereka
beranggapan bahwa kepemimpinan umat Islam
harus tunggal di atas bumi sebagaimana telah
berlalu pada masa Khulafa’ur Rosyiddin hingga
pertengahan Daulah Abbasiyyah dan mereka
beranggapan sejak dihapusnya sistim
kekhilafahan Turki Utsmani maka umat Islam
tidak lagi punya kepemimpinan. Ini adalah
anggapan yang salah, sesat dan menyesatkan
adapun yang benar bahwa kepemimpinan adalah
sebuah hakikat dan sebuah kenyataan bukan
sekedar nama dan tanpa wujud. Maksudnya
adalah apapun namanya ketika seorang muslim
berkuasa di suatu daerah atau negeri maka dia
adalah pemimpin bagi umat Islam dan umat yang
lain yang berada di daerah kekuasaannya, adapun
namanya boleh amirul mukminin, imamul
muslimin, sulthon, kepala negara dan seterusnya
karena yang dilihat adalah wujudnya bukan
namanya. Dan tidak diharuskan mengembalikan
kepemimpinan yang tunggal bagi seluruh
penduduk bumi karena kepemimpinan yang
tunggal sudah sejak lama hilang. Apabila hal ini
menjadi sebuah keharusan dalam syari’at maka
semua negeri-negeri muslim harus bersatu dan di
antara penguasa-penguasa mereka harus ada yang
menjadi penguasa tertinggi di antara mereka. Jika
yang demikian dapat dilakukan di bumi ini,
subhanalloh ini adalah sebuah kemenangan dan
kejayaan bagi umat islam namun syari’at islam
sekali-kali tidak memberatkan bagi umat islam
jika kepemimpinan yang tunggal tidak mungkin
terwujud maka kepemimpinan di setiap negeri
memiliki kedudukannya seperti kholifah.
Adapun para imam jama’ah yang tidak
punya wilayah kekuasaan sesungguhnya mereka
seperti Imam ketoprak saja dan haram hukumnya
untuk diikuti dan ditaati bagi umat islam. Mereka
adalah para imam yang jahil dan mengikuti hawa
nafsunya, menyelewengkan ayat-ayat Alloh U dan
hadits-hadits Rosululloh r untuk memecah-belah
umat islam. Sungguh besar dosa mereka
dihadapan Alloh U dan mereka akan menanggung
semua kedustaannya. Allohu ‘alam

Anonim mengatakan...

Aku anjurkan kepada kalian semua untuk belajar di tempat yang benar , bukan belajar kepada orang yang kredibiltas ke shahihannya meragukan .
Belajarlah kepada guru yang punya sanad bukan kepada guru yang nggak paham yang diucapkan.
--------------------------
belajar ditempat yg benar...di asrama hadits kediri yang gurunya sekaligus imamnya....yg kalau ngajar ndak karu-karuan itu? bahasa arab ndak bisa, mengartikan saja hancur lebur bahasanya...
apa lagi mau menjelaskan dan merinci maslah-maslahnya?

sanad? mana sampai sekarang tdk ada sanad ijazahnya mur hasan (alasan hilang di becak) tahun 41 gading mangu itu rawa, apa sdh ada pangkalan becak?? kalau adapun berapa org yg punya becak saat itu??? dan kalau posisi sanad ijazah sangat penting bagi NH bukankah dulu ia sering hajian ke makkah maka sebenarnya mudah baginya utk minta lagi kopian ijazahnya tsb kepada guru atw teman2 nya...nyatanya...????

kalau aziz dan kholil sanadnya sekarang dr guru lain di makkah, bukan dari nur hasan

maka sebaiknya telusuri sanadnya ijzahnya nur hasan, kalau tdk ada bagaimana nasib mangkulan selama ini? wah jd tdk sah juga ilmunya kalau begitu

Anonim mengatakan...

tentang akhirat , tentu tidak.
Apakah presiden dengan para
pembantunya bertanggungjawab
atas kita semua di akhirat ?
jawabannya tentu saja tidak.,,,,,

________

apakah imama 354 juga bertanggung jawab di akherat ? ko kalian mau2nya menyerahkan agama kalian pada imam palsu ?

jawabanya TIDAK,,,,,,

makanya fahami dulu mas penjelasan di atas,

Anonim mengatakan...

Mohon dikoreksi,
Makna Khalifah, Sulthan, Amir dan imam

Khalifah (Amirul Mukminin)
1.Pemimpin umat Islam
2.Khalifah kepemimpinannya meliputi seluruh umat Islam di dunia
3.Khalifah hanya ada satu di dunia dan jika ada khalifah tandingan maka yang ke dua wajib dibunuh
4.Khalifah wajib di baiat oleh seluruh umat Islam dan jika ada yang tidak berbaiat, maka jika dia mati, maka matinya mati jahiliyah (bodoh)
5.Khalifah adalah lambang dan penyatu umat (Jamaah Muslimin)
6.Khalifah bertugas meliputi masalah Agama, politik, hukum dan social
7.Khalifah berhak menentukan jihad (perang) dan perdamaian
8.Khalifah melindungi dan mengayomi seluruh umat Islam di dunia
9.Khalifah mengangkat Pejabat, Gubernur/Sulthan (wali wilayah) dan bisa memberhentikannya
10.Khalifah menarik zakat dari kaum Muslim dan menarik Jizyah bagi kaum kafir yang tinggal di wilayah Khalifah
11.Khalifah menerapkan hukum syariat di seluruh wilayah Muslim
12.Contoh Khalifah : Khalifah Abu Bakr, Khalifah Umar, Khalifah Utsman, Khalifah Ali, Khalifah Muawiyah, Khalifah Harun Al-Rasyid, (Ummayah, Abbasyah dan Utsmaniyyah). Tidak ada/tidak dikatakan Khalifah Bukhori, Khalifah Muslim, dll

Sulthan (Gubernur/wali)
1.Pemimpin daerah/wilayah/Negara yang masuk dalam wilayah Khalifah
2.Sulthan bisa dipilih langsung oleh Khalifah dan bisa dipilih oleh masyarakat di wilayah itu.
3.Sulthan bertanggung jawab atas wilayah yang diperintahnya
4.Sulthan tidak wajib dibaiat oleh umat Islam di seluruh dunia, tetapi hanya dibaiat oleh penduduk/masyarakat di wilayah yang diperintah Sulthan.
5.Sultan adalah lambang dan penyatu umat (masyarakat/Jamaah) di wilayah yang diperintah Sultan.
6.Sultan bertanggung jawab atas politik, hokum, sosial di wilayah yang diperintahnya
7.Sulthan bisa menentukan jihad (perang) tetapi atas persetujuan Khalifah. Contoh : Sultan Salahuddin Ayyubi (Gubernur/wali di Damaskus) berjihad melawan Crussader dan berhasil merebut Palestina atas izin dan restu Khalifah di Baghdad.
8.Sultan melindungi masyarakat yang berdiam di wilayahnya (baik Muslim maupun non Muslim)
9.Sultan menarik zakat dan jizyah kepada masyarakat yang tinggal di wilayahnya.
10.Sultan menerapkan hukum syariat di wilayah yang diperintahnya
11.Contoh Sultan : Salahuddin Al Ayubi, Amr bin Ash, Khalid bin Walid, dll

Amir (Pemimpin)
1.Setiap pemimpin suatu perkara, maka disebut sebagai Amir
2.Amir bisa dipilih oleh Kholifah, Sultan maupun masyarakat (tergantung dari bidang apa yang dipimpinnya).
Contoh : Pemimpin jihad = Amirul Jihad, Pemimpin angkatan laut = Amir Al-Bahr (Admiral), Amir kompi,pleton, pasukan di bawah 300 orang = Amir Sariyah, pemimpin dakwah, organisasi, bahkan dalam salam safar (perjalananpun) harus mengangkat Amir
3.Amir tidak wajib dibaiat oleh seluruh umat Islam
4.Amir hanya dibaiat (dipatuhi) oleh sekelompok orang yang dipimpin oleh Amir tersebut
5.Amir adalah lambang/penyatu dalam sebuah kegiatan
6.Amir tidak boleh menentukan jihad

Imam
1.Imam adalah pemimpin Agama/Ulama besar
2.Imam tidak harus satu, jika dalam satu masa ada dua orang / lebih seorang ulama besar, maka ke-duanya/lebih bisa disebut imam
3.Imam tidak dibaiat oleh seluruh umat Islam
4.Imam adalah lambang dan penyatu dalam akidah
5.Imam bertugas meliputi masalah ibadah dan kajian Agama
6.Penentuan Imam harus ada dari kesepakatan semua ulama dan Muslim
7.Contoh Imam : Imam Bukhori, Imam Muslim, Imam Syafi’i, Imam Hambali, Imam Al Mawardi, dll. Tidak ada/Tidak dikatakan Imam Abu Bakr, Imam Umar, Imam Utsman

Anonim mengatakan...

Mohon dikoreksi,
Hubungan hadis-hadis Imaroh (K.Himpunan di LDII), dengan makna Khalifah, Sulthan,Amir dan Imam

Hadis 1
Dan barang siapa yang setia/taat kepada Amir-amirku, maka sungguh dia telah taat/setia kepadaku… (Al Hadis)

1.Amir yang dimaksud adalah Amir-amirnya Nabi (Gubernur/wali), atau semua yang diangkat oleh Nabi menjadi Amir-Amir Beliau.
2.Amir disini bukannya Khalifah yang wajib dibaiat oleh seluruh umat Islam.
Contoh : Nabi pernah mengirim Utab bin Usaid untuk menjadi Amir/wali (Gubernur) di Makkah, maka Utab bin Usaid wajib ditaati oleh Masyarakat Makkah, tetapi tidak wajib dibaiat oleh seluruh umat Islam.
Nabi pernah menjadikan Badzan bin Sasan untuk menjadi wali (Gubernur) di Yaman, maka Penduduk Yaman harus taat kepada wali/Amir Nabi, tetapi tidak wajib dibaiat oleh seluruh umat Islam. (hanya dibaiat oleh masyarakat diwilayah itu).

Hadis 2
Maka adapun imam adalah penggembala atas manusia dan dia (imam) akan ditanya dari penggembalaannya… (Al Hadis)

1.imam disini adalah pemimpin Agama/ulama besar. Imam adalah penggembala manusia dimana seorang imam akan/harus menggiring manusia pada akidah yang benar dan imam akan dipertanggung-jawabkan disisi Alloh atas penggembalaannya. Dan pengertian imam disini bukannya imam yang wajib dibaiat atas seluruh umat Islam. Contoh : Imam Bukhori, Imam Muslim
2.Contoh lain : perbandingan secara bahasa (pada zaman itu).
Isa bin Maryam adalah penggembala manusia (domba) yang menggiring pada kebaikan. Isa pada saat itu adalah seorang Rasul/Ulama besar dan bukan pemimpin politik.

Hadis 3
Mendengar dan taatlah walaupun yang (Inistu’mil) memerintah atas kalian hamba (budak) Habbasyi yang kepalanya seperti anggur yang kering… (Al Hadis)

1.I nistu’mil dalam hadis di atas, mangkulan saya dari ulama LDII adalah yang menjadi imam, padahal jika ditinjau lebih lanjut I nistu’mil bukanlah berarti pemimpin (Khalifah), tetapi I nistu’mil disini berasal dari kata Amil, Amilu yang berarti yang memerintah/pengurus/orang yang memerintah. Jadi hadis di atas bukannya berarti perintah untuk mendirikan dan mentaati Khalifah yang wajib dibaiat oleh seluruh umat Islam, tetapi perintah untuk menaati semua pengatur dari jajaran Khalifah, seperti : Pemimpin Pasukan, Pemimpin wilayah, Pemimpin Masyarakat, dll, karena Khalifah dipilih dari kalangan terhormat dan harus dari orang Quraisy dan bukan dari kalangan budak.

Anonim mengatakan...

Hadis 4
Barang siapa yang melihat Amirnya (ada) sesuatu yang membencikan maka hendaklah bersabar , maka sesungguhnya tidak ada seorang yang memisahi persatuan/persekutuan (Jamaah) 1 jengkal, maka mati siapa orang dengan mati jahiliyah.

1.Amir didalam hadis ini bukannya (Khalifah) yang wajib di baiat oleh seluruh umat Islam, tetapi lebih kepada amir (pemimpin) sebuah perkumpulan/kegiatan yang ditunjuk Nabi ketika itu.
Contoh (ro’yi/pendapat) : Nabi mengangkat Amir Sariyyah (pasukan di bawah 300 orang) untuk ditugaskan di suatu wilayah, Kemudian Amir Sariyyah memerintahkan beberapa orang dari pasukannya untuk mengintai daerah musuh yang jauh, daerahnya bergunung dan sangat panas, kemudian beberapa orang dari pasukan ada yang tidak sanggup melaksanakan tugas Amir Sariyyah dan disaat bertugas, dia melarikan diri dari tugasnya tanpa sepengetahuan dan izin dari Amirnya (memisahi kesatuan/jamaah), maka jika saat pelarian itu prajurit yang lari itu mati, maka matinya dihukumi jahiliyyah (bodoh).

Contoh (dalam hadis), Nabi mengangkat Amir Sariyyah (pasukan di bawah 300 orang) untuk ditugaskan di suatu wilayah, Kemudian Amir Sariyyah memerintahkan beberapa orang dari pasukannya untuk mengumpulkan kayu baker, setelah kayu terkumpul, maka Amir memerintahkan untuk menyalakannya dan memerintahkan pasukan untuk masuk ke dalam api.
Pasukan kebingungan dan saling pandang, setelah api padam dan marah-marah Amir telah reda, maka hal itu diberitahukan kepada Nabi, Nabi bersabda “Jika kalian masuk ke dalam api, maka kalian akan masuk selamanya (masuk ke dalam Neraka),” kemudian Nabi menambahkan “Sesungguhnya taat itu di dalam kebaikan”

2.Hadis di atas juga dimaksudkan bagi para pemberontak, karena pemberontak (memisahi pemerintah/imaroh) dihukumi keluar dari Jamaah (persatuan).

Hadis 5
Tidak dikatakan Islam jika tida ada Persatuan (Jamaah), tidak dikatakan ada persatuan jika tidak ada pemerintahan (imaroh), tidak dikatakan ada pemerintahan jika tidak ada kesetiaan (baiat).

1.Hadis di atas bukanlah hadis yang memerintahkan untuk membuat ke-kholifahan, tetapi lebih ditunjukan untuk menyindir umat Islam ketika itu, dimana perpecahan dan firkoh mulai muncul (diantaranya Musailamah Al Kadzab dan orang-orang yang tidak mau membayar zakat). Umar menegaskan bahwa tidak dikatakan Islam tanpa adanya persatuan (apalah artinya umat Islam yang banyak tetapi seperti buih di lautan/tidak adanya persatuan), kemudian Umar menambahkan, tidak dikatakan bersatu jika tidak ada pemerintahan (apalah artinya persatuan, jika hanya bersatu tanpa adanya pemerintahan yang mengatur perilaku masyarakat didalam persatuan itu), kemudian Umar menambahkan tidak ada pemerintahan tanpa adanya kesetiaan (apalah artinya pemerintahan jika masyarakatnya tidak setia kepada pemerintah). Itu adalah sebuah paket yang tidak bisa dilepaskan (Jamaah, imaroh dan baiat), semuanya saling mendukung.

Kesimpulan : Islam itu luas cakupannya, bukan hanya dalam masalah Ibadah saja, tetapi Islam meliputi politik, social, hukum, dll.

Anonim mengatakan...

Alhamdulillah, penjelasan yang cukup memberi pencerahan tentang Jamaah, Imam, Beat. Teruslah memberikan penjelasan dengan terang dan penuh keteduhan. Hindari mencaci maki. Kami membaca, kami berupaya memahami & kami terus berdoa minta petunjuk.

Kalau boleh mohon penejlasanya juga. Apa hukum jika bermakmum sholat kepada imam sholat yang di ketahui melakukan kebid'ah_an. Contoh imam sholat baca usholli..., dll.Selama ini saya belum pernah mendapat keterangan secara terperinci dan jelas di pengajian kelompok, desa atau ketika Asramaan sekalipun.

warga jamaah Jakarta Timur

Anonim mengatakan...

يُصَلُّونَ لَكُمْ فَإِنْ أَصَابُوا فَلَكُمْ وَإِنْ أخطؤوا فَلَكُمْ وَعَلَيْهِمْ

“Shalatlah kalian bersama imam, jika shalat imam itu benar, kalian mendapat pahala. Jika shalat imam itu salah, kalian tetap mendapat pahala dan sang imam yang menanggung kesalahnnya” (HR. Bukhari no.662)
Jika demikian, maka anda tetap boleh shalat bersama imam tersebut.

ustadzkholid.com/tanya-ustadz/fiqih-ibadah/jika-imam-membaca-qunut-shubuh/

Anonim mengatakan...

kalau mau diskusi ilmiah silahkan gabung disini:

http://www.facebook.com/groups/hijrah354?ap=1

Anonim mengatakan...

utk anonim yg memisahkan pengertian amir/imam/sulthon/malik/kholifah

ane mau tanya NH/abd dhohir/abd aziz diposisikan sebagai apa? apa posisinya spt imam bukhori?

lantas baiat 354 yg berbunyi:


بيعتك عني وعن اهلي وعن جماعتي سمعنا واطعنا ما استطعنا
Ini isi baiat apa? Untuk siapa? Atas konsekwensi apa?

Anonim mengatakan...

Sinonim antara beberapa lafat imam – kholifah- amiru al-mukminin

Dan kalau kita menghadirkan hadits yang dating di dalam bab khilafah dan imamah bahwa rosulullah shollallohu a'alau wasallam dan para sahabat serta tabi'in dimana mereka telah meriwayatkan hadits tersebut, mereka tidak memisahkan antara lafadz kholifah dan imam, dan setelah pengangkatan umar bin khottob rodhiallohu 'anhu mereka menyandarkan lafadz imam/kholifah dengan amirul mukminin, oleh karenanya para ulama perpendapat dan menjadikan kalimat-kalimat itu dalam makna yang satu.
Imam an-nawawi mengatakan boleh seorang imam dikatakan kholifah, imam, atau amirul mukminin ( lihat roudhotu attholibin 10/39)

Catatan;
Sinonim makna ini ( kholifah/amir/sulton) secara umum menunjuk pada dzat/benda yang satu, namun dari sisi maknanya maka masing2 lafadz tsb memiliki maknanya sendiri2

Sama dengan al-qur'an disebut pula al furqon, adzikr, al-huda, annur ini sinonimnya yang semua menunjukkan pada al-qur'an, tapi masing2 kata itu memiliki makna tersendiri.

Anonim mengatakan...

Mohon dikoreksi,
Hubungan hadis-hadis Imaroh (K.Himpunan di LDII), dengan makna Khalifah, Sulthan,Amir dan Imam

Hadis 1
Dan barang siapa yang setia/taat kepada Amir-amirku, maka sungguh dia telah taat/setia kepadaku… (Al Hadis)
----------------------------------------------------------
Mari kita lihat lafadz hadits yang dating dalam masalah ini:
2957 - وَبِهَذَا الإِسْنَادِ مَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ عَصَى اللَّهَ ، وَمَنْ يُطِعِ الأَمِيرَ فَقَدْ أَطَاعَنِي ، وَمَنْ يَعْصِ الأَمِيرَ فَقَدْ عَصَانِي وَإِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ فَإِنْ أَمَرَ بِتَقْوَى اللهِ وَعَدَلَ فَإِنَّ لَهُ بِذَلِكَ أَجْرًا وَإِنْ قَالَ بِغَيْرِهِ فَإِنَّ عَلَيْهِ مِنْهُ* رواه البخاري ومسلم
7137- حَدَّثَنَا عَبْدَانُ ، أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللهِ عَنْ يُونُسَ ، عَنِ الزُّهْرِيِّ ، أَخْبَرَنِي أَبُو سَلَمَةَ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، أَنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : مَنْ أَطَاعَنِي فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ عَصَى اللَّهَ ، وَمَنْ أَطَاعَ أَمِيرِي فَقَدْ أَطَاعَنِي ، وَمَنْ عَصَى أَمِيرِي فَقَدْ عَصَانِي. رواه البخاري ومسلم
2859- حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ ، وَعَلِيُّ بْنُ مُحَمَّدٍ قَالاَ : حَدَّثَنَا وَكِيعٌ ، حَدَّثَنَا الأَعْمَشُ ، عَنْ أَبِي صَالِحٍ ، عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى الله عَليْهِ وسَلَّمَ : مَنْ أَطَاعَنِي ، فَقَدْ أَطَاعَ اللَّهَ ، وَمَنْ عَصَانِي ، فَقَدْ عَصَى اللَّهَ ، وَمَنْ أَطَاعَ الإِمَامَ ، فَقَدْ أَطَاعَنِي ، وَمَنْ عَصَى الإِمَامَ ، فَقَدْ عَصَانِي. ابن ماجه

Perhatikan lafadz haditsnya:
1. Dan barang siapa yang setia/taat kepada amirku
2. Dan barang siapa yang setia/taat kepada seorang amir (bersifat umum)
3. Dan barang siapa yang setia/taat kepada seorang imam (bersifat umum)

Oleh karenanya lafadz haditsnya "amirku" imam attobary memilih membawa hadits ini kepada pengertian umum meskipun sebabnya khusus (lihat fathu albary syarah imam albukhori)

Dari redaksi hadits diatas menunjukkan tidak dibedakan antara istilah amir dan imam.

ikhwan mengatakan...

nah .....begitu dong diskusinya ...

dengan bahasa santun , insya Allah lebih bermakna dan bermanfaat.

supaya bisa mengambil manfaat , tinggalkan sifat gulluw dan taqlid buta , buanglah kesombongan dengan merasa dirinya yang paling benar dan yang berhak atas rahmat Allah semata .

untuk saudaraku di islam jamaah , selamat belajar semoga Allah memudahkan kalian dan memberi hidayah kepada kita semua.

jenggot palsu mengatakan...

tetaplah tambuk ke kholifaan kepada yang pertama dan mendominasi....kiai nur hsan pertama di baiat dan di dominasi

Anonim mengatakan...

kalu sudah santun sprti ini & sama-2 tahu ilmunya STOP SALING MENJELEKAN diantara kalian,,LDII tdk boleh mengkafir2kan,menajis2kan islam lain,,SALAFY ini juga tdk boleh menjelek-jelekan Alm.H.Nurhasan sebagai ulama yg dihormati di LDII...OK

Anonim mengatakan...

ahmadiyyah begitu mentokohkan dan mengkultuskan Ghulam Ahmad.

Merupakan kewajiban kaum muslimin adalah mengejelentrehkan penyimpangan-penyimpangan Ghulam Ahmad.

QHJ 354 begitu mentokohkan dan mengkultuskan Nurhasan Madigol

Merupakan kewajiban kaum muslimin adalah mengejelentrehkan penyimpangan-penyimpangan Nurhasan.

Hormatilah dan takzimlah pada Sahabat, Tabiin tabiit dan tabiahum dan juga ulama yang memiliki akidah yang lurus dan murni.

Hormatilah orang yang tepat, karena idola menentukan dan berpengaruh pada cara kita berpikir, beersikap dan berakidah

Anonim mengatakan...

Titik penting kekeliruan 354 adalah : Mereka
tidak mau memahami alqur’an an sunnah sesuai
dengan apa yang dipahami oleh para ulama-
ulama ahlussunnah yang kaum muslimin telah
menerima mereka semua sebagai ulama.
Semua kelompok ya mengatkan bahwa
berpedoman dengan alqur’an dan sunnah akan
tetapi pertanyaannya siapa yang memahami
alqur’an dan sunnah tersebut ? Apakah semua
orang boleh semaunya sendiri memahami
alqur’an dan assunnah ? Tentu tidak, pemahaman
tersebut haruslah merujuk kepada apa yang telah
dipahami oleh generasi pertama ummat ini dari
kalangan sahabat, tabiin, tabiut tabiin dan para
ulama yang komitmen dengan islam ini.
Dan semua para ulama islam tidak mengamalkan
hadits JAMAAH IMAMAH BAIAT,seperti H.NURHASAN, KASMUDI, KHOLIL, sebab itulah nama jamaah sebagai kelompok baru muncul sejak munculnya
H.NURHASAN, ini membuktikan bahwa amalan ini
muhdats (hal baru) dengan demikian ini adalah
amalan bid’ah yang kaum muslimin semuanya
harus meninggalkannya.
Mereka sangat lucu mau mengambil hadits dari
ahli hadits akan tetapi MEREKA TIDAK MAU MENGAMBIL PEMAHAMAN dari ahli hadits tersebut.
Tanyakan kepada mereka apakah Imam Bukhori
dan Muslim yang haditsnya mereka jadikan
pedoman membuat jamaah seperti
mereka ?
apakah guru2nya azis dan kholil di mekkah memahami jamaah imamah baiat seperti itu ?

Anonim mengatakan...

kebanyakan 354 adalah
orang-orang taklid yang takut keluar dari
jamaahnya. Mungkin disebabkan keluarganya,
tetangganya, saudaranya dll karena ikatan mereka
sangat kuat sehingga tanpa keinginan yang kuat
dan akidah yang kuat rasanya tidak mungkin
mampu keluar dari jamaahnya.

Anonim mengatakan...

Oh..ya akhi …ana minta bantuan kepada antum
semua untuk dapat membuat tulisan ilmiyyah atau apalah
untuk menyelamatkan ikhwan-ikhwan kita yang
masih di 354. Ketahuilah
akhi….ana melihat banyak ikhwan di 354 yang
bersemangat kepada kebenaran , namun rintangan
dari pimpinan-pimpinan /pengurus2 mereka sangat kuat juga
ancaman, atau resiko putus hubungan. Itu yang
membuat orang-orang yang kurang ilmu merasa
takut untuk keluar. Ana sangat iba melihat
mereka.
Doakan saja ikhwan-ikhwan di 354 agar dapat
menyadari kekeliruannya dan semoga Allah
memberi barokah dakwah salafyah di bumi Ini.

Anonim mengatakan...

semoga ikhwan-ikhwan ldii segera bertaubat dan segera berba'at pada SBY, amin

Prof. Dr. KH. Said Agil Siraj, M.A. mengatakan...

"Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan sebagai rahmat bagi semesta alam" (QS. Al-Anbiya' : 107)

Tiga hal penting yang seharusnya menjadi dasar penghayatan agama oleh setiap orang adalah: toleran, moderat, dan akomodatif. Bagi seorang muslim, keimanan yang hanya dibalut dengan simbol2 tidaklah cukup. Berjenggot panjang, memakai sorban, dan bercelana setengah betis, itu bagus. Tapi hal2 yang bersifat simbolik itu tidak cukup untuk dinilai bahwa dia telah mengamalkan ajaran Islam, apalagi mengesampingkan akhlakul karimah.

Sampai akhir abad ke-17, jazirah arab masih terbagi menjadi empat wilayah, utara berpusat di Syam, timur di Najd, Barat di Hijaz, Selatan di Yaman, tapi awal abad ke-18, Gubernur Najd, Muhammad Ibnu Saud, yang didukung oleh ulama bernama Muhammad bin Abdul Wahab memisahkan diri dari khalifah Utsmani. Pertama kali muncul, gerakan ini langsung dihabisi oleh Khalifah Utsmani yang memerintahkan Gubernur Mesir, Raja Fuad untuk memeranginya. Dalam pertempuran ini Ibnu Saud bisa dikalahkan, dan anaknya, Faisal terbunuh.

Akan tetapi, Abdul Aziz, cucu Ibnu saud melarikan diri ke luar negeri untuk menghimpun kekuatan. Begitu ada kesempatan, dengan dukungan pasukan militan, Abdul Azis menyerang Mekah, membongkar situs2 sejarah perkembangan Islam, meratakan kuburan2 dsb.

Itulah sekilas awal mula terbentuknya paham wahabi yang sekarang berganti nama menjadi salafi. Diawali dengan darah dan pemberontakan, mereka menyempal dari kekhalifahan Turki Utsmani dan akhirnya menguasai jazirah arab.

Salafussholih mengatakan...

saat ini indonesia sedang dilanda gelombang besar berupa faham baru keislaman yang beraneka ragam bentuknya. Fenomena itu sudah sampai ambang batas yang sangat mengkhawatirkan dan sangat menyesakkan dada. Munculnya sifat ekslusif, tidak islami, bahkan arogan dari para pengusung paham2 tersebut semakin meresahkan, mengancam sendi2 ukhuwah, dan menggerogoti persatuan umat.

Para ulama pun tidak tinggal diam menyaksikan drama "fitnah" tersebut. Namun demikian, ada satu aliran atau faham yang tidak pernah difatwakan oleh lembaga formal para ulama indonesia seperti MUI, namun keberadaannya di tengah2 masyarakat indonesia terbukti sangat meresahkan. Faham itu bernama salafi, nama lain dari wahabi. Banyak ulama yang secara pribadi bahkan telah terang2an menyatakan faham ini sebagai MASALAH di tengah umat islam.

Satu yang perlu digarisbawahi bahwa, suatu paham tidak difatwakan sbg aliran sesat, tidak selalu berarti faham itu lurus dan benar. Sebab apa yang hakikatnya lurus dan benar, seyogyanya tidak memunculkan masalah dalam praktiknya. Yang terjadi di masyarakat adalah munculnya ketidaknyamanan akibat fatwa dan pernyataan kaum salafi, sehingga semakin memecah belah persatuan umat (termasuk bagaimana kaum salafi ini bernafsu menghancurkan ldii.

Propaganda faham mereka yang cukup gencar melalui terbitan buku impor, buku terjemahan, majalah, dan siaran radio semakin meresahkan. Mengangap sesat amalan orang lain dengan tuduhan bid'ah dan menganggap hanya diri merekalah yang sejalan dengan Al Quran dan sunnah sesuai dengan pemahaman sahabat, menjadi tema utama dakwah mereka. Bahkan dengan alasan itu mereka berani mengeluarkan fatwa atau pernyataan profokatif terhadap amalam saudara muslim yang lain. (Kalau begitu, apa bedanya kalian dengan apa yang kalian tuduhkan kepada ldii?)

Keawaman masyarakat tentang agama telah memberi tempat cukup besar bagi mereka untuk menyebarluaskan paham sesat salafi itu, sehingga pengikutnya semakin banyak dan eksklusivisme mereka semakin kuat. Disaat ia sudah tidak merasa nyaman berkumpul bersama muslim yang tidak sepaham dengannya, maka mengasingkan diri dan mencari kumpulan orang yang sepaham dengannya adalah jalan keluarnya. Itulah kesombongan mereka yang berujung pada perpecahan umat.

Semakin merasa kuat, semakin gencarlah mereka "berdakwah", sampai pada perebutan atau penguasaan lahan dakwah seperti masjid, mushola, taklim di kantor, atau minimal merintis kumpulan pengajian tandingan. Akibatnya, tanpa disadari mereka sudah menguasai sarana kegiatan dakwah di beberapa komplek perumahan, dan telah merebut anggota jama'ah pengajian para ustadz di wilayah setempatyang berbuntut pada terganggunya hubungan silaturahmi antar anggota jama'ah tersebut. Barangkali tragedi2 diatas tidak terlalu menjadi masalah, karena masalah intinya bukan itu, melainkan kesesatan faham mereka.

Insyaallah satu per satu akan saya buka dimana letak kesesatan sekte sesat salafi ini.

Jazakumullohu khoiron katsiro,


Salafussholih

Anonim mengatakan...

Pasti salafussholih diatas ini adalah jelmaan kafirun 354 yang rata2 kapasitas otaknya cuma 0,5 cc..

Anonim mengatakan...

jenggot palsu mengatakan...
tetaplah tambuk ke kholifaan
kepada yang pertama dan
mendominasi....kiai nur hsan
pertama di baiat dan di dominasi
......................
beatnya nurhSan sama wali alfatah duluan mana yah ? ko' nurhasan memerintahkan murid2nya untuk berbaiat pada wali alfatah thn 62 ?

duluan mana yah sama pembaiatan ikhwanul muslimin di mesir ?

duluan mana yah sama pembaiatan raja abdul aziz di mekkah ?

Anonim mengatakan...

PROF DR KH SAID AGIL, , ,berkata,

Allah berfirman :"Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan
sebagai rahmat bagi semesta alam" (QS. Al-
Anbiya' : 107)
...........................
bagaimana ya dengan 354, yang mengkafirkan semua umat islam di indonesia, yang ga beat pada imamnya ?

pak prof, dr said agil, sebenarnya andapun dalam keyakinan 354 hakikatnya adalah dikafirkan, karna ga beat sama imamnya, namun anehnya perkTaan anda di jadikan hujjah oleh 354, bahkan foto anda dan argumentasi anda pernah dimuat dalam majalah nuansa milik 354,

itu semua agar 354 dapat rasa simpati dari orang2 NU yang menjadi mayoritas di indonesia,,,,

hati2lah pada politik liciknya 354,!!!

Jenggot Kambing mengatakan...

*beatnya nurhSan sama wali alfatah duluan mana yah ? ko' nurhasan memerintahkan murid2nya untuk berbaiat pada wali alfatah thn 62 ?
===================================

wah ente kagak tau sejarah tuh.. beat ke wali al fatah waktu itu hanyalah kesepakatan antara NH dengan WF, untuk membentuk jamaah tandingan untuk membendung pengaruh DI/TII nya Kartosuwiryo..

waktu itu WF yang menjabat sebagai kepala biro politik dan pemerintahan diperintah oleh bung karno untuk mendirikan jamaah tandingan..


*duluan mana yah sama pembaiatan ikhwanul muslimin di mesir ?

duluan mana yah sama pembaiatan raja abdul aziz di mekkah ?
==================================

lah, ente sih kagak pernah ngalamin jaman tahun 1940an - 1970an dimana komunikasi hanya terbatas paling banter lewat surat.. telpon ga ada, hp apalagi, tv, internet, dsb.. sangat tidak dimungkinkan di tahun segitu, muslimin indonesia berimam pada raja arab atau mesir.. yang ada udh dijeblosin ke penjara sama orla & orba... pembaiatan NH sudah dilakukan sebelum NKRI ini tegak, bung..selagi bumi pertiwi masih dikuasai kolonial belanda/jepang... mungkin kalo saat itu ente udah lahir, ente langsung berbaiat sama Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Mr. L.A.J. Baron Sloet van den Beele...

Anonim mengatakan...

*bagaimana ya dengan 354, yang mengkafirkan semua umat islam di indonesia, yang ga beat pada imamnya ?
===============================
sing mengkafirkan ki yo sopo to leeeeeee...... mbok yo sadaroo...
ldii ga pernah mengkafirkan siapapun diluar golongannya... masalah takfir itu kan anda sendiri yang merasa, anda sendiri yang beranggapan..
bola bali dikandani kok yo isih ngeyel bae..



*pak prof, dr said agil, sebenarnya andapun dalam keyakinan 354 hakikatnya adalah dikafirkan, karna ga beat sama imamnya, namun anehnya perkTaan anda di jadikan hujjah oleh 354, bahkan foto anda dan argumentasi anda pernah dimuat dalam majalah nuansa milik 354,

itu semua agar 354 dapat rasa simpati dari orang2 NU yang menjadi mayoritas di indonesia,,,,

hati2lah pada politik liciknya 354,!!!
==================================

Inilah fitnah keji yang nyata...

Anonim mengatakan...

Semakin merasa kuat, semakin gencarlah mereka "berdakwah", sampai pada perebutan atau penguasaan lahan dakwah seperti masjid, mushola, taklim di kantor, atau minimal merintis kumpulan pengajian tandingan.
------------------------------


ternyata kabar itu benar ya, bahwa kaum salafi sering merebut masjid2 umum untuk dijadikan lahan dakwah golongannya sendiri?

Anonim mengatakan...

kalau penyaksiaan saya kok agak beda.
mohon maaf jika salah, kalau LDII mengajarkan haram menikah dengan orang muslim di luar kelompoknya, sedangkan faham salafi tidak. LDII melarang sholat berjamaah dengan kaum muslim di luar golonganya, orang2 yang mengaku salafi tidak, bahkan mereka melebur jadi satu di masjid sholat berjamaah. Kalaupun ada perbedaan (misalnya Qunut/dzikir beersama2 setelah sholat) orang2 salaf tidak mengikuti kebanyakan yang di lakukan jamaah sholat dengan alasan mereka mengikuti tata cara sholat nabi, tenntu orang ldii tau itu. Slesai sholat kadang mereka salafi memberikan nasehat baik biasanya kepada orang/perorang u/ meninggalkan bid'ah dalam sholat. Bukanya itu lebih bagus, bukanya malah mengkafirkan seperti orang LDII? masih banyak contoh2 lainya. DAn yang di lakukan LDII itu jauh lebih membuat resah warga muslim lainya.


Saya heran, dulu orang LDII mengaku-ngaku sebagai WAHABI. saya masih ingat penasehat pusat mengatakan itu menjelang kedatangan pak Imam menjelang acara pembaeatan di Pondok Gede, Ponpes Minhajur Rosiddin. Itu semua karena menurut saya LDII ingin mendapatkan keuntungan dari pengakuan tersebut. Sekarang, kenapa malah sebaliknya. Silahkan cek di makalah Cai kalau nggak salah tahun 2007-2008, pengakuan itu tertulis disana.

Sekarang LDII mengakui tidak mengkafir2kan muslim di luar golonganya, saya rasa itu BOHONG BESAR, sebab inti ajaran mereka menganggap kelompoknyalah islamnya yang bener, diluar NERAKA semua alias KAFIR.

Kalau LDII menyangkal akan hal itu, gampang saja. SEkarang jaman sudah moderen, hampir setiap orang punya TV, silahkan IMAM Jamaah LDII (bukan pak Syam yah..! ) Pak AZIZ mengumumkan bahwa sekarang Jamaah 345/LDII tidak lagi mengkafirkan umat islam diluar golonganya. Anggota LDII bebas melakukan kewajiban sholat wajib berjamaah di masjid dekat rumah masing2, meskipun itu masjid Umum (bukan masjid LDII)

Kalau berani, berarti Takfiri sudah dihapuskan di LDII. tapi jangan Bithonah lo ya...!!!

Anonim mengatakan...

Saya melihat LDII ini sudah mengedepankan kepentingan 'politiknya'. Coba merangkul NU dan ormas islam lainya hanya untuk kepentingan keutuhan kelompoknya. Bukan untuk kepentingan dakwah KEBENARAN ISLAM yang sesungguhnya.

LDII dengan WAHABI, apa beda ajaran kalian..???
Pak Nurhasan belajar kesiapa..? silahkan di urut2 pasti akan sampe juga ke Wahabi.

Untuk orang2 NU, meleklah kalau saat ini kalian coba di manfaatkan oleh mereka.

maaf, saya bukan orang berjenggot panjang dan bercelana ngatung.

Anonim mengatakan...

udah dibilang paham takfiri itu ga pernah ada..
kalo sekarang ldii mengadakan konfrensi pers yg isinya tidak lagi mengkafirkan golongan lair di luar ldii itu artinya sama saj amengakui bahwa ldii pernah menggunakan paham takfiri.. nyatanya takfiri itu tidak pernah ada, dan itu hanya anggapan orang2 diluar ldii saja, atau ex ldii yang memang mereka secara pribadi merasa bahwa diluar mereka = kafir..

padahal ldii hanya meyakini, bahwa yang berhak masuk surga hanya mereka yang menetapi jamaah..

sesuai dalil,
1. barang siapa ingin di tengah2 surga maka tetapilah jamaah
2. dan berpegang teguhlah pada tali allah dengan berjamaah, dan jangan berpecah belah
3. barang siapa mati tanpa ada tali baiat di lehernya, maka matinya mati jahiliyah
dan segudang hadits2 sohih lainnya tentang perintah untuk berjamaah..

itulah dasar hukum yang dipakai oleh ldii bahwasannya berjamaah adalah wajib..

jadi, justru kita selalu ajak2 untuk bisa menetapi jamaah dan menghindari firqoh, bukan mengkafirkan orang2..

masalah sholat, kalau memang ada orang ldii enggan bermakmum, itu bukan masalah kafir/engga, tapi murni masalah kehati2an saja, karena masih banyak dijumpai praktek2 bid'ah dalam masyarakat kita...buktinya, arga ldii yang naik haji juga bermakmum di belakang imam masjidil haram kan?

jadi, berhentilah memfitnah dan memelintir fakta..!!

LDII Taubatlah mengatakan...

dulu belum " ngetop " salafi di indonesia ( era 80-an ) , siapa yang dianggap najis dan tidak beriman oleh LDII ???? ya NU dan Muhamdiyah -lah......

dibilang ajaran sesat dan penuh dengan bidah , serta kemusyrikan.

masih ingat dalam ingatanku bagaimana negatifnya pandangan LDII kepada kaum nahdiyin khususnya dan jamaah muslim umumnya yang tidak sealiran dengan LDII.

maka , sadarlah saudaraku yang masih di LDII , janganlah kebobrokan akhlak islam jamaah yang suka berbohong dan adu domba menambah beban pertanggungjawabanmu di akhirat kelak demi mempertahankan aqidah sesatnya madigol.

dan untuk saudaraku , keluarga besar NU dan Muhamdiyah , tetaplah istiqomah dan terus berusaha belajar ajaran yang haq ini , jangan terpengaruh provokasi segelintir aliran sempalan semacam LDII ini , takutlah kepada Allah.

Anonim mengatakan...

...buktinya, arga ldii yang naik haji juga bermakmum di belakang imam masjidil haram kan?

memangnya ibadah haji pakai imam mas ???

aku salah satu jamaah haji yang waktu itu masih aktif di jamaah , maka saya katakan bahwa bohong kalau LDII mau sholat bermakmum dengan imam yang bukan dari golongannya.

dulu waktu aku mau naik haji pernah disindir oleh keponakanku , dia bilang " om kenapa nggak bikin ka'bah sendiri ? bukankah om nggak mau berjamaah dengan orang islam lainnya ? "
saat itu jujur saja aku marah dan jengkel dengan pertanyaan itu , tapi Alhamdulillah sekarang aku menemukan kebenaran dari ucapan keponakanku dulu.

Anonim mengatakan...

L-embaga D-ajjal I-ndonesia I-ni , parah banget akhlaknya .........

Nurhasan berkata : BARANG SIAPA YANG MASIH MENG ANGAN-ANGANKAN ATAU BERFIKIR BAHWA MASIH ADA DI LUAR JAMAAH KITA INI ADA HARAPAN MASUK SURGA.... MAKA SEBELUM BERDIRI DARI MAJLIS INI SUNGGUH DIA TELAH KAFIR.

Anonim mengatakan...

memangnya sholat dibelakang orang yang membaca usholli atau membaca qunut shubuh , SHOLATNYA TIDAK SAH ?? SEHINGGA DENGAN ITU KITA TIDAK SHOLAT BERJAMAAH BERSAMANYA JUSTRU SHOLAT SENDIRI DIRUMAH ???

dasar jahil bin bodoh , orang LDII itu , makanya belajar fiqh jangan ke ustad yang nggak becus, semisal imam-ustad burengan itu ??
sejujurnya saja , alasan itu hanya dibuat-buat supaya TIDAK DIBILANG MENGKAFIRKAN ORANG DILUAR ISLAM JAMAAHNYA LDII kan ?

Jenggot Kambing mengatakan...

wah2,..tapi tadi siang dengerin ceramah siaran radio darus salaf 88.2fm untuk wilayah solo dan sekitarnya, temanya tentang larangan duduk bermajlis dengan ahlul bid'ah.. disitu sang pembicara menggebu2 menjelek-jelekkan ahlul bid'ah termasuk untuk duduk bersama dalam satu majelis..

Al-Fudlail bin ‘Iyaadl :
“Janganlah engkau bermajelis dengan ahli bid’ah. Sesungguhnya aku takut jika turun kepadamu laknat (dari Allah)”.

itu terus yang mereka dengungkan..


nah yang jadi pertanyaan saya sekarang, salafi disana menentang keras untuk duduk bersama ahlul bid'ah dalam satu majlis.. sementara salafi disini mendewakan ahlul bid'ah, mempersempit makna, bahwa sholat dibelakang ahlul bid'ah itu ndak papa...

bukankah ini sangat sangat kontradiktif...???
dan kenapa kontradiksi2 seperti ini sangat melekat pada kaum kalian..?? apakah kalian ini termasuk golongan orang2 yang bodoh..?? maaf saja, sampai mati saya ga akan mengikuti jejak orang2 bodoh seperti kalian..


salam,

jenggot kambing

Anonim mengatakan...

Telah berkata Asy-Syaikh Ibnu Baththah rahimahullah :

هذا قول الرسول صلى الله عليه وسلم، فالله الله يا معشر المسلمين لا يحملن أحدًا منكم حسنُ ظنِّه بنفسه وما عهد من معرفته بصحة مذهبه على المخاطرة بدينه في مجالسة بعض أهل هذه الأهواء فيقول أداخله لأناظره، أو لأستخرج منه مذهبه، فإنهم أشد فتنة من الدجال، وكلامهم ألصق من الجرب، وأحرق للقلوب من اللهب، ولقد رأيت جماعة من الناس كانوا يلعنونهم، ويسبونهم في مجالسهم على سبيل الإنكار والرد عليهم، فما زالت بهم مباسطة، وخفي المكر، ودقيق الكفر، حتى صَبَوْا إليهم

“Sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam ini, maka takutlah kepada Allah wahai sekalian kaum muslimin! Janganlah ada seorangpun di antara kalian yang berprasangka baik pada dirinya sendiri dan pengetahuan tentang kebenaran madzhabnya, sehingga ia mempertaruhkan agamanya untuk bermajelis/ duduk-duduk bersama sebagian pengekor hawa nafsu. Ia melakukannya dengan alasan : ‘Aku masuk kepada mereka untuk mendebatnya’ atau ‘aku akan keluarkan mereka dari madzhabnya yang bathil’. Karena sesungguhnya mereka (para pengekor hawa nafsu/mubtadi’) ini lebih hebat fitnahnya daripada Dajjal.
Perkataan mereka lebih gampang menempel pada jiwa dibanding penyakit kudis dan lebih dapat membakar hati dibanding api. Sungguh aku pernah melihat sekelompok manusia yang dulunya melaknat dan mencaci-maki mereka pada majelis-majelis mereka dalam rangka pengingkaran dan bantahan kepada mereka. Dan ketika mereka senantiasa senang bermajelis dengan pengekor hawa nafsu/mubtadi’ seperti itu, akhirnya timbullah kecenderungan dan kecintaan kepada mereka, karena samarnya makar dan lembutnya kekufuran mereka” [Al-Ibaanah, 3/470].


Nah lho, padahal banyak salafjing2 yang kaya tuyul, hobinya menyusup, pura2 jadi jamaah, ikut sambung.. tapi ternyata hanya memata2i dan menyampaikan sesuatu yang bisa dipelintir2 untuk dijadikan sbg senjata..

Anonim mengatakan...

bukanya seneng ada yang ikut ngaji, eeeh orang ikut ngaji di bilang nyusup, , ,jadi jelas kan sekarang di 354 itu ajaranya ga beres ?

kalo di salafy, anda mau nyusup ke ,mau nyisip ke, udah mau datang ke acara pengajian aj udah alhamdulillah,

kalo anda banyak tanyapun di jawab sepuasnya, kalo mau dialog di.layani sepuasnya,,

tapu kalo di 354, ngaji,,,ngaji,,,,ngaji,,,,,
yang bertanya, dikatakan bani israel, padahal sbnrnya mubalegnya ga punya ilmu untk menjawab pertanyaan,,,,.he he he, makluuuum
imamnya aja ga tau nahu, ga tahu bhs arab, apalagi mustholah hadits,,,,

tapi kaya gitu di bilang alim, faham, di kultuskan,,,di taati perintahnya walau maksiyyat,
bo' yo mikiiiir dikit mah,

Anonim mengatakan...

coba pake otak dikit aja wahai 354,

masa ngaji ga boleh di rekam, ?
masa ngaji takut di susupi orang lain ?
masa ngaji takut kalau rekamanya di sebar luaskan pada oranng lain ?
masa ngaji ada acara khusus imam2 daerah saja ?
bukanya seneng pengajianya di sebar di depan umum,,, ?

mana amar ma'rufmu ?

masa amar ma'ruf hanya bwt orang2 354 ajah ?

apakah surga hanya milik 354 ?


ooalaah, sadar , sadar, sadar, selama ini kalian lagi di tipu, di bodohi, di doktrin, hingga akal sehat kalian sudah russsakkk,

Anonim mengatakan...

LDII/ QHJ 354 menggunakan double standar dalam berkomunikasi. Apabila LDII/QHJ ditanya oleh pemerintah RI dan umat islam islam "apakah jamaah 354 mempunyai imam dan mengkafirkan umat islam diluar golongannya?'

Tentu saja para bapak-bapak di DPP/DPD LDII akan memberikan jawaban "diplomasi" bahwasannya LDII/Jamaah 354 tidak mempunyai imam dan tidak mengkafiri orang islam diluar golongannya.

Rasanya kita semua sudah maklum dengan jawaban taqiyah , bitonah gaya-gaya LDII/qhj 354 yang memang menghalalkan kebohongan.

Namun, melihat gaya dan operandi qhj 354 dalam berdiplomasi dan khususnya sedang mengejar sertifikat halal dari MUI tidak membuat MUI dan DEPAG RI serta elemen2 umat islam kalah cerdik.

untuk memverifikasi LDII/QHJ 354, aparat, MUI, DEPAG dan para researcher tidak hanya menggunakan metoda interview dalam penelitiannya tapi menggunakan indepth-investigation yaitu menjadi observer partisipant yang langsung terjun dan masuk kedalam sistem/masyarakat qhj 354 agar lebih mendapatkan data yang yang lebih obyektif karena metode interview tidak valid berhubung warga 354 sudah sangat lihai dalam berbohongdari tingkatakarrumput samapi tingkat elitnya (doktrin bitonah)

jadi wajar saja para peneliti 354 dari unsur pemerintah maupun dari unsur independen MENYUSUP ke LDII/jamaah 354 sebagai konsekuensi logis dari reputasi qhj 354 yang lihai berbohong dan terindoktrinasi dengan doktrin bitonah.

belum lagi, gelombang massal hijrah ruju ilal haq membuat para mantan 354 yang notabene begitu ahli tentang jerohan-jerohan LDII membuat testimoni di media-media publik yang membuat kedok ajaran 354 semakin tertelanjangi dan membuat doktrin bitonah menjadi mentah dan basi.

jadi fenomena penyusupan ke kantong-kantong 354 adalah fenomena wajar dan merupakan konsekwensi logis yang harus diterima jokam 354

sohib ldiu mengatakan...

nah yang jadi pertanyaan saya
sekarang, salafi disana
menentang keras untuk duduk
bersama ahlul bid'ah dalam satu
majlis.. sementara salafi
disini mendewakan ahlul bid'ah,
mempersempit makna, bahwa
sholat dibelakang ahlul bid'ah
itu ndak papa...

bukankah ini sangat sangat
kontradiktif...???
dan kenapa kontradiksi2 seperti
ini sangat melekat pada kaum
kalian..?? apakah kalian ini
termasuk golongan orang2 yang
bodoh..?? maaf saja, sampai
mati saya ga akan mengikuti
jejak orang2 bodoh seperti
kalian..
____________________

sbnrnya yang bodoh tu syp ?
mas, berapa guru yang anda datangi ?
brapa hadits yang kau kuasai ?
brap ayat yang kau hafal ?

kalau anda dan LDIU, itu berilmu, sudah tentu dari dulu ga akan nolak untk di ajak dialog di dpan umaum dgn berbagai macam alasan,

pusat aja ga ada yang kapasitas ilmunya memadai, bagaimana dengan anda ?

aku sih bukan suudzon, kayaknya anda juz amma aja ga hafal, mau bukti ?

coba anda tes muballig2 yang ngajar di tempat anda,dari muballig klpk,desa, daerah, hafal ga juz amma nya ! mungkin hanya 1ooo banding 1, yang hafal juz amma, gimana dgn rukyah biasanya ?

sbnrnya yang kontradiktif tuh otak anda, yang berpuluh tahun di doktrin dalam LDIU, shingga ga mau menerima fatwa sohih dari ulama yang berilmu,,, ibarat makan, anda sudah kenyang dengan singkong sampai perut anda kembung, lalu ketika di kasih ayam, berger, dan makanan2 enak lainya , anda menolaknya, karna perut anda sudah kembung dgn singkong, dan anda menganggap singkonglah yang paling enak di dunia,,,,,

welleh ,, wellleh,,,,begutu ko di sebut puinter, mikir,,,,mikir,,,mikirrr,

Jenggot Kambing mengatakan...

sbnrnya yang bodoh tu syp ?
mas, berapa guru yang anda datangi ?
brapa hadits yang kau kuasai ?
brap ayat yang kau hafal ?

kalau anda dan LDIU, itu berilmu, sudah tentu dari dulu ga akan nolak untk di ajak dialog di dpan umaum dgn berbagai macam alasan,
==================================

gemblunge kumat..
ciri khas kaum jahil salafiyun al indunisiyin: yang dibahas apa, tanggapannya apa..mbules ra karu2an..

jelas2 lagi bahas bab sholat dengan ahlul bid'ah kok malah menggongong masalah hapalan juz 'amma...

monggo otaknya diluruskan dulu, mas..kalo ga punya penggaris tinggal dateng aja ke masjid ldii, pinjem penggaris sama mubaliknya.. buat nglurusin otak..


haleluya,

jenggot kambing

Anonim mengatakan...

walah, yang dipermasalahin bukan aksi susup menyusupnya mas.. ente mau ngaji ya monggo..tapi kalo meneruskan informasi ke luar ya jangan dipelintir2 yang akhirnya membuat fakta menjadi fitnah..

tujuan utama ente menyelusup itu kan mencari celah, mencari2 letak kelemahan yang bisa dipelintir untuk dijadikan senjata buat menyerang..

contoh saja, ijtihad imam semuanya ente katakan bid'ah.. lah padahal produk ijtihad dalam sebuah jama'ah itu sah2 aja selagi perintahnya tidak maksiyat.. ente katakan bid'ah karena otak ente sudah diukir sama iblis bahwa jamaah di ldii ini termasuk hizbi firqoh yang tidak sah keamirannya..

ga bakal ketemu mas...

lagian masalah utamanya adalah, korelasi antara hadits diatas dengan kelakuan "maling" kalian..

dan haditsnya bener2 cocok.. subhanallah..



"......sehingga ia mempertaruhkan agamanya untuk bermajelis/ duduk-duduk bersama sebagian pengekor hawa nafsu. Ia melakukannya dengan alasan : ‘Aku masuk kepada mereka untuk mendebatnya’ atau ‘aku akan keluarkan mereka dari madzhabnya yang bathil’. Karena sesungguhnya mereka ini lebih hebat fitnahnya daripada Dajjal.


sadarkah kalian bahwa apa yang kalian lakukan sungguh lebih hebat dari fitnahnya dajjal..???

sadarkah kalian bahwa kalian lebih buruk daripada dajjal, wahai kaum iblis salafi..???

Anonim mengatakan...

Pasti salafussholih diatas ini adalah jelmaan kafirun 354 yang rata2 kapasitas otaknya cuma 0,5 cc..
-----

Hati2 mas, anda menuding kami kafir, niscaya tuduhan itu akan berbalik pada anda sendiri..

Anonim mengatakan...

Masyaallah..
Itu malah org salafinya yang mengkafirkan org ldii

Anonim mengatakan...

Masyaallah..
Itu malah org salafinya yang mengkafirkan org ldii

Anonim mengatakan...

kawan2, bener juga kata anonim di atas, aku cuman mau tahu alasanya yang masuk akal, kalo ngaji di mana2 kan orang2 banyak yang merekam, lalu rekamanya di dengar dan di sebar luaskan di khalayak umum , agar manusia mendengar , dari materi yang di sMpIkan,

namun kenapa, ko di ldii, sekarang pengajian ga boleh di rekam ?,, apalagi kalo ada daerahan , terobosan pusat, , ,
logikanya aku sebagai orang bodoh, kan tentu ada apa2 yang tersembunyi,

aku mohon jawaban dari temen2 ldii !

makasih,,,,

sohib ldiu mengatakan...

haleluya,
jenggot kambing
_________

lihatlah kawan, apa ada dalam islam kata haleluyya ?
naudzubillahimindzalik,,,

jenggot kambing, kalau anda dan muballig anda juz amma aja ga hafal, gimana mau membahas fiqih sholat, yang njelimet ? tau2 anda katakan syah , atau tidak, , ,

maklum, anda hanya mencukupkan diri sama ijtihad , padahal imam anda aja ga tau nahwu, sharaf, muballaghah, apalagi musthollah hadit!

,! kalau imamnya aja ga berilmu, gimana dengan anda ya ?

jahil ko bangga,,,,,

Jenggot Kambing mengatakan...

@sohib ldiu

Semakin anda berkomentar, semakin terlihat kebodohan anda..

Begitulah kaum talafi kalo lagi kebingungan pasti menyerang personal..

Dari mana anda tahu imam ga hafal juz ama, gatau nahwushorof, mubalaghoh, dsb? Kalau memang anda ga tahu, sebaiknya janganlah menyebar fitnah..

Sekarang cukup bahas masalahnya saja..

Kalian sendiri yang gembar gembor melarang duduk dgn ahlul bid'ah.. Tp kenapa kalian sendiri pula yang mematahkan larangan itu.. Mendewakan ahlul bid'ah dengan mempersempit makna, mengatakan sholat dibelakang ahlul bid'ah itu gpp..

Kalo melihat dari kacamata talapi, yg katanya sesuai dgn pemahaman ngalapus ngolih..tentulah, duduk dgn ahlul bid'ah saja dilarang, apalagi berimam dgn ahlul bid'ah..

Monggo cukup dijawab saja topik bahasannya, gausah melenceng kemana2..

Anonim mengatakan...

Pada dasarnya pengajian di ldii sifatnya umum mas, siapapun boleh ikut dan ga ada yg ditutup2i..

Nah, permasalahannya adalah kelakuan org2 salafi yg kaya maling itu..

Coba bayangkan, anda disuruh oleh ustad anda untuk melakukan praktek mata2 terhadap pengajian NU (misalnya)..yang tujuannya adalah mencari titik lemah untuk dijadikan sbg senjata..lalu ikutlah anda di pengajian2 NU, dan berkoar2 ke media/internet bahwa org2 NU adalah ahlul bid'ah krn membolehkan tahlilan, zikir berjamaah, ziarah kubur, dsb..

Sebenernya kalian itu tahu, kalau NU membolehkan ziarah kubur, tp anda masih nekat mendatangi harokah2nya guna mendapatkan bukti yg lebih otentik untuk menjatuhkan nu..
Padahal hakikinya harokah2 nu pun juga terbuka untuk umum..


Itulah sedikit gambaran tentang apa yg dilakukan kaum iblis salafi..

Bukankah apa yg mereka lakukan itu ga ada bedanya sama maling??

Silahkan dicocokkan dgn hadits nabi diatas..

Anonim mengatakan...

jenggot kambing, silahkan tanya pada mubaleg2 desa, daerah ,kelompok, apakah imam sulthon auliyya ngerti nahwushorof, bhs arab, muballaghah, musthollah hadits , ? , kalau jawabany, ya,imam sulthon menguasai ilmu di atas ,berarti muballig anda sedang berbohong,

sholat di belakang ahli bidah,

Ahlus Sunnah menganggap shalat berjama’ah di
belakang imam baik yang shalih maupun yang
fasik dari kaum Muslimin adalah sah,
Dan
menshalatkan siapa saja yang meninggal di antara
mereka, lihat, k ahkam hal 90-91,

Dalam Shahiihul Bukhari, disebutkan bahwa
‘Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu ‘anhuma
pernah shalat dengan bermakmum kepada al-
Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi. Padahal al-Hajjaj
adalah orang yang fasik dan bengis, ‘Abdullah
bin ‘Umar Radhiyallahu ‘anhuma adalah seorang
Sahabat yang sangat hati-hati dalam menjaga dan
mengikuti Sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa
sallam, sedangkan al-Hajjaj bin Yusuf adalah
orang yang terkenal paling fasik. Demikian juga
yang pernah dilakukan Sahabat Anas bin Malik
Radhiyallahu ‘anhu yang bermakmum kepada al-
Hajjaj bin Yusuf. Begitu juga yang pernah
dilakukan oleh beberapa Sahabat Radhiyallahu
‘anhum, yaitu shalat di belakang al-Walid bin Abi
Mu’aith.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah
bersabda.
“Artinya : Mereka shalat mengimami kalian.
Apabila mereka benar, kalian dan mereka
mendapatkan pahala. Apabila mereka keliru,
kalian mendapat pahala sedangkan mereka
mendapat dosa.”,
Imam Hasan al-Bashri (wafat th. 110 H)
rahimahullah pernah ditanya tentang boleh atau
tidaknya shalat di belakang ahlul bid’ah, beliau
menjawab: “Shalatlah di belakangnya dan ia yang
menanggung dosa bid’ahnya.” Imam al-Bukhari
memberikan bab tentang per-kataan Hasan al-
Bashri dalam Shahiihnya (bab Imamatul Maftuun
wal Mubtadi’ dalam Kitaabul Aadzaan).
Ketahuilah bahwasanya seseorang boleh shalat
bermakmum kepada orang yang tidak dia ketahui
bahwa ia memiliki kebid’ahan atau kefasikan
berdasarkan kesepakatan para ulama.
Ahli bid’ah maupun pelaku maksiyat, pada
asalnya shalatnya adalah sah. Apabila seseorang
shalat bermakmum kepadanya, shalatnya tidak
menjadi batal. Namun ada ulama yang meng-
anggapnya makruh. Karena amar ma’ruf nahi
munkar itu wajib hukumnya. Di antaranya bahwa
orang yang menampakkan ke-bid’ahan dan
kefasikannya, jangan sampai ia menjadi imam
rutin (rawatib) bagi kaum Muslimin.
Imam an-Nawawi rahimahullah berkata: “Bahwa
shalat di belakang orang yang fasik dan
pemimpin yang zhalim, sah shalatnya. Sahabat-
sahabat kami telah berkata: ‘Shalat di belakang
orang fasik itu sah tidak haram akan tetapi
makruh, demikian juga di-makruhkan shalat di
belakang ahli bid’ah yang bid’ahnya tidak sampai
kepada tingkat kufur (bid’ahnya tidak menjadikan
ia keluar dari Islam). Tetapi bila bid’ahnya adalah
bid’ah yang menyebabkan ia keluar dari Islam,
maka shalat di belakangnya tidak sah,
sebagaimana shalat di belakang orang kafir.’ Dan
Imam asy-Syafi’i rahimahullah menyebutkan
dalam al-Mukhtashar bahwa makruh hukumnya
shalat di belakang orang fasiq dan ahlu bid’ah,
kalau dikerjakan juga, maka shalatnya tetap sah,
dan inilah pendapat jumhur ulama.”,,,

selanjutny silahkan tanya sama khoil dan aziz, ,
ada di hadits apa riwayat di atas,,,

Anonim mengatakan...

saya merenung. ini membela agama apa membela kelompok..? kok kayaknya bohong jadi barang halal. apa itu yg di ajarkan nabi kita..? pahala apa yg akan kita dapat dari berbohong?

saya berfikir lagi, apa jadinya kalau agama di bangun atas dasar kebohongan dan ambisi..? mati-matian menyangkal dan mendebat, padahal yg keluar itu belum tentu sepakat dengan hati kecil kalain.

apa yg kalin cari sebenarnya. Menolong agama Allah? atau justru melacurkanya? Tanyakan sekali lagi pada hati kecil kalian, apa ini..?

Wahai saudaraku semua, banyak merenunglah dan medekatkan diri pada sang kholik. Minta petunjuk yang sebenar2nya petunjuk.

Anonim mengatakan...

TAQIYAH, TOPENG KEMUNAFIKAN KAUM SYIAH,
SAMAKAH DENGAN FBBL nya 354 ?
________________________________________________________
TAQIYAH, RUKUN AGAMA SYIAH / 354,
Akidah taqiyah termasuk akidah Syiah yang
menyelisihi Islam. Akidah ini menempati
kedudukan yang tinggi dalam agama mereka.
Menurut mereka, para nabi dan rasul pun
diperintahkan untuk melakukannya.
menjelaskan definisi taqiyah
ini. al-Mufîd dalam Tash-hîhul I’tiqâd berkata:
“Taqiyah adalah merahasiakan al-haq (keyakinan
Syiah, red) dan menutupi diri dalam meyakininya,
berkamuflase di hadapan para penentang (orang-
orang yang berseberangan dalam keyakinan) dan
tidak mengusik mereka dengan apa saja yang
akan menyebabkan bahaya bagi agama dan dunia
(orang-orang Syiah).
Yusuf al-Bahrâni (tokoh Syiah abad 12 H) berkata,
“Maksudnya menampakkan kesamaan sikap
dengan para penentang dalam apa yang mereka
yakini karena takut kepada mereka.”
Al-Khumaini berkata: “Taqiyah artinya seseorang
mengatakan sesuatu yang bertentangan dengan
realita atau melakukan sesuatu yang
berseberangan dengan aturan syariah guna
menyelamatkan nyawa, kehormatan atau
kekayaannya.” [1]
Melalui tiga definisi taqiyah dari tiga Ulama besar
Syiah dapat disimpulkan bahwa:
1. Makna taqiyah adalah seseorang
menampakkan sesuatu yang berbeda dengan
hatinya di hadapan orang lain
2. Dipraktekkan di hadapan para penentang
mereka sehingga seluruh kaum Muslimin masuk
dalam kategori ini (para penentang mereka).
3. Taqiyah dilakukan dalam urusan yang
berkaitan dengan praktek agama orang-orang yang
berseberangan dengan mereka
4. Taqiyah dilakukan karena rasa takut, ingin
memelihara agama, jiwa dan harta.[2]
BEBERAPA RIWAYAT TENTANG KEDUDUKAN
TAQIYAH
Terdapat banyak riwayat versi Syiah dalam
kitabkitab induk mereka yang menunjukkan
tingginya kedudukan akidah taqiyah ini.
Al-Kulîni (seorang Ulama Syiah) meriwayatkan
perkataan Ja’far ash-Shâdiq yang berbunyi:
ُﺔﻀّﻴِﻘَّﺘﻟﺍ ْﻲِﻨْﻳِﺩ ُﻦْﻳِﺩَﻭ ْﻱِﺀﺎَﺑﺁ، ﺎَﻤْﻳِﺇَﻻ ﻥ ْﻦﻤِﻟ
ُﻪَﻟ َﺔَّﻴِﻘﺗَﻻ
Taqiyah adalah agamaku dan agama moyangku.
Tidak ada keimanan bagi orang yang tidak
melakukan taqiyah
Abu ‘Abdillâh berkata: “Sesungguhnya Sembilan
persepuluh dari agama terdapat dalam taqiyah.
Tidak ada agama bagi orang yang tidak
bertaqiyah” [al-Khishâl,Ibnu Bâbuyah al-Qummi,
1/25].
Al-Bâqir berkata: “Akhlak terbaik para imam dan
orang-orang terkemuka Syiah adalah
bertaqiyah.” [al-Ushûl al-Ashîlah hal. 324].
Dalam al-Mahâsin, (sebuah rujukan Syiah)
diriwayatkan dari Habîb bin Basyîr dari Abu
‘Abdillâh, ia berkata: “Demi Allah Azza wa Jalla,
tidak ada di muka bumi ini yang lebih aku cintai
daripada taqiyah. Habîb, orang yang melakukan
taqiyah, akan diangkat derajatnya oleh Allah Azza
wa Jalla. dan orang yang tidak melakukan taqiyah,
Allah Azza wa Jalla akan menghinakannya.” [al-
Mahâsin: 259].
Secara nyata, mereka memberlakukan akidah
taqiyah di seluruh kondisi. Dalam ibadah
umpamanya; tidaklah mereka mengerjakan shalat
dengan kaum Muslimin kecuali dalam rangka
menjalankan akidah taqiyah, yang dalam bahasa
lain adalah untuk memperdayai dan menipu
kaum Muslimin agar perbedaan tajam yang ada
pada keyakinan Syiah tidak tampak. [3]
Dalam masalah bersumpah, Ulama mereka
memperbolehkan mengeluarkan sumpah-sumpah
dusta, tanpa perlu membatalkan atau membayar
kafarahnya.

Anonim mengatakan...

KEBATILAN PRINSIP TAQIYAH / FBBL
Pernyataan-pernyataan di atas sudah bukan
barang aneh lagi bagi Ahli Sunnah. Pasalnya,
landasan agama Syiah memang adalah dusta dan
tipu-daya. Semua yang mereka yakini tidak
berasaskan dalil-dalil syar’i. Pijakan mereka
hanyalah kemunafikan dan kebohongan.
Syaikh DR Ibrâhim ar-Ruhaili hafizhahullâh
mengomentari riwayat-riwayat di atas dengan
berkata: “Riwayat-riwayat itu menunjukkan
bagaimana kedudukan taqiyah dalam pandangan
mereka dan derajatnya yang agung dalam agama
mereka. Sebab taqiyah menurut Syiah termasuk
prinsip agama yang terpenting. Tidak ada
keimanan sempurna bagi orang yang tidak
bertaqiyah. Orang yang meninggalkan taqiyah,
laksana meninggalkan shalat. Bahkan taqiyah itu
melebihi seluruh rukun Islam. Taqiyah mewakili
Sembilan persepuluh agama mereka. Sementara
rukun-rukun Islam dan kewajiban-kewajiban lain
hanya terletak pada sepersepuluh bagian yang
tersisa saja.” [4]
Syaikhul Islam rahimahullah memaparkan:
“Sebagaimana (telah dimaklumi), mereka orang
yang paling buta terhadap ayat-ayat al-Qur`ân,
hadits-hadits dan atsar dan paling tidak tahu
bagaimana cara memilah-milah antara dalil yang
shahîh dan yang lemah. Pijakan mereka dalam
dalildalil naqli adalah sejarah yang terputus
sanadnya. Bahkan kebanyakan riwayat itu berasal
dari orang-orang yang telah dikenal akan
kedustaan dan bahkan juga kekufurannya. Ulama
mereka berpegangan pada riwayat seperti Abu
Mikhnaf, Luth bin Yahya, Hisyâm bin Muhammad
bin Sâib dan orang-orang lainnya yang
kedustaannya sudah tidak asing lagi di kalangan
Ulama (Islam). Anehnya, orangorang seperti
mereka itu merupakan orang-orang itu penting
bagi Syiah dalam urusan riwayat…”
Menampakkan diri dengan sesuatu yang tidak
diyakini dan dikerjakan oleh seseorang bukanlah
sifat kaum mukminin. Tetapi, bagian dari karakter
kaum munafikin. Allah Azza wa Jalla berfirman:
ﺍَﺫِﺇَﻭ ﺍﻮُﻘَﻟ َﻦﻳِﺬَّﻟﺍ ﺍﻮُﻨَﻣﺁ ﺍﻮُﻟﺎَﻗ ﺎَّﻨَﻣﺁ ﺍَﺫِﺇَﻭ
ﺍْﻮَﻠَﺧ ْﻢِﻬِﻨﻴِﻃﺎَﻴَﺷ ٰﻰَﻟِﺇ ﺎَّﻧِﺇ ﺍﻮُﻟﺎَﻗ ُﻦْﺤَﻧ ﺎَﻤَّﻧِﺇ ْﻢُﻜَﻌَﻣ
َﻥﻮُﺋِﺰْﻬَﺘْﺴُﻣ
Dan bila mereka berjumpa dengan orang-orang
yang beriman, mereka mengatakan, “Kami telah
beriman.” Dan bila mereka kembali kepada setan-
setan mereka, mereka mengatakan,
“Sesungguhnya kami sependirian dengan kamu.
Kami hanyalah berolok-olok.” [al-Baqarah:2/14]
Allah Azza wa Jalla berfirman:
ْﻢِﻬِﺑﻮُﻠُﻗ ﻲِﻓ َﺲْﻴَﻟ ﺎَّﻣ ﻢِﻬِﻫﺍَﻮْﻓَﺄِﺑ َﻥﻮُﻟﻮُﻘَﻳ
Mereka (orang-orang yang munafik) mengatakan
dengan mulutnya apa yang tidak terkandung
dalam hatinya. [Ali Imrân:3/167]

Anonim mengatakan...

PENUTUP
Setiap orang yang mempunyai akal akan
memahami konsekuansi akidah taqiyah. Sebab,
pada hakekatnya, taqiyah merupakan intisari dari
kemunafikan dan kebohongan. Akibatnya, tidak
tampak perbedaan antara seorang Mukmin dan
kafir, orang shalih dan orang jelek, orang jujur
dan orang dusta, seorang rasul dan dukun.
Selanjutnya, prinsip-prinsip agama dan cabang-
cabangnya akan lenyap. Sebab, Syiah
mengharuskan seseorang untuk menggunakan
taqiyah dalam segala kondisi. Menjadi seorang
Yahudi saat berinteraksi dengan orang Yahudi,
menjadi Nashrani saat bersama orang Nashrani
dan seterusnya. Meski demikian, mereka
menganggap diri sebagai kaum Mukminin dan
menilai orang di luar mereka sebagai orang-orang
murtad dan munafik. Padahal mereka lebih
pantas berjuluk dengan sebutan itu, sebagaimana
dikatakan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah
[Minhâjus Sunnah 1/85, 69]
Dalam al-Qur’ân, berbicara dengan lisan yang
berbeda dengan isi hati termasuk karakter kaum
Munafikin, berdasarkan firman Allah Azza wa
Jalla :
َﻥﻮُﻟﻮُﻘَﻳ ﻢِﻬِﻫﺍَﻮْﻓَﺄِﺑ ﺎَّﻣ َﺲْﻴَﻟ ﻲِﻓ ْﻢِﻬِﺑﻮُﻠُﻗ ۗ ُﻪَّﻠﻟﺍَﻭ
َﻥﻮُﻤُﺘْﻜَﻳ ﺎَﻤِﺑ ُﻢَﻠْﻋَﺃ
mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang
tidak terkandung dalam hatinya. dan Allah lebih
mengetahui dalam hatinya. dan Allah lebih
mengetahui apa yang mereka sembunyikan.[Ali
Imran/3:167]
Wallahu A’lam.
RUJUKAN:
1. Badzlul Majhûd Fî Itsbâti Musyâbahatir
Râfidhah bil Yahûd, DR. Ibrâhîm ar-Ruhaili,
Maktabar Ghurabâ‘ Th. III 1419H.
2.Tanâquhu Ahlil Ahwâ wal Bida’ DR. Afâf binti
Hasan bin Muhammad Mukhtâr Maktabar ar-
Rusyd (1/213-215).
_______
Footnote
[1]. Atas dasar itu, adu argumentasi atau debat
dengan mereka sulit akan membuahkan hasil.
Karena mereka akan menyangkal segala yang
dialamatkan kepada mereka.
[2]. Badzlul Majhûd 2/638
[3]. Syaikh Ibrâhim ar-Ruhaili berkata:
“Sebenarnya kami tidak mengetahui apakah
perbedaan antara mereka dan kaum Munafikin.
Sebab, dahulu kaum Munafikin mengerjakan
shalat dan menampakkan diri di hadapan kaum
Muslimin dengan amal shaleh.” (Badzlul Majhûd
2/246). Dan Syaikh DR. Abdul Azîz ash-Shâ’idi,
dosen Jâmiah Islamiyyah Madinah pernah
menceritakan bahwa tokoh agama Syiah pernah
meminta jamaahnya tetap berada di Masjidil
Haram untuk mengerjakan shalat agar tidak
menimbulkan kecurigaan orang. Sebab mereka di
waktu adzan dikumandangkan justru keluar dari
masjid. Ketika menimbulkan kegaduhan dan
pandangan sekeliling mengarah kepada mereka,
sang tokoh pun melarang jamaah keluar masjid
dan tetap menjalankan shalat
bersama imam (melakukan taqiyah)

Anonim mengatakan...

Atas nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus,

Semoga Tuhan Yesus senantiasa memberkati kalian, amen..:)

sohib ldiu mengatakan...

jenggot kambing baca ya tulisan di atas, lalu sampaikan sama imam kamu,
langsung deh kamu besoknya masuk.tex , bahwa jenggot kambing sudah murtadddd dari ldiu,,,,,

Anonim mengatakan...

@,anonim,

Atas nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus,
Semoga Tuhan Yesus senantiasa memberkati
kalian, amen..:)
___________________
,kalau yang berkata di atas adalah sodaraku ,baik dari ldii / salafy, cepatlah klian bertobat, karna , kata2 di atas menunjukan batalnya keislaman seseorang , atau dalam hukum islam di sebut MURTAD,

LDII Taubatlah mengatakan...

@jenggot kambing , yang sok pinter namun hakekatnya bodoh.

Imam sholat tidak seperi imam dalam bayanganmu .

Kita bermakmum kepada seseorang dalam sholat waktunya hanya dari takbir sampai salam , titik.
dan hanya bermakmum atas sholat tersebut.

bodoh sekali sih kamu itu

duduk disana pengertiannya menimba ilmu atau sharing ilmu , bukan duduk pengertian orang kedirian.

makanya belajar dulu baru komen , biar nggak kelihatan begonya kamu itu.

sohib ldiu mengatakan...

sekedar buat renungan si jenggot kambing,

ketika syeh prof dr abdurrozzaq albadr, datang ke indonesia menyampaikan dauroh SEBAB2 MENUJU KEBAHAGIAAN beliau dosen di madinah univ, khotib di masjid nabawi, dan pengajar tetap di masjid nabawi madi.ah, seusai dauroh, beliau sholat dzuhur berjamaah di belakang imam masjid istiqlal, imamnya dari kalangan NU, namun beliau tdk mengulangi sholatny ,,,,

wahai jenggot palsu ,.adanya imam kalian berijtihad untuk tidak boleh bermakmum selain
pada golonganya, karna imam kalian meyaqini diluar kalian , yang ga beat pd imam 354 adalah kafir kuabeh,,,,itulah aqidahnya kaum khawarij,

jadi menurutnya , ga boleh bermakmum pada orang kafir,

menurut imam kalian ,kekafiran seseorang, tolak ukurnya adalah beat atau tidak pada 354,

«Paling tua ‹Lebih tua   1 – 200 dari 367   Lebih baru› Terbaru»