بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

Yang penting di imbangi,(Haram bisa jadi Halal).Bag 1

Ya Allah....ampunilah dosa-dosa kami,dari perbuatan dosa dan kedzaliman yang telah kami lakukan pada diri kami.



saudaraku....

masih ingatkah anda.....tentang kejahilan yang telah anda lakukan,kala itu anda berada di pondok pesantren LDII,yang angan berharap bahwa anda akan menjadi ulama (mubalig)penyampai ilmu syariat agama.

Siapapun anda pasti akan menjumpai malam tahun baru,perayaan idul fitri,idul adha,senam barokah,kembangan dan lain-lain. dimana pada acara-acara tersebut anda mungkin juga ikut andil dalam mendengarkan musik bahkan sambil joget-jogetan. Entah anda saat itu sedang melampiaskan kebahagiaan atau yang lainnya.

belum lagi yang ngetrend saat ini,adalah handphone,MP player yang sebagian besar isinya adalah musik,bahkan pada saat acara-acara yang saya sebutkan di atas,subhanallah membuat kita banyak beristigfar dan inabah.

sebagian dari kita tau akan hukumnya nyanyian/musik saat itu,tapi syubhat sudah terlalu tebal dalam dada hingga kita selalu mendapat ucapan"yang penting di imbangi dengan memperbanyak amalan",atau sebagian yang lain "mbuh ora wruh". dan akhirnya karna bodohnya kita,jawaban demikian kita tularkan kepada jamaah.

kemarin pun saya mampir di rumah teman yang di belakangnya masjid LDII,ternyata

padahal setelah kita kaji kitab-kitab para ulama,inilah pendapat mereka tentang musik/nyanyian :

Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal menjawab:
Hidup di akhir zaman, siapa saja tidak lepas dari lantunan suara musik atau nyanyian. Mungkin di antara kita –dulunya- adalah orang-orang yang sangat gandrung terhadap lantunan suara seperti itu. Bahkan mendengar lantunan tersebut juga sudah menjadi sarapan tiap harinya. Itulah yang juga terjadi pada sosok si fulan. Hidupnya dulu tidaklah bisa lepas dari “gitar” dan musik. Namun, sekarang hidupnya jauh berbeda. Setelah Allah mengenalkannya dengan Al Haq (penerang Al Qur’an dan As Sunnah), dia pun perlahan-lahan menjauhi berbagai nyanyian. Alhamdulillah, dia pun mendapatkan ganti yang lebih baik yaitu dengan Kalamullah (Al Qur’an) yang semakin membuat dirinya mencintai dan merindukan perjumpaan dengan Allah.
Lalu apa yang menyebabkan hatinya bisa berpaling kepada Kalamullah dan meninggalkan nyanyian? Tentu saja, karena taufik Allah kemudian siraman ilmu. Dengan ilmu syar’i yang dia dapati, hatinya mulai tergerak dan mulai sadarkan diri. Dengan mengetahui dalil Al Qur’an dan Hadits yang membicarakan bahaya lantunan yang melalaikan, dia pun mulai meninggalkannya perlahan-lahan. Juga dengan bimbingan kalam-kalam para ulama, dia semakin jelas dengan hukum keharamannya.

Alangkah baiknya jika kita melihat dalil-dalil yang dimaksudkan dan juga perkataan para ulama masa silam mengenai hukum nyanyian. Mungkin kita adalah di antara orang-orang yang gandrung. Semoga dengan mengetahui hal ini, Allah membuka hati kita dan memberi hidayah pada kita seperti yang didapatkan si fulan tadi. Allahumma a’in wa yassir (Ya Allah, tolonglah dan mudahkanlah).

Beberapa Ayat Al Qur’an yang Membicarakan “Nyanyian”

[Pertama] Nyanyian dikatakan sebagai “lahwal hadits” (perkataan yang tidak berguna)
Allah Ta’ala berfirman,
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ وَإِذَا تُتْلَى عَلَيْهِ آيَاتُنَا وَلَّى مُسْتَكْبِرًا كَأَنْ لَمْ يَسْمَعْهَا كَأَنَّ فِي أُذُنَيْهِ وَقْرًا فَبَشِّرْهُ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ
Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan. Dan apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Kami dia berpaling dengan menyombongkan diri seolah-olah dia belum mendengarnya, seakan-akan ada sumbat di kedua telinganya; maka beri kabar gembiralah padanya dengan azab yang pedih” (QS. Luqman: 6-7)

Ibnu Jarir Ath Thabariy -rahimahullah- dalam kitab tafsirnya mengatakan bahwa para pakar tafsir berselisih pendapat apa yang dimaksud dengan “lahwal hadits” dalam ayat tersebut. Sebagian mereka mengatakan bahwa yang dimaksudkan adalah nyanyian dan mendengarkannya. Lalu setelah itu Ibnu Jarir menyebutkan beberapa perkataan ulama salaf mengenai tafsiran ayat tersebut. Di antaranya adalah dari Abu Ash Shobaa’ Al Bakri –rahimahullah-. Beliau mengatakan bahwa dia mendengar Ibnu Mas’ud ditanya mengenai tafsiran ayat tersebut, lantas beliau –radhiyallahu ‘anhu- mengatakan, “Yang dimaksud adalah nyanyian, demi Dzat yang tidak ada ilah (sesembahan) yang berhak diibadahi selain Dia.” Beliau menyebutkan makna tersebut sebanyak tiga kali. (LihatJami’ul Bayan fii Ta’wilil Qur’an, 20/127).

Begitu pula tafsiran yang sama dikatakan oleh Mujahid, Sa’ib bin Jubair, ‘Ikrimah, dan Qotadah. Dari Ibnu Abi Najih, Mujahid berkata bahwa yang dimaksud lahwu hadits adalah bedug (genderang). (Zaadul Masiir, Ibnul Jauziy, 5/105).

Asy Syaukani dalam kitab tafsirnya mengatakan, “Lahwal hadits adalah segala sesuatu yang melalaikan seseorang dari berbuat baik. Hal itu bisa berupa nyanyian, permainan, cerita-cerita bohong dan setiap kemungkaran.” Lalu Asy Syaukani menukil perkataan Al Qurtubhi yang mengatakan bahwa tafsiran yang paling bagus untul makna lahwal hadits adalah nyanyian. Inilah pendapat para sahabat dan tabi’in. (Lihat Fathul Qadir, 5/483)

Jika ada yang mengatakan, “Penjelasan tadi kan hanya penafsiran sahabat, bagaimana mungkin bisa jadi hujjah (dalil)?”

Maka cukup kami katakan bahwa tafsiran sahabat terhadap suatu ayat bisa sebagai hujjah bahkan bisa dianggap sama dengan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam(derajat marfu’). Simaklah perkataan Ibnul Qayyim setelah menjelaskan penafsiran mengenai “lahwal hadits” sebagai berikut,
“Al Hakim Abu ‘Abdillah dalam kitab tafsirnya di Al Mustadrok mengatakan bahwa seharusnya setiap yang haus akan ilmu mengetahui bahwa tafsiran sahabat –di mana para sahabat lah yang menyaksikan turunnya wahyu- menurut Bukhari dan Muslim dianggap sebagai perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Di tempat lainnya beliau mengatakan bahwa menurutnya tafsiran sahabat tentang suatu ayat sama statusnya dengan hadits marfu’ (yang sampai pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam).” Lalu Ibnul Qayyim mengatakan, “Walaupun itu adalah tafsiran sahabat, tetap tafsiran mereka lebih didahulukan daripada tafsiran orang-orang sesudahnya. Alasannya, mereka adalah umat yang paling mengerti tentang maksud dari ayat yang diturunkan oleh Allah karena Al Qur’an turun di masa mereka hidup.”(Lihat Ighatsatul Lahfan, 1/240)

Jadi, jelaslah bahwa makna lahwal hadits dengan nyanyian patut kita terima karena ini adalah perkataan sahabat yang statusnya bisa sama dengan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.

[Kedua] Orang-orang yang bernyanyi disebut “saamiduun

Allah Ta’ala berfirman,

أَفَمِنْ هَذَا الْحَدِيثِ تَعْجَبُونَ , وَتَضْحَكُونَ وَلا تَبْكُونَ , وَأَنْتُمْ سَامِدُونَ , فَاسْجُدُوا لِلَّهِ وَاعْبُدُوا
Maka apakah kamu merasa heran terhadap pemberitaan ini? Dan kamu mentertawakan dan tidak menangis? Sedang kamu saamiduun? Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah (Dia)” (QS. An Najm: 59-62)

Apa yang dimaksud saamiduun?

Menurut salah satu pendapat, makna saamiduun adalah bernyanyi dan ini berasal dari bahasa orang Yaman. Mereka biasa menyebut “ismud lanaa” dan maksudnya adalah: “Bernyanyilah untuk kami”. Pendapat ini diriwayatkan dari ‘Ikrimah dan Ibnu ‘Abbas. (Lihat Zaadul Masiir, 5/448)
‘Ikrimah mengatakan, “Mereka biasa mendengarkan Al Qur’an, lalu mereka malah bernyanyi. Kemudian turunlah ayat ini (surat An Najm di atas).” (Ighatsatul Lahfan, /258)
Jadi, dalam dua ayat ini teranglah bahwa mendengarkan “nyanyian” adalah suatu yang dicela dalam Al Qur’an.

Perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam Mengenai Nyanyian

[Hadits Pertama]

Bukhari membawakan dalam Bab “Siapa yang menghalalkan khomr dengan selain namanya” sebuah riwayat dari Abu ‘Amir atau Abu Malik Al Asy’ari telah menceritakan bahwa dia tidak berdusta, lalu dia menyampaikan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

???????????? ???? ???????? ????????? ?????????????? ??????? ???????????? ??????????? ?????????????? ? ??????????????? ????????? ????? ?????? ?????? ??????? ?????????? ??????????? ?????? ? ??????????? – ??????? ?????????? – ????????? ??????????? ??????? ????????? ????? . ??????????????? ??????? ???????? ????????? ? ?????????? ???????? ???????? ???????????? ????? ?????? ????????????
Sungguh, benar-benar akan ada di kalangan umatku sekelompok orang yang menghalalkan zina, sutera, khamr, dan alat musik. Dan beberapa kelompok orang akan singgah di lereng gunung dengan binatang ternak mereka. Seorang yang fakir mendatangi mereka untuk suatu keperluan, lalu mereka berkata, ‘Kembalilah kepada kami esok hari.’ Kemudian Allah mendatangkan siksaan kepada mereka dan menimpakan gunung kepada mereka serta Allah mengubah sebagian mereka menjadi kera dan babi hingga hari kiamat” (Diriwayatkan oleh Bukhari secara mu’allaq dengan lafazh jazm/ tegas). Jika dikatakan ‘menghalalkan musik‘, berarti musik itu haram.

Hadits di atas dishahihkan oleh banyak ulama, di antaranya adalah: Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Al Istiqomah (1/294) dan Ibnul Qayyim dalam Ighatsatul Lahfan (1/259). Begitu pula hal yang sama dikatakan oleh An Nawawi, Ibnu Rajab Al Hambali, Ibnu Hajar dan Asy Syaukanirahimahumullah-.

Memang ada sebagian ulama semacam Ibnu Hazm dan orang-orang yang mengikuti pendapat beliau sesudahnya seperti Al Ghozali yang menyatakan cacatnya hadits di atas, sehingga mereka pun menghalalkan musik. Alasannya, mereka mengatakan bahwa sanad hadits ini munqothi’ (terputus) karena Al Bukhari tidak me-maushul-kan sanadnya (menyambungkan sanadnya). Untuk menyanggah hal ini, kami akan kemukakan 5 sanggahan sebagaimana yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim:

Pertama, Al Bukhari betul bertemu dengan Hisyam bin ‘Ammar dan beliau betul mendengar langsung darinya. Jadi, jika Al Bukhari mengatakan bahwa Hisyam berkata, maka itu sama saja dengan perkataan Al Bukhari langsung dari Hisyam.

Kedua, jika Al Bukhari belum pernah mendengar hadits itu dari Hisyam, tentu Al Bukhari tidak akan mengatakan dengan lafazh tegas (jazm). Jika beliau mengatakan dengan lafazh jazm (tegas), maka sudah pasti beliau mendengarnya langsung dari Hisyam. Inilah yang paling mungkin, karena begitu banyak orang yang meriwayatkan dari Hisyam dan dia adalah guru yang sudah sangat masyhur. Sedangkan Al Bukhari adalah hamba yang sangat tidak mungkin melakukan tadlis (kecurangan dalam periwayatan).

Ketiga, Al Bukhari memasukkan hadits ini dalam kitabnya yang disebut dengan kitab shahih, yang tentu saja hal ini bisa dijadikan hujjah (dalil). Seandainya hadits tersebut tidaklah shahih menurut Al Bukhari, lalu mengapa beliau memasukkan hadits tersebut dalam kitab shahih[?]

Keempat, Al Bukhari membawakan hadits ini secara mu’allaq (di bagian awal sanad ada yang terputus). Namun di sini beliau menggunakan lafazh jazm (pasti, seperti dengan kata qoola yang artinya dia berkata) dan bukan tamridh (seperti dengan kata yurwa atauyudzkaru, yang artinya telah diriwayatkan atau telah disebutkan). Jadi, jika Al Bukhari mengatakan, “Qoola: qoola Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam [dia mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ...]”, maka itu sama saja beliau nengatakan hadits tersebut disandarkan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Kelima, seandainya berbagai alasan di atas kita buang, maka hadits ini tetaplah shahih dan bersambung karena dilihat dari jalur lainnya, sebagaimana akan dilihat pada hadits berikutnya. (Lihat Ighatsatul Lahfan, 1/259-260)

[Hadits Kedua]

Dari Abu Malik Al Asy’ari, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

????????????? ????? ???? ???????? ????????? ????????????? ???????? ???????? ???????? ????? ??????????? ?????????????? ????????????????? ???????? ??????? ?????? ???????? ?????????? ???????? ??????????? ???????????????
Sungguh, akan ada orang-orang dari ummatku yang meminum khamr, mereka menamakannya dengan selain namanya. Mereka dihibur dengan musik dan alunan suara biduanita. Allah akan membenamkan mereka ke dalam bumi dan Dia akan mengubah bentuk mereka menjadi kera dan babi” (HR. Ibnu Majah dan Ibnu Hibban. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

[Hadits Ketiga]

Dari Nafi’ –bekas budak Ibnu ‘Umar-, beliau mengatakan,

?????? ?????? ????? ?????? ?????? ?????????? ????? ???????? ???????????? ??? ?????????? ???????? ??????????? ???? ?????????? ?????? ??????? ??? ??????? ?????????? ????????? ??????. ????? ????????? ?????? ?????? ???. ????? ???????? ???????? ????????? ???????????? ????? ?????????? ??????? ???????? ??????? ??????? -??? ???? ???? ????- ???????? ?????? ?????????? ????? ???????? ?????? ?????
Ibnu ‘Umar pernah mendengar suara seruling dari seorang pengembala, lalu beliau menyumbat kedua telinganya dengan kedua jarinya. Kemudian beliau pindah ke jalan yang lain. Lalu Ibnu ‘Umar berkata, “Wahai Nafi’, apakah kamu masih mendengar suara tadi?” Aku (Nafi’) berkata, “Iya, aku masih mendengarnya.”
Kemudian Ibnu ‘Umar terus berjalan, lalu aku berkata, “Aku tidak mendengarnya lagi.”
Barulah setelah itu Ibnu ‘Umar melepaskan tangannya dari telinganya dan kembali ke jalan itu lalu berkata, “Beginilah aku melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika mendengar suara seruling dari seorang pengembala. Beliau melakukannya seperti tadi.” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Dari dua hadits pertama dijelaskan mengenai keadaan umat Islam nanti yang akan menghalalkan musik,berarti sebenarnya musik itu haram kemudian ada yang menganggap halal. Begitu pula pada hadits ketiga yang menceritakan kisah Ibnu ‘Umar bersama Nafi’. Ibnu ‘Umar mencontohkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallammelakukan hal yang sama dengannya yaitu menjauhi dari mendengar musik, sehingga hal ini menunjukkan bahwa musik itu jelas-jelas terlarang.

Jika ada yang mengatakan bahwa sebenarnya yang dilakukan Ibnu ‘Umar tadi hanya menunjukkan bahwa itu adalah cara terbaik tatkala mendengar suara nyanyian atau alat musik, namun tidak berdosa. Maka cukup kami katakan sebagaimana yang dikatakan oleh Ahmad bin Abdul Halim Al Haroni (julukan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah),“Demi Allah, bahkan mendengarkan nyanyian (atau alat musik) adalah bahaya yang mengerikan pada agama seseorang, tidak ada cara lain selain dengan menutup jalan agar tidak mendengarnya.” (Majmu’ Al Fatawa, 11/567)

Perkataan Para Ulama Salaf Mengenai Nyanyian (Musik)

Ibnu Mas’ud mengatakan, “Nyanyian menumbuhkan kemunafikan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan sayuran.”

Al Qasim bin Muhammad pernah ditanyakan tentang nyanyian lalu beliau menjawab, “Aku melarang nyanyian padamu dan aku membenci jika engkau mendengarnya.” Lalu orang yang bertanya tadi mengatakan, “Apakah nyanyian itu haram?” Al Qasim pun mengatakan,”Wahai anak saudaraku, jika Allah telah memisahkan yang benar dan yang keliru, lantas pada posisi mana Allah meletakkan ‘nyanyian’[?]”

‘Umar bin ‘Abdul Aziz pernah menulis surat kepada guru yang mengajarkan anaknya, isinya adalah: ”Hendaklah yang pertama kali diyakini oleh anak-anakku dari budi pekertimu adalah kebencianmu pada nyanyian. Karena nyanyian itu berasal dari setan dan ujung akhirnya adalah murka Allah. Aku mengetahui dari para ulama yang terpercaya bahwa mendengarkan nyanyian dan alat musik serta gandrung padanya hanya akan menumbuhkan kemunafikan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan rerumputan. Demi Allah, menjaga diri dengan meninggalkan nyanyian sebenarnya lebih mudah bagi orang yang memiliki kecerdasan daripada bercokolnya kemunafikan dalam hati.”

Fudhail bin Iyadh mengatakan, “Nyanyian adalah mantera-mantera zina.”

Adh Dhohak mengatakan, “Nyanyian itu akan merusak hati dan akan mendatangkan kemurkaan Allah.”

Yazid bin Al Walid mengatakan, “Wahai anakku, hati-hatilah kalian dari mendengar nyanyian karena nyanyian itu hanya akan mengobarkan hawa nafsu, menurunkan harga diri, bahkan nyanyian itu bisa menggantikan minuman keras yang bisa membuatmu mabuk kepayang. … Ketahuilah, nyanyian itu adalah pendorong seseorang untuk berbuat zina.” (Lihat Talbis Iblis, 289)

Empat Ulama Madzhab Mencela Nyanyian

Imam Abu Hanifah membenci nyanyian dan menganggap mendengarnya sebagai suatu perbuatan dosa. (Lihat Talbis Iblis, 282)

Imam Malik bin Anas pun melarang nyanyian dan melarang mendengarkannya. Sampai-sampai Imam Malik mengatakan, “Barangsiapa membeli budak lalu ternyata budak tersebut adalah seorang biduanita (penyanyi), maka hendaklah dia kembalikan budak tadi karena terdapat ‘aib.” (Talbis Iblis, 284)

Imam Asy Syafi’i mengatakan, “Nyanyian adalah suatu hal yang sia-sia yang tidak kusukai karena nyanyian itu adalah seperti kebatilan. Siapa saja yang sudah kecanduan mendengarkan nyanyian, maka persaksiannya tertolak.” (Talbis Iblis, 283)

Imam Ahmad bin Hambal mengatakan, “Nyanyian itu menumbuhkan kemunafikan dalam hati dan aku pun tidak menyukainya.” (Talbis Iblis, 280)

Bila Sudah Tersibukkan dengan Nyanyian

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah memberikan pelajaran yang sangat berharga sekali, beliau mengatakan,
“Seorang hamba jika sebagian waktunya telah tersibukkan dengan amalan yang tidak disyari’atkan, maka pasti dia akan kurang bersemangat dalam melakukan hal-hal yang disyari’atkan dan bermanfaat. Hal ini jauh berbeda dengan orang yang mencurahkan usahanya untuk melakukan hal yang disyari’atkan. Pasti orang ini akan semakin cinta dan semakin mendapatkan manfaat dengan melakukan amalan tersebut, agama dan islamnya pun akan semakin sempurna.”

Lalu Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, ”Oleh karena itu, banyak sekali orang yang terbuai dengan nyanyian (atau syair-syair) yang tujuan semula adalah untuk menata hati. Maka pasti karena maksudnya, dia akan semakin berkurang semangatnya dalam menyimak Al Qur’an. Bahkan sampai-sampai dia pun membenci untuk mendengarnya.” (Iqtidho’ Ash Shiroth Al Mustaqim, 1/543)

Jadi perkataan Ahmad bin Abdul Halim Al Haroni (yang dijuluki Syaikhul Islam) memang betul-betul terjadi pada orang-orang yang sudah begitu gandrung dengan nyanyian, gitar dan bahkan dengan nyanyian “Islami” (yang disebut nasyid). Tujuan mereka mungkin adalah untuk menata hati. Namun sayang seribu sayang, jalan yang ditempuh adalah jalan yang keliru karena hati mestilah ditata dengan hal-hal yang masyru’(disyariatkan) dan bukan dengan hal-hal yang tidak masyru’ yang membuat kita sibuk dan lalai dari kalam Robbul ‘alamin yaitu Al Qur’an.

Tentang nasyid yang dikenal di kalangan sufiyah dan bait-bait sya’ir, Syaikhul Islam mengatakan,
“Oleh karena itu, kita dapati pada orang-orang yang kesehariannya dan santapannya tidak bisa lepas dari nyanyian, maka mereka pasti tidak akan begitu merindukan lantunan suara Al Qur’an. Mereka pun tidak begitu senang ketika mendengarnya. Mereka tidak akan merasakan kenikmatan tatkala mendengar Al Qur’an dibanding dengan mendengar bait-bait sya’ir (nasyid). Bahkan ketika mereka mendengar Al Qur’an, hatinya pun menjadi lalai, begitu pula dengan lisannya akan sering keliru.” (Majmu’ Al Fatawa, 11/567)

Sebagai penutup, kami hanya katakan bahwa pengganti nyanyian dan musik adalah dengan mendengarkan Al Qur’an karena inilah yang disyari’atkan dan inilah yang bisa menata dan menghidupkan hati. Jika seseorang meninggalkan musik dan nyanyian, pasti Allah akan memberi ganti dengan yang lebih baik.

??????? ???? ?????? ??????? ??????? ????? ??????? ?????? ????????? ??????? ???? ??? ???? ?????? ???? ??????
Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan sesuatu yang lebih baik” (HR. Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Semoga Allah membuka hati dan memberi hidayah bagi setiap orang yang membaca risalah ini.
Washallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi ajma’in. Walhamdulillahi robbil ‘alamin.


Penulis: Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

Comments
72 Comments

72 Response to "Yang penting di imbangi,(Haram bisa jadi Halal).Bag 1"

Anonim mengatakan...

sulis&hadad alwi,band wali "ingat mati", group band religi, grop acapela gimana ya?

Anonim mengatakan...

kalo aq lebih suka AA gym "Jagalah hati jangan kau nodai, jagalah istri pendamping hidup ini"

Anonim mengatakan...

kalau aku lebih cinta nabi Muhammad,yang telah menyampaikan hakikat hukumnya musik dan nyanyian

Anonim mengatakan...

betul tuch....kita seharusnya ngefans ama nabi muhammad dan para sahabat

dulloh mengatakan...

semoga saudara kita LDII menyadari penyampaian mereka,saya pernah ngaji di LDII,tepatnya di daerah balikpapan,saya tanya kepadanya (kalau ga salah mubalignya namanya fauzy )dia juga pernah mengatakan musik itu serulingnya setan...
saya tanya hukumnya apa? maka jawabnya hukumnya "lahan".
disini aku jadi kaget kok di dalam jamaahnya ini selain ada hukum halal haram ada juga namnya "lahan".
saya kejar lagi....lahan itu hukumnya halal atau haram,jawabnya "ya lahan"

weleh...weleh....
ternyta stlh masuk kamarnya waduh ada kaset,CD lagu dewa,bon jovi,MLTR dll,di atas lemarinya ada gitar

jujur sampe skrg saya ga tau apa itu lahan,yang saya tau lahan itu kebun,sawah dsb

Anonim mengatakan...

Sabda Rosulullah SAW:

عَنْ مَالِكٍ أَنَّهُ بَلَغَهُ أنَّ رَسُولِ اللهِ صَلَى اللَّه عَلَيهِ وَسَلَمَ قَالَ تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابِ اللهِ وَ سُنَّةِ نَبِّهِ * رواه مالك فى الموطأ
“Aku (Nabi) telah meninggalkan kepada kamu sekalian dua perkara. Kalian tidak akan tersesat (pasti benarnya) selagi berpegang teguh pada keduanya, yaitu Kitabillah (Al Quran) dan Sunah Nabi (Al Hadist)”.
Hadist riwayat Malik

Anonim mengatakan...

Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) berdiri sesuai dengan cita-cita para ulama perintisnya yaitu sebagai wadah umat Islam untuk mempelajari, mengamalkan dan menyebarkan ajaran Islam secara murni berdasarkan Al Quran dan Al Hadist, dengan latar belakang budaya masyarakat Indonesia, dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. Dalam operasionalnya LDII semata-mata mengurusi masalah agama dan ibadah tidak ada orientasi politik atau kepentingan-kepentingan duniawi lainnya.

Anonim mengatakan...

Dalam beribadah kepada Allah, mempelajari dan mengamalkan Agama Islam berdasarkan Al Quran dan Al Hadist para jamaah LDII senantiasa dinasehati agar didasari niat yang murni KARENA ALLAH yaitu mengharapkan balasan rahmat dan ridho Allah berupa SURGA dan takut akan murka dan siksa Allah berupa NERAKA.

Anonim mengatakan...

Dalam mengajarkan ilmu Quran dan Hadist LDII menggunakan metoda penterjemahan kata demi kata yang ditulis langsung di bawah setiap kata dalam kitab Al Quran dan Al Hadist. Keterangan /tafsir ayat demi ayat dan hadist demi hadist dituliskan langsung pada halaman kosong di samping ayat atau hadist yang bersangkutan.

Untuk mempermudah transfer ilmu dan pengamalannya, LDII juga mencetak hadist himpunan berdasarkan topik / bab pengamalan tertentu, seperti;

Kitabusholah (Kitab kumpulan hadist bab tata cara sholat)
Kitabu Da'wat (Kitab kumpulan hadist tentang macam-macam doa Islam)
Kitabushiam (Kitab kumpulan hadist bab puasa)
Kitabu Jannah Wannar (Kitab kumpulan hadist tentang surga dan neraka).
Kitabul Adab (Kitab kumpulan hadist tentang budi pekerti)
Kitabu Manasikil Haji (Kitab kumpulan hadist tentang tatacara pelaksanaan ibadah haji). Dan lain-lain

Anonim mengatakan...

Hingga saat ini tercatat LDII memiliki 15 macam hadist himpunan. Dengan metoda seperti ini terbukti ilmu Quran Hadist dengan mudah dapat diterima dan diamalkan oleh jamaah LDII yang terdiri dari berbagai lapisan masyarakat.

Untuk menjaga kesahihan ilmunya para ulama, ustadz, mubaligh dan mubalighot LDII juga menggunakan ilmu alat seperti ilmu nahwu, shorof, badi’, ma’ani, bayan, mantek, balaghoh, usul fiqih, mustholahul-hadits, dan sebagainya serta didukung dengan berbagai kitab tafsir dan sara seperti Ibnu Kathir, Muatho’, Jalalain dll.

Anonim mengatakan...

ada yang kurang pak LDII,, !

1,hadits himpunan LDII tidak diperjual belikan di umum, hany khusus untuk warga LDII, dan tidak di sebutkan siapa penulisnya, walau di dalamnya banyak hadits palsu dan do'if, warga LDII tidak ada yang tahu, yang penting menurut ldii sudah manqul, musnad muttashil,,, padahal mana ada hadits palsu dan maudu ,yang musnad muttashil,,,,

2, bohong kalau mubaligh ldii menguasai ilmu nahwu,shorof,mantiq, bayan, maani, dll, kalaupun ada paling hanya satu dua orang saja, itupun hanya di pusat, ga percaya,,,, silahkan anda check, langsung pada muballig yang tugas di tmpat anda, ,

3, setelah mengaji bab k,himpunan bab imaroh / kanzil umal, mulai dari situ Warga ldii di giring untuk memiliki aqidah takfiry gaya khawarij dan taqiyyah gaya syi'ah,,, namun warga jamaah yang awam ga merasa bahwa itu adalah sebuah pemahaman sesat, karna dari awal merasa sudah benar dengan di ajari bab sholat, puasa, dll,,,

4, akhirnya berawal dari takfiry (mengkafirkan umat islam yang ga beat pada imamnya), lantas semua hukum2 yang seharusnya berlaku yntuk.orang kafir, maka oleh ldii di berlakukan untuk orang uslam yang bukan ldii,
cth :
@,ldii tidak mau sholat di belakang imam non ldii, karna menurut ldii mereka adalah kafir,umpama terpaksa maka di niati sholat munfarid / sendiri
@, ldii tidak mau mensholati jenazah non ldii, umpama terpaksa maka ga usah wudu,
@, ldii menghalalka uang riba di berikan kepada umat islam selain ldii, krnaa menurut ldii, mwreka adalah kafir,
dll,

4, ldii membeat imam, layaknya penguasa tertinggi sebuah wilayah, agar imamnya selamat dari incaran pemerintah RI 1, maka imamny di rahasiakan, dan di lindungi oleh DPP LDII, sampai bersumpah demi allah untuk membohongi MUI,

dll

Anonim mengatakan...

Anda tdk tahu ya, warga LDII dlm pengajian di ajarkan mana hadist yg shahih dan do'if, makanya kalo menuduh jgn asal. LDII itu tdk sesat, apa yg dikaji benar2 apa yg terkandung dalam Al Qur'an dan Al hadist. Banyak guru2 LDII skrg yg belajar mendalami ilmu agama di mekkah. Kalo anda mau membeli hadist silahkan datang di LDII.

Anonim mengatakan...

Bung2, imam itu hylah utk mengatur mslh agama dan ibadah bkn penguasa wilayah. krn mjd imam itu berat di sisi Allah SWT krn bertanggung jwb terhadap ru'yahnya. siapa sih yg mau ditunjuk mjd imam krn berat bebannya krn semata2 hy utk mengurusi mslh ibadah semata.
Alhamdulillah di LDII ada yg mau mengurusi ibdah dr mulai usia cabe rawit smpai manula kalo diluar tdk ada bung yg mau mengurusi ibadah.

Anonim mengatakan...

Uang riba darimana bung..warga LDII haram memakai uang riba. Tidak halal dimakan. apa yg didapat murni dr hasil uang yg halal.

Anonim mengatakan...

Uang riba darimana bung..warga LDII haram
memakai uang riba. Tidak halal dimakan. apa yg
didapat murni dr hasil uang yg halal.
_____
bagi ldii ,uang riba kalo di kasih ke warga ldii, itu memang di haramkan oleh kibar ulama ldii, namun kalo uang riba itu di bagikan kpada orang islam selain ldii itu di HALAL kan oleh kibar ulama ldii, karna mereka di anggapnya kafir semua laksana binatang, bahkan lebih sesat dari binatang, apalagi sekarang.menjelang lebaran pasti ldii sedang sibuk membuat daftar nama tokoh2 agama dan pejabat mana yang akan di kasih THR, dari uang riba,

biasanya uang riba itu di dapat dari para agnia/ orang kaya yang nyimpan dananya di bank lantas di kordinir di masing2 tempat, dan yang paling pokok di dapat dari uang kas ldii pusat,,,

Anonim mengatakan...

uang interest dari ldii itu diberikan ke luar ldii karena luar ldii itu ebagia masih menganggap uang interest itu halal.

kalo ldii menganggap luar ldii itu kafir maka uang interest ldii itu harusnya halal.mencuri saja halal apalalagi cuma interest.

Anonim mengatakan...

Bung2, imam itu hylah utk mengatur mslh agama
dan ibadah bkn penguasa wilayah.
-_______
masalah ibadah itu sudah di contohkan oleh nabi , sahabat, tabiin ,tabiuttabiin, kita tinggal meniru / mencontoh saja, bukan membuat hukum2 baru dalam agama yang menyerupai syariat Allah rosul, atas nama ijtihad, ,itu namanya BID'AH,,,,seperti mewajibkan %, surat tobat, dll,

>>krn mjd imam
itu berat di sisi Allah SWT krn bertanggung jwb
terhadap ru'yahn
__________.
ya memang sangatlah berat, sudah tau berat tanggung jawab di sisi Allah, malah membuat hukum2 baru dalam agama, yang tidak pernah di contohkan oleh nabi, sahabat, tabiin, tabiuttabiin, ,, dengan menakut2i pada jamaahnya, yang ga taat pada ijtihad bid'ahnya imam maka akan masuk neraka,,,,nerakane sopoooooo?

>>siapa sih yg mau ditunjuk
mjd imam krn berat bebannya
____
keluarga Nurhasan, abdudzohir, sulthon auliyya, karna kalo nunjuk yang lain apalagi di luar ldii, di anggapnya roddun kwabbeh,

>>krn semata2 hy utk
mengurusi mslh ibadah semata.
_______
kalo imam berijtihad agar jamaahnya menciblis partai tertentu apakah itu masalah ibadah ? kalo imamnya menyatakan bahwa busnis maryoso adalah usaha yang halal, yang akhirnya bnyjk meniou jamaahnya ,apakah itu ibadah ?

>;Alhamdulillah di LDII ada yg mau mengurusi
ibdah dr mulai usia cabe rawit smpai manula,
_______
kalo hanya sebatas mengajarkan lima rukun islam 6 rukun iman, akhlak, ngaji ,itu sih memang bagus, dan memang oerintah dalam agama, namun kalau mengajarkan.TAKFIR, DAN TAQIYYAH (halal berbohong), itu adalah ajaranya kaum khawarij dan syi'ah,

>kalo di luar tak ada bung yang mau ngurus,
______

kalo memang diluar ga ada yang ngurusi agama, kenapa ldii memondokan muballignya ke mekkah ?? walaupun pada akhirnya di deportasi dari mekah,, ngaku belajar dari syeh yahya, tapi di katakan penipu dan pendusta oleh syeh bazmul, karna ilmu yang di dapat dari syeh yahya, tidaj sama dengan yang di sampaikan kepada jamaahnya,,piyyeeeee to mass

Anonim mengatakan...

>>Anda tdk tahu ya, warga LDII dlm pengajian di
ajarkan mana hadist yg shahih dan do'if,
_____
baru pada pengajian mankulan k.ibn majah ldii menyertakan tahkik hadits dari syeh nashiruddin al albany,, namun coba anda lihat pada 15 hadits himpunan ldii , apakah ada keterangan sohih dan doif ?? ,, malah ketika ada muballigh yang mengusulkan agar k.himpunan ldii di revisi,karna banyak hadits palsu dan do'if, maka muballigh itu di murtadkan oleh imam ldii, di anggap resolusi dan meremahkan ilmu abah NH, hingga smpai saat yang katanya lulusan mekkah aja ga berani mengusulkan hal ini,

>>makanya
kalo menuduh jgn asal.
_____
sebutkan mana saja yang di maksud menuduh asal ,,!

>>LDII itu tdk sesat,
___
menurut anda sih iya, ldii tidak sesat, karna anda hanya jadi korban para penipu aqidah di kediri, tapi menurut para ulama, ajaran ldii itu sesat, , ,di antarany fatwa guruny ldii sendiri : syeh umar salim bazmul, menyatakan bahwa ldii memiliki aqidah takfiry khawarij, dan taqiyyahnya syi'ah, , ,bahkan ulama no 1 di ldii di fonis seorang mudallits ( pendusta) yang membodohi jamaahnya dengan memalingkan makna QH,

>> apa yg
dikaji benar2 apa yg terkandung dalam Al Qur'an
dan Al hadist.
_____
yang di kaji memang QH, namun bukan mengikuti pemahaman sahabat, tabiin, tbiuttabiin, ldii hanya mengikuti pemahaman H,nurhasan, atau di sebut mankul,
sehingga pengamalan jauh dari yang di kaji,

>>,Banyak guru2 LDII skrg yg belajar
mendalami ilmu agama di mekkah.
____
mudah2an sepulangny dari mekkah, mereka tidak menipu dan membodohi jamaahny, hanya karna takut kehilangan ma-isyah yang selama ini mereka dapatkan dari uang % jamaahnya,,

>> Kalo anda
mau membeli hadist silahkan datang di LDII.
_______
saya sudah kumplit himpunan ldii bahkan tex bulanan ldii , makalah Cai, majalah nuansa ldii, numpuk di rumah saya,,,

kalo ldii merasa kitab himpunanya sohih semua, kenapa tidak di perjual belikan di tempat umum seperti k. sittah, yang di jual hampir di setiap toko buku besar ? sekalian ammar ma'ruf nahi munkar,,,,

takuuuut,,,

Anonim mengatakan...

iya harusnya himpunan ldii juga di jual di toko buku-toko buku, biar bisa brsaing dengan buku tuntunan sholat, kunci ibadah, mujarobat akbar dll..
lumayan, royaltinya...

Anonim mengatakan...

لكم دينكم وليدين

Anonim mengatakan...

لكم دينكم وليدين

---------------------------------

piye tho...dalil utk orang kafir di berlakukan kepada kaum muslimin di luar kelompoknya,

Anonim mengatakan...

yang komentar2 di blog ini kan ga jelas identitasnya. mungkin yahudi, nasrani pura2 islam untuk memecahbelah. nasrani pura-pura salafy. bisa saja

Anonim mengatakan...

yang komentar2 di blog ini kan ga jelas
identitasnya. mungkin yahudi, nasrani pura2
islam untuk memecahbelah. nasrani pura-pura
salafy. bisa saja
_________
kalo anda ingin tau siapa yang komentar di blog ini,maka laporkanlah pada imam dan wakil 4 anda, kenapa sembunyi di balik topeng LDII, temuilah FRIH, untuk dialog ilmiyyah di forum umun, agar seluruh umat islam tau ,siapa yang sebenernya pura2 islam yang memecah belah,

Anonim mengatakan...

aneh juga membaca komentar diatas , contohnya :

- bukankah LDII merasa sing paling poll ilmunya , kenapa juga mengirim orang2nya belajar ke mekah ? bukankah para imam khibarnya di kediri lebih dari cukup ?

- di mekah , aku jamin para syaikhnya nggak ada tuh yang bae'at sama imamnya LDII , lantas bagaimana dengan sah tidaknya ilmunya ya ?

- di mekah , para ustad yang sedang belajar mau ngak ya sholat bersama di masjid umum yang notabene pasti imamnya bukan orang LDII ?

- kalaulah kitab himpunan hadits tadi sesuai dengan peruntukannya ( untuk umat islam ) pasti pihak LDII berani memperjual belikan di luaran karena siap bilamana ada kritikan yang ditujukan kepadanya .
dan lain lagi kalau tujuannya supaya kebodohannya tidak diketahui oleh pihak luar .

- maka benarlah analisa anonim diatas bahwa ada pola penggiringan pemahaman secara cermat telah dipraktekan oleh gegembong LDII sehingga jamaahnya TAKFIRI TANPA SADAR .

beranikah kalian mengadakan kajian bersama / diskusi dengan kami ? itu akan membuktikan kebenaran .

saran , kalau ada pertemuan lagi saya sarankan diadakan di surabaya ya , biar LDII nggak macem2 yang berlagak sok jago ....

Anonim mengatakan...

bukankah LDII merasa sing paling poll ilmunya , kenapa juga mengirim orang2nya belajar ke mekah ? bukankah para imam khibarnya di kediri lebih dari cukup ?

-----------------------------
-itu berarti tuduhan bahwa ldii merasa poll sendiri itu tidak benar.
tuduhan yang dilemparkan oleh kelompok ta'dhili (menganggap di luar komunitasnya sesat) untuk membuat citra jelek terhadap ldii.
- ga usah iri sama ldii yang mengirim ke mekah.

Anonim mengatakan...

tuduhan yang dilemparkan oleh kelompok ta'dhili
(menganggap di luar komunitasnya sesat) untuk
membuat citra jelek terhadap ldii.
________

makanya kalo ga mau di bilang khawarij, syi'ah sesat menyesatkan, suruh imam kamu dan DPP, tobat,

simpel aja kok, tulis di tex daerahan yang di sebar tiap bulan :bahwa selama ini imam kamu dan DPP, salah dalam ber aqidah, mulai saat ini jangan lagi menganggap kafir umat islam yang lain yang ga beat sama LDII,, jangan lagi ada taqiyyah gaya syi'ah,,, dan yang keluar dari LDII bukanlah orang murtad yang selama ini di dengung2kan oleh para imam kamu, dan bukan hanya ldii saja yang mengaji ilmu QH,

udah beres,,,,
______
- >>ga usah iri sama ldii yang mengirim ke mekah.
_______
sama sekali saya ga iri,

@ emangnya dari total ustad ind yang belajar di mekkah hanya LDII aja ? berapa perbandinganya dari total tholabul ilmi yang ada di mekkah dgn total LDII, yang belajar di sana ? mungkin 1 berbanding 1000 juga ga ada,

@ justru saya hanya kasian sama wargaLDII, yang terus terusan di bodohi aqidahnya oleh imam palsu,
ngaku belajar di mekkah tapi ilmu yang di sampaikan ke jamaahnya beda dengan yang di ajarkan gurunya di mekkah,,,

ini namanya pengkhiyanat ilmu, pembodoh aqidah, penyesat umat, yang menyembunyikan ilmu demi kepentingan dunia,,, akhirnya yang rugi dua2nya, gurunya rugiiiii,,,, murid yang mengikutinyapun rugiiiiii,,,, inilah yang di sebut sesat menyesatkan,

Allah berfirman : sesngguhnya orang yang menyembunyikan kitab yang di turunkan oleh Allah(QH),lalu menukarkanya dengan harga yang sedikit,(keduniaan) maka mereka tidaklah makan di dLam perut mereka kecuali memakan api neraka, dan Allah tidak mengajak bicara serta tidak.mensucikan mereka di hari qiyyamat, bagi mereka adzab yang pedih , (QS,- albaqarah 174,),,,

Anonim mengatakan...

kasian gue pada "firqoh takdhili" ini.
jegog-jegognya panjang sekali..
iri pada orang lain yang belajar ke mekah..
lihat firqohmu, jangankan ngirim orang belajar ke mekah. bangun masjid sendiri aja ga ada dana..
makanya pengangguran jangan dipelihara...

Anonim mengatakan...

sesungguhnya masjid adalah masjidnya Allah, jadi hakikatnya masjid itu dimana saja, siapa saja, kapan saja, boleh memafaatkanya dalam rangka fisabilillah , , ,

apakah kalau LDII, ke mekkah melaksanakan ibadah haji, sholatnya di masjid LDII ? towwaf dika'bah milik ldii ? dan melempar jumoh di milik ldii?,,

apakah berarti LDII merebut masjidnya orang mekkah karna LDII tidak ikut membangun ?

subhaanallah, dimana ilmu anda yang katanya selama ini ngaji tiada henti, musyawarah yang tak berujung ?,,,alah masjidnya Allah, jadi hakikatnya masjid itu dimana saja, siapa saja, kapan saja, boleh memafaatkanya dalam rangka fisabilillah , , ,

apakah kalau LDII, ke mekkah melaksanakan ibadah haji, sholatnya di masjid LDII ? towwaf dika'bah milik ldii ? dan melempar jumoh di milik ldii?,,

apakah berarti LDII merebut masjidnya orang mekkah karna LDII tidak ikut membangun ?

subhaanallah, dimana ilmu anda yang katanya selama ini ngaji tiada henti, musyawarah yang tak berujung ?,,,

Anonim mengatakan...

Kepada warga jama'ah LDII, nanti malam sdh mulai i'tikaf di masjid. Sesuai dg sabda nabi Muhammad SAW pahala org beri'tikaf spt pahala orang org haji dan umrah. Dg itu maka kita ramaikan masjid2 untuk mencari pahala i'tkaf.

Anonim mengatakan...

masjid untuk i'tikaf di masjid jami' ( umum ) ya.....

bukan masjid ekslusif yang mana orang diluar jamaahnya dilarang masuk karena najis badannya , bahkan harus di pel kalau ada yang maksa masuk.

semoga i'tikaf kita menjadikan kita semakin taqwa kepada Allah , menghormati saudaranya yang sama-sama muslim , menjahui sifat takfiri , menjahui sifat sombong ( paling pol ilmunya ) dan jujur ( tidak taqiyah lagi di depan sesama muslim ), menjadikan Muhammad shalallahu alaihi wassalam panutannya dan meniadakan panutan selainnya, menjahui perkara baru dalam beragama , menjahui adat kaum kufar ( tasyabuh ) dll.

Anonim mengatakan...

kalo sy sih, iktikaf malam hari saja. ingat dalil "inna anzalnahu fi lailatil qdr...hatta mathlail fajr"
siang hari kerja, cari maisah, berjihad menghidupi anak istri. karena agama yang dipraktekan nabi dan shahabat tidak hanya ngurusi ibadah saja tapi juga kerja, jualan dipasar, mengembala uta, cari kayu bakar dll.
ga cuma iktikaf 10 hari siang malam mendekam dimasjid saja..
Tapi kalo siang malam iktikaf dimasjid juga ga apa2.
Terutama yang pengangguran, siang hari kan banyak waktu luangnya..

Anonim mengatakan...

hai...anonim yang ngomong i'tikaf 10 hari siang malam dengan kata2 pelecehan syari'at yakni NDEKEM dan PENGANGGURAN sadarkah kau berkata melecehkan syari'at dinul islam yang mulya ini??

Anonim mengatakan...

hai...anonim yang ngomong i'tikaf 10 hari siang malam dengan kata2 pelecehan syari'at yakni NDEKEM dan PENGANGGURAN sadarkah kau berkata melecehkan syari'at dinul islam yang mulya ini??

Anonim mengatakan...

hai anonim yang berkata i'tikaf 10 hari siang malam dengan kata2 pelecehan syari'at yakni NDEKEM dan PENGANGGURAN sadarkah kalo anda sedang melecehkan syari'at dinul islam yang mulya ini....

Anonim mengatakan...

saya juga ga setuju dgn kata-kaa iktikaf NDEKEM anonim diatas.iktikaf itu mengerjakan amalan-amalan sunah. Tapi kalau sesudah berakhirnya iktikaf dan romadhon kok masih berakidah firqoh ta'dhlili.. ya ga ada artnya iktikaf. itu pelecehan iktikaf.pelecehan dinul islam.yg cocok bukan ndekem tapi mungkin njingkrung kemulan sarung.pindah turu thok

Anonim mengatakan...

lha kamu berakidah takfiri???

Anonim mengatakan...

siapa bilang. sy menganggap di luar jamaah itu tetap islam kok. walupun mereka mencocoki 10 kriteria pembatalan islam kitabnya syeh muhamad bin abdul wahab, menurut sy kalau sudah syahadad itu sudah islam. mau islamnya diterima atau ga itu urusan masing2 dengan allah. sy lebih ngurusi diri sendiri dan keluarga,instropeksi diri dari pada nginstropeksi orang lain.kalau diperusahaan sy ngaudit perusahaan lain dapat uang.. kalo urusan agama.. bisa kena dalil "Kaburo maqtan inda alloh antaqulu.."

cuplis jakut mengatakan...

mendingan di malam lailatul qodar baca doa"allahumma innaka afuwwun kariim tuhibbul afwa fa'fuw anny,dari pada baca blog ora nggenah

romeo mone mengatakan...

wah wah..jelas2 nurhasan ga mangkul tentang doa lailatul qodar ini.karena tambahan "karim" adalah tambahan yg batal atau terselip dalam penulisan/salah cetak...kalo mangkul langsung ya harusnya tau dong...selengkapnya lihat di http://rumahku-indah.blogspot.com/2008/12/normal-0-false-false-false.html

Anonim mengatakan...

wah wah..jelas2 nurhasan ga mangkul tentang doa lailatul qodar ini.karena tambahan "karim" adalah tambahan yg batal atau terselip dalam penulisan/salah cetak..

-----------------------
dulu komputer/printernya imam tirmidzi lg rusak..sehingga salah cetak..

Anonim mengatakan...

Bisa ditunjukkan data2nya ngga, dulu NH 'manqul' tahun berapa, dan kata 'karim' dalam doa lailatul qodar itu mulai disalahkan di tahun berapa?

Anonim mengatakan...

ada yang tau terjamaahan / tafsir surah al hujurat 11-12

Anonim mengatakan...

ada yang tau terjamaahan / tafsir surah al hujurat
11-12
_________
intinya dalam ayat itu ,kita di larang menggunjing, ngerasani, meremehkan, kaum tertentu, karna kita belum tentu lebih baik,
_________

<<bedakan antara menggunjing,/ ngerasani, dan menyampaikan kebenaran , dan silahkan anda nilai sendiri di blog ini, siapa yang meremehkan , yang mencaci, ,yang menggunjing,,,

@ qulil haq walau kana murron : katakanlah kebenaran walau terasa pahit (k.himpunan kanzil umal ldii)

@afdholul jihad, kalimatul haq inda kulli amirin jaa'ir : lebih afdholnya jihad adalah kalimat yang hak di sisi amir yang nyeleweng ( k.himpunan k.kanzil umal ldii)

@ doa nabi : ya Allah perlihatkanlah kepada kami bahwa yang benar itu adalah benar berilah kekuatan kepada kami untuk mengikutinya , dan perlihtkan bahwa yang salah adalah salah, berilah kekuatan untuk menjauhinya, dan beranikanlah kami untuk mengatakan bahwa yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah,

@ kisah, nabi menceritakan kaum kesesatan khawarij kepada para sahabat,

dllllll
===
dalil2 di atas , merupakan perintah dan anjuran agar kita menyampaikan kebenaran serta menjelaskan mana benar mana salah, , ,

ketika kita menjelaskan kesesatan PEMAHAMAN sekte, kelompok, aliran tertentu, menjelaskan mana bid'ah mana sunnah, bukan berarti kita menggunjing, ngerasani , , ,justru itu adalah perintah Allah n Rosulnya, asdhar manusia mengetahui dan jangan sampai terjerumus kedalamnya,

betul memang secara pribadi, saya tidak lebih baik dari anda, namun MANHAJ SALAFUSSHOLIH, adalah MANHAJ YANG HAQ, dan manhaj KHAWARIJ, SYI'AH, adalah MANHAJ YANG BATHIL,

Anonim mengatakan...

ketika kita menjelaskan kesesatan PEMAHAMAN sekte, kelompok, aliran tertentu, menjelaskan mana bid'ah mana sunnah, bukan berarti kita menggunjing, ngerasani , , ,justru itu adalah perintah Allah n Rosulnya, asdhar manusia mengetahui dan jangan sampai terjerumus kedalamnya,
=============================

bid'ah menurut siapa? sunnah menurut siapa? kalian aja masih keteteran dalam mendefinisikan bid'ah..(bahkan ada salah satu sempalan salafi yang membedakan bid'ah jadi bermacam2, ada bid'ah dunia, bid'ah istilah, bid'ah ini dan itu)
sadarilah, bahwa kalian juga tidak punya hak untuk menghakimi sesat/tidaknya suatu kaum.. menurut ente jamaa'ah sesat? menurut ane, salafi hizbiy (sururi, yamani, sewedi, ja'fari, dsb) juga sesat mas... kenapa kalian jadi merasa paling benar sendiri? kenapa kalian jadi merasa paling pol sendiri? lantas apa bedanya dengan tuduhan kalian terhadap jama'ah, bahwa di ldii menganggap dirinya yang paling benar? itu sama saja maling teriak maling mas????

siapa yang dibenarkan dan siapa yang menyalahkan??











betul memang secara pribadi, saya tidak lebih baik dari anda, namun MANHAJ SALAFUSSHOLIH, adalah MANHAJ YANG HAQ, dan manhaj KHAWARIJ, SYI'AH, adalah MANHAJ YANG BATHIL,
==================================
memang perintah allah untuk saling mengingatkan terhadap sesama muslim, masalahnya sekarang, siapa yang kalian sebut sebagai khawarij?? apa definisi khawarij?? seharusnya kalau otak kalian beres, kalian cukup memperingatkan umat dengan ciri2 kaum khawarij, bahaya khawarij, dsb tanpa menunjuk si a khawarij, si b sesat, si c kafir, dsb... maka itulah yang disebut dengan menggunjing, ngrasani, memfitnah, dsb..

paham..?????

Anonim mengatakan...

Manhaj slafussholihnya memang bener, yang sesat ini ya grombolan khawarij yang tiba2 muncul di permukaan dan ngaku2, "saya orang salaf, bermanhaj salaf, sesuai dengan pemahaman salafussholih.."

tiba2 datang di bumi indonesia langsung menunjuk ldii khawarij, nu bid'ah, majelis zikir, habib2, sesat semuayaaaaa... yang bener salafi tok..


cuma bermodalkan pengakuan2 palsu:
"ana bermanhaj salaf, apa manhaj ente??"



manhaj salaf yang mana mas? salafi sendiri aja pecah jadi 10 golongan lebih.. subhanallah.. dajjal2 berkeliaran..

Anonim mengatakan...

ketika kita menjelaskan kesesatan PEMAHAMAN sekte, kelompok, aliran tertentu, menjelaskan mana bid'ah mana sunnah, bukan berarti kita menggunjing, ngerasani , , ,justru itu adalah perintah Allah n Rosulnya
==============================

nah, daripada anda ngurusin org2 jama'ah, yang org2nya udh pada sibuk beribadah semua.. mendingan anda nasehat sama imam/amir/sulthon anda, yaitu pak sby..

pak sby, mbok sampeyan niku ampun korupsi, partai sampeyan dibenahi, itu lho anak buah sampeyan pada korupsi semua, nazarudin, ruhut poltak, dsb.. kenapa sampeyan melebur dgn org kafir nasrani pak, dgn mengangkat mereka menjadi juru hukum, pemimpin2 daerah, dsb..? ketahuilah pak, bahwa itu semua bid'ah dan sesat.. apalagi mengatur negara, mengatur rukyahnya dengan undang2 positif peninggalan kafir belanda pak.... waaahhhhh bahaya lho, ati2 pak bisa kafir sampeyan niku...


nah, buktikan dong kalo kalian yg mengaku2 bermanhaj salah adalah "jama'ah" yang baik, jama'ahnya pak sby, jama'ah kaum muslimin indonesia raya, beramir dan berbaiat dengan pak sby, baiat ala demokrasi 5 tahunan..

ngapain kalian menasehati kami? ga ada gunanya...kalian mau jungkir balik salto koprol, jama'ah tetap tegak ila yaumil qiyamah..

daripada kalian melakukan hal yang sia2, sayapun memberikan saran kepada anda... yah..sudah kewajiban kita kan untuk mengingatkan sesama muslim dan saling menasehati...
udah sana kalian nasehat saja sama imam kalian, nasehat sama pak sby.. biar kembali ke manhaj yang benar, manhaj yang haq, manhaj salafusholih...

masa rukyahnya bermanhaj salaf, tapi imamnya ga jelas pake manhaj apa..eeh malah berhukum dengan selain hukum allah..berhukum dengan undang2 peninggalan kafir belanda...

Anonim mengatakan...

repot yo diskusi lan ngandani KEBO

Anonim mengatakan...

berpuluhh tahun kami di ldii, bukan hanya menjadi da'i, namun sebagai pengurus garda terdepan apabila ldii mendapat hasutan , cercaan dari umat muslim lain yang selama itu kami anggap kafir, karna mereka semua tidak baiat kpd imam kami ldii,

namun setelah sampai dakwah salaf kepada kami, kami menyadari bahwa selama ini yang kami yaqini adalah salah,,,

takfiry, taqiyyah, imam bithonah, adalah aqidah pokok yang mengakar di hati kami saat itu,kami anggap imam kami adalah sosok manusia yang tak pernah salah, kami meืmbenci siapa saja yang membenci kelomook kami, kami senang kepada siapa saja yang senang kepada kelompok kami, bahkan kami tidak henti2 di dalam nasehat, pengajaran di majlis2 ldii, kami tak segan2 mengkafirkan umat islam diluar kami,

wahai sodaraku, apa yang kalian amalkan dan kalian yaqini sekarang ini , telah kami amalkan dan rasakan selama berpuluh tahun, bedanya ,kalian belum mengetahui dakwah salaf, namun kami telah mengetahui dakwah salaf,,

kalian benci kepada kami , kamipun wajar, karna semua itu berasal dari ketidaktauan kalian, sama halnya dulupun ketika kami di.ldii kami membenci, menuduh orang2 yang tidak senang kepada kami,

sodaraku, jujurlah pada diri sendiri, sampai kapan kalian akan selalu berbohong, takfiry, bertaqiyyah, ,,,

kami hanya kasian kepada sodara2 kami di ldii, karna sebenarnya tidak sedikit orang2 baik yang ada di ldii yang benar2 berharap syurga selamat dari neraka,berakhlak mulya, namun mereka terbawa kesesatan para penipu aqidah, pembohong umat, yang ada di kediri,

Anonim mengatakan...

masa rukyahnya bermanhaj salaf, tapi imamnya ga jelas pake manhaj apa..eeh malah berhukum dengan selain hukum allah..berhukum dengan undang2 peninggalan kafir belanda...
Agustus 24, 2011

-------------------------------

kebo dikandaniyo akeh2 balik maneh mbahas kowarij, takfir, taqiyah..paling banter balik ngomongke maryoso..
gek sing takfir ki yo sopo???

Anonim mengatakan...

sy menganggap di luar jamaah itu tetap islam kok. walupun mereka mencocoki 10 kriteria pembatalan islam menurut kitabnya syeh muhamad bin abdul wahab, menurut sy kalau sudah syahadad itu sudah islam. mau islamnya diterima atau ga itu urusan masing2 dengan allah. sy lebih ngurusi diri sendiri dan keluarga,instropeksi diri dari pada nginstropeksi orang lain.kalau diperusahaan sy ngaudit perusahaan lain dapat uang.. kalo urusan agama.. bisa kena dalil "Kaburo maqtan inda alloh antaqulu.."

Anonim mengatakan...

MATA MITATAN
JAHILIYYAH,
dalil di atas sohih, namun
jokam di dalam MEMAHAMI dalil itu jatuh
pada 2 kesalahan :
kesalahan pertama:
di lihat dari sisi makna dalil :maksud dari
kata JAHILIYYAH (adalah bukan mati
kafir,seperti pemahaman jokam) namun
mati dalam keadaan maksiyyat , yang
maksiyyat itu sama dengan dosa2 yang lain
apa bila di kerjakan, dan tidak ada satupun
ulama ahwj, yang memahami 'mitatan
jahiliyyah' ini sebagai mati kafir,
bandingan dalil : la tabarrujna tabarrujal
JAHILIYYATAL ula,,:jangan bersolek SEPERTI
ORANG2 JAHLIYYAH YANG DULU,
apakah kalo ada jokam berpakaian Serba
ngetat yang menyerupai pakaianya orang
jahiliyyah, lantas di katakan kafir ? tentu
tidak, namun dia telah mengerjakan
maksiyyat, yang maksiyyat itu sama dengan
maksiyat2 yang lainya ,

Anonim mengatakan...

kesalahan kedua :
yang di maksud imam, yang apabila tidak
di baiat, menyebabkan mati seperti matinya
orang jahiliyyah, adalah imam yang di
sepakati oleh kaum muslimin, yang
memiliki wilayah kekuasaan dan batas
wilayah kekuasaan, sehingga dengan
wilayah dan kekuasaanya, dia mampu
mengatur urusan manusia, membela yang
di dzolimi, menegakan hudud, menjaga
keamanan negara, ekonomi dll, , , ,
bukan imam yang di klaim oleh sebagian
kelompok2 dakwah , yang masing2
mengaku memiliki imam yang di baiat,
sehingga masing2 memvonis kepada umat
islam yang bukan kelompoknya adalah
kafir, , ,namun dia sendiri merahasiakan
imamnya, dan tidak mungkin imam yang
rahasia mengatur urusan manusia,
Nii, mengaku memiliki imam
ji ,
jokam
im,
dll
baiat2 yang di lakukan oleh kelompok di
atas adalah merupakan baiat bid'ah, yang
memecah persatuan umat islam, :SATU
DALIL, DI BAWA KEPADA MASING2
KELOMPOKNYA,,,karna baiat hanya boleh di
berikan kepada pemimpin kaum muslimin
yang miliki kekuasaan, dan wilayah
kekuasaan,

dan gambaran yang nyata :
ketika terbunuhnya khalifah usman bin
affan, islam menjadi beberapa blok,:
blok ali
blok muawiyyah
bliok aisyah,
aisyah tidak mau berbaiat pada khalifah ali,
begitu juga muawiyyah, bahkan mereka
berperang , antara aisyah dan ali => di sebut
perang jamal, antara ali dan muawiyyah =>
di sebut perang siffin, , ribuan orang iman
yang mati saat itu akibat perang sodara,
namun, dari kejadian itu, owrnahkah kita
mendengar para ulama besar : seperti
imam bukhory, nasai, abidaud, dll,
mengkafirkan 3 blok ini ?
padahal sudah jelas2 mereka bukan hanya
tidak beat, namun saling membunuh,,,

WAHISABUHU ALALLAH, ,,

Anonim mengatakan...

konsep jamaah menurut ormas muhammadiyah Dalam lembar tanfidz keputusan muktamar Muhammadiyah ke-39 terbitan PP Muhammadiyah tertanggal 29 Muharam 1395 / 10 Februari 1975 yang ditandatangani oleh pejabat PP Muhammadiyah : H.M. DjindarTamimy dan H. Djarnawi Hadikusuma pada halaman 29-33 lampiran I tentang:
realisasi jama’ah dan dan dakwah jama’ah dalam konsep Gerakan Jama’ah dan Dakwah Jama’ah,
dapat dibaca di :http://fathurkamal.staff.umy.ac.id/?p=80
intinya :
saat ini bukanlah saat uzlah
jamaah dapat boleh dirintis dari jamah kecil(jamaah minal muslimin) atau jamaatul sugro. dalam hal ini imam tidak harus memiliki kekuasaan wilayah.

Anonim mengatakan...

makanya muhammadiyah oleh salafy juga dianggap sesat.

Anonim mengatakan...

kesalahan pertama hizby salafi indon:
MATA MITATAN
JAHILIYYAH

mereka menganggap bahwa yg dimaksud dalil ini, mati jahiliyah itu bukan mati kafir..tapi mati jahiliyah adalah mati dalam keadaan ga punya imam.. kalaupun masuk neraka, ya masuknya cuma sebentar saja... bukan sebuah siksaan yg berat..

padahal mau dibolak-balik, dianalisa seperti apapun yang namanya mati jahiliyah itu adalah sebuah ancaman.. sebuah ancaman yang memang betul2 harus dihindari sejauh2nya..

nah sama hizbi salafi ini diplesetkan maknanya jadi: mati jahiliyah itu gak apa2, di neraka cuma sebentar aja kok.. yang penting tetep islam, tetep sholat..

Anonim mengatakan...

kesalahan kedua hizbi salafi:

mereka selalu beranggapan bahwa imam harus mempunyai wilayah kekuasaan..
sekarang mana dalilnya bahwa imam itu harus punya wilayah kekuasaan? sebutkan dalilnya satu saja.. (bukan fatwa ulama) padahal jelas2 dalilnya, 3 orang saja sudah sah untuk mengangkat salah satunya sebagai imam.. dengan catatan belum ada jama'ah disitu...

kesalahan ini diperparah dengan terpecah belahnya kaum khawarij ini...
ada yg menganggap bahwa imamnya adalah presiden republik indonesia (walaupun dasar hukumnya bukan quran dan sunnah, tapi undang2 peninggalan kafir belanda), ada yg beranggapan bahwa jama'ah saat ini tidak ada, ada yg beranggapan bahwa baiat itu hanya untuk imam penguasa wilayah yg syar'i, tapi dari kesemuanya, tidak ada satupun salafi yang tegas mengatakan bahwa imamnya adalah pak sby..

bahkan harusnya kalau mereka meyakini jama'ah itu tidak ada, maka solusi bagi mereka adalah uzlah, bukan malah membentuk pengajian2 firqoh, daurah2 hizbiyah, dsb.. itu ga ada bedanya sama khawarij..

Anonim mengatakan...

kesalahan ketiga gerombolan khawarij salafi ini:
selalu mengatakann bahwa ldii mengkafirkan org islam diluar golongannya..padahal itu salah besar..
tahukan kalian bedanya islam dengan kafir? tahukah kalian siapa yg disebut islam, siapa yg disebut kafir?
makanya kalo ngaji jangan ngantukan mas, buka kuping dan otaknya baik2..

lagi2, mereka menunjuk ldii seperti itu, tapi sendirinya ga sadar menganggap manhajnyalah yg paling benar, kelompoknyalah yg paling benar, semua org islam diluar manhaj salaf adalah sesat, bid'ah, masuk neraka semuanya...

lalu, apa bedanya kalian dengan apa yg kalian tuduhkan pada ldii, hai khawarij..??????

Anonim mengatakan...

selalu mengatakann bahwa ldii mengkafirkan org islam diluar golongannya..padahal itu salah besar..

tahukan kalian bedanya islam dengan kafir? tahukah kalian siapa yg disebut islam, siapa yg disebut kafir?
makanya kalo ngaji jangan ngantukan mas, buka kuping dan otaknya baik2..
=====================================

Boleh tau mas bedanya islam dengan Kafir menurut pandangan sampean?

Terus di mata sampean2 ormas2/orang2 islam di luar golongan lDII dihukumi apa? apakah meraka juga orang islam juga seperti kalian?

Terus bagaimana dengan nasehat2 dari ustadz2/ulama2 kalian yg menuduh diluar golongan kalian kafir dan berhasil direkam dan disahre di sini. apakah rekaman itu bohong? atau itu oknum LDII? atau sekarang memang sudah dirubah/berubah?

Ngapunten mas...hanya pengen tau, kulo bukan salafi loh...saestu mas :)tulong dijawab seng jujur, masalae katanya LDII niku tukang ngapusi kalau ngomong didepan umum.

Matur nuwon mAs LDII..

Anonim mengatakan...

apabila ada member 354/qhj354 keluar dari kelompoknya dihukumi murtad dan darahnya halal untuk dibunuh, itu adalah praktek pentakfiran yang nyata.

ini baru sekelumit contoh saja. efek dari menganggap orang islam diluar 354/jokam 354/LDII/QHJ354 adalah kafir dan islamnya tidaksah akan berdampak bagaimana orang LDII dalam mengaplikasikan hukum islam. orang islam diluar jamaah 354 diposisikan obyek hukum sebagai orang kafir. maka
1. tidak mendapatkan hak waris
2.dikonsepkan ahlu neraka
3.dikonsepkan ibadahnya ditolak dan musuh Allah

orang jokam 354 itu terilusi seolah mereka sedang membuat Allah senang dan menjadi kaum pilihan Tuhan. tanpa mereka sadari mereka sebenarnya sedang bergelimang dalam dosa khawarij, kesombongan keujuban yang kesemuanya itu akan berakhir pada penderitaan di akhirat.

rukyah354 adalah korban dari penyesatan nurhasan dan anak turunnya dan kroni2 terdekatnya

Anonim mengatakan...

dalam ajaran ahlu sunnah wal jamaah, imamah itu adalah pewarisan Kenabian dalam hal kepemimpinan daulah, karena Imamah Rasulullah SAW, ABu Bakar dan khulaur Rosyidin adalah imamah daulah yang wilayahnya di smenanjung jazirah arab lalu ekspans ke arah syam (palestina)

tapi rukyah 354 didoktrin sama elit- burengan bahwa imamah itu pewarisan kenabian dalam hal syariat,spiritual. konsep ini adalah mirip dengan konsep pontifex maximus atau kependetaan tertinggi ala katolik dan setali 3 uang dengan syiah imamiah.

sebenarnya para mastermind 354/aktor utama rahasia/dibalik layar yang ada di pucuk pimpinan qhj 354 mengetahui bahwa imamah adalah konsep islam dalam hal siyasi (politik pemerintahan). cuma mereka tidak mau rukyah mereka tahu sebab kalau rukyah tahu agenda mereka untuk menjalankan negara dagelan akan kandas.

elit 354 juga tahu kalau qhj 354 tak mampu akan bermetamorfosis dalam bentuk daulah yang sebenarnya, tapi minimal mereka bisa terus mendapatkan pasokan dana/infak dari pengikutnya dan kepatuhan dari pengikutnya

Anonim mengatakan...

tak heran, kalau dipengajian2 qhj354 selalu diretorikakan dan brainwashing secara rutin ke rukyah 354 bahwasannya keluar dari jamaah 354 hukumnya adalah murtad dan masuk neraka. ini adalah trik supaya tidak kehilangan pengikut.

mirip modus operandinya dajjal yaitu menggunakan konsep surga-neraka dalam melakukan penyesatan

Anonim mengatakan...

sebut saja namanya abu insan,
dia adalah salah satu anggota islam jamaah,/ 354, dia sudah lama tinggal di pemukiman / komplek islam jamaah/ 354, suatu hari, ibunya di kampung mengalami sakit2an , maka abu insan pun membawa ibunya tinggal di rumahnya, sebagai bakti seorang anak kepada orang tua, dengan harapan ibunya bisa sembuh,, selang beberapa lama sang ibu tinggal di rumahnya, taqdir menentukan lain, sang ibu akhirnya wafat dirumahnya,, maka abu insan sebagai seorang anak pun merasa sedih, , ,
lantas ibunya di mandikan dan di kafankan di rumahnya yang berada di komplek islam jamaah / 354, oleh tim jenazah 354,

namun setelah selesai memandikan dan pengkafanan, sang ibupun langsung di bawa ke pemakaman umum, dan langsung di kuburkan ,

yang mengherankan, sang ibu TIDAK DI SHOLATKAN, sebagaimana di sholatkanya jenazah umat islam pada umumnya, padahal sang ibupun adalah seorang muslim, hanya saja sang ibu tidak termasuk anggota islam jamaah,

pembaca yang budiman,silahkan pembaca nilai sendiri, kenapa sang ibu tidak di sholatkan sebagaimana jenazah umat islam lainya, padahal masjid di komplek itu hanya beberapa metersaja dari rumahnya, , ,

itulah potret dari islam jamaah sesungguhnya yang asa sekarang ini,

Anonim mengatakan...

apabila ada member 354/qhj354 keluar dari kelompoknya dihukumi murtad dan darahnya halal untuk dibunuh

----------------------
crito ndoboll ngono opo yo isih ono sing percoyo??

Anonim mengatakan...

salapy itu kalo sudah mumet masalah konseptual mereka akan
mengkritisi masalah teknis. mencari kesalahan personal, tetapi kalo ada hal yang baik dari warga ldii itu hanya dianggap kepura-puraan saja. masa allah..

hal teknis yang sering dikritisi salapi misal: IR, bitonah, Surat tobat, surat sambung, surat lamaran nikah,surat saham UB dan surat2an lainnya...

terus mengkritisi yang berhubungan dengan angka2

5bab,6 tobiat luhur 4 tali kimanan, 4 roda berputar, 5 unsur pembinaan, sampai tombo ati ono 5 perkarane..mungkin sebentar lagi Pancasila ada 5 sila, butir2 P4, 10 program PKK, 10 darma pramuka akan menuai kritik dari salapretz...

Anonim mengatakan...

mau 5 bab, 10 bab terserah,,
mau panca sila , dasa sila ya terserah,,
cuma pembagian kok diributkan

kitab bukhori cetakan beirut ada yg 9 juz ada yang 8 juz ga ada yang mempermasalahkan

kitab alqur'an ada yg dibikin 1 jilid ada yg 30 jilid (i juz perjilid) sampe sekarang ga ada yg mempermasalahkan

Anonim mengatakan...

Rasululloh bersabda:" Barangsiapa berkata suatu perkataan yang tidak pernah aku katakan maka hendaklah ia persiapkan tempat duduknya di neraka" (HR Bukhori: 106)

Anonim mengatakan...

Pernahkah Rasululloh mengatakan atau memerintahkan untuk infak WAJIB 5%, 7.5%, 10% dari penghasilan per bulan ??? maka wahai jamaah LDII maka hendaklah antum mempersiapkan tempat duduk antum di neraka

Anonim mengatakan...

mereka selalu beranggapan bahwa imam harus mempunyai wilayah kekuasaan..
sekarang mana dalilnya bahwa imam itu harus punya wilayah kekuasaan? sebutkan dalilnya satu saja.. (bukan fatwa ulama) padahal jelas2 dalilnya, 3 orang saja sudah sah untuk mengangkat salah satunya sebagai imam.. dengan catatan belum ada jama'ah disitu...
===================================
Lha sekarang mana dalilnya imam harus bersembunyi/disembunyikan sebutkan dalilnya 1 saja...dan 3 orang itu untuk orang yang safar mas. Kalau antum menganggap di indonesia ini gak ada imam Rosulullaoh memerintahkan untuk uzlah jauhi firqoh2, jangan masuk apalagi membuat firqoh sendiri. Apa ini berarti Rasululloh menyuruh umatnya menjadi orang kafir karena uzlah???

Anonim mengatakan...

bahkan harusnya kalau mereka meyakini jama'ah itu tidak ada, maka solusi bagi mereka adalah uzlah, bukan malah membentuk pengajian2 firqoh, daurah2 hizbiyah, dsb.. itu ga ada bedanya sama khawarij..
-------------------------------------
Jadi ketika nurhasan samapai di indonesia meyakini gak ada imam harusnya UZLAH juga dong kenapa malah membuat firqoh sendiri, membuat daurah hizbiyah sendiri???
Dan dengan adanya UZLAH ini menunjukkan bahwa wajibnya bae'at itu tadak mutlak jika diyakini di negara tersebut tidak ada keimaman dan dengan UZLAH tersebut tidak membuat kita menjadi kafir walaupun kita tidak bae'at pada imam (tidak punya imam).

Anonim mengatakan...

iya.. kalo uzlahnya syar'i
seperti dijelaskan dalam hadist sebaik2nya orang di akhir zaman nanti adalah seorang yang membawa kambing hidup di lereng gunung menyendiri karena menghindari fitnah

Anonim mengatakan...

lha wong uzlah kok ngenet..
jenenge yo ora uzlah..

Anonim mengatakan...

PARA PENYERU JAHANNAM PENGAJAK KEJAHILIAHAN....

Wahai Rasullulloh, dahulu kami berada pada masa jahiliyyah dan keburukan lalu Alloh mendatangkan kebaikan ini kepada kami, apakah setelah kebaikan ini akan datang keburukan?'. Beliau menjawab:'Ya". Aku bertanya lagi:"Apakah setelah keburukan itu akan datang lagi kebaikan?". Beliau menjawab"Ya, akan tetapi didalamnya ada "dukhn" (kotorannya". Aku bertanya lagi:"Apa kotorannya itu?". Beliau menjawab:Yaitu suatu kaum yang memimpin tanpa mengikuti petunjukku, kamu mengenalnya tapi sekaligus kamu ingkari". Aku kembali bertanya:"Apakah setelah kebaikan (yang ada kotorannya itu) akan timbul lagi keburukan?". Beliau menjawab:"Ya, yaitu para penyeru yang mengajak ke pintu JAHANNAM.SIapa yang memenuhi seruan mereka maka akan dilemparkan kedalamnya". Aku kembali bertanya:"Wahai Rasululloh, berikan sifat-sifat (ciri-ciri) mereka kepada kami". Beliau menjelaskan:"Mereka itu berasal dari kulit-kulit kalian dan berbicara dengan bahasa kalian. Aku katakan:"Apa yang engkau perintahkan kepada kami bila kami menemui (zaman) keburukan itu?. Beliau menjawab:"Carilah jamaah muslimin dengan imam mereka (carilah jamaah islam yang memiliki imam yang berbaiat)". Aku kembali bertanya:"Jika saat itu tidak ada Jamaah Islam dengan Imam mereka (saat itu tidak ada Jamaah Muslim yang memiliki Imam yang dibaiat)?". Beliau menjawab:"Kamu tinggalkan seluruh firqoh (kelompok Jamaah Islam yang tidak memiliki Imam yang dibaiat) sekalipun kamu harus memakan akar pohon hingga maut menjemputmu dan kamu tetap berada didalam keadaan yang demikian itu". (HR Bukhori 3338)