بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

AWALUL MU'MININ ATAU AWALUL MUFSIDIN

Tentunya bagi anda yang masih LDII atau mantan LDII mengenal dengan istilah yang satu ini yakni istilah "AWALUL MU'MININ".kita secara lumrah mengenal istilah ini hanya ada dan di sematkan kepada beberapa orang sahabat-sahabat nabi saja,yang mana mereka adalah orang yang pertama kali beriman kepada Allah dan kepada Rasulullah,setelah itu yang ada hanya generasi-generasi pengikut beliau.

sampai hari ini ada satu kelompok yang pernah kita tau bersama,mereka menyematkan gelar AWALUL MU'MININ kepada orang-orang yang pernah belajar atau bertemu dengan jargon mastermind Nurhasan Madigol.padahal di masa Madigol, islam di Indonesia sudah banyak.namun yang menjadi kejanggalan mengapa istilah tersebut begitu indah indah di lisan mereka,huf...bukankah awalul mu'minin adalah orang yang pertama kali masuk islam??? atau istilah ini sengaja di comot untuk meninggikan derajat Madugol sebagai THE SAVIOUR sang juru selamat.atau mungkin juga istilah ini di fungsikan untuk mengekang doktrin seolah mereka sajalah yang beriman pada Allah dan yang lainnya kufur...


Subhanallah....

lihatlah betapa mereka membanggakan dengan penuh kesembongan "dulu kita yang pertama kali melaksanakan memakai celana di atas mata kaki,memakai jilbab yang benar,kita yang duluan mengaji Quran Hadits,kita duluan yang ini dan itu,dan sekarang banyak orang yang diam-diam mengikuti kita".mereka meng aku-aku bahwa mereka adalah awalul mu'minin padahal dari sinilah kita bisa mengenal bahwa mereka telah menjadi awalul mufsidin di masa itu.mereka tidak bisa menerima keislaman seseorang sebelum orang tersebut beriman kepada mendiang Madugol serta generasinya.

anda berusaha menyangkal????maka lihatlah foto-foto nurkacang yang selalu di pampang hampir di seluruh rumah pengikutnya,sebagai pengikut sejati akan berkata bahwa jikalau tanpa ABAH niscya kita di indonesia akan berada di alam kekafiran.sekarang ketika kami telah bertobat dan melihat fotonya Nurkacang berapa dosa yang akan dia dapatkan karna ajaran takfiri dan takiyah yang dia wariskan.

Comments
148 Comments

148 Response to "AWALUL MU'MININ ATAU AWALUL MUFSIDIN"

Anonim mengatakan...

atau istilah ini sengaja di comot untuk meninggikan derajat Madugol sebagai THE SAVIOUR sang juru selamat.
=============


tetoott...pake bahasa enggris harom hukumnya mas..dosa lho..

Anonim mengatakan...

Nurhasan dianggap sebagai nabi, dan ulama sepuh dianggap shahabat (awalul mu'minin)====> sesat..sesaaatttt

Anonim mengatakan...

Merekalah AWALUL MUFSIDIN , namun setan telah mempengaruhinya sehingga kejelekan di lihatnya bagus sampai berani mengatakan dirinya AWALUL MU'MININ .

Mereka telah sombong dengan kesombongan yang hakiki , merendahkan para Nabi dan Rasul , merendahkan para sahabat serta para imim ahlus sunnah .

Ya Allah , tetapkanlah imam ini seperti keimanan para generasi terbaik umat islam ini , jauhkanlah kami dari para penyeru kesesatan.

Anonim mengatakan...

Assalamualaikum wr wb.

Segala puji bagi Allah seru sekalian alam. Selawat serta salam tetap tercurah terhadap baginda Rasul tercinta, keluarga dan sahabat-sahabat setia beliau. Semoga syafaat mereka akan tertuju kepada kita, kelak di akherat.
Kami adalah sekumpulan pemuda muslim Indonesia yang merasa sangat prihatin terhadap kondisi bangsa dan negara Indonesia. Salah satu yang menjadi keprihatinan kami adalah pembodohan yang dilakukan oleh sebagian kelompok muslim yang mengaku hendak memurnikan kembali akidah Islam yang telah terpolusi. Mereka menganggap bahwa mayoritas kaum muslimin telah berbuat syirik, bid’ah dan khurafat sehingga harus diselamatkan.Yang lebih membahayakan lagi kelompok itu mengatasnamakan dirinya penghidup kembali akidah salaf saleh sehingga mereka menamakan dirinya sebagai Salafy. Yang lebih memprihatinkan lagi, mereka juga mengaku sebagai pengikut Ahlusunah wal Jamaah. Padahal kenyataannya mereka bukanlah kelompok Salafy dan Ahlusunah wal Jamaah, melainkan mereka adalah kelompok Wahabi yang sengaja menyusup dalam tubuh Ahlusunah wal Jamaah. Mereka ibarat penyakit kanker yang siap mengrogroti akidah Ahlusunah wal Jamaah, terkhusus di Tanah Air Indonesia yang mayoritas penduduknya bermazhab Syafi’i. Dengan dukungan dana dari luar negeri –terkhusus Saudi Arabia- mereka hendak menyebarkan akidah sesat tersebut di tengah penduduk Indonesia yang Ahlusunah wal Jamaah.
Logika tindakan mereka ibarat kaum Khawarij zaman awal kemunculan Islam dulu. Mereka gunakan ayat-ayat al-Quran dan hadis-hadis Rasul untuk mengkafirkan saudara mereka sesama muslim. Ayat-ayat al-Quran yang diturunkan untuk kaum Munafik, kafir dan musyrik lantas mereka praktekkan untuk saudara-saudara mereka sesama muslim. Hadis-hadis Rasul secara serampangan mereka terapkan untuk saudara-saudara muslim mereka. Pengkafiran (takfiri), itulah nama yang cocok buat kelompok yang selama ini mengaku sebagai kelompok Salafy. Kelompok yang selama ini menyusup dalam tubuh Ahlusunah. Kelompok yang pada hakekatnya bernama Wahabi, pengikut setia Muhammad bin Abdul Wahab. Ya, kami setuju jika kelompok Wahaby yang berkedok Ahlusunah dan mengaku sebagai Salafy yang ternyata palsu itu digelari dengan sebutan Jamaah Takfiriyah, kelompok pengkafiran saudara mereka sesama muslim. Gelar itu sesuai dengan realita pemraktekkan keyakinan mereka berkaitan dengan segenap kelompok Islam lainnya. Apa yang mereka lakukan dengan para tamu Tuhan yang datang untuk melaksanakan ibadah haji di Haramain (Makkah dan Madinah) adalah kenyataan yang tidak dapat mereka pungkiri.
Kenapa Salafy Indonesia? Ya, karena beberapa kelompok Salafy yang selama ini ada selain tidak sesuai dengan keyakinan mayoritas muslim Indonesia yang Ahlusunah wal Jamaah, juga telah mengalami arabisasi yang sangat kental dan tidak sesuai dengan budaya lokal Indonesia. Indonesia memerlukan Islam Muhammad, bukan Islam Arab. siapakah gerangan kedok di balik nama Salafy (palsu) selama ini, sekaligus menjelaskan tentang keyakinan dan akidah Ahlusunah wal Jamaah dan Salafy sejati berdasarkan berbagai argumen ayat-ayat al-Quran dan Hadis Rasululullah saw. Semua itu agar kaum muslimin Ahlusunah di Tanah Air tidak lagi tertipu dengan baju dan topeng yang selama ini mereka kenakan.
Tapi kami berharap, walau bagaimanapun hakekat Salafy sejati dan kebenaran akidah Ahlusunah harus segera diungkap. Dan sebaliknya, kebohongan Salafy palsu dan kebatilan akidah Wahaby (baca: kelompok pengkafiran) harus segera diungkap. Hal itu demi terjaganya kemurnian akidah Ahlusunah wal Jamaah yang sesuai dengan ajaran Salaf Saleh.
Semoga Allah dan Rasul-Nya meridhoi apa yang kita lakukan ini, walau usaha ini sangatlah minim sekali.
“Wa qul jaa’al haq wa zahaqol baathil, innal baathila kaana zahuuqo”
“Dan katakanlah: Telah datang kebenaran dan sirnalah kebatilan, sesungguhnya kebatilan niscaya pasti akan sirna” (QS al-Isra’: 81)
Wassalamualaikum wr wb
Hormat Kami
Satria-satria AS-WA-JA

Anonim mengatakan...

Lha wong salafi aja isinya misionaris2 salibis kok digagas..

Mau mengelak apalagi..udh banyak yg kebuka kedoknya di dunia nyata..

Mau memecahbelah islam, hai misionaris?

Anonim mengatakan...

Awalul mukminin?
Ada bukti? Atau cuma omongan sampah yg keluar dr mulut busuk kalian?

Dasar salafi dungu..

Anonim mengatakan...

Padahal kenyataannya mereka bukanlah kelompok Salafy dan Ahlusunah wal Jamaah, melainkan mereka adalah kelompok Wahabi yang sengaja menyusup dalam tubuh Ahlusunah wal Jamaah.
====

Betul bung, salafi2 sampah itu memang betul2 keji.. Mereka sengaja menyusup ke sana-sini, termasuk menyusup ke ldii sampai jd mubaligh..setelah dirasa cukup, tiba2 mereka keluar dan mendadak jd seorang ahli ilmu manhaj salaf untuk kemudian menyesat2kan ldii dan yg lainnya.. Mengaku sbg saksi nyata seorang mantan ldii, dsb..padahal omongannya ga lebih dr seonggok sampah, sama ky kwalitas otak org2 salafi indon yg rata2 spt sampah..

Anonim mengatakan...

OH WAHABI.....
Ternyata betul, Muslim Palestina diinjak2 Yahudi, Arab Sauudi diam saja, ketika negara2 Muslim mendukung kemerdekaan Palestina, ternyata Arab Saudi diam juga (Absen)......Oh ternyata betul sekali Arab Sauudi musuh dalam selimut umat Islam dunia, lebih takut kpd Obama dan Yahudi darpd Umat Muslim dan Rosullullah. Audzubillah himindzalik.

Anonim mengatakan...

tulis sesukamu ttg dakwah salafi, arab saudi, fitnah yang antum tulis nanti akan ada pertanggung jawabannya ingat itu jokamer 354

Anonim mengatakan...

tulis sesukamu ttg dakwah ldii, fitnah yang antum tulis nanti akan ada pertanggung jawabannya ingat itu salafi!

dentis mengatakan...

di medan daerahku ada beberapa pengurs wakil imam daerah/imam daeerah namanya pak fadhlan sering di sebut2 oleh jamaah bahwa dia awalul mu'minin,

Anonim mengatakan...

konsep awalul mu'minin ala jokam 354 adalah kebodohan khas qhj 354 yang sudah dimaklumi oleh masyarakat indonesia.diyakini karena sebelum mereka eksis...semua orang islam di indonesia ada di alam kekafiran

Anonim mengatakan...

para jokam ldii disini menghina syeh abdul wahab....padahal beliau pengusung dakwah tauhid ...siapa yang lebih sesat dari orang arang penghina wahabi selain kaum kuburiun dan ldii..benar benar sesat...
lantas dakwah tauhid adakah di ldii..
itulah penguasa khayalan ldii cacing dalam tanah

Anonim mengatakan...

penghinaan terhadap salafy sama saja penghina islam karena salafy adalh dakwah rosull.hati hati para jokam bicara...makanya ngaji ke ulama khibar di saudi sono biar pada pinter bia nggak kaya katak dalam tempurung...

Anonim mengatakan...

Anonim mengatakan...
Awalul mukminin?
Ada bukti? Atau cuma omongan sampah yg keluar dr mulut busuk kalian?

Dasar salafi dungu..
September 30, 2011

saya ingatkan kepada anda yang comen kata2 diatas ini...kalo anda betul2 orang jamaah LDII saya yakin bagi anda dan jamaah sudah tidak asing lagi istilah sebutan awalul mukminin ini untuk orang2 lama khususnya yang berjumpa langsung bpk nurhasan atau orang2 perintis pertama di suatu daerah contoh kasus sebutan ini...bpk a,b,c ini adalah awalul mukmini daerah ini dan ini...mestinya anda gak usah pakai kata2 kotor seperti itu mendingan anda diam walupun hati anda berkata memang ada istilah awwalul mukminin itu atau kalo istilah sebutan awwalul mukminin itu memang sudah tidak populer lagi atau mungkin sudah di mansuh oleh ke amiran ya katakan aja itu dulu tapi sekarang sudah gak di pakai lagi istilah awwalul mukminin itu karena yang di sebut2 awwalul muk minin itu seperti yang di sebut dalam alquran surat taubat ayat 100
tolonglah jangan mengumbar kata2 kotor ingat semua yang kita ucapkan akan di mintai pertanggung jawaban di sisi allah subhanahu wata'ala
kalo anda minta bukti buktinya ada pada kejujuran hati dan perkataan anda cukup allah sebagi saksi dari semua yang kita katakan dan perbuat

Anonim mengatakan...

klo disini nulis fitnah tunjukkan dimana fitnahnya???
klo disini pemilik blog menulis ttg fitnah kita doain aj mendapat laknat dari ALLAH,
tapi klo disini menulis ttg kebenaran semoga pemilik blog ini di kuatkan untuk berdakwah menyadarkan jokam dari kesesatannya

klo orang pernah kecopet pasti ia akan memperingatkan org lain agar hati2 tidak tercopet atw memberitahu klo ada copet... blog ini memberitahu hal yg lebih besar dan lebih bahaya di banding kerusakan pencopet..

Anonim mengatakan...

ow ow jokam dah sewot...
mengumbar emosi dan kata2 kotor
lisan yang terucap merupakan interpretasi dari hati yang busuk

Anonim mengatakan...

kebusukan pasti tecium
keburukan akan tampak
huuaaaa huuuaaajing.....
dah emosi rupanya di telanjangi kebobrokannya di sini
gimana nanti di akhirat

Anonim mengatakan...

penduduk MAKKAH paling tahu keadaan kampungnya...

mantan jokam juga paling tau kerusakan bekas pengajiannya

karena mereka dah bisa bandingkan antara yg haq dan yg bathil

tapi klo jokam sejati cuma bisa nulis itu fitnah, gerombolan sakit hati..

sebab mereka itu katak dalam tempurung gak tahu dan gak bisa bandingin antara kebenaran dan kesesatan,jadi wajar aja klo liat komen mereka penuh dg emosi, hawa nafsu dan tanpa ilmu, gak ilmiyah

Anonim mengatakan...

jadi tau tentang KESESATAN LDxx di sini teruskan dakwahmu sobat...

Anonim mengatakan...

muhajirin dan anshor di ldii;
‎"PERATURAN KHUSUS UNTUK JAMA'AH MUHAJIRIIN"
1)Nasehat Ijtihad Kepada Jama'ah Muhajirin (NIKJM),satu2x jama'ah muhajirin spy menetapi berumah tangga,bertanah,bekerja,dan berhasil.Adapun bg jm mhjrn yg sdh bs tugas menyampaikan QHJ berarti sdh berhasil. 2)NIKJM,satu2x anak mhjrn yg msh menjadi tanggungan ortu hrs menjadi mhjrn. 3)NIKJM,satu2x jm mhjrn yg nikah dg jama'ah anshor, jm anshor hrs menjadi mhjrn. 4)NIKJM,satu2x jm mhjrn apbl didapuk keimaman setempat spy melapor imam mhjrn. 5)NIKJM,satu2x jm mhjrn yg buruh/merantau utk kerja luar jawa/negeri spy minta idzin&surat sambung kpd imam mhjrn. 6)NIKJM,satu2x jm mhjrn yg datang dr buruh/merantau spy lapor pd imamx. 7)NIKJM,satu2x jm mhjrn yg buruh/merantau kewajiban infaq rizkix spy disetorkan ke gading&disaksikan keimaman setempat. 8)NIKJM,satu2x jm mhjrn yg merantau shodaqoh siar2,insidentil,lailatul qodar, 40% zakat maal,tijaroh,tanaman,ternakx sbg haq sabilillah disetorkan ke pusat mhjrn di gading,adpun zakat fitrah&sodaqoh2 yg lain spy diserahkan di tempat ia sambung. 9)NIKJM,satu2x jm mhjrn yg menetap di gading spy pny KTP gading&bg jm mhjrn yg merantau,apbl setiap bulan/stgh bulan/satu mgg pulang ke gading mk termasuk mhjrn yg menetap.
‎10)NIKJM,satu2x jm mhjrn yg merantau spy menertibkan sambung jmx/5 babx. 11)NIKJM,satu2x jm mhjrn yg dilamar, sblm menerima lamaranx spy lapor kpd keimaman. 12)NIKJM,satu2x jm mhjrn yg akan jual beli tanah/sawah di gading sblmx spy lapor kpd keimaman. 13)NIKJM,satu2x jm mhjrn yg merantau jk sakit&dikwtirkan meninggal dunia, dianjurkan sgr pulang ke gading. 14)NIKJM,satu2x jm mhjrn dianjurkan utk menanam tanaman barokah utk mendukung penghijauan. 15)NIKJM,satu2x jm mhjrn kalo menikah dianjurkan di gading,jk terpaksa menikah diluar gading dianjurkan SODAQOH SDKTNYA 200.000 ke gading. 16)NIKJM,satu2x jm mhjrn wanita yg merantau DIANJURKAN MELAHIRKAN DI GADING jk terpaksa melahirkan diluar gading DIANJURKAN AQIQOHX DI GADING. 17)NIKJM,satu2x jm mhjrn yg menetap di gading apbl bepergian dianjurkan minta idzin&surat sambung kpd imam stmpat. 18)NIKJM,satu2x jm mhjrn yg mau menjadi jamaah Anshor SPY SHODAQOH JARIYAH BERUPA 10 ZAK SEMEN TIAP KEPALA DAN DISERAHKAN KE GADING. Semua Nasehat&ijtihad mulai no.1 sd 18 spy dithoati&dikerjakan dg niat mukhlis karna Allah. (ini nasehat yg khusus utk "muhajirin" ala kerajaan madighol)

Anonim mengatakan...

dasar orang jokam dungu-dungu, anak-anak SD juga tahu kalau islam masuk karena letak indonesia di jalur perdagangan pelayaran dimana pedagang muslim arab, cina muslim dan gujarat muslim meyiarkan islam ke indonesia. itu terjadi di sebelum abad 12.

kalau menurut otak orang qhj 354, islam masuk ke indonesia tahun 1941 saat si tolol nurhasan datang ke indonesia dari arab.mangkanya mereka menobatkan diri mereka 'awalul mu'minin'. sebuah kesombongan besar yang berangkat dari dari kebodohan besar akibat terlalu banyak mengkonsumsi program dunguisasi dari burengan.

saya sendiri dulu begitu bangga karena keluarga saya juga dinobatkan juga sebagai awalul muminin di sebuah provinsi di tanah jawa. paman-paman ku adalah imam daerah. tapi sekarang aku sadar. istilah awalum mu'minin ala madigol adalah istilah kesombongan + kebodohan

Anonim mengatakan...

semoga ya membuat blog ini selalu membuka kedok kesesatan LDII,gara2 mereka saudariku di tipu masalah pernikahan,

Anonim mengatakan...

semoga Allah menyatukan seluruh umat islam di negri ini dalam aqidah yang lurus , jauh dari sryrik dan bidah .

mari bersatu padu dan saling menasehati sesama saudaranya dengan kelembutan dan hujjah .

bentengi diri dan keluarga dari paham sempalan yang menisbatkan kepada islam namun hakekatnya justru menghancurkan islam semisal islam jamaah ini.

semoga pemerintah dan para pengambil keputusan di negri ini juga di beri hidayah untuk bersatu padu membubarkan kelompok islam sempalan berpaham takfiry ini ( LDII )

amin

Anonim mengatakan...

FITNAH apaan bung,apa ente tdk mendengar berita tuh, Tanah Palestina direbut Zionis yg di dukung AMERIK, mau merdeka ttp diVETO si Amerik, Si Amerik ini sahabatnya si Arab Saudi yg Wahabi itu........

Anonim mengatakan...

Tapi kami berharap, walau bagaimanapun hakekat Salafy sejati dan kebenaran akidah Ahlusunah harus segera diungkap. Dan sebaliknya, kebohongan Salafy palsu dan kebatilan akidah Wahaby (baca: kelompok pengkafiran) harus segera diungkap. Hal itu demi terjaganya kemurnian akidah Ahlusunah wal Jamaah yang sesuai dengan ajaran Salaf Saleh.
Semoga Allah dan Rasul-Nya meridhoi

Anonim mengatakan...

FITNAH apaan bung,apa ente tdk mendengar berita tuh, Tanah Palestina direbut Zionis yg di dukung AMERIK, mau merdeka ttp diVETO si Amerik, Si Amerik ini sahabatnya si Arab Saudi yg Wahabi itu........

--------------------------
kasian tanah palestina ga diakui sebagai negara oleh PBB
daulah pelestina belum sah karena belum punya wilayah yang diakui.sebaiknya muslim disana pindah kenegara lain saja. terutama negara muslim misal arab,atau pakistan, atau iran

Anonim mengatakan...

vaUNTUK MEMBUKA KEDOK BLOG INI
BUKA DI BLOG SALAFIINDONESIA.
SALAFI PALSU, FAHAM BARU.
BARU DATANG KE INDONESIA SDH BERANI MENJELEK2AN/ MENTAKFIRKAN / MEMBID'AHKAN ORMAS2 ISLAM DI INDONESIA

Anonim mengatakan...

dulu membanggakan diri sebagai murid ulama saudi, di makalah cai diceritakan perjuang syaikh muhammad bin abdul wahhab, bahkan dalam makalah cai pernah dinukil sebagian matan ushul tsalatsah karya syaikh bin abdul wahhab, sekarang berbalik 180 derajat........

Anonim mengatakan...

yang ngasih komen bisa dari HTI, NU atau persis, yang anti wahabi

Anonim mengatakan...

ah yo ben... anti wahaby
sing penting aq wes naek pangkat 3d n tunjanganku 3x gaji pokok.....
turu sik cah.. sesuk ngantor raoleh telat. renum iku ketat

Anonim mengatakan...

Yuk mari, fokus buat ibadah aja.. Bentar lg kurban, persiapan..

Yg salafi biar sibuk hujat sana hujat sini.. Gausah ikut2an..:)

Anonim mengatakan...

TEMAN-TEMAN SALAFYYIN KETAHUILAH BAHWASANNYA SAYA, (SI EMBAH SASTRO) ADALAH ANJING-ANJINGNYA KAUM KAFIR DARI PIHAK NASHARA DAN YAHUDI YANG DIBAYAR MURAH UNTUK MEMECAH BELAH DAN MEMBUAT BINGUNG SERTA KEKACAUAN TENTANG MANHAJ SALAF.
JADI MOHON APA YANG SAYA (EMBAH SASTRO) KATAKAN JANGAN DIGUBRIS. DAN BAGI YANG PUNYA KEMAMPUAN HACKING TOLONG BLOG SAYA (MBAH SASTRO) INI DI HANCURKAN SAJA. AGAR SAYA BISA TOBAT.
—————————————————–
Sastro Menjawab:

Kebohongan apa lagi yang dilakukan oleh beberapa pengikut Wahaby ini..?
Apakah mungkin kita akan memberi tahu orang yang keras kepala dan sok benar sendiri seperti yang menulis komentar di atas…
pakai ID yang berbeda-beda tapi IP-IDnya yang menjawab bahwa ia adalah satu orang…
Cukup Allah dan Rasul-Nya saja yang akan menjadi saksi perbuatan mereka yang ilmu kosong tapi banyak mulut…
-------------------
ITULAH KOMENT2 SALAFINDO DG MBAH SASTRO (ASWAJA) LEBIH JELASNYA BUKA BLOG SALAFY INDONESIA,
MK WARGA LDII JANGAN TERPENGARUH!!
DG SALAFYY.

Anonim mengatakan...

Wahai saudaraku sesama Muslim, janganlah saling menghujat satu sama lain.
Ibadah Orang Islam acuan kebenarannya adalah yang bersumber dari Alqur'an dan Sunnah Rosul, yang sudah dicontohkan oleh Sahabat dan generasi awal terbaik dan paling konsisten didalam menegakan Islam.

Pada saat ini sudaraku harus sadar bahwa perpecahan Islam sudah sangat merajalela, saling meng-claim golonganku lah yang wajib dan pasti masuk Sorga,

Saudaraku, didalam sejarah Islam sudah jelas, siapa yang pasti masuk sorga dan siapakah yang sudah tercatat pasti akan dimasukan ke dalam Neraka. JADI KESIMPULANNYA KALO KITA PUNYA KEFAMAHAN BAHWA HANYA JAMAAHKU YANG PASTI MASUK SORGA DAN YANG JAMAAH SELAINNYA MASUK NERAKA, ITULAH PEMAHAMAN YANG SANGAT SESATTTTTTTTTTTTTT. ,janganlah terlena, terbujuk, atau TERTIPU untuk mengikuti suatu FAHAM yang yang meng-claim paling benar dan yang lain sesat, atau Jamaahku pasti masuk SURGA dan diluar Jamaahku PASTI Neraka.

PENGALAMAN SAYA SELAMA PULUHAN TAHUN saya jadi Jamaah di LDII atau orang lebih mengenal dengan Islam Jamaah, saya memang sangat yakin dengan DOKTRIN yang dibawah oleh MadigolImam Nurhasan, diteruskan oleh Abdul Dhohir, dan sekarang diteruskan oleh Abdul Aziz Sulthon Aulia sebagai Amiril Mukminin di Indonesia, dan amiril mukminin di Negara2 yang sudah terjangkit FAHAM WARISAM NURHASAN, seperti Ausstralia,Malaysia, Suriname, dan yang terahir Sang Amiril Mukminin Abdul Aziz sudah meresmikan Jamaah di Negara Korea Selatan.

Sebagai Jamaah LDII waktu itu saya sangat Taat kepada aturan2 sang Amir, agar tidak terpengaruh dengan Faham yang diluar Jamaah LDII, untuk tidak membaca kitab/ buku selain yang diterbitkan oleh Sang Amir Islam Jamaah/ LDII, selama PULUHAN TAHUN pemahaman Islam saya/ ILMU SAYA DIJAJAH oleh FAHAM YANG SESATTTTTTTTTTTT di Islam Jamaah/ LDII, seperti komentar para mantan Jamaah LDII diatas.

OLEH KARENA ITU SAYA MENGAJAK BERTAUBAT KEPADA SAUDARAKU YANG MASIH SAMBUNG DI ISLAM JAMAAH/LDII, TERUTAMA SAYA MENGAJAK BAPAK PROFESOR ABDULLAH SYAM SANG KETUA UMUM LDII BERSERTA JAJARANNYA, karena antum semua TELAH SUMPAH DUSTA dihadapan pengurus Majelis Ulama Indonesia( MUI)dengan menyodorkan 8 klarifikasi, salah satunya adalah bahwa LDII bukan penerus Faham Islam Jamaah, itu adalah SUMPAH PALSU, SUMPAH BOHONGGGGGGGGGGGGGG, alias SUMPAH DUSTA, saya masih mengikuti sambung2 di pusat pak Syam, makanya saya bisa ambil kesimpulan begitu, mohon maaf pak saya walaupum masih sambung di Jamaah LDIIA, tapi FAHAM SAYA SUDAH JAUH DARI DOKTRIN ISLAM JAMAAH/ LDII.

SEKALI LAGI TAUBATLAH SAUDARAKU SELAGI BELUM TERLAMBAT, KARENA ANTUM BERDUSTA BUKAN HANYA KEPADA PENGURUS MUI tapi antum telah berdusta kepada kaum MUSLIMIN di SELURUH DUNIA, DAN KHUSUSNYA MUSLIM DI INDONESIA.

Anonim mengatakan...

1. Kayanya org ldii sangat2 jarang menggunakan istilah 'antum', 'ana', 'afwan', dsb.. Jadi, disimpulkan yg komentar diatas cuma ngaku2, alias fitnah
2. Sambung pusat itu apa ya? Anda org ldii atau salafi yg cuma ngaku2 sbg org ldii?
3. Kalo memang anda masih ngaji di ldii, dan tahu bahwa ldii itu sesat, kenapa ga langsung mendobrak paham sesatnya ldii? Kenapa bertingkah spt ayam pengecut, sembunyi2, lalu koar2 di blog?
4. Kalo udh tau ldii sesat, kenapa anda masih ngaji disana? Berarti anda menyesatkan diri anda sendiri dong? Atau ada maksud lain?

Kesimpulan:
Komentator2 disini hanyalah komentator sampah, tukang fitnah, tukang ngaku2.. Beranikah anda tunjukkan identitas anda sbg pertanggungjawaban atas postingan anda? Nama, alamat, dsb.. Saya jamin ga ada yg berani, paling2 ngibrit semua..

Anonim mengatakan...

colLDII SESAT
SALAFEY SESAT
HT TABLIG SESAT
ASWAJA SESAT
IM MUJAHIDIN AT SESAT
NII PERSIS IRSYAD SESAT
WAHABY, IMAM2 SESAT...
TERUS YG GAK SESAT SIAPA....
PIYE IKI????
YG PASTI YG SESAT ITU YG GAK SHOLAT2AN YG TDK RUKUN IMAN & ISLAM ITU YG HRS DIAMARMARUFI MAS MAS ANTUM2 YG KOAR22 DISINI.........NGERTI RA???

Anonim mengatakan...

semuanya SESAT dan KAFIR kecuali islam yang berpedoman QURAN HADIS JAMA'AH-JAMA'AH QURAN HADIS dengan program ibadah JAMA'AH 5 BAB plus 4 tali keimanan :
1. ngaji quran hadis dengan cara MANGKUL MUSNAD MUTASIL
2. mengamalkan quran hadis yang sudah di mangkulkan sak polnya kemampuan
3. membela/memperjuangkan(JIHAD) quran hadis dengan harta benda dan jiwa
4. sambung jama'ah secara quran hadis
5. taat allah taat rasul taat imam berdasarkan quran hadis--->semuanya dari 5 bab ini di kerjakan karena allah dengan sak polnya kemampuan.

4 TALI KEIMANAN
1. bersyukur kepada allah kepada rasul sahabat tabi'in tabi'ahum dan ulama2 shalihin terutama di indonesia ini bersyukur kepada putra terbaik indonesia yang menjadi ulama besar sang pembawa hidayah QURAN HADIS JAMAAH yaitu Bpk KH Syaikh Al Imam Amirul Mukminin Nurhasan Al Ubaidah Lubis Al Musawwah
2. mengagungkan syair2 allah (idem N0 1)
3.mempersungguh QURAN HADIS JAMA'AH secara 5 BAB sebagai program ibadah jamaah
4. berdo'a supaya tetap dalam jamaah dengan segala konsekwenya dan tidak terpengaruh malah harus berpengaruh
inilah jalan SATU SATUNYA untuk masuk surga selamat dari neraka versi mangkul jamaah jokam 354
pendek kata JAMAAH surga gak jamaah neraka......

Anonim mengatakan...

iya benar itu,, jamaah surga ga jamaah neraka. tapi jamaah itu bukan haya milik LDII,, semua umat islam adalah jamaah. yang imamnya SBY juga jamaah,, bahkan sendiri-sendiripun adalah jamaah. ga usah kawatir dengan ucapan orang LDII,, surga itu luas ga usah berebut,,

Anonim mengatakan...

komentar:
1. di sini koq pada njelek-jelekin arab saudi, padahal anda pada berangkat haji tiap tahun ke sana. dasar tamu pada ga sopan, ga pada syukur masih bisa ziyaroh ke dua masjid.apa kalau orang saudi bantu orang palestina dgn diam-diam apa harus lapor ke anda??
2. jama'ah (baca: LDII) itu benar-benar paling benar, ditinjau dari dalil MANQULnya Nurhasan. apa di akhirot nanti Nurhasan yang akan menghisab amalan kalian: "ini manqul ga...itu manqul ga...!?kalau ga manqul dari saya, silakan masuk ke neraka jahannam." lalu Nurhasan menaiki derajat-derajat sorga hingga tingkatan Firdaus yang paling tinggi (karena dapat jariyah dari manfaat ilmu MANQUL), lalu Nurhasan menduduki tempat yang sangat dekat dengan Rasululloh karena agungnya maqom.lalu para 'Awwalul mukminin' menduduki derajat yang tidak terpaut jauh dari dia. ketika ditanya kepada mereka bagaimana bisa sorga kalian setinggi ini? mereka menjawab,"karena kami dulu suka mengkafirkan orang yang sholat,dan menahan zakat dari tetangga sebelah yang kelaparan karena dia kafir meskipun solat dan sering berdo'a kepada Allah, kami juga pintar mengelabuhi orang-orang dengan bitonah ga apa-apa bohong sama orang kafir, yaitu orang yang ga pinter nyari persembunyian imam kami untuk membaiatnya"...para penanya manggut-manggut sambil dalam hati bergumam ( walaah ternyata Allah mencintai dan memulyakan tukang bohong)....subhaanaLLOh!!!ya akhi, sorga itu isinya para ahlul ma'ruf. kalau tidak kacaulah sorga!! ya akhii, kalau pemahaman anda tentang pembalasan amal sudah kurang pas,pemahaman anda tentang Alloh sudah tentu kurang pas pula. subhanaLLOh..subhanaLLoh...

Anonim mengatakan...

tentang MISSIONARIS, mereka adalah orang-orang yang mendakwahkan bahwa Alloh telah menebus dosa-dosa manusia dengan diriNya dengan tersakitinya Dia di tiang penyaliban. yang lebih menyerupai MISSIONARIS dari kaum muslimin adalah segolongan yang menyangka bahwa dosa mereka pasti terampuni karena adanya pemimpin atau orang-orang tertentu, padahal mereka belum menunaikan hak-hak Alloh dan bermuamalah denganNya sebagaimana mestinya...

Anonim mengatakan...

semua umat islam adalah jamaah. yang imamnya SBY juga jamaah,, bahkan sendiri-sendiripun adalah jamaah. ga usah kawatir dengan ucapan orang LDII,,bahkan orang islam yang tidak menyadari dirinya jamaah sampai meninggal itu bukanlah mati kafir. surga itu luas ga usah berebut,,

Anonim mengatakan...

http://fathurkamal.staff.umy.ac.id/?p=80

Anonim mengatakan...

SAYA SANGAT BERSANGKA BAIK BAHWA SANG PROFESOR ABDULLAH SYAM AKAN SEGERA MENGAKUI PERBUATAN DUSTANYA (SUMPAH DUSTA KEPADA PENGURUS MUI PUSAT) DAN SEGERA MINTA MAAF KEPADA UMAT ISLAM DI INDONESIA, KARENA TELAH BERDUSTA KEPADA UMAT MUSLIM DI INDONESIA, WALAUPUN HARUS KEHILANGAN FASILITAS DARI SANG AMIRUL MUKMININ ABDUL AZIZ SULTHON AULIA,

LIHATLAH AKIBATNYA KALO GA SEGERA TAUBAT, ALLHOH AKAN SEGERA MENGAMBIL TINDAKAN, JANGAN BANGGA DENGAN LDII YANG DUITNYA BANYAK, LANCARNYA KEBOHONGAN LDII SELAMA INI KARENA DUITNYA BANYAK, BISAM NYOGOK SANA SINI, PENDEKATAN KE PARA PEJABAT JUGA SEMUA PAKE DUIT, TAPI AWASSSSSSSSSSS ALLOH MELIHAT MAKARNYA PARA PEMBESAR LDII/ ISLAM JAMAAH, INGAT BAHWA WALLOHU KHOIRUL MAAKIRIN, SADAR PAK SYAM YA, SGERALAH BERTAUBAT, AKUILAH SEGALA KEBOHONGANNYA SELAMA INI HANYA KARENA DIPERALAT OLEH AMIR ISLAM JAMAAH TUK MENUTUPI SESATTTTTTNYA LDII/ ISLAM JAMAAH.

BELAJARLAH PADA BANYAK ULAMA YANG KONSISTEN DENGAN HUKUM2 ISLAM YANG AL-QURAN DAN SUNNAH, BUKAN HANYA BELAJAR/ MANGKUL DARI ILMUNYA NURHASAN, YANG ILMUNYA SEKARANG SEDANG BANYAK DIKOREKSI OLEH PAK KHOLIL YANG BARU PULANG BELAJAR DARI MEKAH, KARENA ILMU NURHASAN SETELAH DI CROSS CHEK DENGAN ULAMA MASJIDIL HAROM OLEH PAK KHOLIL TERNYATA BANYAK BID'AH DAN SESAT.

MUDAH2AN PAK KHOLIL BISA BER QULIL HAQ (MENGATAKAN YANG HAOQ) WALAUPUN HARUS BERHADAPAN DENGAN WAKIL2 AMIR YANG TERNYATA ILMUNYA MASIH SANGAT DANGKAL, DAN SERING MENJATUHKAN/N MEMBUNUH KARAKTER ORANG2 YANG BEDA PERSEPSI, SEPERTI PEMBUNUHAN KARAKTER KEPADA MANTAN WAKIL 4 BPK MAULUDIN SAMPE SEKARANG DI TINGKAT PUSAT,DAERAH DESA DAN KELOMPOK MASIH DIBUNUH KARAKTERNYA DENGAN MENGATAKAN TELAH MURTAD, JADI TUKANG OJEK, TERPENGARUH SYIAH, DAN DIKATAKAN SAMA SEPERTI IBLIS YANG MENENTANG ALLOH, ITULAH KELAKUAN PARA PEMBESAR ISLAM JAMAAH/LDII DIDALAM SETIAP NASEHAT KPD JAMAAHNYA AGAR TIDAK TERPENGARUH MAULUDIN CS.

MAULUDIN ADALAH WAKIL 4 YANG BERSIH TIDAK PUNYA KEPENTINGAN APAPUN, TIDAK TERSANGKUT BISNIS BODONG MARYOSO YANG NILEP DUIT JAMAAHNYA RATUSAM MILYARD, DAN BAHKAN SAMPE TRILYUNAN.

HIDUP PAK KHOLIL KOREKSI SEMUA KESESATAN ISLAM JAMAAH, AGAR PARA PEMBESAR ISLAM JAMAAH YANG MEMVONIS KAFIR/MURTAD PADA ORANG YANG BEDA PERSEPSI, INGATLAH BAHWA ORANG YANG MEMVONIS MURTAD/KAFIR AKAN KEMBALI KEPADA DIRI ORANG TERSEBUT KALO TERNYATA ORANG TERSEBUT DIMATA ALLOH ADALAH ORANG YANG BERIMAN.
DEMIKIANLAH SEMOGA PARA PEMBESAR ISLAM JAMAAH/LDII YANG SOMBONG N SONGONG SEGERA MENYADARI SESATTTTTTTTTTTTTTTTTNYA,

Anonim mengatakan...

semoga Alloh memudahkan cak KHolil untuk membenahi jama'ah sampai pada kesimpulan bahwa baiat-baiat yang selama ini dilakukan untuk 3 imam hanyalah baiat palsu yang tidak ada maknanya sama sekali kecuali satu makna: memecah belah kaum muslimin dan membuat firqoh.

Anonim mengatakan...

yang disebut memecah belah umat adalah mereka yang tidak berada di atas aqidah dan metode beragama Rasululloh dan para sohabat. membuat pemahaman-pemahaman baru, yang menyimpang dari para ulama (yang mereka adalah pewaris para nabi). maksud saya bukan ulama sepuh atau pakubumi karena ilmu mereka berada di bawah Nurhasan yang sudah jelas banyak kesalahannya, wong belajar sama selain Nurhasan ga sah ilmunya.

Anonim mengatakan...

.....YANG ILMUNYA SEKARANG SEDANG BANYAK DIKOREKSI OLEH PAK KHOLIL YANG BARU PULANG BELAJAR DARI MEKAH, KARENA ILMU NURHASAN SETELAH DI CROSS CHEK DENGAN ULAMA MASJIDIL HAROM OLEH PAK KHOLIL TERNYATA BANYAK BID'AH DAN SESAT....
==================================
coba jelaskan apa saja yang anda ketahui tentang adanya PENGKOREKSIAN PAK KHOLIL THP ILMU DI DLM JMH SELAMA INI (KHUSUSNYA MSLH TAKFIRI DAN AMALAN BID'AH)... APA DAN BAGAIMANA PERNYATAAN LENGKAP PAK KHOLIL... KAPAN... DIMANA... POINT APA SAJA YG DIKOREKSI...? AGAR KAMI JELAS DAN PERNYATAAN DAUDARA TIDAK TERKESAN NGAMBANG... JZKHRO....

Anonim mengatakan...

Lo... kok diam...

Anonim mengatakan...

CHOLIL memang akan membenahi kesalahan-kesalahan itu, tapi harus tetap mengagungkan sesepuh-sesepuh pusat, apalagi imamnya. Jadi salah tingkah. sebaiknya, imam dan sesepuh2 itu saja yang berangkat belajar ke mekah sana biar pembenahan jamaahnya lebih cepet. kalau ingin perbaikan kenapa harus ngandalin CHOLIL. dengan adanya usaha yang kurang dari setengah-setengah ini saya curiga bahwa diutusnya orang ke mekah untuk belajar memang cuman buat mengesahkan pemahaman yang selama ini ada. atau sebaiknya suruh CHolil jadi Imamnya jama'ah kalau memang mereka percaya bahwa Cholil membawa perbaikan?

Anonim mengatakan...

Setuju.....

Anonim mengatakan...

Byk kyai2 salafy di luar LDII ternyata sebagian pengikut jin, masya allah. Berbeda dg LDII anti jin2an.

Anonim mengatakan...

Yang komen menuduh LDII sesat ayo tunjukkan siapa diri anda..saya akan tantang anda, jangan beraninya sembunyi2 saja.

Anonim mengatakan...

Yang komen menuduh LDII sesat ayo tunjukkan siapa diri anda
----------------------------------
Pertama, menemukan kami sangatlah mudah, bahkan pengurus kalian mengumumkan sebagian nama waktu daerahan...iya to? paling nggak, tidak sesulit menemukan amirnya jama'ah yang sembunyi rapat-rapat waktu ditanya sama pihak luar. Bukannya kalian malah takut ketemu kami karena dinasehati pengurus biar ga terpengaruh? Kedua, yang bilang LDII sesat bukan kami saja, banyak. Dari berbagai ormas Islam, buktinya mereka ga pada mau gabung dengan jama'ah kalian..ya to?kesesatan LDII mudah dimengerti oleh orang yang sudah tahu dasar-dasar ISlam.

Anonim mengatakan...

LDII memang SESAT dan MENYESATKAN , juga firqoh2 lainnya yang tidak berada di jalan SUNNAH .

Demikian juga firqoh salafy , tidak ada bedanya , jikalau penamaan itu bertujuan HIZBY.

Maka mari kita berjuang bersama untuk memerangi segala bentuk penyimpangan dari firqoh2 tersebut dengan landasan Sunnah .

Pertanyaannya adalah sunnah yang bagaimana lagi yang benar ??
Jawabannya tentu berpegang teguh kepada Al Quran dan Sunnah Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam yang di aplikasikan ( di contohkan prakteknya ) oleh generasi terbaik umat islam , yaitu para sahabat , tabi'in dan tabi'ut tabi'in serta para imam ahlus sunnah .

Kita sebagai orang2 yang jahil dalam masalah ini , wajib untuk senantiasa belajar dari mereka dan bukan membeo kepada salah seorang yang ilmu dan akhlaknya masih diragukan .
Apalagi sampai berani mengkafirkan saudaranya , bahkan menggelari dengan tidak beriman atau ahlu neraka dll.

Mari sama2 memohon kepada Allah agar diberi ilmu yang bermanfaat dan dijauhkan dari ilmu yang tidak bermanfaat.
Dijauhkan dari ketergelinciran dalam amal ibadah dan menggelincirkan saudaranya dari kebenaran kepada kesesatan.
Semoga Allah mempertemukan kita di surganya kelak bersama-sama seluruh umat Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam .

Anonim mengatakan...

tambahan sedikit lagi , tadi terlupakan .

Firgohnya sesat namun jamaahnya belum tentu sesat , karena mungkin dia nggak tau kalau disesatkan.

Bagi antum yang telah Allah beri pemahaman yang lebih baik , WAJIB hukumnya mengingatkan saudaranya yang tidak tau/paham dengan hikmah dan kasih sayang.

Bagi yang nggak paham wajib untuk menerima dan menelaah bahkan mencari jawabannya kalau masih meragukan kepada yang paham.

Semoga bermanfaat.

Dari aku yang kebetulan mampir.

Anonim mengatakan...

Setuju. kalau kita menengok bagaimana para rasul berdakwah, maka yang diutamakan adalah tauhid. menyempurnakan tauhid sejak pokok hingga cabang-cabangnya. Dengan pemahaman kalimat tauhid yang benar terciptalah tauhidul kalimah, begitu kata ulama, yaitu bersatunya umat dalam pemahaman agama Allah yang benar, atau di dalam kebenaran. Jadi kalau kita konsekuen mengikuti dakwah tsb, tidak mungkin terperosok pada hizbi-hizbi tertentu yang akhirnya melemahkan bangunan umat Islam secara keseluruhan. Dengan landasan semacam inilah para ulama' ahlussunnah berdakwah (maaf kalau kata2 saya kurang persis).

Anonim mengatakan...

Pokok permasalahan mempengaruhi keseluruhan cabang. lihat saja orang Nasrani dengan alkitab mereka, banyak cabang yang mengajarkan kebaikan dan bertujuan mencari sorga selamat dari neraka!tapi karena mereka mengatakan Isa adalah Allah, maka mereka kafir.Ini dalilnya jelas dalam Al Qur'an (lafadznya kafir, bukan jahiliyah. Allah tidak akan salah memilih kalimat). Nah orang LDII juga berbicara pokok agama: selain yang berbaiat kepada imamnya adalah orang-orang kafir (padahal hukum asal yang berhak mengatakan kafir adalah Allh, yang berhak menghakimi demikian setelah Allah dan Rasulnya adalah ijma' ulama, atau ijtihad seorang ulama yang sudah mendalam ilmunya). Naaah, ketika dihukumi balik bahwa mereka sesat kenapa marah bukannya koreksi diri? cuman sekedar disebut sesat itu jauh lebih lumayan daripaada disebut kafir! Na'udzubillah...

Anonim mengatakan...

betul. kalau orang tersesat, mudah, tinggal tanya2 orang mana jalan yng benar. bukankah orang yang tersesat waktu nyari alamat di jakarta misalnya, dia tidak tercela? memang kenyataannya tersesat kok, tinggal nyari lagi yang benarnya dong...
kalau kafir itu kan artinya kekal di neraka, sama sekali ga punya bagian dari Alloh meski setitik iman.

Anonim mengatakan...

LDII tolong dong kalian terbuka...
aq sering dengar,, tetapilah qur'an hadits, dan jama'ah.. jgn sampai keluar,, jika keluar murtad(bkankah itu kafir?_pen)
LDII scra ngajinya sdah bagus, jama'ah pengajiannya(LDIInya) diramut dg baik, diperhatikan, diurusi.. tp satu, tolong jgn mengkafirkan golongan muslim yg lain... aku takut amalan yg kita lakukan jadi sia2... PLISS ITU SAJA..
by: seseorang yg baru ngaji 1 tahun di LDII.
n tolong buat KHOLIL yg kt nya lagi 'sambung' ngaji di haromain bisa berkata jujur apa adanya ttg ngajinya/belajarnya di tanah Haromain ataw buat siapa saja jama'ah ldii yg lgi sambung di tanah Haromain, katakan sejujurnya.. alhamdulilah jajakumulahu khoiro

Anonim mengatakan...

saya yang sudah lima tahun meninggalkan LDII berpesan agar warga jama'ah tidak mengkafirkan muslim di luar jama'ahnya. karena menuduh saudaranya sendiri"kafir" itu sangat menyakitkan hati, lagipula itu membuat hati kalian terbiasa bersombong diri di atas orang-orang luar jamaah. bukankah kata hadits tidak akan masuk sorga orang yang didalam hatinya ada kesombongan meki seberat dzarroh?

Anonim mengatakan...

Dan gak usah ngelarang-larang sholat berjamaah dibelakang imam non jamaah. gak usah ngikutin kata kholil cs, ikutilah petunjuk Rosullullah SAW.

Jamaah Jakarta Timur

Anonim mengatakan...

sambung kelompokku kesini sering terasa risih, tidak nyaman... penasehat tidak henti2nya melontarkan kalimat kesombongan, pentakfiran orang islam lainnya... kapan ini semua akan berakhir....

Anonim mengatakan...

padahal saya juga muballigh yg dlu jg melakukan hal yg demikian... sekarang telah insaf....

Anonim mengatakan...

http://www.youtube.com/watch?v=qYdaEuXpavI&feature=share


daripada ribut mending nonton ini dan di like ya oke

Anonim mengatakan...

http://www.youtube.com/watch?v=qYdaEuXpavI&feature=share

Anonim mengatakan...

istilah awalul mukminin masih terjaga dalam jamaah, meksipun dalam hati mereka mungkin terkadang merasa risih dengan istilah itu....

Anonim mengatakan...

istilah awalul mukminin masih terjaga dalam jamaah, meksipun dalam hati mereka mungkin terkadang merasa risih dengan istilah itu....
----------------------------------
kebajikan adalah apa yang hati tenang kepadanya, dan dosa adalah sesuatu yang bergolak dalam dada...maka tinggalkanlah dosa

Anonim mengatakan...

ILMU KALAM (USHULUDIN)

(ilmu tentang pokok/dasar i’tikad-akidah agama)






I. Prolog



Ibarat sebuah pohon, i’tikad (keyakinan) yang mendalam merupakan akar pondasi yang menjadi dasar, sedangkan akidah merupakan satu batang penopang yang tegak tidak boleh menyimpang. Salah dalam I’tikad-akidah menyebabkan seseorang tersesat dan keluar dari Islam menjadi kafir.

Sedangkan Fiqih merupakan dahan, ranting dan cabangnya. Dalam masalah Fiqih-amaliah yang ijtihadi sering terjadi perbedaan pendapat (khilafiah) diantara para imam mujtahid dan para ulama. Salah dalam ijtihad fiqih amaliah, tidak menyebabkan seorang muslim menjadi kafir, melainkan yang benar dapat dua pahala yang salah dapat satu pahala.



Hadits Nabi yang menginformasikan akan adanya firqoh-firqoh Islam yang sesat dalam masalah Akidah (bukan masalah fiqih-amaliah Khilafiah) :



“Umatku akan terpecah-belah menjadi 73 golongan, diantara golongan-golongan itu yang selamat hanya satu golongan saja, sedangkan lainnya adalah binasa. Para sahabat bertanya : ‘Siapakah golongan yang selamat itu ?’ Nabi menjawab : ‘golongan Ahlus Sunnah wal Jama’ah’, para sahabat bertanya lagi, ‘Apakah golongan Ahlus Sunnah wal Jama’ah itu ?’ Nabi menjawab : ‘Yaitu yang mengikuti apa-apa yang sekarang ini dipraktekkan (manhaj) saya dan para sahabatku’ “



“Maka bahwasanya siapa yang hidup (lama) diantara kamu niscaya akan melihat perselisihan (faham) yang banyak. Ketika itu pegang teguhlah Sunnahku dan Sunnah Khulafaur Rasyidin yang diberi hidayah.” (HR. Abu Dawud).



“Ada dua firqah dari umatku yang pada hakikatnya mereka tidak ada sangkut pautnya dengan Islam, yaitu kaum Murji’ah dan kaum Qadariyah.” (HR Tumrmudzi).



“Bagi tiap-tiap umat ada Majusinya. Dan Majusi umatku ini ialah mereka yang mengatakan bahwa tidak ada takdir. Barangsiapa diantara mereka itu mati, maka janganlah kalian menshalati jenazahnya. Dan barangsiapa diantara mereka itu sakit, maka janganlah kalian menjenguknya. Mereka adalah golongan Dajjal dan memang ada hak bagi Allah untuk mengkaitkan mereka itu dengan Dajjal itu.” (HR Abu Dawud).



“Akan keluar suatu kaum di akhir jaman, orang-orang muda berfaham jelek. Mereka banyak mengucapkan perkataan “Khairil Bariyah” (ayat-ayat Allah). Iman mereka tidak melampaui kerongkongan mereka. Mereka keluar dari agama bagai meluncurnya anak panah dari busurnya. Kalau orang-orang ini berjumpa dengan kamu, lawanlah mereka.” (HR Bukhari).

Yang dimaksud oleh Hadits ini adalah firqoh Khawarij.




II. Pengertian Ilmu Ushuludin



Ilmu Ushuludin adalah ilmu yang membahas pokok-pokok (dasar) agama, yaitu akidah, tauhid dan I’tikad (keyakinan) tentang rukun Iman yang enam : 1) beriman kepada Allah, 2) Al-Qur’an dan kitab-kitab suci samawi, 3) Nabi Muhammad dan para Rasul, 4) para Malaikat, 5) perkara ghaib (alam kubur, alam akhirat, mashar, mizan, sirot, surga-neraka), 6 ) Takdir baik dan buruk.



Sebutan lain bagi Ilmu Ushuludin adalah ilmu Theologi (ketuhanan), karena membahas tentang ke tauhid-an (ke-Esa an) Allah, sifat dan asma’ (nama) Allah.



Sebutan lain yang lebih populer adalah Ilmu Kalam, karena bahasan yang sedang ramai dibahas pada saat lahirnya ilmu kalam adalah masalah kalam (firman Allah) disamping itu pembahasan ilmu ini menggunakan metode ilmu mantiq (logika) sedangkan kata mantiq secara etimologi bahasa sinonim dengan kalam.





III. Bahasan Ilmu Kalam



Pokok-pokok bahasan dalam Ilmu Kalam adalah :

1. Masalah ketuhanan :

a. Wujud Allah

b. Sifat-sifat Allah

c. Perbuatan Allah

2. Al-Qur’an

a. Apakah Al-Qur’an itu makhluk atau bukan

3. Akhirat

a. Apakah kebangkitan itu dengan jasad apa ruh saja.

b. Apakah dapat melihat Allah di akhirat nanti.

4. Iman

5. Dosa besar

6. Takdir dan keadilan Allah

7. Khilafah dan imamah

8. Filsafat

9. Ayat-ayat mutasyabih

a. Tentang tajsim

b. Tentang tasybih

c. Tentang dimana Allah

Anonim mengatakan...

Lahirnya Ilmu Kalam



Dalam Al-Qur’an kita temui ayat-ayat yang berhubungan dengan usaha bebas manusia dan ada pula yang menggambarkan akan adanya jabr (pemkasaan kehendak) Allah dan masalah takdir. Disamping itu Al-Qur’an juga menuturkan tentang adanya sifat-sifat Tuhan yang membawa kepada tanzih mutlaq, juga terdapat ayat-ayat tentang penyerupaan Tuhan dengan mahkluk (tasybih) dan penyebutan anggota tubuh Tuhan (tajsim).

Menurut Ibnu Khaldun, terhadap berbagai ayat sifat, tasybih dan tajsim para sahabat dan ulama-ulama salaf tidak berselisih dan semuanya menerima dan meng imani tanpa menafsirkannya. Mereka tidak mau menggunakan rasio untuk membahas dan menta’wilkan ayat-ayat mutasyabih tersebut.

Perkembangan selanjutnya muncul pembahasan dan pendapat mengenai takdir, usaha bebas manusia, pelaku dosa besar, membahas sifat-sifat Tuhan, ayat-ayat tasybih dan tajsim dan masalah theologi lainnya. Maka mulai muncul aliran Khawarij yang mengkafirkan pelaku dosa besar, Aliran Syiah Sabaiyah yang dipengaruhi filsafat inkarnasi tuhan, Aliran Jabariyah yang menafikan ikhtiar bebas manusia, Aliran Qadariah yang menolak takdir Allah, Aliran murjiah yang menyatakan iman cukup dengan keyakinan hati.

Pada tahun 148 H Khalifah Abu Ja’far Al Manshur dari Bani Abbas menderita sakit, semua dokter pribadinya tidak ada yang mampu menyembuhkan sakitnya. Atas saran menterinya kemudian didatangkan dokter yang terkenal dari perguruan Jundishapur George Bakhtishu dan berhasil menyembuhkan penyakit Khalifah, kemudian Khalifah memintanya untuk menjadi dokter pribadi di Istana Khalifah.

Goerge Bakhtishu adalah seorang dokter dan ilmuwan yang luas pengetahuannya dan banyak menulis buku tentang ilmu kedokteran. Dari George Buktishu inilah pihak istana mengenal perguruan Jundishapur dan Khalifah tertarik untuk mendatangkan para ahli ilmu filsafat dari Jundishapur ke Baghdad dan menterjemahkan beberapa buku ilmu pengetahuan Yunani.

Usaha penterjemahan buku-buku Yunani ini terus berlangsung pada pemerintahan Khalifah Al-Mahdi. Pada era Khalifah Harun Al-Rasyid, dikirim delegasi ke Bizantium untuk membeli manuskrip-manuskrip ilmu kedokteran dan ilmu-ilmu pengetahuan filsafat Yunani yang lainnya. Usaha penterjemahan buku-buku kedokteran dan filsafat tersebut mencapai puncaknya pada masa Khalifah Al-Ma’mun.

Pada tahun 217 H, Khalifah Al-Ma’mun mendirikan Baitul Hikmah yang merupakan perpustakaan, pusat penterjemahan, pusat study dan pembahasan ilmu filsafat (meliputi astronomi, fisika, kimia, matematika, ilmu alam, logika) dan kedokteran yang paling “up date” pada jaman itu.

Usaha penerjemahan dilakukan oleh para penterjemah yang termasyhur pada saat itu antara lain :

1. Hunain bin Ishaq (809-873 M), pemimpin Darul Hikmah, seorang Kristen yang menguasai Bahasa Arab, Suryani (Syria) dan Yunani. Ia menterjemahkan 20 buku karya Galen kedalam bahasa Syria dan 14 buku lain kedalam bahasa Arab. Menurut riwayat Hunain mempunyai 90 asisten dan murid dalam kegiatan penerjemahan tersebut.

Karya-karya yang diterjemahkan antara lain, filsafat Galen tentang Risalah tentang Pembuktian (Treatise on Demonstration), Sillogisme Hipotesis (Hypothetical syllogism), Etika (Ethics) dan beberapa komentar Galen terhadap karya-karya Plato seperti Sophist, Parmindes, Cryatylus, Euthydenus, Timaeus, Statesman, Republic, Laws.

Hunain juga menulis beberapa Risalah seperti : Gramatika Bahasa Yunani (Greek Grammar), Risalah Air Pasang (A Treatise on the Salinity of Sea Water), Risalah tentang warna (A Treatise on Colors), Risalah tentang Pelangi (A Treatise on Rainbow).

2. Ishaq bin Hunain (Wafat tahun 910 M) dibantu Hubays keponakan Huain menterjemahkan karya Plato dan Aristoteles seperti Categories, Hermeneutica, Sophist, bagian-bagian dari Timaeus.

Anonim mengatakan...

3. Sabit bin Qurra (825-901 M), seorang Shabiin, penyembah bintang. Menterjemahkan Physica Aristoteles, Uraian tentang Bintang-Bintang dan pengaruhnya (The Nature of the Stars and Their Influences), Uraian tentang Azas-Azas Etika dan Musik (Principles of Ethics and Music), Almageste karya Euclidus tentang Astronomi.

4. Qusta bin Luqa, seorang Kristen menterjemahkan Ungkapan-ungapan para filosof (The Saying of Philosophers), Perbedaan Roh dan Jiwa (The difference between Soul and Spirit), Risalah tentang atom (A Treatise on the Atom), Pengatar Logika (Introduction to Logic).

5. Abu Bisyr Mata bin Yunus (wafat tahun 939 M), seorang Kristen menterjemahkan karya Aristoteles yaitu : Etegories, Hermeneutica, Analitica Priora dan Analitica Postriora.



Semua Ilmu-ilmu pasti alam terjemahan dari buku-buku Ilmu pengetahuan Yunani itu pada waktu itu semuanya disebut ilmu filsafat dan merupakan ilmu yang dianggap “elit”. Metode ilmiah dan logika berpikir rasional menurut ilmu filsafat Yunani itu disebut dengan metode “scholastic” yang dianggap lebih superior dan bergengsi pada jaman itu.

Sebagian ulama kaum muslimin yang telah mempelajari metode scholastic ala filsafat Yunani akhirnya terpengaruh dalam pola pikir yang rasional, terstruktur, logic dan mengedepankan akal (rasio). Metode scholastik itu banyak digunakan oleh para ahli ilmu kalam untuk menjelaskan dan mempertahankan argumen mereka tentang bahasan-bahasan ilmu kalam yang berseberangan pendapat dengan mereka.



Firman Allah dalam QS An-Nahl : 125 :

“Ajaklah mereka ke jalan Tuhanmu dengan secara bijaksana dan perkataan yang baik dan bantahlah mereka itu dengan jalan yang lebih baik.”



a. Terhadap orang musyrik yang menuhankan benda langit (bintang, bulan, matahari), maka ditolak dengan ayat :

“Ketika malam telah menjadi gelap, Ibrahim melihat bintang, lalu dia berkata : “Inilah Tuhanku.” Tetapi tatkala bintang itu tenggelam, dia berkata : “Aku tidak suka kepada sesuatu yang tenggelam”. Kemudian tatkala dia melihat bulan itu terbit, dia berkata : “Inilah Tuhanku.” Tetapi setelah bulan itu terbenam, dia berkata : “Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat.” Kemudian tatkala dia melihat matahari terbit, dia berkata : “Inilah Tuhanku, inilah yang lebih besar.” Tetapi setelah matahari itu terbenam, dia berkata : “Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan” (QS Al-An’am 76-78).

b. Terhadap yang menuhankan Nabi Isa, maka ditolak dengan ayat :

“Dan ingatlah ketika Allah berfirman : “Hai Isa putra Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia : Jadikanlah aku dan ibuku sebagai Tuhan selain Allah ? Isa menjawab : “Maha suci Engkau, tidaklah patut bagiku apa yang bukan hakku mengatakannya” (QS Al-Maidah : 116).

c. Terhadap orang yang menyembah patung-berhala, maka ditolak dengan ayat :

“Dan ingatlah diwaktu Ibrahim berkata kepada bapaknya Azar : ‘Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai Tuhan ? Sesungguhnya aku melihat kaummu dalam kesesatan yang nyata.” (QS Al-An’am : 74).

d. Terhadap yang tidak percaya kepada hari kiamat dan kehidupan akhirat,

Anonim mengatakan...

maka dibantah dengan ayat :

“Yaitu pada hari Kami gulung langit bagai menggulung lembaran-lembaran kertas, sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama. Begitulah Kami mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati, bahwasanya Kami benar-benar akan melaksanakannya.” (Al-Anbiya : 104).

e. Terhadap orang yang menolak adanya takdir, maka mereka termasuk orang munafik berdasarkan ayat :

“Mereka (orang Munafik) berkata : “Apakah bagi kita barang sesuatu hak campur tangan dalam urusan ini ? Katakanlah : ‘Sesungguhnya urusan itu seluruhnya ditangan Allah. Mereka menyembunyikan dalam hati mereka apa yang tidak mereka terangkan kepadamu. Mereka berkata : ‘Sekiranya bagi kita ada barang sesuatu atau hak campur tangan dalam urusan ini niscaya kita tidak akan dibunuh (dikalahkan) disini. Katakanlah : ‘Sekiranya kamu ada dirumahmu, niscaya orang-orang yang telah ditakdirkan akan mati terbunuh itu keluar juga ke tempat mereka terbunuh. Dan Allah berbuat demikian untuk membersihkan apa yang ada dalam hatimu. Dan Allah Mengetahui apa yang didalam hati.” (QS Ali-Imran :154).



Pada perkembangan selanjutnya metode scholastik yang rasional itu diterapkan juga dalam pemahaman dalam agama Islam yaitu dalam membahas sifat-sifat Tuhan, dosa besar, takdir, ayat-ayat mutasyabih, tasybih, tajsim dan masalah kemakhlukan Al-Qur’an. Kelompok tersebut dikenal sebagai aliran Mu’tazilah.

Mereka banyak mempelajari buku-buku terjemahan filsafat Yunani, lebih mengedepankan rasio, menguasai ilmu mantiq (logika) dan metode perdebatan versi Aristoteles. Aliran Mu’tazilah ini dikenal suka berdebat dan didukung penuh oleh Khalifah Al Ma’mun.

Sebagian ulama Islam yang mendapat hidayah Allah, lurus hatinya dan benar akidahnya tergugah untuk menghadapi segala pemikiran akidah yang menyimpang (terutama dari kalangan ahli filsafat kaum Mu’tazilah) dan berusaha membela sunnah dan akidah Islam yang benar menurut manhaj salafus saleh menggunakan metode scholastik ahli ilmu kalam dengan keterangan, argumen dan alasan yang terstruktur rapi hingga dapat menjelaskan kepalsuan pemikiran yang menyimpang tersebut. Dengan demikian lahirlah ilmu kalam dan para ulama ahli ilmu kalam.

Anonim mengatakan...

VI. Aliran Khawarij



Khawarij berasal dari kata kharaja yang berarti keluar (seperti keluar melesatnya anak pakah dari busurnya). Setelah terbunuhnya Khalifah Usman bin Affan, seluruh kaum muslimin membaiat Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah, namun gubernur Syam yaitu Muawiyyah bin Abu Sofyan tidak mau membaiatnya, bahkan memberontak dan berusaha merebut kekhalifahan. Maka terjadilah perang Shiffin antara Ali melawan Muawiyyah.



Tentara Syam sudah tersudut dan hampir kalah, untuk menunda kekalahan Amr bin Ash, salah seorang panglima Muawiyah mengusulkan agar Al-Qur’an diikat pada ujung tombak dan menawarkan perundingan damai dengan pihak Ali. Siasat tersebut kemudian dilaksanakan dan berhasil membuat para Qurra (penghafal Al-Qur’an) dari kalangan tentara Ali bin Abi Thalib menghentikan peperangan dan didukung oleh sebagian anggota tentara Ali bin Abi Thalib.



Akhirnya antara pihak Ali dan Muawiyah masing-masing mengirimkan seorang wakil untuk melakukan perundingan arbitrase mencari solusi damai atas pertikaian perebutan kekhalifahan yang sedang terjadi. Khalifah Ali mula-mula menunjuk Abdullah bin Abbas sebagai wakilnya, namun penunjukan Ali tersebut ditolak dan ditentang oleh sebagian tentaranya. Akhirnya pihak Ali diwakili oleh Abu Musa Al-Asy’ari, sedangkan pihak Muawiyah diwakili oleh Amr bin Ash.



Kedua juru runding itu sebelumnya sepakat menurunkan Ali dan Muawiyah dari kekhalifahan untuk kemudian mencari orang ke tiga yang akan diangkat sebagai khalifah yang baru. Mula-mula yang pertama naik ke mimbar adalah Abu Musa Al-Asy’ari wakil dari kelompok Ali menyatakan menurunkan Ali dari kekhalifahan. Giliran kedua Amr bin Ash naik ke mimbar, tetapi Amr bin Ash tidak menepati kesepakatan sebelumnya yang telah dibuat. Saat diatas mimbar Amr bin Ash menetapkan Muawiyah sebagai khalifah yang syah. Menyadari kelicikan siasat Amr bin Ash maka hasil arbitrase tersebut tidak diakui oleh pihak Ali.



Sebagian pengikut Ali tiba-tiba menolak dan mengecam arbitrase tersebut dan menyalahkan Ali karena mau melakukan “tahkim” atau arbitrase tersebut. Mereka keluar dari barisan pengikut Ali dan membentuk kelompok sendiri yang dikenal sebagai kelompok khawarij.



Mereka berjumlah sekitar 12.000 orang dan memusatkan gerakannya di Harurah, sehingga kelompok ini dikenal juga dengan istilah kelompok Haruriah. Mereka berpendapat bahwa Ali telah menjadi kafir karena mau melakukan tahkim arbritase dan menuntut Ali agar melakukan tobat. Demikian juga mereka mengkafirkan Muawiyah yang dianggap salah satu penyebab pertumpahan darah sesama kaum muslimin.

Anonim mengatakan...

Kaum khawarij dikenal banyak membaca Al-Qur’an, rajin puasa dan tahajud namun suka berbuat anarkis, merampok baitul mal gubernur Basrah, mengkafirkan dan membunuh orang-orang yang tidak sefaham dengan mereka. Suatu ketika ada khafilah yang berpapasan dengan mereka, kemudian khafilah itu ditanya pendapatnya tentang Ali dan peristiwa arbitrase, khalifah itu memberi penilaian yang baik kepada Ali, maka merekapun membunuhnya dan semua anggota rombongan khalifah termasuk seorang wanita yang sedang hamil.



(Uraian yang lebih rinci dan detail tentang perang Shiffin, awal mula munculnya kelompok Khawarij, dialog dan diskusi Ibnu Abbas dengan mereka sebagai usaha untuk menarik kembali mereka kebarisan Khalifah Ali, penumpasan kelompok Khawarij oleh Khalifah Ali dalam perang Nahawan, dsb bisa dibaca pada buku Bidayah wa Nihayah karya Ibnu Katsir atau Tharikh (sejarah) Khulafaur Rasyidin atau buku Nahjul Balagah atau buku-buku tentang biografi Imam Ali bin Abi Thalib)



Kelompok Khawarij awal mulanya hanya kelompok politik, tapi kemudian berkembang menjadi aliran ilmu kalam. Mereka telah keluar dan memisahkan diri dari jamaah kaum muslimin.



Adapun pokok-pokok pikiran mereka dalam ilmu kalam adalah :

a. Menolak tahkim / arbitrase.

b. Membolehkan Khalifah bukan dari suku Quraisy, bahkan dari kalangan mana saja.

c. Mengharuskan seorang khalifah berbuat adil dan menetapi syariat Islam.

d. Khalifah yang dianggap telah menyimpang dari syariat Islam wajib diturunkan, bila perlu secara paksa dan dibunuh.

e. Melakukan pemberontakan kepada Khalifah yang mereka anggap dzalim dan tidak adil.

f. Menganggap pelaku dosa besar adalah kafir.

g. Membolehkan membunuh golongan diluar kelompoknya.

Aliran Khawarij dalam perkembangan selanjutnya pecah lagi menjadi beberapa sekte dari yang paling keras adalah sekte Azariqah dibawah pimpinan Nafi Ibnu Azraq. Golongan ini berpendapat bahwa orang-orang Islam yang tidak sefaham dengan mereka adalah kafir dan akan kekal selama-lamanya dalam neraka, walaupun ia meninggal ketika masih anak-anak. Termasuk dalam sekte ini adalah Abdurrahman bin Muljam yang membunuh Khalifah Ali ketika sedang sholat Subuh di Kufah.



Ada juga sekte yang lebih lunak seperti kelompok Najdah Ibnu Amir Al-Hanafi dari Yamamah, kelompok Ziad Ibnu Asfar. Sedangkan yang paling lunak adalah sekte Ibadiah pimpinan Abdullah bin Ibad yang tidak sampai mengkafirkan dan masih menganggap Islam kelompok diluar mereka.

Anonim mengatakan...

VII. Aliran Syiah



Syiah artinya pendukung, maksudnya pendukung Ali bin Abi Thalib. Pada akhir masa pemerintahan Khalifah Usman bin Affan, seorang Yahudi yang bernama Abdullah bin Saba menyatakan diri masuk Islam. Sewaktu masih menganut agama Yahudi ia pernah mengatakan bahwa Yusya’ bin Nun adalah seorang yang diberi wasiat oleh Nabi Musa untuk melanjutkan memimpin Bani Israil. Setelah masuk Islam, dia menghembuskan doktrin bahwa Ali telah menerima wasiat dari Nabi Muhammad sebagai khalifah sepeninggal beliau. Lebih dari itu Abdullah bin Saba mengajarkan bahwa pada diri Ali itu mengandung unsur ketuhanan.



Abdullah bin Saba mengembara ke kota-kota Islam seperti Mesir, Basrah dan Kufah menyebarkan ajarannya itu. Pada tahun ke enam masa kekhalifahan Usman bin Affan, kerabat Usman dari kalangan Bani Umayyah banyak yang menduduki jabatan penting, seperti gubernur, sekretaris, bendahara baitul mal. Tindakan para pejabat yang terdiri atas Bani Umayah kerabat Khalifah Usman banyak yang menyengsarakan rakyat dan dikenal korup. Pada tahun ke dua belas datanglah delegasi rakyat Mesir, Basrah dan Kufah mengadukan kezaliman para Gubernur mereka. Mereka menuntut agar Usman memecat dan mengganti mereka. Khalifah Usman menyanggupi tuntutan mereka dan mengeluarkan surat pemecatan Abdullah bin Abu Sarah, Gubernur Mesir. Sebagai penggantinya Khalifah Usman mengangkat Muhammad bin Abu Bakar. Delegasi penduduk Mesir pun pulang disertai Muhammad bin Abu Bakar, calon gubernur yang baru dengan membawa surat pemecatan dari Khalifah Usman.



Pada saat perjalanan kembali ke Mesir, ditengah jalan rombongan penduduk Mesir disalip oleh seorang penunggang kuda yang berkuda cepat menuju ke arah Mesir pula. Merasa curiga rombongan penduduk Mesir mengejar dan menangkap penunggang kuda itu. Setelah diinterogasi, pada kantung minumannya ditemukan surat perintah berstempel resmi Khalifah Usman yang isinya perintah untuk membunuh Muhammad bin Abu Bakar dan beberapa tokoh penduduk Mesir yang sebelumnya ikut datang ke Madinah.



Mengetahui hal itu penduduk Mesir dan Muhammad bin Abu Bakar tidak jadi meneruskan perjalanan pulang ke Mesir, melainkan kembali lagi ke Madinah. Khabar perintah pembunuhan dari Khalifah Usman itu pun cepat menyebar dan sampai pula pada rombongan penduduk Basrah dan Kufah. Mereka semua pun datang kembali ke Madinah.



Dengan suasana emosional mereka mengepung rumah Khalifah Usman dan meminta penjelasan atas perintah pembunuhan tersebut. Khalifah Usman bersumpah tidak menuliskan dan tidak pernah menyuruh seseorang untuk membuat surat perintah tersebut. Kecurigaan mengarah kepada Marwan bin Hakam, keponakan sekaligus menantu Khalifah Usman yang merupakan pemegang stempel ke khalifahan. Namun Khalifah Usman enggan untuk menyerahkan Marwan bin Hakam kepada pihak pengepung.



Ketegangan terus terjadi dan semakin memuncak dan berakhir dengan terbunuhnya Khalifah Usman bin Affan oleh orang-orang yang mengepung rumahnya. Mayoritas kaum Muslimin akhirnya membaiat Ali bin Abi Thalib menjadi khalifah namun Muawiyah bin Abi Sofyan tidak mau mengakuinya dan bahkan menyatakan dirinya sebagai khalifah.



Talhah bin Ubaidillah dan Zubair bin Awwam mulanya turut membaiat Ali sebagai khalifah, kemudian mereka berdua menuntut jabatan sebagai gubernur Basrah dan Kufah, namun tuntutan mereka tidak dikabulkan oleh Khalifah Ali, dengan alasan tidak mau memberikan jabatan kepada orang yang berambisi dan menuntutnya.



Akhirnya Talhah dan Zubair memberontak kepada Ali dengan alasan menuntut bela atas terbunuhnya Usman bin Affan. Keduanya berhasil membujuk Aisyah Ummul Mukminin untuk turut bergabung dalam perang Jamal. Khalifah Ali pun mengirim tentara untuk memadamkan pemberontakan itu dan terjadilah pertempuran di kota Basrah. Pada perang Jamal pihak Khalifah Ali berhasil memenangkan pertempuran. Talhah dan Zubair terbunuh, sedangkan Aisyah Ummul Mukiminin dikembalikan dengan hormat ke Madinah.

Anonim mengatakan...

Dalam perang Jamal, Khalifah Ali melihat tentaranya yang berasal dari penduduk Kufah paling loyal terhadap dirinya. Setelah perang Jamal Khalifah Ali memutuskan memindahkan ibukota pemerintahannya ke Kufah. Pada saat di Kufah sebagian orang Kufah yang telah terpengaruh oleh ajaran Abdullah bin Saba ada yang mendatanginya dan berlebihan dalam mendukung dan mencintainya dan bahkan ada yang mengatakan bahwa “engkau Ali adalah tuhan”. Ketika khalifah Ali bertanya kepada mereka, “Siapa kalian ?” mereka menjawab, “Kami adalah syiah (pendukung) Ali.” Sejak itu kelompok yang dikenal sangat fanatik kepada Ali bin Abi Thalib disebut sebagai “Syiah”



Kaum Syiah pengikut Abdullah bin Saba dikenal sebagai Syiah Sabaiyah. Syiah Sabaiyah ini termasuk dalam kelompok Syiah Ghulat (ekstrim) yang sampai pada taraf menuhankan Ali bin Abi Thalib. Syiah Ghulat mempercayai adanya reinkarnasi (hulul) unsur ketuhanan pada Ali dan keturunannya.



Syiah Bayaniah, pengikut Bayan bin Sam’an menyatakan bahwa Tuhan tercipta dari cahaya yang berbentuk tubuh sebagaimana manusia dan semuanya akan hancur terkecuali ‘wajah’ nya saja.



Syiah Mughiyitah pimpinan Al-Mughirah bin Said mengatakan Tuhan itu laki-laki, berjisim (bertubuh) dari cahaya, diatas kepalanya ada mahkota yang juga dari cahaya, memiliki jantung yang memancarkan ilmu-ilmu hikmah.



Mereka mengambil dari makna literal ayat-ayat Al-Qur’an yang menggambarkan tentang Tuhan dan menjadi penganut anthropomorpisme (menyerupakan Tuhan seperti manusia). Mereka jatuh pada tasybih (penyerupaan Tuhan dengan makhluk), faham yang demikian dinamakan Musyabbihah. Mereka juga jatuh pada tajsim (menetapkan Tuhan ber jism / bertubuh), faham yang demikian disebut Mujasimah.



Syiah Imamiah berpendapat bahwa yang berhak menjadi Khalifah adalah Ali bin Abi Thalib dan keturunannya. Mereka menganggap Abu Bakar, Umar dan Usman telah menyerobot hak khilafah Ali bin Abi Thalib sehingga syiah imamiah sangat membenci dan suka mencaci-maki para Sahabat Nabi tersebut.



Syiah Itsna Asyariyyah (dua belas imam) menetapkan dua belas imam Syiah yang dianggap maksum, yaitu :

1. Ali bin Abi Thalib

2. Hasan bin Ali

3. Husein bin Ali

4. Ali Zainal Abidin bin Husein

5. Muhammad Al-Baqir

6. Ja’far Shodiq

7. Musa Al-Kazhim

8. Ali Al-Ridha

9. Muhammad Al-Jawad

10. Ali an Naqi

11. Hasan Al-Asykari

12. Muhammad bin Hasan Al-Asykari, Al-Mahdi Al-Mukthadhar, imam yang kedua belas ini dipercaya ghaib (menghilang) di Samarah dan dipercaya akan muncul kembali sebagai Imam Mahdi Al-Muktadhar (yang ditunggu) menjelang akhir jaman.

Anonim mengatakan...

Namun kaum syiah berbeda pendapat mengenai siapa imam-imam syiah keturunan Ali yang diakui sebagai imam, Syiah Ismailiyyah menetapkan Ismail bin Ja’far Shadiq sebagai imam yang syah. Dalam perkembangan selanjutnya Syiah Ismailiyyah ini pecah lagi menjadi beberapa sekte yaitu Syiah Bathiniyyah, Karmatiyyah, Qaramithah dan Ta’limiyyah. Disebut Bathiniyyah karena keyakinan mereka bahwa imam-imam mereka yang maksum mengetahui ta’wil ayat-ayat Al-Qur’an secara ‘isoterik’ atau imam mereka memahami makna ‘batin’ dari Al-Qur’an. Kelompok Syiah Ismailiyyah-Batiniyyah inilah yang dikemudian hari berhasil mendirikan pemerintahan Syiah Buwaitih-Fatimiyyah di Mesir, lepas dari kekuasaan Bani Abbas di Baghdad.



Kelompok Syiah yang lebih moderat dan dekat dengan faham suni adalah Syiah Zaidiyah, pengikut Zaid bin Ali Zainal Abidin. Imam Zaid dikenal sebagai ahli fiqih dari kalangan syiah yang fahamnya dekat dengan faham suni. Imam Zaid berpendapat bahwa walaupun Ali lebih berhak menjadi khalifah, namun kekhalifahan Abu Bakar, Umar dan Usman tetap syah. Jadi Imam Zaid membolehkan mengangkat imam yang utama walaupun bukan yang paling utama.



Kelompok Syiah yang tidak setuju dengan pandangan Imam Zaid ini dikenal sebagai Syiah Rafidah (menolak) yaitu menolak pendapat imam Zaid dalam masalah imamah. Kelompok Syiah Rafidah ini dikenal paling suka mencaci maki Sahabat Nabi (terutama Abu Bakar dan umar) yang dianggap telah menyerobot hak kekhalifahan Ali bin Abi Thalib dan dikenal banyak memalsukan hadits untuk memperkuat pendapat kelompoknya.



Kaum Syiah memperbolehkan “taqiyyah” yaitu menyembunyikan mazhab Syiah mereka, apabila keadaan tidak memungkinkan dan mengancam keselamatan dan eksistensi mereka. Pada masa kekhalifahan Al-Mustashim (609-659 H), salah seorang menteri kepercayaannya adalah Muayyidin Al-Alqami, seorang penganut Syiah Rafidah yang ber “taqiyyah” menyembunyikan faham Syiah Rafidahnya. Menteri ini selalu berhubungan secara rahasia dengan orang-orang Mongol dan mengatur siasat agar orang-orang Mongol dapat memasuki Baghdad. Tujuannya agar kekuasaan Bani Abbas yang sunni runtuh dan dia menginginkan agar kekuasaan beralih ke tangan orang-orang alawiyin (keturunan Ali). Konspirasi itu berhasil dengan baik, pada tanggal 10 Muharram 656 H akhirnya Baghdad jatuh ketangan orang-orang Mongol dibawah pimpinan Hulagu Khan.



(Uraian yang lebih rinci dan detail tentang jatuhnya kota Baghdad ketangan Mongol dapat dibaca pada buku Tarikh Khulafa’ –Sejarah Para Khalifah- karangan Imam Jallludin As Suyuthi, pada Bab Khalifah Al-Mustashim)



Kaum Syiah yang sekarang banyak terdapat di Iran adalah Syiah Itsna Asyariyyah yang mempercayai bahwa imam imam mereka adalah wakil dan mendapat “legitimasi” dari Imam Syiah kedua belas yang sedang ghaib. Fiqih mereka mengikuti Imam Ja’far Shadiq dan Imam Zaid bin Ali Zainal Abidin. Kaum Syiah hanya mau menerima hadits dari riwayat ahlul bait atau dari sahabat Nabi yang dikenal setia mendukung Ali seperti Salman Al-Farisi, Ammar bin Yasir dan Abdullah bin Abbas.

Anonim mengatakan...

VIII. Aliran Murji’ah



Murji’ah berasal dari kata arja’a yang berarti penundaan atau penagguhan. Kaum Murji’ah berendapat bahwa seorang muslim yang melakukan dosa besar status ke-Islaman ditangguhkan, apakah masih termasuk muslim atau sudah menjadi kafir. Keputusannya diserahkan kelak kepada Allah di hari perhitungan di akhirat.

Setelah Terbunuhnya Khalifah Usman bin Affan, timbul kemelut politik yang berlanjut dengan perang Nahrawan dan perang Shiffin dan munculnya firqoh Syiah dan Khawarij. Setelah Khalifah Ali terbunuh oleh kaum Khawarij, Bani Umayyah menduduki singgasana kekhalifahan dengan cara paksa dan bertindak represif.

Antara Syiah, Khawarij dan Bani Umayyah satu sama lain saling bermusuhan dan saling menumpahkan darah. Ditengah kondisi yang demikian muncullah firqoh Murji’ah yang bersikap netral tidak memihak ke salah satu pihak yang saling bertikai tersebut dan tidak mau terlibat dalam pertikaian politik yang sedang terjadi.

Mereka menegaskan posisi politiknya dengan menyatakan bahwa mereka mengakui pemerintahan Bani Umayyah karena kenyataannya Bani Umayyah adalah Khalifah yang sedang berkuasa.

Mereka tidak memberi penilain terhadap semua kelompok yang bertikai. Mereka juga mengatakan bahwa kaum muslimin yang tidak kuasa melawan kekuasaan Bani Umayah yang telah merebut kekhalifahan dengan kekerasan dan banyak berbuat dzalim tidaklah mengurangi nilai keiimanannya.

Pokok pikirannya ini kemudian berkembang menjadi theologi Murji’ah yang berpendapat bahwa iman itu cukup dengan keyakinan yang mantap didalam hati, adapun perkataan dan perbuatan tidak termasuk dalam iman. Sebagaimana amal kebaikan tidaklah membawa manfaat bagi orang yang kafir, mereka juga berpendapat bahwa dosa-kemaksiatan tidaklah mempengaruhi keimanan seorang muslim yang hatinya tetap mantap pada Islam.









Firqoh Murjia’h terbagi dalam beberapa sekte, diantaranya :

a. Yunusiah, pengikut Yunus bin ‘Ain An Numairi, berpendapat bahwa iman itu ma’rifat kepada Allah, tunduk dan cinta dalam hati secara yakin. Seseorang yang berbuat maksiat tidaklah merusak keimanannya.

b. Ghassaniah, pengikut Ghassan Al-Murji, berpendapat iman itu adalah ikrar atau mencintai dan membersihkan. Iman itu tidak bertambah dan tidak berkurang. Masalah-masalah diluar iman, tidaklah mempengaruhi kepada iman. Seperti tuhan mewajibkan naik haji, tapi ada orang yang tidak tahu apakah Ka’bah itu di India atau di negara lain, maka orang tersebut tetap sebagai mukmin bukan kafir.

c. Tsaubaniah, pengikut Abi Tsauban Al-Murji, berpendapat bahwa iman adalah ma’rifah atas dasar ikrar atas Allah dan Rasul-Nya. Masalah amal bagi sekte ini merupakan soal kedua saja. Abi Mu’az at-Tumany dengan pengikut-pengikutnya yang dikenal dengan at-Tumaniah berpendapat, iman berintikan ma’rifah, membenarkan, mahabbah, ikhlas dan iqrar atas segala yang dibawa oleh Rasulullah. Inilah inti dari iman, selain itu tidak akan membawa kepada kekufuran. Seseorang yang menyembah kepada matahari atau bulan pada dasarnya bukan kafir tetapi mengandung benih kekafiran.

d. Al-Marisah, pengikut Bisyr Al-Murisy tidak begitu berbeda dengan pendapat-pendapat yang telah dikemukakan sebelumnya diatas. Mereka mengatakan, iman itu adalah membenarkan dengan hati dan ikrar dengan lisan. Kekafiran terjadi kalau menentang dan ingkar. Tapi kalau seseorang sujud kepada berhala atau matahari, dia tidak kafir tetapi menyandang tanda-tanda saja dari kekafiran.

e. As-Shalihiah, pengikut Abdul Hasan As-Salehi, berpendapat iman itu mengetahui Tuhan dan kalau kufur adalah tidak mengetahui Tuhan. Mereka berpendirian bahwa iman adalah ibadat dalam arti ma’rifah kepada Tuhan. Sedang amal saleh seperti shalat, zakat, puasa, haji semuanya hanyalah gambaran dari kepatuhan tidak termasuk ibadah kepada Allah. Sedang ibadahnya sendiri itu adalah iman.

Anonim mengatakan...

IX. Aliran Qadariyah



Qadariah pertama kali muncul sekitar tahun 70 H / 689 M, dipimpin oleh Ma’bad Al Juhni Al Bisri dan Ja’ad bin Dirham pada masa pemerintahan Khalifah Abdul Malik bin Marwan (687-705 M). Tetapi ada juga pendapat yang mengatakan bahwa yang pertama kali mengajarkan faham Jabariyah adalah seorang Kristen bernama Abu Yunus Sansaweh di Iraq.

Latar belakang timbulnya firqoh Qadariyah ini sebagai isyarat menentang kebijaksanaan politik Bani Umayyah yang dianggap kejam dan dzalim. Apabila firqoh Jabariyah berpendapat bahwa khalifah Bani Umayyah membunuh orang, hal itu karena sudah ditakdirkan Allah dan hal ini berarti merupakan ‘legitimasi’ kekejaman Bani Umayyah, maka firqoh Qadariyah mau membatasi masalah takdir tersebut.

Mereka mengatakan bahwa kalau Allah itu adil, maka Allah akan menghukum orang yang bersalah dan memberi pahala kepada orang yang berbuat kebajikan. Manusia harus bebas memilih dalam menentukan nasibnya sendiri dengan memilih perbuatan yang baik atau yang buruk. Jika Allah telah menentukan takdir manusia dan memaksakan berlakunya, maka Allah itu zalim. Mengapa Allah menyiksa manusia karena sesuatu yang telah ditadirkan dan dipaksakan terjadi oleh Nya ? Karena itu manusia harus merdeka memilih atau ikhtiar bebas atas perbuatannya.

Orang-orang yang berpendapat bahwa amal perbuatan dan nasib manusia hanyalah tergantung pada takdir Allah saja, selamat atau celaka sudah ditentukan oleh takdir Allah sebelumnya, pendapat tersebut adalah sesat. Sebab pendapat tersebut berarti menentang keutamaan Allah dan berarti menganggapNya pula yang menjadi sebab terjadinya kejahatan-kejahatan. Mustahil Allah melakukan kejahatan. Jadi firqoh Qadariyah menolak adanya takdir Allah dan berpendapat bahwa manusia bebas merdeka menentukan perbuatannya.



Firqoh Qadariyah mendasarkan ajarannya kepada beberapa ayat Al-Qur’an :

“Katakanlah, kebenaran itu datang dari Tuhanmu. Siapa yang mau beriman maka berimanlah dan siapa yang mau kafir maka kafirlah ia.” (QS Al-Kahfi :29).



“Berbuatlah apa yang kamu kehendaki, sesungguhnya Dia melihat apa yang kamu perbuat.” (QS Fushilat : 40).

“Bagaimana apabila bencana menimpa diri kamu sedang kamu telah menimpakan bencana yang berlipat ganda, sedang kamu bertanya : Dari mana datangnya (kekalahan) ini ? katakanlah dari kamu sendiri.” (QS Al-Imran : 164).



“Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum, sehingga mereka sendiri yang merubahnya.” (QS Ar-Ra’d : 11)



Faham Qadariyah segera mendapat pengikut yang cukup banyak. Karena ajarannya dianggap membahayakan kekuasaan Bani Umayah, dengan alasan ajaran Qadariyah dianggap menyimpang dari syariat dan membahayakan ketertiban umum. Penguasa Bani Umayah, melalui Panglima Hajjaj bin Yusuf menangkap Ma’bad Al Juhni dan beberapa pengikutnya kemudian dihukum mati di Damaskus pada tahun 80 H/690 M.

Gailan Ad Dimsyaqi adalah salah satu tokoh Qadariyah, penduduk kota Damaskus. Ayahnya pernah bekerja pada Khalifah Usman bin Affan. Ia datang ke Damaskus pada masa pemerintahan Khalifah Hisyam bin Abdul Malik (102-125 H). Gailan juga dihukum mati karena faham Qadariyahnya.

Sehubungan pendapat-pendapat Qadariyah tersebut, sebelumnya ada Hadits Nabi Muhammad SAW sebagai berikut :

Dari Hudzaifah ra. berkata : “Rasulullah bersabda : Bagi tiap-tiap umat ada Majusinya. Dan Majusi umatku ini ialah mereka yang mengatakan bahwa tidak ada takdir. Barangsiapa diantara mereka itu mati, maka janganlah kalian menshalati jenazahnya. Dan barangsiapa diantara mereka itu sakit, maka janganlah kalian menjenguknya. Mereka adalah golongan Dajjal dan memang ada hak bagi Allah untuk mengkaitkan mereka itu dengan Dajjal itu.” (HR Abu Dawud).



Mereka dikatakan Majusi karena berpendapat ada dua pencipta, yaitu pencipta kebaikan dan keburukan. Hal ini sama persis dengan ajaran agama Majusi (Zoroaster) yang mengatakan ada Tuhan Terang (Ahura Mazda) dan ada Tuhan Gelap (Ahriman).

Anonim mengatakan...

X. Aliran Jabariyah



Firqoh Jabariyah timbulnya hampir bersamaan dengan timbulnya Qadariyah dan tampaknya merupakan reaksi daripadanya. Daerah tempat timbulnya juga tidak berjauhan. Qadariyah muncul di Iraq, sedangkan Jabariyah muncul di Khurasan (Iran).

Pemimpinnya yang pertama adalah Jahm bin Sofyan, oleh sebab itu kadang firqoh ini disebut Jahmiyah. Ajaran-ajarannya banyak persamaannya dengal aliran Qurro’ agama Yahudi dan aliran Yacobiyah agama Nasrani.

Pada mulanya Jahm bin Sofyan adalah juru tulis dari seorang pemimpin bernama Suraih bin Harits Ali Nashar bin Sayyar yang memberontak di daerah Khurasan terhadap kekuasaan Bani Umayyah. Dia terkenal orang yang tekun dan rajin menyiarkan agama. Fatwanya yang menarik adalah bahwa manusia tidak mempunyai daya upaya, tidak ada ikhtiar dan tidak ada kasab. Segala perbuatan manusia itu terpaksa (majbur) diluar kemauannya, sebagaimana keadaan bulu ayam terbang kemana arah angin bertiup atau sepotong kayu ditengah lautan mengikuti arah hempasan ombak. Singkatnya bahwa orang-orang Jabariyah berpendapat manusia itu tidak mempunyai daya ikhtiar, semuanya sudah ditakdirkan, segala gerak perbuatan manusia dipaksa oleh adanya kehendak Allah, jadi merupakan kebalikan dari faham Qadariyah.

Jabariyah berpendapat bahwa hanya Allah sajalah yang menentukan dan memutuskan segala amal perbuatan manusia. Semua perbuatan manusia itu sejak semula sudah diketahui Allah dan semua amal perbuatan itu adalah berlaku dengan kodrat dan iradat-Nya. Manusia tidak mencampurinya sama sekali. Usaha manusia sama sekali bukan ditentukan oleh manusia sendiri. Kodrat dan Iradat Allah adalah mencabut kekuasaan manusia sama sekali. Pada hakikatnya segala perbuatan dan gerak-gerik manusia semuanya merupakan paksaan (majbur) oleh Allah semata-mata. Kebaikan dan kejahatan itupun semata-mata paksaan pula, sekalipun nantinya manusia memperoleh balasan surga atau neraka.

Pembalasan berupa surga atau neraka itu bukan sebagai ganjaran atas kebaikan dan kejahatan yang diperbuat manusia semasa hidupnya. Surga dan neraka itu semata-mat abukti kebesaran Allah dalam Kodrat dan Iradat-Nya.

Kalau manusia itu diserahi kodrat dan iradat sendiri dalam mewujudkan usahanya dan Allah saja yang menanggung kodrat dan iradat yang menentukan perbuatan manusia tersebut, hal itu sulit diterima. Ibaratnya orang yang diikat lalu dilemparkan kelaut, seraya diserukan kepadanya “Jagalah dirimu, jangan sampai tenggelam.”

Akan tetapi faham Jabariyah ini melampaui batasm, sehingga berkeyakinan bahwa tidak berdosa kalau berbuat kejahatan, karena yang berbuat itu pada hakekatnya Allah juga. Sesatnya lagi, mereka berpendapat bahwa bila seseorang mencuri maka pada hakekatnya Allah juga yang melakukan pencurian. Bila seseorang mengerjakan shalat maka Tuhan pula yang melakukan shalat. Jadi kalau orang yang berbuat buruk atau jahat lalu dimasukkan kedalam neraka, maka Tuhan itu tidak adil, karena apapun yang diperbuat manusia kebaikan atau keburukan tidak satupun lepas dari kodrat dan iradat Nya.

Sebagian pengikut Jabariyah beranggapan telah bersatu dengan Tuhan. Disini menimbulkan faham wihdatul wujud, yaitu manunggaling kawulo gusti, bersatunya manusia dengan Tuhan.







Jabariyah dalam fahamnya, mendasarkan pada beberapa ayat Al-Qur’an :



“Tidak dapat kamu berbuat adil diantara perempuan-perempuan itu …” (QS An-Nisa’ : 129).



“Perhatikanlah pada hari kiamat yang amat susah itu, alalu mereka diseru supaya sujud” (Al-Qalam : 24).



“Mereka sebenarnya tidak akan percaya, sekirannya Allah tidak menghendaki” (QS Al-An’am : 112).

“Allah menciptakan kamu dan apa-apa yang kamu perbuat” (QS As-Shaffat : 96).



“Bukanlah engkau yang melempar ketika engkau melempar (musuh) tetapi Allah lah yang melempar (mereka)” (QS Al-Hadid : 22).



“Tidak ada bencana yang menimpa di bumi dan diri kamu, kecuali telah (ditentukan) didalam kitab sebelum ia kamu ciptakan.” (QS Al-Insan : 30).

Anonim mengatakan...

XI. Aliran Mu’tazilah



Kata Mu’tazilah berasal dari kata ‘itazala, artinya menyisihkan diri. Imam Hasan Al Basri (wafat 110 H) adalah seorang tabi’in besar di Basrah yang mempunyai perguruan di Masjid Raya kota Basrah. Diantara murid-muridnya yang tergolong pandai adalah Washil bin Atho’ (wafat 131 H). Suatu hari Imam Hasan Al Basri menerangkan bahwa seorang muslim yang melakukan dosa besar, lalu ia meninggal sebelum bertaubat, menurut Imam Hasan Al Basri orang itu tetap muslim, hanya saja muslim yang durhakan dan nanti kelak di akhirat akan dimasukkan neraka sebagai hukum atas perbuatan dosanya sampai batas waktu tertentu. Setelah itu ia akan dikeluarkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga.

Washil bin Ato’ menyanggah pendapat gurunya tersebut dan mengemukakan pendapat yang berbeda. Ia berpendapat bahwa seorang muslim yang melakukan dosa besar dan meninggal sebelum ber-taubat termasuk fasik, tidak muslim dan tidak kafir. Di ahirat nanti akan berada pada suatu tempat antara surga dan neraka. Karena itu Washil memisahkan diri dari majelis gurunya dan membentuk halaqoh pengajian sendiri disalah satu sudut masjid Basrah. Washil bin Atho’ diikuti oleh salah seorang temannya yang setia yaitu Amr bin Ubaid (wafat 144 H). Terjadinya peristiwa tersebut merupakan awal timbulnya firqoh Mu’tazilah. Saat itu Khalifah Bani Umayyah yang sedang berkuasa adalah Hisyam bin Abdul Malik (101 – 125 H).



Pusat pergerakan Aliran Mu’tazilah :

1. Basrah, pada permulaan abad ke-2 Hijriah, dipimpin Washil bin Atho’ dan Amr bin Ubaid. Pada permulaan abad ke-3 Hijriah dipimpin oleh Abu Hudzail Al Allaf (w. 221 H), Ibrahim bin Sayyar An Naddham (w 221 H), Abu Basyar Al Marisi (w 218 H), Utsman Al Jahiz (w 255 H), Ibnu Al Mu’ammar (w 210 H) dan Abu Ali Al Juba’i (w 303 H).

2. Baghdad, dipimpin oleh Basyar bin Al Mu’tamar dibantu oleh Abu Musa Al Murdan, Ahmad bin Abi Dawud (w 240 H), Ja’far bin Mubasysyar ( w 234 H) dan Ja’far bin Harib Al Hamdani (w 235 H).



Ajaran-ajaran Mu’tazilah mendapat dukungan dari penguasa Bani Umayyah yaitu Khalifah Yazid bin Walid (125-126 H), sedangkan dari Bani Abbasyah : Al Ma’mun (198-218 H), Al-Mu’tashim (218-227 H), Al-Watsiq (227-232 H). Karena didukung penguasa faham-faham Mu’tazilah menjadi tersebar luas. Ulama-ulama Mu’tazilah yang terkenal, diantaranya :

1. Utsman Al Jahiz (w. 255 H) mengarang kitab Al Hiwan.

2. Syarif Radli (w. 406 H) mengarang kitab Majazul Qur’an.

3. Abdul Jabbar bin Ahmad, lebih dikenal dengan Qadli Qudlot, mengarang kitab Syarah Ushulil Khamsah.

4. Zamakhsyari (w. 528 H) mengarang kitab tafsir Al-Kasysyaf.

5. Ibnu Abil Haddad (w. 655 H) mengarang kitab Syarah Nahjul Balaghah.



Aliran Mu’tazilah banyak terpengaruh oleh unsur-unsur dari luar Islam. Mereka dikenal giat mempelajari kitab-kitab filsafat Yunani untuk mempertahankan pendapat-pendapatnya, terutama filasaf Platodan Aristoteles. Ilmu logika sangat menarik perhatian mereka, karena menunjang berfikir logis dan sistematis. Aliran Mu’tazilah dikenal lebih mengedepankan akal pikiran (rasio) dan liberal, baru sesudah itu merujuk pada nash-nash Al-Qur’an atau hadits.

Ciri khas lainnya dari kelompok Mu’tazilah adalah suka berdebat, terutama dihadapan umum. Mereka yakin dengan kemapuan logika dan akal pikiran mereka, kerena itu mereka suka berdebat dengan siapa saja yang berbeda pendapat dengan mereka.

Meskipun firqoh Mu’tazilah terpecah lagi menjadi 22 sekte, namun semuanya masih mempunyai lima prinsip ajaran yang mereka sepakati yaitu ushulil khamsah, yaitu :

1. Tauhid, bahwa Allah itu Esa. Mereka menolak sifat-sifat Allah, menetapkan sifat-sifat bagi Allah dianggap menodai ke Esa an Allah.

2. Keadilan Tuhan, menetapkan bahwa Allah itu adil memberi pahala bagi yang berbuat baik dan menyiksa yang berbuat dosa, mendukung faham kehendak bebas (Qadariah) dan menolak paham Jabariyah.

Anonim mengatakan...

3. Janji dan Ancaman, Mereka berpendapat karena Allah itu Maha Adil, maka mereka mewajibkan bagi Allah memberi pahala dan surga bagi yang berbuat baik dan menyiksa dalam neraka bagi yang berbuat jahat. Kalau hal itu tidak dipenuhi maka Allah dinilai tidak adil.

4. Manzilah baina Manzilatain (tempat diantara dua tempat), seorang muslim yang melakukan dosa besar maka menjadi fasik yaitu diantara muslim dan kafir. Bila sampai meninggal belum bertaubat, mereka berpendapat orang tersebut akan berada pada suatu tempat diantara surga dan neraka.

5. Amar ma’ruh nahi munkar, mereka dikenal gigih memberantas pemikiran-pemikiran sesat aliran kebatinan dan yang tidak rasional. Bahkan sampai kepada hal-hal yang melampaui batas yaitu ketika mereka dengan dukungan penguasa Bani Abbas mempropagandakan kemahklukan Al-Qur’an.

Anonim mengatakan...

Peristiwa Mihnah

Pada masa pemerintahan Khalifah Harun Al-Rasyid, salah seorang ulama Mu’tazilah bernama Basyar Al Marisy melontarkan pendapat bahwa “Al-Qur’an adalah makhluk”. Pada waktu itu Khalifah Harun Al-Rasyid mengancam orang-orang yang berpendapat seperti itu dengan hukuman yang berat. Bahkah Khalifah Harun Al-Rasyid pernah berkata : “Jika Allah SWT memberiku umur panjang, bila aku berjumpa dengan Basyar, niscaya akan aku bunuh dia dengan pembunuhan yang belum pernah aku jatuhkan kepada orang lain.”

Maka Basyar Al Marisy pun ketakutan dan menyembunyikan diri dalam waktu sekitar 20 tahun, hingga Khalifah Harun Al-Rasyid meninggal. Sepeninggal Khalifah Harun Al-Rasyid, barulah Basyar keluar menampakkan diri dan menyebarkan fahamnya ditengah masyarakat ramai. Maka ajaran ini menjadi buah bibir dan pembicaraan yang ramai ditengah masarakat, namun Khalifah Al-Amin pengganti ayahnya Harun Al-Rasyid masih bisa mengatasinya dan memberikan ancaman dan hukuman berat kepada orang-orang yang mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah makhluk.

Ketika pemerintahan berada pada Khalifah Al-Ma’mun (saudara Al-Amin), orang-orang Mu’tazilah mendapat hati disisi Khalifah dan mereka berhasil mempengaruhi Khalifah Al-Ma’mun dan mendukung faham bahwa Al-Qur’an adalah makhluk.

Khalifah Al-Ma’mun (198-218 H) dikenal penganut dan pendukung utama aliran rasionalis Mu’tazilah. Atas usulan menterinya yang menjabat sebagai Qadhi Qudhat bernama Ahmad bin Abi Daud yang juga pentolah aliran Mu’tazilah. Pada tahun 215 H Khalifah Al-Ma’mun yang sedang berada di Tharsus memerintahkan pejabatnya di Baghdad yang bernama Ishaq bin Ibrahim yang juga seorang penganut Mu’tazilah untuk memprogandakan ajaran “Al-Qur’an adalah Makhluk” dan memaksakan faham itu kepada seluruh rakyat dan para ulama.

Menurut kitab Tarikh At-Thabari, dalam suratnya kepada Ishaq bin Ibrahim, Al-Ma’mun menuliskan :

“Sesungguhnya Kami menjadikan Al-Qur’an dalam bahasa Arab supaya kamu memahaminya.” (QS Az-Zukhruf : 3)

Semua orang tahu bahwa apa pun yang Allah jadikan adalah merupakan coptaan-Nya dengan demikian dia (Al-Qur’an) adalah makhluk. Sedangkan Allah berfirman :

“Dan Dia jadikan kegelapan dan cahaya.” (QS Thaha : 99)

dan firman-Nya :

“Demikianlah kami kisahkan kepadamu (Muhammad) sebagian kisah umat yang telah lalu.” (QS Thaha : 99).

Dalam dua ayat ini Allah memberitahukan bahwa Dia mengisahkan beberapa kisah yang terjadi setelah Dia ciptakan. Allah jug berfirman :

“(Inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan rapi serta dijelaskan secara terperinci.” (QS Hud : 1)

Allah telah menyusun kitab-Nya dengan rapi dan menjelaskannya. Dengan demikian jelas Dia adalah pencipta Al-Qur’an, maka yang diciptakan berarti makhluk.”

(perhatikan betapa rasionalnya cara pemikiran kaum Mu’tazilah)

Hampir semua ulama besar dipanggil ke Baghdad untuk diuji apakah mereka sependapat dengan faham mereka. Bila tidak sependapat para ulama itu dipaksa bahkan disiksa. Akhirnya sebagian besar ulama banyak yang dengan terpaksa pura pura mengikuti pendapat mereka karena takut dibunuh.

Salah satu ulama yang diinterogasi adalah Imam Ahmad bin Hanbal, beliau satu-satunya yang tidak mau mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah makhluk. Berikut ini tanya jawab antara Ishaq bin Ibrahim dengan Imam Ahmad bin Hanbal :



Ishaq bin Ibrahim : “Bagaimana pendapatmu tentang Al-Qur’an ?”

Ahmad bin Hanbal : “Al-Qur’an adalah Kalamullah.”



Ishaq bin Ibrahim : “Apakah ia makhluk ?”

Ahmad bin Hanbal : “Ia Kalamullah aku tidak menambahi yang lebih dari itu.”



Ishaq bin Ibrahim : “Apakah arti bahwa Allah itu Maha Mendengar dan Maha Melihat ?”

Ahmad bin Hanbal : “Itu seperti apa yang Dia sifatkan kepada diri-Nya.”



Ishaq bin Ibrahim : “Apa maksudnya ?”

Ahmad bin Hanbal : “Aku tidak tahu, Dia seperti apa yang Dia sifatkan bagi diri-Nya.”

Anonim mengatakan...

Karena pendiriannya itu Imam Ahmad bin Hanbal dipenjara dan dihukum cambuk dan aneka perlakuan kasar lainnya. Salah seorang sahabatnya yang bernama Abu Bakar Al Mawarzi, ketika menjenguknya berusaha membujuk dan menasehati beliau : “Ahmad, mereka memukuli anda, padahal Allah telah berfirman : Janganlah kamu menjatuhkan dirimu dalam kebinasaan.” Maka Imam Ahmad bin Hanbal berkata, “Silahkan nada keluar dari sini, dan lihatlah yang diluar sana.” Maka Abu Bakar Al Mawarzi pun melihat keluar dilihatnya banyak orang berkerumun diserambi istana Khalifah membawa kertas dan pena. Abu Bakar Al Mawarzi pun bertanya, “Untuk apa kalian membawa kertas dan pena ?” Orang-orang itu menjawab, “Kami menunggu dan akan menuliskan apa yang diucapkan Imam Ahmad bin Hanbal.” Abu Bakar Al Mawarzi kembali lagi dan menceritakan hal itu kepada Imam Ahmad bin Hanbal, kemudian Imam Ahmad berkata : “ Wahai Mawarzi apakah aku akan menyesatkan mereka semua ?, aku yakin tidak. Biarlah aku mati, asalkan aku tidak menyesatkan orang-orang itu.” Abu Bakar Al Mawarzi lalu berguman : “Ia mengorbankan dirinya karena Allah.”

Nyaris saja Imam Ahmad bin Hanbal akan dibunuh, kalau saja tidak datang khabar dari Tharsus bahwa Khalifah Al-Ma’mun telah meninggal secara mendadak.

Sepeninggal Al-Ma’mun faham Al-Qur’an adalah makhluk masih dilanjutkan oleh Khalifah penggantinya yaitu Al-Mu’tashim dan Al-Watsiq. Propaganda itu baru berhenti setelah ada peristiwa Al-Watsiq menginterogasi seorang ulama bernama Abu Abdurrahman Abdullah bin Muhammad Adzrami (guru Imam Abu Dawud dan Imam An-Nasa’i) yang juga dihadiri oleh tokok-tokoh ulama Mu’tazilah

Al-Watsiq bertanya kepada para tokoh Mu’tazilah : “Beritahukan kepada saya tentang seruan kalian kepada manusia itu –maksudnya tentang kemakhlukan Al-Qur’an- apakah Rasulullah mengetahuinya, namun dia tidak menyerukannya kepada manusia, atau beliau sama sekali tidak mengetahuinya ?”

Seorang ulama Mu’tazilah, berkata : “Rasulullah pasti tahu tentang itu.”

Abu Abdurrahman Abdullah bin Muhammad Adzrami yang dalam keadaan diborgol, berkata : “Rasulullah mampu bersabar tidak menyeru manusia kepada apa yang diketahuinya, sedangkan kalian tidak mampu.”

Mendengar jawaban yang diplomatis dan cerdik itu Al-Watsiq kagum bercampur geli dan akhirnya menghentikan propaganda tentang kemakhlukan Al-Qur’an.



Disamping lima prinsip dasar (ushulil khomsah) dan Al-Qur’an adalah makhluk, ada beberapa ajaran-ajaran mereka yang lain, diantaranya :

a. Menolak memberikan sifat kepada Allah (Maha Mendengar, Maha Melihat, dsb) karena hal itu dianggap menodai ke Esa-an Allah.

b. Baik dan buruk itu berdasarkan akal.

c. Orang yang berdosa besar akan kekal dalam neraka

d. Perbuatan manusia itu usaha bebas sendiri.

e. Allah tidak bisa dilihat walaupun di Akhirat kelak.

f. Surga dan neraka tidak kekal.

g. Alam semesta itu qadim.

Anonim mengatakan...

XII. Aliran Shifatiyyah



Aliran Shifatiyyah adalah faham yang menerima adanya sifat-sifat Allah yang dikhabarkan dalam nash Al-Qur’an dan Hadits (sifat khabariyah). Aliran ini bertentangan dengan faham Mu’tazilah yang menolak memberikan sifat khabariah bagi Allah. Aliran Shifatiyyah dibagi menjadi empat sekte, yaitu :

1. Musyabbihah / Mujasimah (Anthropomorpisme), yaitu memegangi sifat khabariyah tentang tasybih dan tajsim berdasarkan makna literalnya. Syiah Bayaniah, pengikut Bayan bin Sam’an menyatakan bahwa Tuhan tercipta dari cahaya yang berbentuk tubuh sebagaimana manusia dan semuanya akan hancur terkecuali ‘wajah’ nya saja. Syiah Mughiyitah pimpinan Al-Mughirah bin Said mengatakan Tuhan itu laki-laki, berjisim (bertubuh) dari cahaya, diatas kepalanya ada mahkota yang juga dari cahaya, memiliki jantung yang memancarkan ilmu-ilmu hikmah



2. Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

a. Asy’ariyah, pengikut Imam Abu Hasan Al-Asy’ari.

b. Maturidiyah, pengikut Imam Abu Manshur Al-Maturidi.

Imam Muhammad As Zabidi dalam kitab Ittikaf Sadatul Muttaqin, Juz II halaman 6 menyatakan :

“Bila dinyatakan Ahlus Sunnah wal Jama’ah, maka maksudnya adalah aliran Asy’ariyah dan Maturidiyah ”



3. Aliran Khalaf (mutakallimin), yaitu sebagian ulama setelah abad ke-3 Hijriah yang menta’wilkan ayat-ayat tasybih dan tajsim yang ada qarinah itu lafazh majazi yang masih memungkinkan untuk di ta’wilkan dari makna hakikatnya, guna menghindari penyerupaan Allah dengan makhluknya.



Contohnya :

a. “Sesungguhnya orang-orang yang berjanji setia kepadamu (Muhammad), sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah, tangan Allah diatas tangan mereka.” (QS Al-Fath : 10)

Ulama khalaf menafsirkan kata “tangan Allah” dengan kekuatan, kekuasaan dan keridloan Allah.



b. “Dan buatlah perahu dengan mata Kami dan wahyu kami.” (QS Hud : 37).

Kata “mata Kami” ditafsirkan dengan pengawasan Kami.



c. “Tuhan yang Rahman bersemayam diatas Arsy.” (Q Thaha : 5)

Kata “bersemayam” ditafsirkan dengan berkuasa.

Anonim mengatakan...

XIII. Aliran Ahlussunnah wal Jama’ah



A. Asy’ariyah

Aliran ini disandarkan kepada perumusnya yaitu Imam Abu Hasan Al-Asy’ari (260-324 H). Mula-mula beliau berguru kepada tokoh Mu’tazilah bernama Abu Ali Al Jubai yang juga merupakan bapak tirinya. Beliau pun juga dikenal sebagai penganut faham Mu’tazilah yang utama. Imam Abu Hasan Al-Asy’ari juga sering diminta menggantikan mengajar di majelis pengajian gurunya Al-jubai. Namun seiring perjalanan waktu, dikemudian hari beliau merasa ketidakcocokan dengan aliran Mu’tazilah. Hal itu mencapai puncaknya setelah terjadi diskusi-perdebatan antara Imam Asy’ari dengan gurunya Al-Jubai ;



Asy’ari : Bagaimana menurut pendapat anda tentang tiga orang yang meninggal dalam keadaan berlainan : mukmin, kafir dan anak kecil.

Al Jubai : Orang mukmin masuk surga, orang kafir masuk neraka dan anak kecil selamat dari neraka.

Asy’ari : Apabila anak kecil itu ingin masuk surga, apakah mungkin ?

Al Jubai : Tidak mungkin, bahkan dikatakan kepadanya bahwa surga itu dapat dicapai dengan taat kepada Allah, sedangkan engkau (anak kecil) belum beramal seperti itu.

Asy’ari : Seandainya anak kecil itu berkata : memang aku belum beramal. Seandainya aku dihidupkan sampai dewasa, tentu aku akan beramal seperti amalnya orang mukmin.

Al Jubai : Allah akan menjawab : Aku mengetahui bahwa seandainya engkau sampai umur dewasa niscaya engkau bermaksiat dan engkau akan masuk neraka. Karena itu Aku sengaja mematikanmu sebelum engkau dewasa.

Asy’ari : Seandainya orang kafir itu bertanya kepada Allah : Engkau telah mengetahui keadaanku sebagaimana mengetahui keadaan si anak kecil, mengapa Engkau tidak menjaga kemaslahatanku dan mematikan aku selagi masih kecil ?

(maka Al Jubai terdiam, tidak mampu menjawab)



Beberapa waktu lamanya ia merenungkan dan mempertimbangkan antara ajaran-ajaran Mu’tazilah dan faham ahli fiqih-Hadits. Ketika mencapai umur 40 tahun, Imam Abu Hasan Al-Asy’ari mengurung diri dirumahnya selama 15 hari untuk memikirkan hal tersebut. Pada hari jum’at, dia naik mimbar Masjid Basrah, menyatakan secara resmi keluar dari aliran Mu’tazilah dengan berpidato :

“Wahai sekalian manusia, barang siapa mengenalku sungguh dia telah mengenalku. Barangsiapa belum mengenalku, maka aku mengenalnya sendiri. Aku adalah fulan bin fulan, dahulu aku berpendapat bahwa Al-Qur’an adalah makhluk; bahwa sesungguhnya Allah tidak melihat dengan mata; bahwa perbuatan-perbuatan jelek aku sendiri yang memperbuatnya. Aku bertaubat dan menolak faham-faham Mu’tazilah dan keluar daripadanya.”

Anonim mengatakan...

Imam Abu Hasan Al Asy’ari setelah keluar dari Mu’tazilah beliau merumuskan ajaran-ajarannya kembali berdasarkan manhaj salafus saleh, beliau mengikuti pendapat imam Malik bin Anas dan Imam Ahmad bin Hanbal. Beliau merumuskan ajarannya berada ditengah-tengah antara kaum Mu’tazilah yang rasionalis-liberalis dengan kaum Anthropomorpis-literalis.

Beliau kembali ke manhaj salaf dengan mendasarkan kepada nash Al-Qur’an dan Hadits, tetapi menerangkannya dengan menggunakan metode scholastis yang rasional sebatas memperkuat dan menjelaskan pemahaman nash. Ternyata perumusan ajaran-ajaran beliau diterima oleh mayoritas umat Islam.

Imam Abu Hasan Asy’ari pernah mengatakan :

“Sesungguhnya banyak pengikut aliran Mu’tazilah dan Qadariyah yang menuruti hawa nafsu mereka untuk bertaqlid pada pimpinan-pimpinan mereka dan orang-orang yang mendahului mereka, sehingga mereka mentakwilkan Al-Qur’an menurut pendapat mereka sendiri, degan suatu ta’wilan dimana Allah tidak menurunkan padanya suatu kekuasaan dan tidak menjelaskan padanya suatu bukti dan merekapun tidak menukilkan dari Rasul, begitu pula tidak dari orang-orang salaf terdahulu.”

Seorang Ulama dan peneliti asal Mesir, Dr. Muhammad Abu Zahrah menuliskan metodologi dan pemikiran Imam Hasan Asy’ari sebagai berikut :

1. Menempatkan Al-Qur’an dan hadits sebagai sumber inspirasi akidah dan sebagai bahan argumentasi atas segala macam bantahan yang datang. Maka dapat diartikan, bahwa AL-Qur’an maupun Hadits sebagai dasar metodologi berhujjah Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Asy’ariyah).

2. Meletakkan tekstual nash (Dhawahur An Nushus) yang masih mungkin membutuhkan interpretasi dan masuk dalam kategori tasybih, tanpa harus dipaksakan masuk dalam tasybih secara murni. Dalam hal ini mempunyai dampak atau konsekuensi logis, bahwa ia tidak bisa lepas dari sebuah pemahaman kalau Allah mempunyai wajah, akan tetapi sangat berbeda dengan wajah semua mahkluk-Nya. Demikian pula mempunyai tangan yang tidak sama dengan tangan makhluk-nya.

3. Memperbolehkan berhujjah dalam hal akidah, meskipun bersumber dari hadits-hadits ahad. Sebagai bukti, bahwa sebenarnya hadits ahad pun sah-sah saja sebagai pedoman. Secara tegas ia menjelaskan, betapa banyak hadits-hadits ahad yang dijadikan rujuan akidah (tentunya hadits ahad yang sahih).

Anonim mengatakan...

Imam Abu Hasan Asy’ari telah menulis sekitar 300 judul kitab dalam berbagai bidang ilmu. Diantara kitabnya yang terkenal adalah Al Ibanah ‘An Ushul Ad Dinayah, sebuah kitab besar tentang Ushuludin, akidah Ahlus Sunnah wal Jama’a, Maqalatul Islamiyyin dan Al-Luma’. .

Orang-orang yang mengaku pengikut Imam Ahmad bin Hanbal (kaum Hanbaliyin) yang juga kadang disebut kaum salaf tetap mencurigai beliau, karena beliau sebelumnya dikenal sebagai penganut Mu’tazilah disamping karena Imam Asy’ari menggunakan metode scholastik yang dianggap masih berbau Mu’tazilah dan bermazhab Syafi’i. Akibatnya orang-orang Hanbaliyin-Salafiyin menentangnya dan mengkafirkannya bahkan menghalalkan darah orang-orang yang mendukung ajarannya.



Penentangan orang-orang Hanbaliyin-Salafiyin terhadap faham Asy’ariyah, bisa diruntut sebagai berikut :

a. Sepeninggal Khalifah Al-Watsiq, tampuk kekuasaan ada ditangan Khalifah Al-Mutawakkil (205-247 H). Khalifah Al-Mutawakkil tidak mendukung faham Mu’tazilah, beliau kembali melarang ajaran tentang kemakhlukan Al-Qur’an bahkan beliau melakukan pembersihan terhadap ulama-ulama Mu’tazilah yang dulu mempropagandakan bahwa Al-Qur’an adalah makhluk. Beliau sangat menghoramati dan mendukung ajaran-ajaran Imam Ahmad bin Hanbal.

b. Sejak masa pemerintahan Khalifah Al-Mutawakkil, banyak menteri yang diangkat dari kalangan Hanbaliyin, pengikut Imam Ahmad bin Hanbal. Jadi lingkungan istana didominasi oleh ulama-ulama Hanbaliyin.

c. Ajaran-ajaran Imam Abu Hasan Asy’ari yang eks Mu’tazilah dan bermazhab Syafi’i yang merumuskan kembali manhaj salafus-saleh berdasarkan nash Al-Qur’an dan Hadits tetapi dengan metode scholastik, kenyataannya menarik perhatian dan diterima oleh banyak orang. Hal ini tidak disukai dan dicurigai oleh kaum Hanbaliyin-Salafiyin yang merasa lebih “salaf” dari dulunya. Popularitas ajaran Asy’ariyah yang bermazhab Syafi’iyah dikhawatirkan mengurangi pengaruh kaum Hanbaliyin-Salafiyin dilingkungan istana Khalifah.

d. Salah seorang menteri pada masa Khalifah Al-Qaim Biamrillah (391-467 H) yang bernama ‘Amid al Mulk sampai-sampai mengeluarkan praturan-peraturan yang mendiskreditkan orang-orang penganut Asy’ariyah.



Disatu pihak orang-orang Hanbaliyin-Salafiyin yang menentang ajaran Asy’ariyah, di pihak lain banyak ulama-ulama besar Syafiiyah yang mendukung ajaran-ajaran Imam Abu Hasan Asy’ari, diantaranya :

1. Abu Bakar bin Tayyib Al Baqillany (wafat 403 H). Beliau lahir dikota Basrah. Kitab karangannya yang terkenal adalah At Tahmid, artinya pendahuluan, Kitab At Tahmid ini perlu dipelajari sebelum seseorang memasuki Ilmu Kalam, berisi antara lain tentang atom (jauhar fard), sifat (‘ardl) dan cara pembuktian.

Anonim mengatakan...

2. Abu Ma’aly bin Abdillah Al Juwainy (419-478 H), lahir di Nisabur kemudian berpindah ke Baghdad, Beliau mengikuti ajaran Imam Asy’ari dan Al Baqillany. Imam Al juwainy sempat menjadi sasaran amarah orang-orang Hanbaliyin-Salafiyin karena mengikuti ajaran Asy’ariyah yang dianggap terlalu memberi porsi kepada akal. Karena peristiwa itu, terpaksa beliau meninggalkan Baghdad dan bermukim di Mekkah dan Madinah untuk memberi pelajaran. Karena itu beliau digelari “Imam Haramain” (imam dua tanah suci). Beliau mengarang beberapa kitab, diantaranya kitab “Qowaidlu ‘Aqaidu Ahli Sunnah wal Jama’ah” yaitu Prinsip-Prinsip Akidah Ahlus Sunnah wal Jamaah berdasarkan perumusan Imam Abu Hasan Asy’ari. Dari sinilah selanjutnya aliran Asy’ariyah menjadi populer, diterima oleh mayoritas umat Islam dan disebut dengan aliran Ahlus Sunnah wal Jama’ah sampai sekarang.

3. Imam Syarastani (479-574 H) lahir di Khurasan, pengarang kitab Al Milal wa An Nihal kitab terbaik tentang firqoh-firqoh dalam theologi Islam yang sangat terkenal.

4. Imam Abu Hamid Al Ghazali (450-505 H), murid Imam Al-Juwainy. Menguasai hampir semua ilmu keislaman temasuk filsafat, digelari “Hujjatul Islam” pengarang kitab “IHYA ULUMIDDIN” yang sangat terkenal. Kitab Ihya’ ini berisi uraian yang panjang lebar tentang fiqih, akhlak dan penyucian jiwa (tasawuf) tanpa memasuki area ittihad dan hulul. Kitab Ihya’ ini berhasil mengkompromikan dan meredam polemik perselisihan antara ahli tasawuf dan ahli syariat.

5. Imam Fahruddin Ar Razi (lahir 543 H) di Persia. Banyak menulis kitab-kitab tentang ilmu kalam, Fiqih, Tafsir dan lain-lain.

6. Imam As Sanusi (833-895 H), lahir di Tilimsan Aljazair. Mengarang kitab “Aqidah Ahli Tauhid” tentang pandangan tauhid Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan kitab “Ummul Barahin” berisi sifat-sifat wajib, mustahil dan jaiz bagi Allah dan RasulNya, isinya praktis sangat populer di pesantren-pesantren di Indonesia.

Anonim mengatakan...

XIV. Aliran Salaf (Hanbaliyah)



Kalau yang dimaksud aliran salaf dalam masalah akidah dan theologi adalah mengikuti manhaj salafus saleh (faham Imam Malik, Ahmad bin Hanbal), maka sebenarnya aliran Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Ays’ariyah dan Maturidiyah) juga mengikuti manhaj salaf tersebut. Maka bisa dikatakan dalam theologi : aliran Salafiyah-Asy’ariyah dan Salafiyah-Maturidiyah.

Namun pada kenyataannya, karena sebagian orang-orang penganut mazhab fiqih Hanbali masih mencurigai aliran Asy’ariyah (bermazhab Syafi’i dalam fiqih) dan Maturidiyah (bermazhab Hanafi dalam fiqih) mereka tetap menentang kedua aliran tersebut. Jadi yang dimaksud aliran salaf dalam pembahasan sekarang ini adalah aliran salaf pengikut mazhab Hanbali dalam fikih atau aliran Salafiyah-Hanbaliyah.

Istilah aliran Salaf, sering dinisbatkan kepada para pengikut Ibnu Taimiyah (661-728 H) yang juga bermazhab Hanbali dalam fiqih. Disamping itu dimasa sekarang ini telah marak gerakan (harokah) dakwah yang menamakan diri “SALAFI” sehingga seakan-akan aliran Salafi ini aliran tersendiri yang berbeda dengan aliran Ahlus Sunnah wal Jama’ah, padahal kalau dalam theologi sebenarnya alirannya sama dengan aliran Ahlus Sunnah wal Jama’ah (Asy’ariyah / Maturudiyah). Selanjutnya yang dimaksud istilah aliran / kaum salaf dalam pembahasan disini adalah kaum Salafi Hanbaliyah.

Aliran salaf ini mengalami perkembangan, pergeseran dan metamorfosa dalam 9 periode waktu yang diwakili oleh pemikiran tokoh-tokoh utamanya pada masing-masing periode, yaitu :





1. Periode Generasi Sahabat Nabi.

Pada periode ini belum muncul yang namanya “Aliran Salaf” karena secara umum tiga generasi awal ini memiliki manhaj dan karakteristik yang masih “original” sesuai dengan masa kenabian, terutama dalam bidang akidah dan teologi (ilmu kalam).



2. Periode Imam Malik Bin Anas (91 H – 167 H)

Pada periode ini mulai muncul orang-orang yang menanyakan tentang ayat Al-Qur’an yang tasybih, yaitu perbuatan Allah yang mirip dengan perbuatan mahkluk.



Suatu hari ada orang yang menanyakan kepada Imam Malik : “Bagaimana Allah ber-Istiwa’ (bersemayam) diatas Arsy ?”



Imam Malik menjawab : “maksud istiwa’(bersemayam) telah kita ketahui, namun mengenai bagaimana caranya kita tidak mengetahuinya. Iman kepadanya adalah wajib dan menanyakan bagaimana caranya adalah bid’ah”.

Sikap Imam Malik yang mengimani ayat-ayat mutasyabih tanpa mau menakwilkannya itulah ciri “Aliran Salaf” pada saat itu.



3. Periode Imam Ahmad bin Hanbal ( 164 H – 261 H)

Beliau salah satu darin empat imam mazhab fiqih yang muktabar (terkenal dan diakui). Ciri fiqihnya adalah mengutamakan hadits dan atsar daripada dengan qiyas. Imam Ahmad bin Hanbal lebih suka ber hujjah dengan hadits dhaif dari pada berijtihad dengan qiyas atau ihtihsan.

Pada masa itu Aliran Muktazilah sedang mencapai puncak kejayaannya, karena didukung penuh oleh Khalifah Al-Ma’mun dari Bani Abbas. Aliran Muktazilah yang didukung penguasa mengkampanyekan pemikiran bahwa “Al-Qur’an adalah makhluk”.

Semua ulama dan rakyat dipaksa mengikuti pemikiran tersebut, semuanya tidak ada yang berani menentang kecuali Imam Ahmad bin Hanbal, yang berpendapat bahwa “Al-Qur’an adalah kalamullah”

Anonim mengatakan...

4. Periode Imam Ibnu Hazm Al-Andalusi (384 H-456)

Beliau seorang ulama kelahiran Cordova Andalusia, mula-mula ber mazhab Maliki, kemudian berpindah ber mazhab Syafi’ii kemudian berpindah lagi ke mazhab zahiri, yaitu berpegang pada makna zahir ayat (literalis).

Pada periode sebelumnya muncul teologi Imam Abu Hasan Asy’ari (260 H-330 H), yang pada mulanya seorang pengikut Mu’tazilah yang kemudian menyatakan keluar dari Aliran Muktazilah.

Imam Abu Hasan Asy’ari (ber mazhab Syafi’i dalam fikih) merumuskan teologi yang ber pihak kepada pemikiran ulama salaf sebelumnya yaitu (Imam Malik dan Imam Hanbali) tapi dengan metode pembahasan yang menggunakan metode scholastik, ilmu mantiq (logika) kaum Mu’tazilah.

Imam Ibnu Hazm telah mempelajari filsafat Yunani, filsafat Islam, teologi muktazilah, teologi Hanbaliyah dan teologi Asy’ariyah. Imam Ibnu Hazm merumuskan teologi Hanbali-Literalis, yang lebih memegangi makna literalis nash dan tidak membolehkan memberi sifat kepada Allah.



Menurutnya Allah Maha Melihat, Maha Mendengar, dsb itu adalah “asma” bukan “sifat” karena memberi sifat kepada Allah dianggap menyerupakan Allah dengan makhluk. Ibnu Hazm mengakui mu’jizat yang ada pada diri Nabi dan Rasul, namun beliau menolak adanya karomah pada diri Wali atau orang-orang saleh.

Sikap Literalis-Hanbalis inilah yang menjadi ciri “Aliran salaf” pada periode Imam Ibnu Hazm.

Anonim mengatakan...

5. Periode Kaum Hanbaliyin (469 H)

Teologi Asy’ariyah yang telah disebut sebelumnya, walaupun berpihak kepada Aliran Salaf tetapi masih tetap dicurigai dan tidak diterima oleh “ahlul hadits/ahlul atsar” dan orang-orang yang mengaku mengikuti teologi Imam Ahmad bin Hanbal

Dengan alasan teologi Asy’ariyah memberikan porsi yang besar kepada “akal” disamping itu krn Imam Asy’ari ber mazhab Syafi’i. Tampaknya pada masa itu fanatisme mazhab telah menjalar ke tubuh umat Islam.

Sejak masa pemerintahan Khalifah Al-Mutawakkil (205-247 H), banyak menteri yang diangkat dari kalangan Hanbaliyin, pengikut Imam Ahmad bin Hanbal. Jadi lingkungan istana didominasi oleh ulama-ulama Hanbaliyin.

Keadaan seperti itu berlangsung terus sampai pada masa pemerintahan Khalifah Al-Qaim Biamrillah (391-467 H). Salah seorang menterinya yang bernama ‘Amid al Mulk sampai-sampai mengeluarkan praturan-peraturan yang mendiskreditkan orang-orang penganut Asy’ariyah.

Setelah masa Khalifah Al-Mutawakkil, pengaruh orang-orang Turki mulai besar pada pemerintahan dan militer. Banyak orang Turki yang menduduki kursi menteri dan komandan tentara. Orang-orang turki sangat setia kepada pemimpin kaum mereka. Demikian besarnya Kekuasaan mereka, hingga mereka bisa dengan sesuka hati menunjuk dan mencopot Khalifah. Jadi mereka mengakui Khalifah sebagai Amirul Mukminin sekedar dijadikan simbol dan icon, kekuasaan secara militer yang sebenarnya ada ditangan para Sultan.

Pada masa pemerintahan Khalifah Al Qaim Billah yang menjadi Sultan adalah Alp Arselan (wafat 465 H) dari Turki Seljuk, beliau mempunyai seorang wazir (perdana menteri) yang sangat cakap bernama Nizamul Mulk (wafat 485 H).

Perdana Menteri Nizamul Mulk dengan dukungan Sultan Alp Arselan mendirikan Universitas NIZAMIYAH, pusat ilmu dan study Islam pada jaman itu. Yang menjadi pemimpin (rektor) Universitas Nizamiyah adalah ulama besar Imam Al Juwainy, penganut Asy’ariyah dan bermazhab Syafi’i. Nizamul Mulk dengan Universitas Nizamiyahnya menjadikan Theologi Asy’ariyah sebagai theologi resmi dan menjadikan ajaran Asy’ariyah satu-satunya theologi yang diajarkan. Kebijaksanaan Pedana Menteri Nizamul Mulk yang lain adalah menghapuskan semua peraturan-peraturan yang mendiskreditkan orang-orang Asy’ariyah yang pernah diberlakukan oleh menteri ‘Amid al Mulk.

Kebijaksanaan itu tentu saja tidak disukai oleh orang-orang Salafiah-Hanbaliyah. Pada tahun 469 H datang ke Universitas Nizamiyah seorang ulama bernama Abu Nashr bin Abu Qasim Al Qusyairi memberikan pengajian umum yang memberi penjelasan yang mendetail mengenai theologi Asy’ariah.

Hal itu menjadi pemicu kemarahan orang-orang Hanbaliyah, maka pada tahun 469 H terjadilah huru-hara dan keonaran besar di kota Baghdad, yang berupa tindakan anarkis orang-orang Hanbaliyin terhadap para pendukung teologi Asy’ariyah khususnya dan para penganut mazhab Imam Syafi’i pada umumnya.

Kaum Hanbaliyah merusak kedai yang dijumpai menjual khamr, mematahkan papan catur, menyerang rumah tokoh-tokoh Syafi’iyah dan perbuatan anarkis lainnya, tercatat sampai menimbulkan korban jiwa yang tentu saja dilawan oleh para pengikut Asy’ariyah-Syafi’iyah. Peristiwa huru-hara Kaum Hanbaliyyin di Kota Baghdad ini sangat terkenal dalam sejarah.

Tindakan keras dan agresif kaum Salafiah-Hanbaliyah inilah yang menjadi ciri “Aliran Salaf” pada abad IV Hijriah.

Anonim mengatakan...

6. Periode Ibnu Taimiyah (661 H – 728 H)

Seorang ulama besar abad 7 H, nama lengkapnya Ahmad Taqiyuddin bin Syihabuddin Ibnu Taimiyah. Kelahiran Haran Palestina, bermazhab Hanbali dalam fikih, menguasai hampir semua ilmu ke Islaman dan banyak mengarang kitab dalam berbagai bidang ilmu.

Beliau mengkritik gejala taqlid dan kemunduran ijtihad yang berjangkit pada umat, menyerukan agar umat kembali meneladani manhaj dan perilaku para generasi salafus-saleh. Beliau juga mengkritik pengaruh filasat Yunani, dalam pemikiran Islam, filsafat Persia dalam konsep Imamah Syiah, penakwilan ayat-ayat mutasyabih berdasarkan akal, dan filsafat India dalam Tasawuf (ittihad, hulul).

Kritik dan Fatwa Ibnu Taimiyah yang keras, tajam dan vulgar tentunya membuat merah telinga ulama-ulama bahkan yang sama-sama ber mazhab Hanbali dan pihak lain yang tidak sependapat dengan fatwanya, termasuk para penguasa. Apalagi penguasa Bani Buwaihi dikenal mendukung tarekat-tarekat Tasawuf. Jadi banyak pihak yang tersinggung dan tidak senang dengan ajaran-ajaran Ibnu Taimiyah yang disampaikan secara terbuka pada majelis-majelis pengajiannya.

. Dalam buku Rihlah Ibnu Batutah (catatan perjalanan Ibnu Batutah), salah satu sumber sejarah yang sangat terkenal dan telah diterjemahkan kedalam berbagai bahasa, Inggris, Perancis dan Jerman, Ibnu Batutah telah melakukan perjalanan pengembaraan selama 29 tahun kebanyak negeri-negeri mulai dari Mesir, Syria, Palestina, Hijaz (Arab Saudi), Irak, Persia, Turki, Bukhara, Afghanistan, India, Bangladesh, Cina, Sumatera, Indonesia dan terus ke Afrika.

Catatan perjalanannya oleh sebagian besar ahli sejarah, dianggap cukup teliti dan dijadikan salah satu “sumber sejarah”. Dalam catatan perjalanan Ibnu Batutah diterangkan bahwa dia singgah di Damaskus Syiria dan kebetulan mendengarkan Ibnu Taimiyah memberikan pengajian di mimbar Masjid Umayyah, Ibnu Taimiyah mengatakan bahwa Tuhan Allah itu duduk diatas Arsy dan dudukNya itu serupa dengan duduknya Ibnu Taimiyah diatas mimbar. Tuhan Allah itu turun tiap-tiap akhir malam kelangit dunia dan turunnya itu sepeti turunnya Ibnu Taimiyah dari atas mimbar ke bawah.

Mendengar uraian itu, pendengar jama’ah pengajian menjadi ribut, kacau balau, sehingga ada yang melempari Ibnu Taimiyah dengan sandalnya. Akhirnya perkataan Ibnu Taimiyah sampai kepada penguasa. Ibnu Batutah memberi komentar bahwa Ibnu Taimiyah dikenal sebagai ulama besar tetapi “fi aqlihi syaiun” (pikirannya guncang), demikian keterangan Ibnu Batutah.

Namun keterangan tersebut masih perlu diteliti lagi, bisa jadi ada kesalah pahaman dalam menafsirkan ajaran Ibnu Taimiyah atau bisa jadi peristiwa kekacauan Majelis pengajian beliau sudah direkayasa lawan-lawan nya untuk memfitnahnya.

Ajaran dan fatwa-fatwanya yang dianggap terlalu keras, tidak sopan dan melawan arus menyebabkan banyak ulama dan penguasa Bani Buwaihi tersinggung dan tidak suka kepada beliau, disamping itu ajaran theologinya dianggap cenderung kepada “anthropomorpist” akhirnya menyebabkan beliau ditangkap oleh pihak penguasa dan keluar masuk penjara, bahkan beliau meninggal dalam penjara. Pemakamannya diiringi oleh ratusan ribu orang yang menaruh simpati kepada beliau.

Jadi seruan kembali kepada manhaj salafus-saleh, kritik yang keras kepada taqlid dan kemandekan ijtihad, penyimpangan akidah (ziarah dan berdoa di kuburan orang suci), superioritas akal dalam pemahaman agama, konsep imamah kaum Syiah dan penyimpangan ajaran ittihad, hulul dalam tasawuf itulah ciri khas ajaran Ibnu Taimiyah.

Anonim mengatakan...

7. Periode Muhammad bin Abdul Wahab (1115 H –1206 H)

Terkenal dengan gerakan Wahabi, yang didukung oleh Pangeran Muhammad bin Saud seorang war lord (kepala suku, komandan lapangan). Duet serasi ulama-penguasa ini mengantarkan keduanya menduduki tahta kerajaan Arab Saudi.

Muhammad bin Abdul Wahab dikenal sebagai ulama bermazhab Hanbali dan seorang penganut dan pendukung fanatik pemikiran Ibnu Taimiyah. Setelah berkuasa, mazhab Wahabi ini dijadikan mazhab resmi pemerintah kerajaan Arab Saudi sampai sekarang. Gerakan wahabi berciri khas pada pemurnian akidah, tauhid dan menempuh kekerasan.



Dari semua periode-periode yang telah diuraikan diatas sampai pada periode Muhammad bin Abdul Wahab dan gerakan Wahabinya, kaum Salafiyin-Hanbaliyin kalau dapat dikatakan “berbeda” dan hanya keras dalam masalah akidah dan theologi saja, tidak sampai pada masalah fikih-amaliah, apalagi sampai pada masalah furu’iyah (cabang) yang khilafiah.



8. Periode Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

Beliau seorang ulama ahli hadits abad 20 M, sangat dihormati di Kerajaan Arab Saudi. Beliau menyerukan agar umat mempelajari Al-Qur’an dan Hadits serta mencela kebiasaan taqlid, yaitu hanya mengikuti saja pendapat seorang imam tanpa mengetahui dalil dan argumennya.

Sepeninggal beliau timbul fenomena baru, yaitu ketika para pengikutnya mengikuti semua perkataan Syeikh Albani, sehingga yang terjadi bukannya bebas mazhab melainkan menjadikan beliau sebagai mazhab kelima disamping empat mazhab fikih yang sudah ada.



Fanatik pada ahli hadits inilah yang menjadi ciri “Aliran Salaf” periode Syeikh Albani.

Anonim mengatakan...

9. Periode Salafi Kotemporer

Pada masa kotemporer sekarang ini muncullah kelompok yang menamakan diri “salafi”. Kelompok inilah yang mewarisi dan meneruskan “Aliran Salaf” seperti yang telah diuraikan sebelumnya, tentunya dengan karakteristik yang sedikit banyak juga mewarisi “Aliran salaf” periode-periode sebelumnya dengan beberapa fenomena baru pula.

Salafi kotemporer tidak mempunyai institusi formal, sebab mereka lebih bersifat aliran pemikiran umum (aliran theologi sekaligus mazhab fiqih). Kadang terdiri atas beberapa kelompok yang masing-masing mengaku sebagai salafiyin, diantaranya :

a Jama’ah Anshar As Sunnah di Mesir dan Sudan.

b Jam’iyyah Ihya’ At-Turats (menghidupkan Qur’an & Hadits) di Kuwait.



Tapi ada juga yang tidak berupa organisasi, melainkan pengikut tokoh ulama salafiyin tertentu, seperti :

a. Salafiyun Albaniyun, seperti telah disebut sebelumnya diatas (periode 8), yaitu para pengikut Syeikh Albani.

b. Salafiyah Politik, adalah salafiyin yang terpengaruh pemikiran Ihwanul Muslimin dalam mengkritisi pemerintahan yang dianggap kurang berpihak pada ajaran Islam.

Kelompok ini menentang kebijaksanaan Kerajaan Arab Saudi menempatkan tentara Amerika di Dahran, mengkritik dukungan Kerajaan Arab Saudi kepada Sekutu pada perang Teluk II.

Tokoh-tokohnya diantaranya : Dr. Aidh Al Qarni, Salman Audah, Safat Al Hawali, mereka pernah ditangkap dan dipenjara oleh penguasa Kerajaan Arab Saudi.

Dr. Aidh Al Qarni setelah dibebaskan dari penjara, lebih banyak menulis buku tentang “personality empowerment”. Bukunya yang sedang Best Seller adalah “ La Tahzan”.

c. Salafiyun Al-Jamiyun (Salafi beringas)

Tokohnya adalah Syeikh Rabi’ Al-Madkhali, kelompok ini tidak punya kreasi lain kecuali menyalahkan dan menyerang orang lain, termasuk ulama ulama yang tidak sehaluan dengan mereka.

Tidak ada figur yang selamat dari serangan kelompok ini, baik ulama klasik maupun modern. Termasuk Imam Ghazali, Imam Nawawi dan Ibnu Hajar Atsqolani hanya karena mereka penganut teologi asy’ariah.

Ulama kotemporer pun tidak segan-segan diserang, seperti : Hasan Al Bana, Syeikh Muhammad Al-Ghazali, DR. Yusuf Qaradhawi, Muhammad ‘Imarah, Fahmi Huwaidi, Ali Athj Thantawi, dll.

Kelompok Salafi Beringas juga menulis buku yang menyerang dan membeberkan kejelekan-kejelekan mereka, melemparkan tuduhan terhadap pemikiran dan tingkah-laku ulama-ulama yang diluar kalangan mereka.



Disamping itu ada juga kelompok salafiyin pengikut Syeikh Abdul Azis bin Baz dan Syeikh Muhammad bin Salih Al-Utsaimin.

Sudah menjadi opini umum bahwa salafi kotemporer yang sekarang ini sedikit banyak mewarisi ciri “Aliran salaf” periode sebelumya, yaitu :

1. Hanbalis-Literalis dalam fiqih.

2. Keras dalam masalah akidah dan tauhid

3. Agresif – tidak toleran.



Disamping itu, pada Salafi kotemporer muncul fenomena ciri baru, yang belum muncul pada periode sebelumnya, yaitu :

Memperluas (extend) konsep bid’ah sampai pada masalah furu’iyah-khilafiah.
Memperluas sikap keras-tidak toleran pada masalah furu’iyah-khilafiah.
Meng-generalisir seluruh tasawuf adalah sesat. (Bandingkan dengan Ibnu Taimiyah yang hanya mengkritik konsep ittihad dan hulul dalam tasawuf).

Anonim mengatakan...

XV. Akidah Salafiah-Ahlus Sunnah wal Jama’ah



1. Masalah ketuhanan :

a. Tidak ada Tuhan selain Allah.

b. Allah itu Esa tidak ada sekutu bagiNya.

c. Allah itu “laisa kamislihi syaiun” tidak ada sesuatupun yang menyerupaiNya.

d. Mengimani sifat-sifat Khabariah (yang dikhabarkan Allah tentang diriNya), yaitu :

1. Wujud (Ada).

2. Qidam (Maha Dahulu).

3. Baqa (Kekal Abadi)

4. Mukholafatul lil Hawaditsi (berbeda dengan semua makhluk yang baru).

5. Qiyamuhu bi Nafsihi (berdiri sendiri).

6. Wahdaniyah (Maha Esa)

7. Qudrat (Maha Kuasa).

8. Iradat (Maha Berkehendak).

9. Ilmu (Maha Mengetahui)

10. Hayat (Maha Hidup)

11. Sama’ (Maha Mendengar)

12. Bashar (Maha Melihat)

13. Kalam (Maha Berfirman)

14. Qodiron (Maha Berkuasa)

15. Muridan

16. Aliman

17. Hayyan

18. Sami’an

19. Bashiran

20. Mutakalliman



Disamping mengimani sifat-sifat Allah juga mengimani 99 Asmaul Husna (nama-nama baik yang juga menunjukkan sifat) bagi Allah, yaitu : Ar Rahman, Ar Rahim, Al Malik, Al Qudus, As Salam, Al Mukmin, Al Muhaimin, Al Azis, Al Jabbar, Al Mutakabir, Al Khaliq, Al Bari’, Al Musawwir, Al Ghofar, Al Qohar, Al Wahab, Al Fatah, Ar Rozaq, dst ada 99.



2. Akidah Tauhid :

a. Tauhid Rububiyah, meyakini bahwa Allah satu-satunya Rabb, pencipta seluruh alam semesta.

b. Tauhid Uluhiyah, meyakini bahwa Allah satu-satunya Ilah, sesembahan yang boleh diibadahi.

c. Tauhid Mulkiyah, meyakini bahwa Allah satu-satunya Mulk, penguasa, pengatur seluruh alam semesta, pemberi rejeki seluruh makhluk-Nya.



3. Al-Qur’an

a. Al-Qur’an merupakan Kalamullah (firman Allah) bukan makhluk.

b. Meyakini semua ayat Al-Qur’an benar dari sisi Allah, tidak ada kesalahan, kebatilan dan pertentangan dalam semua ayat-ayatnya.

c. Mengimani kitab suci sebelum Al-Qur’an pernah berlaku pada masanya masing-masing seperti : Injil nabi Isa, Zabur nabi Daud, Taurat nabi Musa, Suhuf-suhuf (lembaran suci) nabi Ibrahim.



4. Rasul

a. Mengimani 25 Nabi dan Rasul yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Diluar 25 Nabi dan Rasul yang disebutkan dalam Al-Qur’an ada Nabi dan Rasul yang tidak disebutkan dalam Al-Qur’an.

b. Mengimani bahwa Nabi Muhammad adalah Rasul terakhir yang membawa syariat agama Islam yang telah sempurna untuk seluruh umat manusia dimuka bumi dan untuk golongan jin.

c. Mengimani tidak ada Nabi dan Rasul baru yang menerima wahyu dan membawa syariat baru sesudah Nabi Muhammad SAW.

d. Mengimani bahwa Nabi Muhammad SAW makshum (terpelihara dari dosa dan kesalahan).



4. Malaikat

a. Mengimani adanya para Malaikat yang selalu taat dan patuh kepada Allah :

1. Malaikat Jibril, pemimpin para Malaikat yang menyampaikan wahyu kepada Nabi.

2. Malaikat Mikail, pembagi rezeki, pengatur hujan, berhembusnya angin.

3. Malaikat Isrofil, peniup sangkakala saat hari kiamat.

4. Malaikat Izrail, pencabut nyawa.

5. Malaikat Munkar, penanya dalam alam kubur.

6. Malaikat Nakir, penanya dalam alam kubur.

7. Malaikat Rokib, pencatat amal baik.

8. Malaikat Atid, pencatatat amal buruk.

9. Malaikat Ridwan, pemimpin penjaga surga.

10. Malaikat Malik, pemimpin penjaga neraka.

11. Malaikat Hafadah, mengiringi setiap manusia.

12. Malaikat Zabaniah, petugas menjaga neraka.

Anonim mengatakan...

13. Malaikat Muqorrobin, pemikul Arsy

b. Mengimani bahwa para malaikat selalu taat, patuh, beribadah, berdzikir dan memuji Allah.



5. Mengimani adanya Iblis, syaiton dan Jin.



6. Akhirat

a. Mengimani adanya alam kubur.

b. Mengimani adanya Masyar.

c. Mengimani adanya Mizan (timbangan).

d. Mengimani adanya hisab (perhitungan amal).

e. Mengimani adanya Shirat (jembatan).

f. Mengimani adanya telaga Kautsar.

g. Mengimani adanya syafa’at Nabi Muhammad dan orang-orang yang diijinkan oleh Allah untuk memberi syafa’at.

h. Mengimani adanya surga dan neraka.



7. Iman

a. Iman itu keyakinan dalam hati, diikrarkan dengan lisan dan dibuktikan dengan amal perbuatan.

b. Iman dapat bertambah karena ilmu dan amal saleh, iman juga dapat berkurang karena kelalaian dan dosa-kemaksiatan.



8. Dosa besar

a. Pelaku dosa besar menjadi fasik.

b. Pelaku dosa besar yang akidahnya masih sempurna, tidak keluar dari Islam.

c. Dosa besar selain Syirik masih bisa diampuni oleh Allah bila mau taubat dengan sungguh-sungguh.

d. Pelaku dosa besar kelak akan masuk neraka sampai waktu tertentu sebagai hukuman atas dosa-dosanya kemudian akan dimasukkan kedalam surga.



9. Takdir dan keadilan Allah

a. Mengimani adanya takdir Allah pada induk kitab Lauhful Mahfudz.

b. Manusia diberi kebebasan ber ikhtiar.

c. Allah bersifat adil dalam memberi pahala-surga bagi mukmin yang taat dan memberi dosa-neraka bagi yang durhaka.



10. Khilafah dan imamah

a. Wajib adanya khilafah (pemerintahan)

b. Tidak boleh memberontak selama Khalifah masih mendirikan shalat.

c. Prinsip pemerintahan : Quraisy (memiliki keutamaan seperti orang Quraisy), baiat, syuro (musyawarah) dan keadilan.

d. Rasulullah tidak mewasiatkan seseorang tertentu (Ali dan keturunannya) sebagai satu-satunya yang berhak atas kekhalifahan.



11. Filsafat

a. Dalam urusan akidah tidak boleh mengutamakan dominasi rasio (apalagi liberal seenaknya) dalam menafsirkan nash.

b. Dalam urusan dunia (kedokteran, matematika, kimia, astronomi, dsb), hadits Nabi : “kamu lebih tahu urusan duniamu”.

Anonim mengatakan...

12. Sahabat Nabi

a. Semua sahabat Nabi adalah adil, artinya diterima kesaksian dan periwayatan haditsnya.

b. Generasi Islam terbaik adalah generasi sahabat Nabi, generasi Tabi’in dan generasi Tabi’it Tabi’in.

c. Tidak boleh mencaci, mencelah dan mengatakan tentang keburukan para sahabat Nabi.

d. Sahabat Nabi yang terlibat pertikaian pada perang Jamal dan Shiffin, walaupun ada yang bersalah, namun mereka telah taubat dan jasa mereka terhadap Islam masih lebih besar dari kesalahannya.





e. Sahabat Nabi yang utama adalah :

1. Khulafaur Rasyidin (Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali).

2. Sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga.

3. Orang-orang Muhajirin dan Anshar yang paling dahulu masuk Islam.

4. Para peserta perang Badar.

5. Para peserta Baiat dibawah pohon (Baitur Ridwan).

6. Para veteran perang-perang lain dimasa Nabi.



13. Nash-nash Tasybih dan Tajsim.

a. Tasybih, yaitu nash yang mengabarkan penyerupaan Allah dengan makhluk, seperti :

1. “Tuhan yang Rahman bersemayam diatas Arsy.” (Q Thaha : 5)

2. “Dan datanglah Tuhanmu, sedang para Malaikat berbaris-baris” (QS Al Fajr : 22).

3. “Dan Dia (Allah) bersama kamu dimana saja kamu berada.” (QS AL-Hadid : 4)

4. “Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” (QS Qaaf : 16)

5. “Bukanlah engkau yang melempar ketika engkau melempar (musuh) tetapi Allah lah yang melempar (mereka)” (QS Al-Hadid : 22).

6. Hadits Riwayat Bukhari :

Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda : “Tuhan kita, tiap-tiap malam turun kelangit dunia pada ketika tinggal sepertiga malam yang terakhir, lalu Dia berkata : ‘Siapakah yang akan berdo’a maka Aku kabulkan, siapakah yang meminta maka akan Aku beri, siapakah yang mohon ampunan, maka Aku ampuni.”



b. Tajsim, yaitu nash yang mengkhabarkan “anggota tubuh Allah”

1. “Sesungguhnya orang-orang yang berjanji setia kepadamu (Muhammad), sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah, tangan Allah diatas tangan mereka.” (QS Al-Fath : 10)

2. “Hai Iblis, apa yang menghalangimu untuk sujud kepada apa yang telah Aku ciptakan dengan kedua tangan-Ku” (QS Ash Shaf : 7).

3. “Dan Langit kami bangun dengan tangan Kami.” (QS Az Zariat : 47)

Anonim mengatakan...

4. “Padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya.” (QS Az Zumar : 67).

5. Hadits Riwayat Muslim :

“Bahwasanya hati anak Adam seluruhnya terletak diantara dua anak jari Tuhan yang Rahman.”

6. “Dan buatlah perahu dengan mata Kami dan wahyu kami.” (QS Hud : 37).

7. “Aduhai, sesalanku atas kelalaianku dalam mengurus sisi rusuk Tuhanku.” (QS Az Zumar : 56)

8. “Segala yang didunia akan lenyap binasa, dan yang akan kekal hanyalah wajah Tuhanmu.” (QS Ar Rahman : 26)

9. “Kemana saja kamu menghadap disitulah wajah Allah.” (Al Baqarah : 115)

10. “Allah cahaya langit dan bumi” (QS An Nur : 35).

11. Hadits riwayat Muslim:

“Tuhan menjadikan Adam atas rupa (citra) Nya.”



12. Hadits riwayat Bukhari dan Muslim :

“Kepada neraka jahanam selalu dilemparkan sesuatu, dan ia selalu bertanya : ‘Adakah tambahannya ?’ sampai tuhan meletakkan tumit-Nya dalam neraka jahanam itu, sehingga berhimpit isi neraka itu yang satu dengan yang lainnya, lalu jahanam berkata : ‘Cukuplah, cukup’.”



Terhadap nash-nash Al-Qur’an dan Hadits yang mengkhabarkan tasybih, tajsim, sifat-sifat Allah, maka yang demikian itu termasuk ayat-ayat mutasyabih maka kita wajib mengimani semua ayat-ayat mutasyabih tersebut berasal dari sisi Allah. Tidak ada yang tahu ta’wilnya kecuali Allah, dan kita tidak diwajibkan mengetahui ta’wilnya, maka tidak perlu menanyakan, atau membahasnya secara mendetail berdasarkan akal pikiran.



“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia”. (QS Asy Syura : 11).



“Dialah yang telah menurunkan Al-Qur’an kepadamu, diantaranya ada ayat-ayat muhkam yang merupakan induk (agama) dan lainnya mutasyabih. Adapun orang-orang yang dalam harinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti ayat-ayat yang mutasyabih untuk menimbulkan fitnah dan mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya kecuali Allah. Dan orang yang mendalam ilmunya berkata : “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabih, semuanya itu dari sisi Tuhan kami”. (QS Ali Imran : 7).

Anonim mengatakan...

4. “Padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya.” (QS Az Zumar : 67).

5. Hadits Riwayat Muslim :

“Bahwasanya hati anak Adam seluruhnya terletak diantara dua anak jari Tuhan yang Rahman.”

6. “Dan buatlah perahu dengan mata Kami dan wahyu kami.” (QS Hud : 37).

7. “Aduhai, sesalanku atas kelalaianku dalam mengurus sisi rusuk Tuhanku.” (QS Az Zumar : 56)

8. “Segala yang didunia akan lenyap binasa, dan yang akan kekal hanyalah wajah Tuhanmu.” (QS Ar Rahman : 26)

9. “Kemana saja kamu menghadap disitulah wajah Allah.” (Al Baqarah : 115)

10. “Allah cahaya langit dan bumi” (QS An Nur : 35).

11. Hadits riwayat Muslim:

“Tuhan menjadikan Adam atas rupa (citra) Nya.”



12. Hadits riwayat Bukhari dan Muslim :

“Kepada neraka jahanam selalu dilemparkan sesuatu, dan ia selalu bertanya : ‘Adakah tambahannya ?’ sampai tuhan meletakkan tumit-Nya dalam neraka jahanam itu, sehingga berhimpit isi neraka itu yang satu dengan yang lainnya, lalu jahanam berkata : ‘Cukuplah, cukup’.”



Terhadap nash-nash Al-Qur’an dan Hadits yang mengkhabarkan tasybih, tajsim, sifat-sifat Allah, maka yang demikian itu termasuk ayat-ayat mutasyabih maka kita wajib mengimani semua ayat-ayat mutasyabih tersebut berasal dari sisi Allah. Tidak ada yang tahu ta’wilnya kecuali Allah, dan kita tidak diwajibkan mengetahui ta’wilnya, maka tidak perlu menanyakan, atau membahasnya secara mendetail berdasarkan akal pikiran.



“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia”. (QS Asy Syura : 11).



“Dialah yang telah menurunkan Al-Qur’an kepadamu, diantaranya ada ayat-ayat muhkam yang merupakan induk (agama) dan lainnya mutasyabih. Adapun orang-orang yang dalam harinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti ayat-ayat yang mutasyabih untuk menimbulkan fitnah dan mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya kecuali Allah. Dan orang yang mendalam ilmunya berkata : “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyabih, semuanya itu dari sisi Tuhan kami”. (QS Ali Imran : 7).

Anonim mengatakan...

Reference :

1. Al Milal Wa An Nihal, author : Imam Syarastani, publisher :Mizan

2. Tarikh Khulafa’, author : Jallaludin As Suyuthi, publisher : Pustaka Al Kautsar.

3. Pengantar Ilmu Kalam, author : Drs. H. Sahilun A. Nasir, publisher : Rajawali Press.

4. Pemikiran Kalam dalam Islam, author Drs. H. M. Laily Mansyur, LPH. Publisher : Pustaka Firdaus in associated with LSIK Jakarta.

5. 40 Masalah Agama Islam, author : KH. Siradjudin Abbas, bab V. Masalah Salaf dan Khalaf.

6. 51 Ijma’ Serat-Serat Akidah Ahlus Sunnah Wal Jamaah (Tahqiq kitab Risalah Ahli Ats Tsaghri, karya Imam Abu Hasan Al Asy’ari), Author : Hammad bin Muhammad Al Anshari, publisher : Pustaka Azzam.

7. Filsafat dan Mistisme dalam Islam, author : Harun Nasution, publisher : Bulan Bintang.

8. Kebangkitan Gerakan Islam, autor : Dr. Yusuf Qaradhawy, publisher : Pustaka Al Kautsar.

Anonim mengatakan...

http://ahmadfaruq.blogdetik.com/ushuludin/

Anonim mengatakan...

nah kalo ikhwan LDII baca mungkin jadi pusing. singkatnya begini, ahlussunnah wal jama'ah adalah orang-orang yang mengikuti as sunnah dan menjaga keutuhan masyarakat Islam dari kerusakan baik yang sifatnya ilmiyah teoritis maupun keroposnya kebersamaan umat dalam tolong menolong dan saling menguatkan satu sama lain...

Anonim mengatakan...

ilmu kalam itu ilmu logika/ro'yu bukan ushuluddin...yang ushuluddiin itu Al Qur'an dan al Hadits...orang LDII juga udah tahu

Anonim mengatakan...

penting untuk tahu siapakah 'ulama' itu, karena mereka ibarat bintang2 di langit yg dijadikan petunjuk arah. mereka adalah ahlul hadits dan atsar.

Anonim mengatakan...

yang ushuluddiin itu Al Qur'an dan al Hadits
==============================
alquran hadits itu luas... sdngkn usuluddin adlh bagian dr alquran hdts... ketauhidan adalah pintu islam... itulah yg membuat saudaraku di 354 menjadi takabur... merasa didinyalah yg sah amalannya...

Anonim mengatakan...

di LDII diajarkan tauhid keimaman, yaitu barang siapa taat imam pasti masuk sorga, barang siapa tidak taat/keluar dari keimaman pasti masuk neraka. pasti itu!~

Anonim mengatakan...

tauhid imamiyah...bid'ah ini

Anonim mengatakan...

dah bingung gua mo komen apa?dari judulnya aja 'awalul mukminin' berarti mereka menganggap ada nabi baru dan para sahabatnya yang di Jawa Timur itu awalul mukminin..??? pusing gua makin banyak aja nabi palsu

Anonim mengatakan...

Ngaak gt juga kalie.....

Tepatnya begini...
354 memiliki pmhmn sblm datangnya nurhasan ke indonesia... semua masih jahiliah, pintu surga tertutup.... dengan datangnya nurhasan membawa agama yg hak, maka itulah awalnya hidayah, pintu surga terbuka untuk bangsa indonesia... istilahnya jmh Ldxx adlh cagaknya/tiangya kiamat... selama masih adanya orang iman/jmh ini maka kiamat tdk akan datang...

Anonim mengatakan...

“Diantara alasan orang-orang yang tidak mau memvonis kafir pemerintah yang mengganti syariat Allah bahkan membolehkan baiat pada mereka, adalah perkataan mereka: “Sesungguhnya para ulama, dan seniornya adalah imam Ahmad bin Hambal tidak memvonis kafir khalifah Al-Ma’mun walaupun dia berpendapat bahwa Al-Qur’an adalah makhluk serta berpendapat bahwa Allah tidak memiliki sifat, dan beliau juga tidak melancarkan pemberontakan untuk menggulingkannya.”

Kami jawab, semoga Allah memberi petunjuk pada kami, “Alasan ini hanya bisa dikatakan oleh orang-orang bodoh dan orang awam. Orang yang mengatakannya, jika bukan orang bodoh, berarti dia adalah orang yang mempermainkan agama Allah. Mereka yang mengerti realitas kita hari ini, juga mengetahui sebab kafirnya pemerintah saat ini, dan dia juga mengetahui sikap para imam Ahlus Sunnah terhadap mereka yang salah dalam menakwilkan nash, dia akan memahami bahwa kondisi Khalifah Al-Ma’mun tidak dapat dibandingkan dengan realitas pemerintah saat ini dari sisi manapun.

Sesungguhnya terdapat perbedaan besar antara mereka yang sengaja dan bermaksud untuk berpaling dan menolak hukum Islam dengan mereka mencari kebenaran, namun dia salah memahaminya. Seperti kasus khalifah Al-Ma’mun dan Al-Mu’tashim yang berpendapat bahwa Al-Qur’an adalah makhluk, serta mereka yang berpendapat demikian dari golongan Jahmiyah, yaitu kelompok yang beranggapan bahwa Allah tidak memiliki sifat, dan orang-orang yang salah paham terhadap ajaran Islam. Mazhab Ahlussunnah memiliki sikap tersendiri terhadap mereka yang salah dalam memahami dalil. Dapat kita katakan bahwa ulama salaf telah sepakat atas hukum mereka yang salah paham, walaupun terdapat perbedaan di kalangan umat yang lahir kemudian.

Definisi salah paham atau takwil adalah meyakini ayat atau hadits sebagai dalil, padahal ayat atau hadits itu bukanlah dalil dalam masalah ynag dimaksudnya. Prakteknya adalah ketika seseorang berpendapat tentang sesuatu, atau meyakini sebuah keyakinan, atau melakukan suatu perbuatan, sedang dia mengira bahwa pendapat, keyakinan, atau perbuatan ini adalah benar seperti yang diajarkan oleh nabi. Sementara pada hakikatnya hal itu tidaklah demikian. Dia ingin mencari kebenaran, namun tidak mendapatkannya. Ini adalah kondisi ahlul bid’ah. Mereka sebenarnya mereka ingin melakukan kebenaran, namun salah dalam menerapkannya, sedang bid’ah dapat terjadi pada keyakinan dan perbuatan. Adapun khalifah Al-Ma’mun dan kaum Jahmiyah, walaupun keyakinan dan pendapat mereka menyimpang seperti itu, namun mereka dimaafkan karena tujuan mereka yang baik, maka para ulama melarang kita memvonis kafir bagi mereka yang salah paham.

Anonim mengatakan...

Ibnu Hazm telah menuliskan pembahasan ini dalam kitab Ihkamul Ahkam, dan inilah mahzab Ahlussunah wal Jama’ah, berbeda dengan pendapat Khawarij dan Mu’tazilah yang memvonis kafir bagi mereka yang tidak sependapat dengan mazhabnya. Sedangkan Ahlussunnah wal Jama’ah, meskipun mereka tetap berkeyakinan bahwa ada diantara pendapat ahlul bidah yang menyebabkan pelakunya menjadi kafir seketika, namun mereka tidak langsung memvonis kafir bagi setiap orang yang berpendapat demikian. Karena terdapat perbedaan besar antara vonis kafir terhadap perbuatan dengan memvonis kafir pelaku perbuatan tersebut. Hal ini pun diketahui oleh pelajar ilmu tingkat pemula.”

Ibnu Taimiyah mengatakan, “Ucapan yang dapat menyebabkan orang yang mengucapkan menjadi kafir, bisa jadi si pengucap belum mengetahui dalil-dalil yang membuatnya memahami dalil-dalil yang membuatnya memahai kebenaran. Mungkin dia telah mengetahui, tetapi dia beranggapan dalil itu lemah, atau tidak dapat memahami dalil itu dengan pemahaman yang benar. Bisa jadi juga karena dia mengalami kerancuan dalam memahami dalil itu, sehingga dimaafkan oleh Allah. Siapa saja dari orang mukmin yang mencari kebenaran, namun dia salah dalam memahaminya, maka Allah mengampuni semua kesalahannya dalam seluruh permasalahan, baik dalam permasalahan pemahaman maupun dalam masalah ibadah praktis, inilah pendapat seluruh sahabat Nabi dan jumhur ulama kaum muslimin…

Imam Ahmad mengkafirkan orang-orang jahmiyah yang mengingkari nama dan sifat Allah, karena pendapat mereka yang jelas-jelas menyalahi ajaran Nabi, tetapi beliau tidak mengkafirkan setiap orang yang berpendapat demikian, karena yang mengajak orang lain lebih berat dibandingkan dengan orang yang sekedar mengatakannya. Adapun orang yang menghukum siapa yang tidak mau mengikuti pendapatnya lebih jahat dari mereka yang sekedar mengajak orang lain. Pada waktu itu, para pejabat pemerintahan yang menganut pendapat kaum jahmiyah menyeru manusia untuk menganut pendapat mereka, dan menghukum serta memvonis kafir bagi yang tidak mau mengikuti pendapat mereka. Meskipun demikian, imam Ahmad tetap berbuat baik kepada mereka dan memintakan ampunan kepada Allah bagi mereka, karena beliau tahu pasti bahwa mereka tidak sadar bahwa mereka mendustakan Nabi dan menentang ajarannya, tetapi hanya salah dalam memahami kebenaran dan mengikuti orang lain….”[1]

Beginilah sikap para ulama terhadap orang-orang yang salah dalam memahami nash, karena sebenarnya, mereka menginginkan kebenaran dan tidak pernah bermaksud mendustakan Nabi serta menentang ajarannya. Sehingga hal ini menjadi penghalang untuk memvonis kafir kepada mereka.

Adapun para pemerintah pada zaman kita saat ini, jelas sekali secara sengaja memang ingin menyelisihi syariat Islam, bahkan mereka mendeklarasikannya di dalam undang-undang dan peraturan mereka bahwa; kedaulatan berada di tangan rakyat, dan maksud dari kedaulatan adalah kekuasaan pemerintahan tertinggi secara mutlak berhak untuk menentukan segala sesuatu.

Anonim mengatakan...

Karena itulah, diantara yang menjadi ijma’ ulama kita adalah, bahwa pembuatan dan penetapan undang-undang yang menyelisihi hukum Allah adalah perbuatan kufur, sebagaimana yang dinyatakan oleh Imam Syatibi dalam kitab Al-I’thisham jilid 1 hal 61:

“Para ulama bersepakat bahwa mengganti aturan agama adalah perbuatan syirik dan kufur”. Sedangkan Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Kapan saja seseorang menganggap halal sesuatu yang disepakati keharamannya, atau mengharamkan sesuatu yang disepakati kehalalannya, atau mengganti syariat (aturan) yang telah disepakati para ulama, maka para fuqaha sepakat bawa dia telah kafir dan murtad (keluar dari Islam).[2]

Lalu, apakah yang dilakukan para pemerintah yang mengganti syariat Islam dengan hukum positif buatan manusia termasuk salah ta’wil, atau mereka memang berniat untuk menyingkirkan Al-Qur’an dan Sunnah serta memegang erat-erat aturan barat dalam mengatur negara?

Siapa saja yang menyangka bahwa pemerintah yang mengganti syariat Islam sebenarnya berniat baik, yaitu ingin menerapkan syariat Islam, namun mereka salah memahaminya–sebagaimana khalifah Al-Ma’mun–, berarti dia telah berbohong tentang realita pemerintahan itu dan membohonggi dirinya sendiri.

Sedangkan realita yang ada membantah dan mendustakan anggapannya itu, karena penyimpangan pemerintah yang mengganti syariat Islam dengan syariat lain bukanlah karena mereka salah memahami syariat Islam, tetapi karena mereka memang ingin menyelisihi, melawan dan menandingi syariat Allah. Ini adalah sesuatu yang sangat jelas dan terang, bahkan secara terang-terangan, mereka menyatakan bawa syariat Islam tidak masuk dalam urusan politik dan perundang-undangan, syariat Islam hanya mengatur hubungan antara hamba dan Rabb-nya, menurut anggapan mereka. Hendaknya orang-orang itu takut kepada Allah dan tidak berbohong kepada masyarakat atas nama agama.

Anonim mengatakan...

- amir : Presiden
- jama'ah/rokyah : semua warga RI
- Ahli hal wal aqdhi : MPR&DPR

Bagaimana kalian bisa tersesat wahai saudaraku????

Anonim mengatakan...

“Para ulama bersepakat bahwa mengganti aturan agama adalah perbuatan syirik dan kufur”. Sedangkan Ibnu Taimiyyah mengatakan, “Kapan saja seseorang menganggap halal sesuatu yang disepakati keharamannya, atau mengharamkan sesuatu yang disepakati kehalalannya, atau mengganti syariat (aturan) yang telah disepakati para ulama, maka para fuqaha sepakat bawa dia telah kafir dan murtad (keluar dari Islam).[2]
=============================

kemuadian :kalimat
penyimpangan pemerintah yang mengganti syariat Islam dengan syariat lain bukanlah karena mereka salah memahami syariat Islam, tetapi karena mereka memang ingin menyelisihi, melawan dan menandingi syariat Allah.
=================================
bersandar pada pernyataan ulama diatas, yang kalian kafirkan pemerintah pembuat undang-undangnya atau masyarakatnya?
=================================
Sungguh masalah pengkafiran pemerintah muslim ini sudah menjadi biang keladi perpecahan dan kerusakan yang sangat besar pada tubuh kaum muslimin. Tidak hanya pada masa sekarang saja, tapi juga ketika pada zaman Rasulullah, yang di pelopori oleh Dzul Khuwaisirah. Benih-benih Khawarij yang senantiasa menyebarkan syubhat-syubhat TAKFIR nya ini sudah mulai tumbuh dan mulai menampakkan batangnya pada masa Khulafaur Rasyidin yaitu disaat pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan Radiyallahu ‘anhu dengan cara mengahasut kaum muslimin sehingga terbunuhlah sang khalifah. Semua ini didalangi oleh seorang Yahudi yaitu Abdullah bin Saba’ dan para pengikutnya.

Lalu apa hubungannya dengan keadaan negara Indonesia sekarang ini?

Anonim mengatakan...

sungguh keadaan yang dulu tadinya aman dan tentram kini menjadi suasana yang selalu mencekam dan senantiasa masyarakat diliputi ketakutan yang sangat, selain muncul reaksi-reaksi masyarakat terhadap ketidakpuasan kinerja pemerintah yang seolah-olah telah banyak membuat rakyat sengsara dan tidak bisa memberikan kesejahteraan yang layak kepada masyarakat kecil, juga muncul dari sikap-sikap pemberontak yang dimotori oleh kelompok-kelompok yang mengatasnamakan islam dan menjunjung motto “MARI TEGAKKAN SYARI’AT ISLAM DI INDONESIA” yang pada hakikatnya mereka adalah para pengusung manhaj Khawarij sang pemberontak pemerintah muslim yang sah yang dipimpin oleh seorang penguasa muslim (kalo di indonesia yaitu presiden SBY) yang mana sang penguasa ini masih menegakkan sholat.

Lihatlah apa yang telah mereka lakukan terhadap pemerintahan yang sah ini? Mereka telah banyak membuat kekacauan dengan teror-teror, Pengeboman kantor Kedutaan Asing juga pembunuhan orang-orang KAFIR muahad yang memiliki izin untuk tinggal di negara kita oleh pemerintah sehingga tidak layak bagi kita untuk mengganggu keselamatan nyawa dan harta mereka. Mereka juga melakukan aksi-aksi demontrasi dijalanan dengan orasi-orasi yang menyemangati para pemuda untuk menentang pemerintah dan berusaha menjatuhkannya dengan alasan bahwa NEGARA INDONESIA INI NEGARA KAFIR KARENA TIDAK MEMAKAI HUKUM-HUKUM ALLAH dalam pemerintahannya.

Lalu tersebarlah kerusakan dan kekacauan, dengan disebarkannya aib-aib pemerintah di mimbar-mimbar bahkan di khutbah-khutbah jum’at yang seharusnya dijadikan wasilah untuk menasihati ummat untuk kembali kepada islam yang benar. Lalu bagaimana semua ini bisa terjadi? Sungguh pemikiran-pemikiran rusak milik khawarij ini telah dimasukan dan didoktrin kepada para pemuda kita yang memiliki ghirah islam dan kecemburuan yang tinggi tapi tanpa dilandasi ‘ilmu dan pemahaman yang benar. Mereka dididik para pemuda disatu halaqah/pertemuan tertutup lalu mencuci otaknya dengan pemikiran tokoh-tokoh pemberontak dengan mengikat jalan pikirannya dan juga menjauhkan mereka dari para ‘ulama dan waliyyul amri / pemimpin , sehingga mereka bodoh terhadap syari’at dan menjadi begitu pintar mengurus masalah-masalah waqi’ / info terkini yang menurut mereka itu lebih pantas untuk dicermati dari pada masalah aqidah dan tauhid yang kata mereka cuma memecah belah umat saja. Na’udzubillahi min dzalik!!!

Mereka juga bersemangat sekali menyeru para pemuda untuk berjihad dalam pandangan mereka yaitu menghalalkan darah dan harta kaum muslimin sehingga timbulah aksi teror dan pengeboman disejumlah tempat dengan dalih bahwa sekali lagi “NEGARA INDONESIA INI NEGARA KAFIR” ,tentu saja klaim mereka timbul dari takwil yang batil, karena hukum yang diberlakukan di indonesia bukan hukum ALLAH.

Maka berhati-hatilah kaum muslimin semuanya dari makar para pemberontak dan syubhat-syubhat kaum khawarij. Untuk itu marilah kita menyelamatkan diri kita masing-masing dn keseluruhannya dengan cara berpegang teguh kepada Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam dan kembali kepada keduanya dalam setiap permasalahan.
=================================
berbeda ld ldxx
mereka mengkafirkan memerintahnya tetapi agar hidup aman berada didalam negara yang dikatakan negara kafir mereka seolah-olah baik di depan, tetapi dihati mereka berkata saya sedang berbicara dengan orang kafir....
==================================
Sungguh MENAKUTKAN........

Anonim mengatakan...

Bahaya Melakukan Takfir

Bagaimana Rasulullah memandang orang-orang yang sering melakukan takfir ini?

Dari Abu Dzar, dia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Tidak ada seorang lelakipun yang mengakui bapak kepada orang yang bukan bapaknya padahal ia tahu (kalau itu bukan bapaknya), kecuali dia telah kufur. Barangsiapa yang mengaku sesuatu yang bukan haknya, berarti dia tidak termasuk golongan kami dan hendaklah ia menempati tempat duduknya dari api neraka. Dan barangsiapa yang memanggil seseorang dengan panggilan “kafir” atau “musuh Allah” padahal dia tidak kafir, maka tuduhan itu akan kembali kepada penuduh. [HR. Buhkari]

Dari Abu Dzar Radhiyallahu ‘anhu, beliau mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,”Tidaklah seseorang menuduh orang lain dengan kata fasiq, dan menuduhnya dengan kata kafir, kecuali tuduhan itu akan kembali kepada si penuduh jika orang yang tertuduh tidak seperti yang dituduhkan. [HR Bukhari]

Apabila ada seseorang yang mengkafirkan saudaranya (seiman) maka salah satu dari keduanya akan tertimpa kekufuran. [HR Muslim].

Barangsiapa yang berkata kepada saudaranya, “hai orang kafir,” maka kata itu akan menimpa salah satunya. Jika benar apa yang diucapkan (berarti orang yang dituduh menjadi kafir); jika tidak, maka tuduhan itu akan menimpa orang yang menuduh. [HR Muslim].

“Tahanlah dari kalian (jangan menyerang) orang ahli La ilaha ilallah (yakni orang muslim) janganlah kalian mengkafirkan mereka karena suatu dosa” pada versi yang lain “janganlah kalian mengeluarkan mereka dari Islam karena suatu perbuatan”, dari Abdullah bin Umar, HR Ath Thabrahiy.

Dari beberapa hadits di atas secara tegas Rasul ‘mengancam’ orang yang salah menuduh orang lain kafir atau fasiq adalah kafir di mata Allah, sehingga Rasul menegaskan kepada kita agar tidak mengumbar kata kafir ini sembarangan. Misalnya mengatakan kafir kepada orang-orang yang tidak sepaham pada masalah yang tidak menyalahi prinsip keislaman dan keimanan. Tidak juga ada Al-Qur’an atau Hadits yang secara tegas menyatakan orang yang tidak mendukung Negara Islam di ‘cap’ sebagai kafir.

Fenomena takfir ini sudah diramalkan oleh Rasul, terutama takfir yang menyerang baik secara fisik maupun secara psikis, karena berbeda paham status kafir membuat dia yakin untuk menyerang/menghilangkan golongan tertentu. seperti dalam hadits

“Sepeninggalanku akan ada sekelompok orang yg membaca al Qur’an tidak melampaui tenggorokannya. Mereka membunuh pemeluk-pemeluk Islam dan membiarkan para penyembah berhala. Mereka itu orang-orang yang jauh menyimpang dari rel agama, demikian jauhnya spt anak panah yg tidak mengena pada sasarannya. Sekiranya aku mengalami mereka, pasti akan kuperangi sebagai orang durhaka”, dari Abu Sa’id al Khudriy, HR Bukhari, Muslim.

Selanjutnya dengan Tegas Rasul menyatakan kerugian atas orang-orang yang melakukan takfir ini

“Tahukah kalian siapa orang bangkrut itu?” Mereka menjawab, “Orang bangkrut menurut kami adalah yang tidak punya dirham dan harta benda.” Beliau bersabda, “Orang bangkrut di kalangan umatku adalah seseorang yang datang pada hari Kiamat nanti dengan shalat, zakat, dan puasanya. Ia datang pada hari itu dan sebelumnya pernah mencaci si ini, menuduh si ini, memakan harta si ini, menumpahkan darah si ini, dan memukul ini. Maka yang ini diberi dari kebaikannya (ibadahnya) dan itu dari kebaikannya (ibadahnya). Jika kebaikannya sudah habis sebelum melunasi tanggungannya diambillah dari kesalahan mereka dan dilemparkan kepadanya. Lalu orang itu dilemparkan ke dalam neraka.” (HR.Muslim)

Anonim mengatakan...

Antara Pilihan Ulama Salafi dengan Para Tokoh Takfiri

Terdapat sikap yang jelas dari para ulama salaf terhadap Khawarij di masa silam dalam permasalahan iman, vonis kafir dan penguasa. Demikian pula terdapat sikap yang jelas dari para ulama salafi kontemporer terhadap takfiri dan pendapat-pendapat mereka dalam berbagai permasalahan.
Bahkan kita bisa memastikan dan menegaskan bahwa tidak dijumpai bagian dari kaum muslimin saat ini yang lebih banyak membantah pemikiran takfiri sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang salafi. Para ulama besar salafi telah mengeluarkan ratusan fatwa, artikel, ceramah dan buku yang menjelaskan kesesatan takfiri yang sering kali bohong-bohongan mengaku-aku sebagai salafi.

Berikut ini penjelasan singkat tentang sikap salafi terhadap berbagai lontaran permasalahan yang disampaikan oleh takfiri.

Pertama, salafi berkeyakinan bahwa menjadikan hukum manusia sebagai aturan mengikat di masyarakat adalah perbuatan haram yang menyebabkan pelakunya terjerumus dalam kekafiran kecil yang tentu saja tidak mengeluarkan pelakunya dari Islam kecuali jika diiringi keyakinan bolehnya atau lebih baiknya menggunakan hukum manusia yang bertentangan dengan hukum Allah. Ketentuan ini berlaku untuk penguasa dan rakyat jelata.

Sedangkan takfiri berkeyakinan bahwa menggunakan hukum manusia itu menyebabkan kafirnya para penguasa dan keluarnya mereka dari Islam. Vonis kafir hanya mereka arahkan kepada penguasa, tidak kepada rakyat biasa.

Kedua, salafi berkeyakinan bahwa loyal dengan orang kafir itu beragam. Ada yang berstatus kekafiran besar, ada pula yang berstatus kekafiran kecil tergantung bentuk loyalitas dan keyakinan muslim yang memberikan loyalitas tersebut kepada orang kafir.

Sedangkan takfiri menyakini bahwa semua bentuk loyal kepada orang kafir itu sama yaitu berstatus kekafiran besar yang mengeluarkan pelakunya dari Islam dengan tutup mata terhadap bersihnya keyakinan orang yang memberikan loyalitas kepada orang kafir tersebut.

Ketiga, salafi berkeyakinan bahwa meminta tolong kepada orang kafir dalam peperangan menghadapi musuh kaum muslimin yang sejalan dengan kaedah-kaedah dan syarat yang berlaku itu status hukumnya beraneka ragam tergantung bentuk real dari permintaan tolong yang dilakukan, boleh jadi kekafiran besar, kefasikan (baca: dosa besar), maksiat biasa ataupun boleh tergantung bentuk dari permintaan tolong, sikon yang ada dan pertimbangan manfaat dan bahaya yang mungkin terjadi.

Sedangkan takfiri berkeyakinan bahwa meminta tolong kepada orang kafir dalam peperangan itu termasuk meminta tolong yang menyebabkan kafirnya orang yang minta tolong dan keluar dari Islam tanpa mengakui adanya perbedaan pendapat di antara para ulama dalam masalah ini.

Keempat, salafi berkeyakinan bahwa orang yang terus menerus melakukan dosa besar atau meninggalkan ketaatan yang hukumnya wajib seperti orang yang terus menerus tidak membayar zakat atau makan riba adalah orang fasik, bukan kafir, berhak mendapatkan ancaman yang Allah berikan di akherat meski pada akhirnya masuk ke dalam surga.

Sedangkan takfiri berkeyakinan bahwa orang yang terus menerus bermaksiat meski tidak menganggap bolehnya maksiat yang dia kerjakan adalah orang kafir, murtad, keluar dari Islam, berhak mendapatkan ancaman dan di akherat kekal di neraka.

Anonim mengatakan...

Negara islam menurut lajnah daimah saudi arabaia dan syaikh di saudi

Bismillahirrahmaanirrahiim.
Segala puji hanya milik Allah semesta alam, Dia-lah Yang Maha Esa atas hukum-Nya dan tidak seorang pun berhak menentukan hukum selain-Nya.Shalawat dan salam semoga tetap dicurahkan kepada Rasulullah SAW,keluarganya, para sahabat dan pengikutnya hingga Hari Kiamat.

Negara yang bagaimana yang disebut Negara Islam?
Bila suatu negara menegakkan hukum Islam secara keseluruhan tanpa kecuali dan diperintah oleh orang-orang muslim serta kebijakan ada di tangan mereka, maka negara tersebut adalah negara Islam, meskipunmayoritas penduduknya kafir[1].
Dan bila pemerintahnya itu adalah pemerintah muslim yang adil. Bila syari'at Islam masih menjadi acuan dan landasan hukum negara secara utuh, namun dia (hakim) menyimpang dari ketentuan yang berlaku di dalam (qadliyyah mu'ayyanah) kasus tertentu, sedangkan hukum syariat masih menjadi landasan dan hukum negeri itu dan dia juga mengetahui bahwa dirinya menyimpang dan berdosa karena penyimpangan ini serta dia masih meyakini hukum Islam itu yang paling sempurna, maka dia itu adalah muslim yang dhalim atau muslim yang fasiq atau kufrun duna kufrin menurut Ahlus Sunnah.

- Bila suatu negara membabat hukum Islam dan menyingkirkannya, kemudian mereka menerapkan qawaniin wadl'iyyah (undang-undang buatan manusia), baik dari mereka itu sendiri atau mengambil dari hukum-hukum orang lain,baik dari Belanda, Amerika, Portugal, Inggris atau yang lainnya, maka pemerintahan itu adalah pemerintahan kafir dan negaranya adalah negara kafir,[2] meskipun mayoritas penduduknya adalah kaum muslimin.[3] [4] Shalat, shaum, zakat, haji dan ibadah dhahir lainnya yang masih dilakukan oleh para penguasa tersebut ataupun nama Islam yang mereka sandang itu tidak ada manfaatnya, jika mereka tetap bersikukuh di atas prinsip itu, sebab mereka telah kafir lagi murtad[5] dan negaranya adalah negara kafir. Syaikh Abdul Aziz Bin Baz rahimahullah mengatakan, "Setiap negara yang tidak berhukum dengan syari'at Allah dan tidak tunduk kepada hukum Allah serta tidak ridla dengannya, maka itu adalah negara jahiliyah, kafirah, dhalimah, fasiqah dengan penegasan ayat-ayat muhkamat ini. Wajib atas pemeluk Islam untuk membenci dan memusuhinya karena Allah dan haram atas mereka mencintainnya dan loyal kepadanya sampai beriman kepada Allah saja dan menjadikan syari'atnya sebagai rujukan hukum dan ridla dengannya."[6]
Syaikh Shalih AL Fauzan hafidhahullah berkata, "Yang dimaksud dengan negeri-negeri Islam adalah negeri yang dipimpin oleh pemerintahan yang menerapkan syari'at Islamiyah, bukan negeri yangdi dalamnya banyak kaum muslimin dan dipimpin oleh pemerintahan yangmenerapkan bukan syari'at Islamiyah. (Kalau demikian), negeri seperti ini bukanlah negeri Islamiyyah."[7]

Hal serupa dikatakan oleh Syaikh Muhammad Rasyid Ridla rahimahullah bahwa negeri seperti itu bukanlah negeri Islam.[8] Para ulama yang tergabung di dalam Al Lajnah Ad Daimah ketika ditanya tentang negara yang dihuni banyak kaum muslimin dan pemeluk agama lain dan tidak berhukum dengan hukum Islam, mereka mengatakan, kaum muslimin dan pemeluk agama lain dan tidak berhukum dengan hukum Islam, mereka mengatakan, "Bila pemerintahan itu berhukum dengan selain apa yang diturunkan Allah,maka pemerintahan itu bukan Islamiyyah."[9] Bahkan pemerintah atau hukum itu adalah pemerintah atau hukum Thagut.

Syaikh Shalih Al Fauzan berkata, "Dan apa yang tidak disyari'atkan Allah dan Rasul-Nya di dalam masalah politik dan hukum di antara manusia, maka itu adalah hukum thagut dan hukum jahiliyah. "Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki dan(hukum) siapakah yang lebih baik dibanding (hukum) Allah bagiorang-orang yakin."[10] [11]

Anonim mengatakan...

Syaikh Muhammad Hamid Al Faqiy rahimahullah berkata, "Siapa yang menjadikan perkataan orang-orang barat sebagai undang-undang yang dijadikan rujukan hukum di dalam masalah darah, kemaluan dan harta dan dia mendahulukannya terhadap apa yang sudah diketahui dan jelas baginya dari apa yang terdapat di dalam Kitab Allah dan sunnah Rasul-NyaSWT, maka dia itu tanpa diragukan lagi adalah kafir murtad bila terus bersikeras diatasnya dan tidak kembali berhukum dengan apa yang telahditurunkan Allah dan tidak bermanfaat baginya nama apa pun yang dengannya dia menamai dirinya (klaim muslim) dan (tidak bermanfaat juga baginya) amalan apa saja dari amalan-amalan dhahir, baik shalat, shaum,haji dan yang lainnya."[12] Bahkan vonis kafir murtad berlaku bagi hakim (pemerintah) yang menerapkan mayoritas hukum Islam, namun di dalam masalah tertentu (umpamanya di dalam masalah zina) dibuat undang-undang buatan yang bertentangan dengan hukum Islam, sehingga setiap berzina tidak dikenakan hukum Islam, tetapi terkena undang-undang itu, maka sesuai aqidah AhlusSunnah, si hakim itu adalah kafir murtad juga, bahkan meskipun si hakim (pemerintahan) tersebut mengatakan bahwa hukum Islam yang paling adil dan kami salah."[13]

Catatan:
1 Lihat Al Fatawa As Sa'diyyah karya Syaikh Abdurrahman Nashir ASa'diy 1/92, cetakan II tahun 1402, Maktabul Ma'arif Riyadl.
2 Lihat Naqdul Qaumiyyah Al'Atabiyyah karya Al Imam Abdul Aziz Ibnu Bazhal 50-51 atau Majmu Fatawa Wa Maqaalat Mutanawwi'ah karya Syaikh IbnuBaz I/309-310.
3 Al Fatawa As Sa'diyah 2/92, bahkan Syaikh As Sa'diy mengatakan bahwa Irak, Bahrain dan yang lainnya yang ada di sekitarnya dihukumi sebagai negara kahir muhadin (yang mengikat perdamaian dengan negara Islam) karena hukum Islam tidak ditegakkan, padahal kita mengetahui bahwa mayoritas penduduknya adalah muslim. Dan yang menguasai saat itu adalah para penjajah yang merupakan kafir asli, sedangkan para penguasa yang murtad itu sama saja bahkan lebih buruk, Syaikh Al Walid Ibnu Muhammad Nabih Ibnu Saifunnashr berkata dalam ta'liq Ushulusunnah, karya Imam Ahmad riwayat Abdus Al 'Aththardengan taqdim Syaikh Muhammad 'Iid Al 'Abbasiy (murid langsung Syaikh Albany di Damaskus), ketika beliau mengutarakan pernyataan Syaikh AlBaniy bahwa kalau pemerintah itu adalah para penjajah maka tidak harus taat kepada mereka bahkan harus diusir, beliau (Syaikh Al Walid) berkataH 65: Ini bukan khusus bagi orang-orang kafir asli, namun masuk didalamnya orang-orang murtad secara lebih utama yang tidak memelihara hubungan kerabat terhadap orang-orang mu'min dan tidak pula mengindahkan perjanjian, mereka beraliran serba boleh, keluar menentang syari'atilahiyyah dengan dalih kemajuan dan demokrasi.... semoga Allahmembersihkan negeri kaum muslimin dari mereka dan dari perbuatannya.
4 Namun orang-orang yang hakikatnya pengikut Murji'ah mengatakan bahwa itu adalah negara Islam (pemerintahan Islam) yang tidak menerapkan hukum Islam.
5 Lihat Ta'liq atas Fathul Majid oleh Al Faqiy 373.
6 Naqdul Qaumiyyah Al Arabiyyah yang dicetak dengan Majmu Fatawa wa Maqaalaat Mutanawi'ah I/309-310.
7 Al Muntaqaa Min Fatawa Fadlilatusy Syaikh Shalih Al Fauzan 2/254 No.222.
8 Tafsir Al Manar 6/416 dari kitab Dlawabitut Takfir Abdullah Al Qarniy167.
9 Fatawa Al Lajnah Ad Daimah 1/789 No. 7796 diketuai oleh Syaikh Ibnu Baz rahimahullah.
10 Al Maidah:50.
11 Muqarrar Tauhid Lishshaffitstsalits:73.
12 Ta'liq Fathul Majid:373.
13 Karena dia termasuk orang yang beriman kepada sebagian dan kafir kepada sebagian, dan orang seperti itu adalah kafir,

Anonim mengatakan...

yang berpemahaman bahwa negara ini negara kafir sebaiknya bersiap-siap hijrah ke negara Islam

Anonim mengatakan...

Ketahuilah saudaraku,,,,
Bahwa tidak semua takfiri itu pasti khowarij & sebaliknya tidak semua yg tdk mengkafirkan pasti Murjiah.

Akan tetapi yang benar adalah,,

Kalau Alloh Rosul mengkafirkan, maka kita harus mengkafirkan (krn ragu2 atau bahkan membenarkan madzhab mereka maka kita sendiri yang akan terkena hukum kafir). Walaupun sekte Murjiah membenci.

Namun bila Alloh Rosul tidak mengkafirkan, maka kita wajib tidak mengkafirkan walaupun sekte khowarij membenci.

Karena hukum kafir/murtad & sejenisnya sudah ada dalam Qur'an & Sunnah.

Bukankah kalian sudah melafalkan :
" Laa ilaha illalloh " ???
saya berkhusnudzon pastinya kalian sudah faha arti serta tuntutannya,,
Apalagi kalian sudah menisbatkan pada dakwah SALAF. Setidaknya kalian sudah pernah membaca kitab Syarah Kasyfusysyubhat, Ma'natu Ath thoghut, Tsalatsatil ushul, Nawaqidhil Islam,

Namun bagaimana mungkin hanya lewat ditenggorokan kalian saja penjelasan&keterangan yang sangat berharga dari si Pembawa Kemurnian????

Lalu mau dikemanakan wala & barro nya??

Anonim mengatakan...

Baik... silahkan anda berhijah bahwa indonesia adlh negra kfr... lalu saudara memaksakan diri membentuk keamiran, lantas yg lbh parah orang yg tdk mengikuti keamiran anda, anda kafirkan dengan membabi buta... khususnya masyarakat indonesia...

Anonim mengatakan...

Bahkan vonis kafir murtad berlaku bagi hakim (pemerintah) yang menerapkan mayoritas hukum Islam, namun di dalam masalah tertentu (umpamanya di dalam masalah zina) dibuat undang-undang buatan yang bertentangan dengan hukum Islam, sehingga setiap berzina tidak dikenakan hukum Islam, tetapi terkena undang-undang itu, maka sesuai aqidah AhlusSunnah, si hakim itu adalah kafir murtad juga, bahkan meskipun si hakim (pemerintahan) tersebut mengatakan bahwa hukum Islam yang paling adil dan kami salah."[13]
==============================
Apakah LDII dalam menghukumi penzina (dikalangan mereka) sudah sesuai dengan syariat islam? atau masih menggunakan hukum selain syariat islam..? kalau jawabanya belom, berarti "negara LDII" juga KAFIR dunk..? Semuanya KAFIR kalau begitu..?

Anonim mengatakan...

Apapun komentar orang2 salafy sampai saat ini sy masih nyaman mengaji di LDII.

Anonim mengatakan...

dalam kaidah fiqih :

syarat terpenuhinya kewajiban adalah adanya kemampuan.Bila belum ada kemampuan maka tidak harus terlaksananya sebuah kewajiban.
Karena kemampuan merupakan syarat terlaksanya sebuah kewajiban.

Kita mampu untuk berjamaah&beramir dinegeri ini,karena perintah berjamaah&beramir yang termafhum dalam hadis2 safar (itu menunjukan 3 org sdh berkewajiban). Maka kita melaksanakan sepenuh kemampuan kami.

Adapun untuk menegakan hukum had,potong tangan,ranjam.Kita belumlah mampu menegakan dinegeri ini. Namun di dalam kami ada ijtihad untuk membentengi hal2 tersebut mengingat belum terlaksananya kemampuan menegakan hukum tersebut.

Anonim mengatakan...

hendaknya para aktivis dakwah dari kelompok mana saja memperhatikan bahwa kesatuan ummat itu sangat penting dan urgen. bukan hanya karena pihak yang bertentangan dengan Islam (yaitu kaum kafirun), berjumlah dan berkekuatan besar dalam usaha memadamkan Islam, tetapi dari sisi ajaran agama kita sendiri bukankan Rasulullah yang bersabda:kalian tidak akan masuk sorga hingga kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman hingga kalian saling mencintai? saya melihat perbedaan dalam beberapa komen terakhir (takfirul hukkaam)itu sifatnya furu'iyah ijtihadiyah namun mempunyai dampak yang besar apabila seseorang mengimplementasikannya dalam kehidupan. tidakkah anda berusaha mencari dulu pendapat para ulama, yang mana sebagian mereka berkata: kesalahan dalam memaafkan itu lebih ringan daripada kesalahan dalam menghukum? karena mafsadat dalam memaafkan (yaitu pada orang yg diperselisihkan kekafirannya), hanya kembali kepada orang yang dipermasalahkan tersebut, sedangkan kesalahan dalam menghukumi maka konsekuensinya sangat banyak? yang menjadi poin perhatian sesungguhnya bagaimana merubah kebiasaan dan pehamaman para penegak hukum agar mereka mendalami dan mengamalkan Islam dengan benar, dan dakwah kepada hal tersebut memerlukan hikmah khusus sesuai perwatakan umumnya manusia indonesia...saya berkhusnudzon billah bw apabila dakwah sunnah disebarkan dengan hikmah dan rifq kepada masyarakat, kemudian mereka menerima, lambat laun pemerintahan pun akan menjadi baik. sedangkan penghukuman secara kaku menurut saya bukanlah langkah yang konstruktif. apalagi bila ujungnya pemberontakan semata kepada pemerintah sedangkan hujjah belum lagi ditegakkan.bagaimana berbicara kepada mereka soal hukum yang pelik-rumit sedangkan masalah sorga-neraka, bahkan masalah bagaimana Allah saja mereka kurang tahu?

Anonim mengatakan...

yg gua baca, sekte2 kristen kagak mengalami konfik yang serius satu sama lain so mrk hidup damai dlm satu atap..lalu bgmn dgn Islam ini??? sedih gua

Anonim mengatakan...

Mungkin Saudi Arabia bisa kita jadikan parameter untuk negara/Jamaah (istilah LDII) yang menerapkan syariat Islam. Pertanyaanya, apakah di saudi seluruh penduduknya juga diharuskan baiat satu persatu seperti prakteknya rukyah jamaahLDII/Islam jamaah ketika baiat pada imamnya..? Apakah jika ada yang tidak baiat mereka juga dihukumi kafir? Lantas kepada siapa mereka baiat? barangkali ada ikwan yg pernah mukim lama di mekkah/saudi arabia tau akan hal ini? maaf, saya hanya ingin tau.

Anonim mengatakan...

Ituah orang/ikhwan yg ga paham jama'ah, apa artinya mengkafirkan suatu umat. LDII tdk mengkafirkan orang lain, LDII mengajarkan Islam sesuai dg Al qur'an dan Al hadist yaitu asalnya agama islam dari Arab saudi sana. Perlu ikhwan keathui banyak mubaligh2 LDII belajar agama islam di sana puluhan tahun. Jadi kalau pingin tahu st apa di arab saudi sana byk mubaligh2 LDII sdh tahu krn mereka belajar agama di sana.

Anonim mengatakan...

ulama' arab saudi banyak yang sering berkunjung ke Indonesia, atau siaran rutin ke Indonesia...tapi maukah jama'ah LDII mendengarkannya??????

Anonim mengatakan...

Warga LDII dg senang hati akan datang apabila ada diundang dari acara manapun. Bagi organisasipun sekarang LDII sdh terbuka bagi siapapun.

Anonim mengatakan...

Melihat sepak terjang temen2 salafi di dunia maya..membuat saya berkesimpulan bahwa keberadaan paham ini hanya memecah belah umat islam saja, lebih banyak mudhorotnya drpd barokahnya..dan akhirnya sayapun mengambil keputusan untuk hijrah dari paham salafi ini..mudah2an saya selalu diberikan petunjuk dan dijauhkan dr kesesatan, amiin..

Anonim mengatakan...

terpecah belah itu perlu dirinci. sudah tabiat manusia untuk berkumpul dengan orang-orang yang cocok, dekat, dan bisa diakses dengan mudah. ini urusan yang harus diperlakukan dengan tekun.yang tercela adalah berpecah/menyempal dari pemahaman yang murni dari Rasulullah dan sahabat, tabiuun, atbaauttabiin (salaf umat ini) inilah yang tercela.adapun jika ada ulama',ustad, atau seseorang mengatakan: di sana ada firqoh anu, di sana lagi adalah firqoh anu..dst..tidaklah serta merta kita mengatakan dia memecah belah umat karena pada kenyataannya umat sudah terkelompok2 demikian. dakwah salafiyah hadir untuk menegaskan bahwa keadaan memang sudah berfirqoh2 dan ini buruk, maka perlu dikembalikan lagi kepada pemahaman asal agar umat bersatu...jadi menurut saya salafi tidak memecah belah umat. bid'ah lah yg telah memecah belah umat.

Anonim mengatakan...

Bukan kah orang yg mengaku Salafiyyin jg saling berpecah belah??

Bagaimana mungkin kalian akan mengajak pada dakwah yang menyatukan umat, diatas satu aqidah. Sedang diri kalian sendiri (dikalangan salafiyyin) saling berpecah belah??
Saling memboikot,saling mentahdzir??

Inilah yg perlu kalian menginstropeksi diri, kami tidaklah menyalahkan pemahaman SALAF/MANHAJ SALAF karena pada prinsipnya yg dimau adalah Islam yang Haq itu sendiri.

Tp karena ada sesuatu yg salah sehingga kalian membangun dlm pondasi yg salah pula.Sesuatu itu adalah tidak adanya Pengkufuran pada Pelaku Syirik (baroatu minasysyirki wa ahlihi).

Padahal beliau Syeh Muhammad bin Abdul Wahhab memulai dakwah Islam yg haq ini, sama seperti Para Rosul & Nabi. Intinya Menetapi Iman diatas pengkufuran terhadap syirik dan yg tdk boleh ketinggalan jg Pelakunya (Pelaku Syirik, baik syirik dlm ibadah, hukum/toat&keghoiban).

Sama dg cerita ashabul kahfi, dg Nabi Musa dibawah kekuasaan Fir'aun.Nabi Nuh ditengah kaumnya,dll.

Anonim mengatakan...

saya kira semua ustadz salafiyyin membenci syirik dan mengharapkan syirik segera tersingkir dari mukabumi, meskipun mereka berbeda-beda dalam memperlakukan pelaku syirik.jadi pada dasarnya mereka bersepakat dalam pokok permasalahan, dan tidak berpecah belah. hati mereka tetap bersatu walaupun amalan secara ijtihadiyah berbeda-beda.

Anonim mengatakan...

wong anyar nang talafi iki......

Anonim mengatakan...

aduuuh ada apa lagi ini , nagkunya ahlussunnah kok hari gini masih aja pada berebut "BERKATAN" alias yang digede-gedein cuma kendurenan aja ... Bikin biro jasa "pengiriman pahala" lagi eeee mbok ya pake tuh otak kalian ..... LDII , Ahmadiyah jelas dan pasti SESAT ... tapi yang masih aktif kirim-kirim pahala juga segera bertaubat yaa ..... hehehehe ....

Anonim mengatakan...

wong anyar nang talafi iki.....
===============================
apa maksud sampeyan Mas? salafi itu bukan kelompok atau organsasi tertentu. siapa saja yang berkomitmen berittiba' kepada salaful ummah mrk itulah salafi. dan apa antum kira seorang salafi sama sekali tidak bermuammalah dengan non salafi dan selalu bermusuhan dalam segala sisi kehidupan? apalagi dengan sesama salafi,coba antum pikirkan lagi...

Anonim mengatakan...

HALLOOOOOOOOOOOOOOO

KOK SUDAH HAMPIR 2 BULAN , JUDULNYA NGGAK BERUBAH , SUDAH HABISKAH GOSIPNYA

Anonim mengatakan...

...........Perlu ikhwan keathui banyak mubaligh2 LDII belajar agama islam di sana puluhan tahun.........

NGGAK SAH DONG ILMUNYA ......

BUKANKAH KALAU NGGAK MANGKUL KE MBAH DAN ANAK DIDIKNYA ( PARA PEMILIK SANAD YANG SAMBUNG KE RASULULLAH ) ILMUNYA NGGAK SAH ...

DASAR PENIPU , DAN TUKANG BERBOHONG .....

LU KE ARAB ITU CUMA MENCARI LEGALITAS , BUKAN MENCARI ILMU YANG HAQ.

Anonim mengatakan...

Sudah anda sdri yg pembohong, sy tdk tertarik dg ajaran salafy...LDII sdh pasti sy genggam terus. Bego semua tuh orang2 salafy.

Anonim mengatakan...

di kediri, pusat dan ibukota jokam 354, ada gerakan dalam lingkar pusat..ada klik yang mulai mengusung dan mewacanakan bahwasannya imamah selanjutnya tidak akan diberikan kepada keluarga dan turunan nurhasan lagi, karena klik tsb dan orang2 dipusat juga sudah banyak yang muak pada keluarga nurhasan yang korup, rakus, mata duitan dan hidup santai dalam gelimang mewah. passive income miliaran masuk ke kantong mereka. jelas ini gaya hidup yang mudah, menyenangkan dan menggiurkan yang membuat beberpa orang dipusat tidak senang dengan fenomena ini. klik ini yang akan menghentikan laju keluarga nurhasan ketampuk imamah. namun dikubu keluarga nurhasan dan kroninya yang begitu mapan dalam kesantaian dan hidup mewah akan melawan klik tersebut dan akan mengusung kholil sebagai imam karena kholil didaulat sebagai pewaris sanad.makanya, dipusat...kholil sedang dipoles habis-habisan oleh rezim nurhasan sebagai orang yang hebat dengan tujuan mendapatkan kekaguman dari publik 354 yang ujung-ujungnya adalah mendapat legitimasi keimaman setelah sulton aulia mati nanti

dititik inilah di tingkat elit jamaah 354 akan terjadi schisma/ perpecahan 2 kubu yang masing-masing kubu bertarung dihadapan publik 354 bahwa mereka adalah imam yang sah.elit jokam akan bertarung dengan sesama mereka sendiri (berebut kursi imamah) tinggal rukyahlah nanti yang kebingungan. pada intinya tidak ada satupun dari mereka yang benar, melainkan semuanya tetap sesat

Anonim mengatakan...

HALLOOOOOOOOOOOOOOO

KOK SUDAH HAMPIR 2 BULAN , JUDULNYA NGGAK BERUBAH , SUDAH HABISKAH GOSIPNYA

----

ini adalah indikasi bahwasannya blog ini begitu diperhatikan oleh orang jokam 354 baik oleh unsur organisasi (DPP/ICT LDII), dari pusat (kroni imamah) dan grass root jokam (rukyah lugu)

benci....tapi rindu

Anonim mengatakan...

Gelombang hijrahnya rukyah dan pengurus2 jamaah QHJ 354 yang keluar dari kubangan khawarij 354 tidak hanya terjadi di kota-kota besar saja yang nota bene mudah mendapatkan arus informasi yang up date. Gelombang hijrah rukyah qhj 354 juga banyak terjadi pada orang-orang yang berdomisili di Kediri ( tempat/markas kerajaan madigol). Ini menjadi sebuah fenomena menarik untuk diamati. Banyaknya orang penting, petinggi 354 dan pengurus di pusat yang hijrah keluar dari kelompok QHJ 354 karena mereka langsung berinteraksi dengan elit2 354 khususnya lingkar keluarga dan kroni nurhasan. Karena interaksi ini membuat mereka meyaksikan (witness) secara langsung semua kebusukan dan kebohongan elit2 354 secara langsung. Ini jelas membuat terusik hati nurani mereka yang haus dan pro pada kebenaran alih-alih fanatic dan taklid buta pada imam dan pengurus pusatnya. Inilah yang menyebakan di jokam qhj 354 kenapa justru banyak yang keluar adalah orang-orng pusat mereka sendiri, orang-orang penting dan memiliki jabatan strayegis dalam structural jokam 354.
Nah, orang-orang pusat dan orang-orang penting jokam 354 yang “murtad: ini adalah orang-orang yang sangat mengetahui semua informasi-informasi off the rrecord dimana informasi-informasi ini tidak diketahui oleh jelata 354 ( level rukyah). Para mantan 354 menjadi whist blower yang membuka semua kotak Pandora QHJ 354 yang semua misteri ini yang begitu ditutup-tutupi secara ketat namunlambat laun terkuak juga. Informasi dari para petinggi 354, para mubaligh top 354, para pengurus daerah, para orang-orang jokam Kediri yang keluar dari jokam 354 kerap membuat guncang rukyah 354 namun disatu sisi menstimuli kekritisan rukyah2 jokam. Itulah sebabnya, blog-blog dan media komunikasi para mantan jokam dimusuhi, dibenci namun disatu sisi ditunggu, dinanti, ditelaah, diamati dan dibaca oleh orang-orang jokam itu sendiri dengan mengabaikan perintah imam mereka agar tidak mengunjungi situs2 para mantan jokam. Karena banyak informasi rahasia yang terbeberkan yang membuat syaraf-syaraf mereka takut, tegang, marah disatu sisi memancing rasa penasaran yang mengasyikan.

Anonim mengatakan...

bwt yg komen di atas ku,, dri aq yg ngaji di LDII.. n tmn2 LDII jg pasti tau bgini all:
jika aku ga salah nasehat bulan maret 2011/ tahun pertengahan ke bawah ada nasehat dari imam mesjid(kiyai kelompok) intinya spt ini: "para jama'ah ( warga LDII) dilarang lihat situs2 yang menyerang LDII.. tapi kita sudah ada orang yang khusus membalas komen2 yang menyerang LDII"
itulah info yg dpt aq berikan, kalian tau maksudnya apa dibalik nasehat tersebut..
salam ukuah islamiah,,
hidup islam, hidup islam,
Allahu akbar,,

Anonim mengatakan...

semua yg di tuturkan pemilik Blog 90% benar....smuanya tergantung dari pribadi2 jokam nya...orang jokam itu : klo awalnya sombong ketika jadi jokam jadi makin sombong, awalnya baik jadi makin baik, ya disisi lain ada baik dan buruknya/
Hanya saja saya bertanya-tanya kenapa mereka tidak mau berbaur dengan muslim yg lain..ex= sholat jumat ya dimana saja..toh isi kutbahnya sama saja Quran Hadist,,..kalo mao nikah ga usah pilih2 dari sesama jokam kan kasian yang sudah terlanjur jatuh cinta putus gara2 perbedaan aqidah, mesti baiat dulu lah, mesti ngaji dulu lah.ribet. maaf ini pengalaman pribadi bukan omong kosong.
Alhamdulillah saya sudah memperistri seorang Jokam dan dikaruniai seorang anak..so far so good..dan saya walau di tuntut untuk mengaji saya hanya menjawab belum siap :P

Anonim mengatakan...

cari jodoh ribet itu di keluargague,,
walau bukan ldii tapi ribetnya minta ampun,, harus sarjanalah, harus sudah kerja, bobot bibit bbebet dll..
kasian kakak perempuan gue,, udah cinta mati ama calonnya,, ditolok ama bokap nyokap gue,,,
gue keluarga NU kolotttttttttttttt

diki mengatakan...

Disini saya cuma ♍䪪åũ ngungkapi ªjª ama ªƿã yg qu pelajari
Tahukah anda siapa pendiri suni
Suni didirikan oleh mu'awiyah bin abu sofyan
Kalian tahu siapa mu'awiyah bin abu sofyan
Dia adalah dalang pembunuhan cucu nabi muhammad yaitu hasan bin ali bin abu thalib dan husein bin ali bin abu tholib
Masih pantas kah kalo pendiri suni itu dijadikan panutan padahal pendiri suni itu adalah pembunuh ahlul baith
Coba baca karya ibnu kholdun

Anonim mengatakan...

Asal jangan melaknat para shohabat dan Aisyah R.A aja deh.....ketauan syiah deh