بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

Peringatan Kepada LDII.OR.ID

Bismillahirohmannirrohiim

Assalaamu ‘alaikum warohmatullohi wa barokatuh

Koran Republika edisi 7 April 2011, memuat berita dari Kepala Puslitbang Kehidupan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementrian Agama ( Kemenag ) tentang meningkatnya jumlah aliran sempalan di Indonesia. Hal ini juga diakui oleh Majelis Ulama Indonesia ( MUI ). Ketua Komisi Pengkajian dan Pengembangan MUI, Utang Ranuwijaya, menyatakan bahwa ditingkat Pusat MUI telah mengeluarkan fatwa sesat bagi sekitar 10 kelompok pemain lama, terutama kelompok yang telah memiliki jaringan transprovinsi dan transnasional diantaranya adalah Islam Jamaah ( IJ ). Utang menghimbau masyarakat untuk mewasdai aliran-aliran baru. Jangan mudah terpancing dengan berbagai iming-iming, baik iming-iming materi ataupun ajaran.

Tulisan ini ditulis oleh para mantan warga IJ yang pernah menjadi warga IJ selama lebih dari 30 tahun ( 1978 – 2010 ), dimaksudkan untuk memperkuat himbauan MUI, khususnya tentang IJ sehingga himbauan MUI tersebut lebih spesifik dengan kelengkapan informasi dari internal IJ sehingga masyarakat lebih mudah untuk mengenali dan mewaspadai IJ. Himbauan ini kami perluas kepada MUI pusat dan daerah, kepada ormas, dan kepada parpol agar mewaspadai upaya pertemanan/ pendekatan LDII ( Paradigma Baru ), karena menurut imam IJ, LDII adalah organisasinya IJ yang tugasnya untuk melindungi dan menutupi bithonah (rahasia, red) jamaah ( IJ ), termasuk diantaranya keimaman, benda sabilillah, infaq dan lain-lain. Pernyataan imam IJ ini ditulis pada dokumen internal IJ yang disebut teks daerahan, yang dibacakan dan dibagikan pada pertemuan bulanan antara imam IJ pusat dengan imam-imam IJ tingkat daerah, di Kediri dan di Jakarta pada bulan Februari 2007

A. Apa, Siapa dan Apa Ajaran Islam Jamaah ?

Islam Jamaah ( IJ ) adalah sebutan yang ditujukan kepada kelompok umat Islam, yang awalnya dipimpin oleh H. Nurhasan Ubaidah ( HNU ) sejak pembaiatannya sebagai imam IJ yang diakuinya pada tahun 1941. Organisasi yang pertama kali dibentuk oleh pimpinan IJ adalah Yayasan Pengajian Islam Djamaah (YPID), yang kemudian beberapa kali berubah nama, dan nama organisasi IJ yang sekarang adalah Lembaga Dakwah Islam Indonesia ( LDII ). MUI telah mengeluarkan fatwa sesat terhadap ajaran Islam Jamaah sejak lama, sejalan dengan larangan Pemerintah RI terhadap ajaran Islam Jamaah dengan nama apapun melalui Surat Keputusan Jaksa Agung RI No: 089/DA/10/1971. Namun Islam Jamaah nyatanya masih aktif meneruskan ajaran HNU.

Kegiatan warga IJ yang nampak di masyarakat adalah pengajian al- Qur’an dan Al-Hadits yang terjadwal dengan intensitas tinggi. Sampai di sini nyaris tidak ada kemusykilan, namun kalau anda mampu mencermati lebih jauh, maka akan nampak bahwa yang menjadi landasan kegiatan mereka adalah ajaran-ajaran rahasia ( bithonah ) imam mereka, diantaranya yaitu :

1. Ber-Baiat Kepada Imam IJ : warga IJ harus yakin bahwa dengan berbaiat kepada imam IJ dan menta’ati ajarannya maka hidupnya halal dan matinya wajib masuk surga, sedangkan diluar IJ, Islamnya tertolak dan matinya wajib masuk neraka.

2. Ilmu Manqul : bahwa ilmu agama harus diambil ( manqul) dari jalur HNU, kalau tidak, maka ilmunya tidak sah, ibadahnya tidak sah dan Islamnya tidak sah alias belum/ tidak Islam

3. Infaq Persenan Wajib : wajib infaq sampai 10% dari penghasilan, disetor kepada Imam Pusat sebagai tanda sambung dengan Imam. Ditambah infaq dan sodaqoh lain untuk Pusat, Daerah, Desa dan Kelompok

4. Praktek Pengkafiran : Warga IJ mempraktekkan pengkafiran terhadap muslim lainnya dalam hal a) tidak makmum sholat kepada imam sholat non warga IJ, kalau terpaksa harus makmum maka niatnya sholat munfarid/ sholat sendiri, b) tidak menyolati atau mendoakan jenazah muslim non warga IJ walaupun orang tua sendiri, c) anak-anak warga IJ yang tidak mau masuk IJ tidak mendapat haq waris d ) tidak boleh nikah dengan orang Islam diluar IJ, dan sahnya nikah harus Nikah Dalam ( ND ) dulu, nikah di KUA hanya formalitas untuk mendapatkan surat nikah, e) warga IJ yang keluar atau dikeluarkan dari IJ dihukumi murtad dari Islam, f) dll.

5. Nasehat Pokok Imam IJ Kepada Warga IJ pada teks daerahan bulanan berbunyi : Barang siapa yang mau tetap menetapi, memerlukan dan mempersungguh Qur’an, Hadits, Jama’ah CARA LIMA BAB karena Allah sampai pol tutug ajal matinya masing-masing WAJIB MASUK SURGA ( dalilnya Surat ANNISA ayat 13 dan hadits Tirmidzi juz 3 hal 315 ). Sebaliknya barang siapa yang tidak mau tetap menetapi memerlukan dan mempersungguh Qur’an Hadits Jamaah CARA LIMA BAB karena Allah sampai tutug pol ajalnya masing-masing WAJIB MASUK NERAKA ( dalilnya Surat ANNISA ayat 14 dan hadits Tirmidzi juz 3 hal 315 )

Yang dimaksud cara 5 Bab adalah program ibadah IJ yaitu 1) ngaji, 2) ngamal, 3) membela Qur’an Hadits, 4) sambung jamaah , dan 5) to’at Allah, Rosul, imam secara Qur’an Hadits. Nasehat ini merupakan klaim IJ bahwa yang WAJIB MASUK SURGA hanya warga IJ karena hanya mereka yang menetapi Islam dengan cara 5 Bab yang spesifik ajaran HNU, sedangkan muslim lainnya yang menetapi agama Islam tidak secara 5 Bab IJ, WAJIB MASUK NERAKA. Doktrin ini menjadi pengikat warga IJ tetap dalam IJ, sebab kalau keluar diancam matinya WAJIB masuk neraka. Ini satu bukti kedustaan memaknai al-Qur’an surat AnNisa ayat 13 dan 14 untuk kepentingan kelompoknya

B. Apa Pendapat Para Ulama Tentang Ajaran- Ajaran Bithonah IJ ?

1. MUI telah mengeluarkan fatwa sesat terhadap Islam Jamaah berdasarkan penelitian pengkajian dari Komisi Fatwa MUI dan menyatakan ajaran- ajaran IJ sangat bertentangan dengan ajaran Islam sebenarnya.

2. Para ulama ahlus sunnah Mekkah dan Medinah diantaranya Sheikh DR. Muhammad bin Umar Bazmul dosen Universitas Ummul Quro Mekkah yang berkunjung ke Indonesia pada bulan Juli 2010, menyatakan bahwa ajaran-ajaran H. Nurhasan Ubaidah bukan dari ulama –ulama ahlus sunnah yang diakuinya sebagai guru-gurunya ( diantaranya Sheikh Umar Hamdan dll ), bukan dari para ulama ahlu sunnah terdahulu, bukan dari shahabat, dan bukan pula dari Rosullulohi shallallohu alaihi wasallam. Ajaran – ajaran ini, termasuk pengakuan H. Nurhasan sebagai amir adalah bathil, bahkan merupakan kedustaan kepada manusia yang jahil tentang Islam.

3. Kalau dikatakan landasan ajaran-ajaran tersebut dari ijtihad imam, maka inipun bathil karena imam ( kalaupun dia imam yang haq ) tidak punya haq sama sekali untuk membuat syariat baru dalam agama

C. Paradigma Baru LDII Mengecoh MUI :

1. Sikap MUI terhadap ajaran Islam Jamaah/ Darul Hadits sejak tahun 1971 tetap konsisten bahwa ajaran – ajaran IJ sesat, dan yang terakhir adalah seperti yang dikatakan bapak Utang Ranuwijaya pada berita koran Republika di atas. Sebelum itu pada Musyawarah Nasional MUI 21- 29 Juli 2005, MUI merekomendasikan kepada Pemerintah untuk menindak tegas dan membubarkan aliran sesat seperti LDII ( Lembaga Dakwah Islam Indonesia ) dan Ahmadiyah, dan K.H. Ma’ruf Amin menegaskan lagi dalam wawancaranya dengan majalah Sabili bahwa LDII dinyatakan sesat karena LDII merupakan penjelmaan Islam Jamaah ( Sabili No.21 Th VIII 4 Mei 2006 )

2. Namun kami melihat beberapa pimpinan MUI mulai bergeser/ terkecoh pandangannya terhadap LDII setelah ketua umum LDII datang ke kantor MUI dan menyatakan dengan sumpah demi Allah bahwa LDII sudah meninggalkan ajaran Islam Jamaah / H. Nurhasan Ubaidah. Padahal kami para mantan yang saat itu masih berada di dalam IJ, tahu betul bahwa Paradigma Baru hanyalah siasat baru, dalam upaya untuk mendapat pengakuan dari MUI bahwa LDII/IJ sudah tidak sesat lagi. Maka ketika bapak K.H. Ma’ruf Amin berkunjung ke Pondok Kediri sekitar bulan Maret 2007 kami telah siap dengan praktek siasat paradigma baru kepada beliau

3. Didorong oleh kepedulian kami kepada saudara-saudara dan sahabat- sahabat kami yang masih jadi warga IJ, kami datang ke MUI untuk presentasi dan menyampaikan persaksian tertulis tertanggal 20 Juni 2010 dengan bukti-bukti tentang LDII Paradigma Baru /IJ yang tidak berubah dari akidah dan ajaran H. Nurhasan Ubaidah. Kemudian atas pertanyaan/ permintaan Sekjen MUI bapak Drs. H.M.Ichwan Syam tentang perintah bithonah IJ, kamipun telah mengirimkan bukti-bukti perintah bithonah imam IJ tersebut berupa teks daerahan Feb- 2007, bersama surat kami tertanggal 08 April 2011. Perintah imam IJ tersebut singkatnya bisa dilihat dibawah ini

D. Bukti Perintah Rahasia Imam IJ Kepada LDII :

1. Perintah pada teks daerahan bulan Feb 2007 ( teks daerahan sifatnya rahasia ) pada halaman 12-15 : ” 1) Seluruh anggota organisasi adalah orang jamaah, orangnya imam, 2) Seluruh harta benda organisasi adalah milik jamaah/ imam, 3) Segala kegiatan organisasi harus dibawah kendali imam, selanjutnya, salah satu tugasnya ( organisasi ) adalah melindungi dan menutupi segala sesuatu yang ada dalam jamaah yang memang harus ditutupi ( bithonah ), termasuk keimaman, benda sabilillah, infaq dan lain-lain”. bahwa : satu-satunya jamaah yang sah di Indonesia adalah jamaah kita ini, tidak ada lainnya. Dalam bidang keormasan dibentuk organisasi LDII yang berfungsi sebagai alat perjuangan jamaah ( IJ ).

2. Dengan perintah imam ini jelas bagi kita bahwa sumpah Ketua Umum LDII yang mengatakan LDII sudah Paradigma Baru, adalah satu kedustaaan untuk menutupi kedustaan lebih besar yaitu bithonah IJ. Perintah imam kepada LDII pada teks daerahan Feb 2007, dikeluarkan sekitar 4 bulan setelah pergantian imam IJ ke-2 yaitu H. Abdudhohir Muhammad Suweh yang meninggal bulan September 2006, kepada imam IJ ke -3 H. Abdul Aziz Sulthon Aulia. Perintah ini untuk menjelaskan kepada semua warga IJ agar jangan salah mengerti bahwa pernyataan ketua umum LDII tentang Paradigma Baru hanya untuk pihak luar, sedang kedalam tidak ada perubahan, tetap QHJ= Qur’an Hadits Jamaah , tetap 5 Bab sampai pol ajal matinya masing-masing

E. Nasehat FRIH (Forim Ruju’ Ilal Haq) kepada Imam IJ ke – 3, Bapak H. Abdul Aziz Sulthon Aulia

1. Kepada bapak H. Abdul Aziz Sulthon Aulia kami ajak agar mau membaca nasehat ini dengan hati terbuka, ridlo karena Allah, bahkan sebaiknya bersyukur masih ada mantan warganya yang berani memperingatkan tentang bahaya kedustaan dalam agama yang berat hukumnya di sisi Allah, kepada mantan imamnya ketika masih hidup,

2. Bapak H. Abdul Aziz tidak perlu rahasia-rahasiaan lagi karena para imam di zaman shahabat, tabi’in, dan yang selanjutnya tidak merahasiakan keimamannya seperti bapak, karena bagaimana bapak bisa menjadi pelindung umatnya kalau keadaan bapak juga dirahasiakan bahkan minta perlindungan kepada Instansi Pemerintah yang orang-orangnya oleh bapak dikategorikan sebagai orang –orang yang WAJIB MASUK NERAKA

3. Kalau tulisan kami di atas dianggap sebagai fitnah, maka bapak bisa membantah sekaligus berdakwah di depan para ulama, pimpinan MUI, pimpinan ormas Islam, masyarakat umum, dengan diliput media massa secara luas, dan bapak bisa buktikan apakah ajaran – ajaran bithonah IJ itu cocok dengan dalil-dalil Al -Qur’an dan Al-Hadits yang shahih dan sesuai dengan pemahaman dan praktek ibadahnya para sahabat !!!

4. Bapak bisa bayangkan apabila bapak berani dakwah secara terbuka dan hujjah bapak berhasil dan diterima oleh para ulama, insya Allah manusia akan berbondong- bondong berbaiat kepada bapak dan mereka akan sangat ridlo untuk infaq 10 %, dan toat kepada bapak dengan imbalan WAJIB MASUK SURGA

5. Sebaliknya kalau bapak tidak mau, atau tidak mampu membuktikan kebenarannya, padahal MUI telah menyesatkan IJ dan pemerintah RI telah melarang ajaran IJ, diperkuat lagi oleh ulama ahlus sunnah di Mekkah- Medinah seperti sudah dikatakan di atas yang menyatakan bahwa semua ajaran bithonah itu bathil bahkan merupakan kedustaan, maka kami ajak sebaiknya bapak mengaku salah saja secara terbuka, lalu bubarkan ajaran-ajaran Islam Jamaah/ LDII yang menyimpang dari pemahaman Al-Quran dan Al-Hadits yang sebenarnya, dan kemudian bapak beserta staff bertobat kepada Allah. Tapi jangan lupa harta kekayaan IJ yang bukan milik bapak dikembalikan atau digunakan sebanyak-banyaknya untuk umat Islam Indonesia

F. Nasehat Kepada Warga IJ Yang Masih di dalam:

1. Setelah anda- anda sekalian membaca tulisan ini, apakah hati nurani anda sekalian masih meyakini bahwa ajaran-ajaran IJ benar ? padahal imam anda tidak mampu menunjukkan bukti- bukti kebenaran ajaran – ajaran bithonah itu ?

2. Apakah anda sekalian masih yakin dengan menta’ati ajaran takfir, infaq persenan wajib, dan ajaran bithonah lainnya itu akan menjadi pahala disisi Allah dan wajib masuk surga ?? padahal para ulama ahli hadits mengatakan semua ajaran itu bathil, dan kalau anda tetap menta’atinya bukan pahala atau surga yang anda peroleh, bahkan dosa atau mampir ke neraka akibat dosa-dosa itu !!!

3. Bertanyalah kepada para ulama dan para ustadz yang kompeten dalam bidangnya, dan yang amanah dalam menyampaikan ilmu agama, bukan bertanya kepada mubaligh dan pengurus IJ yang umumnya tidak mampu menjawab dengan benar kecuali : “ manqulnya dari bapak imam begitu “ atau bahkan jawaban yang merekayasa dalil

G. Himbauan kepada Masyarakat, MUI, Ormas- Ormas Islam dan Parpol

1. Kepada Masyarakat : Rambu – rambu diatas sudah cukup jelas bagi warga masyarakat untuk mengidentifikasi dan menghindari ajaran IJ/LDII Paradigma Baru. Juga kami himbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tertentu yang mengajak berbuat anarkis kepada sesama muslim

2. Kepada MUI Pusat : Perintah Imam IJ pada teks daerahan Feb 2007 jelas mengatakan bahwa LDII itu tidak punya massa, tidak punya kekayaan, dan tidak punya wewenang, semua tindakan LDII dibawah kendali imam, dan LDII adalah instrumen perjuangan IJ, yang salah satu tugasnya adalah untuk menutupi bithonah/ kebohongan IJ, dengan demikian kita tahu bahwa LDII Lama =LDII Paradigma Baru sama saja mereka adalah suruhan imam IJ. Agar MUI tidak tersengat dalam lubang ( perangkap LDII ) yang sama untuk kedua kali dan selanjutnya, maka kami menghimbau kepada MUI langkah-langkah sebagai berikut :

o Agar MUI bersikap lebih tegas terhadap LDII/ IJ yaitu dengan kembali kepada sikap rekomendasi Munas MUI 2005 tentang LDII/ IJ yaitu sikap mendesak pemerintah RI untuk membubarkan LDII.

o Untuk mencegah timbulnya fitnah dari masyarakat terhadap MUI, sebaiknya MUI menolak berinteraksi dengan personil LDII, MUI tidak menghadiri acara- acara LDII walaupun dengan alasan untuk membina, dan melarang personil LDII hadir dalam acara- acara MUI

o Dalam melaksanakan fungsi sebagai pewaris tugas-tugas para nabi, tentu MUI harus bersifat adil terhadap Islam Jamaah, salah satu bentuknya adalah MUI memberi kesempatan kepada imam IJ bapak H. Abdul Aziz, untuk menyampaikan hujjah yang menjadi landasan semua ajaran bithonah IJ di depan para ulama, pimpinan ormas Islam, dan pihak lain yang dianggap perlu, dan diliput oleh media secara luas.

o Apabila imam IJ tidak mau/ tidak mampu menyampaikan hujjahnya yang bisa diterima oleh para ulama berdasarkan pemahaman dalil-dalil yang shahih, maka MUI perlu mengarahkan IJ agar meninggalkan semua ajaran-ajaran dan praktek-praktek beragama yang bertentangan dengan ajaran Islam yang sebenarnya.

3. Kepada MUI Provinsi dan Daerah : Harap menahan diri untuk tidak mudah merekomendasi bahwa LDII sudah positip/ baik hanya dengan dasar bahwa MUI daerah/ provinsi pernah mengimami sholat di mesjid LDII, dan mereka mau makmum, atau hanya karena LDII sering sowan kepada MUI. Ingat siasat bithonah LDII cukup canggih, sehingga bapak-bapak tidak merasa sedang di-bithonah-in oleh LDII

4. Kepada Ormas : Harap upaya pertemanan LDII diterima secara wajar saja, karena usaha merapatnya LDII kepada ormas tidak lepas dari mencari dukungan dalam menjalankan perintah imamnya untuk menutupi bithonah IJ

5. Kepada Parpol : Pada Munas LDII IV di Surabaya 8/3/2011, Ketua Umum LDII mengklaim bahwa anggota LDII seluruh Indonesia saat ini berjumlah sekitar 14.5 juta. Tentu angka ini sangat signifikan untuk pemenangan pemilu di Indonesia, namun menurut kami angka ini jauh dari akurat, sebab pada tahun 2008 jumlah keimamam IJ tingkat daerah se Indonesia sekitar 250, dan rata- rata warga IJ per daerah berkisar antara 3000-6000 jiwa, sehingga dengan asumsi bahwa pada tahun 2011 jumlah daerah ada 300 dan rata-rata per daerah 5000 jiwa, maka anggota LDII/ warga IJ sekitar 1.5 juta, dan yang punya hak pilih tentu lebih kecil dari itu. Pada pemilu yang lalu imam IJ pada hari-hari terakhir sebelum coblosan memerintahkan untuk membagi suara kepada beberapa calon dari parpol besar, dan masing – masing daerah mencoblos caleg dan capres tertentu sesuai arahan imam IJ. Maka dari itu sebaiknya parpol maupun calon- calon pemimpin perlu memeriksa kebenaran potensi suara dari LDII sebelum merangkulnya sebagai pendukung , dan jangan lupa supaya mempertimbangkan kemungkinan dampak negatif misi bithonah LDII/ IJ terhadap partai.

6. Kepada Semua Pihak, Jauhilah Makan Harta Islam Jamaah !!: Kekayaan IJ diambil dari harta orang Islam warga IJ yang secara dalil tidak halal, diantaranya dari infaq persenan wajib. Oleh karena itu bagi kaum muslimin yang takut kepada Allah dan hisaban di akhirat, agar menjauhi pemberian, hadiah, makan minum dari LDII, karena dikuatirkan paparan keharamannya dapat merusak harta, diri dan keluarga yang bersangkutan, bahkan di akhirat pemberian itu akan diteliti di hadapan Allah yang Maha Mengetahui

Demikian tulisan ini, kami niatkan untuk memberi informasi yang berimbang tentang LDII dan Islam Jamaah, dengan harapan tulisan ini dapat memberi faedah kepada individu- individu umat Islam yang peduli untuk mengingatkan sebagian umatnya yang masih berada didalam ikatan kebithonahan ajaran Islam Jamaah

Wa Billahittaufiq Walhidayah. Assalaamu ‘Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh

sumber here

Comments
180 Comments

180 Response to "Peringatan Kepada LDII.OR.ID"

Anonim mengatakan...

Tulisan blog ini sdh kuno, dari dulu spt itu kayak orang bodoh tulisannya, coba lihat di sekeliling kita ngakunya orang islam tapi praktek ibdahnya jauh menyimpang dari Al qur'an dan Al hadist, salafy tolol, goblok, sesat!!!saya mantan salafy justru saya mengajak kepada umat islam mengaji spt di LDII. Saya sekrang sh pas apa yg saya tetapi sekarang dan terus mengaji di LDII. Hidup LDII!!!

Anonim mengatakan...

skarang pertanyaannya 'knapa sih bila tdk ngaji di LDII/tdk sambung ama LDII?'
bkn kah islam itu sudah ada sblum adanya LDII, namun stelah adanya LDII jadinya apa? melainkan hanya mentidak islamkan orang2 islam yang sudah ada dari dulu,, pahami itu tmn2
qo hidup LDII sih,,
hidup islam,, hidup islam
Allahu akbar
NB: ini seperti sunatullah dijaman sahabat.. ketika para sahabat menjalankan Qur'an hadits eh ada golongan yg muncul yg mengklaim golongannya yang haq,, tau kan golongan tsb? ya bnar golongan khawarij
'tauhid di dadaku, islam agamaku'
Allahu akbar

Anonim mengatakan...

Memang betul agama Islam sdh ada sejak jaman dulu, tp yg jadi permasalahan di sini adalah apakah agama islam yg kita tetapi ini sdh sesuai dg Al Qur'an dan Al Hadist belum yg aslinya btk ibadah agama islam?krn kenyataan yg ada di Indonesia sdh byk yg menyimpang dr ajaran agama islam yg sebenarnya byk kitab2 karangan atau kitab kuning yg benar2 itu sesat tp koq malah di amalkan bg umat islam, sy prihatin melihatnya. Nah di sini LDII sbg wadah ormas islam meluruskan ibadah2 yg kurang tepat tsb utk kmbli sesuai dg perintah Alloh SWT dan Nabi Muhammad SAW.

Anonim mengatakan...

skarang pertanyaannya skg:" bagaimana jika ada jama'ah yang Qur'an dan hadits jg sama spt LDII, namun dy sambung ama ulama2 haromain?"
LDII itu membabi buta mentakfiri di luar golongannya? buktinya orang yg kluar di cap murtad
apakah itu yg diajarkan rosul saw?
NB: aq tdk tahu ini hadits atau ayat jika tdk salah bgini bunyinya
"seseorang yang bersyahadat adalah saudaramu"
trus apa tanggapan LDII orang yg bersyahadat diluar golongannya?
mohon jwb dlm hati saja jgn bitonah ya^^ klian(LDII) yg tau jwbnnya
emg Qur'an n hadits punya kalian(LDII) saja?
~dri org awam tauhid didadaku, islam agamaku'
hidup islam
Allahu akbar

Anonim mengatakan...

kepada anonim di atas yang mengatakan islam belum murni sesuai quran hadits sebelum ada ldii , apakah:
1. infak persenan
2. Surat sambung
3. Surat tobat
4. Nikah dalam
5. 5 bab
6. Manqul
7. bithonah
8. Dakwah sirriyah kpd sesama muslim
9. Dll sebagai pokok ajaran ldii

apakah ini kemurnian islam sesuai quran hadits yang tidak dilakukan umat islam sebelum ldii?
Tunjukkan hujjah mu menggunakan dalil shohih yang muhkamat bukan yang mutsyabihat.

Anonim mengatakan...

terus bagaimana dengan ijtihad

- Bebas memilih keyaqinan dan boleh memilih dr 5 agama yg diakui (Islam,Kristen,Protestan,Hindu,Budha)

- Pemerintah/amir berhaq menentukan suku bunga Bank tiap tahunnya (Menghalalkan riba)

- Untuk menentukan suatu hukum harus mendasarkan pada UUD 45&Pancasila (toghut)

- Pajak Bumi & Bangunan

- Pajak Penghasilan

- PPN

- Bagi yg melanggar lalu lintas supaya dikafarohi dg membayar denda 50 - 100 rb.

Jawab dengan ilmiah ,,,,,
Tp ingat jgn pakai setandar GANDA,kl untuk imamu apapun ijtihadnya TERMAAFKAN dg alasan hanya karena punya wilayah,,

Kl untuk kami semua serba salah wlpn sdh Sepenuh Kemampuan untuk berijtihad.

Monggoh????

Anonim mengatakan...

Tunjukkan hujjah mu menggunakan dalil shohih yang muhkamat bukan yang mutsyabihat.
------------------------------------

Kementhus gayamu sok arab araban,,nulis sj ora becus,,belajar dulu sana bahasa arab yang baik dan benar.

Anonim mengatakan...

apabila peraturan pemerintah yang berkuasa bertentangan dengan hukum syar'i maka sepanjang pemimpin pemerintahan tidak menunjukkan kekufuran yang nyata maka kewajiban kita mendengar dan taat dengan tidak mengimani bahwa peraturan pemerintah tersebut tersebut adalah sesuatu yang benar, karena pemerintah mempunyai kekuasaan dengan perangkat hukum hukumnya berupa sanksi administratif dan pidana berupa denda dan hukuman kurungan penjara dalam menegakkan peraturan tsb yang apabila dilanggar membawa kemudharatan bagi umat islam.

kalo melanggar peraturan ijtihad imam ldii yang tidak sesuai syar'i, sebenarnya ga didengar dan ga ditaati ga apapa, orang dia ga punya kekuasaan, ga punya perangkat untuk menegakkan aturannya semisal polisi, hakim, penjara, paling2 rukyahnya akan dikenai kafaroh, diancam masuk neraka, dihukumi kafir, tidak disholati jenazahnya, dikucilkan, intimidasi.


lagipula ijtihad imam ldii juga setiap bulan dalam pembacaan text selalu menyuruh rukyahnya untuk taat pemerintah yang sah sesuai uud 45 dan pancasila (thoghut)

gimana si ini, jadi yang standar ganda ya ldii toh??

Anonim mengatakan...

sudah saya kira jawabanmu seperti itu,,saya pun berhujah sama denganmu

"Bahwa selagi bukan Kufron Bawahan,maka saya tidak akan melepas tali baiat saya.Karena sdh mashur bahwa "Wa in dzuriba dzohruka wa in ukhida maluka" saya akan ttp taat padanya dengan batasan selagi tidak ma'shiat pada Alloh.

Adapun kalau kamu beralasan apa2 yg ditetapkan Imamu bukan Kufron Bawahan,maka inilah pangkal perselisihan kita.

Tidak ada satu ulama Salaf yg menghukumi masih Muwahid (Muslim) ketika sesorang mengajak diibadahi dalam HUKUM nya.

Adapun kamu membawa hujah hanya kufrun duna kufrin,adalah salah penempatan.Karena pembahasan seorang qodhi yg menyelisihi dlm suatu hukum,dan dia berada diatas dasar hukum Alloh&Rosul, ini sdh diketahui secara gamblang bahwa keadaan mereka dlm 3 keadaan (Kufur akbar, Kufrun duna kufrin/dzulmun duna dzulmin dan fuskun duna fuskin).

Tapi kalau Tasyri jelas dan gamblang ini toghut disisi Alloh.Dan kita diperintahkan pertama kali untuk mengkufurinya
" Fa man yakfuri biththoghut wa yu min billahi faqodistamsaka bil'urwatil wutsqo lan fishomalaha"
sebelum mendatangkan iman(ibadah).

Sialahkan kalian lihat dikitab2 aqidah,
"Tetap taat pada imam/amir/sulthon yang baik maupun fajir selagi masih Muwahid.
Camkan kalimat SELAGI MASIH MUWAHID ini!!!

Bukan selama masih MENGAKU MUSLIM!!!

Apalah arti pengakuan bila haqikatnya sdh menyelisihi pengakuannya.....

Anonim mengatakan...

aq takut ama LDII itu paham takfiri nya,,
membabibuta, walaupun orang tersebut sudah bersyahadat...
qur'an, hadits, djama'ah n takfiry,,
astagfirullah...
aku tnya kpd kaum LDII, mengapa demikian?
setiap nasehatnya begini "satu2nya jamaah yg dirido'i Allah bla bla bla bla"
satu saja? LDII saja?
pertnyaannya skg bagaimana jama'ah haromain?
setelah adanya LDII, mentidakislamkan jama'ah islam yg sudah ada seblum adanya LDII.
tolong dipikir...
~Allah swt Tuhanku, Muhamad saw nabiku, tauhid didadaku~
Allahu akbar

Anonim mengatakan...

bismillah,
Melihat kondisi manusia sekarang ini, di negara kita, kita dapati mereka membutuhkan seruan dan ajakan kepada pemahaman agama yang benar, yaitu agar mereka mentauhidkan Allah, menyembah Allah saja dengan berbagai bentuk peribadatan yang disyari'atkan. masyarakat yang sudah terbawa arus kehidupan modern yang berorientasi duniawiyah harus diajak kembali kepada jalan menuju keselamatan abadi. dengan berpegang kepada Islam saja lah mereka dapat kembali menerapkan akhlak2 yang mulia, si kaya menyantuni si miskin, yang kuat menyayangi yang lemah, yang pandai mengajari yang bodoh. cara untuk membina masyarakat sudah dijelaskan oleh para ulama' sepanjang zaman, yaitu dengan memulai dakwah dari hal yang terpenting yakni tauhid. selanjutnya diajarkanlah shalat, rukun2 iman dan Islam, lalu ajaran-ajaran Islam berkaitan dengan ibadah, mu'ammalah dan akhlaq. mudah. akan tetapi di zaman ini muncul sekelompok orang yang menggiring dakwah mereka kepada BAIAT, dan meninggalkan formula dakwah yang sudah dikenal oleh kaum muslimin. bila tidak bisa membawa objek dakwah untuk berbai'at kepada imamnya maka dikatakan dakwahnya tidak berhasil. siang malam dakwah mereka berputar di antara mengajak bai'at dan menjaga tali bai'at. saya bukan bermaksud apa-apa, kecuali ingin mengajak merenung kembali, bukankah model dakwah yang demikian untungnya(pahala) kecil? dibandingkan apabila mereka menyeru masyarakat luas secara terbuka dengan TAUHID? karena tauhidlah yang menyelamatkan, sedangkan baiat, tidak ada bedanya antara orang yang baiat atau tidak mereka semuanya amalannya sah................ tapi saya yakin orang LDII pasti mengingkari ini. mereka berpendapat bahwa orang yang tidak baiat AMALANNYA TIDAK SAH, AMALANNYA TIDAK ADA GUNANYA...coba pembaca yang dari LDII, tolong jelaskan hujjah kalian tentang pemahaman ini. saya ingin kalian ungkapkan semua, atau kalau tidak, kembalilah kepada dakwah TAUHID dan insyaALlah kalian akan lebih beruntung!!

Anonim mengatakan...

Yaitu... 1. INNAHU LAA ISLAMA ILLA BIL JAMA'AH, WAlAA JAMA'ATA ILLA BIL IMAROH, WALA IMAROTA ILLA BIL BAI'AH, WALAA BAI'ATA ILLA BITHO'AH. 2.MAN AMILA BIL JAMA'AH FAASHOBA TAQOBBALALLAHUMINHU, WA'IN AKHTHO GOFAROLLAHUMINHU, WAMAN AMILA YABTAGHIL FIRQOH, FAASHOBA LAM YAQOBBALALLAHUMINHU, WA'IN AKHTHO FALYATABAWA'MAQ'ADAHU MINANNAR.

Silahkan anda bahas...

Anonim mengatakan...

Aku punya cerita baru yang cukup menarik ..........

Beberapa hari yang lalu ada family ( orang IJ / LDII ) yang menikahkan anaknya ( laki ) dengan salah seorang akhwat di kelompok islam jamaah.

Aku salah satu atau mungkin satu-satunya undangan yang bukan jamaahnya LDII .

Aku bertanya kepada saudaraku , kenapa nggak mengundang para tetangga karena kalau mereka nggak menjadi saksi perkawinan anakmu nanti jadi fitnah ?? jawabnya sudah pasti dapat ditebak , karena mereka bukan jamaah bukan saudara yang perlu dimintai doa restunya dll......

Dan benar saja , yang datang adalah para jamaahnya tok.
Aku berfikir , inilah mungkin salah satu penyebab di beberapa daerah kalau ada warga LDII meninggal tidak boleh di kubur di perkuburan umum islam , karena dalam bemuamalah dia telah memilah-milah umat islam ini dengan ahli surga ( IJ ) dan ahli neraka ( non IJ ).

Lebih kaget lagi pada saat acara berlangsung.
Kedua mempelai di pajang di mimbar " kuade " layaknya orang yang nggak paham sunnah .
Laki-laki dan wanita undangan campur baur jadi satu saling " gojekan /guyonan " satu dengan lainnya tanpa ada kecanggungan sedikitnya.
Selama acara berlangsung di iringi dengan musik danggut yang sangat menggoda syahwat orang2 yang normal .
Dan yang paling menarik adalah ditampilkannya peragaan pencak silat yang di lakukan oleh anak-anak cabe rawit dengan di iringi tabuhan ala reok ponorogo .

Sepulangnya , aku berpikir , inikah yang selama ini digembor-gemborkan ngaji Quran Hadits ????

Iseng-iseng dalam perjalanan aku membelokan pembicaraan ke topik LDII dan aku sempat bertanya kepada saudaraku dan beberapa rekannya yang satu kendaraan denganku : " apakah LDII itu sama dengan islam jamaahnya HNU ? serempak mereka menjawab " Oo..bukan-bukan , LDII tidak ada sangkut pautnya dengan HNU , cuma memang kami mengganggap HNU sebagai mujahid yang patut di hargai karena jasa-jasanya "
Saya lanjutkan lagi : " kalau begitu di LDII tidak ada amir yang harus di bae'at ? " jawabnya : " benar tidak ada bae'at di LDII ".
Saya benar2 pingin ketawa melihat kebodohan mereka yang sudah dicuci otaknya oleh para mubalighnya.
Saya lanjutkan pertanyaannya : " kalau begitu di LDII ada dong yang bukan islam jamaah ? misalkan aku pingin masuk jadi warga ORMAS LDII boleh nggak , tapi aku nggak mau ngaji di majelisnya islam jamaah ?? " .........mereka bingung dan diam ...............


Acara perkawinan dan tanya jawab itu terjadi beberapa hari yang lalu di salah satu pesantrennya LDII di Jawa Barat.

Anonim mengatakan...

buat apa taat ama imam khawarij, takfiry,, mesjid diror,,
baca sejarah islam ttg kaum khawarij gih,,,
aq jg ngaji di LDII kebetulan lgi ngaji surat at-taubah klo ga salah,, ttg mesjid diror,,, pertnyaan dlm hatiku "bukankah itu membicarakan ttg mereka (LDII)..?"
bukannya memperbaiki malah takfiry,,?
sungguh aq takut di takfirynya saja!!!
buat tmn2 di LDII, tolong jgn aniyaya diri kalian dgn takfiry,,
~aku bersaksi tiada tuhan salain Allah dan aku bersaksi nabi muhammad saw utusan Allah~
hidup islam
yg masi ada sedikit bid'ah tolong di nasehati bukan dikafirkan,, mereka hanya tersesat bukan kafir...
~salam tauhid didadaku~

Anonim mengatakan...

buat apa taat ama imam khawarij, takfiry,, mesjid diror,,
baca sejarah islam ttg kaum khawarij gih,,,
aq jg ngaji di LDII kebetulan lgi ngaji surat at-taubah klo ga salah,, ttg mesjid diror,,,
===================================Kalo anda bisa di bilang bodoh knp msh ngaji di LDII klo mnrt anda sesat, apa sih hebatnya salafy sy sdri jg sdh tahu salafy itu dan jelas memang sesat, yang benar sdh jelas di LDII adalah tempatnya buat wadah mencari ibadah yg sesuai dg perintah Alloh SWT dan raulullah SAW.
Apakah anda mata2 dg pura2 ngaji di LDII?
Anda sungguh goblok!!kyk ga ada kerjaan aja. Sana jgn ngaji lg!!

Anonim mengatakan...

maaf ko salafy yah? siapa yg salafy?
hahaaa
aku ga k paham hizby( LDII, Salafi, dll)
faham hisby,, maaf skali lagi
aq islam aja sudah cukup.. siapapun yang bersyahadat adalah saudaraku,
setiap kesalahan ada dosanya, n aku ga mau ngafirkan orang..
tolong ya buat yang ldii,, aq hanya agar kalian berfikir..
pake logika, islam itu sudah ada sblum adanya LDII, namun setelah adanya faham hizby (LDII contohnya_pen) itu mentidakislamkan orang2 yg bersyahadat diluar golongannya(hizbynya/LDII nya)
mau salafy kee, mau LDII kee klo pahamnya seperti itu,, maaf aja
aku hanya mau kalian berfikir..
tuh komen2 aq di atas yg sesuai dg tulisanku
~hidup islam~
aq kebeneran ngaji di LDII, maaf,, ^^

Anonim mengatakan...

Halah, Ini lagi yg diposting..membosankan! Salafi udh kehabisan bahan..paling bentar lg juga mati 'dakwah'nya :D

Anonim mengatakan...

ga bisa jwb ya LDII?
ni aq bukan 'kebo',, ko malah mundur?
siapa yg salafi? ckckc
ngakak sumpah,, sesama paham hizby ribut..
eh aq dituduh salafi rival ldii,,, klo aq tau n kebeneran ngaji disalafy ada k anehan ya aq komentarin..
maaf aq bukan golongan salafi,,
aq org islam aja ga hizby2an
~salam ukhuwah islamiah buat yg msi sambung pusat(ulama haromain)~

Anonim mengatakan...

Bahasa ente jelas bahasa salafi.. Ulama haromain? Bikin ngakak aja.. Haahaha..dasar penipu bodoh..
Postingan copas aja belagu setengah mati..

Pake istilah sambung pusat haromain lagi..hahaha..menggelikan.. Jadi siapa dong imam ente? Raja saudi atau sby? Belajar dulu sana mas yg banyak.. kalo udh pinter dikit baru balik sini lagi.. Pake otak ya belajarnya, jgn pake dengkul :D

Anonim mengatakan...

perkataan itu mencerminkan kapasitas dari dirinya,
asal tuduh aq salafi wkwkwkwk
udah dibilang aq ini islam aja,, siapapun yg bersyahadat adalah saudaraku,,
tuh pertanyaan ku ga dijawab diatas, malah tuduh aq salafi, tuduh orang muslim diluar LDII murtad,,
maklum lah bisanya nuduh2
dri mana dasarnya keluar LDII dibilang murtad,? islam itu sudah ada sebelum adanya LDII
itu aja deh, kalian sudah ingkar ama nabi saw...
hahaha tukang tuduh, salafi hahahah
baca sejarah khawarij sana,,
~hidup islam~

Anonim mengatakan...

ORANG2 YG EGO SOK BENAR SENDIRI :
DAH URUSIN SAJA MASING2 KEYAKINANNYA, YG PENTING TDK USIL,MEMAKI,SALING SERANG, FITNAH,URUSIN JAMAAHNYA MASING2, INSYAALAH ISLAM AKAN MAJU, TENTRAM DAN DAMAI, PERBEDAAN ADALAH RAHMAH SUDAH ADA DALILNYA ; BHW ISLAM ITU AKAN BERPECAH BELAH JADI 73 GOLONGAN, DAH GAK USAH BERDEBAT....BERDEBAT KUSIR TDK ADA HASILNYA..

Anonim mengatakan...

Para sedulur jgn terpengaruh tulisan2 dsini,yg jelek2an kita,anggap aja mereka org jahil yg berusaha menggoyahkan keimanan kita, kita yakin yg kita kaji,kita amalkan ssi dg Qur'an dan Hadist, masalah Keimaman, baiat ada dalam Hadist, mau terbuka, mau bitonah ssi dg keadaan, Ingat jaman Nabi Mohammad saw pertama2 menyebarkan agama ini dengan diam2 melalui keluarganya dulu,teman2dekat dan ingat belum bisa menegakkan Islam (krn blm punya kekuasaan,wilayah dll) karena masih lemah, blm kuat ttp setelah hijrah ke madinah dan sdh besar dan kuat baru syariat Islam ditegakan, bahkan bisa menaklukan kota Mekah. itulah Assunnah yg benar.......

Anonim mengatakan...

iya bener islam itu udah ada sejak jaman nabi,, ko dibuat jalan baru lagi ya,,, dg takfiri org2 diluar golongan LDII,,, trus disama2in lg ama kisah terbentuknya islam dg terbentuknya LDII,,,
islam itu jelas takfir ama orang kafir,,, contohnya aq mengkafirkan david beckham, bener ga tmn2? ya jelas bener... tp klo mengkafirkan org2 islam yg sudah ada sebelum adanya LDII ini bisa dilihat,,,
LDII baru dateng,,, buat baru lagi??
baru hanya itu doang yang aq ulas...
buat tmn2 di LDII, sekali lagi JANGAN MENGANIAYA DIRI KALIAN DG TAKFIRI YG SALAH TARGET.
aq hanya berdakwah bukan mengusik.
hidup islam dulu, sekaran dan yang akan datang.
~salam ukuwah islamiyah~

Anonim mengatakan...

BUKAN KAH YG MENTAKFIRKAN UMAT ISLAM KAUM SALAFYINDON, YG MENYATAKAN BAHWA ORMAS2 ISLAM DILUAR SALAFIY PENGANUT BID,AH ALIAS BID,AH PINAAR??, BUKANKAH KAUM KHAWARIJ ITU SALAFY JUGA YG MENJATUHKAN KEKHOLIFAHAN USMAINI DI BANTU ORG2 KAFIR BARAT??

Anonim mengatakan...

pokoknya yanng mengkafirkan org islam ga pandang bulu hati2 aja,, jgn mengaiaya diri kalian,,,
aq begini buakannya pandang bulu
itu aja
aq bukan salafi n bukan LDII, kbneran ngaji di LDII,, maaf skli lg,, perlu digaris bawahi takfiri yg salah target,, itu doang
NB: jika aq ngaji di salafi n melihat guru2 meraka ingkar pd sunah nabi saw namun taklid pd hisby nya,, akan aq komentari..
islam itu rahmatan lil alamin,,
rahmat bagi semua manusia, bukan sehizby
~salam ukuwah islamiah~

Anonim mengatakan...

scewya jaman udah akhir kaya gini maunya ribut aja,saran saya kalau kita mengangga benar diri kita terus ada yang ngusik ya biarin aja mau apa diurusin cari penyakit aja,dalam menetapi ibadah itu harus karena allah ada ini ada itu ribut pyah deh......itupun kalau kita ngerti kalau tidak cape deh

Anonim mengatakan...

hidup LDII
jaya LDII

Anonim mengatakan...

kata siapa orng ldii paling bener? dasar GUOBLOK,
kata siapa orang luar ldii itu kafir ?
yang bilang blo"on banget,,,

YANG PALING BENER TU YA
QUR'AN HADIST JAMA'AH

orang kafir ya orang yang sudah tau kebenaran qur'an n hadist tapi tidak pernah membuka/mengkajinya/mengamalkannya

n hanya orang yang sudah belajar qur'an n hadist secara mendalam yang paham tentang apa itu jamaah/ qur'an hadist jamaah

Anonim mengatakan...

Kediri, Sabtu 4/12, Menteri Agama Suryadharma Ali berkunjung ke Pondok Pesantren Walibarokah, Burengan Banjaran Kediri Jawa Timur. Tujuannya dalam rangka mempererat tali shilaturrahim antara warga Pondok Pesantren Walibarokah Kediri dan warga LDII pada umumnya.

Dalam kunjungan shilaturrahim ini, Menteri Agama juga berkesempatan meresmikan gedung perpustakaan Pondok Pesantren Walibarokah yang baru dan sekaligus sebagai gedung Taujih Wal Irsyad.

Dalam sambutannya, Menteri Agama RI, Suryadharma Ali mengaku risih jika lembaganya disebut sebagai lembaga terkorup oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, hingga akan berupaya dengan tegas memperbaiki dan memberantas praktik-praktik suap di lingkungannya.

“Kami akan tindak siapapun yang meminta suap. Kami akan tertibkan,” katanya menimpali hasil evaluasi dari KPK yang menyebut lembaganya terkorup itu.

Anonim mengatakan...

MENJALANKAN AGAMA ITU HRS KAAFAH N MENYELURUH YI: QUR,AN N HADIST N BERBAIAT N BERJAMAAH KALO QURAN N HADIST TO YG BLM KAAFAAH DONG!!!!

Anonim mengatakan...

kata siapa orng ldii paling bener? dasar GUOBLOK,
kata siapa orang luar ldii itu kafir ?
yang bilang blo"on banget,,,

YANG PALING BENER TU YA
QUR'AN HADIST JAMA'AH
-----------------------------------
keluar dari jama'ah LDII murtad?? hahaa
emg aq bisa dibo'ongin?? maaf mas aq ngaji di LDII.. kalian kan tahu apa nasehat yang dibacakan oleh mubaleg2 LDII di dpan...
masih bitonah aja,,,
NB: Qur'an, hadits, Jama'ah
islam jama'ah(hizby LDII saja) apa jama'ah islam (islam seluruh dunia)?
maaf ya mas harap dibedakan?
pahami komentar2 ku diatas yaitu tulisan aq yang serupa,
jgn bitonah, jgn menganiaya diri kalian dg sifat takfiry dan dibitonahkan!!!

~hidup islam~

Anonim mengatakan...

SEBETULNYA QURQN N HADIST N BERJAMAAH N BERBAIAT ITU SDH TDK BITONAH LGI MAS....MASYARAKAT BANYAK YG TAU MUI N PMRINTAH TAU...TAPI KAN GAK USAH TUH DIBUKA2 N DIUMUMKAN SGALA...IBARATNYA MAS PUNYA BADAN TUH DI BADAN ADA ALAT VITAL ITU... TDK SEHARUSNYA DIBUKA N DISEBUT2 NANTI PORNO ...KHAN...

Anonim mengatakan...

SEBETULNYA QURQN N HADIST N BERJAMAAH N BERBAIAT ITU SDH TDK BITONAH LGI MAS....MASYARAKAT BANYAK YG TAU MUI N PMRINTAH TAU...TAPI KAN GAK USAH TUH DIBUKA2 N DIUMUMKAN SGALA...IBARATNYA MAS PUNYA BADAN TUH DI BADAN ADA ALAT VITAL ITU... TDK SEHARUSNYA DIBUKA N DISEBUT2 NANTI PORNO ...KHAN...
-----------------------------------
koment yg diatas adalah sebuah pengakuan dan memang seperti itu
ya alhamdulilah masyarakat banyak yang tau biarpun kalian terkurung n mengumpat(bitonah).
ya sudah jawab dong,, mengapa kalian takfir pada jama'ah islam yang bukan islam jama'ah?
dan ada sebuah ayat/hadits aq kurang ingat yg jika tidak salah begini bunyinya
"yang bersyahadat adalah saudaramu"
pertanyaannnya pandangan LDII spti apa org yg kluar dari LDII namun masih islam?
~hanya meluruskan, salam ukuwah islamiyah~

Anonim mengatakan...

emang bnyak dlm qur'an hadist xg bicara sesama islam itu s0dara, truz kalo cuma sahadat ngaku islam tapi gk pernah sh0lat,
y0 KAFER mas..!

Anonim mengatakan...

emang bnyak dlm qur'an hadist xg bicara sesama islam itu s0dara, truz kalo cuma sahadat ngaku islam tapi gk pernah sh0lat,
y0 KAFER mas..!
-----------------------------------
buat mas yang diatas, tolong dibedakan antara orang kafir ama orang yang berdosa...
klo dy ga sholat,, ya dya berdosa, bukan kafir. klo dy nyembah selain Alloh swt ya jelas dy kafir...
jika anda mempermasalahkan sholatnya, memang diluar LDII ada orang yang gak pernag sholat semuanya? spt ustat jefry, ustat AA gym, dll
disinih masalahnya takfiry LDII itu brutal(membabi buta), spti yg aq komenterkan sebelum2nya mka dari itu disini aq hanya menasehatkan spti komen2 aq sblumnya...
jujur aq bersaudara kpd smua org2 muslim, urusan dosa ditanggung masing2 tp aq ga mau mengkafirkan saudara semuslim.
~wallahu a'lam~

Anonim mengatakan...

Kalau seandainya sulton aulia memang memiliki kekuasaan yang real, absah di daulah ini tentu saya akan membaiat beliau (dalam bentuk ketaatan dan kepengakuan kalau seandainya tidak berjabat tangan) dengan segala kekurangan dan kelebihannya.insyaAllah

saya tidak mengakui imamah sultan aulia bukan karena factor like-dislike. Tapi karena sulton aulia secara de facto dan de jure baik hokum syariat dan hukum konstitusi bukanlah imamah/penguasa di negeri ini

Anonim mengatakan...

tolong dibedakan antara
orang kafir ama orang yang
berdosa...
klo dy ga sholat,, ya dya
berdosa, bukan kafir. klo
dy nyembah selain Alloh
swt ya jelas dy kafir...
jika anda
mempermasalahkan
sholatnya,
------------------------

buat mas xg di atas ud pnah pegang al-qur'an hadist pa blum,
ini mas dalilnya :

“Jika mereka bertaubat,
mendirikan shalat dan
menunaikan zakat, maka
(mereka itu) adalah
saudara-saudaramu
seagama.” [At-Taubah: 11]
Sisi pendalilannya adalah:
dalam ayat ini Allah Ta’ala
menjadikan shalat sebagai
syarat ukhuwah dalam
agama. Adapun dalil dari
as-Sunnah, sabda
Rasulullah
shallallahu’alaihi wa sallam
dalam dua hadits berikut
ini:
“Sesungguhnya (batas)
antara seseorang dengan
kesyirikan dan kekafiran
adalah meninggalkan
shalat.” [HR. Muslim dari
Jabir bin Abdillah
radhiyallahu‘anhuma]
“Perjanjian antara kami
dengan mereka adalah
shalat, barangsiapa yang
meninggalkannya maka dia
telah kafir.” [HR. Tirmidzi
no. 2621, dishahihkan oleh
Asy-Syaikh Al-Albani dalam
Misykatul Mashabih no.
574]
Berkata seorang Tabi’in
yang mulia, Abdullah bin
Syaqiq rahimahullah:
“Dahulu para Sahabat
Muhammad
shallallahu’alaihi wa sallam
tidak melihat suatu amalan
yang apabila ditinggalkan
merupakan kekufuran,
kecuali shalat.” [HR.
Tirmidzi, no. 2622,
dishahihkan oleh Asy-
Syaikh Al-Albani dalam
Shahihut Targhib, no. 565]
saya brani ngm0ng gt ada dasarnya mas,
gk cuma pake otak bego..

Anonim mengatakan...

buat xg punya blog,
di tunggu p0stingan apa lg xg memperingatkan ldii,,
apa udh khabisan bahan?

Anonim mengatakan...

jika anda mempermasalahkan sholatnya, memang diluar LDII ada orang yang gak pernag sholat semuanya? spt ustat jefry, ustat AA gym, dll
disinih masalahnya takfiry LDII itu brutal(membabi buta), spti yg aq komenterkan sebelum2nya mka dari itu disini aq hanya menasehatkan spti komen2 aq sblumnya...
jujur aq bersaudara kpd smua org2 muslim, urusan dosa ditanggung masing2 tp aq ga mau mengkafirkan saudara semuslim.
~wallahu a'lam~
-----------------------------------
oke lah dlm sholat menurut kelompok kalian demikian, walaupun ada beberapa pendapat oleh para ulama mengenai sholat dan yang bukan sholat itu kafir
namun komen ku yang diatas ini ga dibahas mas? orang diluar LDII yg sholat 5 wktu,
dan jika ada org LDII yg tidak solat sekali saja apa dy kafir?
NB: komentari komen ku, apa maksud dari komen ku bukan membalas komenku namun masih ada perbedaan pendapat dikalangan ulama(ttg sholat kafir/bukan kafir).
wajar org ldii bilang bego k aq,, hehee, murtad k muslim selain LDII
disini pembaca dapat melihat sendiri lah... jgn begitu mas aq hanya menasehatkan tuh tulisan di paling atas komentar kaum LDII demikian pula..

Anonim mengatakan...

Saya beri pengertian lagi yaaa LDII merupakan Ormas (organiarasasi masyrakat) bukan berarti orang non LDII adalah orang non islam. selama dia menetapi QURAN & AL HADIST itu merupakan orang yang islam jadi sekali laggi LDII merupakan ORMAS bukan merupakan aliran baru di islam

Anonim mengatakan...

perlu d ktahui tntg org xg mningglkan sh0lat itu kafir dan tdk kafir,
dan xg saya (pribadi) mksud org kfir xg mnggalkan sh0lat ialah 0rg xg hanya mgaku islam tp pngmalanxa jauh d luar islam, bahkan hampir tdk pernah mngmalkan islamnya (sholat, cz sh0lat tiangnya agama), dlm islam ada qu'ran hadist, tp hanya mdengar nmanya,
sdang prtanyaan sampean
(dan jika ada org LDII yg
tidak solat sekali saja apa
dy kafir?) prtanyaan ini tdk cocok jka hanya untk org ldii, dan jwban saya TIDAK karna sya ykin wl0pun dy bkan warga ldii ,
trus mngpa bnyak xg blang ldii itu agama baru? Ldii hanyalah ormas, kbtulan wadah org islam xg scara furu'iyah pngmalanya,

murtad umumnxa ialah keluar dr agma islam, sdang d ldii org xg kluar dr ldii d anggap murtad tp mksdx ya kluar/murtad dr ldii, bukan kluar dr agama islam,, hanya saja bnyak 0rg xg mbesar besarkan tntg murtad ini,,

Anonim mengatakan...

dari dua koment yang diatas saya turut senang jika dengan jujur tanpa bitonah LDII demikian tapi jika tidak jujur Alloh swt yg tau n smua akan ada konsekuensinya dari Alloh swt..
tp mas saya jg pernah ngaji di LDII, dan saya merasakan di dlm nya... dan juga banyak kasus di masyarakat org2 yg kluar dri LDII dicap murtad dan diceraikan (bahkan ada yg masih hangat kasus percerainnya),,,
coba deh mas cermati makna teks nasehat yang sering dibacakan setiap pngajian, coba di paste di sini,, berani ga? biar masyarakat umum tau... apa nggk masyarakat umum sakit hati dg nasehat kalian(LDII).
ko islam udah ada dari dlu tp kalian mengklaim satu2nya jamaah yg di terima(mengacu pada hadits 73 gol, 1 gol selamat)
ok lah aq keritisin disini tanpa dalil namun pake logika logis yaitu: jama'ah kalian baru ada, namun mengklaim satu2nya jama'ah(jalan tunggal) loh trus sebelum ada jama'ah kalian itu gmn?
(kalian jgn mengacu pada wilayah indo, namun disini mengacu pada seluruh dunia) karena kalian mengklaim satu2nya jama'ah(LDII) yg selamat...
~cukup terimakasih~
~sekali lg hanya mennasehatkan~
~wallahu a'lam~

Anonim mengatakan...

saya pribadi merasa bngga brada dlam jamaah ldii,dan smga Allah swt ttap mnjga sy agar dlm jmaah ldii (amin)
kenapa?
Saya dri kcil sdah brada dlm ldii, stlah besar n ngrti agama, saya coba ngji d sana sini (nu.mhmdyah.tableg.salaf.dll) trxta tdk ada xg c0c0k, dlm ldii ada nshat satu2x jmaah spy ttap mentapi mmerlukan dan mpersngguh qu'ran hdist scara jamaah, xg sy prhtikan ialah kata2 jamaah , apa itu ?
Dlm agma Ada 2 hal
1. Mengngkat imam utk d ma'mumi dlm sh0lat, utk mper0leh phla 27 drjt.
2. Mngngkat imam/amir utk d taati, utk mpr0leh kehalalan tinggal d atas bumi, dalilnya: (tdklah halal bagi 3 org xg brsama2 brda d atas bumi, kcuali mereka harus mngangkat slah 1 dr mreka mjadi amir atas mreka) hr. Imam ahmad bin hambal
''brang siapa mghendaki masuk ktengah2 s0rga maka hendaklah ia mnetapi jamaah'' hr.tirmidzi 3:315
''brang siapa xg mati tanpa ber imam maka matilah ia dlm keadaan jahiliyah'' hr.imam imam ahmad bin hambal,

kata2 jahiliyah biasa dgunakan utk org kafir.

''brg siapa xg brbaiat pd imam lalu mberikan pada imam, jbatan tangannya dan buah hatinxa, maka taatilah imam itu semampunya'' hr.abu daud,
''brg siapa xg mati tdk ada bai'at d lehernya maka matinya mati jahiliyah''hr.muslim,

dan ptanyaanya apkah sampean sudah punya imam?
Apa imam anda pak sby?
Apa anda sudah berbai'at pada pk sby dgn mberikan jbatan tgan anda ato scara tertulis/surat? Sya rasa anda hanya mncoblos gmbarnya pd pemilu,
Apa pak sby pernah menasehati makmum/rukyahnya tentg bgaimana cara mnghindarkan kita dr neraka?


Jawab dulu pertanyaan saya !

Anonim mengatakan...

Skrg kembali ke arti Jama'ah dulu; salah satu pengertiannya adalah sebagaimana sabda rosululloh SAW "Jama'ah adalah apa yg aku perbuat (Rosul SAW) dan yang diperbuat oleh sahabatku"
Terus ada atsar dari Umar RA "La islama illa bil jama'ah, wala jama'ata illa bil imaroh, wala imarota illa bit to'ah".
Dan dilihat dari banyaknya tulisan para ulama terdahulu dan sekarang, banyak yang menggandengkan masalah "jama'ah wal imamah".
Terus juga perlu diperhatikan ijma' jumhur ulama terdahulu tentang luzumil jama'ah.
Terus dilihat sejarah islam, sejak nabi Muhammad SAW diangkat menjadi nabi dan rosul sampai masa-2 khulafaur rosyidin (yg jelas-2 masa-2 sahabat), klu mengacu pada arti jama'ah sesuai dg sabda rosul SAW.
Nah, di LDII ada "jama'ah" dan ada "imamah" (bukan yg ketua umumnya) dan ini adalah realitasnya.
Skrg tinggal dicek, apakah "luzumil jama'ahnya" sudah sesuai dg dalil, atsar, ijma', realitasnya.
Ada bbrp kelemahan di buku "muhtasor jama'ah wal imamah" yg mjd pegangan orang LDII terkait luzumil jama'ah:
1. Menyetujui bahwa luzumil jama'ah adalah ijma', ttp pd saat ada syarat-2 di dalam ijma' diabaikan begitu saja (Skrg dlm ijma' itu menyelisi dalil atau tidak dg syarat-2 itu, klu iya berarti boleh diabaikan mengenai syarat"

Anonim mengatakan...

Lanjutan Atas:
2. Menganggap sama / mengqiyaskan pengangkatan Abu Bakar RA sbg khalifah dg pengangkatan H. Nurhasan, dg asumsi bait khusus dan umumnya menyerupai; (a) padahal jarak waktu antara baiat khusus dan umum pada masa Abu Bakar RA waktunya pendek (sdg baiat khusus dan umumnya H. Nurhasan sekitar 20 tahun), (b) orang-2 yg terlibat pada baiat Abu Bakar RA adalah dari kalangan tokoh-2 Muhajirin dan Anshor (sdg pada baiat H. Nurhasan yg membaiat adalah pengikutnya/muridnya), (c) kualitas Abu Bakar RA tentu tidak bisa disandingkan dengan kualitas H. Nurhasan, karena kualitas Abu Bakar RA didukung oleh dali-2 yg kuat (sdg kualitas H. Nurhasan hanya diakui oleh para pengingkut/muridnya saja dan tidak ada bukti bahwa kualitas H. Nurhasan diakui oleh para gurunya atau teman-2 seangkatannya, yg biasa mereka memuji di dalam kitab-2 tulisannya), (d) penuturan suatu cerita hanya dengan menyebutkan "menurut ulama (ulama LDII) yg sepuh", yg mana tentu hal ini tidak akan dishohihkan dalam segi periwayatan, (e) pengambilan nukilan yg tidak/kurang adil (diambil sebagian, dibuang sebagian) yg hanya bertujuan untuk memperkuat argumentasi golongan sendiri.

Anonim mengatakan...

Lanjutan atas akhir:
Tetapi realitas pertumbuhan jama'ah yg ada di LDII juga nyata adanya, terlepas dari adanya kekurangan-2, termasuk terkait dengan pemahaman "jama'ah wal imamah"nya.
Soal bithonah atau tidak, suatu saat jg akan keluar dengan sendirinya.
Soal benar salahnya, suatu saat jg akan keluar dengan sendirinya.
Yang di luar LDII supaya beramar ma'ruf nahi munkar dengan cara-2 yang benar dan tepat sesuai dengan cara-2 dakwahnya rosululloh SAW dan para sahabat, yang di dalam LDII supaya juga bisa "lebih adil" apabila menyikapi hal-2 yang disampaikan dari luar LDII.
Walhasil, semoga orang-2 yg keluar nasehat-2 di dalam blog ini (baik dari "LUAR LDII" dan "YANG DI LDII") hanya membawa niat "lillah karena Alloh" untuk KEBENARAN untuk memurnikan AGAMA ISLAM, BENAR-2 sesuai QUR'AN dan HADIST, sebagaimana YANG DIPERBUAT OLEH ROSULULLOH SAW DAN DIPERBUAT OLEH SAHABAT ROSULULLOH SAW.
Wassalamu alaikum Wr. Wb.

Anonim mengatakan...

alhamdulillah smpean sudah pham tntg jamaah,
trus mgpa prtanyaan saya blum anda jwab,
ya udh l0 gt prtanyaan xg pertama saja xg sya ambil,
apkah
sampean sudah punya
imam? Siapa? Dimana?

Tntang apa,siapa,bagaimana umaro' saya, ya trserah smpean mau mnilai bgaimana,
cz slma tdk mngajak pda maksiat sya tetap brusaha toat pdanya semampu saya, mskipun dia asalnya se0rang budak,
t0h nyatanya xg d ajarkan tetap berdasar qur'an hadist,,

Anonim mengatakan...

dari 3 koment di atas anda bukan jawaban dari saya, namun cukup membantu buat saudara2 seislam disini.

dari awal komen ku yang menghawatirkan tentang jama'ah anda yaitu takfirinya yg salah target tidak seperti dizaman rosulullah,,

jika aq mau membahas keimaman anda yg anda pertanyakan aq banyak memiliki argument ttg itu(masalah kekuasaan, wilayah, hukum yg kalian(imaroh LDII) buat (sudah islam kaffah belum?), dll)
kesimpulannya: bedakan antara zaman Rosul yg beberapa dari masyarakatnya belum mengucap syahadat dan di zaman LDII yg dimasyarakat sebelum adanya LDII sudah mengucapkan syahadat..
jika anda mengatakan "alhamdulilah saya dari kecil sudah LDII" maka saya jg akan mengatakan "alhamdulilah saya dari kecil sudah islam"
~hidup islam~
~terimakasih buat yg 3 koment diatas salam ukuwah islamiyah buat semuanya~

Anonim mengatakan...

Jawaban_1:
Utk bapak yg bertanya imammu siapa? ada dimana?
Dlm situasi yg ada skrg kita tdk menafikkan bahwa klu kita bilang imam itu "presiden SBY", tentu jg akan menyelisihi ijma', klu jg dibilang imam yg ada di LDII (jama'ah)itu imama dlm arti imamnya jamiatul muslimin juga akan menyelisihi ijma'.
Yang pasti Presiden SBY adalah secara kenyataan adalah "penguasa" di dauroh yg bernama Republik Indonesia (tetapi Indonesia bukalah dauroh islam dan ini jg kenyataan), sebagaimana raja Najsyi yg kristen yg juga sebagai penguasa pada saat rombongan hijrah pertama.
Tentang "baiat" dimaksud adalah baiatnya "jama'atull muslimin", sbgmna yg sama di pahami oleh imam Ahmad bin Hambal.

Anonim mengatakan...

Jawaban_2:
Bgmn dg banyaknya baiat-2 yg ada di dunia skrg ini?
Siapa sih yg menyetujui bahwa baiat-2 itu batasan negara?
Dlm satu wilayah jg masing-2 mengklaim baiatnya yang lebih awal, tanpa dapat dibuktikan secara umum (maksudnya ya baiatnya diyakini yg paling awal).
Semua hal di atas bersandar pada pendapat ulama yg mana pendapat tsb bersandar pada dalil, sejarah, dan realitas yg ada.
Terus legalkah jama'ah-2 yg banyak itu dg masing-2 baitnya (thoriqoh-2 membaiat syechnya msg-2, LDII juga demikian, dll)?
Mereka legal dengan syarat "TIDAK TA'ASHUB", "TIDAK MENGEPOLKAN PADA MANHAJ/MAZHABNYA SENDIRI","MEMBENCI SIAPUN YG DIBENCI IMAMNYA", "MEMUSUHI SIAPAPUN YG DIMUSUHI IMAMNYA", dan hal-hal sejenis tidak dengan menyandarkan pada dalil, hanya berdasarkan pada hawa nafsunya saja (yg demi golongannyalah, atau hal-hal sejenisnya).

Anonim mengatakan...

Jawaban_3:
Nah dari penjelasan di atas, semoga mas penanya di atas bisa memahami benar kenapa banyak perbedaan pendekatan hal di dalam "jama'ah wal imamah", bukan keyakinan bahwa "berjama'ah" itu tidak penting/tidak wajib", tetapi terkait dengan bagaimana "luzumil jama'ahnya" sesuai dengan dalil dan ijma' atau tidak, kalau yg meyakini bahwa jama'ah itu tdk penting/tidak wajib itu sudah perkara lain, itu jelas-2 menyelisihi dalil.
Buat mas yg satunya soal takfiri, setahu saya di dalam LDII sudah dilakukan koreksi (ruju') terkait dengan "pengkafiran" ini, kalau masih beredar org-2 takfiri di LDII, nah ini kewajiban mas yg bertanya imammu siapa dan dimana dalam memahamkan jama'ahnya utk tidak mudah menghukumi "kafir" terhadap jama'ah di luar jama'ahnya.
Klu yg udah syahadat, tetapi dengan sadar dan sengaja dan yakin di dalam meninggalkan sholat, zakat, puasa wajib ya jangan dibelain hanya sekedar dosa besar dong...ya itu jelas-2 kufur. Karena batas-2 kekufuran yg jelas adalah meninggalkan sholat.
Wassalamu alaikum Wr. Wb.

Anonim mengatakan...

terima kasih atas jwabannya..

Pada kenyataanxa, skarang sdah terdpat bnyak imam-imam dan msalah bai'at,dan bgmana cara ijtihad mereka pd jmaahnya,
dan pasti mereka jg akan meyakini bahwa ke imaman mreka xg plg awal, sprti halnya sya jg akan bgitu,
yg saya sesalkan mgapa bl0g ini selalu mnjelek2an ldii, mgapa tdk berfikir p0sitif untk mgjak umat islam mmahami tntang apa itu jamaah dlm bragama, dan nantinya biarlah mreka memilih siapa jamaah xg mreka anggap pas/ccok dg hati nuraninya, krna ktika 0rg tsbt sdh masuk pd jmaah xg mreka plih, pzti dia akan slalu mganggap bnar jmaahnya, dan mganggap jmaah xg lain tdk benar, eyel eyelan,
''jamaahmu slah, sg bener ngene'' akirna apa? Geger tdk jd mntapi jmaahnya, biarlah Allah kelak xg menentukan msalah benar atau tdknya suatu jmaah,
wallahu a'lam,

Anonim mengatakan...

Ya mas, saya setuju dengan mas.
Masukan saya yg penting mas nya tidak berta'ashub, dan bisa lebih adill di dalam melihat pemaparan dalil, sejarah dan sandaran-2 kitab dari ulama-2 terdahulu (otomatis yg selaras dengan dalil, yg menyelisihi tentu tidak kita ikut/pakai, termasuk yg ada di dalam LDII).
Saya jg nasehat pada pemilik blog ini jg harus mampu beramar ma'ruf nahi munkar dengan cara-2 yg selaras dengan dalil, bermuamallah yang baik.
Untuk LDII semoga dapat terbuka kedalam dan keluar dengan tanpa ada yang disembunyi-2 kan, yang mana hal yg disembunyikan itu untuk saat ini lebih memberikan mudharat daripada manfaat, kasihan para pengurus organisasinya, seperti mengerjakan pekerjaan "mission impossible".
Nutupin barang yang sudah dieler-2 kan nggak gampang, klu lebh terbuka insyaAlloh malah nggak jadi masalah untuk semuannya.
Kan skrg masalah baiat, jama'ah, imamah sudah umum diketahui, apalagi bagi kalangan yang berilmu.
Wassalamu alaikum Wr. Wb.

Anonim mengatakan...

amin..
Alhamd. Jaza kallohu khoiro
atas masukannya..
Smga bermanfaat bg saudara2 xg lain..

Anonim mengatakan...

LDII disuru terbuka ga berani, disuru debat/diskusi dikalangan umum ga berani,,
buat mas yg berterimakasih diatas ditunggu apa aplikasinya setelah bilang terimakasih masukannya...
ditunggu ya...
fakta sampai skg ini org LDII ga mau nikah ama non LDII(bentuk takfir)
ada yg kluar dari LDII maka diceraikan, di cap murtad(bentuk takfir)
diharap berani terbuka dalam berdakwah masuk di televisi nasional
~terimakasih~

Anonim mengatakan...

Mas yg nuntut keterbukaan supaya jg bisa bersabar...InsyaAlloh, kalau bukan mereka atau kita yang membukanya, maka Alloh SWT yang akan membukanya.
Tetap sama-sama nasehat dan mengingatkan, kalau pake kekuatan (mudah-2an nggak), bisa terjadi pertumpahan darah yang tidak diinginkan oleh semua pihak.
Perlu diingatkan, sejak terjadinya fitnah-2 di dalam kalangan jama'atul muslimin, sudah berapa juta nyawa harus dikorbankan oleh orang islam yang dikarenakan masalah "jama'ah wal imamah" ini.
Semua kita berdo'a semoga jama'atul muslimin sebagaimana khalifatun nubuwah dapat segera terbentuk dengan idzin Alloh SWT, tidak hanya terbatas pada jama'ah minal muslimin, atau jama'atul muslimin dalam lingkup negara, tetapi kekhalifahan yang dapat menaungi seluruh umat islam sedunia.
Wassalamu alaikum Wr. Wb.

Anonim mengatakan...

LDII disuru terbuka ga
berani, disuru debat/diskusi
dikalangan umum ga
berani,,
--------
maaf mas sudah dari dulu ldii terbuka untk siapa sja xg mau , hanya saja bnyak 0rg yg sprti anda, xg bisanya hanya teriak2 lewat dunia maya, klau smpean mau liat bgmana ktrbukaan ldii, m0ngg0 sampean datangi warga/pengurus ldii ditmpat trdekat di k0ta anda..

Masalah debat ? Kebnyakan
Ldii tdk mnanggapi debat, karna bnyak mudl0r0tnya drpd manfaatnya, dan
debat masalah agama juga tdk akan ada habisnya, walaupun pake dalil dr qur'an hadist,
perlu sampean ktahui
,
satu ayat dr al qur'an atau hadist, akan slalu trhubung dgn ayat2 lainnya , bahkan satu ayat trsbut bisa mencakup semua isi dri al qur'an maupun hadist,

sbg c0nt0h smpean lihat k0men2 d atas, be2rapa ayat xg d tulis baik dr xg ldii sama xg n0n ldii, smua ayat trbt brasal dr qur'an hadist..
Hasilnya gmana? Tetap ga temukan apa xg d inginkan,, krna apa ? Karna Xg dpkai dr dasar xg benar smua yaitu qur'an hadist, xg tlah dijamin kbnaranya 0leh Allah swt.

jd pcuma kita debat tntang agama,,

dan sya mnulis k0men2 d atas atas keinginan sya sndiri, karna saya hanya ingin tau sbrapa besar kmampuan sya...

Anonim mengatakan...

Ad-dien memang bukan untuk diperdebatkan, tetapi setelah millah ini terpecah perdebatan itu suatu yg tidak terhindarkan. Perdebatan dalam rangka mencapai derajat kebenaran sesuai dengan Al-Qur'an dan Hadist.
Tetapi tentunya dengan cara muamallah yg baik dan benar, spt: risalah ya dicounter dg risalah, kitab dicounter dg kitab, yg endingnya biarlah umat yg memutuskan. Yg ptg cara mencela dan memuji ikutilah cara-2 ulama terdahulu yg sangat menjaga cara bermuamallah yg baik dan benar.
Jadi, masnya jangan menafikkan perdebatan dalam arti yang positif, bukan yg bertujuan memecah belah umat, tetapi mencari dan memantabkan kebenaran sesuai dengan Al-Qur'an dan Al-Hadist.
Karena setiap pertentangan haruslah dikembalikan kepada Al-Qur'an dan Al-Hadist.
Meski sama-2 berhujah dengan Al-Qur'an dan Hadist yg sama, akan kelihatan mana yang memiliki kebenaran lebih banyak dibanding satunya...dari cara pengertian, tafsir, mengkorelasikan satu nash dg nash yg lain, sejarah, dan lain-2.
Jadi jangan ambigu lebih dahulu terhadap perdebatan, kalau nggak tentu nggak ada solusi dari nash yg berbunyi "kalau terdapat pertentangan, kembalikan kepada Kitabillah wa sunnati nabihi".
Wassalamu alaikum Wr. Wb.

Anonim mengatakan...

menurut sya tetap percuma kalau brdebat dg suatu paham yg telah di yakini sese0rang, sebab membel0kkan kprcayaan sese0rang tdaklah mudah,
'' cnt0h: si A dari smarang ingin prgi kejakarta, sdangkan si A sudah benar2 tau betul mana jalan kejakarta, tiba2 si B datang membujuk untk lwat bandung dlu bru ke jakarta, jelaslah si A men0lak, mskipun si B mberi tahu kalau dr smrang lgsung k jkrta nanti ada p0lisi operasi lalin., karna si A mngtahui jalan mana yg bsa mghindarkan dr p0lisi, mka si A pun tetap lwat smrang lgsung jakarta, tanpa harus mampir k bandung''

sdkit gmbaran tentang kuatnya suatu kepahaman/kprcyaan sse0rang,

Anonim mengatakan...

siapa sih yag mau debat yg negatif,,, inti nya agar umat paham agama... jika perlu disaksikan oleh ulama haromain,,, yang tau dalil tak berpihak...
berani ga? :)
apa nada ku marah2 di atas?
klo nanggapnya marah2 ya maaf...
bawa ulama haromain...
jika emg benar hujah LDII inysa Alloh seluruh jama'ah di indonesia khususnya akan berbai'at kpd kalian (LDII)
~terimakasih~

Anonim mengatakan...

siapa sih yag mau debat yg
negatif,,, inti nya agar umat
paham agama... jika perlu
disaksikan oleh ulama
haromain,,, yang tau dalil
tak berpihak...
berani ga? :)
apa nada ku marah2 di
atas?
----
(berteriak2 di dunia maya) maksud saya hanya sebatas tulisan d dunia maya.. Bukan menuduh mas marah2

Lucu.. Tulisan smpean selalu menantang (kayak org yg sudah wuzz...z..), sdangkan yg d tantang tdk pernah merasa tertantang, zaa... mungkin karena semua itu hanya d dunia maya, bukan realita,

Anonim mengatakan...

Ya mas, saya setuju dengan
mas.
Masukan saya yg penting
mas nya tidak berta'ashub,
------
kal0 b0leh tau yg nulis k0ment ini umurnya brapa za.. K0k jd pnasaran,

dari saya yg nulis
siapa imam n dimana.

Anonim mengatakan...

Nama saya Agus Setyobudi, umur 41 tahun. No Hp saya: 021-33006601. Nggak ada yg perlu sy tutup-2 mengenai saya.

Anonim mengatakan...

mkasih mas., umur saya 22thun, email saya mbah_men@?????.com

trus trang saya snang mbca k0men smpean, wlaupun sbgian hti kcil sya ttp tdk mnrimanya,
tp bhsa pnlisanya enak n mudag d pahami,
mnurut sy smpean pntas jd se0rg pmimpin, krna bs brlaku adil,sabar dlm suatu hal...

Anonim mengatakan...

umur saya 24 tahun,
email saya pembela_haq@yahoo.com
~salam ukuwah buat semua~

Anonim mengatakan...

MAS2 JAMAN NGENE KOK NGAJAK DEBAT AGAMA....ITU HAHIL YG MUSTAHIIL...NGABISIN WKT AJE..
COBA ENTE AJAK TUH TOKOH MUHAMADYAH AND NU SURUH DEBAT AWAL DAN AKHIR ROMADHON ...SAMPAI MATII PUN NGGAK AKAN NYAMBUNG...BUNG...
HAKEKATNYA BASIC MSING2 SUSAH DISATUKAN...
APALAGI ORMAS2 ISLAM LAINNYA...
YOO WIS AMAL KAN AJA YG ENTE2 TAU.... GITU AJA DIPRDEBATKAN...AAMALKAN SAJAA....!!!

Anonim mengatakan...

semoga warga LDII paham dengan komentar2ku diatas,,,
percuma aq ulang2,,, hanya dibiaskan saja... aku hanya ingin kalian berfikir logis saja (ga usah aku sebutin lg, tinggal lihat saja diatas)

Anonim mengatakan...

Yang mbah_men@?????.com, itu kan bisa "yahoo", "gmail", atau yg lain. Sy juga punya email add: mgm@liba.co.id
- Yang masnya mau beramal...monggo, karena memang yg dihisab sebab pengamalannya.
- Yang mau saling menasehati...monggo juga.
- Yang mau berdebat dan mendebat...monggo.
Yang penting niatnya adalah mendapatkan kebenaran dengan berhujjah hanya kepada Al-Qur'an dan Al-Hadist, dalam rangka menguatkan persatuan islam, tidak untuk berpecah-belah, beraqidah ahlusunnah wal jama'ah, bertauhid (rububiyah, uluhiyah, dan asma wa sifat), menjalankan syariat islam, berjama'ah (dan tidak berfirqoh-firqoh-tapi lihat firqotun najiyah utk masa skrang).
Perlu diingat, bahwa seandainya kita berada di masa khoir utk akhir zaman skrg ini, akan diselimuti dukhon.
Perlu diketahui, utk berjama'ah saat ini bisa diraih dari jalan dakwah dengan pembentukan harokoh/tarbiyah/kombinasi (jama'ah anshoruh sunnah muhammadiyah, dll), ada dengan pedang utk terbentuknya dauroh (pada saat pembentukan Arab Saudi-itupun ada 3 masa sampai tercipta kestabilan sampai skrg ini), dll.
Semoga kita semua dapat selalu menetapi islam dengan berjama'ah.
Wassalamu alaikum Wr. Wb.
Dari Agus Setyobudi

Anonim mengatakan...

@Nama saya Agus Setyobudi, umur 41 tahun. No Hp saya: 021-33006601. Nggak ada yg perlu sy tutup-2 mengenai saya.
------------------kami mengajak anda untuk bergabung dan berdiskusi disini:
http://www.facebook.com/groups/hijrah354/

insya Allah diskusinya ilmiyah

Anonim mengatakan...

Ada hadist yg pernah saya baca bahwa dijaman akhir agama akan dijadikan perdebatan saja,dulu aja islam sdh ada perbedaan ( adanya 4 mahzab)padahal dekat dgn jaman Rosulullah SAW,bgmna skrg?untuk yg LDII jgn tolol2kan & dan sesat2kan orang lain donk,n yang punya blog katanya kita bebas memilih mau Islam kristen ato yang lain ttp knp anda menjustice LDII spt itu ,hak mereka mau ikut LDII,NU,MUH itu keyakinan mereka ,atau anda punya dendam pribadi dgn LDII,aliran sempalan banyak dinegeri ini....biarlah mereka memilih keyakinannya sendiri..klo kita menganggap yang kita anut lebih benar share saja biarkan orang yng memilih atau menilai..ttp jgn ..menggiring org dng keyakinan kita..peace..
Islam rohmatanlilalamin..
dr orang awam....

Anonim mengatakan...

terus bagaimana dengan ijtihad

- Bebas memilih keyaqinan dan boleh memilih dr 5 agama yg diakui (Islam,Kristen,Protestan,Hindu,Budha)

- Pemerintah/amir berhaq menentukan suku bunga Bank tiap tahunnya (Menghalalkan riba)

- Untuk menentukan suatu hukum harus mendasarkan pada UUD 45&Pancasila (toghut)

- Pajak Bumi & Bangunan

- Pajak Penghasilan

- PPN

- Bagi yg melanggar lalu lintas supaya dikafarohi dg membayar denda 50 - 100 rb.

Jawab dengan ilmiah ,,,,,
Tp ingat jgn pakai setandar GANDA,kl untuk imamu apapun ijtihadnya TERMAAFKAN dg alasan hanya karena punya wilayah,,

Kl untuk kami semua serba salah wlpn sdh Sepenuh Kemampuan untuk berijtihad.

Monggoh????

Anonim mengatakan...

Kok Mangkin mempelajari Agama ...ehh malah tambah bingung sendiri..mana yg benar ya...ulama satu dg ulama lainnya saling mnyalahkan..ustad satu dg yg lainnya gontok2an ...ya kalu gitu mah , mending jadi orang awam...cukup tau rukun iman dan diamalkan ...TENTRAM TDK BINGUNGNG,

Anonim mengatakan...

indoktrinasi yang sudah mengkristalisasi...memang sulit untuk di rubahnya.wallohu alam, mengenain kebenaran dari doktrin2 tsbt, apa benar atau salah.
Untuk bapak Agus saya salut akan pengetahuan ttg LDII nya..untuk yang mencounternya, saya salut anda LDII banget...
mungkin analogi saya sbb:
sebagai seorang muslim/non LDII coba anda persepsikan mengenai gol Ahmadiah/NII & sebagai seorang jamaah/ldii coba anda persepsikan mengenai Ahmadiah/NII.ajaran..dll nya
LDII & Non LDII akan menganggap Ahmadiah itu sesat.dengan bukti2 yg mungkin semua disni sudah pada tau.
Tapi orang Ahmadiah dengan mati2 an membela bahwa ajaran mereka benar.
Mungkin dari sisi ini kita dapat saling berbagi persepsi tanpa harus berdebat.

Anonim mengatakan...

jangan salahkan LDII...salah kan negara ini, dimana pejabat2 nya sibuk memperkaya diri sendiri.tanpa memperhatikan rakyatnya.
Seandainya negara ini becus mengelola negara.tidak mungkin aliran2 sempalan menjamur dan berkembang sprti skrg ini.
kan yang dicaplok mubaligh2 ketika ber MLM ria kan orang2 yang agamanya dangkal [menurut saya/realita yang saya jumpai] walaupun ada yang ilmu agamanya cukup di cuci pake bayclin sedikit juga putih.
Bayclin aroma Ke Amiran,
Bayclin Aroma wudhunya belum bener.
Bayclin Aroma sholatnya ga sesuai sunah &
Bayclin aroma-aroma yang lainnya yang mungkin tidak terpahami. sehingga serasa paling bersih diri kita ketika mengiikutinya.

Anonim mengatakan...

ini pengalaman pribadi saya...
awalnya diajarkan wudhu yang baik+hadis2..terasa afdol wudhu saya ketika sholat..diajarkan cara sholat dengan hadist2 nya terasa mantap sholat saya.yuuu berpuasa dengan jangan lupa itikafan 10 malam terkahir. hadisnya bla.bla.bla2. mantap bener neh keimanan.ampe2 puasa sunah nya lengkap bener. AJKH atas ilmu yang diberikannya..di luar jg ada cuman ga sedetil disana atau saya pas nemunya disini...
Mulai neh ikut pengajian khusus Medium level LDII. eh lupa baiat dulu.saya kira syahadat...tapi bukan, malah pake tanda tangan segala..kaya surat perjanjian...terserah lah yang penting amalan gw sempurna.toh Baik2 pula orang2 didalemnya.
Lanjut ke Pengajian Medium level
isnya sedikit aga frontal; islam di luar itu banyak bidah nya..islam di luar tidak sah tidak ada imam..solat mereka tidak diterima...DLL + Ayat + hadist2 nya, mulai deh ngomongin yang aneh2 ama muslim yang ga ikut pengajian" ya saya hanya berpikir ini persuasi komunikasi kelompok biar laku pembicaranya..tak terasa perkataan itu selalu di ucapkan pada setiap pengajian..gile kompak neh pembicara. Ngomongin orang nya lengkep ama ayat2 Qur'an + hadist nya " Afdol ga"gimana ga keder tuh denger nya,,....
kepanjangan klo di bahas disini ayat yg dipake buat jelek2 in dunia di luar sana, cari sendiri aja di Mr google. mirip semua..ga tau knapa tuh bisa bocor..sakit hati mungkin ga di kasih jatah harim lebih dari 2 ato harimmnya di embat imam atasannya..
Ya intinya baik di awal kurang baik di akhir...sistem kehidupan yang diterapkan baik... Hubungan ke atas No 1 Hubungan ke samping kanan bagus ke samping kiri jelek.
Harap Maklum ilmu dangkal ga lengkap ama penjelasan hadist ato ayat2..ya si saya mah skrg ngamalin Rukun Islam ama Rukun Iman aja..sholat bebas dimana saja..dengerin ceramah bebas disiapa saja Free as a Bird lah...hub ke atas dijaga hubungan ke samping dijaga.mao masuk surga apa neraka itu mah urusan yang di atas...
udah tutup aja web nya....gw bilang jg apa jgn baca web2 yang anti LDII ntar terkontaminasi, bisa2 pengajian sepi tuh. ntar mubaligh2 nya pulang kampung..ga ada setoran dong......kaya pastor aja makan duit jama ah nya.....

Anonim mengatakan...

Kok Mangkin mempelajari Agama ...ehh malah tambah bingung sendiri..mana yg benar ya...ulama satu dg ulama lainnya saling mnyalahkan..ustad satu dg yg lainnya gontok2an ...ya kalu gitu mah , mending jadi orang awam...cukup tau rukun iman dan diamalkan ...TENTRAM TDK BINGUNGNG,
------------------------------------
untuk mas nya yg komen spt yg aq paste diatas aq sangat senang dengan komennya, aq setuju dg mas yg komen diatas...
tp mas coba deh ngaji di LDII,,, maka jgn salahkan kita jika mas akan ikut gontok2an juga karena apa?
mereka menganggap islamnya saja yg sah, golongan yg lain gak sah... makanya kita yg sudah tahu jadi gontok2an...
islam itu sudah ada sebelum adanya LDII tp mengapa setelah adanya LDII malah mereka berkata "satu2nya jama'ah yang masuk surga, jalan tunggal"
monggo mas ngaji di LDII maka akan pusing sama kaya saya :)
disitulah permasalahannya
~salam ukuwah islamiyah~
~saya jg org awam maka dari itu saya senang dg komentar anda~

Anonim mengatakan...

Alhamdulillah... saya baru masuk lagi ke blog ini. Bagus sekali. semoga Alloh melindungi sang pembuat blog...
aamiin, ya rob ya dzaljalaliwalikrom

Anonim mengatakan...

terus bagaimana dengan ijtihad

- Bebas memilih keyaqinan dan boleh memilih dr 5 agama yg diakui (Islam,Kristen,Protestan,Hindu,Budha)

- Pemerintah/amir berhaq menentukan suku bunga Bank tiap tahunnya (Menghalalkan riba), DLL
----------------------------------
Utk mas yg di atas:
Hrs disadari / diketahui bhw dauroh yg skrg ini adalah DAUROH KAFIR dari TINJAUAN ISLAM:-, MENGAPA?
1. Berhukum dg PANCASILA, bukan pada AL-QUR'AN & HADIST, shg menilai hukum Alloh lebih jelek, shg menggunakan HUKUM LAIN yang dinilai lbh baik daripada AL-QUR'AN DAN HADIST. (lihat nawaqidul islam).
2. Krn dasarnya PANCASILA, bukan ALQURAN-HADIST, secara otomatis keberadaan organisasi negara, pemerintahan & organisasi pemerintahan (sistem bertata negara, pengadilan, dll) sesuai dg PANCASILA (PERATURAN DI BAWAHNYA), BUKAN MENGACU PADA AL-QUR'AN - HADIST. (lihat model dauroh islam di "al-ahkam as-sulthaniyah).
TETAPI MEREKA ADALAH PENGUASA DI NEGERA YG BERNAMA "NKRI" INI, yg artinya PENGUASA KUFUR, meski presidennya islam, 90% penduduknya muslim, ada bbrp UU/regulasi mengacu pada Al-QUR'AN - HADIST.
Nah, disinilah bagaimana jama'ah-jama'ah islam (jama'ah minal muslimin ini) bermuamallah dengan PENGUASA, SHG BISA MENJAGA TETAP BISA MENJALANKAN SYARI'AT ISLAM DENGAN BAIK TANPA HAMBATAN DARI PENGUASA.
INDONESIA ADALAH NEGERI MUSLIM (sampai saat ini presidennya muslim, umat/penduduknya 90% muslim), TETAPI DAUROHNYA KUFUR, DAN REALITASNYA MEREKA PENGUASA SAH DI NEGERI INI.
NAH bagaimana jama'ah-2 muslimin yg ada di Indonesia ini merealisasikan DAUROH ISLAM? INILAH YG SDG DIUSAHAKAN DAN MENUNGGU QODAR, TANPA DENGAN MENUMPAHKAN DARAH KAUM MUSLIMIN.
BAGAIMANA MAS? APA KIRA-2 SUDAH TERJAWAB?
dari AGUS SETYOBUDI.

Anonim mengatakan...

indoktrinasi yang sudah mengkristalisasi...memang sulit untuk di rubahnya.wallohu alam, mengenain kebenaran dari doktrin2 tsbt, apa benar atau salah.
Untuk bapak Agus saya salut akan pengetahuan ttg LDII nya..untuk yang mencounternya, saya salut anda LDII banget...
mungkin analogi saya sbb: DLL
-------------------------------
Utk mas yg di atas:
Saya mengajak untuk menjaga aqidah kita (bertauhid rububiyah, illahiyat, asma wa sifat), menjalankan syariat islam dengan memurnikannya, menjalankan dg ikhlas karena Alloh, menjauhkan dari bid'ah-2.
PERSEPSI...Utk mengetahui maksud dan tujuan bolehlah kita melihat PERSEPSI untuk mendapatkan suatu jawaban versi per versi (jika kita melihat PERSEPSI dari sisi NIAT, innamal amalu binniyah).
TETAPI HARUS DIINGAT "bahwa kita tidak boleh memberikan jawaban" atas dasar persepsi masing-2 pihak", JADI YANG MENJADI ACUAN ADALAH AL-QUR'AN & AL-HADIST (meski terkadang msg-2 phk bilang telah mengacu pada AlQur'an-Hadist), dengan cara/jalan PARA ULAMA SALAF/TERDAHULU yg TIDAK bertentangan AL-QUR'AN & AL-HADIST.
-----------------------------
Bagi pencari ilmu jgnlah hanya menyandarkan pada pendapat ulama SAJA yg dapat mengakibatkan kebingungan (karena mengikuti pendapat orang), tetapi SANDARKANLAH PADA AL-QUR'AN & AL-HADIST.
JK anda MENGALAMI KEBINGUNGAN, jangan HANYA SEKEDAR MENCARI JAWABAN DARI INTERNET MISALNYA, tetapi temuilah ULAMA/GURU yang dapat memberikan JAWABAN atas KEBINGUNGAN ANDA, insyaAlloh anda akan ditunjukkan jalannya keluar dari KEBINGUNGAN ANDA.
------------------------------
dari AGUS SETYOBUDI
Wassalamu alaikum Wr. Wb.

Anonim mengatakan...

percuma mas k0ment dsni, ud dberi pnjlasan pnjang lebar, ntar msh ada aja yg nyulut api prdebatan. Dbri pnjlasan lg, d nyalakan lg apinya dgn mslah xg sama..
Kyakna yg nyulut suka ma api..

Innaddina indallahil islam,
sesungguhnya agama disisi Allah itu islam

dan islam akan brpecah menjadi 73 g0l. Hanya satu yg msuk surga

wa ma q0laqtul jinna wal insya ila liya'buduun

Allah tdk menciptakan jin dan manusia kcuali untk beribadah,

tdk untk berdebat

Mending jalanin aja ilmu yg tlah kalian dpat..
Sapa tau ntar kalian yg akan msuk surga

lakum dinukum waliaddin
bagimu agamamu, dan bagiku agamaku

dari : mbah_men
wassalamualaikum..

Anonim mengatakan...

Buat mbah_men:
Apapun sampai pol ajal kita, kita tetap nasehat dan terus menerus selalu mengingatkan, meski yang dibicarain yg itu-2 saja dengan sabar dan ikhlas.
Tetapi sekiranya kita pada akhirnya nggak bisa sabar dan ikhlas lagi, saya setuju kita diam, dan kita beramal sholih yang lain daripada menimbulkan kemudhorotan pada diri kita sendiri.
Utk penulis blog, kalau nggak keberatan klu bisa pengisi tulisan menampilkan nama dan hal yg bisa dihubungi utk menunjukkan keotentikan keberadaan pendapat, shg nggak asal nasehat, ttp secara personal nggak bisa dilakukan cross cek, hal ini utk menghindari fitnah dan asal cela-mencela.
Wassalamu alaikum Wr. Wb.
dari Agus Setyobudi - 02133006601.

Anonim mengatakan...

Last but not least.......
masih ingatkah kalian akan peristiwa penyerangan jemaah ahmadiyah di Parung Bogor, Kuningan, terkahir di Banten.....apakah kalian sadar bahwa mereka yang diserang :::
Melakukan pengajian secara eksklusif
Shalat Jumat harus di masjid LDII atau masjid Muhamadiah
Tidak mau berbaur dengan muslim yang lain dalam hal beribadah...
Silakan contoh Ormas lain PER**, Muha*****..yang awalnya juga di kecam oleh mayoritas...tapi mereka dapat berbaur dan terbuka bagi siapa saja yang mao belajar di pengajian atau masjid mereka..
Jangan sampai terjadi Hal2 seperti yang saya sebutkan di awal..... rubah lah cara pandang anda, mulailah berbaur dengan muslim-muslim yang lainnya ..Jangan sampai kalian jadi korban Politik pengalihan isu berikutnya.....

Anonim mengatakan...

lakum dinukum waliaddin
bagimu agamamu, dan bagiku agamaku
----------------------------------
lafaz diatas buat orang muslim kpd org non muslim
bukan buat satu golongan muslim kepada golongan muslim yang lainnya...
anda dari golongan mana sih ko kya gitu? (udah jawab dalam hati saja beberapa dari tmn2 disini jg dah pada tau..)
~wallahu a'lam
~dari pembela_haq~
~renungkan itu semuanya~

Anonim mengatakan...

aku orang jamaah ldii mas..

Biarkanlah mereka (d dunia ini) makan dan bersenang senang, dan d lalaikan oleh angan2 (kos0ng) maka kelak mereka akan mengtahui (akibat perbuatan mreka) al hijr ayat 3..

Ayat ini bisa dpake buat orang islam dan 0rg xg tdk brgama islam mas,
lalu knapa mas ayat lakum dinukum gk bs dpke bwt ssma islam,
atas dasar apa? Mh0n d jelaskan?
- - - - -

wkakaka orang2 pada berebut surga..

Bagaimana za kal0 sy bilang surga itu cuma milik saya sja, kalian smwa dan 7miliar manusia msuk saja ke nraka..

Jwbn
A. 0rgnya lgsg mrah2 mncaci maki sya, bhkan mw bunuh sya.
B. 0rgnya mrah2 tp dlm hati, tRuz mnasehati sya
C. 0rgnya sabar n blang , kal0 bisa msuk ya trserah m0ngg0 smpean masuki sendiri surganya,


Kal0 ldii bilang bgitu, saya kira jwban xg pling tepat adlah yg C.



Mbah_men, w0ng g0bl0k dri ldii

Wassalam

Anonim mengatakan...

sya se7 dg mas Agus,

dr dlu ldii sdah brupaya trbuka dgn msyarakat,
tp klhatan msh blm bs trwujud,
slh satu c0nt0h pnybabnya..
-Wrga/msyarkat tdk/kurng suka mlihat wrga ldii grudak gruduk k msjid, krna pdatnya acra wrg ldii ,biasanya satu minggu hmpir full acranxa, mlai dr acra cberawit,muda-mudi,desa,ibu2 dll,
insyaAllah ms Agus jg tau,
-krna warga ldii sndiri yg trlalu fanatik/ trlalu sbuk dg acranya shgga
hmpir2 tdk sempat menyapa msyrkat

itulah mgp ldii trlhat eklusip, trtutup.

Insya Allah kedepannya ldii akan smakin trbuka shgga bs d trima msyrkt umum, amin

alhamdulillah d tmptku ada 3 klmp0k, muhmdyah,nu,ldii
yg hdup rukun. Tnpa mmandang prbdaan

mbah men,

Anonim mengatakan...

KALBUKU BERGETAR ketika sholat jum'at khatib memanjatkan doa:
“........Allahum-maghfir-li wa li-walidayya wa li-l-mu’minina wa’l-mu’minat wa-l-muslimina wa-l-muslimat al-ahya-i-minkum wa-l-amwat bi rahmatika ya Arham-er-Rahimin.”
setelah lama tidak mendengar doa ini di pengajian2 L.... tp ga tau juga, ga tau saya jarang hadir di pengajiannya Ld....jadi ga pernah denger denger nya hanya jamaatana jamaatana ga ngerti aku artinya
..tolong jelasin dong..trus ada ga dalam Qur'an & Hadist doa2 ke 1 dan ke 2......

Anonim mengatakan...

SEBETULNYA QURQN N HADIST N BERJAMAAH N
BERBAIAT ITU SDH TDK BITONAH LGI
MAS....MASYARAKAT BANYAK YG TAU MUI N
PMRINTAH TAU...TAPI KAN GAK USAH TUH
DIBUKA2 N DIUMUMKAN SGALA...IBARATNYA
MAS PUNYA BADAN TUH DI BADAN ADA ALAT VITAL ITU... TDK SEHARUSNYA DIBUKA N
DISEBUT2 NANTI PORNO ...KHAN...

****************************************
kalau berbaiat kepada imam oleh ldii dianggap sesuatu yang amat penting sampai sampai menjadi syarat sahnya keislaman seseorang, maka tidak bisa dianalogikan bahwa kewajiban berbaiat kepada imam seperti halnya alat vital manusia yang porno yang harus ditutup tutupi, ini harus disampaikan kepada khalayak ramai sebagai fardhu kifayah, apa yang kalian takutkan atau apa yang buat kalian malu wahai orang2 ldii sehingga harus kalian tutup2i? Dimana jargon kalian untuk dadiyo gurune jagad? Lagipula Jumlah kalian kan sangat besar yang kalian klaim sampai 15 juta orang di indonesia saja. betapa kerdil dan pengecut wahai kalian org ldii dalam menutup nutupi kebenaran yang teramat penting meskipun jumlah kalian besar.

Berpikirlah. Berpikirlah. Berpikirlah.

Anonim mengatakan...

saya akan sedikit menyampaikan analisa fakta (dalam kacamata pemahaman jamaah wal imamah oleh ldii)

arab saudi adalah negeri dimana hukum yang berlaku adalah hukum Alloh dan sunnah rosululullah, sehingga negeri arab saudi adalah negeri syariah secara dhohirnya dan tidak diperselisihkan lagi kebenarannya. di arab saudi terdapat beberapa org ldii yang dipimpin oleh imam daerah , tentu saja bithonah karena tidak diketahui oleh pemerintah /raja arab saudi. Maka:
1. org2 ldii harus mencabut baiat kepada bpk. imam abdul azis di kediri dan memberikan baiatnya kepada raja arab saudi sebagai sulton/khalifah/amir di arab saudi.
2. apabila orang2 ldii tidak mencabut baiat kepada imam abdul azis di kediri lantas memberikan baiatnya kepada raja arab saudi maka org2 ldii layaknya orang2 khawarij yang keluar dari jamaah muslimin di arab saudi pantas dihukumi mati jahiliyah, syadza ilannar, laa islama alias kafir, terus imam daerah disana kepalanya harus dipenggal, dan halal harta darah dan kehormatan org2 ldii.

Buat org2 ldii maaf kalo analisa saya terkesan takfir, tapi ini saya pakai kacamata pemahaman ldii lho.

Berpikirlah. Berpikirlah. Berpikirlah.

Anonim mengatakan...

saya prnah dgr dalil yg bunyinya
''tetapilah baiat yg pertama''

dalil ini bs brmaksud 2 pnjelasan
1 mnetapi amir yg prtama ada
2 mnetapi baiatnya 0rg tsbt yg prtama mskipun ada banyak amir d muka bumi

nah kal0 0rg ldii sdah mnetapi baiatnya yg prtama d ind0. ngapain d cbut.. T0h 0rg ldii yg d arab msh bs smbung jamaahnya xg d ind0, kcuali sdah gk smbung ma yg ind0 b0leh saja baiat ma yg d arab s0n0 dgn mncari amir yg prtama ada d s0n0.

Mbah_men

Anonim mengatakan...

KALBUKU BERGETAR ketika
sholat jum'at khatib
memanjatkan doa
- - - -
kalbunya bs bgetar masak gk tau artinya mas,
lw ga tau ya pean blajar dlu tntg bhsa arab Nahwu s0r0f at0 yg laen. Di jamin tau artinya

mbah_men

Anonim mengatakan...

lanjutan analisa fakta saya (menggunakan pemahaman imamah wal jamaah ala ldii)

menurut org ldii sepanjang sudah pernah baiat kepada seorang imam maka sah islamnya halal hidupnya halal ibadahnya, maka seharusnya apabila pemahaman raja/pemerintah/ulama arab saudi sama dengan pemahaman ldii yang diklaim mangkul musnad mutthasil, maka terhadap setiap muslimin yang bukan warga arab saudi :
1. Raja/pemerintah arab saudi akan menanyakan satu persatu orang muslimin yang bukan warga arab saudi siapa imamnya?
2. Kalau dijawab belum punya imam, maka org tersebut wajib berbaiat dulu sama raja arab saudi, kalau tidak maka kafir tidak sah islamnya, tidak halal hidupnya, najis dsb.
3. Kalau dijawab sudah, pasti org tsb di tanya siapa imamnya dimana tinggalnya, kalau bisa menunjukkan wujud keberadaanya ya sah islamnya tanpa harus baiat lg ke raja arab saudi, tapi kalau tidak bisa menunjukkan wujud keberadaanya ya oleh raja arab saudi ya disuruh kembali ke poin 2 di atas lah pastinya.
4. Kalo orang ldii yang ada di arab saudi ditanya sapa imam kamu? Dijawab: sulton aulia abdul azis bin h nurhasan tinggal di kediri indonesia, ya mana tau raja/pemerintah arab saudi, karena imamnya kan bithonah, maka pasti org ldii disuruh baiat ke raja arab saudi lah. Sehingga dalil tetapilah baiat yang pertama dilanggar deh oleh orang ldii.

Gambaran di atas merupakan hal yang seharusnya terjadi apabila ulil amri di saudi arabia punya pemahaman yang sama dgn ldii,
tapi pada kenyataannya hal hal di atas ini tidak terjadi kan? Mana ada pada saat musim haji pemerintah arab saudi tanya surat sambung ke org ldii?? Yang ada tanya paspor haji yang dikeluarkan pemerintah RI lah.
Jadi klaim mangkul musnad mutthasil nya ldii nyambung kemana yaa?! Katanya dulu belajar di darul hadits mekkah?!!
ruwet ya?

Berpikirlah saudaraku

Anonim mengatakan...

pada text daerahan bpk imam maupun lembaran2 dalil2 di ldii sekarang sekarang ini (kira2 setahun belakangan ini) mulai dimunculkan kitab rujukan dimana suatu riwayat hadits di takhrij derajat kedudukan haditsnya, dimana beberapa tahun yang lalu saat saya mulai ngaji di ldii belum ada hal ini (menurut ilmu yang saya dpt di ldii sebelumnya bukannya kitab2 rujukan tsb kitab karangan yang dilarang dibaca2 karena ro'yu? saya bingung juga soal ini) , waktu itu cuma ada perowinya saja tidak ada derajat kedudukan haditsnya, ketika saya tanya apakah beda shohih, hasan shohih, dhoif, maudhu, mutaffaqun alaih, dsb mubalighnya kebingungan jawabnya. Tidak puas dgn jawaban mubaligh dan rasa penasaran terpaksa saya cari keterangan di internet walaupun menurut ilmu yg saya dapat di ldii ini tidak manqul sehingga tidak sah , betapa terkejutnya saya bahwa mengamalkan hadits dhoif saja tidak boleh apalagi yang maudhu karena kena dalil berbohong atas nama rosululloh. Kenapa penyampaian hadits berdasarkan kedudukannya tidak dari dulu sejak jamannya h nurhasan diajarkan di ldii ya? Kalo semua pokoknya manqul, eh kok ternyata ada hadits ya dhoif atau maudhu kita amalkan berarti berbohong atas nama rosululloh dong? Galau saya.

Anonim mengatakan...

bahwa mengamalkan
hadits dhoif saja tidak
boleh apalagi yang
maudhu karena kena dalil
berbohong atas nama
rosululloh.
- - - -
trus saya tanya knapa kal0 para pnulis hadist sdh tau hadistnya dh0if d tulis jg d kitabnya?,

kal0 mslah prwayatan gk d smpekan 0leh H. Nurhasan
sy blum mndengar kbarnya , cz dr dlu sya ngji sudah ada tuh tntg dh0if,hasan,dll

Anonim mengatakan...

buat mas yg koment tepat diatas saya. saya hanya menasehatkan:
iya benar,, maka nya hati2 ama LDII,
jama'ah LDII ada yg bilang udah ruju' tdk mengkafirkan org(tp aq blum tau apakah itu bitonah atw bukan), trus gmn nasib nya org2 LDII yg sudah meninggal yg belum Ruju'(yg berakidah takfiry).. maka dari itu aq hanya menasehatkan kpd jama'ah LDII,,, hati2 sing hati2.
~pembela_haq~

Anonim mengatakan...

lalu knapa mas ayat lakum dinukum gk bs dpke bwt ssma islam,
atas dasar apa? Mh0n d jelaskan?
-----------------------------------
itu surat Al-kafirun kan?
begtu tuh klo org salah memaknai al-Qur'an
itu buat org kafir,, yaitu ucapan nabi muhamad saw kpd org kafir bukan kpd org islam yg menyembah Alloh swt, seperti mas yg komen yg aq paste disini... bukan begitu!!!
apakah jama'ah mas memaknainya org diluar golongan mas itu orang kafir?

Anonim mengatakan...

bukan begitu mas maksudnya

Kalau pada masa Rosululloh memang makna Lakum dinukum waliadin untuk memisahkan antara Islam dengan Non-Islam namun sekian lama berjalannya waktu ternyata makna lakum dinukum waliyadin bersifat universal bukan sekedar untuk Islam dan non islam tetapi juga untuk sesama orang yang mengaku beragama islam mengingat banyaknya aliran-aliran agama yang mengatasnamakan Islam dan memproklamirkan bahwa ajarannya paling benar di jagat raya ini, kalau mau mencermati dari banyak buku dan mendengarkan ceramah dari para kyai atau ustadz bukankah memang salah satu tanda-tanda hari kiamat adalah ketika islam sudah terpecah belah menjadi berbagai aliran dengan ditandai munculnya para pendusta dan nabi palsu namun tetap pada akhirnya yang diakui kebenarannya dan diterima sama Alloh SWT hanya satu dan itu sampai sekarang sama-sama kita tidak mengerti dan mengetahui aliran mana yang benar karena kebenaran hanya milik Alloh. Nah jika mengacu pada peryataan diatas manusia diberikan kebebasan untuk beribadah sesuai keyakinannya tetapi benar atau salah bentuk peribadatan yang telah dilakukan manusia hanya Alloh yang tahu dan bukan kapasitas manusia untuk menentukan benar atau salah sebuah agama, kepercayaan ataupun peribadatan.

bagimu agamamu bagiku agamaku

bagimu agama islam(golonganmu) bagiku agama islam(golonganku)

Anonim mengatakan...

kalbunya bs bgetar masak gk tau artinya mas,
lw ga tau ya pean blajar dlu tntg bhsa arab Nahwu s0r0f at0 yg laen. Di jamin tau artinya
---------------------
To : mas mbah_men
coba mas sebutkan doa yang biasa di baca sesudah pengajian ldii..yang jamaatana, jamaatana...saya merinding mendengarnya jdi ga saya ingat2, mungkin bekas2 petinggi2 ldii tau bagaimana bunyinya...ayo mas_men bcakan biar smuua orang tau..ko ga ada yg brani bcakan.dan jelaskan awalnya dari mana tuh doa jmaatana....

Anonim mengatakan...

bagimu agamamu bagiku agamaku

bagimu agama islam(golonganmu) bagiku agama islam(golonganku)
----------------------------------
buat mas yg aq paste komennya,, aq ga mau ingkar pada ayat al-kafirun..
hahaaha (golongan ku/golonganmu)apa ayat nya demikian kata nabi saw pada waktu itu?
siapa yg buat firqoh? hati2 aja!!!
memaknai ayat untuk firqohnya (hizbynya) saja...
kata kunci: islam itu sudah ada sebelum ada firqoh
namun setelah ada firqoh malah mentidakislamkan org2 yg sudah islam
~dari 'pembela_haq' yg ingin berfikir logis~
~salam ukuwah islamiyah insya Alloh dari pembela tauhid no firqoh~
~cukup, renungkan itu~

Anonim mengatakan...

ngmong sama batu ya prcuma om,
ilmunya dangkal taunya cuma ukuah2 itu aja,

ud om.. Gk usah d tanggepin..
Ada pepatah bilang
BIARLAH ANJING MENGGONGGONG

Anonim mengatakan...

ko ga
ada yg brani bcakan.dan
jelaskan awalnya dari mana
tuh doa jmaatana....
- - -

asal usulnya ya seperti sampean berdoa drumah/mesjid/dll
sperti '' ya Allah saya pengen kaya raya''

trus doa tsbut d jadikan ke bhasa arab, gt aja rep0t ,
emg knpa? Tkut ea?
Ada 0rg brd0a k0k d prmasalahkan

Searsir Beranda mengatakan...

LIDII ADALAH ISLAM BUATAN SENDIRI

TERBITKAN KOMEN SAYA DAN JANGAN DIHAPUS

Anonim mengatakan...

berdoa adalah tanda2 orang yang tidak sombong..ya monggo2 saja mao berdoa minta duit lah minta istri 2 lah bahkan minta suami 2 juga, bebas2 aja, .... saya hanya berharap para jamaah LD** serin2 lah membaca doa..... wa-l-muslimina wa-l-muslimat al-ahya-i-minkum wa-l-amwat bi rahmatika ya Arham-er-Rahimin...biar timbul kepeka an terhadap muslim yang lainnya...

Anonim mengatakan...

Memang betul agama Islam sdh ada sejak jaman dulu, tp yg jadi permasalahan di sini adalah apakah agama islam yg kita tetapi ini sdh sesuai dg Al Qur'an dan Al Hadist
- - -- - - --
coba mas bayngkan bagamana islam bisa diterima di indonesia kalo pas awal2nya tidak melalui pendekatan-pendekatan budaya lokal..bisa2 di usir tuh para penyiar islam terdahulu..bisa2 si mas pun skrg masih beragama hindu/budha/nasrani/kepercayaan lainnya....hargai lah akulturisasi dan asimilasi islam yang terjadi di indonesia. karena itulah anda / atau orang tua anda dapat masuk Ldii..banyak ko ormas2 islam di indonesia yang mengajarkan Al Qur'an dan Al Hadist sesuai aslinya..tapi dengan pendekatan kemasyarakatan yang lebih harmonis....
"mereka tidak bid'ah mereka hanya menjalankan ritual yang telah di tetapkan oleh pendahulunya. mereka tidak sesat, mereka hanya terbelenggu oleh ajaran2 pendahulunya..
Saya akui cara LD11 mengisolasi kelompoknya dengan cara meng takfiry kelompok diluarnya, menciptakan masyrakat madani di kelompoknya, sehingga sulit bagi gol di luarnya untuk menarik mereka dari kelompok tersebut..selain itu warga ld11 lebih intens dalam mengkaji Al Qur'an dan Al Hadist, sampai2 semua2 kitab2 Hadist di kaji..tapi hanya di kaji, pengamalannya tetap mengikuti ajaran2 bpk Imam/ketua/pendahulunya....
bagai seorang penggembala yang dapat menggiring gembalaanya kemanapun ia mau...ko jadi nyasar ke kitab perjanjian lama ya...\/(^_^)\/

Anonim mengatakan...

alhamdulillah, saya waktu di jokam begitu telaten mengumpulkan teks2 hasil daerahan, bahkan teks daerahan yang saya miliki adalah teks daerahan yang khusus buat pengurus, teks2 CAI dari jaman jebot sampai jaman sekarang, semua dokumen2 tentang jokam berhubung saya ini adalah pengurus penting dalam jokam.

alhamdulillah, sekarang udah keluar dari kesesatan jokam, dokumen2 yang saya simpan rapi itu bermanfaat untuk bukti otentik mengungkapkan siapa itu qhj 354 aka LDII AKA jokam.

Dan tinggal menunggu waktu longgar...untuk menscan habis2 an semua dokumen itu ( alhamdulillah saya punya akses ke mesin scan canggih yang tinggal one touch bisa scan 500 halaman dalam hitungan menit) kemudian saya sebar ke MUI, lembaga2 ormas islam, instansi pemerintah, milis2, FB2 jokam, 4shared dll

insya Allah saya punya segudang visi,segudang rencana, segudang strategi,segudang misi untuk membombardir ajaran sesat jokam 354

wait and see...
kepada Allah jualah kami bertawakal
no mercy for khawarij…BInasakan tanpa ampun ajaran mereka, tanpa sisa…ya…tanpa sisa

Anonim mengatakan...

saya ditarik ke FB jokam….hehe blunder besar buat mereka….kesempatan buat saya untuk mengeluarkan semua asset -mematikan saya buat jokam . kesempatan obral info sensitive nih mengenai skandal pusat yang rapi tertutup dan tidak diketahui rukyah
kalau mereka tahu siapa saya…saya adalah orang yang sangat berbahaya untuk jokam…... \/(^_^)\/
FB mereka itu diadmin oleh orang2 tolol yang goblok strategi

mari kita gunakan ketololan mereka demi efisiensi perjuangan kita

Anonim mengatakan...

LDII=Lembaga Lintah Darat Indonesia :))))) *lucuh

Anonim mengatakan...

LDII = Lembaga Lintah darat Islam Indonesia. :))) *lucuh

http://infolppi.blogspot.com/2011/02/ldii-dan-kasus-belasan-triliun-rupiah.html

Anonim mengatakan...

saya ditarik ke FB jokam….hehe blunder besar buat mereka….kesempatan buat saya untuk mengeluarkan semua asset -mematikan saya buat jokam . kesempatan obral info sensitive nih mengenai skandal pusat yang rapi tertutup dan tidak diketahui rukyah
kalau mereka tahu siapa saya…saya adalah orang yang sangat berbahaya untuk jokam…... \/(^_^)\/
FB mereka itu diadmin oleh orang2 tolol yang goblok strategi

mari kita gunakan ketololan mereka demi efisiensi perjuangan kita
===================================

Lihatlah kelakuannya kaya orang munafiq yg bermuka dua??ada orang yg mengaku beriman pada Alloh dan Rosul begini kelakuannya.
Masya Alloh benar2 keterlaluan kalian para KHORIJIN.

Anonim mengatakan...

LDII jagonya klo soal MUKA DUA. :))
udahlah...klo sekarang balik digituin tinggal bercermin aja. Enak gak digituin..? :))

Anonim mengatakan...

Alhamadulillah wa syukurillah to Ldii because:
1. Keluarga saya keluarga Sakinah mwadah warohmah.
2. Anak2 saya jadi anak yg alim, jauh dr pergaulan bebas, perokok n narkoba.
3. Kata org bilang apa2 thdp Ldii yo monnggo, yg penting hasilnya anak n kelrga sy baik2 sy diterima dilingkungan sy tempat kerja sy and soon.
4. Kebenaran hanya Allah SWT yg tau, manusia hanya bisa mencari, tdk bisa memponis si anu sesat si ini betul dll.

Anonim mengatakan...

HAI... YG NGAKU2 MANTAN JOKAM, SILAKAN ANDA KUMPULKAN BUKTI2 BW KE PEMIMPIN NEGARA INI...KERJAAN ANDA SIA AND SIA SAJA...CAPAI AND PUSING SENDIRI...DI NEGARA INI MASIH BANYAK PERSOALAN 2 PENTING LAINNYA...YG LEBIH PENTING DRPD LDII....PEMERINTAH JUGA TAU WARGA LD** WARGA TOAT BILMA'RUF THDP PMRTHAN YG SYAH......Kaciaaan de luuu...

Anonim mengatakan...

alhamadulillah wa syukurillah to Ldii because:
1. Keluarga saya keluarga Sakinah mwadah warohmah.
2. Anak2 saya jadi anak yg alim, jauh dr pergaulan bebas, perokok n narkoba.

>>>>jiah, yang begini mah tanpa harus menjadi member LDII/QHJ 354 juga bisa

Anonim mengatakan...

gudangnya muka 2 itu ya ajaran islam jamaah dengan strategi budiluhur dan bitonahnya...lain dimulut lain dihati..bicara dengan internal begini tapi kalo bicara dengan eksternal lain lagi.

udah pada apal, gaya-gayanya qhj 354, wong kita pemain inti (nglamin sendiri)

Anonim mengatakan...

Pada kondisi kejiwaan orang-orang jokam/QHJ 354, ada waham, kepercayaan dan ilusi sebagai makhluk pilihan Tuhan, sebagai ‘kesayangan’nya Allah, dan mereka yakin bahwa Allah melakukan ini semua dengan diam-diam dan rahasia. Ekslusif.

Karena itulah dalam psikis orang-orang jokam 354 ada ada khayali fantasi dan perasan superiority diantara kaum muslimin umumnya. Sangat halus dan samar sekali bahwasannya mereka sedang tenggelam dalam sebuah perasaan tipuan yang menjerumuskan dalam keujuban, megalomania dan kesombongan yang pada hakikatnya justru sebenarnya perasaan itu sedang membawa mereka dalam kehinaan dan kebinasaan.

Petinggi-petinggi mereka terus menghembuskan mimpi dan pseudo self-concept ini di impuls-impuls saraf pengikutnya. Sehingga pengikutnya larut dalam kebanggaan semu dan keyakinan delusive yang pada buntutnya adalah itu adalah cara petinggi-petinggi jokam 354 mengikat semua pengikutnya agar tetap dibawah ikatan golongannya. Kebangaan semu dan ilusi2 ini sangat efektif menghasilkan sebuah fanatisme (taklid buta) yang membuat pengikutnya akan berbuat apa saja buat sang imam dengan bungkus dalil2 agama. Yang paling pragmatis adalah pengikutnya akan rutin setor uang ke ibu kota republic nurhasaniyyun di burengan Kediri secara Imam2 jokam 354 dan anak turunnya sampe ke menantu-menantunya tidak ada yang mempunyai profesi formal maupun non formal sehingga kehidupan mereka sangat bergantung dari donasi pengikutnya. Jangan dipandang remeh…income dari pengikutnya ini bisa menggalang dana hingga miliran rupiah. Mungkin sebagian dari uang-uang itu benar dibelanjakan untuk kebutuhan operasional mereka, namun sebagian lainnya …buat menopang kebutuhan hidup ‘orang-orang pusat’, buat diinvestasikan dan diputar (money laundering) dan mungkin sebagian dari uang-uang ini diternakkan lewat bisnis khayal ponzi schemes kasus maryoso (kendati bisnis maryoso pada akhirnya hancur dan memakan korban public mereka sendiri)

Salah satu alasan kenapa mereka begitu membutakan diri dan lebih memilih bertaklid pada imam dan pakubumi2 mereka dari pada mendengarkan nasihat kaum muslimin ahlu sunnah wa ahlu tauhid….itu karena ada perasaan takut dalam hati orang-orang jokam 354. karena mereka sudah terbiasa mengkonsep bahwa mereka adalah satu-satunya golongan yang masuk surga sedangkan kaum muslimin lainnya yang berada diluar golongannya adlaah kafir dan diyakini sebagai ahl neraka tiba-tiba kebenaran ini digugat. Digugatnya pun tidak tanggung-tanggung yanitu dengan kitabullah dan hadits shahih dengan pemahaman yang sahabat salafusalih. Orang jamaah jokam 354 jelas menjadi goncang ketika keyakinannya diberitahukan ternyata menyimpang dari pemahaman yang sahih., dan kesombongan mereka berontak terhadap al haq.

Mereka juga menolak terhadap kebenaran karena mereka takut kehilangan perasaan istimewanya di hadapan Allah. Karena mereka begitu yakin bahwa mereka adalah kekasih Allah dan penghuni surga. Karena memang di pengajian jokam 354, brainwash dan doktrin ini begitu kental disampaikan dan intesif di ulang-ulang sehingga pengikutnya benar-benar yakin dengan ilusi ini. Mereka terbiasa berpisah dan terpisah dengan jamaah muslimin yang sesungguhnya sehingga mereka terlalu sombong untuk menyamakan statusnya dengan kaum muslimin lainnya di mata Allah. Mereka merasa terlalu mulia dibanding kaum muslimin lainnya.

Anonim mengatakan...

ada kondisi kejiwaan orang-orang jokam/QHJ 354, ada waham, kepercayaan dan ilusi sebagai makhluk pilihan Tuhan
------------
saya sepakat dengan analisa psikologi kejiwaan warga QHJ ..diatas saya ..memang itu yang terjadi pada kejiwaan mereka...superioritas ini sangat berbahaya bagi suatu kaum apabila trus2 menerus di doktrinkan...bisa kita lihat bagaimana Nazi dengan doktrin superioritasnya....
AGan2 mao konfirmasi neh...apa betul klo laki2 LD!! ketika sholat jumat trus tidak menemukan masjid LD!! tidak apa2 meninggalkan sholat jumat...?? saya pernah denger begitu seh dari salah seorang anggotanya...tapi saya kan tidak bisa langsung menghakimi karena, orang yang berbicara adalah orang2 baru di LD!! takutnya mereka salah persepsi./ salah menafsirkan....

Anonim mengatakan...

benar, mereka lebih baik meninggalkan sholat jumat dan menggantikannya dengan sholat dhuhur dari pada sholat jumat berjamaah dengan kaum muslimin diluar anggota mereka.

mereka berpikir sholat jumat adalah hal yang sangat penting (benar, tapi pengertiannya salah) sehingga mereka tidak mau mengambil resiko untuk sholat jumat pada imam sholat yang bukan dari golongan mereka. karena sholat jumat yang dipimpin bukan imam sholat / khotib bukan dari golongan mereka beresiko sholat jumatnya ngga sah dan orang jamaah 354 takut terjerumus dalam dosa besar dan kekafiran kalau sholat jumatnya ngga sah.(begitulah mindset orang ldii qhj 354)

Anonim mengatakan...

benar, mereka lebih baik meninggalkan sholat jumat dan menggantikannya dengan sholat dhuhur dari pada sholat jumat berjamaah dengan kaum muslimin diluar anggota mereka.

mereka berpikir sholat jumat adalah hal yang sangat penting (benar, tapi pengertiannya salah) sehingga mereka tidak mau mengambil resiko untuk sholat jumat pada imam sholat yang bukan dari golongan mereka. karena sholat jumat yang dipimpin bukan imam sholat / khotib bukan dari golongan mereka beresiko sholat jumatnya ngga sah dan orang jamaah 354 takut terjerumus dalam dosa besar dan kekafiran kalau sholat jumatnya ngga sah.(begitulah mindset orang ldii qhj 354)

dan kalo memang ada orang islam jamaah LDII kebetulan mau sholat juma'at brsama kaum muslimin selain LDII itu ada 2 kemungkinan :
pertama mungkin karena paham pribadinya yang sudah tidak takfiri
kedua mungkin karena budi luhur dan selesai sholat juma't bersama kaum muslimin mereka mengadakan sholat jumat lagi dengan kelompoknya sendiri secara tersembunyi atau kalo sendirian ya hanya menunaikan sholat dhuhur aja...demi allah dulu saya pernah mengalaminya sendiri waktu tugas mubalegh di suatu daerah yang lingkunganya orang NU dan jamaah LDII hanya 2 keluarga dan jamaah LDII lainya sangat jauh di kota......

Anonim mengatakan...

Setahuku aku sholat jumatan dimanapun kalo mamang disitu tdk ada masjid ldii, aku juga berma'mum pd mereka yg betul2 gerakan dan bacaan nya sama ssi kitabusolat,aku tdk menganggap yg lain taqpiri, sy anggap mrk blm pas aja...aku sholat di musholla station, terminal...gak masalah , mungkin ente2 ini anggota islam jamaah gaya lama, sedang aku ldii new paradigm ..your understand...jadi jangan lah yg ngaku2 sang mantan ini memfitnah anggota ldii sekarang,,..ente dah ketinggalan jamann.......

Anonim mengatakan...

Beneran mas...? tapi kok gak ada pemebritahuan secara resmi dari bapak Imam yah...? melalui teks bulanan, belum pernah ada pernyataan kalau boleh sholat di belakang non jamaah (LDII) biarpun gerakanya sama dengan khitabusollah.

Anonim mengatakan...

belum pernah ada pernyataan kalau boleh sholat di belakang non jamaah (LDII) biarpun gerakanya sama dengan khitabusollah.
---------------------
Jangan mengharapkan yg tersurat tapi tersirat, krn masih ada sebag yg faham ij masih kuat/orla, cth tersiart kita sholat dibelakang imam yg kuat kita sholat berjamaah dg imam masjdil haram, masjid madinah, kan mrk bukan org ldii juga...yess...jadi kita hrs sabar didalam buat perubahan sec pelan2, jangan malah keluar bikin resolusi/ menjelek2an almamaternya sendiri...yess ok.

Anonim mengatakan...

wah..tq penjelasannya...aga aneh yang jawab
"....ku juga berma'mum pd mereka yg betul2 gerakan dan bacaan nya sama ssi kitabusolat"
masih pilih2 juga ente ternyata....
sama aaja, otak ente kayanya msh terkontaminasi LDII old paradigm..
yaah saya hanya menunggu kapan LDII terpecah menjadi 2 --New paradigm & old paradigm...
maaf bukan nya mendoakan..tapi itu merupakan dinamika sebuah organisasi/kelompok, & mungkin bakal terjadi.....kayanya seru. :)

Anonim mengatakan...

dasar tukang dusstaaaa!!!!
mana ada bedanya paradigma lama dan paradigma baru ???!!!! itukan cara dustanya wong el de hi hi seperti dustanya orang syiah laknatulloh...
paradigma baru ????
taek bonjrooot teot..teot...

Anonim mengatakan...

kalo mmg bnr ldii paradigma baru, knp waktu sy keluar dr ldii mantan suami sy yg msh di ldii gk bisa nerima, sy dibilang serigala berbulu domba, kalo sy baca tafsir yg bukan dr ldii dibilang baca kitab karangan, nggak mangkul, skrg

Anonim mengatakan...

tafsir adalah ilmu yang mempelajari kandungan kitab Allah yang diturunkan kepada Nabi SAW., berikut penjelasan maknanya serta hikmah-hikmahnya. Sebagian ahli tafsir mengemukakan bahwa tafsir adalah ilmu yang membahas tentang al-Quran al-Karim dari segi pengertiannya terhadap maksud Allah sesuai dengan kemampuan manusia. Secara lebih sederhana, tafsir dinyatakan sebagai penjelasan sesuatu yang diinginkan oleh kata.++
Pembagian Tafsir
Tafsir dapat dibagi menjadi tiga jenis:

Tafsir riwayat

Tafsir riwayat sering juga disebut dengan istilah tafsir naql atau tafsir ma'tsur. Cara penafsiran jenis ini bisa dengan menafsirkan ayat al-Quran dengan ayat al-Quran lain yang sesuai, maupun menafsirkan ayat-ayat al-Quran dengan nash dari as-Sunnah. Karena salah satu fungsi as-Sunnah adalah menafsirkan al-Quran.

Tafsir dirayah
Tafsir dirayah disebut juga tafsir bi ra'yi. Tafsir dirayah adalah dengan cara ijtihad yang didasarkan pada dalil-dalil yang shahih, kaidah yang murni dan tepat.

Tafsir dirayah bukanlah menafsirkan al-Quran berdasarkan kata hati atau kehendak semata, karena hal itu dilarang berdasarkan sabda Nabi:

"Siapa saja yang berdusta atas namaku secara sengaja niscaya ia harus bersedia menempatkan dirinya di neraka. Dan siapa saja yang menafsirkn al-Quran dengan ra'yunya maka hedaknya ia bersedia menempatkan diri di neraka." (HR. Turmudzi dari Ibnu Abbas)

"Siapa yang menafsirkan al-Quran dengan ra'yunya kebetulan tepat, niscaya ia telah melakukan kesalahan" (HR. Abi Dawud dari Jundab).
Ra'yu yang dimaksudkan oleh dua hadits di atas adalah hawa nafsu.

Hadits-hadits di atas melarang seseorang menafsirkan al-Quran tanpa ilmu atau sekehendak hatinya tanpa mengetahui dasar-dasar bahasa dan syariat seperti nahwu, sharaf, balaghah, ushul fikih, dan lain sebagainya.
Dengan demikian, tafsir dirayah ialah tafsir yang sesuai dengan tujuan syara', jauh dari kejahilan dan kesesatan, sejalan dengan kaidah-kaidah bahasa Arab serta berpegang pada uslub-uslubnya dalam memahami teks al-Quran
"dikutip dari wiki"
saya garis bawahi
'MENAFSIRKAN sekehendak hatinya tanpa mengetahui dasar-dasar bahasa dan syariat seperti nahwu, sharaf, balaghah, ushul fikih, dan lain sebagainya.
saya malah lebih mengangap bahwa mangkul ayat2 Al Quran dengan sepotong-sepotong lebih rawan untuk ditafsirkan sekehendak hati. tidak ada bukti otentik.sehingga tidak bisa di koreksi.tapi tafsir2 yang beredar di indonesia semua orang bisa membaca nya. apabila ada kesalahan dalam penafsiran maka terbuka untuk di koreksi dan di perbaiki...
salah satu tafsir yang bisa anda baca adalah tafsir AL-Misbah.
Dimana penafsiran & pengamalannya dapat anda baca dan simak di slh s1 tv swasta.

Anonim mengatakan...

TARUKTU FIKUUM AMROINI LANTADILUU MATAMASAKUUM BIHIMA KITABULLAH WA SUNATUUNABI.....Tidak akan sesat ks apbla kamu sek berpegang teguh pd KitabKU dan SunahKU....Ldii juga yg dikaji ya ALQURAN dan SUNAH2 Nabi...apa yang salah???
adapun Keimaman dan Baiat itujuga ada diJaman Kekholifahan....apa ada yg salah????Why...Why..????

Anonim mengatakan...

Sampiaan sampiaan ini yg harus bertgg janab menjadika IJ/ldii jadi besar seperti sekrg ini.....bukannya dikoreksi dari dalam ldii sendiri...malah menpropokasi lewat blog2 ini ....cara ini Insyaalah tdk akan berhasil...utk mengamarmarupi mrk yg masih setia...malah kontraproduktif!!!!!!kangmas...???

Anonim mengatakan...

Sy setuju dengan komen di atas...bahwa pengaruh dari blog ini hanya minimal saja, karena org-2 yg ada di LDII sdh didoktrin pake kaca mata kuda, apapun bentuknya, apakah itu "nasehat", "provokasi", "himbauan", "masukan", "celaan", dll baik betul dan salah secara org bermuamallah, spt yg kita lihat di komen-2 di atas, tidak memiliki pengaruh yg besar (ini realitasnya).
Klu menurut saya sederhana saja, LDII mengklaim kebenaran ajaran islamnya "dari ulama masjidil harom", tinggal diurut kacang saja dengan mengacu pada "ulama-2 masjidil harom yg mjd sandaran sanad LDII", kmdn dilakukan pengkajian secara bersama dengan mendatangkan orang-2 yg menyelisihi ajaran islam LDII dan ulama-2 LDII yang mengikuti ajaran islam LDII dengan ditengahi oleh "ulama-2 masjidil harom yg dijadikan sandaran sanad LDII (klu pake ulama yg lain, jadi alasan yg lain nanti", plus mantan-2 LDII (supaya nggak ada bithonah-2 an lagi, klu msh bithonah ya hasilnya bakalan nggak ada artinya), sehingga bisa tercipta keadilan di dalam mempertahankan hujjah dan yg lainnya.
Kalau dari LDII keberatan dengan cara ini, berarti memang "there is something wrong with LDII", toh yang dicari dan dipertahankan kebenaran??!! Iya kan? Itu "masukan".
Jangan kayak yg terjadi skrg, org di luar LDII pake hujjah ulama masjidil harom di luar sandaran sanad org LDII, dengan metode tanya-jawab..ya nggak kena, krn analisnya "jawaban tergantung pertanyaan" dan "tidak menjelaskan kondisi yg utuh", makanya nggak diterima oleh org-2 LDII.
Sdngkan ulama-2 LDII di dalam mengcounter apa-2 yg terjadi di luar jg menggunakan metode tanya-jawab dengan ulama masjidil harom yg mjd sandarannya, yg mana jawaban ulama tsb lebih dijadikan sbg penguat kebenaran golongannya sendiri (cenderung berbau hawa nafsu, dibanding mencari kebenaran), kmdn penguat yg berupa jawaban tsb dijadikan bahan nasehat kepada jama'ahnya...tambah yakin tuh jama'ahnya, tanpa melakukan cross check atau melakukan pembandingan hukum.
Blm komplit sebenarnya, tp itu hanya garis besar saja.
wasslam, dari Agus Setyobudi (02133006601).

Anonim mengatakan...

Sbg contoh:
Org dari kalangan yg menisbatkan namanya sbg salafi untuk menyelesihi org-2 LDII dg mengupload hasil tanya jawab antara org-2 salafi (plus ada info dari eks LDII) dg syech Bazmul, yg mana syech Bazmul menjawab atas dasar pertanyaan dari org-2 salafi atas bbrp hal (kebanyakan thd hal-2 yg bersifat ijtihadiyah bagi org LDII, spt: infak persenan, surat tobat, dll) tanpa melihat latar belakang munculnya ijtihad tsb. Yg mana org-2 salafi menjadikan jawaban-2 syech Bazmul sbg hujjah untuk menyelisihi secara total jama'ah LDII.
Cara ini tentu sangat tidak efektif bagi org-2 LDII yg berilmu sekalipun (krn mereka melihat pertanyaan tidak diikuti penjelasan latar belakang ijtihad), shg pertanyaannya itu sendiri kering, yg berakibat pada jawaban yg jg dirasa kering oleh orang-2 LDII, sehingga sama sekali tidak mampu menggoyahkan keyakinan org-2 LDII sedikitpun. Meski dengan embel-2 Syech Bazmul adl salah satu guru ustad Cholil (ulama LDII) di Arab Saudi. Blm lagi alasan subyektif kebanyakan org-2 LDII yg melihat "salafi Indonesia" bukanlah ingin "menasehati" ttp "menghancurkan" jama'ah LDII.
Di sini akhirnya terlihat siapa dan siapa yang mendasarkan perbuatannya atas dasar "hawa nafsu". Bisa jadi salah satunya, atau kedua-2 nya.
Nah di atas adalah hubungan "jama'ah" dg "jama'ah" sbg suatu golongan.
Dan analisisnya antar individu di "salafi" dengan individu di "LDII" blm tentu sebangun dan seruang cara berpikir, cara bermuamallah, dan cara-2 yg lain (dg kata lain tidak bisa digeneralir secara membabi buta).
Wassalam dr Agus Setyobud (02133006601).

Anonim mengatakan...

MUI Jawa Persoalkan Lagi LDII dan Ahmadiyah

Kamis, 29/12/2011 - 20:39

http://www.pikiran-rakyat.com/node/171254#comment-64747

ini salah satu koran terbesar no 1 di Jawa Barat..

Anonim mengatakan...

MUI Jawa Persoalkan Lagi LDII dan Ahmadiyah
----------------------
Jelas2 beda dong ldaiai dg ahmadyah, Ldii nabi terkhir Nabi Mohammad Saw sedang Achmadyah mempunyai Nabiaytulahir Gulam Ahmad syah, ngertoss...

Anonim mengatakan...

KENAPA SY BERTAHAN DILDII :
1. Percaya kpd Tuhan Allah YME
2. Berdasarkan Kitabullah/AlQuran, dan Sunah Nabi Mohammad SAW.
3.Disertai Baiat/toat pd pemimpin agama/Imam,selama imam tdk maksiat.
4.Saya tdk mentaqfiri umat islam lainnya, umat islam adalah sodara.
5. Perbedaan pemahaman/ kilafiyah adl wajar, sdh dr sunahnya /jaman dulu.
6. di Jama'ah benar2 diurusi kelancaran ibadahnya, sejak lahir s/d matinya.
7. Mengangap nomor satu adl wajar utk mengikat kefahaman Ro'yahnya, krn kalau ada yg lain ya royahnya pd kabur dong... tos sakitu heula we......

Anonim mengatakan...

Sama yg di atas ini sy jg setuju....
Sama yg salafi sy jg setuju....
Sama golongan islam yg lain sy setuju, KECUALI golongan yg mengaku ISLAM tetapi secara aqidahnya msh syirik, khurofat, tahayul, msh mengaku ada nabi lain stlh nabi kita, ngaku malaikat, dan hal-2 lain yg sbgmn di tulis di dalam bab "nawaqidul islam".
Bab-2 ijtihadiyah,khilafiyah, insyaAlloh dipasrahkan aja kepada Alloh SWT, berat boz membahasnya, nggak bisa cuman di blog-2 kayak gini, harus menyertakan ulama-2 di kalangan golongan-2 islam itu, itu jg klu mereka pada mau, klu nggak.....ya apalagi kalau nggak diserahkan kepada Alloh SWT.
Wassalam. Wr. Wb dr Agus Setyobudi (021-33006601).

xovan.ciel mengatakan...

Heykalian semua, teman"ku yang lebih pintar dari saya, kita ambil intinya saja dengan kata" bodoh ," bagi admin yg nulis semua ini yg benci sm ldii atau apalah, itu terserah anda..!! intinya, klo merasa LDII salah ya dengan cara yang sopan, tidak menjelek"kan ormas tsb, drpd ngurusin ldii yg kmu anggap salah dan keliru lebih baik kamu mendalami dan meningkatkan ibadah kamu sesuai ajaran kamu yang baru ini, klo kmu merasa ldii salah tinggal doa aja semoga jamaah ldii masuk neraka, kan mudah? drpd ngurusi blog cacad gini, ibadah lo brkurang? gk ada manfaatnya lagi.. enag lo beribadah dan cukup menjelekkan ldii dengan doa...!!! gitu aja kog repot. #hamba alloh yang ganteng.

Anonim mengatakan...

mereka bak robot2 yang di diperintah dengan if/then/else.....otak mereka di kebiri, pemahaman mereka dibatasi, waktu mereka di persempit.
apabila tidak sejalan mereka menyebut "tidak paham"...saya kadang bertanya2 paham yang seperti apa dan kepada yang bagaimana.....????
yah jelas saya tidak paham karena saya tidak dilahirkan sebagai seorang LDxx, seandianya saya dilahirkan sebagai seorang Ldxx pun saya pasti tidak akan memahami bagaimana dunia islam di luar sana....dan bagaimana jadinya seandainya saya lahir dari seorang non Ldxx dan tidak menemukan LDxx, apakah Allah akan menutup pintu surga bagi saya.......dan saya pun tidak sependapat. dengan perkataan "diluar islam itu masuk neraka...
saya menganggap ini haya sebgai salah satu kalimat orasi ingroup untuk mempertahan kan groupnya, tolong jangan dijadikan sebagai pemahaman....
komo bari jeng gede hate asa aing pang aingna,,,wajar ketang pang aingna, da aing ampir unggal poe ngaji, da aing unggal poe maca hadist, da wudhu aing pang bersihna, da shalat aing pang benerna...Ladu siga jaman komunis wae..rek nepi ka da jaman lebu di tikotokan ge angger we pang aingna....-si Aing tea.-
terjemahan = ego pribadi yang dibentuk oleh kelompok melalui super ego. "by sigmund freud"

Anonim mengatakan...

Buat mas admin:
Apa nggak baiknya kita banyak menuangkan ilmu-2, penekanan pada masalah aqidah (parah boz skrg), nasehat peningkatan mengenai ibadah, pembahasan pd masalah aktual umat, (INTINYA penggemaan, penekanan, penguatan, nasehat mengenai SYARIAT ISLAM) secara terus menerus sampai Alloh memberi izinya ISLAM ini menjadi jaya spt pada masa keemasan islam.
Sampai umat islam di Indonesia ini sadar akan keislamannya, sadar atas hakikat SYARIAT ISLAM, sadar bhw meski 90% islam (di Indonesia) itu hanya klaim sbg muslim......
Banyak keharoman-2 baik dr sisi politik, ekonomi, budaya, dll setidaknya syubhat-2 mengitari di sekeliling kita dan anak-2 muslim kita.....
Klu masalah ijtihadiyah di golongan-2 masing-2 islam, itu sudah qodar yg mana kita nggak bisa melepaskannya....
INGAT, ijtihad itu bisa benar dan juga bisa salah....
Klu ijtihad itu kita nilai mengandung kesalahan atas masalah aqidah ya kita peringatkan dan nasehati.
Klu ijtihad itu kita nilai mengandung kebid'ahan (cenderung ke aqidah atau ibadah), ya kita peringatkan dan nasehati.
Peringatan dan nasehat jg sesuai dg cara-2 rosul kita Muhammad SAW, tidak dg cara-2 lain, sesuai tuntunan di dalam Al-Qur'an & Al-Hadist.
Harapannya semoga blog ini akan lbh terhormat, admin-nya jg mjd terhormat, islam jg menjadi terhormat......
Wassalam. Wr. Wb. dari Agus Setyobudi (021-33006601)

Anonim mengatakan...

keur si aing tea..., kang tong ambek2an atuh kek hatenya tambah karatan, santai we da abdi oge masih belajar agama, masih kurang.....tapi ari masalah akidah mah kudu fanatik ssi qur'an jeung hadist, karena mun teu tegasmah jadi....ah teu naon2 mung nginum bir saetik, ah teu naon2 ngan noel wadon saetik..ah teu naon2 ngan saetik...teu naon nilep sauetik..korupsi sauetik.. dst wasslaam.
hamda nu msh bodo tea....

Anonim mengatakan...

yang pengen tau tentang salafi.......



http://salafy-indon-kw13.blogspot.com/2011/10/membongkar-kebathilan-salafy-indon-kw13.html


:mbah men

Anonim mengatakan...

h h h h karena saetik-saetik, karena sepotong-sepotong akhirnya jadi fanatik..mangga2 wae bade fanatik ka Quran+hadist mah, ngan ulah we jadi asa pang AING NA (paling bener sendiri)
Ma af ..saya bukan marah2 tapi merasa dongkol sekali kalau inget waktu bekas telapak kaki air wudhu saya di siram di depan mata saya di salah satu masjid.L.....dengan muka mesem dan sambi uring2an......walau saya tahu niat dia baik "supaya najisnya tidak menyebar kemana2"...tapi coba beri pengertian dengan hati yang tulus, hati yang bersih..mungkin dengan senyum terdahulu terus menegur secara baik2 apabila saya ada yang salah, mungkin itu bisa dijadikan cerminan hati, bagi hati yang tidak berkarat....

Anonim mengatakan...

Fresh gan...Daerah2 di Jakarta mulai intruksi penngalangan suara buat salah satu pasangan calon Gubenur DKI. Politik masuk masjid. Warga Ld** yg domisili di DKI 'wajib' mengumpulkan fotocopy KTP untk di gunakan sebagai bentuk dukungan. Parahnya, pada pengumuman pengumpulan fotocopy KTP, keluarga/saudaranya yg belum ldii pun dianjurkan untuk ikut mengumpulkan foto copy KTP. Biar kelihatan banyak kali yah..?? apa2an ini, katanya mengumpulkan KTP untuk disetor ke salah satu pasangan akan mendapat pahala, "Ini Ibadah, karena sudah diijtihati oleh daerah" katanya. Iming2 apa kira2 yg akan di dapat jika calon yg didukung Ld** jadi menang...??? parah...parah...!!!

Anonim mengatakan...

FRESH galang KTP
----------------
ya biar aman dong bang "itu juga kalo calonnya menang ....tapi parahnya pas serangan fajar ketika pemilihan biasanya mereka membagi-bagi suara anggotanya "tidak pada satu calon", saya tidak tau berdasarkan apa pembagian suara tersebut.
Ini berdasarakan pengalam saya keika PILPRES 2004 dan 2009..saudara saya di daerah sini pilih si ini, suadara saya daerah anu pilih si anu...keren banget deh kamuflase nya ..Jempol 4 jari.. digiring sana di giring sini, bagaikan domba-domba gembalaan..
Maaf kalo saya salah dalam menyimpulkan

Anonim mengatakan...

kalo ada kata2 domba dan penggembala jadi inget sama agama kristen "gembala = yesus =tuhan = paus=pastor". domba2= pengikut. atau
setelah baca2 blog ini, maaf saya yang awam beranggapan : apakah munkinkah ada nya saling adopsi tata cara ibadah IJ & kristen
contoh : ada Baiat ada baptis,
ada pengakuan dosa,
ada Imam ada paus,
paham trinitas =313
Mohon pencerahannya
....

Anonim mengatakan...

Alhamdullilah

DI LDII
Semua URUSAN IBADAH ada yang mengingatkan sehingga kita tidak terbawa oleh kehidupan...

Ketika Kita lupa Sholat.... Ada yang mengingatkan.

Ketika Kita Lupa Infak..... Ada yang mengingatkan.

Ketika Kita lupa Untuk Zakat .... ada yang mengingatkan.

Ketika Kita Lupa Berkurban..... Selalu Ada yang mengingatkan.

Dahulu Zaman Ahwat kita diwajibkan menggunakan Jilbab cemoohan dan pertentangan bermunculan.... akan tetapi sekarang... banyak ahwat mengenakan jilbab.

Dahulu Zaman Ihwan kita diwajibkan celana diatas mata kaki.... banyak yang bilang kebanjiran.... tapi sekarang ..... banyak yang ngikuti...


Saat ini bitonah dipermasalahkan... insya allah ... Nanti akan banyak yang ikuti.

saya hanya rukyah biasa yang jarang main internet jadi jangan diajak debat...

buka internet ini juga karena ga sengaja masuk kesini dan penasaran.

Anonim mengatakan...

http://www.facebook.com/groups/hijrah354/

Anonim mengatakan...

Dulu awalnya di LDII itu para prpnnya msh pake kerudung (bukan jilbab spt skrag yg banyak dipake di era 80-an), meski ada gol-2 islam yg lain jg prpnnya sdh menggunakan jilbab. Tp memang 70% wanita muslim Indonesia periode 70-an rata-2 tdk menggunakan jilbab, apalagi anak-2 sekolahan, baik di tingkat SMP - SMA. Baru pd generasi 80-an akhir di sekolah baru gencar-2 nya murid wanita muslim berani menggunakan jilbab (secara umum, bkn warga LDII aja), krn sekolah umum (kecuali sekolah islam yg dari awal wajib jilbab), krn pihak sekolah dan depdikbud waktu itu jg sdh bisa menerima, termasuk gambar contoh pakaian jilbab utk anak sekolah.
Jd klaim komen di atas tidak mewakili bahwa umat dr gol-2 islam selain LDII mencontoh warga LDII (anda mesti lihat jama'ah muslimin, Al-irsyad, dll) yg rata-2 sejak awal wanitanya sdh mengenakan jilbab dan laki-2 nya celananya di atas mata kaki (tidak isbal), pengertian isbal ini sdh jamak dan umum. Kalau dari kalangan saudara-2 kita di NU (yang notebene mayoritas kebanyakan warga muslim di Indonesia) yg banyak tersebar di lingkungan kita (tentu yg mjd garis pandang kita) kebanyakan wanitanya tdk berjilbab dan kaum laki-2 hampir semuanya jg isbal.
Soal infak, zakat, sodakoh klu di LDII disistem sentralisasi melalui doktrin imamah, sdgkan dari gol-2 islam yg lain melalui pembentukan badan di lingkungan jama'ahnya utk menegaskan masalah infak, zakat, sodakoh, justru di LDII di masa lalu soal zakat sering kedodoran (rasanya sampe sekarang, yg mana penekanannya jauh lbh rendah di banding mengenai infak persenan), makanya banyak pertanyaan mengenai cara pembayaran zakatnya (apalagi untuk badan usaha, yg kadang penjelasan dari para mubaleghnya masih kurang banget secara dalil, ttp lbh mengandalkan guidance dari pusat).
Untuk bithonah, justru trend ke depan malah akan lebih ditinggalkan, karena kalau dulu ancamannya luar biasa thd keberadaan keimaman di LDII yg cenderung menerapkan sbgmn "bentuk daurah" ketimbang "bentuk dakwah", klu di masa depan masalah imamah ini di dalam gol-2 islam yg lain sekrang jg sdh menjadi hal yg biasa dan tentunya pemerintah NKRI sbg pemegang "dauroh/wilayat" NKRI sdh pasti tahu, ttp karena tidak ada gerakan pemberontakan, mereka lbh melihat keberadaan keimaman di dalam gol-2 islam adalah masalah akidah dan ibadah di gol-2 islam tsb, dan karena gol-2 islam yg menerapkan imamah ini mampu menjaga muamallah yg baik dg pemerintah NKRI, jd mereka jg tidak ada usaha melakukan pemberangusan dg cara militer atau kekerasan dalam bentuk apapun.
Maksud saya kita nggak perlu GR bahwa ini semua kita yg memulai dan mereka adalah org-2 yg mengikuti cara-2 ibadah kita...OK.
Kenapa kita berpandangan spt yg disebutkan mas di atas, karena kita selalu melulu memandangnya dari sudut kita (orang LDII) saja, shg result nya mjd kurang adil untuk jama'ah-2 yg lainnya.
Wassalam dari Agus Setyobudi (021-33006601).

Anonim mengatakan...

Mas Agus Styo apakah group pembaharu/new paradigm atau old pardigm/ij NH , mantan atau pengurus Ldii sih kok komen2nya sana gak sini gak kaya netral gitu, kalau masih ada didalam mari kita perbaharui ksalahan2 dr faham NH ini sec baik2, jangan sampai masuk group yg menjelekan & menjatuhkan Ex almamaternya sendiri padahal sdh puluhan th didlmnya, kaya habis manis sepah dibuang....sdh merekrut banyak lalu ditinggalkan...dimana tgg jawabnya......??????

Anonim mengatakan...

PEMILUKADAL...PILKADAL...PILPRES DLL
YAHH ITU BIASAAA, DIMANA2 ADA PENGGALANGAN, DUKUNG MENDUKUNG.JEGAL MENJEGAL , PRESH MONEY, MONEY POLITIK DLL. ITUMAH SDH GAK ANEH KANG!!!democrazy....HUBUDDUNYAA.

Anonim mengatakan...

iya mas...saya juga tau itu udah biasaa. tapi kalau dukung mendukung itu dibilang ibadah dan dapat pahala, itumah ruarr biasa :))

Anonim mengatakan...

Dibenerin dari dalam itu yg bagai mana yah..??? bukanya mereka dulunya getol mau benerin dari dalam. hasilnya apa coba..??

Anonim mengatakan...

kalo saya liat dari komen2 nya mas Agus,
Saya berpendapat : beliau ingin meluruskan pemahaman-pemahaman, doktrin2, alibi2 yang ada di masyarakat LDxx..soal beliau masih di dalem atau di luar sepertinya bukan menjadi soal, tapi isi dari komentar2 beliau patut di pertimbangkan oleh para jokam dan non jokam di blog ini supaya jangan terlalu arogan.......

Anonim mengatakan...

ada yg nyebarin grup

http://www.facebook.com/
groups/hijrah354/

pas gw masuk d grup hijrah ternyata grupnya orang2 salafi mantan ldii yg isinya sama kaya d bl0g ne , suka ngjelek2in ldii,

1 minggu gw msuk dlm grup hijrah354 lalu d tendang dr grup trsbut,
krna gw mmp0sting tntang pmahaman salaf yg salah,
slah satunya ialah tentang bid'ah yg oleh salafi indon kw13 di anggap tdk sesat,
pdhal sudah jelas dalilnya bahwa segala macam bid'ah itu sesat


@Mbah men

Anonim mengatakan...

Karacang-kacang tahu-tahu...hehehe
Kukituna kukieuna allfatihah......

Kalo seandainya ada pngajian yang lebih baik dari LDII sayah mo pindah...tapi dari dulu belum pernah menemukan itu...mungkin sayah bodoh atau gimna...
Sudut pandang orang beda-beda !!!!!!
Tapi insyAallah tetap menetapi QHJ...

Anonim mengatakan...

Enya Kang abdige mun aya model pengajian lebih baik dr ldyy sy oge mau, cuman kok kayanya gak adatuh sebaik sitem ldyy....eh malah bingung sendiri baca sana, baca sini hasilnya nol alias tambah bingung, kata ulama ini bgini, ulama sono bgono..ternyata betul Islam tuh sdh terpecah belah 73 bag, mungkin sekarang lebih kalii...drpdpada tos weh dilidi jah..yg penting ibadah& pengamalan.

Anonim mengatakan...

Perayaan Maulid Nabi dan Kontroversi Ma'na Bid’ah Peryataan bahwa perayaan maulid Nabi adalah amalan bid'ah adalah peryataan sangat tidak tepat, karena bid'ah adalah sesuatu yang baru atau diada-adakan dalam Islam yang tidak ada landasan sama sekali dari dari Al-Qur'an dan as-Sunah. Adapun maulid walaupun suatu yang baru di dalam Islam akan tetapi memiliki landasan dari Al-Qur'an dan as-Sunah.

Pada maulid Nabi di dalamya banyak sekali nilai ketaatan, seperti: sikap syukur, membaca dan mendengarkan bacaan Al-Quran, bersodaqoh, mendengarkan mauidhoh hasanah atau menuntut ilmu, mendengarkan kembali sejarah dan keteladanan Nabi, dan membaca sholawat yang kesemuanya telah dimaklumi bersama bahwa hal tersebut sangat dianjurkan oleh agama dan ada dalilnya di dalam Al-Qur'an dan as-Sunah.
MOHON COMMENTNYA??
Aing nu bodo tea.

Anonim mengatakan...

Mas Agus Styo apakah group pembaharu/new paradigm atau old pardigm/ij NH , mantan atau pengurus Ldii sih kok komen2nya sana gak sini gak kaya netral gitu,....
------------------------------------
Buat mas yg komen di atas:
Bukan netral mas...tp mengikuti mana yang memiliki nilai kebenaran lebih. Sy bahagia sejak lahir orang tua saya sudah ada di dalam jama'ah, tapi sy jg bahagia dengan adanya kemajuan teknologi sekarang usaha untuk mendapatkan ilmu mjd lebih mudah dan saya menetapi jama'ah karena saya yakin "kewajiban menetapi jama'ah", tetapi sy tdk dalam posisi berta'ashub dan taklid....Sy hanya ingin berbuat adil terhadap statement-2 yg muncul di blog ini, kalau dari non-LDII ucapan-2 nya jauh dari cara rosul kita ya sy ingatkan..Klu dari kalangan LDII ucapannya jg jauh dari cara rosul kita ya juga saya ingatkan....
Coba mas baca tulisan-2 saya yg diatas atau di title komen yg lain, kalau saya salah mohon diingatkan, kalau menurut mas benar terserah mas menerima atau menolaknya...
Basisnya ini aja....Al-Qur'an dan Al-Hadist, soal ijtihad sy menilai tidak mutlak, karena sebuah ijtihad bisa salah dan jg bisa benar...
Kalau mau identitas sy, boleh menghubungi saya lewat telepon, biar lebih pribadi...
Yg pasti saya hanya mengharapkan kebenaran, bukan kehancuran...buat islam.

Anonim mengatakan...

Mas Agus Styo apakah group pembaharu/new paradigm atau old pardigm/ij NH , mantan atau pengurus Ldii sih kok komen2nya sana gak sini gak kaya netral gitu,....
------------------------------------
Buat mas yg komen di atas:
Bukan netral mas...tp mengikuti mana yang memiliki nilai kebenaran lebih. Sy bahagia sejak lahir orang tua saya sudah ada di dalam jama'ah, tapi sy jg bahagia dengan adanya kemajuan teknologi sekarang usaha untuk mendapatkan ilmu mjd lebih mudah dan saya menetapi jama'ah karena saya yakin "kewajiban menetapi jama'ah", tetapi sy tdk dalam posisi berta'ashub dan taklid....Sy hanya ingin berbuat adil terhadap statement-2 yg muncul di blog ini, kalau dari non-LDII ucapan-2 nya jauh dari cara rosul kita ya sy ingatkan..Klu dari kalangan LDII ucapannya jg jauh dari cara rosul kita ya juga saya ingatkan....
Coba mas baca tulisan-2 saya yg diatas atau di title komen yg lain, kalau saya salah mohon diingatkan, kalau menurut mas benar terserah mas menerima atau menolaknya...
Basisnya ini aja....Al-Qur'an dan Al-Hadist, soal ijtihad sy menilai tidak mutlak, karena sebuah ijtihad bisa salah dan jg bisa benar...
Kalau mau identitas sy, boleh menghubungi saya lewat telepon, biar lebih pribadi...
Yg pasti saya hanya mengharapkan kebenaran, bukan kehancuran...buat islam.
Ma'af kurang identitas saya.
Wassalam dari Agus Setyobudi (021-33006601)

Anonim mengatakan...

Dibenerin dari dalam itu yg bagai mana yah..??? bukanya mereka dulunya getol mau benerin dari dalam. hasilnya apa coba..??
-----------------------------------
Untuk komen di atas:
Klu sdh merasa benar semua tanpa ada kurangnya ya diyakini ajalah mas, toh nanti tahunya kan kalau kita semua udah pada mati....iya nggak?
Contoh hal-2 yg perlu dikritisi:
1. Secara fiqih, hal-2 terkait muamallah adalah sunah, kecuali ada dalil/nash yg membuatnya mjd wajib...Nah terus ini ada sesuatu yg sunah itu, tp dalil/nash yg membuatnya mjd wajib nggak ada, ya kita akan tetap mensunahkan hal tsb. Tdk karena ada ijtihad hal tsb mjd wajib...Klu yg ini kan udh loncat dalil menggunakan dalil "keta'atan" misalnya...ini kan loncat dalil. Maksudnya dalil yg mewajibkan itu secara langsung bunyinya membuat yg sunah itu jd wajib (itu banya, di masalah perdagangan salah satunya). Klu mau memberikan penekanan, bolehlah menggunakan kata "untuk memerlukan", tp tetap tidak mewajibkan. Lgan utk hal-2 terkait sesuatu yg tdk di atur & ada penekanan melalui kafarat kan ada dalil-2nya. Contoh: dulu nggak ada lampu lalu lintas, skrg ada..klu melanggar ya ada kafarot/denda, tdk secara otomatis nggak ta'at, masuk neraka.
2. Kita banyak dikritisi terkait "urunan qurban", nah di sini interpretasi atas dalil terkait urunan ini kan udah dicontohkan di zaman rosul kita dan sahabatnya. Nah kt urunan kambing (ada yg 50 rb, 100 rb, dll), atau yg dari kambing di sapi-in....nah hal-2 spt ini kan hasil ijtihad (klu ada contohnya di zaman rosul kita dan sahabat contoh spt itu, urunan kambing brp...brp gitu), sy akan koreksi langsung komen saya. Tentunya klu itu sgt luar biasa, tentunya rosul kita sdh lbh dahulu memberikan contohnya spt yg kita perbuat skrg.
Cukup itu dulu, namanya jg contoh...
Wassalam dari Agus Setyobudi (021-33006601)

Anonim mengatakan...

Inti Dakwah Para Rosul

- PERTAMA : Kufur Kepada Thaghut

Ketahuilah wahai saudaraku, sesungguhnya kewajiban pertama yang Allah fardhukan atas anak Adam adalah kufur terhadap thaghut dan iman kepada Alah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana yang Dia firmankan:

“Sungguh Kami telah mengutus kepada setiap umat itu seorang rasul (mereka mengatakan kepada kaumnya): Ibadahlah kepada Allah dan jauhi thaghut” (An Nahl: 36)

Perintah kufur terhadap thaghut dan iman kepada Allah adalah inti dari ajaran semua rasul dan pokok dari Islam. Dua hal ini adalah landasan utama diterimanya amal shalih, dan keduanyalah yang menentukan status seseorang apakah dia itu muslim atau musyrik, Allah Ta’ala berfirman:

“Siapa yang kufur terhadap thaghut dan beriman kepada Allah, maka dia itu telah berpegang teguh kepada buhul tali yang sangat kokoh (laa ilaaha ilallaah)” (Al Baqarah: 256)

Bila seseorang beribadah dengan menunaikan shalat, zakat, shaum, haji dan sebagainya, akan tetapi dia tidak kufur terhadap thaghut, maka dia itu bukan muslim dan amal ibadahnya tidak diterima.

Adapun tata cara kufur kepada thaghut adalah sebagaimana yang dijabarkan oleh Syaikhul Islam Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah:

1. Engkau meyakini bathilnya ibadah kepada selain Allah

2. Engkau meninggalkannya,

3. Engkau membencinya,

4. Engkau mengkafirkan pelakunya,

5. Dan engkau memusuhi para pelakunya.

Ini sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala:

“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya tatkala mereka mengatakan kepada kaumnya: “Sesungguhnya kami berlepas diri dari kalian dan dari apa yang kalian ibadati selain Allah, kami ingkari (kekafiran) kalian dan telah nyata antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian buat selama-lamanya sampai kalian beriman kepada Allah saja” (Al Mumtahanah: 4)

Adapun penjabarannya adalah sebagai berikut:

Anonim mengatakan...

1. Engkau meyakini bathilnya ibadah kepada selain Allah.

Ibadah adalah hak khusus Allah, maka ketika dipalingkan kepada selain Allah, itu adalah syirik lagi bathil. Do’a adalah ibadah sebagaimana firmanNya Ta’ala:

“Berdo’alah kepadaKu, tentu akan Kukabulkan permohonan kalian, sesungguhnya orang-orang yang menolak beribadah kepadaKu, maka mereka akan masuk nereka Jahannam dalam keadaan hina” (Al Mukmin: 60)

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam besabda: “Do’a itu adalah ibadah” Memohon kepada orang-orang yang sudah mati adalah diantara bentuk pemalingan ibadah do’a kepada selain Allah, dan itu harus diyakini bathil, sedang orang yang meyakini bahwa memohon kepada orang atau wali yang sudah mati adalah sebagai bentuk pengagungan terhadap wali tersebut maka dia belum kufur terhadap thaghut.

Sembelihan adalah ibadah, dan bila dipalingkan kepada selain Allah, maka hal tersebut adalah syirik lagi bathil, Allah Ta’ala berfirman:

“Katakanlah, Sesunggunya shalatku, sembelihanku, hidup dan matiku adalah bagi Allah Rabbul ‘alamin, tiada satu sekutupun bagiNya” (Al An’am: 162-163)

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah (tumbal)”. Sedangkan dalam kenyataan, orang yang membuat tumbal, baik berupa ayam atau kambing saat hendak membangun rumah, gedung, jembatan dsb, dia menganggap sebagai tradisi yang patut dilestarikan, maka orang ini tidak kufur terhadap thaghut.

Taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah dengan cara bersedekah makanan adalah ibadah, sedangkan taqarrub kepada jin dan syaitan dengan sesajen adalah syirik lagi bathil. Allah berfirman tentang syiriknya orang-orang Arab dahulu:

“Dan mereka menjadikan bagi Allah satu bahagian dari apa yang telah Allah ciptakan berupa tanaman dan binatang ternak. Mereka mengatakan sesuai dengan persangkaan mereka: “Ini bagi Allah dan ini bagi berhala-berhala kami” (Al An’am: 136)

Jadi orang yang menganggap pembuatan sesajen sebagai tradisi yang mesti dilestarikan, berarti dia tidak kufur terhadap thaghut.

Wewenang (menentukan/membuat) hukum/undang-undang/aturan adalah hak Allah. Penyandaran hukum kepada Allah adalah bentuk ibadah kepadaNya, sedangkan bila wewenang itu disandarkan kepada makhluk, maka itu adalah syirik dan merupakan suatu bentuk ibadah kepada makhluk tersebut. Allah Ta’ala berfirman:

“…(Hak) hukum itu tidak lain adalah milik Allah. Dia memerintahkan agar kalian tidak beribadah kecuali kepadaNya. Itulah dien yang lurus” (Yusuf: 40)

Dalam ayat ini Allah memerintahkan manusia agar tidak menyandarkan hukum, kecuali kepada Allah, dan Allah namakan penyandaran hukum itu sebagai ibadah, sehingga apabila disandarkan kepada makhluk maka hal itu adalah perbuatan syirik, sebagaimana firman-Nya:

“Dan janganlah kalian memakan dari (sembelihan) yang tidak disebutkan nama Allah padanya, sesungguhnya hal itu adalah fisq. Dan sesungguhnya syaitan mewahyukan kepada wali-walinya untuk mendebat kalian, dan bila kalian menta’ati mereka maka sungguh kalian ini adalah orang-orang musyrik” (Al An’am: 121)

Anonim mengatakan...

Kita mengetahui dalam ajaran Islam bahwa sembelihan yang tidak memakai nama Allah adalah bangkai dan itu haram, sedangkan dalam ajaran kaum musyrikin adalah halal. Syaitan membisikan kepada wali-walinya (agar berkata): “Hai Muhammad, ada kambing mati di pagi hari, siapakah yang membunuhnya?” maka Rasulullah menjawab, “Allah yang telah mematikannya” Mereka berkata, “Kambing yang telah Allah sembelih (maksudnya bangkai) dengan tanganNya Yang Mulia kalian haramkan, sedangkan yang kalian sembelih dengan tangan-tangan kalian, kalian katakan halal, berarti sembelihan kalian lebih baik daripada sembelihan Allah” (HR. Hakim)

Ucapan tersebut adalah wahyu syaitan untuk mendebat kaum muslimin agar setuju dengan aturan yang menyelisihi aturan Allah, dan agar setuju dengan penyandaran hukum kepada mereka, maka Allah tegaskan, bahwa apabila mereka (kaum muslimin) setuju dengan hal itu berarti mereka telah musyrik. dan dalam ayat lain Allah Ta’ala berfirman:

“Mereka (orang-orang Nashrani) telah menjadikan para Harb (ahli ilmu/ulama) dan para Rahib (ahli ibadah) sebagai Arbaab (tuhan-tuhan) selain Allah. Juga Al Masih putera Maryam, padahal mereka tidak diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tidak ada Tuhan Yang Haq kecuali Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan” (At Taubah: 31)

Dalam ayat ini Allah vonis orang-orang Nashrani sebagai berikut:

- Mereka telah mempertuhankan para ahli ilmu dan para rahib

- Mereka telah beribadah kepada selain Allah

- Mereka telah musyrik

Juga para ahli ilmu dan para rahib tersebut Allah vonis mereka sebagai Arbaab.

Dalam atsar yang hasan dari ‘Adiy Ibnu Hatim (dia asalnya Nashrani kemudian masuk Islam) Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam membacakan ayat itu di hadapan ‘Adiy Ibnu Hatim, maka dia berkata: “Wahai Rasulullah, kami dahulu tidak pernah ibadah dan sujud kepada mereka (ahli ilmu dan para rahib)” maka Rasulullah berkata, “Bukankah mereka itu menghalalkan apa yang telah Allah haramkan dan kalian ikut-ikutan menghalalkannya? Bukankah mereka mengharamkan apa yang telah Allah halalkan lalu kalian ikut-ikutan mengharamkannya?” lalu ‘Adiy Ibnu Hatim berkata, “Ya, betul” lalu Rasulullah berkata lagi, “Itulah bentuk peribadatan orang-orang Nashrani kepada mereka itu” (HR. At Tirmidzi)

Jadi orang Nashrani divonis musyrik karena mereka setuju dengan penyandaran hukum kepada ahli ilmu dan para rahib, meskipun itu menyelisihi aturan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Sedangkan pada masa sekarang, orang meyakini bahwa demokrasi adalah pilihan terbaik, atau minimal boleh menurut mereka. Padahal demokrasi berintikan pada penyandaran wewenang hukum kepada kedaulatan rakyat atau wakil-wakilnya, sedangkan ini adalah syirik, maka orang tersebut tidak kufur terhadap thaghut dan dia itu belum muslim.

Allah Ta’ala berfirman berkaitan dengan semua peribadatan diatas:

“Itu dikarenakan sesungguhnya Allah adalah satu-satunya Tuhan Yang Haq, dan sesungguhnya apa yang mereka seru selain Dia adalah bathil” (Luqman: 30)

Juga firmanNya Ta’ala:

“Itu dikarenakan sesungguhnya Allah adalah satu-satunya Tuhan Yang Haq dan sesungguhnya apa yang mereka seru selainNya adalah yang bathil” (Al Hajj: 62)

Anonim mengatakan...

2. Engkau meninggalkannya

Meyakini perbuatan syirik itu adalah bathil belumlah cukup, namun harus disertai meninggalkan perbuatan syirik itu. Orang yang meyakini pembuatan tumbal/sesajen itu bathil, akan tetapi karena takut akan dikucilkan masyarakatnya lalu ia melakukan hal tersebut, maka dia tidak kufur terhadap thaghut. Orang yang meyakini bahwa demokrasi itu syirik, tetapi dengan dalih ‘Mashlahat Dakwah’ lalu ia masuk ke dalam sistem demokrasi tersebut, maka dia tidak kufur terhadap thaghut. Seperti orang yang membuat partai-partai berlabel Islam dalam rangka ikut dalam ‘Pesta Demokrasi’

Sesungguhnya kufur terhadap thaghut menuntut seseorang untuk meninggalkan dan berlepas diri dari kemusyrikan tersebut. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada ayah dan kaumnya: “Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian ibadati” (Az Zukhruf: 26-27)

Juga firmanNya Ta’ala tentang Ibrahim ‘alaihissalam.:

“Dan saya tinggalkan kalian dan apa yang kalian seru selain Allah” (Maryam: 48)

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Saya diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi akan laa ilaaha ilallaah…” (Muttafaq ‘alaih)

Sedangkan orang yang tidak meninggalkan syirik, maka dia itu tidak dianggap syahadatnya, karena yang dia lakukan bertentangan dengan apa yang dia ucapkan, oleh sebab itu Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata: “Dan siapa yang bersyahadat laa ilaaha ilallaah, namun di samping ibadah kepada Allah, dia beribadah kepada yang lain juga, maka syahadatnya tidak dianggap meskipun dia shalat, shaum, zakat dan melakukan amalan Islam lainnya” (Ad Durar As Saniyyah: 1/323, & Minhajut Ta’sis: 61).

Syaikh ‘Abdurrahman Ibnu Hasan Ibnu Muhammad rahimahullah berkata: “Ulama berijma, baik ulama salaf maupun khalaf dari kalangan para shahabat dan tabi’in, para imam dan semua Ahlus Sunnah bahwa orang tidak dianggap muslim, kecuali dengan cara mengosongkan diri dari syirik akbar dan melepaskan diri darinya” (Ad Durar As Saniyyah: 2/545). Beliau juga berkata: “Siapa yang berbuat syirik, maka dia telah meninggalkan Tauhid” (Syarah Ashli Dienil Islam, Majmu’ah tauhid).

Orang berbuat syirik, dia tidak merealisasikan firmanNya: “Dan mereka itu tidak diperintahkan kecuali untuk beribadah kepada Allah seraya memurnikan seluruh ketundukan kepadaNya” (Al Bayyinah: 5). Orang yang melakukan syirik akbar meskipun tujuannya baik maka dia tetap belum kufur terhadap thaghut.

Al Imam Su’ud Abdil Aziz Ibnu Muhammad Ibnu Su’ud rahimahullah berkata: “Orang yang memalingkan sedikit dari (ibadah) itu kepada selain Allah maka dia itu musyrik, sama saja dia itu ahli ibadah atau orang fasik, dan sama saja maksudnya itu baik atau buruk” (Durar As Saniyyah: 9/270).

Syaikh Sulaiman Ibnu Abdillah Ibnu Muhammad rahimahullah mengatakan: “Sesungguhnya pelafalan laa ilaaha ilallaah tanpa mengetahui maknanya dan tanpa mengamalkan tuntutannya berupa komitmen terhadap tauhid, meninggalkan syirik, dan kufur kepada thaghut maka sesungguhnya hal itu (syahadat) tidak bermanfaat, atas ijma (para ulama)” (Kitab Taisir)

Syaikh Hamd Ibnu ‘Atiq rahimahullah berkata: “Para ‘ulama ijma, bahwa siapa yang memalingkan sesuatu dari dua macam do’a kepada selain Allah, maka dia telah musyrik meskipun dia mengucapkan Laa ilaaha ilallaah Muhammadurrasulullah, dia shalat, shaum dan mengaku muslim” (Ibthal At Tandid: 76).

Syaikh ‘Abdurrahman Ibnu Hasan rahimahullah berkata: “Orang tidak disebut muwahhid kecuali dengan cara menafikan syirik dan bara’ah darinya”

Jadi, orang yang tidak meninggalkan syirik, dia tidak kufur terhadap thaghut.

Anonim mengatakan...

3. Engkau Membencinya

Orang yang meninggalkan perbuatan syirik akan tetapi dia tidak membencinya, maka dia belum kufur terhadap thaghut. Ini dikarenakan Allah mensyaratkan adanya kebencian terhadap syirik dalam merealisasikan tauhid kepadaNya. Allah Ta’ala berfirman tentang Ibrahim ‘alaihissalam.:

“Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian ibadati” (Az Zukhruf: 26)

Kata bara’ (berlepas diri) dari syirik itu menuntut adanya kebencian akan adanya syirik itu. Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Ikatan iman yang paling kokoh adalah cinta karena Allah dan benci karena Allah”

Kebencian terhadap syirik ini berbentuk realita, yaitu tidak hadir di majelis syirik saat syirik sedang berlangsung. Sebagai contoh: orang yang hadir di tempat membuat atau mengubur tumbal yang sedang dilakukan, maka dia itu sama dengan pelakunya. Allah Ta’ala berfirman:

“Dan sungguh Dia telah menurunkan kepada kalian dalam Al Kitab, yaitu bila kalian mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olok, maka janganlah kalian duduk bersama mereka sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain, karena sesungguhnya kalian (bila duduk bersama mereka saat hal itu dilakukan), berarti sama (status) kalian dengan mereka” (An Nisa: 140)

Jadi orang yang duduk dalam majelis di mana kemusyrikan atau kekufuran sedang berlangsung atau sedang dilakukan atau dilontarkan (diucapkan) dan dia duduk tanpa dipaksa dan tanpa mengingkari hal tersebut maka dia sama kafir dan musyrik seperti para pelaku kemusyrikan tersebut.

Seandainya kalau tidak dapat mengingkari dengan lisannya, maka hal tersebut harus diingkari dengan hatinya yang berbentuk sikap meninggalkan majelis tersebut. Sungguh sebuah kesalahan fatal orang yang mengatakan: “Saya ingkar dan benci di hati saja” sedangkan dia tidak pergi meninggalkan majelis tersebut.

Oleh karenanya para shahabat pada masa khalifah Utsman radliyallahu ‘anhu ber-ijma atas kafirnya seluruh jama’ah mesjid di kota Kuffah saat salah seorang diantara mereka mengatakan: “Saya menilai apa yang dikatakan Musailamah itu bisa jadi benar” (Riwayat para penyusun As Sunan/Ashhabus Sunan) dan yang lain -yang hadir di mesjid- tidak mengingkari ucapannya seraya pergi darinya.

Orang yang tidak membenci ajaran syirik, agama kuffar, system kafir, dan thaghut berarti ia tidak kufur terhadap thaghut.

Anonim mengatakan...

4. Engkau Mengkafirkan Pelakunya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengkafirkan para pelaku syirik akbar dalam banyak ayat, diantaranya:

“Dan orang-orang yang menjadikan sembahan-sembahan selain Allah, (mereka mengatakan): “kami tidak beribadah kepada mereka, melainkan supaya mereka itu mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya”. Sesungguhnya Allah memutuskan diantara mereka dihari kiamat dalam apa yang telah mereka perselisihkan, sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang yang dusta lagi sangat kafir” (Az Zumar: 3)

Dan firmanNya Ta’ala:

“Dan siapa yang menyeru ilaah yang lain bersama Allah yang tidak ada bukti dalil kuat buat itu baginya, maka perhitungannya hanyalah disisi Rabnya, sesungguhnya tidak beruntung orang-orang kafir itu” (Al Mu’minun: 117)

Bila Allah mengkafirkan para pelaku syirik, maka orang yang tidak mengkafirkan mereka berarti tidak membenarkan Allah. Dia Subhanahu Wa Ta’ala juga telah memerintahkan untuk mengkafirkan para pelaku syirik, diantaranya adalah firmanNya:

“Dan dia menjadikan tandingan-tandingan bagi Allah supaya dia menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya, katakanlah, “Nikmatilah kekafiranmu sebentar, sesungguhnya kamu tergolong penghuni neraka” (Az Zumar: 8)

Dan orang yang tidak mengkafirkan pelaku syirik, berarti dia menolak perintah Allah, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam besabda: “Siapa yang mengucapkan Laa ilaaha ilallaah dan dia kafir terhadap segala sesuatu yang diibadati selain Allah, maka haramlah harta dan darahnya, sedangkan perhitungannya adalah atas Allah” (HR. Muslim)

Para imam dakwah Najdiyyah telah menjelaskan maksud sabda nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam: “Dan dia kafir terhadap segala sesuatu yang diibadati selain Allah”, maksud kalimat tersebut adalah: Mengkafirkan pelaku syirik dan berlepas diri dari mereka dan dari apa yang mereka ibadati” (Ad Durar As Saniyyah: 291)

Orang yang tidak mengkafirkan pelaku syirik akbar adalah orang yang tidak kufur kepada thaghut.

Syaikh Muhammad Ibnu ‘Abdil Wahhab rahimahullah berkata: “Orang yang tidak mengkafirkan para pelaku syirik atau ragu akan kekafiran mereka atau membenarkan ajaran mereka, maka dia telah kafir” (Risalah Nawaqidlul Islam)

Syaikh ‘Abdurrahman Ibnu Hasan rahimahullah berkata: “Seseorang tidak menjadi muwahhid kecuali dengan menafikan syirik, berlepas diri darinya dan mengkafirkan pelakunya” (Syarh Ashli Dienil Islam – Majmu’ah Tauhid)

Syaikh ‘Abdul Lathif Ibnu ‘Abdirrahman Ibnu Hasan rahimahullah berkata: “Dan sebahagian ulama memandang bahwa hal ini (mengkafirkan pelaku syirik) dan jihad diatasnya adalah salah satu rukun yang mana Islam tidak tegak tanpanya” (Mishbahuzh Zhallam: 28). Beliau berkata lagi: “Adapun menelantarkan jihad dan tidak mengkafirkan orang-orang murtad, orang yang menjadikan andaad (tandingan-tandingan) bagi Tuhannya, dan orang yang mengangkat andaad dan arbaab (tuhan-tuhan) bersamaNya, maka sikap seperti ini hanyalah ditempuh oleh orang yang tidak beriman kepada Allah dan RasulNya. Orang yang tidak mengagungkan perintahNya, tidak meniti jalanNya dan tidak mengagungkan Allah dan RasulNya dengan pengagungan yang sebenar-benarnya pengagungan terhadapNya, bahkan dia itu tidak menghargai kedudukan ulama dan para imam umat ini dengan selayaknya” (Mishbahuzh Zhalam: 29)

Para imam dakwah Nejd berkata: “Di antara hal yang mengharuskan pelakunya diperangi adalah sikap tidak mengkafirkan pelaku-pelaku syirik atau ragu akan kekafiran mereka karena sesungguhnya hal itu termasuk pembatal dan penggugur keIslaman. Siapa yang memiliki sifat ini maka dia telah kafir, halal darah dan hartanya serta wajib diperangi sehingga dia mengkafirkan para pelaku syirik” (Ad Durar As Saniyyah: 9/291)

Mereka juga mengatakan: “Sesungguhnya orang yang tidak mengkafirkan orang-orang musyrik, dia itu tidak membenarkan Al Qur’an, karena sesungguhnnya Al Qur’an telah mengkafirkan para pelaku syirik dan memerintahkan untuk mengkafirkan mereka, memusuhi mereka dan memerangi mereka” (Ad Durar As Saniyyah: 9/291)

Anonim mengatakan...

Jadi, takfir (mengkafirkan) para pelaku syirik adalah bagian Tauhid dan pondasi dien ini, bukan fitnah sebagaimana yang diklaim oleh musuh-musuh Allah dari kalangan ‘ulama suu’ (ulama jahat) kaki tangan thaghut dan kalangan Neo Murji-ah. Orang yang mengkafirkan pelaku syirik bukanlah Khawarij, justeru mereka itu adalah penerus dakwah rasul-rasul. Orang yang menuduh mereka sebagai Khawarij adalah orang yang tidak paham akan dakwah para rasul.

Syaikh ‘Abdul Lathif Ibnu ‘Abdirrahman rahimahullah berkata: “Siapa yang menjadikan pengkafiran dengan syirik akbar termasuk ‘aqidah Khawarij maka sungguh dia telah mencela semua rasul dan umat ini. Dia tidak bisa membedakan antara Dien para rasul dengan madzhab Khawarij, dia telah mencampakkan nash-nash Al Qur’an dan dia mengikuti selain jalan kaum muslimin” (Mishbahuzh Zhallam: 72)

Orang yang tidak mengkafirkan pelaku syirik akbar secara nau’ (jenis pelaku) maka dia kafir, sedangkan orang yang membedakan antara nau’ dengan mu’ayyan (orang tertentu) maka minimal jatuh dalam bid’ah dan bila (sudah) ditegakkan hujjah atasnya maka dia kafir juga.

Orang yang tidak mau mengkafirkan para pelaku syirik, pada umumnya dia lebih loyal kepada pelaku syirik dan justru memusuhi para muwahhid yang mengkafirkan pelaku syirik. Demikianlah realita yang terjadi, sehingga banyak yang jatuh dalam kekafiran. Tidaklah sah shalat di belakang orang yang tidak mengkafirkan pelaku syirik akbar secara mu’ayyan.

Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah berkata: “Siapa yang membela-bela mereka (para thaghut dan pelaku syirik akbar) atau mengingkari terhadap orang yang mengkafirkan mereka, atau mengklaim bahwa: ‘perbuatan mereka itu meskipun bathil tetapi tidak mengeluarkan mereka pada kekafiran’, maka status minimal orang yang membela-bela ini adalah fasiq, tidak diterima tulisannya, tidak pula kesaksiannya, serta tidak boleh shalat bermakmum dibelakangnya” (Ad Durar As Saniyyah: 10/53)

Ini adalah status minimal, adapun kebanyakan berstatus sebagaimana yang digambarkan Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah: “Orang-orang yang merasa keberatan dengan masalah takfir, bila engkau mengamati mereka ternyata kaum muwahhidin adalah musuh mereka, mereka benci dan dongkol kepada para muwahhid itu. Sedangkan para pelaku syirik dan munafiqin adalah teman mereka yang mana mereka bercengkrama dengannya. Akan tetapi hal seperti ini telah menimpa orang-orang yang pernah bersama kami di Dir’iyyah dan ‘Uyainah yang mana mereka murtad dan benci akan dien ini” (Ad Durar As Saniyyah: 10/92)

Anonim mengatakan...

5. Engkau Memusuhi Mereka

Orang yang tidak memusuhi pelaku syirik bukanlah orang yang kufur kepada thaghut, Allah berfirman tentang ajaran Ibrahim ‘alaihissalam. Dan para nabi yang bersamanya:

“Dan tampak antara kami dan kalian permusuhan dan kebencian selamanya hingga kalian beriman kepada Allah saja” (Al Mumtahanah: 4)

Dan firmanNya Ta’ala:

“Kalian tidak mungkin mendapatkan orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir saling berkasih sayang dengan orang yang menentang Allah dan RasulNya, meskipun mereka itu ayah-ayahnya, anak-anaknya, saudara-saudaranya atau karib kerabatnya” (Al Mujaadilah: 22)

Syaikh Muhammad rahimahullah mengatakan: “Sesungguhnya orang tidak tegak keIslamnnya walaupun ia mentauhidkan Allah dan meninggalkan kemusyrikan kecuali dengan memusuhi para pelaku syirik…” (Syarh Sittati Mawadli Minas Sirah, Majmu’ah Tauhid: 21)

Permusuhan lawannya adalah loyalitas kepada orang kafir. Menafikan (meniadakan) keimanan/ tauhid, Allah Ta’ala berfirman:

“Dan siapa yang berloyalitas kepada mereka (orang-orang kafir) diantara kalian, maka sesungguhnya dia adalah bagian dari mereka” (Al Maidah: 51)

Karena permusuhan ini Allah Ta’ala berfirman:

“Maka bunuhlah orang-orang musyrik itu dimanapun kalian mendapati mereka, tangkaplah mereka, kepunglah mereka dan intailah mereka ditempat pengintaian” (At Taubah: 5)

Demikianlah tata cara kufur kepada thaghut.

KE DUA: Iman Kepada Allah

Adapun makna iman kepada Allah adalah:

1. Engkau meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya ilaah yang berhak diibadahi

2. Engkau memurnikan seluruh macam ibadah hanya kepada Allah

3. Engkau menafikan ibadah itu dari selain Allah

4. Engkau mencintai lagi loyal kepada orang yang bertauhid

5. Serta engkau membenci lagi memusuhi para pelaku syirik

Anonim mengatakan...

Penjelasannya adalah sebagai berikut:

1. Engkau meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya ilaah yang berhak diibadati

Orang yang membolehkan tumbal, sesajen, permohonan kepada orang yang sudah meninggal atau meyakini serta memegang sistem demokrasi berarti dia telah meyakini adanya ilaah yang lain bersama Allah, mereka tidak beriman kepada Allah. Orang yang menyerukan penegakan hukum thaghut atau menyerukan demokrasi, dia itu tidak beriman kepada Allah, begitu juga orang yang menyerukan hukum adat.

Orang yang bertauhid hanya meyakini satu sumber hukum, yaitu Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Orang yang bertauhid hanya meyakini satu Dzat yang berhak diibadati. Allah Ta’ala berfirman:

“Katakanlah ; “Dialah Allah Yang Maha Esa” (Al Ikhlas: 1)

Dan firmanNya Ta’ala:

“Janganlah engkau mengangkat dua tuhan, Dia itu hanyalah Tuhan Yang Maha Esa” (An Nahl: 51)

Sedangkan tuhan-tuhan para ‘Ubadul Qubur adalah banyak, yaitu orang-orang yang sudah mati yang mereka ajukan permohonan (permintaan) kepadanya. Dan adapun tuhan-tuhan para pengusung demokrasi adalah banyak pula, ada tuhan dari Partai A, Partai B, Partai C dan seterusnya. Para pembuat hukum itu adalah tuhan-tuhan mereka.

2. Engkau memurnikan seluruh macam ibadah hanya kepada Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala bukan memerintahkan ibadah kepadaNya, akan tetapi Dia memerintahkan supaya orang hanya ibadah kepadaNya, dan tidak mempersekutukan sesuatupun denganNya dalam ibadah-ibadah tersebut, sebagaimana firmanNya:

“Dan mereka tidak diperintahkan kecuali supaya mereka beribadah kepada Allah seraya memurnikan seluruh Dien (ketundukan) hanya kepadaNya” (Al Bayyinah: 5)

Juga firmanNya Ta’ala:

“Dan barangsiapa yang menyerahkan wajahnya sepenuhnya kepada Allah sedang dia itu muhsin (mengikuti tuntunan rasul), maka dia itu telah berpegang pada buhul tali yang sangat kokoh (tauhid/Islam)” (Luqman: 22)

Menyerahkan wajah sepenuhnya kepada Allah adalah dengan cara beribadah hanya kepada Allah, sebagaimana Dia Ta’ala berfirman:

“Ya, siapa orangnya yang menyerahkan wajahnya sepenuhnya kepada Allah, sedang dia muhsin (berbuat kebaikan) maka bagi dia pahala disisi Tuhannya, tidak ada rasa takut atas mereka dan mereka itu tidaklah bersedih” (Al Baqarah: 112)

Anonim mengatakan...

Syaikh ‘Abdul Lathif Ibnu ‘Abdirrahman rahimahullah berkata: “Ayat ini adalah bantahan terhadap ‘ubbadul qubur yang menyeru selain Allah dan beristighatsah kepada selainNya, karena penyerahan wajah serta ihsan dalam beramal itu tidak pada diri mereka” (Minhaj At Ta’sis)

‘Ubbadul qubur adalah orang-orang yang mengaku Islam, shalat, zakat, shaum, haji, dsb. Tetapi masih suka meminta kepada orang yang sudah mati, terutama orang shalih atau wali. Maka ‘ubbadul qubur adalah kaum musyrikin.

Syaikh Ali Khudlair, di awal kitab Ath Thabaqat menyebutkan bahwa diantara golongan yang termasuk ‘ubbadul qubur adalah: “Para penguasa thaghut, para budaknya (aparat keamanan), para pengusung undang-undang buatan, kaum demokrat dan yang lainnya”.

Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Hak Allah atas hamba-hambaNya adalah mereka beribadah kepadaNya dan mereka tidak menyekutukan sesuatupun denganNya” (hadits shahih dari Mu’adz)

Orang yang berbuat syirik, berarti dia telah melanggar hak Allah. Jelasnya bahwa orang yang mengaku beriman pada rukun iman, rukun Islam dan dia beribadah kepada Allah, akan tetapi di samping itu dia membuat tumbal, sesajen, memohon kepada penghuni kubur atau ikut serta dalam demokrasi, maka mereka itu dianggap tidak beriman kepada Allah (dia bukan muslim). Syaikh ‘Adurrahman Ibnu Hasan rahimahullah berkata: “Para ulama telah berijma, baik salaf maupun khalaf dari kalangan shahabat, tabi’in, para imam dan seluruh Ahlus Sunnah bahwa seseorang tidak dianggap muslim, kecuali dengan cara (dia) mengosongkan diri dari syirik akbar, berlepas diri darinya dan dari pelakunya, membenci mereka, memusuhi mereka sesuai kekuatan dan kemampuan, serta memurnikan amalan seluruhnya bagi Allah” (Ad Durar As Saniyyah: 11/545)

Perkataan seseorang: ”Saya beriman kepada Allah dan saya bukan musyrik” tidaklah bermanfaat bila ternyata realita syirik ada padanya, oleh sebab itu Al Hasan Al Bashri rahimahullah berkata: “Iman itu bukan angan-angan dan bukan dengan hiasan, akan tetapi ia adalah apa yang terpatri di dalam hati dan di benarkan dengan amalan”

3. Menafikan ibadah itu dari selain Allah

Orang yang beriman kepada Allah tidak mungkin memalingkan satu macam ibadahpun kepada selain Allah, karena orang yang memalingkan satu saja ibadah kepada selain Allah, berarti telah meninggalkan Islam. Oleh sebab itu Allah Ta’ala memerintahkan kepada nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam untuk mengatakan kepada orang-orang kafir: “Aku tidak beribadah kepada apa yang kalian ibadahi” (Al Kaafirun: 2).

4. Engkau Mencintai Dan Loyal (Wala) Kepada Orang Yang Bertauhid

Orang yang beriman kepada Allah pasti mencintai dan loyal kepada orang yang bertauhid, karena mereka memiliki ikatan persaudaran diatas dien ini, Allah Ta’ala berfirman:

Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara” (Al Hujurat: 10)

Dan firmanNya dalam ayat yang lain:

“Orang-orang mukmin laki-laki dan mukmin perempuan sebahagiannya adalah penolong bagi sebahagian yang lain” (At Taubah: 71)

Oleh sebab itu, tidak mungkin orang mukmin mendukung orang-orang kafir dalam rangka menghancurkan kaum muslimin karena itu bertentangan dengan wala (loyalitas) terhadap kaum muslimin.

5. Engkau membenci pelaku-pelaku syirik dan memusuhi mereka

Allah mengatakan tentang ucapan para rasul semuanya yang harus kita ikuti:

“Dan tampaklah antara kami dengan kalian permusuhan dan kebencian selama-lamanya sehingga kalian beriman kepada Allah saja…” (Al Mumtahanah: 4)

Orang yang tidak membenci dan tidak memusuhi pelaku syirik adalah orang yang tidak beriman kepada Allah.

Falsafah yang mengajarkan agar tidak membenci atau memusuhi ajaran agama lain adalah falsafah kafir. Sistem yang menyamakan semua ajaran agama adalah system syirik. Orang yang bertauhid pasti membenci dan memusuhi pelaku syirik meskipun ayah sendiri atau anak sendiri. Syaikh Muhammad Ibnu ‘Abdil Wahhab rahimahullah berkata: “Tidak tegak keIslaman sesorang meskipun dia tidak beribadah kecuali kepada Allah, kecuali dengan cara memusuhi para pelaku syirik’

Anonim mengatakan...

HASIL COPAS CEPEDEHHHH BACANYA, MAS INTINYA ADL : HUKUM DUNIA ADL HUKUM THOGUT, DEMOCRACY HASIL THOGUT, SIAPA YG PERCAYA HUKUM HASIL DEMOKRASI SAMA DG TAKFIR, PERCAYA HUKUM THOGUT ADL TAKFIR .....KHAN ITU INTINYA!!!!
Nah sy tanya sama faham salafy ini (yg punya BLOG)
apakah sdh menjalankan hukum Allah??? klu belum, apakah sdh memulai/merintisnya???
saya kira belum khan??mengaku penerus salaf, mendengar Imamah dan Baiat saja alergi , katanya tdk Syari dll yg syari adl imam presiden Sby hasil demokrasi,
lho iki tambah parah maneh, anti demokrasi tapi mengakui hasil Demikrasi iki kepriben???
Sy kira banyak Ormas2 Islam yg mulai merintis Hukum Allah Swt, cth: Hibuttahrir, Mujahidin,ldxx,dll walau masih kecil tp bercita2 membentuk khilafah islamiyah......
silahkan komentari yg punya Blog...

Anonim mengatakan...

Hukum ALLAH bisa tegak ya dengan cara mengganti dasar negara, menjadi negara islam , apa ente berani? kalau tdk berani dan tdk memulai berarti yg nulis ini/copas ini juga sama2 takfir alias pelaku syirik kan begitu???...sikon sekarang malah Demokracy sdh dipakai dinegara2 Arab, yg nota bene negara2 muslim.
Why....??

Anonim mengatakan...

Cantik itu ulasan yg panjang lebar di komen yg atas-2 itu. Sy meyakini yg spt itu.
Tolong sama mas "anonim", ditambahkan jg bagaimana bermuamallah dengan penguasa kufur dan cara-2 menyikapinya, klu nggak orang awam bisa hantam kromo...wah bisa dihabisin deh kita sama pak tentara-2 itu....gimana kita mau ibadah klu udah gitu...lha wong kita itu kekuatannya masih segini, dibanding yg di sana itu. Mana yg harus kita dahulukan???
Semoga mas "anonim" jg kasih address yg jelas, barangkali sy bisa nanya ini-itu yang bisa bermanfaat.
Wassalam dari Agus Setyobudi (021-33006601)

Anonim mengatakan...

wah orang awam disuruh milih, kira2 milih yang mana ya...Hibuttahrir, Mujahidin,ldxx,atau dll
Ayo silakan pilih...
Falsafah yang mengajarkan agar tidak membenci atau memusuhi ajaran agama lain adalah falsafah kafir. Sistem yang menyamakan semua ajaran agama adalah system syirik.
Maaf saya tidak setuju dengan pendapat ini..
Silakan anda renungkan mengapa setiap surat2 Alquran di awali

"Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang"

Dan Sepertinya tidak ada penjelasan kalo kita harus pemurah hanya kepada satu agama atau satu golongan kita saja..atau kita harus sayang hanya pada umat yang satu agama dan golongan kita saja...
apa jadinya dunia ini kalo smua orang berpandangan seperti ini, bisa2 perang tiap hari, saling cerca saling maki setiap hari , apakah ini yang Allah inginkan pada umatnya ....

Anonim mengatakan...

tellek kabeh. ngomong tok gk ad brhenti2nya,,, gk ush bnyk ngemeng sp yg bner, gini aj de,,, yang ngikuti Allah SWT(Al-Qur'an), dan Nabi Muhammad SAW (Al-Hadist), itulah yang bener... ngomong tok... Dn tentuny Semuanya harus Shohih, bener2 dr Allah Dn RosulNya.. LDII gk bener, Shalafi ap lagi dan semua yng ad d bumi ini,,,kecuali islam yng murni Dr Allah Dn Nabi Muhammad, liat aj diri sp yng bner, gk ush ngomong ae,,, Agama itu udh smpurna,gk ush d ubah,,, Carien dewe seng benner sak'iki sopo... gk ush d jwb, cukup d dlm hati aj c****k..........

Anonim mengatakan...

Waduh ada yang marah-2...He..He..He...
Wassalam dari Agus Setyobudi (021-33006601)

Anonim mengatakan...

aliran sempalan itu...?
MLM dengan product agama
bonusnya iming2 Surga..
inget CNI, tiansi,amway dll..
inget Nii, ahmadiah, dll
Marketing/Mubaligh mereka klo lagi prospek giatnya stengah mate...bagaiamana dengan Ldii ...silakan simpulkan sendiri lah kan udah pada besar....

Muhammad A. Maulana ash-Shafeeq mengatakan...

Dia yang posting , dia juga yg komen , salafi indonesia-salafy indonesia . . . hehee lucu kalian . . . mana ada org LDII yg kalau ada saudaranya mngnnggp LDII sesat atau dlm bahasa lain ragu2 (syubhat) lalu dia berkata : SANA JANGAN NGAJI LAGI DI LDII . . . . itu mustahil krn di LDII diajari saling nasehat-nasihati, bukan kayak gitu , yang nulis anonim lagi , , ,hahahaa semprul , [komentar saya jangan dihapus] Berbohong kok tanpa dalil, pake bawa2 ISLAM yang AGUNG segala . . . [sekali lagi, komentar saya JANGAN DIHAPUS]

Muhammad A. Maulana ash-Shafeeq mengatakan...

Yang nulis komentar anonim semua , baru, setiap komentar bahkan yang sepele sekalipun seperti kata : "Hidup LDII" pun jadi bahan buat percakapan dibawahnya , , , ketahuan bohongnya.....

Ana dukung salafi dan bangga ada salafi yang memurnikan Islam tapi bukan salafi kopi-paste-an kayak situ , , ,,

Muhammad A. Maulana ash-Shafeeq mengatakan...

Ingat !!! Komentar saya diterbitkan !!!! KALAU SITU EMANG BENAR !!! JANGAN BER-HUJJAH ATAS DASAR HAWA NAFSU MAS BROOO . . . INGAT ALLAH ROBBUSSAMAWATI WAL ARDH Al-BASHIR itu melihatmu . DIA MELIHATMU !!!!

Anonim mengatakan...

ada anak kecil lagi ngigo..!! lucu sekali ngomongnya :))

Anonim mengatakan...

Di kelompok2 (Jakarta) sedang getol2nya pengurus melalui corong Daerah mengumumkan bahwa, kalau warga LDII bisa mengajak non LDII untuk ikut memberikan dukungan (dgn cara mengumpulkan poto copy KTP) terhadap CAGUB dan CAWAGUP dari LDII, maka akan diberi imbalan uang Rp. 10.000/kepala. Dan, mubaligh pun ikut2an 'berkampanye' di masjid ketika pengajian kelompok dengan mengatakan bahwa, "Ini adalah Ibadah, dapat pahala" eiitt dahh...!!!gubrakkk...!!! lucu sekali kalian yg mengaku pemurni islam wahai LDII....:))

Anonim mengatakan...

Mas tolong "konsep" blognya diganti aja....
Liat komen-2 yg ratusan di atas ini, dan ratusan yg lain di tema-2 yg lain....
ISINYA: 10% ILMU, 10% NASEHAT, 80% HUJAT-MENGHUJAT......
Saya melihat dari isi-2 komen-2 itu kebanyakan HAWA NAFSU muatannya, ya semua pihak kelihatan pd ngeluarin borok HAWA NAFSUNYA....
Kalau spt ini lebih banyak mudhorotnya daripada manfaatnya...
Seklian saya pamitan nggak isi-2 komen lagi, kecuali ada perubahan "konsep" yang benar cara-2 islam. Sy yakin "mencela" sebuah kesalahan itu BERBEDA dengan "menghujat"..... Kok sama-2 ngaku islam yang bener, tp cara-2nya kok sama-2 nggak nunjukin cara islam yang bener ya.....
Wassalam dari Agus Setyobudi (021-33006601).

Anonim mengatakan...

Astagfirullah...