بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

Mantan Petinggi LDII Beberkan Bahaya & Kesesatan LDII kepada MIUMI


Mantan Petinggi LDII Beberkan Bahaya & Kesesatan LDII kepada MIUMI

JAKARTA (voa-islam.com) – Sejumlah pentolan Islam Jama’ah (IJ) alias Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) yang sudah bertaubat, membeberkan fakta dan data kesesatan IJ alias LDII.

Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) semakin dirasakan kehadirannya di tengah masyarakat. Banyak kalangan yang menaruh harapan besar kepada MIUMI agar memberikan solusi terhadap problematika umat Islam.

Mantan Pengurus Pusat Islam Jamaah (IJ) yang bertopeng dengan nama baru Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) membeberkan kesesatan LDII kepada Sekretaris Jenderal (Sekjen) MIUMI, Rabu (11/04/2012).

Mauluddin, mantan Wakil Imam Besar IJ (setingkat Wapres dalam struktur Republik LDII) menyatakan, IJ mirip Khawarij dan sangat berbahaya bagi akidah umat Islam. "Iya, sangat kental nuansa takfirnya. Jadi, selain anggota LDII, dianggap kafir", ujarnya di Kantor MIUMI, Jalan Tebet Timur Dalam VIII No. 44. Jakarta Selatan.

Mauluddin mengungkapkan, dirinya dan para pentolan IJ atau LDII, setelah merasakan adanya banyak keanehan dalam doktrin LDII, di antaranya kewajiban mempelajari Islam lewat jalur riwayat (manqul) kepadaHaji Nurhasan Ubaidah sebagai Imam Besar IJ. Selain itu tidak dibenarkan.

"Saya merasa aneh, ngajinya kenapa harus secara manqul dari Haji Nurhasan. Katanya (Nurhasan), jamaah ini (IJ) tidak fanatik dengan mazhab tertentu. Tidak mengambil pendapat Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi'i dan Imam Ahmad. Tapi, murni mengamalkan Al-Quran dan hadits. Kalau demikian, kenapa harus mempelajari Islam sesuai doktrin Haji Nurhasan saja”, paparnya.

Sikap radikal ala khawarij yang suka mengafirkan orang di luar IJ tak hanya mengagetkan orang di luar IJ, tapi juga dari kalangan internal yang sudah malang melintang dalam dakwah LDII.

“Saya produk asli IJ. Ayah, ibu bahkan kakek nenek saya semuanya IJ. Tapi saya justru ill fell (hilang rasa simpatik) dengan dakwahnya yang terlalu sombong, menganggap IJ-lah satu-satunya jamaah yang mengamalkan Al-Quran-Hadits dan dijamin “pasti” masuk surga” jelasnya kepada Sekjen MIUMI.

Kekuatan doktrin IJ tertumpu pada sandi 354 (galipat). Tiga berarti tiga butir, yaitu: Jamaah, Al-Quran dan Hadits. Artinya Al-Quran dan Hadits harus diinterpretasikan sesuai penafsiran “Jamaah”.

Lima artinya lima butir berisi sumpah setia (bai’at) kepada Sang Amir untuk mengaji, mengamal, membela, sambung jamaah dan taat Amir (pimpinan).

Empat maknanya empat butir pengikat iman yang terdiri dari syukur, menganggungkan, bersungguh-sungguh dan berdoa untuk Amir.

“Nah, kewajiban jamaah untuk menyumbang sepuluh (10) persen dari penghasilan perbulannya masuk dalam bab membela Jamaah itu, plus infak untuk dainya. Semua kalau ditotal bisa sampai 20% dari penghasilan kita “ jelas Pak Imam mantan muballigh (penceramah) LDII yang anak istrinya masih terperangkap dalam pusaran LDII.

    Menanggapi pengaduan para mantan LDII ini, Sekjend MIUMI, Bachtiar Nasir tidak ragu menyatakan bahwa IJ sesat menyesatkan.

    “Tidak ragu bagi kami bahwa LDII ini sesat. Karena itu kami sarankan kepada Bapak-bapak yang sudah keluar dari LDII agar tetap solid dan segera mengambil langkah startegis untuk memberikan pencerahan kepada jamaah yang masih di LDII”, tutur Direktur Ar-Rahman Quranic Learning Center (AQL) Tebet, Jakarta Selatan.

    Menurut Abdurrahim, mantan Gubernur Republik LDII Wilayah DKI Jakarta, untuk memuluskan dakwahnya LDII tidak hanya berganti nama. Tapi juga mendirikan ormas berupa Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), Persatuan Silat Nasional (Persinas) ASAD, Usaha Bersama (UB), Cinta Alam Indonesia (CAI), dan Sentra Komunikasi (SENKOM).

      Data serupa juga diamini oleh Adam Amrullah, “Organisasi-organisasi itu sengaja didirikan untuk mewadahi potensi internal dan menjerat orang-orang di luar IJ, “ ujar Adam yang dipaksa cerai oleh mertuanya karena dianggap murtad setelah keluar dari LDII. [Masdar Helmi]

      488 orang menyukai ini. Jadilah orang pertama di antara teman-teman.

      Comments
      11 Comments

      11 Response to "Mantan Petinggi LDII Beberkan Bahaya & Kesesatan LDII kepada MIUMI"

      Anonim mengatakan...

      SIAPAKAH YANG SAKIT HATI
      --------------------
      ini sekedar analisa saya.
      mengenai akar dari sakit hati itu, Para petinggi jokam mengatakan bahwa mereka yg disebut di atas adalah gerombolan orang sakit hati,..
      yu kita flashback sedikit dengan melihat latar belakang ormas2 islam di Indonesia...islam di indonesia.awal2 adalah hasil asimilasi dan akulturasi para pedagang gujarat dan penduduk indonesia..yang mungkin kita kenal dengan ormas NU nya..Kemudian muncul Muhamadiyah dengan KH Ahmad Dahlan nya, dimana beliau merasa terpanggil untuk melakukan perubahan setelah melihat kesenjangan ajaran islam yang ada di Indonesia dengan yang ada di negeri asalnya..walau dengan harus di kucilkan dari ulama pada umumnya pada saat itu, SAKIT HATIKAH mereka..? s/d saat ini mereka tetap memperjuangkan untuk menghapus bid`ah di tengah masyarakat,.Disusul dengan PERSIS yg dgn kerasnya menentang bidah(maaf sy disini hanya memberikan gambaran ormas2 besar saja, untk yg lainnya saya tidak begitu mengetahui).
      Kemudian saat ini gencar pembaharuan Islam tentang ke amiran.salah satunya KH Nurhasan dgn LDxx nya yang begitu superior...sekilas saya perhatikan mustahil kalo beliau tidak berusaha untuk mengajak para2 ulama di jamnannya untuk mengikuti pemahaman tentang konsep Jamaah..lalu bagaimana respond nya...? ..sabarkah / legowokah menerima penolakan tersebut..?
      respond dari penolakan tersebut menghasilkan out put berupa :
      -ga boleh belajar ilmu islam dari ulama non Ldxx (karena ga mangkul)
      -ga boleh berimam ketika sholat dgn non ldxx dgn alasan .....
      -ga boleh nikah ama yg non Ldxx (dgn alsan .....)
      -DLL. yg paling parahnya pengkafiran secara terbuka & terselubung dengan alasan...
      (mohon maaf kalo ada yang salah)...
      sehingga menghasilakn efek Bolak Balik ke sakit hatian...
      Ke sakit hatian pendirinya karena di tolak, ditularkan pada pengikutnya, pengikutnya jadi harus ikut2 an sakit hati, respond dari yang di benci pun akhirnya jadi tidak bersimpatik dengan mengatakan sesat lah, anu lah dll..begitulah seterusnya..
      Nah mereka yg mengatasnamakan FRIH di atas itu merupakan individu2 yg mulai merasa tidak sepaham dengan ajaran kesakit hatian sang pendiri nya...(dari hasil saya baca sana sini dan saya analisa dari bacaan dan di lapangan) mereka hanya menyayangkan Ldxx yang memilik konsep bagus secara praktek untuk islam jaman sekarang ini (ketaatan , ke tertiban beribadah, dll. kenapa harus terus bergumul dengan akar kesakit hati an pendiri nya.
      (ini hanya sekedar analisa pribadi jadi harap dimaklumi apabila banyak salah karena keterbatan ruang dan waktu-

      Anonim mengatakan...

      Klo menulis artikel haruslah berimbang, kenapa tdk di tulis tentang Rakernas LDII 2012. Coba anda lihat yang membukanya saja oleh Menteri agama dan di tutup oleh Wapres. Itulah membuktikkan bahwa LDII sudah terbuka dan dapat di terima. Jangan melihat orang segelintir saja yang tdk suka thd LDII. Bravo LDII...yes

      Anonim mengatakan...

      Kodam Jaya dan LDII resmikan gedung pendidikan ulama
      Jumat, 20 April 2012
      akarta (ANTARA News) - Pangdam Jaya Mayjen TNI Waris bersama Ketua DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) H Teddy Suratmadji, MSc meresmikan Gedung Pendidikan Dasar Ulama (PDU) Yayasan Hisbul Wathon di Cempaka Putih Jakarta Pusat, Jumat.

      Renovasi pembangunan gedung Yayasan Hisbul Wathon pimpinan KH Ibrahim Karim tersebut dilaksanakan atas kerja sama Majelis Ulama Indonesia (MUI), LDII dan Kodam Jaya.

      Siaran pers Humas LDII, Jumat, menyebutkan, renovasi gedung tempat mencetak para ulama itu menghabiskan biaya sekitar Rp84 juta yang dikerjakan secara marathon oleh para prajurit Kodam Jaya dalam waktu 30 hari atau tepat sebulan setelah penandatanganan kerja sama renovasi antara Pangdam Jaya dan Ketua DPW LDII Provinsi DKI.

      Pangdam Jaya Mayjen TNI Waris dalam sambutannya mengatakan pendidikan di bidang pembangunan akhlak adalah hal yang paling mendasar untuk menciptakan masyarakat yang kondusif khususnya di wilayah teritorial Kodam Jaya.

      Program itu merupakan tindak lanjut pertemuan Pangdam Jaya Mayjen TNI Waris dengan Ketua DPP LDII H Teddy Suratmadji yang bersama-sama sepakat untuk kerjasama merenovasi sarana pendidikan dengan menggandeng Majelis Ulama Indonesia.

      H Teddy Suratmadji mengatakan LDII menyambut baik karena sebagai ormas pertama yang menjadi mitra Kodam Jaya dalam membangun pendidikan moral bangsa.

      "Kesamaan visi untuk menciptakan kedamaian melalui Pendidikan Ulama diharapkan akan mencetak semakin banyak manusia Indonesia yang berakhlak mulia," katanya.(*)

      Anonim mengatakan...

      salut atas segala kegiatan2 nya yang terus memberdayakan umat , sehingga dapat menciptakan masyarakat yang madani...
      tapi jgn lupa di audit dong harta kekayaan pimpinan nya....wong SBY dana para pejabat lainnya.. kekayaan nya selalu di audit secara update....

      Anonim mengatakan...

      iya,, sekarang IJ harus ada audit..
      kl dulu ga usah.. karena dulu IJ pada kere-kere,, sekarang sdh pada kaya-kaya,, kalo sekali infak lemparan saja sdh terkumpul puluhan juta. jadi dapat menyebabkan golongan lain cemburu..
      kl perlu diaudit,, dicari kesalahanya,, terus dibubarkan,, asetnya dibagi2 seluruh rakyat indonesia

      Anonim mengatakan...

      iri to kang???
      salahe pengangguran
      kapok

      Anonim mengatakan...

      semuanya harus dikembalikan lagi ke quran dan hadist...! kita lihat aja, syech yang dimekah, yang sering kita dengarkan lantunan quran lewat radio,internet, dsb (saya gak mau menyebutkan namanya),ia aja masih melakukan bid'ah.. dzikrullah menggunakan tasbih. apalagi manusia yang ada di indonesia...!!!! intinya beramalah sesuai quran hadist. jangan dihabiskan waktumu untuk berdebat. takutnya karena kalian berdebat, kamu gak bisa beramal karena waktumu telah habis untuk berdebat..!!! orang yang menghasut saya anggap adalah orang yang belum memahami agama sepenuhnya, gak punya wibawa, dan agama rusak karena orang-orang seperti itu, suka menghasut, merasa paling hebat sendiri. ketika merasa paling hebat sendirilah, allah meyimpangkan orang tersebut dari jalannya. mereka berdakwah hanya dengan hawa nafsu, bisa jadi ingin mencari popularitas saja, atau bisa juga ingin mencari simpatisan saja, dengan tujuan bisa diterima dimasyarakat...

      Anonim mengatakan...

      iya,, sekarang IJ harus ada audit..
      kl dulu ga usah.. karena dulu IJ pada kere-kere,, sekarang sdh pada kaya-kaya,, kalo sekali infak lemparan saja sdh terkumpul puluhan juta. jadi dapat menyebabkan golongan lain cemburu..
      kl perlu diaudit,, dicari kesalahanya,, terus dibubarkan,, asetnya dibagi2 seluruh rakyat indonesia

      ========================

      menurut saya, keuangan di LDII yang perlu diaudit itu uang-uang hasil pemberian dari pemerintah, partai-partai, perorangan yang mencalonkan pejabat dan dari sumbangan-sumbangan kotak amal disebarkan ldii dipasar-pasar rumah makan, jaring ikan pinggir jalan dll. kalau PT atau cv milik pribadi orang ldii misalnya kebun teh, pabrik sawit dll diaudit kalo pemegang sahamnya minta diaudit. kalo ga punya saham kok minta mengaudit yo lucu,,,

      Anonim mengatakan...

      melok jumatan pisan nglempar duwit 1000 ae njaluk ngaudit pengen ngerti duwete dadi opo? rumangsane menoro ngadek mergo lemparanmu 1000 krepes,,
      ora ngerti po, kanggo nyentor ngising karo nguyohmu neng jeding entek pirang2 ewu

      Anonim mengatakan...

      Logika jahiliah, ngerasa ngasih apa ke LDII?.... minta diaudit dan dibagi bagi ke rakyat indonesia.....shodaqoh itu dilarang di tanya, itu jelas ada di al quran....wajarlah...wong sekarang jaman jahiliah...banyak mahluk jahiliah bertebaran...

      Anonim mengatakan...

      ALHAMDULILLAH LDII RIWAYATNYA KINI SEMAKIN BERKEMBANG