بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

Rusli dan Imam Nasai di uber LDII

FRIH: LDII Masih Kafirkan Orang Islam di Luar Kelompoknya


Jum'at, 01 Juli 2011

Hidayatullah.com -- Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia (LDII), dinilai masih memegang paradigma lama yang mengkafirkan orang atau kelompok di luar aliran mereka. Hal itu tegaskan perwakilan Forum Ruju' Ilal Haq (FRIH) Muhammad Rusli, yang juga mantan anggota LDII ini. FRIH adalah wadah yang menampung para korban aliran sesat Islam Jamaah.

Dikatakan Rusli, pernyataan pihak LDII yang selama ini mengaku telah meninggalkan paradigma lama dan berkomitmen telah berbaur dengan masyarakat luas, adalah kedustaan.

"Mereka sering menjelaskan penolakan mereka bahwa tidak lagi melakukan takfiri (pengkafiran, red), tapi apa yang mereka bicarakan itu adalah dusta," kata Rusli dalam perbincangan denganhidayatullah.com, Jum'at (01/07/2011).

Pengakuan LDII yang kerap menyampaikan pihaknya tidak lagi melakukan pengkafiran di luar kelompok mereka juga dibantah Rusli yang cukup lama menjadi anggota dan paham seluk beluk LDII ini.

"Itu hanya ada di dalam simposium. Kenyataan di lapangan sangat bertolak belakang," imbuh Rusli. Rusli menilai, LDII hendaknya tidak melakukan kebohongan publik dengan menyatakan hal hal yang sebenarnya tak bersenyawa dengan praktiknya di lapangan.

Pihaknya berharap kajian dan analisa mendalam tentang ajaran dan sepak terjang LDII tidak berhenti.

FRIH juga berharap agar Majelis Ulama Indonesia (MUI) bisa menjadi mediator dialog ilmiah antara pihaknya dengan LDII.

"Kami mau dialog ilmiah dengan LDII. Kalau tetap tidak mau juga, kami siap mubahalah," tegasnya.*

Rep: Ainuddin Chalik
Red: Cholis Akbar


Itulah berita,ya mungkin para pembaca apabila melakukan pencarian di google Insya Allah tidak akan susah mencarinya. setelah pertemuan yang terjadi di ngaglik Sleman ternyata Imam dan Rusli yang merupakan utusan dari FRIH utk memaparkan sepak terjang LDII pada waktu pembahsan tentang LDII telah selesai,ternyata mereka mendapat intimidasi dari pihak LDII,beberapa dari mereka berkata" hati-hati kamu,telah membocorkan bithonah".

tapi dengan niat yang kuat Rusli saat itu memperdengarkan pembicaraan org LDII itu kepada peserta,peserta pun kaget dan berkata "subhanallah,saya baru tau LDII lebih parah dari yang saya pikirkan".

jadi tasfiyah mereka bahwa mereka tidak mengkafirkan kaum muslimin di luar kelompoknya itu bohong di atas bohong,dusta di atas dusta.Paradigma baru yang gencar mereka dakwahkan sebagai pencitraan LDII telah berubah itu hanya dusta,hanya sebagai kedok agar mereka tetap segar dalam kesesatan yang di balut kedustaan.

tadinya kita akan ke MUI magelang tapi telah di hadang oleh LDII,sampai2 kita di buntuti dari belakang,tapi alhamdulillah aksi mereka redup ketika pihak aparat kepolisian tengah mengantisipasi dan mengantar dan memberi perlindungan kepada kami sampai ke stasiun Maguwo utk kembali ke Jakarta.

Paradigma Baru LDII Bukan Sebatas Kedok



BANDUNG,(PRLM).-Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) sejak 15 tahun lalu sudah menyatakan diri terbuka kepada seluruh masyarakat. Namun, masih banyak suara miring yang dialamatkan kepada masyarakat.

"Kalau ada pihak-pihak tertentu yang masih menyangsikan keterbukaan LDII, namun itu sekadar riak-riak dalam kehidupan masyarakat,"kata Ketua LDII Jabar, H. Baharuddin di Gedung BKM, Sabtu (28/4).

Lebih jauh H. Baharuddin mengatakan, sebagai bentuk keseriusan LDII untuk membuka diri dengan mengadakan berbagai pelatihan-pelatihan dengan mengundang para ahli dari luar LDII. "Kami juga mengundang para pejabat, cendekiawan, maupun alim ulama untuk hadir dan mlihat kegiatan-kegiatan LDII," katanya.

Demikian masjid-masjid LDII juga membuka diri sehingga bisa dimanfaatkan golongan lain. "Tidak ada istilah setelah dipakai umat lain lalu lantainya dipel atau dibersihkan. Demikian pula anggapan kalau umat lain salat lalu ditempatkan di teras masjid juga hanya fitnah," katanya.

Demikian pula dengan kitab-kitab rujukan yang dipergunakan juga sama dengan ormas-prmas Islam lainnya."Kami memakai kitab kuning seperti kutubussittah, cuma kajiannya tematik atau maudui," katanya.(A-71/A-107)**
*

Kami insya Allah siap dialog dengan LDII sampai ke tingkat mubahalah

poin2nya mudah saja

* Infak persenan

* LDII/islam Jamaah punya amir atau tidak.

* Taubat kepada Imam

* tidak mengkafirkan kaum muslimin di luar jamaahnya.

* DLL

yang penting di jamin keamanan selama mubahalah tersebut,yang di takutkan kejadian berulang lagi mereka membuat makar bagaimana acara tersebut itu gagal atau minimal para mantan di teror

Comments
23 Comments

23 Response to "Rusli dan Imam Nasai di uber LDII"

Anonim mengatakan...

cuma bisa ketawa.....rusli dukalang aq dulu temanmu digorontalo....podo2 ngomonge mbok yao ngomong yg baiiikk.....

Anonim mengatakan...

Kurang baik yang mana atuh ? menjelaskan kesesatan suatu golongan yg berbaaaahaaayaaaa bagi Umat islam Koq tidak baik wala` wal baro` nya gimana tuh....

Anonim mengatakan...

NB :
ane dulu juga temen kalian loooo itukan dulu...sekarang ane kagak mau ah jadi temen2 ente mending dikatain BARONGAN BARANGOAN DARIPADA TAHI KEBO...iiiih Juorok

arwam kurniawan mengatakan...

Liciknya LDII.. Tujuan utama nya opo to LDII iku?? Mlebu surgo opo golek duit golek safa'ate sing due urip???padahal surgo punya ALLAH..cm ALLAH yang berhak menentukan makhluknya kafir ato gak..menentukan surga ato neraka..ibadah kita semua itu gak tau di terima apa gk..orang pahala gk kelihatan..yang pnting berusaha..brani mengkafirkan orang kaya' Tuhan aja LDII.. Ajaran apa nih?? Pake ancaman segala.. Saya juga prnah di ancam ma orang LDII.. Mental nya ini lhoooo ..... Moga dpt hidayah sdr muslim ku yang masih gila di lingkup LDII..

Anonim mengatakan...

LDII hanyakedok saja yang dipakai, jika mereka mau jujur sebenarnya hanya menutupi yang sesungguhnya tidak sama dengan yang disampaikan keluar. Istilah Orkit dan orlu dlll

Iwan P mengatakan...

FRIH adalah kepanjangan dari Forum Ruju' Ilal Haq (baca: Hoax), yang konon katanya forum ini dibuat sengaja untuk semata-mata ingin menjatuhkan / menghancurkan salah satu ORMAS Islam yang sah di NKRI ini yakni Lembaga Dakwah Islam Indonesia ( LDII ).

Forum Ruju' Ilal Haq (baca: Hoax) -FRIH- konan katanya merupakan suatu tempat naungannya orang-orang yang keluar dari ORMAS Islam Lembaga Dakwah Islam Indonesia ( LDII ) yang berlokasi di salah satu Masjid umum di Tangerang

Kenapa lembaga Forum Ruju' Ilal Haq (baca: Hoax) tidak memiliki tempat / sekretariat yang jelas ?

Biarkan pertanyaan ini menjadi sebuah pertanyaan kepada mereka dan kami tidak perlu menjawabnya, ditakutkan jawaban kami akan menyakiti hati mereka.


Benarkah ajakannya sesuai dengan LOGO yang mereka usung ?
Ya, lagi-lagi kami hanya bisa tersenyum ketika melihat LOGO mereka memakai lafadz "Jaal Haq Wa Zahaqal Bathil Innal Bathila Kaana Zahuqa" sangat tidak sesuai dengan ajakan mereka dengan slogan yang mereka usung. Kenapa ??? Ya, lihat aja dakwah mereka baik di dumay maupun koran digital, isinya tak lain hanya mencari-cari kesalahan golongan lain yang di khususkan hanya kepada ORMAS Lembaga Dakwah Islam Indonesia

Kami hanya bisa bilang forum mereka tak lain hanya forum sempelan yang hanya butuh kasih sayang seorang ayah, karena mereka orang bagaikan "Anak ayam lepas dari induknya".

Wallahu 'alam

Iwan P mengatakan...

Mauludin Akhyar (Otak Penasehat Spiritual FRIH), dalam dauroh menjelasankan kepada umat muslim bahwa "Negara Islam adalah dimana suatu negara itu mayoritas rakyatnya muslim, pemimpinnya orang muslim, walaupun negara itu menggunakan hukum manusia seperti UUD '45 dan Pancasila" seperti negara tercinta kita ini yakni Indonesia.

Ternyata pemahaman Mauludin Akhyar disesatkan oleh Ulama Lajnah Daimah Saudi Arabia dan Ulama Salaf

Bagaimana komentar Ulama Lajnah Daimah Saudi Arabia dan Ulama Salaf terhadap pemahaman Mauludin Akhyar tentang pemahaman Negara Islam ?

كيفية التعليق علماء المملكة العربية السعودية والدائمة لفهم السلف العلماء
على فهم الدولة الإسلامية؟

Al Lajnah Daimah : فهم كما هو موضح أعلاه هو الباطل لأنه ليس وفقا لكتاب الله والسنة النبوية

Artinya : pemahaman seperti yang diterangkan Mauludin Akhyar adalah bathil karena tidak sesuai dengan Al-Qur'an dan Al-Hadits

Al Lajnah Daimah Saudi Arabia Dan Ulama Salaf menjelaskan pengertian Negara Islam, sebagai berikut:

أذكر كيف أن ما يسمى الدولة الإسلامية؟عندما بلد لفرض الشريعة الإسلامية في مجملها دون استثناء، ويحكمها المسلمون والسياسة في أيديهم، ثم هذا البلد هو دولة إسلامية، على الرغم من أن الغالبية العظمى من السكان الكفار





Negara yang bagaimana yang disebut Negara Islam?
Bila suatu negara menegakkan hukum Islam secara keseluruhan tanpa kecuali dan diperintah oleh orang-orang muslim serta kebijakan ada di tangan mereka, maka negara tersebut adalah negara Islam, meskipun mayoritas penduduknya kafir[1].

Dan bila pemerintahnya itu adalah pemerintah muslim yang adil. Bila syari'at Islam masih menjadi acuan dan landasan hukum negara secara utuh, namun dia (hakim) menyimpang dari ketentuan yang berlaku di dalam (qadliyyah mu'ayyanah) kasus tertentu, sedangkan hukum syariat masih menjadi landasan dan hukum negeri itu dan dia juga mengetahui bahwa dirinya menyimpang dan berdosa karena penyimpangan ini serta dia masih meyakini hukum Islam itu yang paling sempurna, maka dia itu adalah muslim yang dhalim atau muslim yang fasiq atau kufrun duna kufrin menurut Ahlus Sunnah.

masangger mengatakan...

ini indonesia bung bukan di arab...islam itu universal , kayanya terlalu arogan kalo mau ngurusin negara RI supaya menjadi negara islam...coba situ urusin aja warga satu rw di daerah ente supaya jadi orang ldii semua,.. mao bikin masjid ato musola aja harus sogok sana-sogok sini, rekrut preman sampe orang terpandang, ..knapa tidak nyemplung masuk ke mesjid umum , persuasi dengan baik, bukan koar2 di masjid sendiri..ada yang tidak sepaham di anggap kafir/ di kucilkan..ajaran jago kandang itu...beda dengan ajaran islam masa kejayaan dulu.. daerah beling (animisme) seperti indonesia aja bisa di tembus oleh oleh para penyiar islam pertama di indonesia...udah tinggal enakknya masang bendera... ini salah itu salah..Jadilah pejuang islam yang gentleman...ga usah sembunyi2 , ga usah lah memutarbalik sejarah dan mengatakan skrg ini seperti jaman jahiliah dan syiar islam harus sembunyi2....

Anonim mengatakan...

masa sih nger?...

Altair An-Nur mengatakan...

Apakah Islam tidak perlu ada Pemimpin?:
“Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Menetapilah kamu (Hudaifah bin Yaman) pada jamaah muslimin dan imam mereka (artinya: carilah Islam yang berbentuk jama’ah dan yang mempunyai imam sebagai pemimpinya), aku (Hudaifah bin Yaman), berkata: “(Bagaimana) jika tidak ada jama’ah dan imam mereka? Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Uzlah-lah (Pisahilah) segala bentuk firqoh-firqoh (ada 72 firqoh Islam), sekalipun kamu hanya makan akar / umbi pohon sehingga maut menjemput kamu sementara kamu atas keadaan demikian”. (HR. Bukhori, Kitabul Fitan).

"Wahai Rasullulloh, dahulu kami berada pada masa jahiliyyah dan keburukan lalu Alloh mendatangkan kebaikan ini kepada kami, apakah setelah kebaikan ini akan datang keburukan?'. Beliau menjawab:'Ya". Aku bertanya lagi: "Apakah setelah keburukan itu akan datang lagi kebaikan?". Beliau menjawab"Ya, akan tetapi didalamnya ada "dukhn" (kotorannya)". Aku bertanya lagi:"Apa kotorannya itu?". Beliau menjawab:Yaitu suatu kaum yang memimpin tanpa mengikuti petunjukku, kamu mengenalnya tapi sekaligus kamu ingkari". Aku kembali bertanya:"Apakah setelah kebaikan (yang ada kotorannya itu) akan timbul lagi keburukan?". Beliau menjawab:"Ya, yaitu para penyeru yang mengajak ke pintu JAHANNAM. Siapa yang memenuhi seruan mereka maka akan dilemparkan kedalamnya". Aku kembali bertanya: "Wahai Rasululloh, berikan sifat-sifat (ciri-ciri) mereka kepada kami". Beliau menjelaskan: "Mereka itu berasal dari kulit-kulit kalian dan berbicara dengan bahasa kalian. Aku katakan:"Apa yang engkau perintahkan kepada kami bila kami menemui (zaman) keburukan itu?. Beliau menjawab: "Carilah jamaah muslimin dengan imam mereka (carilah jamaah islam yang memiliki imam yang berbaiat)" . Aku kembali bertanya:"Jika saat itu tidak ada Jamaah Islam dengan Imam mereka (saat itu tidak ada Jamaah Muslim yang memiliki Imam yang dibaiat)?". Beliau menjawab: "Kamu tinggalkan seluruh firqoh (kelompok Jamaah Islam yang tidak memiliki Imam yang dibaiat) sekalipun kamu harus memakan akar pohon hingga maut menjemputmu dan kamu tetap berada didalam keadaan yang demikian itu". (HR Bukhori 3338)

Apa pemimpin dalam Islam tidak perlu di BAEAT:
“Barangsiapa melepas tangan dari taat akan bertemu dengan Allah pada hari kiyamat dengan tidak punya alasan. Dan barangsiapa mati sedang tidak ada ikatan bai’at pada lehernya maka ia mati seperti matinya orang jahiliyah.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Umar, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh : II/136)
Dari Ibnu abbas ia berkata: telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barang siapa yang melihat sesuatu yang dibencinya dari pemimpinnya, maka hendaklah ia bersabar, sesungguhnya siapa yang meninggalkan jamaah barang satu jengkal saja lalu ia mati maka kematiannya berada dalam kejahiliyaan”.(HR.Muslim 3/1477 No.1849)

Apa MATI JAHILIYAH BERARTI MASUK SURGA:
Yang dimaksud “seperti mati Jahiliyah” adalah kematian dalam kesesatan, perpecahan dan tidak mempunyai imam yang dibaiat dan ditaati. (Hamisy Shahih Muslim II/136)

Altair An-Nur mengatakan...

Apakah Presiden di Negara Sekuler yang terpilih melalui PEMILU yang jelas jelas mencalonkan diri itu bisa di BAEAT:
“Sekalipun kamu dipimpin oleh seorang budak Habsyi yang rumpung hidungnya, wajib kamu mendengar dan mentaatinya selama ia memimpin kamu dengan Kitabullah.” (HR.Ibnu Majah dari Ummul Hushain dalam bab Tha’atul Imam: II/201, Muslim, Shahih Muslim: II/130, At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi: IV/181 No.1706. Lafadz Ibnu Majah)

“Saya dan dua orang dari kaumku mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka salah seorang dari keduanya berkata: “Ya Rasulullah, jadikanlah kami sebagai amir.” Dan yang lainnya pun berkata demikian. Maka beliau bersabda: “Sesungguhnya kami tidak memberikan keamiran ini kepada seseorang yang memintanya dan yang menginginkannya (ambisi).” (HR.Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Ahkam: IX/80)

Apa PEMIMPIN yang di Baiat hanya yang memiliki DAULAH KEKUASAAN?:
“Sekalipun kamu dipimpin oleh seorang budak Habsyi yang rumpung hidungnya, wajib kamu mendengar dan mentaatinya selama ia memimpin kamu dengan Kitabullah.” (HR.Ibnu Majah dari Ummul Hushain dalam bab Tha’atul Imam: II/201, Muslim, Shahih Muslim: II/130, At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi: IV/181 No.1706. Lafadz Ibnu Majah)

TERNYATA BUDAK BISA DIBAIAT.... APAKAH SEORANG BUDAK ITU MEMILIKI DAULAH KEKUASAAN?

Ada BANYAK JAMAAH dengan BAIAT, HARUS PILIH YANG MANA?:
“Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Menetapilah kamu (Hudaifah bin Yaman) pada jamaah muslimin dan imam mereka (artinya: carilah Islam yang berbentuk jama’ah dan yang mempunyai imam sebagai pemimpinya), aku (Hudaifah bin Yaman), berkata: “(Bagaimana) jika tidak ada jama’ah dan imam mereka? Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Uzlah-lah (Pisahilah) segala bentuk firqoh-firqoh (ada 72 firqoh Islam), sekalipun kamu hanya makan akar / umbi pohon sehingga maut menjemput kamu sementara kamu atas keadaan demikian”. (HR. Bukhori, Kitabul Fitan).

“Dahulu bani Israil selalu dipimpin oleh para Nabi, setiap meninggal seorang Nabi diganti oleh Nabi lainnya, sesungguhnya setelahku ini tidak ada Nabi dan akan ada setelahku beberapa khalifah bahkan akan bertambah banyak, sahabat bertanya: ”Apa yang tuan perintahkan kepada kami?” Beliau menjawab: ”Tepatilah bai’atmu pada yang pertama (artinya baiat yang pertama dilakukan pada saat itu), maka untuk yang pertama dan berikan pada mereka haknya. Maka sesungguhnya Allah akan menanya mereka tentang hal apa yang diamanatkan dalam kepemimpinannya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh: II/132, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah II/204. Lafadz Muslim)

Altair An-Nur mengatakan...

TETAPILAH Al JAMAAH:
1. Umat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam- di atas kesesatan, dan tangan Allah bersama jamaah, dan barang siapa yang menyempal maka dia menyempa menuju neraka.- Tirmidzi, Bab Maa Ja’a fi Luzumil Jamaah, No. 2167

2. “Dan berpegang-teguhlah kamu sekalian kepada tali (agama) Alloh dengan jama’ah, dan janganlah kamu sekalian firqoh”. (QS. Ali ‘Imron,No. Surat: 3, Ayat: 103).

3. “Dan berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah seraya berjama’ah, dan janganlah kamu berfirqah-firqah (bergolong-golongan),dan ingatlah akan ni’mat Allah atas kamu tatkala kamu dahulu bermusuh-musuhan maka Allah jinakkan antara hati-hati kamu, maka dengan ni’mat itu kamu menjadi bersaudara, padahal kamu dahulunya telah berada di tepi jurang api Neraka, tetapi Dia (Allah) menyelamatkan kamu dari padanya; begitulah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu, supaya kamu mendapat petunjuk.” (QS.Ali ‘Imran:103 )

4. “Sesungguhnya yang sebenar-benar orang mukmin ialah orang-orang yang beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya, dan apabila mereka berada bersama-sama Rosululloh dalam ‘Amrin Jaami’in’ (sambung berjama’ah; sesuatu urusan yang memerlukan pertemuan), mereka tidak meninggalkan (Rosululloh) sebelum meminta idzin kepadanya. Sesungguhnya orang-orangy ang meminta idzin kepadamu (Muhammad) mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya, maka apabila mereka meminta idzin kepadamu karena sesuatu keperluan, berilah idzin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. An-Nuur, No. Surat: 24, Ayat: 62).

5.“Maka sesungguhnya saja, barangsiapa yang keluar dari Al-Jama’ah kira-kira satu jengkal, maka sungguh tali Islamnya telah lepas dari lehernya kecuali jika ia kembali lagi”. (HR. Abu Daud).

6. “Maka sesungguhnya saja, barangsiapa yang memisahi Al- Jama’ah satu jengkal saja, lalu ia mati, maka ia mati dengan kematian jahiliyah”. (HR. Bukhori).

7. Kamu sekalian menetapilah pada Al-Jama’ah, dan takutlah kamu sekalian pada Al-Firqoh, maka sesungguhnya syetan bersama satu orang dan syetan itu akan menjauh dari dua orang, dan barangsiapa yang ingin berada di tengah-tengah surga maka hendaklah dia menetapi Al-Jama’ah”. (HR. Tirmidzi juz 3 hal 207).

8. “Dan ummatku akan terpecah menjadi 73 golongan, mereka semua masuk di dalam neraka, kecuali hanya satu golongan (yang tidak masuk neraka). Mereka (sahabat) berkata: “Dan siapakah yang satu golongan itu, ya Rosulalloh? Rosululloh, bersabda: “yaitu (golongan) yang mengerjakan apa yang saya kerjakan dan yang dikerjakan oleh sahabat-sahabat saya”. (HR. Tirmidzi, No. Hadits: 2565).

9. “Barangsiapa yang beramal dalam Jama’ah, lalu benar, maka Alloh menerimanya, dan jika salah, Alloh mengampuninya. Dan barangsiapa yang beramal mencari yang Firqoh, lalu benar, maka Alloh tidak akan menerimanya, dan jika salah, maka hendaklah ia bertempat duduk pada tempat duduknya dari api (mak: di neraka)”. (HR. Thobrooni).

10. “…maka wajib atas kamu berjama’ah, karena sesungguhnya serigala itu makan kambing yang sendirian.” (HR.Abu Dawud dari Abi Darda, Sunan Abi Daud dalam Kitabus Shalah: I/150 No.547)

11. “Dan tangan (pertolongan) Alloh atas Al-Jama’ah, dan barangsiapa yang membelot, maka ia membelot ke neraka”. (HR. Tirmidzi).

Altair An-Nur mengatakan...

Al JAMAAH: adalah Wadah ISLAM dengan Baiat:
1. “Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Menetapilah kamu (Hudaifah bin Yaman) pada jamaah muslimin dan imam mereka (artinya: carilah Islam yang berbentuk jama’ah dan yang mempunyai imam sebagai pemimpinya), aku (Hudaifah bin Yaman), berkata: “(Bagaimana) jika tidak ada jama’ah dan imam mereka? Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Uzlah-lah (Pisahilah) segala bentuk firqoh-firqoh (ada 72 firqoh Islam), sekalipun kamu hanya makan akar / umbi pohon sehingga maut menjemput kamu sementara kamu atas keadaan demikian”. (HR. Bukhori, Kitabul Fitan).

2. “Sesungguhnya orang-orang yang berbai’at kepadamu sesungguhnya mereka berbaiat kepada Allah, tangan Allah di atas tangan mereka, maka barang siapa yang mengingkari bai’atnya niscaya akibat pelanggarannya akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa yang menepati bai’atnya, maka Allah akan memberikan pahala yang besar.” (Q.S. Al Fath : 10).

3. “Barangsiapa melepas tangan dari taat akan bertemu dengan Allah pada hari kiyamat dengan tidak punya alasan. Dan barangsiapa mati sedang tidak ada ikatan bai’at pada lehernya maka ia mati seperti matinya orang jahiliyah.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Umar, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh : II/136)

4. Yang dimaksud “seperti mati Jahiliyah” adalah kematian dalam kesesatan, perpecahan dan tidak mempunyai imam yang dibaiat dan ditaati. (Hamisy Shahih Muslim II/136)

5.Dari Ibnu abbas ia berkata: telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barang siapa yang melihat sesuatu yang dibencinya dari pemimpinnya, maka hendaklah ia bersabar, sesungguhnya siapa yang meninggalkan jamaah barang satu jengkal saja lalu ia mati maka kematiannya berada dalam kejahiliyaan”.(HR.Muslim 3/1477 No.1849)

6. “Tiga macam orang yang Allah tidak akan berkata kata kepada mereka pada hari kiyamat dan tidak akan membersihkan (memaafkan), dan bahkan bagi mereka siksa yang pedih. Mereka itu adalah: 1) Orang yang mempunyai kelebihan air di tengah jalan tetapi menolak permintaan orang yang dalam keadaan bepergian, 2) Orang yang berbai’at pada seorang imam, tetapi tidaklah ia berbai’at kecuali karena dunia, jika diberi menepati bai’atnya dan jika tidak diberi (ditolak tuntutannya) ia tidak menepatinya, 3) Orang yang menjual barang pada orang lain setelah ‘Ashar dan bersumpah dengan nama Allah, sungguh akan diberikan dengan ketentuan begini dan begini, lalu ia membenarkannya dan hendak mengambilnya, tetapi ia tidak memberikannya.” (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Ahkam: IX/99, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah II/204, At-Tirmidzi, Sunan At Tirmidzi IV/128 No: 1595. Lafadz Al-Bukhari)

7. “Dahulu bani Israil selalu dipimpin oleh para Nabi, setiap meninggal seorang Nabi diganti oleh Nabi lainnya, sesungguhnya setelahku ini tidak ada Nabi dan akan ada setelahku beberapa khalifah bahkan akan bertambah banyak, sahabat bertanya: ”Apa yang tuan perintahkan kepada kami?” Beliau menjawab: ”Tepatilah bai’atmu pada yang pertama (artinya baiat yang pertama dilakukan pada saat itu), maka untuk yang pertama dan berikan pada mereka haknya. Maka sesungguhnya Allah akan menanya mereka tentang hal apa yang diamanatkan dalam kepemimpinannya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh: II/132, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah II/204. Lafadz Muslim)

8. “Kami berbai’at kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mendengar dan taat, baik dalam keadaan semangat ataupun lemah (berat), dan untuk tidak menentang perintah kepada ahlinya serta untuk menegakkan (kebenaran) atau berkata dengan benar di manapun kami berada, tidak takut dalam membela agama Allah dari celaan orang-orang yang mencelanya.” (HR. Al Bukhari dari Ubadah bin Shamit, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Ahkam: IX/96, Muslim, Shahih Muslim: II/132, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah II/202, An-Nasai, Sunan An-Nasai VII/137-138. Lafadz Al-Bukhari)

Altair An-Nur mengatakan...

9. “Barangsiapa mati dan dilehernya tidak ada baiat, maka sungguh dia telah melepas ikatan Islam dari lehernya”[Dikeluarkan oleh Muslim dari Ibnu Umar]

10. “Barangsiapa berjanji setia kepada seorang imam dan menyerahkan tangan dan yang disukai hatinya, maka hendaknya dia menaati imam tersebut menurut kemampuannya. Maka jika datang orang lain untuk menentangnya, maka putuslah ikatan yang lain tersebut”
[Dikeluarkan oleh Muslim dan Abu Dawud dari Abdillah bin Amr bin Ash]

11. “Dan barangsiapa yang berbaiat kepada seorang imam lalu bersalaman dengannya (sebagai tanda baiat) dan menyerahkan ketundukannya, maka hendaklah dia mematuhi imam itu semampunya. Jika ada yang lain datang untuk mengganggu imamnya (memberontak), penggallah leher yang datang tersebut.” (HR. Muslim no. 1844)

12. Dari sahabat nabi Abu hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ia bersabda: “Barang siapa yang mentaati aku sungguh ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang durhaka padaku sungguh ia telah mendurhakai Allah, barang siapa yang taat pada pemimpin sungguh ia telah taat padaku, dan barang siapa yang durhaka pada pemimpin sungguh ia telah durhaka padaku”. (HR.Muslim 3/1466 No.1835)

Altair An-Nur mengatakan...

Bila mau bantah dalil diatas MOHON pakai DALIL yang memang berasal dari KITABULLOH atau AS SUNNAH yang memang dari nabi JANGAN pakai PENDAPAT DIRI SENDIRI/ PENDAPAT ULAMA/SYECH/ HABIB.... PENGGUNAAN PENDAPAT DALAM BERHUJJAH AKAN MENYEBAB KAN ENTE DI LEMPAR-DI BAKAR-DI PEPES-DI GODOG-DI PANGGANG DI NERAKA

Rasululloh bersabda:" Barangsiapa berkata suatu perkataan yang tidak pernah aku katakan maka hendaklah ia persiapkan tempat duduknya di neraka" (HR Bukhori: 106)

Anonim mengatakan...

Mantap mas

Anonim mengatakan...

Mas Altair An-nur anda mewajibkan harus punya pemimpin tetapi anda memakai dalil UZLAH!!!
“Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Menetapilah kamu (Hudaifah bin Yaman) pada jamaah muslimin dan imam mereka, aku (Hudaifah bin Yaman), berkata: “(Bagaimana) jika tidak ada jama’ah dan imam mereka? Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Uzlah-lah(Pisahilah) segala bentuk firqoh-firqoh (ada 72 firqoh Islam), sekalipun kamu hanya makan akar / umbi pohon sehingga maut menjemput kamu sementara kamu atas keadaan demikian”. (HR. Bukhori, Kitabul Fitan).
--------------------------------------------------------------
ISLAM HARUS PUNYA PEMIMPIN itu betul, PEMIMPIN HARUS MENGATUR BERDASAR KITABULLOH DAN SUNNAH ROSULULLOH itu betul, PEMIMPIN HARUS BERBAI'AT itu betul, BAI'AT HARUS IKRAR DAN JABAT TANGAN itu betul, PEMIMPIN YANG BENAR HARUS ADA KETHOATAN dan itu juga betul...karena semua itu ada sunnah/perintahnya dan semua itu WAJIB KITA LAKSANAKAN ketika kita menjumpai/berada di dalam jamaah muslimin dengan imam mereka(negara islam dengan imam/amirul mukminin/kholifah yang syar'i/sah) untuk saat ini minimal seperti Arab Saudi (jika disana ada yang mendirikan keamiran yang baru/belakang sudah pasti akan dihukum pancung "menetapi dalil bunuhlah imam yang belakang").
Pertanyaanya: Bagaimana dengan INDONESIA? Negara/daulah Indonesia kokoh berdiri, Mayoritas penduduknya muslim, rukun islam tegak di Indonesia, pemimpinnya muslim dan menjalankan sholat, tapi belum menjalankan hukum islam. Menurut Fatwa para ulama haromain yang tentu berdasarkan Sunatulloh dan sunnah Rosululloh serta demi kemaslahatan umat muslim maka pemimpin di Indonesia adalam sebagai Amirul mukminin dan kita wajib thoat selama tidak perintah maksiat dan kita harus bersabar.
Bagaimana kalau kita merasa lebih pandai/lebih alim/lebih kaffah dari para ulama haromain(seperti LDII) yang menganggap keamiran di Indonesia tidak sah/thogut? Maka jawabannya ke hadist hudaifah di atas UZLAHLAH(ini perintahnya Rosululloh) jangan malah mendirikan jamaah/firqoh sendiri.
Bagaimana jika keadaannya seperti Indonesia tapi pemimpinya wanita atau laki laki tapi tidak muslim? Maka jawabannya sama kembali ke hadist hudaifah di atas UZLAHLAH dan sabarlah.
Bagaimana jika mayoritas penduduk non muslim pemimpin non muslim tentu hukumnya pasti gak hukum islam? Maka jawabannya sama ke hadist hudaifah di atas UZLAHLAH dengan kesabaran, walaupun makan akar tanaman( mungkin pemimpinnya dzolim melarang penduduknya memeluk agama Islam) maka harus menyendiri/bersembunyi-sembunyi walau harus makan akar2an hinggga maut menjemput.
Jadi kesimpulan jamaah/bai’at/Thoat dalam Islam itu wajib selama kita menjumpai/berada dalam aljamaah muslimin dengan amirul mukminin yang sah. Dan tidak ada 1 pun dalil yang memerintahkan untuk membuat wadah jamaah sendiri/firqoh2. Mudah2an kita diberi kepahaman amiin

Altair An-Nur mengatakan...

Ente ga mau punya peminpin juga ga apa apa sih...itu masalah ente bukan ana....

“Barangsiapa melepas tangan dari taat akan bertemu dengan Allah pada hari kiyamat dengan tidak punya alasan. Dan barangsiapa mati sedang tidak ada ikatan bai’at pada lehernya maka ia mati seperti matinya orang jahiliyah.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Umar, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh : II/136)

Wahai Rasullulloh, dahulu kami berada pada masa jahiliyyah dan keburukan lalu Alloh mendatangkan kebaikan ini kepada kami, apakah setelah kebaikan ini akan datang keburukan?'. Beliau menjawab:'Ya". Aku bertanya lagi:"Apakah setelah keburukan itu akan datang lagi kebaikan?". Beliau menjawab"Ya, akan tetapi didalamnya ada "dukhn" (kotorannya". Aku bertanya lagi:"Apa kotorannya itu?". Beliau menjawab:Yaitu suatu kaum yang memimpin tanpa mengikuti petunjukku, kamu mengenalnya tapi sekaligus kamu ingkari". Aku kembali bertanya:"Apakah setelah kebaikan (yang ada kotorannya itu) akan timbul lagi keburukan?". Beliau menjawab:"Ya, yaitu para penyeru yang mengajak ke pintu JAHANNAM.SIapa yang memenuhi seruan mereka maka akan dilemparkan kedalamnya". Aku kembali bertanya:"Wahai Rasululloh, berikan sifat-sifat (ciri-ciri) mereka kepada kami". Beliau menjelaskan:"Mereka itu berasal dari kulit-kulit kalian dan berbicara dengan bahasa kalian. Aku katakan:"Apa yang engkau perintahkan kepada kami bila kami menemui (zaman) keburukan itu?. Beliau menjawab:"Carilah jamaah muslimin dengan imam mereka (carilah jamaah islam yang memiliki imam yang berbaiat)". Aku kembali bertanya:"Jika saat itu tidak ada Jamaah Islam dengan Imam mereka (saat itu tidak ada Jamaah Muslim yang memiliki Imam yang dibaiat)?". Beliau menjawab:"Kamu tinggalkan seluruh firqoh (kelompok Jamaah Islam yang tidak memiliki Imam yang dibaiat) sekalipun kamu harus memakan akar pohon hingga maut menjemputmu dan kamu tetap berada didalam keadaan yang demikian itu". (HR Bukhori 3338)

PAKAI PENDAPAT=WAJIB NERAKA
Rasululloh bersabda:" Barangsiapa berkata suatu perkataan yang tidak pernah aku katakan maka hendaklah ia persiapkan tempat duduknya di neraka" (HR Bukhori: 106)

Anonim mengatakan...

Inilah kedangkalan ldii dalam memahami dalil, seperti mas altair An-Nur ini, dia mengemukakan banyak dalil tapi tidak paham isinya dan tidak tahu maksudnya. Sekarang gini aja ketika nurhasan sampai di indonesia (katanya dari berguru di arab saudi) apakah pada waktu itu sudah ada jamaah muslimin dengan imam mereka? kalau ada kenapa dia gak bergabung pada jamaah tersebut dan membai'at imamnya? kalau gak ada kenapa nurhasan tidak uzlah (sesuai dengan perintah Rosululloh) sebagaimana HR Bukhari : 3338, tapi kenapa nurhasan malah mendirikan jamaah/firqoh sendiri? ini kan menentang perintah rosululloh sebagaimana dalil yang anda sampaikan di atas. Ini sama halnya dengan nurhasan penyeru jahanam karena jamaah ldii itu dibuat dengan menentang perintah rosululloh alias jamaah yang batil.

Anonim mengatakan...

Saya ikut ldii sejak th 95. Waktu itu saya diajak teman saya. Akhir2 ini memang agak ragu. Katanya kl tdk jamaah berarti neraka. Seiring berjalannya waktu, saya amati orang2 yg bukan jamaah, tapi ibadahnya jauh lebih bagus dr ldii. Sampai mereka hafal quran. Menghormati orang lain. Tdk merasa paling benar atau paling baik dan paling .... yg lain. Waktu sakratul maut dia bisa mengucap syahadad dengan sangat jelas dan tampak damai wajahnya. Bahkan ada yg meningnggal mengeluarkan bau yang wangi. Apakah mereka jg akan menghuni neraka. Krn mereka bukan ldii. Bahkan tdk sedikit saya amati seorang imam kelompok yg sll dikir dan baca quran malah sekarang pikun. Kencing di sembarang tempat. Amal sholeh mohon dijelaskan bpk altahir. Biar saya mantap kl memang ldii itu paling benar. Aljk

Pelajar kritis mengatakan...

Byk ulama indo jebolan mekah medinah...dah ribuan bro sebelum dan sesudah ada ldii...lagipula quran hadis dan pemahamanya bukan milik ormas tertentu , buka hati jgn ujub ilmu.

Pelajar kritis mengatakan...

Byk ulama indo jebolan mekah medinah...dah ribuan bro sebelum dan sesudah ada ldii...lagipula quran hadis dan pemahamanya bukan milik ormas tertentu , buka hati jgn ujub ilmu.

Pelajar kritis mengatakan...

Byk ulama indo jebolan mekah medinah...dah ribuan bro sebelum dan sesudah ada ldii...lagipula quran hadis dan pemahamanya bukan milik ormas tertentu , buka hati jgn ujub ilmu.