بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

bantahan "mengapa salafy indo sesat" bagian pertama


Dangkalnya pengetahuan mereka tentang Islam,Hebatnya ketika mereka di perhadapkan dengan dalil al haq mereka berpaling dan mencari-cari pembenaran tentang aqidah yang mereka bawa.sehingga mereka tidak mengenal penyimpangan-penyimpangan dalam mengenal manhaj dan dalam mengenal generasi terbaik (nabi dan sahabatnya).

Coba perhatikan tulisan-tulisan mereka sedikitpun tidak mencerminkan ke ilmuan,sedikitpun tidak di landasi pada dalil yang haq,yang ada hanya mencerminkan kebodohan tindakkan mereka dalam mencuri ilmu dan di jadikan pembenaran.
Disini kita akan menyibak tulisan jahil dari orang yang ingin menyemat sebagai pembela kelompoknya yakni Ihsan Muhyidin dalam Judulnya
“mengapa Salafy Indo Sesat”.tulisannya ini sekali lagi ingin di jadikan sebagai rujukan oleh jamaahnya sehingga di tambah sematan dalam tulisannya ini “Fakta Ilmiah Aqidah Sesat Salafy Indo Pewaris Khowarij”.tulisannya ini sebagai bentuk antisipasinya bagi jamaah-jamaah yang mencari kebenaran dan meninggalkan pemahamannya.tapi yang terjadi adalah ironi yang tidak sesuai di inginkannya.ternyata bejibun orang-orang meninggalkan aqidah sesat Islam Jamaah (berikut Islam Jamaah LDII telah dilarang oleh pemerintah Singapore).

“Kebanyakan saudara kita yang terpengaruh tersebut pada awalnya “confused” (Jawa; jumboh) sebab golongan Salafy Indo mencitrakan diri mereka sebagai golongan yang berpedoman pada al-Qur’an dan as-Sunnah (jadi seolah-olah ada persamaan dengan pedoman kita, yang membuat berbeda adalah mereka menawarkan Islam yang QH tapi tidak berJama’ah) selain itu mereka memamerkan citra konon mereka lebih “strict” (tegas) di dalam mengamalkan Sunnah” hal 1>>>di atas penulis mengakui bahwa banyak orang-orang ld** telah keluar yang pada awalnya katanya Confused,
betul memang …kita bingung dengan keadaan di dalam LD** segala bentuk aturan main dlm beribadah sudah tidak mengikuti tatanan Allah dan Rasulullah,yang mereka ikuti adalah aturan imam hingga aturan Allah dan Rasul di nomer duakan.coba tanyakan pada mereka LD**,dari mana aturan bahwa :
• Tidak boleh sholat berjamaah di imami oleh selain kelompoknya?
• Tentang Infaq Persepuluhan yang mereka juluki dengan infaq persenan?
• Tentang tidak bolehnya belajar agama islam kepada selain jalur keimaman mereka?
• Tentang surat tobat bagi jamaahnya yang melakukan dosa?
• Bertobat di hadapan amirnya dan menyebutkan semua aibnya di hadapan imamnya?
• Tentang Mengkafirkan kaum muslimin di luar kelompoknya
• Tentang sesebutan kepada kaum muslimin di luar kelompoknya dengan sebutan “wong jobo”hum”wong kafir dll?
• Tentang senam barokah & Kembangan ASAD yang di iringi dengan music?
Penulis ingin mengeruhkan air yang jernih dengan berkata “golongan Salafy Indo mencitrakan diri mereka sebagai golongan yang berpedoman pada al-Qur’an dan as-Sunnah (jadi seolah-olah ada persamaan dengan pedoman kita” dari sini bisa kita lihat bahwa penulis tidak mengenal dakwah salaf dengan baik,kita katakan kepada penulis bahwa kita berpegang teguh kepada Qur an dan Sunnah sesuai pemahaman salaful ummah,bukan sesuai pemahaman orang perorang seperti pemahaman nurhasan seperti poin poin di atas yang saya sebut.akhirnya dengan mengikuti pemahaman orang seperti nurhasan melahirkan pemikiran bathil yakni tidak mengenal Al Wala Wal Baro sesuai dengan pemahaman salaf.
Kita lihat bahwa Al Wala Wal Baro nya mereka terletak pada amirnya mereka (NURKACANG,ABD Dongir,SULTHON OLIVIA).dalam arti yang lebih rinci mereka jamaah akan mengikuti sesuai keinginan amirnya,mencintai apa yang di cintai amirnya membenci apa yang di benci oleh amirnya.sehingga mereka jauh dari kebenaran di karnakan Al Wala wal Baro bukan didasari karna Cinta Allah dan Cinta Rasulullah shalallahu alaihi wassalam.INILAH YANG MENJADI PEMBEDA ANTARA DAKWAH SALAF DENGAN DAKWAH HIZBIYAH.


yang membuat berbeda adalah mereka menawarkan Islam yang QH tapi tidak berJama’ah)>> inilah bodohnya penulis memakai istilah menawarkan Islam,mereka mempunyai pemahaman bahwa dakwah salaf di Indonesia ini mempunyai ciri yang sama dengan kelompok mereka yakni “Menawarkan”mencari pengikut agar masuk pada kelompoknya agar bias berbaiat pada imamnya.berikutnya penulis berkata “QH tapi tidak berJama’ah” >>> lagi-lagi penulis tidak mengilmui makna al jamaah Versi Nabi dan Para sahabat serta ulama yang mengikutinya. Mereka mengenal Al Jamaah sesuai dengan Pemahaman Nurkacang sehingga sampai kini mereka tetap teguh dan berbaiat pada Imam Sulthon Olivia yang tidak mempunyai kekuatan dan kedaulatan yang seharusnya di miliki oleh penguasa.

“Yang menjadi pertanyaan bukankah golongan Salafy Indo berpedoman pada al-Qur’an dan al-Hadits lalu sesatnya di mana ?, atau mungkinkah orang yang berpedoman pada al-Qur’an dan al-Hadits bisa tersesat ? sedangkan Nabi Saw telah bersabda
Telah kutinggalkan di kalangan kalian dua perkara, kalian tidak akan tersesat selagi kalian berpegang teguh pada keduanya (yaitu) kitab Allah (al-Qur’an) dan Sunnah NabiNya (alHadits)”. HR Malik «al-Muwattha’ : 3338”

Perhatikan tulisan jahilnya lagi yang ingin mengaburkan air yang jernih,dalil telah jelas dan menegaskan “tidak akan sesat selagi kalian berpegang teguh pada keduanya kitabillah dan sunnah nabi,lalu sunahnya siapa,Manhaj siapa,aqidah siapa dan fiqh siapa yang mereka anut sehingga Tidak boleh sholat berjamaah di imami oleh selain kelompoknya,Tentang Infaq Persepuluhan yang mereka juluki dengan infaq persenan,Tentang tidak bolehnya belajar agama islam kepada selain jalur keimaman mereka,Tentang surat tobat bagi jamaahnya yang melakukan dosa,Bertobat di hadapan amirnya dan menyebutkan semua aibnya di hadapan imamnya,Tentang Mengkafirkan kaum muslimin di luar kelompoknya,Tentang sesebutan kepada kaum muslimin di luar kelompoknya dengan sebutan “wong jobo”hum”wong kafir dll,Tentang senam barokah & Kembangan ASAD yang di iringi dengan music,tentang halalnya berdusta/bithonah,berlebih-lebihan di dalam sesuci.Ayo….kemana akal sehat penulis,ingin menuduh tapi tertuduh.
“untuk itu dalam artikel ini saya mengajak anda melihat "manhaj" pemahaman golongan Salafy Indo dari dua pilar utama Syari’at Islam yakni; sudut aqidah dan sudut fiqhiyyah” hmmmmm yuk kita lihat lagi tulisan jahilnya Ihsan Muhyidin seolah mengerti manhaj aqidah dan fiqh, mungkin ini akan jadi tanda tanya besar lagi bagi para pengikutnya “opo iku manhaj aqidah dan fiqh”silahkan Tanya pada cak Lek (mubalig)nya yang sebagian besar dari mereka tidak mengenal istilah-istilah demikian.terlepas dari itu kita kupas dulu apa yang di maksudkan oleh penulis yang ingin menuduh tapi tertuduh.
“dari sepak-terjang golongan Salafy Indo yang mudah mengatakan sesat bahkan kafir, pada golongan lain termasuk Jama’ah kita, maka dapat diketahui bahwa mereka mempunyai manhaj aqidah kaum Khawarij (note; walaupun tuduhan yang sama juga mereka lemparkan kepada kita, ya… anggap saja maling teriak maling)>>>> inilah yang saya maksudkan ingin menuduh tapi tertuduh…mari kemari Ihsan CS cobalah duduklah di majlis ilmu kajian salaf maka betapa akan terbukanya pikiran dan syubhat kalian sebagaimana katak terbebas dari tempurung selama ini yang telah di anggap sebagai dunianya (DADIO GURUNE JAGAD).datangkan dengan jelas bukti bahwa kalian adalah GURUNYA ALAM RAYA dan datangkan bukti bahwa dakwah salafi mudah mengatakan sesat bahkan Kafir pada golongan lain. Sekali lagi saya tanyakan “kenapa kalian tidak mau sholat berjamaah dan bermakmum di belakang imam yang bukan imamnya kalian (selain MAKKAH MADINAH)? Ini di akibatkan pemikiran takfiri yang kalian emban. Kemudian lahir dan lahir fikroh sesat yang lainnya,akhirnya kalian jauh dari dakwah salaful ummah.mengapa kalian berbangga dengan komunitas kalian,masjid yang banyak,knp tidak bangga dengan kaum muslimin serta masjid kaum muslimin yang berada seantero penjuru tanah air,itu di karnakan kalian tidak menghargai keislaman seseorang yang di luar kelompok kalian.“maka dapat diketahui bahwa mereka mempunyai manhaj aqidah kaum Khawarij (note; walaupun tuduhan yang sama juga mereka lemparkan kepada kita, ya… anggap saja maling teriak maling”….Mereka yang menuduh tapi tertuduh mereka adalah maling teriak maling,mempunyai manhaj khowarij tapi tidak merasa khowarij.QUL HAATUW BURHANAKUM INKUNTUM SHODIQIIN datangkan bukti jika kalian itu orang jujur.



Comments
12 Comments

12 Response to "bantahan "mengapa salafy indo sesat" bagian pertama"

Angger Shidqiy mengatakan...

Dakwah tali pemersatu umat

Setelah menyebutkan kewajiban untuk berdakwah atas umat ini, Allah melarang mereka dari perpecahan, “Dan janganlah kalian seperti orang-orang yang berpecah belah dan berselisih setelah keterangan-keterangan datang kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang berhak menerima siksaan yang sangat besar.” (Qs. Ali-’Imran: 105)

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Kalaulah bukan karena amar ma’ruf dan nahi mungkar niscaya umat manusia (kaum muslimin) akan berpecah belah menjadi bergolong-golongan, tercerai-berai tak karuan dan setiap golongan merasa bangga dengan apa yang mereka miliki…” (Majalis Syahri Ramadhan, hal. 102)
Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi

Anonim mengatakan...

http://www.youtube.com/watch?v=l6hcj_r_8tg

Anonim mengatakan...

wahai rusli dukalang......sudah hampir 4 tahun kau berupadaya membubarkan LD** TP sama skali ga berhasil malah LD** tambah maju pesat.......sampe kau mati ga akan berhasil.....insa@....

Anonim mengatakan...

Biarin saja ngemeng ape .... semakin tinggi pohon , semakin kencang angin meniupnya .... kayak ngak aja kerjaan aja .... ntar kalo mas rusli mati jg dikubur ..... emangnya mau di awetin digantung dimusium .....
Terus yg mau lihat sapa ......???

justru mas rusli ini sedang mengkampayekan LDII .... sehingga yg masuk LDII sekarang jg besar bahkan sekarang udah 34 negara ada cabangnya ......

Anonim mengatakan...

HAYOOO...
PORO SEDULUR PENGURUS2 JAMAAH NDANG RUJUK.........
MENGKO KEBURU KETINGGALAN JAMAAH 2 PODO RUJUK, SAMPEYAN ISIH DADI TAMENG TERUS2AN........
WINGI ACARA UMROH ROMADHON DI NUSA MEKAH PAK KASMUDI WIS MENYATAKAN BAHWA ORG 2 DILUAR JAMAAH KEDIRI YO ISO MASUK SURGA....HEHEHE...
REKAMANNYA MENYUSUL MENGKO ONO SING UPLOAD....
INI DAHSYAT... APAKAH LANJUTAN TAQIYAH/BITONAH/APUS 2....
TAPI KALO UCAPANNYA BENERAN...... WAH2.... LUAR BIASA... KARENA PAHAM BARU PAK KASMUDI TERSEBUT ADALAH APA2 YANG SUDAH DIPERJUANGKAN PAK MAULUDIN BERTAHUN2 YANG LALU....
KOK SEKARANG BARU SADAR, PADAHAL WAKTU PAK MAULUDIN MENYATAKAN PAHAM TERSEBUT,,,,, APA YANG DILAKUKAN TERHADAP BELIAU.....KEZHALIMAN....FITNAH KEJI......BAHKAN SAYA DENGAR JAMAAH DIKAMPUNG2 YANG TIDAK PERNAH MENGENAL PAK MAULUDIN TAHU2 MENGELUARKAN KATA2 YANG MENGHUJAT UNTUK BELIAU....
SEKARANG YANG MENCETUSKAN FITNAH TERSEBUT MALAH MENYAMPAIKAN APA2 YANG DIPERJUANGKAN OLEH PAK MAULUDIN....HEHEHE.....
IKI PIYE SAKJANE PLENTHISE LAN PENGURUS ORGANISASINE MATI2AN DADI TAMENG LA KOK PAK KYAINE MULAI MEMBENARKAN APA2 YANG DULU DITOLAK....
WELEH2...
JENENGE NJILAT SILITE DEWE......

Anonim mengatakan...

Agama yang benar adalah ISLAM, ISLAM yang benar itu yang ber PEMIMPIN, PEMIMPIN yang BENAR itu yang TIDAK mengajukan diri untuk JADI PEMIMPIN, PEMIMPIN yang DIANGKAT itu yang mengatur berdasarkan KITABULLOH, PEMIMPIN dalam ISLAM yang benar itu yang BERBAIAT, BERBAIAT yang BENAR itu yang mengucap IKRAR dan ada proses BERJABAT TANGAN (kecuali wanita bukan muhrim/ anak kecil belum baligh), dan ISLAM ber PEMIMPIN yang BENAR itu yang ada ke PATUHan.....

1. Baiat pertama muncul pertama kali saat ingin perang pertama kali, saat ini lah perintah baiat menjadi wajib, Menurut sejarah baiat ada 2 kali, pertama: baiat perwakilan dan kedua: diteruskan ke baiat secara kaffah oleh seluruh umat muslim2. Sejak baiat pertama dilakukan, perintah baiat tidak pernah dimansukh, baiat pertama kali dilakukan oleh Nabi lalu segera setelah wafat sebelum menguburkan nabi langsung diadakan musyawarah baiat (saat itu khalifah) penerus (ini menunjukkan bahwa baiat itu sangat teramat penting), saat itu umat islam tidak pernah terjadi kekosongan imam yang dibaiat (khalifah) sampai runtuhnya khalifah ustman,
3. Nabi mewajibkan umat islam terikat dalam satu wadah Al Jamaah (yang berbaiat)…..
4. Pertanyaannya: apabila tidak terjadi kesepakatan dari seluruh orang Islam dalam hal “siapa” yang harus dibaiat, maka perintahnya kita harus menyendiri walaupun harus makan akar: apakah para ulama sudah melakukan ini: “makan akar”…..
5. Nabi sudah menyebutkan bahwa ada jaman dimana banyak khalifah/ imam/ amir yang dibaiat: nabi sudah katakan : ” tetapilah baiatmu yang pertama, dan pukullah baiat imam yang lainnya”…..

Anonim mengatakan...

Apakah Islam bisa ga pake Pemimpin: (JIDAT MU BENJOL)
“Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Menetapilah kamu (Hudaifah bin Yaman) pada jamaah muslimin dan imam mereka (artinya: carilah Islam yang berbentuk jama’ah dan yang mempunyai imam sebagai pemimpinya), aku (Hudaifah bin Yaman), berkata: “(Bagaimana) jika tidak ada jama’ah dan imam mereka? Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Uzlah-lah

(Pisahilah) segala bentuk firqoh-firqoh (ada 72 firqoh Islam), sekalipun kamu hanya makan akar / umbi pohon sehingga maut

menjemput kamu sementara kamu atas keadaan demikian”. (HR. Bukhori, Kitabul Fitan).

Apa pemimpin ga pake BAEAT: (MATAMU MATA DAJJAL)
“Barangsiapa melepas tangan dari taat akan bertemu dengan Allah pada hari kiyamat dengan tidak punya alasan. Dan barangsiapa mati sedang tidak ada ikatan bai’at pada lehernya maka ia mati seperti matinya orang jahiliyah.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Umar, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh : II/136)

Dari Ibnu abbas ia berkata: telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barang siapa yang melihat sesuatu yang dibencinya dari pemimpinnya, maka hendaklah ia bersabar, sesungguhnya siapa yang meninggalkan jamaah barang satu jengkal saja lalu ia mati maka kematiannya berada dalam kejahiliyaan”.(HR.Muslim 3/1477 No.1849)

Apa MATI JAHILIYAH BERARTI MASUK SURGA: (KULIT MU BUDUG)
Yang dimaksud “seperti mati Jahiliyah” adalah kematian dalam kesesatan, perpecahan dan tidak mempunyai imam yang dibaiat dan ditaati. (Hamisy Shahih Muslim II/136)

Apa MATI "DALAM KESESATAN" itu BERARTI MASUK SURGA: (SYETAN TERKUTUK)

Apakah Presiden di Negara Sekuler yang terpilih melalui PEMILU yang jelas jelas mencalonkan diri itu bisa di BAEAT: (KEPALA MU MELETUS)
“Sekalipun kamu dipimpin oleh seorang budak Habsyi yang rumpung hidungnya, wajib kamu mendengar dan mentaatinya selama ia memimpin kamu dengan Kitabullah.” (HR.Ibnu Majah dari Ummul Hushain dalam bab Tha’atul Imam: II/201, Muslim, Shahih Muslim: II/130, At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi: IV/181 No.1706. Lafadz Ibnu Majah)

“Saya dan dua orang dari kaumku mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka salah seorang dari keduanya berkata: “Ya Rasulullah, jadikanlah kami sebagai amir.” Dan yang lainnya pun berkata demikian. Maka beliau bersabda: “Sesungguhnya kami tidak memberikan keamiran ini kepada seseorang yang memintanya dan yang menginginkannya (ambisi).” (HR.Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Ahkam: IX/80)

Siapakah yang dapat diangkat menjadi PEMIMPIN dalam ISLAM:
“Sekalipun kamu dipimpin oleh seorang budak Habsyi yang rumpung hidungnya, wajib kamu mendengar dan mentaatinya selama ia memimpin kamu dengan Kitabullah.” (HR.Ibnu Majah dari Ummul Hushain dalam bab Tha’atul Imam: II/201, Muslim, Shahih Muslim: II/130, At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi: IV/181 No.1706. Lafadz Ibnu Majah)

ORANG yang mengajukan DIRI menjadi PEMIMPIN,... Dilarang jadi PEMIMPIN di ISLAM: (Wahai Para Salafi, berpikirlah dengan otak yang dikepala jangan yang di dengkul--- TRUS ente semua pikir PEMILU itu bagaimana?.... lalu ente pikir bisa membaeat orang yang ikut PEMILU?....jelas jelas mereka mengajukan diri untuk jadi PEMIMPIN,....trus ente semua ngerasa "membaeat" presiden ga?... tau baeat seperti apa ga?)
“Saya dan dua orang dari kaumku mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka salah seorang dari keduanya berkata: “Ya Rasulullah, jadikanlah kami sebagai amir.” Dan yang lainnya pun berkata demikian. Maka beliau bersabda: “Sesungguhnya kami tidak memberikan keamiran ini kepada seseorang yang memintanya dan yang menginginkannya (ambisi).” (HR.Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Ahkam: IX/80)

Anonim mengatakan...

ADA BANYAK PEMIMPIN YANG DIBAIAT TRUS HARUS IKUT YANG MANA?...
“Dahulu bani Israil selalu dipimpin oleh para Nabi, setiap meninggal seorang Nabi diganti oleh Nabi lainnya, sesungguhnya setelahku ini tidak ada Nabi dan akan ada setelahku beberapa khalifah bahkan akan bertambah banyak, sahabat bertanya: ”Apa yang tuan perintahkan kepada kami?” Beliau menjawab: ”Tepatilah bai’atmu pada yang pertama (artinya baiat yang pertama dilakukan pada saat itu), maka untuk yang pertama dan berikan pada mereka haknya. Maka sesungguhnya Allah akan menanya mereka tentang hal apa yang diamanatkan dalam kepemimpinannya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh: II/132, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah II/204. Lafadz Muslim)

HANYA YANG PUNYA DAULAH/ KEKUASAAN SAJA SEPERTI PRESIDEN/RAJA dll YANG BISA DIBAIAT (KATA PARA ULAMA GEMBLUNG BERDASARKAN HADIST "PENDAPAT ULAMA" SHOHEH:
“Sekalipun kamu dipimpin oleh seorang "BUDAK HABSYI" yang rumpung hidungnya, wajib kamu mendengar dan mentaatinya selama ia memimpin kamu dengan Kitabullah.” (HR.Ibnu Majah dari Ummul Hushain dalam bab Tha’atul Imam: II/201, Muslim, Shahih Muslim: II/130, At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi: IV/181 No.1706. Lafadz Ibnu Majah)

TERNYATA BUDAK HABSYI BOLEH DIBAEAT........... WAHAI KAMPRET BUDUG......... MOHON DIBANTAH YAAA (PARA KAMPRET BUDUG AKAN MEMBANTAH DALIL INI DENGAN KALIMAT: KARENA BUDAK TERSEBUT PUNYA DAULAH KEKUASAAN,... TANDA KETOLOLAN TIADA TARA PARA KAMPRET BUDUG: MASA IYA BUDAK PUNYA DAULAH KEKUASAAN)

Anonim mengatakan...

TETAPILAH Al JAMAAH:
1. Umat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam- di atas kesesatan, dan tangan Allah bersama jamaah, dan barang siapa yang menyempal maka dia menyempa menuju neraka.- Tirmidzi, Bab Maa Ja’a fi Luzumil Jamaah, No.2167

2. “Dan berpegang-teguhlah kamu sekalian kepada tali (agama) Alloh dengan jama’ah, dan janganlah kamu sekalian firqoh”. (QS. Ali ‘Imron,No. Surat: 3, Ayat: 103).

3. “Dan berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah seraya berjama’ah, dan janganlah kamu berfirqah-firqah (bergolong-golongan),dan ingatlah akan ni’mat Allah atas kamu tatkala kamu dahulu bermusuh-musuhan maka Allah jinakkan antara hati-hati kamu, maka dengan ni’mat itu kamu menjadi bersaudara, padahal kamu dahulunya telah berada di tepi jurang api Neraka, tetapi Dia (Allah) menyelamatkan kamu dari padanya; begitulah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu, supaya kamu mendapat petunjuk.” (QS.Ali ‘Imran:103 )

4. “Sesungguhnya yang sebenar-benar orang mukmin ialah orang-orang yang beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya, dan apabila mereka berada bersama-sama Rosululloh dalam ‘Amrin Jaami’in’ (sambung berjama’ah; sesuatu urusan yang memerlukan pertemuan), mereka tidak meninggalkan (Rosululloh) sebelum meminta idzin kepadanya. Sesungguhnya orang-orangy ang meminta idzin kepadamu (Muhammad) mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya, maka apabila mereka meminta idzin kepadamu karena sesuatu keperluan, berilah idzin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. An-Nuur, No. Surat: 24, Ayat: 62).

5.“Maka sesungguhnya saja, barangsiapa yang keluar dari Al-Jama’ah kira-kira satu jengkal, maka sungguh tali Islamnya telah lepas dari lehernya kecuali jika ia kembali lagi”. (HR. Abu Daud).

6. “Maka sesungguhnya saja, barangsiapa yang memisahi Al- Jama’ah satu jengkal saja, lalu ia mati, maka ia mati dengan kematian jahiliyah”. (HR. Bukhori).

7. Kamu sekalian menetapilah pada Al-Jama’ah, dan takutlah kamu sekalian pada Al-Firqoh, maka sesungguhnya syetan bersama satu orang dan syetan itu akan menjauh dari dua orang, dan barangsiapa yang ingin berada di tengah-tengah surga maka hendaklah dia menetapi Al-Jama’ah”. (HR. Tirmidzi juz 3 hal 207).

8. “Dan ummatku akan terpecah menjadi 73 golongan, mereka semua masuk di dalam neraka, kecuali hanya satu golongan (yang tidak masuk neraka). Mereka (sahabat) berkata: “Dan siapakah yang satu golongan itu, ya Rosulalloh? Rosululloh, bersabda: “yaitu (golongan) yang mengerjakan apa yang saya kerjakan dan yang dikerjakan oleh sahabat-sahabat saya”. (HR. Tirmidzi, No. Hadits: 2565).

9. “Barangsiapa yang beramal dalam Jama’ah, lalu benar, maka Alloh menerimanya, dan jika salah, Alloh mengampuninya. Dan barangsiapa yang beramal mencari yang Firqoh, lalu benar, maka Alloh tidak akan menerimanya, dan jika salah, maka hendaklah

ia bertempat duduk pada tempat duduknya dari api (mak: di neraka)”. (HR. Thobrooni).

10. “…maka wajib atas kamu berjama’ah, karena sesungguhnya serigala itu makan kambing yang sendirian.” (HR.Abu Dawud dari Abi Darda, Sunan Abi Daud dalam Kitabus Shalah: I/150 No.547)

11. “Dan tangan (pertolongan) Alloh atas Al-Jama’ah, dan barangsiapa yang membelot, maka ia membelot ke neraka”. (HR. Tirmidzi).

Anonim mengatakan...

Al JAMAAH: adalah Wadah ISLAM dengan Baiat:
1. “Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Menetapilah kamu (Hudaifah bin Yaman) pada jamaah muslimin dan imam mereka (artinya: carilah Islam yang berbentuk jama’ah dan yang mempunyai imam sebagai pemimpinya), aku (Hudaifah bin Yaman), berkata: “(Bagaimana) jika tidak ada jama’ah dan imam mereka? Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Uzlah-lah (Pisahilah) segala bentuk firqoh-firqoh (ada 72 firqoh Islam), sekalipun kamu hanya makan akar / umbi pohon sehingga maut menjemput kamu sementara kamu atas keadaan demikian”. (HR. Bukhori, Kitabul Fitan).

2. “Sesungguhnya orang-orang yang berbai’at kepadamu sesungguhnya mereka berbaiat kepada Allah, tangan Allah di atas tangan mereka, maka barang siapa yang mengingkari bai’atnya niscaya akibat pelanggarannya akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa yang menepati bai’atnya, maka Allah akan memberikan pahala yang besar.” (Q.S. Al Fath : 10).

3. “Barangsiapa melepas tangan dari taat akan bertemu dengan Allah pada hari kiyamat dengan tidak punya alasan. Dan barangsiapa mati sedang tidak ada ikatan bai’at pada lehernya maka ia mati seperti matinya orang jahiliyah.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Umar, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh : II/136)

4. Yang dimaksud “seperti mati Jahiliyah” adalah kematian dalam kesesatan, perpecahan dan tidak mempunyai imam yang dibaiat dan ditaati. (Hamisy Shahih Muslim II/136)

5.Dari Ibnu abbas ia berkata: telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barang siapa yang melihat sesuatu yang dibencinya dari pemimpinnya, maka hendaklah ia bersabar, sesungguhnya siapa yang meninggalkan jamaah barang satu jengkal

saja lalu ia mati maka kematiannya berada dalam kejahiliyaan”. HR.Muslim 3/1477 No.1849)

6. “Tiga macam orang yang Allah tidak akan berkata kata kepada mereka pada hari kiyamat dan tidak akan membersihkan (memaafkan), dan bahkan bagi mereka siksa yang pedih. Mereka itu adalah: 1) Orang yang mempunyai kelebihan air di tengah jalan tetapi menolak permintaan orang yang dalam keadaan bepergian, 2) Orang yang berbai’at pada seorang imam, tetapi tidaklah ia berbai’at kecuali karena dunia, jika diberi menepati bai’atnya dan jika tidak diberi (ditolak tuntutannya) ia tidak menepatinya, 3) Orang yang menjual barang pada orang lain setelah ‘Ashar dan bersumpah dengan nama Allah, sungguh akan diberikan dengan ketentuan begini dan begini, lalu ia membenarkannya dan hendak mengambilnya, tetapi ia tidak memberikannya.”

(HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Ahkam: IX/99, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah II/204, At-Tirmidzi, Sunan At Tirmidzi IV/128 No: 1595. Lafadz Al-Bukhari)

7. “Dahulu bani Israil selalu dipimpin oleh para Nabi, setiap meninggal seorang Nabi diganti oleh Nabi lainnya, sesungguhnya setelahku ini tidak ada Nabi dan akan ada setelahku beberapa khalifah bahkan akan bertambah banyak, sahabat bertanya: ”Apa yang tuan perintahkan kepada kami?” Beliau menjawab: ”Tepatilah bai’atmu pada yang pertama (artinya baiat yang pertama dilakukan pada saat itu), maka untuk yang pertama dan berikan pada mereka haknya. Maka sesungguhnya Allah akan menanya mereka tentang hal apa yang diamanatkan dalam kepemimpinannya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh: II/132, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah II/204. Lafadz Muslim)

8. “Kami berbai’at kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mendengar dan taat, baik dalam keadaan semangat ataupun lemah (berat), dan untuk tidak menentang perintah kepada ahlinya serta untuk menegakkan (kebenaran) atau berkata dengan benar di manapun kami berada, tidak takut dalam membela agama Allah dari celaan orang-orang yang mencelanya.” (HR. Al

Bukhari dari Ubadah bin Shamit, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Ahkam: IX/96, Muslim, Shahih Muslim: II/132, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah II/202, An-Nasai, Sunan An-Nasai VII/137-138. Lafadz Al-Bukhari)

Anonim mengatakan...

8. “Kami berbai’at kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mendengar dan taat, baik dalam keadaan semangat ataupun lemah (berat), dan untuk tidak menentang perintah kepada ahlinya serta untuk menegakkan (kebenaran) atau berkata dengan benar di manapun kami berada, tidak takut dalam membela agama Allah dari celaan orang-orang yang mencelanya.” (HR. Al Bukhari dari Ubadah bin Shamit, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Ahkam: IX/96, Muslim, Shahih Muslim: II/132, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah II/202, An-Nasai, Sunan An-Nasai VII/137-138. Lafadz Al-Bukhari)

9. “Barangsiapa mati dan dilehernya tidak ada baiat, maka sungguh dia telah melepas ikatan Islam dari lehernya”[Dikeluarkan oleh Muslim dari Ibnu Umar]

10. “Barangsiapa berjanji setia kepada seorang imam dan menyerahkan tangan dan yang disukai hatinya, maka hendaknya dia menaati imam tersebut menurut kemampuannya. Maka jika datang orang lain untuk menentangnya, maka putuslah ikatan yang lain tersebut” [Dikeluarkan oleh Muslim dan Abu Dawud dari Abdillah bin Amr bin Ash]

11. “Dan barangsiapa yang berbaiat kepada seorang imam lalu bersalaman dengannya (sebagai tanda baiat) dan menyerahkan ketundukannya, maka hendaklah dia mematuhi imam itu semampunya. Jika ada yang lain datang untuk mengganggu imamnya (memberontak), penggallah leher yang datang tersebut.” (HR. Muslim no. 1844)

12. Dari sahabat nabi Abu hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ia bersabda: “Barang siapa yang mentaati aku sungguh ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang durhaka padaku sungguh ia telah mendurhakai Allah, barang siapa yang taat pada pemimpin sungguh ia telah taat padaku, dan barang siapa yang durhaka pada pemimpin sungguh ia telah durhaka padaku”. (HR.Muslim 3/1466 No.1835)

SEBERAPA PENTING BAIAT:
1. Dari Ibnu abbas ia berkata: telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barang siapa yang melihat sesuatu yang dibencinya dari pemimpinnya, maka hendaklah ia bersabar, sesungguhnya siapa yang meninggalkan jamaah barang satu jengkal saja lalu ia mati maka kematiannya berada dalam kejahiliyaan”.(HR.Muslim 3/1477 No.1849)

2. Dari sahabat nabi Abu hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ia bersabda: “Barang siapa yang mentaati aku sungguh ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang durhaka padaku sungguh ia telah mendurhakai Allah, barang siapa yang taat pada pemimpin sungguh ia telah taat padaku, dan barang siapa yang durhaka pada pemimpin sungguh ia telah durhaka padaku”. (HR.Muslim 3/1466 No.1835)

3. “Barangsiapa mati dan dilehernya tidak ada baiat, maka sungguh dia telah melepas ikatan Islam dari lehernya”[Dikeluarkan oleh Muslim dari Ibnu Umar]

Anonim mengatakan...

PARA SALAPRET WAHABRET KAMPRET BUDUG BESERTA PENGACAU ISLAM YANG LAIN AKAN MEMBANTAH DALIL DALIL DIATAS DENGAN:.... HADIST SHOHEH "PENDAPAT/ TAFSIR ULAMA/ SYECH".... TERCIUM BAU API NERAKA...

“… datanglah kepadaku dengan kitab sebelum ini atau atsar/labet/isnad dari ilmu jika kamu sekelian orang-orang yang benar” (Surah Al-Ahqaaf :4)

AGAMA DITAfSIRKAN DENGAN PENDAPATNYA "ULAMA/SYECH/DIRI SENDIRI"== NERAKA:

(al‑Turmuzi berkata): Sufyan bin Waki’ menceritakan kepada kami, (Sufyan berkata): Suwaid bin `Amr al-­Kalbi menceritakan kepada kami, (Suwaid berkata): Abu `Awanah menceritakan kepada kami dari `Abd al‑A`la dari Sa`id bin Jubair dari Ibn `Abbas dari Nabi Saw, beliau bersabda; takutlah kalian (hati‑hati dalam memegangi) hadis‑hadis dariku kecuali yang benar‑benar telah aku ajarkan kepada kalian, barangsiapa berbohong atas namaku secara sengaja, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya dari api neraka, siapa yang mengatakan sesuatu tentang al‑Qur’an dengan ra’yu‑nya (PENDAPATNYA) maka hendaklah ia menempati tempat duduknya dari api neraka