بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

Taqiyah itu sunnah bukan perbuatan syiah

 judul di atas sungguh membuat mata saya melotot,demi mempertahankan aqidah bathil 354 maka mereka berani berkata bahwa "Taqiyah itu sunnah bukan perbuatan syiah" berikut ulasan tulisan mereka dalam salah satu blog mereka.

sungguh telah tersesat orang yang berkata : siapapun yang melakukan TAQIYAH , maka dia adalah syiah.
padahal TAQIYAH adalah sunnah para shahabat dan kemudahan dari Allah.

Allah Berfiman didalam QS Ali Imron ayat 28 :

إِلا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً 


artinya : kecuali karena menjaga diri dari sesuatu yang ditakutkan dari mereka 


imam bukhary meriwayatkan dari Abu darda : sesungguhnya kami benar-benar tersenyum dihadapan banyak qoum , sedangkan hati kami melaknat mereka ( musyrikin )


As-Sauri mengatakan Ibni abbas berkata :
ليس التقية بالعمل انما التقية باللسان
Taqiyah bukan dengan amal perbuatan tetapi dengan lisan 

Imam Bukhary berkata al-hasan pernah berkata  ;
انما التقية الى يوم القيمة
Taqiyah itu terus berlangsung sampai hari qiyamat 

( Tafsir Ibni katsir



dan inilah bantahan kami terhadap jokam LDII yang senang bertaqiyah
PERBEDAAN ANTARA TAQIYAH SYAR’I DENGAN TAQIYAH JAMA’AH354/ JOKAM

TAQIYAH ( MENAMPAKKAN KEYAKINAN YANG BERBEDA DENGAN ISI HATI KARENA SIASAT)

Taqiyah syar’I datang dari kitabillah dan sunnah Nabi sholallohu ‘alaihi wasallam dan sesuai dengan batasan dan kaidah syar’i
Sementara taqiyah ala jokam memiliki ciri dan sifat dengan taqiyah ala syi’ah imamyah
Asal yang menunjukkan taqiyah adalah firman Allah ta’ala
قوله - تعالى -: لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ * آل عمران: 28

janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, KECUALI KARENA (SIASAT) MEMELIHARA DIRI DARI SESUATU YANG DITAKUTI DARI MEREKA. dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. dan hanya kepada Allah kembali (mu).

Imam Al-baghowi berkata: makna dari ayat ini adalah bahwa Allah ta’ala melarang orang-orang iman untuk menjadikan orang-orang kafir sebagai pemimpin/menjilat mereka (mencari muka), /sebagai teman akrab, kecuali apabila orang-orang kafir tersebut adalah orang-oramg yang berkuasa dengan nyata, atau bilamana seorang iman berada di tengah-tengah kaum kafir dan dia khawatir terhadap tindakan mereka. Maka dia melakukan taktik dengan menutupi menggunakan lisannya tetapi hatinya tetap tuma’ninah dalam keimanan, hal tersebut dia lakukan untuk melindungi dirinya . (taqiyah itu dilakukan ) bukan untuk menghalalkan darah yang diharamkan, atau untuk menghalalkan harta yang diharamkan dan atau memenangkan orang-orang kafir ditengah-tengah kaum muslimin

Dan taqiyah tidaklah boleh dilakukan kecuali karena khawatir dibunuh dan bersihnya niatan( tafsir al-baghowy 2/26).

SEKARANG MARI KITA LIHAT PERBEDAAN ANTARA TAQIYAH SYAR’I DENGAN TAQIYAH ALA JOKAM/354

PERTAMA:
Taqiyah syar’I bukan merupakan ushul tetapi dia adalah masalah furu’ ( cabang ) oleh karenanya tidaklah mengapa bila seorang muslim tidak menggunakannya
Taqiyah ala jokam : mereka jadikan taqiyah ini sebagai ushul dalam agama, dan menetapkannya di dalam aqidah mereka ( ini mengadopsi taqiyah ala syi’ah yang menyebutkan bahwa tidak ada agama dan tidak ada keimanan bagi orang yang tidak bertaqiyah)
KEDUA:
Taqiyah syar’I diterapkan kepada orang KAFIR, bukan kepada sesama muslim
Hal ini Nampak jelas pada firman Allah: janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, KECUALI KARENA (SIASAT) MEMELIHARA DIRI DARI SESUATU YANG DITAKUTI DARI MEREKA. dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. dan hanya kepada Allah kembali (mu). Ali imrom ayat 28
Ibnu jarir berkata : taqiyah yang diamaksud dalam ayat ini adalah taqiyah dari ORANG – ORANG KAFIR BUKAN KEPADA SELAIN MEREKA ( tafsir at-thobary 6/316
Said bin jubair berkata: tidak ada taqiyah di dalam agama islam, adapun taqiyah itu diterapkan kepada kafir harby " (tafsir al-baghowi 2/26)
Berkata imam ar-rozy : taqiyah di lakukan mana kala seorang laki-laki berada di tengah-tengah kaum kafir, semntara ia menghawatirkan akan diri dan hartanya maka dia mensiasati mereka dengan lisannya, yang demikian itu dia lakukan agar dia tidak menampakkan permusuhan dengan ucapannya, bahkan juga diperbolehkan baginya untuk mengucapkan perkataan yang remang-remang agar disenangi, akan tetapi dengan syarat dia menyembunyikan apa yang dia selisihi, dan dia mengingkari pada setiap apa yang diucapkannya. Bahwasanya taqiyah itu pengaruhnya pada hal-hal yang tampak bukan di dalam masalah keadaan hati ( tafsir ar-rozy 170/4)
Adapun taqiyah ala jokam mereka terapkan kepada kaum muslimin ( sebabnya apa? Sebabnya adalah karena mereka menempatkan kaum muslimin sebagai orang kafir di mata madzhab mereka, karena kaum muslimin tidak beriman kepada imam-imam yang mereka bai’at)
KE TIGA :
Taqiyah Syar’I adalah rukhshoh (keringanan) bukan “penetapan” (‘azimah)
Taqiyah adalah rukhshoh (keringanan) yang Allah berikan kepada umat ini pada sebagian perkara-perkara yang terdapat pengecualian dan bersifat darurat, dan tidaklah berdosa bagi orang yang tidak mengambil rukhshoh/kemurahan ini dan memilih untuk tetap pada keimanannya baik ucapan maupun hatinya di dalam keadaan darurat, bahkan para ulama mengatakan hal ini lebih utama ( memilih azimah dan meninggalkan taqiyah)
Ibnu bathal berkata : mereka telah sebpakat bahwa barang siapa yang benci atas kekufuran, kemudian dia memilih untuk berperang, maka sesungguhnya ia memperoleh pahala yang besar disisi Allah
Fathul bary 317/12
Imam ar-rozy berkata : seandainya dia menjelaskan perkataan dengan keimanan dan kebenaran, disamping diperbolehkannya bertaqiyah, maka itu lebih baik ( tafsir ar-rozy 4/170)
Para sahabat abu hanifah berkata: taqiyah adalah kemurahan dari Allah ta’ala manun tidak memilihnya adalah sebuah keutamaan, seandainya dia benci pada kekafiran dan dia tidak melakukan taqiyah sehingga dia dibunuh, maka dia lebih utama disbanding dia bertaqiyah, oleh karenanya setiap perkara yang terdapat kecintaan beragama, kemudian dia mendahulukannya sehingga dia dibunuh, itu lebih utama dibandingkan dia mengambil kemurahan ( tafsir bahrul muhith li abi hayan 3/191)
Dan juga perhatikanlah ketika masa-masa ujian yang menimpa imam ahmad bin hanbal di dalam permasalahan “ al-qur`an adalah mahluq” dia ditanya : bilamana sebuah pedang dihunuskan kepadamu, apa engkau akan mengabulkan mereka ? imam ahmad menjawab : tidak, bila seorang `alim menjawab dengan TAQIYAH, maka ORANG BODOH TETAP AKAN BODOH, maka kapan akan dijelaskannya sebuah kebenaran??? ( zaadul masir oleh ibnul jauzy 1/372)
Adapun taqiyah ala Jokam , maka taqiyah bagi mereka adalah sebuah ketetapan ( yang telah di syari’atkan oleh amir mereka yang dikemas dengan nama fathonah, bithonah, budi luhur (FBBL)) dan telah menjadi kewajiban yang bila dilanggar akan dianggap berdosa karena melanggar perintah amirnya.

 


Comments
3 Comments

3 Response to "Taqiyah itu sunnah bukan perbuatan syiah "

Anonim mengatakan...

memangnya LDII berbuat apa kok harus ber taqiyah ? apakah telah membohongi publik , atau sedang menyusun suatu makar , sehingga ber taqiyah

islam membolehkan taqiyah dengan batasan yang jelas .....

lantas untuk apa bertaqiyah di bumi yang damai ini , bahkan kaum kafirpun dapat terang-terangan dalam dakwahnya ......

ada apa dengan LDII ?????????????

Anonim mengatakan...

Sebabnya memang mereka menerapkan ajaran sesat makanya bertaqiyah, jd kl mereka ditanya ' apakah kamu mengkafirkan kaum muslimin bhkn otangtuamu yg tdk baiat sm amir kamu?' Yah taqiyah lah alias dusta alias bohong alias kadzib... 'oooo g tuh kami menganggap kaum muslimin bersaudara.. preeet

Anonim mengatakan...

LDII IS THE BEST