بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

WAWANCARA DENGAN KH. AHMAD SUBROTO

WAWANCARA DENGAN KH. AHMAD SUBROTO
(Murid Nur Hasan Ubaidah Generasi Awal 1947-1 967)

=== Wawancara penulis laksanakan di pcsantren yang beliau pimpin, PP Al-Fatah, Banjar Sari Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Senin 24 Januari 2000 M. Sebulan kemudian, KH. Ahmad Subroto berpulang ke
Rahmatullah pada Hari Jum'at 19 Dzul Qa'dah 1420 HI 25 Fcbruari 2000 M. =====

BAGAIMANA ANDA DULU BISA TERTARIK DAN MASUK KE DARUL HADITS YANG

KEMUDIAN ALIRAN ITU BERGANTI-GANTI NAMA MENJADI ISLAM JAMA'AH, LALU
LEMKARI, DAN TERAKHIR BERNAMA LDII ITU?

Saya dulunya tertarik aliran Darul Hadits karena yang dikaji Al-Quran dan Hadits murni, tidak dicampuri, dan tegas memberantas khurafat dan sebagainya. Betul-betul mengajarkan Al-Quran dan Hadits.

Asalnya ngaji-ngaji biasa. Yang tak sesuai dengan Al-Quran dan Hadits berarti tidak benar. Dengan begitu, maka saya tertarik.

BAGAIMANA CARA MENGAJI ITU?


Caranya, diasramakan satu bulan, membaca Al-Quran dengan maknanya komplit. Lalu Hadits Shahih Al-Bukhari dikaji satu bulan, dan seterusnya.


Adakah gejala-gejala penyimpangannya?


Waktu itu sering disampaikan, ngaji itu secara manqul (ilmu agama yang sah itu hanya yang dari amir) . Waktu itu saya tidak berfikir panjang.

Saya mengaji waktu itu mulai tahun 1947-1948. Gurunya, Nur Hasan Ubaidah. Pada waktu itu tidak kelihatan menyeleweng.

APAKAH SUDAH ADA AMIR ATAU SEMACAMNYA?


Waktu itu belum terbentuk amir ataupun jama'ah, hanya dinamakan Pengajian Darul Hadits. Belum ada tarik-tarikan (duit), masih murni.


PROSES SELANJUTNYA BAGAIMANA?


Setelah lama kelamaan, terus bisa berhubungan dengan Jakarta. Ada anggota Jami'atul Muslimin yang dipimpin Wali Al-Fatah, yang anggota itu ikut pengajiannya Nur Hasan Ubaidah. Yaitu H. Ali Rowi dari Sukotirto Jombang, Jawa Timur. Lantas H. Ali Rowi ini mempertemukan antara Wali Al-Fatah dan H. Nur Hasan Ubaidah. LALU KEDUANYA MENGADAKAN IKRAR BERSAMA. UBAIDAH SEBAGAI GURU BESAR, SEDANG WALI AL- FATAH SEBAGAI PEMIMPIN JAMA'AH. YANG MENGADAKAN BAI'AT ITU WALI AL-FATAH.


APAKAH H. NUR HASAN UBAIDAH SUDAH MENGAJARKAN BAI'AT, JAMA'AH, DAN SEBAGAINYA?


Waktu saya ikut pengajian itu belum ada dalil-dalil yang dikemukakan tentang jama'ah seperti sekarang ini. Waktu itu Wali Al-Fatah lah yang menyebarkan dalil-dalil tentang jama'ah, dengan sistem penyebaran brosur-brosur, kemudian dikembangkan, disosialisasikan dan diserukan di jama'ah-jama'ah. Maka dengan demikian itu, tampak lebih bersemangat. Setelah H. Nur Hasan berhubungan dengan Wali Al-Fatah dan mendapatkan masukan dari Wali Al-Fatah itulah kemudian pengajian yang semula namanya Darul Hadits itu diubah menjadi Islam Jama'ah.


DUA TOKOH ITU TADIKAN MENGADAKAN IKRAR. APAKAH KEMUDIAN PELAKSANAANNYA MEREKA BERDUA MENJADI SATU JAMA'AH?


Tidak. H. Nur Hasan Ubaidah berpisah dari Wali Al-Fatah. Hingga, keluarga Darul Hadits memisahkan diri tapi teori jama'ah yang dari Wali Al-Fatah itu dikembangkan, hanya saja tidak atas nama Wali Al-Fatah.


SETELAH PAKAI SISTEM CANGKOKAN DARI WALI AL-FATAH ITU BAGAIMANA PERKEM BANGANNYA?


Setelah memakai dalil-dalil tentang jama'ah itu dirasakan enak, maka perkembangannya lebih pesat, mendalam, tetapi lebih kejam.


LEBIH KEJAM BAGAIMANA?


H. Nur Hasan Ubaidah menganggap, siapa saja yang tidak berbai'at kepadanya, lalu mati, maka matinya dianggap kafir.


Apa dalil yang dijadikan alasan untuk mengkafirkan orang yang tidak

berbai'at padanya itu?

Dalil yang dikemukakan, ia sebut hadits, walaupun itu hanya qaul

shahabat, Umar, yaitu,

"Tidak ada lslam bila tanpa jama'ah, tidak ada jama'ah tanpa

keamiran, tidak ada keamiran tanpa ketaatan. "

Yang dipakai kata-kata Umar itu.

Jadi yang dipakai hujjah bukan hujjah yang sebenarnya, karena
bukan hadits shahih, hanya qaul shahabatyang tingkatannya mauquf (tidak
sampai pada Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam). Tetapi khabarnya hujjah
seperti itu justru untuk mengkafirkan orang?

Ya, itu untuk mengkafirkan orang. Ini bahayanya. Menganggap orang

Islam (selain golongan mereka) kafir kabeh (semua). Inilah kebatilannya.

TERUS, SIKAP ANDA BAGAIMANA?


Saya keluar dari Islam Jama'ah. Karena kelompok itu sudah menganggap bahwa orang selain Islam Jama'ah itu kafir, itu kan sudah berbahaya. Sudah jelas batil. Saya lihat Bapak M. Natsir (ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia) itu dihargai oleh Islam secara internasional.

Lalu, katanya, Nur Hasan ini dari Makkah (belajarnya) tapi kok mengatakan,
siapa yang tidak bai'at kepadanya dianggap kafir, Dan kalau mengaji tidak
manqul dianggap ilmunya tidak sah. Maka saya berkeinginan sekali mau
menta'qidkan (meneliti) untuk menanyakan masalah ini ke Makkah. Maka saya mau naik haji, namun pendaftaran sudah tutup saat itu. Malahan kemudian diketahui oleh Nur Hasan Ubaidah bahwa saya akan ke Makkah, maka saya ditangkap, karena saya dianggap tidak mempercayai amir. Lalu saya diisukan macam-macam, sampai dikatakan, saya sudah meninggal. Maka saya keluar dari Islam jama'ah. Saat itu tahun 1967.

BAGAIMANA ANDA BISA MEMUTUSKAN DIRI UNTUK KELUAR DARI DARUL HADITS/LSLARNJA MA'AH ITU?


Setelah saya menghadapi goncangan seperti tersebut, saya rneyakini bahwa ajaran Nur Hasan Ubaidah atau aliran Darul Hadits/Islam jamaah itu tidak benar. Terutama setelah Persis (Persatuan lslam) yaitu Kiai Jured Mahfudh khabarnya berkirim surat ke Perguruan Islam Darul Hadits di Makkah, dijawab langsung oleh Imam Masjid Haram Makkah,

Syaikh Umar Hamdan Abu Syahmi (klik disini untuk melihat murid-murid syaikh Umar Hamdan), bahwa Nur Hasan Ubaidah itu tidak pernah ada dalam daftar murid di Darul Hadits Makkah.

SETELAH ANDA MANTAP KELUAR DARI ALIRAN DARUL HADITS/LSLAM JAMA'AH

PIMPINAN NUR HASAN UBAIDAH ITU, LALU APA YANG ANDA PERBUAT?

Setelah saya keluar dari aliran itu, saya mendirikan pondok dan
  berda'wah serta menanggulangi bahaya aliran yang didirikan H. NurHasan Ubaidah itu, dengan memberi penjelasan-penjelasan ke Jakarta.
Yang keluar itu termasuk Pak Bambang Irawan Hafiluddin, Debby Nasution, Amir Murod, dan tokoh-tokoh lain. Dan yang di Jawa Timurbanyak yang keluar dari aliran Darul Hadits/Islam Jama'ah itu.

BAGAIMANA SIKAP ORANG-ORANG ALIRAN TERSEBUT TERHADAP ANDA DAN

TEMAN-TEMAN YANG KELUAR?

Yang keluar itu dianggap halal darahnya, tapi tidak terang-terangan.
Apakah sikap menganggap halal darahnya dun sebagainya itu masihdisandang pula oleh LDII, nama baru dari lslam Jama'ah?

Sekarang ini, Islam Jama'ah yang kini bernama LDII tampaknya
mereka lunak, tetapi mungkin itu taqiyyah (menampakkan hal yang
berbeda dengan keyakinannya). Yang jelas, mereka itu masih tetap jago
fitnah.

CONTOHNYA YANG KONGKRET APA?


Saya diisukan, bahwa saya (Ahmad Subroto) sudah balik lagi ke
aliran mereka. Bahkan sampai difitnah, bahwa saya (Ahmad Subroto) sudah meninggal dunia. Padahal jelas saya masih hidup. Fitnah itu disebar-sebarkan di kalangan mereka.

MENURUT PANDANGAN ANDA, KENAPA H. NUR HASAN UBAIDAH SEBEGITU

MENGHALALKAN ANEKA CARA DALAM MENGEMBANGKAN ALIRANNYA?

Dia itu memang senang untuk jadi orang kaya. Kalau alasannya

memang untuk pembelaan agama, tetapi praktiknya, semua kekayaan
(yang dihimpun dari para jama'ahnya) itu atas nama pribadi semua.
Akhirnya, seluruh kekayaan dari jama'ah itu menjadi milik ahli waris Nur
Hasan Ubaidah. Itukan bisa macam-macam. Karena, semua barang yang
ada di Amir, itu semua tidak boleh ditanya-tanyakan lagi.

Dari segi ajarannya, Ubaidah memberlakukan teori manqul (ilmu

agama yang sah itu hanya yang dari amir). Manqul itu katanya dari
Makkah, tetapi orang yang belajar langsung dari Darul Hadits di Makkah
ternyata tidak seperti teori ubaidah itu.

Dengan diberlakukan manqul itu, maka tidak mengabsahkan keislaman orang lain. Itulah bahayanya. Ubaidah mengajari, tidak manqul

berarti tidak sah. Tetapi ketika diurus orang, dari mana kata manqul itu,
jawabnya dari hadits,

"Barangsiapa berkata mengenai kitab Allah dengan pendapatnyal

tanpa ilmu, maka dia salah walau benar. "

Dari hadits itu Nur Hasan menganggap bahwa yang benar itu yang

manqul. Padahal di hadits-hadits tidak ada manqul seperti yang dia '
maksud itu.
Meskipun ajaran manqul ini ditegaskan untuk kelompoknya,
bahkan dijadikan landasan untuk menganggap bahwa selain yang manqul
itu tidak sah, namun Nur Hasan Ubaidah tidak mengaku demikian ketika
ditanya oleh Kiai Abdul Manan atas prakarsa Departemen Agama.

KENAPA TIDAK MENGAKU?


Karena mereka tidak takut dosa. Dan mereka menganggap, orang

selain jama'ahnya itu kalau hartanya dimaling /dicuri, jiwanya difitnah dan
sebagainya itu tidak dosa. Jadi sikap mereka itu seperti orang-orang
Yahudi terhadap orang Ghayim (non Yahudi), hartanya halal dijarah.

KENAPA SAMPAI SEBEGITU? APAKAH MEREKA JUGA PUNYA LANDASAN?


Sikap mereka itu seperti sikap orang Yahudi yang dijelaskan dalam

Al-Quran,
"Yang demi kian itu karena mereka mengatakan, 'Tidak ada dosa bagi
kami terhadap orang-orang ummi (maksudnya orang Arab). '" (Ali
Imran: 75)

Lalu mereka/Islam jama'ah atau LDII menerapkan kepada selain golongannya seperti sikap Yahudi itu, ditambah dengan dalih ayat Al- Quran,


"Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk

kamu. " (Al-Baqarah: 29)

"Untuk kamu" , itu mereka artikan untuk orang Islam Jama'ah yang kini namanya LDII. Maka bagi mereka, orang yang bukan LDII itu hartanya boleh diambil. Jadi, mencuri, memfitnah dan sebagainya terhadap orang yang bukan jama'ah mereka itu dianggap tidak berdosa.


TADI DISEBUTKAN, BANYAK UANG YANG DIKUMPULKAN DARI JAMA'AH.

KALAU BEGITU, ANDA SEBAGAI MUBALLIGH ISLAM JAMAAH YA BANYAK UANG?

Pemegang uang itu Amir. Hingga muballigh tidak pernah pegang uang. Tetapi ketika keluar dari Islam Jama'ah lalu diisukan (difitnah)

menghabiskan duit. Lebih dari itu, seperti saya sebutkan tadi, saya difitnah
bahwa saya telah mati.

Demikian wawancara penulis dengan KH. Ahmad Subroto. yang

tidak lama kemudian (sebulan kemudian) beliau wafat.
nurhasan ubaidah pendiri sekte islam jamaah

Comments
20 Comments

20 Response to "WAWANCARA DENGAN KH. AHMAD SUBROTO"

Anonim mengatakan...

"Tidak ada lslam bila tanpa jama'ah, tidak ada jama'ah tanpa
keamiran, tidak ada keamiran tanpa ketaatan. "

Yang dipakai kata-kata Umar itu........,bla bla bla

Ini kata kata Shohabat Umar bin Khattab RA,...... ente mo bilang ucapan beliau ga bisa dipercaya?,....... sampe ente ngomong begitu didepan muka ane, udah jelas ane harus ngapain.....

Anonim mengatakan...

Agama yang benar adalah ISLAM, ISLAM yang benar itu yang ber PEMIMPIN, PEMIMPIN yang BENAR itu yang TIDAK mengajukan diri untuk JADI PEMIMPIN, PEMIMPIN yang DIANGKAT itu yang mengatur berdasarkan KITABULLOH, PEMIMPIN dalam ISLAM yang benar itu yang BERBAIAT, BERBAIAT yang BENAR itu yang mengucap IKRAR dan ada proses BERJABAT TANGAN (kecuali wanita bukan muhrim/ anak kecil belum baligh), dan ISLAM ber PEMIMPIN yang BENAR itu yang ada ke PATUHan.....

1. Baiat pertama muncul pertama kali saat ingin perang pertama kali, saat ini lah perintah baiat menjadi wajib, Menurut sejarah baiat ada 2 kali, pertama baiat pertama perwakilan dan harus diteruskan ke baiat secara kaffah oleh seluruh umat muslim
2. Sejak baiat pertama dilakukan, perintah baiat tidak pernah dimansukh, baiat pertama kali dilakukan oleh Nabi lalu segera setelah wafat sebelum menguburkan nabi langsung diadakan musyawarah baiat (saat itu khalifah) penerus (ini menunjukkan bahwa baiat itu sangat teramat penting), saat itu umat islam tidak pernah terjadi kekosongan imam yang dibaiat (khalifah) sampai runtuhnya khalifah ustman,
3. Nabi mewajibkan umat islam terikat dalam satu wadah Al Jamaah (yang berbaiat)…..
4. Pertanyaannya: apabila tidak terjadi kesepakatan dari seluruh orang Islam dalam hal “siapa” yang harus dibaiat, maka perintahnya kita harus menyendiri walaupun harus makan akar: apakah para ulama sudah melakukan ini: “makan akar”…..
5. Nabi sudah menyebutkan bahwa ada jaman dimana banyak khalifah/ imam/ amir yang dibaiat: nabi sudah katakan : ” tetapilah baiatmu yang pertama, dan pukullah baiat imam yang lainnya”…..

Apakah Islam bisa ga pake Pemimpin: (JIDAT MU BENJOL)
“Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Menetapilah kamu (Hudaifah bin Yaman) pada jamaah muslimin dan imam mereka (artinya: carilah Islam yang berbentuk jama’ah dan yang mempunyai imam sebagai pemimpinya), aku (Hudaifah bin Yaman), berkata: “(Bagaimana) jika tidak ada jama’ah dan imam mereka? Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Uzlah-lah (Pisahilah) segala bentuk firqoh-firqoh (ada 72 firqoh Islam), sekalipun kamu hanya makan akar / umbi pohon sehingga maut menjemput kamu sementara kamu atas keadaan demikian”. (HR. Bukhori, Kitabul Fitan).

Apa pemimpin ga pake BAEAT: (MATAMU MATA DAJJAL)
“Barangsiapa melepas tangan dari taat akan bertemu dengan Allah pada hari kiyamat dengan tidak punya alasan. Dan barangsiapa mati sedang tidak ada ikatan bai’at pada lehernya maka ia mati seperti matinya orang jahiliyah.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Umar, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh : II/136)

Dari Ibnu abbas ia berkata: telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barang siapa yang melihat sesuatu yang dibencinya dari pemimpinnya, maka hendaklah ia bersabar, sesungguhnya siapa yang meninggalkan jamaah barang satu jengkal saja lalu ia mati maka kematiannya berada dalam kejahiliyaan”.(HR.Muslim 3/1477 No.1849)

Apa MATI JAHILIYAH BERARTI MASUK SURGA: (KULIT MU BUDUG)
Yang dimaksud “seperti mati Jahiliyah” adalah kematian dalam kesesatan, perpecahan dan tidak mempunyai imam yang dibaiat dan ditaati. (Hamisy Shahih Muslim II/136)

Apa MATI "DALAM KESESATAN" itu BERARTI MASUK SURGA: (SYETAN TERKUTUK)

Apakah Presiden di Negara Sekuler yang terpilih melalui PEMILU yang jelas jelas mencalonkan diri itu bisa di BAEAT: (KEPALA MU MELETUS)
“Sekalipun kamu dipimpin oleh seorang budak Habsyi yang rumpung hidungnya, wajib kamu mendengar dan mentaatinya selama ia memimpin kamu dengan Kitabullah.” (HR.Ibnu Majah dari Ummul Hushain dalam bab Tha’atul Imam: II/201, Muslim, Shahih Muslim: II/130, At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi: IV/181 No.1706. Lafadz Ibnu Majah)

“Saya dan dua orang dari kaumku mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka salah seorang dari keduanya berkata: “Ya Rasulullah, jadikanlah kami sebagai amir.” Dan yang lainnya pun berkata demikian. Maka beliau bersabda: “Sesungguhnya kami tidak memberikan keamiran ini kepada seseorang yang memintanya dan yang menginginkannya (ambisi).” (HR.Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Ahkam: IX/80)

Anonim mengatakan...

Siapakah yang dapat diangkat menjadi PEMIMPIN dalam ISLAM:
“Sekalipun kamu dipimpin oleh seorang budak Habsyi yang rumpung hidungnya, wajib kamu mendengar dan mentaatinya selama ia memimpin kamu dengan Kitabullah.” (HR.Ibnu Majah dari Ummul Hushain dalam bab Tha’atul Imam: II/201, Muslim, Shahih Muslim: II/130, At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi: IV/181 No.1706. Lafadz Ibnu Majah)

ORANG yang mengajukan DIRI menjadi PEMIMPIN,... Dilarang jadi PEMIMPIN di ISLAM: (Wahai Para Salafi, berpikirlah dengan otak yang dikepala jangan yang di dengkul--- TRUS ente semua pikir PEMILU itu bagaimana?.... lalu ente pikir bisa membaeat orang yang ikut PEMILU?....jelas jelas mereka mengajukan diri untuk jadi PEMIMPIN,....trus ente semua ngerasa "membaeat" presiden ga?... tau baeat seperti apa ga?)

“Saya dan dua orang dari kaumku mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka salah seorang dari keduanya berkata: “Ya Rasulullah, jadikanlah kami sebagai amir.” Dan yang lainnya pun berkata demikian. Maka beliau bersabda: “Sesungguhnya kami tidak memberikan keamiran ini kepada seseorang yang memintanya dan yang menginginkannya (ambisi).” (HR.Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Ahkam: IX/80)

Anonim mengatakan...

APA HANYA PEMIMPIN YANG MEMILIKI DAULAH/ AREA KEKUASAAN/ NEGARA YANG BISA DIBAIAT==> (MENGACU KE HADIST "PENDAPAT ULAMA/SYECH" YANG "SHOHEH"

“Sekalipun kamu dipimpin oleh seorang "BUDAK HABSYI" yang rumpung hidungnya, wajib kamu mendengar dan mentaatinya selama ia memimpin kamu dengan Kitabullah.” (HR.Ibnu Majah dari Ummul Hushain dalam bab Tha’atul Imam: II/201, Muslim, Shahih Muslim: II/130, At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi: IV/181 No.1706. Lafadz Ibnu Majah)

TERNYATA BUDAK HABSYI BOLEH DIBAEAT........... WAHAI KAMPRET BUDUG......... MOHON BANTAH YAAA

PERTANYAAN: KENAPA BISA ADA HADIST YANG BERTENTANGAN DENGAN FATWA SYECH SALAPRET-WAHABRET KAMPRET BUDUG?.....TRUS IKUTIN YANG MANA DONG?....

DIDALAM ISLAM SANGAT DILARANG UNTUK MENGGUNAKAN RO'YU SELAMA ADA DALIL YANG MENJELASKAN TENTANG HAL TERSEBUT, BAHKAN HADIST DHOIF MASIH LEBIH TINGGI DERAJATNYA DARI HADIST RO'YU:
“… datanglah kepadaku dengan kitab sebelum ini atau atsar/labet/isnad dari ilmu jika kamu sekelian orang-
orang yang benar” (Surah Al-Ahqaaf :4)


HADIST DHOIF: DIDALAM ISNADNYA ADA PEROWI YANG PELUPA, TETAPI MASIH TETAP BERASAL DALAM GARIS GOLONGAN HADIST MURNI DARI NABI ATAU SHOHABAT ATAU TABI'IN YANG DI AKUI OLEH SHOHABAT...

HADIST RO'YU: HADIST YANG BERASAL DARI PENDAPAT "ULAMA/SYECH" ATAU SIAPAPUN...INTINYA "PENDAPAT NYA"... KALAU ADA HADIST YANG SUDAH MENERANGKAN HAL TERSEBUT WALAUPUN DHOIF MAKA MASIH LEBIH TINGGI LEVEL HADIST DHOIF TERSEBUT...(JANGAN SAMPAI TERTUKAR ANTARA HADIST DHOIF DENGAN HADIST MURSAL ATAU HADIST BATHIL

Anonim mengatakan...

PAK NURHASAN LEBIH MUMPUNI DIBIDANG AGAMA DIBANDING PARA SYECH SALAPRET-WAHABRET KAMPRET BUDUG.......

Anonim mengatakan...

PAK NURHASAN TAU HADIST INI,.... TAPI PARA SYECH SALAPRET WAHABRET KAMPRET BUDUG DAN PARA PERUSAK AGAMA YANG LAIN ENTAH TIDAK TAU ATAU TIDAK NGERTI (MAKLUM, TAU ILMU DARI BUKU DOANG):

(al‑Turmuzi berkata): Sufyan bin Waki’ menceritakan kepada kami, (Sufyan berkata): Suwaid bin `Amr al-­Kalbi menceritakan

kepada kami, (Suwaid berkata): Abu `Awa>nah menceritakan kepada kami dari `Abd al‑A`la dari Sa`id bin Jubair dari Ibn `Abbas

dari Nabi Saw, beliau bersabda; takutlah kalian (hati‑hati dalam memegangi) hadis‑hadis dariku kecuali yang benar‑benar telah
aku ajarkan kepada kalian, barangsiapa berbohong atas namaku secara sengaja, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya dari api neraka, siapa yang mengatakan sesuatu tentang al‑Qur’an dengan ra’yu‑nya (PENDAPATNYA) maka hendaklah ia menempati tempat duduknya dari api neraka

Anonim mengatakan...

AL QURAN DAN AL HADIST ADALAH WARISAN NABI YANG TIDAK BOLEH DIAJARKAN DENGAN MENGGUNAKAN RO'YU (PENDAPAT)..... ITULAH GUNANYA MANQUL-MUSNAD-MUTASSHIL

Anonim mengatakan...

untuk anonim,,

tp soal khadist berkata tanpa tahu ilmunya itu ditolak..
itu bukan dalil mankul,,

para mt salah menafsirkan keterangan khadist tsb,,,


sedangkan mankul itu memang benar,,

banyak ormas lain adlh ahlul bid'ah,
krna itu merupakan cara mereka untuk merusak kemurnian agama ini,, mereka mengikuti adat" masyarakat yg tdk dilakukan nabi dan mencampurkannya dg agama contoh yasinan,,

pdhal itu dilarang dan itu pengamalan ahlul bid'ah,,
tp kata mreka(ahlul bid'ah) itu untk bermasyarakat??????"
klo INGIN BERMASYARAKAT lakukan dg BERDAKWAH dg QUR'AN KHADIST bukan DG ro'yu...

Anonim mengatakan...

INGAT KITABUL IMAROHNYA DIBACA YHA :-) :-P

Anonim mengatakan...

OKE...NIH MAKAN DALIL MANQUL.....SEMOGA DAPAT ANDA MEMBUAT ANDA MENGERTI

Nabi bersabda: Ambillah ilmu sebelum hilang, berkata shohabat ” bagaimana ilmu dapat hilang, wahai nabinya Alloh , sedangkan dikalangan kita ada kitab Alloh ?” maka nabi marah yang Alloh belum pernah membuat nabi marah seperti itu. Kemudian nabi bersabda : ” celakalah kalian, bukankah taurot dan injil itu masih ada dikalangan bani isroil, kemudian keduanya ( taurot dan injil ) tidak dapat mencukupi mereka sedikitpun, sesungguhnya hilangnya ilmu adalah hilangnya pembawanya. Sesungguhnya hilangnya ilmu adalah hilangnya pembawanya (isnadnya atau ulama’nya)” HR. Ad-Daromi dari Abi umamah…

TERNYATA NABI MENGANGGAP ILMU YANG SAH ITU YANG BERASAL DARI GURU YANG ISNADNYA JELAS….. PADA JAMAN NABI KITAB SUCI TAUROT & INJIL TELAH DICETAK TETAPI KARENA TIDAK PAKAI ISNAD MAKA DIANGGAP ILMUNYA TELAH HILANG

RUAAARRRR BIASYYAAAAA (TAPI PERCUMA UNTUK PARA PENDUSTA AGAMA....KEBENARAN TAK AKAN DAPAT DILIHAT MEREKA...KARENA DIJIDATNYA SUDAH ADA STEMPEL NYA....TAPEE DEEEHH

Isnad adalah bagian dari agama seandainya tidak ada isnad , niscaya orang orang akan berkata pada apa-apa yang dikehendakinya dengan semaunya sendiri. sesungguhnya pembeda antara kami orang iman dengan mereka musyrikin adalah isnad . ( muqodimah muslim )

manusia selalu berada dalam kebaikan selama orang yang awal masih hidup dan orang yang akhir mau belajar ilmu ( agama ) darinya . ketika generasi tua telah mati sebelum generasi mudanya belajar ilmu darinya , maka rusaklah manusia ( H.R. addarimi )

Anonim mengatakan...

Nabi bersabda: Ambillah ilmu sebelum hilang, berkata shohabat ” bagaimana ilmu dapat hilang, wahai nabinya Alloh , sedangkan dikalangan kita ada kitab Alloh ?” maka nabi marah yang Alloh belum pernah membuat nabi marah seperti itu. Kemudian nabi bersabda : ” celakalah kalian, bukankah taurot dan injil itu masih ada dikalangan bani isroil, kemudian keduanya ( taurot dan injil ) tidak dapat mencukupi mereka sedikitpun, sesungguhnya hilangnya ilmu adalah hilangnya pembawanya. Sesungguhnya hilangnya ilmu adalah hilangnya pembawanya (isnadnya atau ulama’nya)” HR. Ad-Daromi dari Abi umamah…
-------------------------------------------------
Lalu dimana isnadnya nurhasan apakah yang hilang di becak itu?? lalu siapa gurunya nurhasan apakah betul Syaikh Umar Hamdan. Tanyakan di arab saudi sana terutama pada murid Syaikh Umar Hamdan yang masih hidup apakah betul nurhasan pernah menjadi murid Shaikh Umar Hamdan?? Jangan mau di tipu carilah kebenaran jangan mencari pembenaran. Anda menyampaikan Hadist di atas tapi kelompok anda (ldii) mengingkari keberadaan Ulama bahkan menempatkan Ulama di neraka karena pendapatnya, tapi kalau pendapatnya nurhasan adalah kebenaran mutlak walaupun bertentangan dengan Qur'an Hadist. Yang di kaji Qur'an Hadist yang diamalkan ijtihad imam. Coba anda renungkan !!

Anonim mengatakan...

Trus Gurune nurhasan kuwi SOPO? kalau syech Umar Hamdan kenapa anda menjelek jelekan SYECH/ULAMA bahkan anda menempatkan ULAMA/SHECH di neraka karena pendapatnya. Atau jangan jangan nurhasan gak punya GURU SEBAB KALAU PUNYA GURU PEMAHAMANNYA PASTI TIDAK MELENCENG, dan kalau gak punya guru maka Qur'an hadist ini dipahami menurut pemahamannya nurhasan sendiri, trus siapa yang ro'yu?
PERTANYAANNYA SIAPA GURUNYA NURHASAN? CARI JANGAN MAU DIKIBULI yang kalau ditanya mana sanatnya? katanya HILANG DI BECAK...SEMUDAH ITU? ijazah saja yang hanya untuk kepentingan dunia begitu hati2 memperlakukannya jangan sampai rusak/hilang salah sedikit saja begitu rumit mengurusnya.. lha ini sanad dengan entengnya hilang di becak ini kepentingan agama mas, ini kebenaran agama, terutama anda kelompok anda yang mengagung agungkan sanad bahkan menganggap ilmu tanpa sanad gak sah, amalannya gak sah, hidupnya gak sah, tapi apa ketika ditanya mana isnadnya dengan entengnya menjawab HILANG DI BECAK.........

Anonim mengatakan...

Halah...yang pakai PENDAPAT MASAIKH itu kan pasa SALAPRET dan para pendusta agama lainnya...

Mau berhujjah?,,.....maka tunjukkan dalil yang memang dari Al Quran atau As Sunnah (yang memang dari nabi, bukan as sunnah odong odong ala para syech tanpa mengacu ke nabi)

Mau mati jahiliyah kok bangga

“Barangsiapa melepas tangan dari taat akan bertemu dengan Allah pada hari kiyamat dengan tidak punya alasan. Dan barangsiapa mati sedang tidak ada ikatan bai’at pada lehernya maka ia mati seperti matinya orang jahiliyah.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Umar, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh : II/136)

WAHAI PENYERU JAHANNAM
"Wahai Rasullulloh, dahulu kami berada pada masa jahiliyyah dan keburukan lalu Alloh mendatangkan kebaikan ini kepada kami, apakah setelah kebaikan ini akan datang keburukan?'. Beliau menjawab:'Ya". Aku bertanya lagi:"Apakah setelah keburukan itu akan datang lagi kebaikan?". Beliau menjawab"Ya, akan tetapi didalamnya ada "dukhn" (kotorannya)". Aku bertanya lagi:"Apa kotorannya itu?". Beliau menjawab:Yaitu suatu kaum yang memimpin tanpa mengikuti petunjukku, kamu mengenalnya tapi sekaligus kamu ingkari". Aku kembali bertanya:"Apakah setelah kebaikan (yang ada kotorannya itu) akan timbul lagi keburukan?". Beliau menjawab:"Ya, yaitu para penyeru yang mengajak ke pintu JAHANNAM.SIapa yang memenuhi seruan mereka maka akan dilemparkan kedalamnya". Aku kembali bertanya:"Wahai Rasululloh, berikan sifat-sifat (ciri-ciri) mereka kepada kami". Beliau menjelaskan:"Mereka itu berasal dari kulit-kulit kalian dan berbicara dengan bahasa kalian. Aku katakan:"Apa yang engkau perintahkan kepada kami bila kami menemui (zaman) keburukan itu?. Beliau menjawab:"Carilah jamaah muslimin dengan imam mereka (carilah jamaah islam yang memiliki imam yang berbaiat)". Aku kembali bertanya:"Jika saat itu tidak ada Jamaah Islam dengan Imam mereka (saat itu tidak ada Jamaah Muslim yang memiliki Imam yang dibaiat)?". Beliau menjawab:"Kamu tinggalkan seluruh firqoh (kelompok Jamaah Islam yang tidak memiliki Imam yang dibaiat) sekalipun kamu harus memakan akar pohon hingga maut menjemputmu dan kamu tetap berada didalam keadaan yang demikian itu". (HR Bukhori 3338)

Anonim mengatakan...

BERHUJJAH TANPA ACUAN DARI NABI= NERAKA
Rasululloh bersabda:" Barangsiapa berkata suatu perkataan yang tidak pernah aku katakan maka hendaklah ia persiapkan tempat duduknya di neraka" (HR Bukhori: 106)

Semua Tindakan Ibadah tanpa ACUAN DARI NABI SIA SIA, SESAT=JAHANNAM

Aku berpesan kepada kalian agar senantiasa bertaqwa kepada Allah, dan senantiasa setia mendengar dan taat ( pada pemimpin/penguasa , walaupun ia adalah seorang budak ethiopia, karena barang siapa yang berumur panjang setelah aku wafat, niscaya ia akan menemui banyak perselisihan. Maka hendaknya kalian berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah Khulafa’ Ar rasyidin yang telah mendapat petunjuk lagi bijak. Berpegang eratlah kalian dengannya, dan gigitlah dengan geraham kalian. Jauhilah oleh kalian urusan-urusan yang diada-adakan, karena setiap urusan yang diada-adakan ialah bid’ah, dan setiap bid’ah ialah sesat“. (Riwayat Ahmad 4/126, Abu Dawud, 4/200, hadits no: 4607, At Tirmizy 5/44, hadits no: 2676, Ibnu Majah 1/15, hadits no:42, Al Hakim 1/37, hadits no: 4, dll)

Anonim mengatakan...

BERHUJJAH TANPA DALIL DARI NABI = MAKA BERSIAPLAH JADI PENGHUNI NERAKA WAHAI PENYERU JAHANNAM
Rasululloh bersabda:" Barangsiapa berkata suatu perkataan yang tidak pernah aku katakan maka hendaklah ia persiapkan tempat duduknya di neraka" (HR Bukhori: 106)

MAU MATI JAHILIYAH KOK BANGGA....MATILAH DALAM KEADAAN JAHILIAH....BUKAN URUSAN ANA
“Barangsiapa melepas tangan dari taat akan bertemu dengan Allah pada hari kiyamat dengan tidak punya alasan. Dan barangsiapa mati sedang tidak ada ikatan bai’at pada lehernya maka ia mati seperti matinya orang jahiliyah.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Umar, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh : II/136)

Anonim mengatakan...

Halah...yang pakai PENDAPAT MASAIKH itu kan pasa SALAPRET dan para pendusta agama lainnya...

Mau berhujjah?,,.....maka tunjukkan dalil yang memang dari Al Quran atau As Sunnah (yang memang dari nabi, bukan as sunnah odong odong ala para syech tanpa mengacu ke nabi)
-----------------------------------------------------
Tolong tunjukkan as sunnah odong odong itu yang mana??
Lha nurhasan itu dalam memahami Qur'an dan Hadist memakai pemahamannya siapa??

Anonim mengatakan...

TERNYATA NABI MENGANGGAP ILMU YANG SAH ITU YANG BERASAL DARI GURU YANG ISNADNYA JELAS….. PADA JAMAN NABI KITAB SUCI TAUROT & INJIL TELAH DICETAK TETAPI KARENA TIDAK PAKAI ISNAD MAKA DIANGGAP ILMUNYA TELAH HILANG
-------------------------------------------------------
Trus gurunya nurhasan yang isnadnya jelas itu siapa tolong sebutkan mas??

Altair An-Nur mengatakan...

Untuk apa???...... Para Penyeru Jahannam sedang mencari cari pembenaran, TETEP AJA WAHAI SALAPRET,...TANPA BAIAT DILEHER KETIKA AJAL TIBA MAKA KAU MATI JAHILLIAH...WAAAHHH...(pasti PARA SALAPRET AKAN BERBICARA)"MATI JAHILIAH IMPIAN KU".....(BEGITULAH PENYERU JAHANNAM,....ENTE MAU MATI JAHILLIAH, ITU BUKAN URUSAN ANA, SELAMAT MENIKMATI MATI JAHILIAH WAHAI PENYERU JAHANNAM)

Anonim mengatakan...

TRUS YANG PAKE PENDAPAT PARA MASAIKH (TAQLID BUTA) ITU SIAPA YAAA...BUKANNYA PARA SALAPRET DUNGU

Anonim mengatakan...

"Untuk apa???......"
-------------------------------------------
Untuk membuktikan benar apa tidak sanadnya nurhasan yang anda agung agungkan itu, apakah benar2 sambung menyambung sampai kepada Rosululloh! kok malah bertanya untuk apa.....

"TRUS YANG PAKE PENDAPAT PARA MASAIKH (TAQLID BUTA) ITU SIAPA YAAA...BUKANNYA PARA SALAPRET DUNGU"
----------------------------------------------------------
Tahu artinya taqlid buta gak mas itu seperti anda dengan imam anda nurhasan(sekarang sulton ya), apapun yang diucapkannya adalah kebenaran gak peduli itu bertentangan dengan Qur'an hadist atau tidak, salah satu contohnya: riba' itu jelas2 haram mas tapi jadi "halal" karena ijtihad imam membolehkan(kasus maryoso). Bahkan sudah familier dengan kata kata "itu belum dimansuh" jadi jalan terus masih halal....coba buka sedikit mata hati anda amati/pahami ijtihad2 imam yang gak sesuai Qur'an Hadist terutama yang berhubungan dengan uang..