بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

MUI Pusat Bantah telah Nyatakan Aliran Sesat LDII Berparadigma Baru


JAKARTA (voa-islam.com) - Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ma’ruf Amin membantah bahwa MUI telah menyatakan aliran sesat LDII memiliki paradigma baru yang berbeda dengan Islam Jamaah yang pernah difatwakan sesat oleh MUI.
Hal ini disampaikan KH. Ma’ruf Amin di hadapan para tokoh dan umat Islam Bogor saat beraudiensi dengan MUI Pusat terkait penyerangan sebuah pengajian di masjid Al-Hijri, Kampus UIKA, Bogor oleh massa aliran sesat LDII pada Sabtu (15/6/2013).
“Saya ingin menjelaskan, sikap MUI itu seperti apa kepada LDII, jadi tidak betul  jika MUI sudah menyatakan LDII Paradigma Baru. Ada beberapa catatan yang harus dipenuhi oleh LDII:
Pertama, bahwa dia harus memasukkan sudah berparadigma baru dalam Rakernasnya dan itu sudah dilakukan.
Kedua, harus melakukan klarifikasi melalui MUI propinsi dan itu sudah ada tapi belum seluruhnya.
Ketiga, dia harus melakukan sosialisasi sampai ke bawah bukan hanya di DPPnya tapi sampai ke akar rumput.
Keempat, dia harus bersedia dibina oleh MUI,” jelas Kyai Ma’ruf Amin di kantor MUI Pusat, Jl. Proklamasi No.51 Menteng Jakarta Pusat, pada Selasa (25/6/2013).
Ia pun meminta umat Islam tidak keliru menilai sikap MUI terhadap aliran sesat LDII.
“Nanti kalau tidak tahu sikap MUI itu bisa keliru, sana keliru, sini keliru jadi keliru semua,” imbuhnya.
Namun sebagian tokoh umat Islam Bogor kurang merasa puas, sebab KH. Ma'ruf Amin selaku Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat pernah menandatangani surat yang memfatwakan LDII telah memiliki paradigma baru dan hingga kini belum dicabut.
Surat tersebut menjadi senjata aliran sesat LDII seolah ingin disamakan seperti ormas Islam lainnya dengan klaim telah menerapkan paradigma baru, padahal sejatinya masih menganut paradigma lama Islam Jamaah.  [Ahmed Widad]

Ketua MUI: Nodai Kesucian Masjid, Tak Ada Ampun bagi Aksi Anarkis LDII

JAKARTA (voa-islam.com) - Ketua MUI Pusat Bidang Hukum dan Perundang-undangan, Drs. KH. Basri Bermanda, MBA menegaskan tak ada ampun bagi aliran sesat LDII yang telah melakukan aksi anarkis dan penodaan masjid.
Hal itu disampaikan KH. Basri Bermanda saat merespon laporan dari para tokoh dan umat Islam Bogor di MUI Pusat terkait penyerangan aliran sesat LDII terhadap masjid Al-Hijri di kampus UIKA Bogor pada Sabtu (15/6/2013).
“Dalam aspek hukum, tentu ini kriminal. Jadi tindakan anarkis ini tidak ada ampun! Harus langsung ditindak. Kalau perlu tim advokasi MUI Pusat untuk membekingi masalah ini,” tegasnya di hadapan para pimpinan MUI dan perwakilan umat Islam Bogor di kantor MUI Pusat, Jl. Proklamasi No.51 Menteng Jakarta Pusat, pada Selasa (25/6/2013).
...Dalam aspek hukum, tentu ini kriminal. Jadi tindakan anarkis ini tidak ada ampun!...
Ia menambahkan, massa aliran sesat LDII telah melecehkan kesucian masjid dengan memakai sepatu dan sandal ketika melakukan penyerangan.
“Karena masalahnya, kalau saya lihat tadi di masjid itu ada yang pakai sepatu, pakai sandal,” ucap mantan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Perti (Persatuan Tarbiyah Islamiyah) ini.
Ia pun menegaskan mendukung langkah para tokoh dan umat Islam untuk memproses tindakan anarkis massa aliran sesat LDII.
“Tindakan ini tidak bisa dibiarkan terlepas siapa pun yang melakukannya, apalagi itu LDII. Saya memberikan apresiasi dan tidak boleh berhenti, lanjutkan dan tentu batasannya pada pelanggaran hukumnya,” tutupnya. [Ahmed Widad]

sumber http://www.voa-islam.com/news/indonesiana/2013/06/27/25515/ketua-mui-nodai-kesucian-masjid-tak-ada-ampun-bagi-aksi-anarkis-ldii/

Kronologi Kebodohan massa LDII

Kronologi Peristiwa Anarkis LDII Terhadap Jamaah Pengajian IMM – UIK Bogor

Pada Hari Sabtu, 15 juni 2013 pukul 09.00 WIB, di Masjid Kampus Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor sekelompok massa dari Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) mengamuk dan menghancurkan acara pengajian yang membongkar kesesatan mereka. Dalam acara ini dihadirkan Ustadz Adam Amrullah, Sekjen Forum Ruju’ Ilal Haq yang aktif mengungkap kesesatan dengan data kuat tak terbantahkan. Dalam aksi anarkis ini, mereka memukuli beberapa orang panitia dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Bogor.

Kronologis Peristiwa

Berikut adalah kronologis peristiwa yang kami peroleh dari blog Sang Pencerah langsung dari Ketua PC IMM Bogor, Achmad Nurudin.

H-1 (14 Juni 2013)

16:55

SMS diterima oleh Contact Person Acara dari +6281280510465:
Ass wr wb mohon maaf sebelumnya saya dari Polsek Tansa mo kordinasi mengenai rencana seminar di Mesjid Alhijri II ttg LDII untuk antisipasi aja, apabila berkenan agar terjalin komunikasi. Wass

22:13

Contact Person Acara mendapat telepon dari nomor +62878730708006. Orang itu mengaku dari kepolisian dan berusaha menekan panitia. Diakhir pembicaraan dia mengaku Ali dari jamaah LDII dan tinggal di Cilendek – Bogor. (Sebagian pembicaraan sempat direkam oleh panitia)

22:45

Sekitar 15 orang yang diduga dari jamaah LDII menemui Bahruddin dan Gumelar (santri Ulil Albab) yang sedang menuju masjid. Mereka meminta Bahruddin untuk dipertemukan dengan ketua panitia. Karena sudah larut, ketua panitia menolaknya. Mereka menyampaikan pesan kalau acara besok tidak dihentikan atau dibatalkan maka akan ada tindakan yang tidak diinginkan.

23:05

SMS diterima oleh contak person ketua umum IMM dari +6285717634506
aswrb bung muhajir, tadinya ana mau sharing dgn antum soal kondusifitas acara besok yg mengusung tema yang sangat provokatif dan mendeskreditkan LDII. Tapi ana liat sms antum ke sdr Didin, katanya antum TIDAK TERIMA TAMU mala mini. Baiklah klo begitu ana pulang. Syuqron akhii.

H (15 Juni 2013)

06:00

Panitia melakukan breefing persiapan seminar di Mesjid Al-Hijr II UIKA Bogor

06:30

Panitia Breefing meninggalkan Mesjid Al-Hijr II dan kembali ke asrama Ulil Albab

07:00

Gerombolan demi gerombolan orang yang diduga dari Islam Jamaah mendatangi masjid Al-Hijr

07:46

Contact Person Acara mendapat sms dari +6285710933035 yang berisi:
Ass. Wr. Wb. Saya H. Iskandar, Ketua Pengurus cabang LDII Kec. Tanah Sareal kota Bogor. Merasa terganggu dengan seminar Dakwah yang judulnya “MENGUNGKAP KEDUSTAAN PARADIGMA BARU LDII” yang diperuntukkan untuk Umum. Apakah tidak ada tema lain yang lebih bermanfaat? Perlu anda ketahui bahwa bogor yang sudah kondusif dan aman ini jangan dikotori dengan seminar yang sifatnya provoktif. Apabila dalam seminar nanti isi ceramahnya menjelekkan dan memfitnah LDII maka saya sbg warga LDII akan melaporkan anda sebagai panitia ke aparat hukum dengan aduan pasal tidak menyenangkan, fitnah dan penistaan terhadap organisasi LDII yang sudah diakui oleh negara sebagai organisasi kemasyarakatan. Pengaduan ke aparat kepolisian juga akan kami lakukan untuk narasumbernya yaitu Adam Amrullah. Perlu diketahui bahwa hari ini warga LDII akan menghadiri seminar tersebut sekitar diatas 300 orang lebih.

08:00

Panitia mulai mempersiapkan fasilitas acara, berupa pemasangan layar, LCD, meja pembicara, meja registrasi, pengecekan mikeropone dan fasilitas lainnya

08:40

Nasrullah selaku MC memulai pembukaan acara seminar tersebut. Sementara Mesjid Al-Hijr II sudah dipenuhi oleh peserta seminar, yang sebagian besar diduga dari gerombolan LDII.

08:55

MC menyerahkan acara seminar kepada Ustad Musyaddad, Lc selaku moderator acara seminar dan Ustadz Adam Amrullah selaku pembicara.

09:10

Pembicara mulai menyampaikan materi. Massa yang ternyata gerombolan LDII itu mulai membuat kerisuhan dan ingin mengambil paksa pembicara dari perlindungan panitia. Dalam kerisuhan itu panitia dan peserta dari kalangan mahasiswa UIKA mencoba melakukan pencegahan. Namun karena jumlah panitia dan mahasiswa UIKA yang hadir jauh lebih sedikit dari jumlah gerombolan LDII, maka massa mendorong-dorong bahkan menganiaya panitia dan peserta dari kalangan mahasiswa UIKA. Desakan terjadi hingga ke pojok mimbar. Akhirnya, mimbar pun rusak dan patah.

09:20

Pembicara berhasil di amankan ke ruangan DKM. Massa mulai meramaikan diri ke depan pintu ruangan DKM dan adu mulut dengan panitia dan mahasiswa uika

09:30

Massa membubarkan dari depan ruangan DKM setelah ada kata sepakat bahwa acara tidak dilanjutkan. Mereka berkumpul dan bertahan disekitar areal Masjid.

10:45

Pembicara berhasil diamankan pihak kepolisian, dan di bawa ke POLRESTA Bogor – Merdeka.

14:54

Contact Person Acara mendapat sms dari +6285782847086 yang berisi:
Assalamualaikum. Mf mau nanya. Kalau sekret IMM UIKA dimana? Trmkash. Rima FKIP

H + 1 (16 Juni 2013)

06:00

Contact Person Acara mendapat sms dari +6285710933035 yang berisi :
Pak, ketemuan di saung kuring yah siang ini jam setengah satu. Insya Allah bermanfaat untuk kedepannya.
Ternyata bukan hanya Contact Person yang menerima sms ini. Pesan serupa diterima oleh Ustadz Muhajir, dosen UIKA yang ikut meredam amuk massa gerombolan LDII di Masjid.

Blunder LDII

Kejadian ini menjadi blunder bagi LDII. Setelah sebelumnya tersebar rekaman Pengurus Pusat LDII yang menyatakan pengkafiran mereka pada kelompok di luar, insiden ini menambah panjang daftar fakta kesesatan mereka.
Sumber : http://metafisis.wordpress.com/2013/06/18/kronologi-peristiwa-anarkis-ldii-terhadap-jamaah-pengajian-imm-uik-bogor/
Kalau menurut saya.....hal ini sering terjadi...LDII ketika terjepit selalu meneror bahkan tidak jarang mereka mengakui sebagai pejabat


Runtuhnya Paradigma Baru

JAKARTA (Arrahmah.com) – Puluhan pengikut Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia (LDII) yang terlibat dalam penyerangan pengajian di Masjid Al Hijri, Kampus UIKA Bogor, Sabtu akhir pekan lalu harus dilaporkan ke polisi dan dibawa ke jalur hukum. 
“Itu harus diproses hukum. Tidak boleh dilakukan penghakiman sendiri. Kalau tidak setuju laporkan pada polisi. Apalagi orang menjalankan agamanya diserang, patut umat Islam bersatu menghadapinya,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Amidhan, di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, Ahad (16/6/2013) saat dimintai tanggapannya terkait serangan massa LDII di Masjid Kampus UIKA Bogor sehari sebelumnya. Lansir SI online
Terkait dengan status LDII sebagai ormas Islam yang bisa diterima sebagimana ormas Islam lainnya, kata Amidhan MUI secara institusi belum memutuskan. “Itu harus dirapatkan,” katanya. 
KH. Amidhan mengatakan bahwa MUI secara institusi sampai saat ini belum mengakui LDII sebagai ormas Islam yang benar. Artinya LDII adalah sesat dan menyesatkan sesuai fatwa MUI. Saat ini LDII berupaya menghapus dirinya dari bayang-bayang Islam Jamaah di masa lalu dengan mengeluarkan apa yang disebut “paradigma baru”. Meski demikian, “Kita lihat saja, MUI secara institusi belum mengakui LDII. Tapi kita melarang melakukan kekerasan,” ungkapnya. 
Termasuk jika pengikut LDII yang melakukan tindak kekerasan, tandas Amidhan, harus dilakukan upaya hukum. Salah satu bukti terakhir adalah tindakan mereka menyerang pengajian di Kampus UIKA Bogor. “Ini harus dilaporkan ke polisi. Mereka harus diproses hukum,” tandasnya.
Pengikut LDII menyerang muslim yang sedang mengadakan pengajian di masjid Al-Hijri kampus Universitas Ibnu Khaldun, Bogor Sabtu (15/6/2013). Mereka merangsek masuk ke dalam masjid dengan mengenakan sepatu dan menyerang jama’ah dan berusaha menghakimi ustadz  Adam Amrullah yang sedang berceramah menjelaskan kesesatan LDII. Pengikut LDII juga merusak pintu dan mimbar masjid Al-Hijri.
Pada kesempatan itu sedang digelar pengajian yang menjelaskan kesesatan LDII. Adam Amrullah sekjen Forum Ruju Ilal Haq (FIRH) sebagai pembicara utama.
(azmuttaqin/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/06/17/anarkisme-pengikut-ldii-di-masjid-al-hijri-harus-dibawa-ke-jalur-hukum.html#sthash.8xbGeYiy.dpuf

Ayo bongkar kedustaan LDII....

UIKA Bogor Mau Diganggu LDII: Kapolres Bogor, FUI & GARIS Siap Amankan

BOGOR (voa-islam.com) – Seseorang yang mengaku sebagai warga LDII meminta acara Mahasiswa Universitas Ibnu Khaldun (UIKA) Bogor yang membahas “Kedustaan Paradgima Baru LDII” dibubarkan.
Amir LDII/Islam Jamaah dgn Petinju
Acara ini akan dilaksanakan Sabtu pagi ini, 15 Juni 2013, pukul 08.00-12.00 WIB, dengan menghadirkan Sekjen Forum Rujuq Ila Haq (FRIH), Adam Amrullah, yang pernah 31 tahun di LDII.
Ketua Panitia, Ahmad M, mendapat beberapa teror via telepon, sebelumnya mendapat SMS, yang meminta acara harus dibubarkan atau akan berlangsung ricuh.
“Acara ini benar-benat menohok LDII, saya minta dibubarkan atau kami tidak akan bertanggungjawab bila terjadi keributan,” ujar seseorang yang mengaku Ali, warga LDII.
Salah seorang dosen UIKA, Prof. Didin, meminta acara tersebut tetap berjalan seperti yang sudah direncanakan. “Anjing menggonggong kafilah tetap berlalu.”
Beberapa ormas Islam menghimbau agar pihak LDII bersikap gentle dengan menghadirkan utusannya dan mau berdialog dengan mantan LDII. “LDII nggak bisa memaksa apapun Kajian Mahasiswanya. Kalau gentel, undang saja ke acara diskusinya,” ujar Sekjen Forum Umat Islam (FUI), Ustadz Muhammad Al Khaththath.
Pihak UIKA tetap dengan keputusannya menjalankan acara tersebut, karena memang sangat dibutuhkan oleh umat. “Acara ini penting untuk menjaga umat dari pendangkalan akidah,” tambah Abdul Ghofar, salah seorang panitia.
Pihak pengisi materi, SEkjen FRIH menyatakan bahwa apapun yang akan terjadi, umat perlu dijaga, “Kami mantan LDII siap memberikan informasi valid yang memiliki bukti factual dan actual untuk turut membantu ulama menjaga sekte pendangkal akidah ini,” pungkas Adam.[Desastian/FRIH]

LDII mulai kelihatan aslinya



Massa LDII Beringas, Serbu Kampus UIKA, Adam Amrullah Diamankan FPI

BOGOR (voa-islam.com) – Sejak pagi hari, Sabtu (15/6), pukul 07.00 kurang, massa LDII sudah memenuhi Masjid Al Hijri Universitas Ibnu Khaldun, sambil berteriak-teriak dengan suara gaduh. Sejak malam pihak panitia memang sudah mendapat ancaman dari LDII.
Seperti dilaporkan Sekjen Forum Rujuq Ila Haq, acara dibuka pukul 08.00 WIB. Ketika Adam baru saja menampilkan satu bukti transkrip (rekaman suara Ketua Umum LDII Abdullah Syam tahun 2011), dan menjelaskan soal kesesatan LDII  yang masih berpaham Islam Jamaah, seorang berbaju biru langsung teriak dan diikuti oleh massa lainnya. “Kami warga LDII, kami nggak suka dengan acara provokasi seperti ini”. Yang pasti, banyak makian  lainnya yang membuat masjid menjadi rusuh,” suara massa LDII gaduh.
Saat itu panitia berdiri dan melindungi Adam selaku pemateri yang juga mantan LDII. Beberapa panitia terkena pukulan dan ditarik hingga masuk ke arus massa, bajunya ditarik hingga copot kancing bajunya.
Nampak ketua rombongan yang berbaju biru itu memancing emosi panitia sambil mengancam: “Awas, jangan sampai kita mendahului.”
Alhamdulillah, panitia berhasil mengevakuasi Adam dengan cepat ke ruang DKM. Dan dari luar masa mendobrak pintu untuk meminta Adam dikeluarkan dari ruangan. Keadaan segera ditangani oleh aparat Polres, mahasiswa UIKA, dan massa pun dibubarkan.
Saat ini mereka, massa LDII yang beringas masih menunggu di luar dan Adam diamankan oleh polisi. Dikabarkan, mimbar masjid dihancurkan oleh massa LDII yang beringas.[desastian]