بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

MUI Pusat Bantah telah Nyatakan Aliran Sesat LDII Berparadigma Baru


JAKARTA (voa-islam.com) - Ketua Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Ma’ruf Amin membantah bahwa MUI telah menyatakan aliran sesat LDII memiliki paradigma baru yang berbeda dengan Islam Jamaah yang pernah difatwakan sesat oleh MUI.
Hal ini disampaikan KH. Ma’ruf Amin di hadapan para tokoh dan umat Islam Bogor saat beraudiensi dengan MUI Pusat terkait penyerangan sebuah pengajian di masjid Al-Hijri, Kampus UIKA, Bogor oleh massa aliran sesat LDII pada Sabtu (15/6/2013).
“Saya ingin menjelaskan, sikap MUI itu seperti apa kepada LDII, jadi tidak betul  jika MUI sudah menyatakan LDII Paradigma Baru. Ada beberapa catatan yang harus dipenuhi oleh LDII:
Pertama, bahwa dia harus memasukkan sudah berparadigma baru dalam Rakernasnya dan itu sudah dilakukan.
Kedua, harus melakukan klarifikasi melalui MUI propinsi dan itu sudah ada tapi belum seluruhnya.
Ketiga, dia harus melakukan sosialisasi sampai ke bawah bukan hanya di DPPnya tapi sampai ke akar rumput.
Keempat, dia harus bersedia dibina oleh MUI,” jelas Kyai Ma’ruf Amin di kantor MUI Pusat, Jl. Proklamasi No.51 Menteng Jakarta Pusat, pada Selasa (25/6/2013).
Ia pun meminta umat Islam tidak keliru menilai sikap MUI terhadap aliran sesat LDII.
“Nanti kalau tidak tahu sikap MUI itu bisa keliru, sana keliru, sini keliru jadi keliru semua,” imbuhnya.
Namun sebagian tokoh umat Islam Bogor kurang merasa puas, sebab KH. Ma'ruf Amin selaku Ketua Komisi Fatwa MUI Pusat pernah menandatangani surat yang memfatwakan LDII telah memiliki paradigma baru dan hingga kini belum dicabut.
Surat tersebut menjadi senjata aliran sesat LDII seolah ingin disamakan seperti ormas Islam lainnya dengan klaim telah menerapkan paradigma baru, padahal sejatinya masih menganut paradigma lama Islam Jamaah.  [Ahmed Widad]

Comments
36 Comments

36 Response to "MUI Pusat Bantah telah Nyatakan Aliran Sesat LDII Berparadigma Baru"

Anonim mengatakan...

bairin aja ldii menganut islam jamaah. islam yang punya imam dan berbai'at.
toh sekarang pun juga sadah banyak islam yang punya imam dan berbaiat. misal:JI, MMI, JAT, MTA, dll..
yang penting dihilangkan saja sisi negatifnya. kan beres, ngapain repot2 ngurusi ormas lain

Iwan P mengatakan...

Ada tulisan di internet yang ditulis oleh mantan warga LDII (sumber asli saya sertakan di bawah). Tujuan tulisannya kelihatannya menyudutkan LDII. Namun ternyata dia kurang pandai menulis, banyak hal-hal yang luput dari perhatiannya. Mari kita kupas satu per satu di sini.

1. Tidak ada satupun dari gurunya pak Nurhasan yang orang LDII.

LDII itu, sesuai namanya, adalah Lembaga Dakwah Islam Indonesia. Di sini saja jelas, bahwa organisasi ini hanya ada di Indonesia, di negara lain tidak. Apalagi LDII baru didirikan di Indonesia pada tahun 1972. Jadi, lucu saja kalau Bp. Nurhasan diisyukan belajar dari orang LDII, padahal waktu itu LDII belum ada. Yang benar adalah Bp. Nurhasan belajar dari ulama Mekkah-Medinah secara manqul musnad mutasshil. Jika para ulama ini disebut dengan Salafy, ya benar. Tapi apakah Salafy yang dimaksud itu adalah Salafy yang ada di Indonesia saat ini? Silakan lihat penjelasan nomor 2.

2. Kalau semua gurunya Pak Nurhasan Salafy, Kenapa sekarang kita dinasehatkan untuk jangan terpengaruh Salafy ?

Ada perbedaan besar antara guru Pak Nurhasan yang Salafy dengan Salafy Indonesia yang diikuti oleh waspada354. Salafy pada zaman dahulu dimaksudkan untuk menyebut para ulama sholih. Sesuai definisinya:

Salaf (bahasa Arab: السلف الصلح Salafis-sholih) adalah generasi pertama dari kalangan sahabat dan tabi'in yang berada di atas agama, yang selamat dan bersih dengan wahyu Alloh. Yang selanutnya Salafy ini juga ditujukan kepada orang-orang yang mengajarkan agama Islam secara murni.

Ini sangat berbeda dengan orang-orang mantan LDII yang ikut Salafy Indonesia. Mereka (para mantan LDII itu) justru kebanyakan berpedoman pada ulama-ulama mereka sendiri. Salah satu contohnya adalah masalah Tidak bolehnya mengusap tengkuk dalam sholat. Referensi mereka adalah para ulama padanan mereka sendiri. Kita tahu, walaupun seseorang itu sudah belajar di Mekkah, namun tidak mengikuti apa yang ada di Qur'an dan Hadits, tentunya tidak bisa dijadikan pedoman. Apalagi jika mereka mengkultuskan para ulama-ulama tersebut. Ini kesalahan besar mereka, di mana mereka mengatakan bahwa LDII mengkultuskan ulama, padahal justru mereka sendiri yang mengkultuskan seorang ulama tanpa memandang apakah yang disampaikannya itu benar atau salah.

Oh iya, di sini saya tidak memojokkan orang Salafy Indonesia, karena saya yakin, mereka sama dengan LDII, berusaha mencari yang terbaik. Di sini saya berusaha meluruskan orang-orang yang sakit hati kemudian keluar dari LDII dan masuk ke Salafi.

Iwan P mengatakan...

Ajaran di LDII adalah salafi yg sebenarnya, agama islam haruslah berjama'ah sesuai dg perintah Alloh SWT dan Rasululloh SAW.

wong ndeso mengatakan...

Saya setuju banget ma komen mas iwan p di atas,walaupun kurang tau ilmu tp bener adany byways Islam harus berpedoman Quran hadist Dan tersentuh jamaah,jd bodoh orang yg sailang bhw keluar dari islam yg pas pedomanny trus dpt hidayah n dpt jaminan surga,kita harus faham bhw Islam akan pecah jd 73 golongan jadi opo memang merasa benar dengan apa yg di tetapi y tetapi itu tp jlas adany bhw yg benar adalah yg tersentuh jamaah.
n diharamkan jamaah jika ada imam n makmum,banyak hadist2 yg memperkuat Istilah jamaah itu adalah beramir berbaiat Dan thoat,jd jangan saling menyalahkn,Mari kita berbenah mana kita salah kita fikir n kita luruskn sesuai dengan pedoman yg ad...

Anonim mengatakan...

memang bener kata orang pinter di atas saya, perlu dan harus berpedoman pada quran hadist - perlu di sentuh oleh jamaah atau secara berjamaah "biar solid dan di urusi" Tapi ini yang saya masih bingung , kenapa mereka terkesan ekslusif terkesan meisahkan diri, kita liat dari masjid nya yang tidak mau bersama-sama dengan mesjid umat islam yang lainnya,mereka asik sendiri, terkesan masa bodoh yang non jamaah tidak mengenal quran-hadist..terus terang saya menemukan banyak hal positif dari islam jamaah ini,
tapi kenapa mereka tidak menularkannya pada khalayak luas..
Sepertinya mereka "islam jamaah" terbelenggu oleh retorika kelompok yang mengatakan kita paling benar - kita wajib masuk surga. seperti ada penanaman rasa sakit hati yang dalam yang di proyeksikan dalam retorika egosentris...jadi siapa sebenernya yang sakit hati...???

Anonim mengatakan...

jayalah LDII..

Anonim mengatakan...

Sebenarnya sangat keliru kalau dibilang orang LDII eksklusif, orang LDII sangat terbuka, masjidnya boleh kok untuk sholat semua umat islam. Faktanya tadi malem, di tempat saya ada tetangga yg bukan warga LDII yg meninggal, karena rumahnya sempit kami dkm masjid yg biasa untuk pengajian LDII tadinya sudah niat menawarkan agar jenazah di urus di masjid.

Alhamdulillah ternyata gayung bersambut, dari pihak keluarga jenazah meminta izin untuk proses peramutan jenazah dilakukan di masjid LDII, dan dengan senang hati kami sebagai dkm masjid mempersilahkan.

Kemudian proses peramutan jenazah pun dimulai, mulai dari proses memandikan jenazah di halaman masjid oleh tim khusus dari RW, sampai pada proses pengkafanan dan menyolati jenazah di dalam masjid.
Ada pun yg bertindak sebagai imam sholat adalah seorang yg dituakan di lingkungan kami, beliau sudah haji. Meskipun kalau saya perhatikan dalam pelaksanaan sholat jenazah tidak sama seperti yang diterangkan dalam hadits(yaitu takbir pertama baca alfatihah,takbir kedua baca sholawat, takbir ketiga baca doa, takbir ke empat langsung diakhiri salam, sedangkan sholat beliau tidak ada takbir dan tidak bersedekap hanya ada bacaan2 khusus) kami DKM tetap menghargai beliau. Kami pun bermakmum pada beliau.

Oiya, dalam proses peramutan jenazah tersebut hadir pula ketua RW, walaupun beliau datangnya hanya pas saat menyolati jenazah. Sebagai info saja, beliau ketua RW dulunya sangat menentang saat pembangunan masjid LDII, beliau menyebarkan fitnah dan hasutan bahwa masjid LDII tidak boleh dimasuki orang selain LDII, kalaupun masuk maka akan dipel.

Alhamdulillah, dengan kejadian ini apa yg telah difitnahkan oleh beliau ketua RW terbukti tidak benar, karena setelah proses peramutan jenazah selesai, kami selaku DKM masjid tidak melakukan pengepelan.
Dan alhamdulillah selama ini sudah banyak simpatisan dari selain warga LDII yg menerima dgn baik pengajian LDII, terbukti dengan mereka mengikutkan anak-anaknya usia TK sampai SD untuk mengikuti pengajian caberawit/ TPQ di LDII.

Iwan P mengatakan...

Sy bilang lucu koq ada org yg keluar dari LDII membuat statment yg menyudutkan LDII dan mengajak yg msh aktif di LDII utk keluar...kami2 ini tdk bodohlah, kita sebenarnya sdh tahu mana yg benar dan mana yg salah..saran saya yg keluar dari LDII cepatlah bertobat

Anonim mengatakan...

Ok setuju bosss siiiip lahh...!!

Anonim mengatakan...

1. Baiat pertama kali muncul saat akan kejadian perang pertama kali, saat ini lah perintah baiat menjadi wajib, Menurut sejarah, baiat dilakukan 2 kali, pertama: baiat perwakilan, dan kedua: baiat oleh seluruh umat muslim secara kaffah, (kalo ga ada baiat bagaimana?,... ada hadistnya kok)
2. Sejak baiat pertama dilakukan, perintah baiat tidak pernah dimansukh, baiat pertama kali dilakukan oleh Nabi lalu segera setelah wafat sebelum menguburkan nabi langsung diadakan musyawarah baiat (saat itu khalifah) penerus (ini menunjukkan bahwa baiat itu sangat teramat penting), saat itu umat islam tidak pernah terjadi kekosongan imam yang dibaiat (khalifah) sampai runtuhnya khalifah ustman,
3. Nabi mewajibkan umat islam terikat dalam satu wadah Al Jamaah (yang berbaiat)…..
4. Pertanyaannya: apabila tidak terjadi kesepakatan dari seluruh orang Islam dalam hal “siapa” yang harus dibaiat, maka perintahnya kita harus menyendiri walaupun harus makan akar: apakah para ulama sudah melakukan ini: “makan akar”…..
5. Nabi sudah menyebutkan bahwa ada jaman dimana banyak khalifah/ imam/ amir yang dibaiat: nabi sudah katakan : ” tetapilah baiatmu yang pertama, dan pukullah baiat imam yang lainnya”…..

Anonim mengatakan...

Apakah Islam bisa ga pake Pemimpin:
“Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Menetapilah kamu (Hudaifah bin Yaman) pada jamaah muslimin dan imam mereka (artinya: carilah Islam yang berbentuk jama’ah dan yang mempunyai imam sebagai pemimpinya), aku (Hudaifah bin Yaman), berkata: “(Bagaimana) jika tidak ada jama’ah dan imam mereka? Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Uzlah-lah (Pisahilah) segala bentuk firqoh-firqoh (ada 72 firqoh Islam), sekalipun kamu hanya makan akar / umbi pohon sehingga maut menjemput kamu sementara kamu atas keadaan demikian”. (HR. Bukhori, Kitabul Fitan).

Apa pemimpin ga pake BAEAT:
“Barangsiapa melepas tangan dari taat akan bertemu dengan Allah pada hari kiyamat dengan tidak punya alasan. Dan barangsiapa mati sedang tidak ada ikatan bai’at pada lehernya maka ia mati seperti matinya orang jahiliyah.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Umar, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh : II/136)

Dari Ibnu abbas ia berkata: telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barang siapa yang melihat sesuatu yang dibencinya dari pemimpinnya, maka hendaklah ia bersabar, sesungguhnya siapa yang meninggalkan jamaah barang satu jengkal saja lalu ia mati maka kematiannya berada dalam kejahiliyaan”.(HR.Muslim 3/1477 No.1849)

Apa MATI JAHILIYAH BERARTI MASUK SURGA:
Yang dimaksud “seperti mati Jahiliyah” adalah kematian dalam kesesatan, perpecahan dan tidak mempunyai imam yang dibaiat dan ditaati. (Hamisy Shahih Muslim II/136)

Apa MATI "DALAM KESESATAN" itu BERARTI MASUK SURGA:

Apakah Presiden di Negara Sekuler yang terpilih melalui PEMILU yang jelas jelas mencalonkan diri itu bisa di BAEAT:
“Sekalipun kamu dipimpin oleh seorang budak Habsyi yang rumpung hidungnya, wajib kamu mendengar dan mentaatinya selama ia memimpin kamu dengan Kitabullah.” (HR.Ibnu Majah dari Ummul Hushain dalam bab Tha’atul Imam: II/201, Muslim, Shahih Muslim: II/130, At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi: IV/181 No.1706. Lafadz Ibnu Majah)

“Saya dan dua orang dari kaumku mendatangi Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka salah seorang dari keduanya berkata: “Ya Rasulullah, jadikanlah kami sebagai amir.” Dan yang lainnya pun berkata demikian. Maka beliau bersabda: “Sesungguhnya kami tidak memberikan keamiran ini kepada seseorang yang memintanya dan yang menginginkannya (ambisi).” (HR.Al-Bukhari, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Ahkam: IX/80)

Anonim mengatakan...

TETAPILAH Al JAMAAH:
1. Umat Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam- di atas kesesatan, dan tangan Allah bersama jamaah, dan barang siapa yang menyempal maka dia menyempa menuju neraka.- Tirmidzi, Bab Maa Ja’a fi Luzumil Jamaah, No. 2167

2. “Dan berpegang-teguhlah kamu sekalian kepada tali (agama) Alloh dengan jama’ah, dan janganlah kamu sekalian firqoh”. (QS. Ali ‘Imron,No. Surat: 3, Ayat: 103).

3. “Dan berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah seraya berjama’ah, dan janganlah kamu berfirqah-firqah (bergolong-golongan),dan ingatlah akan ni’mat Allah atas kamu tatkala kamu dahulu bermusuh-musuhan maka Allah jinakkan antara hati-hati kamu, maka dengan ni’mat itu kamu menjadi bersaudara, padahal kamu dahulunya telah berada di tepi jurang api Neraka, tetapi Dia (Allah) menyelamatkan kamu dari padanya; begitulah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu, supaya kamu mendapat petunjuk.” (QS.Ali ‘Imran:103 )

4. “Sesungguhnya yang sebenar-benar orang mukmin ialah orang-orang yang beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya, dan apabila mereka berada bersama-sama Rosululloh dalam ‘Amrin Jaami’in’ (sambung berjama’ah; sesuatu urusan yang memerlukan pertemuan), mereka tidak meninggalkan (Rosululloh) sebelum meminta idzin kepadanya. Sesungguhnya orang-orangy ang meminta idzin kepadamu (Muhammad) mereka itulah orang-orang yang beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya, maka apabila mereka meminta idzin kepadamu karena sesuatu keperluan, berilah idzin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka, dan mohonkanlah ampunan untuk mereka kepada Alloh. Sesungguhnya Alloh Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. An-Nuur, No. Surat: 24, Ayat: 62).

5.“Maka sesungguhnya saja, barangsiapa yang keluar dari Al-Jama’ah kira-kira satu jengkal, maka sungguh tali Islamnya telah lepas dari lehernya kecuali jika ia kembali lagi”. (HR. Abu Daud).

6. “Maka sesungguhnya saja, barangsiapa yang memisahi Al- Jama’ah satu jengkal saja, lalu ia mati, maka ia mati dengan kematian jahiliyah”. (HR. Bukhori).

7. Kamu sekalian menetapilah pada Al-Jama’ah, dan takutlah kamu sekalian pada Al-Firqoh, maka sesungguhnya syetan bersama satu orang dan syetan itu akan menjauh dari dua orang, dan barangsiapa yang ingin berada di tengah-tengah surga maka hendaklah dia menetapi Al-Jama’ah”. (HR. Tirmidzi juz 3 hal 207).

8. “Dan ummatku akan terpecah menjadi 73 golongan, mereka semua masuk di dalam neraka, kecuali hanya satu golongan (yang tidak masuk neraka). Mereka (sahabat) berkata: “Dan siapakah yang satu golongan itu, ya Rosulalloh? Rosululloh, bersabda: “yaitu (golongan) yang mengerjakan apa yang saya kerjakan dan yang dikerjakan oleh sahabat-sahabat saya”. (HR. Tirmidzi, No. Hadits: 2565).

9. “Barangsiapa yang beramal dalam Jama’ah, lalu benar, maka Alloh menerimanya, dan jika salah, Alloh mengampuninya. Dan barangsiapa yang beramal mencari yang Firqoh, lalu benar, maka Alloh tidak akan menerimanya, dan jika salah, maka hendaklah ia bertempat duduk pada tempat duduknya dari api (mak: di neraka)”. (HR. Thobrooni).

10. “…maka wajib atas kamu berjama’ah, karena sesungguhnya serigala itu makan kambing yang sendirian.” (HR.Abu Dawud dari Abi Darda, Sunan Abi Daud dalam Kitabus Shalah: I/150 No.547)

11. “Dan tangan (pertolongan) Alloh atas Al-Jama’ah, dan barangsiapa yang membelot, maka ia membelot ke neraka”. (HR. Tirmidzi).

Anonim mengatakan...

Al JAMAAH: adalah Wadah ISLAM dengan Baiat:
1. “Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Menetapilah kamu (Hudaifah bin Yaman) pada jamaah muslimin dan imam mereka (artinya: carilah Islam yang berbentuk jama’ah dan yang mempunyai imam sebagai pemimpinya), aku (Hudaifah bin Yaman), berkata: “(Bagaimana) jika tidak ada jama’ah dan imam mereka? Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Uzlah-lah (Pisahilah) segala bentuk firqoh-firqoh (ada 72 firqoh Islam), sekalipun kamu hanya makan akar / umbi pohon sehingga maut menjemput kamu sementara kamu atas keadaan demikian”. (HR. Bukhori, Kitabul Fitan).

2. “Sesungguhnya orang-orang yang berbai’at kepadamu sesungguhnya mereka berbaiat kepada Allah, tangan Allah di atas tangan mereka, maka barang siapa yang mengingkari bai’atnya niscaya akibat pelanggarannya akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa yang menepati bai’atnya, maka Allah akan memberikan pahala yang besar.” (Q.S. Al Fath : 10).

3. “Barangsiapa melepas tangan dari taat akan bertemu dengan Allah pada hari kiyamat dengan tidak punya alasan. Dan barangsiapa mati sedang tidak ada ikatan bai’at pada lehernya maka ia mati seperti matinya orang jahiliyah.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Umar, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh : II/136)

4. Yang dimaksud “seperti mati Jahiliyah” adalah kematian dalam kesesatan, perpecahan dan tidak mempunyai imam yang dibaiat dan ditaati. (Hamisy Shahih Muslim II/136)

5.Dari Ibnu abbas ia berkata: telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barang siapa yang melihat sesuatu yang dibencinya dari pemimpinnya, maka hendaklah ia bersabar, sesungguhnya siapa yang meninggalkan jamaah barang satu jengkal saja lalu ia mati maka kematiannya berada dalam kejahiliyaan”.(HR.Muslim 3/1477 No.1849)

6. “Tiga macam orang yang Allah tidak akan berkata kata kepada mereka pada hari kiyamat dan tidak akan membersihkan (memaafkan), dan bahkan bagi mereka siksa yang pedih. Mereka itu adalah: 1) Orang yang mempunyai kelebihan air di tengah jalan tetapi menolak permintaan orang yang dalam keadaan bepergian, 2) Orang yang berbai’at pada seorang imam, tetapi tidaklah ia berbai’at kecuali karena dunia, jika diberi menepati bai’atnya dan jika tidak diberi (ditolak tuntutannya) ia tidak menepatinya, 3) Orang yang menjual barang pada orang lain setelah ‘Ashar dan bersumpah dengan nama Allah, sungguh akan diberikan dengan ketentuan begini dan begini, lalu ia membenarkannya dan hendak mengambilnya, tetapi ia tidak memberikannya.” (HR. Al-Bukhari dari Abu Hurairah, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Ahkam: IX/99, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah II/204, At-Tirmidzi, Sunan At Tirmidzi IV/128 No: 1595. Lafadz Al-Bukhari)

7. “Dahulu bani Israil selalu dipimpin oleh para Nabi, setiap meninggal seorang Nabi diganti oleh Nabi lainnya, sesungguhnya setelahku ini tidak ada Nabi dan akan ada setelahku beberapa khalifah bahkan akan bertambah banyak, sahabat bertanya: ”Apa yang tuan perintahkan kepada kami?” Beliau menjawab: ”Tepatilah bai’atmu pada yang pertama (artinya baiat yang pertama dilakukan pada saat itu), maka untuk yang pertama dan berikan pada mereka haknya. Maka sesungguhnya Allah akan menanya mereka tentang hal apa yang diamanatkan dalam kepemimpinannya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh: II/132, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah II/204. Lafadz Muslim)

8. “Kami berbai’at kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mendengar dan taat, baik dalam keadaan semangat ataupun lemah (berat), dan untuk tidak menentang perintah kepada ahlinya serta untuk menegakkan (kebenaran) atau berkata dengan benar di manapun kami berada, tidak takut dalam membela agama Allah dari celaan orang-orang yang mencelanya.” (HR. Al Bukhari dari Ubadah bin Shamit, Shahih Al-Bukhari dalam Kitabul Ahkam: IX/96, Muslim, Shahih Muslim: II/132, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah II/202, An-Nasai, Sunan An-Nasai VII/137-138. Lafadz Al-Bukhari)

Anonim mengatakan...

9. “Barangsiapa mati dan dilehernya tidak ada baiat, maka sungguh dia telah melepas ikatan Islam dari lehernya”[Dikeluarkan oleh Muslim dari Ibnu Umar]

10. “Barangsiapa berjanji setia kepada seorang imam dan menyerahkan tangan dan yang disukai hatinya, maka hendaknya dia menaati imam tersebut menurut kemampuannya. Maka jika datang orang lain untuk menentangnya, maka putuslah ikatan yang lain tersebut”
[Dikeluarkan oleh Muslim dan Abu Dawud dari Abdillah bin Amr bin Ash]

11. “Dan barangsiapa yang berbaiat kepada seorang imam lalu bersalaman dengannya (sebagai tanda baiat) dan menyerahkan ketundukannya, maka hendaklah dia mematuhi imam itu semampunya. Jika ada yang lain datang untuk mengganggu imamnya (memberontak), penggallah leher yang datang tersebut.” (HR. Muslim no. 1844)

12. Dari sahabat nabi Abu hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ia bersabda: “Barang siapa yang mentaati aku sungguh ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang durhaka padaku sungguh ia telah mendurhakai Allah, barang siapa yang taat pada pemimpin sungguh ia telah taat padaku, dan barang siapa yang durhaka pada pemimpin sungguh ia telah durhaka padaku”. (HR.Muslim 3/1466 No.1835)


TATACARA BER BAIAT:
1. “Dan barangsiapa membai’at imam dengan berjabat tangan dan kesungguhan hati, maka haruslah ia mentaatinya semampunya. Maka jika datang orang lain akan merebutnya, maka pukullah leher orang tersebut.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Amr bin ‘Ash, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh: II/132, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah II/467, An-Nasai, Sunan An-Nasai VII/153-154. Lafadz Muslim)

2. “Dari ‘Urwah bahwasanya ‘Aisyah menceritakan kepadanya tentang bai’atnya kaum wanita, ia berkata: “Tidaklah Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam menyentuh seorang wanita (yang bukan muhrimnya) dengan tangannya sedikitpun, apabila kaum wanita telah mengikrarkan bai’atnya, beliau menerimanya, lalu bersabda: “Pergilah sungguh saya telah menerima bai’atmu.” (HR. Muslim, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh: II/142. Al Bukhari, Shahih Al-Bukhari IX/99, Abu Dawud, Sunan Abu dawud II/133. Lafadz Muslim)

3. “Sesungguhnya aku tidak berjabatan tangan dengan wanita (yang bukan muhrimnya), maka sesungguhnya ucapanku (dalam menerima bai’at) bagi seratus wanita itu sebagaimana ucapanku bagi seorang wanita.” (HR. An-Nasai dari Umayyah binti Rufaiqah, Sunan An-Nasai dalam Kitabul bai’ah: VII/149, At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi IV/149 No: 1597)

4. “Saya mengulurkan tangan kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam supaya beliau membai’atku, pada waktu itu saya masih kecil, maka beliau tidak membai’atku.” (HR. An-Nasai, Sunan An-Nasai dalam Kitabul Bai’ah: VII/150)

Anonim mengatakan...

SEBERAPA PENTING BAIAT:
1. Dari Ibnu abbas ia berkata: telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Barang siapa yang melihat sesuatu yang dibencinya dari pemimpinnya, maka hendaklah ia bersabar, sesungguhnya siapa yang meninggalkan jamaah barang satu jengkal saja lalu ia mati maka kematiannya berada dalam kejahiliyaan”.(HR.Muslim 3/1477 No.1849)

2. Dari sahabat nabi Abu hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ia bersabda: “Barang siapa yang mentaati aku sungguh ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang durhaka padaku sungguh ia telah mendurhakai Allah, barang siapa yang taat pada pemimpin sungguh ia telah taat padaku, dan barang siapa yang durhaka pada pemimpin sungguh ia telah durhaka padaku”. (HR.Muslim 3/1466 No.1835)

3. “Barangsiapa mati dan dilehernya tidak ada baiat, maka sungguh dia telah melepas ikatan Islam dari lehernya”[Dikeluarkan oleh Muslim dari Ibnu Umar]

Anonim mengatakan...

Ada Banyak Wadah ISLAM dengan Baiat apa yang harus dilakukan?(misal:JI, MMI, JAT, MTA, dll..):
“Dahulu bani Israil selalu dipimpin oleh para Nabi, setiap meninggal seorang Nabi diganti oleh Nabi lainnya, sesungguhnya setelahku ini tidak ada Nabi dan akan ada setelahku beberapa khalifah bahkan akan bertambah banyak, sahabat bertanya: ”Apa yang tuan perintahkan kepada kami?” Beliau menjawab: ”Tepatilah bai’atmu pada yang pertama (artinya baiat yang pertama dilakukan pada saat itu/ yang paling duluan melakukan baiat), maka untuk yang pertama dan berikan pada mereka haknya. Maka sesungguhnya Allah akan menanya mereka tentang hal apa yang diamanatkan dalam kepemimpinannya.” (HR. Muslim dari Abu Hurairah, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh: II/132, Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah II/204. Lafadz Muslim)

Anonim mengatakan...

kalo ldii tidak mengakui adanya sistem keamiran ya ga usah dipaksa mengakui.
mosok harus dipaksa-paksa mengakui,diminta sumpah-sumpah..
terus dikeluarin fatwa ldii sesat karena masih menjalankan sistem keamiran..

kalo tidak mengakui kan keuntungan bagi yang lain,, saingannya berkurang satu,,,
gitu aja kok repot,,

Anonim mengatakan...

http://www.blogster.com/wongpinter/al-jamaah-lagi

Anonim mengatakan...

http://syamsuddinramadhan.wordpress.com/2008/04/30/zakat-profesi-adalah-bid%E2%80%99ah/

Anonim mengatakan...

Infaq dan shodaqoh dari rejeki yang didapat untuk jalan Alloh adalah suatu amalan para ahli surga

Anonim mengatakan...

jihad dengan harta atau diri sesuai kemampuannya untuk sabililah hukumnya wajib..

adapun zakat penghasilan/profesi adalah bid'ah

Anonim mengatakan...

Di LDII ga ada yang namanya Zakat penghasilan,... adanya Infaq Shodaqoh...... para mnanusia KIKIR, PELIT, ANTI SHODAQOH&INFAQ ga bakalan cocok sama LDII..... perjuangan Alloh perlu biaya dan itu dibiayai dari Infaq dan Shodaqoh... anonim diatas ana pasti kalau di minta shodaqoh walaupun 50 perak akan langsung lari TERBIRIT BIRIT dan TUNGGANG LANGGANG SAMBIL KECEPIRIT

Anonim mengatakan...

Para manusia kikir yang hanya mau mengeluarkan uang zakat saja dan menolak shodaqoh...

Di LDII adanya Infaq Shodaqoh ga ada pajak.....ente yang termasuk MANUSIA KIKIR, PELIT, ANTI SHODAQOH, PEMBENCI INFAQ, TAKUT JATUH MISKIN KARENA INFAQ&SHODAQOH, MANUSIA BERPRINSIP "SERIBU PERAK TIDAK ADAN MENJADI SERIBU PERAK WALAUPUN KURANG DARI 50 PERAK", JENIS MANUSIA YANG AKAN LARI TUNGGANG LANGGANG DAN TERBIRIT BIRIT SAMBIL KECEPIRIT KALAU DI MINTA INFAQ&SHODAQOH...YA PASTINYA ENTE AKAN MENGANGGAP PARA WARGA LDII ADALAH PENGANUT ALIRAN SESAT KARENA RAJIN INFAQ&SHODAQOH.....ENTE MEMANG MAHLUK YANG PALING MENYEDIHKAN DIDUNIA.....INSYA ALLOH ANA TAK AKAN PERNAH JADI MANUSIA SEMISAL ENTE SAMPAI TUTUP AJAL ANA TIBA

“Shodaqoh dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api” (HR. Tirmidzi).

“Sesungguhnya kebaikan itu menghapuskan keburukan, yang demikian itu
adalah peringatan bagi orang orang yang ingat.” (QS. Hud:114).

Anonim mengatakan...

http://salafy-indon-kw13.blogspot.com/2011/10/kh-hasyim-rifai-belum-ada-jamaah-dan.html

Anonim mengatakan...

http://www.questionsonislam.com/question/who-are-imams-are-mentioned-surah-al-isra-1771-%E2%80%9Cone-day-we-shall-call-together-all-human-be

Anonim mengatakan...

bairin aja ldii menganut islam jamaah. islam yang punya imam dan berbai'at.
toh sekarang pun juga sadah banyak islam yang punya imam dan berbaiat. misal:JI, MMI, JAT, MTA, dll..
yang penting dihilangkan saja sisi negatifnya. kan beres, ngapain repot2 ngurusi ormas lain
-------------------------------------------------
Kalau LDII diatas kebenaran harusnya sesuai dalil imam yang belakang seperti ji, mmi, jat, mta dll itu di bunuh Biar gak jadi firqoh firqoh, lha kalau di indonesia ini nanti muncul jamaah jamaah baru yang jumlahnya bisa ratusan bahkan ribuan apa ngak bercerai berai umat Islam di indonesia ini.

Anonim mengatakan...

1. Tidak ada satupun dari gurunya pak Nurhasan yang orang LDII.

LDII itu, sesuai namanya, adalah Lembaga Dakwah Islam Indonesia. Di sini saja jelas, bahwa organisasi ini hanya ada di Indonesia, di negara lain tidak. Apalagi LDII baru didirikan di Indonesia pada tahun 1972. Jadi, lucu saja kalau Bp. Nurhasan diisyukan belajar dari orang LDII, padahal waktu itu LDII belum ada. Yang benar adalah Bp. Nurhasan belajar dari ulama Mekkah-Medinah secara manqul musnad mutasshil. Jika para ulama ini disebut dengan Salafy, ya benar. Tapi apakah Salafy yang dimaksud itu adalah Salafy yang ada di Indonesia saat ini?
---------------------------------------------------------
Lantas kenapa umat muslim yang gak bae'at pada nurhasan adalah kafir apa gurunya nurhasan juga bae'at pada nurhasan? kalau gak kafir dong?

Anonim mengatakan...

Ini sangat berbeda dengan orang-orang mantan LDII yang ikut Salafy Indonesia. Mereka (para mantan LDII itu) justru kebanyakan berpedoman pada ulama-ulama mereka sendiri. Salah satu contohnya adalah masalah Tidak bolehnya mengusap tengkuk dalam sholat. Referensi mereka adalah para ulama padanan mereka sendiri. Kita tahu, walaupun seseorang itu sudah belajar di Mekkah, namun tidak mengikuti apa yang ada di Qur'an dan Hadits, tentunya tidak bisa dijadikan pedoman. Apalagi jika mereka mengkultuskan para ulama-ulama tersebut. Ini kesalahan besar mereka, di mana mereka mengatakan bahwa LDII mengkultuskan ulama, padahal justru mereka sendiri yang mengkultuskan seorang ulama tanpa memandang apakah yang disampaikannya itu benar atau salah.
--------------------------------------------------------
Tidak ada itu salafy indonesia, salafy arab, salafy yordania, salafy india dll yang ada adalah siapapu umat muslim didunia ini yang pengamalannya sesuai dengan Qur'an dan sunnah Rosull dengan pemahaman para sahabat, itulah salafy siapapun dia di manapun dia.
-Yang mengkultuskan Ulama itu siapa? mengkultuskan Nabi Muhammad saja dilarang apalagi ulama, salafy akan mengikuti ulama-ulama siapapun yang berpengang teguh pada Qur'an dan Sunnah yang sesuai dengan pemahaman para sahabat. Kalau LDII jelas apapun yang dikatakan(ijtihad) amirnya adalah kebenaran dan pasti dilaksanakan (taklid buta).

Anonim mengatakan...

Saya setuju banget ma komen mas iwan p di atas,walaupun kurang tau ilmu tp bener adany byways Islam harus berpedoman Quran hadist Dan tersentuh jamaah,jd bodoh orang yg sailang bhw keluar dari islam yg pas pedomanny trus dpt hidayah n dpt jaminan surga,kita harus faham bhw Islam akan pecah jd 73 golongan jadi opo memang merasa benar dengan apa yg di tetapi y tetapi itu tp jlas adany bhw yg benar adalah yg tersentuh jamaah.
n diharamkan jamaah jika ada imam n makmum,banyak hadist2 yg memperkuat Istilah jamaah itu adalah beramir berbaiat Dan thoat,jd jangan saling menyalahkn,Mari kita berbenah mana kita salah kita fikir n kita luruskn sesuai dengan pedoman yg ad...
-------------------------------------------------------
Agama itu gak ada istilah setuju atau tidak setuju yang benar itu ada atau tidak dalilnya yang shohih. Islam memang harus berjamah tapi bukan membuat jamaah/kelompok/firqoh sehingga Nabi memerintahkan kepada kita jika tidak menjumpai jamaah dengan amirul mukminin yang sah maka UZLAHLAH jadi tidak diperintahkan membuat jamaah sendiri seperti LDII ini

Anonim mengatakan...

uzlah kok debat,,,,,

Altair An-Nur mengatakan...


Wahai Rasullulloh, dahulu kami berada pada masa jahiliyyah dan keburukan lalu Alloh mendatangkan kebaikan ini kepada kami, apakah setelah kebaikan ini akan datang keburukan?'. Beliau menjawab:'Ya". Aku bertanya lagi:"Apakah setelah keburukan itu akan datang lagi kebaikan?". Beliau menjawab"Ya, akan tetapi didalamnya ada "dukhn" (kotorannya". Aku bertanya lagi:"Apa kotorannya itu?". Beliau menjawab:Yaitu suatu kaum yang memimpin tanpa mengikuti petunjukku, kamu mengenalnya tapi sekaligus kamu ingkari". Aku kembali bertanya:"Apakah setelah kebaikan (yang ada kotorannya itu) akan timbul lagi keburukan?". Beliau menjawab:"Ya, yaitu para penyeru yang mengajak ke pintu JAHANNAM.SIapa yang memenuhi seruan mereka maka akan dilemparkan kedalamnya". Aku kembali bertanya:"Wahai Rasululloh, berikan sifat-sifat (ciri-ciri) mereka kepada kami". Beliau menjelaskan:"Mereka itu berasal dari kulit-kulit kalian dan berbicara dengan bahasa kalian. Aku katakan:"Apa yang engkau perintahkan kepada kami bila kami menemui (zaman) keburukan itu?. Beliau menjawab:"Carilah jamaah muslimin dengan imam mereka (carilah jamaah islam yang memiliki imam yang berbaiat)". Aku kembali bertanya:"Jika saat itu tidak ada Jamaah Islam dengan Imam mereka (saat itu tidak ada Jamaah Muslim yang memiliki Imam yang dibaiat)?". Beliau menjawab:"Kamu tinggalkan seluruh firqoh (kelompok Jamaah Islam yang tidak memiliki Imam yang dibaiat) sekalipun kamu harus memakan akar pohon hingga maut menjemputmu dan kamu tetap berada didalam keadaan yang demikian itu". (HR Bukhori 3338)

Penggunaan Pendapat tanpa mengacu ke nabi....WAJIB NERAKA=PENYERU JAHANNAM

… sesungguhnya Rasulalloh s.a.w. bersabda: “Barangsiapa beramal yang tidak ada atas amalan itu perkaraku maka amalan itu ditolak”.(Hadist Shohih Muslim No. 18 – 171 Kitabul Iman)

”Barang siapa yang berkata dalam kitab Alloh yang maha mulya dan maha Agung dengan pendapat sendiri lalu benar, maka sungguh-sungguh salah.” HR Abu Dawud

Rasululloh bersabda:" Barangsiapa berkata suatu perkataan yang tidak pernah aku katakan maka hendaklah ia persiapkan tempat duduknya di neraka" (HR Bukhori: 106)

Anonim mengatakan...

Saya kutipkan Fatwa Lajnah Da’imah (Komisi Tetap Fatwa) di Saudi Arabia, tentang makna hadits di atas:

ومعنى الحديث: أنه لا يجوز الخروج على الحاكم (ولي الأمر) إلا أن يرى منه كفرًا بواحًا، كما جاء ذلك في الحديث الصحيح، كما أنه يجب على الأمة أن يؤمروا عليهم أميرًا يرعى مصالحهم ويحفظ حقوقهم.
“Makna hadits tersebut: bahwa tidak boleh keluar dari kepemimpinan Al hakim (waliyul amri – pemimpin) kecuali jika dilihat dari pemimpin itu perilaku kufur yang jelas, sebagaimana diterangkan hal itu dalam hadits shahih, sebagaimana wajib pula bagi umat untuk mengangkat amir (pemimpin) bagi mereka supaya terjaga maslahat mereka dan hak-hak mereka.” (Al Fatawa Al Lajnah Ad Da’imah Lil Buhuts wal Ifta’, No fatwa. 8225)

Anonim mengatakan...

http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=6&cad=rja&uact=8&ved=0CEcQFjAFahUKEwjV6Pn9i9rGAhUUVY4KHUpGCTY&url=http%3A%2F%2Fd1.islamhouse.com%2Fdata%2Fid%2Fih_fatawa%2Fsingle%2Fid_Apa_Yang_Harus_Dilakukan_di_masa_Fitnah.doc&ei=hLmkVdUWlKq5BMqMpbAD&usg=AFQjCNG5ag8UnuSHnKFJKXoFnipKNGSXxg&bvm=bv.97653015,d.c2E

Anonim mengatakan...

Namanya juga lembaga DAKWAH,ya orang orangnya semua pinter dakwah...seberapa banyak halaman web pasti gak bakalan muat...peace

Anonim mengatakan...

Betul sekali dengar dengar dari warga tetangga ada semboyan "surga pasti"..pertanyaannya surga yg mana..?

Anonim mengatakan...

itu berarti tetangga anda punya keyakinan kalo mengamalkan qur'an hadist secara berjamaah pasti masuk surga. kalo anda mungkin punya semboyan walaupun sudah selingkuh belum tentu masuk surga.. bisa masuk surga bisa juga tidak masuk surga..bisa masuk neraka juga bisa tidak masuk neraka..