بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: بَدَأَ الْإِسْلَامُ غَرِيبًا وَسَيَعُودُ كَمَا بَدَأَ غَرِيبًا فَطُوبَى لِلْغُرَبَاءِ “Islam muncul dalam keadaan asing, dan ia akan kembali dalam keadaan asing, maka beruntunglah orang-orang yang terasingkan itu.” (HR. Muslim no. 208)

Meniti Jalan Salaf

product

dzulqarnain.net

Detail | Pencari Ilmu

Tegar Di Atas Sunnah

product

Assunnah

Detail | My Way

Airmatakumengalir Blog

product

Dakwatuna

Detail | ilallaah

Runtuhnya Paradigma Baru

JAKARTA (Arrahmah.com) – Puluhan pengikut Lembaga Dakwah Islamiyah Indonesia (LDII) yang terlibat dalam penyerangan pengajian di Masjid Al Hijri, Kampus UIKA Bogor, Sabtu akhir pekan lalu harus dilaporkan ke polisi dan dibawa ke jalur hukum. 
“Itu harus diproses hukum. Tidak boleh dilakukan penghakiman sendiri. Kalau tidak setuju laporkan pada polisi. Apalagi orang menjalankan agamanya diserang, patut umat Islam bersatu menghadapinya,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia KH Amidhan, di Masjid Agung Al Azhar, Jakarta Selatan, Ahad (16/6/2013) saat dimintai tanggapannya terkait serangan massa LDII di Masjid Kampus UIKA Bogor sehari sebelumnya. Lansir SI online
Terkait dengan status LDII sebagai ormas Islam yang bisa diterima sebagimana ormas Islam lainnya, kata Amidhan MUI secara institusi belum memutuskan. “Itu harus dirapatkan,” katanya. 
KH. Amidhan mengatakan bahwa MUI secara institusi sampai saat ini belum mengakui LDII sebagai ormas Islam yang benar. Artinya LDII adalah sesat dan menyesatkan sesuai fatwa MUI. Saat ini LDII berupaya menghapus dirinya dari bayang-bayang Islam Jamaah di masa lalu dengan mengeluarkan apa yang disebut “paradigma baru”. Meski demikian, “Kita lihat saja, MUI secara institusi belum mengakui LDII. Tapi kita melarang melakukan kekerasan,” ungkapnya. 
Termasuk jika pengikut LDII yang melakukan tindak kekerasan, tandas Amidhan, harus dilakukan upaya hukum. Salah satu bukti terakhir adalah tindakan mereka menyerang pengajian di Kampus UIKA Bogor. “Ini harus dilaporkan ke polisi. Mereka harus diproses hukum,” tandasnya.
Pengikut LDII menyerang muslim yang sedang mengadakan pengajian di masjid Al-Hijri kampus Universitas Ibnu Khaldun, Bogor Sabtu (15/6/2013). Mereka merangsek masuk ke dalam masjid dengan mengenakan sepatu dan menyerang jama’ah dan berusaha menghakimi ustadz  Adam Amrullah yang sedang berceramah menjelaskan kesesatan LDII. Pengikut LDII juga merusak pintu dan mimbar masjid Al-Hijri.
Pada kesempatan itu sedang digelar pengajian yang menjelaskan kesesatan LDII. Adam Amrullah sekjen Forum Ruju Ilal Haq (FIRH) sebagai pembicara utama.
(azmuttaqin/arrahmah.com)
- See more at: http://www.arrahmah.com/news/2013/06/17/anarkisme-pengikut-ldii-di-masjid-al-hijri-harus-dibawa-ke-jalur-hukum.html#sthash.8xbGeYiy.dpuf

Comments
15 Comments

15 Response to "Runtuhnya Paradigma Baru"

Anonim mengatakan...

Pdhl adam amrullah sndri yg merekayasa kasus kjdian ini,sy yakin seyakinnya klo dia yg menyewa massa bayaran dgn mengatas namakan org LDII lalu menyerang tmpt pngajian itu yg seolah2 org LDII lah yg mlakukan itu,pdhl dia sndri provokatornya dibalik smua ini,,,ingatlah!!! ALLOH mh mengetahui,biar nanti diperlihatkan siapa sosok adam amrullah,mauluddin c's yg sebenar benarnya,aamiiin,,,,,,,

Anonim mengatakan...

Sy mhon kpd Bpk KH Amidhan sbgai ketua MUI untuk tdk terprovokasi dgn berita2,isu2,ataupun laporan2 dr pihak manapun terutama org2 yg tlh mnjadi mantan LDII yg kesemua itu ingin menjelek2kan dan memfitnah LDII yg tujuannya agr masyarakat indonesia membenci LDII pak,,,,,

InPopulus mengatakan...

makanya pakai sendok....
jangan pakai otot...

Anonim mengatakan...

Apapun namanya... semoga islam bersih dari kepalsuan... dan mari kembali ke Islam Muhammadi...

Anonim mengatakan...

oalah rekayasa to..memang begitulah bisanya, menjelekkan org lain, koyo wis pol dewe.

Anonim mengatakan...

baca juga blog google "anti waspada 354"

Anonim mengatakan...

Dasar WONG L.D.11 dari dulu hingga sekarang masih aja otak udang...eh katanya lho udang itu nggak ada otaknya ?!

Anonim mengatakan...

INI himbauan bagi WONG L.D.11 agar supaya ingat agar supaya lho berarti wajib he he he utk nemen nemeni dan tetep netepi Asunnah Ashohihah bermanhaj Salaf tanamkan pd benak kalian eh punya benak/otak/akal pikiran tho ? camkan itu biar Islam Itu Indah

Anonim mengatakan...

cup..cup..cup..jangan nangis ya..airmata mengalir..nanti tabelikan permen..

Anonim mengatakan...

klo cuma mengumpat semua juga bisa.. Yg ilmiah dong pakai dalil apa gitu..biar sohih..

Anonim mengatakan...

alah mas2 dalil opo maneh...wis ra kurang2 olehe aweh dalil plus bayan sing jelas tur gamblang malah sak gamblang2e, tapi piye maneh lha atine jek ditutupi regetan karo Allah. Mlebu kuping kiwa mbalik metu ya kuping kiwa, ngono kuwi lak yo kebangeten tho...mbendal ngono lo mas2. Ngerti ra kowe

Anonim mengatakan...

oalah mas"..ngono ae emosi..klo berdebat mslh dalil mbok sampe ila yaumil qiyamat..g kan selesai..wis yo ..peace..

Anonim mengatakan...

BUkhari Muslim menyebutkan mengikuti 12 khalifah. Lalu siapa yag mewajibkan mengikuti amir Nurhasan madigol ? dirinya sendiri? emang Nabi? Makalah CAI dan kami punya dokumennya, bukan palsu.

Anonim mengatakan...

Oh Ya Anonim diatas gw.... SUMPEH LOO

“Dan berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah seraya berjama’ah, dan janganlah kamu berfirqah-firqah (bergolong-golongan),dan ingatlah akan ni’mat Allah atas kamu tatkala kamu dahulu bermusuh-musuhan maka Allah jinakkan antara hati-hati kamu, maka dengan ni’mat itu kamu menjadi bersaudara, padahal kamu dahulunya telah berada di tepi jurang api Neraka, tetapi Dia (Allah) menyelamatkan kamu dari padanya; begitulah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu, supaya kamu mendapat petunjuk.” (QS.Ali ‘Imran:103 )

“Dan berpegang-teguhlah kamu sekalian kepada tali (agama) Alloh dengan jama’ah, dan janganlah kamu sekalian firqoh”. (QS. Ali ‘Imron,No. Surat: 3, Ayat: 103).

“Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Menetapilah kamu (Hudaifah bin Yaman) pada jamaah muslimin dan imam mereka (artinya: carilah Islam yang berbentuk jama’ah dan yang mempunyai imam sebagai pemimpinya), aku (Hudaifah bin Yaman), berkata: “(Bagaimana) jika tidak ada jama’ah dan imam mereka? Nabi Shollallohu ‘Alaihi Wasallam, bersabda: “Uzlah-lah (Pisahilah) segala bentuk firqoh-firqoh (ada 72 firqoh Islam), sekalipun kamu hanya makan akar / umbi pohon sehingga maut menjemput kamu sementara kamu atas keadaan demikian”. (HR. Bukhori, Kitabul Fitan).

“Sesungguhnya orang-orang yang berbai’at kepadamu sesungguhnya mereka berbaiat kepada Allah, tangan Allah di atas tangan mereka, maka barang siapa yang mengingkari bai’atnya niscaya akibat pelanggarannya akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa yang menepati bai’atnya, maka Allah akan memberikan pahala yang besar.” (Q.S. Al Fath : 10).

“Barangsiapa melepas tangan dari taat akan bertemu dengan Allah pada hari kiyamat dengan tidak punya alasan. Dan barangsiapa mati sedang tidak ada ikatan bai’at pada lehernya maka ia mati seperti matinya orang jahiliyah.” (HR. Muslim dari Abdullah bin Umar, Shahih Muslim dalam Kitabul Imaroh : II/136)

Anonim mengatakan...

Jamaah ldii itu yg dikaji Quran dan hadis, yg suka ngusik ldii itu sy ragu apakah sdh pernah lihat mushaf quran dan hadis.
Bandingkan dg pengajian lain, paling yg dikaji cuma selembar fotokopi, mending biasanya cuma dengerin lawak… jamaaah.…oo jamaah…alhamdu…lillah